Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
Gambar 6.50b. Langkah 5 dari konfigurasi autoCrat.
Gambar 6.51. Langkah 6 dari konfigurasi autoCrat.
Langkah 6 (gambar 6.51) dari konfigurasi adalah memastikan apakah kita
melakukan preview terlebih dahulu, menundanya atau langsung mengeksekusi mail
merge. Untuk contoh kita langsung saja kita eksekusi. Nah, kita lihat hasilnya sekarang
(gambar 6.52).
95
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
Gambar 6.52. Perubahan pada spreadsheet Tes mail merge setelah proses mail merge dilakukan.
Setelah mail merge dijalankan maka ada perubahan pada spreadsheet tempat
penyimpanan data (Tes mail merge). Ada tambahan field baru (Document Merge Status)
sebagai hasil proses mail merge dari autoCrat. Perhatikan penjelasannya bahwa Google
Dokumen telah berhasil dibuat dan dikirimkan ke email dari Siti Salamah dan Budi
Susilo yakni ([email protected] dan [email protected]) namun dokumen
tidak terkirim ke [email protected] karena alamat ini tidak valid (tidak ada).
Tadi disebutkan bahwa Google document sudah berhasil dibuat, benarkah
demikian ? Kita cek folder Tes mail merge (gambar 6.53). Ternyata memang ada 3
dokumen yang dihasilkan.
Gambar 6.53. Tiga Google Document muncul pada folder Tes mail merge.
96
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
Kita buka salah satu dokumen dan kita lihat isinya (gambar 6.54).
Gambar 6.54. Isi dari salah satu Google Document dalam folder Tes mail merge.
Nah ternyata isi dari salah satu dokumen sesuai dengan skenario kita. Coba
bandingkan dengan isi pada gambar 6.36 yang belum terisi nama melainkan hanya
variabel nama saja.
Masih kurang meyakinkan hasil dari mail merge ? Kita coba membuka salah satu
mail dari siswa yakni Siti Salamah ([email protected]) pada gambar 6.55.
Gambar 6.55. email yang masuk sebagai proses mail merge dari autoCrat.
Kita lihat isi mailnya (gambar 6.56). Perhatikan bahwa subject dari email berikut
nama file untuk attachment sesuai dengan setelan yang kita lakukan sebelumnya.
Whew, ternyata panjang dan melelahkan juga proses mail merge. Baik kita
pelajari topik yang lain.
97
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
Gambar 6.56. Isi dari email yang masuk sebagai proses mail merge dari autoCrat.
98
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
6.11. Pertanyaan dan soal
1. Perhatikan tampilan gaya teks untuk file di bawah ini dimana judul memiliki gaya
jenis font Georgia, ukuran font 24, dan warna merah. Bagaimana urutan untuk
penyetelannya?
a. Pilih menu Judul dari menu Gaya. Kemudian tuliskan suatu judul dengan
suatu teks tertentu. Selanjutnya sorot judul tersebut dan ubah jenis font
menjadi Georgia, ukuran font 24 dan warna teks merah, maka gaya untuk
judul akan berubah sesuai penyetelan.
b. Pilih jenis font Georgia, setel ukuran font pada angka 24, pilih warna teks
merah. Selanjutnya arahkan mouse ke menu Gaya dan pilih Judul. Klik
tanda segitiga di sebelah Judul kemudian pilih “Terapkan Judul”. Kisi
c. Gerakkan mouse ke menu Gaya, kemudian pilih Judul. Setelan Pilih jenis
font Georgia, setel ukuran font pada angka 24, pilih warna teks merah.
d. Pilih jenis font Georgia, setel ukuran font pada angka 24, pilih warna teks
merah. Selanjutnya arahkan mouse ke menu Gaya dan pilih Judul. Klik
tanda segitiga di sebelah Judul kemudian pilih “Perbarui Judul untuk
dicocokkan”.
2. Buat penomoran halaman seperti pada gambar berikut ini dimana angka di
depan adalah nomor halaman dari halaman yang aktif (20) dan angka yang di
belakang (120) adalah jumlah halaman.
3. Proses yang paling tepat untuk melakukan jeda halaman adalah sebagai
berikut :
a. Letakkan kursor di bawah suatu bagian halaman yang akan dipisahkan
dari bagian lain pada posisi halaman baru. Selanjutnya gunakan menu
Sisipkan – Jeda Halaman sehingga seluruh bagian dokumen yang ada di
bawah kursor akan terpisah dari bagian atasnya.
99
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
b. Letakkan kursor di bawah suatu bagian halaman yang akan dipisahkan
dari bagian lain. Selanjutnya gunakan menu Sisipkan – Jeda Halaman
sehingga seluruh bagian dokumen yang ada di bawah kursor akan
terpisah dari bagian atasnya.
c. Tempatkan bagian halaman yang akan dipisahkan pada halaman baru
kemudian letakkan kursor di bagian atas halaman yang akan dipisahkan,
kemudian aktifkan menu Sisipkan – Jeda Halaman.
d. Cukup menggunakan tombol ENTER untuk memisahkan suatu bagian dari
halaman dengan halaman lain.
4. Buat catatan kaki seperti gambar di bawah ini. Perhatikan kata Words dan
Microsoft pada catatan kaki dicetak tebal.
5. Buat komentar seperti gambar di bawah ini.
6. Dapatkan kita melakukan penggantian suatu kata melalui menu Cari dan ganti
secara case sensitive dimana pencarian mempertimbangkan apakah kata yang
dicari mengandung huruf besar dan kecil ?
7. Buatlah suatu rumus seperti di bawah ini dalam dokumen.
100
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
8. Buatlah suatu gambar seperti di bawah ini dalam dokumen.
9. Buat Papan klik web memiliki tiga kata ( Google Dokumen, Google Spreadsheet,
dan Google Formulir) yang nantinya akan dengan mudah ditempelkan pada
dokumen seperti gambar di bawah ini.
101
Bab 6. Bekerja dengan Dokumen
102
7. Bekerja dengan Spreadsheet
7.1. Memformat obyek dalam sel
Bekerja dengan spreadsheet dalam lingkungan web seperti halnya Google
Spreadsheet sedikit berbeda dengan spreadsheet lain seperti Excel. Sebagai contoh
menyorot atau memblok beberapa sel sekaligus tidak dapat dilakukan seperti halnya
pada Excel yang cukup dengan klik dan seret; cara pada Google Spreadsheet sedikit
berbeda. Oleh karena itu subbab ini akan menjelaskan bagaiman memformat atau
memanipulasi obyek dalam sel. Obyek yang dimaksud di sini bisa berupa teks ataupun
angka.
