The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

prosiding seminar nasional & call 4 paper snebdewa 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rita.dewantara, 2021-11-20 01:26:00

prosing snebdewa 2021

prosiding seminar nasional & call 4 paper snebdewa 2021

Keywords: prosiding,snebdewa,2021

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 45 dari 50

Penerapan Media Sosial Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Denanyar Guna
Menunjang Kegiatan Gabungan Kelompok Tani

Erminati Pancaningrum*
Arina Mustafia

STIE PGRI Dewantara Jombang

*Korespondensi: [email protected]

Abstrak
Pertanian memegang peran penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia untuk
menjadi salah satu media penyelesaian permasalahan pertanian. Pemberdayaan petani dan
usaha kecil di pedesaan oleh pemerintah hampir selalu menggunakan pendekatan
kelompok. Salah satu kelemahan mendasar adalah kegagalan pengembangan kelompok
karena tidak dilakukan melalui proses sosial dan penggunaan media sosial yang baik.
Penelitian ini bertujuan;1)Sebagai sarana komunikasi untuk menghubungkan antar pengguna
dengan cakupan wilayah yang luas, 2) Sebagai upaya untuk meningkatkan potensi
pengembangan BUMDes Desa Denanyar, dan 3) Menganalisis pelaksanaan kegiatan
berdasarkan pencapaian fungsi gapoktan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
lokasi penelitian Gapoktan Desa Denanyar, Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Jawa
Timur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa;1)Pelaksanaan fungsi Gapoktan Desa Denanyar
belum berjalan dengan baik. Sejauh ini gapoktan baru bisa menjalankan sebagian fungsinya
sebagai unit penyedia sarana prasarana produksi pertanian, belum menjalankan fungsi sebagai
unit usahatani, unit pengolahan, unit pemasaran, maupun sebagai unit keuangan mikro atau
simpan pinjam. 2) Kurangnya pemahaman sumber daya manusia mengenai media sosial
dikalangan pengurus Gapoktan. 3) Gapoktan ini belum memenuhi kebutuhan mesin RMU (Rice
Milling Unit), permodalan usahatani, jaminan kuantitas, kualitas dan kontinuitas hasil, belum
dapat me nambah nilai output dari hasil pengolahan anggota, tidak ada jaminan pasar dan belum
dapat menciptakan usahatani mandiri bagi petani anggota.
Kata Kunci: Media Sosial, BUMDes, dan Kegiatan Gabungan Kelompok Tani

Abstract
Farming play an important role in the development of the agricultural sector in Indonesia
to become one of the media for solving agricultural problems. Empowerment of farmers and
small businesses in rural areas by the government almost always uses a group approach. One
of the fundamental weaknesses is the failure of group development because it is not carried
out through social processes and good use of social media. This study aims; 1) As a
means of communication to connect between users with a wide area coverage, 2) As an
effort to increase the potential for the development of BUMDes in Denanyar Village,
and 3) Analyzing the implementation of activities based on the achievement of the Gapoktan
function. This study used a qualitative method with the research location of the Gapoktan in
Denanyar Village, Jombang District, Jombang Regency, East Java. The results of the
study concluded that; 1) The implementation of the function of the Denanyar Village
Gapoktan has not gone well. So far, Gapoktan has only been able to carry out some of its
functions as a unit providing agricultural production infrastructure, not yet carrying out its
functions as a farming unit, processing unit, marketing unit, or as a microfinance or savings
and loan unit. 2) Lack of understanding of human resources regarding social media among
Gapoktan administrators. 3) This Gapoktan has not met the needs of RMU (Rice Milling
Unit) machines, farming capital, guarantee of quantity, quality and continuity of results, has
not been able to add value to the output of member processing, there is no market guarantee
and has not been able to create independent farming for member farmers.
Keywords:Social Media, BUMDes, and Farmer Group Joint Activities.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat membantu
masyarakat Desa Denanyar dalam mengupayakan perkembangan pemberdayaan

Prosiding Snebdewa Halaman 45 - 50
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 46 dari 50

ekonomi masyarakat. Peran penting dalam pertanian di Desa Denanyar menjadi salah satu
media penyelesaian permasalahan pertanian, selain itu Gapoktan dapat menguatkan petani
untuk bersatu dan bekerja sama untuk kebaikan sesama petani. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat memiliki sasaran kegiatan yaitu pendampingan penyusunan media
sosial yang ada dalam BUMDes, proposal pengajuan dana pada pihak dinas terkait, dan
menyelesaikan laporan keuangan di Desa Denanyar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kurang lebih selama 1 (satu)
bulan pada tanggal 26 Juli sampai 26 Agustus 2021. Hasil akhir yang diharapkan oleh tim
pengabdian kepada masyarakat adalah pihak BUMDes dapat menggunakan media sosial
yang telah dibuatkan, serta dengan dibuatkannya proposal pengajuan dana dapat disetujui
oleh pihak dinas terkait, dan laporan keuangan terselesaikan.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes merupakan usaha desa yang dikelola oleh pemerintah setempat dan

memiliki badan hukum. Bisa dikatakan, BUMDes adalah suatu badan usaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang
asalnya dari kekayaan desa itu sendiri. Kekayaan tersebut kemudian sengaja dipisahkan
untuk mengelola sejumlah aset, jasa pelayanan, dan jenis usaha lainnya demi masyarakat
desa.

Dengan kata lain, pemerintah desa tersebut bisa mendirikan BUMDes sesuai
kebutuhan dan potensinya masing-masing. Adapun pembentukan BUMDes ini ditetapkan
berdasarkan peraturan desa yang dimiliki. Sementara kepengurusannya terdiri dari
pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sementara modal atau sumber dana Badan
Usaha Milik Desa ini berasal dari pemerintah desa, tabungan masyarakat, bantuan
pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta pinjaman atau penyertaan modal
pihak lain. Bisa juga berasal dari kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.

Unit usaha BUMDes Denanyar memiliki usaha simpan pinjam.karena
itu,permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada
usaha tersebut, masalah yang dihadapi terkait dengan:

1.) Masalah kelengkapan Administrasi
2.) Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual.

Dengan proker yang sudah diselesaikan untuk membantu pihak Bumdes
mengelola laporan keuangan, pengajuan proposal kepada dinas ketahanan pangan,
dan memanfaatkan media sosial.

Harapannya diadakannya sistem keuangan tersebut dapat mempermudah
pengerjaan karena lebih fleksibel dan mudah dipahami. Untuk permasalahan kelengkapan
administrasi solusinya setiap pembelian

Kelengkapan administrasi harus selalu diperhatikan karena berhubungan pada
pencatatan laporan, maka harus diimbangi dengan pengumpulan nota disetiap transaksi yg
telah dilakukan agar lebih tertata. Dan untuk penggunaan media sosial berupa ig dan juga
facebook dapat mempermudah bumdes mempromosikan potensi desa yang dimiliki oleh
Desa
Denanya

B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian BUMDes

BUMDes merupakan usaha desa yang dikelola oleh pemerintah setempat dan
memiliki badan hukum. Bisa dikatakan, BUMDes adalah suatu badan usaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang
asalnya dari kekayaan desa itu sendiri. Kekayaan tersebut kemudian sengaja dipisahkan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 47 dari 50

untuk mengelola sejumlah aset, jasa pelayanan, dan jenis usaha lainnya demi masyarakat
desa.

Dengan kata lain, pemerintah desa tersebut bisa mendirikan BUMDes sesuai
kebutuhan dan potensinya masing-masing. Adapun pembentukan BUMDes ini
ditetapkan berdasarkan peraturan desa yang dimiliki. Sementara kepengurusannya
terdiri dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sementara modal atau sumber
dana Badan Usaha Milik Desa ini berasal dari pemerintah desa, tabungan masyarakat,
bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta pinjaman atau
penyertaan modal pihak lain. Bisa juga berasal dari kerja sama bagi hasil atas dasar
saling menguntungkan.

2. Dasar Hukum Usaha Milik Desa
Seperti badan usaha lain yang ada di Indonesia, BUMDes juga memiliki

landasan hukum atas pendiriannya, yaitu UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah. Tak hanya itu saja, ada juga PP No.72 Tahun 2005 tentang Desa. Pada Juli
2018 lalu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
menyatakan bahwa jumlah Badan Usaha Milik Desa di seluruh Indonesia telah
mencapai lebih dari 35 ribu dari total 74.910 desa. Angka tersebut mencapai lima kali
lipat dari target kementerian yang hanya mematok target sebanyak 5000 BUMDes.

3. Ciri Badan Usaha Milik Desa
Beberapa ciri khusus dari Badan Usaha Milik Desa adalah sebagai berikut:
1) Pemerintah desa memegang kekuasaan penuh yang kemudian badan usaha tersebut

dikelola bersama masyarakat desa setempat.
2) Modal berasal dari desa sebesar 51% dan dari masyarakat sebesar 49% yang

dilakukan dengan cara penyertaan modal berupa saham atau andil.
3) Falsafah bisnis yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasional berakar

dari budaya lokal.
4) Potensi dan informasi pasar jadi acuan bidang yang dipilih bagi badan usaha desa

tersebut.
5) Segala keuntungan yang didapatkan dari produksi ataupun penjualan Badan Usaha

Milik Desa tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan
masyarakat melalui kebijakan setempat.
6) Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Desa bertindak memberikan segala fasilitas
dan pengawasan

4. Tujuan Badan Usaha Milik Desa
Pembangunan atau pendirian badan usaha desa ini memiliki beberapa tujuan

tertentu, di antaranya:
1. Meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat desa setempat.
2. Membantu mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
3. Menjadi alat pemerataan dan pertumbuhan ekonomi desa yang bersangkutan.
Pada dasarnya pendirian dan penelolaan BUMDes adalah sebuah wujud

dari pengelolahan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif,
partisipatif, emansipatif, transparansi, akuntabel dan sustainable. Untuk itulah
membutuhkan pengelolahan BUMDes yang serius agar bisa berjalan secara
mandiri, efektif dan profesional.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 48 dari 50

Perbedaan BUMDesa Dengan Lembaga Ekonomi Komersial Pada
Umumnya
Terdapat 7 pembeda BUMDes dengan usaha Konomi komersial lain, yaitu:

1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama,
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%)

melalui penyetaraan modal (saham atau andil),
3. Oprasionalisasinya menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya

lokal,
4. Bidang Usaha yang dijalankan didasarkan pada potensi dan hasil

informasi pasar,
5. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan

anggota (penyerta modal) dan masyarakat melalui kebijakan desa,
6. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes,
7. Pelaksanaan oprasionalisasi dikontrol secara bersama (Pemdes, BPD, dan

anggota).

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha bumdes denayar memiliki usaha simpan pinjam.oleh sebab itu,

permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat
pada usaha tersebut. Cara umum masalah yang dihadapi adalah terkait dengan:

1. Masalah pencatatan dan bukti transaksi keuangan yang belum terkelola
dengan baik dan masih dilakukan secara manual.

2. Masalah dana dengan dibuatkannya proposal akibat bumdes yang
belum beroperasional.

3. Masalah pengembangan digital gapoktan yang semula belum ada.
Meskipun BumDes Denanyar telah menjalankan sistem keuangan yang telah

diberikan oleh tim pengabdian masyarakat sebelumnya namun hal tersebut masih
belum di kuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus BumDes khususnya
Bendahara.

Melihat permasalahan tersebut maka penulis membagi kegiatan
menjadi 2 bagian yaitu: Menginput data keuangan tahun ini dan melakukan
koreksi pada sistem keuangan yang telah dibuatkan oleh tim pengabdian
masyarakat sebelumnya

Penulis bersama team menitik beratkan pelaksaan kegiatan pada
kelengkapan administrasi badan usaha milik desa yang meliputi: 1. Penyusunan
AD/ART, 2. Pembuatan Logo Gapoktan.

Kegiatan PKM yang dilakukan penulis melibatkan mahasiswa yang
sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ada di desa Denanyar. Sesuai
dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka kegiatan PKM ini
menitikberatkan pada penyusunan AD/ART dan pembuatan logo gapoktan.
Dengan adanya permasalahan diatas maka gambaran dari kegiatan tersebut adalah
sebagai berikut:

1. Pada penyusunan AD/ART, penulis mendampingi penulisan terkait
pembukuan kinerja agar terstruktur dengan baik.

2. Pembuatan Logo Gapoktan. Pembuatan logo adalah hal yang sudah
lama dipikirkan oleh pihak BumDes khususnya pengurus Gapoktan
Denanyar tetapi belum terlaksana sampai sekarang. Oleh karena itu penulis
dan tim KKN dengan kreatif dan kemampuannya merancang dan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 49 dari 50

membuat Logo Gapoktan Denanyar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh
pengurus BumDes dan disetujui oleh Direktur BumDes yang menjabat
sebagi ketua Gapoktan sekaligus.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan KKN yang dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu)
bulan, yaitu tanggal 26 Juli sampai 26 Agustus 2021. Pelaksanaan kegiatan

dilakukan secara langsung terjun ke lapangan yaitu pendampingan langsung ke
BUMDes Denanyar tetapi koordinasinya dilakukan secara virtual. Saat pelaksanaan
KKN masih dalam suasana pandemi covid-19, akan tetapi tim penulis tetap mematuhi
protokol kesehatan.

Tahap dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi kelompok KKN yang akan
membantu terjun ke lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna menyamankan visi dan
misi pada saat terjun di desa. Selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi
penerapan media sosial BUMDes Denanyar.

Gambar 1. Rapat Koordinasi Awal Dengan Mahasiswa Kelompok KKN Serta Dengan
Perangkat

Desa Denanyar

hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan tim
penulis beserta mahasiswa mampu mendampingi para pengurus bumdes denanyar
menyusun AD/ART pada laporan keuangan dan kelengkapan administrasi bumdes
denanyar dalam dalam menjalankan kegiatan simpan pinjam perihal dana bumdes
dengan dana gapoktan kelompok tani desa denanyar.selain itu tim penulis dengan
dibantu mahasiswa merumuskan logo gapoktan yang baru pada bumdes dan telah lama
diharapkan oleh pengurus gapoktan dan bumdes sebagai salah satu identitas kelompok
tani pada saaat bumdes membuat laporan terkait.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Erminati Pancaningrum, Ariana Mustafia Halaman 50 dari 50

Gambar 2 Koordinasi Antara Tim Penulis Mahasiswa Serta Pengurus Bumdes Untuk
Pengerjaan AD/ART Keuangan Dan Logo

PENUTUP
Kegiatan p e n g a b d i a n k e p a d a m a s ya r a k a t ( PKM) telah memberi

banyak manfaat khususnya bagi pihak bumdes denanyar.beberapa hal yang telah
dilakukan penulis bersama tim adalah 1)terciptanya hasil AD/ART keuangan
bumdes,2) terciptanya kelengkapan adminitrasi pada gapoktan dengan
dibuatkannnya logo gapoktan yang ada di naungan bumdes. Namun demikian
kegiatan PKM ini hanyalah awal.masih ada kegiatan lanjutan yang telah
disepakati antara pihak penulis dengan bumdes yaitu melakukan serah terima akun
agar bisa dikelola dan dikembangkan kembali oleh bumdes khususnya pengurus
gapoktan rencananya akan dilakukan 1 minggu setelah acara penutupan berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site:http://business- law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-
usaha-milik-desa-status-dan- pembentukannya/

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999)

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/802

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 51 dari 58

Pengembangan Inovasi Melalui Aplikasi Digital Dalam Meningkatkan
Kesejahteraan BUMDES Podojoyo

Siti Zuhroh*
Fifi Erliana
STIE PGRI Dewantara Jombang

*Korespondensi: [email protected]

Abstrak
Desa Podoroto merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kesamben Kabupaten
Jombang Provinsi Jawa Timur. Desa Podoroto memiliki potensi desa yang cukup besar,
antara lain pertanian yang jika dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan pendapatan
asli daerah. Komoditas pertanian secara bersama-sama diolah oleh masyakarat desa
kemudian menjadi produk unggulan desa, yang kemudian dipasarkan oleh masyarakat yang
ada di Desa Podoroto. Telah banyak produk pertanian yang telah dihasilkan, tetapi masih
terkendala dengan pemasaran dan biaya. Masyarakat Desa Podoroto sebagian besar
memiliki modal yang kecil dan belum memiliki kemampuan dalam melakukan pemasaran
baik secara manual maupun secara digital dengan memanfaatakan teknologi
informasi.Berdasarkan hal tersebut maka perlu untuk dilakukan sosialisasi dan pelatihan
kepada masyarakat desa dan UMKM agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam
melakukan pemasaran secara digital dan mempermudah dalam mendapatkan modal. Di
Desa Podoroto sendiri memiliki BUMDes Podo Joyo yang mempunyai produk simpan
pinjam dengan bunga yang sangat ringan, tetapi untuk seluruh prosesnya masih dilakukan
secara manual. Untuk itu, tim penulis melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
guna membantu BUMDes agar lebih baik dalam pelayanannya kepada masyarakat.
Kata kunci: BUMDes Podoroto, Podojoyo, Simpan Pinjam.

