Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
➢ Fungsi Kesejahteraan Dan Kemakmuran
Negara terhadap fungsinya juga perlu melakukan
proses atau cara dalam memberi perlindungan
terhadap warga negara, sebagai titik kedamaian dan
terciptanya kemakmuran dalam berbangsa.
Berlandaskan peraturan dalam perundang-undangan
yang mengatur tata cara memakmurkan warga negara
secara adil dan merata.
2. Ada beberapa para ahli yang mengungkapkan arti
Bangsa yang berbeda-beda,coba sebutkan pengertian
Bangsa menurut para ahli!
Jawab:
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli:
• Ernest Renan (Perancis)
Bangsa merupakan suatu kelompok manusia yang
berbefa dalam sebuah ikatan batin yang dipersatukan
sebab mempunyai persamaan, cita-cita, dan sejarah yang
sama.
• Otto Bauer (Jerman)
Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang
mempunyai persamaan sebuah karakter sebab
persamaan nasib serta pengalaman sejarah budaya yang
tumbuh berkembangan dengan bersama tumbuh
kembangnya bangsa.
• Ben Anderson
Bangsa adalah komunitas politik yang dibayangkan
dalam wilayah yang jelas batasnya serta berdaulat.
• Hans Kohn
Bangsa itu tejadi kerena adanya persamaan
bahasa, ras, adat istiadat serta Agama yang menjadi
pembeda antara bangsa satu dengan bangsa yang
lainnya.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 51
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
• Menurut Joseph Stalin
Bangsa adalah suatu komunitas rakyat yang stabil
yang terbentuk atas dasar kesamaan
wilayah,bahasa,ekonomi,serta perasaan psikologi
yang terwujud dalam budaya bersama.
• Menurut Anthony D. Stimith
Bangsa adalah komunitas manusia yang memiliki
nama, menguasai suatu tanah air,memiliki mitos-
mitos dan sejarah bersama,budaya politik
bersama,perekonomian tunggal,dan hak serta
kewajiban bersama bagi semua anggotanya.
• Menurut Guibernau
Bngsa adalah negara kebangsaan yang memiliki
unsur-unsur penting pengikat,yaitu:psikologi,
kebudayaan, teritorial, dan masa depan.
• Menurut Kranenburg
Bangsa diartikan sebagai suatu organisasi
kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok
manusia dan negara.
3. Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat negara!
Jawab:
a. Sifat memaksa ➔ Negara memiliki kekuasaan
memaksa agar masyarakat tunduk dan patuh
terhadap negara tanpa tidak ada pemaksaan fisik
selain itu Negara memiliki sifat mengharuskan yakni
memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekerasan
fisik secara legal. Dalam hal ini hanyalah polisi dan
tentara yang memang di bidang pertahanan dan
keamanan. Contoh kasus, sifat memaksa antara lain
adalah setiap warga wajib membayar pajak, menaati
peraturan lalu lintas serta peraturan hukum lainnya.
Jika mereka melanggar hukum dan ketentuan negara,
Pendidikan Kewarganegaraan Page 52
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
maka aparat negara (polisi dan kejaksaan) dapat
memaksa warga negara untuk tunduk pada hukum,
baik dengan memberikan sanksi pidana maupun
kurungan ataupun penjara.
b. Sifat monopoli ➔ monopoli berasal dari kata
‘mono´ yang artinya satu dan ‘poli´ yang artinya
penguasa, jika sifat monopoli dikaitkan dengan
Negara adalah suatu hak tunggal yang dilakukan oleh
negara untuk berbuat atau menguasai sesuatu untuk
kepentingan dan tujuan bersama. Negara mempunyai
monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalam
kehidupan bermasyarakatContoh kasus, Pemerintah
mencanangkan Indonesia Sehat 2010. Itu berarti
Warga Negara Indonesia harus berpartisipasi agar
tercapai.
c. Sifat Mencakup Semua ➔ keseluruhan tata tertib dan
perundang-undangan di sebuah negara berlaku atas
semua orang tanpa pandang ras ataupun agama, hal
ini berguna demi menuju ke tercapainya warga yang
diharapkan semuanya.
Contoh kasus, dalam Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 berisi
tentang kebebasan memilih agama. Hal itu berarti,
semua Warga negara Indonesia berhak memilih
agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa
adanya paksaan.
4. Jelaskan Arti Warga Negara menurut KBBI, secara umum
dan secara hukum!
Jawab:
➢ Arti Warga Negara Menurut KBBI
Pengertian warga negara menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) adalah penduduk sebuah
negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat
kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai
kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari
negara itu.
➢ Definisi Warga Negara Secara Umum
Pengertian warga negara secara umum adalah semua
penduduk di suatu negara atau bangsa yang
berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan
sebagainya, serta memiliki hak dan kewajiban penuh
Pendidikan Kewarganegaraan Page 53
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
sebagai seorang warga negara di negara tersebut.
Warga negara juga bisa didefinisikan sebagai orang-
orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang
menjadi unsur negara, yang memiliki hubungan yang
tidak terputus dengan tanah airnya, sekalipun yang
bersangkutan berada di luar negeri, selama yang
bersangkutan tidak memutuskan hubungannya atau
terikat oleh ketentuan hukum internasional.
➢ Secara hukum, menurut Undang-Undang Tahun 1945
Pasl 26 ayat 1 tentang Kewarganegaraan, pengertian
warga negara Indonesia dapat dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu;
1. Negara Asli (pribumi), yaitu penduduk asli suatu
negara. Misalnya di Indonesia, suku Jawa, Batak,
Papua, Bugis, Madura, Minang, Dayak, dan etnis
keturunan yang sejak lahir merupakan warga negara
Indonesia.
2. Warga Negara Keturunan (vreemdeling), yaitu suku
bangsa keturunan yang bukan asli Indonesia,
misalnya bangsa Eropa, Arab, India, Tiongkok, dan
lainnya yang disahkan secara undang-undang menjadi
warga negara Indonesia.
5. Analisislah bagaimana proses terbentuknya Bangsa dan
Negara secara Teoritis!
Jawab:
Proses terbentuknya negara-bangsa Indonesia secara
sebagai berikut:
1. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari
proklamasi tetapi adanya pengakuan akan hak setiap
bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa
Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus
segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas
bangsa yang lain. Inilah sumber motifasi perjuangan.
(alinea I pembukaan UUD 1945).
2. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan
penjajahan dan menghasilkan proklamasi. Jadi dengan
proklamasi tidaklah selesai kita bernegara . Negara
yang kita cita-citakan adalah menuju pada keadaan
Pendidikan Kewarganegaraan Page 54
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
(alinea II pembukaan UUD 1945).
3. Terjadinya bangsa Indonesia adalah kehendak
seluruh bangsa Indonesia. Disamping itu adalah
kehendak dan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Ini
membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang
religius dan mengakui adanya motivasi spiritual.
(alinea III pembukaan UUD 1945).
D. DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.romadecade.org/pengertian-negara/#!
2. https://www.mypurohith.com/term/bangsa/
3. https://www.zonareferensi.com/pengertian-bangsa/
4. https://pengajar.co.id/negara/
5. https://pt.slideshare.net/ayundahafshah/fungsi-negara
6. https://www.zonareferensi.com/pengertian-warga-
negara/
7. https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-
warga negara.html
8. http://luluinmaknun05.blogspot.com/2017/03/proses-
berbangsa-dan-bernegara.html
Pendidikan Kewarganegaraan Page 55
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
PERTEMUAN 4
PROSES PERUMUSAN PANCASILA
A. Tujuan Pembelajaran
Pada pertemuan yang ke-4 ini membahas tentang bagaimana
proses perumusan pancasila di Indonesia. Setelah mempelajari
materi ini diharapkan mahasiswa dapat mengatui bagaimana
proses perumusan pancasila, mengetahui tanggal-tanggal
pelaksanaan perumusan, dan memahami pengetahuan(faktual,
dan konseptual) berdasarkan rasa ingi tahunya tentang ilmu
pengetahuan.
B. Uraian Materi
1. ZAMAN PRASEJARAH
Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan
Majapahit dimana nilai-nilai yang terkandung didalam
Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan kemasyarakatan
maupun kenegaraan meskipun sila-silanya belum dirumuskan
secara konkrit. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman
Majapahit sebagaimana tertulis dalam buku NegaraKertagama
karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu
Tantular. Dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular,
istilah Pancasila mempunyai arti berbatu sendi yang lima,
pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila sendiri
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan
Sila berarti dasar atau asas.
Soekarno mendapat ‘ilham’, yang akhirnya menjadi
ideologi negara Indonesia yaitu pancasila. Istilah pancasila
dikenalkan kepada masyarakat melalui pidato-pidato besar
Soekarno dan H.O.S Cokroaminoto. Ilham tersebut didapat
Soekarno saat beliau dibuang ke Flores, beliau banyak menulis
dan merenung di bawah pohon
Pendidikan Kewarganegaraan Page 56
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Namun, tidak banyak catatan sejarah yang menyatakan
bahwa Soekarno adalah pencipta istilah pancasila ini. Meski
begitu, tetap saja Soekarno yang paling lantang dalam
menyerukan pancasila kepada masyarakat. Menurut kitab
sutasoma, arti pancasila yaitu istilah dari sebuah batu yang
memiliki lima sendi, juga sebagai kata kerja yang artinya
menjalankan lima poin kesusilaan. Lima norma kesusilaan
dalam kitab sutasoma yaitu; tidak boleh melakukan kekerasan,
tidak boleh mencuri, tidak boleh dengki, tidak boleh
berbohong, dan tidak boleh minum miras. Soekarino mendapat
‘ilham’, yang akhirnya menjadi ideologi negara Indonesia yaitu
pancasila. Istilah pancasila dikenalkan kepada masyarakat
melalui pidato-pidato besar Soekarno dan H.O.S Cokroaminoto.
Ilham tersebut didapat Soekarno saat beliau dibuang ke Flores,
beliau banyak menulis dan merenung di bawah pohon. Namun,
tidak banyak catatan sejarah yang menyatakan bahwa
Soekarno adalah pencipta istilah pancasila ini. Meski begitu,
tetap saja Soekarno yang paling lantang dalam menyerukan
pancasila kepada masyarakat.
