SMP IT AL-LAUZAH SMP IT AL-LAUZAH SEMESTER I JULI - DESEMBER 2023 KELAS 7 SEMESTER I JULI - DESEMBER 2023 KELAS 7 MATERI AJAR 7
1 DAFTAR ISI JULI-SEPTEMBER Daftar Isi ......................................................................................................................... 1 Spider Web ..................................................................................................................... 3 Webing Tema Juli-September 2023 ................................................................................ 3 Panduan Isi Materi Tema bulan Juli-September 2023 ..................................................... 4 Webbing Lesson Plan Juli-September 2023.................................................................. 11 Target Pengajaran Al-Quran Metode Bittajwid .............................................................. 12 Pendidikan Agama Islam (PAI)...................................................................................... 13 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) .................................................. 22 Bahasa Indonesia ......................................................................................................... 34 Matematika ................................................................................................................... 40 Ilmu Pengetahuan Alam................................................................................................ 50 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ..................................................................................... 63 Bahasa Inggris .............................................................................................................. 75 Seni Budaya dan Prakarya............................................................................................ 81 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan............................................................. 88 Teknik Informasi dan Komunikasi.................................................................................. 93 Bahasa Arab ................................................................................................................. 99 OKTOBER-DESEMBER Webing Tema Oktober-Desember 2023...................................................................... 111 Panduan Isi Materi Tema bulan Oktober – Desember 2023 ........................................ 112 Webbing Lesson Plan Oktober-Desember 2023 ......................................................... 117 Target Pengajaran Al-Qur`an Metode Bittajwid ........................................................... 118 Pendidikan Agama Islam (PAI).................................................................................... 119 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) ................................................ 126 Bahasa Indonesia ....................................................................................................... 131 Matematika ................................................................................................................. 139 Ilmu Pengetahuan Alam.............................................................................................. 146 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ................................................................................... 160 Bahasa Inggris ............................................................................................................ 165 Seni Budaya dan Prakarya.......................................................................................... 171 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan........................................................... 177 Teknik Informasi dan Komunikasi................................................................................ 188 Bahasa Arab ............................................................................................................... 192
2 Spider Web Kelas VII Adab Pengertian Guru
3 Webing Tema Kelas VII Juli-September 2023 Kajian Q.S Al-Isra 23-24 Allah Al-Mu`izz Kitab Lubabul Hadits Kisah Imam Syafi`i tidak qunut di masjid Imam Hanafi Pengertian Guru Adab kepada guru di dalam sekolah Adab kepada guru di luar sekolah Adab Terhadap Guru Alhamdulillah, Allah Al- Muizz yang maha Memuliakan kehormatan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya
4 Panduan Isi Materi Tema bulan Juli-September SMPIT Al-Lauzah Tahun Pelajaran 2023/2024 Jl. Palapa, Parung Beunying, Serua. Ciputat Tangerang Selatan Semester : Ganjil Kelas : VII Tema : Alhamdulillah, Allah Al-Muizz yang maha memuliakan kehormatan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. A. Al-Qur’an Qs. Al-Isra :23-24 ِب َ و ُ اه َّ ي ِ ٓا إ َّ ل ِ إ ۟ ٓوا ُ د ُ ب ْ ع َ ا ت َّ ل َ أ َ ك ُّ ب َ ر ىٰ ضَ َ ق َ ِ و ٱ ن ْ ي َ لِد َٰ و ْ ل ا ً ن سَٰ ْ ِح إ ا َّ م ِ إ َّ ن َ غ ُ ل ْ ب َ ي َ ك َ ِعند ٱ َ ر َ ِكب ْ ل آ َ م ُ ه ُ د َ ح َ أ ْ و َ أ ا َ م ُ اه َ ِكل ا َ ل َ ف ل ُ ق َ ت آ َ م ُ ه َّ ل ف ُ أ ا َ ل َ و ا َ م ُ ه رْ َ ه ْ ن َ ت ل ُ ق َ و ا َ م ُ ه َّ ل ا ً ل ْ و َ ق ا ً يم ِ ر َ ك َ ۞وٱ ِفض ْ ْ خ ا َ م ُ ه َ ل ا َ ن َ ج َ ِ ح ٱ ل ُّ لذ َ ِمن ٱ ِة َ م ْ ح لر ل َّ ُ ق َ َّ ب ِ و ر ٱ ا َ م ُ ه ْ م َ ح ْ ر ا َ م َ ك ِ ى ان َ ي َّ ب َ ر ا۞ ً ِغير صَ Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".” B. Hadits Nabi َ م رَ ْ ك َ أ ْ ن َ م َ و اهللَ َ م رَ ْ ك َ أ ْ د َ ق َ ف ِ يْ ن َ م رَ ْ ك َ أ ْ ن َ م َ و ِ يْ ن َ م رَ ْ ك َ أ ْ د َ ق َ ا ف ً ِم ال َ ع َ م رَ ْ ك َ أ ْ ن َ وقال النبي صلى اهلل عليه وسلم: }م ) ُ ة َّ ن َ ج ْ ال ُ اه َ أو َ م َ ف اهللَ Artinya: Nabi saw. bersabda, “Siapa yang memuliakan seorang yang berilmu maka sungguh ia telah memuliakanku, siapa yang memuliakanku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah, dan siapa yang memuliakan Allah, maka tempatnya adalah surga. (Kitab Lubabul Hadits) C. Asmaul Husna Allah Al-Mu`izz artinya yang maha memuliakan. Lafal Al-mu`izz merupakan bentuk kata kerja dari kata ‘azza-yu`izzu’ yang memiliki arti memberi daya dan kekuatan. Sementara, akar kata Al-Mu`izz dalam bahasa Arab Klasik memiliki arti menambah, memperluas, membesarkan, melapangkan memberi bantuan. Asmaul Husna Al-Mu’izz membawa makna mendalam bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya Dzat yang memberikan
5 kekuatan kepada hamba yang unggul dan mulia dalam bentuk kekuatan hakiki seperti kekuatan hati, kekuatan potensi, kekuatan akal dan lainnya. Kata Al-Mu’izz mengandung makna bahwa pada hakikatnya Allah telah memuliakan manusia dengan kekuatan, maka manusia hendaknya selalu menggunakan kekuatan dan kemuliaan itu untuk semakin menjadikan dirinya makhluk yang mulia. D. Kisah Ketika Imam Syafi`i tidak qunut di masjid Imam Hanafi Imam Syafi'i dikenal sebagai Bapak ushul fiqih yang tak hanya tenar karena kepakarannya di bidang hukum Islam. Sejumlah ulama menilai, Imam Syafi'i juga layak sebagai pelopor disiplin keislaman lainnya, seperti ilmu tafsir dan musthalah hadits. Terlahir dengan nama Muhammad ibn Idris, Imam Syafi’i tumbuh sebagai pribadi cerdas dan kritis. Memang beliau sangat memuliakan dan mengagumi guru-gurunya. Namun, proses pencarian kebenaran yang gigih membawanya ke panggung ijtihad yang mandiri. Sebagai ulama yang konsekuen, Imam Syafi'i tak putus membaca qunut shubuh sepanjang hidupnya Qunut dalam mazhab Syafi`i merupakan salah satu sunah ab`adl dalam shalat subuh. Jika seseorang meninggalkannya, baik secara sengaja ataupun karena lupa, sunah baginya untuk melakukan sujud sahwi di akhir shalat. Sebagai informasi, qunut secara bahasa berarti pujian. Secara istilah syara`, qunut diartikan sebagai sebuah dzikir khusus yang mengandung pujian dan doa. Suatu hari yang aneh, Imam Syafi`i pernah tidak melakukan qunut saat melaksanakan shalat Subuh di Masjid Agung Abu Hanifah yang terletak di dekat makam Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit atau yang dikenal Imam Hanafi. Ia memang sengaja melakukan hal tersebut, tidak dalam keadaan lupa. Hal itu disebabkan Imam Syafi'i sedang menaruh hormat yang tinggi kepada ilmu dan jerih payah pemikiran ulama lain, walaupun berseberangan paham dengannya. Dari kisah ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran. Pertama, kita melihat bahwa walaupun berbeda pandangan dengan Imam Hanafi, Imam Syafi’i tetap menjunjung tinggi adabnya. demikian itu merupakan bentuk wujud penghormatan atau penghargaannya terhadap pandangan Imam Hanafi yang sekaligus bukan saja ulama biasa, tetapi juga guru dari gurunya, Imam Malik. Kita tentu pernah mendengar sebuah pernyataan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Di sinilah letaknya, Imam Syafi’i menerapkan hal tersebut. Ia tetap menunjukkan posisi akhlaknya di atas dari ilmu yang dimilikinya. Dalam kondisi tersebut, ulama yang berusia 54 tahun itu meletakkan ilmunya di bawah adabnya. Oleh karena itu, kita sudah sepatutnya mengikuti akhlak Imam Syafi’i, yakni menghormati pandangan orang lain yang berbeda dengan kita, tidak malah menghakimi sendiri, membenci, mencaci, atau memakinya. Kedua, perbedaan tidak perlu dihadap-hadapkan dengan menganggap satu pandangan benar, sedangkan yang lainnya salah. Kita boleh memilih pandangan siapa saja, baik Imam Syafi’i, Imam Hanafi, ataupun ulama lainnya. Semuanya
6 memiliki pijakan dalil dan manhaj berpikir sendiri yang dapat dibenarkan secara hukum. E. Adab terhadap Guru 1. Adab terhadap guru Secara etimologi, kata “adab” dimaknai sebagai kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak. Adapun “beradab” berarti mempunyai adab, mempunyai budi bahasa yg baik, berlaku sopan. Menurut wikipedia, adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam. Adab dapat merupakan perilaku yang sesuai dengan Al-Qurân dan hadits setelah melalui pemikiran yang ikhlas dan hanya karena Allah semata. Alqurân dan hadits sebagai referensi kebaikan dan kebenaran. Pelaksanaan pengambilan keputusan dalam adab dibutuhkan niat baik dan ikhlas karena Allah. Definisi guru adalah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pedidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya. Dari penjelasan tersebut, maka kita dapat memahami bahwa peran guru sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya. Guru memiliki peran penting dalam pendidikan, adapun peran guru adalah sebagai berikut; a. Sebagai pengajar, yaitu orang yang mengajarkan suatu ilmu pengetahuan kepada para anak didiknya. b. Sebagai pendidik, yaitu orang yang mendidikan muridnya agar memiliki tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. c. Sebagai pembimbing, yaitu orang yang mengarahkan muridnya agar tetap berada pada jalur yang tepat sesuai tujuan pendidikan. d. Sebagai motivator, yaitu orang yang memberikan motivasi dan semangat kepada muridnya dalam belajar. e. Sebagai teladan, yaitu orang yang memberikan contoh dan teladan yang baik kepada murid-muridnya. f. Sebagai administrator, orang yang mencatat perkembangan para muridnya. g. Sebagai evaluator, orang yang melakukan evaluasi terhadap proses belajar anak didiknya. h. Sebagai inspirator, orang yang menginspirasi para muridnya sehingga memiliki suatu tujuan di masa depan. Pendidik bisa siapa saja dan di mana saja. Apabila di rumah, orang yang melaksanakan pendidikan biasanya adalah orang tua, lantaran mereka lah yang bertanggung jawab atas anak-anaknya. Jika di sekolah, terdapat guru
