Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
D.DAFTAR PUSTAKA
1. https://jakartagreater.com/konsepsi-ketahanan-
nasional-tannas/
2. file:///C:/Users/LENOVO%20PC/Downloads/7445-
19079-1-PB.pdf
3. https://fenomenakita.wordpress.com/2017/08/02/ast
agrata-ketahan-nasional-indonesia/
4. http://lib.lemhannas.go.id/public/media/catalog/0010
-011600000000098/swf/3181/files/basic-
html/page9.html
5. http://www.fib.unair.ac.id/jdownloads/Materi%20Kuli
ah/MKWU/Materi%20PPKn/ketahanan_nasional_indon
esia_temu_12.ppt
6. https://education2012.wordpress.com/2009/12/24/h
ubungan-wawasan-nusantara-dgn-ketahanan-
nasional/#:~:text=Wawasan%20nasional%20bangsa%
20Indonesia%20adalah,tersebut%20dapat%20berjala
n%20dengan%20sukses.
7. http://catatankecilfuah.blogspot.com/2017/04/hubun
gan-wawasan-nusantara-dan.html
8. https://www.slideshare.net/LestariMoerdijat/pemban
gunan-nasional-dan-ketahanan-nasional
9. file:///C:/Users/LENOVO%20PC/Downloads/bab%201
%20Buku%20Pengantar%20Ketahanan%20sosial.pdf
Pendidikan Kewarganegaraan Page 201
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
PERTEMUAN 11
IDENTITAS NASIONAL INDONESIA
A. Tujuan Pembelajaraan
Tujuan dari pembelajaran materi tentang IDENTITAS NASIONA
INDONESIA yaitu untuk mengetahui pengertian identitas
nasional indonesia, mengetahui proses pembetukan jatidiri
bangsa, dan untuk memahami wajah identitas nasional.
B. Urian Materi
1. IDENTITAS NASIONAL INDONESIA
a. Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah bersatunya suatu bangsa yang
menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat.
Secara Etimologis, Integrasi dari kata Inggris, Integrate :
menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Menurut
KBBI : Integrasi : pembauran, menjadi satu kesatuan yang bulat
dan utuh.
Sedangkan nation adalah bangsa. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti politis dan
antropologis.
a. Secara Politis Integrasi nasional secara politis berarti
penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan
wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
b. Secara Antropologis Integrasi nasional secara antropologis
berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan
yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian / harmonisasi/
kerukunan dalam kehidupan masyarakat.
Sedangkan pengertian Integrasi Nasional Menurut beberapa
para ahli:
1. Howard Wriggins Integrasi bangsa berarti penyatuan bagian
yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu
keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-
masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu
kesatuan bangsa.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 202
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. Myron Weiner Integrasi menunjuk pada proses penyatuan
berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam satu
kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu
identitas nasional. Integrasi biasanya mengandalkan adanya
satu masyarakat yang secara etnis majemuk dan setiap
kelompok masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat
kebudayaan yang berbeda.
3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin Integrasi nasional ini sebagai
proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua
aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi,
dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek vertikal dan
horisontal.
4. J. Soedjati Djiwandono Integrasi nasional sebagai cara
bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas
dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.
Hak tersebut perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Bila
tidak, persatuan nasional akan dibahayakan. Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa integrasi
nasional bangsa indonesia berarti hasrat dan kesadaran
untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan
bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu
kesepakatan atau konsensus nasional melalui Sumpah
Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
b. Pengertian Identitas Nasional
Istilah identitas nasional (national identity) berasal dari kata
identitas dan nasional. Identitas (identity) secara harfiah berarti
ciri-ciri, tanda-tanda atau jatidiri yang melekat pada seseorang
atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain (ICCE,
2005:23). Sedangkan kata nasional (national) merupakan
identitas yang melekat pada kelompok- kelompok yang lebih
besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti
budaya, agama, bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-
cita dan tujuan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 203
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Istilah identitas nasional atau identitas bangsa melahirkan
tindakan kelompok (collective action yang diberi atribut nasional)
yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk organisasi atau
pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional (ICCE,
2005:25).
Menurut Kaelan (2007), identitas nasional pada hakikatnya
adalah manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan
berkembang dalam aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan
ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa
berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.
Istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri
yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan
bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang
demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki
identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri
serta karakter dari bangsa tersebut. Demikian pula hal ini juga
sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut
terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian
“identitas nasional” sebagaimana dijelaskan maka identitas
nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri
suatu bangsa atau yang lebih popular disebut sebagai kepribadian
suatu bangsa.
Dalam pendekatan sosiologi dan antropologi, identitas sendiri
mengacu pada ciri-ciri ataupun sifat khas yang ada pada sesuatu.
Identitas ini tidak hanya dimiliki oleh individu, tetapi juga
kelompok. Identitas nasional sendiri merupakan pembeda antara
suatu negara dengan negara lainnya. Harapannya, semua
masyarakat di negara tersebut memiliki nilai yang sejalan dengan
identitasnya.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 204
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. PEMBENTUKAN JATI DIRI BANGSA
Jatidiri bangsa adalah identitas suatu bangsa yang menjadi
pemicu semangat kesinambungan hidup bangsa yang bersangkutan.
Demikian pula dengan istilah “jatidiri bangsa Indonesia” adalah
identitas bangsa Indonesia yang menjadi pemberi semangat demi
kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Jatidiri bangsa Indonesia
dapat diidentifikasikan melalui citra budaya dan peradaban bangsa
Indonesia yang telah ada sebelum bangsa ini ada dan merdeka.
Jatidiri bangsa akan tampak dalam karakter bangsa yang merupakan
perwujudan dari nilai-nilai luhur bangsa. Bagi bangsa Indonesia nilai-
nilai luhur bangsa terdapat dalam dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia yakni Pancasila, yang merupakan pengejawantahan dari
konsep religiositas, humanitas, nasionalitas, sove-reinitas dan
sosialitas. Membangun jatidiri bangsa Indonesia berarti membangun
jatidiri setiap manusia Indonesia, yang tidak lain adalah membangun
manusia pancasila. Jatidiri akan menampakkan wajahnya dalam
bentuk sikap dan perilaku subyek, individu atau entitas terhadap
tantangan yang dihadapinya. Jatidiri bangsa merupakan hal ihwal
atau perkara yang sangat esensial dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Kehilangan jatidiri bangsa sama saja dengan kehilangan
segalanya, bahkan berakibat terleminasi dari bangsa-bangsa lain.
Oleh karena itu, bila kita tetap menghendaki berdaulat dan dihargai
sebagai negara oleh bangsa-bangsa dalam peraturan internasional,
perlu menjaga eksistensi dan kokohnya jatidiri bangsa. Pengalaman
sejarah menunjukkan bahwa hanya bangsa yang memiliki karakter
yang kokoh dan tangguh mampu mengatasi krisis yang dihadapi oleh
negara dengan berhasil baik. Membangun jatidiri bangsa Indonesia
berarti membangun jatidiri setiap manusia Indonesia, yang tiada lain
adalah membangun karakter manusia Indonesia. Sasaran utama
dalam pembangunan jatidiri bangsa dan karakter adalah para
pendidik, tenaga kependidikan dan para pemimpin masyarakat. Bila
para pendidik, tenaga kependidikan dan para pimpinan masyarakat
telah memiliki karakter dan jatidiri seperti yang diharapkan maka
masyarakat luas akan segera mengikutinya. Suatu realitas
menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih bersifat ikutan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 205
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI WAJAH IDENTITAS
NASIONAL :
a. Pengertian Nasionalisme Indonesia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan
negara sendiri.
Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan
mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa
Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas
bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau
cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan
nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik
dari internal maupun eksternal.
Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat
suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan
wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian
masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan
yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.
Pengertian nasionalisme menurut para ahli adalah sebagai
berikut ini:
1. Otto Bauar
Berdasarkan pendapat Otto Bauar, pengertian nasionalisme
adalah persatuan perangai yang ditimbulkan karena adanya
persamaan nasib. Misalkan, warga negara Indonesia memiliki
sikap yang sama ketika menghadapi suatu hal karena latar
belakangnya sama-sama pernah dijajah.
2. Ernest Renan
Pengertian Nasionalisme menurut Ernest Renan mengungkapkan
bahwa keinginan untuk bersatu dan juga bernegara merupakan
definisi tepat dari nasionalisme.
Keinginan ini yang akhirnya menimbulkan perasaan cinta
terhadap negara.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 206
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Hans Kohn
Pengertian Nasionalisme menurut Hans Kohn meng-utarakan
bahwa nasionalisme merupakan bentuk atau formalisasi serta
rasionalisasi atas kesadaran nasional bernegara dan berbangsa.
Intinya, nasionalisme itu harus diaplikasikan, tidak bisa sekadar
dipahami teorinya.
4. Stoddard
Menurut L. Stoddard, pengertian nasionalisme adalah perasaan
yang dimiliki warga negara berupa kepemilikan atas suatu hal
sehingga menyatukan semua yang ada di negara tersebut.
Contohnya, ketika nyaris seluruh warga negara Indonesia
bereaksi ketika batik diklaim oleh Malaysia.
5. Smith
Terakhir, menurut Smith, pengertian nasionalisme digambarkan
sebagai gerakan ideologis oleh suatu kelompok sosial demi
membentuk serta menentukan bangsa.
Bentuk dari nasionalisme ini berupa peraihan dan pemeliharaan
otonomi, individualitas, serta kohesi.
b. Aspek Nasionalisme
Adapun aspek-aspek Nasionalisme, yaitu sebagai berikut :
1. Aspek politik
Nasionalisme bersifat menumbangkan dominasi politik
imperialisme dan bertujuan menghapus pemerintah kolonial.
2. Aspek Sosial Ekonomi
Nasionalisme bersifat menghilangkan kesenjangan sosial yang
diciptakan oleh pemerintah kolonial dan bertujuan menghentikan
eksploitasi ekonomi.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 207
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Aspek Budaya
Nasionalisme bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing
yang buruk dan bertujuan menghidupkan kebudayaan yang
mencerminkan harga diri bangsa setara dengan bangsa.
c. Hubungan “Nation State” dengan Nasionalisme
Nasionalisme memiliki kaitan yang erat dengan konsep
pembentukan nation state dan state nation. Pengertian dari nation
state adalah proses pembentukan suatu negara dimana bangsa itu
sudah muncul terlebih dahulu daripada negara, dalam kata lain
dalam satu negara terdapat satu bangsa sebagai dominasinya.
