The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by esmiloenak, 2022-12-04 20:19:23

SM SMP Kelas 8 Semester 2 2022-2023

Preview

Luas Permukaan :
2 x (p x t + p x l + l x t )

Volume :

pxlxt

Balok Luas Permukaan :
Limas Luas alas + Jumlah Luas sisi tegak

Volume :
x Luas alas x tinggi limas



Luas Permukaan :
(2 x luas alas) + (keliling alas x tinggi
prisma)

Volume :
Luas alas x tinggi prisma

Prisma

Latihan
1. Sebuah kotak berbentuk kubus mempunyai volume 4.913 cm3. Berapa luas

permukaan kotak tersebut?
2. Diketahui panjang balok 15 cm dan lebarnya 11 cm. Jika volume balok 1.485

cm3, berapa tinggi dari balok tersebut?
3. Sebuah balok mempunyai panjang 32 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 21 cm.

Berapa luas permukaan balok tersebut?
4. Diketahui Volume balok adalah 4.928 cm3. Jika tinggi 16 cm dan lebar 14 cm .

Berapa luas permukaan balok tersebut?
5. Sebuah prisma trapesium sama kaki memiliki panjang sisi sejajar 15 cm dan 22

cm, serta tinggi 5 cm. Jika tinggi prisma 10 cm. Berapa volume prisma
tersebut?
6. Prisma segitiga mempunyai 3.150 cm3. Jika alas segitiga 18 cm dan tinggi
segitiga 34 cm, berapa tinggi prisma tersebut?
7. Volume limas segiempat adalah 900 cm3. Jika tinggi limas 12 cm, Berapa
panjang sisi alas limas tersebut?

50


8. Luas seluruh permukaan limas persegi yang keliling alasnya 48 cm dan tinggi 8
cm adalah...

9. Sebuah aula berbentuk balok dengan ukuran panjang 6 meter, lebar 10 meter,
dan tinggi 5 meter. Dinding bagian dalamnya akan dicat dengan biaya
Rp40.000,00 per meter persegi. Berapa jumlah seluruh biaya pengecatan aula
tersebut?

10. Anita ingin membuat kerangka limas persegi dengan panjang rusuk alas 30
cm dan panjang rusuk tegaknya 24 cm, Jika Anita memiliki kawat sepanjang 10
meter, maka berapa jumlah kerangka limas yang dapat dibuat?

51


Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Januari – Maret 2023

USAHA DAN ENERGI
A. Usaha

Usaha adalah banyaknya energi yang diubah dari bentuk satu ke bentuk
lainnya. Usaha berkaitan dengan energi. Energi adalah kemampuan untuk
melakukan usaha atau kerja.

W= F.s

Keterangan
W = Usaha (J)
F = Gaya (N)
s = perpindahan (m)

B. Hubungan antara Daya dan Usaha
Daya adalah laju suatu benda dalam melakukan usaha yang dilakukan gaya
dalam waktu satu sekon.

Keterangan
P = Daya (J)
W = Usaha (J)
t = Waktu (s)

C. Energi Kinetik
1. Pengertian Energi Kinetik
Energi kinetik itu merupakan energi yang dimiliki oleh suatu objek
dikarenakan kecepatan (objek tersebut bergerak). Energi kinetik adalah
energi massa yang senantisa bergerak atau dengan kata lain bentuk energi
ini dimiliki suatu benda karena akibat daripada gerakannya.

2. Pemanfaatan Energi Kinetik
a. Menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Air
b. Menggerakkan Kincir Angin

52


c. Memindahkan Mobil
d. Berjalan dan berlari
e. Bersepeda

3. Rumus Energi Kinetik

Keterangan:
Ek = Energi Kinetik (J)
M = massa (Kg)
v = kecepatan (m/s)

D. Energi Potensial
1. Pengertian Energi Potensial
Energi potensial merupakan energi yang dimiliki oleh suatu objek yang
diperoleh akibat posisi atau kedudukan benda tersebut. Satuan energi
potensial dalam Sistem Internasional (SI) sendiri adalah Joule.

2. Pemanfaatan Energi Potensial
a. Busur dan anak panah
b. Makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan
c. Air di bendungan dan waduk
d. Karet gelang
e. Perenang

3. Macam-macam Energi Potensial
a. Energi Potensial Gravitasi
Ep = m.g.h

Keterangan:
Ep = Energi Potensial Gravitasi (J)
M = massa (Kg)
g = gravitas (m/s2)
h = ketinggian (meter)
b. Energi Potensial Pegas

53


Keterangan:
Ep = Energi Potensial Pegas(J)
k = Konstanta Coulomb (8.988×109 N⋅m2/C2)
x = perubahan posisi benda (meter)
c. Energi Potensial Listrik

Keterangan:
Ep = Energi Potensial Listrik (J)
k = Konstanta Coulomb (8.988×109 N⋅m2/C2)
Q = Muatan sumber (Coulomb)
q = Muatan Uji (Coulomb)
r = jarak muatan Q dan q (meter)

Uji Kompetensi

1. Diketahui sebuah pegas memiliki massa 4 kg. Ketika siang hari, pegas tersebut
berubah panjang dari 6 cm menjadi 8 cm. Berapakah energi potensial pegas
tersebut?

2. Dika mendorong meja dengan gaya 100 Newton sehingga meja bergeser sejauh
2 meter. Usaha yang dilakukan Dika sebesar ….

3. Sebuah mobil bermassa 20.000 kg bergerak ke arah timur dengan kecepatan 20
m/s. Berapakah energi kinetik mobil tersebut?

4. Apabila diketahui massa pada sebuah kelapa 2 kg yang berada diketinggian 10
meter dari permukaan bumi. Jika diketahui gravitasi bumi ditempat itu adalah 10
m/s2, berapakah energi potensial yang dimiliki kelapa pada ketinggian itu?

5. Selama 5 menit terakhir, Malin telah memindahkan meja belajarnya ke sudut
dengan usaha sebesar 1200 Joule. Berapa daya yang dikeluarkan oleh Malin?

54


PEMANTULAN, PEMBIASAN DAN ALAT OPTIK
A. Sifat-sifat Cahaya

1. Cahaya merambat lurus. Untuk lebih jelas perhatikan gambar di bawah ini!

Cahaya dapat dipantulkan (refleksi). Hal ini bisa terjadi pada benda
yangtak tembus cahaya seperti tembok, meja, cermin, dan sebagainya.
2. Cahaya dapat dibiaskan (refraksi). Hal ini bisa terjadi pada
benda bening seperti kaca bening, air, dan sebagainya.
3. Cahaya dapat diuraikan (dispersi). contohnya ketika terjadi
pelangi atau cahaya yang mengenai prisma.

B. Pembentukan Bayangan pada Cermin
1. Cermin datar
Sifat bayangan cermin datar bersifat maya karena bayangan tersebut
diperoleh dari hasil perpotongan perpanjangan sinarpantul. Bayangan yang
terbentuk oleh cermin datar juga bersifat tegak dan sama besar karena
bayangan yang dibentuk sama persis letak dan ukurannya dengan letak
dan ukuran benda.

2. Cermin cekung
Cermin cekung adalah cermin yang permukaan pantulnya melengkung ke
dalam. contohnya dalah ketika kita melihat cermin pada lengkungan
dalam senter. Di bawah ini digambarkan cermin cekung akan
mengumpulkan sinar pantul (konvergen).

