Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 153 dari 154
Untuk unit usaha minyak jelantah, tim PKM juga membuat ide kreatif yaitu dengan
tukar minyak jelantah ukuran tertentu dengan mie instant. Hal ini mendapat respon
positif dari warga
Gambar 2. Pemberian brosur dan botol untuk pengumpulan minyak dan pemberian
reward pada saat pengembalian
Untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi dan
penyusunan laporan keuangan juga berjalan lancar. Kegiatan diikuti oleh staff
bendahara BUMDes juga perangkat desa Gudo.
Gambar 3. Kegiatan Pelatihan penyusunan Laporan Keuangan
E. PENUTUP
Kegiatan PKM di desa Gudo berlangsung cukup lancer dan memberikan banyak
manfaat kepada BUMDes. Beberapa hal yang dilakukan penulis dan tim adalah 1)
Terciptanya akun media sosial untuk pemasaran online produk BUMDes, 2)
Terselenggaranya pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan dan 3) semakin
berkembangnya usaha yang dijalankan BUMDes Hidayah. Kegiatan ini merupakan
langkah awal dan akan dilanjutkan dengan kegiatan lain untuk mendampingi BUMDes
Hidayah agar lebih baik.
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824
Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 154 dari 154
DAFTAR PUSTAKA
Suci,R. (2019,Maret). From Go UKM.Website : https://goukm.id/BUMDesa-badan-
usaha-milik-desa/
Nur H. (2019, Desember). From Binus business-law. Website:
https://accounting.binus.ac.id/
2019/12/27/memahami-apa-itu-badan-usaha-milik-desa/
Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 155 dari 160
Membangun Manajemen Desa Wisata Sumber Celeng Di Tengah
Pandemi Covid-19
Mardi Astutik*,
Yogi Permana Putra
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jayamahe yang terletak di desa Bulurejo Kecamatan
Diwek Kabupaten Jombang memiliki jenis usaha agrowisata Sumber Celeng. Agrowisata
ini dibuka pada tahun 2019. Meskpun kegiatan sudah berlangsung, namun masih ditemukan
berbagai kendala antara lain: 1) tempat wisata yang masih kurang dikenal masyarakat
Jombang, 2) suasasna yang kurang menarik dan 3) pencatatan transaksi dan penyusunan
laporan keuangan yang belum sesuai stndar akuntansi. Untuk itu, tim penulis dan
mahasiswa melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masayarakat (PKM) dengan fokus
kegiatan pemecahan masalah tersebut diatas. Kegiatan PKM dilaksanakan secara intensif
selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Agustus 2021. Kegiatan dilaksanakan secara daring
dan luring. Dari hasil pelaksanaan kegiatan, tim telah bmemberikan solusi atas masalah
yang dihadapi agrowisata Sumber Celeng.
Kata kunci: BUMDes Jayamahe, Agrowisata Sumber Celeng, Bulurejo
Abstract
Village-Owned Enterprises (BUMDes) Jayamahe, which is located in Bulurejo village,
Diwek district, Jombang regency, has a type of agro-tourism business called Sumber
Celeng. This agro-tourism opened in 2019. Even though the activities have taken place,
various obstacles were still found, including 1) tourist attractions that are still not well
known to the people of Jombang, 2) an unattractive atmosphere and 3) recording
transactions and preparing financial reports that are not up to standard. accountancy. For
this reason, the team of writers and students carried out Community Service (PKM)
activities with a focus on the problem-solving activities mentioned above. PKM activities
were carried out intensively for 1 (one) month, namely in August 2021. Activities were
carried out online and offline. From the results of the implementation of the activity, the
team had provided solutions to the problems faced by Sumber Celeng agro-tourism.
Keywords: BUMDes Jayamahe, Sumber Celeng Agrotourism, Bulurejo
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) cukup penting keberadaannya bagi desa,
karena secara nasional memiliki nilai strategis dalam peningkatan ekonomi berbasis
masyarakat lokal. Potensi ekonomi dan usaha yang dimiliki oleh desa sangat penting
untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat yang ada di sekitarnya.
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penunjang
keberlangsungan hidup masyarakat, kini diharapkan mampu menjadi soko guru
perekonomian Indonesia berbasis potensi kewilayahan. Agar kegiatan ini dapat berhasil,
memerlukan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat termasuk dari perguruan
tinggi.
STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka
di Jombang, ikut serta membantu menyelsaikan persoalan - persoalan yang saat ini
dihadapi oleh masyarakat termassuk BUMDes. Karena itu, melalui kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM), STIE PGRI Dewantara memilih agrowisata Sumber Celeng
sebagai lokasi kegiatan. Lokasi agrowisata ini terletak di desa Bulurejo, kecamatan
Prosiding Snebdewa 2021 Halaman 155 - 160
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 156 dari 160
Diwek, Kabupaten Jombang Kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa untuk
pelaksanaan di lapangan.
2. Profil Mitra Binaan
Agrowisata Sumber Celeng yang terletak di desa Bulurejo kecamatan Diwek
Kabupaten Jombang dikelola oleh BUMDes Jayamahe. BUMDes Jayamahe sudah
berdiri sejak 2016. Pada tahun 2017, tanah “ganjaran” milik Kepala Desa Bulurejo
diberikan kepada BUMDes Jayamahe untuk kemudian dibangun menjadi Agrowisata
Sumber Celeng. Agrowisata Sumber Celeng ini dibangun dengan menggunakan dana
dari Pemerintah Pusat yang diberikan kepada BUMDes Jayamahe. Pembangunan ini
dilakukan secara bertahap mulai tahun 2017 sampai saat ini karena BUMDes Jayamahe
akan terus memperbaiki fasilitas agrowisata yang dimiliki. Fasilitas yang dimiliki oleh
Agrowisata Sumber Celeng ini meliputi: 1) kolam pemancingan, 2) kolam renang, 3)
wahana bebek air, 4) sepeda air, 5) kano kecil, 6) kano besar dan 7) hand boat.
Meskipun agrowisata Sumber Celeng telah berjalan, namun masih ada beberapa
kendala yang dihadapi yaitu:
1. Terbatasnya jumlah wisatawan. Selama ini pengunjung masih terbatas di wilayah
desa Bulurejo dan sekitarnya saja. Hal ini karena agroswisata Sumber Celeng
masih belum dikenal di wilayah Jombang.
2. Suasana agrowisata yang kurang menarik dan tampak panas.
3. Ketidakrapian pencatatan transaksi hingga laporan keuangan hasil kegiatan usaha
agrowisata Sumber Celeng.
Maka berangkat dari permasalahan tersebut diatas, tim pelaksana PKM dan
mahasiswa akan memfokuskan kegiatan untuk memecahkan permasalahan tersebut
diatas.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Desa wisata adalah sebuah wujud kombinasi antara akomodasi, atraksi, dan
sarana pendukung yang dikenalkan dalam sebuah tata kehidupan masyarakat
yang menjadi satu dengan aturan dan tradisi yang berlaku. Sebuah desa bisa
disebut desa wisata ialah desa yang mempunyai potensi wisata yang dapat
dikembangkan, sebuah tradisi, dan kebudayaan yang menjadi ciri khas, aksesibilitas dan
sarana prasarana yang mendukung program desa wisata,
keamanan yang terjamin, terjaganya ketertiban, dan kebersihan.
