The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

prosiding seminar nasional & call 4 paper snebdewa 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rita.dewantara, 2021-11-20 01:26:00

prosing snebdewa 2021

prosiding seminar nasional & call 4 paper snebdewa 2021

Keywords: prosiding,snebdewa,2021

Nurhayati, Susy Andriani Halaman 97 dari 100

Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Ngampungan Berbasis Go-Digital Melalui
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Nurhayati*,
Susy Andriani
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstract
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai oleh pemerintah pusat
langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang, dengan pemberian dana stimulus
sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk setiap desa, termasuk desa Ngampungan yang terletak di
kecamatan Bareng, Jombang dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Maju Sejahtera dengan jenis usaha unit simpan pinjam, dan unit pariwisata. Dalam
perkembangannya, pengelolaan keuangan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju
Sejahtera sudah cukup baik namun masih dalam bentuk manual. Untuk itu, penulis bersama
team mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di desa
Ngampungan melakukan kegiatan pembenahan pembukuan di Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Maju Sejahtera dengan fokus kegiatan perbaikan performa tempat wisata
dengan cara membuat spot foto, gazebo dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut telah
diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa.
Kata kunci : BUMDes Ngampungan, Maju Sejahtera, Go- Digital

Abstract
The establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) initiated by the central
government was immediately followed up by the Jombang local government, by providing
stimulus funds of Rp. 100,000,000.00 for each village, including Ngampungan village
located in Bareng sub-district, Jombang by forming a Village-Owned Enterprise
(BUMDes) Maju Sejahtera with the types of businesses being savings and loan units, and
tourism units. In its development, financial management at the Maju Sejahtera Village-
Owned Enterprises (BUMDes) has been quite good but is still in manual form. For this
reason, the author and the student team carried out community service activities (PKM) in
the village of Ngampungan carrying out bookkeeping activities at the Maju Sejahtera
Village-Owned Enterprises (BUMDes) with a focus on improving the performance of
tourist attractions by making photo spots, gazebos and so on. The activity has been well
completed by the author and the student team.
Keywords: BUMDes Ngampungan, Forward Prosperity, Go-Digital

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Seiring berkembangnya teknologi yang ada di Indonesia, sekaligus dengan adanya
kondisi pandemic covid-19 yang telah melanda Indonesia dan dunia sehingga seluruh
aspek kehidupan dibatasi termasuk aspek ekonomi, untuk bisa tetap berjalan baik
Pemerintah Pusat maupan Daerah menganjurkan untuk meningkatan pemasaran digital
marketing dengan Basis Digital. Untuk mendukung program Pemerintah, melalui
program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa STIE PGRI Dewantara Jombang digerakkan
untuk membantu dan mengabdi kepada Desa. Dalam program PKM ini tim penulis
berfokus pada pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan perbaikan
performa tempat wisata.

Kegiatan ini dilakukan di BUMDes Maju Sejahtera yang terletak di Desa
Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. BUMDes Maju Sejahtera
bergerak di bidang pariwisata, simpan pinjam, dan penyewaan molen. Target pasar
selama ini hanyalah penduduk sekitar desa Ngampungan. Kegiatan PKM ini

Prosiding Snebdewa Halaman 97 - 100
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/814

Nurhayati, Susy Andriani Halaman 98 dari 100

dilaksanakan selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 26 Juli sampai 26
Agustus 2021. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya
program baru untuk pengembangan BUMDes, terciptanya media yang bisa digunakan
untuk pemasaran via online serta terbantunya masyarakat sekitar dengan program kerja
yang direncanakan.

BUMDes Maju Sejahtera merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang
terletak di desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. BUMDes Maju
Sejahtera berdiri sejak tahun 2016. Dana Operasional dari pemerintah digunakan
BUMDes untuk mengelola Unit yang terdapat di BUMDes yaitu Unit Pariwisata
Pandansili, Unit Simpan Pinjam, dan Pensewaan Molen.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang

dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian
desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes menurut Undang-
undang nomer 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan.

Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi
dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warrga desa. Disamping
itu, supaya tidak berkembang system usaha kapitalistis di pedesaan yang dapat
mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. BUMDes sebagai
suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif masyarakat dan
menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes harus bersumber
dari masyarakat (Mutiarni, R., Utomo, L. P., & Zuhroh, S; 2017).

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan BUMDes dapat mengajukan
pinjaman modal kepada pihak luar, seperti dari Pemerintah Desa atau pihak lain, bahkan
melalui pihak ketiga. Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian
BUMDes, karena implikasinya akan bersentuhan dengan pengaturannya dalam
Peraturan Desa (PerDes). Asset ekonomi yang ada di Desa harus dikelola sepenuhnya
oleh masyarakat desa. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas
dinakamakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan didalam UU No. 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang-undang sebelumnya, UU 22/ 1999)
dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam UU Nomer 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 213 ayat 1 disebutkan bahwa
“Desa dapat mendirikan badan usaha usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan
potensi desa”

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit BUMDes Maju Sejahtera memiliki usaha simpan pinjam, persewaan molen,

dan wisata pandansili. Permasalahan yang dihadapi sebagai berikut :
1. Unit Peminjaman (Persewaan Modal)
a. Kurangnya pemahaman mengenai laporan keuangan yang sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
2. Unit Persewaan Mesin Molen

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/814

Nurhayati, Susy Andriani Halaman 99 dari 100

a. Kurangnhya pemahaman mengenai laporan keuangan yang sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

b. Kesulitan dalam hal pengangkatan mesin molen ke atas kendaraan.
c. Sepinya bisnis persewaan molen kerena mayoritas masyarakat menggunakan

tenaga manusia dan mesin molen hanya digunakan ketika ada pembangunan
proyek berskala besar.
3. Unir Pariwisata (Wisata Pandansili)
a. Kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran digital marketing.
b. Kurangnya fasilitas yang terdapat pada area tempat wisata seperti spot foto,
gazebo dan lain sebagainya.
Melihat permasalahan tersebut, kegiatan PKM ini berfokus dalam pengembangan
unit usaha, dan akan dijalankan selama sebulan terhitung dari 26 Juli – 26 Agustus
2021. Untuk pelaksanaan pada semester ini, penulis dan tim menitikberatkan
pelaksanaan kegiatan pada digitalisasi media yang nantinya akan digunakan sebagai
media pemasaran yang dapat dijangkau lebih luas, tidak hanya ada disekitar desa
tersebut.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksaan PKM ini dilakukan selama satu bulan dengan fokus pada pengelolaan

tempat wisata berupa sendang (danau kecil) Ngampungan yang dikelola oleh Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera. Lokasi wisata berada di desa
Ngampungan kecamatan Bareng kabupaten Jombang. Tanggal pelaksanaan kegiatana
adalah pada tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2021.

Gambar 1: Koordinasi antara tim pelaksana PKM dan pengurus BUMDes
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, tim penulis dengan dibantu mahasiswa
melakukan beberapa penambahan fasilitas pada tempat wisata tersebut antara lain
penambahan spot foto, pembangunan gazebo, penambahan taman dan kebersihan
lingkungan. Kegiatan dapat dijalankan dengan baik, dengan respon positif dari warga
dan masyarakat sekitar.

Gambar 2: Pembuatan Spot Foto Di Lokasi Wisata

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/814

Nurhayati, Susy Andriani Halaman 100 dari 100

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan dan pengenalan
lebih dalam dengan BUMDes yang mana akan memudahkan kelompok dalam
penyusunan kegiatan, sekaligus dilakukan diskusi yang membahas mengenai rencana
program kerja yang akan dilakukan selama kegiatan berlangsung dengan direktur
BUMDes Maju Sejahtera.

Gambar 3: Koordinasi antara tim pelaksana PKM dengan Direktur BUMDes

E. PENUTUP
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim

penulis dengan dibantu mahasiswa telah berjalan dengan baik. Kawasan wisata di desa
Ngampungan yang dikelola oleh BUMDes Maju Sejahtera menjadi lebih baik
tampilannya karena adanya beberapa tambahan spot foto bagi para pengunjung. Selain
itu, terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan local karena adanya promosi
melalui berbagai sosial media yang dibuat oleh tim penulis bersama mahasiswa.
Diharapkan, kegiatan ini bisa menjadi stimulus bagi perbaikan performa lokasi wisata
Ngampungan dan BUMDes Maju Sejahtera.

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site: http://business-law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-
usaha-milik-desa-status-dan-pembentukannya/

Mutiarni, R., Utomo, L. P., & Zuhroh, S. (2017). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Keuangan Pada Koperasi Bunga Harapan Desa Ceweng. Comvice: Journal Of
Community Service, 1(1), 33-38.

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi Wanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/814

Indra Kurniawan, Ledy Nimas Bidari Halaman 101 dari 104

Pemanfaatan Digital Marketing Sebagai Sarana Promosi Produk
Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah

Indra Kurniawan
Ledy Nimas Bidari
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu lembaga yang menjadi
penopang dalam membangun perekonomian dan mensejahterakan masyarakat desa.
BUMDes sendiri merupakan lembaga yang berada di kawasan pemerintah desa yang
memprioritaskan kepentingan masyarakat desa melalui penyediaan pelayanan baik sosial
maupun ekonomi dengan tujuan utamanya meingkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
BUMDes Amanah yang terletak di Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten
Jombang memiliki 2 (dua) jenis usaha yaitu simpan pinjam dan penjualan alat tulis kantor
(ATK). Unit usaha penjualan ATK belum berkembang dengan maksimal. Untuk itu penulis
bersama tim dan mahasiswa melakukan kegiatan untuk membantu menyelesaikan kesulitan
yang di hadapi BUMDes Amanah di Desa Curahmalang yaitu dengan membuatkan akun di
media sosial untuk pemasaran online (digital marketing) untuk melakukan promosi agar
penjualan ATK dapat terus berjalan
Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Amanah, ATK, Digital Marketing.

Abstract
Village-Owned Enterprises (BUMDes) are one of the institutions that support the
development of the economy and the welfare of rural communities. BUMDes itself is an
institution located in the village government area that prioritizes the interests of the village
community through the provision of both social and economic services with the main goal
of improving the welfare of the village community. BUMDes Amanah, which is located in
Curahmalang Village, Sumobito District, Jombang Regency, has 2 (two) types of
businesses, namely savings and loans and sales of office stationery (ATK). The ATK sales
business unit has not developed optimally. For this reason, the author together with the
team and students carried out activities to help solve the difficulties faced by BUMDes
Amanah in Curahmalang Village, namely by creating accounts on social media for online
marketing (digital marketing) to carry out promotions so that ATK sales could continue to
run.
Keywords: Village Owned Enterprises (BUMDes), Amanah, ATK, Digital Marketing.

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang

Munculnya pandemic covid-19 ini harus disikapi oleh pelaku usaha dengan
penerapan langkah-langkah strategis untuk kelangsungan bisnisnya. Pemasaran digital
adalah sebagai strategi dalam melakukan pemasaran produk atau jasa yang
menggunakan perangkat elektronik atau berbasis internet dengan beragam taktik atau
strategi marketing dan media digital. Dampak dari pandemi yang melanda di seluruh
dunia mengakibatkan kesulitan perekonomian, sehingga pelaku usaha diharuskan
memperbaruhi sistem penjualannya. Salah satu usaha yang dapat mewujudkan sistem
ini yaitu dengan pemasaran online dan diharapkan juga bisa memperbaruhi system
konvensional yang telah ada di masyarakat.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah yang terletak di Desa Curahmalang, Kecamatan
Sumobito, Kabupaten Jombang.

Prosiding Snebdewa Halaman 101-104
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/815

Indra Kurniawan, Ledy Nimas Bidari Halaman 102 dari 104

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Amanah merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak di

Desa Curahmalang kecamatan Sumobito kabupaten Jombang. BUMDes Amanah berdiri
sejak tahun 2015. Di tahun 2015 dengan dana awal 100 juta rupiah yang mengalami
kerugian dan meninggalkan sisa 14 nasabah yang masih berjalan. BUMDes Amanah
memiliki usaha utama berupa simpan pinjam namun masih banyak ditemukan
kekurangan dalam pelaksanaannya khususnya kurang rapinya pencatatan oleh para
pengurusnya. Selain itu, BUMDes Amanah juga memiliki usaha toko berupa penjualan
alat tulis kantor (ATK). Karea itu permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait
pada hal-hal yang melekat pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi
adalah terkait dengan pengelolaan Toko ATK yang kurang maksimal.

BUMDes Amanah belum mejalankan system digital marketing dan dianggap sulit
dikarenakan terlalu sulit karena musim corona ini. Melihat dari permasalahan tersebut,
maka penulis membagi kegiatan pengbdian kepada masyarakat untuk membantu
pemasaran secara online peralatan yang ada di toko ATK tersebut.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Dalam UU Nomor 32 tahun 2004 dan PP Nomor 72 tahun 2005 diamanatkan

bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa, pemerintah desa dapat
mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan kebutuhan dan potensi
desa. Dalam hal perencanaan dan pembentukannya, BUMDes dibangun atas inisiatif
dari masyarakat.

Seperti yang telah diutarakan diatas bahwa berdirinya Badan Usaha Milik Desa ini
karena sudah di amanatkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan
salah satu lembaga yang menjadi penopang dalam membangun perekonomian dan
mensejahterakan masyarakat desa. BUMDes sendiri merupakan lembaga yang berada di
kawasan pemerintah desa yag memprioritaskan kepentingan masyarakat desa melalui
peyediaan pelayanan baik sosial maupun ekoomi dengan tujuan utamanya meingkatkan
kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri, sehingga setiap desa mampu untuk menggali,
megelola dan mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki leh desa tersebut yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya dan menjadi sentral kebutuhan masyarakat
bahkan menjadi wadah bagi desa Curahmalang sendiri menjadi berkembang.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Amanah memiliki usaha toko ATK namun belum maksimal

dalam pelaksanaannya. Karena itu, tim penulis memfokuskan kegiatan pada pemasaran
secara online unit usaha toko ATK agar warga bisa membeli barang yang ada di
BUMDes Amanah. Langkah awal yang dilakukan tim penulis dengan dibantu
mahasiswa adalah dengan mengubah layout toko dan memasarkannya melalui media
sosial. Dengan begitu supaya Toko ATK tersebut masih bisa berjalan walapun di musim
pandemi Covid-19. Untuk itu penulis memasarkannya melalui sosial media instagram.
Selain di instagram penulis juga memasarkannya secara offline dengan begitu agar
Toko ATK milik BUMDes tersebut bisa berjalan kembali.

