200 bertandang ke taman belakang rumah Hans sambil menikmati ayunan kesayangannya sebelum ia sampai pada inti masalah. ”Setelah kupikir... Maaf, Hans, aku nggak bisa...” Belum sempat Betra menyelesaikan kalimatnya, Hans memotongnya. ”Kenapa? Kenapa, Be?” Hans berlutut di depan Betra yang masih duduk di atas ayunan. ”Maaf, Hans.” Betra menunduk. ”Tapi berikan alasan dong...” Betra diam sambil menggeleng kalut. Aku menolak Hans? Kenapa? Aku sendiri juga tidak tahu. Dulu pernah terpikir bahwa jangan-jangan aku jatuh cinta padanya, tapi sekarang aku takut untuk memulai sesuatu yang lebih... Entah kenapa. ”Apa karena Fredy?” tanya Hans tajam. ”Apa kamu masih mengharapkan dia?” ”Nggak, Hans. Nggak. Aku...” Betra bangkit berdiri dan memalingkan muka. Ia berpikir sesaat. Ia sendiri juga tidak tahu apa yang menyebabkan hatinya ragu untuk menerima Hans. Entahlah. Padahal Hans selalu baik padanya, Betra tahu itu. Hans selalu melindunginya. Bersama Hans, ia merasa aman. ”Aku nggak ingin merusak persahabatan kita.” Akhirnya kalimat klise itu yang keluar dari mulut Betra. ”Omong kosong! Nggak akan ada yang berubah kalau kita jadian...” Betra diam dan hanya diam seolah sedang berpikir keras. Dalam keheningannya tampak bahwa ia berusaha keras memahami dirinya sendiri juga. http://facebook.com/indonesiapustaka
201 ”Bebaskan aku, Hans. Nggak bisakah? Kalo kamu memang sayang sama aku, biarkan aku sendiri. Please...” Hans menatap Betra lekat-lekat. Benarkah gadis di hadapannya ini tidak membutuhkan dirinya seperti ia membutuhkan gadis mungil ini? ”Aku suka kamu, Hans, tapi aku nggak mau terikat dengan hubungan. Aku nggak mau kita harus saling memiliki satu sama lain. Biarlah begini saja.” ”Boleh... aku memelukmu?” pinta Hans tiba-tiba. Betra ragu, tapi lalu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar siap menyambut Hans. Sekian detik Hans mendekap Betra. Hanya pelukan persahabatan. Hans merasa haru. Sungguhkah Betra tidak menginginkannya lebih? Detik berikutnya, Betra melepaskan diri dari pelukan Hans dengan satu dorongan. Hans mundur selangkah sambil mengangkat kedua tangannya seolah tengah diinterogasi polisi. Kenapa? Ia tidak merasa telah menyakiti Betra. Namun, Hans dapat melihat butir-butir air mata membasahi wajah Betra. Matanya seolah mengatakan pada Hans ”Go away, don’t touch me anymore....” XY Cukup. Oke. Apa artinya ini? Hans melajukan mobilnya dengan kencang. Sorot matanya tampak garang. Betra... Ada apa denganmu? Kenapa kamu terasa begitu jauh? Kenapa aku hanya melihat tatapan yang terluka darimu? Why? Fredy. Gay. Betra. Hal-hal itu terus berputar di dalam kepala Hans. Apa sebenarnya benang merah dari ini se- http://facebook.com/indonesiapustaka
202 mua? Hans dapat mengingat dengan jelas tubuh Betra yang seolah takut saat berada dalam pelukannya. Hans ingat tiap detail perkataan Betra yang tampak ganjil. ”Bebaskan aku, Hans.” ”...biarkan aku sendiri.” ”...aku nggak mau terikat dengan hubungan.” Pain. Luka. Hurt. Trauma. ”Ini semua gara-gara Fredy!!” CIIIIIIIIIIIIT!! Hans membanting setir dan berbalik menuju rumah Fredy. XY ”Hai, ada kabar apa?” sapa Fredy saat melihat Hans berdiri di ambang pintu. Hans tidak merespons, ia langsung menarik kerah