Prosiding
Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Dewantara
(SNEBDEWA) & Call For Paper
2021
Tema: Membangun Desa Melalui Bumdes Go Digital
Steering Commitee
Dr. Abd. Rohim, SE, MSi, CRA
Nuri Purwanto, SE, MM
Agus Taufik Hidayat, SE, MM
Deni Widyo Prasetyo, SE, MM
Organizing Commitee
Mardi Astutik, SE, MM
Erminati Pancaningrum, ST, MSM
Dra. Rachyu Purbowati, MSA
Editor
Rita Mutiarni, SE, MM
Langgeng P Utomo, SE, MM
Kristin Juwita, SE, MM
Chusnul Rofiah, SE, MM
Muchammad Arief Ramdhani, SE
Reviewer
Dr. Siti Zuhroh, MSi
Dr. Dwi Ermayanti Susilo, SE, MM
Dr. Indra Kurniawan, SE, MM
Nurali, SE, MM
Lilik Pujiati, SE, MSA
Penerbit
STIE PGRI Dewantara Jombang
Pelaksanaan
Jombang, 28 Agustus 2021
ii
Sambutan Ketua STIE PGRI Dewantara Jombang
Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh
Dengan mengucap Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan karunia dan
hidayahNya kepada kita semua. Sholawat dan Salam senantiasa kita panjatkan kepada
Rosululloh Muhammad SAW, sahabat dan keluarganya.
Selamat datang para peserta seminar nasional dan call for paper di STIE PGRI
Dewantara Jombang, yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis yang ke 26 kampus
kami. Menjadi kebanggaan bagi kami bisa menyelenggarakan acara ini yang merupakan
kegiatan tahunan seminar nasional dan call for paper di kampus kami dengan dihadiri
oleh para pembicara dari seluruh Indonesia guna mendiseminasikan hasil kegiatan
Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang merupakan salah satu bentuk Tri Dharma
Kewajiban Dosen. Selamat datang kami sampaikan kepada Bapak Ibu dan seluruh
peserta Seminar Nasional dan Call for Paper.
Kegitan ini merupakan salah satu wadah ilmiah untuk menjalin silaturahmi,
menyampaikan gagasan serta menggali potensi dan informasi keilmuan terbaru yang
diharapkan berguna tidak hanya bagi kaum akademisi namun juga berguna bagi
masyarakat luas khususnya desa melalui peran generasi muda. Salah satu lembaga di
tingkat desa yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi desa adalah Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes). BUMDes akan dapat berperan dengan baik jika seluruh elemen
masyarakat bahu membahu dan berkontribusi, baik tenaga maupun pikiran, untuk
memberikan yang terbaik bagi BUMDes. Termasuk para civitas akademika yang
memiliki kewajiban moral guna ikut memberikan sumbangsih bagi kemajuan BUMDes.
Maka berangkat dari tujaun tersebut, kami mengangkat tema Inovasi Dan Solusi
Membangun Desa Melalui Bumdes Go Digital.
Akhirnya, dalam kesempatan ini, kami mewakili keluarga besar STIE PGRI
Dewantara Jombang menyampaikan terima kasih kepada panitia seminar nasional dan
call for paper, peserta, sponsorship serta semua pihak atas segala upayanya sehingga
acara ini bisa terselenggara.
Selamat melaksanakan kegiatan seminar nasional dn berdiskusi secara ilmiah,
semoga Alloh SWT meridhoi kita semua.
Wassalamualaiku Warahmatullohi Wabarokaatuh
Jombang, 28 Agustus 2021
Ketua STIE PGRI Dewantara Jombang
Dr. Abd. Rohim, SE, MSi, CRA
iii
PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI DAN BISNIS
(SNEBDEWA) TAHUN 2021
DAFTAR ISI
NO JUDUL & PENULIS HALAMAN
Memajukan Produk BUMDes Di Era Pemasaran Digital 1-10
1 BUMDes Loh Jinawi
Hadi Sucipto, Lufi Lailani
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berbasis
2 Online Marketing Sebagai Acuan Perekonomian Di Wonomerto 11-14
Wonosalam
Nur Ali, Muhammad Rozikin
Penerapan Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Produk
3 Batik Menco Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bhakti Mulur 15-20
Sumbergondang
Joko Muji Subagyo, Rangga Adi Kurniawan
Analisis SWOT Sebagai Landasan Untuk Membangun BumDes
4 yang Berdaya Saing 21-26
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy
Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju Jombang
5 Berkarakter dan Berdaya Saing 27-32
Dwi Ermayanti Susilo, Muhammad Taufiqulloh Vego
Strategi Gotong Royong Untuk Keberlangsungan Badan Usaha
6 Milik Desa (BUMDes) Sari Artha Pulosari, Bareng 33-38
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng
Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pengelola Badan Usaha 39-44
Milik Desa (Bumdes) “Barokah” di
7 BalongbesukKecamatanDiwek
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah
PENERAPAN MEDIA SOSIAL BADAN USAHA MILIK
8 DESA (BUMDES) DENANYAR GUNA MENUNJANG 45-50
KEGIATAN GABUNGAN KELOMPOK TANI
Erminati Pancaningrum, Arina Mustafia
iv
Pengembangan Inovasi Melalui Aplikasi Digital Dalam 51-58
9 Meningkatkan Kesejahteraan BUMDES Podojoyo
Siti Zuhroh, Fifi Erliana
Meningkatkan Pemasaran Digital Badan Usaha Milik Desa 59-68
10 (BUMDes) Jati Barokah Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi
Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani
Pemanfaatan Digital Marketing Guna Kelancaran Berwirausaha
11 Pada Badan Usaha Milik Desa Kembang Sore 69-76
Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani
Peningkatan Kapastitas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) 77-82
12 Enggal Makmur Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi
Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma
Pendampingan Digital Marketing Dalam Meningkatkan 83-90
13 Kompetensi Pengelola Badan Usaha Milik Desa Bung Hatta
Deni Widyo Prasetyo, Farid Zairobi
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Berbasis
14 Digital di Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten 91 - 96
Jombang
Retno Catur Kusuma Dewi, Timotius Diko
Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Ngampungan Berbasis
15 Go-Digital Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) 97 - 100
Nurhayati Nurhayati, Susy Andriani
Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Sarana Promosi 101-104
16 Produk Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah
Indra Kurniawan, Ledy Nimas Bidari
Digital Marketing sebagai salah satu solusi pemasaran usaha 105 - 108
17 pada BUMDes Lentera Jaya
Agus Taufik Hidayat, Isnani Rohmah Fadhilah
Pendampingan Administratif Pada Badan usaha Milik Desa 109 - 114
18 Makmur Jaya
Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid
Penggunaan Media Sosial Guna Peningkatan Performa Badan
19 Usaha Milik Desa (BUMDes) Kepuh Makmur 115 - 118
Ratna Dwijayanti, Rizky Imam
v
Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju 119 - 124
20 Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing
Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh
Penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan Usaha Milik
21 Desa (BUMDes) Sumber Usaha Maju Guna Kelancaran 125 - 130
Kegiatan Organisasi
Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri
Pemanfaatan Digital Marketing guna meningkatkan volume
22 usaha Pada Badan Usaha Milim Desa (BUMDes) Aneka Usaha 131 - 136
Jatigedong
Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktavilani
Pengembangan Usaha Baru Pujasera Badan Usaha Milik Desa
23 Kudujaya 137 - 142
Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan
Produk Olahan Kulit Manggis Guna meningkatkan 143 - 148
24 perekonomian masyarakat Desa Jarak - Wonosalam
Wasis Wasis, Iman Nur Rohman
Pengelolaan dan Pemasaran Jelantah Menjadi Biodesel Guna 149 - 154
25 Meningkatkan Perekonomian Masayarakat
Rachyu Purbowati, Pitanti Wahyu Ambarwati
Membangun Manajemen Desa Wisata Sumber Celeng Di 155 - 160
26 Tengah Pandemi Covid-19
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra
Penerapan E-Commerce untuk strategi pemasaran produk
27 pertanian pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber 161 - 168
Makmur
Nurul Hidayati, Oky Arianto Putra
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan dan
28 Pendampingan Pengembangan Usaha Anggota Koperasi Melati 169 - 174
Suci
Betty Rahayu, Wina Nurhayati, Effi Indriati, Linda Ratna Sari
Pelatihan dan Pendampingan Pada Badan Usaha Milik Desa 175 - 178
29 Cakra Sentosa
Nur Anisah, Pratama Vikri
vi
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 1 dari 10
Memajukan Produk BUMDes Di Era Pemasaran Digital
BUMDes Loh Jinawi
Hadi Sucipto
Lufi Lailani
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
BUMDes adalah Badan Usaha Milik Desa yang dikembangkan oleh warga setempat. Yang
bertempatkan di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang dengan diprakarsai
oleh pemerintah pusat langsung dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang,
dengan pemberian dana stimulus sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk setiap desa, termasuk
desa Galengdowo yang terletak di kecamatan Wonosalam, Jombang dengan membentuk
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bernama Loh Jinawi dengan jenis usaha Kopeasi
simpan pinjam, Pasar desa, Desa wisata, Hipam (Air minum), Susu Sapi . Dalam hal ini
Pihak BUMDes ining mengembangannya olahan susu sapi, maka untuk itu penulis bersama
team mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian kepada masyrakat di desa
Galengdowo melakukan kegiatan untuk lebih meningkatkan sekaligus memperluas
pemasaran dan memajukannya produk unggulan desa melalui pemasaran digital. Dalam
meningkatkan dan memperluas pemasaran secara digital tersebut maka ada beberapa
pemasaran melalui (Shoppe, Instagram, Facebook dan Wa Bussines). Kegiatan tersebut
telah diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa. Kegiatan ini akan
dilanjutkan pada semester genap tahun akademik 2021/ 2022 dengan sasaran kegiatan
adalah meningkatkan pemasaran secara digital.
Kata kunci: BUMDes Galengdowo, Loh Jinawi, Pemasaran Digital.
Abstract
BUMDes is a Village Owned Enterprise developed by local residents. Which is located in
Galengdowo Village, Wonosalam District, Jombang, initiated by the central government
directly and followed up by the Jombang local government, by providing stimulus funds of
Rp. 100,000,000.00 for each village, including Galengdowo village located in Wonosalam
sub-district, Jombang by forming a Village-Owned Enterprise (BUMDes) named Loh
Jinawi with the type of business cooperative savings and loan, village market, tourist
village, Hipam (drinking water) , Cow's milk . In this case, BUMDes wants to develop
cow's milk processing, for that the author and a team of students who are carrying out Real
Work Lectures (KKN) in Galengdowo village carry out activities to further improve and
expand marketing and promote village superior products through digital marketing. In
improving and expanding digital marketing, there are several marketing through (Shoppe,
Instagram, Facebook and Wa Bussines). The activity has been completed well by the author
and the KKN student team. This activity will be continued in the even semester of the
2021/2022 academic year with the goal of increasing digital marketing.
Keywords: BUMDes Galengdowo, Loh Jinawi, Digital Marketing
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa adalah suatu
bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa
untuk hidup di tengah masyarakat, secara langsung mengidentifikasi dan menangani
permasalahan masyarakat serta upaya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi
mahasiswa serta untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi pendidikan
tinggi. Hal ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi
dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan IPTEK dan Seni untuk
Prosiding Snebdewa 2021 Halaman 1 - 10
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 2 dari 10
melaksanakan pembangunan serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi
antara materi kurikulum di kampus dengan realita pembangunan dalam masyarakat.
Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan pengalaman belajar untuk hidup di
tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta
menangani masalah-masalah yang terjadi di dalam suatu lingkungan masyarakat.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang
merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik (mahasiswa) melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran atau latihan agar dapat melaksanakan peranannya di masa
mendatang sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pengabdian kepada
masyarakat merupakan proses pendidikan untuk mengamalkan ilmu yang selama ini di
dapatkan selama belajar kepada masyarakat.
Secara eksplisit, hal-hal yang dapat dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada
masyarakat:
1. Memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pembangunan dan
pengalaman kerja nyata di tengah masyarakat;
2. Menumbuhkan kepribadian dan meningkatkan wawasan dan pola pikir mahasiswa;
dan
3. Mendekatkan Perguruan Tinggi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat bersama mahasiswa berkesempatan untuk
membantu BUMDes Loh Jinawi di desa Galengdowo-Wonosalam. Sasaran kegiatan
pada pelaksanaan pengabdaian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan dan
memperluas pemasaran secara digital sehingga BUMDes dapat menjangkau lebih luas
dalam proses pemasaran juga kita berupaya untuk mendapatkan sebanyak mungkin
mitra kerja agar pemasaran lebih optimal. Tim penulis bersama mahasiswa mengangkat
permasalahan tersebut sebagai tema utama kegiatan pengandian masyarakat. Untuk
kegiatan ini di lakukan secara menyeluruh kepada Direktur BUMDes hingga jajarannya
selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu di mulai pada akhir bulan Juli 2021 sampai
dengan akhir bulan Agustus 2021. Dalam melakukan kegiatan tersebut mahasiswa
memberikan pengetahuan serta mempraktikkan atau mengimplementasikan untuk
memasarkan produknya secara digital. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini
adalah dapat menerapkan pemasaran digital pada BUMDes Loh Jinawi di Desa
Galengdowo serta meluasnya produk yang ada pada BUMDes tersebut. Dan pada
kondisi saat ini jika tidak ada pemasaran digital maka akan memperlambat perluasan
pasar untuk pemasaran produk BUMDes Galengdowo
Untuk itu, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pengetahuan kepada
seluruh BUMDes Loh Jinawi di Desa Galengdowo supaya mengetahui perkembangan
pemasaran secara digital pada saat ini. Dengan mengunakan beberapa aplikasi antara
lain beberapa market place, Instagram Business, Facebook Marketplace, dan Whatsapp
Business maka diharapkan dalam pengetahuan pemasaran digital ini mencakup semua
pasar yang dituju oleh BUMDes Loh jinawi Galengdowo serta produk yang dijual dapat
meluas dan diketahui oleh banyak masyarakat melalui pemasaran secara digital.
Penulis bersama tim pengabdian kepada masyarakat juga memberikan
pengetahuan mengenai bagaimana cara mempercantik dan desain produk agar produk
tersebut terlihat menarik dan meyakinkan konsumen untuk membeli. Karena dari yang
kita ketahui sekarang, foto produk adalah suatu hal yang sangat penting dalam proses
pemasaran. Dengan foto dan desain produk yang menarik, maka akan menarik minat
para konsumen juga juga meningkatkan daya kualiatan produk tersebut.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 3 dari 10
B. TINJAUAN PUSTAKA
Pandemi COVID 19 masih bergulir bahkan semakin hari semakin sulit untuk
dibendung. Dengan memaksimalkan segala terobosan dan ilmu teknologi yang ada saat
ini selalu berkembang dan memaju yaitu Digital Marketing atau pemasaran digital
adalah suatu usaha utuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media
digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan.