Berikut ini kronologi penyusunan pancasila oleh BPUPKI
dari awal sidang hingga menjadi ideologi negara yang dipakai
saat ini, simak uraiannya:
1. Sidang 29 Mei 1945
Dalam sidang ini, Moh Yamin mendapat kesempatan
pertama untuk berpidato dan menyampaikan lima sila yang
diusulkannya yaitu; peri kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan,
kerakyatan, dan kesejahteraan bagi rakyat. Setelah pidato
selesai, Moh Yamin menyusun rancangan UUD yang mencakup
lima asas yaitu;
• Ketuhanan
• Kebangsaan
• Kemanusiaan
• Kerakyatan dengan permusyawaratan
• Keadilan Sosial
Pendidikan Kewarganegaraan Page 57
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. Sidang 31 Mei 1945
Setelah BPUPKI menyelenggarakan sidang pertama, dua
hari kemudian diadakan lagi sidang yang membahas
perumusan pancasila ini. Pada kedua ini sidang ini, Supomo
menyampaikan usulannya yaitu lima asa negara antara lain:
keseimbangan lahir batin, persatuan, musyawarah,
kekeluargaan, serta keadilan rakyat.
3. Sidang 1 Juni 1945
Sehari setelah sidang kedua, sidang ketiga dilaksanakan
dengan pidato dari Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945
mengemukakan PancaSila sebagai dasar negara dalam pidato
spontannya yang selanjutnya dikenal dengan judul “Lahirnya
Pancasila”. mengenai usulan asas negara yaitu; kebangsaan
Indonesia, internasionalisme (kemanusiaan), mufakat
(demokrasi), kesejahteraan sosial, ketuhanan YME.
Peristiwa pada sidang ini diabadikan sebagai hari
penetapan pancasila. Berdasarkan sejarah, ada tiga rumusan
dasar negara yang dinamakan Pancasila, yaitu rumusan konsep
Ir. Soekarno yang dibacakan pada pidato tanggal 1 Juni 1945
dalam sidang BPUPKI, rumusan oleh Panitia Sembilan dalam
Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan pada
Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 yang disahkan oleh
PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
4. Sidang Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
Pada sidang ini, naskah rancangan pembukaan UUD
(piagam Jakarta/Jakarta Charter) telah berhasil dirumuskan
oleh panitia sembilan. Isinya yaitu:
• Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluk-pemeluknya
• Kemanusiaan yang adil dan beradab
• Persatuan Indonesia
• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam
permusaywaratan/perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pendidikan Kewarganegaraan Page 58
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Sidang panitia sembilan ini, menjadi akhir dari
perumusan awal pancasila. Kemudian pancasila resmi
dijadikan dasar negara, ditandai dengan proklamasi. Sehari
setelah hari proklamasi pancasila, PPKI (berganti nama dari
BPUKI) menyempurnakan rumusan pancasila dalam
pembukaan UUD.
6. Sidang 18 Agustus 1945
Pada sidang kali ini, sila pertama dari pancasila
yang sudah diproklamasikan diubah menjadi “Ketuhanan
YME” oleh Muhammad Hatta.
Perdebatan mengenai perubahan sila pertama tak
pernah berhenti hingga hari ini, padahal pendiri negara
Indonesia sudah menetapkan sila tersebut. Seharusnya
masyarakat sepakat akan keputusan pemerintah
tersebut.
7. Instruksi Presiden No. 12 (1968)
Setelah pancasila diproklamasikan pada 18
Agustus 1945, masih banyak keberagaman pengucapan,
perumusan, dan pembacaan dari isinya. Maka dari itu,
Soeharto menetapkan instruksi tentang rumusan
pancasila. Hasil dari rumusan yang baru tidak berbeda
dengan yang sebelumnya, hanya saja ada perubahan
pada poin pertama yang menjadi “ketuhanan Yang Maha
Esa”. Karena Soeharto menganggap keberadaan Tuhan
hanya satu, dan hal itu kembali kepada kepercayaan
masing-masing individu. Instruksi presiden mengenai
rumusan pancasila ini, berlaku dan dipakai oleh
masyarakat Indonesia hingga hari ini.
2. ZAMAN HINDU BUDHA
Menurut sejarah pada kira-kira abad VII-XII, bangsa Indonesia telah
mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian
pada abad XII-XVI didirikan pula kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
1.) Kerajaan Sriwijaya
Pada hakikatnya nilai-nilai budaya bangsa semasa kejayaan
Sriwijaya telah menunjukkan nilai-nilai pancasila, yaitu :
Pendidikan Kewarganegaraan Page 59
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Nilai sila pertama, terwujud dengan adanya umat agama budha
dan hindu hidup berdampingan secara damai. Pada kerajaan
Sriwijaya terdapat pusat kegiatan pembinaan dan
pengembangan agama budha.
Nilai sila kedua, terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan
India (Dinasti Harsha).
Nilai sila ketiga, sebagai negara maritim, Sriwijaya telah
menerapkan konsep negara kepulauan sesuai dengan konsepsi
wawasan nusantara.
Nilai sila keempat, Sriwijaya telah memiliki kedaulatan yang
sangat luas, meliputi (Indonesia sekarang) siam, semenanjung
Melayu.
Nilai sila kelima, Sriwijaya menjadi pusat pelayanan dan
perdagangan, sehingga kehidupan rakyatnya sangat makmur.
2) Kerajaan Majapahit
Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansakerta yang terdiri
dari dua kata, yaitu panca sila. Panca artinya lima dan sila
artinya dasar, asas atau prinsip. Sehingga Pancasila memiliki
arti lima dasar, lima asas atau lima prinsip. Kelima dasar, asas,
prinsip tersebut telah menjadi rumusan dan pedoman
kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan
besar di Nusantara. Di mana wilayah kekuasaan Kerajaan
Majapahit meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung
Malaya hingga Indonesia Timur. Kerajaan Majapahit didirikan
pada 1293 oleh Raden Wijaya dengan gelar Kertarajasa
Jayawardhana. Pusat Kerajaan Majapahit ada di Jawa, tepatnya
di Jawa Timur. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang
bercorak Hindu-Buddha. Sebagai refleksi puncak budaya dari
kerajaan tersebut adalah dibangunnya candi Borobudur dan
candi Prambanan. Agama yang diakui kerajaan adalah agama
budha, agama wisnu, dan agama syiwa telah hidup
berdampingan secara damai. Pada abad ke XIII berdiri kerajaan
Singasari di Kediri Jawa Timur yang ada hubungannya dengan
berdirinya kerajaan Majapahit (1293) jaman keemasan
Pendidikan Kewarganegaraan Page 60
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Majapahit pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan
Mahapati Gajah Mada.
3. KEDATANGAN ISLAM
Dalam sejarahnya, nilai-nilai Islam amat erat merasuk dalam
rumusan Pancasila. Ideologi negara ini pun terlepas dari nilai-nilai
ketuhanan. Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta
Prof Syukron Kamil mengungkapkan, Pancasila merupakan bentuk
kompromi dari para pendiri bangsa. Mereka meletakkan berbagai
ideologi yang berkembang untuk bisa berdampingan dan tidak. Di
dalam Pancasila, ada sosialisme, liberalisme atau humanisme, dan
agama.
Menurut Syukron, dalam sejarahnya, agama merupakan faktor
paling awal yang memengaruhi manusia yang akal. Atas dasar itu,
agama lewat sila Ketuhanan Yang Maha Esa ditempatkan sebagai sila
pertama. Umat Islam ketika itu bisa mengakomodasi sila tersebut
setelah berkorban dengan tujuh kata dari Piagam Jakarta, “… dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya.” Pengorbanan itu demi mengakomodasi aspirasi dari
Indonesia timur yang didengarkan meski mereka minoritas.
Meski demikian, dia menjelaskan, penghapusan tujuh kata itu tak
membuat nilai-nilai Islam menjauhi lima sila dari Pancasila. Islam
hadir bukan sebatas di sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha
Esa”. Menurut dia, Islam mengajarkan demokrasi juga keadilan
sosial. Islam juga mengajarkan tentang kemanusiaan. “Persatuan
Indonesia itu kita dalam nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah
wathaniyah,” ungkap dia.
Adanya sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Syukron menjelaskan,
membuat ideologi lain yang tecermin dalam empat sila lain juga tidak
ortodoks. Dia memisalkan, jika humanisme dilakukan secara radikal
maka yang muncul adalah ateisme. Sementara itu, ketika sosialisme
dipraktikkan secara mendasar maka akan muncul komunisme. "Ini
pun sekarang muncul pada banyak negara sekuler," ujar dia.
Sejarawan Islam, Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, nilai-nilai
ajaran Islam sejatinya sangat melekat dalam poin-poin Pancasila. Tak
Pendidikan Kewarganegaraan Page 61
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
hanya itu, ia mengingatkan kepada semua pihak untuk kembali
menengok sejarah yang panjang yang mengiringi perjalanan lahir
dan terciptanya Pancasila sebagai perekat bangsa. Menurut dia,
kehadiran Pancasila merupakan sebuah kesepakatan
bersama. Kesepakatan tersebut berasal dari sejumlah elemen
masyarakat yang beragama, yang menerapkan kepercayaan dan
percaya kepada nilai-nilai ketuhanan. “Pancasila itu lahir atas dasar
kesepakatan, kesepakatan ini berasal bukan hanya dari kaum
nasionalis, tapi juga para ulama dan kiai-kiai yang punya ilmu sangat
tinggi,” kata Tiar saat dihubungi Republika , Selasa (18/2).
Untuk itu dia menjelaskan, tak ada sedikit pun unsur yang bisa
dibentur-benturkan antara agama dan Pancasila. Jika menelisik
sejarah, kata dia, Pancasila dengan agama kerap dibenturkan oleh
Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari alat propaganda
mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan PKI tersebut untuk
menghancurkan partai-partai Islam kala itu yang cukup mendapat
suara di kalangan masyarakat. Dia, bulus PKI yang tercatat dalam
sejarah melakukan pembenturan antara agama dan Pancasila ini pun
nyatanya tak berhasil. Sebab, dia memastikan, tak ada satu pun poin
dalam Pancasila yang bertentangan dengan agama mana pun di
Indonesia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menerangkan,
harmonisasi agama sejatinya ada dalam konstitusi yang ada di
Indonesia. Norma konstitusi, menurut dia, menempatkan Allah dalam
satu kepercayaan yang utuh. Hal itu kemudian dijadikan sila pertama
Pancasila, yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa”. “Maka, agama itu
posisinya sangat penting dan menjadi yang pertama dalam konstitusi
kita,” ujarnya.
Meski demikian, prinsip ketuhanan memiliki perbedaan makna
bagi agama-agama yang ada di Indonesia. Prinsip ini kemudian
menjadi penyebab adanya sila-sila yang lain. Lebih lanjut dia
menjelaskan, konstitusi yang berlaku di Indonesia pun menjamin
kebabasan warga negara untuk beragama atau memilih sesuai
dengan kepercayaannya masing-masing.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 62
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 31, tujuan
pendidikan nasional yang dijalankan Indonesia adalah untuk
meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta terwujudnya akhlak
mulia bagi segenap warga negara yang terdidik. Jika ditelisik dari sisi
mana pun, tegas dia, tak ada alasan yang dapat membenarkan
argumen bahwa agama dapat membunuh Pancasila.