7.1.1. Menyorot (memblok) beberapa sel
Menyorot atau memblok beberapa sel adalah aktivitas yang sering kita lakukan
ketika bekerja dengan spreadsheet. Contohnya adalah ketika kita ingin membuat suatu
grafik. Nah, cara menyorot beberapa sel pada Google Spreadsheet sedikit berbeda
dengan Excell. Perhatikan gambar 7.1., jika kita ingin menyorot sel A2 hingga F9 maka
kita tidak dapat melakukannya dengan cara menyorot sel A2 terlebih dahulu kemudian
setelah muncul tanda + (plus) pada ujung sel kita tinggal menariknya hingga ke sel F9.
Cara tersebut berlaku pada Excell tapi tidak pada Google Spreadsheet. Tanda + yang
kemudian diseret hanya berlaku untuk sorotan baris yang sama atau kolom yang sama,
selain itu tujuannya adalah untuk menyalin isi dari sel pertama ke sel-sel berikutnya.
Lalu bagaimana caranya kita menyorot A2 – F9 ?
Gambar 7.1. Sel A2 – sel F9 tidak dapat disorot langsung dengan menyeret mouse.
Untuk menyorot A2 – F9 pertama klik kursor di atas sel A2, kemudian arahkan
kursor ke sel F9, sambil menekan tombol UP klik kursor pada sel F9, dan sekarang sel
A2-F9 telah tersorot (gambar 7.2).
103
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.2. Sel A2 – sel F9 tersorot dengan bantuan tombol UP dan klik mouse pada sel F9.
7.1.2. Menggeser posisi blok sel
Setelah anda mengetahui cara menyorot beberapa sel saatnya anda mencoba
menggeser blok suatu sel. Sebelum menggeser satu atau beberapa sel anda harus
menyorotnya terlebih dahulu. Mengikuti contoh pada subbab sebelumnya maka mula-
mula kita sorot sel A2-D6. Setelah sel-sel tersebut tersorot arahkan kursor ke tepi dari
blok sel hingga muncul gkursor berbentuk tangan yang mencengkeram. Dengan bantuan
kursor berbentuk tangan tadi geserlah blok sel ke posisi yang anda kehendaki. Gambar
7.3. menunjukkan blok sel yang sudah digeser ke posisi yang baru.
Gambar 7.3. Blok sel A2 –F9 digeser ke B2 – G9.
104
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
7.1.3. Meratakan teks dalam sel
Kita ingin membuat teks-teks dalam sel A2-F2 pada gambar 7.3 berada tepat di
tengah-tengah sel. Sorot sel A2-F2, kemudian arahkan kursor ke pengatur Perataan
horizontal , selanjutnya muncul drop-down menu yang berisi pengaturan perataan kiri,
tengah, dan kanan (gambar 7.4). Klik perataan tengah. Hasilnya sekarang teks dalam sel
A2-F2 berada di tengah (gambar 7.5).
Gambar 7.4. Pengatur perataan horizontal
Gambar 7.5. Teks dalam sel A2-F2 dalam kondisi rata tengah
7.1.4. Mengganti jenis font
Suatu spreadsheet dengan banyak data (sel) di dalamnya tentu tidak menarik
untuk dilihat jika semua sel memiliki tampilan yang sama seperti ditunjukkan pada
gambar 7.6. di bawah ini.
105
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.6. Sel-sel dengan tampilan yang seragam.
Bagaimana kita memformat sel agar memiliki tampilan yang lebih menarik
dengan jenis font , ukuran font atau warna font yang berbeda. Mari kita lihat bersama.
Kita ingin mengganti font dari teks dalam sel A2-F2. Sorot sel A2-F2, kemudian arahkan
kursor ke pengatur font, selanjutnya muncul drop-down menu yang berisi jenis font
yang tersedia, pilih Verdana dan klik disitu. Lihat gambar 7.7. Hasilnya dari pengaturan
jenis font dapat dilihat pada gambar 7.8.
Gambar 7.7. Pengaturan jenis font.
106
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.8. Sel A2-F2 memiliki font dengan jenis Verdana
7.1.5. Mengganti ukuran font
Sorot sel A2-F2, kemudian arahkan kursor ke pengatur ukuran font, selanjutnya
muncul drop-down menu yang berisi ukuran font yang tersedia, pilih ukuran 14 dan klik
disitu. Lihat gambar 7.9. Hasilnya dari pengaturan jenis font dapat dilihat pada gambar
7.10.
Gambar 7.9. Pengaturan ukuran font.
107
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.10. Sel A2-F2 memiliki ukuran font 14
7.1.6. Mengganti warna font
Sorot sel A2-F2, kemudian arahkan kursor ke pengatur warna font, selanjutnya
muncul tabel warna, pilih ukuran 14 dan klik disitu. Lihat gambar 7.11. Hasilnya dari
pengaturan jenis font dapat dilihat pada gambar 7.12.
Gambar 7.11. Pengaturan warna font
108
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.12. Sel A2-F2 memiliki warna biru
Untuk pengaturan-pengaturan yang lain anda dapat mencobanya sendiri misal
membuat teks menjadi tebal atau mengatur agar teks berada di tengah sel, rata kiri, rata
kanan, dan sebagainya.
7.1.7. Merapikan teks dalam satu sel
Ketika kita menulis suatu kalimat yang panjang dan mencakup lebih dari satu sel
(gambar 7.13 ) maka setelah kita menekan tombol ENTER yang menandai akhir dari
tulisan kita maka teks yang terpampang dalam sel tersebut adalah seperti ditunjukkan
pada gambar 7.14.
Gambar 7.13. Teks panjang yang mencakup lebih dari satu sel
Gambar 7.14. Teks panjang yang mencakup lebih dari satu sel ditampilkan hanya dalam satu sel
109
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Jika kita ingin merapikan teks dalam sel tersebut sehingga seluruh teks terbaca
(word wrap) maka gunakan tombol Rapikan teks (gambar 7.15 ). Hasil dari klik
tombol tadi ditunjukkan pada gambar 7.16.