Pengelolaan Toko ATK. Pengelolaan Toko ATK memang sudah lama dijalankan
namun mengalami kerugian dikarenakan terdampak Covid-19 yang menjadikan sepi
pembeli namun biaya perwatan dan pegawai terus berjalan. Untuk itu, tim penulis
mahasiswa membantu mengelola Toko ATK tersebut agar bisa berjalan seperti awal
semula dan agar tidak mengalami kerugian.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/815

Indra Kurniawan, Ledy Nimas Bidari Halaman 103 dari 104

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM ini dilakukan secara intensif dengan melibatkan mahasiswa.

Mahasiswa membantu melengkapi berkas-berkas untuk legalitas BUMDes serta
melakukan Penataan ulang layout toko. Sesuai dengan permasalahan yang ada di
BUMDes Amanah bahwa permasalahan utama adalah kurangnya SDM yang mengelola
toko karena hingga saat ini tidak ada yang mengelola dan menjaga Toko. Mahasiswa
juga membantu penjualan secara online dengan membuatkan social media seperti
Instagram, dan WhatsApp Story untuk menyebarkan informasi kepada konsumen atau
pembeli. Mahasiswa juga membantu mengurus kelengkapan berkas untuk legalitas
BUMDes Amanah Desa Curahmalang Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.

Gambar 1: instagram toko ATK BUMDes Amanah

E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilaksanakan kurang lebih 1 (satu) bulan mulai dari tanggal

26 Juli 2021 - 26 Agustus 2021 di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah yang
terletak di Desa Curahmalang Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang telah berjalan
dengan baik. Tim penulis berharap agar kegiatan yang telah dilaksanakan dapat terus
dilanjutkan warga serta memberikan manfaat yang positif untuk pihak BUMDes
Amanah.

.

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site: http://business-law.binus.ac.id/2016/10/16/badan- usaha-
milik-desa-status-dan-pembentukannya/

Mutiarni, R., Utomo, L. P., & Zuhroh, S. (2017). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Keuangan Pada Koperasi Bunga Harapan Desa Ceweng. Comvice: Journal Of
Community Service, 1(1), 33-38.

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi Wanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/815

Indra Kurniawan, Ledy Nimas Bidari Halaman 104 dari 104

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999). Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Lembaran Negara RI Tahun, (8)

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/815

Agus Taufik Hidayat, Isnaini Rohmah Fadhilah Halaman 105 dari 108

Digital Marketing Sebagai Salah Satu Solusi Pemasaran Usaha
Pada Bumdes Lentera Jaya

Agus Taufik Hidayat*,
Isnani Rohmah Fadhilah
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai oleh pemerintah pusat
langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang termasuk desa Karangwinongan
yang terletak di kecamatan Mojoagung, Jombang dengan membentuk Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Lentera Jaya. Jenis usaha yang dijalankan adalah pembuatan masker kain
dan catering. Meskipun kegaiatannya telah berjalan lama, namun sistem pencatatan pada
masing-masing unit BUMDes yang kurang rapi karena keterbatasan pengurus BUMDes.
Selain itu, sistem pemasaran juga masih dilakukan secara sederhana (offline) sehingga
mengalami kendala pada saat pandemi Covid- 19. Untuk itu, penulis bersama team
mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan fokus
kegiatan yaitu memberikan pelatihan kepada pengurus BUMDes untuk merapikan
pencatatan sesuai standar keuangan serta pelatihan pemasaran secara online. PKM
dilakukan secara intensif selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Agustus 2021. Kegiatan ini
berjalan dengan baik serta mendapatkan hasil sesuai target yaitu adanya peningkatan
kapasitas pengurus BUMDes Lentera Jaya dan terciptanya media sosial untuk pemasaran
usaha yang dimiliki BUMDes Lentera Jaya.
Kata kunci: BUMDes Karangwinongan, Lentera Jaya, Administratif, sosial media,

digital marketing

Abstract
The establishment of Village-Owned Enterprises (BUMDes) which was initiated by the
central government was immediately followed up by the Jombang local government
including Karangwinongan village located in Mojoagung sub-district, Jombang by forming
a Village-Owned Enterprise (BUMDes) Lentera Jaya. The type of business that is run is the
manufacture of cloth masks and catering. Although its activities have been running for a
long time, the recording system for each BUMDes unit is not neat due to the limitations of
the BUMDes management. In addition, the marketing system is also still carried out in a
simple way (offline) so that it encountered problems during the Covid-19 pandemic. For
this reason, the author and the student team carried out community service activities
(PKM) with a focus on activities, namely providing training to BUMDes management to
tidy up records. according to financial standards and online marketing training. PKM was
carried out intensively for 1 (one) month, namely in August 2021. This activity went well
and got results according to the target, namely an increase in the capacity of the Lentera
Jaya BUMDes management and the creation of social media for business marketing owned
by Lentera Jaya BUMDes.
Keywords: BUMDes Karangwinongan, Lentera Jaya, Administrative, social media,

digital marketing

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pemerintahan presiden Joko Widodo terus berupaya mengembangkan
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai upaya terus dilaksankan, mulai dari
pelibatan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah. Semua dituntut untuk ikut
menyukseskan program pemerintah (Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P; 2018).

Prosiding Snebdewa Halaman 105 - 108
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Agus Taufik Hidayat, Isnaini Rohmah Fadhilah Halaman 106 dari 108

Sebagai salah satu kewajiban yang termuat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,
STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu kampus terkemuka di Jombang
terpanggil untuk ikut menyukseskan program pemerintah tersebut. Melalui kegiatan
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tim penulis sebagai dosen di STIE PGRI
Dewantara Jombang memberikan pelatihan dan pendampingan pada salah satu lembaga
yang dibentuk pemerintah pada tahun 2015, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Lentera Jaya yang ada di desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung – Jombang.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan.
Sasaran kegiatan pada pelaksanaan PKM ini adalah: 1) Pendampingan penyusunan
kelengkapan administrasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Lentera Jaya Desa
Karangwinongan – Mojoagung – Jombang; 2) Pembuatan sosial media guna pemasaran
produk BUMDes Lentera Jaya. Kegiatan PKM ini dilakukan secara insentif selama
kurang lebih 3 (tiga) minggu terhitung mulai tanggal 30 Juli sampai 18 Agustus 2021.
Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan kapasitas para
pengurus BUMDes serta perluasan pasar produk BUMDes Lentera Jaya.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Lentera Jaya merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak

di Desa Karangwinongan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Tepatnya berada
di Jln. Desa Karangwinongan No. 489 Karangwinongan Mojoagung. BUMDes Lentera
Jaya berdiri sejak tahun 2015, kemudian pada tahun 2015 memberikan dana kepada
BUMDes untuk kegiatan operasional, Dana operasional dari pemerintah yang
mengawali BUMDes Lentera Jaya untuk membuka unit usaha Simpan Pinjam, produksi
masker dan katering. Untuk usaha masker, BUMDes Lentera Jaya bekerja sama dengan
PT Jaya Mas.

Unit usaha BUMDes Lentera Jaya memiliki usaha produsen masker dan Catering.
Secara umum, masalah yang dihadapi adalah ketidakrapian pencatatan transaksi pada
masing-masing unit usaha karena keterbatasan kemampuan para pengurus BUMDes
Lentera Jaya. Selain itu, untuk usaha catering masih terdapat beberapa kekurangan
yaitu: 1) Menu kurang inovatif, 2) Cara pengemasan produk catering kurang menarik, 3)
Belum mengenal pemasaran secara online (digital marketing) menggunakan media
sosial.

Melihat dari permasalah tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah
memberikan pelatihan terkait sistem pencatatan untuk para pengurus BUMDes Lentera
Jaya, pembuatan akun media sosial untuk memasarkan produk catering dan masker.

B. TINJAUAN PUSTAKA
BUMDes merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh warga serta

pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa serta dibangun
bersumber pada kebutuhan serta kemampuan desa.BUMDes bagi Undang- undang no
32 Tahun 2004 tentang PemerintahanWilayah didirikan antara lain dalam rangka
kenaikan Pemasukan Asli Desa (PADesa). Lebih lanjut, selaku salah satu lembaga
ekonomi yang beroperasidipedesaan, BUMDes wajib mempunyai perbandingan dengan
lembaga ekonomipada biasanya. Ini dimaksudkan supaya keberadaan serta kinerja
BUMDes mampu membagikan donasi yang signifikan terhadap kenaikan kesejahteraan
warga desa. Disamping itu, agar tidak tumbuh sistem usaha kapitalistis dipedesaan yang
bisa menyebabkan terganggunya nilai- nilai kehidupan bermasyarakat.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/816

Agus Taufik Hidayat, Isnaini Rohmah Fadhilah Halaman 107 dari 108

BUMDes selaku sesuatu lembaga ekonomi modal usahanya dibentuk atas inisiatif
warga serta menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes wajib
bersumber dari warga. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan BUMDes bisa
mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti dari Pemerintah Desa ataupun
pihak lain, Ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan (UU 32 tahun 2004 tentang
Pemerintahan Wilayah Pasal 213 ayat 3). Uraian ini sangat berarti untuk
mempersiapkan pendirian BUMDes, sebab implikasinya hendak bersentuhan dengan
pengaturannya dalam Peraturan Wilayah (Perda) ataupun Peraturan Desa (Perdes).
Asset ekonomi yang terdapat didesa wajib dikelola seluruhnya oleh masyarakatdesa.

Wujud kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes). Usaha ini sebetulnya sudah diamanatkan didalam UU Nomor.
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Wilayah serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor.
71Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam UU No 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan
Wilayah pada Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa Desa dapat mendirikan usaha
kepunyaan desa cocok dengan kebutuhan serta kemampuan desa. Disebutkan pula kalau
tujuan pendirian BUMDes antara lain dalam rangka kenaikan Pemasukan Asli Desa
(PADesa).

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
PKM ini dilaksanakan secara intensif oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa.

Program yang ditawarkan tim pelaksana PKM adalah melakukan pelatihan dan
pendampingan bagi para pengurus BUMDes Lentera Jaya khususnya pencatatan
transaksi keuangan dan pembuatan media sosial untuk memasarkan produk BUMDes
Lentera Jaya. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui kegiatan webinar serta luring
dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dibantu mahasiswa dilakukan

selama kurang lebih 3 minggu, yaitu pada tanggal 26 Juli sampai tanggal 19 Agustus
2021. Pelaksanaan dilakukan secara langsung terjun ke lapangan yaitu pendampingan
langsung ke BUMDes Lentera Jaya Mojoagung serta pendampingan secara daring
mengingat, saat pelaksanaan PKM masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Persiapan awal yang dilakukan sebelum turun ke lokasi adalah melakukan
pertemuan secara daring bersama antara pengurus BUMDes Lentera Jaya, mahasiswa
dan tim penulis dengan tujuan untuk menyamakan persepsi guna kelancaran kegiatan.
Selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan yang sudah disepakati secara intensif selama 3
(tiga) minggu.

Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis dan mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan administratif para pengurus
BUMDes Lentera Jaya serta meberikan ide inovatif dan kreatif untuk menu catering.
Selain itu, juga tercipta media sosial untuk pemasaran produk BUMDes Lentera Jaya.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/816

Agus Taufik Hidayat, Isnaini Rohmah Fadhilah Halaman 108 dari 108

Gambar 2: kegiatan masker dan webinar digital marketing

E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilaksanakan di BUMDes Lentera Jaya Karangwinongan
Mojoagung yang diselenggarakan sejak tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan 19 Agustus
2021 telah mencapai target yang diharapkan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat
menjadi support bagi para pengurus BUMDes Lentera Jaya untuk lebih membangun
usahanya serta mencari potensi baru desa Karangwinongan.

DAFTAR PUSTAKA

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi Wanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/816

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 109 dari 114

Pendampingan Administratif Pada Badan Usaha Milik Desa Makmur Jaya

Chusnul Rofiah
Muhammad Biri Walid
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi : [email protected]

Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh
masyrakat serta pemerintahan desa, yang mana berupaya untuk memperkuat
perekonomian desa dan dibentuk dengan berdasarkan atas kebutuhan dan potensi desa.
Berdasarkan atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi nomor 4 Tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan dan pengelolaan, dan
pembubaran Badan Usaha Milik Desa pembentukan BUMDes bertujuan untuk
meningkatkan perekonomian desa, pendapatan asli desa, pengelolaan potensi desa sesuai
dengan kebutuhan masyarakat, tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi
pedesaan. Untuk meningkatkan kapasitas BUMDes, maka tim penulis melakukan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di BUMDes Makmur Jaya yang
bertempat di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan focus
kegiatan adalah pendampingan kelengkapan administrative guna kelancaran kegiatan
operasional di BUMDes Makmur Jaya.
Kata kunci: BUMDes, Makmur Jaya, Sumobito, , Administratif

Abstract :
Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village business institutions managed by the
community and village government, which seek to strengthen the village economy and
are formed based on the needs and potential of the village. Based on the Regulation of
the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration
number 4 of 2015 concerning the establishment, management and management, and
dissolution of Village-Owned Enterprises, the establishment of BUMDes aims to
improve the village economy, village original income, management of village potential
by community needs, bone the backbone of rural economic growth and equity. To
increase the capacity of BUMDes, the writing team carried out community service
activities (PKM) at BUMDes Makmur Jaya which was located in Trawasan Village,
Sumobito District, Jombang Regency with the focus of activities being administrative
completeness assistance to smooth operational activities at BUMDes Makmur Jaya.
Keywords: BUMDes, Makmur Jaya, Sumobito, Administrative

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pada hakikatnya masyarakat dapat berkembang sesuai dengan potensi yang ada
di daerahnya masing-masing. Maka dari itu usaha pemberdayaan masyarakat ini
menyaratkan keterlibatan masyarakat muali sejak perencanaan, pengelolaan, ataupun
saat monitoring hingga evaluasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi subyek proses
perencanaaan danmampu berkembang secara mandiri. Kebanyakan BUMDes yang
ada di desa dimanfaatkan pula untuk usaha simpan pinjam, namun tidak jarang pula
simpan pinjam yang dijalankan oleh BUMDes macet dan tidak berjalan lancar. Hal
inilah yang menyebabkan BUMDes kurang begitu berkembang karena tidak
memanfaatkan potensi yang ada di desa tersebut.