7 atau tenaga pengajar. Dan di lingkungan masyarakat, ada organisasi pendidikan lain. 2. Kedudukan Guru dalam Islam Kedudukan ilmu dalam islam itu sangat penting, karena islam sendiri memerintah serta mewajibkan umatnya untuk mecari ilmu. Islam begitu menghormati seorang pendidik, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kedudukan guru tepat berada di bawah pada nabi dan rasul. Profesi guru dianggap sebagai sebuah tugas yang sangat mulia dan terhormat lantaran sebagai fasilitator pendidikan guru memegang peranan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Seperti sudah banyak diketahui, kualitas sebuah negara dilihat dari sumber daya manusianya.Menghormati guru juga menjadi kewajiban bagi seorang muslim. Hal ini menjadi salah satu cara mendapat keridhaan Allah SWT. Oleh karena itu, menjadi seorang guru bukanlah hanya sekedar sebuah profesi, tetapi juga sebuah panggilan yang penuh tanggung jawab dan kehormatan. 3. Keutamaan Guru Keutamaan adalah orang yang memiliki ilmu atau berilmu maka akandiangkat derajatnya oleh Allah Swt. Guru bukan hanya sekedar sebuah profesi. Nilai esensi yang terkandung didalamnya adalah bahwa seorang guru memiliki tugas dalam menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat sebagaimana hukum menerima hadiah dalam islam. betapa besar dan mulianya Kedudukan Guru di Dalam Islam sebagaimana terangkum dalam 5 poin berikut ini : a. Mendapat derajat yang tinggi b. Memiliki ilmu yang bermanfaat c. Menjaga diri d. Memperoleh kebaikan yang melimpah e. Sama dengan amalan pahala sedekah F. Adab kepada guru di dalam sekolah Cara menghormati guru yang wajib dilakukan adalah pada saat anak berada di sekolah. Selain di rumah, anak-anak akan menghabiskan waktu paling banyak di sekolah sehingga cara menghormati guru di sekolah haruslah diajarkan dengan baik. Cara menghormati guru di sekolah, yaitu: 1. Memberi salam saat berpapasan 2. Selalu memperhatikan dan mendengarkan guru saat mengajar 3. Menaati perintah guru 4. Tidak memotong pembicaraan guru 5. Langsung meminta maaf saat melakukan kesalahan Inilah adab-adab terhadap guru yang perlu kita terapkan ketika menuntut ilmu : 1. Mendahului memberi salam. 2. Tidak banyak berbicara di depan guru 3. Berdiri ketika guru berdiri dan guru duduk sebaiknya murid juga duduk
8 4. Murid tidak kangsung menyangkal penjelasan guru, sebaiknya murid meminta izin terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapat yang berbeda 5. Dalam kegiatan belajar di kelas murid hendaknya bertanya kepada guru ketika ada hal yang belum jelas 6. Ketika berbicara dengan guru tidak boleh sambil tertawa atau bersenyum yang berlebihan. 7. Bila memiliki pendapat yang berbeda lebih baik murid meminta komentar sang guru tentang pendapat yang berbedanya. 8. Ketika guru hendak berdiri tidak menarik baju guru dalam rangka memberikan bantuan tenaga. 9. Tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah. 10.Dalam keadaan guru sedang lelah, seorang murid hendaknya tidak mengajukan banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban pelik 1. Adab berbicara kepada guru Seorang murid menurut al-Ghazali jangan banyak bicara dihadapan gurunya dan tidak berbicara kecuali meminta izin terlebih dahulu kepada gurunya atau diminta oleh sang guru untuk bicara. Beberapa adab di atas dapat diinterpretasikan bahwa Al Ghazali menekankan perlunya ketenangan dan ketertiban dalam belajar serta bagimana lalu lintas pembicaraan.Di sini tidak berarti dialog dan komunikasi antara guru dan murid tidak penting, tetapi yang ditekankan adalah bagaimana pembicaraan itu tidak mengganggu proses pembelajran. Karena itu, dalam relasinya dengan guru seorang murid harus minta izin lebih dulu kalau ingin berbicara dan sebaliknya ia harus berbicara kalau guru menginginka ia berkomentar. Di sini posisi guru sebagai lalu lintas pembicaraan harus dihormati. Mengenai berbicara dengan guru jangan sampai disamakan sebagaimana berbicara dengan teman meskipun mempunyai jalinan keakraban atau kekerabatan dengan guru, sehingga cendrung sering bercanda gurau dengannya. Maka seorang murid harus tetap menjaga dan memelihara adab terhadapnya dan meskipun seandainya dalam bercanda gurau sudah melampaui batas tapi gurunya tidak mempermasalahkannya dengan kata lain beliau tidak akan marah, maka seorang murid harus tetap memelihara adab dengan kata lain bercanda gurau jangan sampai keluar dari batas-batas adab. Dengan demikian, sangat jelas bahwa seorang murid harus memperhatikan setiap perkataan dan perbuatan agar seorang guru pada ketika mengajar tidak terganggu dan konsentrasi guru dalam menyampaikan pelajaran bisa fokus, sebagaimana yang dilakukan Imam Syafi’e pada ketika belajar dengan Imam Malik, beliau sangat berhati-hati ketika membuka setiap lembaran daun untuk menulis dengan tujuan agar guru beliau yaitu Imam Malik tidak mendengarnya.
9 2. Perilaku kepemilikan guru Pinjam meminjam adalah sesuatu hal yang lumrah dalam kehidupan bermasyarakat. Karena hakikatnya manusia saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Dan pinjam-meminjam adalah sesuatu yang diperbolehkan syariat. Namun ada adab-adab yang perlu diperhatikan dalam praktik pinjam-meminjam tersebut. Hal ini diatur dalam syariat yang agung. Adab-adab tersebut di antaranya: 1. Jelaskan sebab meminjam 2. Jangan memaksa 3. Meminta izin kepada pemiliknya 4. Menjaga dan merawat barang pinjaman 5. Mengembalikan barang sesuai waktu yang telah disepakati 6. Mengembalikan barang yang dipinjam dengan kondisi baik 7. Jangan berikan kepada orang lain G. Adab kepada guru di luar sekolah 1. Adab bertemu guru di luar sekolah Cara menghormati guru di luar sekolah, Yaitu: a. Selalu memberi salam b. Salim tangan guru saat bertemu 2. Adab berkomunikasi komunikasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari, untuk itu kita harus memikirkan etika saat berkomunikasi dengan lawan bicara kita agar terhindar dari perilaku buruk yang tidak diterima di lingkungan masyarakat sekitar kita. Sehingga kita akan dikenal sebagai orang yang sopan dan beradab serta disenangi banyak orang. Komunikasi secara langsung, yaitu: a. Melihat keadahaan lawan biacara b. Jaga sikap tubuh agar tetap sopan c. Usahakan tidak mendominasi dalam percakapan d. Gunakan kata-kata yang dimengerti lawan bicara dan sesuai dengan konteks pembicaraan e. Kontak mata dengan lawan bicara f. Berbicaralah dengan baik dan jujur g. Tidak memotong pembicaraan orang lain h. Menghindari perdebatan dan membicarakan kejelekan orang lain Untuk menjadi pribadi modern dan dewasa dalam menggunakan media sosial diperlukan adanya upaya komunikasi secara beradab. Tidak jarang karena ketidakpahaman siswa dalam etika berkomunikasi justru menimbulkan kesan yang buruk di mata gurunya. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti faktor kelelahan, kurang memahami isi pesan singkat, salah pengetikan (typo) dan lain-lain.
10 Cara menghubungi guru lewat chat : a. Pilih waktu yang tepat b. Ucapkan salam terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan memperkenalkan diri c. Ucapkan permohonan maaf terkait waktu d. Sampaikan maksud dan tujuan kalian secara singkat dan jelas e. Hindari kalimat perintah f. Sesuaikan gaya bahasa dan hindari kata singkatan g. Jangan terlalu mendesak guru untuk membalas pesan h. Ucapkan terima kasih
11 Webbing Lesson Plan Juli-September Level /Kelas : VII (Tujuh) Tema : Alhamdulillah, Allah Al-Muizz yang maha memuliakan kehormatan seseorang Subtema : Adab Terhadap Guru Goal tema : 1. Siswa mengetahui dan percaya bahwa Allah Al-Muizz yang Maha Memuliakan kehormatan seseorang 2. Siswa mampu mengetahui pengertian adab, keutamaan dan kedudukan terhadap guru. 3. Siswa mampu bersikap baik saat berbicara kepada guru di sekolah. 4. Siswa mampu menghargai barang kepemilikan guru. 5. Siswa mampu berkomunikasi kepada guru dengan baik saat di luar sekolah baik langsung atau tidak langsung - Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis. - Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa. Physical health: - Dapat memenuhi kebutuhan tubuh Fine Motor: - Dapat mengkoordinasikan gerak mata dan tangan saat menggambar gubahan, flora, fauna dan alam benda - Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku). - Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. - Menjelaskan karakteristik bilangan bulat - Menganalisis sejarah hari kelahiran pancasila, norma dan UUD 1945 NKRI Gross Motor: SPDP - Dapat mempraktikkan gerak spesifik dalam berbagai permainan bola besar -Menunjukkan interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyapa, berpamitan, mengucapkan terimakasih, dan meminta maaf, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya. -Mendemontrasikan tindak tutur saat memperkenalkan diri -Menunjukkan perilaku jujur, amanah dan istiqamah -Menulis teks deskripsi dan teks narasi berdasarkan kaidah yang benar Kosa kata : - Asmaul Husna - Istiqamah - Bilangan - Statistika - Norma - Deskripsi - Hakikat Sains - Zat - Lingkungan - How Are You - Menggambar - Bola Besar - Peralatan - At-Ta’aruf Konsep : - Pola Bilangan - Himpunan Surat: - Ar-Rahman : 1-51 Doa : - Doa meminta Kesehatan dan keselamatan Hadits : - Keutamaan belajar membaca Al-qur’an Asmaul Husna - Allah Al-Muizz Kegiatan Pendukung : - MPLS - Program kelas - Parenting Konselor - Guru Tamu - Upacara Bendera - Idul Adha - Sambut Muharram - Hut RI - PTS - Dapat berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan Alhamdulillah, Allah Al-Muizz yang maha memuliakan kehormatan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya
12 TARGET PENGAJARAN AL-QUR’AN METODE BITTAJWID DO’A DAN HADITS KELAS VII JULI - SEPTEMBER Tahsin – Tahfidz Surah Ar-Rahman ayat 1-51 Do’a minta kesehatan dan keselamatan ُمعَافَةَ َوال َو َو العَافِيَةَ ْف َك العَ ُ ِنَّا نَ ْسئَل ُهَّم إ ّٰ ِخ َر الل ةِ َوا ْْلٰ دْنيَا ِن وال ُّ َمةَ فِى الِِّدي ال َّدائِ Artinya : ‘’Ya Allah, kami mohon kepada-Mu ampunan dan afiah (kesehatan) kesejahteraan (keselamatan) selamanya dalam agama, dunia, dan akhirat’’. Hadits keutamaan belajar membaca Al-Qur’an ٌم( َو ُم ْسِل ْح َمُد َ ْص َحابِ ِه. ) َرَوهُ أ َمِة َشِفْيعًا ِْلَ الِقيَا َ ْي يَ ْوم تِ ْ ِنَّٗه يَأ ْرآ َن فَإ َر ُؤوا القُ ِقْ إ Artinya : “Bacalah kamu sekalian Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”
13 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Juli - September ASMAUL HUSNA A. Iman Kepada Allah Pada dasarnya manusia memerlukan bekal untuk mengarungi kehidupan di duniamaupun akhirat. Iman merupakan bekal utama bagi seseorang untuk menentukan arah kehidupannya. Hidup tanpa dilandasi iman ibarat orang tersesat. Orang tersesat tidak mengerti arah mata angin dan tidak tahu ke mana harus melangkah. Betapa pentingnya masalah keimanan ini sehingga sebagai muslim kita semuaharus betul-betul memahami hakikat iman, cara beriman, dan kepada siapa kita harus beriman. Secara harfiah iman berarti percaya. Sedangkan menurut istilah, iman berarti percaya dan meyakini dengan sepenuh hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan. Tanda-tanda keimanan dalam diri seseorang dapat terlihat dari amal perbuatan yang dikerjakan, karena kepribadian diri seseorangmerupakan pancaran dari iman yang ada di dalam diri seseorang. Iman kepada AllahSwt. merupakan pokok dari seluruh iman yang tergabung dalam rukun iman. Dengan demikian, keimanan kepada Allah Swt. harus tertanam dengan benar kepada diri seseorang. Sebab jika iman kepada Allah Swt. tidak tertanam dengan benar, maka kekeliruan ini akan berlanjut terhadap keimanan kepada malaikat, kitab,rasul, hari kiamat, serta qadla’ dan qadar-Nya. Allah Swt. berfirman: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasulrasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (Q.S An-Nisa:136) Keimanan seseorang itu bisa tebal dan bisa tipis, bisa bertambah atau berkurang.Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. adalah dengan memahami nama-nama-Nya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama- nama indah itu dengan sebutan al-Asmau al-Husna.