Dalam proses pengembangan desa wisata, masyakarat sekitar dijadikan
sebagai subyek aktif, artinya lingkungan sekitar dan kehidupan sosial
masyarakat di desa tersebut dijadikan sebagai tujuan wisata. Masyarakat juga
berperan sebagai agen promosi wisata serta inovator dalam memberikan ide
gagasan pengembangan desa wisata. Menurut I. Pitana (dalam N. Nurhajati
2017), pembangunan dan pengembangan pariwisata secara langsung akan
merambah dan mengikutsertakan masyarakat, sehingga dapat memberikan
berbagai pengaruh kepada masyarakat setempat, baik berupa pengaruh positif
maupun negatif. Pemanfaatan sumber daya baik sumber daya manusia maupun
sumber daya alam di sekitar desa wisata yang diorganisir secara maksimal,
akan memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Hasil yang diperoleh
dari kegiatan desa wisata akan dikembalikan kepada masyarakat sekitar
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 157 dari 160
Keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pengembangan desa wisata
juga sebagai kegiatan pemberdayaan gunaan masyarakat dalam membangun desa
secara bersama-sama. Motivasi desentralisasi memberikan kebebasan bagi
warga untuk mengatur dan mengelola pariwisata di daerahnya merupakan
metode untuk meciptakan pariwisata yang berbasis kelompok sosial
masyarakat. Raharjana (Dalam Yusuf A.Hilman Dkk 2018). Tujuan dari pengembangan
desa wisata adalah untuk melestarikan lingkungan alam dan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi di suatu daerah sehingga dengan mengimplementasikan konsep desa wisata ini
menjadi salah satu wujud pariwisata yang ramah terhadap lingkungan di waktu
mendatang (Juwita dalam Theofilus Retmana P , 2013).
Pengembangan desa wisata erat kaitannya dengan industri pariwisata.
Menurut Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 industri pariwisata adalah
kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan
barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam
penyelenggaraan pariwisata. menurut R.S Darmajadi (Dalam Christina & Putri,
2014) tentang industri pariwisata adalah merupakan sekumpulan dari berbagai
jenis bidang usaha, yang secara bersama memproduksi produk ataupun jasa -
jasa atau layanan, baik secara langsung maupun akan diperlukan oleh
wisatawan saat melakukan kunjungannya.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Agrowisata Sumber Celeng (ASC) merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Jayamahe yang menyediakan wahana seperti bebek air, perahu kano, sepeda air dan
beberapa wahana lainnya dilengkapi dengan fasilitas taman bunga, kolam pancing, dan
kolam renang. Namun seperti wisata lainnya yang terdampak pandemic Covid-19, saat
ini wisata Sumber Celeng ditutup. Hal ini menyebabkan pemberitaan tentang agrowisata
Sumber Celeng juga ikut terhenti. Untuk itu, tim pelaksana PKM membuata ide
pemasaran secara daring (Digital Marketing) dengan harapan setelah kondisi normal,
pengunjung datang lebih ramai.
Selain fokus pada pemasaran digital agrowisata Sumber Celeng, tim PKM juga
melaksanakan program lainnya yaitu: 1) pengembangan agrowisata Sumber Celeng dan
2) Pelatihan pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan.
Gambaran dari kegiatan adalah:
1. Pemasaran wisata secara daring (Digital Marketing). Kegiatan ini diawali
dengan cara membuat akun BUMDes Jayamahe melalui platform media sosial
yaitu Facebook for Business. Setelah itu, mahasiswa meminta kepada pihak
internal bumdes beberapa foto wisata tahun lalu disaat ramai pengunjung dan
mengeksplorasi wisata serta merekam sebagai bahan membuat video. Kemudian
dilakukan proses editing agar terlihat lebih menarik ketika diunggah melalui
media sosial sehingga mampu memikat hati bagi wisatawan untuk berkunjung.
2. Musayawarah tentang cara pengembangan agrowisata Sumber Celeng.Dari hasi
musyawarah, disepakati untuk menambah jumlah tanaman di lokasi Agrowisata
Sumber Celeng dengan cara penanaman bibit pohon pepaya diarea wisata
(Agrowisata Sumber Celeng) sebanyak 100 bibit pepaya siap tanam. Hal ini
bertujuan untuk lebih memajukan tempat wisata yang berkonsep Agro, jadi
selain wisatawan menikmati wahana bebek air, perahu kano, sepeda air, taman
bunga, kolam pancing, serta kolam renang. Wisatawan dapat melakukan petik
buah pepaya ketika sudah berbuah. Untuk kedepannya Agrowisata Sumber
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 158 dari 160
Celeng selain terkenal dengan wahana airnya juga terkenal sebagai wisata petik
buahnya yaitu pepaya.
3. Pelatihan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan hasil usaha
agrowisata Sumber Celeng.
D. Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dan mahasiswa di BUMDes
Bulurejo berpusat pada pengembangan Agrowisata Sumber Celeng. Kegiatan PKM ini
dilakukan secara daring dan luring mengingat pada saat pelaksanaan PKM masih dalam
suasana pandemic Covid-19. Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi antara tim
pelaksana PKM dengan para pengurus BUMDes Jayamahe Bulurejo. Kegiatan ini
bertujuan untuk perkenalan serta penyusunan program kerja antara pengurus BUMDes
Jayamehe dengan tim pelaksana PKM. Dari hasil musyawarah, disepakati untuk
melaksanakan 3 (tiga) program kerja yaitu terdiri dari Digital Marketing Arowisata
Sumber Celeng By Facebook, Pengembangan Wisata Sumber Celeng, dan penyusunan
laporan keuangan BUMDes Sumber Celeng.
Gambar 1. Rapat koordinasi dengan pihak Bumdes Bulurejo dan Survei lokasi Agrowisata Sumber
Celeng
Gambar 3. Digital marketing Agrowisata Sumber Celeng By Facebook
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 159 dari 160
Gambar 7. Pelatihan penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jayamahe
Gambar 9. Penanaman bibit pepaya di wisata Sumber Celeng
Dari kegiatan yang dilaksanakan telah diperoleh hasil yang memuaskan. Dengan
dibuatnya Facebook untuk argowisata Sumber Celeng dapat membuat marketing wisata
semakin luas dan informasi mengenai eksistensi wisata dapat dengan mudah sampai
kepada target-targetnya yaitu calon wisatawan melalui postingan yang diberikan.
Pelatihan penyususnan laporan keuangan BUMDes Jayamahe juga telah berhasil
dengan baik Tahap akhir dari kegiatan PKM tersebut adalah penyerahan bibit papaya
California yang akan ditaman di lokasi wisata Sumber Celeng. Diharapkan, dengan
adanya penambahan jumlah pohon papaya di lokasi wisata Sumber Celeng, akan
mewujudkan konsep agrowisata yang sesungguhnya.
E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilakukan tim penulis di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek
Kabupaten Jombang yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2021 dengan
bekerjsama dengan BUMDes Jayamahe mendapatkan hasil yang memuaskan. Beberapa
manfaat yang diperoleh adalah: 1) Masyarakat lebih mengetahui tempat agrowisata
Sumber Celeng, 2) Bertambahnya pengetahuan para pengurus BUMDes tentang cara
mengembangkan agrowisata Sumber Celeng dan 3) Pencatatan transakasi dan pelaporan
keuangan argowisata Sumber Celeng menajdi lebih baik. Dari kegiatan PKM ini
diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi warga desa Bulurejo untuk
meningkatkan perekononiam warga melalui agrowisata Sumber Celeng.
DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.umm.ac.id/39878/3/BAB%20II.pdf diakses pada tanggal 30 Agustus 2021
pukul 10.00
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Mardi Astutik, Yogi Permana Putra Halaman 160 dari 160
https://www.its.ac.id/news/2021/08/12/strategi-membangun-desa-wisata-tihingan-di-
masa-pandemi/ diakses pada tanggal 30 Agustus 2021 pukul 10.00
https://portalbandungtimur.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr- 942008943/pembangunan-
desa-wisata-jadi-acuan-tren-wisata-pasca-pandemi-covid-19 diakses pada tanggal
30 Agustus 2021 pukul 10.00
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/825
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 161 dari 168
Penerapan E-Commerce Untuk Strategi Pemasaran Produk Pertanian
Pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Makmur
Nurul Hidayati*,
Oky Arianto Putra
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondesnsi* : [email protected]
Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini bernama Sumber Makmur Berdasarkan
Rapat Musyawarah BPD No 01 Tanggal 24 Pebruari Tahun 2015. BUMDes berkedudukan
di Desa Jombatan Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang Propinsi Jawa Timur.