Pemasaran digital mencakup banyak teknik dan praktik yang terkandung dalam kategori
pemasaran internet.
Revolusi digital telah mengubah pendekatan pengola terhadap konsumen secara
drastis. Berkat Internet, konsumen mampu menganalisis harga, menurut pendapat yang
beredar, dan terkadang bahkan mendiktekannya. Perkembangan teknologi digital telah
menyebabkan munculnya konsumen siber dan bisnis siber. Revolusi digital
memungkinkan penerapan model hubungan baru dengan konsumen, yang merupakan
tantangan bagi perusahaan, yang ingin meningkatkan pasar mereka. Smartphone dan
media sosial memberikan dampak tertentu pada perkembangan dinamis pemasaran
digital
Menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11) “Digital marketing is the application of
the internet and related digital technologies in conjunction with traditional
communications to to achieves marketing objectives.”. Artinya Digital Marketing
merupakan aplikasi dari internet dan berhubungan dengan teknologi digital dimana
didalamnya berhubungan dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan
pemasaran. Hal tersebut dapat dicapai untuk meningkatkan pengetahuan tentang
konsumen seperti profil, perilaku, nilai, dan tingkat loyalitas, kemudian menyatukan
komunikasi yang ditargetkan dan pelayanan online sesuai kebutuhan masing-masing
individu.
Pada dasarnya digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang menggunaan
media digital dengan menggunakan internet yang memanfaatkan media berupa web,
social media, e-mail, database, mobile/wireless dan digital tv guna meningkatkan target
konsumen dan untuk mengetahaui profil, perilaku, nilai produk, serta loyalitas para
pelanggan atau target konsumen untuk mencapai tujuan pemasaran.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa digital marketing merupakan
pemasaran atas produk maupun jasa menggunakan internet dengan memanfaatkan web,
social media, e-mail, database, mobile/wireless dan digital tv guna meningkatkan
pemasaran serta target konsumen.
Beberapa macam sosial media yang kita gunakan untuk mempromusikan produk
BUMDes : 1WhatsApp, 2Facebook, 3Instagram, 4Shoppe
Dari beberapa aplikasi diatas ada beberapa manfaat pemasaran melalui sosial media
yaitu:
1. Kecepatan Penyebaran
Strategi pemasaran dengan menggunakan media digital dapat dilakukan dengan
sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Selain itu, DM juga dapat diukur
secara realtime dan tepat
2. Kemudahan Evaluasi
Dengan menggunakan media online, hasil dari kegiatan pemasaran dapat
langsung diketahui. Informasi seperti berapa lama produk Anda ditonton, berapa
banyak orang yang melihat produk Anda, berapa persen konversi penjualan dari
setiap iklan dan sebagainya
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 4 dari 10
3. Jangkauan Lebih Luas
Kelebihan berikutnya yaitu jangkauan geografis dari DM yang luas. Anda dapat
menyebarkan brand atau produk ke seluruh dunia hanya dengan beberapa
langkah mudah dengan memanfaatkan internet
4. Murah dan Efektif
Dibandingkan dengan pemasaran tradisional, tentu saja digital marketing jauh
lebih murah dan efektif. Biaya anggaran yang yang dihemat dapat sampai 40%,
hal tersebut menurut Gartner’s Digital Marketing Spend Report
Selain hal tersebut terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pemasaran media sosial
antara lain :
1. Kelebihan pemasaran melalui media sosial
Dapat digunakan secara gratis
Efektif untuk menjalin hubungan dengan konsumen
Menjangkau banyak orang
2. Kekurangan pemasaran melalui media sosial
Kurangnya kepercayaan dari pelanggan
Persaingan cukup ketat
Digital Marketing terus berkembang dan maju membawa arus moderenisasi di
berbagai aspek kehidupan, kini segala informasi kapanpun dan dimanapun mudah
diakses dengan internet. pelaku usaha termasuk BUMDes tidak lagi kesulitan untuk
memperoleh informasi apapun untuk menunjang aktivitas usahanya. Sehingga
penggunaan internet kali ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat informasi semata,
melainkan sudah bergeser menjadi fungsi-fungsi strategis usaha seperti pemasaran,
penjualan, bahkan pelayanan customer.
Digital maeketing ataupun pemasarang digital sangatlah penting untu
memajukkanya pruduk yang ingin dipasarkan. Data dan informasi tersebut akan
memudahkan perusahaan untuk menciptakan atau mengembangkan suatu produk,
menentukan harga, pelayanan, dan cara promosi agar kebutuhan pasar tersebut dapat
terpenuhi dan perusahaan mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, perusahaan yang
dimaksud adalah unit usaha BUMDes dengan berbagai kegiatan usaha yang dijalankan
oleh masing-masing unit usaha BUMDes.
Jika BUMDes mampu mengoptimalkan media digital seperti halnya media sosial
dalam kegiatan usahanya, maka akan banyak produk unggulan desa yang mampu
bersaing tidak hanya di pasar lokal bahkan bisa jadi mampu menjangkau konsumen
tanpa batas. Dengan optimalisasi penggunaan teknologi digital dalam dalam melakukan
kerja-kerja marketing, diharapkan BUMDes mampu mengenalkan produk unggulannya
kepada konsumen mulai dari detail produk hingga inovasi yang dilakukan. Tak hanya
itu, melalui teknologi digital BUMDes juga bisa melakukan analisa kebutuhan dan
keinginan pasar sehingga produk unggulan yang dihasilakan mampu memenuhi
kebutuhan pasar dan bisa terus berkembang.
Konsumen akan memilih produk yang sudah mereka gunakan sebelumnya. Maka
melalui optimalisasi penggunaan teknologi digital juga bisa digunakan untuk
membangun branding produk BUMDes sehingga produk tersebut diketahui dan
digunakan oleh konsumen. Ketika penggunaan teknologi digital dalam melakukan
kerja-kerja marketing dilakukan dengan maksimal, maka usaha BUMDes akan terus
berkembang dalam jangka waktu yang panjang . karena usaha yang bertahan lama
didasari oleh kekuatan merek, kualitas produk, dan komunikasi pemasran yang baik.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 5 dari 10
Menumbuhkan ekonomi digital desa lewat BUMDes bisa dilakukan dan hal
tersebut dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi, dapat menjangkau pasar
secara online, mudah menemukan konsumen sesuai target yang direncanakan, dan
membuat bisnis lebih terlihat profesional.
BUMDes merupakan suatu lembagan atau badan perekonomian desa yang
berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis
mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan
kekayaan desa yang dipisahkan. BUMDes menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun
2013 Pasal (1) Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUMDes adalah usaha desa yang
dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya
dilakukan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat.
Dengan adanya mitra usaha di Desa (BUMDes) harusnya menjadi pusat
perdagangan dan distribusi desa. Hal ini akan membantu pergerakan ekonomi
masyarakat pedesaan dengan adanya harga yang lebih murah dalam memenuhi
kebutuhan sehari- hari dan juga dapat memasarkan produk unggulan desa, karena usaha
yang dijalankan dapat bermanfaat oleh masyarakat dan dapat memajukan desa tersebut.
BUMDes harus mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa layanan.
Perkembangan BUMDes sekarang ini harus mengubah pola pikir dari berpikiran secara
supplay menjadi sisi permintaan sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi
dalam mengelola BUMDes di wilayah masing-masing.
BUMDes bisa menjadi agen pemasar dari produk tersebut, maka, harus memiliki
jaringan pasar yang luas dan kuat. Misalnya dengan langsung melakukan penawaran
kepada pabrik atau pasar yang lebih besar, jika jumlah dan kualitas memenuhi maka
akan tercipta permintaan dan penawaran antara produsen dan konsumen atau pasar.
BUMDes bisa memberikan dana baik itu dana yang bersumber dari keuangan BUMDes
atau meminjamkan pendanaan dari pihak luar, misalnya dari perbankan yang ada jika
mitra belum memenuhi syarat sebagai peminjam maka BUMDes dapat menjadi
penjamin.serta menjadikan BUMDes yang lebih unggul dan dapat memberikan dampak
baik bagi para pelaku produsen dan dapat mensejahterakan masyarakat Desa
Galengdowo Wonosalam.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha yang ada dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loh Jinawi Desa
Galengdowo Kecamatan wonosalam ada berbagai macam. Salah satunya adalah usaha
yang bergerak dalam pengolahan susu dapi. Secara umum, permasalahan yang sering
dihadapi adalah terkait dengan inovasi produk dan pemasaran produk. Hal ini
dikarenakan sebagian besar pemasaran produk hanya mengandalkan mitra kerja yang
masih sedikit dengan memesan langsung kepada koordinator pihak BUMDes yang
mengangani produksi pengolahan susu sapi. Ditambah lagi kondisi pandemi Covod-19
yang tak kunjung membaik mengakibatkan menurunnya penjualan produk yang dikelola
oleh pihak BUMDesa. Selain itu, pihak BUMDes juga kurang memaksimalkan
penggunaan pemasaran secara online atau digital marketing. Walaupun pihak BUMDes
sudah memiliki akun penjualan online seperti Instagram, namun mereka sangat jarang
dan belum menggunakannya secara maksimal. Sehingga proses pemasaran yang
dilakukan oleh pihak BUMDes kurang maksimal dan hanya mencakup wilayah yang
sempit. Susahnya signal dan minimnya pengetahuan tentang digital marketing menjadi
penyebab utama permasalah tersebut.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 6 dari 10
Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan diatas, maka penulis menyususn
program kerja atau kegiatan yang dapat membantu mengatasi dan meringankan
permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh penulis melibatkan mahasiswa
yang dedang melakukan pengabdian kepada masyarakat yang ada di desa Galengdowo.
Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra seperti yang sudah dijelaskan
diatas, maka program kerja atau kegiatan yang kami susun menitik beratkan pada
pengoptimalan digital marketing produk BUMDes “Loh Jinawi” desa Galengdowo,
membantu membuat akun penjualan online, mengajarkan tips dan trik agar produk
dilirik dan diminati oleh banyak orang, serta melakukan pendampingan dalam mengolah
akun penjualan online tersebut agar berjalan dengan maksimal. Serangkaian kegiatan
yang telah kami susun dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin
modern salah satunya dalam hal penjualan online atau digital merketing, diharapkan
pelaku usaha BUMDesa “Loh Jinawi” Desa Galengdowo mampu meningkatkan
penjualan dan memberikan dampak baik untuk kedepannya.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tahap awal yaitu melakukan observasi dan penyusunan program kerja. Pada tahap
ini perwakilan tim pengabdian kepaa masyarakat melakukan observasi secara
langsung guna mengetahui keadaan dan kendala yang dihadapi oleh mitra (pelaku
usaha BUMDes “Loh Jinawi” Desa Galengdowo). Setelah mengetahui kondisi
dan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka tim pengabdian kepada
masyarakat melakukan diskusi guna menentukan program kerja atau kegiatan
yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.
Sumber : Dokumen Pribadi,2021
Gambar 1 observasi Desa Galengdowo dan BUMDes “Loh Jinawi”
2. Tahap kedua yaitu pemaparan program kerja yang akan dilaksakan selama satu
bulan kepada pihak desa dan BUMDes “Loh Jinawi” dan pelaksanaan program
kerja. Pada tahap pelaksanaan program kerja berfokus pada pengoptimalan akun
digital marketing. Hal yang dilaksanakan antara lain pembuatan akun digital
marketing, sosialisasi dan pelatihan digital marketing, melakukan foto produk
guna meningkatkan daya beli konsumen terhadap produk yang dijual, strategi
yang dilakukan dalam penjualan online sehingga diharapkan dapat memberikan
dampak yang lebih baik lagi serta memberikan perubahan yang positif terhadap
BUMDes “Loh Jinawi” Desa Galengdowo.
Sumber : Dokumen Pribadi,2021
Gambar 2 Pemaparan program kerja kepada pihak desa dan BUMDes “Loh Jinawi”
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 7 dari 10
3. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan secara virtual atau online dengan
memanfaatkan platform diital seperti Google meet dan WhatsApp. Pada tahap
monitoring hal yang dilakukan adalah memantau jalannya proses penjualan online
yang dilakukan oleh pelaku usaha BUMDes “Loh Jinawi”, apakah sistem yang
berjalan sudah sesuai dengan yang diharapka atau belum. Kegiatan yang di
evaluasi mulai dari mengunggah produk ke dalam akun digital marketing,
menggunaan aplikasi, pelayanan pembeli hingga strategi-strategi yang digunakan
untuk meningkatkan daya beli. Seluruh kegiatan dari awal sampai kegiatan
evaluasi diharapkan bisa mebawa dampak dan perubahan yang positif pada
BUMDes “Loh Jinawi” Desa Galengdowo khususnya dalam hal digital marketing
atau penjualan online
Sumber : Dokumen Pribadi,2021
Gambar 2 monitoring dan evaluasi secara virtual
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan Online
maupun Offline. Berupa pendampingan/ pembinaan hingga strategi kiat dalam
peningkatan omset penjualan yang dilakukan dengan cara digital marketing. Pada
bagian ini dijelaskan juga apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan desain kegiatan
program di awal (rencana pelaksanaan kegiatan). Kegiatan PKM yang dilakukan oleh
tim penulis dengan dibantu mahasiswa dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1
(satu) bulan, yaitu selama bulan Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara online
mengingat kondisi saat ini yang terjadi Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
atau dengan sebutan PPKM level 4 sehingga tidak dapat langsung terjun ke lapangan
untuk kegiatan seminar digital marketing.
Agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal kegiatan lain berupa pendampingan
langsung ke BUMDes Galengdowo Wonosalam, dilakukan secara Offline, Membentuk
Tim dengan tujuan agar maksimal dalam capaian goal pada perencanaan yang dibuat.
