Mereka yang mempunyai derajat atau kedudukan di masyarakat akan memperoleh tempat yang tinggi pula di pemakaman. Demikian pula masyarakat biasa. Mereka biasanya dimakamkan di barisan yang lebih rendah.
Dalam adat Toraja, ketika seseorang meninggal, akan diadakan upacara adat bernama Rambu Solo. Upacara ini merupakan upacara penghormatan kepada jenazah sebelum dimakamkan. Upacara ini akan dilakukan ketika seluruh anggota keluarga dari yang bersangkutan telah lengkap. Selain itu, biaya untuk melakukan upacara ini juga cukup besar karena harus menyembelih kerbau dalam prosesinya.
Kadang, karena alasan keluarga atau belum cukupnya biaya untuk upacara, jenazah akan disimpan selama bertahun-tahun di Rumah Tongkonan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Toraja memang sangat menjaga tradisinya.
Jalan licin setelah hujan menjadikan mobil harus berhenti di lapangan desa. Dengan didampingi Mas Vincen, Manager ULP Makale menyusuri jalan setapak dan dilanjutkan jalan pematang sawah untuk menuju rumah pak Julius Luther di Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Rumah lama yang belum jadi dan belum tahu kapan akan selesai dibangun. Beliau merupakan petani penggarap sawah yang ada di sekitarnya. Hasil yang tidak seberapa menyebabkan beliau belum mampu untuk memasang listrik sendiri. Untuk penerangan sehari hari masih mengandalkan pelita.
Light Up the Dream
106
--Bagian Enambelas--
KELAP KELIP BERKILAU DI KEBUN BAWANG
107
Pak Julius, hari ini dari PLN memasangkan listrik secara gratis di rumah Bapak hasil donasi teman-teman PLN Makale.
“Mohon bisa diterima pak ya.
Semoga bermanfaat bagi bapak sekeluarga. Mohon doanya agar kami senantiasa sehat wal afiat dan terus bisa melayani masyarakat dengan sebaik baiknya,”kata Mas Vincen pada pak Julius Luther.
Sesaat Pak Julius terdiam. Lalu “Saya harus ngomong apa pak, saya tidak bisa membalas kebaikan bapak. Terima kasih kasih PLN, terima kasih PLN, terima kasih PLN. Ini hadiah akhir tahun yang luar biasa yang tidak kami duga, tiba-tiba ada orang PLN memasangkan listrik tempat kami. Ini mungkin jawaban atas- doa yang senantiasa kami panjatkan. Terima kasih Tuhan, terima kasih PLN, terima kasih bapak bapak semuanya, Tuhan memberkati,”ujarnya terbata-batas menahan rasa harunya.
Dari kejauhan tampak temaram lampu pijar berwarna kuning berpendar membiaskan cahayanya. Lampu pijar itu berada tepat di tengah areal perkebunan bawang merah, di Desa Dulang, Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang.
Lampu pijar itu dipasang di atas sebuah tiang kayu sepanjang 1 meter sebagai penyangga, untuk memastikan posisinya lebih tinggi. Di areal pertanian bawang merah tersebut, tampak pria
Light Up the Dream
paruh baya tengah sibuk menyemai tanaman bawangnya. Sesekali dicabuti beberapa tanaman penganggu, lalu kemudian disimpannya dalam sebuah karung lusuh.
Jam menunjukkan pukul 19.00 Wita, waktu itu menjadi waktu sibuk bagi, Muhammad Jamil Jufri, 39 tahun, petani bawang merah asal Enrekang. Di atas lahan hampir 1 hektare tersebut, Jamil menggantungkan masa
depannya bersama keluarganya.
Pemanfaatkan penerangan lampu pijar dengan daya bervariasi mulai 5 watt hingga 10 watt. Bagi Jamil, hadirnya lampu pijar dengan memanfaatkan sumber listrik milik PLN bukan hal biasa. Sebaliknya, hadirnya lampu pijar tersebut menjadi hal luar biasa dalam memberi peran meningkatkan usahanya sebagai petani bawang merah.
Betapa tidak, sejak memanfaatkan lampu pijar tersebut lahan pertanian bawang miliknya terselamatkan. Tak sekedar selamat dari gelap gulita jika di malam hari, tapi terpenting lampu pijar tersebut mampu meningkatkan hasil panen bawangnya.
Lampu pijar tersebut mampu menjadi amunisi baru baginya dan sejumlah kelompok tani bawang merah di desanya. Sebab, lampu pijar memanfaatkan listrik PLN menjadi alat pengusir hama yang ampuh mengurangi hama yang selama ini menyerang tanaman bawang miliknya.
Light Up the Dream
108
Hama yang menyerang lahan pertanian bawang merah milik Jamil, berupa kupu-kupu yang bertelur jadi ulat, nah itu ulat yangmasukkedalambawang di daunbawang.Hamatersebut di dalam bawang kemudian memakan daun bawangnya makanya hasil bawang rusak.
Jamil bercerita, entah bagaimana nasib pertanian bawang merah miliknya jika tak mengenal teknologi lampu pijar yang diperkenalkan petani lainnya di desanya. Bisa jadi, hasil produksi pertaniannya merosot dan biaya operasionalnya melonjak tinggi.
Namun, berkat hadirnya listrik PLN dan inovasi pemanfaatan lampu pijar sebagai pengusir hama mampu merubah segalanya.
Dia menuturkan, sejak menggunakan lampu pijar tren penggunaan pestisida di lahannya menjadi berkurang, yang tentu efeknya mengurangi biaya operasional. Belum lagi, dari sisi hasil panen meningkat dan berdampak pula pada peningkatan pendapatan.
“Alhamdulillah biaya operasional berkurang untuk pemakaian racun, Biasanya untuk hama kadang kami menyemprot tiga kali dalam sehari. Sekarang itu alhamdulillah cuman biasanya kita menyemprot tengah hari, kadang kita lihat situasi kalau amanji dari hama mungkin besok lagi baru menyemprot, dua hari,” tuturnya.
“Sekarang sudah bisa pasang listrik untuk kebun bawang merah di Kampung Baru, Desa Bulo, setelah masukknya listrik desa dikampung kami," tutur Kepala Desa Bulo, Jasmin yang juga berprofesi sebagai petani bawang merah.
Light Up the Dream
109
Menurutnya, animo masyarakat terhadap pemanfaatan listrik dikebun-kebun bawang merah meningkat pesat, karena berkaca dengan desa-desa lain yang telah lebih dulu menikmati listrik PLN. Untuk itu, dia berharap dukungan PLN serta akses jalan yang memadai bisa terus diwujudkan karena berdampak kesejahteraan petani khususnya warga Kampung Baru, Desa Bulo yang meningkat.
Menyusuri kebun bawan sepanjang 13
sumber air sungai lebih dari 5 KM, sehingga pompa besar belum mampu untuk menarik air ke atas.
Pak Sudin tinggal sendirian dengan segela keterbatasannya. Hari ini tim Lakawan menyalakan listrik di pondoknya agar beliau lebih mudah dalam melaksanakan akifitas rumah tangganya termasuk memilah sayur hasil panen yang tidak seberapa. Beliau sudah lama menginginkan listrik dirumahnya, tetapi karena keterbatasan ekonomi yang membelitnya hingga saat ini belum bisa memenuhinya.
“Alhamdulillah, hari ini PLN memberikan sambungan gratis bersama dua orang lainnya di Lakawan, donasi dari pegawai PLN ULP Lakawan melalui sedekah Jumat yang dikumpulkan melalui celengan,”ungkap Pak Sudin.
KM
pada
kecil
ditepian ladang di Loppa. Daerah ini tidak masuk lokasi bawang karena jarak dengan
mengantarkan sebuah gubuk ukuran 4x5M
Light Up the Dream
110
--Bagian Tujuhbelas—
MEREKAHKAN SENYUM BU JAMI BALO-BALO
111
Memang bantuan itu berasal dari celengan shadaqah yang ada di Lakawan dan dibantu UP3 Pinrang, telah dipasangkan juga listrik tempat Pak Risan, Dusun Bolong, Desa Pandung Batu, Kecamatan Baraka, Pak Widianto, Desa Sumilan, Ibu Herlia Desa Sumilan, Pak Jari Desa Batunoni Enrekang. Serta dirumah Pak Sultan dan Pak Sukrianto, Dusun Kondongan, Desa Curio, Enrekang.
Kegiatan berbagi menjadi budaya baru yang ada di UP3 Pinrang termasuk ULP Lakawan.
“Insha Allah akan terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun operasional layanan PLN. Kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat, komunikasi efektif dengan pendekatan hati dan sisi kemanusiaan telah menghilangkan sekat, serta membangkitkan semangat kebersamaan untuk berbuat terbaik bagi masyarakat luas. Semoga Allah merahmati, memberikan kekuatan, memberikan kelonggaran rezeki dan terus membimbing kami semua. Indahnya berbagi, bahagia menyaksikan orang lain bahagia,”kata Manager ULP Lakawan UP3 Pinrang UIW SSTB, Muh Ridha Modeong.