55


Cermin cekung bersifat konvergen (mengumpulkan sinar). Cermin cekung
disebut juga cermin positif karena jari-jari cermin berada di depan cermin.
Sinar istimewa pada cermin cekung yaitu :

Sinar Istimewa Diagram Sinar

Sinar datang sejajar sumbu utama
akan dipantulkan melalui titik fokus

Sinar datang melalui titik fokus (F)
akan dipantulkan sejajar sumbu
utama

Sinar datang melalui titik pusat
kelengkungan cermin (M) akan
dipantulkan kembali melalui titik
pusat kelengkungan itu juga

Ruang pada cermin cekung dibagi menjadi empat, yaitu : ruang I, ruang II,
runag III, dan ruang IV. Ruang I-III berada didepan cermin, sedangkan
ruang IV dibelakang cermin.
Lukisan pembentukan bayangan pada cermin cekung :
1) Benda di ruang I (di antara F dan O) ; sifat bayangan : maya,

tegak,diperbesar, berada di belakang cermin (di ruang IV).
2) Benda di ruang II (diantara F dan M); sifat bayangan : nyata,

terbalikdiperbesar (di ruang III).
3) Benda di ruang III (di belakang M); sifat bayangan : nyata, terbalik,

dandiperkecil. Bayangan berada di ruang II.
4) Benda di pusat kelengkungan cermin (di titik M). sifat bayangan :

nyata,terbalik, sama besar. Bayangan di titik M juga.

56


Persamaan cermin cekung menggunakan rumus:

Keterangan
f = jarak fokus cermin (cm)
s = jarak benda ke cermin (cm)
s’ = jarak bayangan (layar) ke cermin (cm)

sedangkan perbesaran bayangannya menggunakan rumus

Keterangan
h = tinggi benda (cm)
h’ = tinggi bayangan
s = jarak benda ke cermin (cm)
s’ = jarak bayangan (layar) ke cermin (cm)

3. Cermin cembung

Cermin cembung bersifat divergen (menyebar sinar). Titik fokusnya bernilai
negative (-).
Sinar-sinar istimewa dari cermin cembung:

Sinar Istimewa Diagram Sinar
Sinar datang sejajar sumbu utama
cermin akan dipantulkan seolah-
olahberasal dari titik F

Sinar datang seolah-olah menuju
titik F akan dipantulkan sejajar
sumbu utama

Sinar datang ke titik M dipantulkan
kembali ke titik M itu juga

57


Sifat bayangan yang terbentuk dari cermin cembung : selalu maya/semu,
tegak dan diperkecil dan selalu berada diruang I.
Rumus atau persamaan cermin cembung mirip seperti cermin cekung
hanya saja nilai fokusnya (F) negatif. Untuk rumus perbesaran cermin
cembung sama seperti cermin cekung.

C. Lensa
1. Lensa cembung
Ciri-ciri lensa cembung di antaranya: mengumpulkan cahaya (konvergen)
danfokusnya bernilai positif (+). Ada 3 macam lensa cembung :
- Lensa bikonveks (cembung dua)
- Lensa konkaf-konveks (cembung cekung)
- Lensa plan bikonveks (datar cembung)

Pemanfaatan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
sebagai kacamata,mikroskop, kamera, teropong, dan lup.
Gambar sinar istimewa dari lensa cembung.

Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung tergantung
dari letak bendanya terhadap lensa.

58


Keterangan M = Perbesaran bayangan
Si = jarak beda (cm) (cm)

S’ = jarak bayangan (cm) h’ = tinggi bayangan (cm)
f = jarak titik fokus lensa (cm
R = jari-jari lensa h = tinggi benda (cm)

2. Lensa cekung

Ciri-ciri lensa cekung: sifatnya menyebarkan berkas sinar (divergen) dan
fokusnya bernilai negatif atau minus (-). Ada 3 macam lensa cekung, yaitu :
- Lensa cekung-cekung (bikonkaf)
- Lensa cekung-cembung (konveks-konkaf)
- Lensa datar cekung (plan-konkaf)

Gambar sinar istimewa dari lensa

o Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah dari titik fokus.
o Sinar datang menuju ke titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
o Sinar datang menuju titik O tidak dibiaskan, tetapi diteruskan.
Rumus lensa cekung:

dan P = 100/f

Keterangan

59


Si = jarak beda (cm) M = Perbesaran bayangan
(cm)
S’ = jarak bayangan (cm)
f = jarak titik fokus lensa (cm h’ = tinggi bayangan (cm)
R = jari-jari lensa
h = tinggi benda (cm)

D. Alat alat optik
Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya
menggunakan benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau
prisma.

a. Mata
Mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena dalam
pemakaiannya mata membutuhkan berbagai benda-benda optik
seperti lensa.

e

- Kornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata
dari kontakdengan udara luar.

- Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur
kebutuhan cahayadalam pembentukan bayangan.

- Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan
bayanganpada retina.

- Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan
benda, ditempat ini terdapat simpul-simpul syaraf optik.

Gangguan pada Indra Penglihat

• Rabun Dekat (Hipermetropi)
Rabun dekat terjadi jika mata tidak dapat melihat benda-benda
yang jaraknya dekat. Hal ini dikarenakan fokus lensa mata
mempunyai jarak yang terlalu panjang. Akibatnya bayangan akan
jatuh di belakang retina. Untuk membantu penderita rabun dekat,
membutuhkan kacamata dengan lensa cembung. Peranan lensa
kacamata cembung adalah agar bayangan yang tadinya jatuh di
belakang retina dapat maju sehingga jatuh tepat pada retina.

60


• Rabun Jauh (Miopi)
Mata yang mengalami rabun jauh tidak dapat melihat benda-
benda yang jaraknya jauh. Hal ini disebabkan lensa mata tidak
dapat memipih untuk memperkecil jarak fokusnya. Bayangan
yang dibentuk oleh lensa mata yang mengalami cacat mata rabun
jauh akan jatuh berada di depan retina. Untuk membantu
penderita rabun jauh digunakan kacamata yangmempunyai lensa
cekung. Lensa cekung ini akan membantu lensa mata agar jatuh
tepat di retina.

• Mata Tua (Presbiopi)
Cacat mata presbiopi ini banyak dialami oleh orang-orang lanjut
usia. Penderita cacat mata ini tidak dapat melihat benda-benda
yang jaraknya jauh atau dekat. Hal ini dikarenakan menurunnya
daya akomodasi lensa mata. Untuk membantu penderita cacat
mata ini, digunakan kacamata yang mempunyai lensa ganda
yaitu lensa cembung dan lensa cekung.

Pembentukan bayangan pada mata
1. Kamera

Kamera merupakan alat optik yang dapat
memindahkan/mengambil gambar dan menyimpannya dalam
bentuk file, film maupun print-out. Kamera menggunakan lensa
positif dalam membentuk bayangan. Sifat bayangan yang dibentuk
kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.

2. Teleskop
Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk
melihat benda- benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan
lebih dekat. Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong
adalah: lensa obyektif membentuk bayangan nyata dari sebuah
obyek jauh dan lensa okuler berfungsi sebagai lup.

3. Lup
Lup adalah alat optik yang memiliki fungsi untuk memperbesar
bayangan benda. Lensa yang digunakan adalah lensa cembung.
Bayangan yang dibentuk oleh lup memiliki sifat: maya, tegak, dan
diperbesar.

4. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda-
benda kecil. Mikroskop yang paling sederhana menggunakan
kombinasi dua buah lensa positif, dengan panjang titik fokus
obyektif lebih kecil daripada jarak titik fokus lensa okuler.