Membangun hubungan yang erat antara desa dan kota juga merupakan salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk menguatkan desa sebagai pusat produksi dan
sumber daya. Pola tersebut dapat direalisasikan melalui peran serta perguruan tinggi

Prosiding Snebdewa Halaman 109 - 114
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 110 dari 114

dengan menerapkan ilmu langsung kepada masyarakat. Untuk itu, tim penulis
melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) agar BUMDEs menjadi
lebih baik kinerjanya.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Makmur Jaya yang bertempat di Desa Trawasan, Kecamatan

Sumobito, Kabupaten Jombang. BUMDes ini adalah BUMDes yang kegiatan
usahanya berupa simpan pinjam. BUMDes Makmur Jaya berdiri pada tahun 2015,
dengan modal awal yang diberikan yakni sebesar RP 100.000.000,-. Kegiatan simpan
pinjam yang dilakukan oleh BUMDes ini sudah berlangsung sejak awal berdiri
dengan target peminjam adalah warga desa Trawasan sendiri. Jumlah dana yang
dipinjamkan rata-rata sebesar RP 1.000.000,- setiap masyarakat dan dibayar kepada
ketua simpan pinjam yang ada di BUMDes Makmur JayaDesa Trawasan, Kecamatan
Sumobito.

Pada awalnya simpan pinjam ini berjalan lancar, namun beberapa waktu
kemudian simpan pinjam di BUMDes Makmur Jaya ini mengalami kendala yaitu
kredit macet. Yang mana para peminjam tidak kunjung membayar pinjaman
meskipun sudah jatuh tempo. Hal ini dikarenakan masyarakat yang terlalu
menganggap bahwa sebagai warga satu desa maka akan mendapat keringanan,
sehingga masyarakat menjadi lalai. Selain itu juga pihak BUMDes yang kurang tegas
mengenai sistem penagihan yang menyebabkan masayarakat berfikir untuk
mmperpanjang masa pengembalian pinjaman mereka dengan sesuka hati.
Perbandingan antara nasabah yang membayar tepat waktu dan lencar dengan yang
macet lebih banyak yang kredit macet. Selain dalam hal pembayaran pinjaman, SDM
juga kurang begitu memadai dan masih menggunakan cara lama dalam mengatur
keuangan di BUMDes. Sehingga banyak pencatatan yang kurang valid dan masih
rancu, hal ini yang menyebabkan pencatatan yang ada di BUMDes Makmur Jaya
kurang bisa dibaca dan dipahami.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa atau yang biasa disebut BUMDes merupakan suatu

lembaga desa yang berbadan hukum dan dibentuk serta dimilik oleh pemrintah desa.
BUMDes dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal
seluruhnya atu sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan. BUMDes
dibentuk dengan tujuan memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli
Desa, memajukan perekonomian yang ada di desa serta mensejahterakan desa.
Keberadaan BUMDes sangat strategis yang pada akhirnya BUMDes berfngsi sebagai
motor penggerak perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa (Mutiarni,
R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P; 2018).

Tujuan dari dibentuknya BUMDes yaitu untuk mengoptimalkan pengelolaan
aset yang ada di des, memajukan perekonomian yang ada di desa, serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Sifat usaha BUMDes adalah berorientasi pada keuntungan,
sifat dari pengelolaan usahanya sendiri adalah keterbukaan, kejujuran, partisipatif dan
keadilan. BUMDes termasuk hal yang baru dalam keberadaannya, itulah mengapa
pada prakteknya seringkali muncul suatu kendala ketika dalam proses
pembentukannya. Secara tersirat semangat untuk melembagakan BUMDes telah
diamanatkan dengan terbitnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 111 dari 114

perubahan atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Desa,
sebagaimana diamanatkan dalam Bab VII bagian kelima yang menyatakan
pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan
dan potensi desa dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan
desa.

Bumdes diharapkan juga mampu menstimulasi dan menggerakan roda
perekonomian di pedesaan. Aset ekonomi yang ada di desa harus dikelola sepenuhnya
oleh masyarakat desa. Substansi dan filosofi BUMDes harus dijiwai dengan semangat
kebersamaan dan self help sebagai upaya memperkuat aspek ekonomi
kelembagaannya. Pada tahap ini, BUMDes akan bergerak seirama dengan upaya
meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli desa, menggerakan kegiatan ekonomi
masyarakat dimanna peran BUMDes sebagai institusi payung dalam menaungi.
Upaya ini juga rangka mengurangi peran free-rider yang seringkali meningkatkan
biaya transaksi dalam kegiatan ekonomi masyarakat melalui praktek.

C. METODE PELAKSANAAN
Sebagian dari perangkat BUMDes Makmur Jaya menganggap bahwa usaha

simpan pinjam ini adalah alternatif usaha yang paling mudah dilaksanakan dalam
lingkup pedesaan. Namun fakta di lapangan BUMDes bahkan kesulitan dalam
memutarkan alur pinjaman karena pemasukan yang lebih sedikit dibandingkan
pengeluarannya. Hal ini dapat disebabkan dari berberapa aspek yang salah satunya
adalah manajemen usahanya yang dapat dibilang masih kurang rapi. Selain itu juga
pencatatan yang dilakukan oleh pihak BUMDes masih menggunakan sistem manual
yang mana seringkali terjadi missed comunication dalam pencatatannya. Pembagian
bunga pada setiap peminjam juga tidak sama, hal ini tentu akan membingungkan
apabila di aplikasikan kedalam sebuah sistem karena setiap pinjaman yang keluar dan
masuk memiliki persentase bunga yang tidak sama.
Berikut adalah beberpa masalah yang terjadi:

a. Manajemen yang masih kurang rapi
b. Sistem administrasi yang kurang tertata
c. SDM yang masih belum memumpuni dan kurang akan pengetahuan SOP yang

baik
d. Pencatatan yang dilakukan secara manual sehingga banyak hal yang terjadi

missed communication
e. Kredit macet yang dialami oleh pihak BUMDes
f. Pembagian persentase bunga yang tidak pasti dan berbeda-beda menyebabkan

pencatatan menjadi kurang rapi dan sulit untuk dibaca
g. Kurangnya edukasi mengenai pemasaran yang modern

Berdasarkan permasalahan yang ada diatas tim penulis berinisiatif untuk
memberikan beberapa solusi yang nantinya akan di implementasikan kepada pihak
BUMDes, yang diharapkan dapat mengelola BUMDes dengan lebih baik dan benar,
gambaran darikegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Memberikan pelatiahan secara personal dengan pihak-pihak BUMDes untuk
memperbaiki sistem manajemen di BUMDes, Memberikan pelatihan secara
personal mengenai pembuatan SOP yang baik dengan para pengurus BUMDes
yang nantinya dapat di implementasikan kepada anggota-anggota BUMDes,

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 112 dari 114

Memperbaiki pedoman kerja yang ada di BUMDes dan mengupdate pedoman
sesuai dengan kondisi masa kini dan lebih modern.
b. Melakukan pencatatn ulang laporan keuangan menjadi lebih tertata dengan
menggunakan aplikasi microsoft excell, Membantu dalam perhitungan jumlah
pinjaman dan angsuran yang masih harus dilunasi, Melakukan pertemuan
dengan anggota kredit macet dengan memberikan pemahaman mengenai
kewajiban yang masih harus dilunasi, Membuat surat peringatan terhadap
anggota yang mengalami kredit macet serta Memberikan penyuluhan
mengenai dasar-dasar akuntansi kepada pengurus BUMDes Makmur Jaya
c. Memberikan pelatihan secara personal pada pihak BUMDes mengenai
pemasaran di era modern. Melakukan survei mengenai potensi desa yang dapat
diangkat menjadi produk yang dijual di BUMDes Makmur Jaya. Membuatkan
media sosial untuk memasarkan produk baru serta melakukan pelatiahn
mengenai pemasaran yang berbasis online serta membantu menambah relasi
yang dilakukan secara offline
d. Membantu dalam mengembangkan potensi desa yang dapat dijadikan sebagai
produk jual di BUMDes Makmur Jaya, Membantu pihak BUMDes dalam
mengembangkan usahanya agar tidak terlihat motonon serta Memberikan
solusi jaminan terhadap peminjam

D. PELAKSAAN KEGIATAN
Hasil atau capaian kegiatan selama kegiatan adalah:

a. Dari segi pembukuan : pembukuan yang ada di BUMDes Makmur Jaya
sudah lebih rapi setelah dilakukan pencatatan ulang menggunakan aplikasi
microsoft excell dan bisa dipertanggungjawabkan.

b. Dari segi penjualan : BUMDes Makmur Jaya yang sebelumnya tidak
memiliki produk apapun untuk dijual, kini telah memiliki produk yang
diambil dari potensi desa Trawasan sendiri dan dapat menjadi penghasilan
tambahan terhadap kas BUMDes.

c. Dari segi SDM : dengan adanya praktik IT dan penyuluhan yang dilakukan
secra personal dengan pihak-pihak BUMDes, kini pengurus lebih memahami
SOP yang baik dan benar. Selain itu pedoman kerja yang telah dilakukan
perbaikan menjadi lebih efektif dan efisien untuk dijadikan acuan
pelekasanaan kegiatan operasional yang ada di BUMDes Makmur Jaya

Gambar 1: Koordinasi antara tim penulis dengan pengurus BUMDes secara daring dan luring

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 113 dari 114

Dari hasil yang sudah dilakuakn diperoleh hasil yang cukup memuaskan. Yang
mana dalam hal ini tim penulis mampu mendampingi pihak BUMDes untuk
memperbaiki masalah administrasi dan operasional BUMDes menjadi lebih rapi dan
lebih tertata. Selain itu penulis juga membantu dalam membuatkan logo BUMDes
yang sebelumnya masih belum memiliki logo sebagai identitas.

Gambar 2 : Penutupan Kegiatan serta pemberian logo baru untuk BUMDes

E. PENUTUP
Kegiatan PKM di BUMDes Makmur Jaya ini tentu saja memebri manfaat yang

baik bagi BUMDes agar bisa lebih berkembang. Hal paling utama yang menjadi goals
adalah pada pembukuan yang tidak terbaca atau kurang rapi, sehingga tim penulis
membantu dalam mencatat ulang dan memperbaiki pembukuan menjadi laporang
yang mudah dipahami dan dapat dipertanggung jawabkan melalui aplikasi microsoft
xcell. Pada segi sumber daya manusia, tim penulis memberikan edukasi mengenai
cara untuk memasarkan produk melalui digital marketing baik itu
dalampengoperasian media sosial atau cara-cara untuk menarik pelanggan melalui
media sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Amelia Sri Kusuma. 2014. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Serta
Menumbuhkan Perekonomian Desa. Jurnal of Rural and Development 1-14.
Vol.5, No. 1

Ramadana, Coristya berlian, Dkk. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
sebagai Penguat Ekonomi Desa. Jurnal Administrasi Publik 1068-1076.
Vol.1, No.6.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Chusnul Rofiah, Muhammad Biri Walid Halaman 114 dari 114

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan
Transaksi Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa
(Bumdes) Putra Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of
community service, 2(1), 21-28.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/817

Ratna Dwijayanti, Rizky Imam Halaman 115 dari 118

Penggunaan Media Sosial Guna Peningkatan Performa Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Kepuh Makmur

Ratna Dwijayanti*
Rizky Imam

STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), merupakan sebuah lembaga usaha desa yang
diprakarsai oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian
serta dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Agar hal ini dapat tercapai,
diperlukan sinergi dari berbagai pihak, antara lain dari perguruan tinggi setempat. STIE
PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jombang
berupaya menyumbangkan pemikirannya guna membantu memperbaiki performa BUMDes
melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di BUMDes Kepuh Makmur yang
terletak di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Jombang. Kegiatan ini dilakukan
secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan yaitu di bulan Agustus 2021 dengan
berfokus pada pembuatan media sosial guna mendukung pemasaran secara online (digital
marketing) untuk usaha-usaha yang dimiliki BUMDes. Kegiatan dapat dilaksanakan
dengan baik dan mendapat respon positif dari pihak BUMDes. Diharapkan kegiatan ini
dapat terus dilanjutkan oleh peserta (BUMDes) sehingga mampu meningkatkan performa
BUMDes Kepuh Makmur.
Kata kunci: BUMDes Kepuh Makmur, Kepuh Kembeng, Media Sosial

Abstract
Village-Owned Enterprises (BUMDes), is a village business institution initiated by the
community and village government to strengthen the economy and is formed based on the
needs and potential of the village. For this to be achieved, synergy is needed from various
parties, including from local universities. STIE PGRI Dewantara Jombang as one of the
leading universities in Jombang seeks to contribute its thoughts to help improve the
performance of BUMDes through Community Service activities at BUMDes Kepuh
Makmur which is located in Kepuh Kembeng Village, Peterongan District, Jombang. This
activity was carried out intensively for approximately 1 (one) month, namely in August
2021 by focusing on creating social media to support online marketing (digital marketing)
for BUMDes-owned businesses. Activities can be carried out well and get a positive
response from the BUMDes. It is hoped that this activity can be continued by participants
(BUMDes) to improve the performance of BUMDes Kepuh Makmur.
Keywords: BUMDes Kepuh Makmur, Kepuh Kembeng, Social Media

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pemerintahan presiden Joko Widodo terus berupaya mengembangkan
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai upaya terus dilaksanakan, mulai dari
pelibatan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah. Semua dituntut untuk ikut
menyukseskan program pemerintah. Sebagai salah satu kewjiban yang termuat dalam
Tri Dharma Perguruan Tinggi, STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu
kampus terkemuka di Jombang melakukan bentuk sumbangsih kepada masyarakat
melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Kepuh Makmur yang terletak di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan
Peterongan Jombang.