Abstract
Podoroto Village is one of the villages located in Kesamben District, Jombang Regency,
East Java Province. Podoroto Village has considerable village potential, including
agriculture which if managed properly will be able to increase local revenue. Agricultural
commodities are jointly processed by the village community and then become the village's
superior product, which is then marketed by the community in Podoroto Village. Many
agricultural products have been produced, but they are still constrained by marketing and
costs. Most of the people of Podoroto Village have small capital and do not yet have the
ability to do marketing both manually and digitally by utilizing information technology.
digitally and make it easier to get capital. In Podoroto Village itself, there is a BUMDes
Podo Joyo which has savings and loan products with very light interest, but the whole
process is still done manually. For this reason, the writing team carried out community
service activities to help BUMDes to be better in their services to the community
Keywords : BUMDes Podoroto, Podojoyo, Savings and Loans.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Bumdes merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan
hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan
kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan
Peraturan Desa. Kepengurusan Badan Usaha Milik Desa terdiri dari Pemerintah Desa
dan masyarakat desa setempat. Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari
Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja
sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.

Keberadaan BUMDes Podo Joyo di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben,

Prosiding Snebdewa Halaman 51 - 58
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 52 dari 58

Jombang ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian desa serta untuk
memperkuat perekonomian desa, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
Mengingat dengan adanya BUMDes, desa diberikan hak penuh untuk mengelola dan
mengembangkan potensi desa tanpa intruksi dari pemerintah dan kelompok tertentu.
Oleh sebab itu pemerintah dan masyarakat Desa Podoroto dituntut untuk mandiri.
Dalam hal ini untuk menopang sifat kemandirian dari pemerintah dan masyarakat desa
maka diperlukan prinsipprinsip kooperatif, partisipatif dan emansipatif, transparansi,
serta sustainable agar BUMDes dapat dijalankan dengan baik dan optimal, selain itu
harus didasarkan oleh kemauan (kesepakatan) masyarakat banyak serta kemampuan
setiap anggota untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, baik untuk
kepentingan produksi dan konsumen. Terciptanya Badan Usaha Milik Desa
dikarenakan, sudah dititik beratkan bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat
dan pemerintah, desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa.

Pada BUMDes Podo Joyo sendiri memiliki 1 unit usaha saja yakni simpan pinjam.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini dapat melakukan pinjaman yang dilakukan
setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Desa. Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa selanjutnya disingkat APB Desa adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD,
yang ditetapkan dengan Peraturan Desa. Alokasi Dana Desa adalah dana yang
dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari
bagian dana perimbangan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang
diterima oleh Kabupaten/Kota. Dalam hal ini BUMDes pun memberikan keringanan
dalam bunga untuk proses pengembalian pembiayaan, karena sesuai dengan misi
BUMDes yaitu untuk memudahkan perputaran barang dan jasa yang dibutuhkan
masyarakat, memberantas paktekijon dan rentenir, serta memudahkan masyarakat Desa
untuk mendapatkan modal usaha dalam skala kecil dan berimbang sesuai dengan
kemampuan modalyang dikelola BUM Desa. Dan proses pengajuannya pun cukup
mudah untuk dilakukan dengan persyaratan yang mudah dan tidak memberatkan calon
nasabah BUMDes.

Sebagai lembaga komersial dengan institusi sosial ekonomi BUMDes Podo Joyo
di Desa Podoroto mampu berkompetensi ke luar desa serta berpihak pada pemenuhan
kebutuhan masyarakat Desa Podoroto baik dari segi prokduktif maupun konsumtif
dengan pelayanan distribusi penyediaan jasa, yakni hal ini mampu diwujudkan dalam
pengadaan kebutuhan masyarakat yang tidak memberatkan seperti bunga yang lebih
ringan dan mudah dalam pemrosesan dan lebih menguntungkan, dalam hal ini
BUMDes Podo Joyo tetap memperhatikan efisiensi serta efektifitas dalam kegiatan
sektor riil dan lembaga keuangan yang berlaku sebagai lembaga keuangan mikro.

BUMDes Podo Joyo ini sebagai tempat melaksanakan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat, Perkembangan kemajuan usaha simpan pinjam BUMdes Podo Joyo
pasang surut namun dalam periode ini menunjukkan perkembangan usaha dan
pengelolaan yang bagus hanya saja masih diperlukan komitmen yang tinggi untuk terus
memperbaiki tatakelola pada aspek mekanisme aturan dan sistem layanan simpan
pinjam agar ke depan BUMdes Podo Joyo dalam pengelolaan usaha simpan dapat
berkembang dan lebih maju.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalakukan secara insentif selama
kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu selama bulan Juli sampai Agustus 2021. Hasil akhir
yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya inovasi aplikasi digital BUMDes
Podojoyo di era saat ini seperti Pembuatan Aplikasi Simpan Pinjam Berbasis Excel,

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 53 dari 58

Pengajuan Simpan Pinjam Berbasis Digital, Pembuatan SOP, Pembuatan Akun Media
Sosial Untuk Pengenalan BUMDES Podo Joyo.
2. Profil BUMDes Podojoyo

BUMDes Podojoyo yang terletak di Desa Podoroto Kecamatan Kesamben
Kabupaten Jombang didirikan sebagai upaya menampung seluruh kegiatan dibidang
ekonomi untuk memberdayakan masyarakat desa. Sejak didirikannya BUM Desa Podo
Joyo pada tahun 2015 melalui Musyawarah Desa dan ditetapkan dalam Peraturan Desa
Podoroto Nomor 3 Tahun 2015 tanggal 1 Maret 2015 memang tidak bisa berjalan mulus
tanpa adanya hambatan dan tantangan, akan tetapi dengan niat dan tekad yang kuat dari
berbagai pihak terkait yang ada di Desa semua kendala yang ada dapat diatasi bersama-
sama sehingga sampai saat ini BUM Desa Podo Joyo masih tetap bertahan meskipun
perkembangannya belum maksimal.

Unit usaha yang dimiliki oleh BUM Desa sampai saat ini adalah:
1. Simpan Pinjam Permodalan, dimana segmentasi nasabahnya adalah Petani dan

Pedagang.
2. Badan Kredit Desa, yang mengambil sasaran nasabah dari pelaku usaha kecil

skala rumah tangga.
3. Identifikasi Peluang Usaha BUM Desa

Dalam menentukan pilihan jenis usaha BUM Desa Podo Joyo dengan berpedoman
pada tujuan didirikannya BUM Desa yakni untuk memudahkan perputaran barang dan
jasa yang dibutuhkan masyarakat, memberantas praktek ijon dan rentenir, serta
memudahkan masyarakat Desa untuk mendapatkan modal usahadalam skala kecil dan
berimbang sesuai dengan kemampuan modal yang dikelola BUMDesa.

Mengacu pada hasil Musyawarah Desa tentang Laporan Perkembangan BUM
Desa yang dilaksanakan tiap tahunnya, pada tahun 2020 direncanakan bahwa BUM
Desa akan mengembangkan unit usahanya dalam bidang perdagangan dalam bentuk
perdagangan saprodi pertanian dan pengelolaan pasar desa Dengan penambahan unit
usaha baru ini diharapkan BUM Desa Podo Joyo Desa Podoroto semakin berkembang
dan dapat memberikan kontribusinya ke PADesa semakin besar.

Pada BUMDes Podojoyo dalam setiap perkembangan dan kemajuan usaha
disemua aspek pasti ada permasalahan yang menjadikan BUMDes lebih baik lagi
diantaranya adalah kurangnya menguatkan komitmen dalam hal kepengurusan ataupun
organisasi. Karena pada saat ini untuk kepengurusan BUMDes Podo Joyo sebenarnya
sudah harus ada pergatian kepengurusan yang baru, sehingga kepengurusan nya
mengalami hilangnya komitmen untuk mengembangkan usaha simpan pinjam tersebut.
Jika kepengurusan atau organisasi tersebut sudah tidak ada, usaha simpan pinjam
tersebut pasti mengalami kerugian yang sangat besar. BUMDes Podo Joyo sendiri
dalam penanganan pengajuan dan angsurannya masih menggunakan cara manual dan
alat pendukungpun belum ada seperti laptop/komputer.

B. TINJAUAN PUSTAKA
BUMDes merupakan institusi yang dibentuk oleh pemerintah desa serta

masyarakat mengelola institusi tersebut berdasarkan kebutuhan dan ekonomi desa.
BUMDes dibentuk berlandaskan atas peraturan perundang-undang yang berlaku atas
kesepakatan antar masyarakat desa. Tujuan BUMDes adalah meningkatkan dan
memperkuat perekonomian desa. BUMDes memiliki fungsi sebagai lembaga komersial
melalui penawaran sumberdaya lokal yang bertujuan untuk mencari keuntungan dan
lembaga sosial melalui kontribusi penyediaan pelayanaan sosial yang berpihak pada

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 54 dari 58

kepentingan masyarakat. BUMDes telah memberikan kontribusi positif bagi penguatan
ekonomi di pedesaan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat khususnya
dalam menghadapi Asean Economic Community 2015 (Alkadafi, 2014). Ciri utama
BUMDes yang membedakan lembaga komersial lain (PKDSP, 2007) adalah

(1) Badan usaha merupakan milik desa dan pengelolaannya dilakukan secara
bersama-sama;

(2) Modal usaha sebesar 51% berasal dari dana desa dan 49% berasal dari dana
masyarakat;

(3) Operalisasi dilakukan berdasarkan pada falsafah bisnis berbasis budaya lokal;
(4) Potensi yang dimiliki desa dan hasil informasi pasar yang tersedia menjadi
dasar untuk menjalankan bidang usaha;
(5) Laba yang diperoleh BUMDes dipergunakan untuk upaya peningkatan

kesejahteraan anggota dan masyarakat berdasarkan peraturan yang telah disusun;
(6) Fasilitas ditunjang oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Pemerintah desa;

dan
(7) Pelaksanaan operasionalisasi BUMDes diawasi secara berasma oleh Pemerintah

Desa, BPD beserta anggota.
Pada BUMDes Podo Joyo Desa Podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten
Jombang memiliki 1 unit usaha saja yakni simpan pinjam. Menurut UU no 25 tahun
1992, yang dimaksud dengan Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang
seoarang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan pada asas
kekeluargaan. Selanjutnya berdasar paal 4 dari UU No 25 tahun 1992, disebutkan
bahwa fungsi koperasi yaitu meliputi :
1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosial.
2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia
dan masyarakat,
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.
Pada simpan pinjam pasti terdapat pembukuan angsuran yang sangat penting
dalam mengelola keuangan angsuran pinjaman semua nasabah yang terkait dalam
simpan pinjam. Pinjaman dapat diartikan sebagai barang atau jasa yang menjadi
kewajiban pihak yang satu untuk dibayarkan kepada pihak lain sesuai dengan perjanjian
tertulis ataupun lisan, yang dinyatakan atau diimplikasikan serta wajib dibayarkan
kembali dalam jangka waktu tertentu (Ardiyos, 2004).
Standard Operating Procedure (SOP) merupakan suatu dokumen yang berkaitan
dengan prosedur yang akan dijalankan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan demi mendapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien. SOP ini wajib harus
dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi sebagai panduan untuk menjalankan
tugas dan fungsi setiap bagian yang ada. Sehingga dengan begitu adanya SOP ini dapat
memudahkan dan menertibkan pekerjaan yang akan dijalankan. Peran pentingnya SOP
ini membuat pelaku bisnis harus mengetahui terkait tujuan dan fungsi dari SOP itu
sendri. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 55 dari 58

prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir (Laksmi,
2008:52).Begitu juga dengan BUMDES PODO JOYO yang harus mencipatakan hal
baru utuk pengenalan bumdes PODO JOYO pada masyarakat dengan menggunakan
media social dan video profil agar lebih mudah untuk pencarian tentang BUMdes
PODO JOYO. Inovasi menurut Said dimaknai sebagai suatu perubahan yang terencana
denganmemperkenalkan teknologi dan penggunaan peralatan baru dalam lingkup
instansi.Inovasi menurut Evert M.Rogers (dalam Suwarno, 2008:9) adalah sebagai suatu
ide,gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal
yangbaru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Podo Joyo dalam penanganan pengajuan masih menggunakan cara

manual dan alat pendukung belum ada seperti laptop/komputer. Seperti diketahui
bersama bahwa laptop/komputer adalah penunjang yang sangat berguna sekali untuk
mempermudah proses pinjaman ataupun angsuran. Maka dari itu, untuk menunjang
dalam mempermudah proses simpan pinjam agar banyak dikenal oleh masyarakat desa
maka disini tim penulis membantu dalam penanganan usaha BUMDes dengan
digitalisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang tim penulis lakukan berfokus
untuk mempermudah proses pinjaman dan penginputan berbasis digital BUMDes untuk
membantu mengembangkan BUMDes. BUMDes Podo Joyo hanya memiliki 1 unit
usaha yakni simpan pinjam. Oleh karena itu tim penulis berinisiatif untuk melakukan
program kerja pelatihan TOT karena BUMDes Podojoyo masih menggunakan
pencatatan angsuran secara manual. Selain memberikan pelatihan TOT tim penulis juga
berupaya untuk mensosialisasikan keberadaan unit usaha BUMDes Podo Joyo dengan
menggunakan social media karna tidak bisa beratatap muka dengan masyarakat secara
langsung dalam pandemi Covid-19. Dalam keberadaan Simpan Pinjam pada BUMDes
Podojoyo belum banyak diketahui warga, dikarenakan BUMDes Podo Joyo belum
memiliki kantor secara resmi. Berikut rencana kerja yang tim penulis lakukan :

1. Pembuatan Aplikasi Simpan Pinjam Berbasis Excel
2. Pengajuan Simpan Pinjam Berbasis Digital
3. Pembuatan SOP
4. Pembuatan Akun Media Sosial Untuk Pengenalan BUMDES Podo Joyo.

Dengan adanya program aplikasi tersebut, diharapkan kepada pengurus BUMDes
dapat memanfaatkan dan mengelolah secara baik. Gambaran dari kegitan tersebut
sebagai berikut:
1. Pembuatan Aplikasi Simpan Pinjam Berbasis Excel

Tim penulis telah dibekali oleh ilmu TOT aplikasi BUMDes yang ditujukan untuk
mempermudah sistem pencatatan keuangan unit usaha BUMDes. Kemudian tim penulis
mensosialisasikan Aplikasi tersebut bermaksud untuk membagikan ilmu yang tim
penulis dapat agar dapat membantu pencatatan laporan keuangan yang berbasis
komputerisasi. Aplikasi angsuran pinjaman ini merupakan salah satu aplikasi simpan
pinjam yg dapat digunakan agar memudahkan dalam pencatatan angsuran pinjaman
nasabah yang didalam aplikasinya terdiri dari pendataan, pencairan, pengangsuran, dan
rekap angsuran yg bisa secara otomatis mengetahui jumlah/total angsuran dan juga
dapat mengetahui bahwa pinjaman tersebut sudah lunas ataupun belum sehingga lebih
akuntable.
2. Pengajuan Simpan Pinjam Berbasis Digital

Untuk program kerja pengajuan simpan pinjam yang berbasis digital ini, tim

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 56 dari 58

penulis membuatkan google form yang nantinya semua data bisa tersampaikan saat
pengajuan secara otomatis ke BUMDes tanpa harus pengajuan tatapmuka secara
langsung. Untuk pengajuannya sendiri BUMDes menggunakan 2 sistim pengajuan yaitu
digital yang melalui google form dan menggunakan system manual. Penggunaan system
manual untuk menyediakan peminjam yang terbatas (tidak memiliki Handphone atau
tidak bisa mengoperasikan menggunakan Handphone ataupun yang lanjut usia). Dengan
adanya system ini diharapkan bisa mempermudah antara peminjam dan pihak BUMDes.
3. Pembuatan SOP

Adapun program kerja lain yang dilakukan yaitu Pembuatan SOP Simpan Pinjam
BUMDes Podo Joyo. Dalam pembuatan SOP Simpan Pinjam ini tim penulis
berpedoman pada peraturan yang ada pada BUMDes. Hasil dari perancangan SOP
berbasis digital untuk Simpan Pinjam BUM DES, antara lain:

a. SOP Syarat-syarat Peminjam
b. SOP Pelaksanaan kredit
c. SOP Pengajuan Simpan Pinjam Berbasis Online
d. SOP Survei Pembiayaan
e. SOP Pencairan Pinjaman
f. SOP Operasional WEBSITE BUMDes Podo Joyo
g. SOP Penagihan
4. Pembuatan Akun Media Sosial Untuk Pengenalan BUMDES Podo Joyo
Adapun kontribusi yang telah tim penulis lakukan untuk keberlanjutan BUMDes
yakni mengenalkan unit simpan pinjam pada masyarakat luas, karena
masyarakat belum mengetahui keberadaan bumdes yang menyediakan simpan
pinjam dengan bunga yang sangat ringan dan bermanfaat untuk keberlangsungan
ekonomi para peminjam.