Kegiatan Offline diantaranya mendampingi anggota BUMDes Galengdowo dalam
Kegiatan Pendampingan Pembuatan Akun Penjualan Online Whatshapp, Instagram,
Facebook, Shoppe; Membantu Kegiatan perangkat Desa Galengdowo dalam
membagikan Sembako dilakukan. Harapan salah satu goal yaitu dapat memaksimalkan
pemasaran serta dapat menerapkan pemasaran yang berbasis Digital Marketing agar
pelaksanaan kegiatan BUMDes lebih baik dari sebelumnya sehingga dapat berkembang
dan semakin maju dengan adanya pemanfaatan teknologi yang semakin modern.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 8 dari 10
Tabel 1
Sebelum Webinar foto produk serta pendampingan Foto Produk omset penjualan melejit (Online)
Nama Uraian Goal Program kerja 1234
Penanggung jawab
- Reni Dwi S Mengetahui Foto produk yang baik dan v
- Nadia Fina D dapat menarik minat pembeli
- Eka M.F Pengetahuan pentingnya foto produk v
- Viva M
- Rosi D.P Pengetahuan mengenai manfaatnya foto v
- Dewi A produk
- Rahayu N Pentingnya foto produk dalam meningkatnya v
- Lufi L omset penjualan
- M.L Adma A Cara mendokumentasi produk saat foto v
- Mamluatul H produk guna untuk pemasaran produk
- Drefian A.P Cara penggunaan sistem aplikasi foto v
- Dwi N A produk untuk memasarkan produk
- Teguh A Pendampingan cara memfoto produk v
- M Wahyudin K
Total 43
Tabel 2
Setelah Webinar foto produk serta pendampingan Foto Produk omset
penjualan melejit (Online)
Nama Uraian Goal Program kerja 1234
Penanggung jawab
- Reni Dwi S Mengetahui Foto produk yang baik dan v
- Nadia Fina D dapat menarik minat pembeli
- Eka M.F Pengetahuan pentingnya foto produk v
- Viva M
- Rosi D.P Pengetahuan mengenai manfaatnya foto v
- Dewi A produk
- Rahayu N Pentingnya foto produk dalam meningkatnya v
- Lufi L omset penjualan
- M.L Adma A Cara mendokumentasi produk saat foto v
- Mamluatul H produk guna untuk pemasaran produk
- Drefian A.P Cara penggunaan sistem aplikasi foto v
- Dwi N A produk untuk memasarkan produk
- Teguh A Pendampingan cara memfoto produk v
- M Wahyudin K
Total 34
Tabel 3
Sebelum Seminar Digital Marketing dan Pendampingan Pembuatan Akun Penjualan Online
Whatshapp, Instagram, Facebook, Shoppe yang dilakukan via ( Offline )
Nama Uraian Goal Program kerja 1234
Penanggung jawab
- M.L Adma A Pengetahuan mengenai digital V
- Mamluatul H marketing
- Drefian A.P Pengetahuan mengenai pemanfaatan V
- Dwi N A digital marketing
- Teguh A Cara penggunaan sistem aplikasi V
- M Wahyudin K marketplace untuk memasarkan
produk
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 9 dari 10
Nama Uraian Goal Program kerja 1234
Penanggung jawab
- Reni Dwi S Pendampingan penggunaan sistem V
- Nadia Fina D aplikasi marketplace untuk
memasarkan produk
- Eka M.F Strategi marketplace untuk V
- Viva M memasarkan produk
- Rosi D.P Hal -hal yang dihindari dalam V
- Dewi A marketplace untuk memasarkan
produk
- Rahayu N Pemahaman digital marketing pada V
- Lufi L saat memasarkan produk
Total 61
Tabel 4
Setelah Seminar Digital Marketing dan Pendampingan Pembuatan Akun Penjualan Online
Whatshapp, Instagram, Facebook, Shoppe yang dilakukan via ( Offline )
Nama Uraian Goal Program kerja 1234
Penanggung jawab
- M.L Adma A Pengetahuan mengenai digital V
- Mamluatul H marketing
- Drefian A.P Pengetahuan mengenai pemanfaatan V
- Dwi N A digital marketing
- Teguh A Cara penggunaan sistem aplikasi V
- M Wahyudin K marketplace untuk memasarkan
produk
- Reni Dwi S Pendampingan penggunaan sistem V
- Nadia Fina D aplikasi marketplace untuk
memasarkan produk
- Eka M.F Strategi marketplace untuk V
- Viva M memasarkan produk
- Rosi D.P Hal -hal yang dihindari dalam V
- Dewi A marketplace untuk memasarkan
produk
- Rahayu N Pemahaman digital marketing pada V
- Lufi L saat memasarkan produk
Total 25
Keterangan : 1 = Sangat Kurang, 2 = Kurang, 3 = Cukup Baik, 4 = Sangat Baik
Dari perbandingan empat tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebelum
diadakannya webinar online serta pendampingan offline program kerja banyak pengurus
BUMDes yang kurang atau bahkan belum mengetahui seperti apa digital marketing,
foto produk, manfaatnya dan cara penggunaannya. Dan setelah diadakannya sosialisasi
program kerja pengetahuan dan cara penggunaan aplikasi marketplace dapat meningkat
bahkan sudah cukup baik berkembang.
E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberi banyak manfaat khususnya
bagi BUMDes Loh Jinawi di Desa Galengdowo Wonosalam. Beberapa hal yang telah
dilakukan penulis bersama tim adalah :
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Hadi Sucipto, Lufi Lailani Halaman 10 dari 10
1. Terciptanya pemahaman tentang pemanfaatan teknologi sebagai pengembangan
pemasaran unit badan usaha milik BUMDes Loh Jinawi.
2. Terciptanya pemasaran yang berbasis Digital Marketing seperti Shoppe,
Instagram Business, Wa Business, Telegram, dalam menunjang kegiatan
perdagangan, wisata, dan lain-lain.
3. Terciptanya pemahaman omset penjualan dari pengambilan foto produk yang baik
Dengan demikian pengabdian kepada masyarakat telah selesai. Masih ada
kegiatan lanjutan yang telah disepakati dengan pihak BUMDes Loh Jinawi yaitu
silaturahmi, pendampingan, monitoring pemanfaatan aplikasi marketplace. Kegiatan ini
rencananya akan dilakukan pada satu tahun kedepan 2022.
DAFTAR PUSTAKA
Chaffey, Chadwick "E-Business and digital market." Strategy Implementation and
Practice. Fourth Edition. Prentice Hall, 2016:11.
Chaffey dan Chadwick (2016:11), Dedi Purwana (2017:2) “dasarnya pemasaran digital
Fourth Edition. Prentice Hall, 2017 :2
Wikipedia. Pemasaran Digital. Agustus 13, 2021.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_digital (accessed Agustus 26, 2021)
Susanto mojo, Markus. Menumbuhkan Ekonomi Digital Desa Lewat BUMDes. Mei 30,
2020. https://nasional.kontan.co.id/news/pandemi-corona-
ternyatamenumbuhkan-ekonomi-digital-desa-lewat-bumdes (accessed Agustus
31, 2021).
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/791
Nur Ali, Muhammad Rozikin Halaman 11 dari 14
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berbasis Online Marketing
Sebagai Acuan Perekonomian Di Wonomerto Wonosalam
Nur Ali*
Muhammad Rozikin
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benowo Wonomerto, Kec. Wonosalam memiliki 5
sektor unit yaitu, wisata sumber biru, agen pos, simpan pinjam (saat ini hanya pinjam saja),
peternakan (penggemukan sapi dan pertanian (pembibitan). Seiring berjalannya waktu
BUMDes Benowo Wonomerto mengalami kesulitan dalam bidang pengurusan status badan
hukum dan dalam mengembangkan digital marketing. Untuk itu kami melaksanakan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Benowo Wonomerto menyusun
program kerja demi membantu BUMDes dalam menyelesaikan masalah yang terjadi.
Program kerja yang kami susun terdiri dari 1. Membuat seminar secara online tentang pajak
dan status badan hukum, 2. Membuat akun sosial media untuk BUMDes Benowo
Wonomerto agar dapat memperluas pasar. Kegiatan ini dilakukan dengan fokus utama pada
digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada akhir semester
genap tahun ajaran 2020/2021.
Kata kunci : BUMDes Benowo, digital marketing, badan hukum
Abstract
Village Owned Enterprises (BUMDes) Benowo Wonomerto, Kec. Wonosalam has 5 sector
units, namely, “sumber biru”, postal agents, savings and loans (currently only borrowing),
livestock (cattle breeding and agriculture (breeding). As time goes by, BUMDes Benowo
Wonomerto has experienced difficulties in managing the status of a legal entity and has
difficulty developing digital marketing. For this reason, have a community service activities
at BUMDes Benowo Wonomerto compiled a work program to help BUMDes in solving
problems that occurred. Our work program consists of 1. Making online seminars on taxes
and legal entity status, 2. Creating social media accounts for BUMDes Benowo Wonomerto
in order to expand the market. This activity is carried out with a main focus on digital
marketing. Community service activities are carried out at the end of the even semester of
the 2020/2021 academic year.
Keywords: BUMDes Benowo, digital marketing, legal entity
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu kegiatan perkuliahan dan
kerja lapangan yang merupakan pengintegrasian dari pendidikan dan pengajaran,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara pragmatis,
berdimensi luas melalui pendekatan interdisipliner, komprehensif, dan lintas sektoral.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi
terhadap permasalahan yang terjadi pada masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat STIE PGRI Dewantara Jombang dilakukan
secara tematik, dan berfokus pada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Mahasiswa
kelompok dua STIE PGRI Dewantara Jombang melaksanakan pengabdian masyarakat
di BUMDes Benowo Wonomerto, sasaran kegiatan ini yaitu membantu BUMDes dalam
pengembangan digital marketing dan turut dalam menfasilitasi pengecekan serta
pengarahan dalam pengajuan badan hukum BUMDes melalui seminar. Dalam seminar
ini pula kami membagikan pengetahuan terkait pengurusan pajak dan NPWP dengan
Prosiding Snebdewa Halaman 11 - 14
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/792
Nur Ali, Muhammad Rozikin Halaman 12 dari 14
menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidangnya, dengan tujuan dapat memberikan
manfaat bagi pengurusan Badan Hukum.
2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Benowo Wonomerto merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang
berada di desa Benowo Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
BUMDes ini berdiri pada tahun 2015, dan mengelola 5 sektor usaha, yaitu: 1. Wisata
sumber biru, 2. Agen pos, 3. Simpan pinjam, 4. Peternakan (penggemukan sapi), 5.
Pertanian (pembibitan).
Unit usaha yang ada di BUMDes ini memiliki kekurangan dalam berinovasi
dibidang digital marketing, lalu dalam pengurusan status badan hukum yang masih
dalam proses pengajuan terlebih kurangnya berkas-berkas yang dibutuhkan turut
menghambat prosesnya.
Melihat dari permasalahan yang dialami BUMDes tersebut maka penulis
membagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi dua program kerja yaitu
seminar pajak serta pengarahan dalam pengajuan status badan hukum, dan pembuatan
sosial media sebagai bentuk dari pengembangan digital marketing.
Kegiatan KKN ini dilakukan selama satu bulan mulai dari 26 Juli 2021 sampai 26
Agustus 2021. Diharapkan hasil dari kegiatan ini BUMDes dapat memahami prosedur
serta melengkapi persyaratan berkas dalam mengurus status badan hukum dan
memberikan ide kreatif dalam pemajuan digital marketing.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, desa adalah kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
Urusan Pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam
sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan pengaturan
tersebut, pemerintah memberikan keleluasaan pada desa untuk mengatur rumah
tangganya sendiri. Selain itu, pemerintah desa juga dapat diberikan penugasan ataupun
pendelegasian dari pemerintah ataupun pemerintah daerah untuk melaksanakan urusan
pemerintah tertentu untuk mengelola kekayaan desa serta menghidupkan perekonomian
desa. Lembaga yang dapat menjadi wadah dan memfasilitasi setiap warga desa untuk
dapat memberikan kerja keras dan buah pikiran. Lembaga yang sesuai bagi masyarakat
desa ini adalah BUMDes. BUMDes Menurut (Maryunani, 2008) : “BUMDes adalah
lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya
memperkuat perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang
dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa”.
Modal awal BUMDes bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
Oleh karenanya, pendirian BUMDes di suatu desa harus dipersiapkan dangan
perencanaan yang telah disepakati bersama agar modal pendirian dan operasional awal
BUMDes dapat dimasukkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Kekayaan
yang dimiliki BUMDes merupakan kekayaan Desa yang dipisahkan dan tidak terbagi
atas saham. Ketika akan mendirikan BUMDes maka perlu dipersiapkan mengenai
perencanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes. Tujuan
menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes yaitu agar ketika
BUMDes berdiri, perangkat organisasi termasuk pedoman organisasi telah ada dan
dapat dijadikan landasan operasional BUMDes.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/792
Nur Ali, Muhammad Rozikin Halaman 13 dari 14
Kesepakatan dalam penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
BUMDes dilakukan melalui musyawarah desa. Setelah tercipta kesepakatan mengenai
apa yang harus dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
BUMDes yang dilakukan melalui mekanisme musyawarah Desa, maka Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga BUMDes tersebut ditetapkan oleh kepala Desa.
Menurut purnomo (Purnomo, 2004) maksud dan tujuan dari pembentukan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) yakni : Maksud pembentukan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) adalah :
1. Menumbuh kembangkan perekonomian desa
2. Meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah
3. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan jasa bagi peruntukan
hajat masyarakat desa
4. Sebagai perintis bagi kegiatan usaha desa
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Benowo Wonomerto mengelola 5 sektor unit usaha yaitu wisata sumber
biru, agen pos, simpan pinjam, peternakan, dan pertanian. Secara umum permasalahan
yang sedang dihapai bumdes adalah kurangnya berkas-berkas yang dibutuhkan saat
mengurus status badan hukum. BUMDes Benowo juga mempunyai kesulitan dalam
proses pemasaran secara digital.
Melihat dari permasalahan yang dialami tersebut, kami penulis membuat program
kerja yaitu seminar online tentang pajak dan status badan hukum, serta pembuatan
sosial media untuk BUMDes.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Seminar pajak dan pengarahan dalam pengajuan status badan usaha dilakukan
secara online. Seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pihak
BUMDes mengenai pajak dan persyaratan pengajuan badan hukum. Sehingga
BUMDes dapat segera menyelesaikan proses mengurus status badan hukum.
2. Pembuatan sosial media bertujuan untuk mengembangkan digital marketing
BUMDes. Kami juga turut membantu dengan membuatkan akun media sosial,
membuat media promosi tentang unit usaha dari BUMDes dan memberikan ide
atau inovasi terkait digital marketing agar dapat menarik perhatian dari
masyarakat.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu
mahasiswa dan dilakssanakan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu
selama bulan dari 26 Juli 2021 sampai 26 Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara
online karena pemerintah memberlakukan aturan PPKM. Meskipun dilakukan secara
online kami tetap maksimal dalam melakukan pendampingan langsung ke BUMDes.
Tim penulis bersama mahasiswa memfasilitasi dalam pengecekan berkas pengajuan
badan hukum, dan memberikan ide pengembangan digital marketing untuk kemajuan
BUMDes.
Tahapan awal dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis
dengan mahasiswa yang akan terjun ke lapangan. Kegiatan bertujuan untuk
menyamakan visi dan misi serta langkah pada saat kegiatan berlangsung. Selanjutnya,
dilanjutkan dengan kegiatan koordinasi dari para perangkat Desa Wonomerto, pengurus
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/792
Nur Ali, Muhammad Rozikin Halaman 14 dari 14
BUMDes Benowo Wonomerto, tim penulis dan semua anggota mahasiswa yang
bertugas.
Dari kegiatan yang sudah dilaksanakan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis beserta mahasiswa membuat program kerja Seminar pajak NPWP dan Status
Badan Hukum Usaha serta pembuatan sosial media untuk BUMDes.
