201 3. Dalam mengatasi permasalahan ini, kepemimpinan inklusif dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa praktik-praktik yang mendukung lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan diterapkan di seluruh rantai pasok dan rantai nilai. 4. Kelompok harus bekerja sama untuk menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan untuk menghadapi permasalahan tersebut. 5. Setiap kelompok harus mempresentasikan solusi mereka kepada seluruh peserta. 6. Diskusikan bagaimana kepemimpinan inklusif dapat membantu mencapai tujuan keberlanjutan dalam rantai pasok dan nilai. III. Permainan "Gender Budgeting Challenge" Deskripsi: Game ini bertujuan untuk memahami konsep gender budgeting dan bagaimana anggaran desa dapat lebih inklusif bagi perempuan dan pemuda. Tata Cara Bermain: 1. Bagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok anggaran desa dan kelompok perempuan dan pemuda. 2. Kelompok anggaran desa bertugas menyusun anggaran untuk desa secara umum tanpa mempertimbangkan perspektif gender. 3. Kelompok perempuan dan pemuda bertugas menyusun anggaran desa dengan mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan aspirasi perempuan dan pemuda dalam komunitas. 4. Setelah kedua kelompok selesai menyusun anggaran, mereka harus menyajikan hasilnya dan berdiskusi tentang dampak dari masing-masing anggaran terhadap inklusi dan keberlanjutan. 5. Diskusikan pentingnya gender budgeting dan bagaimana pengaruhnya terhadap perencanaan anggaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan. IV. Permainan "Kartu Peran" (Role Cards) Deskripsi: Game "Kartu Peran" ini dapat menjadi sarana interaktif yang efektif untuk menggambarkan situasi nyata yang dihadapi oleh anggota komunitas perempuan dan pemuda dalam rantai pasok dan rantai nilai. Selain itu, permainan ini juga mendorong empati, pemahaman, dan kesadaran tentang pentingnya kepemimpinan inklusif dalam menciptakan kesetaraan dan keberlanjutan bagi seluruh komunitas. Persiapan: a. Siapkan kartu peran dengan berbagai peran yang ada dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan, misalnya petani, buruh sawit, pedagang, manajer produksi, kelompok Perempuan, kelompok pemuda, dll.
202 b. Jumlah kartu harus sesuai dengan jumlah peserta dalam permainan. c. Pastikan setiap kartu berisi deskripsi singkat tentang peran dan tantangan yang dihadapi oleh yang bersangkutan. Tata cara bermain: 1. Bagikan kartu peran secara acak kepada setiap peserta. 2. Beri tahu peserta bahwa mereka akan berperan sebagai anggota komunitas dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan. 3. Mintalah peserta untuk membaca dengan seksama kartu peran yang mereka terima. 4. Berikan waktu beberapa menit untuk peserta mempersiapkan diri dan mengenali karakter dan tantangan yang dihadapi oleh peran yang mereka pilih. 5. Sediakan waktu untuk diskusi kelompok atau seluruh peserta, di mana setiap peserta berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi sebagai peran yang mereka mainkan. 6. Dorong peserta untuk saling mendengarkan dan mengajukan pertanyaan untuk lebih memahami perspektif masing-masing peran. 7. Setelah diskusi, dorong peserta untuk merenung -merefleksikan- tentang kesulitan atau keberhasilan yang dihadapi oleh setiap peran dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan. 8. Diskusikan bagaimana kepemimpinan inklusif dapat membantu mengatasi tantangan tersebut dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh komunitas. 9. Akhiri permainan dengan mengingatkan peserta tentang pentingnya kepemimpinan inklusif dalam menciptakan rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan untuk komunitas perempuan dan pemuda. 10. Dorong peserta untuk berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip inklusi dalam kehidupan nyata mereka. V. Permainan "Misi Kepemimpinan Inklusif" Deskripsi: Game ini dirancang untuk membantu peserta memahami konsep kepemimpinan inklusif dalam konteks rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan. Peserta akan diberikan misi tertentu yang harus diselesaikan secara inklusif, dengan melibatkan seluruh anggota tim, termasuk perempuan dan pemuda. Tata Cara Bermain: 1. Bagilah peserta menjadi beberapa tim dengan jumlah anggota yang seimbang, termasuk perempuan dan pemuda dalam setiap tim.
