SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
N Nama Fun Sumber Pengelompok
o Zat g Makanan a
2 Lemak si n
1. Lemak hewani 1. Asam
1. Sumber lemak
→ jenuh
energi
Berbagai → Asam
yanglebih
efektif hewan, laurat, asam
2. Perlindunga telur,susu, palmitat,
n olahan asamstearat
3. Penyekatan susu, dan 2. Asam
4. Perasa minyak lemak
an ikan takjenuh
kenyan 2. Lemak nabati → Asam
g → Minyak oleat,asam
zaitun, linoeat, asam
5. Turut minyak limolenat
kelapa
memban
gun
jaringan
tubuh sawit,
6. Penyedia minyak biji
vitamin kapas,
larutlemak minyak
7. Menghemat jagung
protein
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
3 Protein 1. Menghas 1. Daging 1. Asam
ilkan amino
jaringan berwarn esensi
baru al
amerah
2. Menggan 2. Asam
tikan 2. Ikan amino
protein 3. Daging esensial
yang bersyarat
hilang unggas
4. Telur 3. Asam
3. Pembu 5. Susu amino tidak
atan 6. Kerang esensial
protein 7. Keju
baru 8. Kacang-
4. Sumb kacanga
er n
energi
5. Mengatur
keseimban
gan air
6. Memelihar
a
kenetralan
tubuh
7. Pembe
ntuk
antibodi
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
8.
Mengangk
utzat-
zat gizi
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
N Nama Fun Sumber Pengelompok
o Zat g Makanan a
si n
1. Vitamin A 1. Vitamin
4 Vitamin Sebagai → hati,
yanglarut
koenzim
dan kuningtelur, dalam air
biokatalisat susu, → Vitamin
or yang mentega, B1, B2, B3,
mengatur : sayurhijau B5, B6,
1. Metabolisme dan buah B11,B12,
2. Fung warna Vitamin
si kuning, H,Vitamin
norma wortel, ubi C
ltubuh jalar kuning, 2. Vitamin
3. Pertumbuha walauh, yanglarut
n pepaya, dalam
tomat,nanas, lemak
mangga → Vitamin
2. Vitamin D A,Vitamin D,
→ kuning Vitamin E,
telur, krim, Vitamin K
mentega,
minyak
ikan,hati,
keju,
tepung
susu
3. Vitamin E
→ minyak
kecambah,
gandum,
biji-
bijian, unggas,
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
ikan,
kacang-
kacangan
4. Vitamin K
→
hati,
sayura
nhijau,
kacan
g
buncis
,
kacan
g
polong
kol,brokoli
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
N Nama Fun Sumber Pengelompok
o Zat g Makanan a
si n
1. Natrium (Na) 1. Mineral makro
5 Mineral Sebagai →
→ Na, Cl, K,
pembangun
dan gara Ca, P, Mg, S
pengatur mdapur, 2. Mineral mikro
kecap,
yang margarin, → Fe, Zn, I,
2. Klorin (Cl) Se,Mn,
berperan → garam,
F, Cu, Cr, Mo,
dalam Co
pemeliharaa
n tubuh sayuran dan
buah-
buahan
3. Kalium (K)
→
buah
-buahan,
sayuran,
kacang
merah, dll
4. Kalsium (Ca)
→ susu,
keju,ikan,
serelia,
kacang-
kacangan,
dll
5. Besi (Fe)
→
Daging
,ayam,
ikan,
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
telur,
sereli
atumbuk,
dll
6. Seng (Zn)
→
dagin
g,hati,
kerang,
telur, dll
6 Air 1. Pelarut
dan
pengan
gkut
2. Katalisator
3. Pelumas
4. Pengatur
5. Pelindung
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
6. Pembangun
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
Tabel Organ Pencernaan Manusia
N Organ Proses yang Gambar Organ
o Pencernaan terjadi
1 Mulut Tempat
(Bibir, gigi, terjadinya
lidah, dan proses
kelenjar pencernaan
saliva) makanan
secara
1. Mekanik
→ oleh gigi
2. Kimiawi
→ oleh
salivayang
mengandun
g amilase
(ptialin)