Gambar 7.15. Menu untuk merapikan teks
Gambar 7.16. Teks yang sudah rapi dengan kondisi word wrap.
7.1.8. Merapikan teks dalam lebih dari satu sel (menggabungkan sel)
Teks seperti gambar 7.16 tidak hanya bisa dirapikan dalam satu sel seperti
gambar namun bisa juga dirapikan dalam beberapa sel dalam arah horizontal dan
vertikal. Kita ambil contoh arah horisontal. Mula-mula pilih sel-sel yang akan ditempati
oleh teks; pada contoh ini sel A2 - C2 (gambar 7.17). Kemudian cari tombol Gabungkan
sel (gambar 7.18). Klik tombol ini dan hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.19.
Gambar 7.17. Pemilihan sel-sel yang akan digunakan untuk menampung suatu teks
Gambar 7.18. Menu gabungkan sel.
110
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.19. Teks ditampung dalam 3 sel yang bergabung menjadi 1 sel.
7.1.9. Memformat angka
Kita dapat memformat angka dalam Spreadsheet seperti halnya memformat
angka dalam Excel. Mari kita lihat contohnya (gambar 7.20).
Gambar 7.20. Angka dalam suatu sel yang akan diformat.
Kita masukkan suatu angka yakni 153.357,3333333 ke dalam sel B2. Format angka yang
berlaku secara default adalah format normal. Sekarang anda ingin membulatkan nilai
dalam sel B2? Arahkan kursor ke menu dan klik di sana maka menu pengaturan
angka akan ditampilkan (gambar 7.21)
Gambar 7.21. Manu pemformatan angka
Pilih menu Dibulatkan maka tampilan dalam sel B2 akan berubah menjadi 153.357.
111
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Sekarang pilih dibulatkan hingga 2 desimal. Arahkan lagi kursor ke dan pilih menu
2 Desimal (gambar 7.22).
Gambar 7.22. menu pembulatan desimal
Angka di sel B2 menjadi 153.357,33.
Beberapa format lain misalnya :
1. Untuk menetapkan angka desimal lebih dari dua anda bisa menggunakan pilihan
Desimal Khusus.
2. Untuk mengubah nilai numerik menjadi mata uang rupiah gunakan menu . Untuk
menggunakan mata uang gunakan pilihan Mata Uang Lain.
3. Untuk mengubah format angka menjadi format ilmiah misal 1.000.000 menjadi
1E+10 gunakan pilihan Ilmiah.
4. Dsb
Untuk melihat pilihan-pilihan apa saja yang tersedia lihat gambar 7.23.
112
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.23. Jenis-jenis pemformatan untuk angka.
7.1.10. Performatan Bersyarat
Kita dapat melakukan pemformatan untuk suatu kondisi tertentu. Jika kondisi
terpenuhi maka performatan berlaku, jika sebaliknya tidak berlaku. Kita ambil contoh
data berikut ini (gambar 7.24)
113
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.24. Data yang akan diberlakukan performatan bersyarat.
Gambar 7.24. menunjukkan siswa-siswa yang nilainya memenuhi KKM (minimal 7,5)
dan yang tidak. Kita ingin kolom G (nilai rata-rata) akan memiliki warna latar hijau jika
memenuhi KMM dan warna latar merah jika sebaliknya. Untuk melakukannya klik
header dari kolom membuat siswa yang nilai KKMnya (gambar 7.24 ) kemudian
aktifkan menu Format – Pemformatan bersyarat (gambar 7.25 ).
Gambar 7.25. Menu pemformatan bersyarat
114
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.26. Drop down menu untuk membuka beberapa pilihan Pemformatan bersyarat
Gambar 7.27. Beberapa pilihan dari pemformatan bersyarat
Gambar 7.28. Performatan bersyarat dengan pilihan “lebih besar dari”
Setelah menu Format – Pemformatan bersyarat diaktifkan maka muncul
jendela baru seperti berikut ini (gambar 7.26). Klik pilihan Teks mengandung sehingga
115
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
muncul menu baru (gambar 7.27). Pilih pilihan Lebih besar dari dan kemudian isi
kondisi yang diinginkan (gambar 7.28 ) yakni lebih besar 7,5 , kemudian ubah warna
latar dengan warna hijau dengan mengklik kotak warna dan pilih warna hijau. Kondisi
ini akan membuat sel-sel dalam kolom G akan berwarna hijau jika nilainya lebih besar
dari 7,5. Selanjutnya tambahkan aturan lain dengan mengklik Tambah aturan lain
(gambar 7.28) dengan menambahkan aturan Setara dengan 7,5 juga dengan warna latar
hijau dan Kurang dari 7,5 dengan warna latar merah. Aturan lengkapnya ditunjukkan
pada gambar 7.29.
Gambar 7.29. pengaturan lengkap untuk pemformatan bersyarat
Setelah semua aturan telah dikenakan maka klik tombol Simpan aturan, selanjutnya
kita dapat melihat hasilnya pada gambar 7.30 .
Gambar 7.30. Pemformatan bersyarat yang telah berhasil dilakukan pada data dari gambar 7.24.
116
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
7.1.11. Membekukan baris atau kolom
Sering kali kita memiliki data dengan jumlah kolom yang banyak sehingga tidak
semua kolom dapat ditampilkan dalam satu layar. Untuk melihat kolom-kolom yang tak
terlihat dalam layar kita harus menggunakan scroll bar horizontal dengan cara
menggesernya ke kanan atau ke kiri. Selain problem tersebut kita juga kesulitan untuk
melihat suatu data dalam kolom milik data yang mana dalam kolom yang lain. Sebagai
contoh kita memiliki daftar nilai siswa seperti ditunjukkan pada gambar 7.31a dan
7.31b dibawah ini.
Gambar 7.31a . Daftar nilai dari siswa
Gambar 7.31b. Daftar nilai siswa (sambungan gambar 7.31a)
Gambar 7.31a dan 7.31b adalah satu spreadsheet mengenai daftar nilai siswa.
Pada gambar 7.31a kolom Olah Raga, PKN dan seterusnya tidak muncul, sementara
pada gambar 7.31b (setelah spreadsheet digeser kekanan dengan scroll bar horizonayl)
kolom Olah Raga hingga Memenuhi kriteria KKM muncul tetapi kolom Nama Siswa
hingga Bahasa Inggris tidak muncul. Dengan tampilan seperti pada gambar 7.31a kita
tidak bisa melihat dengan jelas nilai Olah Raga, PKN, IPS dan seterusnya untuk masing-
masing siswa; sementara dengan tampilan seperti gambar 7.31b kita tidak bisa melihat
dengan teliti nilai Olah Raga 7,1 itu milik semua.