Kegiatan yang tim penulis lakukan yakni berupa pembuatan browsur dan
pembuatan tutorial cara pengajuan ke BUMDes yang tim penulis unggah ke beberapa
akun media social yang sudah tim penulis buat agar masyarakat bisa tau dengan mudah,
karna untuk situasi pandemi seperti ini tidak banyak orang yang keluar dan tidak sedikit
orang yang memilih di rumah dengan memeanfaatkan fasilitas yang ada seperti
Handphone. Dalam tutorial tersebut memberikan penjelasan terhadap masyarakat
mengenai teknis dalam pengajuan pinjaman terhadap BUMDes sampai pencairan.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dilakukan secara intensif selama

kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu selama 26 Juli 2021-26 Agustus 2021. Pelaksanaan
dilakukan secara langsung terjun ke lapangan yaitu pendampingan langsung ke
BUMDes Podo Joyo serta pendampingan secara daring mengingat, saat pelaksanaan
PKM masih dalam suasana pandemic Covid-19. Dosen Pendamping Lapangan untuk
mendampingi penyusunan berbagai berkas kelengkapan administrative agar
pelaksanaan kegiatan BUMDes lebih baik.

Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis yang akan
membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna menyamakan visi dan langkah
pada saat terjun di desa. Selanjutnya, dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah dari para
Pengurus BUMDes Podo Joyo dan tim penulis.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 57 dari 58

Gambar 1: Rapat koordinasi awal dengan Pengurus BUMDes Podo Joyo

Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis mampu mendampingi para pengurus BUMDes Podo Joyo pembuatan aplikasi
simpan pinjam berbasis Exel , Pembuatan Pengajuan simpan pinjam berbasis digital,
menyusun buku Pedoman SOP & Pembuatan Akun Media Sosial Untuk Pengenalan
BUMDES Podo Joyo, Selain itu, tim penulis juga merevisi logo BUMDes dan
Pembuatan Vidio Profil BUMdes serta pembuatan brosur BUMdes Podo Joyo yang
baru.

Gambar 2: Koordinasi antara tim penulisdengan pengurus BUMDes untuk Pembuatan Aplikasi,
Pembuatan pengajuan secara digital, penyusunan SOP dan
Pembuatan Media Sosial

E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) telah memberi banyak manfaat

khususnya bagi BUMDes Podo Joyo. Beberapa hal yang telah dilakukan penulis bersama tim
adalah: 1) Terealisasi Aplikasi Angsuran Pinjaman di BUMdes Podo Joyo 2) Terciptanya
Form pengajuan secara digital 3) Terciptanya SOP pada BUMDes Podo Joyo (SOP SOP
Syarat-syarat Peminjam,SOP Pelaksanaan kreditSOP Pengajuan Simpan Pinjam
Berbasis Online, SOP Survei Pembiayaan, SOP Pencairan Pinjaman, SOP Operasional
WEBSITE BUMDes Podo Joyo, SOP Penagihan) 4) Terealisasi Pembuatan Media sosial
Instagram, Facebook dan Youtube dan Brosur BUMDes Podo Joyo

DAFTAR PUSTAKA

Agunggunanto, E. Y., Arianti, F., Kushartono, E. W., & Darwanto, D. (2016).
Pengembangan desa mandiri melalui pengelolaan badan usaha milik desa
(BUMDes). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 13(1)

Efendi, J. P. (2016). Sistem Informasi Simpan Pinjam Studi Kasus Bumdes Al-
Amin Desa Bagan Jaya. Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi, 5(1), 27-34.

Elmawati, E. (2018). Perancangan Sistem Informasi Simpan Pinjam di Koperasi
Bina Masyarakat Taratak Koto Lua Kecamatan Pauh Padang Berbasis Java.
Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, 11(2), 8-14.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Siti Zuhroh, Fifi Erliana Halaman 58 dari 58

Widianti, D. (2016). Pengaruh Dimensi Strategi Inovasi Dan Pengungkapan

Sustainability Report Terhadap Nilai Suatu Perusahaan Dengan
Menggunakan Metode Tobin’s Q (Studi kasus pada 9 Perusahaan Jakarta

Islamic Indeks (JII) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-

2013).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/803

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 59 dari 68

Meningkatkan Pemasaran Digital Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Jati Barokah Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi

Sugeng Suprapto*
Muchammad Faisal Sya’bani
STIE PGRI Dewantara Jombang

*Korespondensi: [email protected]

Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di Desa Jatibanjar, Kecamatan
Ploso Jombang dengan diprakarsai oleh pemerintah pusat langsung dan ditindaklanjuti oleh
pemerintah daerah Jombang, dengan pemberian dana stimulus sebesar Rp. 100.000.000,00
untuk setiap desa, termasuk desa Jatibanjar yang terletak di kecamatan Ploso, Jombang
dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jati Barokah dengan jenis
usaha simpan pinjam, persewaan dan perdagangan. Dalam perkembangannya, pengelolaan
unit simpan pinjam, persewaan sudah cukup baik namun pada unit perdagangan masih
kurang dalam tahap perkembangannya maka untuk itu, penulis bersama team mahasiswa
yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatibanjar
melakukan kegiatan untuk lebih meningkatkan sekaligus memperluas pemasaran melalui
digital. Dalam meningkatkan dan memperluas pemasaran secara digital tersebut maka ada
beberapa pemasaran, antara lain : 1) Market Place (Shoppe, Instagram, Facebook dan Wa
Bussines), 2) Google Bisnis, 3) Blogger. Kegiatan tersebut telah diselesaikan dengan baik
oleh penulis bersama team mahasiswa. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada semester genap
tahun akademik 2021/ 2022 dengan sasaran kegiatan adalah meningkatkan pemasaran
secara digital.
Kata kunci: BUMDes Jatibanjar, Jati Barokah, Pemasaran Digital.

Abstract
The establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) located in Jatibanjar Village,
Ploso Jombang District, was initiated by the central government directly and followed up
by the Jombang local government, by providing stimulus funds of Rp. 100,000,000.00 for
each village, including Jatibanjar village located in Ploso sub-district, Jombang by
forming a Village Owned Enterprise (BUMDes) Jati Barokah with the types of savings and
loan, rental and trading businesses. In its development, the management of savings and
loan units, rentals is quite good but the trading unit is still not in its development stage, so
for that, the author and a team of students who are carrying out community services in
Jatibanjar village carry out activities to further improve and expand marketing through
digital. In improving and expanding digital marketing, there are several marketing
strategies, including: 1) Market Place (Shoppe, Instagram, Facebook and Wa Bussines), 2)
Google Business, 3) Blogger. The activity has been completed well by the author and
student team. This activity will be continued in the even semester of the 2021/2022
academic year with the goal of increasing digital marketing.
Keywords: Jatibanjar BUMDes, Jati Barokah, Digital Marketing.

A. PENDAHULUAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu pendidikan dalam bentuk

pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan
pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara
langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang
dihadapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagian integral dari proses
pendidikan yang merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik (mahasiswa)
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan agar dapat melaksanakan
peranannya di masa mendatang sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian,
kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan proses pendidikan untuk

Prosiding Snebdewa Halaman 59 - 68
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 60 dari 68

mengamalkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni, langsung kepada masyarakat yang
akan menikmati manfaatnya.

Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa berkesempatan untuk
membantu BUMDes Jati Barokah di desa Jatibanjar-Ploso. Sasaran kegiatan pada
pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan dan memperluas
pemasaran secara digital sehingga BUMDes dapat menjangkau lebih luas dalam proses
pemasaran. Tim penulis bersama mahasiswa mengangkat permasalahan tersebut sebagai
tema utama kegiatan karena sejak berdiri pada tanggal 28 Februari 2015 BUMDes Jati
Barokah belum mengetahui perkembangan teknologi yang ada pada saat ini.

Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini di lakukan secara
menyeluruh kepada Direktur BUMDes hingga jajarannya selama kurang lebih 1 (satu)
bulan yaitu mulai akhir bulan Juli 2021. Dalam melakukan kegiatan tersebut mahasiswa
memberikan pengetahuan serta mempraktikkan atau mengimplementasikan untuk
memasarkan produknya secara digital. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini
adalah dapat menerapkan pemasaran digital pada BUMDes Jati Barokah serta
meluasnya produk yang ada pada BUMDes tersebut.

Dalam unit usaha BUMDes Jati Barokah memiliki usaha simpan pinjam,
persewaan dan perdagangan elektronik, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah
terkait pada pemasran digital yang semakin canggih pada saat ini. BUMDes Jati
Barokah yang masih belum mengetahui pemasaran digital yang berkembang pada saat
ini menjadikan BUMDes Jati Barokah tersebut terkendala dengan proses pemasarannya.
Dan pada kondisi saat ini jika tidak ada pemasaran digital maka akan memperlambat
perluasan pasar untuk pemasaran produk BUMDes Jati Barokah.

Untuk itu, penulis bersama tim pengabdian kepada masyarakat (PKM)
memberikan pengetahuan kepada seluruh BUMDes Jati Barokah supaya mengetahui
perkembangan pemasaran secara digital pada saat ini. Dengan mengunakan beberapa
aplikasi antara lain Shoppe, Instagram Business, Wa Business, Telegram, Google
Business, dan Blog maka diharapkan dalam pengetahuan pemasaran digital ini
mencakup semua pasar yang tuju oleh BUMDes Jati Barokah serta produk yang dijual
dapat meluas dan diketahui oleh banyak masyarakat melalui pemasaran secara digital.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Digital Marketing atau pemasaran digital adalah suatu usaha utuk

mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat
menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan. Tipe pemasaran digital
mencakup banyak teknik dan praktik yang terkandung dalam kategori pemasaran
internet.

Digital marketing menurut Coviello, Milley And Marcolin (2001:26) adalah
penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif untuk membuat dan
menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi.

Digital marketing menurut Heidrick dan Struggless (2009:1) adalah
perekmbangan dari digital marketing melalui web, telepon gengam dan perangkat
games, menawarkan akses baru periklanan yang tidak di gembor-gembrokan dan sangat
berpengaruh. Jadi mengapa para markerter diseluruh Asia tidak mengalihkan
penggunaan budget dari marketing tradisional seperti TV, radio, dan media cetak ke
arah media teknologi baru dan media yang lebih interaktif.

Digital marketing menurut Urban (2004:2) adalah menggunakan internet dan
teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 61 dari 68

Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisonal. Kita juga dapat
menyatakan bahwa pendapat seperti “Interactive Marketing”, One-To-One Marketing
dan “E-marketing” erat kaitannya dengan “Digital Marketing”.

Digital marketing menurut Ridwan Sanjaya dan Josua Tarigan (2009:47) adalah
kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis wab
seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun jejaringan sosial. Tentu saja digital
arketing bukan hanya berbicara tentang marketing internet.

Digital marketing menurut Chaffey (2002:14) adalah penerapan teknologi digital
yang membentuk online channel ke pasar (website,e-mail,data base, digital TV dan
melalui berbagai inovasi terbaru lainnya termasuk didalamnya, blog, feed, podcast, dan
jejaring sosial) yang memberikan kontribusi terhadap kegiatan pemasaran.

Startegi digital marketing adalah strategi yang digunakan para pelaku bisnis dalam
memaksimalkan potensi aktivitas digital marketing yang sedang dilaksanakan. Setiap
pelaku bisnis atau perusahaan memiliki strategi digital marketingh yang berbeda-
berbeda, disesuaikan pada disesuaikan pada kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Untuk memasarkan produk secara online dapat menggunakan beberapa macam aplikasi
digital seperti sosial media digital marketing antara lain: YouTube, WhatsApp,
Facebook, Instagram, Twitter, Line, LinkedId , TikTok; atau melalui macam-macam
aplikasi e-commerce seperti: Shoppe, Lazada, Tokopdia, Blibli, Sorabel, JD.ID, Zalora.
Dari beberapa aplikasi diatas ada beberapa manfaat pemasaran melalui sosial media
yaitu:

1. Membangun dan menarik minat masyarakat
2. Membantu menemukan konsumen dan memperlluas target pemasaran
3. Memudahkan mendapat feedback secara langsung
4. Mengembangkan target pasar dan dapat menyaingi kompetitor
5. Meningkatkan jumlah penjualan produk

Selain hal tersebut terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pemasaran media
sosial antara lain :

1. Kelebihan pemasaran melalui media sosial antara lain: Dapat digunakan secara
gratis, Efektif untuk menjalin hubungan dengan konsumen, Menjangkau banyak
orang,

2. Kekurangan pemasaran melalui media sosial antara lain: Kurangnya kepercayaan
dari pelanggan, Persaingan cukup ketat
Zaman yang terus berkembang dan maju membawa arus moderenisasi di berbagai

aspek kehidupan, kini segala informasi kapanpun dan dimanapun mudah diakses dengan
internet. Melaui internet, pelaku usaha termasuk BUMDes tidak lagi kesulitan untuk
memperoleh informasi apapun untuk menunjang aktivitas usahanya. Sehingga
penggunaan internet kali ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat informasi semata,
melainkan sudah bergeser menjadi fungsi-fungsi strategis usaha seperti pemasaran,
penjualan, bahkan pelayanan customer.

Banyangkan jika BUMDes mampu mengoptimalkan media digital seperti halnya
media sosial dalam kegiatan usahanya, maka akan banyak produk unggulan desa yang
mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal bahkan bisa jadi mampu menjangkau
konsumen tanpa batas.

Dengan optimalisasi penggunaan teknologi digital dalam dalam melakukan
kerja-kerja marketing, diharapkan BUMDes mampu mengenalkan produk unggulannya
kepada konsumen mulai dari detail produk hingga inovasi yang dilakukan. Tak hanya
itu, melalui teknologi digital BUMDes juga bisa melakukan analisa kebutuhan dan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 62 dari 68

keinginan pasar sehingga produk unggulan yang dihasilakan mampu memenuhi
kebutuhan pasar dan bisa terus berkembang.

Pada umumnya, konsumen akan memilih produk yang sudah mereka gunakan
sebelumnya. Maka melalui optimalisasi penggunaan teknologi digital juga bisa
digunakan untuk membangun branding produk BUMDes sehingga produk tersebut
diketahui dan digunakan oleh konsumen.

Optimailisasi teknologi digital khususnya media sosial dapat mempermudah
BUMDes untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan konsumen, sehingga
teknologi digital juga berfungsi sebagai maintain customer retention, hal tersebut
bertujuan agar konsumen menjadi loyal dan tidak mudah berpaling ke pesaing.

Ketika penggunaan teknologi digital dalam melakukan kerja-kerja marketing
dilakukan dengan maksimal, maka usaha BUMDes akan terus berkembang dalam
jangka waktu yang panjang . karena usaha yang bertahan lama didasari oleh kekuatan
merek, kualitas produk, dan komunikasi pemasran yang baik.

Menumbuhkan ekonomi digital desa bisa melalui BUMDes, seperti yang
diungkapkan Wakil Mentri Desa, pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Budi Arie Setadi bahwa kemendesa juga sudah memiliki progam untuk mendorong
digitalisasi desa, lewat kerjasama dengan berbagai start up, e-commerce, dan pelaku
usaha digital lainnya. Banyak di antara pelaku usaha desa ini telah berhasil mengkurir
kisah sukses. Dari sekitar 18.000 BUMDes yang sudah didata oleh kemendesa, 4.651
BUMDes diantaranya dapat dikategorikan sebagai BUMDes maju.

Salah satu contoh sukses tersebut adalah Desa Panggung Harjo di Bantul,
Yogyakarta, yang mengembangkan situs niaga pasardesa.id. dengan website tersebut,
BUMDes dan warga desa menjajakan 668 barang dan komoditas dan telah memiliki 57
mitra dagang. Hanya dalam 25 hari pertama beroprasi, pasardesa sudah menarik 2000-
an transaksi dengan nilai omzet lebih dari Rp. 100 juta.

