The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by orizadewi73, 2021-06-15 08:59:17

Portofolio Biologi Kelas 11 Oriza Sativa Dewi XI IPA 4

PORTOFOLIO

Rangkuman Sistem Ekskresi

Nama: Oriza Sativa
Kelas: XI IPA 4

- Ginjal:
Ginjal merupakan organ utama dari sistem ekskresi manusia. Organ
ini terletak di kedua
sisi tulang belakang, tepatnya di rongga perut bagian belakang. Ginjal
memiliki bentuk
menyerupai kacang merah dan berwarna merah kecokelatan.
Manusia memiliki sepasang ginjal yang berada di sisi kanan dan kiri
tubuh. Ginjal kanan
terletak sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena
berdekatan dengan hati.
Setiap ginjal berukuran sekitar 10–12 cm atau kira-kira seukuran
kepalan tangan orang
dewasa.
Ginjal berfungsi untuk menyaring zat sisa dari makanan, obat-obatan,
atau racun yang
terdapat di darah. Selain itu, ginjal juga berperan mengendalikan
keseimbangan cairan
dan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika tubuh Anda kelebihan garam
atau mineral, ginjal
pun akan membuangnya.
Zat sisa yang terkumpul, kemudian akan diubah menjadi urine. Urine
akan mengalir dari
ginjal ke kandung kemih melalui saluran yang disebut ureter. Urine

tersebut berisi zat
sisa dari ginjal yang akan terbuang saat Anda buang air kecil.
Fungsi utama organ ginjal adalah menyaring darah dan
mengeluarkannya melalui
urine.Organ ginjal berperan penting dalam sistem ekskresi pada
manusia dengan
mengeluarkan asam dan urea yang merupakan senyawa hasil
pemecahan protein dalam
tubuh, serta menyeimbangkan garam, mineral, dan air dalam darah.
- Hati:
Hati adalah organ yang berukuran besar dengan berat sekitar 1
kilogram. Organ yang
sangat penting bagi metabolisme dan sistem kekebalan tubuh ini
terletak di bagian
kanan atas dalam rongga perut, tepat di bawah diafragma.
Salah satu zat beracun yang dibuang dan diolah oleh hati adalah
amonia, yaitu zat sisa
dari hasil penguraian protein. Jika dibiarkan menumpuk dalam tubuh,
amonia dapat

menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan
pernapasan dan
masalah pada ginjal.
Di dalam tubuh, hati berfungsi untuk mengolah amonia menjadi
urea. Setelah itu, urea
yang diolah di hati akan dibuang melalui sistem ekskresi pada ginjal
lewat urine. Selain
amonia, zat lain yang dibuang atau diekskresi oleh hati adalah zat
beracun dalam darah,
misalnya akibat konsumsi alkohol atau obat-obatan.

Organ hati juga berfungsi untuk membuang sel darah merah yang
sudah rusak dan
kelebihan bilirubin yang dapat menyebabkan sakit kuning atau
jaundice
Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi, hati berfungsi
untuk merombak
sel-sel darah merah yang sudah tua/rusak. Di dalam hati, hemoglobin
pada sel darah
merah yang sudah rusak akan diuraikan menjadi globin, zat besi, dan
senyawa
hemin. Hemoglobin itu sendiri merupakan protein yang mengandung
zat besi pada sel
darah merah.
Zat besi akan disimpan di dalam hati atau dialirkan menuju sumsum
tulang belakang,
sedangkan globin digunakan untuk membentuk sel darah merah baru
dan metabolisme
protein. Sementara itu, senyawa hemin akan diubah menjadi zat
warna pada empedu,
yaitu bilirubin dan biliverdin.

Kulit:
Kulit manusia memiliki sekitar 3–4 juta kelenjar keringat. Kelenjar ini
tersebar di seluruh
bagian tubuh, namun paling banyak terdapat di telapak tangan, kaki,
wajah, dan ketiak.
Kelenjar keringat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kelenjar ekrin dan
kelenjar apokrin.
Kelenjar ekrin terhubung langsung dengan permukaan kulit dan
menghasilkan keringat

yang tidak berbau dan encer. Sementara itu, kelenjar apokrin
menghasilkan keringat
yang mengandung lemak dan pekat, serta terdapat di folikel rambut,
seperti ketiak dan
kulit kepala.
Pada dasarnya, keringat yang dihasilkan kelenjar-kelenjar tersebut
berfungsi untuk
mengendalikan suhu tubuh dan melumasi kulit serta rambut.
Namun, sebagai bagian
dari sistem ekskresi, kelenjar keringat juga berperan membuang
racun dari dalam tubuh
melalui keringat yang dihasilkannya.
Ada beberapa jenis racun yang dibuang melalui kelenjar keringat di
kulit, antara lain zat
logam, bisphenol A, polychlorinated biphenyls, urea, phthalate, dan
bikarbonat. Tak

hanya racun, kelenjar keringat di kulit juga berfungsi untuk
membunuh dan membuang
bakteri.
Fungsi kulit sebagai organ sistem ekskresi adalah untuk
mengeluarkan kotoran, racun, dan senyawa mineral berlebih melalui
keringat, agar kita terhindar dari zat-zat yg dapat
meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan
aktivitas, seperti
berolahraga atau berjemur di bawah sinar matahari.

BAB 9

Biologi

Analisis struktur, fungsi dan
pengelompokan terhadap
sel saraf dan sistem saraf

Disusun oleh:Oriza
Sativa XI IPA 4

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMURDINAS PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN

SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN2021

Sel saraf (neuron)
Pengertian Neuron
(Sel Saraf )

Neuron (jaras) adalah jenis tertentu dari sel yang khusus
untuk menyimpan dan mengirimkan informasi. Neuron
berfungsi untuk menerima, meneruskan, dan memprosesstimulus; memicu aktivitas sel
tertentu dan pelepasan
neurotransmiter dan molekul informasi lainnya

Sel saraf atau yang biasa kita sebut neuron adalah sel yangmerupakan satuan kerja utama
dalam sistem saraf
manusia. Sel Saraf berfungsi untuk menghantarkan impulslistrik dari suatu rangsangan
(Stimulus). Sistem saraf
dibentuk oleh jutaan sel saraf. Sifat unik dari sel saraf yangpeka terhadap rangsangan ini
membuatnya berbeda
dibandingkan banyak sel lain di dalam tubuh.