BUMDes desa Kepuh Kembeng melakukan kegiatan usaha yaitu menyewakan
Kios-kios untuk masyarakat sekitar yang mau meningkatkan taraf ekonomi warga

Prosiding Snebdewa Halaman 115 - 118
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/818

Ratna Dwijayanti, Rizky Imam Halaman 116 dari 118

sekitar. Selain itu bumdes kepuh makmur memiliki unit jalin matra yang dimana unit ini
bergerak pada usaha simpan pinjam untuk kegiatan ekonomi produktif akan tetapi usaha
BUMDes unit jalin matra ini Usaha simpan pinjam ekonomi produktif mengalami
kemacetan, banyak peminjam yang tidak mau membayar pinjaman sesuai dengan
kewajibannya dengan baik sehingga dana pinjaman berhenti berputar.

Selain itu, BUMDes Kepuh Makmur memiliki toko bunga yang outletnya terletak
di depan jalan raya utama lokasi yang sangat strategis, toko alat tulis menulis dan
fotocopy yang letaknya bersebelahan dengan balai desa dan sekolah. Namun dari
pantauan awal, masih banyak masyarakat sekitar yang kurang mengerti jenis usaha yang
dimiliki BUMDes Kepuh Makmur. Hal ini karena masih kurangnya media promosi.
Untuk itu, tim penulis dengan dibantu mahasiswa melakukan kegiatan PKM dengan
fokus digital marketing usaha yang dimiliki BUMDes Kepuh Makmur.

2. Profil Mitra Binaan
Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes merupakan kegiatan ekonomi masyarakat

di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang tepatnya terletak
di Jalan Singoharjo, Jajar Kepuh Kembeng. BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa
berdasarkan kebutuhan masayarakat dan potensi desa. Pasal 90 Undang-Undang Desa
Nomor 6 Tahun 2014 menyebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi,
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa mendorong perkembangan
BUMDes dengan cara: 1) Memberikan hibah atau akses permodalan, 2) Melakukan
pendampingan teknis dan akses ke pasar dan 3) Memprioritaskan BUMDes dalam
pengelolaan sumber daya alam di Desa.

Dengan demikian keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesungguhnya
merupakan suatu kebutuhan yang semestinya ada di setiap desa. Pada tahun 2015
Pemerintah Desa Kepuh Kembeng mendirikan Bumdes Kepuh Makmur. Desa Kepuh
Kembeng yang dijadikan sasaran untuk pelaksanaan kegiatan KKN Tematik kelompok
22 Tahun 2021 di STIE PGRI Dewantara Jombang. Di BUMDes Kepuh Makmur ini
memiliki 5 (lima) unit usaha, yaitu: 1) sewa kios, 2) Pasar Bunga, 3) Toko Alat Tulis, 4)
Jalin Matra, 5) Badan Perkreditan Desa

Dari kelima unit usaha ini usaha yang paling menguntungkan adalah unit usaha
sewa kios. Modal awal dari BUMDes Kepuh Kembeng sebesar Rp. 100.000.000,00 dari
pemerintah untuk mengelolah BUMDes tersebut. Badan usaha yang dikembangkan
seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh desa melalui persyaratan secara langsung
yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan
dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kepuh Kembeng.

Ketentuan tentang berdirinya ditegaskan kembali dalam Peraturan Pemerintah No.
43 tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa yang juga
menyebutkan bahwa desa dapat mendirikan BUMDes melalui musyawarah desa dan
ditetapkan dengan peraturan desa. Berdasarkan uraian tersebut maka disusunlah
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang menjelaskan bahwa BUMDes
milik desa ini adalah BUMDes Kepuh Makmur yang bertempat di Desa Kepuhkembeng
Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola

oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa
dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/818

Ratna Dwijayanti, Rizky Imam Halaman 117 dari 118

Salah satu strategi untuk dapat mengembangkan BUMDes adalah melalui
pemanfaatan teknologi informasi yang akan mendorong percepatan usaha dan membuka
peluang pasar yang lebih luas. Ada beberapa manfaat dari pemanfaatan teknologi
informasi bagi BUMDes antara lain: 1) Memperluas jangkauan pasar, 2) Mempercepat
proses usaha, 3) Mempermudah perolehan informasi, 4) mempermudah perolehan
referensi untuk meningkatkan daya saing produk dan 5) Mempermudah pemasaran
produk.

Teknologi informasi saat ini memegang peranan yang sangat penting di dalam
dunia usaha, berbagai proses produksi, distribusi, sampai pemasaran produk dapat
dilakukan melalui keberadaan teknologi informasi. Sehingga, wajib hukumnya para
pelaku usaha BUMDes untuk menggunakan teknologi informasi dalam usahanya.
Khususnya BUMDes, bisa memanfaatkan kekuatan sosial masyarakat di dalam
melakukan strategi promosi produk BUMdes.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Kepuh Makmur memiliki usaha berbagai unit. Karena itu, permasalahan

yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada usaha tersebut.
Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan: 1) Belum mempunyai
business plan, 2) Belum mengerti cara memasarkan menggunakan media internet
(pemasaran secara digital)

Melihat dari permasalah tersebut, maka penulis membagi kegiatan pengabdian
kepada masyarakat ini untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh
BUMDes Kepuh Makmur, yaitu dengan mengadakan berbagai macam kegaiatan guna
membangun keakraban dengan masyarakat sekitar dan membantu masyarakat untuk
mengatasi masalah dalam usaha.

Dengan adanya program kegiatan yang telah diberikan oleh para mahasiswa dari
kampus STIE PGRI Dewantara Jombang, diharapkan kepada pengurus BUMDes
mampu mengelola usaha BUMDes yang sudah berjalan cukup lama secara baik dan
terkenal dalam hal pemasaran produk BUMDes serta mampu menciptakan usaha-usaha
lain yang kreatif dan inovatif.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberikan pendampingan dalam hal desain produk guna memperindah produk-
produk yang dibuat oleh BUMDes tersebut. Serta mampu menarik perhatian para
konsumen untuk membeli atau mengetahui produk yang ada di BUMDes Kepuh
Makmur Desa Kepuh Kembeng tersebut.

2. Memberkan pendampingan dalam hal memasarkan produk atau promosi produk
di media social seperti facebook, instagram, dan lain-lainnya.

3. Membantu BUMDes untuk membuat company Profil guna disebar luaskan agar
semua orang tau tentang BUMDes Kepuh Makmur Desa Kepuh Kembeng.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu

pada bulan Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara daring dan luring ke BUMDes
Kepuh Makmur Kepuh Kembeng dengan tetap melakukan protokol kesehatan karena
masih dalam suasana pandemi Covid-19. Tim penulis bersama mahasiswa mendampingi
masyarakat dalam hal desain produk serta pemasaran produk dan pembuatan company
profile.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/818

Ratna Dwijayanti, Rizky Imam Halaman 118 dari 118

Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis dengan
mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna
menyamakan visi dan misi dari desa tersebut. Selanjutnya, dilanjutkan dengan kegiatan
musyawarah dari para perangkat desa Kepuh Kembeng, pengurus BUMDes Kepuh
Makmur, Tim penulis hingga perwakilan mahasiswa.

Hasil akhir dari kegiatan PKM ini adalah terciptanya media pemasaran secara
online yang terdiri dari instagram, WhatsApp Bisnis dan Facebook yang bisa
dimanfaatkan oleh BUMDes Kepuh Makmur untuk memasarkan usahanya.

E. PENUTUP
Dengan adanya BUMDes di setiap desa dapat membantu meningkatkan

perekonomian desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi
ekonomi desa yang di kembangkan dengan rencana kerja sama usaha antara desa atau
dengan pihak ketiga guna menciptakan peluang, jaringan pasar, membuka lapangan
kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi
desa, dan meningkatkan pendapatan masyarakat/ pendapatan asli desa. Kegiatan PKM
ini telah berkahir dengan baik dengan respon positif dari mitra binaan. Kegiatan ini
diharapkan akan terus berlanjut dengan kegiatan lain dengan mitra binaan tetap yaitu
BUMDes Kepuh Makmur dengan fokus kegiatan perbaikan performa di bidang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi Wanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/818

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 119 dari 124

Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju Jombang Berkarakter
dan Berdaya Saing

Lilik Pujiati*,
Achmad Nasrulloh
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Badan usaha milik desa atau BUMDes merupakan lembaga/badan perekonomian desa yang
berbadan hukum. BUMDes dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya
memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang
yang diharapkan dapat menjadi tonggak peningkatan ekonomi di daerah otonomi tingkat
desa. BUMDes Mekar Jaya yang berada di Desa Mojokambang, Kecamatan
Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang mulai berdiri pada tahun 2015. BUMDes Mekar
Jaya bergerak di bidang usaha perdagangan (penyedia fotocopy dan alat tulis kantor) dan
perkreditan barang syariah. Permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes Mekar Jaya adalah
: 1) Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan laporan keuangan yang sesuai standar
akuntansi keuangan dengan pemanfaatan aplikasi microsoft excel, 2) Kurangnya
pemahaman tentang strategi pemasaran produk online yang baik dan benar, dan 3) Belum
dilakukannya pembenahan struktur organisasi yang terbaru sesuai PP No.11 Tahun 2021.
Maka berangkat dari permasalahan tersebut, tim penulis melakukan kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM) dengan dibantu mahasiswa. Dari hasil PKM diperoleh manfaat
yaitu: 1) Tersusunnya laporan keuangan BUMDes Mekar 2) Terciptanya akun sosial media
Shopee dan Facebook untuk pemasaran online, dan 3) Pembenahan struktur organisasi
BUMDes sesuai dengan PP No.11 Tahun 2021.
Kata kunci: BUMDes Mekar Jaya, Mojokambang, PKM

Abstract
Village-owned enterprises or BUMDes are village economic institutions/agencies that are
legal entities. BUMDes are managed by the community and village government to
strengthen the village economy and are formed based on the needs and potential of the
village. Village-Owned Enterprises or BUMDes are pillars of economic activity in the
village which are expected to be a milestone for economic improvement in the village-level
autonomous region. Mekar Jaya BUMDes located in Mojokambang Village,
Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency was established in 2015. Mekar Jaya
BUMDes is engaged in the trading business (provider of photocopies and office stationery)
and sharia goods credit. The problems faced by BUMDes Mekar Jaya are 1) Lack of
understanding of the use of financial reports that are by financial accounting standards by
using the Microsoft Excel application, 2) Lack of understanding of good and correct online
product marketing strategies, and 3) No improvement in the organizational structure has
been carried out. the latest one is according to PP No.11 of 2021. So starting from these
problems, the writing team carried out Community Service (PKM) activities with the help
of students. From the results of the PKM, the benefits are 1) Preparation of Mekar
BUMDes financial reports 2) Creation of Shopee and Facebook social media accounts for
online marketing, and 3) Improvement of the BUMDes organizational structure by PP No.
11 of 2021.
Keywords: BUMDes Mekar Jaya, Mojokambang, PKM

A.PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan suatu kegiatan
pendidikan yang dilakukan ditengah masyarakat untuk membantu memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Selain membantu masyarakat untuk

Prosiding Snebdewa Halaman 119 - 124
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 120 dari 124

memecahkan permasalahan yang ada PKM adalah sebagai salah satu kewajiban yang
terdapat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini tim penulis dan
mahasiswa STIE PGRI Dewantara Jombang melakukan pendampingan dan membantu
untuk memecahkan masalah pada BUMDes Mekar jaya yang bertempat di desa
Mojokambang Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang, BUMDes
Tersebut telah dibentuk oleh pemerintah pada tahun 2015 yang bertujuan untuk
menggali potensi yang ada pada desa Mojokambang serta membantu meningkatkan
kekuatan perekonomian masyarakat desa Mojokambang.

Sasaran kegiatan pada PKM ini adalah Digital Marketing yang mempunyai tujuan
untuk membantu memasarkan produk yang ada pada BUMDes Mekarjaya dengan
memanfaatkan teknologi yang ada, selain berfokus pada digital marketing tim penulis
turut melakukan pendampingan dalam menyusun Struktur Organisasi pada BUMDes
sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 11 tahun 2021 dan melakukan pelatihan
menyusun laporan keuangan sesuai dengan Permendes no 03 tahun 2021. Kegiatan ini
berlangsung secara insentif selama kurang lebih 1 (satu bulan ) dimana pada hasil akhir
pada kegiatan ini diharapkan dapat menyelesaikan Program program yang telah
direncanakan.
2. Profil Mitra Binaan

BUMDes Mekar Jaya merupakan sebuah usaha milik Desa yang terletak pada
sebuah desa tepatnya pada desa Mojokambang Kecamatan Bandarkedungmulyo
Kabupaten Jombang yang berdiri pada tahun 2015. Seiring dengan berjalannya waktu
BUMDes Mekar Jaya mengalami kendala namun kendala tersebut sebenarnya masih
bisa dikendalikan sehingga tidak mempengaruhi pendapatan BUMDes, namun dengan
demikian pihak BUMDes masih membutuhkan edukasi yang bertujuan untuk
mengembangkan unit usaha. BUMDes Mekar Jaya bergerak di bidang usaha
perdagangan (penyedia fotocopy dan alat tulis kantor) dan perkreditan barang syariah,
namun fokus PKM yang dilakukan saat ini mengarah kepada unit usaha Fotocopy dan
alat tulis kantor (ATK). Permasalahan yang dihadapi oleh pihak BUMDes adalah:

1. Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan laporan keuangan yang sesuai
standar akuntansi keuangan dengan pemanfaatan aplikasi microsoft excel.

2. Kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran produk online yang baik dan
benar

3. Belum dilakukannya pembenahan struktur organisasi yang terbaru sesuai PP No.11
Tahun 2021
Setelah melihat bagaimana permasalahan yang ada pada BUMDes Mekar Jaya

maka penulis melakukan pembagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penulis
bersama dengan tim melaksanakan kegiatan yang berfokus pada : 1) Pelatihan
penyusunan laporan keuangan dengan aplikasi microsoft excel, 2) Pelatihan strategi
digital marketing, dan 3) Pembenahan struktur organisasi BUMDes.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah usaha desa

yang dibentuk/di dirikan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Pendirian BUMDes
juga di dasari oleh UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa dala pasal 87 ayat (1) yang
berbunyi, “Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUMDes,”
dan ayat (2) yang berbunyi,”BUMDesa dikelola dengan semangat kekeluargaan dan
kegotongroyongan,” dan ayat (3) yang berbunyi, “BUMDesa dapat menjalankan usaha
di bidang ekonomi dan atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 121 dari 124

peraturan perundang undangan. Potensi yang dimiliki BUMDes sebagai usaha mandiri
masayarakat desa dalam memberikan kesejahteraan masyarakat sendiri. Agar rakyat
pedesaan dapat mengembangkan potensi,sehingga tidak dirugikan dan lebih
diuntungkan, maka diperlukan arus balik dalam pemerataan sumber daya alam dan
kebijakan. Terdapat & (tujuh) ciri utama yang membedakan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDES) dengan lembaga ekonomi komersial pada umumnya yaitu:

1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama.
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui

penyertaan modal ( saham atau andil).
3. Operasionalnya menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya lokal

(local wisdom)
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada potensi dan hasil informasi pasar.
5. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota

(Penyerta modal) dan masyarakat melalui kebijakan desa (village policy)
6. Difasilitasi oleh pemerintah,Pemprov,Pemkab, dan Pembes.
7. Pelaksanaan operasioanal dikontrol secara bersama (Pemdes,BPD,anggota).

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai suatu lembaga ekonomi yang modal
usahanya dibangun atas inisiatif msayarakat dan menganut asas mandiri, ini
berarti pemenuhan modal usaha BUMDes harus bersumber dari masyarakat.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan BUMDes dapat mengajukan
pinjaman modal kepada pihak luar,seperti dari Pemerintah Desa atau pihak
lain,bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan peraturan per undang-
undangan (UU 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah pasal 213 ayat 3).
Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian BUMDes, karena
implikasinya akan bersentuh dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah
(Perda) maupun Desa (Perdes).

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Mekar Jaya memiliki dua unit usaha yaitu pengkreditan syariah yang

merupakan perkreditan berbentuk barang dan unit usaha Fotocopy dan ATK. Melihat
permasalahan yang ada pada BUMDes Mekar Jaya, Desa Mojokambang maka penulis
bersama tim membuat beberapa kegiatan program kerja sebagai alternatif solusi
permasalahan yang meliputi :

1. Pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan aplikasi microsoft excel.
2. Pelatihan strategi digital marketing.
3. Pembenahan struktur organisasi BUMDes.

Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi BUMDes Mekar Jaya, Desa
Mojokambang, maka kegiatan PKM di Desa Mojokambang yaitu memberikan pelatihan
dan pendampingan terkait penyusunan pembukuan laporan keuangan yang sesuai
dengan standart akuntansi keuangan dengan menggunakan aplikasi microsoft excel,
memberikan pelatihan terkait strategi digital marketing dengan memanfaatkan
marketplace Shopee, dan melakukan pendampingan dan pembenahan struktur
organisasi BUMDes serta menjelaskan isu-isu yang yang belum diatur sebelum adanya
PP No.11 tahun 2021.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pelatihan dan pendampingan terkait penyusunan pembukuan laporan keuangan
yang sesuai dengan standart akuntansi keuangan dengan menggunakan aplikasi
microsoft excel. Mahasiswa membantu dan mendampingi pengurus BUMDes

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 122 dari 124

Mekar Jaya terutama bendahara mengenai pentingnya laporan keuangan karena
pengurus BUMDes Mekar Jaya memiliki latar belakang pendidikan bukan
akuntansi sehingga diharapkan mampu menyusun laporan keuangan dengan baik
dan sesuai dengan standart akuntansi yang berlaku.
2. Memberikan pelatihan terkait strategi digital marketing dengan memanfaatkan
marketplace Shopee dan Facebook. Mahasiswa membantu membuatkan akun
marketplace Shopee dan Facebook sebagai media untuk mempromosikan produk
yang dijual oleh BUMDes Mekar Jaya sehingga diharapkan dapat dijangkau
masyarakat secara luas.
3. Melakukan pendampingan dan pembenahan struktur organisasi BUMDes serta
menjelaskan isu-isu yang yang belum diatur sebelum adanya PP No.11 Tahun
2021. Mahasiswa memberikan pemahaman kepada pengurus BUMDes Mekar
Jaya mengenai pengertian, fungsi, peran pengurus BUMDes, dan isu-isu yang
diatur sebelum adanya PP No. 11 Tahun 2021 sehingga para pengurus BUMDes
Mekar Jaya dalam menyelesaikan tugasnya dapat lebih terarah.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM ini dilaksanakan di BUMDes Mekar Jaya Desa Mojokambang

Kecamatan Bandarkedungmulyo dilaksanakan pada tangal 26 Juli – 26 Agustus 2021.
Pelaksanaan dilakukan secara offline dan online mengingat masih dalam pelaksanaan
PKM adanya pandemi Covid-19. Tahapan pertama dari kegiatan ini dimulai dengan
melakukan koordinasi antara tim penulis dengan mahasiswa yang akan membantu
pelaksanaan PKM. Kegiatan ini diperlukan untuk musyawarah mengenai program kerja
yang akan dilaksanakan di BUMDes Mekar Jaya. Selanjutnya yaitu kegiatan survey dan
wawancara antara penulis bersama pengurus BUMDes Mekar Jaya mengenai
permasalahan yang dihadapi BUMDes Mekar Jaya.

Gambar 1. Rapat koordinasi awal bersama tim pelaksana PKM

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 123 dari 124

Gambar 2. Survey dan wawancara bersama pengurus BUMDes Mekar Jaya Desa Mojokambang

Pelaksanaan PKM di BUMDes Mekar Jaya, Desa Mojokambang membuahkan
hasil yang positif. Dari hasil pelatihan dan pendampingan, para pengurus BUMDes
Mekar Jaya dalam menyusun pembukuan laporan keuangan dari bulan April- Agustus
2021 sesuai dengan standar akuntansi sehingga lebih efisien waktu dalam pengerjaan
serta dapat menghindari terjadinya salah perhitungan dalam pencatatan laporan
keuangan. Selain itu terciptanya akun Shopee dan Facebook sehingga mempermudah
dalam memasarkan produk BUMDes. Pembenahan struktur organisasi BUMDes sesuai
dengan PP No.11 Tahun 2021 juga telah dilakukan oleh tim pelaksana PKM.

Gambar 3. Kegiatan PKM dalam penyusunan laporan keuangan BUMDes

E. PENUTUP
Kegiatan PK yang dilaksanakan kurang lebih selama 1 (satu) bulan telah berjalan

dengan baik. Dari hasil PKM diperoleh kemajuan yaitu: 1) Terciptanya laporan
keuangan BUMDes Mekar Jaya dari bulan April - Agustus 2021, 2) Terciptanya akun
akun Shopee dan Facebook untuk pemasaran produk BUMdes, dan 3) Pembenahan
struktur organisasi BUMDes sesuai dengan PP No.11 Tahun 2021.

Pelaksanaan PKM ini memberikan dampak positif bagi pengurus BUMDes Mekar
Jaya dan mahasiswa sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam
penyusunan laporan keuangan melalui aplikasi microsoft excel serta memberikan
pemahaman dalam pemasaran produk melalui digital marketing

DAFTAR PUSTAKA
Chambers, Robert. In Pembangunan Desa Dari Belakang, 216. Jakarta: LP3ES

(Lembaga penelitian, pendidikan, dan penerangan ekonomi dan sosial), 1998.

Ridlwan, Zulkarnain. "Payung Hukum Pembentukan BUMDes," Fiat Jusitia Jurnal
Ilmu Hukum Vol 7, No. 3, 2013: 356.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Lilik Pujiati, Achmad Nasrulloh Halaman 124 dari 124

Pasal 1 angka 4 Menteri dalam Negeri Nomor 39 tahun 2010 tentang Badan Usaha
Milik Desa.

Pasal 87 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/819

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 125 dari 130

Penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Sumber Usaha Maju Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi

Benih Hartanti*,
Fikri Fandi Ariri
STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai oleh pemerintah pusat
langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang, dengan pemberian dana stimulus
sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk setiap desa, termasuk desa Kedungrejo yang terletak di
kecamatan Megaluh, Jombang dengan naman Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber
Usaha Maju. Jenis usaha yang dijalankan adalah jasa titip pembelian. Dalam
perkembangannya, pengelolaan keuangan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Kedungrejo sudah cukup baik namun ada beberapa kelengkapan administartif yang kurang.
Untuk itu, penulis bersama team mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat (PKM) dengan melakukan pembenahan kelengkapan adminstratif di Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Usaha Maju, antara lain: 1. Pembuatan logo dan
Pamflet BUMDes Anugerah Store, 2. Pembuatan struktur Organisasi. Kegiatan tersebut
telah diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama team mahasiswa. Kegiatan ini akan
dilanjutkan pada semester genap tahun akademik 2020/2021 dengan sasaran kegiatan
adalah perbaikan pada masalah data laporan keuangan.
Kata kunci: BUMDes Kedungrejo, Sumber Usaha Maju, Administratif.

Abstract
The establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) initiated by the central
government was immediately followed up by the Jombang local government, by
providing stimulus funds of Rp. 100,000,000.00 for each village, including
Kedungrejo village which is located in Megaluh sub-district, Jombang under the
name Village Owned Enterprise (BUMDes) Sumber Usaha Maju. The type of
business that is run is a delivery service. In its development, the financial
management at the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kedungrejo has been
quite good but there is some administrative completeness that is lacking. For this
reason, the author and the student team carried out community service activities
(PKM) by improving the administrative completeness of the Sumber Usaha Maju
Village-Owned Enterprises (BUMDes), including 1. Making logos and BUMDes
Anugerah Store pamphlets, 2. Making organizational structures. The activity has
been well completed by the author and the student team. This activity will be
continued in the even semester of the 2020/2021 academic year with the aim of the
activity being to improve financial statement data problems.
Keywords: BUMDes Kedungrejo, Forward Business Resources, Administrative.

A. PENDAHULUAN
1. LatarBelakang

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah badan usaha yang seluruh atau
sebagian besar modalnya dimkiliki oleg desa melalui penyertaan secara langsung yang
berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan
usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Hampir seluruh
Desa di Indonesia mempunyai BUMDes sendiri, tidak laim tujuannya adalah untuk
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa.

Prosiding Snebdewa Halaman 125 - 130
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 126 dari 130

Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, desa Kedungrejo
mempunyai BUMDes yang bernama BUMDes Sumber Usaha Maju yang berdiri pada
tahun 2015 dan merupakan salah satu BUMDes terbaik di Kecamatan Megaluh. Hal ini
di buktikan dengan banyaknya unit usaha yang dijalankan antara lain; unit usaha
Simpan Pinjam, Anugerah Store, Lumbung Ketahanan Pangan, Badan Kredit Desa, dan
unit usaha Sumber Rejo.
Pada pelaksanaan PKM kali ini, tim penulis dengan dibantu mahasiswa memfokuskan
kegiatan pada perbaikan performa Anugerah store yang merupakan unit usaha dalam
perdagangan bahan bangunan, alat tulis kantor, alat-alat pertanian dan melayani JASTIP
(Jasa Titip). Kegiatan difokuskan pada perbaikan penyusunan laporan keuangan pada
Unit Anugerah store.

2. Profil MitraBinaan
BUMDes Sumber Usaha Maju merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang

terletak di Desa Kedungrejo Kecamatan megaluh Kabupaten Jombang. Tepatnya berada
di Desa Kedungrejo. BUMDes Sumber Usaha Maju berdiri sejak tahun 2015, kemudian
pada tahun 2020 memberikan dana kepada BUMDes Anugerah Store kegiatan
operasional, Dana operasional dari pemerintah yang mengawali BUMDes Sumber Usah
Maju untuk membuka unit usaha jasa titip pembelian. Sejauh ini BUMDes Sumber
Usaha Maju memiliki unit kegiatan usaha simpan pinjam, jasa penitipan dan toko
dimana ada 7 (tujuh) unit yang tergabung dengan BUMDes Sumber Usaha Maju yakni:
1) Anugerah Store, 2) Simpan pinjam milik Usaha Ekonomi Desa, 3) Simpan pinjam
milik Pokmas (kelompok masyarakat), 4) Simpan pinjamBadan Kredit Desa, 5) Simpan
pinjamLumbung, 6) Simpan pinjamSumber Rejo, 7) Simpan pinjamKetahanan Pangan

Unit usaha BUMDes Sumber Usaha Maju memiliki usaha simpan pinjam. Karena
itu, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat
pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait dengan: 1)
Masalah kelengkapanAdministrasi, 2) Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih
dilakukan secara manual sehingga hasilnya kurang akurat, 3) Promosi unit usaha yang
kurang gencar.

Meskipun BUMDes Sumber Usaha Maju sendiri telah menjalankan sistem
keuangan yang telah diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)
Kabupaten Jombang namun hal tersebut masih belum dikuasai dan dianggap masih sulit
karena kurang pengetahuan teknologi Informassi bagi para pengurus BUMDes. Melihat
dari permasalah tersebut, melakukan beberapa agenda kegiatan
pengabdiankepadamasyarakatdiselesaikan pada semester genap 2021/2022.