Ada juga Desa Tunjung Muli di Purbalingga, Jawa Tengah, yang dijuluki
Kampung Marketer, karena memiliki banyak tenaga terlatih digital marketing. Total ada
752 warga yang diberdayakan dengan segala aktivitas jasa marketing online tersebut.
Para pemuda desa bahkan bisa memperoleh penghasilan antara Rp. 1,4 juta hingga Rp.
4 juta per bulan.

Selain itu, ada juga BUMDes yang menjalin kerjasama dengan Tokopedia
Center. Ini adalah gerai milik Tokopedia yang membantu warga desa untuk bisa
berniaga di e-commerce. Mereka akan membantu masyarakat, mulai dari membuat
email sendiri, sehingga belajar memulai bisnis. Proses ini membantu warga desa
memahami inrfastruktur dan cara kerja e-commerce.Dapat disimpulkan berdasarkan
artikel diatas bahwa menumbuhkan ekonomi digital desa lewat BUMDes bisa dilakukan
dan hal tersebut dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi, dapat menjangkau
pasar secara online, mudah menemukan konsumen sesuai target yang direncanakan, dan
membuat bisnis lebih terlihat profesional.

BUMDes merupakan suatu lembagan atau badan perekonomian desa yang
berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis
mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan
kekayaan desa yang dipisahkan. BUMDes menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun
2013 Pasal (1) Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUMDes adalah usaha desa yang
dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya
dilakukan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 63 dari 68

Adapun visi dan misi dari BUMDes Jati Barokah antara lain, yang pertama visi
nya adalah Mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera dan yang kedua misi dari
bumdes Jati Barokah yaitu Meningkatkan perekonomian desa, Memanfaatkan aset desa
untuk kesejateraan masyarakat, Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan
potensi ekonomi desa, Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang Mendukung
kebutuhan layanan umum warga, Membuka lapangan kerja, Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui Perbaikan pelayanan umum serta pertumbuhan dan
Pemerataan ekonomi desa, Meningkatan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan
asli desa.

Dengan adanya beragam masalah yang membuat ribuan BUMDes belum
tumbuh sebagaimana harapan, karena wacana BUMDes bagi banyak desa baru masih
seumur jagung terutama sejak disahkannya UU Desa No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Sejak saat itu pemerintah lalu memacu isu pendirian BUMDes di seluruh desa di
penjuru nusantara. Hal ini membuat Kementerian Desa menjadi salah satu Kementerian
yang paling sibuk keliling seluruh pelosok negeri demi sosialisasi yaitu BUMDes ini.
Adanya visi dari Presiden Joko Widodo yang menetapkan program membangun
Indonesia dari pinggiran dalam Nawacita-nya adalah salahsatu yang membuat desa
mendapatkan nasib baik. Perubahan mulai menyinari sudut-sudut wilayah Indonesia
yaitu desa.

Pengesahan UU Desa, Nawacita dan kemudian dana desa memang amunisi baru
yang membuat desa memiliki kekuatan besar membangun diri. Tetapi di sisi lain ini
adalah tantangan yang benar-benar berbeda dari sejarah desa sebelumnya. Dalam Rapat
Anggota Tahunan (RAT) BUMDesa Jati Barokah Desa Jatibanjar untuk pembahasan
laporan pertanggung jawaban keuangan BUMDes priode 2 pada Tahun 2019. Kegiatan
RAT BUMDes Jati Barokah ini dihadiri oleh lebih kurang 90 orang yang terdiri dari
Kasi PMD Kecamatan Ploso, Tiga pilar Desa Jatibanjar yakni Kepala Desa,
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Jatibanjar, Ketua BPD Desa Jatibanjar dan
anggota, Perangkat Desa Jatibanjar, pengawas BUMDes, Ketua BUMDes Jati Barokah
dan anggota, tokoh masyarakat Desa Jatibanjar dan tokoh agama Desa Jatibanjar juga
dihadiri oleh polsek Jombang Bhabinkamtibmas Desa Jatibanjar Polsek Ploso Polres
Jombang Bripka Sartono yang bertempat di Balai Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso,
Kabupaten Jombang. Dengan diadakannya (RAT) BUMDes ini Keberlangsungan
BUMDes sebagai lembaga ekonomi tergantung dari beberapa hal, seperti visi kepala
desa, yakni sejauh mana kepala desa memiliki arah untuk memberdayakan ekonomi
desa melalui BUMDes.

Kemudian, persepsi masyarakat desa terhadap penggunaan dana desa sebagai
modal BUMDes perlu diperkuat. Saat ini, menurut kebanyakan masyarakat, dana desa
hanya digunakan untuk membangun infrastruktur desa. Karena penggunaan dana desa
saat ini memang diprioritaskan untuk membangun infrastruktur diharapkan dapat
membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. Peran BUMDes bagi
masyarakat sekitar desa dengan meningkatkan dan memudahkan perputaran barang dan
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta masyarakat mendapat modal usaha skala
kecil sesuai dengan kemampuan dan tujuan BUMDes.

Dalam mitra usaha di Desa (BUMDes) harusnya menjadi pusat perdagangan dan
distribusi desa. Hal ini akan membantu pergerakan ekonomi masyarakat pedesaan
dengan adanya harga yang lebih murah dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari dan
juga dapat memasarkan produk unggulan desa, karena usaha yang dijalankan dapat
bermanfaat oleh masyarakat dan dapat memajukan desa tersebut. BUMDes harus

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 64 dari 68

mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa layanan. Perkembangan
BUMDes sekarang ini harus mengubah pola pikir dari berpikiran secara supplay
menjadi sisi permintaan sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam
mengelola BUMDes di wilayah masing-masing.

BUMDes bisa menjadi agen pemasar dari produk tersebut, bagaimana sistem
pemasaran bisa dipadupadankan, produk-produk yang di produksi secara sendiri-sendiri
atau terpisah di tiap tiap kelompok atau rumah produksi milik masyarakat dapat diambil
menjadi satu dan dipasarkan oleh BUMDes. Maka, harus memiliki jaringan pasar yang
luas dan kuat. Misalnya dengan langsung melakukan penawaran kepada pabrik atau
pasar yang lebih besar, jika jumlah dan kualitas memenuhi maka akan tercipta
permintaan dan penawaran antara produsen dan konsumen atau pasar. BUMDes bisa
memberikan dana baik itu dana yang bersumber dari keuangan BUMDes atau
meminjamkan pendanaan dari pihak luar, misalnya dari perbankan yang ada jika mitra
belum memenuhi syarat sebagai peminjam maka BUMDes dapat menjadi penjamin.

C.METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam unit usaha BUMDes Jati Barokah memiliki usaha simpan pinjam oleh

karena itu, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang
melekat pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait
dengan masalah administrasi, laporan keuangan, serta masalah perkembangan usaha
simpan pinjam karena dalam hal pemasarannya masih maual dan asing dengan
penggunaan pemasaran secara online yaitu digital marketing meskipun masih bisa
berjalan akan tetapi masih belum bisa berkembang secara pesat dan hanya mampu
mencakup lingkup Desa Jatibanjar saja.

Kegiatan PKM yang dilakukan penulis melibatkan mahasiswa di Desa Jatibanjar.
Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka kegitan PKM ini menitik
beratkan pada digital marketing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatibanjar. Karena
untuk masalah administrasi laporan keuangan sudah dilakukan oleh Tim pengabdian
kepada masyarakat periode 1 dan untuk selanjutnya akan dilanjutkan oleh Tim
pengabdian kepada masyarakat periode 2 yaitu yang pertama melakukan penyusunan
program kerja berdasarkan Digital Marketing dengan masalah yang dihadapi BUMDes,
selanjutnya yang kedua melakukan observasi atau suvei dan kemudian melakukan
penyusunan tata tertib alur kegiatan, terakhir melakukan kegiatan pemaparan program
kerja atau pelatihan program kerja berdasarkan Digital Marketing.

Metode pelaksanaan kegiatan disini, dimaksudkan untuk suatu proses dan tahapan
intervensi terhadap mitra (BUMDes Jati Barokah) sebagai obyek kegiatan pembinaan
sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perubahan kondisi mitra
(BUMDes Jati Barokah) seperti yang diharapkan sejak perancangan program dari awal
kondisi BUMDes. Seiring dengan perubahan zaman yang semakin modern yaitu
perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga memudahkan pekerjaan manusia
salah satunya adalah dengan adanya arus globalisasi yang mempermudah dalam
memperoleh informasi tanpa adanya jarak, ruang dan waktu yang membatasi. Oleh
karena itu dengan memanfaatkan teknologi digital marketing diharapkan dapat
diimplementasikan terhadap produk (simpan pinjam) yang dimiliki BUMDes Jati
Barokah dalam hal pemasaran dengan bantuan teknologi. Gambaran metode
pelaksanaan kegiatan antara lain, yaitu sebagai berikut :

1. Tahap awal penyususnan program kerja dan observasi pada tahap ini akan
menjelaskan bagaimana persiapan yang akan dilakukan terhadap mitra atau obyek

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 65 dari 68

program sebelum program utama dilaksanakan. Dalam hal ini, untuk gambaran
kondisi atau penataan dan proses pemahaman program pemasaran yang berbasis
Digital Marketing terhadap BUMDes Jati Barokah akan dijelaskan oleh
mahasiswa yang akan membantu dengan mendampingi dan memberikan
pemahaman terhadap anggota pengurus BUMDes Jati Baroka misalnya seperti
persiapan peralatan, sarana-prasarana pendukung dalam pelaksanaan program
kerja nantinya serta gambaran strategi dalam pelaksanaan program secara
bertahap berdasarkan prioritas program Digital Marketing tersebut.
2. Tahap pelaksanaan pemaparan atau pelatihan program berdasarkan Digital
Marketing. Pada tahap pelaksanaan ini akan menjelaskan mengenai 5 materi yakni
tentang gambaran umum cara penginstalan aplikasi, pemakaian aplikasi
Marketplace, cara mengunggah foto produk dalam aplikasi, cara melayani
pembeli, hingga tata cara produk tersebut bisa sampai ke tangan konsumen.
bagaimana strategi yang akan dilakukan dalam proses pelaksanaan program untuk
penerapan Sains dan IPTEK khususnya untuk bagian Digital Marketing kepada
mitra (BUMDes Jati Barokah) sebagai obyek sehingga diharapkan dapat
memberikan dampak positif perubahan terhadap BUMDes Jati Barokah yang
berada di Desa Jatibanjar dengan sasaran awal perancangan program yaitu
penerapan Digital Marketing dalam pemasaran unit usaha yang dimiliki BUMDes
Jati Barokah.
3. Tahap monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara virtual online, melalui
percakapan WhatsApp, G-meet atau Zoom. Pada tahap ini akan menjelaskan
bagaimana proses monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan program berdasarkan
penggunaan aplikasi, uploud produk, melayani pembeli, hingga barang bisa
sampai ke tangan customer sampai pada sistem aplikasi marketplace yang telah di
sosialisasikan dan diberikan pelatihan kepada pihak BUMDes Jati Barokah.
Dalam hal ini, Tim pengabdian kepada masyarakat berharap bisa membawa
perubahan pada BUMDes pada bidang pemasaran secara online.

D.PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh tim penulis

dengan dibantu mahasiswa dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan,
yaitu selama bulan Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara online mengingat
kondisi saat ini yang terjadi pemberlakuan PPKM level 4 sehingga tidak dapat langsung
terjun ke lapangan untuk pendampingan langsung ke BUMDes Jati Barokah Jatibanjar,
akan tetapi jika diperlukan pihak kampus memperbolehkan perwakilan tim kegiatan
pengabdian kepada masyarakat dalam melakukan kunjungan untuk mengetahui kondisi
lapangan yang hanya boleh ikuti oleh 2 orang mahasiswa tim kegiatan pengabdian
kepada masyarakat tim penulis bersama mahasiswa mendampingi anggota BUMDes
Jati Barokah dalam menyusun bahan untuk memenuhi syarat agar unit badan usaha
yang dimiliki dapat menerapkan pemasaran yang berbasis Digital Marketing agar
pelaksanaan kegiatan BUMDes lebih baik dari sebelumnya sehingga dapat berkembang
dan semakin maju dengan adanya pemanfaatan teknologi yang semakin modern.

Nama Tabel 1 Sebelum Sosialisasi dan Pelatihan Program Kerja 1234
Sulis Program Kerja √
Etik
Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk

Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 66 dari 68

Setyorini Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Susiana Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Ponidi
Nurul Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Khomariyah Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya
Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √

Total
352-

Nama Tabel 2 Sesudah Sosialisasi dan Pelatihan Program Kerja 1234
Sulis Program Kerja √
Etik √
Setyorini Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Susiana Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Ponidi Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Nurul Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Khomariyah Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya √
Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk √
Pengetahuan mengenai digital marketing dan manfaatnya
Cara penggunaan sistem aplikasi marketplace untuk memasrkan produk - - 82

Total

Keterangan : 1 = Sangat Kurang, 2 = Kurang, 3 = Cukup Baik, 4 = Sangat Baik

Dari perbandingan dua tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebelum
diadakannya sosialisasi dan pelatihan program kerja banyak pengurus BUMDes yang
kurang atau bahkan belum mengetahui seperti apa digital marketing, manfaat dan cara
penggunaannya. Dan setelah diadakannya sosialisasi program kerja pengetahuan dan
cara penggunaan aplikasi marketplace dapat meningkat bahkan sudah cukup baik
berkembang.

Sumber : Dokumen Pribadi,2021
Gambar 1. Rapat online (via g-meet) bersama DPL dan Pemaparan Proker

Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan memperoleh hasil yang memuaskan.
Tim penulis beserta mahasiswa mampu memaparkan program kerja digital marketing
kepada BUMDes Jati Barokah. Selain itu, tim penulis dengan dibantu mahasiswa juga
merumuskan logo BUMDes Jati Barokah yang baru oleh pengurus BUMDes sebagai
salah satu identitas dari BUMDes Jati Barokah tersebut.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 67 dari 68

Gambar 2. Koordinasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tematik
serta logo BUMDes Jati Barokah

E.PENUTUP
Kegiatan PKM dengan melibatkan mahasiswa telah memberi banyak manfaat

khususnya bagi BUMDes Jati Barokah di Desa Jatibanjar Ploso Jombang. Beberapa hal
yang telah dilakukan penulis bersama tim adalah: 1) Terciptanya pemahaman tentang
pemanfaatan teknologi sebagai pengembangan pemasaran unit badan usaha milik
BUMDes Jati Banjar. 2) Terciptanya pemasaran yang berbasis Digital Marketing seperti
Shoppe, Instagram Business, Wa Business, Telegram, Google Business, dan Blog dalam
menunjang kegiatan perdagangan, persewaan, dan lain-lain.

Namun demikian, kegiatan PKM ini hanyalah awal. Masih ada kegiatan lanjutan
yang telah disepakati antara penulis dengan pihak BUMDes Jati Barokah yaitu
pelatihan, pendampingan, monitoring pemanfaatan aplikasi marketplace. Kegiatan ini
rencananya akan dilakukan pada semester gasal tahun akademik 2022/2023.

DAFTAR PUSTAKA

Aprilia, Putri. 7+ Media Sosial Populer untuk Bisnis. June 23, 2020.
https://www.niagahoster.co.id/blog/sosial-media-populer/ (accessed Agustus 26, 2021).

Chaffey, Dave. "E-Business and E-Commerce Management." Strategy Implementation
and Practice. Fourth Edition. Prentice Hall, 2002: 14.

Coviello, N.,R.and Marcolin,B. "Understanding IT-enabled interactivity in
contemporary marketing." Journal of Interactive Marketing, 2001: 26.

Gits.id. 10+ Contoh Aplikasi E-Commerce dan Website di Indonesia. Februari 5, 2021.
https://gits.id/blog/contoh-aplikasi-e-commerce-website/ (accessed Agustus
2021, 26).

iBrand.id. 5 Manfaat Pemasaran Melalui Media Sosial. 2020. https://ibrand.id/manfaat-
pemasaran-melalui-media-sosial/ (accessed Agustus 26, 2021).

Jombang, kabupaten. "Pedoman Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha
Milik Desa." Undang-Undang, 3013: 3-4.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Sugeng Suprapto, Muchammad Faisal Sya’bani Halaman 68 dari 68

Mardatila, Ani. Merdeka.com. mei 15, 2021. https://www.merdeka.com/sumut/bumdes-
adalah-badan-usaha-milik-desa-ketahui-ciri-dan-manfaatnya-kln.html (accessed
agustus 10, 2021).

Sanjaya, Ridwan dan Josua Tarigan. Creative Digital Marketing. Jakarta: PT Alex
Media Komputindo, 2009.

Struggles, Heidrick and. "The Adoption of Digital Marketing in Financial." Services
Under Crisis, 2009: 1.