Gambar 1 Webinar Pajak dan Status Badan Hukum Gambar 2 Sosial Media
Bumdes
E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberi banyak sekali manfaat bagi
BUMDes dan mahasiswa yang terlibat. Beberapa hal telah dilakukan dengan baik yaitu
webinar pajak dan status badan hukum serta pembuatan sosial media untuk BUMDes.
Diharapkan setelah adanya webinar pajak dan status badan hukum pihak BUMDes
memahami dengan jelas. Adanya sosial media BUMDes dapat memberikan warna baru
untuk pemasaran BUMDes dan dapat memperluas pasar dari usaha BUMDes.
DAFTAR PUSTAKA
Maryuni. (2008). Pembangunan Bumdes dan Pemberdayaan Pemerintah Desa.
Bandung: Pustaka Setia.
Purnomo. (2004). Pembangunan Bumdes dan Pemerdayaan Masyarakat Desa.
Pembangunan Bumdes dan Pemerdayaan Masyarakat Desa.
Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/792
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 15 dari 20
Penerapan Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Produk Batik
Menco Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bhakti Mulur
Sumbergondang
Joko Muji S*
Rangga Adi Kurniawan
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
Trend pemasaran beralih dari konvensional offline menjadi digital online. Konsep digital
marketing bagi para pelaku usaha yaitu dapat memasarkan produknya dari mana saja dan
kapan saja melalui internet. Kondisi BUMDes Bhakti mulur bisa dikatakan sehat, tetapi
untuk masalah pemasaran produk batik menco belum go digital. Fokus masalah yang
diangkat, yaitu: (1) Bagaimana strategi pemasaran Batik Menco melalui Digital marketing
yang dilakukan oleh BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang dalam memasarkan
produknya. (2) Bagaimana kendala dan manfaat penerapan digital marketing Batik Menco
bagi BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang. Untuk pemecahan masalah tersebut, artikel
ini menggunakan jenis kualitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai
penerapan digital marketing product Batik Menco BUMDes Bhakti Mulur
Sumbergondang. Dari hasil artikel ditemukan bahwa strategi pemasaran melalui digital
marketing sangat membantu bagi pemasaran produk Batik Menco melalui Instagram dan
makerplace. Kendala dan manfaat penerapan digital marketing berkaitan dengan bauran
pemasaran 4P (products, prices, locations and promotions). Saran bagi BUMDes Bhakti
Mulur Sumbergondang yakni tetap menjalankan aktivitas pemasaran, baik konvensional
maupun digital dengan konsisten, terutama mengenai Digital Marketing bisa dikembangkan
lagi dalam pengelolaannya karena selama ini masih dalam tahap pembelajaran mengenai
digital marketing.
Kata Kunci : Digital Marketing, BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang
Abstract
The marketing trend is shifting from conventional offline to digital online. The concept of
digital marketing for business people is to be able to market their products from anywhere
and anytime via the internet. The condition of the Bhakti Bhakti BUMDes can be said to
be healthy, but the marketing problem for Menco's batik products has not yet gone digital.
The focus of the issues raised, namely: (1) How is Menco's Batik marketing strategy
through Digital marketing carried out by BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang in
marketing its products. (2) What are the obstacles and benefits of implementing Menco
Batik digital marketing for BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang. To solve this
problem, this article uses qualitative types that are useful for providing facts and data
regarding the application of digital marketing products for Batik Menco BUMDes Bhakti
Mulur Sumbergondang. From the results of the article, it was found that marketing
strategies through digital marketing were very helpful for marketing Menco Batik
products through Instagram and Makerplace. Constraints and benefits of implementing
digital marketing are related to the marketing mix-4P (products, prices, locations and
promotions). Suggestions for BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang, namely to continue
to carry out marketing activities, both conventional and digital consistently, especially
regarding Digital Marketing, can be developed again in its management because so far it
is still in the learning stage about digital marketing.
Keywords: Digital Marketing, BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu bentuk pengabdian yang
diberikan kepada mahasiswa untuk memiliki pengalaman belajar untuk hidup di
tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta
Prosiding Snebdewa Halaman 15 - 20
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 16 dari 20
menangani masalah yang ada di BUMDes. Menurut Deputi Bidang Produksi dan
Pemasaran Kementrian Koperasi, BUMDes yang dikelola masyarakat sudah sangat
potensial untuk bisa go international. Pemerintah sendiri sedang mendorong penuh
agar BUMDes bisa go international. Salah satu caranya dengan mengajarkan
menggunakan internet yang menjadi salah satu cara memudahkan pemasaran hingga ke
pasar internasional. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, dunia digital dan
internet tentu juga berimbas pada dunia pemasaran. Tren pemasaran di dunia beralih
dari yang semula konvensional offline menjadi digital online. Digital marketing ini lebih
prospektif karena memungkinkan para calon pelanggan potensial untuk memperoleh
segala macam informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet. Platform
yang sering digunakan dalam digital marketing adalah media sosial atau jejaring sosial.
Dengan memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dalam memasarkan produk,
diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga semakin banyak yang
mengetahui dan dapat membeli produk yang ditawarkan. Artikel ini mengambil contoh
dari pemasaran Batik Menco BUMDes Bhakti Mulur Sumbergondang yang masih belu
go digital atau bisa dikatakan hanya masyarakat sekitar saja yang tau bahwa adanya
produk batik yang dibuat oleh BUMDes Bhakti Mulur. Oleh karena itu melalui
program KKN Tematik ini adalah BUMDes Bhakti Mulur dapat membangun kekuatan
ekonomi secara gotong royong di desa Sumbergondang. Visi misi dari pelaksanaan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yakni Go Global Go Digital Go
Finansial, diharapkan produk BUMDes Bhakti Mulur mampu masuk level ke pasar
menengah ke atas, tidak hanya pasar nasional bahkan sampai level internasional.
Sejalan dengan itu semua, salah satu strategi efektif dalam “menjaring”
konsumen yakni pemasaran digital (Digital Marketing). Digital marketing lantas kerap
dimaknai sebagai satu cara promosi atau pemasaran sebuah produk maupun jasa
melalui media digital. Selama beberapa tahun terakhir, ini merupakan sebuah
pendekatan kreatif baru bagi konsumen, terlebih untuk menciptakan kesan yang
menyenangkan. Pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang informasi
telah menumbuhkan peluang berkreasi dan berinovasi dalam bisnis. Seiring dengan
perubahan perilaku masyarakat yang lebih menaruh perhatian pada internet menjadi
tantangan bagi BUMDes dalam memasarkan produk secara online. Konsumen lebih
aktif mencari apa yang diinginkan menggunakan media online, karena dapat
mengakses berbagai informasi lebih mudah dari sebelumnya. Pada intinya, digital
marketing mampu mencakup kemampuan untuk melakukan banyak hal yang bisa
menjangkau konsumen.
2. Profil Mitra Binaan
Potensi Desa Sumbergondang di Kabupaten Jombang Kecamatan Kabuh sangat
besar tetapi pemanfaatannya masih belum mencukupi, sehingga bukan merupakan opsi
yang tepat untuk memanfaatkan potensi desa yang mempengaruhi terhadap
pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sumbergondang. Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) merupakan bagian penting dalam menunjang pembangunan ekonomi
pedesaan, oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis untuk mendorong badan
usaha mengelola aset ekonomi strategis Desa Sumbergondang serta meningkatkan
jaringan ekonomi untuk meningkatkan daya saing perekonomian desa.
BUMDes Bhakti Mulur merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang
terletak di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Tepatnya
terletak di Desa Sumbergondang. BUMDes Bhakti mulur berdiri sejak tahun 2014,
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 17 dari 20
setelah itu pada tahun 2014 membagikan dana kepada BUMDes untuk kegiatan
operasional, Dana operasional dari pemerintah yang memulai BUMDes Bhakti Mulur
untuk membuka unit usaha simpan pinjam. Sejauh ini BUMDes Bhakti Mulur hanya
melakukan unit kegiatan usaha simpan pinjam, dimana ada 1 (Satu) unit yang
tergabung dengan BUMDes Bhakti Mulur yakni: Batik Menco karena itu,
permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada
usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan :
a) Studi kelayakan bisnis, tentang rencana BUMDes Bhakti Mulur membuat unit
usaha produk “Batik Menco”.
b) Belum terbentuknya struktur kepengurusan dalam unit usaha “Batik Menco”
ini terutama pada admin marketingnya.
c) Memerlukan bimbingan mengenai tata cara pengembangan usaha “Batik
Menco”, mulai dari aspek pemasaran serta promosinya.
Meskipun BUMDes Bhakti Mulur sendiri sudah menggunakan sistem keuangan
yang sudah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang tetapi perihal tersebut masih
belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus bumdes. Melihat dari
permasalah terbut, maka penulis membagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
menjadi 2 (dua) bagian, yang akan diselesaikan pada semester genap 2020/2021 dan
semester ganjil 2021/2022. Untuk pelaksanaan pada semester genap 2020/2021.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola
oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa
dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Digital Marketing adalah
kegiatan pemasaran termasuk pengenalan merek (Branding) yang menggunakan
berbagai media berbasis web seperti website, marketplace ataupun media social.
BUMDes menurut Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi
dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga
desa. Disamping itu, supaya tidak berkembang sistem usaha kapitalistis di pedesaan
yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.
Terdapat 10 (sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga
ekonomi komersial pada umumnya yaitu:
1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui
penyertaan modal (saham atau andil)
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta
berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local wisdom),
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa secara
umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat,
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja potensial
yang ada didesa.
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa dan atau penyerta modal.
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 18 dari 20
desa
8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village policy)
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD, anggota).
BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas
inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha
BUMDes harus bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak menutup
kemungkinan BUMDes dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti
dari Pemerintah Desa atau pihak lain, bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan
peraturan per undang-undangan (UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
Pasal 213 ayat 3). Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian
BUMDes, karena implikasinya akan bersentuhan dengan pengaturannya dalam
Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Desa (Perdes).
Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa.
Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan di dalam UU
No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang- undang
sebelumnya, UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang
Desa. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 213
ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai
dengan kebutuhan dan potensi desa”. Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian
BUMDes antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).
Saragi (2004) dalam bukunya menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan BUMDes
yaitu: 1) Peningkatan kemampuan keuangan desa, 2) Pengembangan usaha masyarakat
dalam rangka pengentasan kemiskinan, 3) Mendorong tumbuhnya usaha masyarakat,
4) Penyedia jaminan social, 5) Penyedia pelayanan bagi masyarakat desa
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Bhakti mulur mempunyai usaha Batik Menco. Karena itu,
permasalahan yang selama ini dialami merupakan terkait pada hal-hal yang melekat
pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan :
1) Kesulitan dalam marketingnya
2) Belum ada marketplace
3) Produk batik belum di kenali di luar desa
4) Kurangnya Sumber daya manusia dalam produksi Batik Menco
Meskipun BUMDes Bhakti Mulur sendiri telah menjalankan kegiatan produksi
dan pemasaran yang telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang namun hal
tersebut masih belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus BUMDes.
Melihat dari permasalah tersebut, maka penulis membagi kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini menjadi 2 (dua) bagian, yang akan diselesaikan pada semester genap
2020/2021 dan semester ganjil 2021/2022. Untuk pelaksanaan pada semester genap
2020/2021, penulis bersama tim menitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada
penyusunan Kelengkapan Administrasi dan Pemasaran Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Bhakti Mulur, Desa Sumbergondang – Kabuh – Jombang, yang meliputi :
1) Pembuatan marketplace
2) Promosi produk Batik Menco.
Kegiatan ini dilakukan penulis melibatkan mahsasiswa yang sedang melakukan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ada di Desa Dukuhklopo. Sesuai dengan
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 19 dari 20
permasalahan yang dihadapi BUMDes Bhakti Mulur, maka kegiatan ini menitik
beratkan pada kegiatan penyusunan Kelengkapan Administrasi dan Pemasaran Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) Bhakti Mulur, membantu membenahi pembukuan
BUMDes agar sesuai dengan standar yang ada pada umumnya, serta mendampingi
cara penggunaan aplikasi terbaru terkait pembukuan keuangan agar lebih efektif dan
efisien. Dengan adanya program aplikasi yang telah diberikan oleh kampus, diharapkan
kepada pengurus BUMDes mampu mengelola pencatatan keuangan BUMDes secara
baik dan benar serta mampu menciptakan usaha-usaha lain yang kreatif dan inovatif.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan Digital Marketing. Pembuatan Digital Marketing adalah hal ya
sudah lama dipikirkan oleh pengurus BUMDes Bhakti Mulur tetapi belum
terlaksanakan sampai sekarang. Oleh karena itu penulis dan tim pengabdian
masyarakat dengan kreatif dan kemampuannya merancang dan memberikan
arahan mengenai sosial media untuk pemasaran BUMDes Bhakti Mulur dengan
apa yang diharapkan oleh pengurus BUMDes
2. Membuat video produk Batik Menco. Unutk memperkenalkan produk dari
BUMDes Bhakti Mulur ke masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu tim
pengabdian masyarakat membuat video produk tersebut untuk bisa
meningkatkan pemasaran produk dan bisa dikenal lebih banyak lagi oleh
masyarakat.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan penulis melibatkan
mahasasiswa Desa Sumbergondang. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
BUMDes Bhakti Mulur, maka kegitan pengabdian masyarakat ini menitik beratkan
pada kegiatan Pembuatan Digital Marketing yaitu Batik Khusus yang dibuat oleh warga
Sumbergondang untuk menjalankan BUMDes yang ada di desa tersebut. Dengan
adanya program pengabdian kepada masyarakat oleh penulis dan mahasiswa yang telah
diberikan oleh kampus, diharapkan kepada pengurus BUMDes mampu mengelola
pencatatan keuangan BUMDes secara baik dan benar serta mampu menciptakan usaha-
usaha lain yang kreatif dan inovatif. Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai
berikut:
1) Pembuatan marketplace Batik Menco, yaitu Batik Khusus yang dibuat oleh
warga Sumbergondang untuk menjalankan BUMDes yang ada di desa
tersebut.
2) Promosi produk Batik Menco agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Gambar1 : Koordinasi antara tim penulis, mahasiswa serta pengurus BUMDes untuk
membantu menjelaskan mengenai Digital Marketing dan pemasaran produk batik menco
BUMDes Bhakti Mulur.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Joko Muji S, Rangga Adi Kurniawan Halaman 20 dari 20
E. PENUTUP
Kegiatan KKN dengan melibatkan mahasiswa yang sedang KKN telah
memberikan banyak manfaat khusunya bagi BUMDes Bhakti Mulur. Beberapa hal
yang telah dilakukan penulis Bersama tim adalah :
1) Tercipnya akun marketplace batik menco guna untuk memasarkan produk
unggulan BUMDes Bhakti Mulur
2) Promosi produk Batik Menco.
