-- Bagian Tigabelas---
GERAKAN SOSIAL MEMBANTU SESAMA
156
Rona bahagia terpancar diwajah Pak Allu, seorang petani di Dusun Bana, Desa Bana, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone dan Ibu Leppe yang tak bekerja di Dusun Mattoangin, Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng Bone. Program Light Up The Dream akhirnya tiba dirumah keduanya, pasca jajaran PLN ULP Patangkai, Kabupaten Bone menyalakan listrik mereka.
Penyalaan listrik pertama disaksikan Kepala Desa Bana dan warga sekitar. Program ini dilaksanakan ULP Patangkai sebagai wujud syukur atas pencapaian nihil tunggakan rekening April 2021. Maka dari itu, mereka berbagi bahagia dengan warga kurang mampu.
Manager ULP Patangkai, Hasruddin menuturkan, rasa peduli jajarannya muncul ketika menyaksikan langsung kondisi rumah masyarakat yang memerlukan bantuan, melihat keluarganya yang sedang sakit, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki, atau tempat tinggal yang jauh dari kata layak maka hati mestinya tersentuh.
“Muncul adanya keinginan kuat untuk sedikit meringankan beban, membantu agar lebih baik kondisinya, menerangi dengan cahaya Light Up The Dream untuk membuka ruang, sebagai wujud empati, indahnya berbagi, bahagianya membantu sesama,”ungkapnya.
Light Up the Dream
Hasruddin mengapresiasi
Gerakan sosial yang di Gagas
oleh PT PLN (Persero) Unit
Induk Wilayah Sulselrabar.
Baginya program sosial berupa
donasi dari pegawai PLN untuk
membantu pasang baru listrik
bagi Rumah Tangga kurang
Mampu, satu pegawai punya kewajiban membantu minimal satu warga kurang mampu sangat bagus menggugah jiwa kepedulian pegawai.
Apalagi, ketika disampaikan tujuan program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur dalam jiwa pegawai Pmembuat kian bersemangat. Pihaknya semakin semangat untuk melakukan dan memberikan (eksekusi) yang terbaik bagi perusahaan, masyarakat dan bangsa, dengan terus berinovasi, berprestasi, tangguh, pantang menyerah untuk sebuah impian menjadi yang terbaik.
Selain gerakan mulia dengan kepedulian bagi masyarakat yang kurang mampu/dhuafa tersebut program Light Up The Dream ini juga mendukung kinerja meningkatkan rasio elektrifikasi berupa pemasangan listrik gratis daya R1/450 VA (BDT TNP2K).
Untuk itu diimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar untuk berpartisipasi dalam program Light Up the Dream melalui surat General Manager No. 1798/STH.01.03/B16000000/2020 pertanggal 07 Juli 2020 perihal Penyampaian Program Peduli Masyarakat (Light Up the Dream).
Light Up the Dream
157
“Alhamdulillah sampai dengan tanggal 07 Mei 2021, bertepatan dengan 25 Ramadhan 1442 H ULP Patangkai telah menyalakan mimpi keluarga kurang mampu sebanyak 24 Pelanggan. Selain Gerakan kemanusiaan ini dapat menumbuhkan jiwa sosial pegawai maupun donatur, ternyata kegiatan ini sangat baik dalam menggalang sinergi dengan stakeholder mulai dari tingkat terendah di desa bahkan sampai ke tingkat tertinggi pada kota maupun kabupaten,”ungkap Hasruddin.
Dia menjelaskan, tentunya terjalinnya kegiatan ini tentunya memudahkan PLN untuk lebih dekat lagi dengan stakeholder, baik dalam hal komunikasi maupun peluang kerjasama lainnya. Dengan keterlibatan stakeholder dalam kegiatan penyalaan pertama tentunya akan saling membangun berita positif yang baik untuk perusahaan maupun menarik simpati dari masyarakat.
Rasio Elektrifikasi bulan Maret 2021 ULP Patangkai setelah program ini juga bergulir adalah 99.86 %, walaupun jumlah pelanggan baru sedikit yang dinyalakan melalui program ini tapi turut mendorong angka rasio elektrifikasi di unitnya. Terpenting program ini sangat nyata dan tepat sasaran.
“Jika kami mengamati di masyarakat yang tergolong kurang mampu bahwa menjadi pelanggan PLN, dengan memiliki Kwh meter sendiri sungguh merupakan salah satu mimpi mereka. Sungguh langkah ini merupakan terobosan insan PLN yang berperan aktif untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Terimakasih. Salam Hormat,”paparnya.
Light Up the Dream
158
--Bagian Empatbelas—
LUTD, PENOLONG DALAM KEGELAPAN
159
Entah apa jadinya hidup Ibu Bahira dan Ibu Ramsang jika tak ada program Light Up The Dream (LUTD). Bisa jadi sampai saat ini tak mampu merasakan terang dalam
rumahnya. Baginya LUTD adalah penolong dalam kegelapan.
Ibu Bahira merupakan janda yang hidup seorang diri dan menyalur listrik dari tetangganya lebih dari 10 tahun, sedangkan Ibu Ramsang janda yang tinggal sebatang kara karena suami dan satu orang anaknya sudah meninggal beberapa tahun silam. Saat ini saja harus hidup dari bantuan tetangga sekitar.
Beruntung hari itu, ada petugas ULP Panrita Lopi sedang melakukan pemeliharaan kWH meter dirumah salah satu pelanggan. Tanpa sengaja didapati rumah pelanggan yang belum berlistrik dengan kondisi bangunan sangat sederhana.
Hati tergerak membantu, makanya setelah itu petugas ULP Panrita Lopi meminta keduanya melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK). Setelah dicocokkan dengan data BDT TNP2K, diperoleh banhwa kedua pelanggan tersebut masuk dalam kategori tidak mampu.
Usai memastikan keduanya merupakan orang yang tepat, maka disepakati bersama manajemen untuk membantunya.
Light Up the Dream
--Bagian Limabelas—
BERSAMA FORKOPINDA WUJUDKAN MIMPI
160
Akhirnya pada Maret 2021 ULP Panrita Lopi menyalakan listrik gratis untuk dua rumah tangga kurang mampu. Donasi diperoleh dari hasil iuran untuk membantu saudara lain yang membutuhkan.
Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Barru, Sekda Barru Syamsuddin SiP , Msi, Dandim 1405 Mallusetasi Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, camat, kapolsek dan lurah menyalakan
listrik empat pelanggan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Virtual Charity Run and Ride. Serta melalui program bantuan listrik gratis dari program Light Up The Dream. Masing-masing dibantu untuk dua orang pelanggan disetiap programnya.
Empat penerima bantuan tersebut, yakni Ibu Baddu, Bapak Azis, Bapak Abdullah dan Ibu Lahiyya. Merasakan sangat bersyukur dan berterima kasih menerima bantuan dan perhatian dari PLN dan Pemerintah.
“Terima kasih atas kepeduliannya pada kami, tak tahu apa yang akan dibalaskan atas kebaikan ini,” ungkap Bapak Azis menyampaikan rasa bahagianya.
Light Up the Dream
--Bagian Enambelas--
SENYUM UNTUK MARTA DAN MARIA
161
Sekda Kabupaten Barru sangat mengapresiasi kegiatan social PLN dan berharap lebih banyak lagi warga kurang mampu yang mendapat perhatian dan bantuan PLN.
Usai menyalakan empat pelanggan, kemudian dilanjutkan lagi dengan menyalakan dua rumah warga kurang mampu, yakni Bapak Supardin sehari-harinya bekerja sebagai buruh kasar dan Ibu Mardiana seorang janda yang hidup sebatang kara.
PLN kembali hadir untuk mewujudkan mimpi masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui program Light Up The Dream yaitu listrik untuk nyalakan mimpi, seluruh pegawai PLN (Unit Layanan Pelanggan) ULP Makale berdonasi untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Sebanyak empat masyarakat kurang mampu di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan telah diwujudkan mimpinya untuk mendapatkan listrik melalui program Light Up The Dream. Program yang digagas oleh Senior Manaer SDM dan Umum PLN UIW Sulselrabar, Mundhakir bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik saat pandemi ini.
Light Up the Dream
--Bagian Tujuh Belas—
MENGHADIRKAN MIMPI DI PASAR WAJO
162
Tim Light Up The Dream ULP Makale menyalakan listrik Ibu Martha Longga di Rante Batupapan, Kabupaten Tana Toraja yang beralamat di Rante Batupapan, Tana Toraja. Lalu, Tim PLN Makale, salah satunya Bernadeth, mengunjungi Ibu Martha yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Ibu Martha tinggal bersama dengan sang
cucu di rumah sederhananya. Setelah 10 tahun menyalur listrik, akhirnya Ibu Martha mendapatkan bantuan listrik Light Up The Dream. Rasa bahagia tentu menyelimutimnya, karena karena saat ini tidak perlu
tergantung lagi dengan tetangga.
