dPiCaTenerdnitegamahiAiko Janeeta Z, dkk
Siswa SD AL Falah Darussalam 2 ICP
Kelas 4.2 (2020)
2020
Kata Pengantar
Munculnya virus Corona di Wuhan Cina pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke
seluruh dunia di tahun 2020 termasuk di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan di
semua aspek kehidupan. Mulai dari aspek ekonomi, kesehatan, hingga aspek pendidikan.
Pada bulan Maret 2020 resmi pemerintah Indonesia mengumumkan untuk melakukan
pembelajaran dari rumah yang dikenal dengan istilah Belajar Dari Rumah. Belajar (BDR). Dari
rumah yang selama ini tidak pernah dilakukan membuat semua warga sekolah melakukan
banyak perubahan. Guru, siswa bahkan wali murid berusaha mengakrabi “Belajar Dari Rumah”
Begitu banyak cerita yang menyertai kegiatan Belajar Dari Rumah. Dan kehebohan dari Belajar
Dari Rumah sampai perasaan siswa – siswi dalam kegiatan Belajar Dari Rumah menjadi latar
belakang disusunlah buku dengan judul “Cerita Di Tengah Corona”.
Penyusunan buku ini bertujuan untuk melatih kemampuan menulis siswa – siswi
sebagai salah satu kegiatan pada program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan bermanfaat pula
sebagai bahan materi pelajaran pada topik bahasan “Pengalamanku”.
Buku antologi cerpen ini sangat menarik, dan masyaAllah siswa kelas 4 sudah bisa
menerbitkan buku, meski langkah awal buku antologi. Harapan semoga ke depan mereka
terpacu untuk membuat buku solo. Dengan menulis dan menjadi buku merupakan salah satu
warisan yang tidak akan habis oleh waktu. Saat dewasa nanti buku ini tetap bisa dibaca dan
menjadi kenangan bahwa dulu ada masa pandemi dan BDR. Dengan bahasa yang natural dan
menarik khas anak-anak, membuat buku ini renyah untuk dibaca kapan saja di mana saja.
Terimakasih untuk ayah bunda dan Ustadzah Mima selaku wali kelas 4.2 sudah menjadi
fasilitator bagi siswa, sehingga buku ini bisa tayang dan bermanfaat bagi pembaca.
Kami berharap akan muncul lebih banyak lagi cerita – cerita yang ditulis oleh siswa –
siswi sehingga kemampuan menulis mereka dapat bertambah baik. Dan kami yakin masih
banyak kekurangan dan buku ini. Oleh sebab itu saran dan masukan sangat kami butuhkan
guna perbaikan ke depan.
Semoga adanya buku ini dapat menambah semangat kita untuk menulis dan litersi.
Kepala Sekolah
SD Al Falah Darussalam 2
Juniati, S.Pd
Siswa-Siswi Kelas 4.2
SD Al-Falah Darussalam
Cerita
di Tengah
Corona
Cerita di Tengah Corona
Penulis:
Aiko Janeeta Zahrah, dkk
Editor:
Immawati
Edisi pertama: Mei 2021
Hak cipta © 2021 pada Penulis
Desain dan Layout: Caremedia Communication
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apa pun, baik secara elektronis maupun mekanis,
termasuk memfotokopi, merekam atau dengan sistem penyimpanan lainnya,
tanpa izin tertulis dari penulis.
ISBN:
Penerbit:
Caremedia Communication
Jl. Sadewa Kec. Kedanyang Kab. Gresik Jawa Timur
E-mail: [email protected]
www.buku.caremedia.web.id
Telp.081.55.4040404
ii ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Kata Pengantar
Cerita di Tengah Corona ~ iii
iv ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Endorsement
Cerita di Tengah Corona ~ v
vi ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Daftar Isi
Kata Pengantar ............................................................ iii
Endorsement ............................................................... v
Daftar Isi ...................................................................... vii
1. Semua dari Rumah ................................................. 1
Aiko Janeeta Zahrah
2. Pengalamanku Saat Covid-19 ................................. 7
Aimi Dinara Cahyanto
3. Online Class ............................................................. 14
Alessya
4. Pengalaman Saat Sekolah Online .......................... 20
Almajida Aqeela Hadi
5. Sekolah Online di Masa Pandemi .......................... 25
Anindita Syahirah Putri
6. Online Class Saat Pandemi ..................................... 31
Anindya Juniar Angelina
7. Sekolah Online ........................................................ 37
Aqeela Titania Lynette
8. Sekolah Online dan Hobi Baruku ........................... 42
Aura Kirania Naily Ramadan
9. Belajar Online .......................................................... 47
Aviliana Paramastri Fahriantika
Cerita di Tengah Corona ~ vii
10. Pengalaman Saat Pandemi .................................... 54
Azzahra Nur Rahma Ahmad
11. Story of Canayya ..................................................... 61
Celluela Canayya Delicia Priambudi
12. Cerita di 2020 .......................................................... 68
Clara Tsa
13. Sekolah Online ........................................................ 73
Dewi Sekar Sari
14. Aku, Sekolahku, dan Covid-19 ................................ 79
Faiza Azzahra Putri Baginda Wardoyo
15. Pengalamanku Sekolah Online .............................. 89
Jessica Devina Arifin
16. Sekolah Online ........................................................ 95
Kayla Nur Safira Putri Arachman
17. Pengalamanku Belajar Online ................................ 101
Khalisah Putri Anandra
18. Sekolah Online dari Rumah .................................... 108
Khansa Cahyadewi K. Widiarto
19. Tangguh dan Kuat di Tengah Pandemi ................. 113
Khaylannisa Qairina Darosa
20. Pengalamanku Saat Daring .................................... 119
Marwah Maulida Sani
21. Pengalaman Sekolah Online .................................. 125
Fahra
viii ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
22. Daring ...................................................................... 132
Mahira
23. Pengalamanku Saat Kelas Online .......................... 137
Regina Nabila C.