Namun demikian, kegiatan PKM ini hanyalah awal. Masih ada kegiatan lanjutan
yang telah disepakati antara penulis dengan Pihak BUMDes Bhakti Mulur yaitu Digital
Marketing mengenai produk Batik
DAFTAR PUSTAKA
Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site:http://business- law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-
usaha-milik-desa-status-dan- pembentukannya/
Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi
Wanita. Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2), 135-148.
Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)
Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999)
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/794
aaaa
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 21 dari 26
Analisis SWOT Sebagai Landasan Untuk Membangun BumDes
Yang Berdaya Saing
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari*
Afrizal Iqbal Zulmy
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi* : [email protected]
Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai Pemerintah Pusat dan
ditindaklanjut oleh Pemerintah Daerah Jombang sehingga pada tahun 2015 terbentuklah
Badan Usaha Milik Desa Sumber Makmur dengan jenis usaha simpan pinjam. Seiring
berjalannya waktu BUMDes Sumber Makmur memperluas usaha antara lain : unit usaha
fotocopy, jasa pembayaran online, jual beli atk dan penyewaan alat berat serta
merencanakan usaha membuat wahana wisata dan pujasera , melakukan kerjasama dengan
pihak pabrik PT Pei Hai terkait pengadaan seragam karyawan PT Pei Hai. Untuk itu penulis
beserta mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Jogoloyo
melakukan kegiatan pembenahan administrasi, melakukan , analisis SWOT, pembenahan
laporann keuangan BUMDes, dan sosialisasi Digital Marketing. Kegiatan tersebut telah
diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama tim mahasiswa KKN dalam kurun waktu
kurang lebih 30 hari (satu bulan).
Kata Kunci : Bumdes Sumber Makmur, Analisis SWOT, Digital Marketing.
Abstract
The establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) which was initiated by the
Central Government and followed up by the Jombang Regional Government so that in 2015
the Sumber Makmur Village Owned Enterprise was formed with the type of savings and
loan business. As time goes by, BUMDes Sumber Makmur Expansion includes:
photocopying business units, online payment services, buying and selling atk and heavy
equipment rentals as well as planning a business to make tourist rides and food courts,
collaborating with the PT Pei Hai factory regarding the procurement of PT Pei Hai
employee uniforms. For this reason, the author and students who are conducting a Real
Work Lecture in Jogoloyo Village carry out administrative reform activities, conduct
SWOT analysis, improve BUMDes financial reports, and socialize Digital Marketing. The
activity has been well completed by the author and the team of KKN students in
approximately 30 days (one month).
Keywords: Bumdes Sumber Makmur, SWOT Analysis, Digital Marketing
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Salah satu permasalahan yang saat ini sedang dihadapi oleh negara Indonesia
yaitu masalah ekonomi. Selama ini, pemerintah sudah banyak memiliki program-
program untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu program yang
diadakan oleh pemerintah yaitu pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam
hal ini, desa sebagai pemerintah yang secara langsung mensejahterkan dan menyentuh
kebutuhan masyarakat secara langsung. Upaya pemerintah dalam pengembangan di
bidang ekonomi di pedesaan sudah lama dijalankan, jika desa mampu secara mandiri
menyediakan kebutuhan warganya, maka desa telah mampu mensejahterakan warga.
Untuk mendukung program pemerintah tersebut, STIE PGRI Dewantara salah
satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Jombang menyelenggarakan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) melalui kegiatan pengabdian kepada msayarakat yang bertema
“Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju Jombang Berkarakter dan
Prosiding Snebdewa Halaman 21 - 26
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 22 dari 26
Berdaya Saing”. Yang mana program ini menitikberatkan pada strategi pemasaran
online ataupun offline.
BUMDes Sumber Makmur Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito yang dibentuk
pemerintah pada tahun 2015 merupakan salah satu BUMDes di Kabupaten Jombang
yang mempunyai potensi untuk mendukung dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat
(PKM). Sasaran kegiatan pada pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
adalah meriview ulang AD/ART, membantu melakukan analisis SWOT terhadap unit
usaha yang direncanakan, membantu membenahi pencatatan dan pelaporan transaksi
yang masih dilakukan secara manual serta memberikan pemahaman mengenai digital
marketing yang dilakukan secara insentif kurang lebih satu bulan selama bulan Agustus.
2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Sumber Makmur merupakan sebuah Badan usaha Milik Desa yang
terletak di Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. BUMDes Sumber
Makmur Berdiri sejak tahun 2015 yang pada awalnya hanya bergerak di bidang unit
simpan pinjam yang dilanjutkan pada tahun 2018 BUMDes sumber makmur mulai
mengembangkan unit usahanya, selain simpan pinjam, BUMDes Sumber Makmur juga
mempunyai usaha fotocopy, jasa pembayaran online, jual beli ATK, air minum, dan
penyewaan alat berat. Di tahun 2021 BUMDes mengembangkan lagi unit usahanya
yaitu unit usaha penyewaan pasar lapak desa dan pengelolaan sampah warga serta
budidaya udang air tawar. Hingga sekarang BUMDes Sumber Makmur menjalankan
unit usaha tersebut diantaranya : a.Unit simpan pinjam, b Unit Usaha Fotocopy, c.Jasa
Pembayaran Online, d.Jual beli ATK, dll, e.Penyewaan alat berat
Pada Periode 2021-2025, BUMDes Sumber Makmur hendak memperluas unit-
unit usaha yang lain yang sudah dirancangkan, diantaranya :
a. Membuat wahana wisata dan pujasera
b. Melakukan kerjasama dengan pihak pabrik PT Pei Hai terkait pengadaan
seragam karyawan PT Pei Hai.
Karena itu, permasalahan yang saat ini dihadapi BUMDes Sumber Makmur
adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada unit usaha yang akan dan sedang
dijalankan. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait :
a. Masalah Kelengkapan Administrasi
b. Analisis SWOT terhadap unit usaha yang direncanakan
c. Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual
Melihat dari permasalahan tersebut, makan penulis bersama tim membagi
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi tiga bagian yang akan diselesaikan
pada semester genap 2020/2021 dan semester ganjil 2021/2022. Untuk pelaksanaan
pada semester genap 2020/2021, penulis bersama tim menitikberatkan pelaksanaan
kegiatan pada penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Sumber Makmur Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten
Jombang, yaitu penyusunan AD/ART, Analisis SWOT terhadap unit usaha yang
direncanakan, Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual.
B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Menurut Pasal 1 Angka (6) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Badan Usaha
Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah badan usaha yang seluruh atau
sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 23 dari 26
berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan
usaha lainnya untuk sebesar - besarnya kesejahteraan masyarakat Desa ( (Putra, 2015).
Jenis Usaha yang dijalankan BUMDes diantaranya :
a. Bisnis Sosial/ Serving Melakukan pelayanaan pada warga sehingga warga
mendapatkan manfaat sosial yang besar. Pada model usaha seperti ini BUMDES
tidak menargetkan keuntungan profit. Jenis bisnis ini seperti pengelolaan air
minum, pengolahan sampah dan sebagainya.
b. Keuangan/ Banking BUMDes bisa membangun lembaga keuangan untuk
membantu warga mendapakan akses modal dengan cara yang mudah dengan
bunga semurah mungkin. Bukan rahasia lagi, sebagian besar bank komersil di
negeri ini tidak berpihak pada rakyat kecil pedesaan. Selain mendorong
produktivitas usaha milik warga dari sisi permodalan, jenis usaha ini juga bisa
menyelamatkan nasib warga dari cengkeraman renternir yang selama ini
berkeliaran di desa-desa.
c. Bisnis Penyewaan/ Renting Menjalankan usaha penyewaan untuk memudahkan
warga mendapatkan berbagai kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang
dibutuhkan misalnya penyewaan gedung, alat pesta, penyewaan traktor dan
sebagainya.
d. Lembaga Perantara/ Brokering BUMDes menjadi perantara antara komoditas
yang dihasilkan warga pada pasar yang lebih luas sehingga BUMDes
memperpendek jalur distribusi komoditas menuju pasar. Cara ini akan
memberikan dampak ekonomi yang besar pada warga sebagai produsen karena
tidak lagi dikuasai tengkulak.
e. Perdagangan/ Trading BUMDes menjalankan usaha penjualan barang atau jasa
yang dibutuhkan masyarakat yang selama ini tidak bisa dilakukan warga secara
perorangan. Misalnya, BUMDes mendirikan Pom Bensin bagi kapal-kapal di desa
nelayan. BUMDes mendirikan pabrik es ada nelayan sehingga nelayan bisa
mendapatkan es dengan lebih murah untuk menjaga kesegaran ikan tangakapan
mereka ketika melaut.
f. Usaha Bersama/ Holding BUMDes membangun sistem usaha terpadu yang
melihatkan banyak usaha di desa. Misalnya, BUMDes mengelola wisata desa dan
membuka akses seluasnya pada penduduk untuk bisa mengambil berbagai peran
yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha wisata itu.
2. Analisis SWOT
Galavan (2014) mengatakan bahwa, analisis SWOT ( Strengths, Weakness,
Opportunities dan Threats) adalah analisis yang digunakan untuk menentukan
strategi yang tepat untuk diterapkan perusahaan berdasarkan keadaan publik dan
pasar, dimana peluang dan ancaman digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan
eksternal perusahaan dan membandingkannya dengan kekuatan dan kelemahan yang
didapatkan melalui analisis lingkungan internal. Menurut Pearce dan Robinson
(2013), analisis SWOT didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif
diturunkan dari kesesuaian yang baik antara sumber daya internal perusahaan
(kekuatan dan kelemahan) dengan situasi eksternalnya (peluang dan ancaman).
Berikut ini penjabaran SWOT menurut Pearce dan Robinson (2013):
1. Strength
Kekuatan merupakan sumber daya atau kapabilitas yang dikendalikan oleh atau
tersedia bagi suatu perusahaan yang membuat perusahaan relatif lebih unggul
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 24 dari 26
dibandingkan pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang
dilayaninya.
2. Weakness
Kelemahan merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau lebih
sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan relatif terhadap pesaingnya,
yang menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif.
3. Opportunity
Peluang merupakan situasi utama yang menguntungkan dalam lingkungan suatu
perusahaan. Tren utama merupakan salah satu sumber peluang. Identifikasi
atas segmen pasar yang sebelumnya terlewatkan, perubahan dalam kondisi
persaingan atau regulasi, perubahan teknologi dan membaiknya hubungan
dengan pembeli atau pemasok dapat menjadi peluang bagi perusahaan.
4. Threat
Ancaman merupakan situasi utama yang tidak menguntungkan dalam
lingkungan suatu perusahaan. Ancaman merupakan penghalang utama bagi
perusahaan dalam mencapai posisi saat ini atau yang diinginkan.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertema “Penguatan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) Menuju Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing”. Sesuai
dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) ini menitikberatkan pada kegiatan penyusunan Kelengkapan
Administrasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Desa Jogoloyo,
Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yaitu meriview ulang AD/ART, membantu
melakukan analisis SWOT terhadap unit usaha yang direncanakan, membantu
membenahi pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual,
serta memberikan pemahaman mengenai digital marketing.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Review dan mengkaji ulang AD/ART dilakukan dengan pengurus BUMDes
Sumber Makmur di balai desa setempat. Mahasiswa membantu melengkapi dan
melakukan revisi AD/ART. Kegiatan tersebut dilakukan bersama pengurus
BUMDes Sumber Makmur.
2. Review dan mengkaji ulang perencanan usaha dan dilanjutkan survey tempat
usaha. Kemudian melakukan analisis SWOT untuk menemukan aspek penting
dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman di dalam usaha yang
direncanaka oleh BUMDes Sumber Makmur sekaligus mensosialisasikan hasil
analisis kepada Pengurus BUMDes Sumber Makmur yang nantinya digunakan
sebagai landasan untuk mendirikan usaha yang direncanakan tersebut.
3. Melakukan review peluang usaha yang ada di lingkungan BumDes Sumber
Makmur, kemudian melaksanakan sosialisasi mengenai Digital Marketing guna
menjadi pedoman BumDes Sumber Makmur untuk perencanaan pemasaran di
kemudian hari.
4. Membenahi pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan yang masih dilakukan
secara manual agar sesuai dengan standar keuangan yang ada sekaligus
memberikan pemahaman kepada pengurus BUMDes Sumber Makmur mengenai
penyusunan laporan keuangan sebagai landasan dalam mencatat transaksi
keuangan selanjutnya.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 25 dari 26
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa
dilakukan secara intesif selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu selama bulan Agustus
2021. Pelaksanaan dilakukan secara online dan terjun langsung ke lapangan yaitu
pendampingan langsung ke BUMDes Sumber Makmur Jogoloyo Sumobito. Tim
penulis bersama mahasiswa membantu
Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi tim penulis dengan
mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna
menyamakan visi dan langkah saat terjun ke desa. Selanjutnya dilanjutkan dengan
kegiatan musyawarah dari para perangkat Desa Jogoloyo Sumobito, Tim penulis hingga
perwakilan mahasiswa.
Gambar 1 : Rapat koordinasi awal dengan mahasiswa serta dengan perangkat desa Jogoloyo
Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis beserta mahasiswa mampu mendampingi pengurus BumDes Sumber
Makmur merevisi AD/ART, melakukan Analisis SWOT sebagai landasan
perencanaan usaha BumDes Sumber Makmur, membantu membenahi dan
mendampingi dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan BumDes serta
melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman mengenai digital marketing
guna menjadi pedoman BumDes Sumber Makmur untuk perencanaan pemasaran di
kemudian hari.
Gambar 2. Pelaksanaan Program Kerja bersama Pengurus BUMDes Sumber Makmur
E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata dengan
melibatkan mahasiswa memberi banyak manfaat khususnya bagi BUMDes Sumber
Makmur. Beberapa hal yang telah dilakukan penulis bersama tim adalah :
1. Terciptanya buku pedoman Digital Marketing.
2. Terciptanya kelengkapan administrasi BUMDes Sumber Makmur (AD/ART dan
laporan keuangan).
3. Terciptanya hasil analisis SWOT.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dyah Ayu Kunthi Puspitasari, Afrizal Iqbal Zulmy Halaman 26 dari 26
Namun, kegiatan ini hanyalah awal. Masih ada kegiatan lanjutan yang telah
disepakati dengan pihak BUMDes Sumber Makmur yaitu pelatihan dan pendampingan
perihal Digital Marketing.
DAFTAR PUSTAKA
Djatmiko, A. A. & Cahyoadi, B., 2020. Penguatan Strategi Pemasaran dan Pengolahan
Produk Secara Inovatif Sebagai Optimalisasi Eksistensi dan Pelaku UMKM di Era
New Normal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, VIII(2).
Kumalasari, N. A., 2016. Perencanaan Strategi Promosi Melalui Analisis SWOT Pada
Bisnis Delicy. Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, I(2).