Kawasan Danau Towuti merupakan salah-satu daerah wisata saat musim libur tiba dan merupakan lokasi wisata yang populer di Kabupaten Luwu Timur. Danau ini menjadi salah-satu danau yang menawan karena memiliki air tawar di dalamnya yang masih sangat jernih.
Light Up the Dream
Danau ini memiliki tiga pulau menawan di tengah danau yang luas yaitu Pulau Loeha, Pulau Bolong, dan Pulau Kembar. Danau Towuti sangat mengesankan karena kearifan lokal yang masih terjaga kelestariannya.
Sampai saat ini kita masih bisa berkaca di jernihnya air Danau Towuti. Kondisi air Danau Towuti yang hangat, serta sangat dalam semakin menambah daya tarik danau ini untuk
dikunjungi oleh wisatawan.
Tercatat sebagai danau air tawar terluas kedua setelah danau Toba di Sumatera
Utara, Danau Towuti memberikan jasa lingkungan pada ekosistem di sekelilingnya. Salah satu danau tektonik ini masih menyimpan misteri kedalaman permukaannya. Disini, terdapat 14 jenis ikan air tawar endemic Sulawesi Crocodylus Porosus dan Hydrosaurus Amboinensis.
Jika berkunjung ke Luwu Timur, tidak lengkap rasanya jika tak berkunjung ke Bulu Poloe. Tempat ini menjadi salah- satu destinasi wisata pilihan favorit dan recomended bagi kalian yang suka menyelam dan menikmati indahnya bawah laut, hamparan pasir putih yang halus serta suasana yang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan.
Pulau Bulu' Poloe merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di tengah laut, dikelilingi oleh pegunungan yang menambah indahnya destinasi wisata pilihan ini. Pulau cantik ini terletak di wilayah administrasi Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Keindahan aneka terumbu karang dan biota lautnya tidak kalah dengan wisata bawah laut di tempat
Light Up the Dream
112
lain. Biota di Bawah laut di sekitar Pulau Bulu’ Poloe yang belum tereksploitasi mengajak kita untuk berkenalan lebih jauh.
PLN ULP Tomoni UP3 Palopo melaksanakan kegiatan program Light Up The Dream untuk penyalaan pelanggan tidak mampu atas nama Ibu Jami di Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.
Mendengar kisah dari Ibu Jami membuat hati kami tergetar. Itu dikarenakan beliau sehari-hari hidup sendiri di usia yang telah lanjut usia.
Rumah yang terbengkalai yang dulunya akan direnovasipun tidak kunjung selesai dikarenakan suami beliau meninggal dan pembangunan pun terhenti. Dia pun tidak ingin merepotkan anak-anak untuk tinggal bersama dan lebih memilih tinggal sendiri di rumah yang dibangun bersama suaminya.
Senyum Bu Jami sebagai rasa syukur telah menjadi pelanggan PLN dan juga sebagai tanda terima kasih yang Insha Allah dapat membantu kesehari-harian beliau dan dapat menjadi ladang amal bagi insan PLN.
Tak lupa apresiasi perangkat Desa Balo-balo, terkait program PLN ini yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu yang ingin menikmati listrik dan berharap ke depannya program ini terus ada dan berkelanjutan.
Kami pun juga sangat berterima kasih kepada pihak desa yang sudah mendukung kegiatan ini dan mengenalkan kami dengan sosok Bu Jami. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari para pegawai dan Tenaga Alih Daya ULP Tomoni kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus sarana komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.
Light Up the Dream
113
--Bagian Delapanbelas --
CAHAYA DI TEPI MATANO
114
Tempat wisata di Luwu Timur yang wajib dikunjungi adalah Danau Matano yang menjadi danau terdalam di Asia Tenggara. Danau ini memiliki kedalaman 590 meter yang sekaligus menjadikannya danau terdalam ke-8 di dunia.
Tak heran jika danau ini menjadi tempat yang paling direkomendasikan untuk turis lokal maupun mancanegara. Danau ini juga termasuk danau purba yang umurnya sudah sangat panjang hingga jutaan tahun yang lalu.
Selain memiliki fakta mengejutkan perihal umur dan kedalamannya, danau ini juga memiliki keindahan yang menakjubkan. Anda bisa menghabiskan waktu dengan melihat hamparan air yang berpadu dengan birunya langit. Jika mau, wisatawan bisa berkeliling dengan perahu yang bisa disewakan. Atau Anda bisa melihat matahari tenggelam yang akan memberikan pemandangan eksotis. Belum lagi danau ini juga dihuni flora maupun fauna yang hanya bisa ditemukan disini.
Di lokasi ini, ada dua pelanggan yang tinggal tidak jauh dari Danau Matano dinyalakan listriknya melalui program Light Up The Dream. Bantuan dari pegawai ULP Malili. Kedua pelanggan tersebut sebelumnya memanfaatkan pelita untuk penerangannya.
Light Up the Dream
--Bagian Sembilan belas --
LASSE’BAMBANG BUAH LEGENDARIS MAJENE
115
Langsat (Lansium domesticum) merupakan salah satu jenis buah tropis yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Majene dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara terus- menerus. Berdasarkan data BPS tahun 2016 banyaknya tanaman langsat yang sudah menghasilkan di Kabupaten Majene adalah 31.200 pohon dengan produksi sebanyak 1.202,5 ton.
Kabupaten Majene sendiri memiliki langsat lokal yaitu Lasse’ Bambang yang merupakan salah satu buah legendaries yang terdapat di Desa Tande, Kecamatan Banggae. Popularitas buah tersebut terekam dalam lagu dengan kutipan “Lasse Bambangna To Tande”.
Menurut Hasnah, 54 tahun, penduduk asli Desa Tande asal usul nama Lasse’ Bambang itu sebenarnya berasal dari nama turunan seorang Raja. Lanjut diceritakan bahwa dahulu kalah di Desa Tande, Kecamatan Baggae, Kabupaten Majene dikenal ada 7 keturunanan dengan warnah darah (Cera’) yang berbeda- beda, diantaranya: 1. Cera’ maputih (Darah Putih); 2. Cera’ Mamea (Darah Merah); 3. Cera’ Magabu’ (Darah Biru); 4. Cera’ Malotong (Darah Hitam); 5. Cera’ Mariri (Darah Kuning); 6. Cera’ Mekkurarra’ (Darah Hijau); 7. Cera’
Majingga (Darah Jingga).
Light Up the Dream
Ambang merupakan anak keturunan maputih yang meninggal saat masih bayi. Ambang memiliki kulit yang putih dan halus. Tidak berapa lama setelah dikuburkan, tumbuhlah dua pohon langsat dikuburannya.
Langsat tersebut rasanya manis, buah besar dan agak lonjong, serta biji yang jarang ditemukan, atau biji biasanya. Dari situlah langsat tersebut berkembang yang akhirnya diberi nama lassekna ambang (langsatnya ambang). Jadi nama lasse’ bambang sebenarnya adalah lasse’ ambang.
Tanaman Lasse Bambang tersebut masih ditemukan di Dusun Purrau, Desa Tande kecamatan Banggae, kabupaten Majene. Tanaman langsat ini sudah mulai punah karena pengaruh alam (kemarau berkepanjangan), sulit dikembangkan dengan biji (karena tidak/jarang mempunyai biji) maupun dengan cangkok atau mata tunas. Selain itu, juga kalah bersaing dengan komoditas bernilai ekonomis tinggi, seperti kakao. Tanaman langsat di lokasi tersebut sudah tiga tahun tidak berbuah.
Di lokasi tersebut, PLN ULP Majene disaksikan Lurah Rangas dan perwakilan Camat Banggae mewujudkan mimpi masyarakat untuk menikmati listrik melalui program Light Up The Dream dengan menyalakan tiga rumah pelanggan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, yakni atas nama Mustar (sopir Bendi/delman), Muliadi ( Nelayan ) dan Kanawe ( Petani Garap)
“Semoga memberi berkah bagi pemberi bantuan dan amal sekaligus amal jariyah, menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,”ungkap Mustar dengan bahagia.
Light Up the Dream
116
--Bagian Duapuluh—
SADAQAH BERKAH DI BUMI MASSENREMPULU
117
Memiliki sebutan Bumi Massenrempulu atau daerah pinggiran gunung, tempat wisata di Enrekang memiliki pesona alam yang begitu menawan. Dengan luas wilayah mencapai 1.786,01 km2, Kabupaten Enrekang
dikelilingi oleh pegunungan dan bukit yang menyajikan nuansa alam dengan keindahan tanpa batas. Di sebelah Utara kebupaten Enrekang berbatasan dengan Tana Toraja, di sebelah Selatan dengan Kabupaten Sidenreng Rappang, disebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pinrang dan Tana Toraja, dan di sebelah Timur Kabupaten.