Begitupun Ibu Maria Ada, 82 tahun, berlokasi di Rore Tongkonan Base, Keluharan Sarira, Kecamatan Makale Utara juga telah dinyalakan listrik dirumahnya. Beliau berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan tinggal seorang diri. Keadaan rumah yang hanya diterangi pelita kini terang berkat Light Up The Dream. Beliau berterimakasih pada Angga, salah satu perwakilan tim PLN Makale yang datang saat kegiatan pemasangan KWH Meter Pasang Baru oleh PLN ULP Makale.
Sebagai rasa syukur atas prestasi yang telah dicapai selama ini, ULP Pasar Wajo mewujudkannya dengan pemasangan dan
Light Up the Dream
penyalaan Listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu yang belum mempunyai listrik sendiri. Pemasangan tersebut hasil donasi dari pegawai ULP Pasarwajo yang merasa peduli dengan masyarakat lainnya.
Pelanggan yang dinyalakan adalah La Irfan, Wa Sukia dan Sarsina di Desa Wasampela ULP Pasar Wajo. Ketiganya dipilih karena memenuhi syarat, apalagi selama ini listrik menumpang ke tetangga.
“Saya sudah puluhan tahun menumpang listrik ke tetangga, untung ada bantuan PLN.Kalau tidak, entah bagaimana kondisi saya saat ini. Terima kasih PLN, semoga berkah,” kata Ibu Wa Sukia.
Bukan perkara mudah bagi ULP Pasar Wajo memberikan bantuan tersebut, karena saat survey ada keraguan dari penerima bantuan. Hal itu dikarenakan pernah mereka ditipu untuk pemasangan.
Makanya, ketika dijelaskan rinci barulah mereka mau. “Pada waktu kami survey, mereka pada awalnya ragu dengan program bantuan yang kami tawarkan. Mungkin karena banyak warga masyarakat yang jadi korban penipuan jadi cukup lama juga kami jelaskan sampai mereka paham, kami sampaikan ke mereka bahwa Rp1 pun tidak ada yang di bayar-bayar. Ini 100% gratis bantuan dari kami pegawai PLN Pasar Wajo,” kata Manager ULP Pasar Wajo Pak Sadrach.
Tak hanya ketiganya turut dibantu, pasca program itu dijalankan kembali dibantu penyambungan baru listrik gratis
Light Up the Dream
163
--Bagian Delapan Belas--
LISTRIK UNTUK PRA SEJAHTERA
164
kepada masyarakat tidak mampu atas nama La Ode Harami di Desa Kamaru.
Sebagai wujud kepedulian pada
masyarakat, YBM PLN UIW
Sulselrabar menyerahkan
bantuan kepada masyarakat
yang membutuhkan. Bantuan
diserahkan oleh Direktur Niaga
dan Manajemen Pelanggan,
Bob Saril serta GM PLN UIW
Sulselrabar, Awaluddin Hafid disaksikan seluruh pegawai di unit kerja PLN Sulselrabar.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Sharil mengatakan, bantuan yang diberikan oleh YBM PLN merupakan bentuk kepedulian PLN di masa pandemi.
“PLN peduli dengan kondisi di masa pandemi ini. Untuk itu melalui YBM PLN kami memberikan bantuan sebagai stimulus di masa pandemi,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan tersebut, PLN UIW Sulselrabar juga memberikan bantuan penyalaan listrik gratis kepada empat keluarga Pra Sejahtera melalui program Light Up The Dream.
Light Up the Dream
--Bagian Sembilan Belas--
MENYALURKAN ENERGI OPTIMISME
165
Ada tiga pelanggan yang dibantu oleh ULP Karebosi dan UP3 Makassar Utara. Mereka adalah Saerah warga Jalan Butta Caddi IV, Raba Jalan Sultan Abdullah Paccelang 2 dan Idawati Jalan Sultan Abdullah Paccelang 2.
Memasuki Tahun 2021, meski masih ditengah tengah melonjaknya kasus terkonfirmasi positif covid-19, PLN tidak berhenti untuk terus mengalirkan listrik dan menyebarkan Energi Optimisme kepada seluruh masyarakat yang turut terdampak langsung dari pandemi ini.
Ibu Erni, yang dulunya bekerja untuk membantu menjualkan kue tetangganya, kini tak lagi dapat melakukan pekerjaannya. Ibu dua anak ini kini hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh gali batu di Morowali. Dengan penghasilan yang tidak menentu, tentu sulit bagi Ibu Erni untuk sekedar mencukupi kebutuhan sehari – harinya. Bahkan hingga saat ini, rumahnya juga masih belum memiliki aliran sendiri. Selama enam tahun kebelakang, Ibu Erni masih berbagi listrik dengan saudaranya, dan patungan untuk membayar setiap bulannya.
Disaat menyaksikan langsung kondisi rumah masyarakat yang memerlukan bantuan, melihat keluarganya yang bekerja seadanya. Bahkan, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki, atau tempat tinggal yang jauh dari kata layak, hati siapa yang tidak tersentuh. Muncul adanya keinginan kuat untuk sedikit
Light Up the Dream
meringankan beban, membantu agar lebih baik kondisinya, menerangi dengan cahaya Light Up The Dream.
Light Up The Dream hadir untuk membuka ruang, sebagai wujud empati, indahnya berbagi dan bagaimana bahagianya membantu sesama. Program ini diharapkan dalam menumbuhkan rasa syukur dalam jiwa pegawai dan semakin semangat untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan, masyarakat dan bangsa.
ULP Benu Benua mewujudkan rasa syukurnya atas pencapaian konsisten mengusahakan nihil tunggakan setiap bulan pada 2020,yakni dengan menghadirkan program Light Up The Dream.
Tentu, program ini menjawab harapan Ibu Erni untuk memiliki listrik sendiri. Selama bertahun-tahun, warga Desa Leppe, Konawe, Sulawesi Tenggara ini hanya mengandalkan listrik dari sambungan kWh milik tetangga.
Keinginan untuk memiliki listrik sendiri akhirnya terwujud, Ibu Erni menjadi salah satu dari 496 warga di seluruh Indonesia yang berhasil menerima bantuan listrik melalui program Light Up The Dream.
"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini, semoga listrik yang ada sekarang ini dapat membantu keluarga dan memajukan kehidupan kami," ungkap Ibu Erni seraya bersyukur dan berterima kasih pada seluruh tim PLN.
Light Up the Dream
166
Rumah yang beralamat di Desa Leppe, Konawe, itu tak lagi menumpang sambungan listrik dari tetangga. Ia dan keluarga kini bisa menikmati listrik dengan daya 450 VA.
Program yang menyasar
masyarakat prasejahtera ini
merupakan program sosial
inisiasi dari PT PLN
(Persero). Di mana setiap
karyawan PLN menyisihkan
penghasilannya untuk
menyalakan harapan banyak masyarakat yang belum memiliki listrik di berbagai daerah.
"Alhamdulillah bantuan ini bisa dinikmati oleh anak saya untuk belajar. Kami bersyukur karena ini gratis, jangankan untuk membayar biaya pasang baru listrik, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja, masih sangat sulit. Bantuan listrik gratis ini seperti mimpi, akhirnya kami bisa menikmati listrik sendiri di rumah," kata Ibu Erni.
Ibu Erni sendiri menjadi salah satu penerima manfaat program Light Up the Dream atas rekomendasi dari salah satu tetangganya.
Setelahnya, tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Benu Benua melakukan survei dan menyatakan, keluarga Ibu Erni berhak masuk dalam program tersebut.
Manager PLN ULP Benu Benua Ardianto menyebutkan, jika saat ini di wilayah kerjanya sudah ada delapan masyarakat
Light Up the Dream
167
--Bagian Dua Puluh--
SEMANGAT BERBAGI MATTIROTASI
168
prasejahtera yang menikmati program Light Up the Dream. Bantuan tersebut diharap mampu memberi lebih banyak manfaat bagi para penerima, terlebih di masa pandemi saat ini.
"Kami turut berbahagia melihat senyum di wajah Ibu Erni. Sebab kami insan PLN ULP Benu-Benua sudah bahu membahu untuk berdonasi mewujudkan mimpinya," jelas Ardianto.