61


Uji Kompetensi

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Orang yang sudah lanjut usia dapat dibantu dengan menggunakan

lensa…
2. Apa yang dimaksud mata silindris/silinder…
3. Sebuah benda setinggi 6cm diletakkan 25cm didepan cermin

cembung yang jarak fokusnya 10cm. Perbesaran bayangannya
adalah…
4. Sebuah paku diletakkan lurus pada sumbu utama cermin
cekung yang jarak fokusnya 2cm. Jika jarak paku terhadap
cermin 3cm, jarak bayangannya adalah…
5. Sebuah benda diletakkan 5cm di depan cermin datar. Jika
cermin digeser menjauh sehingga berjarak 10cm dari benda,
jarak bayangan terhadap benda adalah…

PESAWAT SEDERHANA
A. Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana adalah segala jenis perangkat yang hanya membutuhkan
satu gaya untuk bekerja sehingga dapat meringankan pekerjaan manusia.
1. Katrol

Contoh katrol terdapat pada alat penimba air dan timbngan. Macam-macam
katrol yaitu sebagai berikut :
a) Katrol Tetap

KM = 1 , artinya beban yang diangkat sama dengan gaya kuasa.

62


b) Katrol Bergerak
KM = 2 , artinya beban yang diangkat cukup dengan gaya setengah
beban.

c) Katrol Ganda
Keuntungan mekanisnya dapat ditentukan dengan menghitung jumlah tali
yang menghubungkan katrol ke katrol.

63


2. Roda Berporos
Roda gigi (gear) dan ban pada sepeda adalah salah satu contoh pesawat
sederhana yang tergolong roda berporos.

3. Bidang Miring
Contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip bidang miring adalah sekrup,
tangga, jalan di pegunungan, dan pisau.

Rumus Keuntungan Mekanis:

Keterangan
KM = Keuntungan mekanis
W = beban (N)
F = Kuasa (N)
s = panjang bidang miring (m)
h = tinggi bidang miring (m)
4. Tuas atau Pengungkit
Tuas atau penngungkit berguna untuk mengungkit benda yang berat.Alat yang
64


bekerja pada prinsip tuas yaitu :

Rumus tuas/pengungkit
Rumus Keuntungan Mekanis

Keterangan
W = Beban
F = Gaya
lB = Lengan beban atau jarak antara beban dengan titik tumpu (m)
Lk = lengan kuasa atau jarak antara titik kuasa dengan titik tumpu (m)

65


B. Pesawat Sederhana dalam Sistem Rangka
Selain pada peralatan yang biasa kamu gunakan pada kehidupan sehari-
hari tersebut, prinsip pesawat sederhana juga ada yang berlaku pada
struktur otot dan rangka manusia. Pada saat mengangkat barbel, telapak

tangan yang menggenggam barbel berperan sebagai gaya beban, titik
tumpu berada pada siku (sendi di antara lengan atas dan lengan bawah),
dan kuasanya adalah lengan bawah. Titik tumpu berada diantara lengan
beban dan kuasa, oleh karena itu lengan disebut sebagai pesawat
sederhana pengungkit jenis ketiga.

Uji Kompetensi
Jawablah dengan benar pertanyaan dibawah ini !
1. Perhatikan gambar berikut !

Berapakah besar keuntungan mekanis bidang miring tersebut ?
2. Perhatikan gambar berikut !

Pada gambar diatas, analisis kan benda tersebut termasuk kedalam
jenis pesawat sederhana apa saja?
3. Perhaikan gambar di bawah ini!
66


Agar tuas seimbang besarnya, gaya F yang diperlukan untuk mengangat
beban adalah....

4. Perhatikan gambar katrol di bawah ini!

Tentukan gaya yang diperlukan dan keuntungan mekaniknya dari beban
Ayo, Kita Lakukan !
Mengidentifikasi Pesawat Sederhana yang Ada di Rumah
Apa yang diperlukan ?
Buku IPA dan buku tulis.
Apa yang harus kamu lakukan ?
1. Identifikasilah minimal 10 macam alat-alat yang termasuk pesawat sederhanayang
ada dirumahmu.
2. Catatlah hasilnya di bukumu.

67


Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Januari – Maret 2023

A. Mobilitas Sosial
Pengertian mobilitas sosial
Simaklah terlebih dahulu teks di bawah ini!

Perhatikan cerita keberhasilan Mas’oed di atas. Apabila kondisi ekonomi
keluargamu sama dengan Mas’oed, mudah-mudahan kisah Mas’oed dapat
menginspirasi. Seandainya kalian saat ini lebih baik kondisinya dibandingkan saat
Mas’oed di SMP, kalian tentu harus jauh lebih sukses dari Mas’oed. Kisah
keberhasilan Mas’oed pada teks di atas merupakan salah satu contoh mobilitas
sosial.

Mobilitas sosial menurut para ahli:
1. Paul B. Horton: mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas

sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata
yang lainnya.

2. Kimball Young dan Raymond W. Mack: mobilitas sosial adalah suatu gerak
dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu
kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antar individu dalam

kelompok dan hubungan antara individu dan kelompoknya.
3. Anthony Giddens: mobilitas sosial menunjuk pada gerakan dari orang per orang

dan kelompok-kelompok di antara kedudukan-kedudukan sosial ekonomi yang
berbeda.

4. Horton & Hunt: mobilitas sosial merupakan tindakan berpindah dari satu kelas
sosial ke kelas sosial lainnya

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis, yang berarti mudah dipindahkan
atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial pada istilah
68


tersebut mengandung makna seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok
sosial. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang
dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Seseorang yang mengalami perubahan
kedudukan (status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain baik menjadi lebih tinggi
maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran tanpa
mengalami perubahan kedudukan disebut mobilitas sosial.

Mobilitas sosial akan selalu menyangkut tiga hal pokok, yakni:
1. Perubahan kelas sosial, baik ke arah atas maupun ke bawah.
2. Dialami oleh manusia sebagai individu maupun secara berkelompok.
3. Memperoleh kelas sosial baru.

Bentuk-bentuk mobilitas sosial

a. Mobilitas Vertikal
Apakah yang dimaksud mobilitas sosial vertikal? Mobilitas sosial vertikal adalah
perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan
sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social
climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).
1) Mobilitas Vertikal ke Atas (Social Climbing)

Social climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status
atau kedudukan seseorang atau naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke
status sosial yang lebih tinggi. Seorang karyawan yang karena prestasinya
dinilai baik kemudian berhasil menduduki sebagai kepala bagian, manajer,
bahkan direktur suatu perusahaan merupakan contoh mobilitas sosial jenis ini.
Bentuk social climbing lain misalnya terbentuknya suatu kelompok baru yang
lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada.
2) Mobilitas Vertikal ke Bawah (Social sinking)
Social sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang.
Proses social sinking sering kali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang
karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya. Contoh, seorang pegawai
diturunkan pangkatnya karena melanggar aturan sehingga ia menjadi pegawai
biasa. Contoh bacaan Kasus 2, yaitu kejadian yang menimpa Pak Gayus,

69


merupakan contoh social sinking dalam kehidupan sehari-hari. Social sinking
dapat terjadi karena berhalangan melaksanakan tugas, memasuki masa
pensiun, turun jabatan, atau dipecat. Social sinking, merupakan pergerakan atau
perubahan status sosial dari atas ke bawah.

b. Mobilitas Horizontal
Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau
sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan
peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke
kelompok sosial lainnya yang sederajat. Pada mobilitas horizontal, tidak terjadi
perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial
Terdapat beragam faktor yang mendorong dan terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
a. Faktor Struktural