yang berfungsi untuk
menghalusk
anmakanan
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
2 Faring Tempat lewat
makanan dari
rongga mulut
ke
esofagus
3 Kerongkongan Menggerakkan
makanan dari
faringke lambung
dengan
gerakan peristaltik
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
N Organ Proses yang Gambar Organ
o Pencernaan
terjadi
4 Lambung Tempat
terjadinyaproses
pencernaan
secara kimiawi,
yaitu
1. Pencernaan
protein
- Asam klorida
mengubah
pepsinogen
→pepsin
- Renin
mengkoagula
siprotein
susu →
kasein
2. Pencernaan
lemak
- Enzim lipase
lemak →
asamlemak
dan
gliserol
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
5 Pankreas, Tidak dilewati
hati,dan makanan namun
empedu ikut berperan
dalamproses
pencernaan
1. Pankreas :
tripsinogen,
kimotripsin,
lipase,
amilase
→ mencerna
karbohidrat,
protein, dan
lemak
2. Hati :
menyekresik
anempedu
→
mengemulsik
andan
mengabsorpsi
lemak
3. Empedu :
menyimpa
n
dairan empedu
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
N Organ Proses yang Gambar Organ
o Pencernaan
terjadi
6 Usus Tempat
halus penyerapan
(duodenu makanan secara
m, kimiawi
jejenum, menggunakan
ileum) → Enzim
dari kelenjar
usus,
pankreas,
dan
7 Usus empedu.
besar 1. Tempat
(kolon)
penyerapan
airdan
elektrolit
2. Memproduk
simukus
3. Tempat
bakteri
4. Mengeluarka
n
zat sisa
berupafeses
8 Rektum Tempat
penyimpanan
sementara
feses
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4 Pa
9 Anus Tempat
keluarny
asisa
hasil
pencernaan
(defekasi)
yait
u
feses
Laporan Praktikum Uji Bahan Makanan
Mata Pelajaran/Guru : Biologi/ Puspani, M. Pd
Nama / Kelas : Oriza Sativa/ XI IPA 4
Kelas/Semester : XI/2 (Genap)
Waktu : 2 x 45 menit
4.3 Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan
makanan dikaitkan dengan
kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan
Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
Alat dan Bahan:
1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
5. Kaki tiga 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
6. Kawat kassa 16. Minyak goreng, mentega
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
8. Korek api pensil, spidol, isolasi)
9. Pipet
10. Lempengan mortal
Cara Kerja:
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas
selama 5 menit dan dinginkan
. 8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
dalam makanan terdapat
karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan dan terbentuk
endapan merah
bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10.Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya
sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan,
bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat) dan catat pada tabel hasil
pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung)
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4Pa
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi
perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti
bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi
buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict
No. Bahan Makanan
yang diuji/warna
Reagen
penguji/warna
Warna setelah dicampur
Sebelum dipanaskan Setelah dipanaskan
1. Kemiri Benedict/biru tua Putih Coklat gelap
2. Putih telur Benedict/biru tua Putih Kuning kecoklatan
3. Nasi Benedict/biru tua Putih Orange
4. Kedelai Benedict/biru tua Putih Agak orange
5. Pisang Benedict/biru tua Kuning Coklat gelap
B. Uji Iodin/Lugol
No. Bahan Makanan
yang diuji/warna
Reagen
penguji/warna
Perubahan Warna setelah dicampur
1. Kemiri Iodin/orange Coklat kehitaman
2. Putih telur Iodin/orange Orange kecoklatan
3. Nasi Iodin/orange Biru kehitaman
4. Kedelai Iodin/orange Putih kecoklatan
5. Pisang Iodin/orange Coklat kehitaman
C. Uji Biuret
No. Bahan Makanan
yang diuji/warna
Reagen
penguji/warna
Perubahan Warna setelah dicampur
1. Kemiri Biuret/biru muda Ungu
2. Putih telur Biuret/biru muda Ungu
3. Nasi Biuret/biru muda Sedikit ungu
4. Kedelai Biuret/biru muda Setengah ungu
5. Pisang Biuret/biru muda Tidak ada perubahan
D. Uji Lemak
No. Bahan Makanan
yang diuji/warna
Warna kertas koran Perubahan warna setelah
ditetesi pada kertas koran
1. Margarin/kuning Coklat Menjadi transparan
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4Pa
2. Seledri/hijau Coklat Tidak menjadi transparan
3. Santan/putih Coklat Menjadi tramsparan
4. Pepaya/orange Coklat Tidak menjadi transparan
5. Susu/putih Coklat Tidak menjadi transparan
Pembahasan
Lugol digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum).