Sebuah sel saraf mempunyai satu badan sel yang
mempunyai sitoplasma dan juga mempunyai nukleus (intisel). Selain sel saraf, dalam
sistem saraf manusia juga
terdapat sel glia yang berfungsi sebagai support bagi selsaraf. Sistem saraf terdiri atas
sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk
mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraftersusun dari badan sel, dendrit, dan
akson.

Struktur dan Bagian
Neuron (Sel Saraf)

 Dendrit

Merupakan percabangan dari badan sel yang terlihatseperti tonjolan bercabang.
Dendrit berfungsi untuk

menerima dan menghantarkan rangsangan dari badan sel.

 Badan Sel

Badan sel merupakan bagian terbesar dari sel saraf yang mengandung banyak komponen
penting. Di dalam badansel terdapat sitoplasma, nukleus (inti sel), dan nukleolus (Anak
inti). Badan sel bertugas untuk menerima rangsangan dari dendrit kemudian meneruskan
rangsangan tersebut ke akson (neurit). Badan sel memiliki sebuah inti dan di dala
sitoplasmanya terdapat butir Nissl yang berfungsi untuk sintesis protein. Butir Nissl dapat
menjalankan fungsi tersebut karena mengandung RNA di dalamnya. Badan sel hanya
terdapat pada saraf pusat
(Otak dan sumsum tulang belakang) dan pada ganglion(sekumpulan sel saraf di luar
sistem saraf pusat).

 Akson (Neurit)

Akson (Neurit) adalah serabut sel saraf panjang yang
terlihat seperti penjuluran dari badan sel. Neurit mirip dengan dendrit, bedanya neurit
haya ada satu buah dan
berukuran lebih besar serta lebih panjang. Akson berperandalam menghantarkan impuls
dari badan sel menuju efektor seperti sel otot atau sel kelenjar. Untuk
menjalankan fungsinya ini, di dalam neurit terdapat struktur yang disebut neurofibril.
Beberapa sel saraf, neuritnya dibungkus oleh sebuah selaput yang disebutselaput
mielin. Bayangkan saja akson atau neurit ini
seperti kabel listrik, kemudian di dalamnya terdapat kabelyaitu neurofibril dan
pembungkus kabel tersebut kita sebut degan selaput mielin. Ujung dari sebuah neurit
biasanya akan berhubungan dengan ujung dendrit dari sel lainnya. Diantara tempat
pertemuan neurit dengan dendritakan ditemukan sebuah celah yang disebut dengan
sinapsis. Pertukaran informasi antar sel neuron terjadi di sinaps ini.

 Selaput Mielin

Selaput atau selubung Mielin adalah selaput pembungkus neurit. Selubung mielin tersusun
dari lemak. Selaput mielinmempunya segmen – segmen dan lekukan di antara dua segmen
disebut nodus ranvier. Selaput mielin ini dikelilingioleh sel schwann. Fungsi dari bagian ini
adalah untuk

melindungi sel saraf dari kerusakan dan mencegah

bocornya impuls serta mempercepat hantaran impuls yangmasuk. Selubung mielin
diproduksi oleh sel glial.

 Sel Schwaan

Sel Schwann adalah sel yang mengelilingi selubung mielin.Nama dari sel ini diambil dari
nama penemunya yaitu
Theodore Schwaan, seorang ilmuan dari Jerman. Sel schwann akan menghasilkan
lemak yang membungkusneurit berkali kali lipat sampai terbentuknya selubung
mielin. Sel Schwann berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls, menyediakan
nutrisi bagi neuri dan
membantu regenerasi dari neurit.

 Nodus Ranvier

Nodus Ranvier adalah bagian antar dua segmen selubungmielin. Nodus Ranvier berfungsi
sebagai loncatan impuls saraf agar sampai lebih cepat ke tempat tujuan. Nodus ranvier
mempunyai diameter sekitar 1 mikrometer dan

ditemukan oleh Louis Antoine Ranvier.

 Sinapsis

Sinapsi adalah celah yang terdapat pada pertemuan satuneuron dengan neuron lainnya.
Setiap sinapsis
menyediakan koneksi antar neuron sehing memungkinkanterjadinya pertukaran informasi
antar neuron tersebut.
Informasi ini ditukarkan dalam bentuk zat kimia yang disebut Neurotransmiter. Pada
ujung neurit setiap sel

saraf terdapat sebuah kantong yang disebut Bulbus Akson,nah kantong inilah yang akan
menghasilkan
neurotransmiter tadi.

Jenis dan Fungsi
Neuron (Sel Saraf)

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf
sensorik, sel saraf motorik dansel saraf konektor / intermediet.

Neuron (Sel Saraf)
Sensorik

Sel saraf Sensorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls
dari reseptor di tubuh ke
sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Selsaraf ini sering juga disebut
dengan sel saraf indra.

Neuron (Sel Saraf)
Motorik

Sel Saraf Motorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi
untuk menghantarkn impuls dari sel sistem saraf pusat kesel otot atau kelenjar sehingga
tubuh akan menanggapi rangsangan tersebut dengan bergerak atau menghasilkansuatu

produk sekresi. Sel saraf motorik biasanya
mempunyai dendrit yang pendek dengan akson yangsangat panjang.

Neuron (Sel Saraf)
konektor

Sel saraf konektor / intermediet / asosiasi ini merupakanjenis sel saraf yang berfungsi
untuk menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan
dengan sel saraf lain yang terdapat di dalam sistem sarafpusat. Serabut saraf, akso dan
dendrit dari sel ini
bergabung dalam satu selubung dan akan membentuk uratsaraf sedangkan badan selnya
berkumpul di satu tempat
untuk membentuk ganglion saraf.