Kalian tentu mengenal semua presiden yang pernah memerintah Republik
Indonesia, seperti Sukarno, Suharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati,
Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo. Ketujuh tokoh Indonesia tersebut
berhasil mencapai status sosial yang tinggi berkat sistem demokrasi yang berlaku
dalam politik di Indonesia. Dengan sistem demokrasi, setiap warga negara Indonesia
dapat mencapai status sosial berupa jabatan politik yang tinggi. Kedudukan yang
tinggi bukan lagi didasarkan pada keturunan, tetapi pada kemampuan hingga
kemudian dipercaya menjadi pemimpin. Rakyat biasa sebagaimana ketujuh tokoh di
atas menjadi presiden bukan karena mereka keturunan presiden, tetapi dipilih oleh
rakyat. Hal ini tentu berbeda dengan sistem pemerintahan kerajaan di mana
pengganti raja adalah keturunan sang raja sendiri. Struktur masyarakat Indonesia
sangat terbuka. Orang miskin dapat mengalami mobilitas sosial setinggi-tingginya,
bahkan menjadi presiden. Apabila kalian merupakan anak dari keluarga kurang
mampu, jangan berkecil hati. Banyak contoh tokoh Indonesia yang berasal dari

70


keluarga miskin. Kalian tetap dapat mengejar cita-cita setinggi-tingginya karena
mobilitas sosial masyarakat Indonesia bukan berdasarkan keturunan melainkan
prestasi. Memang keturunan memiliki peran penting dalam perjuangan mobilitas
sosial. Anak orang kaya mudah untuk memperoleh modal usaha dibandingkan anak
orang miskin. Namun, pada masa sekarang, banyak orang miskin yang menjadi
kaya karena kegigihannya dalam berusaha. Demikian halnya banyak kasus orang
kaya tiba-tiba miskin karena terlena dengan kekayaannya, lantas menjadi santai
menjalani hidup.

b. Faktor Individu
Setiap individu memiliki perbedaan dalam hal sikap, pengetahuan, dan

keterampilan. Dua orang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relatif setara
belum tentu menjadi berhasil dalam melaksanakan mobilitas sosial ke atas. Hal ini
disebabkan keberhasilan individu sangat ditentukan sikap dan perilaku individu
tersebut. Sebagai contoh, dua orang sarjana dari perguruan tinggi yang sama-sama
melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Hanya satu orang yang diterima karena
dianggap memiliki ambisi dan komitmen dalam hidup. Kalian dapat menemukan
berbagai contoh perbedaan individu orang-orang di sekitar tempat tinggalmu, yang
memengaruhi peluang mereka mengalami mobilitas sosial ke atas.
c. Faktor Sosial

Setiap perjuangan diawali dari ketidakpuasan. Ketidakpuasan akan status
sosial mendorong manusia untuk terus berjuang segigih-gigihnya. Setiap manusia
dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orangtuanya. Saat ia dilahirkan,
tidak ada satu manusia pun yang dapat memilih status. Apabila ia tidak puas dengan
kedudukan yang diwariskan oleh orangtuanya, ia dapat mencari kedudukannya
sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi. Kalian tentu juga ingin meningkatkan
status sosialmu. Orangtuamu juga selalu berpesan supaya kalian belajar giat.
Mereka berharap, suatu saat kalian lebih berhasil dari orangtuamu.
d. Faktor Ekonomi

Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial.
Keadaan ekonomi yang baik memudahkan individu dan kelompok melakukan
mobilitas sosial. Kalian dapat memperhatikan berbagai fenomena masyarakat di
sekeliling kita. Masyarakat yang kondisi ekonominya baik, cenderung lebih mudah
melakukan mobilitas sosial. Dengan kondisi ekonomi yang baik mereka mudah
untuk memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya. Hal ini tentu
berbeda dengan masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan
kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Pada masyarakat yang mengalami
kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan
primer.
e. Faktor Politik

Bangsa Indonesia patut bersyukur karena memiliki stabilitas politik yang baik.
Kondisi negara aman dan damai sehingga para pemimpin dapat menjalankan roda
pembangunan dengan baik. Semua rakyat berperan aktif dalam pembangunan.

71


Kondisi ini tentu berbeda dengan situasi Indonesia pada tahun 1945-1950. Pada
masa tersebut, situasi politik dalam negeri tidak menentu. Belanda masih berusaha
menguasai Indonesia sehingga memilih perang baru. Beberapa pemberontakan juga
terjadi, yang membuat pemerintah lebih sibuk mengurus keamanan negara daripada
meningkatkan perekonomian. Hal ini jelas memengaruhi mobilitas sosial warga
negara.
f. Faktor Kemudahan dalam Akses Pendidikan

Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk
melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya.
Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang
tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena
kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.

Faktor penghambat Mobilitas

a. Kemiskinan
Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin,

mencapai status sosial tertentu merupakan hal sangat sulit. Salah satu penyebab
kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah
berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Akibatnya, tingkat
kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
b. Diskriminasi

Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan karena alasan perbedaan bang,
suku, ras, agama, golongan. Pada masa penjajahan, terjadi diskriminasi pemerintah
Hindia Belanda terhadap masyarakat keturunan Eropa dan masyarakat Indonesia.
Dalam memperoleh pendidikan, masyarakat Indonesia disediakan sekolah yang
kualitasnya berbeda dengan sekolah-sekolah untuk orang-orang Eropa. Hal ini tentu
mempersulit mobilitas sosial rakyat Indonesia

Saluran-saluran Mobilitas Sosial

1. Pendidikan
2. Organisasi Politik
3. Organisasi Ekonomi
4. Organisasi Profesi

Dampak Mobilitas Sosial

1. Mendorong seseorang untuk lebih maju
2. Mempercepat tingkat perubahan sosial
3. Meningkatkan integrasi sosial

72


B. Pluralitas Masyarakat Indonesia

Perhatikan Gambar 2.12, yang menggambarkan keragaman agama di
Indonesia. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius. Beberapa
agama dan kepercayaan dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Indonesia
juga memiliki banyak suku bangsa. Itulah sebabnya Indonesia kaya dengan budaya
atau adat istiadat. Kondisi geografis dan sosial Indonesia juga memengaruhi
berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu kita dapat menemukan berbagai
pekerjaan masyarakat Indonesia di berbagai tempat. Kekayaan dan
keanekaragaman masyarakat Indonesia baik suku, agama, ras, pekerjaan, dan lain-
lain menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia itu bersifat plural.

Kata “plural” berasal dari bahasa Inggris yang artinya “jamak”, sedangkan
“pluralitas” berarti kemajemukan. Pluralitas masyarakat Indonesia memiliki arti yang
sama dengan kemajemukan masyarakat Indonesia.

Selain istilah pluralitas, kalian juga menemukan istilah lain yang berhubungan
dengan keragaman, yakni multikultutal. Multikultural berasal dari kata multi yang
berarti banyak (lebih dari dua) dan culture artinya kebudayaan. Masyarakat
multikultural adalah masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan.
Masyarakat multikultural tersusun atas berbagai budaya yang menjadi sumber nilai
bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman
budaya tersebut berfungsi untuk mempertahankan identitas dan integrasi sosial
masyarakatnya.