4. PENJAJAHAN BANGSA EROPA
Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpah,
terutama tempeh-rempah yang sangat dibutuhkan oleh negara-
negara di luar Indonesia, menyebabkan bangsa asing (Eropa) masuk
ke Indonesia. Bangsa Eropa yang membutuhkan rempah-rempah itu
mulai memasuki Indonesia yaitu, Portugis, Spanyol, Inggris, dan
Belanda. Masuknya Bangsa Eropa seiring dengan kemundurannya
Kerajaan Majapahit sebagai akibat dari persilihan dan perang
saudara, yang berarti nilai-nilai nasionalisme sudah ditinggalkan,
walaupun pada abad ke-XVI agama Islam berkembang dengan pesat
dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, seperti Samudera Pasai,
dan Demak, tampaknya tidak mampu membendung tekanan bangsa
Eropa memasuki Indonesia.
Bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba memperebutkan
kemakmuran bumi Indonesia ini. Sejak itu, mulailah lembaran hitam
sejarah Indonesia dengan penjajahan Eropa pada khsususnya
Belanda. Masa penjajahan Belanda itu dijadikan tonggak sejarah
perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapi cita-citanya, sebab
pada zaman penjajahan ini apa yang telah dicapai bangsa Indonesia
pada zaman Sriwijaya dan Majapahit menjadi hilang. Kedaulatan
negara hilang, persatuan dihancurkan, kemakmuran lenyap, wilayah
diinjak-injak penjajah.
5. PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
1. Sebenarnya istilah “Pancasila” sudah ada sejak zaman kerajaan
Majapahit Sekitar abad ke-14 Masehi, Mpu Tantular menulis sebuah
kitab bernama Sutasoma. Di dalamnya, terdapat kata “Pancasila”,
yang merujuk pada batu dengan lima sendi. Selain itu, istilah tersebut
juga bisa diartikan sebagai pelaksanaan lima norma susila, yaitu
Pendidikan Kewarganegaraan Page 63
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
dilarang mencuri, melakukan kekerasan, dengki, berbohong, dan
minum minuman keras.
2. Sejarah dimulai dari kebutuhan Indonesia akan dasar negara
Kamu tentu sudah familier dengan istilah BPUPKI, kan? Ia adalah
kependekan dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia yang dibuat oleh Jepang. Tujuan pembuatan organisasi
tersebut adalah untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan
persiapan pemerintahan, termasuk dasar negara.
3. BPUPKI memulai sidang pertamanya pada 29 Mei 1945
BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat
menggelar sidang pertamanya pada 29 Mei 1945. Pada saat itu, rapat
memang khusus diagendakan untuk merumuskan dasar negara.
Orang yang pertama kali mengusulkannya adalah Mohammad Yamin.
Dalam pidato, ia menyebutkan lima sila untuk dasar negara yang
terdiri dari:
• Peri Kebangsaan;
• Peri Kemanusiaan;
• Peri Ketuhanan;
• Peri Kerakyatan;
• Kesejahteraan Rakyat.
4. Setelahnya, Mohammad Yamin juga menuliskan rancangan
Undang-undang Dasar
Tidak hanya mengusulkan lima sila untuk dasar negara, tokoh
penting kemerdekaan Indonesia tersebut juga menuliskan
rancangan Undang-undang Dasar. Di dalamnya terdapat
penjabaran dari lima dasar yang ia sebutkan, yaitu:
i. Ketuhanan yang Maha Esa;
ii. Kebangsaan persatuan Indonesia;
iii. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab;
iv. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan;
v. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 64
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
5. Sidang dilanjutkan pada tanggal 31 Mei 1945
Pembahasan dasar negara dilanjutkan pada dua hari setelahnya,
yaitu 31 Mei 1945. Kali ini, Dr. Soepomo adalah tokoh yang
memberikan usulan. Berikut ini isi pidatonya:
i. Kebangsaan Indonesia;
ii. Internasionalisme atau perikemanusiaan;
iii. Persatuan dan kesatuan;
iv. Kesejahteraan sosial;
v. Ketuhanan yang Maha Esa.
6. Terakhir, giliran Ir. Soekarno yang menyampaikan usulannya
Pada hari terakhir sidang, yaitu 1 Juni 1945, Ir. Soekarno
menyampaikan usulannya untuk dasar negara. Berikut ini poin-
poinnya:
i. Kebangsaan Indonesia;
ii. Internasionalisme atau perikemanusiaan;
iii. Mufakat dan demokrasi;
iv. Kesejahteraan sosial;
v. Ketuhanan yang berkebudayaan.
Tidak hanya itu, presiden pertama Republik Indonesia tersebut
juga mencetuskan nama “Pancasila”. Itulah kenapa setiap 1 Juni, kita
memeringati Hari Lahir Pancasila.
7. Usulan dibahas oleh Panitia Sembilan
Setelah semua usulan ditampung, BPUPKI membentuk
kepanitiaan yang lebih kecil, bernama Panitia Sembilan. Tugas
mereka adalah untuk merumuskan Rancangan Pembukaan UUD,
termasuk juga dasar negara Indonesia.
Naskah rancangan tersebut disebut sebagai Piagam Jakarta (Jakarta
Charter). Di dalamnya termaktub rumusan Pancasila yang siap untuk
digunakan. Berikut ini daftarnya:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia;
Pendidikan Kewarganegaraan Page 65
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan;
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
BPUPKI melanjutkan tugasnya untuk merumuskan undang-
undang. Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia
menyatakan kemerdekaannya. Kemudian, sehari setelahnya BPUPKI
pun digantikan dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI). Mereka bertugas untuk menyempurnakan rumusan Pancasila
dalam Pembukaan UUD 1945.
8. Rumusan sila pertama menuai perdebatan antara golongan Islam
dan golongan nasionalis
Sila pertama yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan ternyata
menuai protes. “Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluknya”, frase inilah yang dipersoalkan. Terjadilah
perdebatan antara golongan Islam dan nasionalis. Tujuh kata
tersebut pun kemudian dihapus, atas usul dari Mohammad
Hatta. Akhirnya sila tersebut diubah menjadi “Ketuhanan Yang
Maha Esa”, seperti yang selalu kita gunakan saat ini.
C. Latihan Soal/ Tugas
1. Bagaimana kronologi dalam penyusunan Pancasila yang
dilakukan oleh BPUPKI pada awal sidang?
Jawab:
Kronologi penyusunan pancasila pada sidang awal BPUPKI
yaitu:
1. Sidang 29 Mei 1945
Dalam sidang ini, Moh Yamin mendapat
kesempatan pertama untuk berpidato dan
menyampaikan lima sila yang diusulkannya yaitu; peri
kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan
kesejahteraan bagi rakyat. Setelah pidato selesai, Moh
Pendidikan Kewarganegaraan Page 66
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Yamin menyusun rancangan UUD yang mencakup lima
asas yaitu;
▪ Ketuhanan
▪ Kebangsaan
▪ Kemanusiaan
▪ Kerakyatan dengan permusyawaratan
▪ Keadilan Sosial
2. Sidang 31 Mei 1945
Setelah BPUPKI menyelenggarakan sidang
pertama, dua hari kemudian diadakan lagi sidang yang
membahas perumusan pancasila ini. Pada kedua ini
sidang ini, Supomo menyampaikan usulannya yaitu lima
asa negara antara lain: keseimbangan lahir batin,
persatuan, musyawarah, kekeluargaan, serta keadilan
rakyat.
3. Sidang 1 Juni 1945
Sehari setelah sidang kedua, sidang ketiga
dilaksanakan dengan pidato dari Ir.Soekarno pada tanggal 1
Juni 1945 mengemukakan PancaSila sebagai dasar negara
dalam pidato spontannya yang selanjutnya dikenal dengan
judul “Lahirnya Pancasila”. mengenai usulan asas negara
yaitu; kebangsaan Indonesia, internasionalisme
(kemanusiaan), mufakat (demokrasi), kesejahteraan sosial,
ketuhanan YME.
Peristiwa pada sidang ini diabadikan sebagai hari
penetapan pancasila. Berdasarkan sejarah, ada tiga
rumusan dasar negara yang dinamakan Pancasila, yaitu
rumusan konsep Ir. Soekarno yang dibacakan pada pidato
tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, rumusan oleh
Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni
1945, dan rumusan pada Pembukaan Undang- Undang
Dasar 1945 yang disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus
1945.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 67
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. Bagaimana proses perumusan pancasila pada masa
Kerajaan Majapahit?
Jawab:
Dalam buku Memahami Pancasila (2019) karya Fais Yonas
Bo'a dkk, Istilah Pancasila sudah ada sejak zaman Kerajaan
Majapahit sekitar abad 14. Di mana yang tertuang pada kitab
Negarakertagama karangan Empu Prapanca pada 1365 dan
Kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Baca juga: Jumlah Bulu
pada Garuda Pancasila dan Maknanya Pada kitab
Negarakertagama tertulis "Yatnanggegwani Pancasyila
Kertasangkarabhisekakakakrama". Di mana artinya, raja
menjalankan dengan khidmat kelima pantangan (Pancasila)
itu, demikian juga dalam berbagai upacara ibadah dan dalam
berbagai penobatan.
Sementara dalam Kitab Sutasoma karya Empu Tantular,
secara bahasa (sansekerta) istilah Pancasila mengandung dua
arti. Pancasila dengan huruf i yang dibaca pendek (Pancasila)
berati berbatu sendi yang lima. Sedangkan Pancasila dengan
huruf i yang dibaca panjang (Pancasiila) berati lima tingkah
laku yang utama atau pelaksanaan kesusilaan yang lima
(Pancasila Krama), yakni: Tidak boleh melakukan kekerasan
Tidak boleh mencuri Tidak boleh berjiwa dengki Tidak boleh
berlaku berbohong Tidak boleh meminum minuman keras
yang memabukkan.
Pada kitab Sutasoma terdapat juga ungkapan Bhineka
Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Istilah Pancasila
berasal dari bahasa Sansakerta yang terdiri dari dua kata, yaitu
panca sila. Panca artinya lima dan sila artinya dasar, asas atau
prinsip. Sehingga Pancasila memiliki arti lima dasar, lima asas
atau lima prinsip. Kelima dasar, asas, prinsip tersebut telah
menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Kerajaan Majapahit
merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara. Di mana
wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit meliputi Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya hingga Indonesia
Timur. Kerajaan Majapahit didirikan pada 1293 oleh Raden
Wijaya dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 68
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Apa yang dijelaskan oleh sejarawan islam Tiar Anwar
Bachtiar mengenai islam dengan pancasila?