203 2. Setiap tim akan diberikan satu misi kepemimpinan yang berkaitan dengan rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan. Contoh misi: a. Mengidentifikasi potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan dan inklusif. b. Menyusun rencana aksi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda dalam rantai pasok. c. Membuat strategi untuk memastikan anggaran desa mengakomodasi kebutuhan dan potensi perempuan dan pemuda dalam komunitas. 3. Setiap tim memiliki waktu tertentu untuk bekerja bersama-sama dan menyusun rencana aksi mereka. 4. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, masing-masing tim akan mempresentasikan misi dan rencana aksinya secara bergantian. 5. Tim lain dapat memberikan masukan dan saran untuk meningkatkan keberlanjutan dan inklusivitas dari rencana aksi yang telah dipresentasikan. 6. Akhiri game dengan diskusi singkat tentang pentingnya kepemimpinan inklusif dalam menciptakan rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan untuk komunitas perempuan dan pemuda. VI. Permainan "Quiz Kepemimpinan Inklusif" Peserta harus menjawab pertanyaan tentang konsep-konsep kepemimpinan inklusif dan penerapannya dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan. Permainan dapat mengadaptasi pertanyaan-pertanyaan yang telah ada dalam soal pretest atau postest. Peserta yang dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan sticker Bintang. Sticker Bintang dapat ditukarkan pada fasilitator diakhir sesi, untuk mendapatkan Gift. VII. Permainan "Chain of Inclusion" atau "Rantai Inklusi." Deskripsi: Game ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif, kerjasama, dan pemahaman tentang pentingnya inklusi dalam kepemimpinan. Persiapan : a. Durasi Permainan: Sekitar 15-20 menit. b. Alat dan Bahan: Potongan kertas berwarna yang cukup banyak (minimal sebanyak peserta). c. Spidol atau pulpen. Tata Cara Bermain:
204 1. Sebelum memulai permainan, siapkan potongan kertas berwarna yang cukup banyak. Setiap potongan kertas akan mewakili satu langkah dalam "rantai inklusi." 2. Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok kecil (4-6 orang per kelompok) dengan jumlah anggota kelompok yang seimbang dari perempuan dan pemuda. 3. Berikan setiap kelompok tumpukan potongan kertas berwarna. 4. Setiap kelompok diminta untuk menuliskan satu tindakan konkret atau langkah yang dapat mereka lakukan untuk menciptakan kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan untuk komunitas perempuan dan pemuda di satu potongan kertas. Misalnya, "Melibatkan seluruh anggota komunitas dalam pengambilan keputusan," "Memberdayakan perempuan dalam pelatihan dan pendidikan," "Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif," dan lain sebagainya. 5. Setelah kelompok menulis langkah mereka, minta mereka untuk membentuk lingkaran dan menyusun potongan kertas yang mereka miliki untuk membentuk "rantai inklusi." 6. Jelaskan bahwa setiap langkah dalam rantai inklusi saling terkait dan memiliki peran penting dalam menciptakan kepemimpinan inklusif dan berkelanjutan. 7. Selanjutnya, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan langkah mereka di depan kelompok lainnya. Setelah presentasi, peserta dari kelompok lain dapat memberikan komentar, pertanyaan, atau saran terkait langkah yang telah disampaikan. 8. Diskusikan bersama tentang bagaimana langkah-langkah tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dan dampak positif yang diharapkan bagi komunitas perempuan dan pemuda. 9. Sebagai akhir dari permainan, tekankan bahwa kepemimpinan inklusif adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan kerjasama dari seluruh anggota komunitas.