baju Fredy dengan sebelah tangan terangkat di udara, siap menonjok muka di hadapannya. ”Ada apa, Hans?” tanya Fredy selama masih ada jeda. Kemarahan dalam diri Hans begitu menggelegak. Tinggal sejengkal lagi ia bisa menghancurkan wajah tampan itu, tapi ia menahan tangannya di udara. Hans mendorong Fredy hingga ke sudut tembok. ”Kenapa?!” teriak Hans. Fredy masih tidak mengerti. Pasti ada hubungannya dengan Betra lagi. Apa? ”Kejam, Fred! Bebe nolak aku! Bukan karena dia nggak menyukaiku. Tapi karena kamu, kamu udah bikin dia trauma...” Hans melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Fredy. Ia terduduk di lantai. Menyandarkan diri pada sisi http://facebook.com/indonesiapustaka
203 pintu. Setiap orang yang melihatnya dapat mengetahui bahwa Hans sedang hopeless. Fredy tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Bebe? Trauma? Apa? ”Kamu tau?” ujar Hans dengan suara yang lebih tenang karena menyerah. ”Ini nggak adil, Fred. Ini nggak adil buat Bebe. It’s okay kalo dia nolak aku karena cowok lain, karena dia masih suka kamu. Mungkin aku akan kesal sama kamu beberapa saat, tapi setelah itu aku akan fair. Tapi nyatanya...” ”Sori, Hans,” ujar Fredy singkat. ”Aku nggak nyangka aku akan bikin Betra jadi trauma. Sori.” ”Kamu udah bebas, bisa menyukai cewek lain, bisa ’nembak’ Windy, tapi kenapa Bebe nggak bisa menemukan seseorang yang baru? Karena kamu udah menorehkan luka dalam hatinya.” ”Sekarang harus bagaimana?” ucap Fredy sambil mengingat kembali pembicaraan pribadinya dengan Windy semalam. ”Fred, aku senang hatimu akhirnya terbuka buat seorang cewek. Tapi aku suka sama cowok lain. Maaf.” ”Simon?” Windy mengangguk sambil tersenyum lembut. ”Aku janji bakal menebus kesalahanku. Aku akan menjaga Bebe sebagai seorang teman. Aku nggak akan bersama cewek lain sebelum Bebe bahagia.” ”Nggak perlu!” jawab Hans cepat. ”Cuma aku yang akan menjadi malaikat pelindungnya.” ”Oke, Hans, tapi kamu nggak melarang aku buat ber- http://facebook.com/indonesiapustaka
204 teman sama Bebe, kan? Dia teman yang aku sayangi. Aku berharap untuk kebahagiaannya, aku akan tetap menjaga dan melindunginya.” http://facebook.com/indonesiapustaka
205 HANS dan Fredy duduk di kantin sekolah sambil menikmati makan siang mereka. Keduanya sama-sama memperhatikan Simon dan Windy—pasangan baru yang tampak tidak serasi menurut penilaian banyak orang. Betapa culunnya Simon dan betapa tomboinya Windy. Tapi tetap saja mereka berhasil membuat Hans dan Fredy merasa iri. Hans bahkan tertawa senang saat melihat Fredy tampak sangat depresi. ”Jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin, Fred,” kata Hans sambil menepuk pundak Fredy keraskeras. ”Aku menarik kembali ucapanku. Simon itu lawan yang berat.” Sial! batin Fredy sambil manyun. Pandangan mereka beralih pada Betra yang tampak ceria seperti biasa. Ia tengah berjalan bersama teman-temannya menuju kantin. Sayangnya, tidak banyak yang tahu bahwa EPILOG http://facebook.com/indonesiapustaka