Bumdes Sumber Makmur Bertujuan untuk melayani anggota masyarakat yang berdomisili
di Desa Jombatan dan bergerak di bidang Pertanian bagi masyarakat umum khususnya para
petani. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur dengan jenis usaha pertanian.
Dalam perkembangannya, pengelolahan usaha pertanian di Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Sumber Makmur sudah cukup baik namun ada beberapa produk yang belum
dikembangkan. Untuk itu penulis bernama team mahasiswa yang sedang melaksanakan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jombatan melakukan kegiatan pembenahan
kelengkapan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur, antara lain : 1.
Pembuatan Marketplace facebook, 2. Pembuatan media blog. Kegiatan tersebut telah
diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa KKN. Dengan adanya
perdagangan elektronik (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses dan melakukan
pemesanan dari berbagai tempat. Mengingat era teknologi canggih saat ini.
Kata kunci : BUMDes Jombatan, Sumber Makmur, E-Commerce
Abstract
The establishment of this Village Owned Enterprise (BUMDes) was named Sumber
Makmur based on the BPD Deliberation Meeting No. 01 dated February 24, 2015. The
BUMDes is domiciled in Jombatan Village, Kesamben District, Jombang Regency, East
Java Province. Bumdes Sumber Makmur Aims to serve community members who live in
Jombatan Village and are engaged in agriculture for the general public, especially farmers.
Village Owned Enterprises (BUMDes) Sumber Makmur with the type of agricultural
business. In its development, the management of agricultural businesses at the Village-
Owned Enterprises (BUMDes) of Sumber Makmur has been quite good, but there are some
products that have not been developed. For this reason, the authors named the student team
who are carrying out Real Work Lectures (KKN) in Jombatan Village carry out activities to
improve the completeness of the Sumber Makmur Village-Owned Enterprises (BUMDes),
including: 1. Creating a Facebook Marketplace, 2. Creating a media blog. The activity has
been well completed by the author and the KKN student team. With the existence of
electronic commerce (e-commerce), customers can access and place orders from various
places. Given the current era of advanced technology
Keywords : BUMDes Jombatan, Sumber Makmur, E-Commerce
A.PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk
sumbangsih pemikiran Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh oleh dan dibantu di lokasi
yang membutuhkan bantuan pemikiran. Kegiatan PKM ini dapat membantu
memecahkan masalah berdasarkan kompetensi keilmuan sesuai dengan situasi, kondisi,
masalah, dan prioritas kebutuhan masyarakat di lapangan dengan pendekatan
interdisiplin ilmu dan bersifat ilmiah.
Prosiding Snebdewa 2021 Halaman 161 - 168
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 162 dari 168
Sebagai salah satu kewajiban yang termuat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. STIE
PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu kampus terkemuka di Jombang terpanggil
untuk ikut menyukseskan program pemerintah yaitu mensejahterakan masyarakat
khususnya dalam bidang ekonomi. Sasaran kegiatan PKM ini yaitu membantu
menyelesaikan masalah yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber
Makmur Desa Jombatan, Kesamben, Jombang. Kegiatan Pengabdian Kepada
Mayarakat (PKM) ini dilakukan secara insentif selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu
selama 26 Juli – 26 Agustus 2021. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring
mengingat pada saat pelaksanaan PKM masih dalam suasana pandemic Covid-19.
2. Profil mitra binaan
BUMDes Sumber Makmur merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang
terletak di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Tepatnya
berada di Jalan Raya Brantas No. 01 Desa Jombatan. BUMDes Sumber Makmur berdiri
sejak tahun 2015. BUMDes Sumber Makmur bertujuan untuk mendorong
berkembangnya kegiatan perekonomian masyarakat desa yang bergerak di bidang
Pertanian bagi masyarakat umum khususnya para petani karena mata pencaharian
penduduk di desa Jombatan mayoritas adalah sebagai petani.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur memiliki usaha dibidang
perdagangan obat-obatan dan pupuk pertanian. Permasalahan yang selama ini dihadapi
adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada usaha tersebut, yaitu: 1) Jangkauan
pemasaran produk yang kurang luas dan 2) pencatatan transaksi perdagangan pupuk
hingga penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai standar akuntansi. Maka
berangkat dari permasalahan yang dihadapi mitra, kegiatan PKM ini difokuskan untuk
memecahkan kedua masalah tersebut.
B.TINJAUAN PUSTAKA
1. E-commerce
Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung
perkembangan teknologi internet. Dengan internet para pelaku pasartidak lagi
mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas
bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai masam informasi,
sehingga informasi harus disharing untuk mendapatkan informasi yang tepat dan
relevan. Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat
memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut.
Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan
penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-
commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk
fisik maupun digital.
Elektronik Commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau
pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan internet. Menurut Rahmati
(2009) E-commerce singkatan dari Electronic Commerce yang artinya sistem
pemasaran secara atau dengan media elektronik. E-Commerce ini mencakup distribusi,
penjualan, pembelian, marketing dan service dari sebuah produk yang dilakukan dalam
sebuah system elektronika seperti Internet atau bentuk jaringan komputer yang lain. E-
commerce bukan sebuah jasa atau sebuah barang, tetapi merupakan perpaduan antara
jasa dan barang. E-commerce dan kegiatan yang terkait melalui internet dapat menjadi
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 163 dari 168
penggerak untuk memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa domestik dan
mempercepat integrasi dengan kegiatan produksi global.
E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus
memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan). Proses yang
ada dalam E-commerce adalah sebagai berikut :
a. Presentasi elektronis (pembuatan website) untuk produk dan layanan.
b. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
c. Otomatisasi akun pelanggan secara aman (baik nomor rekening maupun nomor
Kartu Kredit).
d. Pembayaran yang dilakukan secara Langsung (online) dan penanganan transaksi.
2. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola
oleh masyarakat dan pemerintah desa, yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan
potensi desa. BUMDes menurut Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli
Desa (PADesa). Menurut (Putra 2015) menyatakan beberapa pengertian dari Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) diantaranya:
a. BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan untuk menghadirkan
institusi negara (Kementrian Desa PDTT) dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara di Desa (selanjutnya disebut Tradisi Berdesa).
b. BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan membangun Indonesia dari
pinggiran melalui pengembangan usaha ekonomi Desa yang bersifat kolektif.
c. BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan untuk meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonesia di Desa.
d. BUMDes merupakan salah satu bentuk kemandirian ekonomi Desa dengan
menggerakkan unit-unit usaha yang strategis bagi usaha ekonomi kolektif
Desa.
e. Menurut Mulyani mendefinisikan bahwa BUMDes adalah lembaga usaha yang
dikelolah oleh masyarakat dan pemeritah desa dalam upayah memperkuat
perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang
dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
Menurut (Muryani 2008) mendefinisikan bahwa BUMDes adalah lembaga usaha
yang dikelolah oleh masyarakat dan pemeritah desa dalam upayah memperkuat
perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang dibentuk
berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
BUMDesa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya
dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan desa yang
dipisahkan guna untuk mengelolah asset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk bersar-
besarnya kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut (Muryani 2008) terdapat 7 (tujuh) ciri utama yang membedakan BUMDes
dengan lembaga ekonomi komersial pada umumnya yaitu:
1) Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama.
2) Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui
pertanyaan modal (saham atau andil).
3) Operasionalnya menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya lokal (lokal
wisdom).
4) Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada potensi dan hasil informasi pasar.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 164 dari 168
5) Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota
(penyerta modal) dan masyarakat melalui kebijakan desa (village policy).
6) Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes 7) Pelaksanaan
operasionalisasi dikontrol secara bersama (Pemdes, BPD, anggota).
Dengan keberadaan BUMDes digunakan untuk meningkatkan kemandirian desa dan
memperkuat perekonomian desa. Karena dengan adanya BUMDes, desa diberikan hak
penuh untuk mewujudkan kesejahteraan desa dengan cara mengelola dan
mengembangkan potensi desa tanpa adanya aturan dan intruksi dari pemerintah dan
kelompok tertentu.