1. Perbedaan Agama
Apakah kalian menemukan berbagai macam agama di lingkungan tempat
tinggalmu? Pernahkah kalian mengamati pemeluk agama lain yang sedang
melaksanakan upacara keagamaan? Tentu kalian banyak menemukan banyak
perbedaan. Kalian mungkin merasa asing dengan upacara persembahyangan
agama yang berbeda dengan agama yang kalian peluk. Hal ini wajar karena setiap
agama memiliki tuntunan dalam melaksanakan persembahyangan atau upacara

73


keagamaan. Setiap agama memiliki tuntunan cara persembahyangan yang berbeda.
Kalian perlu mengetahui bagaimana setiap umat beragama memiliki tempat ibadah
dan melaksanakan kegiatan upacara keagamaan atau persembahyangan. Mengapa
kita perlu memahami berbagai kegiatan ibadah agama selain yang kalian anut? Hal
ini sangat penting agar dalam diri kita tumbuh sikap saling memahami dan
menghargai atau bertoleransi. Sebagai contoh, ketika umat Islam melaksanakan
salat Idulfitri di lapangan, umat beragama lain perlu memahami bahwa kegiatan di
lapangan tersebut merupakan upacara keagamaan/persembahyangan. Tentu saja,
hanya pemeluk agama Islam yang melaksanakan kegiatan salat Idulfitri. Namun
demikian, pemeluk agama lain membantu menciptakan suasana agar salat
berlangsung aman dan nyaman. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita
mencampuradukkan ajaran agama, tetapi saling menghormati dan membantu
menciptakan keamanan dan kenyamanan umat beragama lain dalam beribadah.
Berikut ini adalah agama-agama yang ada di Indonesia.

a. Agama Islam
b. Agama Keristen Protestan
c. Agama Keristen Katolik
d. Agama Hindu
e. Agama Budha
f. Agama Konghuchu
2. Perbedaan Budaya
Kalian hampir setiap hari mendengar istilah budaya atau kebudayaan. Apakah
yang dimaksud dengan budaya dan kebudayaan? Koentjaraningrat (1996)
menjelaskan bahwa kata kebudayaan berasal dari Sansekerta buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “ kekal”. Culture
adalah kata asing yang berasal dari kata bahasa Latin colere (yang berarti
“mengolah”, “mengerjakan”, dan terutama berhubungan dengan pengolahan tanah
atau bertani), memiliki makna yang sama dengan kebudayaan, yang kemudian
berkembang maknanya menjadi “segala daya upaya serta tindakan manusia untuk
mengolah tanah dan mengubah alam”. Bagaimanakah cara melihat hasil-hasil
budaya? Kalian perlu memahami wujud kebudayaan, agar lebih mudah memahami
berbagai hasil budaya manusia. Menurut sosiolog J.J. Hoenigman, terdapat tiga
wujud budaya, yaitu gagasan, tindakan, dan karya.
a. Gagasan (Wujud Ideal)
Wujud ideal kebudayaan merupakan kebudayaan yang berbentuk kumpulan
ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak atau
tidak nyata, tidak dapat diraba atau disentuh. Di manakah letak ide atau gagasan?
Ide dan gagasan tentu berada dalam pemikiran manusia. Wujud kebudayaan berupa
pemikiran manusia dapat dilihat dalam karya-karya tulis. Tulisan berupa pemikiran
berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut pada waktu tertentu.
b. Aktivitas (tindakan)

74


Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat, yang disebut juga dengan sistem sosial. Sistem sosial
ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan
kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan
seharihari, serta dapat diamati dan didokumentasikan.

c. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas,

perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau
hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling nyata di
dibandingankan dua wujud kebudayaan yang lain.

Apa saja yang memengaruhi perbedaan budaya masyarakat Indonesia?
Banyak hal yang memengaruhi perbedaan budaya masyarakat Indonesia.

a. Perbedaan lokasi. Kalian bandingkan bentuk rumah asli masyarakat Jawa dan
Kalimantan. Perbedaan kondisi alam di Jawa dan Kalimantan menyebabkan
perbedaan hasil kebudayaan berupa rumah. Kalian juga dapat mengamati
berbagai kerajinan yang dibuat masyarakat pegunungan dengan kerajinan
yang dibuat masyarakat pesisir.

b. Perbedaan agama/keyakinan. Agama Hindu dan Buddha banyak
meninggalkan hasil kebudayan berupa patung dan relief pada dinding-dinding
candi. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari sistem kepercayaan Hindu-Buddha
yang menjadikan candi sebagai salah satu tempat suci. Relief pada dinding-
dinding candi Hindu-Buddha biasanya juga mengandung berbagai ajaran untuk
umatnya. Kalian dapat menemukan berbagai candi, patung, dan relief
peninggalan kerajaan masa Hindu-Buddha di pusat-pusat kerajaan tersebut.
Pusat-pusat kebudayaan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Sumatra dapat
kalian temukan di Riau, Jambi, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra
Selatan, dan Lampung. Adapun di Pulau Jawa kalian dapat menemukannya di
Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Mojokerto (dekat
Surabaya).

c. Perbedaan suku bangsa. Bangsa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok
etnik atau suku bangsa. Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di
Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Sebagian besar
suku Jawa tinggal di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Banyak dari anggota suku ini telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai
pulau di Nusantara bahkan bermigrasi ke luar negeri. Suku Sunda, suku
Melayu, dan suku Madura secara berurutan adalah kelompok terbesar
berikutnya di negara ini. Berikut ini merupakan contoh nama suku bangsa dan
lokasi atau tempat yang paling banyak didiami/ditinggali.

75


1. Perbedaan pekerjaan. Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan
ekonomi yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat ini,
kalian dapat menemukan berbagai jenis pekerjaan baik sektor formal maupun
nonformal. Pekerjaan sektor formal adalah berbagai pekerjaan yang dijalankan
oleh pelaku usaha resmi baik pemerintah maupun swasta. Para karyawan
perusahaan, pegawai kantor bank, pegawai pemerintah, dan guru merupakan
contoh pekerjaan pada sektor formal. Pada jenis pekerjaan formal ini, individu
terikat secara langsung oleh sistem yang berlaku. Dengan demikian, mereka
bekerja penuh dengan aturan yang mengikat.

Semua pekerjaan itu mulia selama pekerjaan tersebut bermanfaat bagi diri dan
orang lain. Guru, polisi, dokter, petani, dan tukang pijat sama-sama pekerjaan
mulia. Tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi derajatnya. Semua profesi
saling membutuhkan. Tanpa guru, tidak akan ada polisi dan dokter. Tanpa
petani, tukang pijat dan polisi dapat mengalami kelaparan, demikian seterusnya.
Rantai kehidupan manusia tersusun sedemikian rupa sehingga saling
membutuhkan.
2. Peran dan fungsi keragaman budaya.

76


a. Sebagai daya tarik bangsa asing
b. Mengembangkan kebudayaan Nasional
c. Tertanamnya sikap toleransi
d. Saling melengkapi hasil budaya
e. Mendorong inovasi kebudayaan

C. Konflik dan Integrasi
1. Konflik dalam kehidupan sosial
a. Pengertian konflik

Menurut Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh
hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya dengan tujuan
tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya.
Konflik terjadi karena benturan kekuatan dan kepentingan antara satu kelompok dan
kelompok lain dalam rangka memperebutkan sumber-sumber kemasyarakatan
(ekonomi, politik, sosial, dan budaya) yang relatif terbatas.

Kata konflik berasal dari Bahasa Latin yaitu “con” dan “figere”. Dimana kata
“con” mempunyai arti bersama, sedangkan “figere” mempunyai arti memukul. Di
dalam KBBI, entri “konflik” diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan
pertentangan. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa konflik merupakan suatu kondisi
ketika ada dua ataupun lebih pandangan, kepercayaan, keinginan, kepentingan,
kebutuhan yang berbeda, nilai, tidak selaras, berseberangan, dan tidak sejalan.