Nah untuk mengatasi masalah di atas kita bisa membuat salah satu kolom dalam
keadaan beku (freeze). Kolom dalam keadaan beku artinya kolom-kolom tersebut tidak
akan ikut bergeser kekanan dan kekiri mengikuti arah pergeseran scroll bar horizontal.
117
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Untuk membekukan satu atau beberapa kolom sangat mudah dan sebelum kita
membekukan kolom-kolom tersebut kita tentukan terlebih dahulu kolom-kolom mana
yang akan kita bekukan. Dengan data seperti ditunjukkan pada gambar 7.31a dan 7.31b
maka kolom-kolom yang cocok untuk dibekukan adalah kolom 1 dan 2 atau kolom
Nama Siswa dan Jenis Kelamin.Google Spreadsheet hanya membatasi jumlah
pembekuan kolom sebanyak 5 kolom dan baris sebanyak 10 baris. Untuk melakukan
kolom arahkan kursor ke menu Lihat, pilih Bekukan kolom, karena ada dua kolom
yang akan kita bekukan pilih Bekukan 2 kolom (gambar 7.32).
Gambar 7.32 Menu Bekukan kolom.
Ups, tapi apa yang terjadi ? Drive mengirimkan pesan kesalahan seperti gambar
7.33 di bawah ini
Gambar 7.33. Pesan kesalahan saat pembekuan sel karena ada sel-sel yang bergabung (merge)
118
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Jika melihat pesan kesalahan di atas penyebabnya adalah adanya sel-sel yang
tergabung menjadi satu. Hal ini terjadi pada judul dari spreadsheet yakni “Daftar Nilai
Siswa Kelas 7B SMP Negeri 1 Kota S” yang menggabungkan 5 sel (kolom) menjadi satu
sel. Supaya pesan kesalahan pembekuan kolom dapat dihilangkan maka sel-sel yang
meliputi judul harus dipisahkan terlebih dahulu. Setelah dipisahkan kita dapat
membekukan sel seperti ditunjukkan pada gambar 7.34.
Gambar 7.34. Kolom mengalami pembekuan
Nah dengan 2 kolom yang dibekukan seperti tampilan pada gambar 7.34 kita
dengan mudah melihat data-data yang lain. Dengan cepat kita bisa melihat bahwa nilai
olah raga dari Siti Aminah adalah 7,1.
Untuk menghilangkan kolom yang telah dibekukan ? Mudah saja kembali ke
menu Lihat, Bekukan kolom dan pilihlah Tidak ada kolom beku maka spreadsheet
kembali normal lagi.
Setelah mencoba cara membekukan kolom kita coba cara membekukan baris.
Caranya sama saja kita tentukan terlebih dahulu berapa baris yang akan kita bekukan.
Gambar 7.35 dibawah ini menunjukkan spreadsheet dengan data-data yang tidak
semuanya bisa ditampilkan, data yang tidak terlihat di layar bisa ditampilkan setelah
kita menggeser scroll bar vertikal ke atas dan ke bawah. Supaya kita bisa data-data di
bagian bawah dengan baris pertama dan kedua tetap ada (dalam keadaan beku) maka
langkah yang dilakukan adalah arahkan kursor ke menu Lihat, pilih Bekukan baris dan
Bekukan 2 baris (gambar 7.36). Perhatikan kali ini tidak ada pesan error seperti saat
kita membekukan kolom, mengapa ?
Setelah dua baris dibekukan maka hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.37.
Sekarang kita dapat melihat data-data di bagian bawah dengan baris satu dan dua tetap
dalam keadaan beku sehingga kita dapat melihat data dengan jelas.
119
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.35. Data siswa yang barisnya akan dibekukan
Gambar 7.36. Menu untuk membekukan baris
120
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.37. Spreadsheet dengan baris yang telh dibekukan
7.2. Bekerja dengan Rumus
Fungsi khusus dari suatu spreadsheet adalah untuk mengolah data numerik
(angka). Dengan demikian penggunaan rumus menjadi suatu aktivitas yang sangat
sering dilakukan manakala berkerja dengan suatu spreadsheet. Google spreadsheet
memiliki banyak rumus yang tersedia dan siap digunakan sebagaimana rumus-rumus
lain yang tersedia di dalam aplikasi spreadsheet lainnya. Nah mari kita mengeksplor
rumus-rumus dalam Google spreadsheet dengan memasukkan suatu rumus sederhana
dalam suatu sel.
7.2.1. Memasukkan suatu rumus dalam sel
Seperti spreadsheet lainnya, cara memasukkan rumus dalam suatu sel adalah
menggunakan simbol = (sama dengan). Kita lihat contohnya berikut ini.
121
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.38. Sel-sel berisi data-data numeric yang akan diberlakukan suatu operasi aritmetik
Perhatikan gambar 7.38. Sel A2 berisi data numerik yakni angka 23, sel B2 berisi
angka 45. Kita ingin menjumlahkan angka di sel A2 dan B2 dan hasilnya kita letakkan di
C2. Bagaimana caranya ?
Gambar 7.39. Sel C2 yang dijadikan tempat penjumlahan sel A2 dan B2.
Letakkan kursor di sel C2 kemudian masukkan tanda = (gambar 7.39). Setelah
tanda sama dengan anda bisa langsung menuliskan A2 di sel C2, tapi untuk lebih
cepatnya anda dapat langsung mengklik sel A2 (gambar ).
Gambar 7.40. Pemilihan sel A2 dilakukan dengan cara mengklik sel A2.
Karena anda akan melakukan operasi penjumlahan tambahkan saja tanda + di
belakang A2 pada sel C2 dan selanjutnya klik sel B2. Hasilnya ditunjukkan pada gambar
7.41.
122
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.41. Operasi penjumlahan yang dimasukkan dalam sel C2.
Kemudian tekan ENTER dan hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.42
Gambar 7.42. Sel C2 berisi hasil penjumlahan A2 dan B2.
Perhatikan bahwa sel C2 sekarang berisi hasil penjumlahan A2 dan B2 yakni 68.