Sebagai rasa syukur atas kemudahan dari Allah sehingga sukses tunggakan nihil lebih cepat, ULP Mattirotasi mewujudkannya dengan program kepedulian Light Up The Dream. Mewujudkan mimpi akan datangnya listrik bagi masyarakat yang membutuhkan sebanyak 14 pelanggan.
Masih banyak masyarakat Parepare yang belum bisa menikmati listrik secara mandiri karena keterbatasan yang dimiliki, dan seringnya ada kendala saat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pendekatan hati, pendekatan humanis dilaksanakan oleh pak Manager ULP Mattirotasi, Bapak Masykur.
Dengan terjun langsung ketemu pelanggan, bukan dengan aturan tetapi komunikasi efektif dan bersama- sama membantu masyarakat, maka dukungan dari berbagai pihak diperoleh.
Program Light Up The Dream mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Parepare. Bahkan mereka siap berkolaborasi
Light Up the Dream
--Bagian Duapuluh Satu--
MEWUJUDKAN MIMPI LAMBUYA
169
untuk membantu masyarakat maupun menyukseskan program pemerintah, terlebih dimasa pandemi ini.
“Semoga dimudahkan semuanya dan menjadi salah satu alternative dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,”harap Bapak Masykur.
Dengan penuh semangat Manager ULP Unaaha, Bapak Cristian Emanuel Sowai menyampaikan rasa terima kasih ke UIW Sulselrabar atas dukungannya ke Tim Unaaha, karena telah mewujudkan mimpi warga di Unaaha untuk menikmati listrik.
Cristian Emanuel Sowai bercerita, jika pada Rabu, sebanyak tiga pelanggan telah menikmati listrik gratis melalui program Light Up The Dream. Mereka adalah Keluarga Haerul, Keluarga Parno di Desa Asaki, Kecamatan Lambuya dan Keluarga Ali di Desa Puunaaha, Kecamatan Unaaha.
“Pelanggan sangat terharu karena sejak bertahun-tahun mereka ingin menikmati listrik seperti pelanggan-pelanggan yang lain, akhirnya terwujud juga di penghujung bulan Ramadhan 1442 Hijriah, mereka sangat berterima kasih kepada PLN, “katanya dalam pesan whatssapp yang disampaikan pada saya.
Light Up the Dream
--Bagian Duapuluh Dua—
BERSAMA BUPATI MELISTRIKI NEGERI
170
Tak berhenti sampai disitu saja, Bapak Cristian Emanuel Sowai menyampaikan terima kasih seluruh timnnya, karena telah mengajak melakukan amal kebajikan.
Menghadirkan listrik kepada masyarakat tidak hanya merupakan suatu tugas dan kewajiban, yang diamanatkan oleh pemerintah kepada PLN dan segenap insan kelistrikan (PLNers) didalamnya. Namun,
juga dapat menjadikan ladang amal bagi para PLNers untuk berlomba- lomba dalam berbuat kebaikan.
Melihat momentum yang dijumpai dalam masa bulan suci ramadahan 1442 Hijriah, segenap rekan-rekan PLNers mulai dari karyawan dan karyawati, tenaga alih daya dan ibu-ibu PIKK secara kompak dan bersama-sama membulatkan niat untuk membantu menyediakan listrik bagi sesama umat. Utamanya, yang termasuk dalam golongan masyarakat kurang mampu, termasuk juga rumah ibadah yang dipilih sebagai sasaran penerima bantuan penyambungan listrik secara gratis.
Sebagai langkah awal dalam mewujudkan kebahagian tersebut, maka rekan-rekan PLNers melakukan kerjasama dengan stakehokder dalam hal ini pemerintah kabupaten Kolaka Utara
Light Up the Dream
untuk mendata rumah tangga dan rumah ibadah yang menjadi sasaran.
Hasilnya, sebanyak 15 rumah tangga sasaran dan sembilan rumah ibadah yang tersebar di segenap penjuru Kabupatan Kolaka Utara masuk dalam survey penerima bantuan. Usai memperoleh data tersebut, kemudian para PLNers memastikan lokasi calon penerima bantuan dengan mendatangi ke lokasi guna memastikan data yang didapat sesuai dan melihat juga kemudahan pelaksanaan penyambungan.
Setelah lokasi calon penerima bantuan di temukan dan terdata, maka dilakukan proses penyambungan baru mulai dari proses adminitrasi, pembayaran dan kesiapan instalasi bangunan. Proses penyambungan baru listrik yang dilakukan tidak berlangsung lama.
“Alhamdulillah sebelum memasuki hari raya Idul Fitri 1442 H, saudara-saudara kita penerima bantuan dapat menikmati terangnya lampu dari listrik PLN. Rasa suka cita yang sangat karena mimpi yang selama ini hanya dalam bayangan dapat terwujud di kehidupan yang nyata,”kata Manager ULP Kolaka Utara, Anggih Prasetya.
Kata dia, rasa suka cita dan kebahagiaan saudara-saudara kita yang baru mendapatkan listrik ikut mengalir ke hati sanubari para PLNers untuk bersama ikut berbahagia. Apalagi mereka telah mewujudkan mimpi saudara-saudara kita menjadi kenyataan.
Light Up the Dream
171
Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih untuk segenap pemerintah Kolaka Utara beserta Bupati Nur Rahman Umar secara simbolis juga turut ikut serta menyalakan listrik dirumah warga,
Pada kesempatan itu, Nur Rahman Umar sangat mengapresiasi kepada pihak PLN atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, saat ini kebutuhan listrik mutlak sehingga pihaknya berharap terobosan tersebut dapat berkelanjutan dan bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat sekaligus menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat meningkatkan taraf hidup mereka, terima kasih PLN atas kepeduliannya,” ungkapnya.
Bantuan ini merupakan kado terbesar buat masyarakat di bulan Suci Ramadan ini. Anngih Prasetya melihat secara keseluruhan masih ada sekitar 15 dusun yang membutuhkan listrik terutama daerah pegunungan.
Untuk itu, pihaknya berkomitmen kedepan untuk terus mewujudkan mimpi masyarakar disana.
“Semoga kedepan kami bisa terus konsisten untuk tetap melayani masyarakat Kolaka Utara, serta dan menyediakan suplai sistem yang andal. Dan semoga amal ibadah yang dilakuka membawa berkah bagi kita semua, barakallahu,”doanya.
Light Up the Dream
172
---Bagian Duapuluh Tiga ---
HADIAH LEBARAN YANG MENGESANKAN
173
Manager PLN ULP Malili Tomy bersama rombongannya menyalurkan bantuannya ke Ibu Anila. Bantuan yang diberikan begitu berarti karena telah dipasangkan kWH listrik, serta dibantuan berupa sembako .
Bantuan tersebut diserahkan, Senin (10 /05/2021 ) langsung kepada Ibu Anila disaksikan Najamuddin Anggota DPRD Lutim dan personil dari WIZ. Berkat bantuan KWH , kini rumah ibu Anila sudah tidak gelap karena lampu listrik bisa langsung menyala .
“Kebetulan kami punya program membantu warga kurang mampu untuk dipasangkan kWH, saya mohon selain ibu Anila ini saya butuh informasi jika masih ada warga lainnya yang kurang mampu kita bantu pemasangan kWHnya,” ungkap Tomy.
Tomy berharap dengan bantuan yang diberikan PLN Malili ini bisa membantu meringankan beban ibu Anila. Termasuk bantuan Sebako semoga ini bisa di bermanfaat digunakan Ibu Anila dalam menyambut lebaran Idul Fitri .
”Ini bu ala kadarnya sembako, meski ini belum bisa memenuhi semua kebutuhan ibu semoga ini bisa meringankan beban ibu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari .
Mendapat bantuan KWH dan Sembako, Anila lagi-lagi terharu dan beberapa kali tampak mengusap air matanya . Ia tidak
Light Up the Dream
--Bagian Dua Puluh Empat –
LAKSANA MIMPI MENIKMATI LISTRIK SENDIRI
Untuk meningkatkan semangat bekerja dari seluruh pegawai, perlu disiapkan sarana kerja yang memadai seperti tersedia kantor yang layak dan represestatif. Hal ini yang diusahakan pada Kantor PLN Unit Layanan Pangkep, UP3 Makassar Utara. Sebelumnya posisi kantor rendah, sehingga setiap hujan airmnya masuk dan kebanjiran, sehingga layanan ke masyarakat mengalami kendala dan kegiatan banyak yang terganggu.
