Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
ditampilkan dalam baris. Untuk melakukannya klik menu Tambahkan bidang dan pilih
Nama Siswa (gambar 7.61).
Gambar 7.61. Menu untuk menambahkan bidang
Setelah anda memilih data (yakni Nama Siswa) untuk ditampilkan dalam baris
maka dalam tabel pivot akan muncul deretan nama siswa (gambar 7.62). Anda diberi
pilihan untuk menampilkan Nama Siswa menaik atau menurun. Menaik artinya nama-
nama siswa dengan huruf awal yang lebih kecil akan ditampilkan terlebih dahulu.
Menurun artinya sebaliknya. Defaultnya adalah menaik seperti ditunjukkan pada
gambar
Gambar 7.62. Deretan nama siswa hasil proses pemfilteran
Setelah kita pilih data untuk baris selanjutnya kita pilih data untuk Nilai, karena
nilai yang akan kita tampilkan adalah Nilai Ulangan maka tambahkan nilai ini untuk
Nilai (gambar 7.63).
145
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.63. Nilai Ulangan ditambahkan dalam bidang
Gambar 7.64. Nama siswa dan Nilai Ulangan sudah ditampilkan dalam tabel pivot.
Setelah nilai ulangan ditambahkan dalam Nilai maka tampilan tabel pivot
berubah seperti ditunjukkan pada gambar 7.64. Perhatikan untuk tiap siswa kini
muncul nilai ulangan masing-masing, ups! Sepertinya ada yang salah, kita berharap nilai
yang muncul dari tiap siswa adalah nilai rata-rata namun nilai yang ditunjukkan pada
gambar 7.64 sepertinya bukan nilai rata-rata, alih-alih total nilai ulangan untuk tiap
siswa. Pengaturan default untuk Nilai memang jumlah dari data (SUM), untuk
mengubahnya menjadi rata-rata cukup edit Nilai dan pilih menu rangkum menurut
(gambar 7.65). Karena kita ingin mendapatkan nilai rata-rata maka yang kita pilih
adalah AVERAGE.
146
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.65. Pemilihan average (rata-rata) nilai ulangan dalam tabel pivot.
Setelah kita mengatur nilai ulangan yang ditampilkan adalah nilai rata-rata maka
tabel pivot berubah menjadi seperti gambar 7.66.
Gambar 7.66. Nilai rata-rata muncul dalam tabel pivot.
Perhatikan sekarang bukan saja untuk tiap siswa kita mendapatkan nilai ulangan
rata-rata tetapi untuk total siswa keseluruhan kita juga mendapatkan nilai rata-ratanya
yakni 7,5142...
Setelah kita mendapatkan nilai rata-rata ulangan untuk tiap siswa mungkin anda
penasaran, mungkinkah kita mendapatkan nilai rata-rata ulangan untuk tiap mata
pelajaran ? Pertanyaan menarik dan jawabannya adalah BISA !
Dengan tetap menyorot sel A2-D30 arahkan kursor ke Data dan pilih Laporan
tabel pivot seperti ketika kita menghitung nilai rata-rata tiap siswa. Kali ini sebuah
lembar baru akan ditampilkan dengan nama default Tabel Pivot 2. Untuk Baris pilihlah
Mata Pelajaran, dan untuk Nilai pilihlah Nilai Ulangan. Seperti sebelumnya tampilkan
nilai ulangan berdasarkan rata-rata. Hasilnya ditunjukkan pada gambar
147
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.67. Mata pelajaran dan nilai ulangannya muncul dalam tabel pivot
Kita dapatkan nilai rata-rata untuk tiap mata pelajaran dari hasil ulangan seluruh
siswa. Perhatikan rata-rata Total Keseluruhan pada gambar 7.67 sama dengan rata-
rata Total Keseluruhan dari gambar 7.66 .
Sekarang anda ingin mencoba hal lain lagi, bisakah kita mendapatkan nilai rata-
rata berdasarkan jenis kelaminnya? Anda ingin melihat lebih baik mana nilai rata-rata
lelaki atau perempuan. Sekali lagi jawabannya sangat mudah. Gunakan data yang sama,
tapi kali ini anda mesti hati-hati karena anda akan menampilkan dua data dalam Baris.
Mula-mula tambahkan data Jenis Kelamin pada Baris, berikutnya tambahkan Nama
Siswa. Jadi pada Baris kita mempunyai dua jenis data yakni Jenis Kelamin dan Nama
Siswa. Untuk Nilai seperti biasa kita tambahkan rata-rata dari nilai ulangan. Maka
hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.68.
Gambar 7.68. Nilai rata-rata berdasarkan jenis kelamin dan nama.
Perhatikan sekarang karena kita memiliki dua data yakni jenis kelamin dan nama
siswa pada Baris maka kedua data ini ditampilkan. Informasi yang menarik adalah
pertama nama siswa dikelompokkan sesuai jenis kelaminnya dan yang paling penting
kita mendapatkan nilai total untuk kedua kelompok (lelaki dan perempuan). Dengan
demikian kita mendapatkan nilai rata-rata untuk kedua kelompok tersebut. Seperti
ditunjukkan pada gambar 7.68, nilai rata-rata siswa perempuan ternyata lebih baik
148
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
daripada siswa lelaki. Perhatikan lagi nilai rata-rata Total Keseluruhan sama seperti
sebelumnya.
Nah inilah manfaat dari tabel pivot. Dari suatu deretan data yang acak dan tak
beraturan kita bisa menampilkan informasi penting berdasarkan jenis data yang kita
inginkan.
149
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
7.7. Pertanyaan dan soal
1. Buatlah suatu tabel seperti gambar di bawah ini dengan menggunakan
pemformatan bersyarat. Kolom satu berisi nama kota, dan kolom dua berisi
nama benua. Jika pada kolom kedua kita mengisi Eropa maka otomatis warna
berubah menjadi biru, jika Asia berwarna hijau, jika Amerika berwarna merah,
jika Afrika berwarna hitam, dan jika Australia.
2. Buatlah suatu tabel seperti gambar di bawah ini. Tabel ini digunakan untuk
menghitung akar-akar dari suatu persamaan kuadrat. Koefisien persamaan
kuadrat adalah a, b dan c. Sementara akar-akarnya adalah x1 dan x2. Buat rumus
dalam x1 dan x2 yang berisi nilai dari akar-akar persamaan kuadrat. Jika tidak
ada akar persamaan kuadrat maka tampilkan tulisan “Tidak ada akar”. Tulisan ini
menggunakan pemformatan bersyarat agar warnanya merah.