Klasifikasi Neuron
(Sel Saraf)

Berdasarkan jumlah prosesusnya neuron diklasifikasikanmenjadi:

 Neuron unipolar

Neuron unipolar mempunyai satu tonjolan yang kemudianbercabang dua dekat dengan
badan sel. Satu cabang
menuju ke perifer sedangkan cabang yang lain berjalanmenuju ssp.
Contoh: neuron sensorik saraf spinal.

 Neuron bipolar

Neuron bipolar mempunyai dua tonjolan satu akson dan satu dendrit, contohnya neuron
bipolar antara lain adalahsel batang dan kerucut retina.

 Neuron multipolar

Neuron multipolar mempunyai beberapa dendrit dan satuakson yang dapat bercabang-
cabang banyak sekali.salah satu contoh sel jenis ini adalah neuron motorik yang
berasal dari kornu ventral medula spinalis denganaksonnya yang menjulur
sampai ke otot rangka.

Berdasarkan struktur dan fungsinya dan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat
dibagi menjadi 3 kelompok,yaitu:

1. Sel saraf sensorik

Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat,
yaitu otak (ensefalon) dansumsum belakang (medula spinalis).

2. Sel saraf motorik

Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistemsaraf pusat ke otot atau kelenjar
yang hasilnya berupa
tanggapan tubuh terhadap rangsangan.

3. Sel saraf intermediet

Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel inidapat ditemukan di dalam
sistem saraf pusat dan
berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan
dengan sel saraf lainnyayang ada di dalam sistem saraf pusat.

Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat ini
berfungsi sebagai pusatpengendali utama pada tubuh. Sistem saraf inilah yang
mengatur pergerakan tubuh, misalnya saat tangan melakukangerakan refleks ketika menyentuh mangkuk
bakso yang panas.
Gerakan refleks itu, tanpa disadari merupakan tugas dari sistemsaraf pusat.
Otak dan sumsum tulang belakang yang menjadi pengendali
tubuh manusia, berada pada sistem saraf pusat. Kenapa sistemsaraf pusat bisa mengontrol
gerakan tubuh? Hal ini karena sistem saraf pusat mampu mengolah informasi atau rangsangan
yang diperoleh dari indera-indera tubuh.

Informasi dan rangsangan tersebut disebarkan ke seluruh
tubuh, sehingga tubuh kamu bisa merespon gerakan apa yangharus dilakukan ketika menerima
informasi tersebut.
Contohnya, saat ingin menyantap semangkuk bakso, otak akanmenerima informasi dalam bentuk
visual dari mata, bahwa adasemangkuk bakso di depan kamu.

Bersamaan dengan itu, hidung kamu akan menerima rangsangan berupa aroma dari bakso
tersebut. Kedua rangsangan itu kemudian dikirim ke otak untuk memberikansinyal kepada
tangan kamu, sehingga tangan kamu bergerakmengambil sendok untuk memasukkan bakso
tersebut ke

mulut kamu.

Bagian Dari Sistem Saraf
Pusat

Berikut ini adalah bagian dari sistem saraf pusat, antara lain:

1. Otak

Otak merupakan organ terpenting dari tubuh manusia yang
tersusun oleh jutaan sel saraf. Permukaan otak manusia yangberlipat-lipat, membuat otak
manusia mampu menyimpan
lebih banyak neuron dibandingkan otak yang permukaannyamulus seperti pada sebagian
besar hewan.

Berkat permukaan otak yang berlipat-lipat ini, manusia bisa memiliki kemampuan kognitif yang
lebih tinggi dibandingkanhewan. Otak manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu otak depan,otak
tengah, dan otak belakang. Berikut penjelasannya:

 Otak Besar (Serebrum)

Otak besar atau otak bagian depan manusia disusun oleh serebrum. Serebrum merupakan bagian
yang paling besar padaotak manusia, sehingga disebut sebagai otak besar. Serebrum
atau otak besar ini menjadi bagian otak manusia yangmenentukan dasar-dasar
kecerdasan manusia.

Serebrum menjadi pusat integrasi yang paling rumit danmenjadi pusat kontrol semua ingatan
manusia. Serebum
mampu merumuskan semua kegiatan yang kompleks, sepertisaat kamu sedang belajar,
bermain atau berpikir. Ketika
membaca sebuah topik atau materi belajar misalnya, serebumyang menentukan informasi apa
saja yang penting dan harus diingat.
Serebrum juga yang mengatur emosi manusia. Serebrum ini
terdiri dari dua belahan, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri.
Kedua hemisfer ini memiliki peranan penting dalam prosesbelajar kita. Hemisfer kanan
memiliki kemampuan untuk

memecahkan masalah visual, sementara hemisfer kiri carakerjanya lebih rasional dan
analitis.

 Talamus dan Hipotalamus

Selain serebrum, di otak depan manusia juga terdapat talamusdan hipotalamus. Talamus
merupakan bagian otak yang
menjadi penerima informasi sensorik dari organ indra yangditeruskan ke otak besar. Dari
otak besar, informasi hasil
terjemahannya akan masuk ke talamus dulu sebelum keluardari otak untuk disampaikan ke
organ yang ditargetkan.

Sementara hipotalamus, adalah bagian otak yang menjadi pusatpengaturan homeostasis atau
pengaturan lingkungan dalam
tubuh kita. Hipotalamus lah yang dapat mengatur suhu tubuhkamu agar tetap stabil.

Saat kamu merasa kepanasan ketika berjalan kaki di siang hari,sensor-sensor yang ada di seluruh
kulit tubuh kamu akan
memberi sinyal listrik yang berisi informasi kalau tubuh kamusedang kepanasan kepada
hipotalamus.