Memperhatikan kondisi tersebut, pada tahun 2019 dilakukan renovasi dan baru bisa diselesaikan pada tahuin 2020. Acara peresmian penempatan kantor yang baru saja di renovasi dilaksanakan oleh dipimpin langsung oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu didampingi Senior Manager SDM & Umum PLN UIW Sulselrabar Mundhakir beserta Manager PLN UP3 Makassar Utara Yuli Ashaniais Ramadani, Manager PLN ULP Pangkep Riri Fajriah, Manager PLN ULP
174
menyangka dibulan Ramadhan ini kepedulian warga terhadap dirinya mengalir.
“Terima kasih pak sudah menyumbangkan kWH, sehingga saya tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara memasukkan listrik kerumahku. Demikian juga bantuan sembakonya ini sangat berarti sekali buat saya. Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih banyak,” ungkapnya penuh syukur.
Light Up the Dream
Maros Ahmad Amirul Syarif di Jalan KH Ramli No 2, Pangkep, Kabupaten Pangkaje dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Selama proses renovasi, kantor ULP dipindahkan dan menempati bangunan sewa yang terletak di depan jalan sehingga layalanan kepada masyarakat tidak terganggu, seperti yang disampaikan
Manager PLN UP3 Makassar Utara Yuli Ashaniais Ramadani. Proses renovasi gedung ini berlangsung selama 11 bulan.
Dalam sambutannya, Bapak Ismail Deu berharap dengan adanya kantor ULP Pangkep yang baru ini, pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan pelayanan masyarakat dan pegawai lebih semangat memberikan kontribusi positif serta inovatif serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Pangkep.
Sebagai rasa syukur atas selesainya renovasi kantor ULP Pangkep, dilanjutkan dengan penyalaan listrik gratis kepada dua pelanggan dengan daya 450 VA melalui program Light Up The Dream di Pangkep dan Maros.
Light Up The Dream merupakan program bantuan kepedulian dari pegawai, di mana setiap karyawan PLN menyisihkan pendapatannya untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu untuk mendapatkan sambungan listrik secara mandiri.
Light Up the Dream
175
Salah satu warga Pangkep yang mendapatkan bantuan yakni Sunu. Pria paruh baya berusia 50 tahun, yang sehari-harinya berternak sapi mengaku selama ini mengandalkan listrik dari tetangga karena tidak mampu untuk membayar biaya pasang baru listrik ke PLN.
“Jangankan untuk membayar biaya pasang baru listrik, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dirasa sulit, saya masih mengandalkan bantuan dari tetangganya. Rasanya seperti mimpi, bisa menikmati listrik sendiri dirumah. Terima kasih PLN,” ungkap Sunu terharu.
--Bagian Dua Puluh Lima==
DARI PALOPO NYALA BAHAGIA ITU HADIR
176
Program kepedulian Light Up The Dream yang diinisiasi karyawan PLN terus berlanjut. Pada hari Rabu tanggal 10 Maret tahun 2021, telah dilakukan penyalaan pelanggan Light Up The Dream pada rumah Bapak Fuddin di Jalan Nyiur Kota Palopo.
Penyalaan ini langsung dilakukan oleh General Manager PT PLN (Persero)
Unit Induk
Sulselrabar
Awaluddin Hafid disaksikan langsung Wakil Walikota Palopo Bapak
Rahmad Masri Bandoso, SRM SDM Bapak Mundhakir, Manajer UP3 Palopo Bapak Alimuddin, MULP Palopo Kota Bapak
Wilayah Bapak dan
Light Up the Dream
Ramadhoni Hazli dan pegawai di PLN UP3 Palopo serta beberapa pejabat Kota Palopo.
Pak Fuddin yang profesinya seorang tukang ojek konvensional itu dengan penghasilan tidak menentu merasa sangat bersyukur karena selama ini harus menyambung dari rumah tetangganya untuk bisa menikmati listrik.
Hari ini listrik sudah tersambung secara mandiri. Namun sayang sekali saat penyalaan tersebut pak Fuddin sedang berobat di puskesmas, sehingga yang menerima kedatangan rombongan penyalaan Light Up The Dream hanya istri dan orang tuanya di rumah sederhananya.
Selain itu Fuddin juga mendapat bantuan dari YBM berupa paket sembako. Pada proses tersebut, Bu Fuddin sempat berlinang air mata tanda bahagia dan haru saat menyaksikan listriknya dinyalakan oleh Pak Awaluddin dan Pak Walikota
Pak Wakil Walikota sangat berterimakasih kepada Pak Awaluddin Hafid atas kepedulian PLN dan antusias terhadap Program Light Up The Dream tersebut, karena disamping dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Tak hanya itu, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut.
“Ini contoh yang sangat bagus, membangun kepedulian untuk masyarakat yg membutuhkan, semoga semakin banyak masyarakat yg peduli dan gemar membantu sesama. Mari kita doakan agar PLN semakin maju dan berkembang dalam
Light Up the Dream
177
--Bagian Dua Puluh Enam==
MENEBAR SENYUM, MENGHADIRKAN TERANG
178
melayani dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bu Fuddin sangat berterima kasih kepada PLN yang telah memasangkan listriknya secara gratis dan memberi bantuan sembako.
"Terima kasih PLN, kami tidak menyangka kalau ada yang peduli terhadap keluarganya dengan memasangkan listriknya. Juga terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota yang telah berkenan datang ke rumahnya dan menyaksikan langsung kondisinya. Semoga program bantuan pemerintah juga segera diwujudkan dirumahnya,"ungkapnya penuh haru.
Dia menuturkan, jika pada kondisi pandemi ini menyebabkan penghasilan suaminya tidak pasti dan kehidupan makin sulit.
"Dengan adanya bantuan pemerintah dan PLN bisa mengurangi beban keluarga. Terima kasih PLN, terima kasih pak General Manager, terima kasih pak Walikota,"terangnya.
Dusun Pidara desa Ballapidara kecamatan Balla terletak di daerah pegunungan dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari Mamasa, dengan medan ekstrim melewati lereng-lereng pegunungan yang terjal. Perjalanan ke lokasi tersebut harus ekstra hati-hati karena jalanan masih tanah bercampur kerikil pemadatan dan banyak lubang.
Light Up the Dream
Daerah tersebut cukup berkembang, karena listrik PLN telah masuk ke lokasi tersebut sejak tahun 2012 lalu, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan untuk penerangan, keperluan rumah tangga dan berbagai keperluan lainnya.
Meski demikian, masih ada masyarakat yang belum bisa menikmati listrik PLN dirumahnya karena ketidakmampuannya untuk membayar biaya sambungan listrik, seperti yang dialami keluarga ibu Bura dan keluarga pak Barens.
Keluarga Ibu Bura adalah
seorang petani sederhana
yang kesehariannya bekerja
disawah. Pendapatan
utamanya hanya berasal dari
pekerjaan bertani. Ibu Bura
memiliki dua orang anak,
umur 10 tahun dan satu lagi masih bayi. Kondisi rumah beliau hanya berdinding papan dan beratap jerami.
Ibu Bura memanfaatkan kayu bakar utk memasak nasi. Selama ini, ibu Bura menggunakan penerangan dari turbin milik aparat desa setempat, dengan operasional terbatas.
Tapi semenjak bulan Juni tahun 2020 lalu, turbinnya rusak dan belum diperbaiki, sehingga hampir satu tahun penerangan dirumahnya menggunakan lampu pelita minyak tanah dan mayoritas penduduk di Desa Pidara merasakan gelap gulita setiap malam.
Light Up the Dream
179
Melihat kondisi rumahnya, ditambah belum tersambung aliran listrik PLN, pegawai PLN Mamasa yang sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan di lokasi desa Ballapidara menemui ibu Bura yang kebetulan sore itu baru pulang bekerja dan Pak Barens.
Setelah diskusi sejenak dan meminta bantuan melihat KTP nya, melakukan croscek melalui teman yang ada di kantor Mamassa dengan BDT TNP2K.
Setelah dipastikan masuk dalam BDT TNP2K segera didaftarkan untuk dipasangkan listrik secara mandiri melalui program Light Up The Dream.
Segera juga dihubungi beberapa pegawai dan TAD bersama sama membantunya, dan Alhamdulillah terkumpul sejumlah dana cukup untuk memasang listrik di dua rumah pelanggan tersebut.
Senyum hangat terlintas dari wajah ibu Bura dan kedua anaknya. Mereka akhirnya dapat merasakan kembali terangnya lampu dan hangatnya suasana rumah yang sudah lama tidak merasakan listrik. Ibu Bura sudah tidak lagi pakai lampu pelita karena listrik PLN sudah ada dirumah mereka. Ibu Bura berharap dengan adanya listrik dari PLN ini dapat bermanfaat bagi keluarga kecil mereka dan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.