Suhardi, M. "KKN-PPM Penguatan Ekonomi Desa melalui BUMDES di Desa Poerang
Kecamatan Tana Linu Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan." jurnal ilmiah
pengabdian masyarakat , 2017.

Sumartomdjon, Markus. Menumbuhkan Ekonomi Digital Desa Lewat BUMDes. Mei 30,
2020. https://nasional.kontan.co.id/news/pandemi-corona-ternyata-
menumbuhkan-ekonomi-digital-desa-lewat-bumdes (accessed Agustus 29,
2021).

Urban, Glen.L. "Digital Marketing Strategy:text and cases." Pearson Education, 2004:
2.

Wikipedia. Pemasaran Digital. Agustus 13, 2021.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_digital (accessed Agustus 26, 2021).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/804

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 69 dari 76

Pemanfaatan Digital Marketing Guna Kelancaran Berwirausaha
Pada Badan Usaha Milik Desa Kembang Sore

Rita Mutiarni*
Risa Dwi Fitriani
STIE PGRI Dewantara Jombang

*Korespondensi: [email protected]

Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sore yang berdiri sejak tahun 2010,
merupakan Badan usaha yang terletak di Desa Dukuhklopo Kecamatan Peterongan
Kabupaten Jombang. Mulanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sore ini
terfokus dengan jenis usaha simpan pinjam. Dalam perkembangannya, Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Kembang Sore mulai merambah jenis usaha baru yaitu usaha julan bawang
goreng yang merupakan khas dari desa Dukuhklopo dan menaungi Lembaga Penyantunan
Anak Yatim dan Duafa (LSPAYD). Dalam hal pengelolaan keuangan dan pemenuhan
kebutuhan informasi dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sore sudah cukup
baik namun dalam hal pengenalan dan peningkatan mutu dalam kategori pemasaran usaha
masih belum cukup terpenuhi. Untuk itu, penulis bersama team mahasiswa melakukan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Dukuhklopo melakukan kegiatan
pembuatan dan pengenalan kegiatan usaha di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang
Sore secara Go Digital, antara lain: 1) Pembuatan akun media sosial (Instagram, Facebook,
Youtube), 2) Pembuatan blog resmi Bumdes, 3) Pembuatan Whatsapp Business. Kegiatan
tersebut telah diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa KKN.
Kegiatan ini akan dilanjutkan pada semseter genap tahun akademik 2021/2022 dengan
sasaran kegiatan adalah perbaikan pada system pencatatan keuangan unit simpan pinjam.
Kata Kunci: BUMDes Dukuhklopo, Kembang Sore, pemasaran, Go digital

Abstract
Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kembang Sore, which was established in 2010, is a
business entity located in Dukuhklopo Village, Peterongan District, Jombang Regency.
Initially, the Kembang Sore Village Owned Enterprise (BUMDes) focused on the type of
savings and loan business. In its development, the Village-Owned Enterprises (BUMDes) of
Kembang Sore began to explore new types ofbusiness, namely the fried onion business which
is typical of the Dukuhklopo village and houses the Orphans and Duafa Foundation
(LSPAYD). In terms of financial management and meeting the information needs of the
Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kembang Sore is quite good, but in terms of
introduction and quality improvement in the business marketing category it is still not quite
fulfilled. For this reason, the author and a team of students who are conducting community
services in Dukuhklopo Village carry out activities to create and introduce business
activities in the Kembang Sore Village-Owned Enterprises (BUMDes) on a Go Digital basis,
including: 1) Creating social media accounts ( Instagram, Facebook, Youtube), 2) Making
the official Bumdes blog, 3) Making Whatsapp Business. The activity has been well
completed by the author and the KKN student team. This activity will be continued in the
even semester of the 2021/2022 academic year with the target of the activity being an
improvement in the financial recording system of the savings and loan unit.
Keywords: Dukuhklopo BUMDes, Kembang Sore, marketing, Go digital

A. PENDAHULUAN
1. Latang Belakang

Pemerintahan presiden Joko Widodo terus berupaya mengembangkan pemberdayaan
ekonomi masyarakat. Berbagai upaya terus dilaksankan, mulai dari pelibatan berbagai pihak
baik swasta maupun pemerintah. Semua dituntut untuk ikut menyukseskan program
pemerintah.

Sebagai salah satu kewajiban yang termuat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,STIE
PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu kampus terkemuka di Jombang terpanggil

Prosiding Snebdewa Halaman 69 - 76
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 70 dari 76

untuk ikut menyukseskan program pemerintah tersebut. Melalui kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat, tim penulis sebagai dosen di STIE PGRI Dewantara Jombang
memberikan pelatihan dan pendampingan pada salah satu lembaga yang dibentuk pemerintah
pada tahun 2015, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sore yang ada di desa
Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan – Jombang.

Kegiatan ini memiliki sasaran kegiatan pada pelaksanaan pengabdian kepada
masyarakat ini adalah pendampingan pemasaran secara go digital Badan Usaha Milik Desa
(Bumdes) Kembang Sore, Desa Dukuhklopo – Peterongan – Jombang. Tim penulis bersama
mahasiswa mengangkat permasalahan tersebut sebagai tema utama kegiatan, karena sejak
berdiri ditahun 2015 hingga saat ini Bumdes Kembang Sore belum meningkatkan
pemasarannya secara go digital.

Kegiatan pangabdian kepada masyarakat ini dalakukan secara insentif selama kurang
lebih 1 (satu) bulan yaitu sejak tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2021. Hasil akhir yang
diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya akun media sosial (Instagram, Facebook, Blog
Website, dan YouTube) untuk BUMDes Kembang Sore dan untuk meningkatkan pemasaran
produk unggulan yang dimilikinya secara online agar berkembang menjadi lebih baik guna
membantu memberdayakan masyarakat desa.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Kembang Sore merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak di

Desa Dukuh Klopo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Tepatnya berada di Jalan
Kenangan No.1 Desa Dukuh Klopo. BUMDes Kembang Sore berdiri sejak tahun 2010,
kemudian pada tahun 2015 memberikan dana kepada BUMDes untuk kegiatan operasional.
Dana operasional dari pemerintah yang mengawali BUMDes Kembang Sore untuk membuka
unit usaha simpan pinjam. Sejauh ini BUMDes Kembang Sore hanya melakukan unit
kegiatan usaha simpan pinjam, dimana ada 3 (tiga) unit yang tergabung dengan BUMDes
Kembang Sore yakni:
1. Simpan pinjam milik BUMDes Kembang Sore;
2. Simpan pinjam milik Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKU); dan
3. Simpan pinjam milik Badan Kredit Desa (BKD)

Selain unit usaha BUMDes Kembang Sore yang memiliki usaha simpan pinjam,
terdapat usaha lain yaitu usaha bawang goreng. Karena itu, permasalahan yang diangkat
yaitu terkait pengenalan dan peningkatan unit usaha simpan pinjam, usaha Bawang Goreng,
dan Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Duafa (LSPAYD) secara go digital. Secara
umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan:
1. Belum terlalu dikenalnya usaha simpan pinjam di masyarakat Dukuhklopo
2. Usaha bawang goreng masih baru, dan perlu untuk dipasarkan secara luas
3. Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Duafa (LSPAYD) belum dikenal luas sehingga

sumbangan yang didapat masih terbatas
Meskipun BUMDes Kembang Sore sendiri telah menjalankan sistem keuangan yang

telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang dengan sangat baik namun dalam hal
peningkatan mutu usaha dan produk yang dipasarkan masih belum luas dipasarkan secara
umum. Melihat dari permasalah terbut, maka penulis membagi kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini menjadi 2 (dua) bagian, yang akan diselesaikan pada semester genap
2020/2021 dan semester ganjil 2021/2022. Untuk pelaksanaan pada semester genap
2020/2021, penulis bersama tim menitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada Peningkatan
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kembang Sore, Desa Dukuhklopo – Peterongan –
Jombang secara go digital, yang meliputi:
1. Pembuatan akun media sosial sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus

BUMDes, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Youtube
2. Pembuatan Blog Website dengan fitur : Beranda, Struktur Organisasi, Informasi-

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 71 dari 76

informasi mengenai BUMDes Kembang Sore, Agenda, dan Galery (Dokumen kegiatan)
3. Merancang dan membuat logo BUMDes Kembang Sore dan Lebel Bawang Goreng
4. Pembuatan Vidio YouTube yang berisi tentang kegiatan-kegiatan BUMDes Kembang

Sore

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh

masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan
dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes menurut Undang-undang nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan
Pendapatan Asli Desa (PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang
beroperasi dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa. Disamping itu,
supaya tidak berkembang sistem usaha kapitalistis di pedesaan yang dapat mengakibatkan
terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.

Terdapat 10 (sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga
ekonomi komersial pada umumnya yaitu:
1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui penyertaan

modal (saham atau andil);
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan sertaberakar

dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local wisdom);
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa secara

umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat;
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja potensialyang

ada didesa;
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatdesa

dan atau penyerta modal;
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah

desa;
8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village policy)
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes;
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD, anggota).

BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif
masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes harus
bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan BUMDes
dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti dari Pemerintah Desa atau
pihak lain, bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan peraturan per undang-undangan
(UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat 3). Penjelasan ini sangat
penting untuk mempersiapkan pendirian BUMDes, karena implikasinya akan bersentuhan
dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Desa (Perdes).

Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa.
Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan di dalam UU No.32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang-undangsebelumnya, UU 22/1999)
dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam UU Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa
dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa”.
Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian BUMDes antara lain dalam rangka peningkatan
Pendapatan Asli Desa (PADesa).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 72 dari 76

Saragi (2004) dalam bukunya menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan BUMDesyaitu:
1) Peningkatan kemampuan keuangan desa, 2) Pengembangan usaha masyarakat dalam
rangka pengentasan kemiskinan, 3) Mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, 4) Penyedia
jaminan social, 5) Penyedia pelayanan bagi masyarakat desa.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Selain unit usaha BUMDes Kembang Sore yang memiliki usaha simpan pinjam,

terdapat usaha lain yaitu usaha Bawang Goreng. Karena itu, permasalahan yang diangkat
yaitu terkait pengenalan dan peningkatan unit usaha simpan pinjam, usaha Bawang Goreng,
Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Duafa (LSPAYD) secara go digital. Secara umum,
masalah yang dihadapi adalah terkait dengan:
1. Belum terlalu dikenalnya usaha simpan pinjam di masyarakat Dukuhklopo
2. Usaha bawang goreng masih baru, dan perlu untuk dipasarkan secara luas
3. Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Duafa (LSPAYD) belum dikenal luas sehingga
sumbangan yang didapat masih terbatas

Meskipun BUMDes Kembang Sore sendiri telah menjalankan sistem keuangan yang
telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang dengan sangat baik namun dalam hal
peningkatan mutu usaha dan produk yang dipasarkan masih belum luas dipasarkan secara
umum.

Melihat dari permasalah tersebut, maka penulis membagi kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini menjadi 2 (dua) bagian, yang akan diselesaikan pada semester genap
2021/2022 dan semester ganjil 2022/2023.

Untuk pelaksanaan pada semester genap 2021/2022, penulis bersama tim
menitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada Peningkatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
Kembang Sore, Desa Dukuhklopo – Peterongan – Jombang secara go digital, yang meliputi:
1) Pembuatan Akun Media Sosial, 2) Pembuatan Blog Website, 3) Pembuatan Logo dan
Lebel Bawang Goreng, 4) Pembuatan Vidio Youtube

Kegiatan PKM yang dilakukan penulis melibatkan mahasiswa di Desa DukuhKlopo.
Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi itra, maka kegiatan PKM ini menitikberatkan
pada kegiatan secara Go Digital Marketing yaitu dengan pembuatan akun media sosial,
pembuatan lebel produk BUMDes yang bertujuan dalam peningkatan mutu marketing secara
luas. Dengan adanya program kerja yang dilakukan penulis dan mahasiswa , diharapkan
kepada pengurus BUMDes Kembang Sore mampu mengelola dan menjalankan media sosial
dengan baik sehingga pengenalan secara luas dapat berjalan dengan maksimal serta mampu
menciptakan kegiatan usaha-usaha lain yang kreatif dan inovatif demi mensejahterahkan
warga Desa DukuhKlopo dan pemilik usaha yang dijalankan.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan Akun Media Sosial. Mahasiswa tim pengabdian kepada masyarakat dengan

didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan bersama-sama untuk membuat mediasosial
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus BUMDes, seperti Facebook,Insagram,
WhatsApp, dan Youtube. Sehingga dengan adanya media sosial tersebut akan
mempermudah menjalankan pemasaran produk BUMDes berupa simpan pinjam untuk
diketahui oleh masyarakat luas serta dapat memperlancar kegiatan Lembaga Penyantunan
Anak Yatim dan Dhuafa (LSPAYD) “NURUS SALAM” agar dikenal masyarakat luas
yang nantinya akan menarik masyarakat untuk berdonasi ke lembaga sosial yang dimiliki
desa dukuhklopo.
2. Pembuatan Blog Website. Tim pengabdian kepada masyarakat membuat Blog BUMDes
Kembang Soresesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus BUMDes, dengan fitur :
Beranda, Struktur Organisasi, Informasi-informasi mengenai BUMDes Kembang Sore,
Agenda, dan Galery (Dokumen kegiatan)
3. Pembuatan Logo dan Lebel Bawang Goreng. Pembuatan logo dan Label adalah hal yang

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 73 dari 76

sudah lama dipikirkan oleh pengurus BUMDes Kembang Sore, tetapi belum terlaksana
sampai sekarang. Oleh karena itu tim pengabdian kepada masyarakat dengan kreatifitas
dan kemampuannya merancang dan membuat logo BUMDes Kembang Sore dan Lebel
Bawang Goreng sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus BUMDes.
4. Pembuatan Vidio Youtube. Tim pengabdian kepada mahasiswa. Membuatkan sebuah
vidio yang berisi tentang kegiatan-kegiatan BUMDes Kembang Sore

D.PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu

sejak tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara daring (online) oleh
BUMDes Kembang Sore Dukuhklopo serta pendampingan secara daring mengingat saat
pelaksanaan PKM masihdalam suasana pandemic Covid-19. Tim penulis bersama mahasiswa
melakukan pembuatan akun media sosial (Instagram, Facebook, Blog Website, dan
YouTube)untuk BUMDes Kembang Sore untuk meningkatkan pemasaran produk unggulan
yang dimilikinya.

Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis dengan
mahasiswa yang akan membantu di BUMDes Kembang Sore. Kegiatan ini diperlukan guna
menyamakan visi dan langkah pada saat pembuatan akun social media. Selanjutnya,
dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah dari perwakilan perangkat desa Dukuhklopo,
pengurus BUMDes Kembang Sore, dan Tim penulis hingga perwakilan mahasiswa via
Zoom.

Gambar 1” Rapat koordinasi awal dan desain produk bawang goreng

Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis beserta mahasiswa mampu membuat Logo, Lebel, dan media sosial berupa
Facebook, Instagram, WhatsApp, Youtube, serta Website untuk UMKM yang ada di
Desa Dukuhklopo yaitu usaha bawang goreng. Serta terbentuknya media sosial berupa
Facebook, Instagram, WhatsApp, Youtube, serta Website untuk lembaga sosial yangada
di Desa Dukuhklopo yaitu Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Dhuafa (LSPAYD)
“NURUS SALAM”

E.PENUTUP
Kegiatan PKM dengan melibatkan mahasiswa telah memberi banyak manfaat

khususnya bagiBUMDes Kembang Sore. Beberapa hal yang telah dilakukan penulis
bersama tim adalah 1) Terbentuknya akun media sosial berupa Facebook, Instagram,
WhatsApp, serta Youtube untuk BUMDes, UMKM yaitu produk bawang goreng

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Rita Mutiarni, Risa Dwi Fitriani Halaman 74 dari 76

“BAGOR JOMBANG”, dan Lembaga Penyantunan Anak Yatim dan Dhuafa (LSPAYD)
“NURUS SALAM”. 2) Terciptanya Blog BUMDes, dengan beberapa fitur seperti
Beranda, struktur organisasi, informasi-informasi mengenai BUMDes Kembang Sore,
agenda dan Galery (dokumen kegiata). 3) Serta terciptanya Logo BUMDes Kembang
Sore dan Lebel Bawang Goreng sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus
BUMDes.

Namun demikian, kegiatan PKM ini hanyalah awal. Masih ada kegiatan lanjutan
yang telah disepakati antara penulis dengan pihak BUMDes Kembang Sore yaitu
pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi keuangan khusus BUMDes yang
disebut SIMABUJANG (Sistem Informais Simpan Pinjam BUMDes Jombang).Kegiatan
ini rencananya akan dilakukan pada semester gasaltahun akdemik 2022/2023.