Pada mulanya, Kabupaten Enrekang adalah kerajaan besar bernama Malepong Bulan, lalu kerajaan ini bersifat Manurung dalam sebuah federasi yang menggabungkan tujuh kerajaan. Kerajaan ini dikenal dengan sebutan federasi Pitue Massenrempulu.
Dengan kondisi demikian, Kabupaten Enrekang kaya akan sejarah dengan berbagai objek wisata instagramable di dalamnya
Destinasi wisata alam yang satu ini menyajikan panorama alam nan eksotis dan pastinya instagramable. Lokasi wisata yang dikelilingi Gunung Bambapuang dan Gunung Nona semakin
Light Up the Dream
menambah keelokannya. Yang pasti ada banyak spot foto selfie keren yang wajib diabadikan satu persatu.
Mulai dari spot perahu, sarang telur naga, gerbang cinta, ruang tamu lengkap dengan sofanya dan spot kece lainnya yang unik. Ingin mendapati Milky Way atau momen Star Trail di Enrekang?. Maka jangan lupa berkunjung ke Bukit Dondeng. Bukit ini kerap juga dijuluki Mata Dewa oleh masyarakat setempat.
Di malam hari, tangkapan cahaya malam di sini akan tampak memukau bila kamu sedang beruntung, meskipun tidak mendapatinya kamu tidak perlu khawatir karena kerlap-kerlip kota Enrekang bisa kamu jadikan inspirasi lainnya.
Selain itu, baik pagi, siang, dan sore hari, objek wisata ini dapat menghasilkan foto instagramable. Destinasi ini cocok bagi kamu yang gemar hunting foto sembari menggelar tenda di atas ketinggian.
Di bulan ini, Alhamdulillah dana sadaqoh box UP3 Pinrang telah disalurkan kepada warga yang terdata belum berlistrik dengan kondisi pakai pelita melalui bantuan sambungan listrik gratis. Terdata sebanyak enam pelanggan di wilayah kerja ULP Enrekang, sehingga saat ini mereka sudah bisa menikmati listrik.
Penerima bantuan tersebut berada di Desa Lembang ada empat pelanggan, Desa Kaluppini satu pelanggan, Desa Tindalun ada dua pelanggan dan Desa Boiya sebanyak satu pelanggan.
Secara simbolis dilakukan penyalaan listrik penerima bantuan kepada Bapak Lari dan Ibu Siamak warga Desa Tindalun. Keduanya selama ini hanya memakai lampu sumbu unuk penerangan terutama saat matahari telah tenggelam.
Light Up the Dream
118
-- Bagian Duapuluh Satu--
MENABUNG HADIRKAN SENANG
119
“Semoga bantuan ini menjadi ladang amal jariah bagi semuanya dan memberikan dampak positif bagi layanan PLN. Terutama untuk kegiatan perampalan pohon dan kegiatan pemeliharaan preventif, karena daerah tersebut banyak terdapat pohon produktif milik masyarakat. Insha Allah berkah,” doaku.
Alhamdulillah telah dilakukan penyalaan listrik gratis melalui program Light Up The Dream untuk Ibu Safina. Senang rasanya bisa mewujudkan mimpi salah satu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita.
Ibu Safina seorang janda yang hidup seorang diri, dimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya hanya bergantung pada kedermawanan kerabat atau tetangganya.
“Semoga apa yang telah kita berikan bermanfaat bagi beliau dan menjadi ladang pahala serta berkah untuk kita semua,” demikian pesan whatsapp yang dikirim oleh Manager ULP Tellubocoe, Pak Said, setelah
melaksanakan kegiatan penyalaan Light Up The Dream untuk dua pelanggan di Tellubocoe.
Dia menjelaskan, jika setiap bulan diusahakan ada masyarakat yang disambungkan listriknya. Dengan bermodalkan iuran
Light Up the Dream
--Bagian Duapuluh Dua --
MA’GURU RI TASI’ DI BIRA
120
celengan, semua pegawai bisa berperan untuk membantu masyarakat.
“Karena bersama-sama, maka tidak terasa berat dan semua merasa senang,”kata dia.
General manager PLN UIW Sulselrabar, Bapak Awaluddin Hafid yang berkesempatan menyalakan listrik masyarakat kurang mampu melalui program Light Up The Dream di Tellue Boccoe sangat berharap bahwa program ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sambungan listrik secara mandiri, dapat terus dijalankan dan menjadi sarana efektif dalam berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat melalui pendekatan emphaty. Program kepedulian yang bersumber dari bantuan pegawai perlu dikawal dan dioptimalkan pelaksanaannya. Juga pegawai yang menyumbang sangat diharapkan untuk hadir saat penyalaan sehingga lebih mengetahui kondisi pelanggan dan masyarakat.
GM UIW Sulselrabar hadir didampingi oleh SRM Niaga Bapak Sudirman, SRM Perencanaan Bapak Pugi Wasi Jatmika, SRM Keuangan Bapak Agung Pujiono, SRM Distribusi Bapak M Taqwa, SRM SDM Bapak Mundhakir dan MUP3 Watampone Bapak Hafazah.
Wajah peserta itu begitu serius memerhatikan gambar pemandangan yang diperlihatkan pada sebuah kamera, lengkap dengan aksesorisnya. Sesekali terdengar bunyi
Light Up the Dream
jepretan dari sebuah kamera, kemudian berganti suara arahan pemateri.
Hari itu dilaksanakan Pelatihan Fotografi dengan Tema” Ma’Guru Ri Tasi’yang diselenggarakan oleh SJNR Creative di Pantai Bara-Bulukumba yang diikuti pegawai PLN.
Pelatihan ini diharapkan agar peserta dapat menguasai teknik- teknik fotografi maupun editing, sehingga menghasilkan karya yang dapat digunakan untuk berbagai peluang usaha dalam meningkatkan finansial maupun ekonomis.
“Pelatihan ini diharapkan agar
bisa bermanfaat dan menjadi
peluang besar dalam
mengembangkan potensi juga
dapat memberikan nilai tambah
baik finansial maupun ekonomis
yang bisa melahirkan sumber
pendapatan dan dapat berkelanjutan,” harapku saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan tersebut.
Dalam pelatihan ini peserta dibekali berbagai teknik mulai dari teknik fotografi, elemen kreatif editing, pencahayaan foto, pengambilan gambar serta pengoperasian drone. Respon para peserta atas diadakannya pelatihan ini sangat bagus.
Sangat disyukuri peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihannya dan berharap kedepannya akan lebih banyak pelatihan yang diadakan oleh PLN.
Harapan itu disampaikan Jaldiana, salah satu peserta pelatihan dari internal PLN.
Light Up the Dream
121
Menurutnya, pelatihan seperti ini agar rutin diadakan sehingga dirinya bisa terus berkembang dan inovatif dan dapat menghasilkan karya yang bisa digunakan untuk berbagai peluang usaha dalam meningkatkan finansial maupun ekonomis.
Hadir di Butta Panrita Lopi bukan sekedar mengasah skill pegawai PLN dalam dunia motret-memotret. Pada kesempatan itu pula dilakukan penyalaan listrik melalui Program Light Up The Dream di Desa Kalumpang.
“Pak, kita langsung menuju desa Kalumpang, tidak jauh dari sini untuk melaksanakan penyalaan listrik bagi masyarakat kurang mampu Light Up The Dream. Teman teman sudah menunggu di lokasi,” kata Mas Hendra Harianto, Manager ULP Kalumpang, menginformasikan ke saya.
Akhirnya rombongan bergegas ke lokasi tersebut bersama Manager UP3 Bulukumba Pak Leandra Agung, MB KSA UP3 Bulukumba Pak Abd Muthalib dan beberapa milenial yang bersemangat.
Sesampai disana terlihat rumah panggung tua dan kurang terawat. Rumah ini dihuni seorang nenek yang memang menjadi sasaran penyalaan pertama.
Bersama Kepala Desa dan perangkatnya menyalakan bersama listrik di rumah tersebut. sesekali perangkat desa memberi informasi kepada nenek pemiliki rumah, karena rupanya tidak paham bahasa Indonesia.
“Ucapan terima kasih, haru dan puji syukur kepada Allah atas karunianya, rumah ini bisa terang karena sudah terpasang listrik sendiri. Terima kasih kepada PLN Kalumpang yang telah
Light Up the Dream
122
mengusahakan adanya listrik untuk masyarakat kurang mampu tersebut, semoga memberi manfaat dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Bagi para donatur diberikan balasan berlipat dari Allah SWT,”ungkap nenek tersebut.
Rumah kedua berjarak sekitar 1 Km dari rumah pertama. Berada digang sempit ditengah kebun. Rumah panggung yang sudah lama, bahkan beberapa kayu sudah mulai jabuk. Hanya beberapa orang yang bisa menginjak lantai untuk menyalakan bersama.