Contohnya Negara Indonesia ada bangsa Indonesia meskipun
bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa dan
ras. Sedangkan pengertian dari state nation adalah lahirnya suatu
negara kemudian baru terbentuknya bangsa, bangsa yang berada
dalam negara yang seperti ini biasanya terdiri dari berbagai etnis
negara-negara di dunia. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam
satu negara ada beberapa bangsa. Contohnya, Negara Singapura
penduduknya ada bangsa Cina, bangsa India, dan pribumi.
Ketika nation state dan state nation terbentuk terdapat
kaitan erat dengan keberadaan nasionalisme dalam negara-negara
tersebut. Sebuah bangsa secara disadari maupun tidak disadari
tentu akan muncul perasaan nasionalisme. Perasaan tersebut
dapat berupa rasa cinta akan tanah air atau tanah kelahiran, dan
tekad sebuah bangsa untuk mencapai national interest negaranya,
mempertahankan keutuhan wilayah negara dan kemakmuran
rakyatnya. Selain itu, nasionalisme juga bisa dikatakan sebagai
identitas negara itu sendiri.
Nasionalisme, baik di negara maju maupun negara
berkembang telah menuntut masyarakat untuk memisahkan diri
atau membuat otonomi yang lebih besar di dalam negara.
Nasionalisme sebagai doktrin, menyerukan pembentukan negara
yang terpisah dan menginginkan budaya dan sejarah yang
berbeda.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 208
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Namun, doktrin tersebut telah menyebar ke seluruh dunia selama
dua abad terakhir sebagai bagian dari proses internasional. Yaitu,
sebagai akibat dari perubahan global, bentuk solidaritas dan
loyalitas telah runtuh dan ide-ide baru telah dikembangkan dan
tersebar. Faktor-faktor yang mendorong berkembangnya
nasionalisme adalah : (a) kontrol kerugian bagi investor asing; (b)
menolak imigrasi; (c) khawatir akan pengangguran; (d) kebencian
di lembaga supranasional; (e) tidak suka budaya asing; (f) takut
akan terorisme dan subversi; (g) permusuhan terhadap media
global; dan (h) aksi pemisahan diri (Halliday. 1997 : 441-442).
Nasionalisme sebagai ideologi adalah prinsip politik yang
menyatakan bahwa politik dan nasional harus sama (Gellner.
1983 : 1). Selain itu, nasionalisme sebagai ideologi juga dapat
dikatakan sebagai ide yang normatif. Negara eksis secara obyektif
dan harus memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri (self-
determnation). Gagasan modern tentang nasionalisme merupakan
kombinasi dari (1) pencerahan dan konsep liberal masyarakat
berkuasa; (2) gagasan revolusioner Perancis tentang warga
masyarakat yang sama; dan (3) konsep Jerman tentang orang-
orang yang dibentuk oleh sejarah, tradisi, dan budaya (Halliday.
1997 : 445).
Nasionalisme sebagai movement atau pergerakan muncul
setelah Perang Dunia I. Yaitu dengan adanya sovereignty dan self-
determination. Dalam praktek sovereignty atau kedaulatan,
kebangsaan yang berdaulat selalu memenuhi syarat oleh realitas
kekuasaan politik dan ketergantungan ekonomi, tetapi prinsip
pengorganisasian pusat tetap masyarakat internasional (James.
1986). Hak national self-determination awalnya menegaskan
untuk mendorong pengembangan lembaga-lembaga demokratis.
Kemudian, akar masalah dari national self-determination sebagai
dasar hukum masyarakat internasional, banyak negara yang ada
tidak hanya secara sosial heterogen tetapi juga dibagi secara
internal melalui garis etnis atau garis agama (Mayall. 1994 : 184-
185).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 209
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
d. Unsur Pembentukan Nasionalisme
1. Kesatuan Sejarah: bangsa indonesia tumbuh dan berkembang
dari satu proses sejarah, yaitu sejak zaman prasejarah, zaman
Sriwijaya, Majapahit kemudian datang penjajah, tercetus
sumpah pemuda 1928 dan akhirnya memproklamasikan
sebagai bangsa yang merdeka pada tanggal 17 agustus 1945,
dalam suatu wilayah negara Republik Indonesia.
2. Kesatuan Nasib: yaitu bangsa indonesia yang terbentuk karena
memiliki kesamaan nasib yaitu penderitaan penjajahan selama
tiga setengah abad dan memperjuangkan demi kemerdekaan
secara bersama dan akhirnya mendapatkan kegembiraan
bersama atas karunia Tuhan Yang Maha Esa tentang
kemerdekaan.
3. Kesatuan Kebudayaan: walaupun bangsa indonesia memiliki
keanekaragaman kebudayaan, namun keseluruhannya itu
merupakan satu kebudayaan yaitu kebudayaan nasional
indonesia. Jadi kebudayaan nasional indonesia tumbuh dan
berkembang diats akar-akar kebudayaan daerah yang
menyusunnya.
4. Kesatuan Wilayah: bangsa ini hidup dari mencari penghidupan
dalam wilayah ibu pertiwi, yaitu satu tumpah darah Indonesia.
5. Kesatuan Asas Kerokhanian: bangsa ini sebagai satu bangsa
memiliki kesamaan cita-cita, kesamaan pandangan hidup dan
filsafat hidup yang berakar dari pandangan hidup masyarakat
itu sendiri yaitu pandangan hidup pancasila.
e. Ideologi Pancasila
Ideologi merupakan gabungan dari bahasa Yunani 'ideos' dan
'logos' yang berarti tujuan, cita-cita, sudut pandang, pemikiran,
dan pengetahuan. Ideologi merupakan seperangkat ide atau
keyakinan yang menentukan cara pandang seseorang untuk
mencapai tujuan dengan berdasar kepada pengetahuan.
Sementara, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri
dari dua kata, yaitu 'panca' yang berarti lima dan 'sila' yang
berarti prinsip atau asas.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 210
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Ideologi pancasila merupakan kumpulan nilai dan norma
yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk
mencapai tujuan dengan berdasar kepada lima sila dalam
pancasila.
Makna Ideologi Pancasila
Pancasila tak hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi
juga sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia.
Pancasila ialah sebagai ideologi yang mempunyai makna sebagai
berikut:
1. Nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila itu menjadi cita-
cita normatif penyelenggaraan bernegara.
2. Nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila ini merupakan
nilai yang disepakati secara bersama, oleh karena itu menjadi satu
di antara sarana di dalam pemersatu (integrasi) masyarakat
Indonesia.
Fungsi Ideologi Pancasila
1. Sarana pemersatu bangsa Indonesia, memperkukuh, dan
memelihara kesatuan dan persatuan.
2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk
mencapai tujuan.
3. Memberikan motivasi untuk menjaga dan memajukan jati diri
bangsa Indonesia.
4. Menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia untuk menjaga
keutuhan negara.
5. Menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.
6. Menunjukkan jalan serta mengawasi dalam upaya mewujudkan
cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 211
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. INTEGRASI NASIONAL
Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan Maryanto
disebutkan integrasi berasal dari kata latin integrate yang berarti
memberi tempat dalam suatu keseluruhan. Sementara kata nasional
berasal dari kata nation (Inggris) yang berarti bangsa. Secara umum
integrasi nasional adalah ebuah penyatuan atau pembauran suatu
bangsa agar menjadi satu kesatuan yang utuh.
Jenis Integrasi Nasional
Berdasarkan Konsep Dasar Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara di Indonesia oleh Dr. Drs. Ismail, M.Si dan Dra. Sri Hartati,
M. Si, jenis integrasi nasional yakni:
1. Integrasi Asimilasi ➔ Integrasi asimilasi merupakan
penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang menghilangkan ciri
khas kebudayaan aslinya yang diterima oleh masyarakat. Tujuannya
untuk mewujudkan integrasi nasional di tengah keberagaman
budaya dan sosial masyarakat.
2. Integrasi Akulturasi ➔ Integrasi akulturasi adalah penggabungan
dua atau lebih kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas
kebudayaan asli di suatu lingkungan. Pemerintah atau negara bisa
menjadikan cara ini sebagai suatu hal yang inovatif dalam
menciptakan persatuan dan kesatuan masyarakatnya.
3. Integrasi Normatif ➔ Integrasi normatif terjadi karena
keberadaan norma-norma yang berlaku dan mempersatukan
masyarakat sehingga integrasi lebih mudah dibentuk. Dengan
berlakunya norma itu, masyarakat telah bersatu dan sepakat untuk
menjalankan dan menaatinya.
4. Integrasi Instrumental ➔ Integrasi instrumental terjadi dan
tampak secara nyata sebagai akibat adanya keseragaman antar
individu dalam lingkungan masyarakat. Hal itu bisa terbentuk karena
adanya kesamaan antar individu atau kelompok dalam lingkungan
hidup.
5. Integrasi Ideologis ➔ Integrasi ideologis terjadi dan tampak
secara nyata karena adanya ikatan spiritual atau ideologis yang kuat
tanpa adanya paksaan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 212
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
6. Integrasi Fungsional ➔ Integrasi fungsional terjadi karena adanya
berbagai fungsi tertentu dari semua pihak di dalam masyarakat.
Mereka yang merasa memiliki kesamaan fungsi atau peran
cenderung mudah bersatu dalam menjalankan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
7. Integrasi Koersif ➔ Integrasi koersif terjadi karena adanya
pengaruh dari penguasa dan bersifat paksaan. Integrasi ini tidak bisa
bertahan lama dan kuat karena sifatnya terpaksa.
C. Latihan Soal/Tugas
1. Sebutkan dan jelaskan beberapa pengertian Integrasi Nasional
menurut beberapa para ahli!
Jawab :
Pengertian Integrasi Nasional Menurut beberapa para ahli:
1. Howard Wriggins
Integrasi bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-
beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan
yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-
masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu
kesatuan bangsa.