150
8. Bekerja dengan Formulir
8.1. Membuat Formulir
Formulir merupakan suatu fitur dalam Drive yang sangat berguna dalam
membuat survei, quiz, dan tentunya bagi para guru adalah untuk membuat tes online.
Pada dasarnya cara membuat survei, quiz atau tes adalah sama saja. Perbedaannya
hanyalah pada tujuan dari pembuatan formulir tersebut. Kita coba sekarang membuat
formulir untuk tes online. Tiap kali kita membuat formulir kita akan disuguhi menu
seperti pada gambar 8.1.
Gambar 8.1. Jendela untuk membuat judul formulir beserta pilihan tema.
Tulislah judul dari formulir yang anda buat, serta pilih tema yang anda suka.
Untuk contoh di sini kita pilih saja tema default.
Setelah anda selesai menulis judul formulir dan memilih tema maka anda siap
untuk mengisi bagian-bagian dari formulir anda. Anda akan diminta untuk mulai
mengisi pertanyaan-pertanyaan untuk formulir anda (gambar 8.2). Anda akan diminta
untuk menulis judul pertanyaan. Istilah judul pertanyaan mungkin kurang tepat, yang
lebih tepat adalah isi pertanyaan. Dalam contoh ini karena kita akan memberikan tes on-
line maka perlu kita mengetahui nama orang yang menjawab tes. Jadi untuk judul
pertanyaan kita isi saja dengan “Sebutkan nama anda”. Selanjutnya anda diminta untuk
menjelaskan judul pertanyaan yang anda buat dalam kotak “Teks Bantuan”. Keterangan
151
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
dalam teks bantuan ini akan memberikan penjelasan mengenai judul pertanyaan yang
telah kita buat sebelumnya bagi pengguna tes ini nantinya. Dalam contoh ini teks
bantuan yang tepat adalah “ Isilah dengan nama lengkap anda”. Berikutnya yang
menarik adalah Jenis Pertanyaan.
Gambar 8.2. Awal tampilan untuk mengisi pertanyaan dalam formulir
Jenis pertanyaan yang tersedia meliputi teks, teks paragraf, pilihan berganda,
kotak centang dsb. Untuk lebih jelasnya dari tipe pertanyaan yang tersedia perhatikan
gambar 8.3.
152
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.3. Jenis Pertanyaan.
Untuk menanyakan nama dari peserta tes maka tipe pertanyaan yang sesuai
adalah teks. Sebelum anda menekan tombol (Selesai) perhatikan satu hal lagi
yakni pilihan centang Pertanyaan wajib. Apa maksud dari pilihan ini? Jika suatu
pertanyaan dinyatakan wajib maka pertanyaan itu harus dijawab oleh si pengguna tes,
jika belum dijawab maka formulir atau tes akan memaksa pengguna tes untuk mengisi
pertanyaan wajib terlebih dahulu. Pertanyaan berikutnya atau proses pengiriman
jawaban tidak bisa dilakukan sebelum pertanyaan wajib dijawab. Dalam contoh ini
karena pencantuman nama merupakan suatu kewajiban maka pertanyaan untuk nama
ditentukan sebagai Pertanyaan wajib. Nah isian lengkap dari pertanyaan pertama untuk
tes Tes Pengetahuan Umum ditunjukkan pada gambar 8.4.
153
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.4. Isian lengkap untuk pertanyaan pertama dari formulir Tes Pengetahuan Umum.
Anda ingin lihat tampilan dari formulir tadi dalam bentuk jadi (bentuk yang
dilihat oleh peserta tes) ? Klik saja tombol yang ada di atas formulir.
Hasilnya ditunjukkan pada gambar 8.5.
Gambar 8.5. Bentuk jadi dari tes (formulir) untuk pertanyaan pertama.
Bentuk seperti gambar 8.5. itulah yang nanti akan dilihat oleh peserta tes.
Perhatikan keterangan wajib (tanda bintang) bagi pertanyaan pertama.
Berikutnya kita akan isi pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Untuk membuat
pertanyaan berikutnya anda cukup mengklik tombol . Dalam contoh
ini akan ditunjukkan berbagai tipe pertanyaan yang meliputi teks, pilihan berganda,
kotak centang dan pilih dari daftar. Tidak semua pertanyaan akan ditampilkan dalam
buku ini tapi cukup beberapa pertanyaan yang mewakili tipe-tipe pertanyaan yang
disebutkan di atas. Gambar 8.6.a adalah contoh pertanyaan dengan tipe pilihan ganda.
Gambar 8.6.b adalah contoh pertanyaan dengan tipe pilih dari daftar. Gambar 8.6.c
adalah contoh pertanyaan dengan tipe kotak centang.
154
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.6.a. Pertanyaan bertipe pilihan ganda
Gambar 8.6.b. Pertanyaan bertipe pilih dari daftar
155
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.6.c. Pertanyaan bertipe kotak centang
Untuk singkatnya kita tidak perlu menjelaskan satu-persatu soal-soal yang kita
buat. Setelah semua soal selesai dibuat maka bila kita ingin melihat tampilan dari tes
kita klik menu . Tampilan tes dalam bentuk jadi ditunjukkan pada
gambar 8.7 .
156
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.7. Tes (formulir) dalam bentuk jadi.
Perhatikan bahwa setelah kita selesai membuat tes, yang dalam bentuk formulir,
maka secara otomatis sebuah spreadsheet akan dibuatkan. Spreadsheet ini nantinya
akan digunakan untuk menampung hasil tes yang dibuat dengan formulir. Jika kita
melihat drive kita maka sebuah spreadsheet akan dibuat untuk formulir kita (gambar
8.8).
Gambar 8.8. Sebuah file spreadsheet akan selalu menjadi pelengkap dari suatu formulir
Perhatikan spreadsheet yang dibuat untuk formulir kita memiliki nama sama dan
dibelakangnya ditambahi kata “Tanggapan”. Isi dari spreadsheet tersebut ditunjukkan
pada gambar 8.9. Perhatikan bahwa pertanyaan dalam tes yang kita buat menjadi
157
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
header dari spreadsheet untuk tes kita. Karena keterbatasan ruang tidak semua kolom
pertanyaan bisa ditampilkan. Tentu saja isinya masih kosong karena kita belum
menjawab pertanyaan untuk tes.
Gambar 8.9. Isi dari file spreadsheet untuk suatu formulir. Isi pertanyaan dalam formulir
menjadi header dalam file spreadsheet ini.
Setelah kita selesai membuat formulir maka kita coba untuk mengisi tes dengan
jawaban-jawaban yang benar ? Mengapa kita sendiri perlu menjawab (mengisi) tes di
atas? Jawaban benar yang kita masukkan dalam tes akan menjadi kunci jawaban untuk
tes tersebut. Sebaiknya kita mengisi jawaban benar dengan melalui formulir, bukan
melalui spreadsheet secara langsung. Gambar 8.10 di bawah ini adalah spreadsheet
yang sudah berisi jawaban-jawaban yang benar. Jawaban yang benar inilah yang nanti
menjadi kunci jawaban.
Gambar 8.10. Kunci jawaban dari tes.
158
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
8.2. Mengirim Formulir
Baik, kita telah membuat tes dengan soal-soalnya berikut kunci jawabannya.
Selanjutnya, bagaimana cara kita mengirim tes di atas ke siswa ? Bukalah tes tersebut
dan gerakkan kursor hingga kebagian bawah layar, di sana anda akan mendapati tombol
. Klik tombol tersebut dan sebuah jendela akan dimunculkan seperti
ditunjukkan pada gambar 8.11.
Gambar 8.11. Jendela pengiriman tes (formulir)
Masukkan alamat email dari siswa yang akan mengisi tes tersebut kemudian
tekan tombol kirim.
Tampilan dari tes yang dilihat oleh si penerima tes ditunjukkan pada gambar
8.12.
159
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.12. Tampilan dari tes yang dilihat oleh siswa melalui email. Perhatikan tes menjadi
bagian dari email (embedded)
Siswa yang akan menjawab tes tinggal mengisi formulir yang sudah disisipkan
dalam email (embedded), dan setelah mengisi soal-soal yang ada selanjutnya adalah
mengklik tombol kirim yang letaknya ada di bagian bawah dari tes. Setelah tombol kirim
diklik maka jawaban soal akan dikirimkan langsung ke email dari si pengirim (guru) dan
hasilnya otomatis akan dimasukkan dalam spreadsheet dari tes tersebut. Perhatikan
alamat URL yang tampak pada gambar 8.12 adalah alamat URL dari formulir atau tes.
Jawaban tes yang dikirim melalui email akan langsung direkam dalam
spreadsheet untuk tes seperti ditunjukkan pada gambar 8.13 di bawah ini.
160
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.13. Jawaban dari siswa yang dikirim melalui email terekam dalam spreadsheet dari
tes
Selain mengirim tes lewat email kita juga bisa mengirimkan tes dengan
memberikan alamat URL dari tes. Sebagai contoh untuk tes di atas alamat URL nya
adalah
https://docs.google.com/forms/d/1FlATwGtxoqSQITbxckruhtDxGdwieT5X_LTwZpOfK
M4/viewform. Wow! Bukankah dari alamatnya saja sudah bikin kita sesak nafas ? Tidak
adakah cara lain agar alamat URL bisa dipersingkat ? Tentu saja ada, coba saja
http://tinyurl.com.
161
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.14. Halaman dari tinyurl.com (hanya bagian penting saja dari website yang
ditampilkan)
Dengan memanfaatkan tinyurl.com anda bisa menyingkat alamat url yang
panjang menjadi lebih sederhana . Alamat yang akan diberikan adalah tinyurl.com/xxx .
Anda tinggal memasukkan alamat url panjang dari tes (formulir) ke dalam kotak yang
tersedia (ditandai dengan persegi warna merah pada gambar 8.14), kemudian klik
tombol Make RinyURL!. Selanjutnya tinyurl.com akan membuatkan alamat yang lebih
sederhana. Hasilnya ditunjukkan pada gambar 8.15.
Gambar 8.15. tinyurl.com membuatkan alamat URL baru yang lebih sederhana
Tinyurl.com berhasil membuatkan nama baru yang lebih ringkas yakni
http://tinyurl.com/kbo78v7 . Pada tampilan seperti ditunjukkan pada gambar 8.15 di
atas anda bisa langsung membukanya atau mengkopinya. Jika langsung membukanya
anda akan melihat tampilan soal yang sama seperti ditunjukkan pada gambar 8.12 .
Alamat yang diberikan oleh tinyurl.com hanyalah alamat alias, alamat asli
dari tes diatas tetap alamat yang disediakan oleh google. Sekalipun anda
memasukkan alamat alias dari tinyurl.com dalam browser tetapi saat
halaman muncul maka alamat asli yang akan ditampilkan. tinyurl.com
sekedar memudahkan orang untuk mengingat alamat url yang panjang dan
tidak familier seperti yang diberikan oleh google.
162
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Dengan skema nama tinyurl.com/xxx anda bisa memilih sendiri nama yang anda
kehendaki sebagai pengganti xxx. Tentu saja dengan catatan nama tersebut belum
digunakan. Kita coba komaruddin-0101 sebagai pengganti xxx. Karena nama ini belum
digunakan maka nama tersebut (tinyurl.com/komaruddin-0101) valid dan dapat
digunakan (gambar 8.16)
Gambar 8.16. tinyurl.com membuatkan alamat URL sesuai yang kita inginkan
Dengan alamat alias yang dibuatkan oleh tinyurl.com maka alamat alias tersebut
bisa kita berikan kepada para siswa dan mereka bisa mengisinya, dan seperti contoh
yang sudah diberikan di atas hasilnya langsung terekam dalam spreadsheet dari tes.
8.3. Menganalisis Hasil Tes
Kita anggap saja para siswa telah menjawab soal-soal dalam tes. Hasil tes para
siswa yang terekam dalam spreadsheet ditunjukkan pada gambar 8.17a dan 8.17b.
163
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.17a. Jawaban yang terekam dalam spreadsheet
Gambar 8.17b. Data lanjutan dari gambar 8.17a.
Setelah kita mendapatkan jawaban dari para siswa maka tugas kita adalah
menganalisis hasil tes. Nah untuk itu kita memerlukan tool tambahan agar mudah bagi
kita untuk menganalisisnya. Tool tambahan ini dibuat oleh pihak ketiga tetapi jangan
kuatir karena selain gratis tool ini memang bagian dari Google app.
164
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Tool yang akan kita gunakan untuk menganalisis jawaban para siswa adalah
Flubaroo. Untuk menginstallnya dalam Google buka spreadsheet dari tes . Kemudian
cari menu Alat dan pilih Galeri skrip. Sebuah jendela akan dimunculkan (gambar 8.18)
Gambar 8.18. Menu Galeri skrip
Gambar 8.19. Pencarian flubaroo
Dalam kotak search masukkan saja kata “flubaroo” dan klik tombol search.
Selanjutnya akan muncul tool-tool yang berkaitan dengan flubaroo (gambar 8.19). Klik
tombol Install, tunggu beberapa saat dan flubaroo akan terinstall dalam Drive kita
(gambar 8.20).
165
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.20. Flubaroo sudah terinstall dalam Drive.
Setelah flubaroo terpasang saatnya kita menganalisis hasil tes dengan bantuan
Flubaroo. Cukup klik menu Flubaroo. Sebuah jendela pengaturan akan muncul seperti
ditunjukkan pada gambar 8.21. Ini adalah langkah pertama pengaturan. Perhatikan
tombol pilihan yang ada di sebelah kiri (di bawah Grading Option). Jika anda pilih
tombol pilihan ini maka akan muncul tampilan seperti gambar
Gambar 8.21. Langkah pertama dari pengaturan Flubaroo
Ada beberapa pilihan untuk tombol pilihan dari tiap item yakni : 1 point,..., 5
point, Indentifies Student dan Skip Grading. Point 1 hingga 5 untuk menentukan berapa
nilai yang diberikan untuk tiap soal. Dalam hal ini kita ambil saja nilai defaultnya yakni
1. Identifies Student digunakan sebagai penentu item mana yang akan dijadikan sebagai
identitas dalam tes tersebut. Karena Nama lengkap adalah bagian dari identitas maka
kita atur item Nama lengkap sebagai Identifies Student. Terakhir adalah Skip Grading
yang berarti kita tidak memberikan penilaian bagi suatu item. Dalam tes kita kali ini
tidak ada item yang statusnya Skip Grading. Setelah menetapkan status bagi tiap item
166
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
(gambar 8.22) lanjutkan dengan tombol Continue dan jendela untuk langkah kedua
akan dimunculkan (gambar 8.23).
Gambar 8.22. Penentuan point dan hal-hal lain dari item-item tes
Gambar 8.23. Langkah kedua pengaturan Flobaroo.
Langkah kedua ini adalah langkah untuk mengatur jawaban siapa yang akan
menjadi kunci jawaban . Dalam subbab sebelumnya guru atau si pembuat tes ini telah
mengisi jawabannya yang nantinya akan digunakan sebagai kunci jawaban. Oleh karena
167
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
itu identitas dari si pembuat soal (yakni Komaruddin Purnomo) ditandai sebagai
sumber bagi kunci jawaban.
Setelah kunci jawaban ditetapkan klik tombol Continue, tunggu sebentar dan
sebuah jendela akan dimunculkan menandai bahwa proses analisis dari jawaban tes
telah selesai dilakukan (gambar 8.24).
Gambar 8.24. Pengaturan Flubaroo telah selesai.
Setelah selesai klik View Grades dan kita melihat hasilnya pada gambar 8.25a
dan gambar 8.25b.
Gambar 8.25a. Hasil analisis jawaban tes dengan Flubaroo
168
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
Gambar 8.25b. Hasil analisis jawaban tes dengan Flubaroo sebagai lanjutan dari gambar 8.25a.
Sekarang kita coba menganalisis jawaban dari para siswa. Di bagian kiri atas
adalah rangkuman dari hasil tes siswa. Points Possible adalah nilai tertinggi dari tes
yakni 10. Average Points adalah nilai rata-rata para siswa yakni 6. Counted submissions
adalah jumlah jawaban yang dikirimkan. Karena ada 8 siswa dan masing-masing hanya
sekali mengirimkan jawaban maka jumlah jawaban yang dikirimkan adalah 8. Terakhir
adalah Number of Low Scoring Questions yaitu jumlah jawaban yang mendapatkan nilai
buruk. Nilai buruk ditentukan berdasarkan kriteria bahwa nilai lebih kecil atau sama
dengan 5 adalah nilai buruk. Dalam analisis di atas ada 4 siswa yang mendapatkan nilai
buruk (atau di bawah 5).
Analisis juga menetapkan bahwa nilai lebih besar atau sama dengan 60% sebagai
nilai yang minimum untuk disebut baik. Nilai dibawah 60 % ditandai dengan warna
merah dan di atas 60 % ditandai dengan warna hitam. Oleh karena dari 8 siswa hanya 2
siswa yang nilainya di atas 60% maka hanya 2 siswa yang namanya diberi warna hitam.
Analisis juga menunjukkan soal-soal mana saja yang dirasa sulit oleh siswa. Soal-
soal sulit (diberi warna latar kuning) adalah soal-soal yang nilai rata-ratanya dibawah
50%. Sebagai contoh pertanyaan mengenai ibukota Maluku Utara hanya dijawab dengan
nilai rata-rata 25 %. Pada soal ini umumnya siswa menjawab Ternate padahal jawaban
yang benar adalah Sofifi. Demikian juga pertanyaan mengenai pulau terluar di Indonesia
bagian utara hanya mendapat nilai rata-rata 37.5 %. Pada pertanyaan ini umumnya
siswa menjawab Sangir atau Talaud padahal jawaban yang benar adalah Marore. Dengan
melihat analisis jawaban secara keseluruhan dan jawaban atas tiap soal seorang guru
bisa memetakan kemampuan dari siswa-siswanya dengan mudah. Kita melihat
penggunaan TIK sangat memudahkan tugas-tugas guru di sekolah.
169
Bab 8. Bekerja dengan Formulir
170
9. Bekerja dengan Gambar
Gambar adalah aplikasi dari Drive yang berguna untuk membuat gambar. Fitur-
fitur yang ditawarkan oleh Gambar adalah fitur-fitur untuk menggambar bentuk-bentuk
geometri sederhana seperti : garis, persegi, segitiga, lingkaran, poligon dsb. Tentu saja
Gambar bukan tandingan aplikasi pengolah gambar seperti halnya Photoshop. Aplikasi
lain yang setara dengan Gambar adalah Microsoft Paint. Sekalipun hanya menyediakan
fitur-fitur sederhana cukuplah kiranya untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi
seorang guru misalnya. Seorang guru matematika misalnya ingin membuat soal dengan
bantuan Drive. Untuk menulis soal ia bisa menggunakan Dokumen dan untuk
menyisipkan gambar-gambar sederhana ia bisa menggunakan Gambar.
9.1. Menu Baku
Sebelum melihat menu-menu apa saja yang dimiliki oleh Gambar kita harus tahu
dulu salah satu komponen penting dari Gambar yakni kanvas. Kanvas (gambar 9.1 )
adalah tempat kita melukis berbagai obyek atau bentuk geometri.
Gambar 9.1. Kanvas pada Gambar.
171
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.2. Menu-menu Gambar dalam bentuk ikon.
Baik, sekarang kita lihat menu-menu apa saja yang ditawarkan oleh Gambar.
Perhatikan gambar 9.1. Menu dalam gambar 9.1 adalah menu baku saat kita baru
membuka Gambar. Menu baku terdiri dari dua tipe yakni menu teks dan ikon. Berikut
penjelasan dari menu-menu tersebut.
Nama Menu Fungsi
Urung
Ulangi Mengurungkan suatu aksi
Terapkan format Mengulangi suatu aksi
Menerapkan format suatu obyek terhadap
Perbesar agar pas obyek yang lain
Memperbesar obyek agar pas dengan ukuran
Zoom canvas
Pilih Memperbesar suatu obyek
Garis Memilih suatu obyek yang akan diedit
Menampilkan pilihan berbagai garis untuk
Bentuk digambarkan dalam canvas
Menampilkan berbagai bentuk geometri untuk
Kotak teks digambarkan dalam canvas
Menampilkan kotak teks untuk menuliskan teks
Gambar dalam canvas
Sisipkan komentar Menyisipkan gambar dari luar
Menyisipkan suatu komentar dalam canvas
Tabel 9.1. Menu-menu ikon dan fungsinya.
Submenu dari Garis, dan Bentuk ditunjukkan berturut-turut pada gambar 9.3 –
9.7.
172
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.3. Sub-submenu dalam menu Garis.
Gambar 9.4. Sub-submenu dalam menu Bentuk.
Gambar 9.5. Sub-submenu dalam menu Panah.
173
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.6. Sub-submenu dalam menu Seranta.
Gambar 9.7. Sub-submenu dalam menu Persamaan.
9.2. Menu Perpanjangan
Selain menu baku Gambar juga menyediakan menu perpanjangan yang baru
muncul saat salah satu gambar dipilih. Menu perpanjangan adalah menu tambahan yang
muncul di bagian kanan dari menu tipe ikon seperti ditunjukkan pada gambar 9.8.
Gambar 9.8. Menu-menu perpanjangan.
174
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Nama Menu Fungsi
Warna isian Memberikan warna isian (dalam) bagi suatu
obyek yang tertutup seperti lingkaran, segitiga,
segiempat, dsb.
Warna garis Memberi warna pada garis atau bagian luar dari
suatu obyek tertutup (lingkaran, segitiga ,
segiempat dsb)
Garis tebal Menerapkan ketebalan suatu garis atau bagian
luar obyek tertutup
Garis putus-putus Menerapkan berbagai tipe garis (kontinyu dan
putus-putus) untuk garis dan bagian luar suatu
obyek tertutup
Ukuran font Menerapkan ukuran font suatu teks
Tebal Menebalkan suatu teks
Garis miring Menjadikan suatu teks miring
Garis bawah Memberikan garis bawah pada suatu teks
Warna teks Menerapkan warna pada teks
Sisipkan tautan Menyisipkan tautan pada gambar
Sisipkan komentar Menyisipkan suatu komentar dalam canvas
Ratakan Meratakan teks pada posisi kiri, tengah, kanan,
atas atau bawah
Jarak antar baris Menerapkan jarak antar baris (spasi) pada teks
Daftar bernomor Membuat daftar bernomor (list)
Daftar berbutir Membuat daftar berbutir (bulleted list)
Kurangi takuk masuk Menggeser takuk kekiri (keluar)
Tambah takuk masuk Menggeser takuk kekana (masuk)
Hapus performatan Menghapus permformatan yang sebelumnya
disalin dari menu Terapkan format (lihat tabel
9.1)
Tabel 9.2. Menu-menu perpanjangan dan fungsinya.
9.3. Melukis obyek
Setelah berkenalan dengan menu-menu Gambar , saatnya kita mencoba untuk
melukis obyek. Pilih menu Bentuk dan dari submenu Bentuk (namanya Bentuk juga)
pilih gambar trapesium. Setelah trapesium dipilih, klik mouse pada titik dimana anda
ingin memulai gambar trapesium dan kemudian seret mouse hingga titik dimana anda
ingin mengakhiri gambar. Lepaskan mouse dan sebuah gambar trapesium akan nampak
dalam kanvas (gambar 9.9). Perhatikan ada 8 titik jangkar berwarna biru yang berfungsi
untuk memperbesar atau memperkecil obyek. Titik-titik jangkar pada keempat ujung
berfungsi untuk memperbesar kearah horizontal sekaligus ke arah vertikal. Dua titik
jangkar pada garis horizontal berfungsi memperbesar atau memperkecil ke arah
vertikal. Dua titik jangkar pada garis vertikal berfungsi memperbesar atau memperkecil
gambar ke arah horizontal. Selain 8 titik jangkar berwarna biru tadi, terdapat 1 titik
jangkar spesial berwarna kuning.Titik jangkar ini berfungsi untuk mengubah titik-titik
terntentu pada obyek. Perhatikan bahwa tidak semua bentuk geometri memiliki titik
175
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
jangkar spesial ini, sebagai contoh segi empat dan lingkaran tidak memilikinya;
sementara trapesium dan segi tiga memilikinya.
Gambar 9.9. Obyek trapesium yang terlukis pada kanvas.
Apa fungsi titik jangkar spesial berwarna kuning pada trapesium ? Titik jangkar
ini berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil sisi mendatar yang pendek pada
trapesium. Dengan menggeser titik jangkar spesial ini maka kita bisa mengubah bentuk
trapesium, contoh ditunjukkan pada gambar 9.10. Pada gambar ini terlihat sisi
mendatar pendek trapesium menjadi lebih kecil.
Gambar 9.10. Trapesium mengalami perubahan sisi pendeknya dengan menggeser titik jangkar
spesial
Gambar 9.11 menunjukkan dua segitiga sama sisi yang sebelumnya sama dan
sebangun namun kemudian segitiga kedua berubah bentuknya setelah titik jangkar
spesial yang berada di ujung atas segitiga digeser ke kiri. Nah cobalah bentuk-bentuk
geometri yang lain dan perhatikan ada atau tidak titik jangkar spesialnya, perhatikan
pula letak titik jangkar spesial tersebut.
176
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.11. Dua segitiga yang tadinya sama dan sebangun namun kemudian segitiga kedua
berubah bentuknya dengan menggeser titik jangkar spesial ke kiri.
Saat anda mencoba melukis suatu bentuk geometri maka anda akan
mendapatkan hasil suatu bentuk geometri dengan warna isian biru muda dan warna
tepi (batas) hitam dan bertipe garis kontinyu. Gaya seperti ini adalah gaya bawaan dari
Gambar. Tentu saja kita bisa mengubah gaya ini dengan gaya yang lain semisal warna
isian dan warna tepinya diubah menjadi warna lain atau tipe sisinya diubah dari garis
kontinyu menjadi garis putus-putus. Untuk mengganti warna isian dan warna garis
digunakan menu Warna isian dan menu Warna garis (gambar 9.12). Untuk mengganti
ketebalan dan tipe garis digunakan menu Garis tebal dan Garis putus-putus (gambar
9.13).
Menu-menu yang disebutkan di atas merupakan bagian dari menu
perpanjangan sehingga baru muncul setelah salah satu obyek pada kanvas
diklik (diaktifkan).
Gambar 9.12. Menu Warna isian dan Warna garis
177
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.13. Menu Warna isian dan Warna garis
Dengan mengunakan menu-menu di atas mudah bagi kita untuk mengubah gaya
suatu obyek. Gambar 9.14 merupakan contoh-contoh bentuk geometri dengan
berbagai warna isian, warna garis, ketebalan garis dan jenis garis yang berbeda-beda.
Gambar 9.14. Menu Warna isian dan Warna garis
Saat anda melukis lingkaran bisa jadi lingkaran yang anda buat
bukan lingkaran sempurna karena lebih besar atau lebih kecil kearah
horizontal atau vertikal. Bagaimana cara kita melukis lingkaran sempurna ?
Tekan tombol UP saat anda menyeret mouse, ketika melukis lingkaran,
maka anda akan mendapatkan lingkaran sempurna.
9.4. Menyalin suatu gaya
Pada subbab sebelumnya anda sudah belajar bagaimana menerapkan suatu gaya
pada suatu obyek. Nah sekarang bayangkan anda ingin melukis banyak obyek dengan
178
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
suatu gaya tertentu yang anda inginkan – bukan gaya bawaan. Tiap kali anda melukis
obyek pastilah obyek yang anda buat mengikuti gaya bawaan. Jadi jika anda
menginginkan gaya bawaan anda maka anda harus mengganti gaya pada tiap obyek
dengan menggunakan menu-menu untuk mengganti gaya seperti yang dijelaskan pada
subbab sebelumnya. Tentu saja hal ini tidak praktis ! Adakah suatu cara untuk menyalin
suatu gaya pada berbagai obyek sehingga proses membuat gaya yang seragam pada
beberapa obyek sekaligus dapat berjalan dengan cepat ? Untungnya jawabannya : ada !
Kita dapat menyalin suatu gaya dari suatu obyek dan kemudian menerapkannya pada
obyek yang lain. Kita lihat gambar 9.15, kita ingin menyalin gaya dari segitiga (warna
isian kuning, garis berwarna coklat dan ketebalan 8) ke suatu segi lima yang gayanya
masih menggunakan gaya bawaan.
Gambar 9.15. Menu Warna isian dan Warna garis
Urutan penyalinan gaya dari suatu obyek ke obyek lainnya adalah :
1. Klik obyek yang akan disalin gayanya.
2. Klik (aktifkan) menu Terapkan format.
3. Klik obyek yang akan menyalin suatu gaya.
Setelah langkah-langkah di atas dilakukan maka sekarang segi lima akan
memiliki gaya yang sama dengan segitiga (gambar 9.16).
179
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.16. Menu Warna isian dan Warna garis
9.5. Menggabungkan dua atau lebih obyek
Dua atau lebih obyek dapat digabungkan dalam kanvas.Penggabungan ini bisa
bersifat sementara atau bersifat tetap. Penggabungan sementara biasanya dilakukan
untuk memindahkan dua lebih obyek bersama-sama . Penggabungan sementara dapat
dilakukan dengan cara mengklik suatu titik yang nantinya kita jadikan ujung dari batas-
batas penggabungan. Langkah selanjutnya adalah menggeser mouse hingga area
penggabungan, yang muncul saat mouse digerakkan, menyapu seluruh obyek yang akan
digabungkan. Hasilnya ditunjukkan pada gambar 9.17. Perhatikan garis batas warna
biru yang menyapu seluruh area yang ditempati ketiga obyek
Gambar 9.17. Area yang disapu oleh mouse untuk penggabungan obyek-obyek.
Setelah mouse dilepas maka garis-garis batas akan menempel disisi-sisi luar
batas-batas yang menaungi ketiga obyek (gambar 9.18). Nah setelah bergabung maka
ketiga obyek sebagai grup bisa dipindahkan, diperbesar atau diperkecil, dsb.
Gambar 9.18. Obyek-obyek yang telah bergabung menjadi satu
180
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Penyatuan yang dijelaskan di atas adalah penyatuan yang bersifat sementara;
artinya setelah kita melakukan aksi lain (misal mengklik mouse di tempat lain) maka
penyatuan tersebut tidak lagi berlaku. Untuk membuat penyatuan yang permanen maka
cara yang dilakukan adalah dengan menyapu dengan bantuan mouse area diluar obyek-
obyek yang akan digabung (seperti yang dijelaskan sebelumnya) dan kemudian klik
mouse kanan maka akan muncul tampilan seperti gambar 9.19.
Gambar 9.19. Penyatuan obyek-obyek dengan bantuan klik kanan mouse
Cara yang lain adalah dengan mengaktifkan menu Atur kemudian pilih Satukan
(gambar 9.20).
Gambar 9.20. Penyatuan obyek-obyek dengan bantuan menu Atur
181
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Setelah dilakukan penyatuan maka obyek-obyek yang disatukan seolah-olah satu
obyek. Kita bisa memperbesar, memperkecil dan melakukan aksi lainnya pada obyek-
obyek yang menyatu tersebut seolah-olah kita melakukan aksi pada satu obyek. Untuk
memisahkannya kembali ? Mudah, dibawah menu Satukan pada gambar 9.20 ada menu
Ceraikan . Menu ini ini tidak aktif manakala obyek-obyek belum menyatu, tapi manakala
obyek-obyek sudah menyatu menu ini akan aktif.
Nah, sekarang apa yang terjadi jika suatu obyek kita letakkan di atas obyek lain ?
Penyetelan bawaan dari Gambar adalah obyek yang dilukis belakangan akan berada di
atas obyek yang dilukis sebelumnya seperti ditunjukkan pada gambar 9.21. Segitiga
hijau yang dilukis belakangan akan berada di atas segi empat biru yang dilukis
sebelumnya. Untuk mengganti posisi kedua obyek tersebut dimana segitiga hijau
menjadi di bawah segi empat biru adalah dengan mengklik salah satu obyek (bisa segi
tiga atau segi empat) kemudian aktifkan menu Atur. Dalam menu tersebut terdapat
menu Urutan (gambar 9.22). Jika obyek yang dipilih adalah segi tiga maka kita tinggal
pilih Mundurkan; dan jika obyek yang dipilih adalah segi empat maka kita pilih
Majukan. Hasil dari pengurutan ini ditunjukkan pada gambar .
Gambar 9.21. Penggabungan obyek-obyek dimana obyek yang satu berada di atas obyek lainnya
182
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
Gambar 9.22. Menu Urutan untuk mengatur obyek mana yang berada di atas dan mana yang di
bawah
Gambar 9.23. Segita hijau berada di bawah segiempat biru melalui pengaturan “mundurkan”
183
Bab 9. Bekerja dengan Gambar
184
10. Bekerja dengan Presentasi
Presentasi merupakan aplikasi web yang memiliki fitur mirip dengan
PowerPoint. Beberapa fitur dasar aplikasi presentasi seperti : tata letak, tema, animasi
transisi, slide master, menyisipkan gambar bahkan video sudah dipunyai oleh
Presentasi. Dengan fitur-fitur di atas Presentasi sudah memadai untuk membuat
presentasi dalam tingkat sederhana hingga sedang. Nah mari kita lihat fitur-fiturnya.
10.1. Menu-menu Presentasi
Gambar 10.1 di bawah ini menunjukkan menu-menu utama dari suatu
Presentasi. Pemilih slide di bagian kiri adalah deretan slide-slide yang sudah kita buat,
Jendela slide adalah jendela dimana kita bisa mengedit slide-slide yang kita pilih dari
Pemilih slide.Menu-menu utama adalah menu yang menyediakan berbagai aksi yang
bisa dilakukan pada suatu presentasi (gambar 10.2).
Gambar 10.1. Menu Warna isian dan Warna garis
185
Bab 11. Drive pada PC (lokal)
Gambar 10.2. Menu utama
Beberapa fungsi menu utama ditunjukkan pada tabel 10.1.
Menu Fungsi
Slide baru Membuat slide baru
Urung Membatalkan suatu aksi
Ulangi Mengulangi suatu aksi
Terapkan format Menerapkan suatu format (gaya)
Perbesar agar pas
Zoom Memperbesar tampilan
Pilih Memilih obyek saat melakukan pengeditan slide
Kotak teks Menyisipkan teks dalam slide
Gambar Menyisipkan gambar dari luar
Bentuk Menyisipkan bentuk-bentuk geometri
Garis Menyisipkan garis
Sisipkan komentar Menyisipkan komentar
Ubah latar belakang Mengubah latar belakang dari slide
Terapkan tata letak Menerapkan tata letak
Ubah tema Mengubah tema slide
Ubah transisi Mengubah atau menambahkan transisi (animasi)
Tabel 10.1. Daftar menu-menu utama beserta fungsinya masing-masing
Gambar 10.3. Menu tambahan
Selain menu utama Presentasi juga menyediakan menu tambahan (gambar 10.3).
Menu tambahan ini akan aktif saat salah satu obyek dalam slide terpilih. Adapun nama
menu berikut fungsi dari menu tambahan dijelaskan dalam tabel 10.2
Menu Fungsi
Warna isian
Warna garis Memberikan warna isian bagi suatu obyek
Garis tebal Memberikan warna garis (tepi) dari suatu obyek
Garis putus-putus Memilih ketebalan garis yang dimiliki suatu obyek
Font Memilih tipe garis bagi suatu obyek
Memilih jenis font bagi suatu teks
186
Bab 10. Bekerja dengan Presentasi
Ukuran font Memilih ukuran font bagi suatu teks
Tebal Menjadikan tebal suatu teks
Miring Menjadikan miring suatu teks
Garis bawah Menambahkan garis bawah pada suatu teks
Warna teks Memilih warna untuk teks
Sisipkan tautan Menyisipkan tautan pada suatu obyek
Sisipkan komentar Menyisipkan komentar
Ratakan Meratakan teks dalam posisi : kiri, tengah, kanan dan kiri-
kanan
Jarak antar baris Mengatur jarak antar baris
Tabel 10.2. Daftar menu-menu tambahan beserta fungsinya masing-masing
10.2. Menambahkan slide
Jika anda pertama kali membuat suatu presentasi maka anda akan disuguhi
suatu slide baru bawaan seperti yang ditunjukkan pada gambar 10.4. Slide ini adalah
slide yang pertama, oleh karena itu tata letak yang disuguhkan adalah berupa judul dan
subjudul. Nah anda tinggal menambahkan saja judul dan subjudul pada kotak yang telah
disediakan sehingga tampilan slide pertama presentasi anda akan seperti gambar 10.5.
Gambar 10.4. Slide pertama dengan tata letak berupa judul dan subjudul.
187
Bab 11. Drive pada PC (lokal)
Gambar 10.5. Slide pertama setelah judul dan subjudul dilengkapi.
Untuk slide-slide berikutnya anda dapat menambahkannya dengan mengklik
menu Slide baru ( ). Namun tidak seperti slide pertama, untuk slide-slide
berikutnya tata letak bawaannya adalah seperti ditunjukkan pada gambar 10.6. Jika
anda ingin mengubah tata letak bawaan maka anda tinggal mengklik menu Tata letak.
Saat menu ini aktif maka muncul suatu jendela yang menampilkan berbagai tata letak
(gambar 10.7), anda tinggal pilih tata letak yang anda inginkan.
Gambar 10.6. Penambahan slide berikutnya dengan tata letak bawaan.
188
Bab 10. Bekerja dengan Presentasi
Gambar 10.7. Pengaturan tata letak dengan menu Tata letak.
Untuk membuat slide baru dengan tata letak yang anda inginkan tanpa harus
mengklik menu Tata letak anda dapat menambahkan slide baru dengan mengklik tanda
panah disebelah kanan menu Slide baru (gambar 10.8) yang merupakan menu Slide
baru dengan tata letak. Sama seperti saat anda mengaktifkan menu Tata letak, pada
menu Slide baru dengan tata letak beberapa pilihan dari tata letak akan ditampilkan.
Nah anda tinggal pilih tata letak yang diinginkan dengan bantuan mouse .
Gambar 10.8. Menu Slide baru dengan tata letak.
Gambar 10.8. Pilihan tata letak pada menu Slide baru dengan tata letak.
189
Bab 11. Drive pada PC (lokal)
10.3. Menambahkan/mengubah transisi
Seperti halnya PowerPoint, Presentasi juga dilengkapi berbagai transisi yang
dapat diterapkan baik pada slide maupun pada obyek-obyek dalam slide. Transisi tak
lain adalah animasi pada slide atau obyek yang fungsinya selain menambah nilai
estetika suatu presentasi juga sebagai pengisi saat peralihan antar slide atau antar
obyek dalam slide. Namun demikian, tidak seperti pada PowerPoint, transisi yang
tersedia dalam Presentasi masih terbatas.
Transisi untuk slide berfungsi sebagai perantara setelah suatu slide menghilang
dan sebelum slide berikutnya muncul. Transisi untuk slide terdiri atas 7 jenis :
1. Tidak ada transisi. Slide berikutnya muncul seketika setelah slide sebelumnya
menghilang. Jenis transisi ini merupakan transisi bawaan.
2. Pudar. Slide sebelumnya memudar hingga hilang sama sekali kemudian diikuti
pemunculan slide berikutnya dari tiada menjadi ada.
3. Slide dari kanan. Slide sebelumnya digeser dari arah kanan oleh slide berikutnya.
4. Slide dari kiri. Slide sebelumnya digeser dari arah kiri oleh slide berikutnya.
5. Balik. Slide sebelumnya dan slide berikutnya mengisi 2 sisi dari suatu lembaran
dimana slide sebelumnya berada di sisi depan dan slide berikutnya ada di sisi
belakang. Lembaran akan berputar sehingga sisi belakang akan muncul
menggantikan sisi depan.
6. Kubus. Slide sebelumnya dan slide berikutnya mengisi sisi-sisi suatu kubus. Sisi
depan kubus menampilkan slide sebelumnya. Kubus kemudian berputar
menampilkan sisi berikutnya yang berisi slide berikutnya.
7. Galeri. Slide seolah ditampilkan pada suatu galeri dimana slide sebelumnya akan
bergerak menghilang kemudian digantikan oleh slide berikutnya.
Transisi untuk obyek berfungsi sebagai perantara antara pemunculan suatu slide
dengan slide berikutnya. Transisi untuk obyek dalam slide terdiri atas 7 jenis :
1. Semakin jelas. Obyek muncul dari tiada menjadi ada.
2. Memudar. Obyek menghilang dari ada menjadi tiada.
3. Layang ke Dalam. Obyek bergerak dari luar masuk ke dalam slide.
4. Layang ke Luar. Obyek bergerak dari dalam slide ke luar.
5. Perbesar. Obyek berubah dari kecil ke besar.
6. Perkecil. Obyek berubah dari besar ke kecil.
190
Bab 10. Bekerja dengan Presentasi
7. Putar. Obyek berputar 360o lalu diam.
Transisi-transisi di atas dapat diaktifkan melalui 3 cara yakni :
1. Ketika di klik. Transisi tidak langsung muncul. Transisi akan aktif saat klik mouse
dilakukan di atas slide.
2. Setelah yang sebelumnya. Transisi muncul setelah transisi sebelumnya selesai
dilakukan.
3. Dengan yang sebelumnya. Transisi muncul bersamaan dengan yang sebelumnya.
Kecepatan dari transisi dapat diatur dengan kecepatan rendah, sedang dan tinggi.
Baik cukup penjelasan mengenai transisi, selanjutnya kita coba menerapkan
transisi pada slide dengan tampilan seperti ditunjukkan pada gambar 10.10.
Gambar 10.9. Tampilan suatu slide yang akan diberikan transisi.
Untuk mengaktifkan transisi klik menu Transisi yang merupakan bagian dari
menu utama. Jika menu utama tidak muncul klik saja di sebarang tempat kosong dalam
slide , bukan pada salah satu obyek ! , maka menu utama akan muncul, dan segera
aktifkan menu Transisi. Setelah panel transisi muncul pada bagian kanan layar (gambar
10.11) kita atur terlebih dahulu transisi untuk slide. Perhatikan bahwa transisi bawaan
untuk slide adalah Tidak ada transisi. Untuk mengganti transisi bawaan klik tombol
segitiga yang ada di sebelah kiri dari kata Slide dan selanjutnya panel akan berubah
seperti ditunjukkan pada gambar 10.12. Klik drop down menu pada pemilih transisi dan
semua pilihan akan ditampilkan (gambar 10.13). Pilih saja misalnya Slide dari kanan.
Pilihan transisi ini dapat anda terapkan untuk slide yang saat itu aktif atau untuk semua
slide. Untuk menerapkan ke semua slide tekan tombol Terapkan ke semua slide (lihat
gambar 10.12). Untuk melihat bagaimana hasil dari penerapan transisi pada slide tekan
saja tombol Putar (gambar 10.12) dan suatu pratinjau dari presentasi akan
dimunculkan.
191
Bab 11. Drive pada PC (lokal)
Gambar 10.10. Panel transisi yang muncul di sebelah kanan slide setelah menu Transisi
diaktifkan.
Gambar 10.11. Pemilih transisi
192
Bab 10. Bekerja dengan Presentasi
Gambar 10.12. Pilihan transisi
Setelah mengaktifkan transisi untuk slide kita akan mencoba mengaktifkan
transisi untuk obyek-obeyk dalam slide (lihat gambar 10.10). Setelah menu transisi aktif
klik salah satu obyek misal tulisan Google Drive pada gambar 10.10. Setelah salah satu
obyek diaktifkan maka tampilannya seperti ditunjukkan pada gambar 10.14.
Gambar 10.13. Pengaturan transisi untuk obyek dalam slide
193
Bab 11. Drive pada PC (lokal)
Untuk menambahkan transisi bagi tulisan “Google Drive” klik Tambahkan
animasi (gambar 10.14), berikutnya akan muncul tampilan seperti ditunjukkan pada
gambar 10.15.
Gambar 10.14. Menu-menu pengaturan transisi
Adapun penjelasan dari gambar 10.15 adalah sebagai berikut :
1. Pengaturan transisi untuk slide.
2. Menghapus transisi dari obyek.
3. Memilih tipe transisi (Semakin jelas, memudar, layang ke dalam, layang ke luar,
perbesar, perkecil, putar).
4. Memilih saat transisi aktif (ketika diklik, setelah yang sebelumnya, dengan yang
sebelumnya) .
5. Memilih apakah transisi dilakukan sekaligus atau per paragraf.
6. Mengatur kecepatan transisi (rendah,sedang, cepat).
7. Menambahkan lagi animasi (transisi)
8. Memutar untuk pratinjau.
194