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Website:http://business-law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-usaha-
milik-desa-status-dan pembentukannya/

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada KoperasiWanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1), 21-
28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Lembaran Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah.
Indonesia, R. (1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/805

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 77 dari 82

Peningkatan Kapastitas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Enggal Makmur
Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi

Langgeng Prayitno*
Lisandy Laili Rachma
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondansi*: [email protected]

Abstrak

Badan Usaha Milik Desa merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintahan
desa dan masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian desa. BUMDes sebagai
badan usaha, seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan
secara langsung yang berasal dari kekayaan desa. Salah satunya BUMDes Mojowarno
Enggal Makmur yang terletak di Desa Mojowarno Kecamatan Mojowarno Kabupaten
Jombang dengan jenis usaha pemberdayaan dan kebutuhan pokok. Pemasaran dan
pengelolaan keuangan BUMDes Mojowarno Enggal makmur sudah baik namun cara
pemasaran melalui media sosial masih kurang dan kurangnya kelengkapan administrasi.
Untuk itu penulis bersama tim mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat desa Mojowarno Kecamatan Mojowarno kabupaten Jombang
melakukan kegiatan pemasaran secara online dan membenahi masalah keuangan
administrasi BUMDes Mojowarno Enggal makmur. Kegiatan tersebut telah diselesaikan
dengan baik oleh penulis bersama tim mahasiswa. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada
semester selanjutnya dengan sasaran kegiatan adalah meningkatkan pemasaran secara
digital.
Kata Kunci: BUMDes Mojowarno, Enggal Makmur, Marketing dan Administrasi.

Abstract
Village-Owned Enterprises are village business institutions managed by the village
government and village communities to improve the village economy. BUMDes as a
business entity, all or most of its capital is owned by the village through direct
participation from village assets. One of them is BUMDes Mojowarno Enggal Makmur
which is located in Mojowarno Village, Mojowarno District, Jombang Regency with the
type of empowerment business and basic needs. and financial management of BUMDes
Mojowarno Enggal has prospered but marketing methods through social media are still
lacking and lack of administrative completeness. For this reason, the author and a team of
students who are carrying out Community services in Mojowarno village, Mojowarno
district, Jombang district, conduct online marketing activities and fix financial problems in
the administration of BUMDes Mojowarno Enggal prosper. The activity has been well
completed by the author and student team. This activity will be continued in the next
semester with the goal of increasing digital marketing.

Keywords: BUMDes Mojowarno, Enggal Makmur, Marketing and
Administration.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pemberdayaan masyarakat dan fasilitasi dari pemerintah untuk mengelola
berbagai potensi ekonomi untuk kesejahteraan penduduk dan pembangunan desa,
sampai saat ini sudah dilakukan oleh pihak desa Mojowarno Jombang yang
diagendakan sebagai prioritas oleh pemerintah daerah. Menurut Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 213 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan
Pasal 214 tentang kerja sama antar desa, dapat dijadikan sebagai landasan atau modal
dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat sebagai proses

Prosiding Snebdewa Halaman 77 - 82
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 78 dari 82

memampukan dan memandirikan masyarakat (Kartasasmita, 1997), pada umumnya
ditujukan untuk peningkatan taraf kesejahteraan. Proses pemberdayaan dan pemandirian
dalam hal ini tidak berbentuk fasilitasi yang diberikan kepada kepada masyarakat desa
untuk

Mengelola potensi ekonomi yang ada di Mojowarno Melainkan dijadikan usaha
pemberdayaan dan penjualan kebutuhan pokok. STIE PGRI Dewantara Jombang
sebagai perguruan tinggi terkemuka akan melakukan Program pengabdian kepada
masyarakat di desa Mojowarno. Salah satu kegiatan yang akan dilakukan di desa
Mojowarno yaitu akan membantu proses pemasaran secara online dan menyusun
kelengkapan administrasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mojowarno Enggal
Makmur.

Kegiatan PKM ini dilakukan secara insentif selama kurang lebih 1 (satu) bulan
yaitu selama bulan Juli tanggal 26 sampai 26 Agustus 2021. Hasil akhir yang
diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya alat kelengkapan administrasi standard
seperti Standar Operasional Prosedur (SOP), Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah
Tangga (ART) dan mengerti bagaimana cara pemasaran menggunakan media sosial
dengan baik dan benar.

2. Profil BUMDes Mojowarno Enggal Makmur
BUMDes Mojowarno Enggal makmur merupakan sebuah Badan Usaha Milik

Desa yang terletak di Desa Mojowarno Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.
BUMDes Mojowarno Enggal Makmur berdiri sejak tahun 2015, kemudian pada tahun
2020 Pihak BUMDes Mojowarno Enggal Makmur meraih juara 1 Winner Sosial Media
And Digital marketing Category BUMDes Award 2020 yang diselenggarakan oleh ITS
Surabaya yang berkerja sama dengan Pemprov Jatim. Untuk BUMDes Mojowarno
Enggal Makmur itu sendiri bergerak pada membudidayaan dan bergerak di ketahanan
pangan. Ada 3 unit usaha yang di lakukan oleh BUMDes Mojowarno Enggal Makmur
ini yaitu: 1) Unit Usaha Budidaya dan Pembibitan Buah-buahan, 2) Unit Usaha
Tanaman Hias, 3) Unit Usaha Rumah Pangan

Untuk permasalahan yang dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada
usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan: 1) Masalah
cara memasarakan produk, 2) Masalah kelengkapan Administrasi

Meskipun BUMDes sudah pernah mendapatkan penghargaan Winner Sosial
Media And Digital marketing Category BUMDes Award 2020 namun hal tersebut
masih belum menguasai tentang pemasaran di media sosial. Dan meskipun BUMDes
Mojowarno sendiri telah menjalankan sistem keuangan yang telah diberikan oleh
DPMD Kabupaten Jombang namun hal tersebut masih belum dikuasai dan dianggap
terlalu sulit bagi para pengurus bumdes. Oleh karena itu tim penulis akan membantu
pihak BUMDes dalam menyelesaikan masalah tersebut.

B. TINJAUAN PUSTAKA
BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai

lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDesa
sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya
dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan
mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar.
Dalam menjalankan usahanya prinsip efisiensi dan efektifitas harus selalu ditekankan.
Ciri Utama BUMDes:

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 79 dari 82

1. Badan Usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola bersama
2. Modal bersumber dari desa sebesar 51% dan dari masyarakat sebesar 49% melalui

penyertaan modal (saham atau andil)
3. Operasionalisasinya menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya lokal
4. Bidang usaha yang dijalankan berdasarkan pada potensi dan informasi pasar
5. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota

(Penyetara Modal ) dan masyarakat melalui kebijakan desa
6. Difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupatendan Pemerintahan

Desa.
7. Operasionalisasi di kontrol secara bersama oleh BPD, Pemerintah Desa dan

Anggota (Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P, 2018).
Empat tujuan penting pendirian BUMDes adalah:

1. Meningkatkan Perekonomian Desa
2. Meningkatkan Pendapatan asli Desa
3. Meningkatkan Pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat
4. Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.

Untuk bisa mencapai empat tujuan BUMDes diatas antara lain harus dilakukan
dengan cara memenuhi kebutuhan (Produktif dan Konsumtif) masyarakat melalui
pelayanan barang dan jasa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Lembaga ini juga dituntut mampu memberikan pelayanan kepada non anggota (pihak
luar Desa) dengan menempatkan harga dan pelayanan sesuai standar pasar. Artinya
terdapat mekanisme kelembagaan yang disepakati bersama, sehingga tidak
menimbulkan distorsi ekonomi pedesaan disebabkan oleh usaha BUMDes.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Enggal makmur memiliki usaha budidaya dan pembibitan

buah-buahan, usaha tanaman hias dan usaha rumah pangan. Karena itu permasalahan
yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada usaha tersebut.
Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan:

1. Masalah pemasaran melalui media online
2. Masalah kelengkapan administrasi, pencatatan transaksi yang masih dilakukan

secara manual.
Meskipun pihak BUMDes Enggal makmur telah menjalankan sistem keuangan
dan pemasaran yang telah diberikan oleh DPMD Jombang namun hal tersebut masih
belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus BUMDes Enggal Makmur.
Melihat permasalah tersebut , maka penulis membagi kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini menjadi beberapa bagian. Yang akan diselesaikan pada semester genap
2020/2021. Untuk pelaksanaan pada semester genap 2020/2021, penulis bersama tim
akan melaksanakan kegiatan pada Pemasaran Online dan penyusunan Kelengkapan
Administrasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mojowarno Enggal Makmur –
Jombang, yang meliputi:
1. Penyusunan Standart Operasional Prosedur
2. Penyusunan AD/ART
3. Menata dan membenari nota-nota yang hilang
4. Memberikan arahan masalah digital marketing
5. Memberikan saran aplikasi yang baik untuk memasarkan produk.
Kegiatan PKM yang dilakukan penulis melibatkan mahasiswa di Desa
Mojowarno. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka kegitan PKM ini

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 80 dari 82

akan memfokuskan pada kegiatan penyusunan administrasi dan pemasaran. Gambaran
dari kegiatan tersebut adalaha sebagai berikut :

1. Mereview dan mengkaji ulang SOP berdasarkan AD/ART BUMDes Mereview
dan mengkaji ulang SOP dan AD/ART dilakukan dengan mengumpulkan
pengurus BUMDes di kantor BUMDes. Mahasiswa membantu dengan
mendampingi serta memberikan pemahaman kepada pengurus BUMDes
mengenai maksud, pengertian dan tujuan adanya SOP serta AD/ART sebagai
pedoman untuk memudahkan pelaksanaan kerja, karena SOP dan AD/ART
sebagai landasan dasar kegiatan operasional BUMDes serta tahapan atau urutan
pekerjaan yang akan menuntun para pengurus BUMDes dalam menyelesaikan
tugasnya sehingga seluruh kegiatan operasional dapat lebih terarah dan
sistematis.

2. Menata atau mengkaji ulang nota-nota yang tidak valid. Dari pihak mahasiswa
akan memberikan arahan kepada pihak BUMDes masalah nota yang tidak valid.
Dari pihak mahasiswa memberikan arahan untuk aplikasi buku kas karena aplikasi
buku kas sangat membantu, jadi pihak BUMDes tidak perlu lagi membuat nota manual.
Karena di aplikasi buku kas akan ada tata cara keuangan yang dibutuhkan untuk
penjualan.

3. Memberikan arahan kepada pihak BUMDes untuk menggunakan aplikasi
Shopee, FB,IG dan media sosial lainnya, dengan menggunakan aplikasi ini pihak
BUMDes akan memperoleh pemasukan penjualan online yang lebih tinggi.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa

dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu selama bulan Juli
sampai Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara langsung terjun ke lapangan yaitu
pendampingan langsung ke BUMDes Enggal Makmur serta pendampingan secara
daring mengingat, saat pelaksanaan PKM masih dalam suasana pandemic Covid-19.
Tim penulis bersama mahasiswa mendampingi penyusunan berbagai berkas
kelengkapan administrative agar pelaksanaan kegiatan BUMDes lebih baik.

Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis dengan
mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna
menyamakan visi dan langkah pada saat terjun di desa. Selanjutnya, dilanjutkan dengan
kegiatan musyawarah dari pengurus BUMDes Enggal Makmur, Tim penulis hingga
perwakilan mahasiswa.

Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis beserta mahasiswa mampu mendampingi para pengurus BUMDes Enggal
Makmur menyusun penyusunan Standart Operasional Prosedur Penyusunan AD/ART,
menata dan membenari nota-nota yang hilang, dan memberikan arahan masalah digital
marketing Memberikan saran aplikasi yang baik untuk memasarkan

Gambar 1: Rapat koordinasi awal dengan BUMDes Mojowarno

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 81 dari 82

Gambar 2: Kegiatan pendampingan penyusunan SOP

Gambar 3: Kegiatan pendampingan penyusunan kelengkapan AD/ART BUMDes

E. PENUTUP
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan melibatkan mahasiswa

telah memberi banyak manfaat khususnya bagi BUMDes Enggal makmur. Beberapa
hal yang telah dilakukan penulis bersama tim adalah: Penyusunan Standart Operasional
Prosedur, penyusunan AD/ART, menata dan membenari nota-nota yang hilang,
memberikan arahan masalah digital marketing dan memberikan saran aplikasi yang baik
untuk memasarkan produk dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
Ali. (2019, oktober 7). Pelembagaan BUMDes. Retrieved from Pemberdayaan:

https://core.ac.uk/download/pdf/297925285.pdf
Firmansyah, B. (2020, November 2). Tujuan Pendirian BUMDes. Retrieved from

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 82 dari 82

BUMDes: https://www.berdesa.com/4-tujuan-pendirian-bumdesa/

Mardatila, a. (2021, mei 2). Bumdes adalah Badan Usaha Milik Desa. Retrieved from
ciri dan manfaat: https://www.merdeka.com/sumut/bumdes-adalah- badan-usaha-
milik-desa-ketahui-ciri-dan-manfaatnya-kln.html

Muljana, i. (2017, januari 5). badan usaha milik desa. Retrieved from BUMDes:
https://core.ac.uk/download/pdf/297925285.pdf

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/806

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 83 dari 90

Pendampingan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Kompetensi Pengelola
Badan Usaha Milik Desa Bung Hatta

Deni Widyo Prasetyo*
Farid Zairobi

STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai oleh pemerintah pusat
langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang, termasuk desa Gabus
Banaran yang terletak di kecamatan Tembelang, Jombang dengan membentuk
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bung Hatta dengan jenis usaha penjualan bahan
bangunan dan jasa pos. Dalam perkembangannya, pengelolaan penjualan dan keuangan di
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bung Hatta sudah cukup baik namun ada beberapa
kendala dalam proses pemasaran dan juga penataan laporan transaksi penjualan yang
kurang rapi. Untuk itu, penulis bersama team mahasiswa di desa Gabus Banaran
melakukan kegiatan membantu proses pemasaran produk dan juga membantu pembenahan
administrasi transaksi penjualan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bung Hatta, di
antaranya yaitu: 1.) Pembuatan banner untuk memasarkan produk BUMDes Bung Hatta,
2.) Pembuatan akun media penjualan online Shopee, 3.) Pembuatan pelatihan editing video
secara online untuk pihak BUMDes Bung Hatta,4.) Penyusunan Laporan transaksi
penjualan, 5.) Pembuatan logo BUMDes. Kegiatan tersebut telah diselesaikan
dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa. Kegiatan ini akan dilanjutkan di
semester selanjutnya dengan sasaran kegiatan adalah peningkatan pemasaran produk
BUMDes di media online.
Kata kunci: BUMDes Bung Hatta, Digital Marketing.

Abstract
The establishment of the Agency Enterprises Owned Village ( BUMDes ) were initiated by
the government center directly acted upon by the government area Jombang , including
village Gabus Banaran which is located in the subdistrict Tembelang , Jombang by
forming the Agency Enterprises Owned Village ( BUMDes) Bung Hatta with the type of
business sales building materials and postal services . In its development , the sales and
financial management at the Bung Hatta Village Owned Enterprise ( BUMDes ) is quite
good , but there are some obstacles in the marketing process and also the arrangement of
sales transaction reports that are not neat . For that , the author along with a team of
students in the village Gabus Banaran do activities to help the process of marketing
products and also help reform the administration of transactions the sale of Agency
Enterprises Owned Village ( BUMDes ) Bung Hatta , in whom namely :1) Making banner
to market the product BUMDes Bung Hatta , 2) Making the accounts of media sales online
Shopee , 3) Making training video editing are online for the BUMDes Bung Hatta , 4)
Preparation of reports of transactions of sales , 5) Making logo BUMDes . The activities
that have been completed by both the author together with a team of students. The
activities of this will be continued in half next to the target activity is an increase in the
marketing of products BUMDes in online media.
Keywords: BUMDes Bung Hatta , Digital marketing.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Digital marketing merupakan suatu hal yang berkaitan dengan ide-ide yang
dituangkan dalam dunia digital berupa konten, dan lain sebagainya. Tolak ukur
kesuksesan dalam digital marketing bisa dilihat dari bagaimana masyarakat
membicarakan mengenai produk – produk yang ditawarkan. Digital mar keting

Prosiding Snebdewa Halaman 83 - 90
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 84 dari 90

memiliki jangkauan yang lebih luas daripada pemasaran secara tradisional. Media
digital memungkinkan konsumen untuk menelusuri informasi lebih dalam yang
dibutuhkan untuk membuat keputusan sebelum melakukan pembelian.

Purnama, dkk (2017) digital marketing adalah kegiatan promosi dan mencari
pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana
misalnya jejaring sosial. Digital marketing biasanya terdiri dari pemasaran interaktif
dan terpadu yang memudahkan interaksi antar produsen, distributor dan calon
konsumen.