206 pemilik wajah ceria itu sesungguhnya hatinya sangat rapuh. Hans memperhatikan tiap jengkal gerak-gerik cewek itu. Ingin ia berlari ke sisinya, menepuk punggungnya dengan keras, atau menarik rambutnya seperti dulu. ”Belum dibalas?” tanya Fredy. Hans kembali menengok ponselnya tepat saat satu pesan diterima. Oke, bro. Nanti malam ;) kita nonton bareng. ”YES!” pekik Hans penuh kemenangan. ”Nanti malam kencan! Nanti malam pergi bareng Bebe...!!” Benar-benar cowok tidak tahu malu. Berteriak seperti itu di kantin sekolah. ”He, bro, nyadar diri dong. Nanti malem kan kita pergi rame-rame, bersepuluh!!” Hans hanya terus tertawa-tawa senang. Perkataan Fredy tidak digubrisnya lagi. Yang jelas ia tahu ia selalu punya kesempatan untuk bisa berada di sisi Betra. Ia akan tetap menunggu sampai gadis itu berpaling padanya. Ia akan membuat Betra melihat bahwa gadis itu layak dicintai. Ia akan membuktikan bahwa tidak semua cowok itu brengsek. Welcome back, my love.... http://facebook.com/indonesiapustaka
ABOUT HER . . . M onica Petra Karunia lahir di Solo, 13 Februari 1988, anak ketiga dari empat bersaudara. Ia bisa dikontak di facebook dan friendster: [email protected]. Monica punya pengalaman segudang di bidang penulisan. Selain menulis cerpen di beberapa tabloid dan majalah remaja, ia pernah menjadi finalis lomba menulis surat untuk Amien Rais (2004), juga menjadi penulis majalah gereja ”Ebenhaezer” dan buletin ekonomi ”E-smart”. Cerpennya yang berjudul I Am Not I Am masuk 10 besar sayembara penulisan cerita remaja yang diselenggarakan tabloid GAUL (2006) dan dibuat FTV-nya dengan judul Mendadak Kaya di Indosiar (tayang 13 Oktober 2006). Never Be The Same adalah novel keduanya yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Melalui novel ini ia ingin menyampaikan bahwa tidak ada hal yang terlalu sulit untuk TUHAN kerjakan dalam hidup kita... when you believe. ☺ http://facebook.com/indonesiapustaka
HE LOVES HER TILL THE END Gadis sebenarnya malu pacaran dengan Reno, karena cowok itu begitu jadul dan malu-maluin. Bayangin, kesukaan Reno adalah baca buku dan ikut perlombaan ilmiah. Setiap hari cowok itu mengantar Gadis ke sekolah naik sepeda mini. Saat muncul Yustian yang keren dan tajir, hati Gadis terbelah dua. Anak basket vs kutu buku, gimana nih? Apalagi Yustian bisa mengantarjemput Gadis naik mobil, sementara sepeda mini Reno hanya berganti dengan vespa tua. Akhirnya, meskipun merasa bersalah, Gadis memilih Yustian. Tapi, apakah cinta Reno pupus begitu saja? Udah baca novel teenlit karya Monica Petra yang ini? http://facebook.com/indonesiapustaka
Fredy, si anak baru di sekolah, emang ngetop berat. Selain jago basket, tampangnya di atas rata-rata. Nggak heran kalo separo lebih populasi cewek di sekolah pengin jadi pacarnya. Termasuk Betra. Segala tantangan dan halangan— termasuk tentangan dari Hans (sahabatnya sejak kecil), serta kehadiran cewek kelas X yang genit, Risa— diterabas Betra. Betra yang nggak alim bahkan sudi ikut pendalaman iman karena Fredy ternyata suka ikut acara itu. Tapi saat retret wajib sekolah, Betra mendengar gosip-gosip miring soal Fredy. Sementara Hans mendapat perlakuan aneh dari cowok itu. Hati Betra mulai goyah, tapi dia tidak mau berhenti sebelum membuktikannya sendiri…. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Kompas Gramedia Building Blok I, Lantai 4-5 Jl. Palmerah Barat 29-37 Jakarta 10270 www.gramedia.com http://facebook.com/indonesiapustaka