Rasa bahagia menyeruak saat menyaksikan nenek tersebut berkata sambil terbata-bata menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih PLN yang telah berbuat baik pada kami, memasangkan listrik sendiri dengan gratis. Kami tidak perlu membayar apa- apa, tidak perlu mengurus apa-apa. Sudah dipasangkan, padahal kami tidak mengenal sebelumnya,”tuturnya.
Dilokasi tersebut saya bersama seluruh teman-teman PLN merasa sangat senang penerima manfaat bisa bahagia. Termasuk salut dengan antusias para perangkat desa, dimana kepala dusun, ketua RT/RW adalah mayoritas emak-emak semangat waktu mengantar melakukan survey ke calon pelanggan Light Up The Dream (LUTD).
Meski aksesnya dengan berjalan kaki, satu persatu kami memasuki rumah calon pelanggan. Mereka sangat senang dengan adanya bantuan dari PLN untuk warganya yang kurang mampu.
"Alhamdulillah pak PLN, terima kasih banyak bantuannya sama wargaku yang kurang mampu,"ungkap kepala desa tersebut.
Light Up the Dream
123
---Bagian Duapuluh Tiga---
MENEBAR BAHAGIA DI PINRANG
124
Mendengarkan penerimaan baik itu, tentunya teman-teman pegawai merasa sangat senang dan bersyukur masih dapat memberikan bantuan. Apalagi, kami sembilang orang pegawai komitmen untuk tiap bulan setelah gajian menyisihkan sedikit uang untuk membantu mendaftarkan warga kurang mampu untuk jadi pelanggan PLN, memberikan paket sembako, minimal satu pelanggan tiap bulan.
Bapak Syaiful Amar, SE selaku Kepala Desa Tri Tiro sangat gembira dan mengapresiasi PLN Kalumpang yang telah memberi perhatian, memberikan yang terbaik pada masyarakat tidak mampu di Tri Tio, sehingga bisa mengurangi beban, tidak gelap gelapan dan kesejahteraan meningkat.
Program Light Up The Dream terus mendapat respon positif dari pegawai. Bahkan melalui kegiatan Shodaqah Box yang dilaksanakan UP3 Pinrang selama delapan bulan, akhirnya mampu merekahkan senyum 20 pelanggan yang belum menikmati listrik sama sekali.
Program ini juga mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi di Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Enrekang.
Light Up the Dream
Realisasi sambungan dilaksanakan di beberapa lokasi kerja dari Unit Layanan Pelanggan se-UP3 Pinrang dalam kurun waktu lebih kurang delapan bulan diantaranya sebagai berikut :
1. ULP Watang Sawitto :
- 1 pelanggan (Desa Patampanua)
2. ULP Kariango :
- 1 pelanggan (Desa Watang Suppa)
3. ULP Enrekang :
- 2 pelanggan (Desa Tapong)
- 1 pelanggan (Desa Kaluppini)
- 2 pelanggan (Desa Tindalun)
- 2 pelanggan (Desa Lembang)
- 1 pelanggan (Desa Boiya)
4. ULP Lakawan :
- 1 pelanggan (Desa Sumillan)
- 1 pelanggan (Desa Tallung Tondok)
- 1 pelanggan (Desa Bolang)
- 2 pelanggan (Desa Curio)
- 5 pelanggan (Desa Parombean)
Banyak yang tergerak dalam program Light Up The Dream , magic kotak "Shodaqah Box" sangat luar biasa.
Diletakkan di pintu masuk bagian depan belakang gedung utama kantor PLN UP3 Pinrang dan 1 kotak di pos security, sehingga setiap pegawai yang masuk akan melewatinya. Masing-masing ULP se-UP3 Pinrang juga telah terdapat kotak "Shodaqah Box" yang diletakkan di tempat yang sering dilalui dan mudah diketahui oleh pegawai maupun TAD.
Setiap bulan box shodaqah akan dibuka dan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang belum berlistrik sesuai dengan yang termasuk dalam DTKS (Data Terpadu
Light Up the Dream
125
Kesejahteraan Sosial) maupun data BDT (Basis Data Terpadu) dari tim TNP2K. Saat penyambungan, pegawai secara bergantian ikut menyalakan langsung di lokasi untuk lebih mengetahui kondisi pelanggan dan mendapatkan banyak masukan dari lapangan.
Pemasangan juga diarahkan untuk daerah-daerah yang perlu perhatian lebih dalam operasionalnya, seperti banyaknya pohon masyarakat yang harus dirampal, banyak pelanggan yang membayar diatas tanggal 20, kesulitan saat
melaksanakan P2TL, atau daerah yang akan dilaksanakan PTT dan daerah perlu perhatian lainnya.
Melalui program shodaqah box ini, juga terbangun kebersamaan antara pegawai dan alih daya serta hubungan emosiaonal antara PLN dengan pelanggan, sehingga program program yang direncanakan dapat tereksekusi dengan maksimal.
Ide kreatif program ini berasal dari Ibu Rizky Ardiana Bayuwarty selaku Manager PLN UP3 Pinrang, yang bertujuan ntuk menggerakkan anggotanya agar gemar berbagi. Tentunya rasa bahagia mendapatkan respon yang positif dari pelanggan maupun masyarakat dan semua insan PLN bersemangat untuk membudayakannya.
Bupati Pinrang, Bapak H Andi Irwan Hamid saat mendapatkan laporan kegiatan tersebut sangat senang dan memberikan apresiasi tinggi. Ditengah kesibukan dalam melayani masyarakat dan pegawai sudah dilaksanakan pemotongan
Light Up the Dream
126
--Bagian Duapuluh Empat--
SINERGI UP2D, WUJUDKAN MIMPI DI KAJUARA
127
penghasilan untuk zakat 2,5% yang dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu termasuk ada juga yang disalurkan di Pinrang, pegawai masih berupaya membantu dengan menyisihkan penghasilannya untuk membantu memasangkan listrik bagi masyarakat kurang mampu. Ini luar biasa sekali, dan patut dijadikan contoh. Di PLN Pinrang dengan inisiasi Manajernya bu Kiki menyiapkan kotak sedekah, sehingga bisa terkumpul dan secara rutin untuk memasangkan listrik masyarakat kurang mampu. Sungguh sungguh luar biasa bu Manager, Wanita Tangguh ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan terkait dan menjadi amal jariah bagi segenap keluarga besar PLN serta menjadi contoh bagi instansi lainnya.
“Selamat bu Rizky dan seluruh jarajaran, semoga Allah SWT merahmati dan meridhoi segala niat baik kita. Semoga dengan adanya program ini akan membawa berkah bagi semua insan PLN, layanan PLN ke masyarakat dan pelanggan semakin meningkat dan semoga bantuan ini menjadi ladang amal untuk kita semua,”kataku memberikan ucapan selamat atas suksesnya program tersebut.
Kepedulian teman teman semua, akan sangat sangat berarti dan dikenang sepanjang masa..
Kolaborasi dengan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Makassar, PLN ULP Soppeng mewujudkan mimpi di Kajuara.
Light Up the Dream
PLN kembali hadir bagi masyarakat kurang mampu melalui program “Light Up The Dream” yaitu Listrik untuk Nyalakan Mimpi. PLN ULP Soppeng telah menyalakan secara simbolis harapan dan mimpi bagi tiga masyarakat di Kabupaen Soppeng, sehingga total sudah ada 13 masyarakat kurang mampu yang sudah dinyalakan listriknya di Kabupaten Soppeng. Manajer PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Soppeng Muhammad Reza Mulyadi langsung hadir dalam penyalaan listrik ketiga pelanggan tersebut.
Ketiga masyarakat di Jalan Kajuara Kabupaten Soppeng tersebut adalah Muh. Said, Mursalin, dan Sabardin. Rasa syukur terpancar dari wajah Sabardin salah satu warga yang mendapatkan bantuan pemasangan listrik.
“Terimakasih atas bantuannya, kami doakan PLN dapat semakin baik dan dapat semakin banyak membantu orang lain,” ucap Sabardin.
Di kesempatan yang sama Manajer PLN ULP Soppeng, Muhammad Reza Mulyadi yang hadir dalam penyalaan tersebut menuturkan, jika bantuan ini merupakan donasi dan kolaborasi PLN ULP Soppeng dengan PLN UP2D Makassar Bagian Elmekpro (Elektro Mekanik dan sistem Proteksi). “Kami mengucap syukur dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk menikmati listrik ini. Semoga bantuan listrik dan sembako ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Reza.
Menurutnya, program Light Up The Dream sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu khususnya di Kabupaten Soppeng
Light Up the Dream
128
--- Bagian Duapuluh Lima--
RUMAH TERANG, HATI SAKINAH TENANG
129
ini. "Kebahagiaan juga bagi kami karena dapat berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu, sekecil apapun apabila banyak dari kita yang turut membantu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan," pungkas Reza.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu, PLN ULP Soppeng kembali mewujudkan mimpi tiga masyarakat di Kabupaten Soppeng melalui program Light Up The Dream. Ketiga masyarakat tersebut adalah I Melle di Tana Belange, Sakinah di Totakka, dan I Muna (900 VA) di Paninccong.