Informasi tersebut akan diterjemahkan oleh hipotalamus untukmenjaga suhu tubuh tetap stabil
dengan cara melepaskan enzim bradikinin ke kulit. Dari kulit, enzim bradikinin ini akan
membuat pembuluh darah dan kelenjar keringat melebar, lalumengeluarkan keringat dari tubuh.
Saat keringat ini keluar, suhu tubuh kamu akan kembali turun karena panas di tubuh kamu
menguap oleh keringat.

 Mesensefalon (Otak Bagian Tengah)

Selanjutnya ialah otak bagian tengah. Otak tengah yang biasadisebut mesensefalon ini posisinya
sejajar dan lebih dekat
dengan mata dan telinga. Karena lebih dekat kedua organ indratersebut, tugas mesensefalon ini
berkaitan dengan

pendengaran dan penglihatan kita.

Mesensefalon mampu menerjemahkan informasi suara dari kedua telinga kamu. Sekalipun yang
menjadi pusat penglihatandi otak adalah bagian otak besar, tetapi mesensefalon ini juga memiliki
andil dalam gerak refleks mata. Misalnya, saat ada
debu yang mengganggu atau ada cahaya yang menyilaukanmata kamu. Mesensefalon inilah
yang secara tidak disadaribertugas untuk menutup mata kamu.

 Serebelum (Otak Kecil)

Di bagian otak belakang, ada serebelum yang disebut juga sebagai otak kecil. Serebelum
merupakan pusat keseimbangantubuh manusia yang dapat memantau kedudukan posisi tubuh
manusia.

Serebelum membantu koordinasi, ketepatan, dan keakuratanwaktu gerakan tubuh manusia.
Misalnya, saat ada bola yang melayang ke arah kamu, serebelum ini akan berkoordinasi
dengan korteks motorik yang ada di otak bagian depan untuk menentukan kapan akan
menangkap bola tersebut agar tidakmeleset.

Di bagian otak belakang ini juga ada yang namanya pons varoliatau jembatan varol. Pons varoli ini
bertugas untuk

menghubungkan atau menghantarkan impuls bolak-balik dariotak bagian kanan dan kiri.

Pons varoli juga menghubungkan bagian dalam otak besar danotak kecil hingga sumsum tulang
belakang. Pons varoli juga
memiliki tugas sebagai pengatur frekuensi dan kekuatanbernapas manusia.

Ternyata tugas otak manusia sangat rumit ya, Pahamifren. Karena otak menjadi pusat kontrol di
seluruh tubuh manusia, otak membutuhkan kalori yang cukup banyak. Dengan beragamtugas yang
rumit itu, maka tak heran jika otak menjadi organ

manusia yang paling banyak membutuhkan energi.

2. Sumsum Tulang Belakang

Selain otak, sistem saraf pusat terdiri atas sumsum tulang
belakang. Sumsum tulang belakang ini terhubung dengan otak.Bagian pangkalnya disebut sumsum
lanjutan atau medula oblongata, dan bagian yang memanjang dalam rongga tulang belakang
disebut sebagai medula spinalis.

Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah,
melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah. Medula oblongata juga
menjadi pusat kendali pernapasan utama pada tubuh manusia.Sementara medula spinalis
berfungsi untuk menghubungkan rangsangan dari dan menuju otak.

Sumsum tulang belakang manusia juga berfungsi untuk
mengatur gerakan refleks alias gerakan yang terjadi tanpa

disadari. Gerakan refleks ini terjadi sebagai respon tubuh
manusia terhadap adanya ancaman atau hal yang berbahaya.
Misalnya, seperti yang dijelaskan di paragraf awal tadi, saat
tangan kamu menyentuh mangkuk bakso yang panas, tangankamu akan melakukan gerak
refleks untuk melepaskan
mangkuk bakso tersebut.
Atau saat kamu sengaja menghirup bubuk merica yang kamutabur di atas kuah bakso, tanpa
sadar kamu otomatis bersin
kan? Untuk melakukan gerakan refleks tersebut, tubuh manusiamembutuhkan jalur penyampaian
informasi yang lebih pendek.
Medula spinalis inilah bagian saraf pusat yang sangat cocokdengan tugas tersebut.

Sistem Saraf Tepi

Berbeda dengan sistem saraf pusat, sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang bercabang
dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh manusia. Fungsi sistem saraftepi
ini memungkinkan sistem saraf pusat untuk berkomunikasidengan bagian-bagian tubuh kamu.
Sistem saraf tepi bekerja secara dua arah melalui saraf sensorik dan saraf motorik,
berikut penjelasannya:

1. Sistem Saraf Sensorik

Sistem saraf sensorik atau aferen adalah saraf yang menerimarangsangan dari lingkungan
sekitar, yang bertugas untuk
meneruskan informasi rangsangan yang didapatkan kepada otak. Informasi atau rangsangan
tersebut berupa visual, rasa,
atau aroma. Inilah mengapa saraf sensorik banyak ditemukan diindera penciuman dan indera
perasa, seperti hidung dan lidah.

2. Saraf Motorik

Saraf motorik atau eferen adalah saraf yang menerima perintahdari otak dan sumsum tulang
belakang, serta mengantarkan
perintah tersebut ke organ tubuh manusia lainnya. Saraf motorik ini dibedakan lagi
menjadi saraf somatik dan sarafotonom.

3. Saraf Somatik

Saraf somatik bekerja secara sadar, seperti ketika kamu menggerakkan tangan untuk
menyendok makanan, atau mengambil tisu untuk mengelap keringat. Makanya, saraf
somatik ini biasanya ditemukan di otot rangka, jadi bisa
memerintah otot-otot tersebut untuk berkontraksi dan kamupun bisa bergerak sesuai
keinginan.

4. Saraf Otonom

Sebaliknya, saraf otonom bekerja secara tidak sadar. Saraf
inilah yang mengontrol kontraksi paru-paru kamu agar tetap bernapas setiap saat. Saraf otonom
juga betugas mengontrol sistem pencernaan kamu agar dapat mengolah makanan yang

masuk. Maka dari itu, saraf otonom ini banyak ditemukan padaotot polos, seperti pada organ
pencernaan, otot jantung, dan kelenjar.