14 B. Makna Al-Asma Al-Husna Al-Asmul-al-husna artinya nama-nama Allah Swt. yang baik. Allah Swt. mengenalkan dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik, sesuai dengan firmanNya: Artinya: “Dan Allah memiliki al-Asmul-al-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya de-ngan menyebutnya alAsmul-al-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. al-A’raf/7:180) Rasulullah saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik (alAsmau-al-husna) itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya. Pada bab ini hanya empat al-Asmul-al-husna yang akan kalian pelajari, yaitu: al- ‘Alim, al-Khabir, as-Sami’, al-Bashir. Setelah mempelajari topik ini, kalian diharapkan dapat menjelaskan makna keempat al-Asmul-al-husna tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 1. Al-‘Alim Artinya Maha Mengetahui. Allah Swt. Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah Swt. tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah Swt. Bahkan, peristiwa yang akan terjadi pun sudah diketahui oleh Allah Swt. Dengan kata lain, pengetahuan Allah Swt. itu tanpa batas. Luar biasa, bukan? Agar lebih yakin perhatikan firman-Nya berikut ini: Artinya: "Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan
15 tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)”. (Q.S. al-An’am/6:59) Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al-‘Al³m adalah kita harus terus-menerus mencari ilmu-ilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya. Tapi ingat! Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi, semakin berisi semakin merunduk. 2. Al-Khabir Al-Khabir artinya Maha waspada, mengetahui perkara yang tersembunyi. Allah Swt. menciptakan milyaran makhluk dengan berbagai ragamnya. Semuanya diketahui oleh Allah dengan detail, penuh kecermatan dan kewaspadaan, baik secara lahir maupun batin. Tidak ada satupun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Maha waspada. Allah dapat mengetahui secara detail apa yang dikerjakan makhluknnya. Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah Swt. berfirman: Artinya: “... dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 16) Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahawaspada adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orangyang waspada akan mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal dikemudian hari. 3. As-Sami’ As-Sami’ artinya Maha Mendengar. Allah Swt. Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah Swt. tidak terbatas, tidak ada satu pun suara yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:
16 Artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S AlBaqarah:256) Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataan yang baik dan berguna, karena kita meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala yang kita ucapkan. Bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun, di dengar oleh Allah Swt. As-Sami’ juga bisa diteladani dengan cara menjadi orang yang peka terhadap informasi. Sebagai generasi muslim kalian tidak boleh ketinggalan informasi. Disamping itu kalian harus terus berlatih untuk dapat memilah informasi yang baik dan yang buruk, yang hak dan yang batil. 4. Al-Bashir Al-Bashir artinya Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah Swt. melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan firman-Nya: Artinya: “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (Q.S Al-Hujurat:18) Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalahhendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa- peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat
17 kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan. C. Cara Meneladani Dan Hikmah Cara meneladani asmaul husna dalam kehidupan sehari-hari adalah, mencintai ilmu pengetahuan, selalu gigih dalam mencari ilmu, dalam melakukan pekerjaan ingin selalu yang sempurna, teliti dalam berbuat, mau mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebagai masukan, dan selalu melihat dan mengamati dampak apa yang akan terjadi dan mampu mengatasinya. Hikmah beriman kepada Allah Swt. adalah: akan selalu ditolong oleh Allah Swt. hati menjadi tenang dan tidak gelisah, dan medatangkan keuntungan dunia akhirat. Soal Latihan 1. Apa yang kamu ketahui tentang iman? Jelaskan! 2. Mengapa Allah Swt. itu indah nama-nama-Nya? 3. Mengapa Allah itu al-‘Alim? Sebutkan bukti-buktinya! 4. Mengapa Allah itu al-Khabir? Sebutkan bukti-buktinya! 5. Mengapa Allah itu as-Sami’? Sebutkan bukti-buktinya! 6. Mengapa Allah itu al-Bashir? Sebutkan bukti-buktinya! 7. Berikan 2 contoh perilaku al-‘Alim dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolahmaupun dirumah! 8. Berikan 2 contoh perilaku al-Khabir dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolahmaupun dirumah! 9. Jelaskan arti al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir! 10. Bagaimana tanggapanmu apabila melihat teman-temanmu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan semangat al-Asmul-al-Husna tersebut? JUJUR, AMANAH DAN ISTIQAMAH A. Jujur Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur.
18 Mengapa kita harus jujur? Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw yang artinya: “Dari Abdullah ibn Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itumembawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga...” (H.R. Bukhari). Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Ya, kejujuran memang sangat mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Akan tetapi, agar dapat dipercaya orang, kita harus jujur. Rasulullah saw. telah memberi contoh nyata kepada kita. Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur. Dengan kejujuran Rasulullah saw. menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat gelar al-Amin (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati jadi was-was. Akan tetapi kadangkala, ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh kejujuran kita itu. Meskipun demikian jangan takut dan risau karena lebih banyak pihak yang mendukung kejujuran. Kejujuran merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim. Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. berfirman: Artinya: “Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”.(Q.S. al-Baqarah/2:42) Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah: 1. Mendapatkan kepercayaan dari orang lain 2. Mendapatkan banyak teman 3. Mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadaporang lain. B. Amanah Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti shalat, zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan erat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga Amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga Amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab.
19 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga Amanah itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian harus berlatih untuk menjaga amanah. Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga Amanah yang kecil-kecil, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan. Kalian belajar dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bagian dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah shalat juga bagian dari menjaga Amanah dari Allah Swt. Ternyata, tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat Amanah untuk menjadi seorang pemimpin. Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin tentu tidak sulit untuk menjaga amanah. Rasulullah saw. bersabda: Artinya: “Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya...” (H.R. Bukhari dan Muslim) 1. Hikmah Perilaku Amanah Orang yang berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya ia telah berbuat baik kepada diri sendiri. Begitu juga sikap Amanah memiliki dampak positif bagi diri sendiri. Di antara hikmah amanah adalah sebagai berikut. a) Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia. b) Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan. c) Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt. 2. Perilaku Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari Perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui kegiatan- kegiatan sebagai berikut. a. Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannyaseperti semula. b. Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu
20 rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain. c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah Amanah yang wajib dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga Amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk perbuatan yang melanggar amanah. d. Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. berupa umur, kesehatan, harta benda, ilmu, dan sebagainya. Semua nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada umat manusia adalah Amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya C. Istiqamah Istiqamah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, Istiqamah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan. Seseorang yang mempunyai sifat Istiqamah bagaikan batu karang yang berada ditengah-tengah lautan yang tidak tergeser sedikit pun, meskipun dihantam oleh gelombang yang sangat besar. Istiqamah terwujud karena adanya keyakinan akan kebenaran dan siap menanggung risiko. Sikap ini wajib dimiliki setiap muslim, termasuk kita sebagai pelajar. Istiqamah dapat membantu kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus memberikan contoh yang baik kepada siapa saja dalam kehidupan kita sehari- hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Allah Swt. Berfirman: Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati”. (Q.S. al- Ahqaf/46:13) Ayat di atas menjelaskan sikap orang-orang istiqomah, yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua perintah Allah Swt. dan meninggalkan semua larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena Allah Swt. menjamin keselamatan mereka. 1. Hikmah Perilaku Istiqamah Di antara hikmah perilaku Istiqamah adalah sebagai berikut. a. Orang yang Istiqamah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan
21 sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang. b. Orang yang Istiqamah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet. c. Orang yang Istiqamah dan selalu sabar serta mendirikan shalat akan selalu dilindungi oleh Allah swt. 2. Perilaku Istiqamah dalam Kehidupan Sehari-hari Perilaku Istiqamah dapat diwujudkan melalui kegiatan: a. Selalu menjalankan perintah Allah Swt. Dan menjauhi larangan-Nya dalamkeadaan apa pun dan di mana pun b. Melaksanakan shalat tepat pada waktunya c. Belajar terus-menerus hingga paham d. Selalu menaati peraturan, baik yang e. Ada di rumah, sekolah, maupun di masyarakat f. Selalu menjalankan kewajibannya dengan rasa senang dan nyaman, tidakmerasa dipaksa atau dibebani. Soal Latihan 1. Mengapa kita harus memiliki sifat jujur? 2. Sebutkan ciri-ciri orang jujur! 3. Kepada siapakah kita harus amanah? 4. Sebutkan manfaat dari perilaku amanah! 5. Mengapa kita harus istiqamah? 6. Sebutkan hikmah dari perilaku istiqamah! 7. Buatlah contoh perilaku Amanah dalam kehidupan sehari-hari! 8. Buatlah contoh perilaku Istiqamah dalam kehidupan sehari-hari! 9. Apa yang kamu lakukan ketika melihat temanmu melakukan perbuatan terpuji? 10.Apa yang kamu lakukan ketika melihat temanmu melakukan perbuatan tercela?
22 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Juli - September BAB I: SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA A. Latar Sejarah Kelahiran Pancasila Sebelum mempelajari sejarah kelahiran Pancasila, sebaiknya memahami lebih dahulu kehidupan bangsa Indonesia di masa lampau. Yakni kehidupan di masa sejarah awal, zaman kerajaan Nusantara, zaman penjajahan, hingga zaman kebangkitan nasional sebelum merdeka. Sejak zaman dahulu itu, nilainilai Pancasila sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari negara Indonesia ini. Maka para ahli pun menyebut bahwa Pancasila memang “digali dari bumi Indonesia sendiri.” 1. Masa Sejarah Awal Beberapa peninggalan purba menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak dahulu. Di masa pra aksara sebelum abad ke-3 Masehi, nilai ketuhanan saat itu antara lain terlihat pada sarana upacara keagamaan, seperti nekara atau gong perunggu yang ditemukan di banyak tempat, mulai dari Sumatra hingga Alor, Nusa Tenggara Timur. Jejak peradaban lama yang mencerminkan nilai kemanusiaan terwujud dengan adanya lukisan gua dan patung purba. Banyak tempat di Indonesia terdapat lukisan gua, seperti di Wamena Papua, di Leang-leang Sulawesi Selatan, hingga di pedalaman Kalimantan. Sedangkan patung purba terdapat di Lembah Bada, Sulawesi Tengah maupun di Gunung Dempo Sumatra Selatan. Di sekitar abad ke-5, berdiri kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, kerajaan Kutai di Kalimantan Timur disusul kerajaan Kalinga di Jawa Tengah. Prasasti batu bertulis dari zaman itu menunjukkan ketenteraman yang menjadi penanda nilai persatuan, hingga kerakyatan dan keadilan sosial. Masyarakat dalam keadaan damai dan makmur.