Rona bahagia Ibu Sakinah terpancar saat petugas PLN datang ke rumah sederhananya. Di rumah dengan luas 3x3 meter persegi tersebut, Ibu Sakinah hidup sebatang kara. Kondisinya harus tidur di kasur sederhana dan makan seadanya dari donasi tetangga.
Beliau menyampaikan rasa syukurnya akhirnya ia dapat menikmati listrik untuk menjalani hidupnya dengan tenang sehari-hari. “Saya sangat berterimakasih atas bantuan ini, karena saya dapat mengaji dan beraktivitas di malam hari,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sakinah hanya mengandalkan listrik dengan menyalur dengan tetangga. Nenek yang gemar mengaji ini pun mengandalkan bantuan dari tetangga dan masyarakat sekitar untuk makan sehari-hari.
Light Up the Dream
Bakri salah satu seorang petugas lapangan PLN mengaku sangat bahagia dapat membantu Bu Sakinah. Walaupun di tengah keterbatasannya, Bakri turut membantu memasangkan instalasi di rumah tersebut secara gratis. “Sebelumnya saya prihatin dengan keadaan Bu Sakinah, karena beliau hidup sebatang kara dan tidak memiliki penerangan sendiri. Jadi saya berinisiatif untuk membantu memasangkan instalasi dan mengajukan bantuan Light Up The Dream kepada teman-teman PLN ULP Soppeng,” tutur Bakri.
“Alhamdulillah teman-teman merespon baik dan membantu dari sisi biaya pemasangan kWh meternya. Saya sangat berbahagia dapat turut membantu Bu Sakinah untuk menikmati listrik dan semoga berkah,” pungkas Bakri.
Ditengah kondisi seperti ini, PLN sebagai perusahaan penyedia ketenagalistrikan sangat mendukung program yang bersifat membantu masyarakat kurang mampu. PLN berharap, ke depannya lebih banyak masharakat kurang mampu yang dapat dilistriki dengan program ini.
Light Up the Dream
130
BAB III
WUJUD SYUKUR, MENEBAR ASA MEMBAGI RASA PEDULI
Light Up the Dream
131
Ajang Inspirasi big show yang digelar oleh PLN Pusdiklat, memunculkan banyak ide-ide segar dan menginspirasi bagi pegawai PLN maupun masyarakat. Dari berbagai unit mengikuti kegiatan ini, saling berlomba dengan berbagai ragam cerita. Masing masing menampilkan sisi positif dan dampaknya bagi layanan, operasional, pengembangan SDM maupun citra perusahaan. Dengan gaya bebas dan paling menarik ditampilkan.
Tidak ketinggalan, program kebahagiaan Light Up The Dream diikutkan dalam program inovasi tersebut untuk kateagori dua.
Untuk menyebarluaskan program kebahagian tersebut, kami di PLN UIW Sulselrabar memanfaatkan platform media sosial memperkenalkannya. Mulai dengan menggugah pembaca dengan mengingatkan betapa pentingnya mewujudkan mimpi orang lain, sehingga bisa berguna dan bermanfaat.
Demi memudahkan pemahaman akan program Light Up The Dream kami melampirkan laman yang bisa diakses di http:/bit.lyinfestPLN184, termasuk mengajak untuk bergabung dalam group Whatsapp.
Tidak sampai disitu saja, agar program inovasi ini bisa mendapat tempat pada event big show INFEST 2020 INSPIRATOR 184, kamipun mengajak netizen agar mengklik dan registrasi karena dengan cara itu pembaca sudah satu langkah ke depan mewujudkan mimpi seseorang.
Demikian bunyi pemberitahuan yang dikampanyekan Mas Franklin Ginter dan Mas Amirul Syarif melalui media sosial
Light Up the Dream
132
(medsos) menyebar luas diberbagai group milenial yang ada, sehingga dalam waktu singkat telah tergabung 189 orang.
Respon luar biasa tak hanya di kehidupan sehari-hari karyawan PLN, program Light Up The Dream juga terpilih menjadi pemenang II dalam ajang big show INFEST 2020.
Nilai Akhlak
Realisasi Pelaksanaan Light Up The Dream
Manfaatnya, setelah mereka banyak tahu tentang program sosial tersebut banyak unit lain di luar UIW Sulselrabar yang melaksanakan kegiatan ini. Bahkan, dalam setiap kegiatan yang melibatkan pihak eksternal maupun acara seremonial, unit
Light Up the Dream
133
--Bagian Satu--
TERANG ITU HADIR BAWA BAHAGIA SETELAH 75 TAHUN
134
menjadikan salah satu rangkaian kegiatan dengan penyalaan light up the dream.
Bahkan sebagai wujud syukur atas pencapaian sebuah prestasi, karena kemudahan yang diberikan Allah, akan ditandai dengan penyalaan Light Up The Dream. “Semoga akan terus menyebar luas dan menjadi budaya yang memberi manfaat sesama,” doaku.
Dedikasi PLN menghadirkan program Light Up The Dream bagi warga kurang mampu terus diwujudkan. Tak mengenal susahnya medan yang harus dilewati, semua itu tak menjadi soal asalkan masyarakat bisa menikmati terang dirumah mereka.
Tak lagi harus merogoh kocek besar menyiapkan terang, agar kediaman mereka semarak. Jika dahulu genset menjadi penopang utama menerangi rumah, kini semua berubah sejak program Light Up The Dream hadir dirumah warga di Kampung Pandang Lau, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.
Kampung ini merupakan salah satu kampung terpencil di Kabupaten Pangkep, yang terletak di muara sungai Pangkajene. Meski berada di Kecamatan Pangkajene yang notabene ibukota Pangkep, namun untuk mencapai kampung
Light Up the Dream
yang dihuni ratusan kepala keluarga ini harus menyesuri sungai Pangkajene. Akses darat hanya pematang empang bisa dilalui dengan jalan kaki selama dua jam.
Kini rumah warga disana telah gemerlap dengan hadirnya lampu. Momentum bahagia itu mulai dirasakan warga sejak dilakukan penyalaan listrik bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) medio 27 Oktober 2020 silam.
Akses pembangunan jaringan listrik ini membutuhkan tenaga extra, dikarenakan mobilisasi yang terbatas untuk pemancangan tiang serta drop material kelokasi yang melewati empang dan jalan akses hanya dilewati oleh pejalan kaki.
Rona bahagia terpancar diwajah seluruh warga disana, betapa tidak untuk meresmikan penyalaan listrik secara perdana sejumlah petinggi daerah ini hadir. Tidak saja GM PLN UIW Sulselrabar Ismaul Deu, tapi juga hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman dan juga Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid. Mereka bahagia, senang tiada terkira.
##Speedboat Mogok, Tak Halangi Langkah Wagub
Sangat terharu saat peresmian Jaringan listrik desa dimana dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaeman, Bapak Bupati Syamsuddin Hamid, General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar Bapak Ismail Deu, Senior Manager SDM & Umum Bapak Mundhakir, Manager UP3 Makassar Utara Ibu Yuli Ashaniais, Manager UP2K
Light Up the Dream
135
Sulawesi Selatan Bapak Syaifuddin, Manager ULP Pangkep Ibu Riri Fajriah juga beberapa Forkopinda dari Kabupaten Pangkep.
Pejabat berkumpul dirumah jabatan Bupati Pangkep untuk menunggu kedatangan Wakil Gubernur H Andi Sudirman Sulaiman tiba. Bupati Pangkep Syamsuddin, asyik bercerita dan berkoordinasi dengan beberapa pejabat yang hadir termasuk dari PLN. Setelah menunggu sekitar 45 menit, kemudian rombongan wakil gubernur tiba dan langsung menuju pelabuhan speedboat yang ada di seberang Rujab Bupati.
Perlahan tapi pasti speedboat meninggalkan pelabuhan menuju ke lokasi peresmian listrik di Tanjung Pandang yang terletak di Muara sungai. Perjalanan diperkirakan sekitar 40 menit normal.
Karena bersebelahan duduk dengan Wakil Gubernur, dimanfaatkan untuk berdiskusi pemanfaatan listrik untuk meninkatkan ekonomi masyarakat. Mulai dari pengairan sawah, dimana listrik dimanfaatkan untuk pompa-pompa air yang ada disawah sehingga kebutuhan air terpenuhi dengan biaya lebih murah, petani sawah tadah bisa panen tiga kali dalam setahun.
Listrik juga dimanfaatkan untuk budidaya bawah merah yang ada di Lakawan Kabupaten Enrekang. Petani bawang memanfaatkan listrik untuk pompa dan lampu penjebak hama, sehingga tidak perlu lagi pakai jarring. Dengan metode ini petani bisa meningkat pendapatannya hampir 60%.