2. Myron Weiner
Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai
kelompok sosial dan budaya ke dalam satu kesatuan
wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitas
nasional. Integrasi biasanya mengandalkan adanya satu
masyarakat yang secara etnis majemuk dan setiap
kelompok masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat
kebudayaan yang berbeda.
3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin
Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu
bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya,
yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Integrasi
juga meliputi aspek vertikal dan horisontal.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 213
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. J. Soedjati Djiwandono
Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian
persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan
dengan hak menentukan nasib sendiri. Hak tersebut
perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Bila tidak,
persatuan nasional akan dibahayakan. Dari pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa
indonesia berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu
sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa
secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan
atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada
tanggal 28 Oktober 1928.
5. Safroedin Bahar
Integrasi nasional merupakan pengitegrasian yang
mempunyai arti membuat atau menyempurnakan
dengan jalan menyatukan bermacam unsur bangsa yang
awalnya terpisah-pisah.
2. Pengertian Identitas Nasional menurut para ahli apa saja?
Jawab :
Identitas Nasional menurut beberapa ahli diantaranya yaitu:
1. Koenta Wibisono
Menurut Koenta Wibisono, Identitas Nasional berarti
manifestasi dari nilai dan budaya yang tumbuh dan
berkembang pada aspek kehidupan sebuah bangsa dan negara
dengan ciri khasnya sendiri yang akan membuatnya berbeda
dengan bangsa lain dalam kehidupannya.
2. Dean A.Mix dan Sandra M
Pengertian Identitas Nasional menurut dua ahli ini
berarti suatu bangsa yang memiliki bangunan politik berwujud
ketentuan-ketentuan perbatasan teritorial pemerintahan yang
sah, serta pengakuan bangsa lain dan sebagainya.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 214
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Berger
Dalam bukunya yang memiliki judul “The Capitalis
Revolution” atau ideologi kapitalislah yang akan menjadi
penguasa dunia serta akan mengubah masyarakatnya satu
persatu hingga menjadi sistem nasional yang bisa menentukan
nasib bangsa-bangsa di sektor sosial, politik dan budaya.
4. Toyanbee
Pengertian Identitas Nasional menurut Toyanbee adalah
tingkat lokal genius suatu bangsa dalam menghadapi tantangan
dan respon. Jika tantangan yang datang besar namun
responnya kecil, maka bangsa itu akan punah. Namun jika
sebaliknya tantangan kecil dan responnya besar, bangsa
tersebut akan berkembang.
5. Koerniatmante Soepraptowirosecara
hukum peraturan tentang kewarganegaraan
merupakan suatutanpa gejala dari perkembangan
nasionalisme
6. Fujukama
Membawa perubahan ideologi partikuker keraah
universal dan kapitalismelahyang akan menguasai
dunia. Dalam menghadapi proses perubahan tersebut
sangattergantung kemampuan bangsa itu sendiri.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 215
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Bagaimana proses Pembentukan Jatidiri Bangsa?
Jawab :
Jatidiri bangsa adalah identitas suatu bangsa yang menjadi
pemicu semangat kesinambungan hidup bangsa yang bersangkutan.
Demikian pula dengan istilah “jatidiri bangsa Indonesia” adalah
identitas bangsa Indonesia yang menjadi pemberi semangat demi
kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Jatidiri bangsa Indonesia
dapat diidentifikasikan melalui citra budaya dan peradaban bangsa
Indonesia yang telah ada sebelum bangsa ini ada dan merdeka.
Jatidiri bangsa akan tampak dalam karakter bangsa yang merupakan
perwujudan dari nilai-nilai luhur bangsa. Bagi bangsa Indonesia nilai-
nilai luhur bangsa terdapat dalam dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia yakni Pancasila, yang merupakan pengejawantahan dari
konsep religiositas, humanitas, nasionalitas, sove-reinitas dan
sosialitas. Membangun jatidiri bangsa Indonesia berarti membangun
jatidiri setiap manusia Indonesia, yang tidak lain adalah membangun
manusia pancasila. Jatidiri akan menampakkan wajahnya dalam
bentuk sikap dan perilaku subyek, individu atau entitas terhadap
tantangan yang dihadapinya.
Jatidiri bangsa merupakan hal ihwal atau perkara yang sangat
esensial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehilangan
jatidiri bangsa sama saja dengan kehilangan segalanya, bahkan
berakibat terleminasi dari bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, bila
kita tetap menghendaki berdaulat dan dihargai sebagai negara oleh
bangsa-bangsa dalam peraturan internasional, perlu menjaga
eksistensi dan kokohnya jatidiri bangsa. Pengalaman sejarah
menunjukkan bahwa hanya bangsa yang memiliki karakter yang
kokoh dan tangguh mampu mengatasi krisis yang dihadapi oleh
negara dengan berhasil baik. Membangun jatidiri bangsa Indonesia
berarti membangun jatidiri setiap manusia Indonesia, yang tiada lain
adalah membangun karakter manusia Indonesia
Sebagai bagian dari suatu budaya dalam masyarakat, kearifan
lokal tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri. Kearifan
lokal atau local wisdom pada umumnya diwariskan secara terus
menerus dan turun temurun dari satu generasi ke generasi
selanjutnya melalui ceritadan juga ajaran.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 216
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Misalnya saja kearifan lokal yang ada dalam sebuah cerita
rakyat, tembang atau lagu, permainan, dan juga kepercayaan. Dalam
hal tersebut, kearifan lokal sebagai suatu pengetahuan yang dapat
ditemukan dalam masyarakat lokal tertentu melalui beragam
pengalaman dalam mencoba dan juga diintegrasikan dengan
pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam tempat itu sendiri.
Secara etimologis kearifan lokal yang terdiri dari dua kata,
yakni kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan juga
lokal (local) atau setempat. Jadi secara sederhana arti kearifan lokal
yang dapat dipahami adalah gagasan setempat yang bersifat asli,
bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang
tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya. Jadi
kearifan lokal bisa menjadi salah satu identitas budaya bangsa, yang
mampu menjadikan suatu bangsa memiliki jati diri dan juga
berpengaruh terhadap watak serta karakter masyarakat. Seperti
halnya yang saat ini diselenggarakan, Festival Kearifan Lokal di
Kulon Progo Jawa Tengah. Dengan dihadiri lebih dari 10 komunitas
kearifan lokal dari berbagai pelosok tanah air. Harapannya
masyarakat lebih dapat melestarikan kearifan lokal sebagai bagian
budaya dan jatidiri bangsa Indonesia.
4. Bagaimana hubungan antara “Nation State” dengan
Nasionalisme?
Jawab :
Nasionalisme memiliki kaitan yang erat dengan konsep
pembentukan nation state dan state nation. Pengertian dari nation
state adalah proses pembentukan suatu negara dimana bangsa itu
sudah muncul terlebih dahulu daripada negara, dalam kata lain
dalam satu negara terdapat satu bangsa sebagai dominasinya.
Contohnya Negara Indonesia ada bangsa Indonesia meskipun
bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa dan
ras.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 217
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Sedangkan pengertian dari state nation adalah lahirnya
suatu negara kemudian baru terbentuknya bangsa, bangsa yang
berada dalam negara yang seperti ini biasanya terdiri dari
berbagai etnis negara-negara di dunia. Sehingga dapat dikatakan
bahwa dalam satu negara ada beberapa bangsa. Contohnya,
Negara Singapura penduduknya ada bangsa Cina, bangsa India,
dan pribumi.
Ketika nation state dan state nation terbentuk terdapat
kaitan erat dengan keberadaan nasionalisme dalam negara-negara
tersebut. Sebuah bangsa secara disadari maupun tidak disadari
tentu akan muncul perasaan nasionalisme. Perasaan tersebut
dapat berupa rasa cinta akan tanah air atau tanah kelahiran, dan
tekad sebuah bangsa untuk mencapai national interest negaranya,
mempertahankan keutuhan wilayah negara dan kemakmuran
rakyatnya. Selain itu, nasionalisme juga bisa dikatakan sebagai
identitas negara itu sendiri.
Nasionalisme, baik di negara maju maupun negara
berkembang telah menuntut masyarakat untuk memisahkan diri
atau membuat otonomi yang lebih besar di dalam negara.
Nasionalisme sebagai doktrin, menyerukan pembentukan negara
yang terpisah dan menginginkan budaya dan sejarah yang
berbeda. Namun, doktrin tersebut telah menyebar ke seluruh
dunia selama dua abad terakhir sebagai bagian dari proses
internasional. Yaitu, sebagai akibat dari perubahan global, bentuk
solidaritas dan loyalitas telah runtuh dan ide-ide baru telah
dikembangkan dan tersebar.
Faktor-faktor yang mendorong berkembangnya
nasionalisme adalah : (a) kontrol kerugian bagi investor asing; (b)
menolak imigrasi; (c) khawatir akan pengangguran; (d) kebencian
di lembaga supranasional; (e) tidak suka budaya asing; (f) takut
akan terorisme dan subversi; (g) permusuhan terhadap media
global; dan (h) aksi pemisahan diri (Halliday. 1997 : 441-442).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 218
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
5. Coba jelaskan tentang pengertian Ideologi Pancasila menurut
beberapa para ahli!
Jawab :
1. Moerdiono
Menurut Moerdiono ideologi adalah kompleksitas pengetahuan dan
nilai yang secara total menjadi landasan bagi seseorang untuk
memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap
dasar untuk mengelolanya.
2. Dr. Alfian
Ideologo adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh
dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaik-baiknya, yaitu
secara moral benar dan adil tingkah laku bersama dalam berbagai
aspek kehidupan.
3. Notonagoro
Notonagoro berpendapat bahwa ideologi dapat ditinjau dari dua
pengertian, yaitu sebagai berikut.
1. Arti luas, yaitu ilmu pengetahuan mengenai cita-cita
negara.
2. Arti yang sempit, yaitu cita-cita negara yang menjadi
dasar dari teori dan praktik penyelenggaran negara
4. Sastrapratedja
Ideologi adalah gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada
tindakan yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.
5. Ramlan Surbakti
Ideologi seperangkat gagasan, ide, cita-cita dari sebuah masyarakat
tentang bagaimana mewujudkan bersama yang dirumuskan dalam
bentuk tujuan yang harus dicapai dan cara-cara yang digunakan
untuk mencapai itu.