Digital marketing menurut (Prabowo, 2018; Siswanto, 2015) merupakan suatu
cara yang dapat membantu sebuah perusahaan dalam mempromosikan dan
memasarkan produk ataupun jasa yang mereka punya. Digital marketing juga dapat
membuat atau membuka pasar – pasar baru yang sebelumnya tertutup karena
adanya keterbatasan waktu, cara komunikasi, maupun jarak.

Kenrianto (2016) dalam Nikmah (2017) mengatakan bahwa keuntungan
mengunakan media sosial dalam kegiatan pemasaran produk sebagai berikut :

a. Memudahkan penjual mengetahui informasi mengenai pelanggan Melalui media
sosial dapat memudahkan penjual untuk mengetahui secara detail mengenai
konsumennya, bahasa yang digunakan, rentang usia, dan jenis kelamin.
Informasi ini dapat membantu proses pemasaran kepada target konsumen yang
tepat.

b. Memudahkan penjual dalam menemukan konsemen baru dan meluaskan
target pasar Dengan menggunakan media sosial, penjual dapat memanfaatkan
berbagai fitur didalamnya untuk menemukan konsumen, seperti fitur location
untuk pencarian lokasi terdekat atau dengan menggunakan hastage (#) yang
akan dapat memudahkan konsumen melakukan pencarian produk.

c. Mudah menerima feedback dari konsumen Penggunaan fitur fanpage pada media
sosial seperti facebook, konsumen dapat memberikan kritik, saran, dan
pertanyaan pada kolom komentar ataupun pesan. Kemudian respon tersebut
dapat dijadikan masukan yang membuat penjual menjadi lebih inovatif.

d. Dapat mengembangkan target pasar dan selalu dapat mengikuti langkah
pesaing Dengan cara ini, penjual dapat mencari tahu teknik apa saja yang
digunakan oleh pesaing dan melakukan hal yang lebih baik dari yang mereka
lakukan

e. yang disampaikan akan lebih cepat tersebar Cukup klik tombol share pada
setiap media sosial yang digunakan.

f. Membantu konsumen untuk lebih mudah menjangkau media sosial
Meningkatnya pengguna gawai dan teknologi yang semakin canggih,
menjadi alasan utama kenapa pengguna media sosial lebih efisien untuk
digunakan sebagai sarana untuk berjualan. Sehingga banyak konsumen yang
mencari citra produk atau perusahaan melalui media sosial.

g. Meningkatkan branding dan promosi dengan biaya yang minim Dengan biaya
yang minim, media sosial dapat membantu sebuah bisnis untuk
meningkatkan citra perusahaan atau produk dengan biaya yang hampir tidak
ada. Dengan menggunakan media digital marketing diharapkan pengurus
BUMDes Bung Hatta mampu memasarkan usahanya secara luas dan dapat
dikenal di masyarakat sekitar. Dalam pelatihan ini bertujuan untuk
memfasilitasi pengurus BUMDes Bung Hatta yang ingin menanyakan materi
yang belum dipahami sehingga kita dapat menyelesaikan permasalahan yang

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 85 dari 90

dihadapi. Pelatihan ini merupakan kegiatan pengembangan kemampuan
mahasiswa dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki. Melalui
pemasaran ini diharapkan pengurus BUMDes Bung Hatta dapat melakukan
pemasaran online secara mandiri dan menguasai digital marketing.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Bung Hatta terletak di Desa Gabusbanaran, Kecamatan Tembelang,

Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kondisi di BUMDes Bung Hatta terdapat dua unit
usaha yang dijalankan yaitu usaha agen pos dan toko bangunan. Namun, BUMDes
Bung Hatta saat ini hanya melayani pembangunan desa dikarenakan adanya
paradigma negatif dari masyarakat yang menganggap jika masyarakat membeli
bahan bangunan di BUMDes Bung Hatta, maka keuntungan yang didapat dianggap
masuk ke kantong pribadi perangkat desa. Tetapi pada kenyataannya anggapan negatif
masyarakat tidaklah benar, yang benar adalah keuntungan yang didapat akan
digunakan untuk pengembangan BUMDes Bung Hatta.

Usaha agen pos baru berjalan hampir satu tahun, usaha ini merupakan hasil
kerjasama antara BUMDes Bung Hatta dengan kantor pos yang berpusat di kota
Jombang. Agen pos BUMDes Bung Hatta melayani jasa kirim paket pos (kilat), sedia
amplop pengiriman surat, sedia materai, bayar PLN, PDAM, Telkom, dan PBB atau
PKB. Dalam menjalankan agen pos terdapat kendala mengenai laporan keuangan.
Sebenarnya dalam menjalankan agen pos ini sudah terdapat aplikasi dari kantor
pos untuk mencatat pemasukkan maupun pengeluaran tetapi aplikasi tersebut tidak
berjalan dengan semestinya sehingga pihak pengelola agen pos BUMDes Bung
Hatta membuat laporan secara manual. Sedangkan usaha toko bangunan sudah
berjalan sejak tahun 2019. Usaha toko bangunan BUMDes Bung Hatta menjual
berbagai keperluan pembangunan seperti pasir, semen, paralon, kayu, triplek, dan lain
sebagainya.

Dalam menjalankan dua usaha tersebut BUMDes Bung Hatta mengalami
kesulitan pada pemasarannya, dikarenakan banyak masyarakat sekitar belum
mengetahui mengenai usaha tersebut dan jasa atau kebutuhan yang disediakan dalam
dua usaha BUMDes Bung Hatta. Karena itu, tim penulis akan melakukan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Konten Digital Marketing
Dalam Meningkatkan Kompetensi Pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
“Bung Hatta” di Gabusbanaran Kecamatan Tembelang.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Desa memiliki peranan penting dalam upaya pembangunan
nasional dikarenakan penduduk Indonesia cenderung bermukim di wilayah

pedesaan sehingga hal tersebut memberikan pengaruh yang cukup besar dalam upaya
penciptaan stabilitas nasional (Sa’dullah, 2016). Selain itu pula posisi desa dinilai
strategis dalam pembangunan Negara karena desa menjadi dasar dalam identifikasi
permasalahan masyarakat hingga pada perencanaan serta realisasi tujuan Negara yang
terdapat dalam tingkat desa (Sidik,2015).

Budiono (2015) menjelaskan salah satu cara untuk mendorong pembangunan di
tingkat desa adalah pemerintah desa diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat
mengelola secara mandiri lingkup desa melalui lembaga – lembaga ekonomi di tingkat
desa. Lembaga – lembaga tersebut salah satunya adalah Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes). Undang – Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 86 dari 90

menjelaskan desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan
dan potensi desa. Kebutuhan dan potensi desa menjadi dasar dalam pendirian
BUMDes sebagai bentuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat
(PKDSP,2007).

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010, BUMDes
merupakan usaha desa yang dibentuk atau didirikan oleh pemerintah desa dimana
kepemilikan modal dan pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah desa dan
masyarakat. Keberadaan BUMDes juga diperkuat oleh UU Nomor 6 Tahun 2014 yang
dibahas dalam BAB X pasal 87 – 90 antara lain menyebutkan bahwa pendirian
BUMDes disepakati melalui musyawarah desa dan dikelola dengan semangat
kekeluargaan dan kegotongroyongan. BUMDes memiliki dua fungsi utama yaitu
sebagai lembaga sosial dan lembaga komersial desa. BUMDes sebagai lembaga sosial
memiliki kontribusi sebagai penyedia pelayanan sosial, sementara fungsi sebagai
lembaga komersial memiliki arti bahwa BUMDes bertujuan untuk mencari keuntungan
melalui penawaran sumber daya lokal (barang dan jasa) ke pasar (Wijanarko,2012).

Didalam prasyarat pelaksanaan BUMDes secara eksplisit telah disebutkan
peranan dari BUMDes yaitu sebagai bisnis ekonomi dan bisnis sosial. Peranan secara
ekonomi tentu saja meningkatkan kesejahteraan.

Masyarakat desa melalui usaha – usaha yang dikelola oleh BUMDes serta
kontribusinya terhadap kas desa atau PADes. Sedangkan peranan secara sosial dapat
terlihat dari bagaimana nantinya keberadaan BUMDes mampu memberdayakan
masyarakat, meningkatkan interaksi dan solidaritas yang telah terbina selama ini
melalui kegiatan BUMDes yang dikelola secara kolektif.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Minggu pertama pembuatan benner mini toko bangunan dan agen pos, kegiatan

pemasangan benner dilakukan dengan terjun langsung ke desa dengan mematuhi
protokol kesehatan, pemasangan benner dilakukan selama 2 jam yang terpasang di
delapan titik strategis desa yang dapat mudah menarik perhatian warga sekitar Gabus
Banaran. Tim penulis juga melakukan pembuatan akun media penjualan online Shopee,
kegiatan pembuatan akun shopee melibatkan kepala unit usaha BUMDes Bung Hatta,
kegiatan dilakukan selama 2 jam dalam pemerkenalkan mekanisme penjualan dari
cari promosi di akun Shopee sampai dengan cara pengiriman barang ke
pembeli.

Minggu kedua tim penulis melakukan pelatihan konten digital marketing
dilakukan secara online maupun offline, kegiatan ini dilakukan selama dua hari.
Kegiatan yang dilakukan secara offline atau tatap muka tetap mematuhi protokol
kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Menyadari
bahwa BUMDes Bung Hatta memiliki potensi yang besar dalam memajukan desa dan
dengan adanya masalah mengenai pemasaran dengan mengadakan pelatihan konten
digital marketing guna membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Pada hari
pertama, tim penulis menyusun program kerja mengenai pelatihan yang akan
dilaksanakan di BUMDes Bung Hatta. Pelatihan dilaksanakan pada hari kedua.
Pelatihan dilakukan dalam kurun waktu dua hari (dua sesi), sesi pertama dilakukan
secara online dengan waktu sekitar 20 menit dengan rincian waktu 10 menit
pemaparan materi dan 10 menit tanya jawab. Untuk pelatihan yang sesi kedua
dilakukan pada hari berikutnya secara offline dengan kurun waktu 60 menit dengan
rincian waktu tersebut digunakan untuk menjelaskan hal yang kurang dimengerti oleh

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 87 dari 90

pengurus BUMDes Bung Hatta dan sekaligus mempraktikan secara langsung
pembuatan konten digital marketing. Tim penulis juga membantu pihak desa untuk
merapikan laporan transaksi penjualan yang sebelumnya disusun secara manual
dibuku menjadi laporan transaksi keuangan excel yang mudah digunakan karna
rumus sudah di program secara otomatis, kegiatan dilakukan selama 2 jam yang
melibatkan kepala unit usaha BUMDes Bung Hatta.

Minggu ke tiga tim penulis membuatkan logo BUMDes yang baru, kegiatan
dilakukan secara online, desain logo dibuat dengan persetujuan pengurus BUMDes
dan mempertimbangkan nilai dari filosofi berdirinya BUMDes dan sumber mata
pencarian masyarakat sekitar

D.PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Bung Hatta Gabus Banaran,
Tembelang, Jombang yaitu :

1) Membantu pihak BUMDes dalam pemasaran produk BUMDes yang berupa
bahan bangunan dan jasa pos secara langsung dengan membuatkan pihak
BUMDes banner promosi dan memasangnya di beberapa tempat strategis di desa,
pemasangan banner di area desa diharap dapat meningkatkan pengetahuan warga
desa terhadap produk BUMDes Bung Hatta.

Gambar 1 : Desain benner promosi unit yang ada di BUMDes Gabus Banaran, Tembelang

2) pihak BUMDes dalam memasarkan produk dalam media penjualan online
Shopee. Dalam pendampingan ini, tim penulis membantu dalam hal pembuatan
akun Shopee, cara mengoperasikan dan memasarkan produk.

3) Tim penulis membuatkan pelatihan editing video secara online melalui media
zoom bagi pihak BUMDes yang mana itu dapat berguna bagi pihak BUMDes
dalam mengkreasikan cara dalam memperkenalkan dan memasarkan produk
BUMDes Bung Hatta, dalam pelatihan tersebut tim memilih untuk mengunakan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 88 dari 90

aplikasi inshot sebagai media untuk mengedit video karena aplikasi tersebut
memiliki ukuran yang tidak terlalu berat jadi mudah untuk memasangnya di
android, begitu juga dengan pengoperasian aplikasi yang mudah untuk di pahami
pihak BUMDes.

4) Tim penulis membantu pihak desa untuk merapikan laporan transaksi penjualan
dari bulan maret- agustus yang sebelumnya disusun secara manual dibuku
menjadi laporan transaksi keuangan excel yang dibuat sedemikian rupa untuk
memudahkan para administrator menyusun laporan penjualan tiap bulan. Dengan
penyusunan laporan penjualan secara excel dapat memudahkan dalam
menghitung laba yang diterima tiap bulan.

5) Membantu pihak BUMDes membuat logo sesuai dengan keinginan pihak
BUMDes.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Bung Hatta Gabus

Banaran, Tembelang menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota
kelompok. Pada saat pelaksanaan, tim penulis menemui kendala hambatan dan
tantangan :

1) pada saat pelaksanaan kegiatan secara offline terkadang tidak Full team,
dikarenakan pada masa pandemi ini disarankan untuk mengurangi kerumunan.

2) keterbatasan waktu yang diberikan pihak desa untuk melaksanakan kegiatan
secara offline yang hanya satu kali dalam seminggu.

3) tidak mendapat izin base camp dikarenakan masih dalam masa pandemi
sehingga sangat kurang optimal untuk kunjungan ke desa.

4) sulit memberikan inovasi dikarenakan masyarakat masih sangat awam dengan
perkembangan teknologi.

Solusi yang diberikan dan diaplikasikan dalam menjawab persoalan pada program
kerja :

Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata di BUMDes Bung Hatta Gabus Banaran,
Tembelang tim penulis memberikan progam kerja yang berfokus pada pemasaran
produk BUMDes baik berupa pemasaran secara langsung maupun secara online. Tim
penulis menggunakan media banner sebagai sarana yang paling mudah di lihat
masyarakat secara langsung untuk memperkenalkan produk BUMDes Bung Hatta
kepada masyarakat desa sekitar, banner mini yang digunakan untuk media pemasaran
tersebut dipasang dibeberapa titik sekitar desa yang dirasa strategis. Hal ini merupakan
aspek kreatif yang ditawarkan untuk BUMDes Bung Hatta yang mana pada PKM
tahap satu hanya memberikan desain untuk promosi melalui media sosial saja.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 89 dari 90

Selanjutnya tim penulis membuatkan akun Shopee yang dapat digunakan pihak
bumdes dalam pemasaran produk secara online dikala pandemi seperti saat ini.
Memberikan pelatihan editing video secara online juga diupayakan untuk
meningkatakan keahlian para admin BUMDes dalam mengedit video yang akan
dapat digunakan untuk mempromosikan maupun memperkenalkan produk BUMDes
kedepannya. Dalam laporan transaksi penjualan yang sebelumnya manual tim penulis
bantu admin penanggung jawab untuk membuat laporan dalam bentuk excel.
Pembuatan logo BUMDes yang baru dengan kreativitas tim pengabdian kepada
masyarakat sesuai dengan harapan pengurus BUMDes.

E. PENUTUP
1. Kesimpulan Dan Saran

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di BUMDes Bung Hatta, Desa Gabus
Banaran, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang Jawa Timur telah berjalan
dengan lancar. Ada beberapa permasalahan yang ada di BUMDes Bung Hatta yang
telah dibantu dalam pemecahan masalah tersebut seperti permasalahan laporan
transaksi penjualan, kendala pemasaran, dan pembuatan logo BUMDes Bung Hatta.

Tim penulis menawarkan program kerja untuk menyelesaikan permasalahan di
BUMDes Bung Hatta antara lain menyediakan laporan transaksi penjualan secara excel
dengan tahapan sederhana dan mudah dipahami karna rumus sudah di program
secara otomatis sehingga pengurus dapat mudah dalam pencatatan laporan
transaksi penjualan. Tim penulis menyediakan benner mini dan disain promosi yang
menarik yang terpasang di titik strategis desa dengan harapan dapat memberikan
informasi yang lebih terkait BUMDes Bung Hatta sehingga dapat menarik daya beli
masyarakat terhadap produk BUMDes Bung Hatta. Tim penulis juga menawarkan
pelatihan edit vidio promosi mengunakan aplikasi inshot yang mudah digunakan
oleh pengurus BUMDes Bung Hatta sehingga dalam promosi produk dapat lebih
menarik dan modern, selain itu tim penulis juga membantu dalam pembuatan akun
Shopee dengan tujuan memperluas wilayah pemasaran. Atas permintaan pengurus
BUMDes Bung Hatta tim penulis membantu membuatkan logo BUMDes Bung Hatta
yang baru, karna logo yang kemarin dirasa kurang menarik dan kurang mewakili
filosofi berdirinya BUMDes Bung Hatta.