Untuk pelaksanaan pada semester genap 2021/2022, penulis bersama tim
menitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada Peresmian Kantor Bumdes Sumber Usaha
Maju dan penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan Usaha
MilikDesa(Bumdes)Sumber Usaha Maju,DesaKedungrejo–Megaluh–Jombang, yang
meliputi: 1) Pembuatan Logo Resmi, 2) Pembuatan Struktur Kepengurusan, 3)
Menyelesaikan Laporan Keuangan yang belum selesai dari bulan Januari 2021sampai
Juli 2021. Sedangkan Kegiatan pengabdian untuk Anugerah Store sendiri penulis
bersama tim menitikberatkan pelaksanaan kegiatan mengenalkan Unit Anugerah Store
kepada Masyarakat Kedungerjo, yang meliputi: 1) Pembuatan Sosial Media, 2)
Pembuatan Akun Marketplace, 3) Mengenalkan Anugerah Store melalui Pamflet
maupun flyer.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 127 dari 130

B. TINJAUANPUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola

oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa
dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes menurut Undang-
undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah didirikan antara lain dalam
rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu
lembaga ekonomi yang beroperasi dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan
dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan
kinerja BUMDes mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan
kesejahteraan warga desa. Disamping itu, supaya tidak berkembang sistem usaha
kapitalistis di pedesaan yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan
bermasyarakat.

Terdapat 10 (sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga
ekonomi komersial pada umumnya yaitu:
1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secarabersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui

penyertaan modal (saham atauandil),
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta

berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local wisdom),
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa secara

umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat,
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja potensial

yang adadidesa.
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat desa dan atau penyerta modal.
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui

musyawarahdesa
8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village policy)
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, danPemdes;
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD, anggota).

BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif
masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes
harus bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan
BUMDes dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti dari Pemerintah
Desa atau pihak lain, bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan peraturan per
undang-undangan (UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat 3).
Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian BUMDes, karena
implikasinya akan bersentuhan dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah (Perda)
maupun Peraturan Desa (Perdes).

Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa.
Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan di dalam UU No.32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang-undang sebelumnya,
UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam
UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 213 ayat (1)
disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan
kebutuhan dan potensi desa”. Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian BUMDes antara
lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 128 dari 130

Saragi (2004) dalam bukunya menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan BUMDes
yaitu: 1) Peningkatan kemampuan keuangan desa, 2) Pengembangan usaha masyarakat
dalam rangka pengentasan kemiskinan, 3) Mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, 4)
Penyedia jaminan social, 5) Penyedia pelayanan bagi masyarakat desa.

C. METODE PELAKSANAANKEGIATAN
Unit usahaBUMDes Sumber Usaha Maju memiliki beberapa unit usaha.

Permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang melekat pada
usaha tersebut. Meskipun BUMDes Sumber Usaha Maju sendiri telah menjalankan
sistem keuangan yang telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang namun hal
tersebut masih belum dikuasai dan dianggap masih sulit karena keterbatasan sumber
daya para pengurus BUMDes. Melihat dari permasalah tersebut, tim pelaksana PKM
melakukan beberapa agenda kegiatan pengabdian kepada masyarakat diselesaikan pada
semester genap 2021/2022. Untuk Penulis bersama tim menitikberatkan pelaksanaan
kegiatan pada:1) Peresmian Kantor Bumdes Sumber Usaha Maju, 2) Penyusunan
Kelengkapan Administrasi BUMDes Sumber Usaha Maju, 3) Pembuatan Logo
BUMDes, 4) Penyusuna Struktur Kepengurusan BUMDes secara resmi, 5)
Menyelesaikan Laporan Keuangan yang belum selesai dari bulan Januari sampai Juli
2021 khususnya untuk unit simpan pinjam, 6) Pembuatan Sosial Media untuk
pemasaran online khususnya untuk unit Anugerah Store.

Gambaran dari kegiatan yang kami laksanakan adalah sebagai berikut :
1. Peresmian kantor BUMDes Sumber Usaha Maju adalah hal yang sudah lama

dipikirkan oleh pengurus BUMDes Kedungrejo, tetapi belum terlaksana sehingga
pada saat pelaksanaan PKM baru diresmikan.
2. Pembuatan struktur kepengurusan dan Banner. Pembuatan struktur kepengurusan
sudah lama dipikirkan oleh pengurus BUMDes Kedungrejo, tetapi belum terlaksana
sampai sekarang. Oleh karena itu kami tim bersama mahasiswa membantu membuat
struktur kepengurusan BUMDes Sumber Usaha Maju sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh pengurus BUMDes.
3. Pembuatan Pamflet / Flyer Anugerah Store dan pembuatan akun media sosial untuk
pemasaran online
4. Penyusunan laporan keuangan simpan pinjam BUMDes menggunakan aplikasi dari
Bank Jombang. Untuk menyelesaikan permasalahan adminitrasi laporan keuangan
simpan pinjam BUMDes kedungrejo. Laporan keuangan simpan pinjam BUMDes
yang belum selesai selama 8 bulan. Pendampingan menyusun laporan keuangan
simpanpinjam dapat membantu menginput laporan keuangan simpan pinjam
BUMDes Kedungrejo ke aplikasi Bank Jombang.

C. PELAKSANAANKEGIATAN
Kegiatan PKM dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu
selama bulan 26 Juli 2021 – 26 Agustus 2021. Pelaksanaan dilakukan secara Online
(daring) dan offline (luring) karena pada saat pelaksanaan PKM masih dalam suasana
pandemic Covid-19. Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim
penulis dengan mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan
guna menyamakan visi dan langkah pada saat terjun di desa. Selanjutnya, dilanjutkan
dengan kegiatan musyawarah dari para perangkat desa Kedungrejo, pengurus BUMDes
Sumber Usaha Maju, Tim penulis hingga perwakilan mahasiswa. dari hasil kegiatan
yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 129 dari 130

Kegiatan yang dilakukan selam PKM adalah:
1. Meresmikan kantor sementara guna kemudahan operasioanl kegiatan BUMDes

Sumber Anugerah Maju karena belum mempunyai kantor tetap.

Gambar 1: Peresmian Kantor BUMDes Sumber Anugerah Maju

2. Melakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan untuk unit
Anugerah Store.

Gambar 2: Pendampingan penyusunan laporan keuangan

3. Pembuatan akun media sosial untuk pemasaran online. Tim penulis dan mahasiswa
membuatkan akun media sosial berupa facebook, shopee dan instagram yang
bertujuan untuk mengembangkan potensi desa dan BUMDes Sumber Anugera Maju.
Hal ini bertujuan agar masyarakat sekitar maupun luar dapat melihat isi dari bumdes
tanpa harus ke kantor. Selain itu media sosial juga berhasil dijadikan sebagai media
promosi untuk pengenalan Bumdes dan Anugerah Store yang belum banyak
diketahui warga. Selain itu adanya YouTube bisa dijadikan masyarakat sebagai
media untuk melihat potensi yang ada di desa. Akun shopee juga dimanfaatkan
bertujuan untuk mewadahi konsumen dalam maupun luar desa yang ingin memesan
produk jastip dari bumdes anugerah store sehingga mereka tinggal pesan melalui
online tanpa harus ke kantor Kedungrejo

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Benih Hartanti, Fikri Fandi Ariri Halaman 130 dari 130

Gambar 3: Akun media sosial untuk pemasaran Anugerah Store

D. PENUTUP
Kegiatan PKM yang telah dilakukan memberi banyak manfaat khususnya bagi

BUMDesSumber Usaha Maju, antara lain: 1) Peresmian kantor BUMDes Sumber
Usaha Maju, 2) Penyusunan struktur kepengurusan, 3) Pembuatan Pamflet dan toko
online Anugerah Store, 4) Penyusunan laporan keuangan simpan pinjam BUMDes
menggunakan aplikasi dari Bank Jombang

DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from
BinusBusiness Law Website:http://business-
law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-usaha-milik-desa-status-dan- pembentukannya/

Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi Wanita.
Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/820

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 131 dari 136

Pemanfaatan Digital Marketing guna meningkatkan volume usaha
Pada Badan Usaha Milim Desa (BUMDes) Aneka Usaha Jatigedong

Suluh Agus Hendrawan*,
Fatma Oktavilani

STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Peningkatan kapasitas dan kinerja BUMDes dapat dilakukan dengan caramemperluas
jangkauan konsumen. Salah satu mitra binaan BUMDes Aneka Usaha yang terletak di yitu
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nano Stools yang memproduksi aneka
furniture yang berukuran minimalis (nano). Berdasarkan pantauan awal, masih terbatasnya
konsumen nanostol karena kurang luasnya jangkauan pemasaran. Selama ini nanostol masih
mengandalkan pemsaran secara offline. Maka dengan memperhatikan kondisi tersebut maka
dirasakan tepat untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa
pembuatan media pemasaran secara digital melalui media online berupa website
(www.nanostool.com) , instagram, shoopee, dan WhatsApp Bisnis yang lazim dikenal
dengan istilah digital marketing. Diharapkan dengan promosi melalui segala media online,
produk nano tools, dapat dikenal masyarakat luas yang pada akhirnya dapat meningkatkan
penjualan sekaligus profitabilitas BUMDes.
Kata kunci: BUMDes Aneka Usaha, Jatigedong, Nano stool, Digital Marketing

Abstract
Increasing the capacity and performance of Village-Owned Enterprise can be done by
expanding the reach of consumers. One of the fostered partners of BUMDes Various Usaha
is located in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Nano Stools which
produces various minimalist-sized (nano) furniture. Based on initial observations, there are
still limited consumers of nanostool due to the lack of broad marketing reach. So far,
nanostool still relies on offline marketing. So by paying attention to these conditions, it
feels right to carry out Community Service (PKM) activities in the form of making digital
marketing media through online media in the form of websites (www.nanostool.com),
Instagram, Shopee, and WhatsApp Business which is commonly known as digital
marketing. . It is hoped that with promotion through all online media, nanostools products,
can be known by the wider community which in turn can increase sales as well as the
profitability of BUMDes.
Keywords: BUMDes Various Usaha, Jatigedong, Nano stool, Digital Marketing

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Salah satu misi pemerintah pada saat ini yaitu untuk membangun daerah pedesaan
yang dapat dicapai melalui sebuah pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk
meningkatkan produktivitas dan keanekaragaman usaha yanga ada, terpenuhinya sarana
dan fasilitas untuk mendukung peningkatan ekonomi desa, membangun dan
memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta
mengoptimalkan sumber daya manusia sebagai dasar pertumbuhan ekonomi desa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrument pemberdayaan ekonomi
lokal dengan berbagai ragam jenis usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki desanya
(Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P.; 2018).

Pengembangan potensi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi warga desa melalui pengembangan usaha ekonomi. Disamping itu, keberadaan
BUMDes juga membawa dapak terhadap peningkatan sumber pendapatan asli desa

Prosiding Snebdewa Halaman 131 - 136
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 132 dari 136

(PAD) yang memungkinkan desa untuk mampu melakukan sebuah pembangunan dan
juga untuk peningkatan kesejahteraan secara lebih optimal. BUMDes sejatinya sebagai
lembaga sosial yang berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya
sebagai penyedia pelayanan sosial. Namun BUMDes juga sebagai lembaga komersial
dimana BUMDes bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penjualan barang atau
jasa yang diperuntukan kepada masyarakat.

BUMDes sebagai badan hukum, dibentuk berdasarkan tata perundang-undangan
yang berlaku, dan sesuai dengan aturan yang berlaku di desa. Dalam Undangundang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pada Pasal 213 ayat 1-3 disebutkan
bahwa desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan
kebutuhan dan potensi desa. Sesuai dengan aturan tersebut, pembentukan BUMDes
didasarkan atas kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa, dengan tujuan sebagai upaya
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini perencanaan dan
pembentukannya, BUMDes dibangun atas inisisai masyarakat desa, serta mendasarkan
pada prinsipprinsip kooperatif, partisipatif, dan emansipatif. Hal yang paling penting
adalah bahwa pengelolaan BUMDes harus dilakukan secara profesional, kooperatif, dan
mandiri.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemajuan dan pemberdayaan BUMDes maka
penulis dibantu dengan mahasiswa mengadakan kegiatan peningkatan promosi
BUMDes melalui media online sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan PKM ini berlangsung selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Agustus 2021.

2. Profil Mitra Binaan
Pada tanggal 15 Juni 2015 Desa Jatigedong Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang

mendirikan sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi nama Aneka
Usaha. Pendirian BUMDes Aneka Usaha diharapkan mampu memanfaatkan potensi
dan aset desa untuk membangun ekonomi kesejahteraan masyarakat Desa Jatigedong.
BUMDes Aneka Usaha memiliki bisnis yang bergerak dalam bidang jual beli scrap
(limbah). Scrap ini dibeli dari dari pabrik PT Cheil Jedang dan dijual ke vendor yang
sudah bekerja sama.

Selain memiliki bisnis jual beli scrap, BUMDes Aneka Usaha, juga memiliki
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan yang bernama Nano Stool. Nano
Stool merupakan UMKM yang memproduksi aneka furniture yang memiliki bentu unik
dan mini sehingga itulah alasan dinamakan nanao stool. Nano yang artinya mini atau
kecil. Bahan baku yang dipergunakan untuk memproduksi furniture berasal dari scrap
yang berasal dari BUMDes Aneka Usaha. Dengan demikian terdapat 2 (dua) fungsi
UMKM ini yaitu fungsi pemberdayaan masyarakat sekaligus fungsi daur ulang limbah
atau sampah.