6. Kaelan
Kaelan mengemukakan bahwa ideologi secara umum dapat
dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-
keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan
sistematis, yang mengatur dan membangun tingkah laku sekelompok
manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan. Hal ini bidang
politik, sosial, budaya dan keagamaan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 219
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
D.DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.talentaschool.sch.id:8250/talentapedia/storage/bl
og_file/0be84-5.-mater-integrasi-nasional.pdf
2. file:///C:/Users/LENOVO%20PC/Downloads/BAB%20II%20ina
rxiv.pdf
3. http://eprints.uad.ac.id/9433/1/IDENTITAS%20NASIONAL%20
Dwi.pdf
4. https://insanpelajar.com/identitas-nasional-indonesia/
5. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/34
85/13_Membangun_Jati_Diri_Bangsa_Melalui_Budaya.pdf?seque
nce=1&isAllowed=y
6. https://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme
7. https://pancasila.weebly.com/pengertian-nasionalisme.html
8. https://bestudy.wordpress.com/2012/11/25/aspek-aspek-
nasionalisme/
9. http://suviyah2.blogspot.com/2016/12/unsur-unsur-yang-
membentuk-nasionalisme.html
10. http://amalianuzul-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-
87021-SOH101-
Nasionalisme%20dalam%20Hubungan%20Internasional.html#
:~:text=Nasionalisme%20memiliki%20kaitan%20yang%20erat
,nation%20state%20dan%20state%20nation.&text=Ketika%20
nation%20state%20dan%20state,tentu%20akan%20muncul%
20perasaan%20nasionalisme.
11. https://www.bola.com/ragam/read/4423240/pengertian
-ideologi-pancasila-ketahui-fungsi-makna-dan-contoh-
penerapannya#:~:text=Bola.com%2C%20Jakarta%20%2D%20I
deologi,diterapkan%20dalam%20kehidupan%20sehari%2Dha
ri.
12. https://news.detik.com/berita/d-5255552/mengenal-
integrasi-nasional-dari-jenis-hingga-faktor-penghambat
Pendidikan Kewarganegaraan Page 220
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
PERTEMUAN 12
INDONESIA DAN PERDAMAIAN DUNIA
A. Tujuan Pembelajaraan
Bersikap toleran dan cinta damai sebagai refleksi peran
Indonesia dalam perdamaian dunia dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menganalisis
dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia sesuai
Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945.
B. Uraian Materi
1. PENGERTIAN PERDAMAIAN DUNIA
Perdamaian Dunia adalah sebuah gagasan kebebasan,
perdamaian, dan kebahagian bagi seluruh Negara dan bangsa.
Perdamaian Dunia melintasi perbatasan melalui hak asasi manusia,
teknologi, pendidikan, teknik, pengobatan, diplomat dan
pengakhiran bentuk pertikaian. Sejak 1945, Perserikatan Bangsa-
Bangsa dan lima anggota permanen Majelis Keamanannya (AS,
Rusia, China, Prancis, dan Tritania Raya) bekerja untuk
menyelesaikan konflik tanpa perang atau deklarasi perang. Namun,
Negara-Negara telah memasuki sejumlah konflik militer sejak masa
itu.
Perdamaian Dunia Dalam studi perdamaian, perdamaian
dipahami dalam dua pengertian. Pertama, perdamaian adalah
kondisi tidak adanya atau berkurangnya segala jenis
kekerasan.Kedua, perdamaian adalah transformasi konflik kreatif
non-kekerasan. Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
perdamaian adalah apa yang kita miliki ketika transformasi konflik
yang kreatif berlangsung secara tanpa kekerasan. Perdamaian selain
merupakan sebuah keadaan, juga merupakan suatu proses kreatif
tanpa kekerasan yang dialami dalam transformasi (fase
perkembangan) suatu konflik. Umumnya pemahaman tentang
kekerasan hanya merujuk pada tindakan yang dilakukan secara fisik
dan mempunyai akibat secara langsung. Batasan seperti ini terlalu
minimalistis karena rujukannya berfokus pada peniadaan atau
Pendidikan Kewarganegaraan Page 221
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
perusakan fisik semata.Kendati pun demikian, pengertian
perdamaian tidak berhenti di situ.
Perdamaian bukan sekedar soal ketiadaan kekerasan atau pun
situasi yang anti kekerasan.Lebih jauh dari itu perdamaian
seharusnya mengandung pengertian keadilan dan kemajuan.
Perdamaian dunia tidak akan dicapai bila tingkat penyebaran
penyakit, ketidakadilan, kemiskinan dan keadaan putus harapan
tidak diminimalisir. Perdamaian bukan soal penggunaan metode
kreatif nonkekerasan terhadap setiap bentuk kekerasan, tapi
semestinya dapat menciptakan sebuah situasi yang seimbang dan
harmoni, yang tidak berat sebelah bagi pihak yang kuat tetapi sama-
sama sederajat dan seimbang bagi semua pihak. Jadi perdamaian
dunia merupakan tiadanya kekerasan, kesenjangan, terjadinya
konflik antar negara di seluruh dunia.
2. INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA
Indonesia dalam Perdamaian Dunia ditegaskan dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi : “Bahwa
sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan
oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
Dalam alenia keempat pembukaan Undang-Undang dasar ’45
dengan meletakkan kewajiban atas pemerintahan untuk serta
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pernyataan Indonesia dalam perdamaian dunia juga termasuk
kedalam tujuan bangsa Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 222
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. PARTISIPASI INDONESIA DALAM PERDAMAIAN
DUNIA
Indonesia disebut sebagai sebuah negara yang memiliki
peran penting dalam perdamaian dunia.Hal ini dikarenakan
Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
Selain itu, juga menjadi negara dengan penduduk muslim
terbesar di dunia, dan menjadi negara penyumbang personel misi
pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa terbesar
ke-12 dari 122 negara dengan 2.764 personel.
Indonesia tidak hanya memiliki peran penting dalam
mewujudkan perdamaian dunia karena sistem dan jumlah umat
muslimnya yang terbanyak.Akan tetapi, peran tersebut juga turut
tercermin pada setiap kedutaan Indonesia di luar negeri.Dari
kedutaan-kedutaan tersebut, tercermin bahwa Indonesia tidak
mengklasifikasikan keistimewaan tertentu bagi masing-masing
perwakilan negaranya di luar.Dengan adanya kedutaan-kedutaan
Indonesia di luar negeri itu pula, sebenarnya kita memiliki
kesempatan untuk bisa ikut berperan dalam mewujudkan
perdamaian dunia. Jika dalam politik luar negeri bebas aktif,
tujuan dari bebas yaitu untuk menentukan sikap dan
kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional, dan tidak
mengikatkan diri secara apriori pada satu kekuatan dunia.Selain
itu, sebuah negara juga memiliki kesempatan untuk turut aktif
memberikan sumbangan, baik dalam bentuk pemikiran maupun
partisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik, sengketa dan
permasalahan dunia lainnya, demi terwujudnya ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
4. PERWUJUDAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN
DUNIA
Menurut Cipto Wardoyo yang harus dilakukan demi
mewujudkan perdamaian dunia, antara lain:
Pendidikan Kewarganegaraan Page 223
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
• Melalui Pendekatan Cultural (Budaya)
Menurut penulis untuk mewujudkan perdamaian kita
harus mengetahui budaya tiap-tiap masyarakat ataupun
sebuah Negara. Jika tidak akan percuma saja segala upaya kita.
Dengan mengetahui budaya tiap-tiap masyarakat atau sebuah
Negara maka kita bisa memahami karakteristik dari
masyarakat atau Negara tersebut. Atas dasar budaya dan
karakteristik masyarakat atau suatu Negara, kita bisa
mengambil langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam
mewujudkan perdamaian disana. Menurut penuulis
pendekatan budaya ini merupakan cara yang paling efektif
dalam mewujudkan perdamaian di masyarakat Indonesia serta
dunia.
• Melalui Pendekatan Sosial dan Ekonomi
Dalam hal ini pendekatan sosial dan ekonomi yang
penulis maksudkan terkait masalah kesejahteraan dan factor-
factor sosial di masyarakat yang turut berpengaruh terhadap
upaya perwujudan perdamaian dunia.Ketika masyarakatnya
kurang sejahtera tentu saja lebih rawan konflik dan kekerasan
di dalamnya. Masyarakat atau Negara yang kurang sejahtera
biasanya akan “cuek” atas isu dan seruan perdamaian. “Boro-
boro mikirin perdamaian dunia, buat makan untuk hidup
sehari-hari saja susahnya minta ampun”, begitu fikir mereka
yang kurang sejahtera.Maka untuk mendukung upaya
perwujudan perdamaian dunia yang harus dilakukan terlebih
dahulu adalah meningkatkan pemerataan kesejahteraan
seluruh masyarakat dan Negara di dunia ini.
• Melalui Pendekatan Politik
Menurut analisis penulis, melalui pendekatan budaya
dan sosial ekonomi saja belum cukup efektif untuk
mewujudkan perdamaian dunia.Perlu adanya campur tangan
politik, dalam artian ada agenda politik yang menekankan dan
menyerukan terwujudnya perdamaian dunia.Terlebih lagi bagi
Negara-negara maju dan adidaya yang memiliki power atau
pengaruh dimata dunia.Negara-negara maju pada saat-saat
Pendidikan Kewarganegaraan Page 224
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
tertentu harus berani menggunakan power-nya untuk
“melakukan sedikit penekanan” pada Negara-negara yang
saling berkonflik agar bersedia berdamai kembali.
Bukan justru membuat situasi semakin panas, dengan niatan
agar persenjataan mereka terus dibeli. Ini tentu sekali lagi
butuh kesadaran dan komitmen bersama.Yang jadi pertanyaan
dibenak penulis terhadap Negara-negara adidaya, katanya
cinta damai tapi mengapa terus berlomba-lomba membuat
senjata perang yang super canggih dan mematikan yang
bersifat masal.