205 PRE TEST Topik 1 Menciptakan kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan Tujuan dari pre-test ini adalah untuk mengukur pemahaman peserta tentang kepemimpinan inklusif, perspektif gender, gender budget, dan penyusunan proposal bisnis model canvas dalam konteks pengembangan usaha dan rantai pasok yang berkelanjutan untuk komunitas. 1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan inklusif dalam pengembangan usaha yang berkelanjutan? a. Kepemimpinan yang didominasi oleh laki-laki dalam bisnis b. Kepemimpinan yang memprioritaskan keuntungan ekonomi semata. c. Kepemimpinan yang melibatkan dan memberdayakan seluruh anggota komunitas, termasuk perempuan dan pemuda. d. Kepemimpinan yang hanya fokus pada pertumbuhan bisnis tanpa memperhatikan kesejahteraan sosial. 2. Mengapa perspektif gender penting dalam pengembangan usaha yang inklusif dan berkelanjutan? a. Untuk membatasi partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan bisnis. b. Untuk menciptakan ketidakseimbangan gender dalam anggaran desa. c. Untuk memastikan kesetaraan dan kesempatan kerja bagi semua anggota komunitas d. Untuk mengurangi jumlah perempuan yang terlibat dalam usaha. 3. Bagaimana kepemimpinan perempuan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan usaha berkelanjutan? a. Dengan membatasi partisipasi laki-laki dalam proses pengambilan keputusan. b. Dengan mengabaikan perspektif gender dalam strategi bisnis. c. Dengan meningkatkan efisiensi produksi tanpa mempertimbangkan kesetaraan gender. d. Dengan membawa perspektif yang berbeda dan solusi kreatif dalam pengembangan usaha. 4. Apa manfaat inklusi kepemimpinan perempuan dalam usaha bagi komunitas dan rantai pasok berkelanjutan? a. Mengurangi kesempatan kerja bagi laki-laki dalam bisnis.
206 b. Meningkatkan potensi konflik dalam komunitas. c. Meningkatkan kesejahteraan dan inovasi dalam bisnis serta mendukung kesetaraan gender d. Membatasi pertumbuhan ekonomi komunitas. 5. Apa itu gender budget dalam konteks anggaran desa? a. Pengalokasian dana yang hanya menguntungkan perempuan dalam anggaran desa. b. Pengalokasian dana yang tidak mempertimbangkan keberagaman gender dalam anggaran desa. c. Pengalokasian dana yang mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan perempuan dan laki-laki secara adil. d. Pengalokasian dana yang hanya menguntungkan laki-laki dalam anggaran desa. 6. Mengapa penting untuk melibatkan kelompok perempuan dalam penyusunan gender budget dalam anggaran desa? a. Agar anggaran desa hanya menguntungkan perempuan secara eksklusif. b. Agar anggaran desa mengabaikan peran laki-laki dalam pembangunan. c. Agar anggaran desa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi seluruh anggota komunitas, termasuk perempuan. d. Agar anggaran desa hanya menguntungkan laki-laki secara eksklusif. 7. Apa manfaat dari gender budget dalam anggaran desa bagi perempuan dan komunitas secara keseluruhan? a. Menambah beban kerja perempuan dalam pembangunan. b. Memperkuat kesenjangan gender dalam pendapatan. c. Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan pemanfaatan dana pembangunan secara efektif. d. Mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan publik yang diberikan kepada perempuan. 8. Apa tujuan utama penyusunan proposal bisnis model canvas dalam pengembangan usaha berkelanjutan? a. Menarik investor tanpa mempertimbangkan dampak sosial. b. Memastikan pertumbuhan bisnis tanpa memperhatikan keberlanjutan. c. Mengidentifikasi sumber daya dan aktivitas yang diperlukan untuk menjalankan bisnis secara efisien. d. Membatasi partisipasi kelompok perempuan dan pemuda dalam bisnis. 9. Apa langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penyusunan proposal bisnis model canvas? a. Mengabaikan analisis pasar dan pesaing.