Operasional pengelolaan BUMDes dijalankan dengan mengacu pada anggaran rumah
tangga yang disepakati pada awal pendirian BUMDes. Selain itu sehubungan dengan
pengelolaan ada beberapa prinsip pengelolaan ada beberapa prinsip pengelolaan
BUMDes diantaranya:
a. BUMDes didirikan dengan tujuan yang jelas. Tujuan tersebut direalisasi
diantaranya dengan mmberikan pelayanan kebutuhan untuk usaha produktif
terutama bagi kelompok miskin dipedesaan, mengurangi praktek ijo (rante) dan
pelepasan uang, menciptakan pmerataan kesempatan usaha, dan meningkatkan
pendapatan masayarakat.
b. Dalam pengelolaan BUMDes diprediksikan tetep melibatkan orang ketiga yang
tidak terdampak pada masyarakat desa itu sendiri, tetapi juga masyarakat dalam
cangkupan yang lebih luas (kabupaten). Oleh sebab itu pendirian BUMDes yang
diinisiasi oleh masyarakat harus tetep mempertimbangkan keberadaan potensi
ekonomi desa yang mendukung pembayaran pajak didesa, dan kepatuhan
masyarakat desa terhadap kewajibannya.
Seperti yang telah dikemukakan diatas, bahwa berdirinya Badan Usaha Milik
Desaini karena sudah diamanatkan bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat
dan desa, pemerintah desa dapat mendirikan badan usaha milik desa. Pilar Lembaga
BUMDes ini merupakan institusi social-ekonomi desa yang benar-benar mampu sebagai
Lembaga komersial yang mampu berkompetiasi keluar desa. BUMDes sebagai institusi
ekonomi rakyat Lembaga komersial, pertama-tama berpihak kepada pemenuhan
kebutuhan (produktif maupun konsumtif) masyarakat adalah melalui pelayanan
distribusi penyediaan barang atau jasa. Hal ini diwujudkan dalam pengadaan kebutuhan
masyarakat yang tidak memberatkan ( seperti : harga lebih murah dan mudah
didapatkan) serta menguntungkan. Menurut (Purnomo 2004), maksud dan tujuan dari
dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu :
Maksud dari adanya pembentuka Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) :
1. Menumbuh dan mengembangkan perekonomian desa
2. Meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)
3. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan jasa bagi peruntukan
hajat masyarakat desa.
4. Sebagai perintis bagi kegiatan usaha desa
Tujuan dari adanya pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) :
1. Meningkatkan peranan masyarakat desa dalam mengelola sumber-sumber
pendapatan lain yang sah.
2. Menumbuh dan mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat desa serta
unuit-unit usaha desa.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 165 dari 168
3. Menumbuh dan mengembangkan usaha sector informal untuk dapat menyerap
tenaga kerja masyarakat di desa.
4. Meningkatkan kreatifitas berwirausaha bagi desa dengan masyarakatnya yang
berpenghasilan rendah.
BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif
masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes
harus bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan
BUMDes dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti dari Pemerintah
Desa atau pihak lain, bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan peraturan per
undang-undangan (UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat 3).
Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian BUMDes, karena
implikasinya akan bersentuhan dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah (Perda)
maupun Peraturan Desa (Perdes).
Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat
desa. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan di dalam UU
No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang-undang
sebelumnya, UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang
Desa. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 213
ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai
dengan kebutuhan dan potensi desa”. Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian BUMDes
antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Sumber Makmur memiliki usaha perdagangan obat-obatan
dan pupuk pertanian. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah: 1) Jangkauan
pemasaran produk yang kurang luas dan 2) pencatatan transaksi perdagangan pupuk
hingga penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai standar akuntansi.
Meskipun BUMDes Sumber Makmur sendiri telah menjalankan sistem
keuangan yang telah diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)
Kabupaten Jombang namun hal tersebut masih belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit
bagi para pengurus bumdes. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, maka kegitan
PKM ini memfokuskan kegiatan untuk mengatasi kedua permasalahn tersebut.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tim pelaksana PKM dengan dibantu mahasiswa mendampingi serta memberikan
pemahaman kepada pengurus BUMDes mengenai pemanfaatan sosial media dan
akun market place dan blog dengan tujuan untuk memudahkan pemasaran produk.
2. Tim pelaksana PKM dengan dibantu mahasiswa mendampingi serta memberikan
pelatihan dan pendampingan mengenai pencatatan transaksi dan penyusunan
laporan keuangan. Laporan keuangan bisa menjadi salah satu cara untuk melihat
apakah aktivitas usaha atau operasional BUMDes sudah berjalan dengan baik atau
belum. Manfaat lain dari laporan keuangan adalah sebagai pedoman penyusunan
rencana Kerja BUMDes.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim penulis dengan dibantu
mahasiswa diawali dengan kunjungan dan survey lokasi. Kegiatan ini bertujuan untuk
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 166 dari 168
mengetahui permasalahan yang dihadapi mitra. Dari hasil wawancara pada pihak
BUMDes Sumber Makmur tampak bahwa permasalahan yang dihadadpi mitra binaan
adalah 1) Jangkauan pemasaran produk yang kurang luas dan 2) pencatatan transaksi
perdagangan pupuk hingga penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai standar
akuntansi (Sukmasetya, Haryanto, Sadewi, Maulida, Aliudin, & Sugiarto, 2020)
Gambar 1 Rapat online bersama Direktur BUMDes Sumber Makmur persiapan Webinar
Dari hasil identifikasi tersebut, maka disusun program kerja. Melihat dari kondisi mitra serta
keterbatasan waktu pelaksanaan PKM, maka kegiatan PKM ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap
pertama dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu menjelaskan
mengenai penerapan e-commerce melalui marketplace facebook dan Web site Web
sebagai strategi peningkatan pemasaran produk kepada pihak BUMDes melalui
koordinasi dengan Direktur BUMDes dengan media online. Electronic Commerce atau
e-commerce merupakan sarana yang digunakan penjual untuk memperkenalkan
produknya melalui media online. (Nayoan, 2021). Sedangkan untuk permasalahan
kedua yaitu pencatatan transaksi perdagangan pupuk hingga penyusunan laporan
keuangan yang belum sesuai standar akuntansi akan dilanjutkan pada pelaksanaan PKM
tahap berikutnya.
Marketplace merupakan Platform yang berperan sebagai perantara antara
penjual dan pembeli dalam melakukan proses transaksi produk secara online.
Marketplace atau pasar daring juga menyediakan berbagai fasilitas sebagai metode
pembayaran, estimasi pengiriman, pemilihan produk sesuai kategori, dan fitur lainnya.
(Adani, 2020)
Tahapan dari pelaksanaan ini memberikan pemahaman mengenai platform
marketplace facebook dan Web site Web, bagaimana penerapannya dalam pemasaran
produk pertanian melalui facebook dan Web site Web, keuntungan dari penerapan
marketplace sebagai strategi pemasaran. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat
berupa webinar online “Bisnis Online berbasis go digital dengan media web siteger” ini
kami memberi pengetahuan tentang cara pemasaran terhadap produk pertanian
menggunakan akun marketplace yang sudah dibuat ditinjau dari analisis peluang usaha
di era digitalisasi.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 167 dari 168
Gambar 2 Poster Pelaksanaan Webinar
Gambar 3 Pelaksanaan Webinar Bisnis Online berbasis Go Digital dengan media blog
Setelah serangkaian kegiatan dilaksanakan, maka didapatkan hasil yang cukup
signifikan terkait pemahaman BUMDes Sumber Makmur terhadap konsep digital
marketing (marketplace facebook dan web site web) sebagai salah satu strategi
pemasaran produk pertanian yang ada. Dalam rangka pengenalan pemanfaatan market
place diperlukan pendampingan dan penjelasan secara singkat dan jelas, sehingga
penerapannya dapat maksimal. Kegiatan pendampingan dilakukan secara kontinu dan
bertahap secara online agar pihak BUMDes Sumber Makmur bisa memahami apa yang
harus dilakukan terhadap produknya pada market place yang sudah dibuat.