“Terima kasih PLN, akhirnya kami bisa menikmati listrik dirumah,” ujarnya.
Light Up the Dream
180
--Bagian Dua Puluh Tujuh==
BAYANGAN ITU NYATA ADANYA KINI
181
Tentunya hadirnya listrik membuat karyawan PLN Mamasa senang dan berharap benar-benar dimanfaatkan oleh keluarga Ib Bura dan Pak Barens.
Rumah papan sederhana di pinggiran kota kecamatan Wonomulyo sore itu nampak lengang dan sepi. Sepertinya pemilik rumah sedang tak berada ditempat.Setelah sejenak menunggu, sang empunya terlihat datang dengan membawa sedikit barang didalam karung plastiknya.
Seorang nenek sepuh dengan usianya 62 tahun terlihat. Wajah beliau letih setelah seharian berjemur mencari nafkah dengan mengumpulkan bulir-bulir padi bekas penjemuran. Adalah Nenek Mani yang hidup sebatang kara, ada sanak saudara tetapi jauh tempatnya.
Setelah mempersilahkan masuk di rumah sederhananya, dengan ramah beliau bercerita tentang kehidupan sehari-harinya. Mulai dari tidak pernah sekolah sewaktu kecil dan hidup sendirian. Beliau tidak lancar berbahasa Indonesia,
sehingga saat bercerita mempergunakan bahasa daerah Mandar dengan dibantu terjemahan oleh tetangganya.
Light Up the Dream
Dalam keseharian, untuk penerangan dalam rumah beliau pakai lampu minyak. Dan untuk hidup sehari-hari beliau mengumpulkan gabah-gabah padi yang tercecer ditempat- tempat penjemuran padi.
Sesekali beliau menjual ubi dipasar dari hasil yang ditanam disamping rumahnya. Itupun menurutnya kadang tidak ada yang laku waktu dijual dipasar. Semua itu dijalaninya untuk menyambung hidup sebatang kara.
Melihat rumah sederhananya dipasangkan listrik secara gratis melalui program Light Up The Dream, beliau sangat berterima kasih sekali kepada PLN yang sudah memperhatikan dan diberikan bantuan pemasangan lampu gratis.
“Alhamdulillah, terima kasih PLN. Saya bersyukur sekali ada yang peduli dan perhatian pada orang tidak mampu,” ujarnya sambil memeluk petugas PLN sebagai tanda ungkapan syukurnya beliau.
Bahkan, Nenek Mani meneteskan air mata sebagai tanda haru dan bahagia atas semua ini. Beliau tidak pernah membayangkan akan adanya listrik dirumahnya. Dan kini Bayangan itu nyata adanya .
Hari ini PLN ULP Wonomulyo membantu pemasangan listrik Light Up The Dream 3 rumah :
1. Nenek Mani, alamat Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, dinyalakan juga 2 rumah warga lainnya :
Light Up the Dream
182
--Bagian Dua Puluh Delapan—
TERBIT TERANG, HATIPUN SENANG
183
2. M. Sail. Alamat: Dusun Kappung Toa, Desa Bonra, Kecamatan Mapilli. Pekerjaan : buruh panjat kelapa.
3. Nasri. Alamat: Dusun Bakkoko, Desa Mapilli, Kecamatan Mapilli. Pekerjaan : buruh harian lepas pembuatan batu bata.
Jalanan masih terlihat sunyi, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA. Mungkin saja karena hari ini hari Sabtu, sehingga banyak yang tidak masuk bekerja dan dalam suasana pandemik serta mulai diterapkannya PPKM di beberapa daerah.
Matahari bersinar cerah, menyambut hari hari bahagia yang dilewati. Sejenak mampir di kantor unit layanan untuk bertemu dengan teman yang pagi ini sedang bertugas melayani pelanggan.
Dg Tanga dengan ramah menyambut dan mengajak cerita terkait rencana sertifikasi yang hari ini akan dilaksanakan secara online. Ada juga Dg Gassing dan Dg Rella yang menceritakan kegiatannya dalam melayani masyarakat ditengah pandemic ini, dimana harus lebih waspada, tetap memakai protokol kesehatan serta menghindari kontak fisik dengan pelanggan agar semua terjaga.
Light Up the Dream
Mbak Nita dan Mbak Aziza memberikan informasi kalau ruangan sempit tempat rak telah ditata, dan disulap menjadi ruang pertemuan bagi milenial.
Dengan merubah dinding lapisan wallpaper, dipasang sepasang kursi dan ornament di pojok, kemudian dipasang dudukan busa dan karpet lantai berwarna-warni serta atap warna cerah menjadikan ruangan tampak lebih luas sangat nyaman untuk tempat cengkerama.
Berbagai pernik menghiasi sehingga nampak serasi. Mas Alit Khadafi dan Mas Ardianto yang pagi itu menemani nampak betah duduk disitu. Keren memang jadinya.
Ditempat berbeda, mobil terus meluncur melewati jalan kecil dipinggiran sawah yang menghijau untuk menuju Dusun Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takala. Nampak beberapa orang petani menyiangi padi disawahnya dengan telaten.
Rumput rumput yang tumbuh diantara padi dibuang agar tidak menggangu pertumbuhan padi. Hijau hamparan sawah mengingatkan masa kecil sering ke ladang untuk menggarap lombok dan tembakau. Sesekali sambil bergurau dengan mas Ardianto dan mas Agus Wahyu tentang kehidupan masa kecilnya di kampung.
Setelah melewati jalan poros, mobil berhenti di desa Paddingin di depan lorong kecil samping sebuah toko kelontong. Mbak Nita, Mbak Aziza dan Dg Tiro sudah menunggu di mulut lorong, untuk bersama-sama menuju rumah Pak Jafar.
Light Up the Dream
184
Jalanan lorong mengantarkan pada deretan rumah sederhana yang berada di pinggiran sawah. Dari beberapa rumah tersebut, ada satu rumah paling kecil yang dibangun dari kayu dengan dinding playwood yang sudah tidak utuh lagi dan lantai semen kasar tertutup tanah.
Dengan ramah penghuni rumah Bapak Jafar dan Ibu mempersilahkan kami duduk di sebuah balai yang terletak di depan rumah. Setelah sejenak berbincang santai, kami sampaikan maksud kedatangan rombongan untuk bersama-sama menyalakan listrik yang ada dirumah beliau.
Beliau bercerita, jika selama ini menikmati sambungan listrik dari menyalur tetangga sebelah untuk satu buah lampu. Tetangga kasihan melihat kondisinya yang belum bisa memasang listrik sendiri. Dan kemarin ada petugas PLN yang datang kerumah beliau untuk memasang instalasi 3 mata lampu, serta 1 stop kontak serta memasang meteran.
Ibu Jafar kaget dengan pemasangan tersebut karena tidak merasa mengajukan ataupun membayar ke PLN.
Hanya memang diakui kalau beberapa hari sebelumnya ada tetangga yang menanyakan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga untuk di cetak dalam data subsidi. Dan Ibu Jafar memberikannya karena memang sangat membutuhkan. Tetapi Ibu Jafar tidak tahu kalau untuk pasang listrik, apalagi Ibu Jafar belum punya uang untuk pasang listrik.
Light Up the Dream
185
Kepada petugas yang memasang instalasi sempat ditanyakan, bagaimana nanti kalau ada yang menagih pembayaran uang pemasangan karena belum punya uang sama sekali?. Hanya dijawab, nanti aka nada bantuan. Keluarga Pak Jafar masih bingung, bagaimana bantuannya dan bayar kekurangannya.
Setelah dijelaskan bahwa sambungan listrik tersebut gratis dari bantuan dari beberapa pegawai PLN yang menyisihkan penghasilannya secara patungan, Ibu Jafar dan Pak Jafar terdiam sambil berkaca-kaca matanya.
Beberapa masyarakat yang ikut hadir menyaksikan momen tersebut ikut terharu bahagia. Beliau terharu sekali melihat keiklasan pegawai PLN dalam membantu masyarakat yang kurang mampu, serta mendoakan agar semua pegawai PLN diberikan kesehatan, keselamatan, lapang rizki sehingga terus melayani masyarakat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Akhirnya mereka senyum gembira, karena sekarang listrik telah menyala.