Siapa saja yang dapat melakukan konflik? Semua orang dapat terlibat konflik.
Kalian mungkin pernah mendengar atau membaca berita tentang pertengkaran
antarteman di sekolah. Kejadian ini digolongkan konflik antarindividu. Adapun konflik
antara majikan dan buruh dapat dimasukan dalam kategori konflik individu dengan
kelompok. Contoh konflik antara kelompok dan kelompok adalah konflik para
pedagang kaki lima dengan para petugas ketertiban.

b. Faktor-faktor penyebab konflik sosial
Mengapa terjadi konflik? Akar konflik adalah perbedaan. Berikut ini merupakan
beberapa penyebab konflik yang biasanya terjadi dalam kehidupan manusia
1. Perbedaan Individu. Manusia adalah individu yang unik. Jangankan manusia
yang berbeda orang tua, suku, dan ras. Manusia yang lahir dari dalam satu
rahim pun memiliki banyak perbedaan. Walaupun secara fisik sekilas sama,
seperti dalam kasus bayi kembar, belum tentu pendirian dan perasaan kedua
kembar tersebut sama. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal
atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial.
Sebab, dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan
dengan kelompoknya.
2. Perbedaan latar belakang kebudayaan. Orang dibesarkan dalam lingkungan
kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkup yang lebih luas, berbagai
kelompok kebudayaan bisa saja memiliki nilainilai dan norma-norma sosial
yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat mendatangkan
konflik sosial, sebab kriteria tentang sopan-tidak sopan, pantas-tidak pantas,

77


atau bahkan berguna atau tidak bergunanya sesuatu baik itu benda fisik
maupun nonfisik bisa berbeda-beda.
3. Perbedaan kepentingan. Bentrokan kepentingan dapat terjadi di bidang
ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap individu memiliki
kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan
sesuatu. Manusia memiliki perasaan, pendirian, maupun latar belakang
kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam waktu yang bersamaan, masing-
masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan
yang berbeda-beda. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula
menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat
terjadi antarkelompok atau antara kelompok dan individu.

c. Akibat-akibat konflik sosial
Berikut ini merupakan akibat terjadinya konflik sosial:

1. Meningkatnya solidaritas sesama anggota kelompok.
2. Retaknya hubungan antarindividu atau kelompok
3. Terjadinya perubahan kepribadian para individu
4. Rusaknya harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia
5. Terjadinya akomodasi, dominasi, bahkan penaklukan salah satu pihak yang

terlibat dalam pertikaian

d. Cara mengatasi konflik
Terdapat 5 (lima) cara yang biasanya digunakan individu atau kelompok dalam
menyelesaikan konflik sosial.

1. Menghindar
2. Memaksakan kehendak
3. Menyesuaikan kepada keinginan orang lain
4. Tawar menawar
5. Kolaborasi

2. Integrasi sosial
Faktor-faktor Terbentuknya Integrasi

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam
masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur
dapat meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain
sebagainya. Menurut Baton, integrasi adalah suatu pola hubungan yang mengakui
adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting
pada perbedaan ras tersebut. William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff memberi syarat
terjadinya integrasi sosial, yaitu sebagai berikut:

1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi
kebutuhankebutuhan mereka

78


2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama
mengenai nilai dan norma.

3. Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara
konsisten.
Bentuk-bentuk integrasi sosial

1. Integrasi normatif: integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang
berlaku di masyarakat. Contoh: masyarakat Indonesia dipersatukan dengan
semboyan Bhineka Tunggal Ika.

2. Integrasi fungsional: integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya
fungsifungsi tertentu dalam masyrakat. Sebagai contoh, Indonesia yang
terdiri dari berbagai suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi
masing-masing: suku Bugis melaut, Jawa bertani, Minang pandai
berdagang.

3. Integrasi koersif: integrasi yang dilakukan dengan cara paksaan. Hal ini
biasanya dilakukan bila diyakini banyaknya akibat negatif jika integrasi tidak
dilakukan, atau pihak yang diajak untuk melakukan integrasi sosial enggan
melakukan/ mencerna integrasi.
Proses integrasi dilakukan melalui dua hal, yaitu:

1. Asimilasi: bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi
sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli
tiaptiap kebudayaan.

2. Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan
kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga
kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan
sendiri tanpa meninggalkan sifat asli kebudayaan penerima.

79


English
Januari-Maret 2023

WH-QUESTIONS
Study the following examples.
• Who ate the apple?
• Whom did you meet at the post office this morning?
• What made you cry?
• When did you see him?
• Where did you buy the dress?

You can use WH- to build a question.
• Who is used for subjects.
• Whom is used for objects.
• Who and Whom are used if the subject and object of the sentence are living

things.
• What is used to ask the subject or object of a question.
• What is used if the subject or object is not a living thing.
• When is used to ask about time.
• Where is used to ask about place.

Study to the following sentences and fill in the blank!
• Mayang saw an accident yesterday.
• Mayang saw Omy in the accident.

1. What happened yesterday? _______ happened yesterday.

2. Who saw an accident yesterday? _________ saw an accident yesterday.

3. When did Mayang see the accident? Mayang saw an accident _______ .

4. Whom did Mayang see in the accident? Mayang saw _____ in the accident.

5. Where did Mayang see Omy yesterday? Mayang saw Omy ______.

Let’s practice the dialogue!
Sandy : Hi, how do you do?
Ben : Hi, how do you do?
Sandy : May I sit here with you?
Ben : Yes, sure. Please have a sit.
Sandy : We are in the same class but we have not known each other yet. So, what is

your name?
Ben : Yeah you are right. My name is Ben Johnson. What is your name?
Sandy : My name is Sandy Ardian. What can I call you?
Ben : You can call me Ben. What about you?
Sandy : Just call me Sandy. Where are you from Ben?
Ben : I am from Texas, America. I live in Canggu. And where are you from?

80


Sandy : I am from Jakarta and I live in Denpasar with my family. I think there are a lot
of beautiful beaches around Canggu.

Ben : Yes, there are and I like going to beach.
Sandy : Really? When do you usually go to beach?
Ben : I usually go to beach every evening, Sandy.
Sandy : Whom do you like to go with?
Ben : I like to go with my friends.
Sandy : Oh, I see. Which beaches do you prefer to go to, Ben?
Ben : Batu Bolong beach is my favorite, Sandy.
Sandy : Why do you like to go there? Is there anything special?
Ben : Yeah. Because it is not too far from my house and also I like the calm waves

so I can swim safely.
Sandy : Oh, that’s nice. How far is it?
Ben : Only 200 meters from my house. Anyway, do you have free time this

Sunday? Let’s go to Batu Bolong beach together Sandy.
Sandy : Yeah I’m free Ben. It will be fun.
Ben : Alright Sandy.

(Taken from: https://www.englishcafe.co.id/contoh-percakapan-bahasa-inggris-
menggunakan-wh-questions/)

TELL ME YOUR EXPERIENCE

Your teacher will tell you the past experience. Can you guess the story by looking
at the picture?

The workmen who were building the new
hospital in my town caught a snake last
month. It was in the drain near the building
construction site.

Early in the morning, a workman was just
going to sit under the tree when suddenly he saw
a long creature lying in the drain. It did not move
when he was approaching it. Then he shouted to
the other workmen who were going to start to
work. Then, they caught the 8 - meter long python and brought it to the authority
of the zoo in this town.
The diameter of its body was about 25 centimeters. They believed that the
snake might belong to someone living in the area. The police were trying to find
the owner.

Listen to the story carefully, then do the following exercise to help you

81


understand. Say whether the following statements are True or False.
1. The workman found the snake at the site of the building construction.
2. The construction was going to be a new hospital.
3. The workman was sitting under the tree when he saw a snake.
4. The snake was approaching the workman.
5. It was a python.
6. It belonged to the zoo.

Recount text is a text that telling the reader about one story, action or activity. Its
goal is to entertaining or informing the reader. Or Recount is a text which retells
event or experiences in the past.

Generic Structure of Recount Text
1. Orientation: It gives the readers the background information needed to

understand the text, such as who was involved, where it happened, and when it
happened.
2. Events: A series of events, ordered in a chronological sequence.
3. Re-orientation: A personal comment about the event or what happened in the
end.