Bahan makanan
yang mengandung amilum (karbohidrat) bila ditetesi lugol akan berubah warna menjadi biru
hitam. Semakin
gelap warnyanya berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret (campuran NaOH dan CUSO4) adalah reagen yang digunakan untuk menguji
kandungan protein. Bahan
makanan yang mengandung protein akan berubah menjadi ungu setelah ditetesi biuret. Hal
itu terjadi karena
ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi kompleks koordinasi
antara Cu2+ dengan
gugus – C = O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis. Menghasilkan perubahan warna
menjadi ungu atau
lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan
makanan. Bahan
makanan yang mengandung glukosa akan berubah menjadi warna merah bata setelah
ditetesi benedict dan
kemudian dipanaskan.
Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Jawaban:
1.
A.) Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan larutan
benedict adalah warna orange
B.) Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan larutan
iodin/lugol adalah warna ungu
2. Setelah diuji dengan biuret warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung
protein adalah
warna ungu
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4Pa
3. Perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji, putih telur,
pisang, kedelai,
dan kemiri tidak memiliki kandungan karbohidrat terlalu tinggi sedangkan nasi memiliki
jumlah
karbohidrat yang tinggi maka dari itu setelah diuji warna nasi menjadi orange.
4. Perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan yang diuji, margarin dan santan
berubah menjadi
transparan karena mengandung lemak sedangkan seledri, papaya, dan susu tidak menjadi
transparan
karena tidak mengandung lemak
5. Proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak adalah:
1. Proses Pencernaan karbohidrat Karbohidrat yang diperoleh dari makanan yang
dikonsumsi, tentunya
tidak begitu saja secara langsung dapat diserap melewati dinding usus untuk selanjutnya
masuk ke
peredaran darah, melainkan harus dipecah terlebih dahulu menjadi peryenyawaan yang
lebih sederhana,
dan hal demikian tentunya melalui proses, yaitu proses pencernaan karbohidrat. Dalam
proses
pemecahan, karbohidrat kompleks tersebut menjadi senyawa yang lebih sederhana akan
terlibat atau
berperan enzim-enzim, misalnya enzim pengubah pati---amilase, atau ptialin, dan enzim
pengbah
disakarida---disakharidase, Monosakarida merupakan karbohidrat sederhana yang biasanya
dapat melewati
dinding usus.
Di dalam mulut, makanan yang dikonsumsi akan terkunyah relatif lumat, karbohidrat yang
diperoleh
berkandungan zat pati dan zat (malthosa- sukrosa- laktosa). dengan adanya amilase (ptialin)
yang
tercampur dengan makanan didalam mulut, pati dengan bantuan air ludah ( saliva) yang
berkandungan
enzim tadi (amilase/ptialin) akan diubah menjadi dekstrin. Dengan terdapatnya asam
khlorida (HCL) yang
diproduksi lambung, sebelum makanan bereaksi asam, pati sebesar mungkin diubah menjadi
disakharida.