Gambar 4 Kegiatan pendampingan secara online pada BUMDes Sumber Makmur mengenai
pemanfaatan market place dan media social
Dalam kegiatan pendampingan ini pihak BUMDes banyak melakukan diskusi
dengan tim Kelompok Pengabdian untuk menyusun strategi pemasaran yang terbaik.
Untuk itu beberapa hal yang difokuskan untuk bisa membantu permasalahan yang
dihadapi adalah dengan memberikan pelatihan atau pendampingan terkait strategi
pemasaran melalui digital marketing kepada pengurus BUMDes dengan memanfaatkan
sosial media dan aplikasi market place, menerapkan pemasangan iklan dengan
memposting gambar dan informasi produk, visualisasi berbasis foto, video dan Bahasa
yang menarik. Dengan target setelah pendampingan selesai, pengurus BUMDes
memiliki pengetahuan bagaimana mengelola dan memasarkan produk melalui media
sosial sehingga mencapai target penjualan yang diharapkan.
Gambar 5: Website BUMDes Sumber Makmur
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Nurul Hidayati, Oky Arianto Halaman 168 dari 168
Gambar 6: Sosial Media Facebook BUMDes Sumber Makmur
A. PENUTUP
Kegiatan PKM tahap pertama telah berjalan dengan baik. Mitra binaan sudah
memiliki media digital pemasaran berupa akun media sosial dan akun di market
place shopee untuk pemasaran produk obat & pupuk pertanian. Dengan
pemanfaatan dan penggunaan media digital tersebut diharapkan dapat memberikan
manfaat yang besar bagi BUMDes Sumber Makmur.
Kegiatan PKM ini masih merupakan tahap awal. Kegiatan ini akan dilanjutkan
dengan PKM tahap kedua dengan fokus untuk pencatatan transaksi perdagangan
pupuk hingga penyusunan laporan keuangan yang belum sesuai standar akuntansi
yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Adani, M. R. (2020, November 17). Kenali Apa itu Marketplace beserta Jenis dan Contoh
Penerapannya. Retrieved Agustus 20, 2021, from
https://www.sekawanmedia.co.id/: https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-
marketplace/
Muryani. 2008. Pembangunan Bumdes dan Pemberdayaan Pemerintah Desa. Bandung:
CV. Pustaka Setia.
Nayoan, A. (2021, Juni 1). Apa itu Ecommerce? Kenali Semua Jenis dan Manfaatnya!
Retrieved Agustus 20, 2021, from https://www.niagahoster.co.id/:
https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/?amp
Purnomo. 2004. "Pembangunan Bumdes dan Pemberdayaan Masyarakat Desa."
Pembangunan Bumdes dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Lombok Timur 17.
Putra, Anom Surya. 2015. "Badan Usaha Milik Desa: Spirit Usaha Kolektif Desa." Jakarta:
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik
Indonesia 9.
Rahmati. 2009. Pemanfaatan E-commerce Dalam Bisnis Di Indonesia
http://citozcome.blogspot.com/2009/05/pemanfaatan-e-commerce-dalambisnis-
di.html. Diakses tanggal 06 Agustus 2011.
Sukmasetya, P., Haryanto, T., Sadewi, F. A., Maulida, R. G., Aliudin, H. S., & Sugiarto, B.
(2020, - -). Pemanfaatan Digital Marketing sebagai Media Pemasaran Global
untuk Meningkatan Penjualan Produksi pada Home Industry. Retrieved Agustus
20, 2021, from https://journal.unimma.ac.id/:
https://journal.unimma.ac.id/index.php/ce/article/view/3514
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/articel/view/826
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 169 dari 174
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Pengembangan
Usaha Anggota Koperasi Melati Suci
*Betty Rahayu, Wina Nurhayati,Effi Indriati,Linda Ratna Sari
Universitas Darul Ulum Jombang
*Korespondensi: [email protected]
Abstrak
Kegiatan Pengabdian Kepada Masaarakat (PKM) yang dilakukan tim penulis di Desa
Gondang Manis Bandar kedung Mulyo melibatkan para anggota koperasi dan para
pengurus koperasi Melati Suci sebagai mitra binaan. Kegiatan PKM bertujuan untuk: 1)
Mengembangkan jiwa kewirausahaan, 2) Pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan
laporan keuangan, 3) Manajemn Pemasaran dan 4) Pengembangan kemamauan para
pengurus koperasi. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelaksanaan berupa sosialisasi,
pelatihan dan pendampingan intensif. Kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik dengan
respon positif dari mitra binaan. Mitra mampu menyerap ilmu dan pengetahuan yang
disampaikan oleh tim penulis. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat dilanjutkan pada
program berikutnya, khususnya untuk memantau perkembangan usaha pemasaran produk
yang dikelola koperasi agar hasil yang dicapai menjadi lebih optimal.
Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pelatihan, koperasi, Melati Suci
Abstract
The Community Service carried out by the writing team in Gondang Manis Village, Bandar
Kedung Mulyo, involved members of the cooperative and the management of the Melati
Suci cooperative as foster partners. The activities were aimed to: 1) Developing an
entrepreneurial spirit, 2) Recording financial transactions and preparing financial reports,
3) Marketing Management and 4) Developing the willingness of cooperative managers.
This activity was carried out with implementation methods in the form of socialization,
training and intensive assistance. This activity can be completed well with a positive
response from the fostered partners. Partners were able to absorb the knowledge conveyed
by the writing team. This activity was expected to be continued in the next program, in
particular to monitor the development of the product marketing business managed by the
cooperative so that the results achieved are more optimal.
Keywords: Community empowerment, training, cooperatives, Melati Suci
A. PENDAHULUAN
Perkembangan Koperasi yang cenderung stagnan, merupakan keprihatinan semua
pihak, baik pemerintah maupun pengelola koperasi. Kondisi koperasi yang cenderung
stagnan ditunjukkan oleh usaha-usaha koperasi yang hanya terpusat pada pemenuhan
kebutuhan anggota. Koperasi yang mengandalkan pasar internal atau anggota,
mencerminkan belum adanya keberanian dari Pengurus untuk merubah paradigma
koperasi. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,
disebutkan bahwa koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotaanggotanya, telah
diartikan secara sempit oleh sebagian besar pengurus koperasi. Konsep mensejahterakan
anggota-anggotanya menjadi landasan pengurus dalam mengelola koperasi
diinterpretasikan dengan memfokuskan usaha- usaha yang secara nyata diperlukan
anggota koperasi. Pengurus yang melayani kebutuhan non anggota atau masyarakat
umum, dianggap sebagai kegiatan yang kurang relevan dengan makna mensejahterakan
anggota koperasi. Kondisi inilah yang menjadikan pengurus tertumpu pada usahausaha
yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan anggota dan tidak melakukan perluasan
usaha untuk memenuhi kebutuhan non anggota.
Masalah lain yang dihadapi koperasi pada umumnya adalah sumber daya manusia
yang kurang memadai, baik masalah pengetahuan perkoperasian, keterampilan dan
Prosiding Snebdewa 2021 Halaman 169 - 174
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 170 dari 174
mengelola koperasi maupun kemampuan dalam menjalankan bisnis. Salah satu faktor
penentu keberhasilan atau kegagalan organisasi adalah faktor Sumber Daya Manusia
(SDM). Agar kinerja koperasi bisa meningkat, maka perlu upaya dari berbagai pihak
antar lain dari pemerintah dan lembaga perguruan tinggi. Sebagai salah satu perguruan
tinggi di Kabupaten Jombang, Universitas Darul’Ulum bekerja sama dengan dinas
koperasi kabupaten Jombang pada bulan Juli 2021 melakukan kegiatan pelatihan dan
pendampingan peningkatan kapasitas koperasi dan para anggota di desa Gondangmanis
Bandar Kedung Mulyo.
2. Profil Mitra Binaan
Koperasi Wanita (Kopwan) Melati Suci yang ada di desa Gondangmanis
kecamatan Bandar Kedung Mulyo Jombang memiliki jenis usaha simpan pinjam
sebagai kegiatan usahanya. Agar dapat memperbaiki kinerjanya, salah satu solusi yang
perlu dicoba adalah menambah jenis usaha dengan melibatkan anggota koperasi.