Purpose of Recount Text
- To retell past experience

The Characteristics / Language Feature of Recount Text:
- Using the simple past tense, past continuous tense, past perfect tense, and past

perfect continuous tense.
- Using temporal sequence, e.g. On Saturday. On Monday, On Sunday
- Focus on specific participant, e.g. I (the writer)
- Using the conjunctions, such as: then, before, after, etc.
- Using action verb, e.g. went, stayed
Read Nida’s school trip to the Botanic Gardens for the school magazine below!

82


A Tour at the Botanic Gardens
by Nida

Answer these questions.
1. What is the text about?
2. ‘We’ in the text above refer to
3. Did Nida tell what Year Eight students do?
4. When did they do it? Where?
5. What was the first thing they did when they arrived?
6. What did they do next?
7. Who do you think Mrs. Rita was?
8. What did she do?
9. Where did Year Eight go next?
10. How did they return to school?
Now, let’s make the recount text based on your last experience.
SIMPLE PAST TENSE
The simple past tense is used to talk about a completed action in a time before
now.
Examples:

• John Cabot sailed to America in 1498.
• My father died last year.

83


Forming the simple past tense

Patterns of simple past tense for regular verbs
Affirmative

Subject + verb + ed
I skipped.
Negative

Subject + did not + infinitive without to
They didn't go.
Interrogative
Did + subject + infinitive without to
arrive?
Did she
Interrogative negative + subject + infinitive without to
Did not play?

Didn't you

To Walk Negative Interrogative
Affirmative I didn't walk Did I walk?
You didn't walk Did you walk?
I walked He didn't walk Did he walk?
You walked We didn't walk Did we walk?
He walked They didn't walk Did they walk?
We walked
They walked

Bigger is not always better

In this chapter, we will learn to:
Compere people, animals, and things in order
1.to show their differences.
2.to be proud of them.
3.To praise them, and
4.To criticize them

84


Read the dialogue below, we will play the roles of the speaker in the conversations.
85


From the dialogue above, you can see that the speaker in the conversations are

compere people, animals, and things. We use adjective to compere people,

animals, and things. On the table below, there are three forms of adjectives.

Complete the table below.

Adjectives -er The -est

small smaller the smallest

strong stronger strongest

big bigger the biggest

weak

tall

short

thin

high

low

heavy

light

young

old

long

fast

86


slow

From the dialogue above, put the right words into the blank spaces
1. For Marcus, English is more difficult than History.
2. Tasya is saying that the pencil case is .................................................. the purse,

but the purse is ........................................... the pencil case.
3. According to Dwi, roses are ............................................ other flowers.

87


4. Max want to sit on the bench under the tree because it is ......................... there.
5. According to Eman, the book “Malin Kundang” is ........................................ the

film.
6. Yuni is saying that Edo is ........................................... the other students.

88


Seni Budaya dan Prakarya (SBDP)
Januari - Maret 2023

MEMBUAT POSTER
Poster merupakan salah satu sarana cara untuk menyampaikan pesan. Isi
pesan pada poster biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Poster
juga sering digunakan untuk mempromosikan pertunjukkan seperti pementasan film,
tari, atau musik, dan teater. Poster juga digunakan untuk mengampanyekan
informasi seperti kesehatan, lingkungan, dan sejenisnya.
A. Konsep Membuat Poster
Poster merupakan sebuah karya seni yang memuat komposisi antara huruf dan
gambar. Poster dibuat dalam berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan.
Ada poster yang dibuat dengan ukuran besar tetapi ada juga yang dibuat dengan
ukuran kecil. Penempatan poster tergantung dari media dan bahan yang digunakan.
Ada poster sering ditempelkan pada dinding jika menggunakan media kertas. Poster
juga sering ditempel pada baliho jika ukurannya besar. Ciri utama dari poster
mempunyai sifat menarik perhatian mata, sehingga berbagai desain poster dibuat
berwarna – warni lengkap dengan warna kontras sehingga menarik perhatian.
Poster memiliki fungsi menyampaikan pesan secara singkat dengan
menggunakan kata dan gambar. Untuk itu dalam membuat poster ada kesatuan
utuh antara gambar yang ditampilkan dengan kata yang ditulis. Pada poster kata
hendaknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan kuat dan jelas. Coba
perhatikan beberapa poster berikut:

89


Kedua poster tersebut merupakan ajakan untuk hidup sehat, yaitu membuang
sampah pada tempatnya dan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas.

1. Poster Pertama.
Pada poster pertama bentuk visual dan kalimat singkat, jelas dan padat.

2. Poster Kedua.
Pada poster kedua merupakan langkah – langkah yang harus dilakukan
dalam mencuci tangan. Keduanya memiliki fungsi sama yaitu mengajak
hidup lebih sehat.

B. Syarat Membuat Poster
Untuk membuat sebuah poster, dibutuhkan beberapa syarat baik dalam bentuk

gambar maupun kata-kata. Ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam
membuat poster.

Langah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Topik dan Tujuan.

Sebelum membuat poster, langkah pertama yang harus dilakukan adalah
menentukan tema. Penentuan tema berdasarkan pesan yang ingin disampaikan.
Misalnya, tema tentang anti korupsi. Berdasarkan tema tersebut, kemudian mulai
pikirkan bentuk visualisasinya dan kata yang digunakan untuk memperkuat gambar
visual tersebut.

90


2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat
Poster berfungsi mengirim pesan kepada orang yang melihatnya, untuk itu pilih

kata yang singakt tetapi berkesan. Dengan melihat kata dan gambar, orang akan
senantiasa ingat terhadap pesan yang ingin disampaikan. Orang yang melihat poster
secara cepat. Untuk itu, buatlah kalimat yang singkat agar biasa dibaca hanya dalam
waktu beberapa detik saja. Melalui bahasa singkat tersebut, pesan yang ditulis oleh
para pembuat poster bisa tersampaikan dengan baik. Buatlah kalimat yang jelas
serta menarik perhatian orang untuk melakukan sesuatu.

3. Menggunakan Gambar
Selain menggunakan kata atau kalimat, poster juga disertai gambar.

Penggunaan gambar sebagai salah satu penyampai pesan yang paling menarik.
Proporsi penggunaan gambar dengan kata atau kalimat disesuaikan dengan
kebutuhan informasi yang akan disampaikan.

Penggunaan gambar dan kata dapat juga dilakukan dengan gambar proporsi
yang jauh lebih besar dibandingkan tulisan. Pada poster sebaiknay dengan
menggunakan warna – warna yang mencolok sehingga mengundang perhatian dan
minat orang untuk membaca atau melihat.

91


4. Menggunakan Media yang Tepat.
Penggunaan media dalam membuat poster dapat disesuaikan dengan tempat

poster akan diletakkan. Jika poster tersebut diletakkan pada papan baliho, maka
media yang digunakan dapat berupa kain atau sejenisnya. Jika poster tersebut akan
diletakkan pada dinding, maka dapat menggunakan media kertas. Saat sekarang ini
penggunaan media dalam membuat poster sangat beragam. Ada juag poster yang
sudah dicetak secara digital.

Membuat poster dapat dilakukan tidak hanya menggunakan peralatan dan
bahan seperti membuat gambar atau lukisan, tetapi juga dapat menggunakan alat
bantu computer. Pembuat poster dengan menggunakan alat bantu computer
memudahkan dalam berekspresi. Karena, jika ada kesalahan dapat segera diganti.

Berbeda jika membuat poster dengan menggunakan dengan teknik
menggambar manua, yang jika ada kesalahan sulit untuk melakukan revisi atau
perbaikan. Membuat poster unsur utama yang penting adalah pesan yang ingin
disampaikan, baru kemudian unsur keindahan.