207 b. Menentukan target pasar secara acak tanpa mempertimbangkan kebutuhan konsumen. c. Menjelaskan alur pengeluaran dan pendapatan bisnis dengan jelas. d. Menyajikan tujuan bisnis tanpa strategi dan taktik yang konkret. 10. Bagaimana bisnis model canvas membantu komunitas dalam menciptakan usaha yang inklusif dan berkelanjutan? a. Dengan mengabaikan peran dan kebutuhan perempuan dalam bisnis. b. Dengan menyederhanakan proses pengembangan usaha. c. Dengan memungkinkan perencanaan yang komprehensif dan pertimbangan kesetaraan gender. d. Dengan membatasi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan bisnis. 11. Sebutkan tiga contoh tantangan yang mungkin dihadapi dalam menciptakan kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan bagi komunitas. a. ... b. … c. … 12. Bagaimana komunitas dapat mengatasi tantangan gender yang mungkin muncul dalam pengembangan usaha berkelanjutan? a. Dengan mengabaikan peran perempuan dalam usaha. b. Dengan menciptakan kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan. c. Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung perempuan dalam usaha. d. Dengan meningkatkan kesenjangan gender dalam pengambilan keputusan. 13. Apa dampak positif dari kepemimpinan perempuan dalam usaha terhadap komunitas dan lingkungan sekitar? a. Meningkatkan konflik dan persaingan di dalam komunitas. b. Meningkatkan kerentanan lingkungan dan kerusakan alam. c. Meningkatkan kesejahteraan komunitas dan keberlanjutan lingkungan. d. Meningkatkan kesenjangan gender dalam pendapatan. 14. Bagaimana komunitas dapat berperan aktif dalam mengadvokasi kepemimpinan inklusif dan gender budget dalam anggaran desa? a. Dengan mengabaikan peran perempuan dalam advokasi. b. Dengan tidak berpartisipasi dalam proses anggaran desa.
208 c. Dengan berpartisipasi dalam dialog dan menyuarakan aspirasi untuk keberlanjutan dan inklusi gender dalam anggaran desa d. Dengan menciptakan konflik dan ketegangan dengan pemerintah. 15. Sebutkan tiga manfaat dari inklusi gender dalam seluruh tahap pengembangan usaha dan rantai pasok berkelanjutan. a. …. b. …. c. ….
209 Post Test (Tes Akhir) Topik 1 Menciptakan kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan Tujuan : untuk mengukur kinerja peserta selama proses belajar dalam satu semester (3 bulan). 1. Perspektif Gender dalam Pengembangan Usaha: a. Apa yang dimaksud dengan perspektif gender dalam pengembangan usaha? Jelaskan dalam dua kalimat b. Mengapa penting untuk mempertimbangkan perspektif gender dalam pengembangan usaha? Sebutkan tiga alasan. c. Kepemimpinan Perempuan dalam Usaha: 2. Apa manfaat kepemimpinan perempuan dalam pengembangan usaha? Berikan dua contoh. a. Bagaimana peran kepemimpinan perempuan dapat memberdayakan anggota komunitas secara keseluruhan? Jelaskan dalam dua kalimat. 3. Gender Budget dalam Anggaran Desa: a. Apa yang dimaksud dengan gender budget dalam konteks anggaran desa? Jelaskan dengan singkat. b. Mengapa penting untuk memiliki gender budget dalam anggaran desa? Sebutkan dua alasan. 4. Penyusunan Proposal Bisnis Model Canvas: a. Apa yang dimaksud dengan Business Model Canvas? Jelaskan fungsi utamanya dalam menyusun proposal bisnis. b. Bagaimana cara Business Model Canvas membantu dalam penyusunan proposal bisnis yang inklusif? Jelaskan dalam dua kalimat. c. Sebutkan dua komponen penting dalam Business Model Canvas yang relevan dengan kepemimpinan inklusif dan berkelanjutan. 5. Penerapan Kepemimpinan Inklusif dalam Rantai Pasok dan Rantai Nilai: a. Jelaskan langkah-langkah konkret untuk menciptakan kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai yang berkelanjutan untuk komunitas. b. Apa peran pemerintah dalam mendukung dan mendorong kepemimpinan inklusif dalam rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan? c. Bagaimana kepemimpinan perempuan dapat berperan dalam menciptakan rantai pasok dan rantai nilai berkelanjutan yang lebih inklusif dan berdaya saing?
210 d. Mengapa penting untuk mempertimbangkan aspek gender dalam penyusunan anggaran desa? Sebutkan dua contoh penerapannya. e. Bagaimana perencanaan anggaran berbasis gender dapat memberdayakan komunitas dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan? f. Jelaskan peran proposal bisnis model canvas dalam membantu pengembangan usaha yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anggota komunitas.
211 PRE TEST Topik 4 Pengembangan Bisnis Komunitas Tujuan pre-test adalah untuk mengukur pemahaman peserta tentang tata kelola Sumbersumber Penghidupan desa sesuai UU Desa, Survey Pasar dan Pemetaan Lima Aset Perikehidupan, Analisa SWOT untuk pengembangan bisnis komunitas, dan STP Bagi Pengembangan Usaha dalam konteks pengembangan usaha untuk komunitas. 1. Sebutkan 4 kunci perubahan ekonomi desa? a. Adanya bahan baku b. Aktor yang acuh tak acuh c. Actor (pelaku), asset (SDA melimpah, SDM), akses (keterbukaan akses warga, dan control (ada ruang saling mengingatkan). d. Adanya akses dan kontrol. 2. Apa yang anda ketahui tentang 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif? a. Menciptakan Kepemimpinan social-ekonomi, Pengetahuan-Teknologiinformasi dan bekerja keras. b. Menciptakan Kepemimpinan social-ekonomi, dan financial literacy. c. Menciptakan Kepemimpinan social-ekonomi, Pengetahuan-Teknologiinformasi, Pengembangan usaha komunitas, dan financial literacy d. Pengembangan usaha komunitas dan kepemimpinan ekonomi. 3. Sebutkan apa saja peran sentral Bumdesa (Badan usaha milik desa) dalam pengembangan ekonomi desa? a. Mendorong prakarsa warga desa untuk mengembangkan potensi desa sesuai kemampuan dan kewenangan desa b. Membangun warung untuk bersaing dengan usaha warga desa c. Tidak memanfaatkan sumberdaya alam desa. d. Memperkaya sekelompok warga desa sehingga ekonomi desa lamban. 4. Apa yang anda ketahui tentang survey pasar? a. Survey pasar adalah penentuan lokasi pembeli. b. Dengan survey pasar, kita mengetahui seperti apa yang kebutuhan konsumen dan kita dapat membuat produk yang menyesuaikan kebutuhan konsumen. c. Survey pasar merupakan aktifitas usaha yang tidak terlalu penting.
212 d. Suvey pasar dapat dilakukan sambil lalu saja. 5. Sebutkan langkah-langkah untuk melakukan survey pasar? a. Tentukan tujuan survey pasar, cara pengumpulan informasi, gunakan konsep 5 w+H, gunakan sumber informasi yang relevan, lakukan survey pasar b. Tentukan cara pengumpulan informasi, gunakan konsep 5 w+H, gunakan sumber informasi yang relevan. c. Gunakan konsep 5 w+H, gunakan sumber informasi yang relevan, lakukan survey pasar. d. Tentukan tujuan survey pasar, gunakan sumber informasi yang relevan, lakukan survey pasar. 6. Apa manfaat survey pasar bagi pengusaha? a. Menyusahkan produsen karena menambah pekerjaan. b. Memberikan informasi terkini tentang kondisi konsumen sehingga pengusaha mudah menyusun strategi pemasaran. c. Menambah pengeluaran pengusaha. d. Pengusaha bisa istirahat dengan tenang dari kegiatan usaha. 7. Sebutkan 5 (lima) asset perikehidupan di desa! a. Sumberdaya manusia (SDM), sumberdaya alam (SDA), social dan fisik. b. Sumberdaya manusia (SDM), sumberdaya alam (SDA), social, fisik dan finansial c. Sumberdaya manusia (SDM), sumberdaya alam (SDA), dan social. d. Semua jawaban salah. 8. Apa yang anda ketahui tentang analisa SWOT ? a. Suatu analisa untuk mengetahui kelemahan pesaing usaha. b. Alat analisa untuk mengetahui kekuatan pesaing. c. Alat analisa usaha yang berisi; kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. d. Alat analisa usaha yang terdiri dari; ancaman dan peluang. 9. Apa arti penting analisa SWOT dalam pengembangan usaha? a. Dengan menggunakan analisa SWOT, kita mengetahui ancaman dan peluang. b. Dengan menggunakan analisa SWOT, kita mengetahui kekuatan dan kelemahan untuk merespond peluang dan ancaman. c. Dengan menggunakan analisa SWOT, kita menjadi pesimis.
213 d. Dengan menggunakan analisa SWOT, kita lebih waspada namun cemas. 10. Apa perbedaan antara penjualan (selling) dan pemasaran (marketing)? a. Penjualan adalah uang, dan pemasaran adalah iklan b. Penjualan adalah menjual di pinggir jalan, dan pemasaran adalah menjual di mesos c. Penjualan adalah transaski jual-beli, dan pemasaran adalah seluruh proses dari awal pengepakan produk hingga promosi sampai ke tangan konsumen hingga pelanggan puas. d. Penjualan adalah jualan barang, dan pemasran promosi saja. 11. Sebutkan minimal 3 (tiga) elemen dalam penentuan segmentasi pembeli. a. Tempat dan harga barang b. Demografi (umur), geografi (lokasi) dan tingkah laku pembeli c. Demografi dan tingkah laku pembeli 12. Apa yang anda ketahui tentang targeting dalam penentuan pemasaran sebuah produk? a. Targeting adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar. b. Targeting adalah pemilihan bahan baku usaha. c. Targeting adalah rantai nilai usaha. d. Targting merupakan lokasi pemasaran. 13. Bagaimana anda menentukan targeting pembeli dari sejumlah segmentasi pembeli yang ada? a. Menentukan targeting dengan feeling pengusaha b. Dengan membandingkan beberapa segmentasi pasar melalui; jumlah penduduk, daya beli, keberlanjutan membeli dan keterjangkauan c. Dengan menentukan tempat usaha. d. Dengan perkiraan kasar saja. 14. Apa anda ketahui dari positioning atau branding dari sebuah produk ? a. Promosi produk. b. Memajang di medsos c. Citra diri sebuah produk di mata konsumen. d. Pemasaran digital 15. Bagaimana anda merumuskan branding bagi produk anda dalam sebuah kalimant ?.
214 a. Tidak boleh lebih dari tiga kata b. Lebih dari 5 kata c. Kalimatnya yang panjang-panjang d. Menggunakan kata-kata yang berdayu-dayu
215 Post Test (Tes Akhir) Topik 4 Pengembangan Bisnis Komunitas Tujuan : untuk mengukur kinerja peserta selama proses belajar dalam satu semester (3 bulan). 1. Mengetahui dan memahami Tata kelola Sumber-sumber Penghidupan desa sesuai UU Desa: a. Apa yang anda ketahui tentang 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif? b. Sebutkan apa saja peran sentral Bumdesa (Badan usaha milik desa) dalam pengembangan ekonomi desa ! 2. Mengetahui cara melakukan dan manfaat Survey Pasar dan Pemetaan Lima Aset Perikehidupan. a. Sebutkan langkah-langkah untuk melakukan survey pasar? b. Apa manfaat survey pasar bagi pengusaha ? c. Sebutkan 5 (lima) asset perikehidupan di desa! 3. Bagaimana Analisa SWOT diterapkan dalam pengembangan bisnis komunitas: a. Jelaskan dengan singkat apa itu analisa SWOT dalam pengembangan usaha ? b. Apa arti penting analisa SWOT dalam pengembangan usaha? 4. Penerapan pemasaran dan segmentasi Bagi Pengembangan Usaha: a. Apa perbedaan antara penjualan (selling) dan pemasaran (marketing)?. b. Sebutkan segmentasi demografi dan geografi dari produk anda. 5. Pengembangan Branding bagi produk: a. Bagaimana anda menentukan targeting pembeli dari sejumlah segmentasi pembeli yang ada? b. Apa anda ketahui dari positioning atau branding dari sebuah produk ? c. Coba buat 2 kata-kata branding bagi produk anda ? d. Buatlah 2 kalimat branding bagi produk anda.