24. Sekolah dari Rumah ............................................... 141
Salsabila Putri Azka Rahman
25. Daring yang Unik .................................................... 149
Shafa Maulida Auly
26. My Experience During Online School .................... 154
Sylvaniite Tanitha Hafshah
Cerita di Tengah Corona ~ ix
x ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
1
Semua
dari Rumah
Aiko Janeeta Zahrah
Assalamualaikum wr. wb Namaku Aiko Janeeta
Zahrah aku Kelas 4.2 aku sekolah di SD Al-Falah
Darussalam dan wali kelasku adalah Ustazah Mima,
pertama kali aku mendengar tentang virus Corona dari kedua
orang tuaku, membuat aku bertanya apa itu virus Corona
ayah, ibu? Mendengar jawaban dari kedua orang tuaku
membuatku menjadi takut dan juga panik loh..., kok bisa
begitu ayah! Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara untuk
menghindarinya?
Saking paniknya membuat aku banyak bertanya hihihiii !
pertama adalah virus itu menular dan penularannya melalui
manusia. Yang kedua virus itu sulit terdeteksi sehingga orang
yang tertular dan belum tertular sulit untuk dihindari. Aduh....
Cerita di Tengah Corona ~ 1
ngeri banget ya! sehingga membuat aku takut untuk keluar
rumah dan takut untuk berinteraksi dengan orang lain,
karena takut tertular virus Corona.
Covid itu virus yang menyerang paru-paru, awalnya virus
itu muncul dan terdeteksi di negara China. Serem ya !soalnya
orang yang terkena virus itu bisa meninggal. Aku di suruh
sama orang tuaku untuk selalu menjaga kebersihan terutama
cuci tangan sebelum makan dan sering juga untuk cuci tangan
walaupun sedang tidak makan, kemudian tidak boleh keluar
rumah, aduh sedihnya! Sehingga tidak bisa bermain-main
sama teman-teman. Ayah dan ibu juga sudah menyediakan
handsanitizer di rumah, pokoknya harus menjaga kebersihan.
Oh iya teman-teman, sampai kapan ya virus Corona hilang?
Soalnya tidak enak terkurung di dalam rumah, seperti
2 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
binatang yang terkurung di dalam sangkar. Apakah mereka
merasakan hal yang sama seperti kita ya? Harapanku semoga
virus Corona segera hilang dan kita bisa bermain lagi.
Awal pertama kali sekolah online membuat saya sedih,
karena tidak bisa bertemu ustazah dan teman-teman di
sekolah, tetapi semua ini demi kebaikan bersama. Sekolah
seperti ini baru pertama kali bagiku jadi masih bingung, panik
dan tak tahu bagaimana caranya? Alhamdulillah... semuanya
masih bisa dipelajari karena ustaz dan ustazah membimbing
dengan sabar hihihiii.... !
Setelah dimulai pelajaran online saya baru tahu begini
rasanya belajar dengan laptop, menyenangkan karena ada
hal baru bagi saya. Ayah dan ibu selalu mendukungku, mulai
belikan pulsa sampai pasang wifi di rumah, jadi sekarang
rumahku ada wifi internet. Pelajaran sekarang tambah susah
karena tidak bisa bertanya langsung dengan ustazah, jadinya
aku bingung dan minta bantuan ayah dan ibu, alhamdulillah
sampai saat ini nilaiku masih di atas KKM.
Sekarang saya sudah kelas 4, tapi masih pandemi virus
Corona jadi masih tidak diperbolehkan masuk sekolah.
Kangen sama teman-teman karena sudah lama tidak bertemu
dan bermain, apalagi sekarang sudah naik kelas dan pasti
ustazahnya juga baru, penasaran sama ustazah baru, kapan
ya bisa bertemu dan bertapa muka?
Cerita di Tengah Corona ~ 3
Pertama sekolah online dengan Zoom cukup
merepotkan karena hal ini masih baru bagiku, apalagi kumpul
sama solikh, hadeh....suaranya bikin seisi rumahku
berantakan hihihii... soalnya ayah dan ibuku pernah
mendengarkan mereka bercanda dan bersuara keras.
Untungnya cuma sebentar, jadinya bisa langsung konsentrasi
pelajaran lagi.
Di rumahku sudah ada laptop milik ayah, walaupun usia
laptop sama dengan usia ayahku tapi laptopnya masih bagus
dan berkualitas hihihiii... Utek-utek laptop bukan keahlianku
dan untungnya ayahku mengajari walaupun kadang-kadang
suka marahin aku, tapi semuanya itu karena sayang kepadaku
dan juga kebaikan untukku.
Guru di sekolah sangat baik dan sabar mengajari, wali
kelas dan guru mengaji bersedia membantu saya ketika ada
yang salah. Terima kasih ustaz dan ustazah.
Sekolah online membuatku harus banyak di rumah dan
lama-lama jadi terbiasa. Salah satu yang membuat aku senang
adalah tidak harus pergi ke sekolah karena jarak rumahku
dengan sekolah sangat jauh, sekolah online membuatku jadi
bisa berinteraksi langsung dengan komputer sehingga aku
bisa belajar sedikit-sedikit.
4 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Ibuku yang sering mengajari, dan membatu mengerjakan
tugas sekolah, sering marah dan tidak sabar, tapi ayahku juga
kadang-kadang juga bantu apabila ada kesulitan.