Jawab:
Sejarawan Islam, Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, nilai-nilai
ajaran Islam sejatinya sangat melekat dalam poin-poin
Pancasila. Tak hanya itu, ia mengingatkan kepada semua pihak
untuk kembali menengok sejarah yang panjang yang mengiringi
perjalanan lahir dan terciptanya Pancasila sebagai perekat bangsa.
Menurut dia, kehadiran Pancasila merupakan sebuah
kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut berasal dari
sejumlah elemen masyarakat yang beragama, yang menerapkan
kepercayaan dan percaya kepada nilai-nilai ketuhanan. “Pancasila
itu lahir atas dasar kesepakatan, kesepakatan ini berasal bukan
hanya dari kaum nasionalis, tapi juga para ulama dan kiai-kiai
yang punya ilmu sangat tinggi,” kata Tiar saat
dihubungi Republika , Selasa (18/2).
Untuk itu dia menjelaskan, tak ada sedikit pun unsur
yang bisa dibentur-benturkan antara agama dan Pancasila. Jika
menelisik sejarah, kata dia, Pancasila dengan agama kerap
dibenturkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai
bagian dari alat propaganda mencapai tujuan tertentu. Adapun
tujuan PKI tersebut untuk menghancurkan partai-partai Islam
kala itu yang cukup mendapat suara di kalangan masyarakat.
Dia, bulus PKI yang tercatat dalam sejarah melakukan
pembenturan antara agama dan Pancasila ini pun nyatanya tak
berhasil. Sebab, dia memastikan, tak ada satu pun poin dalam
Pancasila yang bertentangan dengan agama mana pun di
Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 69
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Bagaimana proses perumusan pada Masa Penjajahan
Bangsa Eropa?
Jawab:
Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpah,
terutama tempeh-rempah yang sangat dibutuhkan oleh negara-
negara di luar Indonesia, menyebabkan bangsa asing (Eropa)
masuk ke Indonesia. Bangsa Eropa yang membutuhkan rempah-
rempah itu mulai memasuki Indonesia yaitu, Portugis, Spanyol,
Inggris, dan Belanda. Masuknya Bangsa Eropa seiring dengan
kemundurannya Kerajaan Majapahit sebagai akibat dari
persilihan dan perang saudara, yang berarti nilai-nilai
nasionalisme sudah ditinggalkan, walaupun pada abad ke-XVI
agama Islam berkembang dengan pesat dengan berdirinya
kerajaan-kerajaan Islam, seperti Samudera Pasai, dan Demak,
tampaknya tidak mampu membendung tekanan bangsa Eropa
memasuki Indonesia.
Bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba memperebutkan
kemakmuran bumi Indonesia ini. Sejak itu, mulailah lembaran
hitam sejarah Indonesia dengan penjajahan Eropa pada
khsususnya Belanda. Masa penjajahan Belanda itu dijadikan
tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapi
cita-citanya, sebab pada zaman penjajahan ini apa yang telah
dicapai bangsa Indonesia pada zaman Sriwijaya dan Majapahit
menjadi hilang. Kedaulatan negara hilang, persatuan dihancurkan,
kemakmuran lenyap, wilayah diinjak-injak penjajah.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 70
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
5. Bagaimana isi ulasan yang dibahas oleh Panitia Sembilan
hingga hasil akhir dari sidang perumusan pancasila?
Jawab:
Usulan dibahas oleh Panitia Sembilan
Setelah semua usulan ditampung, BPUPKI membentuk
kepanitiaan yang lebih kecil, bernama Panitia Sembilan. Tugas
mereka adalah untuk merumuskan Rancangan Pembukaan
UUD, termasuk juga dasar negara Indonesia. Naskah
rancangan tersebut disebut sebagai Piagam Jakarta (Jakarta
Charter). Di dalamnya termaktub rumusan Pancasila yang siap
untuk digunakan. Berikut ini daftarnya:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya;
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia;
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan;
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
BPUPKI melanjutkan tugasnya untuk merumuskan
undang-undang. Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa
Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian, sehari
setelahnya BPUPKI pun digantikan dengan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Mereka bertugas untuk
menyempurnakan rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD
1945.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 71
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
D. DAFTAR PUSTAKA
o https://www.cryptowi.com/sejarah-pancasila/
o https://www.kompasiana.com/eganurfadillah5648/5bf3a2d
daeebe122a304f9a8/pancasila-dalam-konteks-
sejarah?page=all
o https://www.republika.id/posts/4411/islam-kuatkan-
pancasila
Pendidikan Kewarganegaraan Page 72
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
PERTEMUAN 5
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DAN IDEOLOGI
A. Tujuan Pembelajaran
Pada pertemuan yang ke-5 ini menyajikan materi secara singkat
mengenai Pancasila Sebagai Sistem Filsafta dan Ideologi,agar
mempermudah mahasiswa mempelajari dan memahami mengenai
filsafata dan ideologi negara. Setelah mempelajari diharapkan dapat
Menguraikan proses perumusan pancasila sebagai dasar negara ,
Menjelaskan Pancasila sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh.
B. Uraian Materi
1. PENGERTIAN FILSAFAT
Pengertian secara Etimologi
Kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari
kata philein/philos yang berarti “cinta” dan sophia yang berarti
“kebijaksanaan”. Secara etimologis, filsafat berarti cinta
kebijaksanaan (love of wisdom). Sehingga seorang filosof adalah
pencinta, pendamba atau pencari kebijaksanaan.
Pengertian berdasarkan Makna Kata
Di dalam KBBI, filsafat berarti pengetahuan dan penyelidikan dengan
akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan
hukumnya. Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan,
hingga ke ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan
epistemology (cabang-cabang ilmu ini).
Dalam Webster’s Dictionary, Filosofi adalah semua pembelajaran
eksklusif mengenai pedoman teknis; disiplin yang terdiri dari logika
inti, estetika, etika, metafisik dan epistemology, yaitu pencarian
mengenai pengertian umum tentang nilai dan realitas yang lebih
spekulatif daripada observasi; analisis konsep dasar mengenai teori
bidang kegiatan pemikiran; keyakinan, konsep, dan sikap paling
umum dari individu atau kelompok; ketenangan emosi dan penilaian.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 73
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Pengertian Filsafat menurut Para Ahli
Filsafat adalah ilmu yang sudah cukup berumur, kita
dapat merujuk pada ahlinya dari tahun 384-322 sebelum
masehi. Setiap ahli dari masa ke masa menghasilkan persepsi
berbeda namun dalam medan makna yang menjurus ke arah
yang sama pencariannya. Beberapa pengertian filsafat menurut
para ahli akan disampaikan pada penjabaran berikut ini.
1. Aristoteles (384-322 SM)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran
yang meliputi logika, fisika, metafisika dan pengetahuan
praktis.
2. Plato (427-347 SM)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang hakekat.
3. Bertrand Russel (1967)
Filsafat adalah suatu usaha untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan terbaru, tidak secara dangkal atau
dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan
sehari-hari. Akan tetapi, secara kritis dalam artian: setelah
segala sesuatunya diselidiki, masalah apa yang dapat
ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan itu hingga kita
menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan
tersebut….(problemen der Philosophic, 1967: 7).
4. Beerling (1968)
Filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas,
diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul
dari pengalaman. (Er zijn eigenlijksheidvragen dalam
Filosofic als sciencefiction, 1968: 44).
5. Karl Popper (1971)
Kita semua mempunyai filsafat yang masih menjadi
misteri dan tugas pokok utama dari filsafat adalah untuk
menyelidiki berbagai filsafat itu secara kritis, dimana
filsafat yang telah dianut sebelumnya itu tidak diselidiki
secara kritis. (dikutip dari perdebatan televisi, 14
Nopember 1971).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 74
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Filsafat adalah suatu pemikiran dan kajian kritis terhadap
kepercayaan dan sikap yang sudah dijunjung tinggi
kebenarannya melalui pencarian dan analisis konsep dasar
mengenai bidang kegiatan pemikiran seperti: prinsip,
keyakinan, konsep dan sikap umum dari suatu individu atau
kelompok untuk menciptakan kebijaksanaan dan
pertimbangan yang lebih baik.
2. PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT
Filsafat Pancasila adalah penggunaan nilai-nilai
pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bernegara.
Dalam prinsipnya, Pancasila sebagai filsafat merupakan perluasan
manfaat dari yang bermula sebagai dasar dan ideologi, merambah
hingga produk filsafat (falsafah). Pancasila sebagai filsafat berarti
bahwa pancasila mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran
yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi
Pancasila. Hal yang mendasari pernyataan ini adalah karena pada
hakikatnya Pancasila memiliki sistem nilai (value system) yang
didapat dari penggalian dan pengejawantahan nilai-nilai luhur
mendasar dari kebudayaan bangsa Indonesia sepanjang sejarah,
berakar dari unsur-unsur kebudayaan luar yang sesuai sehingga
secara keseluruhannya terpadu menjadi kebudayaan bangsa
Indonesia[1]. Hal inilah yang kemudian ditangkap sebagai hasil
perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para tokoh
pendiri bangsa (The Founding Father) Indonesia (yang
merupakan prinsip dasar filsafat) dan merumuskannya dalam
suatu sistem dasar negara yang diatasnya berdiri sebuah Negara
Republik Indonesia.[2] Pertanyaan:”Di atas dasar apakah negara
Indonesia didirikan?” menjadi awalan yang sangat fundamental
dalam perumusan Pancasila ketika mereka bersidang pertama
kali di lembaga BPUPKI.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 75
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Fungsi Filsafat Pancasila
Berikut ini adalah fungsi filsafat pancasila bagi negara
Indonesia:
1. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Setiap bangsa mempunyai jiwanya masing-masing.
Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia berfungsi agar
Indonesia tetap hidup dalam jiwa pancasila.
2. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Fungsi pancasila sebagai kepribadian bangsa yaitu
sebagai hal yang memberi ciri khas bagi bangsa dan menjadi
pembeda dari bangsa lain.
3. Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum
Fungsi pancasila sebagai sumber dari segala sumber
hukum yaitu mengatur semua hukum yang berlaku di Negara
Indonesia. Semua hukum harus patuh dan menjadikan
Pancasila sebagai sumbernya. Artinya setiap hukum yang
berlaku tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
4. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Fungsi pancasila sebagai pandangan hidup
adalah masyarakat Indonesia harus menjadikan pancasila
sebagai petunjuk atau pedoman kehidupan sehari-hari.
5. Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia
Pancasila dimuat di pembukaan UUD 1945, hal ini
menjadikan pancasila sebagai tujuan dan cita-cita bangsa
Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 76
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. PENGERTIAN SISTEM
Kata Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan
bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini
sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu entitas
yang berinteraksi.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan
sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah.
Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang
pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian
umum menurut beberapa ahli bahwa definisi sistem adalah
merupakan sekelompok elemen yang terintegrasi dan bekerja
sama untuk mencapai suatu tujuan. Jadi yang dimaksud dengan
sistem bisa berbentuk apa saja dan berada dimana saja.
