SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN 194PERGERAKAN, PERJUANGAN, & REVOLUSI KEMERDEKAAN Bangunan Masjid Syuhada didirikan pada tahun 1952 yang merupakan bangunan baru yang ditambahkan kemudian di wilayah Kotabaru. Bangunan fasilitas peribadatan untuk umat muslim ini bukan merupakan bagian komponen kelengkapan dari desain kawasan Kotabaru. Keberadaannya muncul setelah terjadi perubahan sosial di Kota Yogyakarta. Kawasan Kotabaru yang pada awalnya merupakan wilayah hunian untuk penduduk kota golongan Belanda-Eropa, berganti menjadi hunian orang-orang Jepang (personel militer Jepang) dan beberapa tokoh masyarakat pribumi. Keadaan tersebut adalah hasil dari berakhirnya hegemoni pemerintahan kolonial Hindia Belanda ke masa pendudukan militer Jepang pada tahun 1942. Setelah masa pendudukan militer Jepang di tahun 1945, kawasan Kotabaru sepenuhnya dihuni oleh orang-orang Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Saat ini, Bangunan Cagar Budaya Masjid Syuhada digunakan sebagai tempat peribadahan dan tempat lembaga pendidikan agama. Secara umum, bangunan ini masih mempertahankan bentuk asli dan terawat baik. Terdapat perubahan komponen bangunan penggantian bahan material elemen bangunan. Langit-langit kedua ruang dosen di lantai basement dimodifikasi menjadi ruang penyimpanan barang yang dapat diakses melalui ruang di lantai 1. Koridor utara di sisi timur lantai 1 saat ini menjadi bagian kantor yayasan. Tempat wudu dan toilet sisi utara dan selatan saat ini diubah dan dialihfungsikan menjadi gudang dan tempat penitipan alas kaki serta ruang server. Pada tahun 2023, Bangunan Cagar Budaya Masjid Syuhada ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Provinsi karena Masjid Syuhada mewakili karya kreatif yang khas ditunjukkan dengan penerapan gaya arsitektur masjid modern pertama kali di DIY yang berbeda dengan tipikal bangunan masjid tradisional Jawa pada umumnya. Hal ini ditunjukkan dengan desain tata ruang serta penggunaan elemen arsitektur yang memiliki makna filosofi kebangsaan dan keagamaan. Selain itu, Masjid Syuhada merupakan bangunan Cagar Budaya yang langka jenisnya karena selain berfungsi sebagai tempat peribadatan, bangunan ini juga sekaligus berfungsi sebagai tempat pendidikan umum dan tempat untuk urusan kemasyarakatan. Kemudian, masjid ini memiliki keunikan rancangan yang diperlihatkan pada tata ruang yang khusus mengakomodasi jemaah wanita dan memiliki elemen-elemen bangunan yang bermakna filosofis. Bentuk masjid ini merupakan satu-satunya bangunan masjid yang berarsitektur modern di Daerah Istimewa Yogyakarta kala itu. Keberadaannya di kawasan Kotabaru merupakan penanda terjadinya perubahan sosial di DIY dari zaman pemerintahan Kolonial Hindia Belanda ke masa transisi pemerintahan pendudukan militer Jepang hingga ke zaman Kemerdekaan Indonesia.
195 SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN Hal ini ditandai dengan berdirinya bangunan peribadahan umat Islam di suatu kawasan hunian eksklusif yang pada awalnya dirancang dan diperuntukkan hanya bagi penduduk kota golongan Eropa-Belanda. Dengan demikian, nilai penting yang terkandung dalam Bangunan Cagar Budaya Masjid Syuhada yakni sebagai monumen penanda perubahan sosial-politik di DIY sekaligus monumen penghormatan atas gugurnya para syuhada pada peristiwa bersejarah Pertempuran Kotabaru. Daftar Bacaan » Kumoro, Panji 2017. Historisitas Masjid Syuhada, Menggali Nilai-Nilai Kepahlawanan. Yogyakarta: Yayasan Masjid Syuhada. » Suratmin. 2001. Mengenal Selintas Masjid Syuhada Yogyakarta. Yogyakarta: Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Yogyakarta. » Zara, Muhammad Yuanda. 2016. “Syuhada Mosque and Its Community in Changing Yogyakarta, 1950’s-1980’s”, dalam Journal of Indonesian Social Sciences and Hummanities, Vol. 6, Issue 2. hlm. 13–28.
SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN 196PERGERAKAN, PERJUANGAN, & REVOLUSI KEMERDEKAAN
197 SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN Keterangan: 1. Masjid Syuhada tampak dari sisi barat (Sumber: Dinas Kebudayaan DIY, 2023) 2. Dokumentasi proses pembangunan Masjid Syuhada1950-1952 (Sumber: Arsip YASMA Masjid Syuhada) 3. Bangunan Masjid Syuhada tampak sisi selatan sebelum peresmian (Sumber: Harian Suara Rakyat, 12 September 1952) 4. Bangunan Masjid Syuhada tampak depan (sisi timur) tahun 1956 (Sumber: Kota Jogjakarta 200 Tahun (1956: 80b) 5. Bangunan Masjid Syuhada tampak timur laut tahun 1950-an (Sumber: Arsip YASMA Masjid Syuhada) 6. Bangunan Masjid Syuhada tampak depan (timur) tahun 1950-an (Sumber: Arsip YASMA Masjid Syuhada) 7. Bangunan Masjid Syuhada tampak sisi utara tahun 1950-an (Sumber: Arsip YASMA Masjid Syuhada) 8. Bangunan Masjid Syuhada tampak belakang (sisi barat) tahun 1950-an (Sumber: Arsip YASMA Masjid Syuhada) 2 1
SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN 198PERGERAKAN, PERJUANGAN, & REVOLUSI KEMERDEKAAN 3 5 4 6 7 8
199 SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN
SENARAI TINGGALAN ZAMAN #1 CAGAR BUDAYA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDISI PENDIDIKAN DAN PERJUANGAN 200PERGERAKAN, PERJUANGAN, & REVOLUSI KEMERDEKAAN