Bosan di rumah terus, sekolah juga di rumah, tidak boleh
keluar rumah, bermain juga tidak boleh, rasanya seperti
dipenjara tidak bisa ke mana-mana apalagi belajarnya sama
orang tua kadang tidak sabar dan marah-marah. Aku kangen
belajar sama ustazah di sekolah karena orangnya sabar dan
bisa bermain bersama teman-teman. Kebosanan itu terasa
hilang kalau aku bermain dengan adik kecilku yang berusia 2
tahun, lucunya adikku membuat suasana rumah tidak sepi
dan menjadi rame, apalagi kalu sudah mengeluarkan mainan
seperti kapal pecah hihihiii !
Sebentar lagi pergantian tahun, alhamdulillah... semakin
banyak yang aku pelajari salah satunya adalah proses belajar
online dan cara menggunakan Zoom, belajar laptop dengan
ayah dan cara membuka Microsoft Word dan yang lainnya.
Semoga Covid segera hilang dan obatnya sudah
ditemukan sehingga aku bisa sekolah dan bermain lagi,
pokoknya semua bisa kembali normal. Alhamdulillah akhirnya
obat virus Covid-19 telah ditemukan aku hanya sedikit takut
saat akan disuntik hehe tapi aku sudah tidak sabar lagi untuk
sekolah karena aku sangat bosan di rumah, juga aku rindu
Cerita di Tengah Corona ~ 5
tempat-tempat jajanku seperti bu Arifin, kantin, dll, juga aku
rindu teman-teman, ustaz-ustazah.
Insyaallah setelah bulan Ramadan tahun ini kita masuk
lagi ke sekolah yay.. ! ternyata aku juga sedikit bisa untuk
menggunakan laptop, tidak seperti dulu yang masih bingung
dalam menggunakan laptop hehe.. laptop adalah alat yang
paling penting buatku untuk Zoom, ya walau zoomnya sedikit
lagging tapi its okay, ternyata Zoom juga menyenangkan
seperti sekolah biasanya, Zoom dan sekolah sama hanya saja
di mana kita beradanya saja yang berbeda saat Zoom kita di
rumah & saat sekolah kita di kelas. Saat Zoom kakiku sangat
capek, tapi kalo aku di sekolah tidak terlalu capek. *
6 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
2
Pengalamanku
Saat Covid-19
Aimi Dinara Cahyanto
Assalamualaikum. wr. wb. Hello namaku Aimi Dinara
Cahyanto. Saya dari kelas 4.2. Saya dari sekolah SD
Al falah Darussalam. Covid-19 mulai dari Negara
China pada bulan Maret kemarin, lalu Covid-19 langsung
menyebar ke Indonesia. Pertama Covid-19 menyebar ke kota
Jakarta lalu Covid-19 langsung menyebar ke kota Surabaya.
Aku dan keluargaku harus waspada, karena Covid-19 ini
sudah membuat banyak orang positif. Jadi sebab itulah
sekolah SD Al falah Darussalam mengadakan sekolah online.
Aku tetap bersyukur walaupun sekolahku mengadakan
sekolah online. Tapi aku tetap merasa takut dengan wabah
penyakit virus Covid-19 atau juga bisa kita sebut virus Corona.
Cerita di Tengah Corona ~ 7
Saat aku pertama kali sekolah online aku merasa sangat
berbeda karena harus melaksanakan 3M seperti memakai
masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Saat aku sekolah online aku merasa pertama kalinya
sekolah online dan sekolah dengan menggunakan laptop
atau HP. Kadang saat aku sekolah online mataku merasa sakit
8 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
karena terlalu sering melihat ke layar laptop untuk sekolah
online. Tapi seharusnya aku tetap bersyukur kepada laptopku
karena sudah membantuku hampir setahun.
Saat aku sekolah online, ustazahku saat kelas 3 memberi
info tentang aplikasi yang bernama Zoom, yaitu aplikasi
untuk mengobrol bersama, melakukan meeting online saat
kerja dan lain-lain.
Saat aku naik kelas 4 aku bertemu ustazah baru. Nama
ustazah baruku bernama ustazah Mima. Ustazah Mima
adalah ustazah yang tegas dan baik. Ustazah Mima saat
memberi tugas kepada murid-murid, dia hanya berharap
murid muridnya cepat mengumpulkan PR. Mengapa Ustazah
Mima berharap begitu karena ustazah suka murid muridnya
yang tidak malas.
Saat pertama kali sekolah online dengan aplikasi Zoom,
aku berharap tidak ada Sholih yang campur di kelas kita,
tetapi ternyata Sholih campur ke kelas kita. Kami tidak
menduga bahwa anak Sholih akan menjadi anak yang berisik
saat sekolah online, tetapi ternyata anak Sholih menjadi anak
berisik saat sekolah online. Telingaku merasa berisik karena
teriakan dan suara tertawa Sholih. Kadang Ustazah Mima
memarahi atau menasihati mereka agar tidak berisik.
Namun ada anak Sholih bernama Rayhan. Dia bukan anak
Sholih yang termasuk berisik. Bahkan dia selalu tertib dalam
Cerita di Tengah Corona ~ 9
pelajaran. Ustazah Mima suka anak yang tertib seperti
Rayhan, itu sebabnya ustazah selalu memanggil Rayhan
bapak direktur.