Light Up the Dream
136
Listrik juga dimanfaatkan untuk budidaya buah naga, dengan sistem penyinaran ultra violet. Dampaknya buah akan ada terus tidak mengenal musim, lebih banyak buah pada setiap helanya dan lebih besar buahnya, sehingga petani mendapatkan tambahan penghasilan berlipat.
Untuk industri pengolahan padi, pemecah batu, sandaran kapal sudah banyak yang memanfaatkan listrik sehingga biaya yang dikeluarhan semakin kecil, keuntungan menjadi meningkat.
Asyik bercerita, tiba-tiba dikejutkan suara gaduh karena speedboat mogok. Semua jadi panik. Speedboat yang ditumpangi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mogok.
Alhasil menjadi terombang ambing di muara sungai arah lautan lepas. Ditambah cuaca mendung dan khawatir akan segera hujan.
speedboat
Basarnas segera menghampiri, beberapa pejabat segera pindah speedboat untuk meneruskan perjalanan. Sementara yang lainnya menunggu
speedboat bantuan lainnya datang.
Setelah tiba di lokasi, acara peresmian masuknya listrik dilaksanakan. Masyarakat bersukacita menyambut Wakil Gubernur Sulawesi Selatan berserta rombongan, begitu
Untunglah dari tim Pangkep
Light Up the Dream
137
bahagia dan terharu karena untuk pertama kalinya dikunjungi pejabat.
“Mereka sudah merindukan listrik sekitar 75 tahun lamanya," kata Syamsuddin A Hamid Bupati Kabupaten Pangkep.
Wakil Gubernur dan Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas pembangunan jaringan listrik yang merata untuk seluruh wilayah kerja propinsi Sulawesi selatan termasuk yang ada di Tanjung Panda.
Dengan beroperasinya jaringan listrik ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang ada di Pandang Lau yang sehari-harinya sebagai nelayan dan mencari ikan sangat kewalahan untuk menyimpan hasil tangkapannya.
Hadirnya listrik maka akan memudahkan dalam penyimpanan hasil tangkapan dan meningkatkan nilai jualnya, sehingga ekonomi masyarakat juga akan meningkat.
“Kemarin-kemarin masih memakai mesin listrik genset hanya menikmati selama 5 jam sehari, menyala jam 6 sore mati jam 11 malam, dengan masuknya PLN di kampung ini alhamdulillah kami nikmati listrik 24 jam non stop. Warga Kampung Pandang Lau mengucap banyak terimah kasih kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Bupati Pangkep, terima kasih kepada PT PLN Persero yang juga memperharikan masyarakat kami,” Kata Kepala Kampung Pandang Lau.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar Ismail Deu menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah propinsi Sulawesi Selatan yang dengan
Light Up the Dream
138
--Bagian Dua--
UNGKAPAN SYUKUR NIHIL TUNGGAKAN
139
semangatnya ikut turun langsung kelapangan untuk meresmikan Listrik di Desa Pandang Lau.
Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3.65 Kms yang dibangun melewati pematang empang, sehingga mobilisasi material dilakukan dengan tenaga manusia. Dengan dukungan stakeholder semua bisa teratasi, sehingga pelanggan ±90 Kepala Keluarga (KK) bisa terlayani.
Tak pernah terbayangkan dalam sejarah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mawasangka UP3 Bau Bau, karena pada 18 Desember 2020 mampu mencatatkan prestasi gemilang dengan nihil piutang atau tunggakan pelanggan. Tentunya apa yang diraih ini bukan kerja sendiri, tapi kerja bersama tim yang solid dan berdedikasi.
Atas raihan tersebut, bukan sebuah pesta pora yang dihadirkan dengan bersenang-senang. Sebaliknya, komitmen kepedulian diwujudkan pegawai PLN ULP Mawasangka UP3 Bau Bau dengan melaksanakan program berbagi Light Up The Dream.
Menyalakan listrik bagi masyarakat tidak mampu yang telah lama dinanti, dimana untuk program awal ini ada tiga pelanggan yang berkesempatan menikmatinya.
“Rasanya kami tidak percaya bisa mewujudkan ini. Baru pertama dalam sejarah rekening bisa nihil tanggal 18 Desember.
Light Up the Dream
Ini merupakan karunia besar dan kebanggaan bagi kami semua di ULP Mawasangka maupun UP3 Baubau. Kami dan teman- teman selalu menekankan bahwa "Kesuksesan Tidak Menemukanmu, tapi Kami yang harus keluar meraihnya, "ungkap Pegawai PLN UP3 Baubau, Pak Dahniar, sumringah.
“Kado yang indah laksana mawar yang merekah
Mewangi semerbak yang menggugah.
Dari rajawali ULP Mawasangka yang terbang gagah
Wujud kepedulian dan antusiasme yang tak pernah surut dan pantang pulang sebelum Nihil
Semoga semua menjadi lebih berkah”.
Manager UP3 Baubau, Agus Susanto bersama rombongan yang hadir langsung dalam penyalaan listrik pelanggan kurang mampu sebagai bentuk penghargaan atas prestasi fenomenal yang di raih ULP Mawasangaka, dalam program ‘Light Up The Dream” menuturkan, jika untuk memulai sesuatu butuh setitik keberanian dan menyelesaikannya butuh jiwa yang kuat. “Kekompakan tim, semangat tinggi untuk menorehkan prestasi dan kemudahan dari Allah SWT semua dapat diraih dan menjadikan semua lebih berarti. Senyum bahagia pelanggan saat menyampaikan rasa suka citanya,”tuturnya.
Pelanggan yang mendapat bantuan tak pernah membayangkan akan menikmati listrik dengan kehidupannya yang serba kekurangan. Apalagi kesehariannya yang hidup berdua dengan cucunya, yang hanya mengandalkan dengan
Light Up the Dream
140
-- Bagian Tiga--
TUNTAS SEBELUM BATAS PEMBAYARAN
141
membantu tetangga menjadi buruh cuci baju. Itupun hasilnya untuk makan sehari hari.
“Terima kasih PLN, semoga ini dapat menjadi amalan baik,” ungkap pelanggan tersebut, disampaikan petugas PLN dalam laporannya pada saya.
Tak dipungkiri segala wujud bantuan ke pelangga bisa diwujudkan atas dorongan kuat ingin membantu sesama yang membutuhkan.
“Semoga kepedulian pada masyarakat yang membutuhkan menjadi amal jariah bagi Pak Dahniar dan Tim Mawasangka, Pak Agus Susanto MUP3 Baubau dan segenap jajaran serta donatur, akan menjadi amal jariah. Segenap insan PLN dilembutkan hatinya, dilapangkan rezekinya, diberkai kehidupannya, dilipatgandakan balasannya, menjadi penerang dialam kubur nanti,” ungkapku menyemangati tim PLN disana.
Rasa syukur diungkapkan tim ULP Pekkabata atas konsistensinya dapat menutup tahun 2020 ini dengan nihil diluar kogol 1 di tanggal 19 Desember 2020.
“Terima kasih kepada jajaran manajemen UP3 Pinrang dan UIW Sulselrabar, serta rekan-rekan se-UP3 Pinrang atas support dan doanya sehingga kami dapat bekerja secara maksimal. Sebagai rasa syukur kami kepada Allah Tuhan semesta alam atas semua
Light Up the Dream
--Bagian Empat--
USAHA TAK AKAN MENGKIANATI HASIL
142
kemudahan dan karunia yang diberikan, maka diwujudkan dengan sedikit berdonasi kepada masyarakat dalam program Light Up the Dream,” ungkap Ibu Mega, koordinator di PLN ULP Pekkabata yang kerap disebut srikandi evaluator dan pendorong biller.
Untuk itu, dia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Mundhakir dan Ibu Rizky Ardiana sebagai inspirator dan seluruh jajaran manajemen yang sudah memberikan support terbaik Mas Abi. Manager ULP Pekkabata Mas Muh Sholikin Al Rajabi dengan bangganya melaporkan.
“Ini juga wujud syukur kami, karena bisa konsisten tuntas sebelum batas pembayaran selama tahun 2020, sehingga tidak ada pelanggan yang terkena pemutusan atau bayar biaya keterlambatan,”tuturnya lagi menyampaikan kabar baik ke manajemen PLN.
Atas niat baik itu, sayapun menyampaikan rasa terima kasih dan support atas keberhasilan tim tersebut yang luar biasa dalam menata dan mengelola piutang pelanggan sehingga tidak ada yang tersisa.
“Kami salut akan kegigihannya. Semoga akan menular ke unit PLN lainnya,”papar saya menyemangati.