Sistem adalah kumpulan / group / komponen apapun baik
phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja
sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.
Pengertian Sistem dan Definisi Sistem Menurut Para Ahli
1. Pengertian sistem Menurut Arifin Rahman | Sistem adalam
Webster New Collegiate Dictionary bahwa terdapat kata
"syn" dan "Histanai" yang berasal dari bahasa Yunani
berarti menempatkan bersama. Bahwa pengertian sistem
adalah suatu kumpulan pendapat pendapat, (collection of
opinions), prinsip prinsip (principles), dan lain lain yang
membentuk suatu kesatuan yang berhubung hubungan satu
sama lain.
2. Pengertian sistem menurut Ludwig von Bertallanffy |
Bahwa sistem adalah sekumpulan unsur unsur yang berada
dalam keadaan yang berinteraksi.
3. Pengertian sistem berdasarkan A.Hall dan R. Fagen | bahwa
pengertian sistem adalah sekumpulan objek, yang
mencakup hubungan diantara objek tersebut.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 77
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Pengertian sistem menurut Colin Cherry | Bahwa sistem adalah
suatu keseluruhan yang dibentuk dari banyak bagian_suatu
assambel dari berbagai macam sifat dan bagian bagian
tersebut.
5. Sedangkan menurut Prajudi bahwa pengertian sistem adalah
suatu jaringan dari prosedur prosedur yang berkaitan satu
sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk
menggerakkan suatu fungsi yang utama dan suatu usaha
ataupun urusan.
6. Pengertian Sistem menurut W.J.S. Poerwadarminta | bahwa
sistem adalah sekelompok bagian bagian atau alat dan
sebagainya yang bekerja bersama sama untuk melakukan
sesuatu maksud.
7. Pengertian sistem menurut Sumantri | bahwa sistem adalah
sekelompok bagian bagian yang bekerja bersama sama untuk
melakukan suatu maksud. Bila terjadi kerusakan terhadap
salah satu bagian maka sistem atau seluruh bagian tidak akan
dapat menjalankan tugasnya sepenuhnya. Dengan kata lain,
maksud yang hendak dicapai tidak akan terpenuhi atau setidak
tidaknya sistem yang telah terwujud akan mendapat gangguan.
8. Pengertian sistem menurut Musanef | bahwa Sistem adalah
suatu sarana yang menguasai keadaan pekerjaan agar dalam
menjalankan tugas dapat diatur, dan sistem adalah suatu
tatanan dari hal hal yang paling berkaitan dan berhubungan
sehingga membentuk satu kesatuan dan satu keseluruhan
9. Pengertian sistem menurut Inu Kencana Syafi'ie | bahwa sistem
adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian yang terikat
satu dengan yang lainnya. Bagian kecil atau anak cabang dari
suatu sistem, menjadi induk sistem dari rangkaian selanjutnya.
Keadaan tersebut yang akan terus terjadi hingga tiba pada saat
adanya bagian yang mengganggu kestabilan itu sendiri.
10. Menurut Jerry Fith Gerald ; sistem adalah suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 78
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Sistem Ciri-Ciri yang Baik
Ciri-ciri dalam sistem terbagi atas 8 bagian antara lain sebagai
berikut:
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berhubungan satru sama lain, yang berarti saling berkerjasama
untuk membentuk suatu kesatuan.
2. Sistem Batasan (Batasan)
Batasan sistem membatasi antara suatu sistem dengan sistem
lainnya dan juga dengan lingkungan luar.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar sistem adalah diluar batas dari sistem yang
mempengaruhi sistem tersebut. Lingkungan yang bersifat
menguntungkan yang harus tetap dijaga, tetapi yang bersifat tidak
menguntungkan juga perlu dijaga dan dikendalikan, kalau tidak
berkelanjutan operasi dari sistem tersebut.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem yaitu alat penghubung antara subsistem
dengan subsistem lain.
5. Masukan Sistem atau masukan
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan pada suatu
sistem tertentu yang bisa berupa perawatan input dan input
sinyal. Maintenance Input adalah energi yang dimasukkan agar sistem
bisa berjalan dengan semestinya. Sedangkan signal input adalah energi
yang muncul untuk memperoleh keluaran atau hasil.
6. Keluaran sistem atau output.
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang ditinggalkan dan
diklasifikasikan menjadi hasil (keluaran) yang bermanfaat dan juga
hasil sisa pembuangan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 79
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
7. Pengolah sistem
Suatu sistem menjadi sebuah pengolah yang mengubah
masukan menjadi keluaran. Sistem produksi mengolah bahan
baku tersebut untuk dijadikan bahan jadi.
8. Sistem sasaran
Suatu sistem tentunya memiliki tujuan atau sasaran berupa
objek. Tujuan dari sistem tersebut sangat menentukan masukan
yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang akan dihasilkan.
4. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat dapat berupa jati diri bangsa
Indonesia.
1. Pancasila sebagai Jati diri bangsa Indonesia
Pancasila pada hakikatnya merupakan kristalisasi nilai-nilai
luhur kebudayaan bangsa Indonesia sepanjang sejarah, yang
berakar dari unsur-unsur kebudayaan luar yang sesuai sehingga
secara keseluruhannya terpadu menadi kebudayaan bangsa
Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari proses terjadinya
Pancasila yaitu melalui suatu proses yang disebut kausa
materialisme karena nilai-nilai Pancasila sudah ada dan hidup
sejak zaman dulu yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kata lain, nilai-nilai Pancasila diungkapkan dan
dirumuskan dari sumber nilai utamanya yaitu:
a) Nilai-nilai yang bersifat fundamental, unicersal, mutlak
dan abadi dari Tuhan Yang Maha Esa yang tercermin
dalam inti kesamaan ajaran-ajaran agama dalam kitab
suci.
b) Nilai-nilai yang bersifat kolektif nasional yang
merupakan intisari dari nilai-nilai yang luhur budaya
mastarakat.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 80
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
c) Rumusan Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu
Sistem
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya
merupakan suatu sistem filsafat. Pengertian dari sistem itu sebdiri
yaitu suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling
kerjasama untuk sati tujuan tertentu dan secara keseluruhan
merupakan suatu kesatuan yang utuh.
2. Susunan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Yang Bersifat Organis
Isi sila-sila Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu
keratuan peradaban, dalam arti setiap sila meruapakan unsur dari
kesatuan Pancasila. Oleh karena itu, Pancasila meruapakan suatu
kesatuan yang majemuk tunggal, dengan akibat setiap sila tidak
dapat berdiri senrdiri, terlepas dari sila-sila lainnya. Disamping itu,
diantara sila satu dengan yang lain tidak saling bertentangan.
3. Susunan Kesatuan Yang Bersifat Hirarki Dan Berbentuk Piramidal
Hirarki dan Poramidal mempunyai pengertian yang sangat
matematis yang digunakan untuk menggambarkan hubungan sila-
sila Pancasila dalam hal urut-urutan luas dan juga dalam hal isi
sifatnya. Secara ontologis hakikat Pancasila mendasarkan setiap
silanya pada landasan, yaitu: Tuhan, Manusia, satu, Rakyat, Adil. Oleh
karena itu, hakikat itu harus selalu berkaitan dengan sifat dan
hakikat bangsa Indonesia. Dengan demikianlah sila pertama adalah
sifat dan keadaan negara yang harus sesuai dengan hakikat Tuhan:
sila kedua bersifat dan keadaan negera harus sesuai dengan hakikat
manusia, sila keriga sifat dan keadaan negara harus satu, sila
keempat adalah sifat dan keadaan negara harus sesuai dengan
hakikat rakyat, dan sila kelima adalah sifat dan keadaan negara harus
sesuai dengan hakiat adil.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 81
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Rumusan Hubungan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Yang Saling
Mengisi Dan Saling Mengkualifikasi.
Kesatuan sila-sila Pancasila yang majemuk tunggal, hirarkis
Piramidal juga memiliki sifat saling mengisi dan saling
mengkualifikasi. Hal tersebut dimaksudkan bahwa setiap sila
terkandung nilai keempat sila lainnya, dengan kata lain, dalam
setiap sila Pancasila senantiasa dikualifikasikan oleh keempai sila
lainnya. Contoh rumusan kesatuan sila-sila Pancasila yang mengisi
dan saling mengkualifikasi adalah sebagai berikut: “SILA
KETUHANAN YANG MAHA ESA ADALAH BERKEMANUSIAAN
YANG ADIL DAN BERADAB, BERPERSATUAN INDONESIA,
BERKERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT
KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN /PERWAKITAN
DAN BERKEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
5. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
Secara etimologi, ideologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri
atas 2 kata, yaitu idea dan logos. Idea yang berarti gagasan, cita-cita
atau konsep; Logos yang berarti pemikiran. Jadi, secara etimologi,
ideologi berarti ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan
hakikat ide atau gagasan. Selain secara asal katanya, pandangan
mengenai arti ideologi sendiri juga dikemukakan oleh para ahli,
seperti Drs. Moerdiono, yang mengemukakan bahwa ideologi adalah
a system of ideas, akan mensistematisasikan seluruh pemikiran
mengenai kehidupan ini dan melengkapinya dengan sarana serta
kebijakan dan strategi dengan tujuan menyesuaikan keadaan nyata
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat yang menjadi
induknya. Dari paparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
ideologi adalah suatu pemikiran yang berisi nilai nilai tertentu untuk
mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Ideologi sendiri memiliki
fungsi yang sangat sentral bagi suatu negara, di mana fungsi dari
ideologi sendiri adalah sebagai sesuatu yang memperkuat dan
memperdalam identitas rakyatnya (Prof. W. Howard Wriggins). Dari
pernyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ideologi adalah
identitas dari suatu bangsa. Ideologi memiliki posisi yang sangat
penting bagi setiap bangsa.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 82
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Posisi penting ini dikarenakan ideologi peranan sebagai arah atau
pedoman bagi bangsa untuk mencapai tujuannya masing-masing. Selain
itu, peran lain yang dimiliki oleh ideologi adalah sebagai alat untuk
mencegah terjadinya konflik sosial dalam masyarakat agar setiap
masyarakat dapat hidup dalam ketentraman dan juga memiliki rasa
solidaritas yang tinggi. Peranan lain dari ideologi adalah sebagai alat
pemersatu suatu bangsa. Setiap bangsa tentu saja memiliki
keberagaman baik dalam suku,bahasa,adat-istiadat,kebudayaan, dan
lain sebagainya.
Ideologi memiliki peran dalam mempersatukan keberagaman
yang ada dalam masyarakat supaya dapat terbentuknya kehidupan
berbangsa dan bernegara yang baik.Dari paparan tersebut, maka dapat
terlihat betapa pentingnya ideologi bagi setiap bangsa.
Identitas bangsa Indonesia sendiri tertuang kedalam ideologi yang
dianut oleh bangsa Indonesia, yaitu Ideologi Pancasila. Ideologi
Pancasila sendiri dirumuskan oleh Panitia Sembilan dan berdasar atas
pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Ideologi Pancasila menjadi
sangat penting bagi bangsa Indonesia karena Pancasila memiliki
beberapa kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di
Indonesia.Kedudukan itu seperti Pancasila sebagai jiwa bangsa
Indonesia,Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila menjadi dasar
negara,Pancasila sebagai sumber dari segala hukum yang ada di
Indonesia,Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia ketika
mendirikan negara, dan Pancasila sebagai cita-cita bangsa. Kedudukan
inilah yang menjadikan Pancasila menjadi sangat penting bagi bangsa
Indonesia. Kedudukan ini juga dapat diartikan bahwasannya Pancasila
merupakan suatu landasan bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan
segala aspek yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 83
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
C. Latihan Soal/ Tugas
1. Bagaimana bunyi pengertian Filsafat menurut para ahli!
Jawab:
Pengertian Filsafat menurut Para Ahli
Filsafat adalah ilmu yang sudah cukup berumur, kita
dapat merujuk pada ahlinya dari tahun 384-322 sebelum
masehi. Setiap ahli dari masa ke masa menghasilkan persepsi
berbeda namun dalam medan makna yang menjurus ke arah
yang sama pencariannya. Beberapa pengertian filsafat menurut
para ahli akan disampaikan pada penjabaran berikut ini.
1. Aristoteles (384-322 SM)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran
yang meliputi logika, fisika, metafisika dan pengetahuan
praktis.
2. Plato (427-347 SM)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang hakekat.
3. Bertrand Russel (1967)
Filsafat adalah suatu usaha untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan terbaru, tidak secara dangkal atau
dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan
sehari-hari. Akan tetapi, secara kritis dalam artian: setelah
segala sesuatunya diselidiki, masalah apa yang dapat
ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan itu hingga kita
menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan
tersebut….(problemen der Philosophic, 1967: 7).
4. Beerling (1968)
Filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas,
diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul
dari pengalaman. (Er zijn eigenlijksheidvragen dalam
Filosofic als sciencefiction, 1968: 44).
5. Karl Popper (1971)
Kita semua mempunyai filsafat yang masih menjadi
misteri dan tugas pokok utama dari filsafat adalah untuk
menyelidiki berbagai filsafat itu secara kritis, dimana
filsafat yang telah dianut sebelumnya itu tidak diselidiki
secara kritis. (dikutip dari perdebatan televisi, 14
Nopember 1971).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 84
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. Apa saja fungsi Filsafat Pancasila?
Jawab:
Fungsi Filsafat Pancasila
Berikut ini adalah fungsi filsafat pancasila bagi negara
Indonesia:
2. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Setiap bangsa mempunyai jiwanya masing-masing. Pancasila
sebagai jiwa bangsa Indonesia berfungsi agar Indonesia tetap
hidup dalam jiwa pancasila.
3. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Fungsi pancasila sebagai kepribadian bangsa yaitu sebagai
hal yang memberi ciri khas bagi bangsa dan menjadi
pembeda dari bangsa lain.
4. Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum
Fungsi pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
yaitu mengatur semua hukum yang berlaku di Negara
Indonesia. Semua hukum harus patuh dan menjadikan
Pancasila sebagai sumbernya. Artinya setiap hukum yang
berlaku tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
5. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Fungsi pancasila sebagai pandangan hidup
adalah masyarakat Indonesia harus menjadikan pancasila
sebagai petunjuk atau pedoman kehidupan sehari-hari.
6. Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia
Pancasila dimuat di pembukaan UUD 1945, hal ini
menjadikan pancasila sebagai tujuan dan cita-cita bangsa
Indonesia.
3. Sebutkan dan jelaskan pengertian sistem menurut para
ahli!
Jawab:
Pengertian Sistem dan Definisi Sistem Menurut Para Ahli
1. Pengertian sistem Menurut Arifin Rahman | Sistem adalam
Webster New Collegiate Dictionary bahwa terdapat kata
"syn" dan "Histanai" yang berasal dari bahasa Yunani
berarti menempatkan bersama. Bahwa pengertian sistem
adalah suatu kumpulan pendapat pendapat, (collection of
opinions), prinsip prinsip (principles), dan lain lain yang
Pendidikan Kewarganegaraan Page 85
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
membentuk suatu kesatuan yang berhubung hubungan satu
sama lain.
2. Pengertian sistem menurut Ludwig von Bertallanffy |
Bahwa sistem adalah sekumpulan unsur unsur yang berada
dalam keadaan yang berinteraksi.
3. Pengertian sistem berdasarkan A.Hall dan R. Fagen | bahwa
pengertian sistem adalah sekumpulan objek, yang
mencakup hubungan diantara objek tersebut
(understanding of the system is a set of objects, which
includes the relationship between the object), serta
hubungan antara sifat yang mereka miliki (the relationship
between their properties).
4. Pengertian sistem menurut Colin Cherry | Bahwa sistem
adalah suatu keseluruhan yang dibentuk dari banyak
bagian_suatu assambel dari berbagai macam sifat dan
bagian bagian tersebut.
5. Sedangkan menurut Prajudi bahwa pengertian sistem
adalah suatu jaringan dari prosedur prosedur yang
berkaitan satu sama lain menurut skema atau pola yang
bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dan
suatu usaha ataupun urusan.
6. Pengertian Sistem menurut W.J.S. Poerwadarminta | bahwa
sistem adalah sekelompok bagian bagian atau alat dan
sebagainya yang bekerja bersama sama untuk melakukan
sesuatu maksud.
7. Pengertian sistem menurut Sumantri | bahwa sistem adalah
sekelompok bagian bagian yang bekerja bersama sama
untuk melakukan suatu maksud. Bila terjadi kerusakan
terhadap salah satu bagian maka sistem atau seluruh bagian
tidak akan dapat menjalankan tugasnya sepenuhnya.
Dengan kata lain, maksud yang hendak dicapai tidak akan
terpenuhi atau setidak tidaknya sistem yang telah terwujud
akan mendapat gangguan.
8. Pengertian sistem menurut Musanef | bahwa Sistem adalah
suatu sarana yang menguasai keadaan pekerjaan agar dalam
menjalankan tugas dapat diatur, dan sistem adalah suatu
tatanan dari hal hal yang paling berkaitan dan berhubungan
sehingga membentuk satu kesatuan dan satu keseluruhan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 86
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Pancasila memiliki 3 landasan pijak filosofis,yaitu:
Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jelaskan
pengertian 3 landasan pijak filosofis pancasila tersebut!
Jawab:
Ontologis dalam filsafat adalah tentang hakikat
yang paling mendalam dan paling umum(mendasar).
Epistemologis adalah tentang sifat dasar pengetahuan.
Aksiologis adalah tentang penelitian tentang nilai-nilai.
Landasan Ontologis Pancasila adalah pemikiran filosofis atas
sila-sila Pancasila sebagai dasar filosofis negara Indonesia.
Menurut Sephen W. Littlejohn dan Karen A. Foss, ontology
bergadapan dengan sifat makhluk hidup, dimana ada 3
mainstream utama yaitu determinisme, pragmatism, dan
kompromisme. Pancasila sebagai dasar filosofis negara
Indonesia sebagai Ontologis, pada sila ke:
Hal kebebasan beragama dan menghormati satu sama lain.
Setiap orang memiliki martabat, HAM, keadilan yang sama.
Ada perbedaan tapi tetap satu (rasa kebangsaan Indonesia)
Landasan Epistemologis Pancasila artinya nilai-nilai Pancasila
digali dari pengalaman bangsa Indonesia yang kemudian
disintesiskan melalui pandangan komprehensif kegidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurut Littlejohn
dan Foss, pengetahuan muncul melalui rasionalisme dan atau
empirisme, yang memiliki 2 tingkatan yaitu pengetahuan
mutlak dan pengetahuan relative.
Berdasarkan Epistemologi (pengetahuan), Filosofi Pancasila
pada sila ke:
Pengalaman kehidupan beragama bangsa Indonesia.
Pengalaman ditindas penjajah selama berabad-abad.
Pengalaman terpecahbelah nya bangsa atas adu domba
Belanda melaluit politik Devide et Impera.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 87
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Landasan Aksiologis Pancasila artinya nilai atau kualitas yang
terkandung dalam sila-sila Pancasila. Pancasila mengandung
spiritualitas, kemanusiaan, solidaritas, musyawarah, dan
keadilan. Pancasila merupakan sumber nilai untuk memahami
hidup berbangsa dan bernegara secara utuh. Nilai-nilai dari
Pancasila berdasarkan filosofinya yaitu sila ke:
Kualitas monoteis, spiritual, kekudusan, dan sakral.
Martabat, harga diri, kebebasan, dan tanggung jawab.
Solidaritas dan kesetiakawanan.
Demokrasi, musyawarah, mufakat, dan berjiwa besar.
Kepedulian dan gotong royong.
5. Jelaskan Pancasila sebagai ideologi!
Jawab:
Secara etimologi, ideologi berasal dari bahasa Yunani
yang terdiri atas 2 kata, yaitu idea dan logos. Idea yang berarti
gagasan, cita-cita atau konsep; Logos yang berarti pemikiran.
Jadi, secara etimologi, ideologi berarti ilmu yang meliputi
kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan. Selain
secara asal katanya, pandangan mengenai arti ideologi sendiri
juga dikemukakan oleh para ahli, seperti Drs. Moerdiono, yang
mengemukakan bahwa ideologi adalah a system of ideas, akan
mensistematisasikan seluruh pemikiran mengenai kehidupan
ini dan melengkapinya dengan sarana serta kebijakan dan
strategi dengan tujuan menyesuaikan keadaan nyata dengan
nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat yang menjadi
induknya. Dari paparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
ideologi adalah suatu pemikiran yang berisi nilai nilai tertentu
untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 88
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Ideologi sendiri memiliki fungsi yang sangat sentral bagi suatu
negara, di mana fungsi dari ideologi sendiri adalah sebagai
sesuatu yang memperkuat dan memperdalam identitas
rakyatnya (Prof. W. Howard Wriggins). Dari pernyataan
tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ideologi adalah
identitas dari suatu bangsa. Ideologi memiliki posisi yang
sangat penting bagi setiap bangsa. Posisi penting ini
dikarenakan ideologi peranan sebagai arah atau pedoman bagi
bangsa untuk mencapai tujuannya masing-masing. Selain itu,
peran lain yang dimiliki oleh ideologi adalah sebagai alat untuk
mencegah terjadinya konflik sosial dalam masyarakat agar
setiap masyarakat dapat hidup dalam ketentraman dan juga
memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Peranan lain dari ideologi
adalah sebagai alat pemersatu suatu bangsa. Setiap bangsa
tentu saja memiliki keberagaman baik dalam suku,bahasa,adat-
istiadat,kebudayaan, dan lain sebagainya.