• Melalui Pendekatan Religius (Agama)
Pada hakikatnya seluruh umat beragama di dunia ini
pasti menginginkan adanya perdamaian.Sebab saya kira tidak
ada agama yang mengajarkan kejahatan, kekerasan ataupun
peperangan.Semua Negara mengajarkan kebaikan, yang
diantaranaya kepedulian dan perdamaian.Maka dari itu setiap
kita yang mengaku beragama dan ber-Tuhan tentu harus
memiliki kepedulian dalam turut serta mewujudkan
perdamaian di masyarakat maupun di kancah dunia. Para
tokoh agama yang dianggap memiliki charisma dan pengaruh
besar di masyarakat harus ikut serta aktif menyerukan
perdamaian
5. INDONESIA DAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Perserikatan Bangsa-Bangsa disingkat sebagai PBB adalah
organisasi Internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober
1945 untuk mendorong kerjasama internasional.Badan ini
merupakan pengganti Liga Bangsa Bangsa dan didirikan setelah
Perang Dunia II untuk mencegah terjadinya konflik serupa.Pada saat
didirikan, PBB memiliki 51 negara anggota; saat ini terdapat 193
anggota. Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional,
dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat
permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada
juga yang hanya berstatus sebagai pengamat.[2] Palestina dan
Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states) dan
Pendidikan Kewarganegaraan Page 225
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil
permanen di PBB, sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen
di PBB. Indonesia resmi menjadi anggota Perserikatan Bangsa-
Bangsa ke-60 tanggal 28 September 1950, yang ditetapkan dengan
resolusi Majelis Umum PBB Nomor A/RES/491 (V) tentang
“Penerimaan Republik Indonesia dalam keanggotaan di PBB”.Kurang
dari satu tahun setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh
belanda dalam konferensi Meja Bundar di Den Haag (23 Agustus – 2
November, 1949).
Pada masa konfrontasi Indonesia – Malaysia pada Januari 1965,
sebagai reaksi atas terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap
dewan keamanan PBB, Soekarno marah, Indonesia memutuskan
untuk mundur dari PBB. Namun, dalam sebuah telegram bertanggal
19 September 1966, Indonesia memberikan pesan kepada sekertaris
Jenderal PBB atas keputusannya “Untuk melanjutkan kerja sama
penuh dengan PBB, dan untuk melanjutkan partisipainya dalam sesi
ke- 21 sidang Majelis.
6. AKTIVITAS INDONESIA DALM PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
(PBB).
• Majelis Umum PBB, Indonesia menjadi anggota Majelis Umum
PBB semenjak tahun 1951.
Indonesia pernah sekali ditunjuk sebagai presiden Majelis Umum
PBB pada tahun 1971, yang pada saaat itu diwakili oleh Adam Malik
yang memimpin sesi ke-26 sidang Majelis Umum PBB.
• Dewan Keamanan PBB, Indonesia telah terpilih sebanyak
empat kali sebagai anggota tidak tetap di dewan keamanan PBB.
• Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Indonesia menjadi angggota
Dewan Ekonomi dan Sosial PBB untuk 11 priode. Indonesia pernah
dipilih dua kali sebagai presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
pada tahun 1970 dan 2000 dan dipilih sebagai wakil pada tahun
1969, 1999,dan 2012.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 226
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
• Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Indonesia telah terpilih
sebanyak tiga kali sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB
semenjak Dewan tersebut dibentuk pada tahun 2006.
Adapun tujuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah
sebagai berikut :
• menjaga perdamaian dan keamanan dunia,
• memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan
antarbangsa melalui penghormatan hak asasi manusia,
• membina kerjasama internasional dalam pembangunan
bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan,
• menjadi pusat penyelarasan segala tindakan bersama
terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia, dan
• menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi
kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.
7. PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN INDONESIA
1. Konferensi Asia-Afrika
Indonesia menjadi salah satu pelopor tercetusnya konferensi
Asia-Afrika yang tujuannya adalah menghimpun persatuan
Negara-negara Asia-Afrika yang pada saat itu baru memperoleh
kemerdekaan, mempromosikan serta meningkatkan kerja sama
antar Negara serta menentang segala bentuk penjajahan.
Konferensi ini dipelopori oleh menteri luar negeri Indonesia pada
saat itu, Ali sastromidjojo, beserta 4 pemimpin Negara lainnya
Pakista,India,Bangladesh, dan Myanmar yang kemudian diikuti 24
negara Asia-Afrika lainnya.
2. Kontingen Garuda (1957-sekarang)
Kontingen Garuda adalah pasukan penjaga perdamaian yang
anggotanya diambil dari militer Indonesia yang bertugas dibawah
naugan Perserikatan Bangsa-bangsa.Sejak misi pertamanya tahun
1957, Kontingen garuda sampai sekarang masih aktif dalam
melakukan berbagai misi perdamaian. Negara-negara yang pernah
menjadi tujuan dalam misi Kontingen Garuda adalah Negara-
negara di Timur Tengah seperti Mesir,Lebanon,Palestina,Irak.
Negara Asean seperti Filipina,kamboja,dan Vietnam. Juga Negara
Eropa Timur seperti Georgia dan Bosnia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 227
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
3. Gerakan Non-Blok (1961)
Indonesia menjadi salah satu pelopor yang tergabung dalam
gerakan Non-Blok, sebuah perhimpunan dari bangsa-bangsa yang
tidak beraliansi dengan Negara-negara dengan kekuatan besar
manapun. Pada saat itu Soekarno bersama dengan beberapa
pemimpin Negara lainnya mendeklarasikan keinginan mereka
untuk tidak terlibat kobnfrontasi yang muncul menanggapi
terjadinya perang dingin antara blok barat dan blok timur. Saat ini
organisasinya beranggotakan 120 negara.
4. Membentuk ASEAN (1967)
Indonesia dan Malaysia yang sempat berkonfrontasi akhirnya
berdamai.Kedua Negara bersama Asia Tenggara lainnya,
Singapura, Thailand, Filipina merasa perlu untuk menciptakan
perdamaian antar Negara dikawasan Asia Tenggara. Akhirnya
pada tahun 1967 terbentuklah ASEAN untuk mempererat
hubungan politik,sosial,ekonomi,dan keamanan di Asia Tenggara.
Saat ini Negara ASEAN berjumlah 10 negara ditambah dengan 5
negara perluasan.
5. Sangketa Laut Tiongkok (2002-sekarang)
Melalui Declaration Of Conduct (DOC) pada 2002, Indonesia
sampai sekarang memiliki peran yang besar untuk menciptakan
perdamaian di Laut Cini Selatan.Indonesia pada akhirnya
menginginkan Negara-negara yang terlibat untuk merumuskan
Code Of Conduct, yaitu sebuah kesepakatan bersama yang
mengatur apa saja dan tidak boleh dilakukan diwilayah sangketa.
6. Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (2007-2008)
Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamana PBB
pada tahun 2007- 2008, pada masa tersebut Indonesia konsisten
menyerukan untuk berdirinya Negara Palestina yang merdeka
dan di akui dunia. Menyerukan keterlibatan Internasional yang
berimbang dalam penyelesaian konflik Israel-
Palestina.Menyerukan agar kedua belah mematuhi parlementer
perdamaian yang ditetapkan PBB.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 228
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
8. PERANAN INDONESIA DALAM MEMBANTU MENYELESAIKAN
KONFLIK DI BERBAGAI NEGARA
• Thailand Berdamai saat Era Soeharto
Perdamaian Thailand berawal pada awal periode 1980-an,
saat Presiden Filipina Ferdinand Marcos berusaha mencari dukungan
dari negara-negara Timur Tengah dan Indonesia untuk
menyelesaikan konflik dengan Bangsa Moro di Mindanau.Saat itu
Moro ingin merdeka dan memisahkan diri dari Filipina.
• Konflik Perbatasan Thailand dan Kamboja
Indonesia sebagai ketua ASEAN menggelar Informal ASEAN
Foreign Minister's Meeting (pertemuan informal para Menlu ASEAN)
dengan agenda tunggal pembahasan penyelesaian konflik Thailand
dan Kamboja. Konflik kedua negara terjadi di satu kuil kuno di
perbatasan kedua negara yang disengketakan. Dalam pertemuan itu
membahas perdamaian Thailand dan Kamboja.Indonesia sebagai
mediator tercapai ketika Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa
mampu mendamaikan kedua negara di PBB pada 14 Februari 2011.
Indonesia kemudian membawa masalah Mindanau ke Forum Menteri
Luar Negeri Negara Muslim. Dibentuk Komite Enam, dengan
Indonesia sebagai ketuanya. Indonesia dipilih karena menjadi negara
Muslim terbesar, punya kepemimpinan yang kuat di kawasan ASEAN
dan punya pengalaman menengahi konflik di Kamboja.
• Konflik Kamboja dan Vietnam Pada tahun 1988 sampai 1989,
Indonesia pernah menjadi tuan rumah Jakarta Informal
Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik antara Kamboja dan
Vietnam. Pada saat itu Indonesia berhasil memfasilitasi dan
memediasi kedua negara yang sedang bermusuhan untuk bisa duduk
bersama-sama mendiskusikan dan menyelesaikan konflik diantara
mereka. Hasilnya, Vietnam menarik pasukannya dari Kamboja dan
situasi damai di Kamboja tercipta.
• Konflik Etnis Rohingya dengan Myanmar
Konflik yang masih terjadi hingga menjadi perbincangan luar
negeri adalah konflik etnis Rohingya dengan Myanmar.Banyak yang
Pendidikan Kewarganegaraan Page 229
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
beranggapan bahwa pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi
tak banyak berperan dalam menyelesaikan konflik teraebut.
Indonesia turut membantu menyelesaikan masalah ini.Sudah
beberapa kali Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi
Myanmar dan Bangladesh untuk membicarakan perdamaian
Myanmar dengan Rohingya.
C. Latihan Soal/Tugas
1. Apa peran Penting Indonesia dalam menciptakan Perdamaian
Dunia?
Jawab :
Peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui
dua cara, yaitu melalui:
A. Hubungan Internasional
B. Organisasi Internasional
• Indonesia dalam Hubungan Internasional
Berdasarkan Undang-undang No. 37 Tahun 1999, telah
diijelaskan pengertian mengenai hubungan internasional. Hubungan
internasional adalah kegiatan yang menyangkut aspek regional dan
internasional yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat pusat dan
daerah, lembaga negara, badan usaha, organisasi politik, organisasi
masyarakat, LSM atau warga negara.
Bagi bangsa Indonesia, hubungan internasional memiliki arti
penting antara lain:
a. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang
demokratis.
b. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur
secara material ataupun spiritual.
c. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik
Indonesia dan semua negara di dunia.
d. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga
keselamatan negara.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 230
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
e. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar.
Meningkatkan perdamaian internasional. Meningkatkan
persaudaraan segala bangsa.
Pola hubungan internasional yang dibangun bangsa Indonesia
dapat dilihat dari kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Kebijakan politik luar negeri Indonesia menerapkan prinsip
politik luar negeri yang bebas aktif dan diabdikan bagi
kepentingan nasional. Bebas artinya bahwa bangsa Indonesia
bebas menjalin hubungan dan kerja sama dengan bangsa mana
pun di dunia. Aktif artinya bahwa bangsa Indonesia selalu
berusaha secara aktif dalam usaha menciptakan perdamaian
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Sebagaimana diatur dalam alinea keempat
Pembukaan UUD 1945 dan pasal 11 UUD 1945.
• Indonesia dalam Organisasi Internasional
Pentingnya organisasi internasional adalah karena kerja sama
antar negara atau antar warga negara memungkinkan terlembaganya
nilai-nilai bersama. Bentuk dukungan bangsa Indonesia dalam
mewujudkan perdamaian dunia melalui organisasi internasional
antara lain:
a. Pelopor berdirinya ASEAN yang bertujuan menjaga
stabilitas perdamaian regional Asia Tenggara.
b. Mengirimkan misi perdamaian di Perserikatan Bangsa-
bangsa yang tergabung dalam Misi Republik Indonesia
(MISIRIGA).
c. Penyelenggara Konferensi Asia Afrika pada 195.
d. Aktif dalam Gerakan Non Blok (GNB).
e. Aktif dalam OPEC yang merupakan negara-negara
pengekspor minyak
Pendidikan Kewarganegaraan Page 231
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
2. Bagaimana pengertian Perdamaian Dunia?
Jawab :
Perdamaian Dunia adalah sebuah gagasan kebebasan,
perdamaian, dan kebahagian bagi seluruh Negara dan bangsa.
Perdamaian Dunia melintasi perbatasan melalui hak asasi manusia,
teknologi, pendidikan, teknik, pengobatan, diplomat dan pengakhiran
bentuk pertikaian. Sejak 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lima
anggota permanen Majelis Keamanannya (AS, Rusia, China, Prancis,
dan Tritania Raya) bekerja untuk menyelesaikan konflik tanpa
perang atau deklarasi perang. Namun, Negara-Negara telah
memasuki sejumlah konflik militer sejak masa itu.
Perdamaian Dunia Dalam studi perdamaian, perdamaian
dipahami dalam dua pengertian. Pertama, perdamaian adalah kondisi
tidak adanya atau berkurangnya segala jenis kekerasan.Kedua,
perdamaian adalah transformasi konflik kreatif non-kekerasan. Dari
dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perdamaian adalah apa
yang kita miliki ketika transformasi konflik yang kreatif berlangsung
secara tanpa kekerasan. Perdamaian selain merupakan sebuah
keadaan, juga merupakan suatu proses kreatif tanpa kekerasan yang
dialami dalam transformasi (fase perkembangan) suatu konflik.
Umumnya pemahaman tentang kekerasan hanya merujuk pada
tindakan yang dilakukan secara fisik dan mempunyai akibat secara
langsung.Batasan seperti ini terlalu minimalistis karena rujukannya
berfokus pada peniadaan atau perusakan fisik semata.Kendati pun
demikian, pengertian perdamaian tidak berhenti di situ.
Perdamaian bukan sekedar soal ketiadaan kekerasan atau pun situasi
yang anti kekerasan.Lebih jauh dari itu perdamaian seharusnya
mengandung pengertian keadilan dan kemajuan. Perdamaian dunia
tidak akan dicapai bila tingkat penyebaran penyakit, ketidakadilan,
kemiskinan dan keadaan putus harapan tidak diminimalisir.
Perdamaian bukan soal penggunaan metode kreatif nonkekerasan
terhadap setiap bentuk kekerasan, tapi semestinya dapat
menciptakan sebuah situasi yang seimbang dan harmoni, yang tidak
berat sebelah bagi pihak yang kuat tetapi sama-sama sederajat dan
seimbang bagi semua pihak. Jadi perdamaian dunia merupakan
Pendidikan Kewarganegaraan Page 232
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
tiadanya kekerasan, kesenjangan, terjadinya konflik antar negara di
seluruh dunia .
3. Bagaimana Partisipasi Bangsa Indonesia dalam Perdamaian
Dunia dalam Organisasi Internasional?
Jawab :
1. Peran Indonesia dalam PBB
Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950.
Indonesia secara resmi menjadi anggota sejarah berdirinya
PBB kurang dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh
Belanda di Konferensi Meja Bundar. Peran Indonesia dalam PBB
diantaranya adalah:
▪ Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda
(KONGA) ke wilayah-wilayah konflik. Hal ini adalah bentuk
kontribusi Indonesia di bawah naungan tujuan organisasi
PBB untuk menciptakan perdamaian dunia.
▪ Indonesia memberikan bantuan pangan ke Ethiopia saat dilanda
bahaya kelaparan pada tahun 1985. Bantuan pangan tersebut
disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun FAO ke-40.
▪ Indonesia terpilih sebanyak 3 kali sebagai anggota tidak tetap
Dewan Keamanan (DK) PBB. Indonesia terpilih pertama kalinya
pada periode 1974-1975. Indonesia kemudian terpilih kedua
kalinya pada periode 1995-1996. Terakhir, Indonesia terpilih
kembali untuk ketiga kalinya pada periode 2007-2009.
2. Peran Indonesia dalam OKI
OKI (Organisasi Kerjasama Islam dahulu Organisasi Konferensi
Islam) merupakan organisasi internasional dengan 57 negara
anggota. OKI berdiri di Rabat, Maroko pada 25 September 1969
dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam. Peran
Indonesia dalam OKI diantaranya adalah:
▪ Indonesia menerima mandat sebagai Ketua dari Committee of Six.
Indonesia bertugas memfasilitasi perundingan damai antara Moro
National Liberation Front (MNLF) dengan Pemerintah Filipina
pada tahun 1993.
▪ Indonesia mendukung pelaksanaan OIC’s Ten-Year Plan of Action
dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama di OKI di Senegal.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 233
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
▪ Indonesia mendorong negara-negara Islam untuk memperhatikan
konflik antara Palestina-Israel dan mencari jalan keluar atas
konflik tersebut.
▪ Indonesia mendorong Islamic Development Bank dan Sekretariat
Oki untuk menggerakkan daya lainnya sebagai upaya pelaksanaan
OIC Strategic Health Programme of Action.
3. Peran Indonesia dalam APEC
APEC berdiri pada bulan Januari 1989. Hingga kini terdapat 21
ekonomi yang menjadi anggota negara APEC yang salah satunya
adalah Indonesia. Setiap anggota APEC disebut “Ekonomi” karena
setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi dan
bukan sebagai negara. Terdapat beberapa peran Indonesia dalam
APEC, yakni sebagai berikut:
▪ Indonesia menjadi ketua dan tuan rumah KTT ke-21 APEC yang
bertemakan “Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth.”
▪ Indonesia menjabat sebagai Ketua APEC period 1994. Posisi
tersebut mengizinkan Indonesia untuk lebih banyak berpartisipasi
dan mempengaruhi arah kebijakan di dalam APEC. Pada masa
kepemimpinan Indonesia, APEC berhasil melahirkan deklarasi
bernama Bogor Declaration dan Bogor Goals.
4. Peran Indonesia dalam ASEAN
Indonesia menjadi salah satu negara yang mempelopori
berdirinya ASEAN. ASEAN merupakan organisasi regional yang
bergerak di bidang ekonomi dan geo-politik bagi negara-negara di
kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini dibentuk berdasarkan
“deklarasi Bangkok” pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. Selain
menjadi salah satu pendiri ASEAN, peran Indonesia di ASEAN
dalam bidang pangan diantaranya adalah:
▪ Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-9 yang
dilaksanakan di Bali pada 7 – 8 Oktober 2003. Pada KTT tersebut
Indonesia mengusulkan pembentukan Asean Community yang
mencakup bidang sosial, ekonomi, budaya, dan keamanan.
▪ Indonesia kembali menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-18.
KTT tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 4 – 8 Mei 2011.
▪ Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-19 yan
dilaksanakan di Bali pada 17 – 19 November 2011. Pada KTT ini
disepakati tentang kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara
atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 234
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
4. Apa saja aktivitas yang dilakukan oleh Bangsa Indonesia
dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa?
Jawab :
a. Majelis Umum PBB
Indonesia menjadi anggota Majelis Umum PBB semenjak tahun
1951.[5] Indonesia pernah sekali ditunjuk sebagai Presiden Majelis
Umum PBB pada tahun 1971, yang pada saat itu diwakili
oleh Adam Malik yang memimpin sesi ke 26 sidang Majelis Umum
PBB. Ia merupakan perwakilan Asia kedua yang pernah
memimpin sidang tersebut setelah Dr. Carlos Pena
Romulo dari Filipina.[6]
b. Dewan Keamanan PBB
Indonesia telah terpilih sebanyak empat kali sebagai anggota tidak
tetap di Dewan Keamanan PBB. Indonesia pertama kali dipilih
untuk periode 1974-1975. Indonesia kemudian dipilih kembali
untuk kedua kalinya pada periode 1995-1996 lalu untuk ketiga
kali pada periode 2007-2008 dan keempat kalinya pada periode
2019-2020 . Dalam masa jabatannya yang ketiga, Indonesia dipilih
oleh 158 suara dari 192 negara anggota yang melakukan
pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada saat itu. Pada masa
jabatan keempat, Indonesia mendapat 144 suara dari 190 negara
yang hadir. Dalam pemungutan suara tersebut, Indonesia bersaing
dengan Maladewa yang mendapatkan 46 suara, tidak ada yang
abstain.[7]
c. Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
Indonesia menjadi anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB untuk
periode-periode 1956-1958, 1969-1971, 1974-1975, 1979-1981,
1984-1986, 1989-1991, 1994-1996, 1999-2001, 2004-2006,
2007-2009 dan 2012-2014. Indonesia pernah dipilih dua kali
sebagai Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB pada tahun
1970 dan 2000, dan dipilih sebagai Wakil Presiden Dewan
Ekonomi dan Sosial PBB pada tahun 1969, 1999 dan 2012.[8] Pada
masa jabatnya untuk tahun 2012-2014, Indonesia menjadi
anggota dewan tersebut dengan mendapatkan suara terbanyak
dibandingkan dari negara-negara Asia lainnya yang diambil pada
sesi Majelis Umum PBB pada 24 Oktober 2011 di New York.[9]
Pendidikan Kewarganegaraan Page 235
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
d. Dewan Hak Asasi Manusia PBB]
Indonesia telah terpilih sebanyak tiga kali sebagai anggota Dewan
Hak Asasi Manusia PBB semenjak dewan tersebut dibentuk pada
tahun 2006. Indonesia menjadi anggota dalam periode 2006-
2007, 2007-2010 dan 2011-2014.[10] Indonesia sekali menjadi
Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2009-
2010, diwakili oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani.
5. Peranan Indonesia Dalam Membantu Menyelesaikan Konflik
di berbagai Negara.
Jawab :
• Thailand Berdamai saat Era Soeharto
Perdamaian Thailand berawal pada awal periode 1980-an,
saat Presiden Filipina Ferdinand Marcos berusaha mencari dukungan
dari negara-negara Timur Tengah dan Indonesia untuk
menyelesaikan konflik dengan Bangsa Moro di Mindanau.Saat itu
Moro ingin merdeka dan memisahkan diri dari Filipina.
• Konflik Perbatasan Thailand dan Kamboja
Indonesia sebagai ketua ASEAN menggelar Informal ASEAN
Foreign Minister's Meeting (pertemuan informal para Menlu ASEAN)
dengan agenda tunggal pembahasan penyelesaian konflik Thailand
dan Kamboja. Konflik kedua negara terjadi di satu kuil kuno di
perbatasan kedua negara yang disengketakan. Dalam pertemuan itu
membahas perdamaian Thailand dan Kamboja.Indonesia sebagai
mediator tercapai ketika Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa
mampu mendamaikan kedua negara di PBB pada 14 Februari 2011.
Indonesia kemudian membawa masalah Mindanau ke Forum Menteri
Luar Negeri Negara Muslim. Dibentuk Komite Enam, dengan
Indonesia sebagai ketuanya. Indonesia dipilih karena menjadi negara
Muslim terbesar, punya kepemimpinan yang kuat di kawasan ASEAN
dan punya pengalaman menengahi konflik di Kamboja.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 236
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
• Konflik Kamboja dan Vietnam Pada tahun 1988 sampai 1989,
Indonesia pernah menjadi tuan rumah Jakarta Informal
Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik antara Kamboja dan
Vietnam. Pada saat itu Indonesia berhasil memfasilitasi dan
memediasi kedua negara yang sedang bermusuhan untuk bisa duduk
bersama-sama mendiskusikan dan menyelesaikan konflik diantara
mereka. Hasilnya, Vietnam menarik pasukannya dari Kamboja dan
situasi damai di Kamboja tercipta.
• Konflik Etnis Rohingya dengan Myanmar
Konflik yang masih terjadi hingga menjadi perbincangan luar
negeri adalah konflik etnis Rohingya dengan Myanmar.Banyak yang
beranggapan bahwa pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi
tak banyak berperan dalam menyelesaikan konflik teraebut.
Indonesia turut membantu menyelesaikan masalah ini.Sudah
beberapa kali Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi
Myanmar dan Bangladesh untuk membicarakan perdamaian
Myanmar dengan Rohingya.
D.DAFTAR PUSTAKA
1. file:///C:/Users/LENOVO%20PC/Downloads/Makalah%20In
donesia%20dan%20Perdamaian%20Dunia.pdf
2. https://sejarahlengkap.com/indonesia/peran-indonesia-
dalam-organisasi-
internasional#:~:text=Peran%20Indonesia%20dalam%20PB
B%20diantaranya,PBB%20untuk%20menciptakan%20perd
amaian%20dunia.&text=Indonesia%20terpilih%20pertama
%20kalinya%20pada%20periode%201974%2D1975.
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_dan_Perserikatan_B
angsa-Bangsa
Pendidikan Kewarganegaraan Page 237
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER
BAB 7
1. Bagaimana perkembangan Demokrasin pada masa praorde Baru?
Jawab:
Perkembangan demokrasi PraOrde Baru
Semenjak dikeluarkannya maklumat wakil presiden No.
X 3 november 1945, yang menganjurkan pembentukan partai-
partai politik, perkembangan demokrasi dalam masa revolusi
dan demokrasi pearlementer dicirikan oleh distribusi
kekuasaan yang khas. Presiden Soekarno ditempatkan sebagai
pemilik kekuasaan simbolik dan ceremonial, sementara
kekuasaan pemerintah yang riil dimiliki oleh Perdana Menteri,
Kabinet dan, Parlemen. Partai politik memainkan peranan
sentral dalam kehidupan politik dan proses pemerintahan.
Kompetisi antar kekuatan dan kepentingan politik mengalami
masa keleluasaan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia
merdeka. Pergulatan politik ditandai oleh tarik menarik antara
partai di dalam lingkaran kekuasaan dengan kekuatan politik
di luar lingkungan kekuasaan, pihak kedua mncoba menarik
pihak pertama ke luar dari lingkungan kekuasaan. Kegiatan
partisipasi politik di masa ini berjalan dengan hingar bingar,
terutama melalui saluran partai politik yang
mengakomodasikan ideologi dan nilai primordialisme yang
tumbuh di tengah masyarakat, namun hanya melibatkan
segelintir elit politik. Dalam masa ini yang dikecewakan dari
Soekarno adalah masalah presiden yang hanya sebagai
simbolik semata begitu juga peran militer. Akhirnya massa ini
mengalami kehancuran setelah mengalami perpecahan antar
elit dan antar partai politik di satu sisi, serta di sisi lain akibat
adanya sikap Soekarno dan militer mengenai demokrasi yang
dijalankan.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 238
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Perpecahan antar elit politik ini diperparah dengan konflik
tersembunyi antar kekuatan parpol dengan Soekarno dan
militer, serta adanya ketidakmampuan setiap kabinet dalam
merealisasikan programnya dan mengatasi potensi
perpecahan regional ini mengindikasikan krisis integral dan
stabilitas yang parah. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Soekarno
untuk merealisasikan nasionalis ekonomi, dan diberlakukanya
UU Darurat pada tahun 1957, maka sebuah masa demokrasi
terpimpin kini telah mulai.
Periode demokrasi terpimpin ini secara dini dimulai
dengan terbentuknya Zaken Kabinet pimpinan Ir. Juanda pada
9 April 1957, dan menjadi tegas setelah Dekrit Presiden 5 Juli
1959. Kekuasaan menjadi tersentral di tangan presiden, dan
secra signifikan diimbangi dengan peran PKI dan Angkatan
Darat. Kekuatan-kekuatan Suprastruktur dan infrastruktur
politik dikendalikan secara hampir penuh oleh presiden.
Dengan ambisi yang besar PKI mulai menmperluas
kekuatannya sehingga terjadi kudeta oleh PKI yang akhirnya
gagal di penghujung September 1965, kemudian mulailah pada
massa orde baru.
BAB 8
2. Bagaimana Sistem Ketatanegaraan Indonesia menurut UUD 1945!
Jawab:
Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 membawa
perubahan besar terhadap ketatanegaraan dan perundangan di
Indonesia. Di antara perubahan-perubahan tersebut adalah
kekuasaan dan kewenangan lembaga-lembaga Negara,
ketentuan tentang Hak Asasi Manusia yang sangat minim
dalam UUD 1945 dan kehidupan demokrasi yang kesemuanya
ditujukan pada perbaikan yang mengarah pada keterbukaan
dan peran serta rakyat yang semakin luas.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 239
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Artikel ini akan membahas perbandingan system
ketatanegaraan di Indonesia sebelum dan sesudah pelaksanaan
amandemen UndangUndang Dasar 1945 khususnya masa
pemerintahan Orde Baru dengan pemerintahan era reformasi.
Secara konstitusional sistem ketatanegaraan Indonesia
pada masa pemerintahan orde baru menggunakan UUD 1945.
Secara prinsip terdapat lima kekuasaan pemerintah Negara
Republik Indonesia menurut UUD 1945, yaitu:
1) Kekuasaan menjalankan perundang-undangan Negara ,
disebut juga kekuasaan eksekutif dilakukan oleh pemerintah (
dalam hal ini adalah presiden).
2) Kekuasaan memberikan pertimbangan kenegaraan kepada
pemerintah, disebut juga kekuasaan konsultatif dilakukan oleh
dewan Pertimbangan Agung.
3) Kekuasaan membentuk perundangundangan Negara atau
kekuasaan legislative, dilakukan oleh Dewan Perwakilan
Rakyat bersama dengan presiden.
4) Kekuasaan mengadakan pemeriksaan keuangan Negara ,
disebut kekuasaan eksaminatif atau kekuasaan inspektif,
dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
5) Kekuasaan mempertahankan perudang-undangan Negara
atau kekuasaan Yudikatif, dilakukan oleh Mahkamah Agung
(C.S.T Kansil : 1978,83).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 240
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
BAB 9
3. Jelaskan Pengertian Wawasan Nusantara menurut beberapa parah
ahli!
Jawab:
Berikut ini adalah beberapa pengertian wawasan nusantara
berdasarkan dokumen kenegaraan kita serta pendapat para ahli:
a. Pengertian menurut TAP MPR Tahun 1999
“Cara pandang dan sikap bangsa Indoinesia mengenai diri
dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta
kesatuan wilayan dalam menyelenggarakan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai
tujuan nasional“.
b. Pengertian menurut Garis Besar Haluan Negara
(GBHN) Tahun 1998
“Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya, dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”
c. Pengertian menurut W. Usman(2000)
“Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah
airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek
kehidupan yang beragam.”
d. Menurut Munadjat Danusaputro (1981)
Arti wawasan nusantara menurut Munadjat
Danusaputroo adalah cara pandang Bangsa Indonesia tentang
diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang serba terhubung
serta pemekarannya di tengah-tengah lingkungan tersebut
berdasarkan asas nusantara.
e. Menurut Samsul Wahidin (2010)
Definisi wawasan nusantara adalah cara pandang, cara
memahami, cara menghayati, cara bersikap, bertindak, berpikir
dan bertingkah laku bagi Bangsa Indonesia sebagai hasil
interaksi proses-proses psikologis, sosiokultural dalam arti
yang luas dengan aspek-aspek asta grata.
f. Menurut Srijanti (2009)
Wawasan nusantara didefinisikan sebagai sebuah cara
pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai dirinya yang
bhineka, dan lingkungan geografinya yang berwujud negara
kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
Pendidikan Kewarganegaraan Page 241
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
BAB 10
4. Sebutkan dan jelaskan Aspek-aspek Gatra dalam Ketahanan
Nasional!
Jawab:
Beberapa aspek Gatra Ketahanan Nasional sebagai berikut:
Aspek alamiah meliputi Tri Gatra:
(a) Gatra geografis
(b) Gatra keadaan dan kekayaan alam
(c) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
Aspek Sosial meliputi Panca Gatra:
(a) Gatra ideologi
(b) Gatra politik
(c) Gatra ekonomi
(d) Gatra sosial budaya
(e) Gatra Hankam Meningkatkan Ketahanan Nasional dalamBidang
Unsur-unsur atau Aspek-aspek lainnya seperti :
❖ Gatra penduduk yang sangat berpengaruh terhadap katahanan
nasional Indonesia seperti tingkat Sumber Daya Manusia yang
berkualitas dapat membantu dalam pemanfaatan segala macam
aspek yang ada untuk kepentingan ketahanan negara, juga ikut
melestarikan Sumber Daya Alam yang ada, dan membawa dampak
positif bagi kehidupan sosial negara
❖ Gatra Ideologi yang berkaitan Pancasila sebagai suatu pedoman
bangsa Indonesia dalam menjaga kesatuan, persatuan, dan keutuhan
negara dimana bangsa Indonesia terdiri dari keanekaragaman yang
tinggi sehingga dapat berpotensi terjadinya perpecahan, perselisihan,
dan konflik internal sehingga unsur ideologi sangat diperlukan untuk
mempersatukan bangsa Indonesia agar sama-sama memiliki
perasaan bangsa terhadap keanekaragaman yang tinggi serta
kekayaan bangsa Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 242
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
❖ Gatra politik berkaitan dengan pengelolaan aset-aset yang dimiliki
bangsa Indonesia secara bersama-sama agar tidak terjadi
perpecahan, saling mendukung satu sama lain dalam pembangunan,
dan memberikan rasa aman serta memperkokoh persatuan dan
kesatuan nasional, sehingga pada gilirannya akan memantapkan
ketahanan nasional suatu bangsa.
❖ Gatra ekonomi berkaitan dengan pemerataan distribusi kebutuhan
warga negara yang berperan langsung dalam kekuatan nasional
suatu negara, seperti contoh apabila suatu negara memiliki kemajuan
ekonomi yang pesat dimana kebutuhan-kebutuhan warga negaranya
dapat terpenuhi dengan tingkat kemiskinan yang minim, maka
negara tersebut berpotensi untuk tumbuh sebagai kekuatan dunia.
Setiap negara memiliki sistem ekonominya sendiri-sendiri untuk
mengatur pemerataan distribusi kebutuhan warga negara.
BAB 11
1. 5. Bagaimana hubungan antara “Nation State” dengan
Nasionalisme?
Jawab :
Nasionalisme memiliki kaitan yang erat dengan konsep
pembentukan nation state dan state nation. Pengertian dari nation
state adalah proses pembentukan suatu negara dimana bangsa itu
sudah muncul terlebih dahulu daripada negara, dalam kata lain
dalam satu negara terdapat satu bangsa sebagai dominasinya.
Contohnya Negara Indonesia ada bangsa Indonesia meskipun
bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa dan
ras.
Sedangkan pengertian dari state nation adalah lahirnya
suatu negara kemudian baru terbentuknya bangsa, bangsa yang
berada dalam negara yang seperti ini biasanya terdiri dari
berbagai etnis negara-negara di dunia. Sehingga dapat dikatakan
bahwa dalam satu negara ada beberapa bangsa. Contohnya,
Negara Singapura penduduknya ada bangsa Cina, bangsa India,
dan pribumi.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 243
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
Ketika nation state dan state nation terbentuk terdapat
kaitan erat dengan keberadaan nasionalisme dalam negara-negara
tersebut. Sebuah bangsa secara disadari maupun tidak disadari
tentu akan muncul perasaan nasionalisme. Perasaan tersebut
dapat berupa rasa cinta akan tanah air atau tanah kelahiran, dan
tekad sebuah bangsa untuk mencapai national interest negaranya,
mempertahankan keutuhan wilayah negara dan kemakmuran
rakyatnya. Selain itu, nasionalisme juga bisa dikatakan sebagai
identitas negara itu sendiri.
Nasionalisme, baik di negara maju maupun negara
berkembang telah menuntut masyarakat untuk memisahkan diri
atau membuat otonomi yang lebih besar di dalam negara.
Nasionalisme sebagai doktrin, menyerukan pembentukan negara
yang terpisah dan menginginkan budaya dan sejarah yang
berbeda. Namun, doktrin tersebut telah menyebar ke seluruh
dunia selama dua abad terakhir sebagai bagian dari proses
internasional. Yaitu, sebagai akibat dari perubahan global, bentuk
solidaritas dan loyalitas telah runtuh dan ide-ide baru telah
dikembangkan dan tersebar.
Faktor-faktor yang mendorong berkembangnya
nasionalisme adalah : (a) kontrol kerugian bagi investor asing; (b)
menolak imigrasi; (c) khawatir akan pengangguran; (d) kebencian
di lembaga supranasional; (e) tidak suka budaya asing; (f) takut
akan terorisme dan subversi; (g) permusuhan terhadap media
global; dan (h) aksi pemisahan diri (Halliday. 1997 : 441-442).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 244
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
BAB 12
6. Bagaimana Partisipasi Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia
dalam Organisasi Internasional?
Jawab :
2. Peran Indonesia dalam PBB
Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950.
Indonesia secara resmi menjadi anggota sejarah berdirinya
PBB kurang dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh
Belanda di Konferensi Meja Bundar. Peran Indonesia dalam PBB
diantaranya adalah:
▪ Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda
(KONGA) ke wilayah-wilayah konflik. Hal ini adalah bentuk
kontribusi Indonesia di bawah naungan tujuan organisasi
PBB untuk menciptakan perdamaian dunia.
▪ Indonesia memberikan bantuan pangan ke Ethiopia saat dilanda
bahaya kelaparan pada tahun 1985. Bantuan pangan tersebut
disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun FAO ke-40.
▪ Indonesia terpilih sebanyak 3 kali sebagai anggota tidak tetap
Dewan Keamanan (DK) PBB. Indonesia terpilih pertama kalinya
pada periode 1974-1975. Indonesia kemudian terpilih kedua
kalinya pada periode 1995-1996. Terakhir, Indonesia terpilih
kembali untuk ketiga kalinya pada periode 2007-2009.
3. Peran Indonesia dalam OKI
OKI (Organisasi Kerjasama Islam dahulu Organisasi Konferensi
Islam) merupakan organisasi internasional dengan 57 negara
anggota. OKI berdiri di Rabat, Maroko pada 25 September 1969
dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam. Peran
Indonesia dalam OKI diantaranya adalah:
▪ Indonesia menerima mandat sebagai Ketua dari Committee of Six.
Indonesia bertugas memfasilitasi perundingan damai antara Moro
National Liberation Front (MNLF) dengan Pemerintah Filipina
pada tahun 1993.
▪ Indonesia mendukung pelaksanaan OIC’s Ten-Year Plan of Action
dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama di OKI di Senegal.
Pendidikan Kewarganegaraan Page 245
Universitas Krisnadwipayana Akuntansi S-1
▪ Indonesia mendorong negara-negara Islam untuk memperhatikan
konflik antara Palestina-Israel dan mencari jalan keluar atas
konflik tersebut.
▪ Indonesia mendorong Islamic Development Bank dan Sekretariat
Oki untuk menggerakkan daya lainnya sebagai upaya pelaksanaan
OIC Strategic Health Programme of Action.
4. Peran Indonesia dalam APEC
APEC berdiri pada bulan Januari 1989. Hingga kini terdapat 21
ekonomi yang menjadi anggota negara APEC yang salah satunya
adalah Indonesia. Setiap anggota APEC disebut “Ekonomi” karena
setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi dan
bukan sebagai negara. Terdapat beberapa peran Indonesia dalam
APEC, yakni sebagai berikut:
▪ Indonesia menjadi ketua dan tuan rumah KTT ke-21 APEC yang
bertemakan “Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth.”
▪ Indonesia menjabat sebagai Ketua APEC period 1994. Posisi
tersebut mengizinkan Indonesia untuk lebih banyak berpartisipasi
dan mempengaruhi arah kebijakan di dalam APEC. Pada masa
kepemimpinan Indonesia, APEC berhasil melahirkan deklarasi
bernama Bogor Declaration dan Bogor Goals.
5. Peran Indonesia dalam ASEAN
Indonesia menjadi salah satu negara yang mempelopori
berdirinya ASEAN. ASEAN merupakan organisasi regional yang
bergerak di bidang ekonomi dan geo-politik bagi negara-negara di
kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini dibentuk berdasarkan
“deklarasi Bangkok” pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. Selain
menjadi salah satu pendiri ASEAN, peran Indonesia di ASEAN
dalam bidang pangan diantaranya adalah:
▪ Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-9 yang
dilaksanakan di Bali pada 7 – 8 Oktober 2003. Pada KTT tersebut
Indonesia mengusulkan pembentukan Asean Community yang
mencakup bidang sosial, ekonomi, budaya, dan keamanan.
▪ Indonesia kembali menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-18.
KTT tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 4 – 8 Mei 2011.
▪ Indonesia menjadi tuan rumah dari KTT ASEAN ke-19 yan
dilaksanakan di Bali pada 17 – 19 November 2011. Pada KTT ini
disepakati tentang kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara
atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ).
Pendidikan Kewarganegaraan Page 246