23 2. Masa Kerajaan Nusantara Kemakmuran bangsa Indonesia makin meningkat di akhir abad ke-7. Di Sumatra muncul kerajaan besar Sriwijaya, disusul oleh Wangsa Sanjaya dan Syailendra di Jawa. Kerajaan kembar itu membangun Candi Borobudur sebagai candi umat Buddha terbesar di dunia, serta Candi Prambanan sebagai candi umat Hindu. Candi-candi itu menunjukkan adanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hingga keadilan sosial yang kuat. 3. Masa Penjajahan Makmurnya negeri ini mengundang orang asing datang dari Tiongkok, India, Arab, lalu Eropa. Mula-mula mereka semua berdagang. Namun bangsa-bangsa Eropa kemudian mulai menjajah Nusantara. Hal itu dilakukan oleh bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan akhirnya Belanda yang menjajah selama sekitar 350 tahun. Terjadi peperangan antara para pahlawan tanah air dengan penjajah. Dengan nilai ketuhanan yang kuat, para pahlawan pun berjuang untuk menegakkan nilai kemanusiaan dan nilai persatuan. 4. Masa Kebangkitan Nasional Memasuki abad ke-20, upaya melawan penjajah tidak lagi dengan perang melainkan lewat gerakan politik. Berdiri berbagai gerakan politik seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Indische Partij, dan lain-lain. Puncaknya adalah adanya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Setelah itu, nama Indonesia semakin sering dipakai. Tahun 1942 Jepang datang dan menggantikan Belanda sebagai penjajah. Bangsa Indonesia harus berjuang lebih keras untuk merdeka. Berjuang untuk merdeka berarti menegakkan nilai kemanusiaan dan persatuan. Semua itu menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memang berasal dari nilai-nilai bangsa yang sudah ada sejak lama. B. Kelahiran Pancasila Kesempatan Indonesia untuk merdeka menjadi terbuka karena kekuatan Jepang sebagai penjajah mulai lemah. Jepang saat itu tengah perang melawan pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II. Tentara Sekutu adalah gabungan tentara Amerika Serikat dengan Inggris, Belanda, dan beberapa negara lain. Tahun 1944 akhir, posisi tentara Jepang mulai terdesak. Jepang lalu berusaha merangkul bangsa Indonesia agar terus mendukung Jepang. Jepang membentuk lembaga yang dinamai Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas lembaga ini adalah membuat rencana atau menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia merdeka. Beberapa waktu kemudian, BPUPKI inilah lembaga yang menjadi tempat kelahiran Pancasila. 1. Merancang Dasar Negara
24 Membangun negara harus dimulai dengan membangun dasar negara lebih dahulu yang dilakukan melalui siding-sidang BPUPKI. BPUPKI didirikan pada tanggal 29 April 1945, dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter yang sempat sekolah di Belanda, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Jumlah anggotanya 69 orang terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia, wakil suku keturunan asing, serta wakil Jepang. Pada tanggal 28 Mei 1945, BPUPKI diresmikan. BPUPKI pun mulai bersidang. Sidang pertama BPUPKI ini berlangsung dari 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Banyak hal yang didiskusikan dalam siding tersebut. Pada pembukaan sidang tersebut, Radjiman sebagai ketua bertanya pada peserta sidang, “Apakah dasar negara yang akan dipergunakan jika Indonesia merdeka?” 2. Hari Lahir Pancasila Pada hari terakhir sidang, Soekarno berpidato. Dalam pidatonya yang berapi-api, Soekarno mengusulkan lima untuk menjadi dasar negara. Pertama, kebangsaan Indonesia. Kedua, internasionalisme atau perikemanusiaan. Ketiga, mufakat atau demokrasi. Keempat, kesejahteraan sosial. Kelima, Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno juga mengusulkan nama Pancasila untuk dasar negara. “Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar inilah kita mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi,” tegas Soekarno. Pada tanggal 1 Juni 1945 itu, semua peserta sidang BPUPKI sepakat dengan nama Pancasila. Maka tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila. Mengenai butir-butir isi Pancasila, BPUPKI memutuskan untuk dirumuskan kembali. C. Perumusan Pancasila Sembilan orang pun ditunjuk untuk merumuskan kata-kata yang menjadi isi Pancasila. Pada bulan Juni, anggota saling berdiskusi hingga mencapai rumusan akhir pada tanggal 22 Juni 1945. Mereka adalah Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Ahmad Subarjo, AA Maramis, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Abikusno Cokrosuyoso, serta Abdul Wahid Hasyim. Soekarno ditunjuk menjadi ketua dan Hatta sebagai wakilnya. Karena jumlah anggotanya sembilan orang, maka panitia itu dinamai Panitia Sembilan.
25 1. Diskusi Perumusan Panitia Sembilan berlatar belakang dari berbagai kalangan berbeda. Mereka memiliki pendapat yang berbeda-beda pula. Sebagian mereka menyampaikan pendapat dari pendekatan keagamaan. Sebagian yang lain menyampaikan pendapat dari pendekatan kebangsaan. Wahid Hasyim dan beberapa anggota berpendapat bahwa negara Indonesia yang akan dibentuk harus berdasarkan agama. Tanpa didasarkan agama, negara akan rusak karena mengabaikan nilai ketuhanan. Soekarno, Hatta, dan beberapa anggota lain mengingatkan bahwa negara Indonesia sebaiknya tidak berdasarkan keagamaan. Kalau negara Indonesia berdasar agama, dasar agamanya tentu Islam karena sebagian besar penduduk beragama Islam. Kelompok penganut kebangsaan khawatir hal itu akan membuat umat lain merasa tidak nyaman. Semua sependapat bahwa nilai ketuhanan sangat penting untuk menjadi bagian dasar negara Indonesia. Lalu disepakati Indonesia menjadi negara kebangsaan, bukan negara agama, dengan sila ketuhanan menjadi sila yang pertama. 2. Kesepakatan Piagam Jakarta Semula Soekarno mengusulkan sila kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan, dan ketuhanan. Panitia Sembilan sepakat mengubah urutan itu dan membuat rumusannya. Ketuhanan dijadikan sila pertama. Kemanusiaan tetap menjadi sila kedua. Persatuan yang mencakup kebangsaan menjadi sila ketiga. Kerakyatan yang mencakup musyawarah atau demokrasi menjadi sila keempat. Keadilan atau kesejahteraan menjadi sila kelima. Selanjutnya semua pun sepakat dengan rumusan Pancasila saat itu. “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
26 Rumusan Pancasila itu dimasukkan ke dalam naskah mukadimah atau pembukaan dasar hukum tertulis negara. Yamin memberi nama naskah itu Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Rancangan dasar negara berhasil diselesaikan di rumah Soekarno di Jakarta. Bangsa Indonesia kini punya pondasi kuat untuk mendirikan negara. D. Penetapan Pancasila BPUPKI mengadakan sidang kedua pada tanggal 10-14 Juli 1945, di Pejambon, Jakarta. Sidang kali ini membahas Rancangan Dasar hukum tertulis yang hasilnya akan dijadikan Undang-Undang Dasar negara Indonesia yang hendak didirikan. Naskah Piagam Jakarta yang telah disusun akan dijadikan sebagai bagian Pembukaan dari Dasar hukum tertulis tersebut dan rumusan Pancasila terdapat di dalam Pembukaan tersebut. Karena tugasnya sudah berakhir, BPUPKI pun dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945. 1. Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan Kekuatan Jepang mulai melemah apalagi ketika pasukan Sekutu membom kota Hiroshimima pada 6 Agustus 1945 dan kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Jenderal Jepang menyebut Indonesia boleh merdeka setelah tanggal 24 Agustus 1945. Jepang seolah-olah akan membantu Indonesia untuk merdeka, sehingga Indonesia akan merasa berhutang budi dan terus bergantung pada Jepang. Saat itu juga, disepakati membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pengganti BPUPKI. Seperti pada Panitia Sembilan, Soekarno menjadi ketua PPKI dan Hatta ditunjuk sebagai wakilnya. PPKI pun mulai bersidang pada 16 Agustus 1945 di Jakarta untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi para tokoh pemuda seperti Wikana dan Khairul Saleh mendesak agar Indonesia secepatnya merdeka. Maka tanggal 17 Agustus 1945, SoekarnoHatta atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan menyatakan merdeka, bangsa Indonesia mulai mendirikan negara yang dibangun di atas pondasi atau dasar Pancasila yang sudah dirumuskan. Meskipun demikian, rumusan Pancasila tersebut harus ditetapkan lebih dulu agar resmi menjadi dasar negara. 2. Penetapan Dasar Negara Rumusan Pancasila sudah disepakati semua pihak. Tetapi beberapa pihak masih belum merasa nyaman dengan rumusan tersebut, yakni menyangkut rumusan sila ketuhanan sebagai sila pertama. Beberapa kalangan merasa rumusan sila ketuhanan itu terlalu bernuansa Islam. Melalui para tokoh yang mewakilinya, mereka menghubungi Hatta minta agar rumusan tersebut diubah. Menurut Hatta, pada hari yang sama setelah proklamasi kemerdekaan banyak tokoh mendatanginya. Mereka minta agar rumusan sila ketuhanan itu diubah. Hatta lalu menghubungi Ki Bagus Hadikusumo dan beberapa
27 tokoh Islam. Setelah berdiskusi, mereka sepakat sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI pun bersidang menetapkan Pembukaan Dasar hukum tertulis negara. Rumusan Pancasila itu tercantum di dalam bagian pembukaan tersebut. PPKI juga menetapkan Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Bersama Presiden, KNIP bertugas membentuk pemerintahan secara lengkap hingga Indonesa menjadi negara yang utuh. Dengan berdasarkan pada Pancasila, Indonesia tidak menjadi negara agama maupun negara sekuler yang mengabaikan agama, melainkan menjadi negara kebangsaan yang berketuhanan. Negara berdasar Pancasila inilah rumah bersama seluruh bangsa Indonesia dari semua suku yang berbeda-beda. BAB II: NORMA DAN UUD NRI TAHUN 1945 A. Norma Masyarakat 1. Pengertian Norma Norma merupakan aturan untuk menata kehidupan manusia di dalam masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), norma adalah “Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat.” Karena bersifat mengikat, maka norma harus dipatuhi oleh semua orang di dalam masyarakat tersebut. Bagi yang tidak mematuhi norma dapat dikenakan sanksi atau hukuman. Sanksinya dapat bermacammacam bentuknya, baik ringan maupun berat, sesuai dengan kesepakatan masyarakat setempat. Di kehidupan masyarakat, norma bisa berupa aturan yang tertulis maupun tidak tertulis. Norma tertulis biasanya dirumuskan khusus secara bersama-sama oleh beberapa orang yang mewakili masyarakat dalam suatu waktu tertentu. Peraturan sekolah umumnya merupakan norma tertulis. Sedangkan norma tidak tertulis tidak selalu dirumuskan secara khusus, melainkan juga dapat berkembang dari kebiasaan bersama. Misalnya, saat ada tetangga wafat. Para tetangga lain perlu membantu keluarga yang berduka sampai semua urusan tuntas. Hal tersebut menjadi norma dalam kehidupan bertetangga. 2. Nilai Penting Norma Norma dibuat dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut ahli ilmu sosial Soerjono Soekanto, pembuatan norma adalah “Agar hubungan di dalam suatu masyarakat dapat berjalan seperti yang diharapkan.” Ketika suasana keluarga serta masyarakat tertib, maka seluruh orang di keluarga maupun masyarakat akan damai.