Anggota koperasi Melati Suci terdiri dari para ibu-ibu rumah tangga, para tokoh
masyarakat dan para anggota penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Selama ini, banyak anggota koperasi yang memiliki usaha kecil untuk membantu
perekonomian keluargan namun mengalami beberapa kendala antara lain: 1) Kurangnya
inovasi usaha, 2) kesulitan pemasaran, 3) modal usaha yang terbatas. Apabila diamati
lebih jauh, permasalahan utamanya adalah masih terbatasnya kemapuan sumber daya
manusia (SDM). Apabila anggota koperasi dan koperasi itu sendiri berkolaborasi
dengan dibantu pihak luar yang kompeten di bidangnya, maka masalah tersebut akan
dapat teratasi
Maka berangkat dari permsalahan tersebut, tim penulis memfokuskan kegiatan
PKM ini pada pemeberdayaan anggota koperasi melaui pelatihan pengembangan SDM
baik anggota maupun pengurus koperasi.
B. TINJAUAN PUSATAKA
Keunggulan mutu bersaing suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu SDM-
nya. Penanganan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem
pengelolaan SDM yang bersifat strategic, integrated, interrelated dan unity. Organisasi
sangat membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki kompetensi tertentu yang
dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya. Menurut
Andreas (2002), sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia
yang paling tidak memiliki empat karakteristik yaitu: 1) Memiliki kompetensi
(knowledge, skill, abilities, experience) yang memadai, 2) komitmen pada organisasi, 3)
selalu bertindak ”cost effectiveness” dalam setiap tindakannya, 4) congruence at goals,
yaitu bertindak selaras antara tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Kebijakan
strategis yang dilakukan adalah melalui implementasi dan praktik-praktik manajemen
sumber daya manusia strategic. Pengetahuan SDM Koperasi yang memadai secara
implisit akan memberikan dukungan yang besar bagi Koperasi dalam menghadapi
persaingan yang kompetitif. Sebagaimana diketahui bahwa dengan kondisi persaingan
yang kompetitif, maka Koperasi harus mampu mensiasati dengan baik. Kondisi ini akan
dapat berlangsung apabila SDM yang dimiliki koperasi mempunyai pengetahuan yang
memadai dalam dunia usaha. Faktor lain yang dapat mendukung keberhasilan Koperasi
dalam memajukan usaha adalah keterampilan SDM. Tingkat keterampilan SDM pada
Koperasi, pada umumnya masih relatif rendah dan hal ini menjadikan produk yang
dihasilkan relatif stagnan, baik ditinjau dari segi kualitas maupun kuantitas. Tingkat
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 171 dari 174
kualitas produk yang relatif produk yang kurang atau tidak sesuai dengan keinginan
pasar, tentunya produk tidak laku terjual. Kondisi ini akan menyebabkan Koperasi
mengalami stagnasi bahkan dapat bangkrut. Disisi lain, jumlah produk yang relatif
sedikit, mencerminkan terjadinya in-efisiensi di usaha Koperasi dan tentunya hal ini
akan berdampak pada harga pokok produksi yang semakin mahal. Beberapa aspek
sumber daya manusia yang meliputi pengetahuan keterampilan dan kemampuan, pada
hakekatnya akan dapat tercipta apabila dilakukan program pendidikan dan pelatihan
(Notoatmojdo, 2009)
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilaksanakan di Desa Gondang Manis dengan melibatkan
koperasi wanita Melati Suci bertujuan untuk meningkatkan performa para anggota
koperasi, pengurus koperasi dan koperasi wanita itu sendiri. Sesuai dengan identifikasi
awal permasalahan koperasi, maka tahapan kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkembangkan jiwa wirausaha
Mita binaan yaitu para anggota koperasi yang juga anggota masyarakat desa
Gondang Makmur masih memiliki keterbatasan motivasi berwirausaha. Oleh karena
itu, tim PKM akan memeberikan penyuluhan (sosialisasi) tentang wirausaha
termasuk bagaimana berinovasi dalam wirauasha.
2. Pemasaran Hasil usaha
Agar pelaku wirausaha bersemangat dalam bekerja, harus didukung dengan
penjualan yang maksimal. Pasar harus diperluas. Untuk itu, perlu strategi dan media
pemasaran yang murah dan mudah digunakan. Pada pelaksanaan PKM ini, tim
penulis juga melakukan pelatihan pemasaran produk secara offline maupun online
dengan menggunakan instagram, facebok, dan sosial media lainnya. Nantinya,
pemasaran ini bisa dilakukan secara mandiri oleh para anggota koperasi (warga
masyarakat) atau bekerjasama dengan koperasi Melati Suci sebagai tenaga
pemasarnya. Dengan demikian, dimungkinkan koperasi Melati Suci memiliki unit
usaha baru yaitu perdagangan.
3. Peningkatan kapasitas para pengurus koperasi
Pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi dan penyususnan laporan
keuangan dilakukan dengan tujuan utama agar pengelola mampu mengefektifkan
modal yang dimiliki sehingga koperasi dapat berkembang dengan pesat. Tingkat
perputaran kas yang tinggi tentunya akan memberikan peranan positif bagi
pendapatan koperasi dan hal ini akan dapat mendukung pencapai target keuntungan
(SHU) koperasi. Hal ini dapat tercapai jika pengurus mengetahui kondisi finansial
koperasinya. Untuk itu, kemampuan dibidang akuntansi keuangan para pengurus
koperasi perlu ditingkatkan.
Kegiatan PKM ini diawali dengan beberapa tahapan yaitu:
1. Persiapan awal yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang ada, hal
yang perlu dipersiapkan antara lain, melakukan koordinasi dengan pemerintah
desa dan menetapkan sasaran kegiatan dan output kegiatan yang melibatkan
stake holder desa dengan dinas pendukung.
2. Menetapkan kebutuhan dalam upaya meningkatkan kapasitas koperasi serta
menetapkan pihak yang terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat ini,
misalnya pemerintah desa, Anggota Koperasi, PKK, karang taruna maupun
tokoh masyarakat.
3. Pelaksanaan Program yang telah disusun.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 172 dari 174
4. Monitoring dan evaluasi terhadap realisasi program.
5. Penyusunan laporan akhir sebagai tahap pertanggung jawaban pelaksanaan
D. PELAKSNAAN KEGIATAN
Sesuai dengan program kerja yang telah disusun, tim penulis mulai melakukan
kegiatan PKM. Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa Gondang Makmur dan
Dinas Koperasi kabupaten Jombang, tim PKM segera melakukan kegiatan yaitu:
1. Pelatihan akutansi Keuangan
Pelatihan akutansi bagi pengurus sebagai pengelola koperasi diperlukan sebagai
upaya untuk memberikan informasi terkait keuangan koperasi yang lengkap kepada
seluruh pihak yang berhubungan dengan koperasi seperti anggota, pengurus, pengawas,
investor yang kesemuanya berkepentingan pada informasi keuangan.
Permasalahan mendasar koperasi adalah pencatatan dan pelaporan yang secara
umum masih belum tertib, karena tenaga keuangan yang masih belum terlatih dengan
baik. Dengan pelatihan akutansi diharapkan akuntabilitas keuangan koperasi bisa
menjadi semakin baik. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan mendapat respon yang
positif dari para peserta. Peserta pelatihan terdiri dari : Pengurus koperasi, anggota
koperasi, kelompok pemuda atau karang taruna, anggota PKK, tokoh masyarakat. Hasil
pelatihan ini mendapat respon yang positif. Dengan penguasan materi yang benar dari
paserta khususnya para pengurus koperasi diharapkan pencatatan dan penyusunan
keuangan menjadi lebih mudah terutama penyampaian laporan keuangan oleh pengurus
kepada anggota koperasi pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi.