Putra, A. S., 2015. Badan Usaha Milik Desa:Spirit Usaha Kolektif Desa. Jakarta:
KEMENDES.
Rochim, I. A., 2019. Peran Badan USaha Milik Desa (BUMDES) Dalam
MEningkatkan Ekonomi Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam, Semarang:
Universitas Islam Negeri Walisongo.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/795
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 27 dari 32
Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Menuju Jombang Berkarakter Dan Berdaya Saing
Dwi Ermayanti Susilo*,
M Taufiqulloh Vego U
STIE PGRI Dewantara Jombang
*Korespondensi: [email protected]
Abstrak
BUMDes (Badan usaha milik desa) merupakan lembaga/badan perekonomian desa yang
berbadan hukum. BUMDes dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya
meningkatkan perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki oleh Desa Japanan Kecamatan Gudo
yaitu BUMDes Enggal Makmur dimana fokus usaha yang dijalankan memiliki dua bidang
usaha yaitu bidang jasa, bidang perdagangan. Permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes
Enggal Makmur adalah 1. Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan laporan keuangan
yang sesuai standar akuntansi keuangan. 2. Kurang maksimal dalam penggunaan
pemasaran secara online atau digital marketing. Dengan adanya kendala yang ada pada
BUMDes Enggal Makmur, Tim pengabdian kepada masyarakat membantu pihak BUMDes
Enggal Makmur dengan hasil yaitu 1. Perbaikan laporan keuangan BUMDes Enggal
Makmur dari bulan Januari - Juli 2021. 2) pembuatan akun marketplace Instagram dan
Facebook, membuatkan pamflet yang menarik serta membuat businessplan terkait dengan
peningkatan pengelolahan agrowisata dengan digital marketing.
Kata kunci : BUMDes Japanan, Enggal Makmur,
Abstract
BUMDes (village-owned enterprises) are village economic institutions/agencies that are
legal entities. BUMDes are managed by the community and village government in an effort
to improve the village economy and are formed based on the needs and potential of the
village. Village-Owned Enterprises (BUMDes) owned by Japanan Village, Gudo District,
namely Enggal Makmur BUMDes where the focus of the business being carried out has two
business fields, namely the service sector, the trade sector. The problems faced by BUMDes
Enggal Makmur are 1. Lack of understanding of the use of financial statements in
accordance with financial accounting standards. 2. Less than optimal in the use of online
marketing or digital marketing. With the obstacles that exist in BUMDes Enggal Makmur,
the Real Work Lecture Team community cervices assisted the BUMDes Enggal Makmur
with the results of 1. Improvement of the financial statements of BUMDes Enggal Makmur
from January - July 2021. 2) Creating Instagram and Facebook marketplace accounts,
making interesting pamphlets and make a business plan related to improving agro-tourism
management with digital marketing.
Keywords: BUMDes Japanan, Enggal Makmur,
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat suatu kegiatan perkuliahan dan kerja
lapangan yang merupakan pengintegrasian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan ditengah masyarakat untuk membantu
memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Selain membantu
masyarakat untuk memecahkan permasalahan, sebagai salah satu kewajiban yang
terdapat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kegiatan ini mahasiswa
berkesempatan untuk berperan aktif membantu kegiatan BUMDes Enggal Makmur
yang bertempat di desa Japanan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Sasaran dari
kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan peran BUMDes melalui kegiatan
digital marketing, pelatihan pembukuan, serta memberikan informasi kerjasama
Prosiding Snebdewa Halaman 27 - 32
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 28 dari 32
BUMDes bersama dengan KOMINFO Jawa Timur dan lain-lain yang menunjang
kegiatan KKN Tematik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung
selama 1 bulan yaitu pada tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan 27 Agustus 2021. Dalam
kegiatan ini tim pengabdian kepada masyarakat sharing pengetahuan, informasi,
keterampilan serta mempraktikan bagaimana aplikasi terkait dengan digital marketing
melalui Facebook dan Instagram yang tujuannya adalah meningkatkan atau
mempromosikan produk atau keunggulan yang dimiliki Desa Japanan Kecamatan Gudo
Kabupaten Jombang. Disamping itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga
bertujuan untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Desa Japanan, serta
memenuhi kebutuhan kegiatan yang diinginkan oleh desa.
2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Enggal Makmur merupakan sebuah usaha milik Desa yang terletak di
desa Japanan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Adapun usaha yang dilakukan
oleh BUMDes Enggal Makmur diantaranya adalah usaha simpan pinjam, catering, petik
buah, dan transportasi barang. Seiring dengan berjalannya waktu BUMDes Enggal
Makmur mengalami pasang surut diantaranya karena adanya pergantian struktur
kepengurusan yang mengakibatkan BUMDes tidak bisa berjalan dengan maksimal.
Namun demikian pihak BUMDes Enggal Makmur sangat terbuka menerima masukkan
yang bertujuan untuk mengembangkat unit usahannya. Berdasarkan kegiatan dilapang
menemukan beberapa permasalahan yang dihadapi pihak BUMDes Enggal Makmur
yaitu :
1. Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan laporan keuangan yang sesuai
standar akuntansi keuangan.
2. Kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran produk online melalui digital
marketing.
3. Kurangnya media pomosi (platform medsos) seperti pamflet yang kurang
menarik
4. Agrowisata petik buah belum dapat berjalan maksimal karena kurangnya dana
dan adanya pandemic covid-19 saat ini.
Setelah melakukan observasi berdasarkan permasalahan yang terjadi tim kegiatan
pengabdian kepada masyarakat membagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat,
dengan melaksanakan kegiatan yang berfokus pada: 1) Perbaikan laporan keuangan
BUMDes Enggal Makmur dari bulan Januari - Juli 2021. 2) pembuatan akun
marketplace Instagram dan Facebook, membuatkan pamflet yang menarik serta
membuat businessplan terkait dengan peningkatan pengelolahan agrowisata dengan
digital marketing. 3) memfasilitasi pendaftaran bagi masyarakat yang memiliki usaha
untuk bekerja sama dengan KOMINFO.
B. TINJAUAN PUSTAKA
BUMDes kependekan dari badan usaha milik desa, artinya, suatu lembaga/badan
perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa,
dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau
sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan.
BUMDes sendiri dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan di mana
selanjutnya dapat memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), memajukan
perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa seperti menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 78 ayat (1).Pada UU
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 29 dari 32
no 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 213 ayat 1 yang berbunyi “Desa bisa
mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki
desa”.
Terdapat beberapa ciri-ciri dari BUMDes yaitu :
Kekuasaan penuh berada di tangan pemerintah desa, dan dikelola bersama
masyarakat desa.
Modal bersama bersumber dari desa sebesar 51% dan dari masyarakat 49%,
dilakukan dengan cara penyertaan modal (saham atau andil).
Menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya lokal untuk melakukan
kegiatan operasional.
Bidang yang dipilih bagi badan usaha desa disesuaikan dengan potensi dan
informasi pasar.
Keuntungan yang diperoleh dari produksi dan penjualan ditujukan untuk
meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat melalui kebijakan desa.
Pemberian fasilitas dan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi,
Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Desa (Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo,
L. P, 2018).
Dalam memasarkan produknya BUMDes menggunakan digital agar jangkauannya
lebih luas. Digital marketing sangat penting untuk memajukan produk yang ingin
dipasarkan, dengan terus berkembang dan maju dapat membawa arus modernisasi di
berbagai aspek kehidupan yang segala informasinya dapat mudah di akses dengan
internet. Jika BUMDes mampu mengoptimalkan media digital seperti halnya media
social dalam setiap kegiatan usahanya maka produk yang dipasarkan mampu bersaing
tidak hanya dalam pasar local bahkan bisa menjangkau konsumen tanpa batas.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Enggal Makmur Desa Japanan Kecamatan
Gudo ada berbagai macam unit usaha yang bergerak dalam bidang jasa (simpan pinjam)
dan perdagangan (usaha catering dan petik buah). Secara umum, permasalahan yang
sering dihadapi oleh BUMDes adalah terkait dengan pembukuan, digital marketing.
Permasalahan ini terjadi dikarenakan BUMDes belum bisa maksimal dalam
pengelolahan usahannya baik terkait dengan pemasaran produk maupun pembukuan.
Selain itu kondisi pandemic covid-19 tak kunjung berakhir semakin memperburuk
keadaan sehingga BUMDes Enggal Makmur tidak bisa maksimal dalam menjalankan
kegiatan. Selain itu, pihak BUMDes juga kurang memaksimalkan penggunaan
pemasaran secara online atau digital marketing. Walaupun pihak BUMDes sudah
memiliki akun penjualan online seperti facebook, namun BUMDes masih sangat jarang
menerapkan aplikasi tersebut secara maksimal, hal ini berakibat kurang maksimalnya
kegiatan pemasaran berdasarkan digital marketing. Hal ini dikarenakan kurangnya
pengetahuan tentang pentingnya digital marketing sebagai ajang promosi produk
BUMDes.
Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan diatas, maka tim pengabdian
kepada masyarakat menyususn program kerja atau kegiatan yang dapat membantu
mengatasi dan meringankan permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat yang ada didesa Japanan dengan program kerja yang
menitik beratkan pada pengoptimalan digital marketing pada produk BUMDes,
membantu membuat akun penjualan online, mengajarkan bagaimana cara memasarkan
produk agar dilirik dan diminati oleh banyak orang, memberikan informasi tambahan
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 30 dari 32
mengenai kerjasama dengan KOMINFO tentang strategi pengembangan usaha
BUMDes serta melakukan pendampingan dalam mengolah akun penjualan online
tersebut agar berjalan dengan maksimal. Serangkaian kegiatan yang telah kami
programkan diharapkan akan membawah banyak manfaat bagi pelaku usaha BUMDes
Enggal Makmur Desa Japanan baik dalam meningkatkan perekonomian desa,
pengetahuan mengenai penyusunan keuangan BUMDes yang akan berdampak baik
kedepannya.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIE PGRI Dewantara Jombang yang
bertempatkan di BUMDes Enggal Makmur Desa Japanan Kecamatan Gudo
dilaksanakan pada tangal 26 Juli – 27 Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara
offline dan tetap melaksankan protocol kesehatan karena mengingat masih dalam
pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adanya pandemi Covid-19. Tahapan
pertama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan
koordinasi antara kelompok KKN Tematik kelompok 8 dengan dosen DPL. Kegiatan
ini diperlukan untuk musyawarah mengenai program kerja yang akan dilaksanakan di
BUMDes Enggal Makmur. Selanjutnya yaitu kegiatan social mapping dan wawancara
antara tim pengabdian kepada masyarakat pengurus BUMDes Enggal Makmur serta
kepala desa beserta perangkatnya mengenai permasalahan yang dihadapi BUMDes
Enggal Makmur
Gambar 1. Rapat koordinasi awal bersama DPL dan tim pengabdian kepada masyarakat Desa
Japanan
Gambar 2. Social mapping dan wawancara bersama pengurus BUMDes Enggal Makmur Desa
Japanan
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 31 dari 32
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Enggal Makmur, Desa
Japanan Kecamatan Gudo mendapatkan sambutan yang baik dan hasil yang sesuai
dengan yang diharapkan. Tim pengabdian kepada masyarakat mampu membantu dan
mendampingi pengurus BUMDes Enggal Makmur dalam menyusun pembukuan
laporan keuangan dari bulan Januari – Juli 2021 sesuai dengan standar akuntansi
sehingga lebih efisien waktu dalam pengerjaan serta dapat menghindari terjadinya salah
perhitungan dalam pencatatan laporan keuangan, terciptanya akun marketplace
Instagram dan Facebook sehingga mempermudah dalam mengembangkan dan
memasarkan produk BUMDes, serta membantu kerjasama dengan pihak KOMINFO.
Gambar 3. Membantu dan mendampingi pengurus BUMDes Enggal Makmur Desa Japanan dalam
mengoperasikan Instagram dan Facebook, menyusun laporan keuangan serta serta pendaftaran pelatihan
strategi pengembangan usaha yang bekerja sama dengan KOMINFO Jawa Timur
Gambar 4. Kegiatan penutupan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Japanan, Gudo.
E. PENUTUPAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIE PGRI Dewantara Jombang yang
bertempatan di BUMDes Enggal Makmur Desa Japanan Kecamatan Gudo. Berdasarkan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat kami telah melakukan upaya :
1. Melakukan pelatihan penyusunan pembukuan laporan keuangan dengan baik.
2. Terciptanya pemasaran yang berbasis Digital Marketing untuk mennjang pemasaran
produk melalui Marketplace seperti Instagram dan Facebook.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Dwi Ermayanti S, M Taufiqulloh Vego U Halaman 32 dari 32
3. Dapat mempromosikan suatu produk dengan semenarik mungkin melalui media
social
DAFTAR PUSTAKA
Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site:http://business- law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-
usaha-milik-desa-status-dan- pembentukannya/
Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi
Wanita. Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2), 135-148.
Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)
Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999)
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/797
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 33 dari 38
Strategi Gotong Royong Untuk Keberlangsungan
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Artha Pulosari, Bareng
Lina Nasihatun Nafidah*
Tri Wilujeng
STIE PGRI Dewantara Jombang
*Korespondensi: [email protected]
Abstrak
BUMDes mempunyai pengaruh penting untuk dapat mengoptimalkan
pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kemandirian desa dan memperkuat
perekonomian di desa Pulo Sri Kecamatan Bareng. BUMDes Sari Arta hanya melakukan
unit kegiatan usaha yang bergerak di bidang jasa, dan perdagangan umum. Selama ini
permasalahan yang timbul adalah unit usaha yang bergerak di bidang perdagangan tidak
bisa berjalan dengan lancar dikarenakan kalah saing dengan toko perancangan yang ada
di sekitar BUMDes dan pihak BUMDes belum menerapkan digital marketing untuk
memasarkan dan memperkenalkan produknya ke masyarakat. Adanya pengabdian
masyarakat ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengetahuan dan
pemahaman pihak BUMDes tentang digital marketing. Selain hal tersebut dengan adanya
pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di
desa Pulo Sari yang mampu memperkuat perekonomian desa.
Kata Kunci: BUMDes, Sari Arta, Gotong Royong
Abstract
BUMDes (Villag-owned Enterprise) has an important influence in optimizing
community economic empowerment, increasing village independence and strengthening
the economy in Pulo Sri village, Bareng District. BUMDes Sari Arta only carries out
business activity units engaged in services and general trading. So far, the problem that
has arisen is that business units engaged in trade cannot run smoothly because they are
unable to compete with design shops around BUMDes and BUMDes have not
implemented digital marketing to market and introduce their products to the public. The
existence of this community service is expected to contribute to the knowledge and
understanding of BUMDes regarding digital marketing. In addition to this, the existence
of community service is expected to be able to develop the tourism potential in Pulo Sari
village which is able to strengthen the village economy.