28 Terdapat beberapa nilai penting norma yang perlu diperhatikan. Di antara nilai penting norma tersebut adalah: a. Menciptakan ketertiban dan keamanan bersama b. Mencegah benturan kepentingan antarwarga c. Membentuk akhlak atau karakter manusia d. Menjadi petunjuk bagi setiap individu dalam menjalani kehidupan di masyarakat e. Mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Banyak ahli menyebutkan bahwa nilai penting utama norma adalah keadilan di masyarakat. Dengan adanya pengaturan dengan norma, setiap orang akan mendapatkan manfaat yang sama atas pengaturan tersebut. Itulah yang melahirkan keadilan bagi semua orang di masyarakat, sejalan dengan sila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Begitu penting norma bagi masyarakat, maka norma perlu dibudayakan sejak dini. Salah satu cara membudayakannya adalah dengan memberlakukan sanksi. Sanksi dapat besifat ringan, seperti berupa teguran atau peringatan agar tidak melanggar norma yang sama di waktu lainnya. Sedangkan sanksi yang lebih berat dapat berupa denda hingga hukuman bagi pelanggar sanksi. Dengan adanya sanksi itu diharapkan tidak ada pelanggaran norma lagi. 3. Jenis Norma a. Norma agama Norma agama adalah kaidah atau aturan yang bersumber pada hukum agama atau kitab suci yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Norma ini berisi perintah dan larangan, yang bertujuan mengatur manusia agar mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. b. Norma susila Norma ini berasal dari hati nurani manusia. Norma kesusilaan mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik sesuai dengan kata hati. Setiap manusia dikaruniai hati nurani agar dapat membedakan perbuatan yang baik dan buruk. c. Norma sosial Norma sosial atau kesopanan bersumber dari tatakrama atau kebiasaan masyarakat. Norma ini bersifat lokal. Norma kesopanan berawal dari hubungan yang terjadi antar manusia yang kemudian membentuk aturan-aturan yang disepakati bersama. d. Norma hukum Norma hukum merupakan aturan yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan bernegara. Norma ini dibuat oleh pemerintah dan bersifat tegas serta memaksa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan sanksi berupa hukuman penjara atau denda.
29 4. Norma dan Nilai-nilai Pancasila a. Norma ketuhanan merupakan norma yang terkait dengan nilai ketuhanan. Di antara norma ini adalah kewajiban untuk selalu menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Juga untuk senantiasa bersyukur dalam menjalani kehidupan. b. Norma kemanusiaan merupakan norma yang terkait dengan nilai kemanusiaan. Contohnya adalah untuk selalu bersikap santun dan peduli untuk membantu sesama. Juga untuk selalu mengembangkan diri sendiri seperti terus belajar dan bercita-cita. c. Norma persatuan merupakan norma yang terkait dengan nilai persatuan. Di antaranya adalah norma untuk selalu menjaga perdamaian, menghindari segala kekerasan baik kata-kata maupun fisik. Juga untuk selalu tertib, disiplin, dan bekerja keras. d. Norma kerakyatan merupakan norma yang terkait dengan nilai kerakyatan. Seperti norma untuk selalu berkomunikasi dan berdialog, serta bermusyawarah dan berdemokrasi. Juga norma untuk mementingkan bergotong royong atau bekerja sama. e. Norma keadilan merupakan norma yang terkait dengan nilai keadilan sosial. Di antara norma ini adalah untuk selalu berusaha bersikap adil di kehidupan sehari-hari, juga untuk mewujudkan kesejahteraan dengan terus mengevaluasi dan memperbaiki diri. B. Hak dan Kewajiban Pada Norma 1. Pengertian Hak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hak artinya ‘milik’ atau ‘punya’. Selain itu, hak juga berarti ‘wewenang’ atau kekuasaan yang diakui kelompok atau masyarakat. Hak tersebut harus diperoleh semua orang yang diatur oleh norma yang ada. Setiap orang berhak mendapat manfaat dari norma atau aturan yang dibuat karena manfaat norma merupakan haknya. Bila seseorang belum memperoleh manfaat dari suatu norma, maka orang itu berhak memintanya. Hak tidak selalu ada setelah norma atau aturan dibuat. Ada juga hak yang sudah ada sebelum norma atau aturan dibuat. Hak inilah yang disebut hak asasi manusia (HAM). Hak ini dimiliki setiap orang, bahkan sebelum orang tersebut dilahirkan. Di antaranya adalah hak hidup, hak beragama, hingga hak untuk mengemukakan pendapat. Nilai HAM mengajarkan untuk selalu menghargai setiap orang. Tidak ada manusia yang boleh digertak, dikasari, atau dilecehkan dengan alasan apapun. Setiap orang perlu dihargai apapun suku, agama, keadaan fisik, serta yang punya banyak kekurangan sekalipun. Setiap orang berhak dihargai karena sama-sama ciptaan Tuhan. Itulah norma dasar yang harus dijaga.
30 2. Pengertian Kewajiban Kewajiban berasal dari kata ‘wajib’ yang berarti harus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kewajiban adalah “Sesuatu yang harus dilaksanakan.” Bila dikaitkan dengan norma, maka kewajiban adalah hal yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan dalam norma itu. Kewajiban dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama, kewajiban pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, kewajiban kepada sesama manusia. Ketiga, kewajiban pada alam. Tiga kewajiban itu oleh masyarakat Islam disebut tiga hubungan, sedangkan oleh masyarakat Hindu Bali disebut Tri Hita Karana. Artinya ‘tiga penyebab kebahagiaan’. Kewajiban pada Tuhan dilakukan secara jelas dengan mengikuti perintah-perintah dalam agama dan menjauhi larangan-larangan dalam agama. Kewajiban pada sesama berhubungan dengan soal sopan santun dan kesusilaan. Adapun kewajiban pada alam berkait dengan norma agama yang mewajibkan manusia menjaga lingkungan. 3. Penerapan Hak dan Kewajiban Dalam mewujudkan tegaknya hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang perlu mematuhi seluruh norma yang berlaku. Baik norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, maupun juga norma hukum. Pemenuhan hak dan kewajiban tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Untuk melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban secara baik, setiap orang perlu lebih dahulu memperhatikan hak orang lain. Selanjutnya adalah memenuhi hak orang tersebut sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab atau kewajiban diri sendiri atas orang lain itu. Dengan memenuhi hak orang lain sebaik-baiknya, maka kewajiban diri sendiri otomatis sudah tertunaikan. Setelah itu, kita dapat meminta hak diri sendiri agar dipenuhi oleh orang yang memiliki kewajiban terkait hak tersebut. C. UUD NRI Tahun 1945 sebagai Dasar Hukum Tertulis Negara 1. Perlunya Dasar Hukum Tertulis Betapa banyak aturan yang dimiliki negara untuk mengatur masyarakatnya. Perlu adanya hukum tertulis agar aturan atau hukum tidak saling bertentangan. Semua undang-undang atau aturan di dalam negara perlu bersumber pada dasar hukum tertulis. Ibarat pohon besar, dasar hukum tertulis adalah batang utama pohon tersebut. Adapun undangundang serta peraturan-peraturan di dalam negara adalah seperti batang dan rantingnya. Tanpa dasar hukum tertulis, undang-undang serta ketentuan-ketentuan dapat bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Bila hal itu terjadi akan membingungkan masyarakat untuk memenuhi hak dan kewajiban. Karena itu, setiap negara perlu memiliki dasar hukum tertulis.
31 2. UUD NRI Tahun 1945 sebagai Dasar Hukum Tertulis Seperti telah disebutkan sebelumnya, setiap negara perlu memiliki dasar hukum tertulis agar dapat membuat berbagai undang-undang serta aturan lain yang benar-benar baik. Dasar hukum tertulis itu perlu dibangun di atas dasar negara yang telah ditetapkan. Di Indonesia, dasar negaranya adalah Pancasila. Maka di tahun 1945 para pemimpin bangsa pun menyusun dasar hukum tertulis tersebut berdasarkan Pancasila. Dasar hukum tertulis yang disusun adalah berupa Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945). UUD NRI Tahun 1945 inilah dasar hukum tertulis dan menjadi dasar hukum tertulis dari semua hukum di Indonesia. D. Perumusan dan Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 1. Perumusan UUD NRI Tahun 1945 BPUPKI lalu menugasi Panitia Sembilan untuk menyusun sila-sila Pancasila. Tugas itu selesai tanggal 22 Juni 1945, Pancasila siap dijadikan pondasi untuk merumuskan dasar hukum tertulis. Lalu Pancasila pun dimasukkan menjadi inti Mukadimah atau Pembukaan dasar hukum tertulis. Dalam sidang kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945, semua setuju Pembukaan Undang-Undang Dasar itu. Maka BPUPKI pun membentuk Panitia Dasar hukum tertulis untuk menyusun isi Undang-Undang Dasar. Pada masa itu, bagian isi Undang-Undang Dasar itu disebut batang tubuh Undang-Undang Dasar. Panitia Dasar hukum tertulis tersebut beranggotakan 19 orang diketuai oleh Soekarno. Panitia Dasar hukum tertulis pun bermusyawarah pada tanggal 11 Juli 1945. Hasilnya ada tiga hal. Pertama, membentuk Panitia Perancang UUD. Kedua, bentuk negara kesatuan atau unitaris. Ketiga, kepala negara berada di tangan satu orang, yaitu presiden. BPUPKI lalu bersidang menetapkan tiga hal. Pertama, pernyataan tentang Indonesia merdeka. Kedua, Pembukaan dasar hukum tertulis. Ketiga, batang tubuh dasar hukum tertulis yang kemudian dinamakan sebagai Undang-Undang Dasar (UUD). Rancangan UUD tersebut berisi antara lain: a) Wilayah negara Indonesia yang mencakup seluruh bekas wilayah Hindia-Belanda, dan pulau-pulau di sekitarnya. b) Bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. c) Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik. d) Bendera nasional adalah sang saka Merah Putih e) Bahasa nasional Indonesia adalah bahasa Indonesia. Pada tanggal 16 Juli 1945, naskah rancangan Undang-Undang Dasar itu diterima dalam sidang BPUPKI dengan suara bulat. Selesailah perumusan naskah UUD tersebut. 2. Proses Pengesahan UUD NRI 1945
32 Setelah selesai merumuskan naskah UUD, BPUPKI dibubarkan karena tugasnya telah selesai. Selanjutnya dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang mengambil alih tugas penyiapan kemerdekaan Indonesia dari BPUPK. Ada tiga keputusan PPKI dalam sidang pada tanggal 18 Agustus 1945. Pertama, menetapkan Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Kedua, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) untuk menyusun kelengkapan pemerintahan. Ketiga, mengesahkan Pembukaan Undang-Undang Dasar. Pembukaan inilah yang menjadi pokok dari Undang-Undang Dasar yang disahkan PPKI dan dikukuhkan oleh KNIP tanggal 19 Agustus 1945. Undang-Undang Dasar itu disebut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau UUD NRI Tahun 1945. Resmilah Indonesia mempunyai dasar hukum tertulis berupa UUD NRI Tahun 1945 itu. 3. Sistematika UUD NRI Tahun 1945 Sistematika UUD NRI Tahun 1945 setelah dirumuskan tersebut mencakup tiga hal. Pertama, bagian pembukaan. Kedua, bagian batang tubuh. Ketiga, bagian penjelasan. Setelah dilakukan perubahan atau amendemen, sekarang sistematikanya menjadi pembukaan dan pasalpasal. Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 memuat prinsip-prinsip pokok kenegaraan yang terdiri dari empat alinea. Keseluruhannya adalah mengenai bentuk negara, tujuan negara serta rumusan dasar negara Pancasila. Batang tubuh UUD NRI Tahun 1945 terdiri dari 16 bab dan 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Para ahli menyebut batang tubuh itu, “Merupakan rangkaian kesatuan pasal yang bulat dan terpadu.” Untuk memperjelas isi batang tubuh UUD NRI Tahun 1945, maka selanjutnya ada bagian penjelasan yang dilampirkan. Lampiran penjelasan itu terdapat di dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.7, tanggal 15 Februari 1946. E. Amandemen UUD NRI Tahun 1945 Perubahan Undang-Undang disebut sebagai amendemen. Di Indonesia perubahan atau amendemen UU juga telah dilakukan, termasuk perubahan UUD NRI Tahun 1945. Perubahan tersebut dilakukan dari tahun 1999 hingga tahun 2002. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang melakukan amendemen UUD NRI Tahun 1945 itu. Setelah sekitar setengah abad Indonesia merdeka, kehidupan bermasyarakat tentu berubah. Masyarakat ingin kehidupan politik yang lebih demokratis, agar masyarakat lebih bebas berpendapat serta dapat memilih pemimpin secara langsung. 1. Tahap Perubahan Amendemen UUD NRI Tahun 1945 dilakukan empat kali. Perubahan pertama dilakukan melalui Sidang MPR pada tanggal 14-19 Oktober 1999. Terdapat 9 pasal yang diubah dalam amendemen ini. Perubahan kedua
33 adalah melalui sidang pada tanggal 1-18 Agustus 2000 untuk mengubah 25 pasal pada lima bab. Selanjutnya adalah amendemen ketiga yang mengubah 22 pasal. Hal ini dilakukan melalui Sidang MPR pada tanggal 1- 9 November 2001. Amendemen keempat adalah melalui Sidang MPR pada tanggal 1-10 Agustus 2002 dengan mengubah 13 pasal. Semua perubahan itu dilakukan dengan tetap menggunakan Pancasila sebagai dasarnya. 2. Hasil Perubahan Amendemen UUD NRI Tahun 1945 menghasilkan beberapa perubahan, sebagai berikut: a. Amandemen pertama membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden menjadi maksimal dua kali masa jabatan atau paling lama selama 10 tahun. b. Amandemen kedua menegaskan bahwa masyarakat dapat memilih langsung wakilnya di DPR/DPRD. c. Amandemen ketiga menegaskan bahwa masyarakat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden. d. Amandemen keempat menyangkut pendidikan bahwa pemerintah wajib menyediakan anggaran pendidikan paling sedikit 20 persen dari anggaran negara.