Gambar 2. Pelaksanaan pelatihan Akutansi keuangan
2. Manajemen Pemasaran
Pelatihan Pemasaran dilakukan untuk mengembangkan usaha dari produk produk
anggota koperasi supaya lebih berkembang, Sehingga dengan kegiatan pelatihan
pemasaran diharapkan memenuhi target koperasi atau usaha yang dijalankan menjadi
lebih efektif. Materi pelatihan pemasaran meliputi: 1) Konsep pemasaran, 2) Konsep
produksi, 3) Strategi pemasaran, 4) Mengenali kebutuhan dan keinginan konsumen, dan
4) Pemasaran Online (daring). Peserta pelatihan manajemen pemasaran adalah anggota
koperasi, kelompok pemuda atau karang taruna, anggota PKK, Tokoh masyarakat
Terciptanya SDM Mitra yang unggul dan mampu memahami dan mampu menghasilkan
kiat kiat pengelolaan koperasi. Mitra dapat mengelola dari seluruh asset Koperasi ,
sehingga koperasi berkontribusi besar dalam pengembangan ekonomi desa sehingga
memberi manfaat kepada masyarakat desa.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 173 dari 174
Gambar 5. Kegiatan pelatihan Pemasaran
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota
Koperasi yang terdiri dari unsur Pemerintah desa, ibu PKK, remaja dan tokoh
masyarakat di desa Bandar Kedung Mulyo Jombang.
3. Pelatihan Kewirausahaan
Pelatihan kewirausahaan bagi pengurus koperasi dimaksudkan agar koperasi
mampu menghasilkan inovasi inovasi dan kreatiitas yang dilakukan untuk mempercepat
perkembangan koperasi. Menanmkan jiwa inovati angota koperasi juga diharapkan agar
koperasi bukan hanya menjalankan aktivitas ruti berupa simpan pinjam, tetapi juga bisa
melakukan aktivitas lain seperti pemasaran produk anggota ke pasar online atau dengan
menjalin kerjasama dengan pihak lain. Peserta pelatihan kewirausahaan adalah anggota
koperasi yang terdiri dari kelompok pemuda atau karang taruna , ibu-ibu pengurus PKK
dan anggota masyarakat. Hasil pelatihan sangat memuaskan. Para peserta mampu
memahami dengan baik pentingnya jiwa wirausaha sehingga mampu merubah cara
berpikir anggota dalam upaya memajukan koperasi melalui penambahan kegiatan usaha
koperasi. Dengan pemahaman ini diharapkan koperasi bisa lebih maju dengan inovasi
yang dimiliki.
Gambar 4. Pelatihan kewirausahaan
4. Pelatihan SDM Koperasi
Tujuan dari kegiatan pelatihan SDM bagi koperasi adalah agar para pengurus
koperasi memahami dengan jelas nilai dan prinsip koperasi, tterampil dalam menyikapi
permasalahan dalam kegiatan koperasi, mengenal struktur tugas dan fungsi setiap
perangkat organisasi, memahami hakekat usaha koperasi, terampil dalam merencanakan
anggaran dan mampu mneganlisa maslah usaha koperasi. Materi pelatihan meliputi: 1)
Prinsip dasar pendirian koperasi, 2) Pengelolaan organisasi koperasi, 3) Struktur
organisasi koperasi, 4) manajemen dan konflik. Peserta pelatihan adalah: anggota
Koperasi, kelompok pemuda atau karang taruna, anggota PKK, Tokoh masyarakat.
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Betty Rahayu, Wina Nurhayati et al Halaman 174 dari 174
Terciptanya mitra yang mampu memahami dan mengimplementasikan potensi
pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki oleh koperasi, sehingga bisa
menempatkan kemampuan seseorang pada tempat kerja yang tepatsesuai dengan
bidangnya.
E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilakukan tim penulis telah dilaksanakan dengan tuntas. Dari
hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa mitra binaan, terutama pengurus dan anggota
Kkperasi sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan.
Hal ini bisa dilihat dari antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan. Mitra binaan
mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat bagi pengembangan usaha pribadi maupun
untuk kemajuan koperasi wanita Melati Suci, karena selama ini kegiatan koperasi hanya
mengandalkan unit simpan pinjam. Kegiatan PKM hendaknya tetap bisa dilanjutkan
pada program berikutnya, khususnya untuk memantau perkembangan usaha pemasaran
produk terutama yang dikelola koperasi agar hasil yang dicapai menjadi lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
As’ad, Moh . 2001. Psikologi Industri. Yogyakarta : Liberty. Baswir, Revrisond. 2000.
Koperasi Indonesia Edisi Pertama. Yogyakarta:BPFE. Bungin, Burhan. 2008.
Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta:Rajawali Press. Djamereng,
Andreas, Lako. 2004. Kepemimpinan dan Kinerja Organisasi (Isu, Teori dan Solusi).
Jakarta:Asmara Books. Anoraga,
Abdurrahmat. 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT
Rineka Cipta. Gomes, Faustino Cardoso. 2002. Manajemen Sumber Daya
Manusia.Yogyakarta: Andi. Hani,
Asdar. 2004. ”Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah di Sulawesi Selatan “Jurnal Ekonomi Resources. Hal 242-246. Pusat
Penelitian dan Publikasi Ilmiah FE-UMI.
Ardiana, dkk. 2010. Kompetensi SDM UKM dan Pengaruhnya terhadap Kinerja UKM
di Surabaya. Dalam Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan.Volume 12
No.1.Hal 42-55 Surabaya : Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945.
Handoko. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya manusia.Yogyakarta: BPFE.
Harijanto, dkk. 2003. “Pengaruh Pelatihan dan Pengalamn Kerja terhadap
Keterampilan dan Kinerja Karyawan Koperasi Usaha Karya: Studi pada
Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanjung Perak Surabaya”.
Jurnal Aplikasi Manajemen.Volume 1 No.2. Hal 247- 253 Malang :
Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Hendrajogi. 2007. Koperasi Asas-asas,
Teori dan Praktek.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Pandji dan Widiyanti. 2003. Koperasi, Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Jakarta:
Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta
Prosiding Snebdewa 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/827
Nur Anisah, Pratama Vikri R Halaman 175 dari 178
Pelatihan dan Pendampingan Pada Badan Usaha Milik Desa Cakra Sentosa
Nur Anisah*
Pratama Vikri
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi* : [email protected]
Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cakra Sentosa yang ada di Desa Sembung memiliki 2
(dua) jenis usaha yanitu simpan pinjam dan penyewaan mobil. Meskipun sudah berjalan
beberapa tahun, namun usaha ini masih mengalami kendala, yaitu: usaha yang kurang
berkembang karena promosi yang belum maksimal dan kemampuan administrative
pengurus BUMDes yang terbatas. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini
dilaksanakan selama bulan Agustus 2021 melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan
secara intensif dengan fokus penyelesaian kedua masalah diatas. Dari hasil kegiatan PKM
selama intensif, telah diperoleh hasil yaitu: 1) Peningkatan kapasitas administratfi pengurus
BUMDes Cakra Sentosa, 2) Terciptanya akun media sosial untuk pemasaran usaha rental
mobil
Kata kunci: BUMDes Cakra Sentosa, PKM, kapasitas administratif, rental mobil
Abstract
The Village-Owned Enterprises (BUMDes) Cakra Sentosa in Sembung Village have 2 (two)
types of businesses, namely savings and loans and car rental. Although it has been running
for several years, this business is still experiencing obstacles, because the business was not
developing enough due to the promotion that had not been maximized and the
administrative capabilities of the BUMDes management were limited. This Community
Service Activity (PKM) was carried out during August 2021 through intensive training and
mentoring activities with a focus on solving the two problems above. From the results of
intensive PKM activities, the following results have been obtained: 1) Increasing the
administrative capacity of the Cakra Sentosa BUMDes management, 2) Creating social
media accounts for car rental business marketing
Keywords: BUMDes Cakra Sentosa, PKM, administrative capacity, car rental
A. PENDAHULUAN
Pemeritah terus berupaya dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di
masyarakat. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari keterlibatan berbagai pihak baik
swasta maupun pemerintah dengan mengembangkan potensi melalui BUMDes. Sebagai
bagian dari masyarakat, STIE PGRI Dewantara Jombang, berupaya untuk ikut serta
mensuksesakn program pemerintah. Salah satu kegiatan yang dilakukan STIE PGRI
Dewantara Jombang adalah dengan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM yang dilakukan STIE PGRI Dewantara Jombang
menyasar lembaga pemerintahan terkecil yaitu desa di wilayah kabupaten Jombang. Hal
ini karena desa adalah lembaga pemerintahan terkecil yang bersinggungan langsung
dengan dengan warga masyarakat desa. Apabila kondisi perekonomian di desa kuat,
maka keadaan perekonomian pada tingkatan diatasnya cenderung akan lebih baik.