92


C. Jenis - Jenis Poster
Poster memiliki banyak jenisnya, sesuai dengan kebutuhan, ciri-ciri, dan

tujuannya masing-masing. Berikut adalah jenis-jenis poster:
1. Poster Niaga, adalah poster yang dibuat untuk media komunikasi dalam

urusan perniagaan untuk menawarkan suatu barang, atau jasa.

2. Poster Kegiatan, adalah poster yang berisi suatu kegiatan, seperti
kegiatan jalan sehat, senam, dan lain-lain.

93


3. Poster Pendidikan, adalah poster yang bertujuan untuk mendidik.

4. Poster Propaganda, adalah poster yang memiliki tujuan untuk
mengembalikan semangat pembaca atas perjuangan atau usaha
seseorang dalam melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan.

94


D. Ciri-Ciri dan Tujuan Poster
Sebuah poster memiliki ciri-ciri dan tujuan dari pembuatannya. Ciri-ciri tersebut

dapat berupa secara khusus ataupun secara umum. Ciri-ciri poster diantaranya:
1. Memuat komposisi huruf dan gambar
2. Dibuat dengan menggunakan bahasa yang singkat padat, dan jelas
3. Berisi sesuatu yang menarik perhatian orang
4. Ukurannya disesuaikan dengan tempat pemasangan
5. Menggunakan perpaduan warna yang kuat dan kontras
Poster dibuat dengan tujuan untuk mengajak, membujuk atau menghimbau

masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang telah dituliskan dan digambarkan
didalam poster tersebut. Tujuan poster tersebut harus tersampaikan kepada
masyarakat banyak, untuk itu umumnya kita melihat poster-poster terpampang jelas
ditempat-tempat yang begitu strategis seperti jalan-jalan utama, pasar-pasar, dan
tempat-tempat lainnya. Tujuan poster dibuat diantaranya sebagai:

1. Media publikasi
2. Tujuan komersil
3. Media Informasi
E. Alat dan Bahan Membuat Poster
Poster dapat diterapkan pada beberapa jenis bahan seperti kertas, karton
bahkan kanvas. Bahan-bahan yang digunakan dapat berupa alat menggambar
manual seperti dan alat menggambar digital, contohnya komputer. Perbedaan alat
dan bahan tersebut berdampak pada nilai keindahan.
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam membuat poster antara lain
sebagai berikut:
1. Pensil Menggambar

Pensil yang digunakan dalam menggambar yaitu ukuran pensil 2B – 6B.
2. Pulpen

Pulpen digunakan sebagai alat untuk membuat gambar dengan karakter
tegas pada garis-garis gambarnya.
3. Kuas Lukis
Kuas digunakan untuk membuat poster berbahan kain atau pun jenis
kanvas yang biasanya untuk membuat sebuah lukisan. Untuk membuat

95


poster dengan bahan kuas, terdiri dari dua macam cat yang digunakan
yaitu cat berbahan dasar minyak dan cat berbahan dasar air. Sehingga
pada saat pembuatan poster, kita dapat menentukan cat sesuai bahan
media yang hendak digunakan.
4. Komputer
Membuat poster dapat juga menggunakan media computer. Selain lebih
mudah, penggunaan computer pada pembuatan poster dinilai lebih efektif
karena kita tidak kuatir akan kesalahan, baik pada tema, naskah, gambar
dan warna yang telah dibuat.
Dengan media komputer, kita dapat melakukan perbaikan kesalahan (revisi)
pada poster yang mengalami kesalahan dalam proses pembuatannya. Selain itu,
kita dimudahkan dalam pemilihan tema, naskah, gambar dan warna yang akan
digunakan karena pada komputer jelas kita tidak perlu repot menyiapkan alat
menggambar manual serta bahan pewarna terlebih dahulu.
Untuk membuat poster dengan media ini, harus menggunakan Software
khusus untuk menggambar dengan pilihan dan jenis program menggambar yang
beragam. Selain itu, membutuhkan skill serta keterampilan khusus pula untuk
menjalankan program menggambar melalui media komputer tersebut.

96


Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK)
Januari - Maret 2023

PELAJARAN 3: PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI

A. Hakekat Pembelajaran Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan

penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja
yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti.

Manfaat melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur dan benar
dalam jangka waktu yang cukup adalah berikut ini:

a. Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas
b. Mencegah penyakit jantung
c. Mencegah dan mengatur penyakit diabetes
d. Meningkatkan kualitas hormon
e. Menurunkan tekanan darah tinggi
f. Menambah kepintaran
g. Memberi banyak energi
h. Mengurangi LDL dan menaikkan HDL

Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa jalan kaki atau jogging selama
24 hingga 32 km per minggu mampu menurunkan “lemak jahat” (LDL =
Low Density Lipoprotein) dan menaikkan “lemak baik” (HDL = High
Density Lipoprotein).
i. Menurunkan gejala depresi ringan dan kegelisahan
j. Menurunkan risiko kanker tertentu
k. Melindungi dari osteoporosis
l. Meningkatkan citra diri dan rasa percaya diri
m. Meningkatkan mood
n. Membuat awet muda
o. Membuat anak-anak selalu aktif

B. Bentuk-bentuk Aktivitas Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan kebugaran jasmani merupakan salah satu syarat yang sangat

diperlukan dalam usaha peningkatan kebugaran jasmani seseorang, dapat
dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat diabaikan. Karena banyaknya
macam sikap gerak yang harus dilakukan, maka perlu disiapkan berbagai unsur
kondisi fisik sebaik-baiknya. Untuk mencapai hal tersebut, unsur-unsur kebugaran
jasmani perlu dilatih.

Unsur-unsur kebugaran jasmani antara lain: (1) kekuatan (strength), (2) daya
(power), kecepatan (speed), (4) kelentukan (flexibility), (5) kelincahan (agility), (6)
daya tahan (endurance) dan (7) daya tahan kecepatan (stamina).

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna
membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah

97


komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara
keseluruhan.

• Aktivitas latihan kekuatan otot perut
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas latihan kekuatan
otot perut untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.

1. Tidur terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua tangan diletakkan di
belakang kepala.

2. Angkat badan ke atas hingga duduk, kedua tangan tetap berada di belakang
kepala.

3. Lakukan gerakan ini selama 30 detik.

• Aktivitas latihan kekuatan otot kedua lengan
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas latihan kekuatan otot
kedua lengan untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
1. Tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, ujung kaki bertumpu

pada lantai.
2. Kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan

dan kedua siku ditekuk.
3. Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, badan dan kaki

merupakan garis lurus.
4. Kemudian badan diturunkan kembali dengan jalan membengkokkan kedua

siku, badan dan kedua kaki tetap lurus dan tidak menyentuh lantai.
5. Lakukan latihan ini berulang-ulang selama 30 detik.

98


• Aktivitas latihan kekuatan otot punggung
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas latihan kekuatan otot
punggung untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.

1. Tidur terlungkup, kaki rapat dan kedua tangan berpegangan di belakang
kepala.

2. Angkat badan dengan dada tidak menyentuh ke lantai, posisi kaki tetap masih
menyentuh pada lantai.

3. Agar kedua kaki tidak bergerak pergelangan kaki bisa dipegang oleh teman.
4. Lakukan latihan ini berulang-ulang disesuaikan dengan irama hitungan

selama 30 detik.
• Aktivitas latihan kekuatan otot lengan
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas latihan kekuatan otot
lengan untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.

• Aktivitas latihan daya tahan otot lengan dan bahu
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan aktivitas latihan daya tahan
otot lengan dan bahu untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.

1. Latihan dilakukan dengan cara berjalan dengan menggunakan kedua lengan
dan kedua kaki dipegang oleh salah seorang teman.

2. Lakukan latihan ini berulang-ulang secara bergantian dengan teman.
99


Click to View FlipBook Version