Light Up the Dream
Tentunya usaha tak akan menghianati hasil. Demikian ungkapan itu kerap dilontarkan untuk menyemangati seseorang dalam berusaha. Sebagai seorang hamba, seorang manusia berkewajiban untuk melakukan usaha secara sungguh sungguh, dengan cara terbaik, menggunakan strategi paling jitu, memakai peralatan paling canggih, kompetensi SDM paling unggul, monitoring dan evaluasi dengan teliti, mitigasi resiko dan menejemen modern ataupun dengan segala keunggulan yang dimiliki, tanpa kenal menyerah untuk mencapainya. Inilah bentuk ikhtiar dan tawakkal kita. Bersungguh sungguh itulah kata kuncinya. Sedangkan hasil sesungguhnya hak mutlak Sang Pencipta. Setelah kita berusaha, dan memohon kepada Sang Pencipta untuk diberikan kekuatan, kemudahan dan hasil maksimal, insyaallah akan dikabulkan oleh Allah.
Hal inilah juga dirasakan teman- teman di ULP Lakawan, hasil konsisten
hatinya, dilapangkan rezekinya,
dimudahkan prosesnya sehingga bisa lunas semuanya. Karena kesadaran akan kemudahan dan rahmat Allah, maka mereka mewujudkan rasa syukur dengan melakukan penyalaan listrik Light Up The Dream.
Alhamdulillah berkat kerja cerdas dan penuh semangat Supertem ULP Lakawan didukung support dari Manajemen UP3
nihil di
Desember
kemudahan
Pelanggan
dibaikkan koordinasinya,
tanggal 20 karena dari Allah. dibukakan
Light Up the Dream
143
--Bagian Lima--
BERBAGI LEBIH BERMAKNA
144
terkhusus Ibu Rizki Banyuwarti serta Bpk Ismail Deu selaku GM SSTB, pada tanggal 20 Desember kami dapat konsisten Nihil piutang semua kogol kecuali Kogol 1. Sebagai wujud syukur kami ini melaksanakan penyalaan pelanggan kurang mampu dalam program Light Up The Dream kepada Bpk Lamang di Bolang Selatan Alla Kab Enrekang, laporan Mas Ridho Modeong, MULP lakawan.
Kesadaran yang tinggi dan keyakinan yang kuat, sehingga hasil terbaik mengiringi. Indahnya berbagi, bahagianya melihat saudara lain bahagia telah merasuk dan menjadi puncak dari prestasi. Semoga menjadi amal jariah dan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT. Kebanggaan bersama Tim Beringas Lakawan.
Pun rasa syukur juga dirasakan ULP Malili karena mampu meraih prestasi nihil tunggakan pada semester II diluar kogol 1. Agar pencapaian memiliki makna yang sesungguhnya, merekapun mewujudkannya dengan penyalaan listrik gratis dua pelanggan program Light Up The Dream. Kedua pelanggan tersebut masuk dalam BDT TNP2K yang belum berlistrik.
Sebelumnya kedua pelanggan tersebut memanfaatkan listrik dari menyalur ke tetangga, karena belum mampu untuk memasang listrik sendiri. Kedua pelanggan itu bisa menikmati listrik gratis hasil kegiatan rutin bulanan, yaitu bantuan
Light Up the Dream
--Bagian Enam--
TAK KENAL LELAH UNTUK BERHASIL
145
pemasangan listrik dari hasil patungan celengan seluruh pegawai, menjadikan apa yang diraih menjadi lebih bermakna.
Setiap bulan pegawai menyisihkan penghasilannya untuk tabungan / celengan dan dihimpun untuk selanjutnya diwujudkan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum mempunya listrik. Mereka sadar betul bahwa prestasi apapun yang diraih besar sekali campur tangan dari Yang Maha Kuasa, dan perwujudan rasa syukur yang terbaik adalah dengan membantu sesame yang membutuhkan. Semoga lebih berkah, membahagiakan dan lebih bermakna.
Bersatu bersama bersinergi dan berkolaborasi, tentunya jika dikerjakan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang diharapkan. Kondisi ini sangat diterapkan oleh TIM ULP Panakkukang diperkuat sokongan dari UP3 Makassar Selatan dan UIW Sulselrabar. Hasilnya usaha yang dilakukan tak menghianati hasilnya.
Betapa tidak pada Desember 2020, ULP Panakkukang berhasil meraih pencatatan nihil tunggakan. “Semua bisa tercapai dengan adanya kebersamaan, semangat yang tinggi, doa, dan perjuangan tanpa kenal lelah. Inilah pertama kalinya ULP Panakkukang bisa Nihil Tunggakan,” Manager ULP Panakkukang, Dwija Putra Swandika.
Light Up the Dream
Meski mulanya dianggap mustahil, pencapaian nihil tunggakan tidak terlepas dari usaha-usaha penekanan tunggakan pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana ULP Panakkukang berhasil nihil tunggakan tiga bulan pada tahun 2016. Pada tahun 2019 ULP Panakkukang mencatat saldo akhir tunggakan di penghujung tahun yaitu Rp115 juta.
Dengan semangat yang luar biasa diawal tahun 2020, ULP Panakkukang membuat terobosan- terobasan dalam penurunan tunggakan.
1. Penggunaan papan score untuk pencapaian penekanan tunggakan setiap biller
2. Sosialisasi pembayaran listrik tepat waktu melalui media sosial, kunjungan ke kantor-kantor instansi, pemerintah setempat, serta langsung ke rumah pelanggan
3. Pendampingan dari Tim Polisi Militer untuk pelanggan- pelanggan khusus yang sulit diputus
4. Kegiatan tusbung terpadu yang dilakukan oleh semua Tim ULP Panakkukang
5. Pemberian reward terhadap biller-biller yang berprestasi setiap bulan
6. Program sayembara dengan pemberian hadiah kepada pelanggan yang melakukan pembayaran listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulan.
Light Up the Dream
146
147
Perjuangan demi percepatan penerimaan pendapatan masuk di PLN tidak berakhir di tahun 2020 saja. Upaya maksimal tetap dilakukan oleh tim ULP Panakkukang, dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran semua pelanggan agar senantiasa tertib membayar tagihan rekening listrik yang sudah menjadi kewajibannya setiap bulan.
Untuk itu, sebagai wujud rasa syukur dan dengan sinergi yang baik dengan stakeholder (Pemerintah Kota Makassar), ULP Panakkukang melaksanakan penyalaan beberapa pelanggan kurang mampu dalam program Light Up The Dream di rumah Ibu Rahmatia Dg Kanang dan Bapak Arman.
--Bagian Tujuh--
DESEMBER CERIA, BERBAGI SUKARIA
Tepat tanggal 31 Desember 2020 pukul 17.38 WITA, “Alhamdulillah” satu untaian kata yang terucap diiringi perasaan syukur akan terciptanya sejarah. Dedikasi, semangat, perjuangan dan kerja keras terbayar sepenuhnya di PLN ULP Daya.
ULP Daya adalah unit PLN yang melayani 66.845 pelanggan pasca bayar dengan omzet Rp60 miliar per bulan. Kondisi sosial pelanggan yang heterogen, banyaknya rumah pelanggan yang hanya menjadi rumah singgah atau rumah investasi merupakan secuil rintangan dalam perjalanan panjang ini.
Amanah dari manajemen yang senantiasa mendorong untuk bekerja melebihi target selalu diingat dan dilaksanakan. Hal itu kian diperkuat dengan didukung sumber daya manusia yang
Light Up the Dream
-- Bagian Delapan--
KONSISTEN NIHIL SEBELUM DEADLINE
148
kompeten di masing-masing bidangnya, harmonis dan loyal bersama-sama meraih tujuan.
Tak hanya itu, seluruhnya harus adaptif terhadap perubahan dan kondisi pelanggan, dan tentunya dengan dukungan Kolaboratif dari UP3 Makassar Utara dan UIW Sulselrabar, PLN ULP Daya berhasil membuat sejarah dengan nihil tunggakan non Kogol 1 Desember 2020.
Sebagai wujud rasa syukur dan dengan sinergi yang baik dengan stakeholder (PM Kota Makassar), dilaksanakan penyalaan listrik gratis untuk rumah tangga kurang mampu dalam program Light Up The Dream, sekaligus penyerahan sembako dari team YBM PLN ULP Daya di rumah Bapak Rusli dan Ibu Ramlah. Dengan tagline PLN ULP Daya JUARA “ We Build a Legacy”.
Pencapaian terbaik terus diperlihatkan manajemen PLN. Itu juga dirasakan tim ULP Pekkabata Kabupaten Pinrang yang berhasil bisa nihil diluar kogol 1 pada 20 Januari 2021. Meski ada catatan Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemda Kabupaten Pinrang masih menunggu proses.
Light Up the Dream
--Bagian Sembilan--
BERKAH BAGI MAPPI
149
Rupanya hal itu tak menyurutkan semangat manajemen UP3 Pinrang dan UIW Sulselrabar serta rekan- rekan se-UP3 Pinrang merealisaiskan program “Light Up the Dream”. Di wilayah tersebut masyarakat yang beruntung mendapatkan program tersebut Bapak Haleng yang berprofesi sebagai marbot masjid dan buruh angkut pasir.