34 Bahasa Indonesia Juli – September Teks Deskripsi Adakah perbedaan di antara kedua teks tersebut? Apakah kalian tahu objek apa yang dijelaskan pada teks di atas? Apa kalian tahu apa saja yang dijelaskan pada teks di atas? Apakah kalian bisa membayangkan objek yang disebutkan di atas? Apakah kalian bisa menyimpulkan jenis teks pada teks di atas?--Yap! Teks di atas adalah salah satu contoh teks deskripsi. A. Definisi Teks Deskripsi Secara bahasa, istilah deskripsi berasal dari bahasa latin yaitu ‘describere’ yang memiliki arti menggambarkan atau memberikan penjelasan mengenai sesuatu. Teks deskripsi adalah salah satu jenis teks faktual yang menggambarkan orang, tempat, atau benda tertentu. Teks deskripsi bertujuan untuk menceritakan tentang objek lewat deskripsi fitur-fiturnya, tanpa menyertakan pendapat pribadi. Contoh teks deskripsi antara lain deskripsi sebuah bangunan, deskripsi tumbuhan. deskripsi hewan, deskripsi tempat, deskripsi orang, hingga deskripsi pertunjukan. Deskripsi yang baik adalah deskripsi yang mampu membuat seseorang membayangkan objek yang dideskripsikan tanpa melihat langsung objek tersebut. Dengan menulis teks deskripsi, bisa jadi pembelajaran untuk penulis itu sendiri. Hal ini karena menulis teks deskripsi berarti membantu dalam melatih kepekaan karena penulis menjelaskan nyata suatu objek atau suasana tertentu. Selain itu, dengan menulis teks deskripsi bisa juga melatih kita untuk bisa melihat rinci dari unsur-unsur benda atau bentuk secara konkret. Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan Candi Borobudur berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Borobudur terbagi atas tiga zona, yaitu Zona Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Zona Arupadhatu berisi tiga serambi, terdiri dari stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, lonceng terbalik, berisi patung Buddha yang mengarah ke bagian luar candi. Ada total 72 stupa di zona ini. Secara keseluruhan, ada 504 Buddha dalam sikap meditasi dan enam posisi berbeda di sepanjang relief candi di semua zona. Relief ini menjadi bukti Candi Borobudur merupakan peninggalan kerajaan bercorak Buddha. Bunga matahari adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran yang dikenal sebagai tanaman hias dan tanaman penghasil minyak. Bunga ini besar, umumnya berwarna kuning terang dengan diameter kepala bunga bisa mencapai 30 cm. Bunga ini mirip Matahari. Tiap berbunga, bunga matahari juga akan selalu mengikuti arah cahaya Matahari. Setelah bunga dan bijinya menua, bunga matahari tidak menghasilkan bunga lagi. Karena hanya berbunga satu kali, pohonnya akan lama-kelamaan mati. Tinggi pohonnya sendiri kurang lebih mencapai 170 cm, dengan batang kecil. Bunga matahari dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah. Sementara itu biji bunga matahari dapat dimakan sebagai kuaci bunga matahari.
35 B. Tujuan Teks Deskripsi Teks deskripsi memiliki tujuan yaitu untuk menggambarkan suatu hal yang berkaitan dengan pengalaman berdasarkan hasil pengamatan seluruh panca indera. Baik merasakan, mendengar, meraba dan melihat. Dari situ penulis bisa menciptakan daya khayal pembaca sehingga mereka bisa merasakan langsung apa yang dibahas atau dijelaskan di dalam teks. Dalam menulis teks deskripsi, penulis dituntut untuk menggambarkan objek dengan sangat rinci dan jelas sesuai dengan fakta yang ada. Hal ini karena teks deskripsi memiliki tujuan untuk menciptakan pengaruh panca indera pembaca sehingga bisa menghasilkan kesan tertentu berdasarkan imajinasi dari masingmasing pembaca. C. Ciri-ciri Teks Deskripsi 1. Menggambarkan, melukiskan, atau menjelaskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu. 2. Melibatkan pancaindra (pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan) untuk menggambarkan objek. 3. Bertujuan agar pembaa seolah-olah dapat melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan. 4. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti warna, ukuran bentuk, dan keadaan suatu objek secara detail. D. Struktur Teks Deskripsi Judul: Judul pada paragraf deskriptif setidaknya harus mengandung tiga aspek yaitu relevan, provokatif atau menarik dan juga singkat. Judul dari karangan melambangkan cerita yang merupakan sebuah ringkasan tersirat dari seluruh tulisan. Judul ini memiliki fungsi sebagai daya tarik minat dan suatu nama yang bersifat promosi. Identifikasi: Penentuan identitas dari orang, objek dan benda lainnya, Klasifikasi: Sebuah unsur penyusun dengan sistem dari suatu kelompok yang sesuai kaidah dan standar yang sebelumnya sudah ditetapkan. Deskripsi: Berisi gambaran-gambaran atau penjelasan tentang objek atau hal yang dibahas di dalam teks. Kesimpulan: Kesimpulan adalah penegasan pada hal yang dianggap penting. Kesimpulan bisa dicantumkan atau tidak. E. Jenis-jenis Teks Deskripsi Berdasarkan isi teksnya, teks deskripsi dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis teks deskripsi.
36 1. Deskripsi subjektif: teks deskripsi subjektif merupakan teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis tersebut. 2. Deskripsi Spasial: teks deskripsi spatial adalah teks deskriptif yang hanya menggambarkan objek seperti tempat, ruangan atau suatu benda. 3. Deskripsi objektif: teks deskripsi objektif adalah teks deskriptif yang menggambarkan objek sesuai dengan keadaan sebenar-benarnya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan tanpa ada embel-embel dari opini penulis. 4. Deskripsi imajinatif: teks deskripsi imajinatif adalah teks yang berisi tentang gambaran atau lukisan suatu tempat berlangsungnya suatu kejadian. Penggambarannya harus dilihat dari berbagai segi sehingga tempat tersebut bisa tergambar dengan jelas baik dalam pikiran pembaca maupun perasaannya. 5. Deskripsi faktual: teks deskripsi faktual adalah teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek baik halal maupun orang dengan mengungkapkan identitasnya apa adanya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan yang sebenar-benarnya. F. Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi 1. Menggunakan kata-kata khusus untuk mengkonkretkan (warna, bentuk, sifat, dll). Isi teks deskripsi menggambarkan suatu objek secara nyata: benar-benar ada pada objek (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya) 2. Menggunakan kalimat rincian untuk mengkonkretkan. Kalimat perincian yaitu kalimat yang menyebutkan atau menguraikan suatu objek sampai ke bagian sekecil-kecilnya. Contoh kalimat: Ibuku orang yang sangat ramah dan baik. Dia selalu berusaha menolong orang yang sedang kesulitan. Dia sangat lembut dalam berbicara. 3. Menggunakan majas personifikasi. Majas personifikasi adalah gaya Bahasa yang mengumpamakan/mengibaratkan benda mati seolah-olah hidup seperi manusia. Contoh kalimat: Awan berlari-lari di puncak langit. G. Langkah-langkah Membuat Teks Deskripsi • Pertama-tama penulis harus memilih topik yang ingin dijadikan sebagai dasar untuk penggambaran dalam teks. • Selanjutnya penulis harus mengamati objek yang ingin dideskripsikan. • Penulis juga harus mengumpulkan data-data seperti angka, grafik, ilustrasi atau statistik. • Selanjutnya, penulis menetapkan pola pengembangan paragraf yang sesuai. • Setelah itu, penulis menyusun kerangka paragraf yang terdiri dari gagasan awal. • Penulis mengembangkan kerangka paragraf menjadi suatu paragraf yang utuh dengan menggunakan kalimat yang padu dan juga logis. • Tahap yang terakhir adalah pemberian judul.