Penyalaan listrik dilaksanakan oleh Mas Agus Wahyu bersama Ibu Jafar dan Pak Jafar serta didampingi Mas Alit Khadafi. Sementara Mbak Nita dan Mbak Aziza menyaksisakan dari kejauhan bersama warga sekitar.
Ucapan terima kasih berulang kali diucapkan oleh Bu Jafar yang diamini oleh Pak Jafar. Beberapa masyarakat yang ikut menyaksikan penyalaan mengucapkan hal yang sama, terima kasih serta mendoakan semua pegawai PLN.
Light Up the Dream
186
--Bagian Dua Puluh Sembilan—
TERANG KINI HADIR DI MADDENRA KULO
187
Saat perjalanan kembali ke Makassar, dilakukan diskusi singkat terkait pelaksanaan bantuan sambungan listrik pada masyarakat kurang mampu. “Coba diperhatikan kembali kondisi rumah tadi, bangunan sederhana dengan dinding yang tidak utuh lagi, lantai semen yang tertutup tanah lihat, perabotan yang sangat terbatas.
Beliau tadi cerita kalau penghasilan sebagai buruh tani yang tidak seberapa, sehingga tidak mampu untuk pasang listrik sendiri. Alangkah bersyukurnya kita yang diberikan Allah dalam kondisi lebih baik, mempunyai penghasilan tetap, diberikan rezeki diatas mereka. Saat listrik dinyalakan tadi, begitu bahagianya mereka, senyum hadir dalam wajah mereka. Masih kurang bersyukurkah kita dengan semua nikmat Allah. Masih pantaskah kita mengeluh ?. Begitu kami sampaikan sebagai bahan evaluasi dan untuk menyemangati bagi semuanya.
Hari itu dilaksanakan penyalaan listrik untuk masyarakat tidak mampu sebanyak empat pelanggan yakni, Jafar alamat Dusun Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Gode Dg Ngeppe alamat Dusun Paddinging, Kecamatan Sanrobone, S Dg Ngompo alamat Bonto Beru, Kecamatan Sanrobone, serta Mantasia Dg Kanang alamat Dusun Soreang, Kecamatan Mappakasungu.
Senyum sumringah terpancar diwajah Pak Basir, Warga Desa Maddenra Kecamatan Kulo. Bapak dari sembilan anak ini yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani kini sudah bisa bernafas
Light Up the Dream
lega, karena rumahnya kini telah terang berkat bantuan yang diberikan PT PLN Persero melalui ULP Rappang.
Pak Basir bisa menikmati listrik melalui program Light Up The Dream yang dihadirkan di rumahnya, Jumat (23/07/2021). PLN memberikan bantuan tersebut pasca berkordinasi dengan pemerintah setempat.
Hadirnya bantuan tersebut tentunya diharapkan dapat membantu anak-anak pak Basir dalam menjaga dan memelihara mimpinya, hubungan dengan stakeholder makin erat. Begitupun kepada teman-teman yang memberikan bantuan dilimpahkan keberkahan.
Pada hari itu, tak hanya PLN memberikan bantuan juga hadir Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidrap menyerahkan bantuan pembangunan Rumah kepada Pak Sabir.
Per bulan Juli 2021 PLN ULP Rappang telah memberikan bantuan listrik gratis melalui program Light Up The Dream kepada Tiga pelanggan kurang mampu antara lain Bapak Basir warga Desa Maddenra, Bapak Sarifuddin warga Desa Akakae dan Ibu Mammi warga Desa Kulo.
Light Up the Dream
188
BAB IV
MENYALAKAN MIMPI KE PENJURU NEGERI
Light Up the Dream
189
--Bagian Satu—
LISTRIK SUBSIDI UNTUK ALI DI BINJAI
190
“Mas Wisnu, Light Up The Dream merupakan program kepedulian sesama dari pegawai / mitra PLN untuk membantu masyarakat agar bisa menikmati listrik, sehingga nantinya dapat digunakan untuk menerangi rumahnya dan berbagai peluang usaha dalam meningkatkan finansial maupun ekonomis,” kataku menjelaskan program gerakan sosial tersebut.
Kataku, dengan adanya program ini pegawai bisa lebih dekat dengan masyarakat. Tak hanya itu bisa merasakan kebahagiaan serta lebih bersyukur lagi, untuk bisa melakukan yang terbaik dalam melayani masyarakat.
“Dalam program ini, pegawai yang berdonasi langsung bertemu masyarakat tersebut, melihat kondisinya dan ikut serta dalam penyalaan serta menyerahkan bantuan lainnya,”imbuhku lagi.
Usai membaca pesanku tersebut, kemudian Mas Wisnu menanggapinya. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nyuwun ngapunten (minta maaf) Pak Mun, baru kirim, karena lagi penanganan kondisi banjir di UP3 Binjai,”kata Mas Wisnu.
Usai menyampaikan kondisinya, Mas Wisnu mengirimkan informasi hasil kunjungan MULP Stabat ke rumah salah satu calon pelanggan penerima subsidi listrik terdaftar dalam data
Light Up the Dream
-- Bagian Dua--
LIGHT UP THE DREAM MENYAPA RANAH MINANG
191
TNP2K UP3 Binjai – ULP Stabat. Penerima tersebut atas nama Muhammad Ali berlokasi di jalan Desa Paya Rengas.
Lalu, dua hari kemudian Mas Wisnu memberikan kabar kalau penyalaan pelanggan telah dilaksanakan.
“Alhamdulillah, pak Mun. Matur suwun sanget (terima kasih banyak) atas bantuan dan inspirasi saking Bapak. Semakin menyemangati kami dan rencang rencang teng (teman teman di) Binjai. Salam sehat, salam sukses selalu & salam kagem keluarga,” katanya mengakhiri tugasnya menyalakan mimpi di daerah tersebut.
Sijunjung, terletak 120 KM dari Padang ibukota Sumatera Barat. Perjalanan melewati hutan dan pegunungan tinggi yang sangat legendaris Setinjau Laut, karena kelokan tajam dan kemiringan tinggi ditepi tebing terjal. 1 jam mengikuti alunan jalanan yang berkelok-kelok untuk sampai di Kayuaro, Kabupaten Solok, untuk selanjutnya melewati Kota Solok dan sampai di Sijunjung.
Sepanjang perjalanan didapatkan pemandangan yang sangat indah, panorama sangat asri, seperti yang ada di lukisan. Pegunungan dengan hutan yang masih terjaga, sungai mengalir dengan airnya yang jernih, sawah sawah yang menguning maupun baru ditanam. Daerah ini terkenal subur dan penghasil beras utama di Sumatera Barat, Bareh Solok.
Light Up the Dream
Manager Bagian Jaringan Mas Agung Ari Wibowo UP3 Solok menginformasikan kalau sudah terapasang tiga pelanggan dan satu pelanggan on progress.
“Insha Allah foto eviden segera dikirimkan. Dan untuk lebih menginspirasi yang lainnya, akan dibuatkan video pelaksanaan dan testimoni dari pelanggan
yang dinyalakan di ULP Sijunjung,” kata Mas Agung.
Tak hanya itu, kata Mas Agung, bersama rekannya video yang telah dibuat disebarkan dengan harapan dapat menginspirasi dan mengajak lainnya berbagi dalam program Light Up The Dream di Ranah Minang, UP3 Solok.
“Program yang sangat menyentuh, akan coba kami kembangkan lagi pak. Terima kasih atas support dan inspirasinya,”pungkasnya mengakhiri pembicaraan.
Usai menerima informasi tersebut, langsung kusampaikan rasa terima kasih pada Mas Agung dan timnya. “Terima kasih Uda Agung, semoga menjadi amal sholeh sampean sekeluarga dan tim ULP Sijunjung dan UP3 Solok. Allah memberikan balasan berlipat dan menjadi amal jariah,”ungkapku penuh syukur.
Light Up the Dream
192
---Bagian Tiga---
CAHAYA UNTUK MADRASAH GARUT
193
Walaupun Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Garut sudah mencapai 99% dengan 707.907 pelanggan per Mei 2021, ternyata masih ada masyarakat yang belum terpasang listrik di rumahnya.
Manager UP3 Garut pak Fauzan bercerita, jika masyarakat yang belum ada listrik tersebut umumnya berada di wilayah Garut bagian Selatan, bahkan beberapa desa disana masuk dalam wilayah kategori 3T (Daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan).
Disamping itu, kata dia, masih ada juga rumah ibadah atau lembaga sosial lainnya (madrasah, balai pengajia dan lain-lain) yang masih membutuhkan pemasangan listrik.