Sejak Covid-19, aku mengaji dengan online. Aku
menggunakan aplikasi whatsaap untuk video call, itulah
aplikasi aku gunakan untuk mengaji. Aku mempunyai guru
mengaji yang bernama ustazah Cholifah. Ustazah Cholifah
sangat baik. Ustazah Cholifah selalu tahu mana yang benar
atau salah saat aku mengaji. Dan ternyata lama kemudian aku
seperti senang dengan sekolah online, karena di Zoom aku
bisa pakai virtual background, hehehe. Saat aku pertama kali
sekolah online, mama jadi guruku di rumah. Aku merasa
seperti sering dimarahi oleh mama, hehe. Tapi mama marah-
marah bukan tidak sayang aku, tapi mama membantu aku
belajar agar aku dapat nilai ujian bagus.
Saat Covid-19 aku merasa sedih dan bosan karena Covid-
19 semakin menyebar. Saat sekolah Al falah Darussalam
membuka sekolah offline, aku melihat beberapa temanku
sekolah offline, saat itu aku menyadari bahwa sekolah normal
lebih seru daripada sekolah online. Akhirnya aku meminta
mama dan ayahku untuk sekolah offline, tetapi mama dan
ayah tidak memperbolehkan aku sekolah offline, karena virus
Covid-19 masih menyebar di berbagai kota. Jadi keluargaku
masih saja takut dengan penyebaran virus Covid-19. Jadi aku
10 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
tetap online, dan aku harus menuruti mama dan ayahku.
Tetapi aku tetap saja ingin sekolah offline, tetapi aku harus
tetap bersyukur. Jika ada anak yang sekolah offline, maka
mereka harus mematuhi perintah, seperti 3M, contoh
memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan.
Peraturan di sekolahku sama seperti yang ada di mall, di toko
dan lain-lain.
Saat sekolahku membuka sekolah offline, aku melihat
temanku, ada Avi, Sekar, Clara, Kayla dan lain-lain. Mereka
terlihat senang saat sekolah offline karena senang bertemu
teman- teman, tetapi mereka harus tetap jaga jarak dengan
satu sama lain. Aku sangat ingin seperti mereka yang sekolah
online, karena aku penasaran dengan kelasku. Tapi jika aku
nanti sekolah offline, aku tetap saja jaga jarak, mencuci
tangan dan selalu memakai masker kecuali saat makan. Aku
sangat ingin bertemu teman-temanku, karena mereka selalu
membuatku sangat senang. Dan tanpa teman aku akan sedih
dan kesepian.
Saat PAS, anak yang sekolah offline akan mengerjakan
PAS dengan kertas. Jadi anak yang sekolah offline wajib
membawa pensil dari rumah. Ternyata aku menyadari bahwa
tidak hanya sekolah offline yang harus menyiapkan peralatan
sekolah, tapi juga dengan sekolah online. Dulu saat aku
pertama kali sekolah online, aku tidak menyiapkan peralatan
Cerita di Tengah Corona ~ 11
sekolahku saat mau sekolah. Saat aku sekolah online,
sebelum pelajaran kita bersama membaca surah Al Baqarah.
Dan kami harus membaca Al Quran, itu sama seperti kita
panggil dengan Murojaah, murojaah yaitu membaca surah
bersama, seperti membaca surah pendek bersama contoh
membaca surat al-Kafirun bersama, membaca al-Maun
bersama dan surah-surah lain.
Saat mau membaca surah Al Baqarah aku terburu-buru
untuk mengambil Al Quran, dan saat aku terburu buru seperti
itu, mamaku selalu bilang “Nah kan mesti enggak siap-siap Al-
Qur’an” mama bilang begitu heheheheh, Mama kesal kalo
aku tidak siap-siap peralatan sekolah. Kata mama “Kakak
Aimi kamu harus tanggung jawab sama tugas kamu dan harus
mandiri” katanya. Aku memang harus belajar mandiri dan
tanggung jawab. Aku sekarang sadar bahwa aku sudah kelas
4 dan aku sudah mau kelas 5.
Saat ujian Bahasa Indonesia aku agak kesusahan, dan
nilai ujiannya adalah jeng...jeng...jeng...jeng, huh 7,9. Aku
sangat menyesal di akhir, dan akhirnya mama memarahiku
saat mama tahu kalau nilaiku 7,9. Itulah penyesalanku saat
ujian Bahasa Indonesia.
Suatu hari ada info dari sekolah bahwa akan ada review
salat akhlak. Aku sangat semangat untuk belajar untuk
review salat akhlak. Besoknya review salat akhlak pun tiba.
12 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Aku mengerjakan review dengan teliti. Dan nilai ujianku
adalah jeng...jeng...jeng...jeng, tadaa 100!!.
Aku sangat bersyukur kepada Allah karena sudah
membuatku pintar dan teliti. Aku bilang kepada mama bahwa
nilai ujian salat akhlakku 100. Mama bilang” Alhamdulillah”
katanya. Mama sangat bangga padaku. Aku juga bangga
kepada diriku sendiri. Begitulah rasanya ketika guruku
berganti dengan mama. Yang aku rasakan yaitu mama selalu
membantuku belajar tapi juga sering dimarahi karena
kadang-kadang aku tidak serius belajarnya. Sebenarnya ada
rasa bosan karena ingin sekolah offline dan bisa langsung
belajar bersama ustaz dan ustazah, tapi juga ada rasa bahagia
karena aku juga lebih sering di rumah bersama Mama, adik
dan Ayah.
Kemajuan yang aku rasakan adalah aku bisa pakai
laptop, bisa browsing di laptop dan bisa utek utek laptop.
Dulu sebelum Covid-19 menyebar, aku dan teman-teman tak
bisa menggunakan Zoom. Kita harus sekolah normal.