Pati tidak dipengaruhi oleh enzim pengubah pati di dalam lambung, karena tak adanya
enzim tersebut
dibagian ini. Dengan demikian di dalam lambung tidak terjadi pemecahan pati. Selanjutnya
makanan yang
telah terkunyah relatif lumat itu masuk ke usus dan karena dinding-dinding usus pempunyai
kelenjar-
kelenjar yang mengeluarkan enzim amilase (ptialin) atau enzim pengubah pati menjadi
disakarida, yang
dalam pemecahan ini ternyata merupakan media yang sedikit basa dan sangat penting bagi
bekerjanya
enzim pankreatik amilase. Didalam usus pula berlangsung pemecahan pemecahan :@
Sukrosa-----Fruktosa
+ glukosa + , oleh enzim intestin sukrosa;@ maltosa----- glukosa + glukosa, oleh enzim
intestinal
maltase;@ laktosa------ galaktosa + glukosa, oleh enzim intestinal laktosa kemampuan
pencernaan
karbohidrat didalam tubuh tergantung dari :1). tidak tergantungnya alat-alat
pencernaannya;2). sumbernya,
apakah berserat, berbiji, dan sejenisnya, biasanya bervariasi antara 90%-98%, namun kalau
sumbernya
berserat, daya cerna bisanya menurun sampai sekitar 80%-85%
2. Proses Pencernaan Lemak Lemak yang dihasilkan dari makan yang terkunyah dalam
mulut
menunjukan bentuk-bentuk lemak yang:1) telah teremulsikan----emulsified;2) belum
diemulsikan----
unemulsified fat. Di dalam usus halus lemak-lemak yang teremulsi tadi dengan bantuan
enzim intestinal
lipase dan pancreatik lipase akan diubah kedalam 3 struktur yang lebih sederhana, jelasnya
sebagai
berikut:1) dipecah menjadi asam ---- asam lemak dan gliserol, 40%-50%2) dipecah menjadi--
---
monongliserida 40%-50%3) dipecah menjadi ----digliserida, trigliserida (sekitar 10%-20%)
Adapun
kemampuan alat-alat pencernaan lemak dalam mencerna lemak yang terdapat dalam tubuh
adalah
bervariasi, sangat tergantung dari kesehatan tubuh, pada tubuh yang benar-benar sehat
sekita 95%-100%
lemak yang dapat dicerna, penggumpalan-penggumpalan lemak sekitar jaringan darah tidak
akan terjadi.
lama berlangsungnya proses pencernaan lemak sangat tergantung pada panjang atau
pendeknya rantai,
jumlah atom karbon---, dalam molekul asam lemak.
3. Proses Pencernaan Protein Pemecahan protein menjadi struktur atau bentuk yang
sederhana---asam
amino---tidak lain agar dapat diserap melalui dinding usus, masuk ke peredaran darah dan
disampaikan
kejaringan-jaringan tubuh. Sama halnya dengan karbohidrat, lemak, zat-zat tersebut dapat
dimanfaatkan
tubuh bagi pertumbuhan dan pemeliharaan. Zat-zat tersebut hanya dapat dipecahkan
menjadi struktur-
struktur yang lebih sederhana.Ads by BetterSurfAd Options Enzim pengubah protein,
menurut penelitian
para pakar, ternyata tidak terkandung atau terdapat pada saliva, dengan demikian
perombakan terhadap
protein----terdapat ikatan peptida---tidak terjadi di dalam mulut , melainkan untuk pertama
kalinya
perombak tersebut berlangsung didalam lambung. dalam lambung, media atau cairan
lambung yang asam
sangat membantu dan memudahkan pepsin (protease lambung---enzim pengubah protein)
untuk bekerja
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN / Oriza Sativa – XI IPA 4Pa
melakukan perombakan rantaian khusus ikatan peptida dari asam amino yang rantainya
pendek yang
disebut pepton. Selanjutnya sebagai protein yang sudah dicerna masuk kedalam usus, disini
ditemukan
bahwa media yang asam dari cairan pankreas mengandung 2 macam enzim pengubah
protein, yaitu;
protease pangkreatik ( tripsin--dan chimotripsin---sekitar 30% protein dirombak menjadi---
asam amino
sederhana---yang berlangsung dapat diserap oleh usus.
Kesimpulan:
Setelah menulusuri praktikum uji makanan dapat disimpulkan bahwa kandungan nutrisi
esensial dalam
makanan meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.
Karbohidrat (amilum) berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembentuk senyawa lain, dan
menjaga
keseimbangan pH tubuh. Jika bahan makanan ditetesi dengan reagen lugol akan berubah
warna menjadi
ungu hingga kehitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum. Bahan
makanan yang
mengandung amilum adalah nasi, tahu dan singkong.
Jika bahan makanan ditetesi dengan reagen benedict sebelum dipanaskan berwarna hijau
toska dan setelah
dipanaskan berubah menjadi warna merah bata atau coklat menandakan bahan makanan
tersebut
mengandung glukosa. Bahan makanan yang positif mengandung glukosa adalah pisang dan
singkong.
Jika bahan makan ditetesi dengan reagen biuret menghasilkan warna ungu makan bahan
makana tersebut
positif mengandung protein. Bahan makanan yang positif mengandung protein adalah nasi,
tahu, kuning
telur, pisang, dan singkong.
Jika terdapat noda transpasar pada kertas minyak maka bahan makan tersebut mengandung
lemak. Bahan
makanan yang mengandung lemak adalah minyak dan kuning telur.