Pancasila sebagai ideologi negara artinya seluruh warga
negara Indonesia menjadikan pancasila sebagai dasar sistem
kenegaraan. Nilai-nilai yang ada pada setiap butir pancasila
harus dijadikan sebagai pedoman dasar dalam melangsungkan
kehidupan bernegara. Selain itu, pancasila sebagai ideologi
negara bermakna menjadikan pancasila sebagai cita-cita atau
visi. Hal ini tentunya berlaku untuk pemerintah dan seluruh
warga negara.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 89
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
D.DAFTAR PUSTAKA
1. https://serupa.id/filsafat-umum/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Pancasila#:~:text=Filsafat
%20Pancasila%20adalah%20penggunaan%20nilai,negara%20da
n%20pandangan%20hidup%20bernegara.&text=Pancasila%20se
bagai%20filsafat%20juga%20berarti,dan%20isi%20pembentuka
n%20ideologi%20Pancasila.
3. https://bobo.grid.id/read/081968247/fungsi-dan-tujuan-filsafat-
pancasila-bagi-negara-indonesia?page=all
4. http://www.definisi-pengertian.com/2015/11/pengertian-
sistem-definisi-menurut-ahli.html
5. https://belajargiat.id/sistem/
6. https://kknockin.wordpress.com/2017/12/08/pancasila-
sebagai-sistem-filsafat/
7. https://binus.ac.id/character-building/2020/10/pancasila-
sebagai-ideologi-negara/
8. https://www.kompasiana.com/brianjohanes7627/5ceb56e19576
0e301c7e64f2/pancasila-sebagai-sistem-
filsafat?page=all#:~:text=Pancasila%20sebagai%20Sistem%20Fil
safat%20adalah,sama%2C%20saling%20keterikatan%20dan%20
ketergantungan.&text=Pancasila%20adalah%20ideologi%20dasa
r%20dalam%20kehidupan%20bernegara%20Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 90
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
PERTEMUAN 6
HAK ASASI MANUSIA
A. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada materi Hak Asasi Manusia ini yaitu
diharapkan mahasiswa dapat menjelaskn konsepsi HAM dan dapat
menganalisis perkembangan Ham di Indonesia maupun diluar
Indonesia. Dapat membedakan antara hak dan kewajiban yang
diperoleh dan yangbharus dilakukan oleh setiap orang.
B. Uraian Materi
1. HAK ASASI MANUSIA
a. Konsepsi HAM
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak dasar (asasi) yang
dimiliki manusia sejak ia lahir, yang memang sudah diberikat
(kodrat) kepada Tuhan kepada manusia yang harus saling
dihormati dan dilindungi satu sama lain.
Ide tentang HAM sendiri berawal dari keyakinan manusia itu
sendiri sebagai makhluk yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang
Maha Esa yang bersifat sama dan sederajat. Artinya Semua orang
dilahirkan bebas dan setara dalam martabat dan hak- haknya.
Karena itulah setiap manusia harus diperlakukan secara adil serta
beradab. Sifat Hak Asasi Manusia (HAM) adalah umum dan
universal, artinya HAM berlaku untuk semua manusia, tidak
mengenal ras, suku, bangsa dan agama. Masyarakat yang ada di
seluruh dunia haruslah berusaha untuk menjaga hak-hak satu
sama lain, tidak menindas hak-hak orang lain yang secara sosial
ataupun ekonomi berada dibawahnya.Tetapi, memang faktanya
dalam penegakan HAM tidaklah mudah baik dilakukan oleh
negara maupun masyarakat. Tetapi kita sebagai manusia yang
berilmu, berakal dan besama.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 91
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Konsepsi HAM yang diakui oleh negara kita seperti
halnyanegara lain menurut hukum dapat dibagi menjadi dua
kategori yaitu:
a. Hak-hak pokok yang hanya dimiliki oleh para warga negara.
b. Hak-hak pokok yang pada dasarnya dimiliki oleh semua
orang yang bertempat tinggal di suatu negara tanpa
memandang kewarganegaraannya.
Konsepsi dasar HAM mengalami perkembangan Menurut
pendapatpara ahli bahwa HAM dibagi atas 4 generasi yakni :
1. Generasi I : menitik bertkan pada hak-hak pribadi
politik danhukum;
2. Generasi II : menekankan pada hak-hak dasar ekonomi,
sosial danbudaya.
3. Generasi III : menekankan pada hak-hak suatu
komunitas untukberkembang.
4. Generasi IV : menekankan pada perimbangan hak dan
kewajibanwarga negara
b. Perkembangan HAM
Latar belakang sejarah HAM, pada hakikatnya muncul
karena inisiatif manusia terhadap harga diri dan martabatnya
sebagai akibat tindakan sewenang - wenang dari penguasa,
penjajahan, perbudakan, ketidakadilan dan kezaliman tirani.
Perkembangan pengakuan HAM ini berjalan secara perlahan dan
beraneka ragam. perkembangannya dapat kita lihat sebagai
berikut.
Perkembangan Hak Asasi Manusia Pada Masa Sejarah
1. Perjuangan nabi Musa dalam membebaskan umat yahudi dari
perbudakan (tahun 6000 sebelum masehi).
2. Hukum Hummurabi di babylonia yang memberi jaminan
keadilan bagi warga negara (tahun 2000 sebelum masehi).
3. Socrates (469-399 SM), Plato (429-347 SM), dan aristoteles
(384-322 SM) sebagai filosof yunani sebagai peletak dasar
diakuinya hak asasi manusia. Mereka mengajarkan untuk
mengkritik pemerintah yang tidak berdasar keadilan, cita - cita
dan kebijaksanaan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 92
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Perjuangan nabi Muhammad SAW untuk membebaskan para
bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy (tahun
600 Masehi).
▪ Perkembangan Hak Asasi Manusia di Inggris
• Tahun 1215 munculnya piagam "Mahna Charta" atau
piagam agung
• Tahun 1628 keluarnya piagam " Petition of right"
• Tahun 1679 munculnya "Habeas Corpus Act"
• Tahun 1689 keluar "Bill of Rights"
▪ Perkembangan hak asasi manusia di Amerika Serikat
Perjuangan HAM di Amerika Serikat didasari pemikiran
John Locke tentang hak - hak alam, seperti hak hidup (live), hak
kebebasan (liberty), dan hak milik (property). Dasar inilah
yang kemudian dijadikan landasan bagi pengakuan hak-hak
asasi manusia yang terlihat dalam United States Declarations of
Independence. Amerika serikat berhasil mencapai
kemerdekaannya pada tanggal 4 juli 1776. Dalam sejarah
perjuangan HAM, negara amerika serikat dapat dikatakan
sebagai negara pertama yang menetapkan dan melindungi hak
asasi manusia dalam konstitusinya.
▪ Perkembangan Hak Asasi manusia di Prancis
Perjuangan HAM di prancis dirumuskan dalam suatu
naskah pada awal revolusi prancis pada tahun 1789, sebagai
pernyataan tidak puas dari kaum borjuis dan rakyat terhadap
kesewenang - wenangan raja Louis XVI. Naskah tersebut
dikenal dengan declaration des droits de L' homme et du
citoyen (pernyataan mengenai hak - hak asasi manusia dan
warga negara). Deklarasi ini menyatakan bahwa " hak asasi
manusia adalah hak - hak alamiah yang dimiliki manusia
menurut kodratnya, yang tidak dapat dipisahkan daripada
hakikatnya, dan karena itu bersifat suci”.
Dalam revolusi ini muncul semboyan Liberty, Egality, dan
Fraternity ( Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan ). Pada
tahun 1791 deklarasi ini dimasukkan dalam konstitusi prancis.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 93
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
▪ Perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia
Pengakuan hak asasi manusia di indonesia telah
tercantum dalam UUD 1945 yang sebenarnya lebih dahulu ada
dibanding dengan deklarasi universal PBB yang lahir pada 10
Desember 1948. Berikut ini pengakuan akan hak asasi manusia
dalam UUD 1945 dan peraturan perundang - undangan lainnya.
▪ Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama
Hak asasi manusia sebenarnya sudah tercantum dalam
pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa
negara indonesia sendiri sejak masa berdirinya tidak bisa lepas
dari HAM itu sendiri. Hal ini dapat kita lihat pada alinea
pertama yang berbunyi : "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan
itu adalah hak segala bangsa..." berdasar ini maka bangsa
indonesia mengakui adalah hak untuk merdeka atau bebas.
Hanya saja berbeda dengan sejarah HAM di barat yang lebih
bersifat individual, HAM di indonesia berpaham kolektvitas.
Hal ini terbaca dari hak setiap "bangsa" untuk merdeka.
▪ Pembukaan UUD 1945 Alinea Keempat
Yakni nilai - nilai luhur bangsa yang terumus dalam
pancasila. Pancasila sebagai dasar negara mengandung
pemikiran bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha
Esa dengan menyandang dua aspek, yakni aspek individualitas
(pribadi) dan aspek sosialitas (bermasyarakat). Oleh karena itu
kebebasan setiap orang dibatasi oleh hak asasi orang lain. Ini
berarti bahwa setiap orang mengemban kewajiban ini juga
berlaku bagi setiap organisasi pada tataran manapun, terutama
negara dan pemerintah.
▪ Peraturan Perundang - undangan
Undang - undang yang menjamin HAM di indonesia
adalah undang - undang no 39 tahun 1999 tentang HAM.
Berikut ini hak - hak yang terdapat dalam UU no 39 tahun
1999:
1. Hak untuk Hidup ( Pasal 4 )
2. Hak untuk berkeluarga (pasal 10)
3. Hak untuk mengembangkan diri (pasal
11,12,13,14,15,16)
4. Hak untuk memperoleh keadilan (pasal 17,18,19)
5. Hak atas kebebasan pribadi (pasal 20-27)
6. Hak atas rasa aman (pasal 28-35)
7. Hak turut serta dalam pemerintahan (pasal 43-44)
8. Hak atas kesejahteraan (pasal 36-42)
Pendidikan Kewarganegaraan Page 94
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
9. Hak wanita (pasal 45-51)
10. Hak anak (pasal 52-66)
c. Achievement Right
Dalam deklarasi PBB,setidaknya terdapat 30 Hak Asasi Manusia
yang tertulis dan disepakati. Berikut ulasannya:
1. Terlahir bebas dan mendapat perlakuan sama.
2. Hak tanpa ada diskriminasi.
3. Hak untuk Hidup.
4. Hak tanpa perbudakan.
5. Bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan.
6. Hak untuk pengakuan sebagai pribadi di depan hukum.
7. Hak atas kesetaraan di hadapan hukum.
8. Kebeasan dilindungi hukum.
9. Kebebasan dari penangkapan sewenang-wenang dan
pengasingan.
10. Hak untuk audiensi publik.
11. Hak untuk dianggap tidak bersalah, sampai terbukti bersalah.
12. Hak privasi.
13. Hak untuk kebebasan bergerak.
14. Hak untuk mencari tempat yang aman untuk hidup.
15. Hak berkebangsaan.
16. Hak menikah dan berkeluarga.
17. Hak memiliki properti.
18. Kebebasan beragama dan berpikir.
19. Kebebasan berekspresi.
20. Hak untuk majelis umum.
21. Hak untuk berdemokrasi.
22. Hak jaminan sosial.
23. Hak untuk bekerja dan sebagai pekerja.
24. Hak untuk istirahat dan bersantai.
25. Makanan dan tempat tinggal.
26. Hak atas pendidikan.
27. Hak berpartisipasi dalam kehidupan budaya masyarakat.
28. Hak atas dunia yang adil.
29. Tanggung jawab.
30. Kebebasan dari berbagai gangguan-gangguan lainnya.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 95
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
B.HAK DAN KEWAJIBAN PERBEDAAN HAM DI NEGARA LAIN
a. Pandangan Bangsa Indonesia Tentang HAM
Dalam Ketetapan MPR No XVII/MPR/1998 dijelaskan
mengenai pandangan Bangsa Indonesia terhadap HAM, sebagai
berikut :
1. Manusia sebagai makhluk Tuhan YME dianugerahi hak
asasi tanpa perbedaan
2. Bangsa Indonesia menjunjung tinggi dan menerapkan
HAM sesuai dengan Pancasila.
3. Hak tidak terlepas dari kewajiban
4. Bangsa Indonesia menghormati deklarasi HAM PBB 1948
5. HAM adalah hak anugerah Tuhan YME, yang melekat
pada diri manusia, bersifat kodrati, universal, dan abadi
berkaitan dengan harkat dan martabat manusia.
6.Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap
mengenai hak asasi manusia yang bersumber dari ajaran
agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya bangsa,
serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
7. Bangsa Indonesia sebagai anggota Peserikatan Bangsa-
Bangsa mempunyai tanggung jawab untuk menghormati
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration
of Human Rights) dan berbagai instrumen internasional
lainnya mengenai hak asasi manusia.
b. Perkembangan HAM di Indonesia
Wacana hak asasi manusia bukanlah wacana yang asing
dalam diskursus politik dan ketatanegaraan di Indonesia. Kita
bisa menemuinya dengan gamblang dalam perjalanan sejarah
pembentukkan bangsa ini, di mana perbincangan mengenai
hak asasi manusia menjadi bagian daripadanya. Jauh sebelum
kemerdekaan, para perintis bangsa ini telah memercikkan
pikiran-pikiran untuk memperjuangkan harkat dan martabat
manusia yang lebih baik. Pecikan pikiran tersebut dapat dibaca
dalam surat-surat R.A. Kartini yang berjudul “Habis Gelap
Terbitlah Terang”, karangan-karangan politik yang ditulis oleh
H.O.S. Cokroaminoto, Agus Salim, Douwes Dekker, Soewardi
Soeryaningrat, petisi yang dibuat oleh Sutardjo di Volksraad
Pendidikan Kewarganegaraan Page 96
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
atau pledoi Soekarno yang berjudul ”Indonesia Menggugat” dan
Hatta dengan judul ”Indonesia Merdeka” yang dibacakan di
depan pengadilan Hindia Belanda. Percikan-percikan
pemikiran pada masa pergerakan kemerdekaan itu, yang
terkristalisasi dengan kemerdekaan Indonesia, menjadi
sumber inspirasi ketika konstitusi mulai diperdebatkan di
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Di sinilah terlihat bahwa para pendiri
bangsa ini sudah menyadari pentingnya hak asasi manusia
sebagai fondasi bagi negara. Sub-bab ini berusaha menelusuri
perkembangan wacana hak asasi manusia dalam diskursus
politik dan ketatanegaraan di Indonesia, paling tidak dalam
kurun waktu setelah kemerdekaan. Diskursus mengenai hak
asasi manusia ditandai dengan perdebatan yang sangat intensif
dalam tiga periode sejarah ketatanegaraan, yaitu mulai dari
tahun 1945, sebagai periode awal perdebatan hak asasi
manusia, diikuti dengan periode Konstituante (tahun 1957-
1959) dan periode awal bangkitnya Orde Baru (tahun 1966-
1968).
Dalam ketiga periode inilah perjuangan untuk menjadikan
hak asasi manusia sebagai sentral dari kehidupan berbangsa
dan bernegara berlangsung dengan sangat serius. Tetapi
sayang sekali, pada periode-periode emas tersebut wacana hak
asasi manusia gagal dituangkan ke dalam hukum dasar negara
atau konstitusi. Perjuangan itu memerlukan waktu lama untuk
berhasil, yaitu sampai datangnya periode reformasi (tahun
1998-2000). Periode ini diawali dengan pelengseran Soeharto
dari kursi Presiden Indonesia oleh gerakan reformasi. Inilah
periode yang sangat “friendly” terhadap hak asasi manusia,
ditandai dengan diterimanya hak asasi manusia ke dalam
konstitusi dan lahirnya peraturan perundang-undangan di
bidang hak asasi manusia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 97
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
c. Perumusan dan Substansi
Perumusan substansi hak asasi manusia dengan
menggunakan pendekatan normatif, empirik, deskriptif, dan
analitis sebagai berikut:
a. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri
manusia yang sifatnya kodrati dan universal sebagai karunia
Tuhan Yang Maha Esa dan berfungsi untuk menjamin
kelangsungan hidup, kemerdekaan, perkembangan manusia
dan masyarakat, yang tidak boleh diabaikan, dirampas, atau
diganggu gugat oleh siapa pun.
b. Masyarakat Indonesia yang berkembang sejak masih sangat
sederhana sampai modern, pada dasarnya merupakan
masyarakat kekeluargaan. Masyarakat kekeluargaan telah
mengenal pranata sosial yang menyangkut hak dan
kewajiban warga masyarakat yang terdiri atas pranata
religius yang mengakui bahwa manusia adalah ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa dengan segala hak dan kewajibannya;
pranata keluarga sebagai wadah manusia hidup bersama
untuk mengembangkan keturunan dalam menjaga
kelangsungan keberadaannya dan komunikasi untuk
memperluas wawasan dan keterbukaan; pranata hukum dan
keadilan untuk menjamin ketertiban dan kerukunan hidup;
pranata keamanan untuk menjamin keselamatan setiap
manusia. Dengan demikian substansi hak asasi manusia
meliputi : hak untuk hidup; hak berkeluarga dan
melanjutkan keturunan; hak mengembangkan diri; hak
keadilan; hak kemerdekaan; hak berkomunikasi; hak
keamanan; dan hak kesejahteraan.
d. Bangsa Indonesia menyadari dan mengakui bahwa setiap
individu adalah bagian dari masyarakat dan sebaliknya
masyarakat terdiri dari individuindividu yang mempunyai
hak asasi serta hidup di dalam lingkungan yang merupakan
sumber daya bagi kehidupannya.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 98
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Oleh karena itu tiap individu di samping mempunyai hak
asasi, juga mengemban kewajiban dan tanggung jawab untuk
menghormati hak asasi individu lain, tata tertib masyarakat
serta kelestarian fungsi, perbaikan tatanan dan peningkatan
mutu lingkungan hidup.
d. Pengadilan HAM
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000
Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, yang dibentuk
pemerintah Indonesia pada 23 November 2000.
Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap
pelanggaran HAM yang berat. Pengadilan HAM masih
berada dalam lingkungan Peradilan Umum.
Artinya sama dengan Peradilan seperti di Pengadilan
Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Kasasi. Tetapi untuk
Pengadilan HAM, hanya bagi seseorang terduga
melakukan kejahatan seperti kejahatan genosida dan
kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pemeriksaan perkara pelanggaran HAM yang berat
dilakukan oleh majelis hakim Pengadilan HAM yang
berjumlah lima orang, terdiri atas dua orang hakim pada
Pengadilan HAM yang bersangkutan dan tiga orang
hakim ad hoc. Hakim ad hoc diangkat dan diberhentikan
oleh Presiden selaku Kepala Negara atas usul Ketua
Mahkamah Agung.
Perkara pelanggaran HAM yang berat, diperiksa dan
diputus oleh Pengadilan HAM dalam waktu paling lama
180 (seratus delapan puluh) hari dan dapat dimohonkan
banding ke Pengadilan Tinggi dan dapat mengajukan
Kasasi. masing-masing diputus dalam waktu 90
(sembilan puluh) hari sejak perkara banding dan kasasi
dilimpahkan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 99
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
e. Pelanggaran HAM Berat
Jenis pelanggaran HAM berat antara lain:
1. Kejahatan Genosida (Genocide) -> Genosida
merupakan sebuah pembantaian secara massal atau
besar-besaran yang secara sistematis terhadap satu
suku bangsa atau sekelompok suku bangsa dengan
maksud dan tujuan untuk memusnahkan hingga punah
bangsa. Beberapa contoh kejahatan genosida antara
lain: (a) Pembantaian di Rwanda yang membantai suku
Tutsi yang terjadi pada tahun 1994 oleh suku Hutu.
(b)Pembantaian suku bangsa Bosnia dan Kroasia di
Yugoslavia oleh Serbia antara 1991 hingga 1996.
Pembantaian Srebenica ini adalah kasus pertama di
Eropa yang dinyatakan sebagai genosida oleh suatu
keputusan hukum.
2. Kejahatan Kemanusiaan
Jenis pelanggaran HAM yang kedua adalah kejahatan
kemanusiaan. Kejahatan manusia ini merujuk pada jenis
pelanggaran HAM pada tindakan pembunuhan massal
yang terjadi secara sistematis yang meluas ditujukan
kepada suatu kelompok penduduk sipil yang meliputi
aksi:
- Pembunuhan. – Pemusnahan. – Perbudakan. -
Pemindahan paksa penduduk. - Perampasan berat atas
kebebasan fisik. – Penyiksaan. - Pemerkosaan,
perbudakan seksual, pemaksaan prostitusi, pemaksaan
sterilisasi. – Penganiayaan. - Penghilangan paksa. -
Perbuatan tak manusiawi yang mengakibatkan
penderitaan berat, mental dan fisik. dan
- Kejahatan apartheid.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 100