Harapan aku Covid-19 cepat hilang, vaksin Covid-19 akan
segera bisa diberikan ke masyarakat. Dan orang-orang yang
sudah positif cepat sembuh. Aamiin.. Dan itu semua cerita
dari aku tentang Pengalamanku saat Covid-19. Sampai jumpa
lagi. Daadaa, aku harap Covid-19 cepat hilang.*
Cerita di Tengah Corona ~ 13
3
Online Class
Alessya
Sekolah di rumah? kayak tidak terbayang ya tapi inilah
terjadi. Sejak dimulai dari pertengahan Maret 2020
sampai sekarang rasanya seperti tidak pernah
terpikirkan di benak semua orang. Tapi inilah kondisi yang
terjadi dikarenakan adanya virus Corona yang melanda dunia
menyebabkan semua aktivitas belajar mengajar yang tadinya
dilakukan di sekolah semua berpindah di rumah.
Saya ingat awal mula hari pertama kita tidak sekolah
offline. Hari Senin aku dan Aya lagi chat dan Aya bertanya.
“Kenapa hari ini kita tidak masuk sekolah?” Terus aku jawab
“Kata mama aku tidak masuk sekolah karena ada virus
Corona”.
14 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Sejak hari itu semua belajar online. Awal online aku
memakai HP mama tetapi lama kelamaan mama membelikan
aku HP aku sangat senang sekali. Tadinya tidak pernah belajar
memakai aplikasi dari HP sekarang aku sudah bisa memakai
Zoom, Google classroom, Zoom meeting. Semua tugas-tugas
juga dikerjakan secara online.
Awal online aku sangat senang karena sedikit santai di
rumah tidak perlu membawa tas yang berat tidak memakai
Cerita di Tengah Corona ~ 15
sepatu saat sekolah, tapi lama kelamaan aku sangat sedih
karena tidak bisa bermain bersama teman-teman sekolah.
Aku rindu pergi ke kantin, ke musala, ke perpustakaan dan
tertawa bersama-sama. Aku juga rindu dengan ustazah rindu
karena kalau rame dimarahi, kalau kesulitan dalam pelajaran
bisa langsung bertanya. Aku rindu semuanya yang ada di
sekolah.
Meski mama dan papa membantu aku mengerjakan
tugas tetapi kadang mama dan papa juga tidak begitu paham
pelajaranku. Sekarang melihat teman-teman hanya lewat
Zoom rasanya seperti tidak bisa bercanda lepas. Bagaimana
yah kabar sekolahku, bangkuku, mejaku, papan tulisku
rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata betapa aku ingin
masuk sekolah kembali.
Terkadang aku meminta mama mengantarkan aku
melihat sekolah hanya sekedar lewat saja sudah membuatku
bahagia. Sekolah online oh sekolah online tetapi aku baru
tahu rasanya bagaimana rasanya sekolah online.
Mendengarkan penjelasan ustazah dari balik kamera Zoom
terkadang sinyalnya kurang bagus suaranya terdengar antara
ada dan tiada tak jarang wajahnya ustazah terlihat kotak-
kotak kalau wifinya hula-hula.
Sekarang teman-teman pasti sudah beranjak besar dan
tinggi. Aku sangat ingin bertemu dengan sahabat-sahabatku
16 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
di kelas. Mengerjakan tugas-tugas juga semua dikumpulkan
lewat link, melihat tugas-tugas dari Youtube, dari Google
sekarang sudah sering aku lakukan. Terkadang aku juga video
call dengan teman-teman menanyakan kabarnya bagaimana
perasaannya. Melihat wajah teman-teman yang ada ketika
Zoom sepertinya sudah banyak yang berubah semua terlihat
lebih gembul hehehe.
Aku sering menanyakan ke mama kapan Corona ini akan
berakhir dan mama selalu jawab belum tahu karena banyak
yang masih terkena sakit akibat Covid-19. Melihat berita di
televisi dan sosial media banyak yang terkena imbasnya tidak
hanya sekolah yang tutup banyak mall, tempat wisata juga
tutup.
Aku sering ikut mama bekerja di saat pandemi terkadang
juga harus luar kota. Seperti minggu lalu aku ikut mama dan
papa ke Jakarta untuk bekerja untungnya sekolah online jadi
kita bisa sekolah sembari ikut bekerja di mana saja. Buku
sekolah juga aku bawa begitu juga dengan seragam tetapi
aku cuma bawa seragam 1 hehehe karena kata mama
kopernya nanti tidak cukup kalau semua seragam dibawa.
Sejak Corona ini aku sangat senang bisa ikut mama di mana
saja tetapi bisa sambil sekolah. Terkadang aku juga sekolah di
mobil karena mama dan papa harus di perjalanan menuju
pabrik.
Cerita di Tengah Corona ~ 17
Aku juga terkadang menjadi tidak disiplin, terkadang
tugas mengerjakannya terlambat jadi maafkan Lessya ya
ustazah. Setelah salat subuh tidur lagi jadi kadang bangun
tidur langsung buka aplikasi, pakai jilbab dan sudah siap di
depan HP untuk Zoom tanpa mandi hehehe.
Mama juga sering marah karena aku sangat tidak disiplin
dalam sekolah terkadang sambil tiduran, sambal makan,
sambal gambar, sambal jalan dan sebagainya, aku seolah
seperti tidak bisa diam. Main game adalah salah satu hiburan
di saat tidak boleh ke mana-mana. Karena aku sering bosan
jika harus diam tetapi itu membuat aku jadi tidak bisa lepas
dari HP karena aku suka melihat aplikasi yang ada di HP
seperti Youtube, tiktok, Instagram, Google, game-game yang
seru. Semoga dengan sekolah offline kebiasaanku berangsur
berkurang.