Jika kita klik sel C2 maka akan terlihat rumus yang diterapkan disitu (yakni A2+B2)
pada box fx yang ada di bagian atas dari sheet yang tengah aktif.
Setelah kita mencoba suatu rumus yang sederhana saatnya kita mencoba rumus
yang lebih komplek dan untuk mudahnya kita gunakan saja rumus bawaan dari Google
spreadsheet. Kita coba hal yang berikut ini (gambar 7.43). Kita ingin memasukkan nilai
rata-rata dari tiap siswa pada kolom G. Untuk memulainya kita coba dengan dengan
baris 3 (data dari siswa Budi Susilo).
Gambar 7.43. Data nilai siswa yang akan dihitung rata-ratanya.
Karena kita ingin memasukkan nilai rata-rata dari Budi Susilo di sel G3 maka
letakkan kursor di sel tersebut. Untuk memasukkan nilai rata-rata kita dapat
menggunakan rumus yang sudah disediakan oleh Google Spreadsheet. Cari tombol
dan klik disitu sehingga muncul beberapa rumus bawaan, pilih AVERAGE (gambar 7.44).
123
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.44. Menu AVERAGE yang merupakan salah satu formula yang tersedia dalam Drive.
Selanjutnya rumus AVERAGE akan muncul di sel G3 (gambar 7.45).
Gambar 7.45. Formula AVERAGE muncul dalam sel G3.
Karena kita ingin menghitung rata-rata dari nilai-nilai C3 – F3 maka letakkan
kursor di C3 kemudian arahkan kursor di F3 dan sambil menekan tombol UP klik mouse
di sel F3. Hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.46.
Gambar 7.46. Formula AVERAGE yang sudah lengkap.
Setelah itu tekan ENTER dan sel G3 berisi nilai rata-rata dari C3-F3 (gambar
7.47).
124
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.47. Sel G3 berisi nilai rata-rata dari data yang ada di sel C3-F3.
7.2.2. Menyalin suatu rumus dari satu sel ke sel yang lain
Rumus dalam suatu sel dapat disalin ke sel yang lain melalui cara yang sangat
mudah yakni salin dan tempel. Penyalinan suatu rumus memiliki dua tipe berdasarkan
acuannya yakni acuan relatif dan absolut. Tanpa perlu penjelasan yang detil terlebih
dahulu mungkin akan lebih jelas bila kita melihat langsung contohnya, kita mulai
dengan contoh pertama yakni acuan relatif.
Salinan dengan acuan relatif
Kita telah mencoba memasukkan rumus dalam suatu sel yang hasilnya
ditunjukkan pada gambar 7.47 di atas. Kita telah memasukkan rumus dalam sel G3.
Sekarang kita akan mencoba menyalin rumus yang ada di sel G3 ke sel-sel lain yang ada
di bawahnya yakni sel G4 hingga G9. Untuk lebih jelasnya kita mulai dengan menyalin
rumus dari sel G3 ke G4. Kita sorot sel G3 sampai sel tersorot yang ditandai dengan
batas-batas yang berwarna biru. Kemudian arahkan kursor ke bagian kanan-bawah dari
batas sel hingga muncul tanda +. Dengan bantuan tanda + tersebut klik dan seret batas
dari sel G3 hingga seluruh batas sekarang melingkupi sel G3 dan G4. Lepaskan mouse
pada saat batas sudah melingkupi sel G4 dan otomatis sel G4 akan mengkopi rumus dari
sel G3.
Gambar 7.48 pengkopian rumus dari sel G3 ke G4
Perhatikan gambar 7.48, salinan rumus dari G3 yakni AVERAGE(C3:F3) saat
disalin ke sel G4 tidak lagi AVERAGE(C3:F3) melainkan AVERAGE(C4:F4) ! Inilah yang
125
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
disebut salinan dengan acuan relatif. Alih-alih menyalin nilai dari G3, salinan relatif
menyalin rumus dan kemudian menyesuaikan nomor baris tempat rumus tersebut
ditempelkan. Karena rumus ditempelkan ke sel G4 maka cakupan dari rumus yang
disalin adalah C4:F4 dan bukan C3:F3. C3:F3 adalah cakupan dari rumus yang berlaku di
G3 sementara C4:F4 adalah cakupan rumus yang berlaku di G4.
Kita tentu saja tidak perlu satu persatu menyalin dan menempel rumus dalam G3
ke tiap sel dari G4, G5 dan seterusnya hingga G9. Cara yang lebih cepat adalah menyeret
batas dari sel G3 langsung ke G9 maka tiap sel dari G4 hingga G9 akan memiliki rumus
yang sesuai dengan cakupan masing-masing. Perhatikan gambar 7.49 .
Gambar 7.49. Penyalinan rumus pada G3 ke G4-G9.
Salinan dengan acuan absolut
Kita telah mencoba menyalin rumus dengan acuan relatif, sekarang kita mencoba
menyalin dengan acuan absolut. Perhatikan gambar 7.50 ,
Gambar 7.50. Sel B12 akan berfungsi sebagai referensi.
Untuk menunjukkan contoh penyalinan dengan acuan absolut kita coba
tambahkan satu sel sebagai acuan (B12) yang merupakan KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal) rata-rata kelas yakni nilai 7,5. Siswa yang nilai rata-ratanya melebihi KKM
rata-rata maka berarti KKM bagi siswa tersebut terpenuhi dan jika sebaliknya berarti
126
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
tidak terpenuhi. Untuk menerapkan hal ini kita coba masukkan dalam sel H3 rumus
sebagai berikut :
=if(G3>=B12;”Terpenuhi”;”Tidak”)
Arti dari rumus tersebut adalah jika nilai rata-rata dari siswa Budi Susilo
(terletak di sel G3) lebih besar atau sama dengan nilai KKM rata-rata (terletak di sel
B12) maka dalam sel H3 akan muncul teks “Terpenuhi”, jika sebaliknya maka dalam sel
H3 akan muncul teks “Tidak”. Hasilnya (gambar 7.51) sesuai harapan kita yakni dalam
sel H3 muncul teks “Terpenuhi” hal ini dikarenakan nilai rata-rata siswa Budi Susilo(G3)
lebih besar dari KKM rata-rata(B12).