37 Teks Narasi A. Definisi Teks Narasi Secara singkat, teks narasi adalah teks yang menceritakan sebuah peristiwa secara berurutan dan bisa berupa fiksi (imajinasi) atau nonfiksi. Widjono (2007) menjelaskan pengertian narasi sebagai: “Uraian yang mengisahkan kejadian, tindakan, maupun keadaan secara berurutan dari awal sampai akhir sehingga saling berhubungan antara satu dan yang lainnya. Bahasa yang digunakan biasanya bersifat naratif. Contohnya seperti roman, kisah, novel, biografi, atau cerpen.” Teks narasi sendiri dibuat untuk menyampaikan informasi, memberikan pengetahuan, dan untuk dijadikan hiburan bagi pembaca atau pendengarnya. Selain itu, teks ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa, pengalaman, maupun gagasan kepada orang lain secara rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. B. Ciri-ciri Teks Narasi Meski narasi lebih fokus pada cerita tentang peristiwa atau kejadian, namun tidak semua teks yang memuat peristiwa maupun kejadian bisa disebut narasi. Sebab ada ciri-ciri penting yang harus dipenuhi agar sebuah teks menjadi teks narasi: 1. Menceritakan peristiwa atau pengalaman penulisnya 2. Kejadian atau peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang benarbenar terjadi atau imajinasi atau gabungan keduanya. 3. Berdasarkan pada konfliks 4. Mempunyai nilai estetika 5. Harus disusun secara kronologis (berurutan) C. Unsur-unsur Teks Narasi Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan sebelumnya, teks narasi juga harus memiliki unsur-unsur tertentu, diantaranya: Pada suatu hari ada seorang anak laki-laki bernama Heri sedang yang berjualan demi melanjutkan pendidikan untuk cita-citanya. Suatu ketika, Heri yang tidak memeiliki uang, sudah tidak kuat menahan lapar, sehingga ia berniat meminta makanan, yang ada di sebrang jalan. Kemudian, ada wanita muda membuka pintu yang berbaik hati memberinya segelas susu secara gratis. Atas kebaikan wanita itu, dia kemudian bertekad untuk lebih semangat mengejar mimpinya. Bertahun-tahun berlalu, akhirnya Heri berhasil menjadi seorang Dokter. Suatu ketika ia mendapatkan pasien wanita tua, dan ternyata wanita tua itu adalah wanita yang dulu pernah menolongnya dan memberinya segelas susu. Setelah selesai melakukan konsultasi dan pemeriksaan penyakitnya, wanita itu lekas mendapat surat tagihan untuk membayar. Ketika wanita itu menerima surat tagihan, dalam surat tersebut tertulis, Dr. Heri telah membayar seluruh tagihannya, dengan menulis: "Sudah dibayar lunas dengan segelas susu"
38 1. Tema atau gagasan pokok dari cerita yang akan kamu kisahkan. Misalnya seperti cerita tentang pertemanan, keluarga, cinta, perpisahan, atau yang lainnya. 2. Latar atau informasi tentang tempat dan juga waktu yang menjelaskan kapan dan di mana peristiwa dalam cerita terjadi. 3. Alur atau pola penyampaian peristiwa dalam cerita. Alur ini bisa maju, mundur, maupun maju mundur. 4. Tokoh atau karakter yang ada dalam cerita. Biasanya ada tokoh utama atau protagonis, lawan tokoh utama atau antagonis, dan penengah atau tritagonis. 5. Sudut pandang atau arah pandangan dan penyampaian yang digunakan oleh penulis dalam menceritakan ceritanya. Sudut pandang yang umum digunakan adalah sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan ketiga. D. Struktur Teks Narasi Supaya teman-teman lebih memahami teks narasi, kamu harus tahu bagaimana strukturnya. Dengan begitu, Grameds akan mengetahui mana yang menjadi awal, klimaks, dan akhir dari cerita yang kamu baca. Teks jenis satu ini merupakan teks yang memiliki empat bagian utama. Pertama ada bagian orientasi, lalu komplikasi, resolusi, dan terakhir ada coda. Simak penjelasan singkat keempat bagian tersebut di bawah ini: 1. Orientasi. Orientasi adalah tahap pengenalan cerita. Di sini penulis memberikan berbagai informasi detail mengenai tokoh-tokoh yang terlibat, latar belakang tempat, dan juga waktunya. 2. Komplikasi. Bagian ini biasanya menjadi tahap penggambaran yang berisikan awal mula dari masalah atau konflik dalam cerita. Kemudian ada juga reaksi yang diberikan oleh tokoh-tokoh yang terlibat pada masalah tersebut. Dan terakhir klimaks atau puncak masalahnya. Bagian ini kamu bisa menemukan proses jatuh bangun tokoh utamanya, bagaimana cara dia melewati titik terendah dalam hidupnya, dan momen apa yang membuatnya bangkit Kembali. 3. Resolusi. Resolusi adalah tahap pemecahan masalah dan ditandai dengan penurunan konflik sampai dengan selesai atau tuntas. Seringkali, banyak orang yang membaca teks narasi mengharapkan akhir atau penyelesaian yang bahagia. Namun teks narasi bisa berakhir bagaimana saja. Beberapa ada yang membuat pembacanya merasa sedih, beberapa yang lain bahkan memiliki akhir yang tragis. Terlepas dari hal ini, seorang pembaca teks narasi pasti mendapatkan kesan mendalam dari cerita yang mereka baca. 4. Koda. Tahap ini adalah tahap pemuatan pesan moral atau amanat dari kisah yang diceritakan. Bagian ini jamak ditulis sebagai penutup cerita, dan yang paling penting, coda dalam teks narasi itu opsional alias tidak wajib ada. E. Kaidah Kebahasaan Teks Narasi Teks narasi juga memiliki kaidah kebahasaan khusus yang harus dipenuhi, dan ini banyak diterapkan oleh banyak penulis. Adapun kaidah kebahasaan tersebut adalah: 1. Menggunakan penunjuk waktu yang mengarah pada masa lalu (telah lewat). 2. Menggunakan kata penghubung kronologis yang memberi informasi tentang urutan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita tersebut.
39 3. Menggunakan kata kerja Tindakan 4. Menggunakan kalimat tidak langsung untuk memaparkan apa yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita 5. Menggunakan kata kerja mental atau pikiran. Maksudnya, kata kerja tersebut dapat menunjukkan pikiran dan perasaan setiap tokoh dalam cerita. 6. Pada umumnya menggunakan sudut pandang orang pertama yang membuat penulis seolah-olah terlibat dalam peristiwa yang sedang diceritakan. Itulah sebabnya banyak teks narasi menggunakan kata “aku”, “saya”, dan juga “kami”. 7. Beberapa penulis juga menggunakan sudut pandang orang ketiga yang membuatnya menjadi pengamat dan serba tahu. Artinya penulis mengetahui semua pemikiran serta tindakan setiap tokoh dalam ceritanya. Maka dari itu, penulis yang menggunakan sudut pandang ini, biasanya memilih kata “dia” dan “mereka” dalam ceritanya.
40 Matematika Juli – September BAB 1 : BILANGAN BULAT A. Bilangan Bulat Bilangan bulat adalah sistem bilangan yang termasuk dalam himpunan dari semua bilangan bukan pecahan yang terdiri dari bilangan bulat negatif, bilangan nol, dan bilangan bulat positif. Bilangan bulat dapat dituliskan sebagai berikut: 1. Bilangan negatif …, -3, -2, -1 2. Bilangan nol 0 3. Bilangan bulat positif 1, 2, 3, 4, 5, … 4. Bilangan asli, yaitu bilangan bulat positif 1, 2, 3, 4, 5, … 5. Bilangan cacah, yaitu bilangan nol atau bilangan asli 0, 1, 2, 3, 4, … 6. Bilangan genap, yaitu bilangan asli yang habis dibagi 2 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, … 7. Bilangan ganjil, yaitu bilangan asli yang dibagi 2 bersisa 1, 3, 5, 7, 11, 13, 15, … 8. Bilangan prima, yaitu bilangan asli yang mempunyai dua faktor (1 dan bilangan itu sendiri) 2, 3, 5, 7, 11, … 9. Bilangan komposit, yaitu bilangan asli yang memiliki lebih dari dua faktor 4, 6, 8, 9, … Contoh penerapan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari adalah: 1) Penerapan pada Termometer 2) Penerapan pada seleksi mahasiswa baru 3) Penerapan pada kapal selam 4) Tinggi dari suatu gunung 5) Kedalaman seorang penyelam laut. 1. Membandingkan dan Mengurutkan bilangan bulat Pada garis bilangan, semakin ke kiri nilainya semakin kecil, sebaliknya semakin ke kanan nilainya akan semakin besar. Contoh: 1. Bandingkan dua bilangan berikut dengan menggunakan garis bilangan! a. 3 … -1 b. -4 … -2 Jawaban: a. 3 … -1
41 Pada garis bilangan, angka 3 terletak di sebelah kanan -1 maka jawabannya adalah 3 > -1. b. -4 … -2 Pada garis bilangan, angka -4 terletak di sebelah kiri 2 maka jawabannya adalah -4 < 2. 2. Urutkan bilangan-bilangan berikut dari yang terkecil. Kemudian urutkan dari yang terbesar. -5, -3, 0, 1, 2, -2, -4, -1 Jawaban: Urutan dari yang terkecil: -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2 Urutan dari yang terbesar: 2, 1, 0, -1,-2, -3, -4, -5 2. Operasi Hitung Bilangan Bulat 1) Penjumlahan bilangan bulat 2) Pengurangan bilangan bulat 3) Perkalian bilangan bulat Contoh: 2 x 3 = 6 3 x (-2) = -6 (-4) x (3) = -12 (-5) x (-2) = 10 4) Pembagian bilangan bulat Contoh: 6 : 2 = 3 (-6) : (-3) = 2 -8 : 4 = -2 16 : (-4) = -4 3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari Contoh: 1. Dalam suatu kompetisi sepakbola, setiap kesebelasan mendapat kesempatan 12 kali bermain. Setiap kemenangan diberi nilai 3, seri 1 tetapi jika mengalami kekalahan akan mendapat nilai -1. Kesebelasan Sepakbola