Daftar pustaka:
https://www.ilmiahku.com/2019/05/laporan-praktikum-uji-makanan_7.html
https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengujian-zat-makanan/
https://docplayer.info/71069081-Uji-makanan-dengan-lugol-benedict-biuret-kertas-
minyak.html
https://brainly.co.id/tugas/2119029
BAB 7
LAPORAN HASIL ANALISIS
PENGARUH ASAP PABRIK TERHADAP SISTEMPERNAPASAN MANUSIA
Disusu
n
oleh:
Oriza
Sativ
a
Guru Pembimbing:Ibu
Puspani, M.Pd
PEMERINTAH
PROVINSI
KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPANTAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Analisis Pengaruh Asap
Pabrik Terhadap Sistem
Pernapasan
Oleh: Oriza SativaKelas ; XI IPA 4
Mengetahui, Balikpapan, 10 Februari
Guru Mata Pelajaran Biologi 2021
Siswa Bersangkutan
Puspani M.Pd Oriza Sativa
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19976
1.1 Judul
Analisis Pengaruh Asap Pabrik Terhadap Sistem Pernapasan
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dampak-dampak dari pencemaran asap pabrik
2. Untuk mengetahui solusi pencegahan pencemaran akibat asap pabrik
1.3 Hasil Analisis
A. Pencemaran Udara
Paparan polusi udara yang berlebih dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Organisasi kesehatan dunia (WHO)
menyatakan, polusi udara merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang memberi dampak signifikan pada
kesehatan manusia. Dengan mengurangi tingkat polusi udara, sebuah negara dapat mengurangi risiko penyakit stroke,
jantung, kanker paru-paru, serta masalah pernapasan akut maupun kronis seperti asma dan PPOK, di antara penduduknya.
B. Penyebab Pencemaran Asap
Pabrik
Datang dari limbah asap industri atau pabrik. Penyebab polusi udara ini juga salah satu penyumbang terbesar
pencemaran lingkungan di dunia. Cerobong asap pabrik sering kali tidak memiliki filter sehingga membahayakan.
Zat yang keluar dari proses industri ini berupa zat yang berbahaya seperti Karbon Monoksida, Hidrokarbon, dan
senyawalainnya yang dapat membahayakan kesehatan alam dan
manusia.
C. Dampak-dampak
Pencemaran Akibat Asap
Pabrik
Perkembangan zaman menimbulkan peningkatan aktifitas industri dan transportasi. Hal ini memicu timbulnya
pencemaran udara (polusi udara)
yang berdampak pada kesehatan, terutama di wilayah industri dan kota- kota besar. Pencemaran udara memiliki
dampak terhadap kesehatan diantaranya adalah gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ
tubuh, gangguan reproduksi dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Beberapa jenis pencemaran udara yang paling sering
ditemukan adalah Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NO2), Sulfur Oksida (SOx), Photochemical Oksida dan Partikel.
Dampak Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana misalnya di dalam rumah, sekolah dan kantor. Pencemaran ini disebut
pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari
emisi kendaraan bermotor, industri, perkapalan dan proses alami oleh makhluk hidup.
D. Refleksi
Kini saya lebih sadar bahwa asap pabrik yang sering disepelekan, ternyata berampak fatal terhadap kesehatan sistem
pernapasan.
E. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang bisa diusahakan yaitu adalah dengan memanfaatkan teknologi teknologi
canggih yang ada pada zaman sekarang untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal padakepentingan linngkungan.
1.4 Daftar Pustaka
Ananda Bayu Pangestu. 2020. Contoh Pencemaran Udara di Lingkungan Sekitar dan Cara
Mengatasinya. (Online:
https://www.99.co/id/panduan/contoh- pencemaran- udara#:~:text=Polusi%20Udara%20Dari%20Limbah%20Asap%20Indus
tri%20 atau%20Pabrik&text=Cerobong%20asap%20pabrik%20sering%20kali, memba
hayakan%20kesehatan%20alam%20dan%20ma nusia , diakses tanggal 10
Februari
2021)
dr. Allert Benedicto Ieuan Noya. 2018. Dampak Polusi Udara Terhadap Paru- paru. (Online: https://www.alodokter.com/lindungi-paru-
paru- anda-dari-polusi- udara , diakses tanggal 10
Februari 2021)
BAB 8