Keywords: BUMDes, Sari Arta, Gotong Royong
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pandemi COVID-19 berdampak negatif bagi perekonomian negara. Untuk
memulihkan kembali perekonomian masyarakat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
dapat menjadi salah satu elemen penting. Peran BUMDes dapat membantu
mengoptimalkan perekokonomian di masa ini. Sejak UU Cipta Kerja di sahkan,
BUMDes mempunyai peluang usaha yang luas. Namun demikian, untuk
mengoptimalkan peran BUMDes, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu
dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta untuk
mengembangkan produk unggulan BUMDes.
STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi yang
berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, rutin
melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2021 ini salah satu
kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan
Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tim Pengabdian STIE PGRI Dewantara
Prosiding Snebdewa Halaman 33 - 38
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 34 dari 38
Jombang mengenalkan pentingnya peran digital marketing pada BUMDes. Pasalnya,
sebagian besar pelaku BUMDes belum sepenuhnya optimal dalam mengembangkan
usahanya. Menindaklanjuti kondisi yang dihadapi pelaku BUMDes di Desa Pulosari,
Kecamatan Bareng, dengan adanya digital marketing maka akan mengoptimalkan
pertumbuhan penghasilan BUMDes yang selama ini dikelola berjalan kurang baik
dengan mengimplementasikan digital marketing dalam pelaksanaannya. Dengan adanya
penggunaan digital marketing diharapkan pengurus BUMDes mampu meningkatkan
kinerja dibantu dengan partisipan warga desa.
Sasaran kegiatan pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah
pembuatan serta pendampingan penggunaan sosial media dalam membranding
BUMDes Sari Artha. Dunia maya saat ini menjadi salah satu pilihan terbaik yang
digunakan sebagai media promosi dalam mempromosikan potensi suatu daerah tidak
lain yaitu BUMDes. Karenanya, hal itu perlu strategi gotong royong untuk
keberlangsungan BUMDes Sari Artha.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat membantu
masyarakat meningkatkan penghasilan BUMDes
2. Profil Mitra Binaan
BUMdes Sari Arta merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak di
Desa Pulosari Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. BUMDes Sari Arta berdiri sejak
Tahun 2015. Adapun dasar dari Pendirian BUMDes sebagai Berikut :
1. Peraturan Desa (PERDES) Pulosari Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Badan Usaha
Milik Desa Pulosari
2. SK Pengurus Nomor II/KPTS/2015 Tentang Susunan Pengurus Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) Pulosari.
Sejauh ini BUMDes Sari Arta hanya melakukan unit kegiatan usaha yang
bergerak dalam bidang jasa, dan perdagangan umum yang beroprasi di Wilayah Desa
Pulosari. BUMDes Sari Arta mempunyai Usaha antara lain :
1. Jasa Pelayanan Simpan Pinjam UEP
2. Jasa Pelayanan Simpan Pinjam JALINMATRA
3. Desa Mart/Toko Desa
4. Layanan Bayar Online (PPOB)
5. Pengelolaan HIPAM
6. Pengembangan Desa Wisata Goa Ngesong
Kegiatan yang dikembangkan dalam tahun pertama BUMDEs Sari Artha Desa
Pulosari mengawali usahanya dengan mengembangkan unit usaha simpan pinjam
dengan modal dari penyertaan modal APBDes tahun 2015 yang bersumber dari ADD.
Karna belum siapnya kepengurusan baru dan mulai berjalan ditahun 2016. Dan pada
tahun pertama BUMDes Sari Arta mendapatkan Sur Plus sebesar Rp14.000.000 .
Meskipun BUMDesa Sari Artha berdisi sudah lama adapun permasalahan yang
harus dihadapi adalah kurangnya penguatan peran partisipan dari masyarakat, melihat
dari permasalahan tersebut maka penulis melakukan kegiatan pengabdian masyarakat
yang akan diselesaikan pada semester genap 2020/2021, dan akan memfokuskan lebih
terhadap permasalahan di BUMDes Sari Artha.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa yang biasanya disingkat menjadi BUMDes merupakan
suatu lembaga atau usaha yang dikelola pemerintah dan masyarakat desa yang bertujuan
untuk memperkuat perekonomian desa. Menurut Maryunani (2008), BUMDes adalah
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 35 dari 38
Lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam
upaya memperkuat perekonomian desa dan membangun kerekatan social masyarakat
yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
BUMDes merupakan suatu lembaga yang dipercaya sebagai badan usaha yang
mampu membantu pemerintah dan masyarakat desa untuk mengembangkan sekaligus
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, menjadi peluang usaha, menambah wawasan
desa baik dengan cara mengembangkan potensi desa maupun memanfaatkan sumber
daya alam yang dimiliki desa. BUMDes dapat menjadi pertimbangan untuk
menyalurkan inisiatif atau ide masyarakat desa, potensi yang dimiliki desa, mengelola
dan memanfaatkan Sumber Daya Alam desa serta memaksimalkan Sumber Daya
Manusianya (masyarakat desa).
Dengan keberadaan BUMDes digunakan untuk meningkatkan kemandirian desa
dan memperkuat perekonomian desa. Karena dengan adanya BUMDes, desa diberikan
hak penuh untuk mewujudkan kesejahteraan desa dengan cara mengelola dan
mengembangkan potensi desa tanpa adanya aturan dan intruksi dari pemerintah dan
kelompok tertentu.
Dalam UU No. 32 Tahun 2004 dan PP No. 72 Tahun 2005 diamanatkan bahwa
dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa, pemerintah desa dapat
mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan kebutuhan dan potensi
desa. Dalam hal perencanaan dan pembentukannya, BUMDes dibangun atas prakarsa
(inisiasi masyarakat), serta berdasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, dan
emansipatif dengan dua prinsip yang mendasari, yaitu member base dan self help. Hal
ini penting karena mengingat bahwa profesionalisme pengelolaan BUMDes benar-benar
didasarkan pada kemauan atau kesepakatan masyarakat banyak (member base), serta
kemampuan setiap anggota untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan (self help). Baik
untuk kepentingan produksi (sebagai prodesen) maupun konsumsi (sebagai konsumen)
harus dilakukan secara professional dan mandiri, Rahardjo dan Ludigdo (200, h. 84).
Seperti yang telah dikemukakan diatas, bahwa berdirinya Badan Usaha Milik
Desa ini karena sudah diamanatkan bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat
dan desa, pemerintah desa dapat mendirikan badan usaha milik desa. Pilar Lembaga
BUMDes ini merupakan institusi social-ekonomi desa yang benar-benar mampu sebagai
Lembaga komersial yang mampu berkompetiasi keluar desa. BUMDes sebagai institusi
ekonomi rakyat Lembaga komersial, pertama-tama berpihak kepada pemenuhan
kebutuhan (produktif maupun konsumtif) masyarakat adalah melalui pelayanan
distribusi penyediaan barang atau jasa. Hal ini diwujudkan dalam pengadaan kebutuhan
masyarakat yang tidak memberatkan ( seperti : harga lebih murah dan mudah
didapatkan) serta menguntungkan.
Menurut Purnomo (2004), maksud dan tujuan dari dibentuknya Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) yaitu :
Maksud dari adanya pembentuka Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) :
1. Menumbuh dan mengembangkan perekonomian desa
2. Meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)
3. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan jasa bagi peruntukan
hajat masyarakat desa.
4. Sebagai perintis bagi kegiatan usaha desa
Tujuan dari adanya pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) :
1. Meningkatkan peranan masyarakat desa dalam mengelola sumber-sumber
pendapatan lain yang sah.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 36 dari 38
2. Menumbuh dan mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat desa serta unuit-
unit usaha desa.
3. Menumbuh dan mengembangkan usaha sector informal untuk dapat menyerap
tenaga kerja masyarakat di desa.
4. Meningkatkan kreatifitas berwirausaha bagi desa dengan masyarakatnya yang
berpenghasilan rendah.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Sari Artha memiliki salah satu jenis bidang usaha B-Mart
menjadi salah satu jenis usaha umum dan paling mudah untuk dijalankan di skala desa,
namun implimentasi dilapangan memperlihatkan fakta yang berbeda. Masih banyak
sekali hambatan yang dialami oleh B-Mart, karena banyaknya pesaing yang ada di
sekitar desa Pulo Sari seperti toko kelontong disekitar lokasi B-Mart, yang membuat
usaha tersebut tidak dapat berjalan dengan maksimal. Serta kurangnya teknologi
pendukung untuk mempermudah jalannya program yang dibuat oleh BUMDes.
Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan:
1. B-Mart yang ada dalam BUMDes Sari Artha
2. BUMDes Sari Artha masih belum memiliki akun media sosial untuk
membranding usaha yang ada.
Dari permasalahan yang di alami oleh BUMDes Sari Arta tentang hambatan
penjualan yang ada di dalam Bmart, maka tim pengabdian kepada masyarakat
membantu:
1. Untuk meningkatkan penjualan pada bumdes sari arta.
2. Mendampingi pihak BUMDes untuk bisa menganalisa pangsa pasar melalui
digital marketing.
3. Cara mengelola digital marketing dengan benar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ada di desa Pulosari kecamatan
Bareng. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes, maka kegiatan
PKM ini untuk mendampingi pihak BUMDes menjalankan digital marketing. Dengan
adanya digital marketing yang diberikan oleh tim diharapkan oleb bumdes mampu
mengelola dengan baik dan serta mencitptakan usaha-usaha yang baru dan kreatif dan
inovatif untuk memajukan BUMDes Sari arta.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Membuatkan Bumdes Sari Artha akun sosial media mulai dari instagram,
youtube, dan akun blog. Tujuan dari pembuatan akun sosial media ini bertujuan
agar masyarakat luar mengetahui tentang seluk beluk informasi mengenai Desa
Pulosari.
2. Melakukan parktik IT untuk penjulan digital marketing, dan didampingi oleh
mahasiswa untuk bagaimana cara beroperasi untuk penjualan online.
Adapun kegiatan yang dilakukan mahasiswa di desa Pulo Sari selain membantu
BUMDes di bidang Digital Marketing, mahasiswa juga ikut serta dalam kegiatan di
desa Pulo Sari yaitu membagikan sembako kepada orang tidak mampu, Serta
membuatkan Vidio potensi wisata yang ada di desa Pulo Sari.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa stie pgri
dewantara jombang dilakukan secara online selama kurang lebih 1 bulan, dimulai pada
bulan juli sampai dengan bulan agustus 2021. Berdasarkan program kerja yang telah
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 37 dari 38
disepakati oleh kelompok dan disetujui oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) bahwa
pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dalam upaya untuk bertujuan agar
BUMDes dapat memperluas pangsa pasar, dan dapat mengolah produk yang
ditampilkan secara online yang diharapkan nantinya akan mengalami peningkatan
penghasilan BUMDes.
Tahapan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan
berkordinasi antara tim mahasiswa dengan BUMDes dalam bidang digital marketing.
Kegiatan ini diperlukan, guna untuk menyamakan tujuan dari kegiatan pengabdian
kepada masyarakat ini. Selanjutnya, kita melakukan kordinasi dengan pihak BUMDes
Sari Artha, Desa Pulosari secara daring dan luring.
Berdasarkan kondisi yang dialami BUMDes Sari Artha dapat diidentifikasi bahwa
salah satu potensi pendapatan BUMDes yaitu B-Mart tidak dapat berjalan dengan
maksimal. Karena terdapat berbagai hambatan yang dihadapi oleh BUMDes belum
mampu menjalankan digital marketing untuk memeperluas pangsa pasar. sehingga
BUMDes Sari Artha belum bisa sepenuhnya berkontribusi kepada pemerintah untuk
menunjang perekonomian masyarakat di Desa Pulosari.
Dari permasalahan yang ditemukan menjadi latar belakang dalam membuat salah
satu program kerja yaitu dengan membranding BUMDes dengan berbagai portal media
sosial guna masyarakat luas untuk mendapatkan informasi unit usaha BUMDes.
Sehingga kita dapat membantu pihak BUMDes untuk mengimplementasikan berbagai
media online yaitu Youtube, instagram, facebook, dan website. Terutama di unit B-Mart
yang mempunyai masalah dalam memasarkan produk yang kalah saing dengan toko
peracangan milik masyarakat sekitar BUMDes, dengan adanya program kerja ini
diharapkan dapat mengembangkan dan mengelola B-Mart melalui digital marketing
dengan cara promosi di akun media sosial BUMDes dan menyediakan layanan pesan
antar. Oleh karena itu dalam pengelolaan BUMDes di unit B-Mart maka perlu adanya
partisipasi seluruh warga desa dalam pengelolaan usaha BUMDes agar dapat berjalan
sesuai tujuan.
E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di BUMDes Sari Artha
di desa Pulo Sari, kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen dalam
kegiatan ini adalah: 1) Membuatkan Bumdes Sari Artha akun sosial media mulai dari
instagram, youtube, dan akun blog. Tujuan dari pembuatan akun sosial media ini
bertujuan agar masyarakat luar mengetahui tentang seluk beluk informasi mengenai
Desa Pulosari, 2) Melakukan parktik untuk penjulan digital marketing, dan didampingi
oleh mahasiswa untuk bagaimana cara beroperasi untuk penjualan online. telah
memberi cukum membari banyak manfaat bagi BUMDes Sari artha.yakni untuk
meningkatkan penjualan pada bumdes sari arta, pihak BUMDes untuk bisa menganalisa
pangsa pasar melalui digital marketing, Serta cara mengelola digital marketing dengan
benar.
DAFTAR PUSTAKA
Ramadana, Berlian, Coristya,Ribawanto,Heru, Suwondo. 2013. Keberadaan BUMDes
SebagaiPenguatan EkonomiDesa.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Lina Nasihatun Nafidah, Tri Wilujeng Halaman 38 dari 38
Dewi, Meirinawati (2013) meneliti tentanglangkah-langkah mengetaskemiskinan
melalui BUMDes diDesa Sareng, Kecamatan Geger,Kabupaten Madiun melalui
programusaha agrobisnis pertanian
Nugrahaningsih, Putri, Falikhatun,Winarna,Jaka. 2016.Meneliti kontribusiBUMDes
bagi penguatan ekonomi dengan menganalisis faktorpenghambat dan pendukung
serta pelaksanaan pendampingan dana desa yang dilakukan di Desa Bulusulur,
Kecamatan Wonogiri.
Ummi, Aidar. 2017. Mengenai strategi yang digunakan Desa Ponggokdalam,
Kecamatan Pulungharjo, Klaten, Jawa Tengah dalam mengelola sumber daya
alam.
Wahyudi, Aji. 2016. Menganalisa peran pemerintah daerah terhadap pelaksanaan
pengembangan BUMDes melalui rencana strategis BPMD Kabupaten
Kotawaringin Barat.
Ferdianto, Benny. 2016. Eksistensi BUMDes terhadap peningkatan pendapatan asli desa
di desa Candra kencana di kecamatan Tulang Bawang kabupaten Tulang Bawang
Barat.
Irawan, Hengki Setia Budi. 2011. Bijak Mengelola Piutang Smart In Account
Receivable. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Kamalin, Jumrotul. Penerapan Sistem Tanggung Renteng sebagai Upaya
Mewujudkan Kkinerja Koperasi, Partisipasi Aktif Anggota dan
Perkembangan Usaha (Studi Kasus pada Koperasi Setia Budi Wanita
Malang).
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/799
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 39 dari 44
Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
“Barokah” di Balongbesuk KecamatanDiwek
Kristin Juwita*,
Anggik Nur Boy Mahmudah
STIE PGRI DewantaraJombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan suatu bentuk pendidikan dalam
bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan
pengalaman belajar untuk mengerti bagaimana bekerja ditengah tengah masyarakat serta
menangani masalah masalah yang sedang terjadi. Digital marketing adalah yang
meliputi ide-ide yang dituangkan ke dalam dunia digital dalam bentuk konten,. Pemasaran
digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada pemasaran tradisional. Media
digital memungkinkan konsumen untuk menggali lebih dalam informasi yang mereka
butuhkan untuk mengambil keputusan sebelum melakukan pembelian. Program kerja yang
diberikan kepada Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek Jombang lebih menekankan pada
digital marketing dikarenakan adanya pandemi mengakibatkan sepinya penyewa gedung
untuk keperluan acara formal ataupun informal salah satu cara pemasaran gedung yaitu
dengan adanya pembuatan video promosi gedung serbaguna dan pembuatan akun untuk
media promosi.
Kata kunci : manajemen pemasaran , digital marketing
Abstract
Community services is a form of education in the form of community service. In this
service, students are given learning experiences to understand how to work in the midst of
society and deal with problems that are currently happening. Digital marketing includes
ideas that are poured into the digital world in the form of content. Digital marketing has a
wider scope than traditional marketing. Digital media allows consumers to dig deeper into
the information they need to make decisions before making a purchase. The work
program that will be given to Balongbesuk Village, Diwek Jombang District,
emphasizes digital marketing because the pandemic has resulted in the lack of building
tenants for the purposes of formal or informal events. One way of marketing the building is
by making promotional videos for multipurpose buildings and creating accounts for
promotional media.
Keywords : Marketing Management, Digital Marketing
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kemajuan teknologi tidak dapat dielakkan dalam kehidupan sekarang ini.
Kemajuan teknologi sejalan dengan perkembanganilmupengetahuan. Semua ino- vasi
diciptakan dengan cara baru yang menawarkan manfaat positif, ba nyak kemudahan dan
aktivitas bagi kehidupan orang. Khususnya di bidang teknis, orang telah menikmati
banyak manfaat dari inovasi yang telah dihasilkan selama decade terakhir.
Digital marketing merupakan suatuhal yang berkaitan dengan ide – ide yang
dituangkan dalam dunia digital berupakonten, dan lain sebagainya. Tolak ukur
kesuksesan dalam digital marketing bias dilihat dari bagaimana masyarakat
membicarakan mengenai produk – produk yang ditawarkan. Digital marketing memiliki
jangkauan yang lebih luas daripada pemasaran secara tradisional. Media digital
memungkinkan konsumen untuk menelusuri informasi lebih yang dibutuhkan untuk
membuat keputusan sebelum melakukan pembelian.
Prosiding Snebdewa Halaman 39 - 44
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 40 dari 44
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan suatu bentuk pendidikan
dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa
diberikan pengalaman belajar untuk mengerti bagaimana bekerja ditengah tengah
masyarakat serta menangani masalah masalah yang sedang terjadi.
BUMdes Barokah memiliki salah satu bidang usaha penyewaan gedung
serbaguna. Masalah yang terjadi di BUMdes Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek ini
adalah sulitnya mempromosikan gedung serbaguna untuk acara acara formal ataupun
informal dikarekan adanya pandemi covid 19 ini.
Dengan menggunakan media digital marketing diharapkan pengurus BUM- Des
Barokahmampu memperkenalkan usahanya secara luas dan dapat dikenal di
masyarakatsekitar. Dalam pembuatan video ini bertujuan untuk memfasilitasi pengurus
BUMDes Barokah yang ingin menanyakan materi yang belum dipahami sehingga tim
penulis dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Pelatihan ini merupakan
kegiatan pengembangan kemampuan mahasiswa dengan menerapkan ilmupengetahuan
yang telah dimiliki. Melalui pemasaran ini diharapkan pengurus BUMDes Barokah dapat
melakukan pemasaran online secara mandiri dan menguasai digital marketing.
2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Barokah terletak di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabu- paten
Jombang, Jawa Timur. Kondisi di BUMDes Barokah terdapat empat unit usaha yang
dijalankan yaitu usaha penyewaan gedung serbaguna, koperasi simpan pinjam, agen pos
dan warung lapak. Namun, BUMDes Barokah saat ini melayani penyewaan gedung
serbaguna untuk acara formal ataupun informal dan koperasi simpan pinjam,
dikarenakan unit yang lainnya masih dalam tahap pendaftaran dan pengembangan.
a. Unit usaha gedung serbaguna yang dikelola oleh BUMDes Barokah ini
menyediakan berbagai fasilitas diantaranya : bisa dipakai untuk resepsi pernikahan
(dikondisi sebelum adanya pandemi), sarana dan prasarana olahraga yaitu dipakai
untuk latihan dan juga tempat kom- petisi badminton, acara resmi atau non resmi
seperti pertemuan antar kelompok atau organisasi dilengkapi dengan peralatan
yang men- dukung (sound system, proyektor).
b. Unit usaha simpan pinjam nasabah yang dimiliki yaitu sebanyak 64 nasabah
yang berasal dari masyarakat setempat. Unit usaha simpan pinjam ini juga bekerja
sama dengan GAPOKTAN (Gabungan ke- lompok Tani) dibidang usaha yang
sama yaitu pinjaman, akan tetap kerja sama ini berlaku hanya untuk masyarakat
yang memiliki sawah saja.
c. Usaha agen pos baruakan dibuka, usaha ini merupakan hasil kerja sama antara
BUMDes Barokah dengan kantor pos yang berpusat di kota Jombang. Agen pos
BUMDes Barokah melayani jasa kirim paket pos (kilat), sedia amplop pengiriman
surat, sedia materai, bayar PLN, PDAM, Telkom, dan PBB atau PKB. Dalam
menjalankan agen pos ini terdapat aplikasi dari kantor pos untuk mencatat
pemasukkan maupun pengeluaran .
d. Unit usaha warung lapak masih dalam tahap perencanaan. Unit usaha warung lapak
BUMDes Barokah diharapkan dapat segera dibangun dan dikembangkan sehingga
dapat menjadi perantara usaha masyarakat.
Dalam menjalankan empat usaha tersebut BUMDes Barokah men- galami kesulitan
pada pemasarannya, dikarenakan banyak masyarakat sekitar belum mengetahui mengenai
usaha tersebut dan jasa atau kebutuhan yang dise- diakan dalam dua usaha BUMDes
Barokah. Dengan adanya masalah tersebut kegiatan KKN (Kuliah KerjaNyata) di
kelompok 13 akan menyelenggarakan pro- gram kerja berupa Pemanfaatan Digital
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 41 dari 44
Marketing Bagi Pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Barokah” di Balongbesuk
Kecamatan Diwek.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Desa memiliki peranan penting dalam upaya pembangunan nasional dikarenakan
penduduk Indonesia cenderung bermukim di wilayah pedesaan se- hingga hal tersebut
memberikan pengaruh yang cukup besar dalam upaya pen- ciptaan stabilitas nasional
(Sa’dullah, 2016).Budiono (2015) menjelaskan salah satu cara untuk mendorong
pembangunan di tingkat desa adalah pemerintah desa diberikan kewenangan oleh
pemerintah pusat mengelola secara mandiri lingkup desa melalui lembaga – lembaga
ekonomi di tingkat desa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola
oleh masyarakat dan pemerintah desa yang dibentuk menurut Undang- Undang Nomor 4
Tahun 2015. Dibentuknya BUMdes sebagai lembaga ekonomi desa adalah salah satu
bentuk pemerintah sebagai kekuatan untuk membantu terciptanya peningkatan
kesejahteraan ekonomi bagi desa. Tujuan utama dibentuknya BUMdes adalah untuk
meningkatkan Pendapatan Asli Desa atau PADEs. Didalam prasyarat pelaksanaan
BUMDes secara eksplisit telah disebutkan peranan dari BUMDes yaitu sebagai bisnis
ekonomi dan bisnis sosial. Peranan secara ekonomi tentu saja meningkatkan
kesejahteraan masyarakat desa melalui usaha - usaha yang dikelola oleh BUMDes serta
kontribusinya terhadap kas desa atau PADes. Sedangkan peranan secara social dapat
terlihat dari bagaimana nantinya keberadaan BUMDes mampu mem- berdayakan
masyarakat, meningkatkan interaksi dan solidaritas yang telah terbina selama ini melalui
kegiatan BUMDes yang dikelola secara kolektif.
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010, BUMDes
merupakan usaha desa yang dibentuk atau didirikan oleh pemerintah desa dimana
kepemilikan modal dan pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah desa dan
masyarakat. Keberadaan BUMDes juga diperkuat oleh UU Nomor 6 Tahun 2014 yang
dibahasdalam BAB X pasal 87 – 90 antara lain menyebutkan bahwa pendirian BUMDes
disepakati melalui musyawarah desa dan dikelola dengan semangat kekeluargaan dan
kegotongroyongan. BUMDes memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai lembaga sosial
dan lembaga (Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P.,2018).
BUMDes sebagai lembaga social memiliki kontribusi sebagai penyedia pela yanan
sosial, sementara fungsi sebagai lembaga komersial memiliki arti bahwa BUMDes
bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan
jasa) ke pasar (Wijanarko,2012).
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada dilakukan secara online maupun
offline. Mengingat masih masa pandemi ,maka kegiatan yang dilakukan secara offline
atau tatap muka tetap mematuhi protocol kesehatan dengan menggunakan masker,
mencuci tangan, dan jaga jarak. Kegiatan pendampingan dilakukan mahasiswa secara
bergantian sesuai jadwal masing-masing. Selain itu, koordinasi di laksanakan secara
daring.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiata pengabdian kepada masyarakat STIE PGRI Dewantara
Jombang di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang mencakup empat kegiatan
yang telah dilaksanakan.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 42 dari 44
Pembuatan video profile Desa dan BUMDes Barokah Desa Balongbesuk.
Menjadi program kerja pertama yang dikerjakan didalam video tersebut dijelaskan
berbagai tempat yang ada di Desa Balongbesuk serta dijelaskan pula fungsi dan juga
kegunaan setiap tempat yang ada. Dengan cara mengambil beberapa shoot disetiap
tempatnya, kemudian dijadikan dalam satu format video.
Gambar 1. Proses pengambilan bahan untuk video profile
Program kerja yang dikerjakan selanjutnya yaitu pembuatan akun media social
BUMDes Barokah dengan tujuan untuk memudahkan pihak BUMDes da- lam
memasarkan , mempromosikan dan juga mempublikasikan segala bentuk kegiatan serta
program kerja yang sedang atau yang akan berjalan. Sebelum adanya penggunaan media
social pihak BUMDes mengalami kesulitan dalam hal tersebut. Diharapkan dengan
menggunakan media tersebut maka segala bentuk kegiatan akan terpublikasikan dengan
efektif dan efisien
Gambar 2. Pembuatan Akun Sosial Media
Program selanjutnya yang dikerjakan adalah membantu administrasi agen pos desa.
Dalam hal tersebut tim penulis membantu menyelesaikan permasalahan mengenai
pendaftaran akun agen pos yang mengalami kesulitan. Kemudian dilanjutkan dengan
pembuatan video promosi gedung serbaguna ,dalam video tersebut dijelaskan bahwa
BUMDes Barokah mempunyai unit usaha penyewaan gedung serbaguna ,adapun berbagai
fasilitas yang disediakan didalam gedung tersebut. Diantaranya bisa dipakai untuk resepsi
pernikahan, gedung pertemuan, maupun sarana dan prasarana untuk kegiatan kebugaran.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 43 dari 44
Setelah itu penyelesaian pendaftaran Badan Hukum BUMDes Barokah yang belum
terdaftar sebelumnya , maka team penulis membantu mengisi beberapa form yang belum
lengkap diantaranya rencana program kerja , keuangan , PERDES , AD/ART , serta berita
acara.
Gambar 5. Administrasi Badan Hukum BUMDes Barokah
E. PENUTUP
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIE PGRI Dewantara
Jombang di Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek Jombang berjalan dengan baik dan
lancar. Program program kerja yang sudah direncanakan sesuai dengan tujuan
diadakannya program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Partisipasi dan
dukungan masyarakat cukup tinggi,dimana masyarakat ikut berperan serta dalam
mensukseskan program kerja yang telah diberikan agar dapat bermanfaat maksimal.
Walaupun program kerja berjalan dengan lancar , namun ada beberapa kendala dan
hambatan seperti susahnya mencari pihak-pihak yang bersangkutan dalam program kerja,
persiapan yang kurang ketika program kerja dilaksanakan.Dan diharapkan program kerja
yang sudah dilaksanakan 13 dapat memberikan banyak manfaat bagi BUMdes dan
masyarakat sekitar Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek Jombang.
Ketika program kerja dan agenda telah direncanakan dengan baik, implementasi dari
rencana itupun hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan juga tak lupa
mempertimbnagkan segala resiko yang ditanggung. sehingga semua yang telah
direncanakan bisa berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai.
DAFTAR PUSTAKA
Febriyantoro, Mohamad Trio, and Debby Arisandi. "Pemanfaatan Digital Marketing
Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Era Masyarakat ASEAN." Jurnal
Manajemen Dewantara Vol 1, No 2, 2018.
Iskandar, A Halim. UNDANG UNDANG CIPTA KERJA BAGI DESA. Oktober 12,
2020. https://www.kemendesa.go.id/berita/view/detil/3452 (accessed Agustus 23,
2021).
Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801
Kristin Juwita, Anggik Nur Boy Mahmudah Halaman 44 dari 44
Nikmah, Farika. "Kajian Tentang Pemasaran Online Untuk Meningkatkan
PeluangBisnis." Jurnal Administrasi dan Bisnis Vol 11, No 1, 2017: 47-56.
Pradiani, Theresia. "Pengaruh Sistem Pemasaran Digital Marketing Terhadap
Peningkatan Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan." Jurnal Ilmiah Bisnis
dan Ekonoomi Asia Vol 11, No 2, 2018: 46-53.
Prasetya, Bayu Aji. Gandeng Pelaku Usaha Emping Melinjo Tim KKN UNS Adakan
Workshop Digital Marketing. Maret 2, 2021. https://uns.ac.id/id/uns-
students/gandeng-pelaku-usah-emping-melinjo-tim-kkn-uns-adakan-workshop-
digital-marketing.html (accessed Agustus 23, 2021).
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/801