“Sehingga ketika kemarin kita mendapatkan donasi dari teman- teman tim Light Up The Dream, kita arahkan untuk penyalaan salah satu madrasah disini yang membutuhkan listrik. Pengurus madrasahnya sangat bersyukur dan mendoakan semoga para donatur diberikan ganjaran pahala yang besar oleh Allah SWT,”katanya.
Makanya, ungkap Fauzan, dengan kolaborasi bisa mewujudkan mimpi pelanggan disana. “Alhamdulillah, dengan kolaborasi dengan teman-teman melalui Light Up The Dream, amanahnya sudah dilaksanakan dan pelanggan sudah kita nyalakan,” ujarnya mengabarkan program tersebut kepada saya.
Light Up the Dream
--Bagian Empat—
BERBAGI DI KOTA SEJARAH, RENGAS DENGKLOK
194
Supervisor Transaksi Energi, Rengasdengklok Mas Ricky Fajar menuturkan, jika sedang mensosialisasikan program 3 T pada daerah yang belum terpasang listrik.
“Kami lihat beberapa calon pelanggan kondisinya tidak mampu, jadi kami sepakat bersama teman-teman untuk mencoba membantunya melalui program Light Up The Dream,”tuturnya.
Caranga dengan mengumpulkan bersmaa untuk biaya pemasangan instalasi, biaya penyambungan, SLO dan stroom awal.
“Alhamdulillah, tahap awal minggu ini sudah terpasang dua bulan pelanggan dan akan kami lakukan terus secara bertahap,”terangnya.
Dengan penuh bersemangat, Mas Ricky Fajar bercerita pada saya, jika teman-temannya merasa senang karena langsung terlibat dan menyalakan sendiri listrik untuk pelanggan.
“Ada rasa haru dan bahagia saat melihat pelanggan begitu senang saat listriknya dinyalakan. Pelanggan berterima kasih sekali pada PLN dan siap mendukung kegiatan PLN. Daerah yang sempat kami pasang sebelumnya sering ada kendala saat pemeriksaan kWh meter dan P2TL Alhamdulillah dengan adanya program yang menyentuh tersebut, kami menjadi lebih mudah masuk ke daerah daerah tersebut.”ungkapnya lagi.
Light Up the Dream
--Bagian Lima --
MENERANGI TANAH MATARAM KARTASURA
195
Dengan melihat seperti itu, terang Mas Ricky Fajar, maka pihaknya bersepakat dengan teman-teman dan difasilitasi juga oleh Manager ULP , untuk bareng-bareng membantu masyarakat dengan cara membantu penyambungan listrik sesuai kemampuan kami.
Di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah program Light Up The Dream (LUTD) menyapa warga disana.
Berkat komitmen jajaran manajemen PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kartasura, juga didukung penuh Manager ULP Kartasura, Mbak Valentina Husodo akhirnya menyalakan mimpi dimulai.
Di daerah tersebut ada enam warga kurang mampu mendapat bantuan listrik subsidi melalui program LUTD. Mereka adalah, Suradi, Suparman, Mislan, Suparno Marto Pawiro, Panut Pujo Raharjo dan Srini.
“Untuk lokasi calon Pelanggan sudah kami survey dan sudah kami daftarkan pasang barunya, saat ini kami masih menunggu tenaga instalatir untuk biaya instalasinya. Rencana hari ini baru akan
bertemu karena yang bersangkutan sejak kemarin sedang
Light Up the Dream
berada di luar kota, info selanjutnya segera kami sampaikan njih Pak,” kata Mbak Valentina, Manager ULP Kartosuro, menginformasikan pada saya rencana pelaksanaan LUTD tersebut.
Tak berselang lama, kemudian telah diinformasikan jika enam orang penerima bantuan sudah menikmati listrik. Proses penyalaannyapun berlangsung haru, disaksikan beberapa pegawai dan tenaga Alih Daya.
“Banyak dari pegawai PLN dan tenaga Alih Daya mengucap syukur, karena mengetahui kondisi pelanggan yang tak menikmati listrik. Namun kini pelanggan bisa menikmati dari hasil sumbangan mereka. Hal ini semakin membuat bersemangat memberikan layanan terbaik karena listrik menjadikan pelanggan bahagia,”tutur Mbak Valen.
Dia juga melaporkan, jika sebelumnya rumah kakak Mbok Siyem Pucangan juga sudah dinyalakan lewat program ini.
“Saat kami melakukan survey lokasi sebelum pendaftaran pasang baru, dimulai dari saat kami mencari lokasi yang akhirnya dibantu oleh warga sekitar hingga menemukan rumah calon penerima bantuan. Kemudian saat melihat kondisi warga yang kurang mampu tersebut hati merasa tergores, karena mendapati ditengah padatnya kehidupan perkotaan tetapi masih ada warga yang belum dapat menikmati listrik sendiri. Tak hanya itu, ada pula warga yang menyalur dari penerangan bekas pabrik sekitar,”paparnya.
Light Up the Dream
196
Lalu, ketika menyapa dan memberitahu akan adanya bantuan listrik untuk mereka, nampak raut bahagia dengan senyuman dalam wajah mereka. Baginya listrik inilah yang mereka nanti- nanti kan.
“Terima kasih Pak Mundhakir, kami ULP Kartasura banyak belajar arti berbagi, berbagi dalam kebahagiaan tentunya. Semoga Pak Mundhakir dan keluarga selalu dalam kelimpahan dan kebahagiaan. Karena program ini sangat bagus dan menyentuh langsung ke masyarakat, kami akan usahakan bersama teman-teman untuk bisa melaksanakannya secara rutin. Semoga dimudahkan semuanya dan menjadi amal kebajikan bagi semuanya.
Kemudian sayapun mengapresiasi atas komitmen teman- teman disana menjalankan program LUTD tersebut.
“Alhamdulillah, untuk pasang baru enam pelanggan sudah terpasang dan menyala lewat Light Up The Dream. Semoga menjadi amal sholeh ibu Valen sekeluarga dan teman-teman semua, serta mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT,”ucapku dan mendoakan seluruh tim disana.
Light Up the Dream
197
--Bagian Enam--
SECERCAH CAHAYA PEMBAWA BERKAH DI BOYOLALI
198
Rasa haru menyelimuti empat orang pelanggan PLN Bapak Sumarji, Bapak Triyono, Bapak Suhakso, Bapak Sukardi dan pengelola Mushollah Al- Muttaqin, di Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten
Boyolali. Mereka tak pernah menyangka akan memiliki listrik sendiri dirumahnya.
Termasuk dirasakan pula oleh Bapak Sukono, Ibu Purwaningsih. Juga listrik mbah Surati di daerah Musuk dan empat pelanggan lainnya di sekitaran Boyolali.
Mimpi tak lagi menyalur listrik ke rumah tetangga akhirnya terwujud berkat hadirnya program Light Up The Dream (LUTD) yang digagas sebelumnya dari PLN UIW Sulselrabar.
Warga tersebut tak dapat menikmati listrik secara mandiri dikarenakan kondisinya kurang mampu. Makanya, hadirnya LUTD menjadi berkah luar biasa bagi kehidupan mereka.
Manager ULP Boyolali, Pak Fery Marhabansyah menyaksikan langsung dalam setiap penyalaan listrik yang menjadikan momen sangat berharga bagi masyarakat. Termasuk, aparat kecamatan dan desa yang ikut menyaksikan penyalaan juga memberikan respon positif dan penghargaan tinggi.
Light Up the Dream
“Pelanggan pelanggan kurang mampu tersebut sebelumnya mengandalkan listrik dari nyalur tetangga. Karena menyalur dari tetangga, sering kali listrik mati-mati karena tidak mencukupi dayanya. Dengan adanya listrik secara mandiri, maka pemakaian bisa lebih leluasa untuk penerangan, pemakaian elektronik dan usaha minuman kecilnya. Hingga saat ini terealisasi 19 pelanggan yang sudah dibantu,”ungkapnya bercerita atas pelaksanaan program LUTD di daerahnya.
Pak Fery Marhabansyah bercerita jika antusias atas program ini sangat tinggi, tidak saja dirasakan penerima manfaat tapi juga aparat desa.
Bapak Sukono selaku penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian PLN.
“Terima kasih PLN, terima kasih juga pada Pak Fery sebagai pejabat yang rendah hati, santun, solutif, dermawan yang dengan sabar melayani dan menjelaskan layanan kelistrikan kepada masyarakat luas. Sambutan dan kata-kata beliau begitu sejuk didengar masyarakat,” ungkapnya haru.