42 Penarol mendapatkan kemenangan 7 kali dan 2 kali seri. Berapa nilai total yang didapatkan kesebelasan tersebut? Penyelesaian: Diketahui: 12 kali bermain, menang : 3, poin, seri: 1, dan kalah: -1. Ditanyakan : berapa nilai total yang didapatkan kesebelasan tersebut? Jawab : Menang 7 kali jadi 7 x 3 = 21 Seri 2 kali jadi 2 x 1 = 2 Siswanya kalah 3 jadi 3 x (-1) = -3 21 + 2 + (-3) = 20 Jadi, total nilai yang didapatkan kesebelasan tersebut adalah 20. 2. Sebongkah daging beku bersuhu -18°C. Daging beku tersebut diletakkan dalam panci dan dipanaskan di atas api kecil. Api mengeluarkan energi panas sehingga suhu daging beku rata-rata naik sebesar 5°C setiap 2 menit. Berapa suhu daging setelah dipanaskan selama 12 menit? Penyelesaian: Diketahui: suhu daging beku -18°C, suhu daging naik 5°C setiap 2 menit. Ditanyakan : Berapa suhu daging setelah dipanaskan selama 12 menit? Jawab : -18°C + (5°C x (12 menit : 2 menit ) = -18°C + (5°C x 6 menit) = (-18°C) +30°C = 12°C Jadi, suhu daging setelah dipanaskan selama 12 menit adalah 12°C. B. Bilangan Pecahan 1. Pengertian bentuk bilangan pecahan Pecahan merupakan bilangan untuk menyatakan suatu bagian dari bagian keseluruhan. Pecahan dapat dinyatakan dalam bentuk . Contoh bentuk bilangan pecahan yaitu : a) Pecahan biasa adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya. Contoh : 3 4 , 4 9 , 9 11 b) Pecahan campuran adalah pecahan yang pembilangnya lebih besar dari penyebutnya. Contoh : 7 5 = 1 2 5 , 11 4 = 2 3 4 c) Pecahan desimal adalah bilangan yang terdiri dari dua angka atau lebih yang diikuti dengan tanda koma yang bermakna persepuluh, perseratus, perseribu hingga seterusnya. Contoh : 0,2 0,23 0,125 d) Persen adalah pecahan yang penyebutnya 100. Contoh: 20% = 20 100
43 e) permil adalah pecahan yang penyebutnya 1000. Contoh : 25 1000. 2. Mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya Contoh: a. Nyatakan pecahan 9 2 dalam bentuk pecahan campuran Penyelesaian: 9 2 = 8 + 1 2 = 8 2 + 1 2 = 4 1 2 b. Nyatakan pecahan 3 2 3 dalam bentuk pecahan biasa. Penyelesaian: 3 2 3 = (3 × 3) + 2 2 = 9 + 2 2 = 11 2 3. Mengubah pecahan biasa dan pecahan campuran ke pecahan desimal. Contoh: Ubahlah pecahan-pecahan berikut kedalam bentuk pecahan desimal. a. 1 4 = 1×25 4×25 = 25 100 = 0,25 b. 1 2 5 = 1 + 2×2 5×2 = 1 + 4 10 = 1 + 0,4 = 1,4 Ubahlah bentuk desimal berikut ke bentuk pecahan biasa dan campuran. a. 0,6 = 6 10 = 6:2 10:2 = 3 5 b. 1,25 = 1 + 0,25 = 1 + 25 100 = 1 + 25:25 100:25 = 1 + 1 4 = 1 1 4 4. Mengubah pecahan biasa, campuran dan desimal ke persen dan permil dan sebaliknya. Contoh: Ubahlah bentuk berikut ke dalam bentuk persen a. 1 4 = 1×25 4×25 = 25 100 = 25% b. 1 2 5 = 7 5 = 7×20 5×20 = 140 100 = 140% Ubahlah bentuk berikut ke dalam bentuk pecahan biasa a. 20% = 20 100 = 20:20 100:20 = 1 5 b. 150% = 150 100 = 150:50 100:50 = 3 2 = 1 1 2
44 5. Membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan (pecahan biasa, pecahan campuran, desimal, persen, dan permil) Contoh: Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil 2 5 , 0,2 ,35% , 2 1 5 , 0,125 2 5 = 0,4 0,2 35% = 0,35 2 1 5 = 2,2 0,125 Urutan yang benar adalah 0,125 0,2 35% 2 5 2 1 5 6. Operasi hitung campuran bilangan pecahan Aturan operasi hitung Campuran a. Operasi hitung dalam tanda kurung selalu dikerjakan terlebih dahulu. b. Perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu daripada penjumlahan dan pengurangan c. Jika perkalian dan pembagian berdampingan, maka kerjakan dahulu operasi hitungnya dari urutan depan. d. Jika penjumlahan dan pengurangan berdampingan, maka kerjakan dahulu operasi hitungnya dari urutan depan. Contoh: 2 5 + 0,2 − 35% = 0,4 + 0,2 − 0,35 = 0,6 − 0,35 = 0,25 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: Pak Reza mempunyai aluminium 8½ m dan menambah lagi 1¼ m. Untuk membuat pintu diperlukan 7⅗ m, sisa aluminium Pak Reza adalah.... Penyelesaian: 8½ m + 1¼ m - 7⅗ m = 17 2 + 5 4 − 38 5 = 170+25−152 20 = 43 20 = 2 3 20 C. Bilangan berpangkat dan Penaksiran bilangan bulat 1. Bilangan pangkat
45 Operasi hitung bilangan berpangkat dan akar Contoh: √676 − √8 3 × 3 2 = 26 − 2 × 9 = 26 − 18 = 8 2. Penaksiran bilangan bulat 1. Jika angkanya lebih besar sama dengan 5 maka angka di depannya bertambah 1 2. Jika angkanya lebih kecil dari 5 maka angka di depannya tetap. Contoh : a. 0,27 = 0,3 b. 1,56 = 2 D. Faktorisasi Faktor adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis sebuah bilangan. Contohnya angka 10 akan habis dibagi oleh 1, 2, 5, dan 10. Sehingga, 1, 2, 5, dan 10 adalah faktor dari angka 10. 1. Bilangan prima dan bilangan komposit 1) Bilangan Prima adalah bilangan bulat yang memiliki dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Contohnya: 2, 3, 5, 7, 11, 13, . . . 2) Bilangan Komposit adalah bilangan asli lebih dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Contohnya: 4, 6, 9, 10, 12, 14, 15, 2. Faktorisasi prima Faktorisasi prima adalah bentuk perkalian faktor-faktor prima dari suatu bilangan. Faktorisasi prima suatu bilangan diketahui dengan menguraikan bilangan atau pohon faktor. Berikut adalah contohnya: 1) Perkalian Biasa Tentukan faktorisasi prima dari 24! = 2 12 = 2 2 6 24 = 2 2 2 3 Jadi, perkalian faktorisasi prima dari 24 adalah 2 x 2 x 2 x 3 atau 23 x 3 2) Pohon Faktor Tentukan faktorisasi prima dari 45 dengan menggunakan pohon faktor! Jadi, perkalian faktorisasi prima dari 45 adalah 3 x 3 x 5 atau 32 x 5
46 BAB 2 : HIMPUNAN A. Konsep Himpunan Himpunan adalah kumpulan dari benda-benda atau obyek yang diterangkan dengan jelas. Himpunan bagian adalah himpunan yang semua anggotanya terdapat di dalam himpunan lainnya. Contoh himpunan dalam kehidupan sehari-hari adalah: 1. Himpunan rumah tradisional dari pulau Kalimantan 2. Himpunan bilangan genap 3. Himpunan hewan yang berkaki 4 4. Himpunan bilangan ganjil 5. Himpunan nama buah-buahan. B. Aturan Cara Penulisan 1. Mendaftarkan Contoh: A={1,2,3,4,5} 2. Dengan Kalimat/Kata-kata Contoh: A = {5 bilangan asli pertama} A = Himpunan 5 bilangan asli pertama 3. Notasi Pembentuk Himpunan Contoh: A = { I < 5, ∈ } C. Macam-Macam himpunan 1. Himpunan Kosong Himpunan kosong artinya himpunan yang tidak mempunyai anggota. Himpunan kosong ditulis dengan notasi atau simbol { } atau ∅. 2. Himpunan Bagian Himpunan bagian atau subset adalah Himpunan yang semua anggotanya terdapat di dalam himpunan lainnya. Himpunan bagian biasanya di simbolkan dengan “⊂” yang artinya “himpunan bagian dari”. Sedangkan simbol " ⊄ " memiliki arti “bukan himpunan bagian dari” 3. Himpunan Semesta Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat semua anggota atau objek himpunan yang dibicarakan dan dilambangkan dengan S. 4. Diagram Venn Diagram Venn adalah diagram yang menampilkan korelasi atau hubungan antarhimpunan yang bekesuaian dalam suatu kelompok.
47 D. Operasi Himpunan 1. Irisan (Intersection) Irisan himpunan A dan B adalah himpunan semua anggota persekutuan himpunan A dan himpunan B. Irisan himpunan A dan B dilambangkan " ∩ ". 2. Gabungan (Union) Jika dua buah himpunan digabungkan, akan menghasilkan suatu himpunan baru yang anggotanya terdiri atas anggota kedua himpunan. Gabungan himpunan A dan B dilambangkan " ∪ ". 3. Selisih (Difference) Himpunan yang anggotanya terdiri atas anggota himpunan A tetapi bukan anggota himpunan b disebut himpunan A kurang B dan ditulis " − ". 4. Komplemen Komplemen himpunan A adalah himpunan yang terdiri atas semua anggota himpunan semesta, tetapi bukan anggota himpunan A dan ditulis atau ` . BAB 3 : STATISTIKA A. Pengertian Data Data adalah sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Jangkauan = data terbesar – data terkecil. B. Penyajian Data menggunakan Tabel Data nilai ulangan matematika dari 20 orang siswa sebagai berikut: 6, 8, 7, 6, 6, 7, 7, 9, 8, 7, 7, 6, 8, 7, 8, 8, 6, 9, 8, 9 Kita akan sajikan data nilai tersebut kedalam tabel frekuensi. 1. Tabel Frekuensi Data berkelompok Dari data berikut, buatlah tabel frekuensi data berkelompok 45 50 55 60 65 70 75 46 50 55 60 66 71 76 47 51 56 60 67 73 77 48 51 57 60 68 74 78 49 52 57 61 68 79 52 62 69 53 58 63 64 53 59 63 54 59 63 64 54 64 a. Tentukan jangkauan/Range (R) R = Data max – data min = 79 – 45 = 34 b. Tentukan banyak kelas intervak (k) k = 1 + 3,3 log n dimana n = jumlah data = 1 + 3,3 log 50 = 1 + 3,3 (1,699) = 1 + 5,6067 = 6,6067 ≈ 7
48 c. Tentukan panjang kelas interval (p) p = R / k p = 34 / 7 = 4,65 ≈ 5 d. Tentukan batas bawah kelas interval pertama, biasanya diambil data terkecil. Usahakan titik tengah kelas berupa bilangan bulat. e. Tentukan frekuensi tiap kelas dengan menggunakan system turus. Maka dapat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut: C. Penyajian Data Menggunakan Diagram 1. Piktogram merupakan suatu cara menampilkan besar data dengan menggunakan gambar-gambar tertentu yang sesuai dengan data yang diperoleh. Contoh piktogram Contoh Soal: Data jumlah mobil di desa Karang Asem dari tahun ketahun adalah sebagai berikut: Tahun 2011 sebanyak 5.000 mobil, Tahun 2012 sebanyak 6.500 mobil, Tahun 2013 sebanyak 9.000 mobil, Tahun 2014 sebanyak 10.000 mobil, Tahun 2015 sebanyak 11.000 mobil, Gambarkan data tersebut dalam bentuk piktogram! Penyelesaian: Note : 1 gambar mobil mewakili 1000 mobil 2. Diagram Batang adalah diagram yang menyajikan data dalam bentuk batangbatang. Tiap batang lebarnya sama. Langkah-langkah pembuatan diagram batang
49 1. Tuliskan judulnya dibagian atas diagram tabel. 2. Tuliskan kategori pada sumbu horizontal. 3. Tuliskan frekuensi Jumlah siswa pada sumbu vertikal. 4. Pilihlah interval yang cocok dan lengkap skalanya. 5. Gambar batang yang sesuai untuk tiap kategori. Contoh: Selama satu tahun suatu kesebelasan sepak bola bermain 27 kali dan jumlah gol yang dicetak kesebelasan itu tiap kali pertandingan seperti pada tabel berikut. Buatlah diagram batang dari data tersebut! 3. Diagram Lingkaran Contoh: Kelas VII sebuah SMP memiliki 60 siswa. 15 siswa memilih basket, 17 siswa memilih voli, 24 siswa memilih PMR (palang merah remaja), dan sisanya memilih pramuka. Buatlah diagram lingkarannya! Penyelesaian: Sebelum membuat diagram lingkaran, cari sudut pusat tiap juring dahulu. Tabel 11.8 Jenis Ekstrakurikuler yang Dipilih Siswa Kelas VII Jenis Ekstrakurikuler Frekuensi Persentase Besar Sudut Pusat Basket 15 15 60 x 100% = 25% 15 60 x 360o = 90o Voli 17 17 60 x 100% = 28,3% 17 60 x 360o = 102o PMR 24 24 60 x 100% = 40% 24 60 x 360o = 144o Pramuka 4 4 60 x 100% = 6,7% 4 60 x 360o = 24o Jumlah 60 Diagram lingkarannya seperti tampak pada Gambar 11