Ustazah yang mengajarkan pelajaran dan mengaji sangat
baik dan sabar. Tetapi hanya ucapan yang kadang kurang
jelas sehingga banyak mata pelajaran yang aku kurang
paham. Karena sekolah online banyak yang pelajaran-
pelajaran yang harus dijelaskan oleh mama dan papa tetapi
mama dan papa bilang pelajaran dulu sama sekarang banyak
berubah jadi mama dan papa hanya menjelaskan secara garis
besarnya saja, hanya poin-poinnya selebihnya aku harus
googling dan mencari informasi di Youtube.
18 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Melihat mama dan papa menjelaskan pelajaran jika aku
tidak cepat paham terkadang mama dan papa marah apalagi
kerjaku hanya main HP dan game saja tidak mau berusaha
mencoba. Kasihan melihat mama dan papa sepulang mereka
bekerja harus mengajari dan mengerjakan tugas denganku
sampai larut malam. Tetapi dipikir-pikir lebih baik ustazah
yang menjelaskan di sekolah daripada harus online atau
dijelaskan orang tua.
Semoga sekolah online ini cepat terganti menjadi offline
agar aku bisa bertemu segera dengan teman-teman sekolah
juga ustaz ustazah. Bisa duduk di kelas melihat papan tulis,
salat berjamaah di masjid, makan di kantin saat istirahat, bisa
olah raga di lapangan. Semoga doaku dikabulkan oleh Allah
swt.*
Cerita di Tengah Corona ~ 19
4
Pengalaman Saat
Sekolah Online
Almajida Aqeela Hadi
Assalamualaikum wr. wb. Haii nama saya Almajida
Aqeela Hadi. Saya kelas 4.2. Saya sekolah di SD Al-
Falah Darussalam. Hari ini saya ingin bercerita
tentang pengalaman saya saat sekolah online atau belajar
online.
Covid-19 adalah penyakit yang sangat berbahaya, Covid-
19 itu berasal dari negara China lalu ke negara lainnya. Maka
dari itu kita harus sekolah online supaya tidak kena Covid-19.
Kita semua harus melakukan 3M yaitu adalah 1.
Menggunakan masker 2. Mencuci tangan 3. Menjaga jarak
kita harus menaati protokol.
Banyak sekali orang yang terkena Covid-19. Lalu ada yang
meninggal dunia karena Covid-19. Kita harus waspada supaya
20 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
tidak terkena Covid-19. Seharusnya kita semua harus stay at
home tapi ada yang harus kerja demi keluarganya. Aku sangat
takut dengan wabah Covid-19 ini. Tetapi kita semua harus
tetap bersyukur karena meskipun kita tidak masuk
sekolah .
Cerita di Tengah Corona ~ 21
Wali kelas saya bernama Ustazah Mima. Ustazah Mima
itu sangat ceria sekali membuat kita semua menjadi
semangat belajar. ☺︎ Kalau wali kelas 4.1 Sholih bernama
ustaz Rizal. Ustazah Mima dan ustaz Rizal itu juga sangat
bahagia dan ceria.
Ustaz Rizal mengajarkan pelajaran tentang English,
pelajaran English itu menurut saya lumayan susah tapi jika
kita belajar pasti tidak akan susah bisa dibilang sangat
gampang. Ustazah Mima mengajarkan pelajaran IPA, IPS,
Social studies dan PPKN. Ustazah Mima juga tidak mau murid
muridnya menjadi anak yang pemalas jadi ustazah Mima
selalu mengasih tugas lewat quizizz, Google form atau di
buku. Kalau ustaz Rizal memberi tugas terkadang di
liveworksheet atau di buku juga.
Pelajaran yang paling susah menurut Aqeela adalah
matematika. Tapi kalau kita mau nilai ujiannya bagus kita
harus belajar dengan semangat Dan jangan lupa untuk
berdoa sebelum mengerjakan ujian.
Saat pertama kali sekolah online aku kira tidak campur
dengan Sholih 4.1 tapi ternyata campur dengan kelas 4.2. Tapi
yang Sholih itu sangat berisik sampai-sampai telinga saya
sakit. Kadang-kadang Zoomnya nge-lag atau koneksinya
sangat buruk. Semua sampai bingung. Lalu kita dikasih tugas
oleh ustaz dan ustazah.
22 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Ustaz Yusuf adalah ustaz yang mengerjakan pelajaran
tentang matematika. Ustazah Laily adalah yang mengerjakan
pelajaran tentang science. Saya sangat suka dengan
pelajaran science. Ustazah Chotim itu mengajarkan pelajaran
tentang Bahasa Indonesia, dan lain lainnya. Tetapi ada
beberapa Sholih yang tidak berisik di Zoom. Saya senang
sekali bisa sekolah di SD Al-Falah Darussalam.
Ustaz dan ustazahnya sangat baik Dan cantik sekali.
Sebenarnya saya sangat bosan saat sekolah online karena
saya ingin sekali masuk sekolah . Tetapi aku tetapi
semangat untuk sekolah . Saat ada Covid-19 aku mengaji
bersama ustazah Kholifah, ustazah Kholifah itu orangnya
sangat sabar. Saya mengaji menggunakan handphone dan
sambil menunggu di video call sama ustazah Kholifah saya
membaca dan menghafalkan.
Saat adanya ujian Bahasa Indonesia nilai saya lumayan
Bagus dan mama saya sangat senang sekali, nilai Bahasa
Indonesia aku adalah..... 91 Alhamdulillah saya sangat senang
sekali✨. Dan waktu itu juga ada review salat Akhlaq .
Saya belajar dengan teliti supaya mendapatkan nilai yang
sangat bagus. Saya mendapatkan nilai 85 . Saya sangat
sedih tetapi di waktu PTS Alhamdulillah nilai saya lebih Bagus.
Saya dapat nilai 97 saya salah 1 . Nilai PTS Bahasa Indonesia
saya adalah 91 Alhamdulillah. Harapan saya tentang Covid-19
Cerita di Tengah Corona ~ 23
ini semoga Covid-19 ini sudah tidak ada dan kita semua bisa
masuk sekolah online seperti dulu .
Kita semua harus semangat supaya Covid-19 ini tidak ada
di dunia kita semua. Aminn... .
Dulu sebelum sekolah online saya bermain bersama
teman-teman saya sangat rindu dengan teman-teman ke
kantin bersama sama. Aku sangat kangen semua . Karena
saya sudah kelas 4 saya harus mandiri dan harus bertanggung
jawab.
Saya biasanya setiap pagi atau sore atau malam saya
selalu membaca Al-Qur'an supaya mendapat kan pahala. Saya
sekarang sudah surah Al-A'raf, Alhamdulillah. Jika saya tidak
ngapa-ngapain di rumah terkadang saya bermain atau belajar
pelajaran untuk besok. Saat PTS saya belajar dengan
semangat supaya mendapat kan nilai yang Bagus. Setiap pagi
saya mempersiap kan buku sekolah saya lalu saya masuk
Zoom dan kalau sudah jam 07. 15 semua berdoa dan murojaah
surah Al-Qalam. Saya selalu membawa Al-Qur'an dan
membaca. Terkadang koneksi saya jelek sekali lalu saya
refresh dan Alhamdulillah sudah bisa .
Semoga kita semua sehat selalu dan kita harus
melaksanakan 3M, jangan lupa ya...*
24 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
5
Sekolah Online
di Masa Pandemi
Anindita Syahirah Putri
Assalamualaikum namaku Anindita Syahirah Putri dan
teman-teman biasa memanggil aku dengan Anin
karena memang di kelas ada dua nama Nindi.
Hhmm..
Corona atau Covid-19 yang sering teman-teman dengar
benar-benar membuat aku sedih karena waktuku untuk
belajar dan bertemu teman-teman menjadi hilang. Saat itu
adalah hari Minggu malam dan Bundaku begitu panik setelah
melihat berita di sosial media tentang virus ini. Aku dengar
suara Bunda yang sedang mengobrol dengan Ayah tentang
virus ini.
Kata Bunda saat itu “Yah bagaimana ini mas ama adik
dimasukin tidak sekolah besok” dan Ayahku menjawab “Ikut
Cerita di Tengah Corona ~ 25
sekolahan saja Bun”, dan ternyata informasi dari sekolah
baru diterima Bunda pada hari Senin sehingga aku dan
kakakku tidak masuk di hari Seninnya. Yang aku tahu kita
tidak masuk karena Bunda tidak mau terjadi apa-apa dengan
kita.
26 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Saat itu aku benar-benar tidak tahu bahayanya virus
Corona sehingga saat untuk melarang aku dan kakakku,
sekolah kita menjadi sangat marah ke Bunda. Aku pun mulai
mencari tahu apa itu virus Corona melalui berita-berita yang
ada di sosial media.
Virus Corona atau Covid-19 adalah virus dibawa oleh
binatang Kelelawar dan pertama kali ditemukan di kota
Wuhan, China. Virus ini ditularkan melalui droplet atau cairan.
Virus ini bisa menyerang siapa saja. Yang aku tahu dari berita-
berita ternyata orang yang terkena virus ini akan sulit
bernafas dan risikonya bisa meninggal. Sungguh sedih dan
menyeramkan. Sejak saat itu aku pun mulai ketakutan
dengan virus ini. Ditambah Bundaku yang juga paranoid
dengan virus ini.
Akhirnya yang paling tidak kusukai terjadi. Aku harus
mulai belajar di rumah secara online. Untungnya Bunda sudah
sering menggunakan aplikasi Zoom jadi aku tidak begitu
panik. Hanya saja karena koneksi internet yang terbatas
kadang suara tidak ada dan gambar menjadi patah-patah.
Jujur sebenarnya aku benar-benar benci dan sedih
dengan sekolah online ini. Aku jadi tidak bisa bertemu
temanku, jalan ke kantin dengan temanku dan yang paling
aku tidak suka aku harus melihat video yang diberikan oleh
ustazahku karena, kadang-kadang videonya berhenti karena
Cerita di Tengah Corona ~ 27
koneksi internet yang jelek. Aku tidak berhenti berdoa supaya
virus ini segera pergi dari Indonesia. Oh iya kadang-kadang
ustazah menyuruh kita untuk membuat video kreatif agar
kita tidak bosan di rumah.
Alhamdulillah aku pun naik kelas empat tanpa bertemu
dengan teman-teman dan ustazah wali kelasku. Sedih?
Banget ! Aku begitu sedih dan rasanya ingin marah tapi aku
tidak tahu mau marah sama siapa. Bunda selalu mencoba
menghiburku, kata Bunda “semangat dek jangan lupa terus
berdoa semoga virus ini segera pergi dari Indonesia”.
Siang itu Bunda cerita kalau ternyata di kelas empat ini
aku akan kembali bertemu dan satu kelas dengan teman-
teman sholehahku karena kelas empat ini sudah dipisah
antara sholeh dan sholehah. Ternyata wali kelasku adalah
ustazah Mima. Iya, aku sudah kenal dengan ustazah Mima
sejak beliau menjadi wali kelas dari kakakku. Ustazah yang
selalu ceria dan sangat gaul menurut aku, hehehe.