Menerima informasi atas suksesnya program nyalakan mimpi, sayapun turut haru apalagi memang penerimanya sudah sesuai persyaratan.
“Terima kasih Pak Fery dan seluruh pegawai PLN, semoga semuanya diberikan sehat wal afiat, diberikan keselamatan dunia akhirat, diberikan kekuatan, kemudahan, makin sukses dan dalam lindungan Allah SWT. Matur suwun pak Fery,
Light Up the Dream
199
--Bagian Tujuh--
SEPERCIK CAHAYA, MENYENTUH HATI DI BUMI SUKOWATI SRAGEN
200
semoga menjadi amal sholeh bapak sekeluarga dan pegawai PLN serta mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT,”kataku.
Manager ULP Sragen Mahfud Sungadi menuturkan, jika program Light Up The Dream hadir di Sragen semula berawal dari inisiasi Bapak Mundhakir kepada dua orang warga kurang mampu dan terdaftar dalam BDT TNP2K, yakni Ibu Sikem beralamat di Dukuh Mojo Pringanom Masaran Sragen, R1T/450 VA dan Bapak Isromin, Dukuh Tarik Tunggul Gondang Sragen, R1T/ 450 VA.
Dari inisiasi tersebut kemudian beberapa orang Pegawai ULP Sragen ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan program itu, melihat realita di lapangan
membuat hati kami terbuka.
“Wajah bahagia dan penuh rasa syukur para pelanggan yang mimpinya terwujud untuk mendapatkan sepercik cahaya dari sambungan listrik PLN, tentu ini menyadarkan kami akan indahnya berbagi kebahagiaan,”ujar Mahfud Sangadi.
Light Up the Dream
Selepas dari kegiatan pertama itu. Kemudian kami diskusikan bersama teman-teman ULP Sragen dan kami sepakati Program Light Up The Dream kami lanjutkan.
Rupanya, selain dari para pegawai, ternyata para Tenaga Alih Daya juga cukup antusias untuk berpartisipasi.
“Alhamdulillah kegiatan penggalangan dana dan penyaluran kita lakukan rutin setiap bulan. Kami juga beberapa kali berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan TNI Polri dalam program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bangunan rumah yang telah diperbaiki kami lengkapi dengan sambungan listrik baru gratis, sehingga menambah kebahagiaan bagi masyarakat yang menerimanya,”katanya.
Atas kepedulian tersebut, para Pelanggan menyampaikan banyak terimakasih, semoga berkah untuk keluarga besar PLN dan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT.
“Dengan mengucap Bismillah, Program Light Up The Dream di ULP Sragen kami lanjutkan tipis-tipis. Hingga bulan ini terealisasi 15 pelanggan, dan akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah semua merasa senang dan bersemangat untuk berbagi dengan sesama, dapat memberi manfaat kepada masyarakat walaupun nilainya tidak seberapa, semoga membawa berkah dan membawa manfaat luas bagi layanan operasional di ULP Sragen,”ungkapnya.
Light Up the Dream
201
--Bagian Delapan--
DI TRENGGALEK, MENYALUR DONATUR RUMAH ODGJ
202
Tak ada yang mengalahkan rasa haru dan puas hari itu, ketika tim ULP PLN Trenggalek berhasil menyalakan sebuah rumah Dusun Jatirejo, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Menyalur donatur memberikan cahaya pada rumah itu merupakan bagian dari program Light Up The Dream, untuk membantu mereka yang tak mampu dan tak memiliki listrik.
Sepintas rumah itu seperti kebanyak rumah warga kurang mampu. Namun, betapa kagetnya ketika melihat penghuni didalam rumah milik Ibu Mulyati.
Rupanya penghuninya tak biasa, yakni pada penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODJG) sebanyak 74 orang.
Sebelum hadirnya listrik, Ibu Mulyati mengandalkan aki untuk penerangan di malam hari.
Atas komitmen bersama tim PLN ULP Trenggalek dan dikoordinasikan dengan pihak Camat setempat maka diserahkan bantuan. Makanya, saat penyalaan seluruh pihak terkait termasuk pihak kepolisian dihadirkan.
Manager UP3 Ponorogo, Redi Susanto menuturkan, bantuan ini jadi bagian dari program Light Up The Dream dari donasi karyawan PLN, tujuannya membantu warga kurang mampu agar bisa menikmati listrik.
Light Up the Dream
--Bagian Sembilan--
MENERANGI RUMAH PONI’A DI PASURUAN
203
“Semoga bermanfaat, kami sangat bersyukur bisa memberikan cahaya di rumah ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ibu Mulyati menjelaskan, jika bantuan listrik ini sangat berarti, karena tidak perlu lagi stroom aki.
“Terima kasih PLN, kami tidak perlu lagi stroom aki, penerangan lebih terang, lebih maksimal dan mengurangi pengeluaran. Semoga bisa membantu kami yang tinggal disini,” ungkap Ibu Mulyati berderai air mata.
Wajah Ibu Poni’a, warga Dusun Oro oro, Desa Sukorame, Kecamatan Sukorejo, Kabu[aten. Pasuruan, Jawa Timur berbinar-binar. Betapa tidak kerinduannya ingin memiliki penerangan mandiri dirumahnya akhirnya bisa terwujud.
Ibu Poni’a merupakan warga kurang mampu yang
sebelumnya
tersentuh
program
Namun,
Light Up The Dream yang sudah dicanangkan disejumlah daerah di Indonesia oleh PLN.
juga telah bantuan dari bedah rumah. berkat program
Light Up the Dream
Kii Ibu Poni’a bisa menikmati listrik, itu atas inisiasi dari pegawai PLN ULP Sukorejo Ibu Shirin Yusuf. Setelah berdiskusi dengan beberapa teman ULP dan melaporkan ke Manajer ULP, Bapak Dhani Kurniawan yang asli Salatiga kemudian dilakukan pendataan calon pelanggan tidak mampu dan masuk BDT TNP2K.
“Akhirnya proses pemasangan sambungan sistem paket dilaksanakan, beberapa material instalasi dibantu oleh pegawai lainnya, pemasangan dibantu salah satu BTL, jadilah penyalaan dilaksanakan. Rumahnya sudah ada listriknya,”papar Ibu Shirin Yusuf didampingi Bapak Dhani serta pegawai PLN ULP Sukorejo.
Dari penyalaan tersebut, Ibu Poni’a menyampaikan rasa terima kasihnya karena kebutuhan listriknya sudah terpenuhi. “Terima kasih PLN, saya sangat senang dan terharu dengan bantuan ini,”ungkapnya sumringah.
Melihat respon baik pelanggan, tentunya kian menambah kebahagiaan pegawai PLN yang saat itu ikut hadir bersama. Pengalaman yang membahagiakan saat bisa melakukan sesuatu yang membuat orang lain bahagia.
“Semoga menjadi amal jariah bagi bu Shirin Yusuf, pak Dhani dan teman-teman ULP Sukorejo, menerangi hati seluruh insan PLN dan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT,”doaku.
Berikutnya penyalaan dilaksanakan di rumah Pak Paiman, seorang duda yang hidup sebatang kara. Beliau menganyam bambu dibuat kerajinan untuk keperluan sehari hari. “Saya tidak
Light Up the Dream
204
--Bagian Sepuluh--
CAHAYA DI TANJUNG MATARAM
205
dapat memberikan apa-apa pak, selain ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada PLN atas bantuan ini” ujar beliau pada manajer ULP Sukarejo Bpk Dani Kurniawan.
Mbak Ni Nengah Parastia Andari akrab disapa Tya, bekerja di seksi Pelayanan Pelanggan dan setiap hari bertemu dengan bermacam pelanggan dan masyarakat. Disana banyak melihat masyarakat yang belum dapat listrik. Melihat kondisi tersebut, kemudian dia tergerak hatinya untuk ikut andil membantu apalagi semua hal yang sudah kita dapatkan berupa rejeki kenapa tidak menggerakkan kepedulian.
“Saya berinisiatif untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan akses listrik. Saya kira itu bagus, kita pegawai PLN bisa memberi manfaat bagi orang banyak, sambung teman yang lainnya,”katanya bercerita mula program Light Up The Dream dilaksanakan ditempatnya.
Dia melihat disana ada banyak masyarakat belum menikmati listrik, seperti pemungut sampah, ada petani penggarap, ada nelayan, pedagang asongan, ada buruh yang penghasilannya sangat kurang.
“Saya bersama teman-teman membantu memasangkan instalasi, membayar biaya penyambungan, SLO dan stroom awal,”ungkap Mbak Tya.
Light Up the Dream