Karena memiliki fungsi yang berlawanan pada organ yang sama,saraf otonom ini dibagi lagi menjadi
dua, yaitu:

 Saraf Simpatis

Saraf simpatis adalah saraf yang mengendalikan respon tubuhkita pada saat kita berada dalam
keadaan bahaya atau yang
biasa disebut keadaan “fight or flight”. Misalnya, saat adaanjing yang mendadak muncul
di dekat kamu, maka saraf
simpatis akan mendorong untuk bereaksi, entah bersiaga untukmelawan anjing tersebut (fight)
atau lari menjauh dari anjing

tersebut (flight).

 Saraf Parasimpatis

Sementara saraf parasimpatis adalah saraf yang berfungsi
untuk mengendalikan organ-organ tubuh manusia saat dalamfase “istirahat”. Karena fungsi saraf
simpatis dan parasimpatisini berbeda, lokasi pangkal sarafnya juga berbeda. Saraf simpatis
berpangkal di sumsum tulang belakang atau medula spinalis, di daerah dada sampai pinggang.
Sementara saraf
parasimpatis berpangkal di medula oblongata, yang lebih dekatdengan otak.

BAB 10

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Pengertian Sistem Endokrin Serta Fungsinya

Pengertian sistem endokrin, fungsi, penyakit, Jenis dan Struktur :
adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan
hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi
organ-organ lain

Sistem Endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan
hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan
senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid
yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

Kelenjar endokrin dalam tubuh terdiri dari kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid,
kelenjar paratiroid, kelenjar pineal, dan pulau langerhans pada pankreas. Kelenjar tersebut memiliki
struktur yang berbeda satu sama lain. Selain struktur, yang membedakan setiap kelenjar adalah
sekresi yang dihasilkan dan fungsinya. Untuk mengetahui tentang struktur histologis dan fungsi
kelenjar endokrin dari sistem endokrin, maka disusun makalah yang berjudul “Sistem Endokrin”.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Sifat Umum dan
Kelenjar
Penyusun Sistem
Endokrin

Menurut Tenzer (1998), kelenjar endokrin pada vertebrata (termasuk manusia) memiliki sifat
umum sebagai berikut:

 Seluruh kelenjar endokrin berukuran kecil dan mengandung banyak
pembuluh darah

 Berdasarkan susunan sel sekretorinya, kelenjar hormon dibedakan menjadi
dua tipe:
o Tipe sinusoid. Tersusun atas sel-sel sekretori berbentuk kubus atau
pipih yang terletak diantara sinusoid-sinusoid dan dilengkapi dengan
matriks jaringan ikat.
o Tipe folikel. Sel sekretori tersusun dalam kantung bulat (folikel).
Folikel tersebut menimbun sekretnya dalam lumen sebelum
dilepaskan dalam aliran darah. Tipe ini terdapat pada kelenjar tiroid.
o Kelenjar pada sistem endokrin hanya berhubungan secara fungsional
tanpa ada hubungan secara struktural.
o Jumlah sekret yang disekresikan tergantung kebutuhan tubuh.

Kelenjar endokrin yang terdapat pada vertebrata (termasuk manusia) antara lain, hipofisis, tiroid,
paratiroid, adrenal, pineal, dan organ-organ tubuh yang mengandung kelenjar endokrin misalnya,
pankreas, gonad,ginjal, lambung, dan usus halus (Tenzer, 1998).

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kelenjar Getah Bening Beserta Ciri Dan
Penyebabnya

Sistem endokrin. Kelenjar endokrin dan hormon utama yang disekresikan disebutkan beserta
lokasinya. Organ lain diperlihatkan dalam tanda kurung, termasuk jantung, ginjal, timus, usus, dan
gonad yang mengandung sel endokrin dan memiliki fungsi endokrin penting.

Selain itu, sejumlah besar jaringan yang tersebar luas dan sel di seluruh tubuh memilki fungsi
endokrin tetapi tidak diperlihatkan pada gambar ini. Sel tersebut mencakup sel adiposa yang
menyekresi hormon leptin dan sel endotel vascular yang menghasilkan polipeptida yang disebut
endotelin yang meningkatkan vasokontriksi. Sumber: Junqueira et al, 2012.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Pengertian Sistem Endokrin

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidakmempunyai saluran khusus
untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon
berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas
pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi serta koordinasi tubuh.
Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dengan sistem saraf, namun cara kerjanya dalam
mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua perbedaaan cara kerja antara
kedua sistem tersebut. Keduaperbedaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak bekerja
melalui transmisi kimia.

2. Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada
sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerjasempurna hanya
dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrinmelalui hormon baru akan
sempurna dalam waktu yang sangat bervariasi,

berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja hanya
dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan bekerja dalam waktu yang sangat lama.
Di bawah kendali sistem endokrin (menggunakan hormon pertumbuhan), proses
pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat
pertumbuhan yang sempurna.

Dasar dari sistem endokrin adalah hormin dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia
perantara, hormon akan memberikan informasi daninstruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak
hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut
bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Sel-sel Penyusun Organ
Endokrin

Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitusebagai berikut.

1. Sel Neusekretori, adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi
berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf
pada hipotalamus. Sel tersebut memperhatikan fungsi endokrin sehingga
dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel
yang dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh karena
itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus disebut sel
neusekretori.

2. Sel endokrin sejati, disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin yang
benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk
seperti sel saraf. Kelenjat endokrin sejati melepaskan hormon yang
dihasilkannya secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh). Kelenjar
endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang memepunyai sistem
sirkulasi,

baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata yang sering menjadi objek studi
sistem endokrin yaitu Insekta, Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin
dapat berupa sel tunggal atau berupa organ multisel.

Klasifikasi, Fungsi, dan Sifat
Hormon

Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga,yaitu hormon peptide dan
protein, steroid, dan turunan tirosin.
SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Steroid Peptida Protein Besar Turunan Tirosin
Hormon Katekolamin,
Testosteron Hormon

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Selain berbagai hormon yang telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat kimia yang
menyerupai hormon, antara lain :
Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi
perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasin antibodi.

Hormon Brakidin : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang sedang aktif, bekerja sebagai
vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat meningkatkan aliran
darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam jumlah lebih banyak.

Hormon Eritropuitin : Merupakan glikoprotein yang proses sintesisnya melibatkan hati dan ginjal,
hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum tulang sehingga tubuh akan
menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang lebih banayak. Hal ini bermanfaat dalam
meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas oleh
berbagai jaringan tau organ yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ endokrin.

Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yang dilepaskan oleh hewan ke lingkunganya.dan
dpapat menimbulkan respons prilaku, perkembangan, reproduktif. Dan untuk membereikan daya
tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama dan
berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.

Jenis Kelenjar Endokrin
1. Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu
dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi
oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.

Hipofisis anterior:

 Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
 Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur

yodium)
 Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk

hormon)
 Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
 Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria

pembentukan spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus
luteum,pada pria merangsang sel interstitial membentuk hormon
testosteron)

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)
Hipofisis posterior

 Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)
 Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal)

2. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini
dapat ditemui di leher. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi,
membuat protein dan mengatur kesensitifan tubuh terhadap hormon lainnya.

Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar oleh epoprostenol.Fungsi tiroid diatur oleh
hormon perangsang tiroid (TSH) hipofisis, dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH)
hipotalamus melalui sistem umpan balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang mempengaruhi
laju sekresi TRH dan TSH adalah kadar hormon tiroid yang bersirkulasi dan laju metabolik tubuh.

Kelenjar tiroid berada pada regio servikal di sebelah anterior laring yang terdiri dari dua lobus yang
disatukan oleh isthmus (gambar 6). Pada masa awal embrionik, tiroid berkembang dari endoderm
saluran cerna di dekat dasar bakal lidah. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membuat hormon tiroid
yaitu tiroksin (tetraiodotironin atau T4) dan triiodotironin (T3) yang penting untuk pertumbuhan,
diferensiasi sel, pengaturan laju metabolisme basal dan konsumsi oksigen sel di seluruh tubuh.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Junqueira et al, et al (2012) menjelaskan bahwa parenkim tiroid terdiri dari jutaan epitel kubus
yang disebut folikel tiroid. Folikel tiroid ini dilapisi oleh selapis epitel kubus dengan lumen sentral
yang terisi dengan suatu substansi gelatinosa yang disebut koloid (gambar 7) yang mengandung
glikoprotein besar yaitu tiroglobulin. Tiroid adalah satu-satunya kelenjardengan jumlah besar
simpanan produk sekretorisnya.

Kelenjar tiroid dilapisi oleh suatu capsula fibrosa, dari capsula ini septa terjulur ke dalam parenkim
dan membaginya menjadi lobulus dan membawa pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfe.
Folikel terkemas secara rapat yang terpisah satu sama lain dan tersebar pada jaringan ikat retikuler.
Sel folikel memiliki bentuk yang berfariasi sesuai aktivitas fungsional, yaitu kerika kelenjar aktif
memiliki lebih banyak folikel yang terdiri atas epitel kolumnar rendah sedangkan kelenjar dengan
sebagian besar sel folikular skuamosa dianggap hipoaktif.

Jenis sel lain yaitu sel parafolikel atau sel C yang juga terdapat pada lamina basal epitel
folikel membentuk kelompok sendiri diantara folikel- folikel (gambar 8). Sel C ini menyintesis dan
mensekresi kalsitonin yang berfungsi menekan reabsopsi tulang oleh osteoklas (Junqueira et al
2012).

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Hampir semua kedua hormon tiroid dibawa dalam darah dengan berikatan erat dengan protein
plasma. Tiroksin (tetraiodotironin atau T4) adalah senyawa yang lebih banyak dijumpai, dan
membentuk 90% hormon tiroid yang beredar.

3. Kelenjar Paratiroid

Ada 2 jenis sel dalam kelejar paratiroid, ada sel utama yang mensekresi hormon paratiroid (PTH)
yang berfungsi sebagai pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui
peningkatan kadar kalsium darah dan penuurunan kadar fosfat darah dan sel oksifilik yang
merupakan tahap perkembangan sel chief.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

 Sruktur Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid terdiri atas empat massa oval kecil, terletak di belakang kelenjar tiroid, satu
pada masing-masing kutub atas dan bawah, umumnya terbenam dalam simpai kelenjar yang besar.
Setiap kelenjar terdapat dalam simpai yang menjulurkan septa ke dalam kelenjar yang berbaur
dengan serat retikular yang menyangga kelompok sel sekretoris yang berderet memanjang.

Kelenjar ini memiliki jenis sel prinsipal (utama/chief cell) dan sel oksifil. Sel utama merupakan sel
poligonal kecil dengan inti bulat dan sitoplasmasedikit asidofilik dan bergranula sekretoris yang di
dalamnya terdapat polipeptida hormon paratiroid (PTH) yaitu suatu regulator utama kadarkalsium
darah. Sel oksifil berukuran lebih besar dan berjumlah lebih sedikit daripada sel utama. Sel ini
merupakan derivat transisional dari sel utama.

Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid dan kalsitonin yang memiliki efek yang
berlawanan yang menciptakan mekanisme ganda

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

pengaturan kadar Ca2+ darah yang merupakan faktor penting dalam homeostatis. Hormon
paratiroid menargetkan osteoblas yang merespon dengan menghasilkan suatu faktor
penstimulasi-osteoklas untuk meningkatkan jumlah dan aktivitas osteoklas.

Hal ini meningkatkan resorpsi matriks tulang berkapur dan pelepasan Ca2+ sehingga
meningkatkan kadar Ca2+ dalam darah yang mengakibatkan produksi hormon paratiroid menurun.
Kalsitonin dari kelenjar tiroid menghambat aktivitas osteoklas sehingga menurunkan kadar Ca2+
darah dan meningkatkan osteogenesis.

Hormon paratiroid juga meningkatkan penyerapan Ca2+ dari saluran cerna dengan menstimulasi
sintesis vitamin D. Hormon ini juga berperan dalam menurunkan kadar fosfat darah ysng
merupakan efek dari sel tubulus ginjalyang mengurangi penyerapan fosfatnya dan memungkinkan
lebih banyak ekskresi fosfat dalam urin. Kekurangan hormon ini menyebabkan ketidaknormalan
tulang dan gigi. Adapun aktivitas partiroid dikendalikan oleh kadar kalsium darah dan tidak
dipengaruhi langsung oleh kelnjarendokrin lain maupun sistem saraf (Tenzer, 1998).

4. Kelenjar Adrenalin

Kelenjar adrenal merupakan sepasang organ yang terletak dekat kutubatas ginjal (gambar 1),
dan terbenam dalam dalam jaringan adiposa perirenal. Kelenjar adrenal dibungkus oleh simpai
jaringan ikat padat yang mengirimkan septa tipis ke bagian dalam kelenjar sebagai trabekula.
Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapisan konsentris, yaitu korteks adrenal dan medula adrenalis

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Korteks dan medula dapat dibedakan berdasarkan asal, fungsi, dan ciri morfologi selama masa
perkembangan embrional. Kedua struktur tersebut berasal dari lapisan germinal yang berbeda,
korteks berasal dari mesoderm dan medula terdiri dari sel-sel yang berasal dari krista neuralis.
Secara morfologi korteks adrenal berada pada lapisan perifer dan berwarna kekuningan,
sedangkan medula adrenalis berada di tengah dan berwarna coklat-kemerahan (Junqueira et al
2012).

Junqueira et al, et al (2012) menyebutkan bahwa kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri
yang masuk di berbagai tempat di sekitar tepinya. Sel medula adrenalis menerima darah arteri
dan arteri medula serta darahvena yang berasal dari kapiler korteks. Kapiler korteks dan medula
membentuk vena medularis di sentral yang bergabung dan meninggalkan kelenjar sebagai vena
adrenalis.

Pada korteks adrenal, memiliki sel-sel khas yaitu sel penyekresi steroid. Sel penyekresi hormon
tersebut tidak menyimpan produknya di dalam granul, namun steroid berdifusi bebas melalui
membran plasma dan tidak memerlukan eksositosis yang akan dilepaskan dari sel. Korteks adrenal
memiliki tiga zona konsentris dengan seretan sel epitel yang tersusun agakberbeda.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

 Zona glomerulosa

Lapisan ini berada tepat di dalam simpai jaringan ikat dengan deretan sel- sel kolumnar atau
piramidal yang berhimpitan dan membentuk deretan bundar atau melengkung, yang dikelilingi
kapiler. Sel-sel zona glomerulosa mensekresikan mineralocorticoids, senyawa yang berfungsi
dalam pengaturan natrium, kalium, dan air. Produk utama adalah aldosteron,bekerja pada tubulus
kontortus distal nefron dalam ginjal, mukosa lambung, dan ludah dan kelenjar keringat untuk
merangsang reabsorpsi natrium (Ross, 2011).

 Zona fasciculata

Zona ini terdiri dari deretan panjang setebal satu atau dua sel polihedral panjang yang dipisahkan
oleh kapiler sinusoid. Sel pada zona ini mensekresikan glukokortilois, terutama kortisol yang
mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Kortisol menginduksi mobilisasi lemak di jaringanadiposa
subkutan dan pemecahan protein di otot.

 Zona retikularis

Lapisan ini merupakan lapisan yang berbatasan dengan medula dan terdiri dari sel kecil yang
tersebar disuatu jalinan korda irregular dengan kapiler yang lebar. Sel zona ini juga mensekresi
kortisol, tetapi yang utama adalah mensekresi androgen lemah yaitu dehidroepiandrosteron
(DHEA) yang diubah menjadi testosteron pada beberapa jaringan lain

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Medula adrenalis terdiri dari sel-sel polihedral besar, tersusun berupa deretan atau kelompok dan
ditunjang oleh serabut retikuler. Sebagian besar kapiler sinusoid berada bersebelahan dan
terdapat juga sejumlah sel ganglion parasimpatis. Sel parenkim medula yang dikenal sebagai sel
kromafin memiliki banyak granula untuk sekresi dan penyimpanan hormon. Granula tersebut
mengandung salah satu dari dua katekolamin, epinefrin atau norepinefrin.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Sel kromafin medula dipersyarafi oleh ujung syaraf kolinergik dari neuron simpatis praganglionik
yang memicu pelepasan hormon melalui eksositosis. Epinefrin dan norepinefrin dilepaskan ke
darah dalam jumlah besar selama reaksi emosional yang intens (Junqueira et al 2012).

5. Kelenjar Pineal

Ross (2011) menjelaskan bahwa kelenjar pineal merupakan kelenjar endokrin atau neuroendokrin
yang mengatur irama harian aktivitas tubuh. Pada manusia, kelenjar ini terletak di dinding posterior
ventrikel ketiga yangmelekat pada otak dan berbentuk kerucut yang sangat kecil.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Kelenjar pineal dibungkus oleh jaringan ikat pia meter dan terjulur septa yang mengandung
pembuluh darah kecil membagi berbagai kelompok sel sekretoris yang mencolok dan berjumlah
banyak yaitu pinealosit. Sel-sel inimenghasilkan melatonin yang merupakan suatu derivat triptofan.
Serabut saraf simpatis tidak bermielin memasuki kelenjar pineal dan berakhir di antara pinealosit.
Selain sel pinealosit juga terdapat sel glia interstisial yang menyerupai astrosit. Sel tersebut memiliki
inti panjangyang terpulas lebih kuat daripada inti pinealosit. Jumlah atrosit pineal ini hanya sekitar
5% (Junqueira, et al, 2012).

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Melatonin yang dilepaskan dari pinealosit bertambah pada kegelapan dan menurun selama terang.
Pada manusia perubahan jumlah sekresi melatonin ini berperan penting dalam pengaturan irama
harian aktivitas tubuh. Melatonin yang dilepaskan saat kegelapan mengatur fungsireproduksi untuk
menghalangi aktivitas steroidogenik pada gonad (Ross, 2011).

6. Pankreas

Pankreas : Kelenjar ini menghasilkan hormon insulin

7. Testis

Testis : Menghasilkan hormon testosteron

8. Ovum

Ovum :Menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi untuk menebalkan dinding rahim dan
progesteron yang berfungsi untuk menjaga ketebalan dinding rahim.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Struktur Kelenjar Hipofisis

Kelenjar ini terletak di bawah diencephalon otak, di dalam lekukan kecil tulang sphenoid yang
disebut sella tursika (sella turcica). Kelenjar ini menyekresikan bermacam-macam hormon yang
mengatur dan mngendalikan aktivitas kelenjar hormon dan bagian tubuh lainnya. Meskipun
demikian kelenjar ini bekerja di bawah kendali sistem saraf pusat (terutama hipotalamus) dan
kelenjar endokrin yang lain (Junqueira et al, 2012).
Berdasarkan asal perkembangannya, Junqueira et al (2012) menjelaskan bahwa kelenjar hipofisis
memiliki 2 bagian yaitu neurohipofisis berasal dari penonjolan bagian dasar diencephalon ke arah
kaudal, sedangkanadenohipofisis berasal dari kantung Rathke, suatu penonjolan atap mulutke
arah dorsal. Pembentukan kelenjar hipofisis terangkum dalam gambar di bawah ini.

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Pembentukan kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis terbentuk oleh 2 struktur embrionik yang
terpisah. (a) selama minggu ke 3 perkembangan kantong hipofisis (kantong Ratkhe) tumbuh dari
dasar faring. Bakal neurohipofisis terbentuk dari diencephalon. (b) menjelang akhir bulan kedua
kantong hipofisis terlepas dari dasar faring dan bersatu denganbakal neurohipofisis. (c) saat
periode janin pembentukan adenohipofisis dan neurohipofisis terselesaikan (Junqueira et al,
2012).

Sistem Portal Hipothalamo-
Hipofisis dan Pelepasan
Hormon di Hipofisis

Suplai darah hipofisis berasal dari dua kelompok pembuluh darah yang berasal dari arteri carotis
interna. arteri hypophysealis superior mendarahi eminentia mediana dan tangkai infundibulum.
Arteri hypophysealis inferior mendarahi neurohypofisis dengan sejumlah kecil mendarahi tangkai.
Arteri hypophysealis superior membentuk jalinan kapiler primer. Kapiler ini kemudian bergabung
menjadi venula yang bercabang lagi menjadi jalinan kapiler sekunder di adenohipofisis.

Kapiler kedua jalinan bertingkap. Sistem ini sangat penting karena sistem tersebut membawa
neuropeptida dari eminentia mediana dalam jarak tertentu ke adenohipofisis tempat peptida
tersebut menstimulasi atau menghambat pelepasan hormon oleh sel endokrin (Junqueira et al,
2012).

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

sistem portal hipotalamo-hipofisis dan pelepasan hormon di
hipofisis. Sistem portal hipotalamo-hipofisis dengan darah dari a. Hypophysealis
superior dan inferior terdiri dari dua jalinan kapiler yang berurutan: satu di pars
nervosa di sekitar infundibulum dan eminentia mediana dan yang kedua ujung di
seluruh pars distalis yang bermuara ke dalam v.

Hypophysealis pengumpul. Gambar ini juga memperlihatkan neuron(kuning) yang menjulurkan
akson ke eminentia mediana dan mensekresikan peptida yang terbawa dalam kapiler ke pars
distalis untuk mengatur pelepasan hormon dari sel di tempat tersebut dan neuron (hijau) dari
nucleus supraopticus dan paraventricularis di hipotalamus yang menjulurkan akson ke pars nervosa
untuk mensekresikan peptida yang diambil kapiler dan dibawa sel target di distal. (sumber:
Junqueira et al, 2012).

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4

Adenohipofisis

Adenohipofisis memiliki tiga bagian, yaitu pars distalis, pars tuberalis, pars intermedia. Pars
tuberalis merupakan daerah berbentuk corong yang mengelilingi infundibulum neurohipofisis
(kelenjar posterior). Pars tuberalis berfungsi untuk menyekresikan follikel stymulating hormon
(FSH) dan hormon luteinisasi (LH). Pars intermedia merupakan suatu zona tipis sel basofilik di
antara pars distalis dan pars nervosa neurohipofisis yang berperan untuk menyekresikan hormon
penstimulasi melanin (MSH), γ- LPH dan β- endorfin.

MSH meningkatkan aktivitas melanosit dan sel pars intermedia dianggap sebagai sel melanotropik.
Pars distalis merupakan bagian yang membentuk 75% adenohipofisis dan dilapisi oleh capsula
fibrosa tipis. Komponen utamanya terdiri dari deretan sel epitel yang saling berselingan dengan
kapiler bertingkap, terdapat fibroblas yang menghasilkan serat retikular yang menopang deretan sel
yang menyekresikan hormon.

Bagian ini bertugas mengatur hampir seluruh kelenjar endokrin lain, sekresi air susu, aktivitas
melanosit, dan metabolisme otot, tulang, dan jaringan adiposa (Junqueira et al, 2012).

Tabel 1 Sel-Sel Sekretoris Pars
Distalis

Jenis Sel Hormon Aktivitas Fisiologis Utama
yang
Dihasilkan

Sel Somatotropi Pertumbuhan tulang panjang mealui
somatotrop
n (GH) faktor pertumbuhan.

Sel Prolaktin Membantu sekresi air susu
mammatropi (PRL)
k (sel

SMAN 1 Balikpapan/ Oriza Sativa- XI IPA 4


Click to View FlipBook Version