Awalnya, UMKM pada BUMDes Aneka Usaha yaitu nano stool, sudah memiliki
akun sosial media yang digunakan sebagai media penjualan online yaitu instagram.
Tetapi pemilik usaha kurang mampu untuk membuat tampilan instagram yang menarik,
serta upload gambar-gambar produk juga tidak rutin untuk mengupdate produk yang
mereka hasilkan. Sehingga penjualan online berjalan kurang maksimal. Untuk itu perlu
adanya pembuatan pemasaran secara online yang lebih maksimal, mengingat konsumen
nano stool sebagian besar berasal dari luar kota Jombang yang menggunakan media
online.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 133 dari 136

B. TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Pasal 1 Angka (6) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 bahwa Badan

Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah badanusaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melaluipenyertaan secara langsung
yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkanguna mengelola aset, jasa pelayanan,
dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.BUMDes
didirikan antara lain dalam rangka peningkatan PendapatanAsli Desa. Berangkat dari
cara pandang ini, jika pendapatan asli desa dapatdiperoleh dari BUMDes, maka kondisi
itu akan mendorong setiap Pemerintah Desa memberikan “goodwill” dalam merespon
pendirian BUMDes.Sebagaisalah satu lembaga ekonomi yang beroperasi dipedesaan,
BUMDes harusmemiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya.Inidimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu
memberikankontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa
(Dewi, 2014)

Berdasarkan Permendes Nomer 4 tahun 2015 tentang pendirian, pengurus dan
pengelolaan, dan pembubaran BUMDes. Empat tujuan utama pendirian BUMDes
adalah:

a. Meningkatkan perekonomian desa
b. Meningkatkan pendapatan asli desa
c. Meningkatkan pengolahan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat
d. Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan

Pendirian dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa adalah
merupakanperwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan
secarakooperatif, partisipatif, emansipatif, transparansi, akuntabel, dan sustainable..
Olehkarena itu, perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan badan usaha
tersebutdapat berjalan secara efektif, efisien, profesional dan mandiri untuk mencapai
tujuanBUMDes dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan (produktif dan
konsumtif)masyarakat melalui pelayanan distribusi barang dan jasa yang dikelola
masyarakatdan PemDes. Pemenuhan kebutuhan ini diupayakan tidak memberatkan
masyarakat,mengingat BUMDes akan menjadi usaha desa yang paling dominan
dalammenggerakkan ekonomi desa. Lembaga ini juga dituntut mampu
memberikanpelayanan kepada non anggota (di luar desa) dengan menempatkan harga
danpelayanan yang berlaku standar (Safitri, 2020).

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
BUMDes Aneka Usaha memiliki UMKM bernama nano stool yang bergerak di

bidang mebel dan furniture mini (nano). Sejak awal UMKM ini sudah memiliki akun
sosial media yang digunakan sebagai media penjualan online yaitu instagram. Akan
tetapi pemilik usaha kurang mampu untuk membuat tampilan instagram yang menarik,
serta upload gambar-gambar produk juga tidak rutin untuk mengupdate produk yang
mereka hasilkan. Sehingga penjualan online berjalan kurang maksimal. Untuk
memaksimalkan promosi online maka digunakan 4 (empat) media sekaligus
sebagaimana penjelasan di bawah ini:
1. Instagram

Salah satu social media yang paling berpengaruh terhadap penjualan produk suatu
bisnis adalah Instagram.Untuk memaksimalkan Instagram yaitu membuat akun Nano
stool menjadi publik, sehingga bisa diakses siapa saja tanpa harus memberikan
permintaan pertemanan terlebih dahulu. Dari sini Instagram Nano stool bisa dijangkau
banyak orang. Dalam pemilihan nama Instagram ditambahkan enambahkan kata jbg

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 134 dari 136

menjadi nanostool.jbg, penamaan tambahan jbg yang artinya Jombang, sehingga
username cukup mudah dicari dan dibaca konsumen. Pada Profil Instagram
menggunakan username yang singkat, jelas, mudah dicari dan diingat, dengan
menambahkan kata kunci, menggunakan profile picture terbaik, memberikan deskripsi
singkat tentang profil produk, menggunakan emoji agar lebih menarik, serta
menambahkan link website nano stool yaitu (nanostool.com)

Gambar 1: Sosial media untuk pemasaran produk Nanostoll

2. Website
Pembuatan Website untuk UMKM Mitra Bumdes Aneka Usaha Ploso

(nanostool.com).Untuk pembuatan website nya, termasuk jenis website company
profile, dimana website ini fungsinya adalah untuk memperkenalkan usaha dan produk
dari nano stool ini. Website ini nanti nya akan memuat tentang usaha UMKM nano
stool (penjualan furniture hasil dari pengolahan limbah) dan foto produk, serta dalam
website ini akan menghubungkan pengunjung web ke akun WhatsApp, Shopee,
Facebook dan Instagram pemilik usaha, sehingga jika pengunjung yang tertarik
membeli produk nya, bisa langsung terhubung dengan pemilik usaha. Agar website ini
dapat diakses secara langsung dan luas oleh calon konsumen maka nanostool.com
menggunakan domain dan hosting berbayar.

Gambar 2: Website Galeri Produk Nanostol

3. Shopee
Untuk promosi melalui shopee, relative lebih mudah karena aplikasi ini memang

dikhususkan untuk media promosi. Yang menjadi perhatian penting penggunaan

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 135 dari 136

aplikasi Shopee adalah perlu kontinyu melakukan update adalah kelengkapan jenis
barang serta ketersedian stoknya.

Gambar 3: akun shopee untuk pemasaran online

4. Wa Bisnis
Aplikasi Wa bisnis dirasakan sangat penting karena bisa mempermudah customer

untuk bisa menghubungi penjualsekaligus mendapatkan update barang melalui manajer
katalog.

Gambar 4: Akun WhatsApp bisnis

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu mahasiswa

dilakukan selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu selama bulan Agustus 2021.
Pelaksanaan dilakukan secara langsung terjun ke lapangan yaitu pengambilan materi
media promosi BUMDes Aneka Usaha Jatigedong. Pelaksanaan pengambilan materi
serta koordinasi dengan pihak BUMDes dilakukan dengan tetap memperhatikan
protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim penulis dengan
dibantu mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini diperlukan guna
menyamakan persepsi pada saat terjun di desa. Dari hasil penyamaan persepsi ini,
mahasiswa menyampaikan kepada Kepala Desa selaku pemangku wilayah sekaligus
kepada Direktur BumDes. Koordinasi kepada pihak BUMDes dirasakan penting

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Suluh Agus Hendrawan, Fatma Oktaviani Halaman 136 dari 136

mengingat tema PKM ini cukup spesifik yaitu khusus membantu pelaksanaan promosi
media sosial.

Dari hasil tinjauan lapang, BUMdes Aneka Usaha Jatigedong memiliki UMKM
binaan yang bernama Nanostool. UMKM ini yang dapat ditingkatkan promosinya,
sedangkan untuk BUMDes Aneka Usaha sendiri telah memiliki vendor tersediri untuk
menampung scrap dari PT Cheil Jedang. Selnjutnya, tim penulis dengan dibantu
mahasiswa membuat akun media sosial guna membantu media promosi nanostool.
Media sosial yang dibuat adalah: Instagram, Website dan WhatsApp bisnis.

E. PENUTUP
Dari hasil kegiatan PKM dengan melibatkan mahasiswa diperoleh hasil yang

menggembirakan. Tim pelaksanan PKM dapat membuatkan media promosi dan
pemasaran secara online untuk UMKM Binaan BUMDes Aneka Usaha yaitu Nano
Tools, yaitu media website www.nanotools.com, instagram, shoopee, dan WA Bisnis.
Media tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pemilik usaha nanostool
sehingga dapat meningkatkan usahanya.

DAFTAR PUSTAKA

Analisis Pengembangan Bumdes Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Dalam
Perspektif Ekonomi Islam , 2020, Sintia Indah Safitri

Amalia Sri Kusuma Dewi, Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Upaya
Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Serta Menumbuhkan
Perekonomian Desa, Journal Of Rural and Development Volume V No. 1
Februari 2014

Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Permendes Nomer 4 tahun 2015
Tentang Pendirian, Pengurus Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Bumdes

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from Binus
Business Law Web site: http://business-law.binus.ac.id/2016/10/16/badan- usaha-
milik-desa-status-dan-pembentukannya/

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/821

Pengembangan Usaha Baru Pujasera Badan Usaha Milik Desa Kudujaya

Wenda Wahyu Christiyanto*,
Deny Darmawan

STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi*: [email protected]

Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan di Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Kudujaya di desa Kudubanjar, kecamata Kudu kabupaten Jombang
bertujuan untuk bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Desa kudubanjar. Unit usaha
yang dimiliki BUMDes Kudujaya adalah simpan pinjam dan persewaan kios untuk
pedagang kaki lima (PKL). Masalah yang dihadapi selama ini adalah kurang rapinya
administratif dan pencatatan ) transaksi keuangan pada dua unit usaha tersebut Selain itu,
juga direncanakan unit usaha baru yaitu pendirian pusat jajan selera rakyat (pujasera).
Karena itu, pelaksanaan PKM kali ini difokuskan guna mengatasi masalah tersebut.
Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 1 (satu ) bulan. Hasil dari kegiatan tersebut
adalah: 1) Berdirinya pujasera yang dikelola BUMDes Kudujaya, 2) tersusunnya pencatatan
keuangan yang rapi untuk dua unit usaha BUMDes. Diharapkan kegiatan PKM yang telah
dilakukan tersebut dapat dilanjutkan secara mandiri oleh para pengurus BUMDes
Kudujaya.
Kata kunci: Pujasera, BUMDes Kudujaya, Kudubanjar

Abstract
Community service activities (PKM) carried out at the Kudujaya Village-Owned
Enterprises (BUMDes) in Kudubanjar village, Kudu sub-district, Jombang district aim to
improve the economy of Kudubanjar Village. The business units owned by BUMDes
Kudujaya are savings and loans and kiosk rentals for street vendors (PKL). The problem
faced so far is the lack of neat administrative and recording of financial transactions in the
two business units. In addition, a new business unit is also planned, namely the
establishment of a people's taste snack center (pujasera). Therefore, the implementation of
PKM this time is focused on overcoming these problems. This activity lasts for
approximately 1 (one) month. The results of these activities are: 1) The establishment of a
food court managed by BUMDes Kudujaya, 2) the arrangement of neat financial records
for the two BUMDes business units. It is hoped that the PKM activities that have been
carried out can be continued independently by the Kudujaya BUMDes management.
Keywords: Food Court, BUMDes Kudujaya, Kudubanjar

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pemerintah terus berupaya mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari perlibatan berbagai pihak baik swasta
maupun pemerintah dengan mengembangkan potensi melalui BUMDes. Begitu pula
STIE Dewantara yang ikut mewujudkan program pemerintah tersebut.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan tim
penulis dengan dibantu mahasiswa, STIE PGRI Dewantara berupaya untuk membantu
menyukseskan program pemerintah. Salah satunya adalah pelaksanaan PKM di
BUMDes Kudujaya desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu kabupaten Jombang.
2. Profil Mitra Usaha

BUMDes Kudujaya merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak di
Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. BUMDes Kudujaya berdiri
sejak tahun 2015, kemudian pada tahun 2018 memberikan dana kepada BUMDes untuk

Prosiding Snebdewa Halaman 137 - 142
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/807

Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan Halaman 138 dari 142

kegiatan operasional, Dana operasional dari pemerintah yang mengawali BUMDes
Kudujaya untuk membuka unit usaha simpan pinjam dan penyewaan kios.

Sejauh ini BUMDes Kudujaya melakukan unit kegiatan usaha simpan pinjam dan
penyewaan kios, karena itu, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada
hal-hal yang melekat pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah
terkait dengan: 1) pencatatan transaksi keuangan yang kurang rapi, 2) unit usaha yang
kurang dikenal masyarakat, 3) perlu pengembangan usaha baru untuk meningkatkan
pendapatan BUMDes. Melihat dari permasalah terbut, maka kegiatan PKM ini
difokuskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berdasarkan informasi tentang permasalahn mitra tersebut, maka solusi yang
ditawarkan tim PKM adalah:

Tabel 1. Permasalahan dan solusi yang ditawarkan kepada Mitra

Prioritas Permasalahan Solusi

Sumber modal dan legalitas usaha - Pengajuan dana ke desa

- Mencari Investor

- Penyusunan dan pendaftran unit usaha

secara resmi

Promosi - Pelatihan dan pemahaman tentang

media sosial sebagai media promosi

- Pembuatan brosur dan media sosial

Kemampuan adinistratif & penyusunan - Memberikan pelatihan kepada anggota
laporan keuangan para pengurus BUMDes BUMDes mengenai aplikasi pengelola
keuangan
Aspek lingkungan
- BUMDes Kudujaya menyediakan
tempat pengelolaan sampah

- Memperdayakn Linmas sebagai pihak
keamanan

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola

oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa
dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes harus memiliki
perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan
dan kinerja BUMDes mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
peningkatan kesejahteraan warga desa. Disamping itu, supaya tidak berkembang sistem
usaha kapitalistis di pedesaan yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai
kehidupan bermasyarakat

Terdapat 10 (sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga
ekonomi komersial pada umumnya yaitu:

1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui

penyertaan modal (saham atau andil),
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta

berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local wisdom),

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/822

Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan Halaman 139 dari 142

4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa
secara umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi
masyarakat,

5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja
potensial yang ada didesa.

6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa dan atau penyerta modal.

7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui
musyawarah desa

8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village policy)
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes;
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD, anggota).

Pendirian Pujasera merupakan bentuk upaya perluasan usaha BUMDes
Kudubanjar, di mana perluasan iini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan
dan perekonomi Desa Kudubanjar. Adapun pendirian Pujasera ini mengikuti legalitas
pendirian BUMDes, dan kepengurusannya juga rencananya akan langsung di bawah
manajemen BUMDes Kudujaya secara langsung.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM ini dilaksanakan secara daring dan luring mulai tanggal 26 Juli –

26 Agustus 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat masih dalam
suasana pandemi covid-19. Dalam pelaksanaan PKM ini, tim membuat 3 (tiga) program
kerja yang terdiri dari: 1) pendampingan penyusunan laporan keuangan, 2) penyusunan
study kelayakan bisnis, 3) pembuatan logo, brosur, serta sosial media (Instagram dan
Facebook) untuk media pemasaran unit usaha BUMDes. Berikut adalah deskripsi
kegiatan tersebut.

1. Kegiatan Pendampingan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan.
Pada kegiatan ini, para pengurus BUMDes dikenalkan dan didampingi
bagaimana mencatat transaksi keuangan serta menyusun laopran keuangan, baik
secara manual dan menggunakan aplikasi Ms. Excel.

2. Kegiatan Pendampingan penyusunan study kelayakan bisnis. Pelaksanaan
kegiatan pendampingan dalam penyusunan study kelayakan bisnis bertujuan
untuk membantu meningkatkan pemahaman para pengurus BUMDes dalam
membuat rancangan pendirian unit usaha baru agar dalam implementasinya dapat
dilakukan secara efektif dan efisien. Tim pelaksana PKM membantu menyusun
study kelayakan bisnis sesuai dengan data yang telah diperoleh dari pihak
BUMDes. Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat membantu pihak
BUMDes dalam pendirian unit usaha baru yaitu Pujasera secara efektif dan
efisien dari berbagai aspek.

3. Kegiatan pembuatan sosial media (Instagram dan Facebook). Pelaksanaan
kegiatan pembuatan sosial media yaitu Instagram dan Facebook yang akan
digunakan sebagai media promosi, baik untuk produk barang atau jasa BUMDes
Kudujaya. Tujuan dari program kegiatan ini yaitu memudahkan para pengurus
BUMDes Kudujaya untuk mempromosikan usahanya secara digital (digital
marketing). Tim juga membuatkan flyer yang bisa dimanfaatkan untuk sebagai
media promosi usaha BUMDes secara luring (offline). Pada kegiatan ini, tim juga
membuatkan logo BUMDEs Kudujaya sebagai identitas BUMDes.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/822

Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan Halaman 140 dari 142

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM dilaksanakan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan,

yaitu pada tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2021. Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan
koordinasi antara tim penulis PKM dengan dibantu mahasiswa. Kegiatan ini diperlukan
guna menyamakan persepsi untuk pelaksanaan di lapangan. Koordinasi dilakukan
secara virtual (daring). Selanjutnya, dilakukan kegiatan musyawarah dari para perangkat
desa Kudubanjar, pengurus BUMDes Kudujaya, hingga tim pelaksana PKM (penulis).

Gambar 1: Studi kelayakan bisnis pujasera BUMDes Kudujaya

Gambar 2: Flyer dan Logo BUMDes Kudujaya
Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim dosen
pendamping dan mahasiswa mampu mendampingi para pengurus BUMDes Kudujaya
menyusun kelengkapan berkas administrasi dan pembentukan usaha baru yaitu pujasera
PKL BUMDes Kudujaya berdasarkan studi kelayakan bisnis yang telah tersusun. Selain
itu, mahasiswa juga merumuskan logo dan brosur serta akun sosial BUMDes yang baru
yang telah lama diharapkan oleh pengurus BUMDes sebagai salah satu identitas dan
sebagai media promosi dari BUMDes Kudujaya tersebut.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/822

Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan Halaman 141 dari 142

Gambar 3: sosial media instagram dan facebook BUMDes Kudujaya

Selain itu, untuk mendukung pemasaran usaha yang dimiliki BUMDEs Kudujaya,
tim PKM juga telah membuatkan sosial media yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran
secara daring.

E. PENUTUP
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dibantu mahasiswa ini

memberikan banyak manfaat bagi BUMDes Kudujaya. Beberapa hal yang telah
dilaksankan oleh mahasiswa adalah dengan terciptanya beberapa progam kerja antara
lain : 1) Peningkatan kapasistas administratif para pengurus BUMDEs Kudujaya, 2)
Terciptanya unit usaha pujasera berdasarkan laporan study kelayakan bisnis, 3)
Terciptanya logo dan brosur BUMDes Kudujaya dan 4) serta terciptanya akun sosial
media sebagai media promosi BUMDes.

Kegiatan ini adalah kegiatan awal yang dilakukan oleh tim penulis dan mahasiwa.
Diharapkan, kegiatan ini dapat dilanjutkan oleh tim lain yang akan melakukan kegiatan
PKM atau dilanjutkan mandiri oleh para perangkat desa dan pengurus BUMDes
Kudjaya.

DAFTAR PUSTAKA

Asnam. Badan Usaha Milik Desa. 2021.

id.m.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha_milik_desa (accessed agustus 23, 2021).

Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from
BinusBusiness Law Website:http://business-
law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-usaha-milik-desa-status-dan- pembentukannya/

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi
Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra
Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of community service, 2(1),
21-28.

TIM. "Panduan Teknis Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik." (STIE PGRI
Dewantara) 2021.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/822

Wenda Wahyu Christiyanto, Deny Darmawan Halaman 142 dari 142

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)

Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah. Indonesia, R.
(1999).

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/822

Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 149 dari 154

Pengelolaan dan Pemasaran Jelantah Menjadi Biodesel Guna Meningkatkan
Perekonomian Masayarakat

Dra. Rachyu Purbowati,MSA*,
Pitanti Wahyu Ambarwati

STIE PGRI Dewantara Jombang

Korespondensi* : [email protected]

Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hidayah yanga ada di desa Gudo, Kecamatan Gudo,
kabupaten Jombang memiliki kegiatan utama pengelolaan minyak bekas atau jelantah
menjadi bahan bakar biodesel. Selain itu, BUMDes Hidayah juga memiliki usaha
penyewaan lapak yang berlokasi di Pasar Gudo serta penyewaan hand tracktor. Selama ini
kegiatan telah berjalan cukup baik, namun ada bebarapa masalah yang dihadapi yaitu
terkait sistem pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan dan pemasaran produk.
Untuk itu, penulis dibantu tim mahasiswa melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) dengan program kerja yaitu: 1) Pembuatan akun digital untuk
pemasaran produk via online, 2) Pendampingan pencatatan transaksi hingga penyusunan
laporan keuangan. Kegiatan dilakukan secara intensif selama bulan Agustus 2021. Dari
hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh hasil yang positif yaitu terciptanya akun media sosial
untuk pemasaran produk BUMDes Hidayah secara online (digital marketing) serta
peningkatan kapasitas administratif para pengurus BUMDes Hidayah.
Kata Kunci : BUMDes Hidayah, Digital Marketing, Jelantah,Biodesel,Neraca

Abstract
Village Owned Enterprises (BUMDes) Hidayah in Gudo Village, Gudo District, Jombang
Regency has the main activity of managing used or used oil into biodiesel fuel. In addition,
BUMDes Hidayah also has a stall rental business located in Gudo Market and hand tractor
rental. So far the activities have been going quite well, but there are some problems faced,
namely related to the transaction recording system, preparation of financial reports, and
product marketing. For this reason, the author is assisted by a student team carrying out
Community Service Activities (PKM) with work programs, namely: 1) Creating digital
accounts for product marketing online, 2) Assisting in recording transactions to preparing
financial reports. The activity was carried out intensively during August 2021. From the
results of the activity, positive results were obtained, namely the creation of social media
accounts for online marketing of BUMDes Hidayah products (digital marketing) as well as
increasing the administrative capacity of BUMDes Hidayah administrators.
Keywords: BUMDes Hidayah, Digital Marketing, Waste Cooking, Biodiesel, Balance
Sheet

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pemerintahan era Joko Widodo terus berupaya untuk mengembangkan
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimulai dari pelosok daerah, pemerintah
menggalakkan pembangunan dengan pemberian sejumlah dana ke desa-desa, untuk
selanjutnya diolah sebagai modal penggerak ekonomi dan usaha desa.Dana tersebut
dianggarkan pemerintah pusat untuk membantu agar desa yang terpencil pun bisa
mandiri dan menggali potensi daerahnya, selain itu mereka juga bisa mendapatkan
sumber pendapatan sendiri untuk membangun desa.

Untuk mendukung program pemerintah, STIE PGRI Dewantara bersama tim
mahasiswa melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan
untuk perbaikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kabupaten Jombang. Kegiatan
PKM dilakukan di BUMDes Hidayah, yang terletak di Desa Gudo, Kecamatan Gudo,

Prosiding Snebdewa Halaman 149 - 154
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824

Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 150 dari 154

Kabupaten Jombang. BUMDes Hidayah bergerak di bidang penyewaan hand traktor,
stan pasar dan pengolahan minyak jelantah. Pengolahan minyak jelantah adalah jenis
usaha utama yang dimiliki BUMDes Hidayah. Target pasar selama ini hanyalah
penduduk sekitar desa Gudo. Begitu pula dalam pengumpulan jelantah, yang didapatkan
secara sukarela dari penduduk daerah itu saja.

2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Hidayah merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang terletak di

Desa Gudo Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, tepatnya berada di Jl. Sunan
Kalijogo No. 19, Gudo, Jombang. BUMDes Hidayah berdiri sejak tahun 2015. Dana
operasional awal diperoleh dari pemerintah. Jenis usaha awal yang dijalankan adalah
persewaan lapak dan persewaan hand traktor, mengingat banyak warga desa yang mata
pencahariannya sebagai petani. Namun seiring berjalannya waktu, jenis usaha ditambah
yaitu pengolahan minyak jelantah dan diubah menjadi Biodesel. Beberapa masalah yang
dihadapi BUMDes Hidayah adalah: pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan
dan pemasaran produk khususnya produk minyak jelantah. Berangkat dari permasalahn
tersebut, maka tim penulis (pelaksana PKM) dibantu tim mahasiswa memfokuskan
kegiatan untuk membantu meyelesaikan masalah tersebut.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola

oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa
dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes menurut Undang-
undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi
dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa. Disamping
itu, supaya tidak berkembang sistem usaha kapitalistis di pedesaan yang dapat
mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Terdapat 10
(sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga ekonomi komersial
pada umumnya yaitu:

1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%) melalui

penyertaan modal (saham atau andil),
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan serta

berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local
wisdom),
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa
secara umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi
masyarakat,
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja
potensial yang ada didesa.
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa dan atau penyerta modal.
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui
musyawarah desa

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824

Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 151 dari 154

8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village
policy)

9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes;
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD,

anggota).
BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas
inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal usaha
BUMDes harus bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak menutup
kemungkinan BUMDes dapat mengajukan pinjaman modal kepada pihak luar, seperti
dari Pemerintah Desa atau pihak lain, bahkan melalui pihak ketiga. Ini sesuai dengan
peraturan per undang-undangan (UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal
213 ayat 3). Penjelasan ini sangat penting untuk mempersiapkan pendirian BUMDes,
karena implikasinya akan bersentuhan dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah
(Perda) maupun Peraturan Desa (Perdes). Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola
sepenuhnya oleh masyarakat desa. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas
dinamakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah
diamanatkan di dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan
oleh undang-undang sebelumnya, UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71
Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah pada Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha
milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa”.
Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian BUMDes antara lain dalam rangka
peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Saragi (2004) dalam bukunya
menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan BUMDes yaitu: 1) Peningkatan kemampuan
keuangan desa, 2) Pengembangan usaha masyarakat dalam rangka pengentasan
kemiskinan, 3) Mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, 4) Penyedia jaminan social,
5) Penyedia pelayanan bagi masyarakat desa.

C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Hidayah memiliki usaha penyewaan lapak di pasar, hand

traktor dan juga pengolahan minyak jelantah. Pengolahan minyak jelantah adalah jenis
kegiatan utama di BUMDes Hidayah. Permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes
Hidayah adalah: pkesulitan pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan dan
pemasaran produk khususnya produk minyak jelantah. Berangkat dari permasalahn
tersebut, maka tim penulis (pelaksana PKM) dibantu tim mahasiswa memfokuskan
kegiatan untuk membantu meyelesaikan masalah tersebut.
adalah minimnya target pasar yang hanya berpusat di daerah sekitar. Kegiatan PKM
dilaksanakan secara intensif selama 1 (satu) bulan baik secara daring maupun luring,
yaitu pada bulan Agustus 2021.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Survei awal kegiatan yang ada di BUMDes. Hal ini bertujuan untuk meneliti
lebih lanjut mengenai hal-hal apa saja yang menjadi kendala BUMDes Hidayah
serta potensi desa yang mungkin untuk dikembangkan

2. Pembuatan akun media sosial yang dapat digunakan untuk pemasaran online
produk-produk dan layanan BUMDes. Akun yang digunakan adalah: facebook,
dan Instagram. Diharapkan melalui akun digital ini, pemasarannya bisa lebih
luas.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824

Dra Rachyu Purbowati MSA, Pitanti Wahyu Abarwati Halaman 152 dari 154

3. Sosialisasi penggunaan minyak jelantah dan pemberian botol wadah minyak
kepada warga. Botol-botol tersebut akan dibagikan kepada warga untuk
selanjutnya akan dikumpulkan kembali secara berkala. Dalam pelaksanaanya,
pengembalian minyak dari warga akan ditukar dengan mie instan, sebagai
bentuk motivasi agar bisa lebih giat mengumpulkan minyak jelantah. Semakin
banyak minyak yang disetorkan maka akan diganti dengan jumlah mi yang
sepadan.

4. Pendampingan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan
ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pencatatan administrasi dan
penyusunan sesuai standar keuangan bagi para pengurus BUMdes.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM dilaksanakan selama 1 (bulan) yaitu di bulan Agustus 2021.

Sebelum dilakukannya kegiatan secara resmi, tim penulis dan mahasiswa melakukan
survei dan observasi terlebih dahulu dengan datang secara langsung ke kantor BUMDes
Hidayah yang tempatnya berada di Balai Desa Gudo. Survei dan observasi dilakukan
pada tanggal 23 Juli 2021. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan
pendekatan dan pengenalan lebih dalam dengan BUMDes yang bertujuan untuk
memudahkan pelaksanaan kegiatan.

Gambar 1. Rapat koordinasi awal kegiatan

Gambar 2: reward mie instant kepada penyetor
minyak jelantah

Dari hasil kegiatan yang dilakukan, membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Berbagai kegiatan telah dapat dijalankan dengan baik. Sesuai dengan program kerja
yang direncanakan, tim PKM berhasil membuat akun media sosial untuk pemasaran unit
usaha BUMDes. Akun media sosial yang dimiliki BUMDes adalah facebook dan
instagram. Dari akun tersebut, langsung mendapat respon postif dari konsumen yang
terbukti dari adanya beberapa penawaran yang masuk untuk menyewa lapak di pasar
Gudo.

Prosiding Snebdewa
Volume 1 no 1 Tahun 2021
http://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SNEB/article/view/824


Click to View FlipBook Version