The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bisnis Inklusi dan Berkelanjutan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mia ariyana, 2023-09-08 00:19:17

Modul BKBM

Bisnis Inklusi dan Berkelanjutan

Keywords: BKBM

101 d. lima perikehidupan di desa dan lokasinya sebagai informasi awal potensi sebagai bahan baku Modul 3: Analisa SWOT untuk pengembangan bisnis komunitas a. Memahami analisa SWOT untuk pengembangan bisnis komunitas b. Memahami dan menerapakan salah satu sumberdaya alam ke dalam tamplate SWOT c. Mampu mengambil sumberdaya alam potensial desa sebagai bahan praktek dalam analisan SWOT d. Memahami kekurangan hasil praktek dan mengambil input terhadapa strateginta sehingga menghasilkan analisa SWOT bagi bisnis peserta Modul 4: STP Bagi Pengembangan Usaha a. Pengantar Segementasi, Targeting dan Positioning b. Mengidentifikasi komponen penting dalam segmentasi, tagetting dan positioning c. Menerapkan komponen-komponen targeting dan penentuan targeting atas bisninya d. Menyajikan nama dan kalimat untuk branding produk sebagai positioning bisnisnya IV. Harapan: a. Semua peserta hadir dan berpartisipasi aktif dalam semua sesi kursus b. Menyelesaikan tugas dan persiapkan bahan untuk diskusi. c. Terlibat aktif dalam kegiatan kelompok dan berkontribusi dalam diskusi kelas. d. Menyerahkan tugas tepat waktu dan mematuhi prinsip dan nilai-nilai yang disepakati (seperti saling menghargai dan setara) e. Menghargai pendapat dan perspektif sesama peserta. V. Penilaian: Partisipasi: 20% Tugas: 40% Ujian Tengah Semester: 20% Proyek Akhir: 20%


102 KURIKULUM Nama kegiatan : Balai kegiatan belajar Masyarakat Topik IV : Pengembangan Bisnis Komunitas Modul 1: Tata kelola Sumber-sumber Penghidupan desa sesuai UU Desa Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Memahami pengelolaan sumber penghidupan desa menurut UU No.6 2014 tentang desa 2 jam Peserta dapat memahami posisi dan letak serta keberadaan sumberdaya yang berada di areal sekitar yang tercantum di UU desa dan berbagai kebijakan yang mendukung seperti permendagri dan permendesa Sesi 2 Memahami dan mengidintifikasi 4 (empat) Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif 2 jam Peserta dapat mengidentifikasi 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif, serta memraktekkanya dalam pembelajaran Modul 2: Survey Pasar dan Pemetaan Lima Aset Perikehidupan Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 5 Pengertian dan tujuan survei pasar dan langkah-langkah yang dilakukan sebelum dan sesudah survei 2 jam Peserta memahami Pengertian dan tujuan survei pasar dan langkahlangkah yang dilakukan sebelum dan sesudah survey Ini dibuktikan dengan peserta mampu membuat pertanyaan survey pasar yang mudah Sesi 6 Praktek survey pasar diantara peserta pelatihan dan masukan dari fasiitator 2 jam Peserta dapat mempraktekan survey pasar dengan pertanyaan yang dibuat sebelumnya dan masukan dari peserta lain dan fasitator sebagai perbaikan Sesi 7 Penggunaan hasil sirvey pasar sebagai bahan analisa dalam menyusun bahan masukan untuk menetapkan strategi pemasaran 2 jam Peseta mampu menganaisa hasi survey pasar yang diakukan sebeumnya sebagai bahan dasar untuk menyusun strategi pemasaran terhadap prduknya


103 Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 8 Pemahaman arti lima asset perikehidupan di desa dan praktek mengidentifikasi 5 aset di desanya 2 jam Peserta dapat memahami dengan benar arti 5 aset perikehidupan dan praktek mengidentifikasi 5 aset perikehidupan di desanya dalam bagan yang disiapkan fasiitator Modul 3: Analisa SWOT untuk pengembangan bisnis komunitas Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 9 Konsep anaisa SWOT dan relevansinya dalam pengembangan usaha komunitas 2 jam Peserta dapat menjelaskan konsep anaisa SWOT` dan mengidentifikasi relevansinya dalam pengembangan usaha komunitas. Sesi 10 Penerapan saah satu sumberdaya alam dari 5 aset perikehidupan ke dalam anaisa SWOT 2 jam Peserta mampu mempraktekan salah satu sumberdaya alam di desanya ke dalam anaisa SWOT pengembangan usaha Sesi 11 Presentasi anjutan hasi SWT pengembangan usaha peserta berdasar potensi masing-masing desa 2 jam Peserta mengerti perbaikan hasil anaisa SWOT dari fasiitator terhadap pengambangan usahaya lebih baik Sesi 12 Teknik dan cara penyusunan Strategi dan program yang sesuai dengan potensi kekuatan dan kekurangan desa 2 jam Peserta memahami cara dan teknik menyusun Strategi dan program yang sesuai dengan potensi kekuatan dan kekurangan desa Modul 4: STP Bagi Pengembangan Usaha Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 13 Pemahaman Segementasi, Targeting dan Positioning 2 jam Peserta memahami konsep dasar Segementasi, Targeting dan Positioning dalam pengembangan rencana bisnis. Sesi 14 Identifikasi komponen penting dalam segmentasi, tagetting dan positioning 2 jam Peserta dapat mengidentifikasi dan menjelaskan komponen kunci yang diperlukan dalam pembuatan segmentasi, tagetting dan


104 Sesi Materi Durasi Indikator Capaian positioning Sesi 15 Penerapan komponen-komponen segmentasi dan penentuan targeting atas bisnisnya 2 jam Peserta dapat menerapkan segemntasi dan penentuan targeting yang mempertimbangkan aspek inklusif dan keberlanjutan. Sesi 16 Teknik dan pembuatan nama dan kalimat untuk branding produk sebagai positioning bisnisnya 2 jam Peserta dapat menyajikan pembuatan nama dan kaimat untuk branding produk sebagai positioning bisnisnya


105 Modul I Tata Kelola Sumber Penghidupan Desa Sesuai UU Desa I. Pengantar Hadirnya UU No.6 tahun 2014, tentang desa membawa banyak hal positif bagi masyaarakat desa. Terutama sekali dalam hal pemanfaatan berbagai sumberdaya yang ada di tingkat desa. Artinya masyarakat desa memiliki kekuasaan dan wewenang besar dalam pengelolaan berbagai asset yang ada di tingkat desa. Sebagai contoh, pasal 19 ayat a, menitikberatkan kearifan local dalam pembangunan desa. Pasal 21, malah mempertegas desa berhak mengelola yang tidak diatur dalam kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota. Yaitu, "Pelaksanaan kewenangan yang ditugaskan dalam pelaksanaan kewenangan tugas lain dari Pemerintah, Pemerintah Daerah provinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 huruf c dan huruf d diurus oleh Desa". Untuk mengetahui kewenangan desa, pasal 33 Peraturan Pemerintah (PP) RI No.43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksana UU No.6 Tahun 2014, menjelaskan, meliputi; "a) kewenangan berdasarkan hak asal usul, b) kewenangan local berskala desa, kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, atau pemerintah daerah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan". Bahkan di Pasal 34 ayat (2) menerangkan arti kewengangan local berskala Desa, seperti dimaksud pasal 33 huruf b, minimal terdiri atas kewenangan; a) pengelolaan tambahan perahu; b) pengelolaan pasar desa, c) tempat pemandian umum, d) pengelolaan jaringan irigasi, e) pengelolaan lingkungan pemukiman masyarakat Desa, f) pembinaan kesehatan masyarakat dan pengelolaan pos pelayanan terpadu, g) pengembangan dan pembinaan sanggar seni dan belajar, h) pengelolaan perpustakaan Desa dan tanam bacaan; i) pengelolaan embung desa; j) Pengelolaan air minum berskala Desa, dan k) pembuatan jalan Desa antar pemukiman ke wilayah pertanian. Bila ada yang belum tercantum di peraturan namun dibutuhkan masyarakat, ayat 3 mengakomodasi, sebagai berikut, "Selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Mentri dapat menetapkan jenis kewenangan Desa sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan local". Makanya, semua pemangku kepentingan desa dianjurkan berembug demi terwujudnya program sesuai yang kebutuhan masyarakat. Peraturan Mentri Dalam Negri (Permendagri) RI No.110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa, bab 1, menyebutkan bahwa musdes ialah musyawarah antara Badan Permusyawaratan desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan desa untuk menyepakati hal bersifat strategis. Perumusan perencanaan program pembangunan desa sangat strategis bagi kesejahteraan rakyat.


106 Informasi diatas menandakan bahwa kini masyarakat desa harus inovasi untuk memanfaatkan berbagai sumberdaya yang ada didesa. Alokasi dana desa pun meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, dengan pemahaman berbagai aturan di tingkat desa dan daya inovasi warganya diharapkan pengelolaan sumber-sumber penghidupan desa terkelola dengan baik demi kesejahteraan warganya. Selamat mencoba !!! II. Tujuan 1. Memahami pengertian dan tujuan pengelolaan sumber penghidupan desa menurut UU No.6 2014 tentang desa. 2. Mampu memahami dan mempetakan ruang partisipasi rakyat dalam pengelolaan ekonomi desa. 3. Mengetahui dan mengidintifikasi 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif 4. Mampu mempraktekkan implementasi 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif. III. Durasi Waktu: Modul ini terdiri dari 6 langkah. e. Setiap langkah dapat sampaikan dalam 8 x pertemuan f. Sesuaikan durasi tiap langkah sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kelompok peserta g. Setiap pertemuan maksimal 1 jam. IV. Bahan dan Alat: Proyektor atau layer, Papan tulis atau kertas flipchart, Spidol, Bahan presentasi (PowerPoint atau materi cetak), Lembar kerja atau lembar diskusi untuk kelompok kecil, tamplate contoh 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif, dan contoh kelembagaan Bumdes program-programnya. V. Langkah-Langkah Fasilitasi Sesi 1. Pengenalan Materi (Pengantar) a. Menjelaskan tujuan sesi b. Menjelaskan struktur dan jadwal sesi c. PreTest d. Tukar pendapat ; mengumpulkan pemahaman awal peserta e. Fasilitator memberikan materi pengantar gambaran umum UU desa no. UU No.6 tahun 2014, tentang desa Sesi 2. Menjelaskan tema dan tujuan serta pengertian pengelolaan sumber penghidupan desa menurut UU No.6 2014 tentang desa. Melalui proses diskusi curah pendapat terbuka, fasilitator mengajak peserta untuk memahami 5 kekuatan UU desa. Selain itu peserta juga diajak untuk mengidentifikasi Kunci Perubahan Ekonomi Desa. Sesi 3. Dari pemahaman peserta tentang perubahan ekonomi desa dan juga Pentagonal Aset Desa, seperti; Dipetakan – direncanakan – dikelola, peserta diajak untuk melihat berbagai asset yang ada didesa. Sesi 4. Menjelaskan 4 pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif dan praktek penerapannya.


107 a. Fasilitator menerangkan apa itu 4 pilar pengembangan ekonomi desa sesuai dengan UU desa dan permendagri, yaitu; menciptakan Kepemimpinan ekonomi dan social, PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN INFORMASI, Pengembangan usaha komunitas, dan financial literacy. b. Selanjutnya peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk mempraktekan identifikasi 4 pilar di desa c. Peserta mempraktekan penerapan identifikasi 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif di desa peserta. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Fasilitator dan anggota kelompok lain memberi masukan Catatan: Pastikan untuk memoderasi diskusi dengan cermat, menjaga agar setiap peserta memiliki peluang untuk berbicara, dan mendorong diskusi terbuka dan inklusif.


108 Modul II Survey Pasar dan Pemetaan Lima Aset Perikehidupan I. Pengantar Pasar merupakan kata lain dari sekumpulan manusia yang berpotensi menjadi pembeli produk yang kita ciptakan. Pengenalan mendalam tentang profil pasar (pembeli) merupakan awal keberhasilan seorang pengusaha dalam memasarkan produknya. Salah satu metode untuk mengenali profil pasar adalah “survey pasar”. Survey pasar arti mudahnya adalah teknik awal mengenali kondisi dan profil potensi pembeli (konsumen) dari produk yang kita ciptakan. Adanya banyak cara untuk melakukan survey pasar. Dari yang cara-cara mudah dan bebas-biaya hingga yang kompleks atau rumit dan berbiaya mahal. Pertama, yang mudah dan murah. Langkah ini biasa dipakai para pengusaha yang aktif di media social. Sebagai langkah awal dalam pengenalan produk, pengusaha biasanya melakukan tes pasar dengan memasangkan produk ke kanal atau status medsosnya. Dari sini, pengusaha bisa meminta komentar dari netizen. Secara mudah, pengusaha akan menhitung berapa yang kommentar positif dan negative, serta apa masukan dari neteizen. Metode lain adalah dengan mengundang temen dan jaringan yang memiliki akun medos dengan pemgikut banyak. Mereka diminta untuk mencoba tes produk kita secara gratis namun harus memuat di medsosnya masing-masing. Dari sini, akan diketahui juga bagaimana respond netizen atas produk, dan ini sebagai bahan analisa pengusaha tentang respond pembeli atas produk. Kedua, survey pasar dengan pertanyaan yang kita ajukan kepada pembeli atau calon pembeli. Bentuk pertanyaannya disusun secara tertulis dengan menggunakan cara yang mudah dipahami konsumen. Pertanyaan disebar kepada pelanggan dan jawabannya akan dibaca dan dianalisa pengusaha. Kemudian, lima asset perikhidupan adalah modal berupa bahan baku yang tersedia di sekitar kita sebagai pengusaha. Ia dinamakan asset karena bila dimanfaatkan dengan maksimal akan menghasilkan produk bernilai dan jual tinggi. Namun bila tidak diolah dengan kreatif maka ia bernilai dan jual sangat rendah. Asset ini tidak hanya berupa fisik namun juga yang non fisik. Seringkali manusia sebagai penduduk dan warga suatu desa tidak mengenal asetnya. Atau mereka memahaminya sebagai barang atau bahan yang menghasilkan dan mendatang uang saja. Padahal asset yang non fisik dalam hal ini seperti social (karang taruna, kelompok pengajjian, PKK, dsb) merupakan potensi penting yang memperkuat jejaring social di masyarakat. Dengan pemanfaatan asset social, maka pemasran dari produk yang kita ciptakan mudah terkenal dan luas daya jangkauanya.


109 Oleh karena itu, identifikasi minimal 5 aset perikehidupan di desa dan sekitar tempat tinggal peserta pelatihan, mutlak dilakukan semua orang. Oleh karena itu, dengan pemahan lima asset perikehdupan yang baik dan ditunjang dengan survey pasar yang mumpuni, maka produk yang kita kembangkan akan berhasil. Selamat mencoba !!! II. Tujuan 1. Memahami pengertian dan tujuan survei pasar dan langkah-langkah yang dilakukan sebelum dan sesudah survei. 2. Mampu melakukan survei pasar, mulai dari membuat pertanyaan sampai mengolah informasi hasil survei. 3. Mampu merumuskan hasil survei pasar menjadi bahan masukan untuk menetapkan strategi pemasaran 4. Memahami makna dan arti lima asset perikehidupan di desa. 5. Mampu mengidentifikasi liam asset perikehidupan di desanya secara pasti 6. Mampu memetakan lokasi lima asset perikehidupan sebagai informasi awal potensi sebagai bahan baku III. Durasi Waktu : Modul ini terdiri dari 6 langkah. a. Setiap langkah dapat sampaikan dalam 8 x pertemuan b. Sesuaikan durasi tiap langkah sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kelompok peserta c. Setiap pertemuan maksimal 1 jam. IV. Bahan dan Alat : Proyektor atau layer, Papan tulis atau kertas flipchart, Spidol, Bahan presentasi (PowerPoint atau materi cetak), Lembar kerja atau lembar diskusi untuk kelompok kecil, tamplate contoh pertanyaan survey pasar, tamplate untuk identifikasi 5 aset perikehidupan. V. Langkah-Langkah Fasilitasi Sesi 1. Pengenalan Materi (Pengantar) a. Menjelaskan tujuan sesi b. Menjelaskan struktur dan jadwal sesi c. PreTest d. Tukar pendapat ; mengumpulkan pemahaman awal peserta e. Fasilitator memberikan materi pengantar survey pasar. Sesi 2. Fasilitator membuka proses belajar dengan menjelaskan tema dan tujuan mempelajari survei pasar dan konsumen yang berkaitan dengan penetapan strategi pemasaran. Melalui proses diskusi curah pendapat terbuka, fasilitator mengajak peserta untuk mengidentifikasi perbedaan antara survei pasar dan survei konsumen. Sesi 3. Dari hasil rumusan perbedaan survei pasar dan konsumen, fasilitator mengajak peserta untuk fokus dalam survei pasar karena peserta belum memasarkan produk.


110 Sesi4. Fasilitator menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan survei pasar berdasarkan rumusan langkah-langkah survei pasar. a. Meminta peserta untuk merencanakan kegiatan survey, seperti menetapkan pasar dan pedagang yang akan disurvei b. Membuat daftar pertanyaan; menetapkan hal-hal yang harus diamati; serta menetapkan momen dan benda yang harus difoto. d. Fasilitator mengajak dan mendampingi peserta untuk melakukan survei pasar dan secara aktif memberikan pertanyaan kunci selama survei agar peserta dapat menangkap hal-hal yang penting selain informasi dari hasil wawancara. Fasilitator menekankan pada peserta untuk tidak membaca pertanyaan, tetapi berdialog secara bebas dengan pedagang selama wawancara. Sesi 5. Setelah survei, fasilitator mengajak peserta untuk membahas dan mengolah informasi yang didapatkan untuk dirumuskan menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi pemasaran. a. Peserta dibagi kelompok kecil untuk mempraktekan hasil survey pasar diolah menjadi bahan penyusunan strategi pemasaran. b. Setiap kelompok mempresentasikan hasil olahan survey pasar menjadi strategi pemasaran. Sesi 6. Fasilitator mengajak peserta untuk memetakan asset perikehidupannya melalui hal berikut; a. Bentuklah peserta dalam beberapa kelompok. b. Setiap kelompok diminta untuk menulis Sumber-sumber daya ekonomi potensial apa saja yang besar (5 besar)? c. Peserta diminta untuk menjawab pertanya, Siapa yang menguasai sumber daya tersebut, dan Bagaimana pemanfaatannya selama ini bagi masyarakat banyak? Bagaimana peran dan posisi dari 3 level kelompok di masyarakat. Panduan untuk fasilitator (Contoh survey pasar dan konsumen serta pesaing dapat dilihat pada modul pengetahuan, teknologi dan informasi) Template Analisis identifikasi 5 aset perikehidupan di desa Aset Perikehidupan Aset yang ada Faktor Internal Faktor Eksternal Sumberdaya manusia 1. Anak muda, perempuan aktif 2. Masyarakat punya keahlian bertani, dsb. …………………….. ………………………….


111 3. Tokoh masyarakat yang peduli Sumberdaya Alam Pertanian, sayur mayur, madu, ikan (sungai) pisang, hutan, lokasi wisata ……………………. …..……………….. Sosial Karang taruna, KWT, kader posyandu, BPD, majlis taklim, kelompok gereja/pura, dll ………………… …………………………….. Fisik Pelabuhan, sekolah, posyandu, kantor desa, dsb ……………………. ………………………… Finansial Bumdes, Bank BRI, koperasi simpan pinjam, BUMDES ……………………….. …………………………..


112 Modul III Analisa SWOT Untuk Pengembangan Bisnis Komunitas I. Pengantar Kenapa analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, treats) penting untuk pengembangan (atau starting) sebuah usaha? Bisnis itu harus memiliki nilai 4 P+V. Salah satu P nya adalah profit. Guna mengahasilkan bisnis yang profit, semua aspek harus dipertimbangkan dan dihitung dengan matang dan kalkulatif. Diantara metode penghitungan usaha adalah dengan melihat kekuatan yang dimiliki pengusaha, kelemahan yang bercokol di sana, dan peluang apa yang bertebaran di sekitar serta ancaman apa yang berdiri memantang di depannya. Bisnis yang dibangun dengan analisa kuat berdasarkan SWOT bekal kuat dan dasar untuk potret awal dalam meneropong tantangan dan strategi beberapa tahun ke depan. Alat analisa pertama adalah kekuatan (strength). Yang dinamakan kekuatan adalah semua asset (biasa dikenal 5 aset perikehidupan) yang ada di dalam lingkungan tempat tinggal desa sebagai bahan baku pengembangan usaha. Sumberdaya alam seperti pohon pisang, tanaman sayur bayam, berbagai ikan di sungai, madu hutan di kebun desa, dsb contoh bahan baku tersedia di desa, selain bisa dijual langsung juga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah. Kekuatan berarti semua ptensi yang berasa di interna desa dan sebagai milik masyarakat atau warga yang hendak mengolahnya dijaikan usaha. Kedua, analisa kelemahan (weakness). Ia bermakna kelemahan atau kekurangan yang dimiliki warga (penduduk) sebagai manusia yang hendak melakukan aktifitas usaha. Kelemahan berada di diri manusia yang hendak mengolah sumberdaya alam sebagai bahan baku untuk usaha. Diantara contoh kelemahan yang biasa dimiliki warga yang hendak menjadi produsen ialah rendagnya kemampuan kapabalitas dalam pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kelemahan pembuatan kripik pisang dari buah pisang didekat rumahnya yang disukai konsumen. Ketiga, analisa peluang (opportunity). Peluang berarti semua kemungkinan potensi yang hadir dari luar atau diri individu seseorang yang membutuhkan produk dari buatan kita. Peluang berada jauh dari diri seseorang. Peluang bisa berada di sekitar rumah, dusun, desa, kecamatan atau bahkan kabupaten. Peluang dapat diartikan sebagai peluang pasar atau calon pembeli (konsumen) terhadap produk-produk yang kita sedang buat. Contohn dari peluang adalah banyak konsumen atau pembeli yang mencari produk kripik pisang hasil produksi desa kita. Keempat, analisa tantangan atau ancaman (treats). Sama seperti peluang, tantangan juga berada (berasal) di luar kendali kita sebagai produsen. Ia adalah ancaman yang sulit sekali dikendalikan dengan kemampuan (keahlian) sebagai manusia. Makanya biasanya cara mengatasinya dengan penggunaan teknologi yang baik. Contohnya


113 ancaman adalah musim hujan yang tidak menentu, hama atau gangguan binatang buas terhadap tanaman sayuran petani. Dari keempat analisa tersebut, pengusaha harus mampu mengidentifikasi berbagai point yang masuk kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Bila telah ditemukan pointnya, maka dengan kekuatan yang dimiliki apa strategi pengusaha membuat aktifitasnya misalnya. Begitu pula dengan kelemahan, dsb. Dengan menggunakan analisa SWOT, maka bisnis yang sedang digagas pengusaha menjadi realitis dan sesuai dengan kekuatan dan kelemahannya. Artinya bisnis yang sedang digagas menjadi SMART (pintar dan sesuai kondisi). Selamat mencoba !!! II. Tujuan 1. Mengedukasi peserta tentang analisa SWOT dalam pengembangan usaha komunitas : apa arti pentingnya dan bagaimana membongkar kebiasaan buruk dalam memulai usaha yang selalu berpatokan pada kebutuhan modal berupa “uang”. 2. Memberi pemahaman peserta tentang pemanfaatan berbagai asset perikehidupan (minimal 5 aset) yang tersedia di desa dan lingkungannya guna diolah sebagai produk bernilai tinggi. 3. Membangun pemahaman yang sama tentang definisi arti kata “kekuatan”, “kelemahan”, “peluang”, dan “ancaman”. 4. Peserta mampu mengidentifikasi minmal 4 point dalam kolom “kekuatan”, “kelemahan”, “peluang”, dan “ancaman”. 5. Mendorong peserta untuk menyusun strategi kegiatan dengan bekal kekuatan, kelemahan terhadap peluang dan tantangan yang ada. 6. Melalui praktek dan masukan dari fasilitator, peserta diharapkan dapat mengenali sumber-sumber daya alam potensial, dan merancang langkah-langkah konkret untuk membangun strategi dan kegiatan bisnisnya. III. Durasi Waktu : Modul ini terdiri dari 6 langkah. a. Setiap langkah dapat sampaikan dalam 8 x pertemuan b. Sesuaikan durasi tiap langkah sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kelompok peserta c. Setiap pertemuan maksimal 1 jam. IV. Bahan dan Alat: Proyektor atau layer, Papan tulis atau kertas flipchart, Spidol, Bahan presentasi (PowerPoint atau materi cetak), Lembar kerja atau lembar diskusi untuk kelompok kecil, Materi studi kasus atau contoh nyata terkait gender dan bisnis. V. Langkah-Langkah Fasilitasi Sesi 1. Pengenalan Materi (Pengantar) a. Menjelaskan tujuan sesi b. Menjelaskan struktur dan jadwal sesi c. PreTest d. Tukar pendapat ; mengumpulkan pemahaman awal peserta


114 e. Fasilitator memberikan materi pengantar SWOT Sesi 2. Memahami arti penting analisa SWOT a. Definisi analisa SWOT dalam pengembangan usaha b. Curah pendapat peserta tentang analisa yang biasa dipakai dalam pengembagan usaha. Sesi3. Memahami bersama tentang pemanfaatan berbagai asset perikehidupan (minimal 5 aset) yang tersedia di desa dan lingkungannya guna diolah sebagai produk bernilai tinggi. a. Peserta diminta untuk mengambil salah satu asset sumberdaya alam yang sudah diidentifikasi di sesi sebelumnya. b. Membangun diskusi secara pleno tentang pemanfaatan sumberdaya alam di desa. c. Fasilitator menarik kesimpulan dengan memberi contoh pemanfaatan sumberdaya alam di desa sebagai bahan baku untuk pembuatan produk turunan bernilai tambah. Sesi 4. Fasitator menerangkan dengan jelas arti dan definsi dengan contoh-contoh nyata tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. a. Peserta diminta untuk bertanya dan komentar tentang makna SWOT. b. Bila tidak ada yang bertanya, maka fasilitator bertanya kepada peserta untuk menyebutkan salah satu contih SWOT yang ada di desanya. Sesi5. Peserta diminta untuk mengidentifikasi minmal 4 point dalam kolom “kekuatan”, “kelemahan”, “peluang”, dan “ancaman” dalam kelompok. a. Peserta membuat kelompok sesuai kebutuhan (biasanya ada 3 kelompok terdiri dari 4 orang). b. Setiap kelompok diminta untuk mengindentifikasi point2 yang bisa masuk dalam “kekuatan”, “kelemahan”, “peluang”, dan “ancaman. Sesi 6. Setelah mengidentifikasi “kekuatan”, “kelemahan”, “peluang”, dan “ancaman, peserta didorong untuk menyusun strategi kegiatan dengan bekal kekuatan terhadap peluang dan tantangan yang ada; a. Peserta dibagi kembali ke dalam kelompok kecil b. Diskusi kelompok tentang penyusunn strategi dan kegiatan. c. Persentasi hasil diskusi kelompok Sesi 7. Penyusunan Rencana Aksi Individu atau Kelompok a. Peserta merancang rencana tindakan individu atau kelompok untuk menyusun analisan SWOT untuk pengembangan usaha. b. Berbagi rencana tindakan dan ide-ide dengan kelompok Sesi 8. Refleksi a. Peserta diminta untuk merenung, mengeksplore kembali dan berbagi pemikiran akhir b. Kesimpulan diskusi


115 Modul IV STP [Segmentasi, Targeting dan Positioning] Bagi Pengembangan Usaha I. Pengantar Elemen penting lain daam pengembangan usaha adalah penentuan profil pembeli produk atau potensial konsumen. Pengetahuan konprehensif terhadap profil pembeli produk kita kunci keberhasilan pengetahuan pengusaha akan pasar bagi produknya. Sebaliknya, bila pengusaha minim sekali akan informasi tentang pasar dan dinamikanya awal mula kegagalan dalam pemasaran produknya alias gagal dan berujung bangkrut usahanya. Elemen penting itu dikenal dengan STP atau segmetasi, targeting dan positioning. Tiga faktor segmentasi, targeting, dan positioning membentuk tiga tahapan proses, yaitu: pertama, menentukan semua jenis/tipe konsumen yang sesuai untuk produk kita (segmentasi), lalu kedua memilih salah satu jenis/tipe konsumen yang paling potensial untuk dilayani (targeting), dan terakhir ketiga, menempatkan citra produk kita kepada konsumen target kita (positioning). Pertama, segmentasi ialah proses pengelompokan pelanggan, atau pelanggan potensial di pasar ke dalam beberapa kelompok berbeda atau segmen, dimana di dalam satu segmen/pengelompokan para pelanggan memiliki kepentingan (interest) dan kebutuhan yang relatif sama. Kebutuhan-kebutuhan itu bisa di jawab oleh satu tawaran (market proposition). Minimal ada 4 faktor untuk mengenali segmentasi. Segmentasi Geografis (lokasi) Nasional, Internasional, regional, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Segmentasi Demografis (siapa) berupa umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan / income, agama dan keturunan. Psikografis, terdiri dari; a)Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah, b)Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya, c)Kepribadian, misalnya: penggemar (fan), pecandu (addict) atau pemerhati (observer) suatu produk. Segmentasi Tingkah Laku, yaitu pembagian konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Pengenalan segmentasi pasar merupakan urat nadi dalam pemasaran produk usaha. Dari profil segmentasi yang diketahui secara mendalam oleh pengusaha, maka strategi marketing, packaging, dan branding bisa terumuskan dengan benar dan tepat. Oleh karena itu, pengusaha (baik mikro, kecil dan menengah) wajib mengetahui, memahami dan mempratekkan teknik dan cara mengenali segmen dan terget pembelinya.


116 Kedua, Targeting. Yaitu membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar. Di sini, pengusaha harus cerdas dalam menentukan dan memilih berbagai segemtasi yang telan disusun untuk dijadikan target di awal usahanya. Selanjutnya level target yang mana akan menjadi target di tahun berikutnya. Ketiga adalah positioning atau citra diri produk. Ini berarti bagaimana memposisikan produk kita di pasar sehingga mudah untuk diingat oleh pembeli dan menarik perhatian pembeli. Pencitraan produk penting untuk menancapkan gambaran produk kepada konsumen. II. Tujuan 1. Peserta memahami pengertian dan tujuan segmentasi dan langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan segmentasi. 2. Peserta mampu melakukan segmentasi, mulai dari menentukan level segmentasi sampai mengolah dan menganalisis informasi untuk menentukan target pasar. 3. Peserta memahami apa itu target pasar dan factor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan penentuan target. 4. Peserta mampu mempraktekkan analisa data sementasi yang dikumpulkan untuk menetukan target pasar. 5. Peserta memahami definisi positioning dan contoh-contohnya. 6. Peserta mampu mempraktekan cara-cara membuat branding (positioning) yang baik bagi produknya. III. Durasi Waktu : Modul ini terdiri dari 6 langkah. I. Setiap langkah dapat sampaikan dalam 8 x pertemua II. Sesuaikan durasi tiap langkah sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kelompok peserta III. Setiap pertemuan maksimal 1 jam. IV. Bahan dan Alat: Proyektor atau layer, Papan tulis atau kertas flipchart, Spidol, Bahan presentasi (PowerPoint atau materi cetak), Lembar kerja atau lembar diskusi untuk kelompok kecil, tamplate contoh penentuan segmentasi, tamplate untuk analisa cara menentukan target, dan contoh2 dalam pembuatan branding produk. V. Langkah-Langkah Fasilitasi : Sesi 1. Pengenalan Materi (Pengantar) a. Menjelaskan tujuan sesi b. Menjelaskan struktur dan jadwal sesi c. PreTest d. Tukar pendapat ; mengumpulkan pemahaman awal peserta e. Fasilitator memberikan materi pengantar tentang segmentasi. Sesi 2. Fasilitator membuka proses belajar dengan menjelaskan tema dan tujuan mempelajari segmentasi. a. Memberikan waktu untuk berbagai pendapat dengan peserta tentang pengalaman selama ini dalam menentukan profil pembeli. b. Melalui proses diskusi curah pendapat terbuka, fasilitator mengajak peserta untuk menentukan segmentasi yang benar.


117 c. Fasilitator menjelaskan apa itu segmentasi dan target dalam menemukenali pembeli atau pangsa pasar bagi produknya dengan contoh-contoh Sesi 3.Fasilitator meminta peserta membagi diri dalam kelompok kecil untuk mempraktekkan segmentasi dari salah satu produk peserta. a. Sebelum diskusi fasilitator memaparkan segmentasi dapat ditemukan melalului 4 (empat) kategori, yaitu; Segmentasi Geografis (lokasi), Segmentasi Demografis (siapa), Segmentasi Psikografis, dan Segmentasi Tingkah Laku. b. Fasilitator menganjurkan peserta untuk mengidentifikasi minimal 3 segmentasi potensial dari bisnisnya. Sesi 4. Fasilitator menjelaskan arti targeting dan langkah-langkah penyusunannya, sebagai berikut;. a. Setiap kelompok usaha diminta untuk menganalisis dari 3 potensial segmentasi pembeli yang mencakup 4 kategori yang disusun sebelumnya b. Dalam penentuan targeting, peserta diminta untuk mempertimbangkan berbagai aspek seperti; tingkat persaingan, harga, dsb (seperti yang ada dalam tamplate). c. Setiap kelompok usaha mempresentasikan hasil identifikasi targeting pembelinya. d. Fasilitator mengajak peserta lain untuk memberi masukan presentasi peserta lain dan juga akhirnya fasilitator memberi kesimpulan tentang materi targeting. Sesi 5. Setelah sesi targeting, fasilitator mengajak peserta untuk membahas tentang postioning atau branding dengan hal berikut. a. Fasilitator berbagai pendapat dengan peserta tentang penentuan branding dan citra diri produk yang selama ini dilakukan peserta. b. Fasilitator memberikan 3 lembar presentasi tentang positioning yang berkait dengan dengan level segmen dan target pasarnya beserta contoh2nya. Sesi 6. Fasilitator mengajak peserta untuk mempraktekan pembuatan branding dengan rumus kata-kata sesuai tamplate, sebagao berikut; a. Bentuklah peserta dalam beberapa kelompok. b. Setiap kelompok diminta untuk membuat branding bagi masing-masing produknya. c. Peserta diminta untuk presentasi branding terhadap produknya masingmasing. Di sini, fasilitator dapat memberikan hadiah bagi peserta yang berhasil membuat branding secara kreatif dan inovatif. d. Fasilitator memberi kesimpulan atas materi branding dan positioning.


118 Panduan untuk Fasilitator Tabel Segmentasi Template penentuan targeting Segmen 1 Segmen 2 Segmen 3 Geografis (lokasi): Geografis (lokasi): Geografis (lokasi): Demografis (siapa) Demografis (siapa) Demografis (siapa) Psikografis Psikografis Psikografis Tingkah Laku Tingkah Laku Tingkah Laku Target Pasar Jml penduduk Daya beli Keberlanjuta n membeli Jarak Aksesbilitas/ket erjangkauan Nilai Segment 1 -Geografis -Demografis -Psiokografis -Tingkah laku Segment 2 -Geografis -Demografis -Psiokografis -Tingkah laku


119 Contoh-contoh kata dan kalimat branding Segment 3 -Geografis -Demografis -Psiokografis -Tingkah laku • Kualitas Terbaik • Penampilan Terbaik • Andalan • Tahan Lama • PalingAman • Tercepat • Asli • Natural • Harga Terjangkau • Termahal • Termurah • Paling Bergengsi • Design/style terbaik Mudah Untuk Digunakan • Paling Nyaman • Go Green • Mendukung MA


120 Silabus Topik V Layanan Pengembangan Bisnis bagi Pelaku Usaha Mikro (Business Development Services) I. Deskripsi Silabus ini merinci program Layanan Pengembangan Bisnis yang dirancang khusus untuk pelaku usaha mikro. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis usaha dan panduan dalam berbagai aspek pengembangan bisnis guna membantu pelaku usaha mikro meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberhasilan bisnis mereka. II. Tujuan Pembelajaran: • Memahami prinsip-prinsip dasar dalam layanan pengembangan bisnis yang relevan bagi pelaku usaha mikro. • Mampu mengidentifikasi masalah dan peluang dalam bisnis mikro. • Mengembangkan keterampilan dalam merumuskan solusi dan strategi yang sesuai untuk bisnis mikro. • Mengaplikasikan konsep-konsep pembelajaran dalam pengembangan bisnis mikro secara efektif. III. Struktur Program: No Layanan Deskripsi Tujuan Durasi 1 Konsultasi Bisnis Memberikan pandangan dan masukan kepada pelaku usaha mikro untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Mampu memberikan solusi dan pandangan yang relevan untuk masalah bisnis mikro. 2 jam 2 Riset Pasar Menganalisis tren pasar, perilaku konsumen, pesaing, dan peluang bisnis untuk keputusan yang lebih informasional. Mampu mengidentifikasi peluang pasar dan mengambil keputusan berdasarkan analisis pasar. 2 jam 3 Pengembangan Strategi Membantu merumuskan rencana jangka panjang dan pendek serta strategi bisnis mikro. Mampu merencanakan strategi bisnis mikro yang sesuai dengan tujuan dan tantangan. 3 jam


121 No Layanan Deskripsi Tujuan Durasi 4 Pemasaran dan Branding Memberikan panduan tentang memasarkan produk atau layanan secara efektif dan membangun merek. Mampu merancang strategi pemasaran sederhana dan membangun merek yang dapat dikenali. 2 jam 5 Pengembangan Produk dan Layanan Membantu dalam merancang, mengembangkan, dan meluncurkan produk atau layanan baru. Mampu mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan layanan dalam bisnis mikro. 3 jam 6 Pengembangan SDM Membantu merencanakan pengembangan anggota tim, pelatihan, dan retensi bakat dalam bisnis mikro. Mampu mengelola tim kecil dan meningkatkan keterampilan tim secara efektif. 2 jam 7 Pengelolaan Keuangan Memberikan nasihat tentang manajemen keuangan dan perencanaan anggaran untuk bisnis mikro. Mampu mengelola keuangan bisnis mikro dengan sederhana dan efektif. 2 jam 8 Pengembangan Ekspansi dan Penetrasi Pasar Membantu bisnis mikro mempertimbangkan ekspansi dan penetrasi pasar. Mampu merencanakan pertumbuhan bisnis mikro melalui ekspansi atau penetrasi pasar. 2 jam


122 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis I. Konsultasi Bisnis Usaha Mikro Konsultasi bisnis pada usaha mikro memerlukan pendekatan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu pemilik usaha mengatasi masalah dan mengidentifikasi peluang. Berikut adalah langkah-langkah lengkap dengan pertanyaan-pertanyaan kondisi usaha yang dapat membantu Anda memandu sesi konsultasi: Langkah 1: Pertemuan Awal dan Pendahuluan • Jelaskan peran sebagai konsultan dan tujuan dari sesi konsultasi. • Kenalkan diri dengan singkat dan bangun hubungan yang nyaman. Langkah 2: Analisis Mendalam terhadap Bisnis • Ajukan pertanyaan ; Bagaimana bisnis Anda didirikan? Sejak kapan Anda memulai bisnis ini? • Deskripsikan produk atau layanan utama yang Anda tawarkan. • Siapa target pasar Anda? Bagaimana Anda mencapai pelanggan potensial? Langkah 3: Identifikasi Masalah dan Tantangan • Apa masalah atau hambatan yang paling sering Anda alami dalam menjalankan bisnis ini? • Apakah ada situasi khusus yang membuat Anda merasa kesulitan? • Apakah ada perubahan dalam industri yang berkembang saat ini, yang berdampak pada bisnis Anda? Langkah 4: Analisis Terhadap Masalah dan Peluang • Mengapa Anda percaya masalah tersebut terjadi? Bagaimana Anda menganalisis akar penyebabnya? • Apakah ada peluang yang mungkin belum Anda eksplorasi dalam bisnis Anda? • Bagaimana Anda mengukur potensi keberhasilan perubahan atau tindakan yang Anda pertimbangkan? Langkah 5: Diskusi Tentang Solusi dan Tindakan • Apa pandangan Anda tentang solusi yang mungkin untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi? • Bagaimana Anda merencanakan tindakan konkret untuk mengimplementasikan solusi tersebut?


123 • Apa hambatan yang Anda lihat dalam menerapkan tindakan ini? Langkah 6: Merumuskan Rencana Aksi • Berdasarkan diskusi kita, apa langkah pertama yang akan Anda ambil? • Bagaimana Anda akan melibatkan tim atau anggota kelompok dalam pelaksanaan rencana ini? • Bagaimana Anda akan memonitor perkembangan rencana aksi Anda? Langkah 7: Monitoring dan Evaluasi • Bagaimana Anda berencana untuk memantau perkembangan tindakan yang telah Anda ambil? • Apa tanda-tanda kesuksesan yang Anda harapkan melalui perubahan ini? • Bagaimana Anda akan mengevaluasi apakah rencana aksi ini efektif? Langkah 8: Penutup dan Umpan Balik • Apa kesan Anda terhadap sesi konsultasi ini? Apakah ada hal yang bermanfaat? • Apakah Anda merasa memiliki rencana yang lebih jelas untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan bisnis Anda? • Bagaimana kami dapat terus mendukung Anda dalam pengembangan bisnis Anda? Catatan: • Pertanyaan-pertanyaan ini harus disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan bisnis mikro yang Anda konsultasikan. • Pendampingan teknis memerlukan keterlibatan aktif dari pemilik usaha dalam mengidentifikasi masalah dan mengambil langkah-langkah tindakan yang relevan. Panduan untuk fasilitator Contoh Analisa Mendalam terhadap Peluang dan Masalah dalam Usaha Mikro Pelaku usaha mikro sering menghadapi berbagai peluang dan masalah yang perlu diidentifikasi dan dianalisis secara mendalam untuk mengambil keputusan yang tepat. Berikut adalah contoh analisa mendalam terhadap peluang dan masalah yang dapat dihadapi oleh pelaku usaha mikro di industri makanan: Peluang: 1. Peningkatan Permintaan Makanan Organik: Menyadari tren meningkatnya permintaan makanan organik dan sehat, pelaku usaha mikro yang menjual makanan organik dapat memanfaatkan peluang ini untuk menarik lebih banyak pelanggan.


124 • Pertanyaan: Bagaimana Anda dapat memanfaatkan tren makanan organik dan menarik pelanggan yang peduli dengan kesehatan? 2. Kemitraan dengan Toko Bahan Organik: Bermitra dengan toko bahan makanan organik lokal bisa menjadi peluang untuk mengamankan pasokan bahan baku berkualitas tinggi dan memperluas jangkauan pelanggan. • Pertanyaan: Bagaimana Anda bisa menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan toko bahan organik lokal? 3. Eksplorasi Penjualan Online: Memanfaatkan platform online dan media sosial untuk menjual produk makanan bisa membantu mencapai lebih banyak pelanggan di luar area lokal. • Pertanyaan: Bagaimana Anda dapat merancang strategi penjualan online yang efektif? Masalah: 1. Kualitas Bahan Baku: Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku organik berkualitas tinggi dapat berdampak pada kualitas produk akhir. • Pertanyaan: Apakah Anda memiliki sumber bahan baku yang andal? Bagaimana Anda dapat memastikan kualitas bahan baku? 2. Tingkat Persaingan yang Tinggi: Industri makanan sering memiliki persaingan yang ketat. Pelaku usaha mikro mungkin menghadapi sulitnya bersaing dengan merek yang lebih besar. • Pertanyaan: Bagaimana Anda dapat membedakan produk Anda dari pesaing dan menarik perhatian pelanggan? 3. Ketidakpastian Harga: Harga bahan baku atau faktor ekonomi lainnya bisa berdampak pada penetapan harga produk dan keuntungan. • Pertanyaan: Bagaimana Anda merespons fluktuasi harga bahan baku dan menjaga harga produk tetap kompetitif? Catatan: • Contoh-contoh di atas hanya ilustrasi. Pelaku usaha mikro sebaiknya melakukan analisis mendalam terhadap peluang dan masalah yang spesifik dalam bisnis mereka. • Analisis ini membantu pelaku usaha mikro dalam mengambil keputusan yang informasional dan merencanakan tindakan yang tepat. Merumuskan rencana aksi Merumuskan rencana aksi dalam bisnis adalah langkah penting untuk mengimplementasikan strategi dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah langkah-langkah dalam merumuskan rencana aksi yang efektif:


125 1. Tetapkan Tujuan yang Spesifik: Tentukan tujuan yang ingin dicapai dengan rencana aksi ini. Pastikan tujuan tersebut spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART). 2. Identifikasi Tindakan yang Diperlukan: Identifikasi tindakan konkret yang perlu diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Pertimbangkan aktivitas yang harus dilakukan, sumber daya yang dibutuhkan, dan langkah-langkah spesifik yang harus diambil. 3. Prioritaskan Tindakan: Tentukan prioritas dalam tindakan yang akan diambil. Fokus pada tindakan yang memiliki dampak terbesar pada pencapaian tujuan. 4. Tentukan Tanggung Jawab: Tentukan siapa yang bertanggung jawab atas setiap tindakan. Jelaskan dengan jelas peran dan tanggung jawab masing-masing individu atau tim. 5. Atur Jadwal dan Batas Waktu: Tetapkan jadwal pelaksanaan untuk setiap tindakan dan tentukan batas waktu untuk mencapai setiap tahap. 6. Alokasikan Sumber Daya: Tentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan tindakan-tindakan tersebut, seperti dana, waktu, tenaga kerja, dan alat. 7. Rencanakan Pengukuran dan Evaluasi: Tentukan bagaimana Anda akan mengukur kemajuan dan hasil dari tindakan yang diambil. Tetapkan indikator kinerja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan. 8. Antisipasi Hambatan dan Risiko: Identifikasi potensi hambatan atau risiko yang dapat muncul selama pelaksanaan rencana aksi. Rencanakan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi. 9. Komunikasikan dan Libatkan Tim: Sosialisasikan rencana aksi kepada tim atau individu yang terlibat. Pastikan semua pihak memahami tugas masing-masing dan komitmen untuk melaksanakan rencana. 10. Monitor dan Evaluasi: Selama pelaksanaan, pantau kemajuan sesuai dengan rencana aksi. Lakukan evaluasi rutin terhadap hasil yang telah dicapai, dan lakukan penyesuaian jika diperlukan. Contoh Rencana Aksi: Tujuan: Meningkatkan penjualan produk organik sebesar 20% dalam 6 bulan. Tindakan: 1. Mengembangkan kampanye pemasaran online dengan fokus pada nilai kesehatan produk. 2. Menjalin kemitraan dengan toko bahan organik lokal untuk pasokan bahan baku yang berkualitas. 3. Mengadakan program diskon untuk pelanggan yang kembali berbelanja. 4. Meluncurkan produk baru yang sesuai dengan tren makanan organik terbaru.


126 Tanggung Jawab: 1. Tim pemasaran: Menyusun kampanye pemasaran dan mengelola media sosial. 2. Pengadaan: Menegosiasikan kemitraan dengan toko bahan organik dan memantau pasokan. 3. Tim penjualan: Melakukan program diskon dan mengamati respons pelanggan. 4. Tim produk: Mengembangkan dan meluncurkan produk baru. Jadwal dan Batas Waktu: • Bulan 1: Kampanye pemasaran online disusun dan diluncurkan. • Bulan 2: Kemitraan dengan toko bahan organik terjalin. • Bulan 3: Program diskon diluncurkan. • Bulan 4: Produk baru dikembangkan dan diuji. • Bulan 6: Evaluasi dan penyesuaian dilakukan. Catatan: • Rencana aksi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks bisnis Anda. • Pengukuran dan evaluasi berkala membantu Anda mengidentifikasi keberhasilan atau perluasan tindakan yang diperlukan. Monitoring dan Evaluasi (M&E) ME dalam bisnis usaha mikro adalah proses penting untuk memastikan bahwa rencana dan tindakan yang diambil berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan menghasilkan hasil yang diharapkan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan monitoring dan evaluasi dalam bisnis usaha mikro: 1. Tetapkan Indikator Kinerja: Identifikasi indikator kinerja yang akan digunakan untuk mengukur kemajuan dan hasil dari rencana aksi. Indikator ini harus terukur, kuantitatif, dan relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Contoh Indikator kinerja untuk bisnis: a. Tingkat Pertumbuhan Penjualan: Indikator ini mengukur persentase peningkatan penjualan dalam periode tertentu. b. Tingkat Kepuasan Pelanggan: Indikator ini mengukur seberapa puas pelanggan dengan produk atau layanan yang diberikan. 2. Jadwalkan Evaluasi Rutin: Tentukan jadwal evaluasi yang rutin, baik harian, mingguan, bulanan, atau sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Pastikan untuk mengikuti jadwal evaluasi yang telah ditentukan.


127 3. Kumpulkan Data: Kumpulkan data yang diperlukan untuk mengukur indikator kinerja. Data ini bisa berasal dari penjualan, pengeluaran, tingkat kepuasan pelanggan, atau indikator lain yang relevan. 4. Analise Data: Analisis data yang telah dikumpulkan untuk melihat apakah bisnis sedang mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bandingkan data aktual dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. Identifikasi Pencapaian dan Hambatan: Identifikasi pencapaian yang telah berhasil dan identifikasi hambatan atau masalah yang mungkin muncul. Jika ada indikator yang tidak mencapai target, coba identifikasi penyebabnya. 6. Buat Tindakan Korektif: Jika ditemukan hambatan atau masalah, tentukan tindakan korektif yang harus diambil. Ini bisa melibatkan perubahan dalam strategi, penggunaan sumber daya, atau penyesuaian taktik. 7. Evaluasi Keberhasilan Rencana Aksi: Evaluasi sejauh mana rencana aksi telah berhasil mencapai tujuannya. Perbandingkan hasil aktual dengan target awal dan lihat seberapa jauh Anda telah berhasil. 8. Teruskan Hasil Evaluasi: Bagikan hasil evaluasi kepada tim atau individu yang terlibat dalam rencana aksi. Diskusikan temuan dan tindakan korektif yang diambil. 9. Lakukan Penyesuaian: Berdasarkan hasil evaluasi, lakukan penyesuaian pada rencana aksi yang sedang berjalan atau rencana aksi berikutnya. Jika diperlukan, perbaiki langkah-langkah yang tidak berhasil. 10. Pertimbangkan Pembelajaran: Gunakan hasil evaluasi sebagai pelajaran untuk keputusan di masa depan. Catat apa yang berhasil dan mengapa, serta apa yang perlu dihindari. 11. Fleksibilitas: Ingatlah bahwa dalam bisnis usaha mikro, fleksibilitas adalah kunci. Selalu siap untuk menyesuaikan rencana jika situasi atau kondisi berubah. Contoh: Misalnya, jika tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan produk organik sebesar 20% dalam 6 bulan, Anda akan mengumpulkan data penjualan setiap bulan dan membandingkannya dengan target. Jika pada bulan ke-3 penjualan hanya meningkat 10%, Anda dapat mengevaluasi penyebabnya (misalnya, promosi pemasaran kurang efektif) dan membuat tindakan korektif (mengubah strategi pemasaran atau menambahkan promosi khusus) untuk mencapai target di sisa waktu yang ada. Catatan: • Monitoring dan evaluasi harus menjadi proses berkelanjutan dalam bisnis Anda. • Evaluasi rutin membantu Anda mengidentifikasi perubahan tren dan kebutuhan pasar yang dapat memengaruhi rencana Anda.


128 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis II. Riset Pasar Riset pasar memerlukan langkah-langkah yang terstruktur untuk mengumpulkan informasi yang relevan tentang tren pasar, perilaku konsumen, pesaing, dan peluang bisnis. Berikut adalah langkah-langkah nya : Langkah 1: Penjelasan Riset Pasar • Jelaskan pentingnya riset pasar dalam mengambil keputusan yang berdasarkan data. • Diskusikan manfaat dari memahami tren pasar dan perilaku konsumen. Langkah 2: Identifikasi Kebutuhan Riset • Diskusikan dengan pemilik usaha mengenai tujuan riset dan tujuan utama mereka dalam melakukan riset pasar. • Tanyakan: Apa tujuan utama Anda dalam melakukan riset pasar? Apa yang ingin Anda ketahui lebih banyak? Langkah 3: Menentukan Target Pasar • Bantu pemilik usaha mengidentifikasi dan memahami target pasar mereka secara lebih mendalam. • Tanyakan: Siapa pelanggan utama Anda? Apakah ada segmen pasar khusus yang ingin Anda jangkau? Langkah 4: Menyusun Pertanyaan Riset • Bantu pemilik usaha merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik untuk mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan. • Tanyakan: Apa informasi yang Anda ingin ketahui tentang perilaku konsumen? Apa yang ingin Anda ketahui tentang pesaing Anda? Langkah 5: Mengeksekusi Riset • Diskusikan berbagai metode riset yang dapat digunakan, seperti survei, wawancara, atau analisis data sekunder. • Tanyakan: Metode riset apa yang paling sesuai dengan bisnis Anda? Bagaimana Anda akan mengumpulkan data? Langkah 6: Analisis Data • Bantu pemilik usaha menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan dan mengidentifikasi pola atau temuan penting. • Tanyakan: Apa temuan menarik dari data yang Anda kumpulkan? Apa tren atau pola yang Anda lihat?


129 Langkah 7: Mengambil Keputusan • Diskusikan bagaimana hasil riset dapat membantu dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. • Tanyakan: Bagaimana informasi dari riset pasar akan mempengaruhi keputusan Anda dalam mengembangkan bisnis? Langkah 8: Penutup dan Tindak Lanjut (10 Menit) • Diskusikan langkah-langkah berikutnya setelah riset pasar selesai dilakukan. • Tanyakan: Apa langkah selanjutnya berdasarkan hasil riset pasar ini? Bagaimana Anda akan menerapkan temuan ini dalam bisnis Anda? Catatan: • Pertanyaan-pertanyaan ini harus disesuaikan dengan bisnis mikro yang Anda dampingi dan tujuan riset pasar mereka. • Pendampingan teknis harus memberi ruang bagi pemilik usaha untuk aktif berpartisipasi dalam proses riset dan analisis data. Panduan untuk fasilitator Berikut adalah daftar pertanyaan dalam melakukan riset pasar: Aspek Riset Pertanyaan Identifikasi Bisnis 1. Apa produk atau layanan utama yang Anda tawarkan? 2. Sejak kapan Anda memulai bisnis ini? 3. Bagaimana bisnis Anda didirikan? Target Pasar 1. Siapa target pasar utama Anda? 2. Apakah ada segmen pasar khusus yang ingin Anda jangkau? 3. Bagaimana karakteristik demografis pelanggan Anda? Tren Pasar 1. Apa tren pasar terbaru yang Anda lihat dalam industri ini? 2. Apakah ada perubahan besar dalam preferensi atau permintaan pelanggan? 3. Bagaimana tren pasar ini memengaruhi bisnis Anda? Perilaku Konsumen 1. Apa yang mendorong pelanggan untuk membeli produk atau layanan Anda? 2. Bagaimana pelanggan mengetahui tentang produk Anda?


130 Aspek Riset Pertanyaan 3. Di mana mereka biasanya melakukan pencarian informasi sebelum membeli? Pesaing 1. Siapa pesaing utama Anda dalam industri ini? 2. Apa keunggulan atau kelemahan utama dari pesaing Anda? 3. Bagaimana Anda membandingkan diri Anda dengan pesaing dalam hal harga? Peluang Bisnis 1. Apakah ada peluang pasar yang belum dieksplorasi oleh pesaing? 2. Bisakah Anda mengidentifikasi segmen pasar yang belum tersentuh? 3. Apa peluang baru yang mungkin muncul dalam industri Anda? Pengembangan Produk 1. Apakah ada fitur baru yang dapat ditambahkan ke produk atau layanan Anda? 2. Bagaimana Anda mengumpulkan umpan balik dari pelanggan tentang produk Anda? 3. Adakah tren inovasi dalam industri yang bisa diterapkan pada produk Anda? Harga dan Penawaran 1. Bagaimana Anda menetapkan harga untuk produk atau layanan Anda? 2. Apakah Anda memberikan diskon atau penawaran khusus kepada pelanggan? 3. Bagaimana harga Anda dibandingkan dengan pesaing? Distribusi 1. Bagaimana Anda mendistribusikan produk atau layanan Anda kepada pelanggan? 2. Apakah ada saluran distribusi baru yang dapat dieksplorasi? 3. Apakah ada tantangan dalam mendistribusikan produk Anda? Promosi dan Pemasaran 1. Bagaimana Anda memasarkan produk atau layanan Anda kepada pelanggan? 2. Apakah Anda menggunakan media sosial atau platform online untuk promosi? 3. Bagaimana Anda mengukur efektivitas kampanye pemasaran Anda? Pengembangan Merek 1. Bagaimana Anda membangun merek Anda di mata pelanggan?


131 Aspek Riset Pertanyaan 2. Apa pesan atau nilai yang ingin Anda sampaikan melalui merek Anda? 3. Apakah ada aspek yang membedakan merek Anda dari pesaing? Kepuasan Pelanggan 1. Apa pendapat pelanggan tentang produk atau layanan Anda? 2. Apakah Anda mendapatkan umpan balik secara rutin dari pelanggan? 3. Apakah ada area yang dapat ditingkatkan berdasarkan umpan balik pelanggan? Catatan: • Daftar pertanyaan ini dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan tujuan riset pasar yang Anda lakukan. • Gunakan matriks ini sebagai panduan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam tentang aspek-aspek yang relevan dalam riset pasar.


132 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis III. Pengembangan Strategi Bisnis Strategi bisnis adalah sejumlah srategi yang disusun pengusaha untuk memotret bayangan apa yang dialami usaha anda dalam beberapa tahun kedepan. Faktor langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi bisnis harus menjadi perhatian penting. Strategi pengembangan bisnis tertuang dalam jangka pendek dan juga jangka panjang. Berikut adalah langkah-langkah nya: Langkah 1: Penjelasan Pengembangan Strategi Bisnis • Jelaskan pentingnya pengembangan strategi bisnis dalam pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. • Diskusikan manfaat dari memahami factor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan bisnis sehingga diperlukan strategi mengantisipasinya. Langkah 2: Identifikasi Kebutuhan pengembangan strategi bisnis • Diskusikan dengan pemilik usaha mengenai tujuan pengembangan strategi bisnis dalam kemajuan usaha. • Tanyakan secara mendetail : Apa tujuan utama Anda dalam menyusun pengembangan strategi bisnis? Apa yang ingin Anda ketahui lebih banyak? Langkah 3: Menentukan Target dalam pengembangan strategi bisnis • Bantu pemilik usaha mengidentifikasi dan memahami tujuan kongkrit dalam pengembangan strategi bisnis dari bisnisnya lebih mendalam. • Tanyakan: apa tujuan jangka pendek dan jangka dari bisnismu ke depan? Apakah ada jumlah perkiraan dari sisi peningkatan produksi, tenaga kerja, pengelolaan managemen dan perluasan pasar, dsb? Langkah 4: Menyusun Pengembangan strategi bisnis • Bantu pemilik usaha merumuskan tujuan jangka pendek dan jangka pangka secara spesifik dalama bentuk peta jalan usaha selama 3 tahun ke depan. • Tanyakan: elemen bisnis (produksi, keuntungan, pasar, packaging, pembukuan, dsb) apa yang Anda ingin capai dalam waktu dekat dan jangka panjang? Dari elemen itu, energy apa yang tersedia untuk mendahulukan dalam penyusunan strategi di jangka pendek, dan apa yang di jangka panjang? Langkah 5: Mengeksekusi Pengembangan Strategi Bisnis • Diskusikan dengan pemilik usaha tentang kesiapan; equipmen, material, SDM, pembiayaan, dan strategi dan managemen dalam pengembangan usaha mulai dari produk/layanan hingga ke tingkat pasar (pembeli/konsumen).


133 • Tanyakan: Dalam tiga tahun ke depan adakah perluasan pengambilan bahan baku, pasar dsb. • Penambahan tenaga kerja (atau jaringan) yang terlibat di bisnis ini. • Perluasan segmen pasar,. • Inisiasi perbaukan kelembagaan usaha apakah menjadi PT atau koperasi dalam 1-2 tahun ini. Langkah 6: Analisa efektifitas (atau realistis tidak) strategi bisnis • Bantu pemilik usaha merealistiskan (atau mengukur efektifitas) pengembangan strategi bisnis yang disusun. • Tanyakan: Apakah rencana strategi jengka pendek dan jangka panjangnya terukur dan realistis dengan situasi yang ada ? Apa tren atau pola yang Anda lihat? Langkah 7: Mengambil Keputusan • Diskusikan bagaimana strategi pengembangan usaha dapat membantu dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. • Tanyakan: Bagaimana strategi pengembangan bisnis sudah sesuai dengan informasi kondisi terkini akan mempengaruhi keputusan Anda dalam mengembangkan bisnis? Langkah 8: Penutup dan Tindak Lanjut • Diskusikan langkah-langkah berikutnya setelah riset pasar selesai dilakukan. • Tanyakan: Apa langkah selanjutnya berdasarkan pengembangan strategi bisnis ini? Bagaimana Anda akan mennyusun langkah-langkah ini dalam bisnis Anda? Catatan: • Pertanyaan-pertanyaan ini harus disesuaikan dengan bisnis mikro yang Anda dampingi dan tujuan pengembangan strategi bisnis mereka. • Pendampingan teknis harus memberi ruang bagi pemilik usaha untuk aktif berpartisipasi dalam proses perumusan pengembangan strategi bisnis. Panduan untuk fasilitator Berikut adalah daftar pertanyaan dalam melakukan pengembangan strategi bisnis: Aspek Pertanyaan Keberlanjutan usaha 1. Apakah strategi bisnis berjangka pendek dan panjang anda berkelanjutan? 2. Kapan strategi bisnis dimulai? 3. Bagaimana strategi bisnis Anda diimplementasikan? 4. Apa faktor2 yang meyakinkan bahwa bisnis anda berlanjut ?


134 Aspek Pertanyaan Keterukuran 1. Siapa target pasar utama Anda? 2. Apakah ada segmen pasar khusus yang ingin Anda jangkau? 3. Bagaimana karakteristik demografis pelanggan Anda? 4. Berapa banyak segmen pasar di 3 bulan pertama ? di 6 bulan pertama? 5. Berapa target pasar terkalkulasi bisa dikatakan bahwa tujuan jangka pendek tercapai Ketercapaian 1. Berapa lama strategi jangka panjang bisnis anda akan tercapai? 2. Apa elemen penting bisnis dan non bisnis yang mendukung ketercapaian tujuan jangka panjang bisnis anda ? 3. Apa strategi anda bila target jangka pendek dan jangka panjang tidak tercapai ? bagaimana anda merespond kondisi tersebut? Realistis (kesuaian dengan kondisi terkini) 1. Apakah anda yakin strategi bisnis Anda telah merespond situasi terkini? 2. Apa aspek terpenting menurut anda dalam mewujudkan stretegi bisnis? 3. Apa yang anda gunakan untuk realistiskan pengembangan strategi bisnis anda? 4. Apakah energy dan kekuatan yang anda miliki cukup untuk mewujudkan strategi bisnis yang direncanakan ? Jangka waktu 1. Berapa lama strategi jangka pendek dan jangka panjang bisnis akan tercapai? 2. Bila anda memulai sekarang bisnismu, kira-kita anda memerlukan berapa lama mewujudkan strategi bisnis? 3. Bagaimana Anda membandingkan diri Anda dengan pesaing anda dalam mewujudkan strategi bisnis? 3. Apakah ada area yang dapat ditingkatkan berdasarkan umpan balik pelanggan? Catatan:


135 • Daftar pertanyaan ini dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan tujuan pengembangan strategi bisnis yang Anda lakukan. • Gunakan matriks ini sebagai panduan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam tentang aspek-aspek yang relevan dalam pengembangan strategi bisnis.


136 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis IV. Pemasaran dan Branding Pemasaran itu bukan penjualan. Pemasaran merupakan keseluruhan langkah dari awal hingga produk itu terjual serta pelanggan merasa puas dengan produk. Akibatnya pelanggan akan membeli berulang produk dan tidak berpindah ke penjual lain. Dalam hal ini, pemasaran sangat berkait erat dengan branding atau citra diri yang diibangun produsen atas produknya. Makanya antara strategi pemasasran berhubungan dengan perencanaan branding. Berikut langkah-langkah nya : Langkah 1: Penjelasan pemasaran dan branding • Jelaskan pentingnya pemasaran terhadap produk dalam tahapan rantai nilai priduksi. • Diskusikan manfaat dan peran penting pemasaran dalam rangkaian produksi dengan contoh-contoh pengalaman produk yang berhasil dan disukai konsumen. Langkah 2: Identifikasi Kebutuhan pemasaran • Diskusikan dengan pelaku usaha mengenai tujuan melakukan pemasaran dan bagaimana selama ini pemasaran dilakukan. • Tanyakan: Apa tujuan utama Anda dalam melakukan pemasaran? Apa yang ingin Anda ketahui lebih banyak? Langkah 3: Menentukan pemasaran • Bantu pelaku usaha mengidentifikasi dan memahami target pasar mereka secara lebih mendalam. • Tanyakan: Siapa pelanggan utama Anda? Apakah ada segmen pasar khusus yang ingin Anda jangkau? Langkah 4: Menyusun strategi pemasaran • Bantu pelaku usaha merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik untuk mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan. • Tanyakan: Apa informasi yang Anda ingin ketahui tentang perilaku konsumen? Apa yang ingin Anda ketahui tentang pesaing Anda? • Dari sini bantu pelaku usaha untuk menemukan bagaimana strategi pemasaran disusun berdasarkan target yang sudah diketahui. • Susunlah strategi pemasaran dengan langkah-langkah secara runtut. • Minta pelaku usaha untuk menyusun strategi pemasaran dan tahapan jadwal dengan tamplate yang disediakan. Langkah 5: Penjelasan apa itu branding


137 • Setelah pelaku usaha mengetahui target pasar dan menyusun strategi pemasaran, kini jelaskan makna dan arti penting branding bagi produk pengusaha • Tanyakan juga selama ini pelaku usaha bagaiman membuat branding (citra diri) produk. Apakah ia disusun apa adanya ? atau berdasar perasaan ? atau sudah mempertimbangkan target pemasaran ? Langkah 6: Memahami profil segmen dan target konsumen • Bantu pelaku usaha untuk memahami betul profil dan tipe pembeli sesuai 4 kategori dalam segmentasi (demografi, umur, psikografi, dan loyalitas pembelian). • Tanyakan: Apa temuan menarik dari informasi yang Anda kumpulkan? Apa tren atau pola yang Anda lihat? Langkah 7: Membuat branding yang sesuai dengan target konsumen • Diskusikan dengan pelaku usaha bagaimana contoh-contoh produk dari brand besar yang menyusun brandingnya. Berikan contoh air mineral aqua misalnya, dsb. • Minta pelaku usaha mengeksplore kata dan kalimat yang sesuai dengan produknya dan menarik konsumen. Misalnya buat kalimat yang simple, dan tidak lebih dari 3 kata. Contohnya; menyehatkan, enak dan sehat, murah, dsb. Langkah 8: Penutup dan Tindak Lanjut • Diskusikan langkah-langkah berikutnya setelah menyusun rencana pemasaran dan branding selesai dilakukan. • Tanyakan: Apa langkah selanjutnya berdasarkan rencana pemasaran ini? Bagaimana Anda akan menerapkan temuan ini dalam bisnis Anda? Catatan: • Pertanyaan-pertanyaan ini harus disesuaikan dengan bisnis mikro yang Anda dampingi dan tujuan rencana pemasaran dan branding mereka. • Pendampingan teknis harus memberi ruang bagi pemilik usaha untuk aktif berpartisipasi dalam proses penyusunan rencana pemasaran dan branding. Panduan Untuk Fasilitator Berikut adalah daftar pertanyaan dalam melakukan pendampingan pemasaran dan branding: Aspek Pertanyaan Rencana strategi pemasran 1. Apakah anda sudah menyusun strategi pemasaran? 2. Bila sudah, apakah sudah dijalankan semua tahapan dalam strategi


138 Aspek Pertanyaan pemasaran? 3. Apa kendala-kendala yang dihadapi dilapangan dalam menjalankan semua strategi pemasaran? Respond atas tren pasar 1. Bagaimana anda menghadapi tren pasar terbaru yang Anda lihat dalam industri ini? 2. Apa strategi anda menghadapi kemungkinan perubahan besar dalam preferensi atau permintaan pelanggan? 3. Apa strategi anda menghadapi tren pasar ini memengaruhi bisnismu? Menghadapi perilaku konsumen 1. Apa langkah perbaikan yang anda lalukan untuk menjawab masukan pelanggan? 2. Bagaimana pelanggan mengetahui tentang produk Anda? 3. Di mana mereka biasanya melakukan pencarian informasi sebelum membeli? Menjawab persaingan 1. Seberapa banyak informasi yang ada tahu tentang profil pesaing anda ? 2. Apa keunggulan atau kelemahan utama dari pesaing Anda? 3. Apakah anda sudah melakukan hal-hal yang pesaing anda tidak lakukan guna keberhasilan pemasaran produk anda? Peluang bisnis 1. Apakah ada peluang pasar yang belum dieksplorasi oleh pesaing? 2. Bisakah Anda mengidentifikasi segmen pasar yang belum tersentuh? 3. Apa peluang baru yang mungkin muncul dalam industri Anda? Promosi danemasaran 1. Bagaimana Anda memasarkan produk atau layanan Anda kepada pelanggan? 2. Apakah Anda menggunakan media sosial atau platform online untuk promosi? 3. Bagaimana Anda mengukur efektivitas kampanye pemasaran Anda?


139 Aspek Pertanyaan Strategi branding 1. Apakah merek yang Anda buat disukai pelanggan? 2. Berapa banyak dari pelanggan anda yang tertarik dengan branding yang anda tawarkan? 3. Anda harusnya memaksimalkan keunggulan merek anda dengan aspek yang membedakan merek Anda dari pesaing. Kepuasan Pelanggan 1. Apa pendapat pelanggan tentang produk atau layanan Anda? 2. Apakah Anda mendapatkan umpan balik secara rutin dari pelanggan? 3. Apakah ada area yang dapat ditingkatkan berdasarkan umpan balik pelanggan? Catatan: • Daftar pertanyaan pendampingan ini dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan tujuan pemasaran dan branding yang anda buat. • Gunakan matriks ini sebagai panduan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam tentang aspek-aspek yang relevan dalam pemasaran dan branding.


140 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis V. Pengembangan Produk dan Layanan Inovatif Pengembangan produk dan layanan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan adalah kunci kesuksesan bisnis. Dalam pendampingan ini, kami akan membantu Anda dalam merancang, mengembangkan, dan meluncurkan produk atau layanan baru, serta meningkatkan produk yang sudah ada berdasarkan umpan balik pelanggan. Dengan mengikuti konsultasi pengembangan produk dan layanan ini, Anda akan mampu merancang, mengembangkan, dan meluncurkan produk atau layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan berpotensi sukses di pasar. Selain itu, Anda juga akan belajar bagaimana meningkatkan produk yang sudah ada berdasarkan umpan balik pelanggan, memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis Anda. Langkah 1: Analisis Kebutuhan dan Peluang Langkah pertama dalam pengembangan produk dan layanan adalah melakukan analisis mendalam tentang kebutuhan dan masalah yang dihadapi pelanggan. Tujuannya adalah untuk memahami dengan lebih baik apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan bagaimana produk atau layanan Anda dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, langkah ini juga melibatkan identifikasi peluang pasar yang belum terpenuhi dan penentuan area yang perlu ditingkatkan pada produk atau layanan yang sudah ada. o Diskusi mendalam tentang kebutuhan dan masalah yang dihadapi pelanggan: Ini melibatkan wawancara atau survei dengan pelanggan Anda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah atau tantangan yang mereka hadapi. Pertanyaan yang relevan meliputi: • Apa yang membuat Anda kesulitan dalam melakukan tugas tertentu? • Apa yang membuat Anda merasa frustrasi atau tidak puas dengan produk atau layanan yang ada? • Apa yang Anda harapkan dari produk atau layanan ideal yang belum ada? o Identifikasi peluang pasar yang belum terpenuhi: Dalam tahap ini, Anda akan mencari peluang di pasar yang belum diisi oleh produk atau layanan yang ada saat ini. Pertanyaan yang bisa membantu: • Apakah ada segmen pasar tertentu yang belum terlayani dengan baik? • Apa kebutuhan atau keinginan pelanggan yang belum terpenuhi oleh pesaing? o Penentuan area yang perlu ditingkatkan pada produk/layanan yang sudah ada: Jika Anda sudah memiliki produk atau layanan yang ada, identifikasi area di mana Anda dapat meningkatkan kualitas, fitur, atau fungsionalitasnya. Pertanyaan yang relevan meliputi:


141 • Apa umpan balik pelanggan tentang produk atau layanan yang sudah ada? • Apa yang dapat ditingkatkan untuk membuat produk atau layanan lebih menarik atau bernilai bagi pelanggan? Mengapa ini penting? Analisis ini membantu pengusaha memahami secara lebih mendalam siapa pelanggan, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana produk atau layanan mereka dapat menjadi solusi bagi masalah. Dengan memahami peluang yang belum terpenuhi, pengusaha dapat mengidentifikasi potensi produk atau layanan baru yang dapat sukses di pasar. Selain itu, mengidentifikasi area perbaikan pada produk atau layanan yang sudah ada dapat membantu pengusaha meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing bisnis . Langkah 2: Rancangan Produk/Layanan Setelah melakukan analisis kebutuhan dan peluang, langkah selanjutnya adalah merancang ide-ide baru untuk produk atau layanan. Tahap ini melibatkan proses kreatif brainstorming untuk menghasilkan konsep-konsep yang inovatif. Setelah ide-ide terbentuk, pengusaha akan menyusun konsep dan rancangan awal untuk produk atau layanan tersebut. Selanjutnya, ideide tersebut akan dievaluasi secara kritis untuk menilai kelayakan dan relevansinya dengan tujuan bisnis yang dijalankan. o Brainstorming ide-ide baru untuk produk/layanan: Bentuklah tim atau kelompok yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang dan pandangan yang beragam. Lakukan sesi brainstorming yang fokus pada pencarian ide-ide baru untuk produk atau layanan. Berikut beberapa pertanyaan untuk memulai brainstorming: • Apa yang belum pernah dilakukan di pasar? • Bagaimana cara kita dapat mengatasi masalah yang ada dengan cara yang baru dan inovatif? o Penyusunan konsep dan rancangan awal: Dari hasil brainstorming, pilih ide-ide yang paling menjanjikan dan kembangkan konsep awal untuk produk atau layanan tersebut. Ini mungkin melibatkan pembuatan sketsa, diagram, atau deskripsi rinci tentang fitur dan fungsi produk atau layanan. o Evaluasi kelayakan dan relevansi ide-ide dengan tujuan bisnis: Sekarang saatnya untuk mengevaluasi ide-ide yang telah dihasilkan secara kritis. Pertimbangkan apakah ide tersebut sesuai dengan visi dan misi bisnis yang dijalankan, serta apakah memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memenuhi tujuan bisnis. Pertanyaan yang relevan meliputi: • Apakah ide ini konsisten dengan tujuan dan nilai-nilai bisnis yang dijalankan? • Apakah ide ini memiliki potensi pasar yang cukup besar? • Apakah kita memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan ide ini?


142 Mengapa ini penting? Langkah ini penting karena merupakan tahap kreatif dalam pengembangan produk atau layanan. Dengan brainstorming dan merancang ide-ide baru, pengusaha dapat menghasilkan konsep-konsep yang inovatif dan berpotensi menghadirkan solusi baru bagi pelanggan. Namun, evaluasi kritis juga penting untuk memastikan bahwa ide-ide tersebut sesuai dengan visi bisnis dan memiliki potensi untuk sukses di pasar. Langkah 3: Pengembangan dan Uji Coba Setelah konsultasi untuk merancang konsep produk atau layanan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan menjadi bentuk yang lebih nyata melalui rencana pengembangan yang terstruktur. Anda akan mempersiapkan dan menguji prototipe atau sampel produk/layanan yang dapat diuji oleh tim internal dan pelanggan potensial. Langkah ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi kelemahan atau perbaikan yang perlu dilakukan sebelum produk atau layanan diluncurkan ke pasar. o Penyusunan rencana pengembangan produk/layanan: Buat rencana pengembangan yang mencakup tahapan-tahapan yang perlu dikerjakan untuk mengembangkan produk atau layanan. Rencana ini mencakup jadwal, tanggung jawab, dan sumber daya yang diperlukan dalam setiap tahap pengembangan. o Demonstrasi pembuatan prototipe atau sampel produk: Buatlah prototipe atau sampel fisik atau digital dari produk atau layanan yang direncanakan. Ini dapat berupa model 3D, mock-up, atau versi digital yang memperlihatkan fungsionalitas produk atau layanan secara kasar. o Uji coba internal dan eksternal dengan pelanggan potensial: Lakukan uji coba internal terlebih dahulu untuk mengidentifikasi masalah atau kekurangan yang mungkin muncul dalam pengembangan produk atau layanan. Setelah itu, lakukan uji coba eksternal dengan melibatkan pelanggan potensial. Berikan kepada mereka prototipe atau sampel produk atau layanan untuk diuji dan berikan umpan balik. Mengapa ini penting? Langkah ini penting karena merupakan tahap konkrit dalam pengembangan produk atau layanan. Dengan menyusun rencana pengembangan yang terstruktur, pengusaha dapat memastikan bahwa proses pengembangan berjalan dengan efisien dan terorganisir. Pembuatan prototipe atau sampel memungkinkan pengusaha untuk menguji konsep dan fungsi produk atau layanan sebelum diluncurkan secara resmi. Uji coba internal dan eksternal membantu mengidentifikasi masalah atau perbaikan yang perlu dilakukan sebelum produk atau layanan disajikan kepada pelanggan secara luas. Langkah 4: Peluncuran dan Pemasaran Setelah produk atau layanan selesai dikembangkan dan diuji, langkah selanjutnya adalah melakukan peluncuran resmi ke pasar. Peluncuran ini melibatkan perencanaan strategis dan taktis untuk memastikan bahwa produk atau layanan diterima dengan baik oleh target audiens. Langkah ini juga melibatkan pengembangan strategi pemasaran yang efektif untuk memperkenalkan produk atau layanan Anda kepada pelanggan potensial.


143 o Perencanaan peluncuran produk/layanan ke pasar: Buat rencana peluncuran yang mencakup tanggal peluncuran, lokasi, dan cara peluncuran produk atau layanan. Pertimbangkan apakah akan melakukan peluncuran secara online, offline, atau kombinasi dari keduanya. Tetapkan juga apakah peluncuran akan dilakukan dalam acara khusus atau melalui platform online. o Pengembangan strategi pemasaran yang sesuai dengan target audiens: Berdasarkan penelitian dan analisis, buat strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik target audiens. Tentukan kanal pemasaran yang paling efektif untuk mencapai audiens, seperti media sosial, iklan online, email marketing, dan lainnya. o Penyusunan materi promosi dan komunikasi peluncuran: Buat materi promosi yang menarik dan informatif untuk mendukung peluncuran produk atau layanan. Ini bisa termasuk materi promosi online seperti posting media sosial, video promosi, dan konten blog. Selain itu, persiapkan komunikasi peluncuran yang dapat diberikan kepada media atau influencer untuk meningkatkan visibilitas produk atau layanan. Mengapa ini penting? Langkah ini merupakan langkah krusial dalam menghadirkan produk atau layanan baru di pasar. Perencanaan peluncuran yang matang dapat membantu memaksimalkan efek dan perhatian saat produk atau layanan Anda resmi diluncurkan. Pengembangan strategi pemasaran yang sesuai akan memastikan bahwa pesan dan promosi produk atau layanan Anda sesuai dengan karakteristik target audiens, sehingga lebih efektif dalam mempengaruhi mereka. Penyusunan materi promosi dan komunikasi peluncuran membantu membangun buzz dan ekspektasi sebelum produk atau layanan Anda tiba di pasar. Catatan: Penting untuk menjaga konsistensi dan koherensi dalam semua langkah pengembangan produk atau layanan, termasuk peluncuran dan pemasaran. Dengan merencanakan dengan baik dan mengikuti strategi yang terarah, pengusaha dapat memastikan bahwa produk atau layanan mereka mendapatkan perhatian yang layak dan memberikan nilai kepada pelanggan . Langkah 5: Umpan Balik dan Peningkatan Setelah peluncuran produk atau layanan, penting untuk terus mengumpulkan umpan balik dari pelanggan. Langkah ini akan membantu pengusaha memahami bagaimana produk atau layanan mereka diterima oleh pasar, dan mengidentifikasi area di mana mereka dapat melakukan perbaikan atau penyempurnaan. Dengan merespons umpan balik dengan cepat dan tepat, mereka dapat mengoptimalkan kualitas produk atau layanan serta memenuhi kebutuhan pelanggan. o Melakukan survei atau wawancara dengan pelanggan terkait pengalaman mereka: Kumpulkan data melalui survei atau wawancara dengan pelanggan yang telah menggunakan produk atau layanan. Tanyakan tentang pengalaman mereka, apa yang mereka sukai, dan area mana yang mungkin perlu ditingkatkan. Pertanyaan terbuka dan mendalam akan membantu pengusaha mendapatkan pandangan yang lebih kaya.


144 o Evaluasi umpan balik pelanggan dan identifikasi area perbaikan: Analisalah umpan balik yang diterima dari pelanggan dengan cermat. Identifikasi pola umum dalam masukan yang diberikan dan tetapkan area di mana produk atau layanan Anda dapat ditingkatkan. Fokus pada aspek-aspek yang paling penting bagi pelanggan, seperti kualitas, kenyamanan penggunaan, atau fitur-fitur yang diharapkan. o Penyusunan rencana perbaikan atau penyempurnaan produk/layanan: Berdasarkan hasil evaluasi umpan balik, buat rencana konkret untuk memperbaiki atau menyempurnakan produk atau layanan. Tetapkan langkah-langkah yang perlu diambil, siapa yang bertanggung jawab, dan jadwal pelaksanaannya. Perhatikan tanggapan positif dan negatif pelanggan untuk memastikan perubahan yang diusulkan sesuai dengan harapan mereka. Mengapa ini penting? Proses umpan balik dan peningkatan memungkinkan pengusaha untuk terus mengembangkan produk atau layanan agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Dengan mendengarkan pelanggan dan merespons dengan tindakan nyata, pengusaha memperlihatkan komitmen terhadap kualitas dan nilai yang mereka tawarkan. Hal ini juga membantu mereka membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dan memperkuat citra merek mereka. Catatan: Langkah ini bukanlah akhir dari siklus pengembangan produk atau layanan. Proses ini bersifat iteratif (berulang-ulang), di mana pengusaha terus mengumpulkan umpan balik, melakukan perbaikan, dan menguji lagi. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan produk atau layanan yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan pasar. Langkah 6: Evaluasi Kinerja Merupakan tahap penting dalam siklus pengembangan produk atau layanan yang bertujuan untuk mengukur hasil dan keberhasilan dari proses pengembangan yang telah dilakukan. Evaluasi kinerja ini memberikan wawasan tentang sejauh mana produk atau layanan baru telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan apakah pengembangan yang dilakukan berhasil atau perlu diperbaiki lebih lanjut. Berikut penjelasan lebih mendalam mengenai langkah ini: 1. Pengukuran Kinerja Produk/Layanan Baru: Pada tahap ini, produk atau layanan baru dievaluasi berdasarkan tujuan dan indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, jika tujuan adalah meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam tiga bulan setelah peluncuran, maka performa produk akan diukur berdasarkan apakah peningkatan penjualan telah tercapai. 2. Analisis Metrik: Metrik atau indikator kinerja yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada jenis produk atau layanan, tujuan bisnis, dan konteks pasar. Contoh metrik yang dapat digunakan termasuk penjualan, pangsa pasar, pertumbuhan pengguna, tingkat konversi, retensi pelanggan, dan lain-lain. Analisis metrik ini memberikan gambaran tentang performa sebenarnya produk atau layanan di pasar. 3. Umpan Balik Pelanggan: Selain metrik kuantitatif, umpan balik dari pelanggan juga merupakan bagian penting dari evaluasi. Melalui umpan balik ini, pengusaha dapat memahami pandangan pelanggan tentang produk atau layanan baru, mendeteksi


145 kekuatan dan kelemahan yang dirasakan oleh pelanggan, serta peluang untuk perbaikan. 4. Penilaian Keberhasilan Peluncuran: Hasil evaluasi akan membantu dalam penilaian keberhasilan peluncuran produk atau layanan. Jika tujuan telah tercapai dan metrik kinerja menunjukkan hasil positif, maka peluncuran dianggap sukses. Namun, jika ada ketidaksesuaian antara kinerja dan tujuan, evaluasi ini dapat mengidentifikasi masalah dan kesempatan untuk perbaikan. 5. Rekomendasi Perbaikan: Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuan tidak tercapai atau ada aspek yang perlu diperbaiki, langkah selanjutnya adalah merumuskan rekomendasi perbaikan. Rekomendasi ini dapat mencakup tindakan untuk meningkatkan produk, strategi pemasaran, layanan pelanggan, atau faktor lain yang mempengaruhi performa produk atau layanan. 6. Pengambilan Keputusan: Berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan dapat membuat keputusan tentang langkah selanjutnya. Ini bisa termasuk perbaikan produk, penyesuaian strategi pemasaran, atau bahkan penghentian produk jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Langkah Evaluasi Kinerja ini merupakan siklus lengkap dalam proses pengembangan produk atau layanan. Setelah evaluasi, langkah-langkah pengembangan iteratif dapat dimulai kembali dengan memperhatikan hasil evaluasi sebelumnya untuk meningkatkan produk atau layanan ke tingkat yang lebih baik. Langkah 7: Refleksi dan Perbaikan Berkelanjutan Adalah tahap akhir dalam siklus pengembangan produk atau layanan. Pada tahap ini, konsultan mengevaluasi seluruh proses pengembangan yang telah dilakukan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan untuk masa depan usaha. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa pengembangan produk atau layanan terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan. Berikut penjelasan lebih mendalam mengenai langkah ini: 1. Analisis Proses Pengembangan: Pertama-tama, lakukan analisis terhadap seluruh proses pengembangan yang telah dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga peluncuran. Identifikasi apa yang berhasil, apa yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari setiap tahap. 2. Refleksi dan Evaluasi: Tinjau hasil evaluasi kinerja pada tahap sebelumnya. Evaluasi ini akan memberikan wawasan tentang apakah tujuan telah tercapai, apa yang berhasil, dan apa yang perlu diperbaiki. Jika ada masalah atau tantangan yang dihadapi, pertimbangkan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut di masa depan. 3. Identifikasi Kebutuhan Perbaikan: Berdasarkan hasil analisis dan refleksi, identifikasi kebutuhan perbaikan berkelanjutan untuk masa depan. Fokus pada aspek-aspek yang perlu ditingkatkan, termasuk dalam hal produk, proses pengembangan, strategi pemasaran, layanan pelanggan, dan lain-lain.


146 4. Rencanakan Perbaikan: Buat rencana tindakan untuk mengimplementasikan perbaikan yang diidentifikasi. Tentukan langkah-langkah konkret yang akan diambil, siapa yang bertanggung jawab, dan tenggat waktu pelaksanaan. Pastikan rencana ini mencakup semua aspek yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil refleksi. 5. Fleksibilitas dan Adaptasi: Selalu ingat bahwa pasar dan kebutuhan pelanggan terus berubah. Oleh karena itu, penting untuk memiliki fleksibilitas dalam merencanakan perbaikan berkelanjutan. Terapkan sikap adaptif terhadap perubahan dan kembangkan kemampuan untuk mengatasi tantangan yang mungkin muncul di masa depan. 6. Penerapan Perbaikan: Setelah rencana perbaikan telah dirumuskan, lakukan implementasi dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa setiap langkah perbaikan dijalankan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. 7. Pemantauan dan Evaluasi Lanjutan: Setelah perbaikan diimplementasikan, tetap lakukan pemantauan dan evaluasi terhadap hasilnya. Tinjau apakah perbaikan tersebut menghasilkan dampak positif sesuai dengan yang diharapkan atau perlu penyesuaian lebih lanjut. 8. Siklus Pengembangan Iteratif: Proses refleksi dan perbaikan berkelanjutan ini sebaiknya dijadikan siklus yang berkelanjutan dalam pengembangan produk atau layanan. Teruslah melakukan evaluasi, perbaikan, dan adaptasi sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan pelanggan. Dengan melakukan langkah 7 ini secara konsisten, pengusaha dapat memastikan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan tetap relevan, kompetitif, dan mampu menghadapi perubahan dalam lingkungan bisnis.


147 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis VI. Pengembangan SDM (Sumberdaya Manusia) Sumberdaya manusia yang terlibat dalam bisnis aspek penting yang tidak mungkin diabaikan. SDM bisa menjadi asset penting dalam pengembangan bisnis. Makanya pengembangan SDM dimaknai sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam pengelolaan usaha agar bisa menaikan produktifitas perusahaan. Pengembangan SDM memerlukan langkahlangkah yang terstruktur sehingga mampu mendukung strategi pengembangan bisnis dalam jangka panjang.. Berikut adalah langkah-langkah nya : Langkah 1: Penjelasan Pengembangan SDM • Jelaskan pentingnya pengembangan SDM dan bagaimana peran vitalnya dalam pengelolaan bisnis berkelanjutan. • Diskusikan manfaat dari memahami pengembangan SDM dan aspek yang mendukungnya. Langkah 2: Identifikasi Kebutuhan pengembangan SDM • Diskusikan dengan pemilik usaha mengenai tujuan pengembangan SDM dan manfaatnya bagi pengelolaan usaha. • Tanyakan: Apa tujuan utama Anda dalam melakukan pengembangan SDM? Apa yang ingin Anda ketahui lebih banyak? Langkah 3: Menentukan Perencanaan Pengamangan SDM • Bantu pemilik usaha mengidentifikasi dan memahami kondisi SDM yang ada dalam pengelolaan usaha. • Tanyakan: aspek apa dalam actor yang terlibat dalam usaha yang memerlukan paling utama dalam pengembangan SDM? Apa manfaat dari pengembangan SDM dalam pengelolaan usaha? Langkah 4: Menyusun Tahapan Pengembangan SDM • Bantu pelaku usaha merumuskan langkah-langkah sistematis dalam pengambangan SDM yang sesuai dengan profil bisnis. • Tanyakan: kemampuan apa yang urgent dari karyawan untuk segera ditingkatkan? Apa yang ingin Anda ketahui tentang pesaing Anda dalam mengembangan SDM? Langkah 5: Mengeksekusi Tahapan Pengambangan SDM • Diskusikan usulan berbagai pengembangan SDM seperti; menyelenggaran training untuk karyawan, mentorship atau kemitraan, akses ke penyedia pelatihan, menyediakan peluang pengalaman kerja (magang), fasilitas peluang untuk kolaborasi, menyediakan insentif.


148 • Tanyakan: berbagai usulan pengembangan SDM apa yang paling sesuai dengan bisnis Anda? Bagaimana Anda akan mengimplementasikan usulan pengambangan SDM? Langkah 6: Evaluasi Penerapan Langkah Pengambangan SDM • Bantu pelaku usaha merefleksikan berbagai langkah yang disusun dan dilaksanakan berbagai usulan pengembangan SDM dan temuan penting apa dari pelaksanaanya. • Tanyakan: Apa temuan menarik dari implementasi penerapanan pengembangan SDM? Apa tren atau pola yang Anda lihat? Langkah 7: Penutup dan Tindak Lanjut • Diskusikan langkah-langkah berikutnya setelah pengembangan SDM selesai dilakukan. • Tanyakan: Apa langkah selanjutnya berdasarkan masukan ini? Bagaimana Anda akan menerapkan temuan ini dalam bisnis Anda? Panduan untuk fasilitator Berikut adalah daftar pertanyaan dalam melakukan pendampingan untuk peningkatan SDM Aspek Pertanyaan Identifikasi Pelatihan 1. Apa masalah-masalah yang dihadapi perusahaan terkait dengan SDM saat ini? 2. Pelatihan apa saja yang sebaiknya perusahaan (pemilik usaha) sedikan dalam rangka mensukseskan usaha? 3. Dari sekian daftar pelatihan, apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu? 4. Apakah modal perusahaan tersedia untuk menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan 5. kapan dan dimana pelatihan yang segera dilakukan perusahaan ? Mentorship (kemitraan) 1. Siapa (atau usaha dan bisnis) model apa yang bisa dijadikan mentorship bagi karyawan pemilik usaha? 2. Apakah perusahaan anda memiliki aturan untuk kegiatan mentorship bagi karyawan? 3. Apakah karyawan yang ikut mentorship memiliki target selama melakukan mentorship?


149 Aspek Pertanyaan 4.apakah karyawan memiliki jadwal kegiatan selama mentorship ? Peluang akses ke peningkatan kapasitas 1. Apa jenis peningkatan kapasitas yang sedang trend dan bermanfaat bagi perusahaan? 2. Apakah pelatihan yang disediakan lembaga lain bermanfaat baik jangka pendek dan jangka panjang bagi perusahaan? 3. Apakah perusahaan sudah menghitung untung rugi dari keterlibatan karyawan dalam keikutsertaan di pelatihan tersebut? 4.apakah perusahaan menyediakan ruang bagi karyawan yang mengikuti pelatihan untuk berbagai ilmunya 5.Apakah ada insentif bagi karyawan yang ikut dalam pelatihan tersebut ? Mekanisme insentif 1.Apakah ada insentif bagi karyawan yang aktif dalam mengikuti pelatihan? 2. Apakah insentif tersebut telah memperhitungkan berbagai aspek seperti lama kerja, kemampuan, dsb? 3.Apa jenis-jenis insentif yang disediakan perusahaan bagi karyawan yang ikut pelatihan? Peluang Karyawan untuk kolaborasi 1. Apakah perusahaan memberi ruang bagi karyawan untuk mengambil inisiatif berkolaborasi dengan perusahaan lain demi kemajuan usaha? 2. Apa manfaat dan negative dari upaya kolaborasi? 3. apakah sudah diidentifikasi perusahaan yang potensial untuk kolaborasi? Catatan: • Daftar pertanyaan ini dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan tujuan pengembangan SDM yang Anda lakukan. • Gunakan matriks ini sebagai panduan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam tentang aspek-aspek yang relevan dalam pengambangan SDM.


150 Langkah-Langkah Pendampingan Teknis VII. Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan ibarat “jantung” nya pengelolaan bisnis yang baik. Bila suatu usaha sedang mengalami kenaikan omset, namun pengelolaan keuangan tidak terkelola dengan baik, itulah awal mula kemuduran usaha. Sebab, keuntungan yang didapat pengusaha mengalir ke pos-pos yang tidak seharusnya. Pengelolaan keuangan juga mengajarkan pengusaha untuk realistis dalam mengkalkulasi peggunaan rencana keuangan dn bisnis plane. Berikut adalah langkah-langkah nya : Langkah 1: Penjelasan Pengelolaan Keuangan • Jelaskan pentingnya pengelolaan keungan dalam pengelolaan bisnsi. • Diskusikan manfaat bisnis yang dikelola dengan managamemen keuangan yang baik dan bagaimana sekarang sudah banyak aplikasi managemen keuangan gratis yang bisa diunduh. Langkah 2: Identifikasi Kebutuhan Pengelolaan Keuangan • Diskusikan dengan pelaku usaha mengenai tujuan pengelolaan keuangan dan manfaat lagnsung dan tak langsung penerapan managemen keuangan. • Tanyakan: Apa tujuan utama Anda menerapkan managemen keuangan yang baik dalam usaha? Apa yang ingin Anda ketahui lebih banyak? Langkah 3: Menentukan Target Pengelolaan Keuangan • Bantu pelaku usaha mengidentifikasi dan memahami target yang realistis dalam pengelolaan keuangan. • Tanyakan: sudah berapakah omset usaha dalam sehari dan sebulan? Dengan omset yang sudah bertambah bagaimana keuangan harus dikelola dengan baik ? Pembukuan model apa yang harus diterapkan dengan kondisi keuntungan sekarang ? Langkah 4: Menyusun Pengelolaan Keuangan • Bantu pelaku usaha merumuskan apa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun tahapan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan usahanya. • Tanyakan: Apa informasi yang Anda ingin ketahui tentang pengelolaan keuangan ? Apa yang ingin Anda ketahui tentang teknis pengelolaan keuangan? Langkah 5: Mengeksekusi Pengelolaan Keuangan • Diskusikan dengan pelaku usaha model pengelolaan keuangan yang dipakai selama ini. Terus jelaskan apa itu definisi biaya-biaya, cara menentukan harga dan pencatatan keuangan usaha. • Tanyakan: Model pengelolaan keuangaan apa yang biasaya digunakan dalam usaha? Bagaimana model itu dijelaskan dalam menyusun laporan usaha? Bila tidak ada,


Click to View FlipBook Version