Besar harapan penulis dengan kedatangan tim pengabdian kepada masyarakat
kelompok 30 STIE PGRI Dewantara Jombnag dapat memberikan perubahan dan
warna yang berbeda untuk menaikkan nilai ekonomi BUMDes Bung Hatta di tengah
pandemi Covid-19. Kemudian, saran bagi pengurus BUMDes Bung Hatta agar lebih
dipahami lagi untuk tahapan transaksi di excel atas laporan transaksi penjulan dan
lebih ditekankan lagi penjualan di shopee dan digital marketing lainya agar
memperluas daerah pemasaran, serta lebih aktif dalam melakukan pemasaran berupa
vidio promosi yang menarik.

DAFTAR PUSTAKA

Nikmah, O.F. 2017. Kajian Tentang Pemasaran Online Untuk Meningkatkan Peluang
Bisnis. Jurnal Administrasi Dan Bisnis, 11(1), 47 – 56. Prabowo, W. A. 2018.
Pengaruh Digital Marketing Terhadap Organizational

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Langgeng Prayitno, Lisandy Laili Rachma Halaman 90 dari 90

Performance. Jurnal Manajemen Pemasaran, 12(2), 101 – 112. Pradiani, T, 2017.
Pengaruh Sistem Pemasaran Digital Marketing Terhadap Peningkatan
Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan. 46 Jibeka,11(2), 46 – 53.

Prasetya, B. A. (2021). Gandeng Pelaku Usaha Emping Melinjo Tim KKN UNS
Adakan Workshop Digital Marketing. Surakarta: Humas UMS.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 91 dari 96

Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berbasis Digital di Desa
Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang

Retno Catur Kusuma Dewi*,

Timotius Diko

Korespondensi: [email protected]

STIE PGRI Dewantara Jombang

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan badan usaha yang terdampak pandemi dengan
menggunakan platform digital sebagai strategi bertahan yang dilakukan BUMDes untuk
keberlangsungan usahanya. Pandemi COVID-19 menyebabkan perekonomian global dan
keberlangsungan usaha terganggu di berbagai sektor usaha termasuk BUMDes. BUMDes
sebagai lembaga ekonomi yang paling dekat dengan potensi kearifan lokal diharapkan mampu
menjadi garda terdepan dalam perekonomian desa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang
tepat untuk menjadi alat agar BUMDes tetap bisa bertahan. BUMDes Desa Rejoagung
Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang juga mengalami gangguan usaha di tengah pandemi
COVID-19. Kegiatan yang kami lakukan yaitu pelatihan digital marketing pada BUMDes dan
para pelaku usaha untuk membantu pemasaran produk selama pandemi covid-19. Tujuan dari
kegiatan ini adalah agar BUMDes dan para pelaku usaha dapat memanfaatkan internet dan
teknologi untuk menunjang pemasaran produk mereka serta memperluas jangkauan target pasar
atau konsumen melalui digital marketing. Maka dari itu, kami membantu dalam pembuatan
media platform marketplace (Shopee) untuk meningkatkan penjualan dari bisnis mereka.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa BUMDes desa Rejoagung kecamatan Ngoro Kabupaten
Jombang tetap bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan kearifan
lokal dan digitalisasi usaha yang ada meskipun terjadi penurunan omzet usaha.
Kata kunci: BUMDes Rejoagung, pengembangan usaha di era pandemi, digital marketing.

Abstract
This research aims to develop business entities affected by the pandemic by using digital
platforms as a survival strategy carried out by BUMDes for the sustainability of it’s business.
The COVID-19 pandemic caused the global economy and business continuity to be disrupted in
various business sectors including BUMDes. BUMDes as the economic institution closest to the
potential of local wisdom is expected to be able to be vanguard become in the village economy.
Therefore, the right strategy is needed to become a tool so that BUMDes can survive. The
BUMDes of Rejoagung Village, Ngoro District, Jombang Regency also experienced business
disruptions in the midst of the COVID-19 pandemic. The activities we carry out are digital
marketing training for BUMDes and business actors to help product marketing during the
covid-19 pandemic. The purpose of this activity is so that BUMDes and business actors can use
the internet and technology to support the marketing of their product and expand the reach of
the target market or consumers through digital marketing. Therefore we help in making a media
platform marketplace (Shopee) to increase sales from their busimess. The research method used
is qualitative with a descriptive approach. The results of this study showed that BUMDes of
Rejoagung village, Ngoro district, Jombang Regency can still survive in the midst of the
COVID-19 pandemic by utilizing local wisdom and digitization of existing businesses despite a
decrease in business turnover.
Keywords: BUMDes Rejoagung, venture development in the pandemic era, digital marketing.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Sebagai anggota masyarakat, civitas akademika di perguruan tinggi dituntut untuk
memberikan sumbangsih pemikirian dan karyanya kepad masyarakat. Salah satu
bentuknya adalah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan
melibatkan dosen dan mahasiswa. Hal ini sesuai dengan salah satu kewajiban yang
termuat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai

Prosiding Snebdewa Halaman 91 - 96
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 92 dari 96

salah satu kampus terkemuka di Jombang terpanggil untuk menyukseskan program
pemerintah tersebut. Kegiatan ini juga turut dibantu team mahasiswa dilakukan secara
insentif selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu selama 26 Juli – 26 Agustus 2021.
Fokus kegiatan ini adalah pemanfaatan media sosial guna mendukung usaha warga,
dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggeraknya.

2. Profil Mitra Binaan
Lokasi PKM ini di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Jombang. Seluruh kegiatan

yang akan dilaksanakan tertuju pada Badan Usaha Milik Desa yang mana kampus sudah
memiliki kerja sama dengan dinas DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa)
selama 5 tahun kedepan. BUMDes Desa Rejoagung merupakan Badan Usaha Milik
Desa yang dibentuk oleh pihak desa guna mengelola usaha yang dimiliki oleh desa,
yang mempunyai Luas wilayah Kecamatan sebesar 557 Ha, serta memiliki potensi alam
yang dapat dimanfaatkan dengan baik demi meningkatkan kualitas dan taraf hidup
masyarakatnya.

Desa Rejoagung ini kaya akan potensi hasil bumi seperti sayur mayur, palawija,
jagung, cabe dan perikanan. Semua menjadi produk andalan desa ini. Tidak heran kalau
mayoritas penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan peternak ikan.
Selain untuk memasok kebutuhan lokal, produk ini juga dikirim ke berbagai kota di
Jawa Timur. Dilihat dari mata pencaharian masyarakat di Desa Rejoagung, BUMDes
Rejoagung membuka unit usaha dibeberapa bidang antara lain, bisnis penyewaan yaitu
usaha persewaan traktor yang nantinya pangsa pasarnya ditujukan kepada masyarakat
Desa Rejoagung sendiri, pada bidang keuangan yaitu usaha simpan pinjam berupa
badan kredit desa (BKD), serta pada bidang perdagangan yaitu pihak BUMDes
memiliki usaha toko yang menjual peralatan sekolah, dimana pembukaan unit usaha
toko peralatan sekolah ini ditujukan kepada para siswa yang ada di Desa Rejoagung
terutama para siswa di Pondok Pesantren yang ada di Desa Rejoagung. Selain itu di
Desa Rejoagung terdapat banyak pelaku usaha usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM)

B. Tinjauan Pustaka
1. Definisi E-commerce
Elektronik Commerce (e-commerce) adalah proses pembelian, penjualan atau
pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan internet. Menurut Rahmati
(2009) E-commerce singkatan dari Electronic Commerce yang artinya sistem
pemasaran secara atau dengan media elektronik. E-Commerce ini mencakup distribusi,
penjualan, pembelian, marketing dan service dari sebuah produk yang dilakukan dalam
sebuah system elektronika seperti Internet atau bentuk jaringan komputer yang lain. E-
commerce bukan sebuah jasa atau sebuah barang, tetapi merupakan perpaduan antara
jasa dan barang. E-commerce dan kegiatan yang terkait melalui internet dapat menjadi
penggerak untuk memperbaiki ekonomi domestik melalui liberalisasi jasa domestik dan
mempercepat integrasi dengan kegiatan produksi global. E-commerce akan merubah
semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional
untuk kegiatan trading (perdagangan).
Proses yang ada dalam Ecommerce adalah sebagai berikut :

a. Presentasi elektronis (pembuatan website) untuk produk dan layanan.
b. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 93 dari 96

c. Otomatisasi akun pelanggan secara aman (nomor rekening atau nomor kartu
kredit).

d. Pembayaran yang dilakukan secara Langsung (online) dan penanganan transaksi.
2. Definisi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan dan
Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa, menyatakan bahwa Badan
Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes adalah badan usaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung
yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan
dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Putra (2007)
dalam buku Badan Usaha Milik Desa; Spirit Usaha Kolektif Desa menyatakan beberapa
pengertian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diantaranya yaitu:

a) BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan untuk menghadirkan institusi
negara (Kementrian Desa PDTT) dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
di Desa (selanjutnya disebut Tradisi Berdesa).

b) BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan membangun Indonesia dari
pinggiran melalui pengembangan usaha ekonomi Desa yang bersifat kolektif.

c) BUMDes merupakan salah satu strategi kebijakan untuk meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonesia di Desa.

d) BUMDes merupakan salah satu bentuk kemandirian ekonomi Desa dengan
menggerakkan unit-unit usaha yang strategis bagi usaha ekonomi kolektif Desa.

e) Menurut Mulyani mendefinisikan bahwa BUMDes adalah lembaga usaha yang
dikelolah oleh masyarakat dan pemeritah desa dalam upayah memperkuat
perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang dibentuk
berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

Menurut Muryani (2008) BUMDes adalah lembaga usaha yang dikelolah oleh
masyarakat dan pemeritah desa dalam upayah memperkuat perekonomian desa dan
membangun kerekatan sosial masyarakat yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan
potensi desa. BUMDesa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya
dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan desa yang
dipisahkan guna untuk mengelolah asset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk bersar-
besarnya kesejahteraan masyarakat desa (Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P.; 2018).

3. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Rejoagung memiliki unit usaha dibeberapa bidang antara lain, bisnis

penyewaaan yaitu usaha persewaan traktor yang nantinya pangsa pasarnya ditujukan
kepada mansyarakat Desa Rejoagung sendiri, pada bidang keuangan yaitu usaha simpan
pinjam (BKD), serta pada bidang perdagangan yaitu pihak BUMDes memiliki usaha
toko yang mejual peralatan sekolah yang ditujukan kepada siswa yang ada di Desa
Rejoagung terutama para siswa yang di Pondok Pesantren yang ada di Desa Rejoagung.
Selain itu di Desa Rejoagung terdapat banyak pelaku usaha UMKM. Karena itu,
permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada
usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan :

- Kurangnya sumber daya manusia yang ahli dalam mengelola BUMDes secara
maksimal

- Kurangnya permodalan dalam pengembangan usaha yang dilakukan oleh
BUMDes

- Minimnya pengetahuan mengenai teknologi

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 94 dari 96

Meskipun BUMDes Rejoagung memiliki unit usaha yang beragam dan telah
menjalankan sistem digital marketing, namun hal tersebut masih belum dilakukan
dengan baik dalam memperluas pemasarannya dan sebagian besar unit usahanya hanya
ditujukan kepada masyarakat di Desa Rejoagung saja. Melihat dari permasalahan
tersebut penulis bersama tim menitikberatkan pada kegiatan pemasaran BUMDes
Rejoagung yaitu membantu proses pemasaran dengan memberikan pelatihan untuk
pembuatan aplikasi market place. Dengan adanya pelatihan dalam memperluas
pemasaran, diharapkan kepada pengurus BUMDes dan pelaku usaha UMKM di Desa
Rejoagung dapat memanfaatkan teknologi yang ada dan mampu menciptakan usaha-
usaha lain yang lebih kreatif dan inovatif.

Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Membantu mendampingi serta memberikan pemahaman kepada pengurus
BUMDEs mengenai Market Place dengan tujuan untuk memudahkan pemasaran
produk, sehingga pengurus BUMDes lebih terarah dan sistematis

2. Memanfaatkan digital marketing yang sudah diterapkan oleh BUMDEs dan
membantu mempermudah BUMDes dalam memasarkan produk yang ada agar
bisa dijangkau oleh konsumen. Dan produk yang dijual oleh BUMDes lebih
dikenal oleh pengguna media sosial.

4. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan PKM ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan dengan berfokus pada

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejoagung yang berada di Desa Rejoagung,
Kecamatan Ngoro, Kabupaten. Jombang. PKM ini mulai dilaksakan pada tanggal 26
Juli hingga 26 Agustus 2021. Sebelum dilakukannya kegiatan secara resmi, tim penulis
melakukan survey dan observasi terlebih dahulu dengan datang secara langsung ke
kantor BUMDes Rejoagung yang tempatnya berada di Balai Desa Rejoagung,
Kecamatan Ngoro, Kabupaten. Jombang. Survey dan Observasi dilakukan pada tanggal
27 Juli 2021. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan dan
pengenalan lebih dalam dengan BUMDes yang mana akan memudahkan kelompok
dalam penyusunan kegiatan.

Pada tanggal 2 Agustus 2021 secara resmi kegiatan PKM dilaksanakan dengan
diawali dengan kegiatan pembukaan, dilakukan diskusi yang membahas mengenai
rencana program kerja yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung dengan
Direktur BUMDes Maju Sejahtera.

Gambar 1 Pembukaan PKM BUMDes Rejoagung

Pada tanggal 5 Agustus 2021 tim penulis dengan dibantu mahasiswa mulai
melakukan beberapa program kerja yaitu yang pertama Podcast Suara Masyarakat

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 95 dari 96

Dengan Tema “Pengaruh Covid 19 Dan PPKM Pada Pengusaha Kecil” yang melibatkan
Kepala Desa dan salah satu Pengurus BUMDes Maju Sejahtera secara langsung.

Gambar 2 Program Kerja Pertama Podcast Suara Masyarakat

Kegiatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2021 seluruh anggota
kelompok 12 Tematik BUMDes melaksanakan program kerja yaitu Seminar Dan
Pelatihan Pembuatan Akun Marketplace yang melibatkan pelaku UMKM di Desa
Rejoagung.

Gambar 3 Program Kerja Kedua Seminar dan Pelatihan Pembuatan Akun Marketplace

Kegiatan selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 2021 yaitu kegiatan penutupan
PKM yang dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan, Perangkat BUMDes dan beberapa
perangkan Pemerintah Desa dan Kecamatan. Selain berpamitan, tim penulis juga
memberikan cinderamata kepada BUMDes dan juga Pemerintah Desa

Gambar 4 Penutupan PKM di BUMDes Rejoagung

5. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu telah berjalan

dengan baik dan membuahkan hal yang positif. Kegiatan ini diharapkan dapat
membantu dan memberikan banyak manfaat khususnya bagi masyarakat dan BUMDes
itu sendiri. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para
pelaku wirausaha di Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang khususnya
untuk pemanfaatan digital marketing bagi kelangsungan usaha para kelaku UMKM.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813

Retno Catur Kusuma Dewi, Timotus Diko Halaman 96 dari 96

Untuk itu, partisipasi seluruh warga masyarakat sangat diharapkan sehingga kegitan
positif yang telah diawali ini bisa terus berjalan.

DAFTAR PUSTAKA

Fadly, Hawangga Dhiyaul., & Sutama. 2020. Membangun Pemasaran Online dan
Digital Branding Ditengah Pandemi Covid-19. Jurnal Ecoment Global: Kajian
Bisnis dan Manajemen, 5(2), p. 213-222.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra Subagyo
Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1), 21-28.

Nayoan, A. (2021, Juni 1). Apa itu Ecommerce? Kenali Semua Jenis dan Manfaatnya!
Retrieved Agustus 20, 2021, from https://www.niagahoster.co.id/:
https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/?amp

Oktafia, R. 2017. Percepatan Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm)
Melalui Perkuatan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Lkms) Di Jawa Timur.
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, (Seri 1), 85-92.
Retrieved from

Putra, Anom Surya. 2007. Buku Panduan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Departemen Pendidikan Nasional

Rahmati. 2009. Pemanfaatan E-commerce Dalam Bisnis Di Indonesia
http://citozcome.blogspot.com/2009/05/pemanfaatan-e-commerce-
dalambisnisdi.html. Diakses tanggal 06 Agustus 2011.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/813


Click to View FlipBook Version