Gambar 7.51. Penerapan rumus IF pada sel H3
Setelah kita memasukkan rumus di H3 untuk menetapkan apakah seorang siswa
dinyatakan “terpenuhi” atau “tidak” untuk KKM kita akan mencoba untuk menyalin
rumus di H3 ke sel-sel yang ada di bawahnya; sama seperti ketika kita menyalin rumus
untuk menghitung rata-rata. Kita coba dan lihat hasilnya (gambar 7.52).
Gambar 7.52. Penyalinan rumus dalam sel H3 ke sel H4-H9 yang masih salah.
Apa yang terjadi? Ternyata semua siswa terpenuhi KKMnya. Bukankah ini hal
yang aneh karena nilai KKM adalah 7,5 sementara siswa Dewi Astuti, Suryadi dan David
127
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
S memiliki nilai di bawah 7,5. Mengapa mereka dinyatakan terpenuhi ? Apakah ada yang
salah dengan rumusnya ?
Ya, sebenarnya ada ketidak tepatan dari rumus yang digunakan. Rumus tersebut
masih menggunakan acuan relatif. Mari kita lihat. Rumus yang berlaku pada siswa Dewi
Astuti (H6) adalah if(G3>=B15;”Terpenuhi”;”Tidak”), untuk Suryadi (H7) adalah
if(G3>=B16;”Terpenuhi”;”Tidak”), dan untuk David (H9) adalah
if(G3>=B18;”Terpenuhi”;”Tidak”). Padahal kita tahu bahwa B15, B16 dan B18 tidak
ada nilainya alias nol, dengan demikian rumus bagi ketiga siswa tadi selalu
menghasilkan teks “terpenuhi”. Padahal seharusnya rumus yang berlaku adalah
if(G3>=B12;”Terpenuhi”;”Tidak”) karena nilai KKM diletakkan di sel B12.
Hal di atas terjadi karena kita menggunakan acuan relatif. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut kita harus menggunkan acuan absolut. Ini berarti tak perduli di
sel manapun pada kolom H acuan yang digunakan tetap B12. Untuk melakukan hal ini
kita cukup mengubah rumus dengan menetapkan B12 sebagai acuan absolut. Caranya ?
cukup tambahkan tanda $ di depan huruf dan angka dari B12. Dengan demikian
perubahannya B12 menjadi $B$12. Rumus lengkapnya pada H3 adalah
=if(G3>=$B$12;”Terpenuhi”;”Tidak”)
Ingat yang merupakan acuan absolut hanya B12, G3 dan seterusnya tetap
merupakan acuan relatif. Ini berarti saat di sel H4 rumus tersebut menjadi
if(G4>=$B$12;”Terpenuhi”;”Tidak”), saat di sel H5 rumus tersebut menjadi
if(G5>=$B$12;”Terpenuhi”;”Tidak”), dan seterusnya. Jika rumus pada H3 disalin ke
sel-sel di bawahnya maka hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.53 .
Gambar 7.35. Penyalinan rumus dari sel H3 ke sel H4-H9 yang sudah benar.
Kita lihat sekarang keadaan di sel H6, H7 dan H9 sudah berubah sesuai dengan
yang seharusnya.
128
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
7.3. Bekerja dengan Bagan
7.3.1. Membuat bagan
Seperti pengolah angka yang lain maka Spreadsheet pun memiliki fasilitas untuk
membuat bagan (chart). Kita lihat data berikut ini
Gambar 7.36. Data dari nilai siswa yang akan dibuat bagannya.
Gambar 7.36 di atas adalah data nilai rata-rata dari suatu kelas dari tahun 2009
– 2013. Kita ingin membuat bagan dari data di atas. Caranya adalah memblok sel-sel
yang berisi data yang kita perlukan (A3:F8).
Data pada sel B3-F3 harus dipastikan terlebih dahulu merupakan data
dalam format teks biasa. Jika data-data tersebut dalam format angka bisa
dipastikan anda akan mendapatkan hasil yang berbeda.
Setelah kita menentukan sel yang menjadi data bagi bagan maka arahkan kursor
ke menu bagan ( ) dan klik di situ. Sebuah jendela pengaturan bagan (gambar 7.37)
kemudian akan dimunculkan.
Gambar 7.37. Jendela pengaturan bagan 129
Pengatur bagan memiliki 3 menu Tab masing-masing :
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
1. Mulai untuk pengaturan awal
2. Bagan untuk mengatur jenis bagan yang ingin ditampilkan
3. Sesuaikan untuk mengatur judul, jenis font maupun ukurannya.
Pada menu tab Mulai kita bisa memilih untuk menukar data baris dan kolom, jika
pengatur tukar baris/kolom diaktifkan maka bentuk bagan akan berubah
(gambar 7.38).
Gambar 7.38. Pertukaran data dari baris ke kolom menghasilkan bagan yang berbeda
Menu Tab Bagan digunakan untuk mengatur jenis-jenis bagan yang akan
ditampilkan (gambar 7.39).
130
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.39. Menu Bagan untuk memilih berbagai tipe bagan.
Dan terakhir menu tab Sesuaikan digunakan untuk mengatur jenis font, ukuran
font, judul, warna bagan dsb (gambar 7.40).
Gambar 7.40. Pengaturan font untuk bagan.
Setelah semua parameter pengaturan dilakukan tekan Sisipkan. Hasilnya bagan
akan muncul pada spreadsheet (gambar 7.41).
131
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.41. Bagan muncul dalam spreadsheet.
Bagaimana bila kita ingin mengedit bagan kita ? Mudah saja klik saja bagan maka
mode pengeditan akan aktif (gambar 7.42).
132
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.42. Mode pengedtan bagan aktif.
Pada bagian kanan atas dari jendela pengeditan akan muncul menu baru yakni :
1. Pengeditan lanjutan, menu ini digunakan untuk membuka lagi jendela pengeditan
seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.37 - gambar 7.40.
2. Hapus bagan, menu ini digunakan untuk menghapus bagan.
3. Simpan gambar, menu ini digunakan untuk menyimpan (mengunduh) bagan. Format
yang digunakan adalah PNG (Portable Network Graphics).
4. Terbitkan bagan, menu ini digunakan untuk melihat kode html dan JavaScript dari
bagan. Kita tinggal menyalin dan menempelkannya saja dalam html editor maka
halaman web yang kita buat dapat menampilkan bagan yang kita buat.
5. Salin bagan , menu ini digunakan untuk menyalin bagan dan menempelkannya pada
Google app yang lain seperti : Document atau Presentation.
6. Pindahkan ke sheet sendiri, menu ini untuk memindahkan bagan ke sheet lain yang
terpisah dari sheet dimana data berada.
7.3.2. Menyalin (menempelkan) bagan dalam dokumen
Lalu bagaimana bila kita membuat bagan di Spreadsheet dan kemudian ingin
menyalinnya dalam dokumen. Sangat mudah, klik bagan, kemudian klik tanda segitiga di
bagian kanan-atas, lalu pilih Salin bagan. Kemudian buka suatu dokumen kemudian
lanjutkan dengan klik kanan mouse dan pilih tempel. Cara yang lain langsung saja
CRTL+V dalam dokumen dan bagan akan tertempel dalam dokumen (gambar 7.43).
133
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.43. Bagan yang berhasil disalin ke Dokumen.
7.3.3. Membuat garis regressi
Garis regresi adalah garis linier yang menjelaskan hubungan antara suatu
variabel (x) dan variabel (y). Karena merupakan garis linier maka kemiringan (slope)
dari garis menjelaskan sifat hubungan antara x dan y; semakin kecil garis kemiringan
semakin tinggi korelasi antara kedua variabel. Karena merupakan garis linier maka
hubungan antara x dan y mengikuti persamaan
y = mx + n
dimana m adalah gradien/slope/kemiringan garis, dan n adalah titik potong garis
dengan sumbu y.
Nah, kita akan mencoba membuat suatu garis regresi dengan menggunakan
Spreadsheet, sayangnya Spreadsheet tidak menyediakan langsung fasilitas untuk
menggambar garis regresi. Untuk menampilkan garis regresi dalam spreadsheet kita
perlu sedikit usaha; nah untungnya spreadsheet menyediakan rumus untuk menghitung
slope(m) dan titik potong dengan sumbu y (n) dari sekumpulan data yang kita punyai.
Mari kita lihat contohnya.
Misal saja suatu hari, sebagai guru, anda ingin melihat korelasi antara berat
badan siswa dan tinggi badan yang mereka miliki. Hal ini penting untuk melihat kondisi
kesehatan siswa-siswa di sekolah. Untuk itu anda melakukan pengukuran berat dan
134
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
tinggi badan beberapa siswa sebagai sampel, hasilnya anda masukkan dalam suatu
spreadsheet seperti ditunjukkan pada gambar 7.44.
Gambar 7.44. Data berat dan tinggi siswa yang akan dibuat garis regresinya.
Kita coba lihat penggambaran data-data di atas dengan bagan sebar (scatter).
Dengan pilihan bentuk bagan sebar kita mendapatkan bagan seperti ditunjukkan pada
gambar 7.45.
135
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.45. Pilihan bagan dengan tipe sebar (scatter)
Gambar 7.46. Diagram sebar (scatter) dari data mengenai berat dan tinggi.
Gambar 7.46 di atas menunjukkan sebaran data berat dan tinggi badan. Nah,
sekarang kita mencoba untuk membuat garis regresi yang mencerminkan
kecenderungan hubungan dari berat dan tinggi badan. Kita sekarang mencoba
menghitung kemiringan dan titik potong garis regresi. Kita akan menghitung besarnya
kemiringan dari garis regresi dengan menggunakan rumus SLOPE(data_Y;data_X), dan
menghitung titik potong dengan sumbu y dengan rumus INTERCEPT(data_Y;data_X), di
mana data_Y adalah cakupan dari data untuk variabel y dan data_X adalah cakupan
untuk variabel x. Karena kita akan melihat pengaruh berat badan terhadap tinggi maka
berat badan adalah data-data untuk variabel x dan tinggi badan adalah data-data untuk
variabel y. Perhatikan gambar 7.44 cakupan data untuk variabel x (berat) ada di kolom
A, dan cakupan data untuk variabel y (tinggi) ada di kolom B. Untuk menghitung
136
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
kemiringan dari garis regresi letakkan kursor ke sel sebarang (misal D2) kemudian
masukkan rumus slope(A2:A25;B2:B25). Untuk menghitung titik potong dengan
sumbu y letakkan kursor ke sel sebarang (misal E2) kemudian masukkan rumus
intercept(A2:A25;B2:B25). Setelah kita masukkan rumus di kedua sel tersebut maka
muncul nilai-nilai dari slope dan intercept.
Gambar 7.47. Nilai dari slope dan intercept muncul pada sel D2 dan E2.
Setelah kita mendapatkan nilai m dan n maka kita akan membuat nilai-nilai dari
regresi pada kolom C. Masukkan rumus =$D$2*A2+$E$2 di sel C2 (gambar 7.48).
Rumus tersebut jika diuraikan adalah sebagai berikut : m adalah slope dari garis regresi,
n adalah titik potong garis regresi dengan sumbu-y dan x adalah berat badan.
Gambar 7.48. Rumus untuk regressi
Kemudian kopikan rumus di sel C2 ke sel-sel dari kolom C di sel-sel bawahnya.
Hasilnya ditunjukkan pada gambar
Gambar 7.49. Rumus regressi disalin ke sel-sel C3 dan seterusnya.
Kemudian sorot ulang data, kali ini sorot (A2:C25), kemudian buat bagan lagi.
Hasilnya ditunjukkan pada gambar 7.50.
137
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.50. Bagan sebar dari data berat badan dan tinggi badan yang telah memiliki garis
regressi
7.4. Menyaring data
Ada kalanya kita berhadapan dengan suatu data dengan jumlah yang besar .
Untuk melihat data-data tertentu dari keseluruhan data tentu saja membutuhkan
ketelitian dan waktu. Coba kita lihat data seperti gambar 7.51, tentunya sulit jika kita
ingin melihat nilai dari salah satu siswa saja atau dari salah satu mata pelajaran saja.
Untungnya Spreadsheet telah dilengkapi dengan alat untuk menyaring data. Untuk
melakukan penyaringan klik sebarang pada salah satu sel dalam data kemudian aktifkan
menu filter ( ). Setelah filter diaktifkan maka pada header atau field dari data akan
muncul tombol drop down (gambar 7.52). Dengan tombol drop down tadi kita bisa
melakukan penyaringan, klik saja salah satu tombol (pada field Mata Pelajaran) maka
akan muncul tampilan seperti gambar 7.53. Dengan menu ini kita bisa menyaring data
mana saja yang akan ditampilkan (misal hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia saja),
atau mengurutkan data berdasarkan abjad (A-Z atau Z-A). Kita ambil contoh
penyaringan berdasarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasilnya ditunjukkan pada
gambar 7.54.
138
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.51. Data-data dalam jumlah besar yang belum disaring.
Gambar 7.52. Fitur penyaringan aktif yang ditunjukkan melalui drop-down list pada header dari
data.
139
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.35. Field mata pelajaran muncul dalam jendela penyaringan
Gambar 7.54. Penyaringan terhadap field mata pelajaran yang hanya menampilkan mata
pelajaran Bahasa Indonesia saja.
7.5. Transpose
Transpose adalah suatu proses yang mengubah baris dari suatu sheet menjadi
kolom dan sebaliknya kolom menjadi baris. Kita lihat contoh data pada gambar 7.55 ,
kita ingin mengubah data dalam sheet ini sehingga nama-nama siswa berada pada
kolom dan mata pelajaran berada pada baris. Caranya ? Letakkan kursor pada salah satu
sel yang kosong (A12), kemudian pada kotak rumus masukkan rumus sebagai berikut
=TRANSPOSE(larik) dimana larik adalah blok sel dari data yang akan kita transposekan
(blok A2:G9), jadi rumusnya adalah =TRANSPOSE(A2:G9). Hal ini ditunjukkan pada
gambar 7.55. Setelah rumus lengkap tekan ENTER maka mulai dari sel A12 terbentuk
140
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
salinan dari blok A2:G9 di mana baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris (gambar
7.56).
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah data hasil transpose tidak berdiri
sendiri, atau dengan kata lain masih terikat dengan data lama. Coba saja hapus baris
Jenis Kelamin atau salah satu data hasil transpose; mula-mula baris atau data akan
hilang namun tak berapa lama akan muncul lagi, mengapa ? Hal ini terjadi karena data
yang asli tidak berubah. Sebaliknya jika data di tempat asal diubah maka data pada hasil
transpose akan langusng berubah.
Gambar 7.55. Data yang akan ditranspose.
Gambar 7.56. Hasil transpose dari data pada gambar 7.55.
141
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Cara untuk membuat data hasil transpose tidak terikat lagi dengan data aslinya
adalah dengan memblok data transpose kemudian membuat salinannya. Setelah itu
pilih salah satu sel kosong di sheet yang sama atau sheet yang berbeda. Kemudian
lakukan Tempel khusus. Pilih Tempelkan nilai saja maka data yang baru tak
terpengaruh lagi dengan data asli.
Gambar 7.57. Tempel khusus untuk melepaskan data hasil transpose dengan data aslinya.
7.6. Tabel Pivot
Andai saja anda seorang guru di sekolah yang setiap hari mencatat hasil ulangan
siswa anda dengan menggunakan Spreadsheet. Tiap kali mendapatkan info mengenai
nilai ulangan suatu mata pelajaran dari salah seorang siswa anda maka anda segera
mencatatnya dalam Spreadsheet. Urutan memasukkan data hasil ulangan tersebut anda
lakukan tidak berdasarkan nama atau mata pelajaran; artinya anda melakukannya
secara acak. Kurang lebih datanya seperti ditunjukkan pada gambar 7.58. Data ini
isinya sama seperti tabel yang ditunjukkan pada gambar 7.51, hanya saja tabel ini
urutannya tidak berdasarkan nama atau mata pelajaran.
Dengan data atau tabel semacam ini bagaimanakah anda dapat menemukan nilai
rata-rata seorang siswa ? Dengan tabel seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.58
anda memerlukan apa yang disebut tabel pivot. Apakah itu ? Tabel pivot adalah tabel
rangkuman yang dapat menampilkan data-data dari suatu tabel berdasarkan beberapa
kriteria seperti : sortiran, nilai rata-rata, jumlah, nilai minimal, nilai maksimal, dsb.
Dengan tabel pivot kita akan mencoba memproses data-data yang ada pada tabel
yang ditunjukkan pada gambar 7.58 . Kita nanti akan mencoba melihat nilai rata-rata
142
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
berdasarkan siswa, nilai rata-rata tiap mata pelajaran, nilai rata-rata berdasarkan jenis
kelamin. Kita coba yang pertama menghitung nilai rata-rata berdasarkan nama siswa.
Untuk menghasilkan tabel pivot sorot semua data dari tabel (termasuk
headernya), ini berarti yang disorot adalah sel A2-D30. Selanjutnya arahkan kursor ke
menu Data, dan pilih Laporan tabel pivot (gambar 7.59). Suatu lembar (sheet) baru
akan muncul dengan nama default Tabel Pivot 1. Dalam lembar Tabel Pivot 1 akan
muncul tabel kosong. Tabel ini memang kosong karena kita belum menetapkan data apa
yang akan kita isikan dalam tabel tersebut. Arahkan kursor sebarang dalam tabel dan
klik disana maka sebuah tabel baru (Editor Laporan) di bagian kanan akan muncul
(gambar 7.60).
Gambar 7.58. Data acak dari siswa berikut nilai ulangan.
143
Bab 7. Bekerja dengan Spreadsheet
Gambar 7.59. Menu Laporan table pivot
Gambar 7.60. Jendela untuk mengedit table pivot.
Perhatikan baik-baik gambar 7.60, Dalam Editor Laporan terdapat beberapa
komponen penting yakni : Baris, Kolom, Nilai, dan Filter. Baris adalah menu yang
digunakan untuk meletakkan data-data apa saja yang akan diletakkan dalam baris-baris
dari tabel pivot (yang sementara ini kosong). Kolom adalah menu yang digunakan untuk
meletakkan data-data apa saja yang akan diletakkan dalam kolom-kolom dari tabel
pivot. Nilai adalah menu yang digunakan untuk memunculkan nilai-nilai dalam tabel
pivot. Filter adalah menu yang digunakan untuk menyaring nilai-nilai tertentu dari data,
misalnya saja filter akan menyaring nilai siswa yang rata-ratanya lebih dari 7, ini berarti
hanya nilai-nilai yang lebih besar dari 7 saja yang ditampilkan, yang lebih kecil atau
sama dengan 7 tidak akan ditampilkan.
Sekarang kita akan mencoba menampilkan tabel pivot yang berisi nilai rata-rata
tiap siswa untuk semua mata-pelajaran. Untuk hal ini berarti nama siswa akan
144