Salah satu cara meningkatkan perekonomian warga desa adalah melalui salah satu
lembaga ekonomi yang ada di desa yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang
hampir ada di tiap desa. Maka sejalan dengan tujuan pemerintah, pelaksanaan PKM
yang dilakukan penulis berfokus pada peningkatan kapasitas dan performa BUMDes di
Jombang.
Prosiding Snebdewa 2021 Halaman 175 - 178
Volume 1 No 1, 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/856
Nur Anisah, Pratama Vikri R Halaman 176 dari 178
2. Profil Mitra Binaan
Pelaksanaan PKM oleh tim penulis melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaannya.
Obyek pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Cakra Sentosa yang ada di Desa Sembung, Kecamatan Perak kabupaten Jombang.
BUMDes Cakra Sentosa berdiri pada tahun 2015. BUMDes Cakra Sentosa bergerak di
bidang kegiatan simpan pinjam dan usaha rental mobil. Meskipun sudah berjalan selama
lebih dari 5 (lima) tahun, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi BUMDes
Cakra Sentosa, yaitu: 1) Kesulitan pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan
keuangan, 2) Pengguna jasa rental mobil yang masih terbatas. Maka berangkat dari
masalah yang dihadapi mitra tersebut, kegiatan PKM ini difokuskan guna penyelesaian
masalah tersebut diatas.
B. TINJAUAN PUSTAKA
BUMDes merupakan institusi yang dibentuk oleh pemerintah desa serta
masyarakat mengelola institusi tersebut berdasarkan kebutuhan dan ekonomi desa.
BUMDes dibentuk berlandaskan atas peraturan perundang-undang yang berlaku atas
kesepakatan antar masyarakat desa. Berdirinya BUMDes dilandasi oleh Undang-
Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Pasal 213 ayat (1) disebutkan
bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan
potensi desa” dan tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2005
tentang Desa.
Tujuan BUMDes adalah meningkatkan dan memperkuat perekonomian desa.
BUMDes memiliki fungsi sebagai lembaga komersial melalui penawaran sumberdaya
lokal yang bertujuan untuk mencari keuntungan dan lembaga sosial melalui kontribusi
penyediaan pelayanaan sosial yang berpihak pada kepentingan masyarakat. BUMDes
telah memberikan kontribusi positif bagi penguatan ekonomi di pedesaan dalam
mengembangkan perekonomian masyarakat khususnya dalam menghadapi Asean
Economic Community 2015 (Alkadafi, 2014).
Pendirian BUMDes didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkenaan dengan perencanaan dan
pendiriannya, BUMDes dibangun atas prakarsa (inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan
pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, transparansi, emansipatif, akuntabel, dan
sustainable dengan mekanisme member-base dan self-help (Hidayat et al., 2018).
Melalui BUMDes diharapkan antar lembaga yang ada di masyarakat saling bersinergi
untuk lebih maksimal menciptakan kesejahteraan masyarakat yang setara (Zulkarnaen,
2016).
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan PKM oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa
dilaksanakan secara daring/online meskipun ada 2 (dua) kali kunjungan ke lapangan,
guna mendapatkan data yang dibutuhkan. Kegiatan dilaksanakan secara intensif pada
pertengan bulan Juli – Agustus 2021. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi mitra
binaan, kegiatan PKM ini berfokus pada:
1. Pembuatan Social Media Sebagai Media Pemasaran
Pembuatan sosial media yaitu Instagram dan Facebook ini bertujuan untuk
mempromosikan usaha rental mobil BUMDes Cakra Sentosa. Dengan pemanfaatan
sosial media tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen pengguna
jasa rental mobil Cakra Sentosa.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1, 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/856
Nur Anisah, Pratama Vikri R Halaman 177 dari 178
2. Pembuatan Banner dan Brosur untuk Usaha Rental Mobil
Pelaksanaan pembuatan banner dana brosur usaha rental mobil mempunyai tujuan
sebagai proses branding dan strategi marketing. Banner dan brosur dibuat semenarik
mungkin agar dapat menarik minat dan perhatian masyarakat. Selain itu brosur juga
memuat informasi harga dan penjelasan mengenai usaha yang rental mobil.
3. Pelatihan dan Pendampingan pencatatan transasksi dan penyusunan laporan
keuangan untuk bendahara BUMDes
Kegiatan ini dimaksudkan untuk penguatan kapasitas bendahara agar dapat mencatat
transaksi hingga menyusun laporan keuangan BUMDes secara lebih rinci dan akurat
dengan menggunakan alat bantu aplikasi Ms. Excel.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan Kegiatan PKM ini dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih 1
(satu) bulan, yaitu pada bulan Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara offline
(terjun ke lapanangan) dan online (pendampingan dengan menggunakan aplikasi zoom
dan whatsapp) mengingat, pada saat pelaksanaan PKM masih dalam suasana pandemi
Covid – 19.
Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim pelaksana PKM
yaitu tim penulis dengan dibantu mahasiswa serta para pengrus BUMDes dan perangkat
desa Sembung. Kegiatan ini diperlukan guna menyamakan persepsi dan penyampaian
maksud dan tujuan pelaksanaan PKM. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan
kegiatan musyawarah dan penyusunan program kerja untuk kegiatan PKM di BUMDes
Cakra Sentosa.
Sesuai dengan program kerja yang disepakati, kegiatan PKM yang pertama adalah
pembuatan sosial media untuk pemasaran jasa transportasi BUMDes Cakra Sentosa.
Tim penulis dibantu mahasiswa membuat akun Facebook dan Instagram agar
masyarakat dapat mengetahui usaha yang dimiliki oleh BUMDes CAKRA SANTOSA
yaitu, Senja Trans yang bisa dimanfaatkan warga.
Gambar 1. Akun Facebook usaha rental mobil Sembung Transportasi (Sembung Trans)
Selain itu, tim pelaksana PKM juga mebuat banner dan pembagian flyer untuk
mengenalkan usaha Senja Transportasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas
mengetahui usaha BUMDes Cakra Santosa sehingga pengguna usaha rental Senja Trans
menjadi lebih banyak.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1, 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/856
Nur Anisah, Pratama Vikri R Halaman 178 dari 178
Gambar 2. Kegiataan Pelaksanaan pemasangan banner
dan pembagian brosur usaha rental mobil Senja Trans.
E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa
memberikan manfaat bagi BUMDes Cakra Santosa. Dari hasil pelatihan dan
pendampingan pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan, bendahara
BUMDes telah mampu menyusun laporan keuangan sederhana. Dari hasil kegiatan
pembuatan akun sosial media guna mengenalkan usaha Senja Trans juga diharapkan
akan mampu meningkatkan jumlah pengguna jasa Senja Trans karena jangkauan
promosi yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Agunggunanto, E. Y., & Kushartono, E. W. (2016). PENGEMBANGAN DESA
MANDIRI MELALUI PENGELOLAAN PENGEMBANGAN DESA
MANDIRI MELALUI PENGELOLAAN. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 67-81.
Rahmawati, E. (2020). ANALISIS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA
(BUMDESA) DI KABUPATEN BANDUNG BARAT. Jurnal Ilmiah Ekonomi
Bisnis , 1-13.
Prosiding Snebdewa 2021
Volume 1 No 1, 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/856
STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG