akrotropik)
Sel FSH dan LH FSH meningkatkan perkembangan folikel
gonadotropi ovarium, sekresi esterogen dan
k spermatogenesis. LH membantu
pematangan folikel ovarium, sekresi
progesteron dan sekresi androgen sel
interestisial
Sel tirotropik Tirotropin Menstimulus sintesis, penyimpanan,
(TSH) sekresi hormon tiroid
Sel Kortikotropi Menstimulus sekresi hormon korteks
kortikotropik n adrenal adrenal. Pengaturan metabolisme lipid.
(ACTH)
Lipotrofin
Aktivitas adenohipofisis diatur oleh hormon peptida yang dihasilkan oleh neuron khusus di nukleus
hypothalami tertentu di akson yang berjalan ke eminentia mediana.
Hormon ini merupakan hormon pelepas hipotalamik, setelah dilepaskan dari akson hormon
diangkut kapiler menuju pars distalis tempat hormon ini merangsang sintesis dan atau pelepasan
hormon (Junqueira et al, 2012).
Tabel 2 Hormon Hipotalamus
yang Mengatur Hipofisis
Anterior
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
Hormon Bentuk Fungsi
Hormon pelepas kimiawi
Peptida dengan Menstimulasi sintesis dan
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
tirotropin (TRH) 3 asam amino sekresi Tirotropin (TSH) dan
prolaktin
Hormon pelepas Peptida dengan Menstimulasi sekresi LH dan
gonadotropin 10 asam amino FSH
(GnRH)
Somatostatin 14 asam amino Menghambat pelepas
somatotropin (GH) dan
Tirotropin (TSH)
Hormon pelepas Polipeptida Menstimulasi sintesis dan
dengan 40 sekresi somatotropin (GH)
hormon sampai 44
pertumbuhan
(GHRH) asam amino (2
bentuk)
Hormon Asam amino Menghambat pelepasan
penghambat yang prolaktin
prolaktin (Dopamin) termodifikasi
Hormon pelepas Polipeptida Menstimulasi sintesis
kortikotropin (CRH) dengan 41 proopiomelanokortin (POMC)
asam amino dan adrenokortikotropin
(ACTH) dan β-lipotropin (β-
LPH)
Neurohipofisis (Hipofisis
Posterior)
Neurohipofisis terdiri dari pars nervosa dan tangkai infundibulum. Pars nervosa tidak memiliki sel
sekretori, bagian ini hanya terdiri dari jaringan saraf yang mengandung sekitar 100.000 akson tak
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
bermielin dari neuron sekretori di nucleus supraopticus dan nucleus paraventricularis
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
hypothalami. Pars nervosa terdiri dari jaringan saraf termodifikasi yang mengandung akson
tak bermielin yang diselubungi sel glia yang disebut pituisit.
Akson berjalan dari nucleus supraopticus dan paraventricularis dan memiliki pelebaran yang
disebut badan neurosekretori. Dari badan ini,oksitosin dan vasopresin dilepaskan oleh rangsangan
saraf. Hormon yang disekresikan memasuki kapiler dan di sebarkan ke sel target. Berikut ini tabel
hormon yang dihasilkan oleh kelenjar neurohipofisis beserta fungsinya (Junqueira et al, 2012).
Tabel 3 Hormon Kelenjar Hipofisis Posterior
Hormon Fungsi
Vassopresin (antidiuretik Meningkatkan permeabilitas ductus
hormon/ADH) colligentes renis
Oksitosin Merangsang kontraksi sel mioepitel kelenjar
mammae dan otot polos uterus
Fungsi Utama Dari Sistem
Endokrin
Sistem endokrin ini berfungsi untuk membantu mengatur dan menjaga berbagai fungsi tubuh
dengan melepaskan hormon yang sering disebut sebagai pesan kimia. Hormon-hormon ini
diproduksi dan disekresi oleh apayang dikenal sebagai kelenjar endokrin.
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
Kelenjar endokrin ini membentuk sistem endokrin. Hormon yang mereka hasilkan dan membantu
mensekresikan untuk mengatur perkembangangeneratif, pencernaan, pertumbuhan, reproduksi
dan fungsi jaringan. Kelenjar ini termasuk tiroid, pankreas, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal,
badan pineal dan kelenjar reproduksi.
Sistem endokrin tidak bekerja sendiri, bekerja sama dengan sistem saraf dan sistem kekebalan
tubuh untuk dapat membentu fungsi tubuh dengan cara yang benar. Kelenjar ialah sekelompok sel
yang memproduksi dan mengeluarkan atau melepaskan bahan kimia. Menyeleksi kelenjar dan
menghilangkan bahan dari darah ialah proses yang mereka lakukan dan mengeluarkan produk kimia
untuk digunakan di suatu tempat di tubuh.
Beberapa jenis kelenjar yang melepaskan sekresinya di daerah tertentu, misalnya kelenjar eksokrin
seperti kelenjar keringat dan ludah, melepaskan sekresi pada kulit atau di dalam mulut. Kelenjar
endokrin di sisi lain, melepaskan lebih dari 20 hormon utama langsung ke dalam aliran darah
dimana mereka dapat diangkut ke sel-sel di bagian lain dari tubuh.
Penyakit Sistem Endokrin
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
Penyakit atau Gangguan system endokrin terutama menimbulkan keadaan kelebihan atau defisiensi
dari hormone akibat dari hiperfungsi atau hipofungsi dari kelenjar. Namun, ahli endokrinologi juga
dihadapkan dengan tumor spesifik dan masalah lain dengan kelenjar endokrin yang kemungkinan
tidak berkaitan dengan kelebihan atau defisiensi, kelainan primer atau sekunder dalam kepekaan
terhadap hormone, dan sindroma iatrogenik.
HIPOFUNGSI
Destruksi Kelenjar
Penyebab yang paling lazim dari destruksi kelenjar endokrin adalah penyakit autoimun. Hal ini
ditemukan pada sebagian besar dari diabetes mellitus dependen-insulin, hipotiroidisme, insufisiensi
adrenal, dan kegagalan gonad. Pada kelenjar hipofisis, suatu gangguan seperti tumor atau hipotensi
sebagai akibat syok atau perdarahan merupakan penyebab yang lebih khas.
Setiap kelenjar endokrin dapat mengalami kerusakan, dengan akibat hipofungsi, oleh karena
neoplasma, infeksi, atau perdarahan.
Gangguan Ekstraglanduler
Gangguan ini merupakan gangguan kerusakan terhadap kelenjar endokrin yang merupakan organ
dengan fungsi utama lain. Contoh pada penyakit ginjal, menimbulkan konversi cacat akibat kelainan
metabolik, kerusakan terhadap sel juxtaglomeruler penghasil rennin yang menyebabkan
hipoaldoteronisme hiporeninemik, dan kerusakan terhadap sel-sel penghasil eritropoietin yang
menyebabkan anemia.
HIPERFUNGSI
Hiperrfungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin biasanya timbul sebagaiakibat tupmor. Adanya
tumor menghasilkan kelebihan hormon. Contoh
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
tumor pada hipofisis dapat menyebabkan produksi kelebihan dari sebagian besar hormone
(ACTH, GH, PRL, TSH, LH, FSH, dll).
Cacat dalam kepekaan
terhadap hormon
Resistensi primer terhadap sejumlah hormone telah diketahui; hal ini dapat disebabkan oleh
sejumlah tipe yangberbeda dari cacat pada reseptor hormone ataupun akibat fungsi di distal
reseptor. Cacat genetic pada reseptor yang menimbulkan sindroma resistensi telah dilaporkan
untuk glukokortikoid, hormone tiroid, androgen, vitamin D, PTH, ADH, GH, insulin, dan TSH.
Cacat pascareseptor diketahui terjadi pada beberapa kasus pseudohipoparatiroidisme dan juga
pada diabetes mellitus non dependen-insulin.
SINDROMA KELENJAR
ENDOKRIN MULTIPEL
Kelenjar-kelenjar yang paling sering terlibat adalah paratiroid, hipofisis, pancreas, tiroid, dan
adrenal. SIndroma ini biasanya ditemukan dalam polapewarisan autosomal dominan.
Terdapat tiga jenis MEN:
1. MEN I (Warner Syndome), ditandai tumor pada kelenjar paratiroid (
hiperparatiroidime primer multiglandular), hipofisis (adenoma
kromofob), dan pancreas (gastinoma).
2. MEN IIA (Sipple Syndrome), terjadi pada karsinoma medularis tiroid,
hiperparatiroidisme, feokromositoma.
3. MEN IIB (MEN III), terjadi pada habitus marfanoid, dan neuroma
mucosal multipel.
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
BAB 11
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
5 Panca Indra Manusia
Manusia memiliki lima panca indra, lima panca indra itu adalah indra peraba,penglihatan,
penciuman, pendengaran, serta perasa. Dengan bantuanorgan tubuhnya masing-masing, kelima
panca indra dapat mengerjakan fungsinya dengan baik, dan mengirimkan “pesan” khusus ke otak,
sehingga manusia bisa mengerti dan merasakan banyak hal. Mari kenali kelima panca
indra pada manusia.
1. Panca indra peraba
Panca indra yang satu ini berperan agar manusia bisa menyadari adanyasentuhan, tekanan,
panasnya suhu di sekitar, getaran, hingga rasa sakit.
Semua kemampuan panca indra sentuhan ini, "diterima" melalui reseptor (organ atau sel yang
merespons cahaya, panas, atau rangsangan eksternal, dan mengirimkannya ke saraf sensorik) kulit,
yang masing-masing memiliki kemampuannya sendiri.Salah satu fungsi terpenting dari panca indra
sentuhan ini adalah untuk menyampaikan rasa belas kasih, terhadap manusialainnya. Contohnya,
anak bayi yang baru lahir, akan merasa aman dan nyaman, saat dibelai dan merasakan sentuhan
kedua orangtuanya. Hal itu membantu bayi untuk tidur dan merasakan kedekatan dengan ayah dan
ibunya.
2. Panca indra penglihatan
Kelima alat indra sangatlah penting. Namun sepertinya, panca indra untuk melihat dianggap
menjadi salah satu yang terpenting. Dengan keberadaanya,Anda bisa melihat indahnya alam
semesta.Panca indra penglihatan berfungsisaat cahaya diproses oleh mata dan ditafsirkan oleh otak.
Cahaya melewati kornea, kemudian pupil akan membesar maupun mengecil, untuk mengatur
jumlah cahaya yang masuk ke mata. Selanjutnya, cahaya akan diterima oleh retina dan
“mengubahnya” menjadi impuls saraf yang bisa dibaca olehotak.Ada fakta unik tentang panca
indra penglihatan. Studi membuktikan, seseorang yang terlahir tanpa indra penglihatan
(tunanetra), memiliki pendengaran, perasa, sentuhan, dan penciuman yang sangat baik.
Kemampuan mengingat dan berbicara para tunanetra, berpotensi lebih baik,dibandingkan orang-
orang yang terlahir dengan mata normal.
3. Panca indra pendengaran
Telinga manusia adalah “labirin” yang rumit. Sebab, panca indra pendengaranharus bekerja keras,
aSgMarAsNua1raBabliiskapadpitaenr/imOarizoaleShatoivtaa-kX. IPIePrAta4ma-tama, suaramasuk ke dalam telinga bagian luar, dan
diteruskan ke saluran pendengaran eksternal.Setelah itu, gelombang suara akan mencapai membran
tipani
atau gendang telinga. Jaringan tipis ini akan bergetar, ketika gelombang
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4
suara telah “menghantamnya”.Getaran itu mencapai ke telinga bagian tengah.Di sini, ketiga tulang kecil (malleus, incus, dan
stapes), juga ikut bergetar.
Ketiga tulang ini pun memiliki peran masing-masing, untuk mengantarkangelombang suara ke otak.
Tulang stapes mengirimkan getaran suara ke corti (organ reseptor untuk pendengaran). Selanjutnya, sel-sel rambut di organ
corti menerjemahkan getaran suara menjadi impuls listrik. Melalui saraf sensorik, otak menerimaimpuls listrik.
4. Pandra indra penciuman
Menurut para peneliti, indra penciuman manusia, dapat mengenali lebih dari satu triliun aroma. Indra penciuman manusia akan
bekerja dengan olfactory cleft, yang ditemukan di atap rongga hidung, pada sebelah bagian otak yangberfungsi sebagai
“pencium”.Ujung saraf pada celah penciuman ini akan mengirimkan bau ke otak. Penciuman orthonasal “menangkap” bau di
udara,saat Anda bernapas melalui bagian depan hidung.Pernahkah Anda menciumbau dari makanan yang Anda sedang kunyah?
Ya, ini adalah cara kerja
lainnya dari indra penciuman pada bagian belakang hidung kita, yang disebutpenciuman retronasal.
5. Panca indra pengecap
Berkat indra pengecap lidah, Anda bisa merasakan asam, manis, asin, pahit,dan gurih. Sel perasa di bagian depan, belakang
lidah, serta mulit bagian belakang dan atas, mendeteksi kelima rasa tersebut.
Sel reseptor ini terikat dengan molekul makanan dan minuman yang Anda konsumsi, dan akan mengirimkan sinyal ke
otak.Mungkin Anda bertanya- tanya, mengapa tidak ada rasa pedas di dalam daftar indra perasa. MenurutNational Library of
Medicine (NLM), rasa pedas sebenarnya adalah sinyal sakit, yang dirasakan oleh lidah.Kelima rasa di atas, dapat ditangkap
oleh taste bud, yang ada pada lidah manusia. Orang dewasa, setidaknya memiliki 2.000-4.000 taste bud. Kebanyakan berada di
lidah, tapi juga terdapat di belakang tenggorokan, epiglotis (tulang rawan yang terletak di belakang lidah), rongga hidung, dan
kerongkongan.Terdapat penjelasan terkait kelima rasa di atas, dan letak lidah yang merasakannya. Manis, dirasakan oleh ujung
bagian lidah. Rasa asin, dapat dirasakan oleh bagian kiriatau kanan ujung lidah. Kemudian, rasa pahit, terletak di bagian belakang
lidah. Sedangkan asam, ada di bagian kiri dan kanan lidah.
62 kalimat pernyataan dalam Sistem Pertahanan Tubuh
1. Aali yah : Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam
mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi
2. Albert : Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu ada mempertahankan tubuh dari
patoge
invasive (virus dan bakteri), melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan
eksternal, menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak, mengenali dan menghancurkan
sel
3. Adastra : Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata,
mukus (cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar
mukosa), dan air ludah. Mereka berfungsi untuk mencegah laku peradangan
setelah
terjadi luka atau infeksi.
4. Aldinan : Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik merupakan system
kompleks yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik
5. Afif : Pertahanan nonspesifik dibagi menjadi 4. 1. pertahanan fisik, kimia dan
mekanis terhadap agen infeksi, 2. Fagositosis, 3. Inflamasi (peradangan), 4. Zat
mikroorganisme nonspesifik yang diproduksi tubuh
6. Aldian : Pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen infeksi : kulit yang
sehat
dan utuh, membrane mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat kimia anti
mikroba,
pembilasan oleh air mata, saliva, dan urin
7. Alfonsus : Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing
serta
sel sel abnormal disebut imunitas (kekebalan)
8. Alya Herliani : Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera
9. Alya Rahimah : Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja
tanpa adanya interaksi antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon
dan
komplemen
10. Andi Ailman : komponen respons imunitas spesifik ada 2 : antigen dan antibody
11. Alya Sakila : Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi
komplemen
yaitu aktivasi sistem komplemen (: protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi
infeksi, protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian
memicu aktivasi protein-protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel
patogen yang mengalami lisis.
12. Ashaz : Hipersensitivitas bergejala gatlal-gatal, ruam, mata merah, sulit
bernapas,
kram berlebihan, dil
13. Aurelia : Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi,
aglutinasi,
dan presipitasi.
14. Boeih : Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh Imunitas aktif dan imunitas
pasif,
imunitas aktif ada alami dan buatan, imunitas pasif ada alami dan buatan juga
15. Brandon : Pertahanan Spesi fik (Adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu
imunitas yang diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.
16. Cantika : Sel sel yg terdapat dalam respons imunitas ada sel B, sel T, makrofag,
sel
pembunuh alami
17. Candyle : Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik
(keturunan), Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat
berbahaya, Racun tubuh, Penggunaan obat-obatan
18. Deswita : mekanisme respon imunitas seluler ada 2 yaitu, ekstraseluler Gjika
antigen
dicerna oleh makrofag) dan intraseluler (jika antigen menginfeksi sel).
19. Dwi : tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas,
pembengkakan,
nyeri, atau kehilangam fungsi.
20. Dicky : Mekanisme Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag :
antigen
ditelan makrofag, makrofag membentuk molekul MHC kelas II, MHC kelas II
menangkap peptide antigen, Sel T penolong mengaktivasi makrofag.
21. Elvina : Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat,
makrofag
dan prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus
22. Dina : Imunitas dibagi menjadi beberapa, Imunitas pasif adalahjika antibody
dari satu
individu dipindahkan ke individu lainnya. imunitas pasif buatan adalahmelalui
injeksi
antibody dalam serum yang dihasilkan orang atau hewan
23. Engeline: Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas,
penyakit
autoimun dan imunodefisiensi.
24. Faisal : fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan
ikat
atau histiosit, makrofag dan prekusornya atau monosit, dan sistem makrofag
mononukleus
25. Fajar Hamdan : Pertahanan non spesifik terbagi menjadi 3 yaitu pertahanan
fisik
kimia dan mekanis, fagositosis, inflamasi, dan zat anti mikroba nonspesifik yang
diproduksi oleh tubuh
26. Fani : Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik,
fisiologis,
stress, usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27. Farren : Gangguan sistem pertahanan tubuh seperti hipersensitivitas, penyakit
auto
imun, imunodefisiensi
28. Gabe : Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam
yaitu
Limfosit B dan Limfosit T
29. Gina : Sel sitotoksik adalah sel pembunuh aktif yang menghancurkan sel
30. Gita : Mekanisme respon humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan
menghasilkan
antibody dalam plasma darah dan limfa.
31. Ivan : Sel pembunuh alami atau natural killer, Sel ini berperan dalam
menghancurkan
sel kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya
32. Juan : Hipersensitivitas atau alergi adalah peningkatan sensitivitas atau
reaktivitas
terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya, pada
umumnya
terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh
33. Je Ivan : Penyakit auto imunitas adalah kegagalan system imunitas untuk
membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga system imunitas menyerang sel
tbuh sendiri.
34. Louis : Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas
atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi
imun
kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)
35. Khanza : Sindrom sistem johnson , penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya
dan
dapat mengakibatkan kematian. Sel-sel kulit bagian epidermis mengelupas dan
memisahkan diri dari dermis dengan gejala bercak kemerahan.
36. Marcell : Imunisasi polio merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi
tubuh
dari gangguan poliomyelitis atau infeksi polio. Vaksin polio ini sangat penting untuk
upaya mencegah penularan
37. Madinah : Jenis imunisasi dan penyakit yg dicegah.
38. Modestine : Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan,
menginaktifkan agen penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta
mempersiapkan
proses penyembuhan dan perbaikan jaringan
39. Andri :
. Memiliki jumlah paling banyak...
40. Salman : Antigen adalah zat yang merangsang respons imunitas, terutama
dalam
menghasilkan antibody. Terdiri atas determinan antigen dan hapten
41. Fawwaz : salah satu faktor yg mempengaruhi yaitu tidur. Jika kurang,
menyebabkan
perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan imunitas seluler,
kekebalan
tubuh melemah.
42. Oasis : imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk difteri, pertusis (batuk rejan), dan
tetanus Yg diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada
usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi.
43. Rafli : Salah satu gangguan sistem pertahanan tubuh adalah defisiensi imun,
tidak
memiliki sel B dan sel T sejak lahir. Penderita harus tinggal di tempat yg streril
44. Oriza : kekebalan tubuh ada dua. Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh
sendiri
dimana jika seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat
antibodi.
Pasif: kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar contohnya
kekebalan tubuh bayi yang didapat dari air susu ibu
45. Rafli Dwi : magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh
yang
sehat. selain itu, magnesium juga dapat membantu menjaga otot normal dan
fungsi
saraf, menjaga irama jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat,mengatur
tingkat gula darah,mengatur tekanan darah
46. Zinedine : Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan
menghasilkan antibodi dalam plasma darah dan limfa.
47. Raisya : Imuno difiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh
Yaitu
kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem
imunitas untuk merespons antigen. Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi
imun
kongenital dan AIDS.
48. Nadia : Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yg telah
diubah.
49. Rania : Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak,
infeksi
darah, dan radang paru-paru.
50. Nanda : Salah satu faktor yg memengaruhi adalah nutrisi seperti vitamin dan
mineral
yang diperlukan dalam pengaturan system imunitas. DHA dan asam arakidonat
mempengaruhi maturase atau pematangan sel T. Protein diperlukan dalam
pembentukan immunoglobulin dan komplemen
51. Naura : Pencegahan terbaik untuk stevens johnson adalah tidak mengonsumsi
oabt2an
sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter jika memiliki alergi
terhadap suatu jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu
52. Ruth : Salah satu program imnusisasi adalah Hep A untuk mencehmgah Hep A.
Hep
A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hep A
53. Patricia maulina : Program dan jenis imunisasi yaitu Campak untuk mencegah
terjadinya penyakit campak, Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varisela
untuk mencegah penyakit cacar
54. Samuel : Patogen dapat dengan cepat....
55. Raina : Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran
serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang,
udang,
dan kerang).
56. Raisha : Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah
pajanan zat berbahaya seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman
beralkohol, dan bahan pembersih kimia yang dapat menurunkan imunitas
57. Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam
respons imunitas salah satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar
dalam jaringan, yang berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi
untuk
menelan antigen atau bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi : Presipitasi/Pengendapan adalah pengikatan silang molekul-molekul
antigen
yang terlarut dalam cairan tubuh.
59. Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan
sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress
60. Thezar : pada beberapa kasus stevens johnson disebabkan beberapa obat2an
seperti,
penisilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, metamizole, antalgin, parasetamol,
klorpromazin, karbamazepin, dan turunannya.
61. Wahyu : Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang
identik
dimana terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada
molekul
antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai
huruf
62. Yuniar : hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi hormon
estrogen yang meningkatkan sintesis igGdan igA sehingga menjadi lebih kebal
terhadap infeksi daripada pria.
REFLEKSI
PERISTIWA
Pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar, kini dilakukan secara daring.
Metode daring dilakukan untuk semua mata pelajaran. Begitu pula dengan
pembelajaran mata pelajaran biologi. Pada mata pelajaran ini memiliki metode
pembelajaran yang berbeda dari mata pelajaran yang lainnya. Di mata pelajaran ini
selain adanya tugas-tugas kami juga memiliki tanggung jawab untuk membuat
jurnal belajar dan juga portofolio. Dengan adanya tugas portofolio, materi yang
telah dipelajari lebih mudah untuk dilacak dan dipelajari kembali.
PERASAAN
Sungguh perasaan yang sangat luar biasa bagi penulis karena telah mencapai titik
akhir
dari kegiatan tugas - menugas ini. Banyak suka dan duka dalam kegiatan menugas
dan juga
penyusunan ini. Duka pun datang jika penulis lelah dengan banyaknya tugas
sehingga
mengerjakannya tidak fokus dan lebih sering beristirahat, belum lagi jika penulis
masih tidak
mengerti materi dan harus mempelajari lebih dalam lagi. Serta juga penulis merasa
tertekan
karena adanya batas pengumpulan tugas yang membuat penulis menjadi lebih
buru - buru
dalam mengerjakannya. Tetapi dari semua duka itu, rasa sukacita dan bahagia
muncul begitu
saja jika akhirnya penulis dapat memahami pelajaran dan tugas - tugas berhasil
diselesaikan.
Rasa senang dan lega semua bercampur aduk karena merasa terlepas dan terbebas
dari beban
tugas yang tadinya ada.
Dalam membuat jurnal belajar, terkadang penulis merasa kebingungan bagaimana
mengatur kefokusan antara memperhatikan pembahasan dalam pertemuan dan
menulis jurnal
selama kejadian - kejadian tersebut berlangsung. Alhamdulillah walaupun
kebingungan seperti
itu, penulis dapat menyelesaikannya dengan baik.
PERUBAHAN
Perubahan yang di dapat selama menulis jurnal belajar, membuat tugas-tugas dan
portofolio adalah awalnya saya malas terhadap tugas tetapi setelah mendapatkan
tugas seperti ini saya merasa lebih bertanggung jawab terhadap tugastugas dan
tentunya lebih memperhatikan saat pembelajaran berlangsung. Harapan untuk
saya semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Harapan untuk Bu
Puspa semoga Bu Puspa terus semangat dalam mengajar kami dan sehat selalu.