Bekerja sebagai buruh angkut pasir, Haleng harus dibayar dengan Rp50.000 per 3 truk tongkang. Listrik Pak Haleng sebelumnya ada, tapi harus menyalur dari rumah ibunya.
Kunjungan ke Kantor Pelayanan Camba – ULP Maros untuk penyerahan Penghargaan Biller terbaik ULP Maros, disertai pelaksannan program Light Up The Dream di Kecamatan Camba. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur pencapaian ULP Maros Nihil tunggakan Desember 2020. Di daerah tersebut Pak Mappi menjadi penerima program, dengan latar pekerjaan buruh bangunan.
Manager ULP Maros, Amirul Syarif mengatakan, program ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat, apalagi
Light Up the Dream
--Bagian Sepuluh--
MERAJUT BAHAGIA DI KOTA PALOPO
150
memang yang menerimanya orang yang tidak menikmati listrik.
“Insha Allah menjadi berkah untuk Bapak Mappi, penerima program Light Up The Dream yang sehari harinya bekerja sebagai buruh bangunan. Dimasa pandemi seperti sekarang ini pekerjaan beliau menjadi tidak tentu, apalagi dengan keadaan istri beliau yang sedang hamil,”ungkapnya.
Atas bantuan tersebut, Pak Mappi tak henti menyampaikan rasa syukur atas kepedulian PLN.“Terima kasih PLN, atas kepeduliannya pada kami,”ungkapnya.
Amirul Amin menuturkan, jika apa yang dilakukan bersama timnya semoga menjadi berkah, ladang ibadah dan booster semangat kerja, sehingga bisa semakin berguna bagi orang lain.
PLN kembali hadir untuk mewujudkan mimpi masyarakat yang kurang mampu di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui program "Light Up The Dream" yaitu listrik untuk nyalakan mimpi, seluruh pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) PLN (Unit Layanan Pelanggan) ULP Palopo Kota berdonasi untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Sebanyak 17 masyarakat kurang mampu di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan telah diwujudkan mimpinya untuk mendapatkan listrik melalui program "Light Up The Dream."
Light Up the Dream
--Bagian Sebelas---
ENERGI DI BUTTA TOA
151
Program yang digagas oleh PLN (Unit Induk Wilayah) UIW Sulselrabar ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik saat pandemi ini.
Pemasangan dan Penyalaan Listrik gratis untuk pelanggan atas nama Yudi Efendi yang beralamat di Jalan Belimbing. Dia sehari-harinya berprofesi sebagai sopir truk pengangkut sampah. Listrik dirumahnya ada, hanya saya selama ini menyalur ke tetangganya selama 3 tahun.
Lalu, ada dua keluarga yang sebelumnya hanya menyalur ke tetangga selama bertahun-tahun mendapat program menyalakan mimpu, yakni Ibu Arni yang berprofesi sebagai petani rumput laut dan Ibu Isma yang berprofesi sebagai guru mengaji. “Terima kasih PLN, sangat bersyukur karena dilebaran kali ini bisa menikmati listrik dengan seutuhnya,”ungkap Ibu Arni.
PLN berhasil menghadirkan listrik di Dusun Bonto Jonga, Desa Pa’bumbungan serta Dusun Parang Labbua, Desa Bonto Salluang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan guna melistriki 150 Kepala Keluarga (KK).
Kegiatan ini diresmikan oleh Bupati Bantaeng Bapak Dr. H. Ilham Syah Azikin M.Si bersama Manager UP3 Bulukumba bapak Leandra Agung, Manager UP2K bapak Syaifuddin , Manager ULP Bantaeng bapak Rhamadani Wibisono, sekaligus menyerahkan bantuan listrik gratis untuk Masjid At Taqwa Desa
Light Up the Dream
Pa’bumbungan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Bantuan listrik gratis untuk 2 Kepala Keluarga kurang mampu melalui program Light Up The Dream.
Kepedulian PLN mendapat apresiasi dari Bupati Bantaeng Bapak Dr. H. Ilham Syah Azikin, beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada segenap pegawai PLN yang telah memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Bapak Bupati menyampaikan, bahwa program Light Up The Dream merupakan program yang inovatif yang lahir dari kepedulian para pegawai PLN untuk memberikan bantuan listrik gratis melalui program Light Up The Dream dengan menyisihkan sebagian penghasilannya kepada masyarakat yang kurang mampu dan belum menikmati aliran listrik. Beliau juga berharap, program Light Up The Dream PLN ini menjadi motivasi bagi lembaga yang lain untuk berkontribusi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bantaeng.
Selain mendapat
apresiasi dari Bupati
Bantaeng, program
Light Up The Dream
mendapat apresi dari
tokoh ulama Bantaeng
Ustadz Gafrawi, Ketua
KUI Kabupaten
Bantaeng. Beliau menyampaikan bahwa keikhlasan para pegawai PLN Bantaeng menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui pemberian kwh gratis membuktikan bahwa para pegawai PLN Bantaeng mempunyai sifat berbagi untuk membantu sesama. Beliau
Light Up the Dream
152
mendoakan semoga PLN semakin baik dalam melayani pelanggan, dan tetap melanjutkan program Light Up The Dream kepada masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Bantaeng sehingga berkontribusi dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bantaeng.
Masyarakat penerima bantuan program Light Up The Dream tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada PLN atas bantuan listrik gratis. Hadirnya listrik, mereka tidak lagi merasakan kegelapan di malam hari dan dapat beraktifitas layaknya warga sekitar yang sudah terlebih dahulu menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Segenap pegawai PLN berharap Program Light Up The Dream dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bantaeng.
Sebelumnya, PLN ULP Bantaeng telah melakukan penyambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream sebanyak 20 pelanggan atas nama :
1. Hasnah alamat Banyorang
2. Darmayanti alamat Lamalaka
3. Jumakka alamat Kassi loe
4. Sa’be alamat Talakayya
5. Jawariah alamat Sarroangin
6. Hariana alamat Kampung beru
7. Sapodding alamat Panaikang
8. Pati alamat Sinoa
9. Hamido alamat Campagaloe
10. Saripuddin alamat Je’netallasa
11. Nannu alamat Campagaloe
Light Up the Dream
153
--Bagian Duabelas—
TAK LAGI MENYALUR, TERANG TIBA DIRUMAH
154
12. Alimuddin alamat Pa’bumbungan 13. Nassa alamat BontoMaccini
14. Gassing alamat Eremerasa
15. Jumaintang alamat Lamalaka
16. Ramasing alamat Bontomanai
17. Saima alamat Eremerasa
18. Zulham reani alamat Mappilawing 19. Sikki alamat Pajukukang
20. Dg Malik alamat Bira-Bira
Rasa senang dan haru terpancar di wajah S Dg Ngewa warga Dusun Pabbundukang, Desa Penyangkalan Kecamatan Bajeng, Kabupten Gowa, serta Siti Dg Puji Dusun Kampung Parang, Desa Barembeng Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.
Kini keduanya telah memiliki listrik sendiri di dalam rumahnya. Tak lagi menyalur atau menumpang listrik dirumah tetangga. Berkat program Light Up The Dream rumahnya telah terang. Sokongan donasi program terssebut bisa diwujudkan pasca dilakukan penyalaan oleh Manajemen PLN Kalibajeng, yang dihadiri Manager ULP Kalibajeng Bapak Imran.
Miris memang kisah keduanya, Ibu Siti dahulunya harus menyalur dari tetangga satu buah lampu 5 Watt. Memang sangat minim, tetapi karena kondisi dan keterbatasan yang ada, penerangan itulah yang dimanfaatkan. Ditambahkan dengan
Light Up the Dream
penghasilan yang tidak menentu sebagai buruh lepas dan dari penggarap, belum mencukupi untuk pasang listrik sendiri.
“Terima kasih PLN atas kepedulian dan bantuannya, sehingga bisa menikmati listrik secara mandiri dan membantu anak-anak belajar, mengaji serta memenuhi kebutuhan lainnya,” ungkap Ibu Siti Dg Puji, berderai air mata.
Camat Bajeng Firdaus yang sempat hadir dalam penyalaan listrik tersebut turut berterima kasih kepada PLN dan pegawai PLN atas kepeduliannya, karena rela menyisihkan penghasilannya untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Tindakan yang patut dijadikan contoh bagi siapapun dalam menolong sesama. Terima kasih PLN,”tuturnya.
Menurut Pak Imran, Light Up The Dream merupakan program kepedulian sosial kita terhadap sesama manusia, khusus disekitar wilayah kerja kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan.
“Kami keluarga besar ULP Kalebajeng merasakan penderitaan yang dialami sebagian masyarakat yang tidak mampu, dengan adanya program ini kami pegawai ULP Kalebajeng menyalurkan bantuan dalam bentuk listrik gratis dan sembako yang bermanfaat bagi warga yang membutuhkan bantuan,”katanya.
Light Up the Dream
155