Dan tiba saatnya aku bertemu teman-temanku untuk
pertama kalinya di kelas empat melalui aplikasi Zoom dengan
bantuan dari Ustazah Mima dan Ustaz Rizal wali kelas dari
kelas empat untuk yang sholeh karena memang kelas
onlinenya digabung antara sholeh dan sholehah. Jadi bisa
dibayangkan begitu ramenya kelas ini. Tapi aku senang sekali
karena ternyata banyak yang berubah dari teman-temanku.
28 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Teman-temanku semakin besar dan cantik, aku semakin
kangen mereka.
Sejak aku sekolah online ini banyak sekali suka duka yang
aku rasakan. Mulai dari cerita cara mengajar ustaz dan
ustazah yang berbeda. Ada ustaz dan ustazah yang sabar, ada
ustaz dan ustazah yang banyak sekali memberikan tugas
bahkan ada juga ustaz dan ustazah yang kadang susah
dimengerti waktu mereka menerangkan, hehehe. Cara
mengajar mengaji ustazah mengaji pun sempat ribet di awal
karena harus berebut untuk menghubungi beliau bahkan aku
pernah tidak lulus mengaji saat tes kenaikan jilid hanya
karena koneksi internet yang membuat suara aku putus-
putus dan tidak didengar jelas oleh ustaz penguji saat itu.
Oh iya aku lupa cerita kalau gara-gara sekolah online ini
bekerja tapi karena Bundaku kasihan kalau aku harus belajar
dari handphone akhirnya laptop ini jadi milikku. Dan aku
sangat bahagia mempunyai laptop sendiri karena aku bisa
belajar banyak dengan laptop ini dan tidak sering
merepotkan Bundaku untuk tanya-tanya pelajaran yang
mungkin aku tidak bisa karena aku tinggal browsing di
Google, terima kasih ya Bunda.
Selain aku punya laptop sendiri aku juga punya
handphone sendiri sejak sekolah online ini karena aku harus
banyak berkomunikasi dengan teman-teman dan ustaz dan
Cerita di Tengah Corona ~ 29
ustazah tentang semua pelajaran di sekolah, tentang tugas-
tugas yang harus aku kerjakan, bahkan sekedar bertanya
tentang kabar semuanya.
Akhirnya aku pun bisa mengerti dengan keadaan ini.
Meskipun awalnya aku begitu marah dan sebal sama semua
larangan-larangan Bunda dan juga larangan Pemerintah
untuk tidak boleh sekolah tatap muka, sekarang aku mulai
mengerti karena ternyata virus ini memang sangat
berbahaya. Aku pun mulai nyaman dengan sekolah online
meskipun kalau disuruh memilih aku lebih suka sekolah
normal. Sekarang aku hanya bisa berdoa semoga pandemi ini
segera berakhir dan virus ini segera hilang agar aku bisa hidup
normal kembali. Aku bisa kembali bersekolah, bertemu
teman-teman, bertemu ustaz dan ustazah, berkunjung ke
rumah saudara-saudara jauh, aamiin ya robbal alamin. Dan
pastinya semoga kita selalu diberikan kesehatan dari Allah
SWT, aminn. *
30 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
6
Online Class
Saat Pandemi
Anindya Juniar Angelina
Nama saya Anindya Juniar Angelina. Saya sekolah di
Al-Falah Darussalam, dari kelas 4.2. Ketika awal ada
Wabah Covid-19 masuk ke Indonesia saat awal
Januari saat Saya masih kelas 3 Saat hari itu Saya di rumah
terus karena ada Wabah Virus Covid-19 Saya pun saat itu
sangat takut dengan Wabah Covid-19, Saat itu pun aku mulai
belajar (Daring) melalui internet dan juga ujian pun melalui
Google crom, atau Liveworksheet.
Virus Covid-19 adalah Virus yang menular yang baru-baru
ini ditemukan, Sebagian orang yang tertular Coronavirus
akan mengalami gejala Ringan hingga sedang, Dan akan pulih
tanpa penerangan Khusus. Saya pun sangat takut Saat
mendengar berita Covid-19.
Cerita di Tengah Corona ~ 31
Saya ingin menceritakan tentang pengalaman kegiatan
belajar di rumah yang dilakukan melewati aplikasi Zoom.
Karena virus Corona yang semakin meningkat, semua tempat
di isolasi untuk mencegah virus agar tidak semakin menyebar.
Jadi saya juga mengisolasi di rumah agar tidak terkena virus,
tetapi dengan ini saya lebih bisa mendekatkan diri kepada
orang tua.
32 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Saya sangat bingung untuk menggunakan Zoom Dan
juga tugas pun biasanya di foto dan di Kirim ke Ustaz atau
Ustazah dan juga tentunya Saya merasa sedih, karena tidak
bisa bertemu Langsung dengan Ustaz dan Ustazah dan
Teman-teman, Saya juga Panik karena orang-orang yang
tertular semakin banyak dan parah Dan juga sudah ada yang
meninggal, saat itu saya tidak boleh main di luar rumah
karena ada pandemi tapi untung di kompleks saya masih
belum ada yang tertular pandemi Covid-19.
Saya sangat penasaran karena akan ada ustaz dan
ustazah juga saat kelas 4 kelas Sholih dan Sholihah di pisah
yaitu terdiri dari kelas 4. 1 dan 4.2, dan juga Guru mengaji pun
juga Ganti. Juga seberapa murid diizinkan orang tuanya untuk
pergi ke sekolah (offline). Dan juga ada yang Sekolah di
rumah atau Darli (Online). ujian pun juga masih ada, yang
offline ujiannya seperti biasa saat masih belum pandemi tapi
juga harus mematuhi protokol kesehatan. Kalau yang Online
ujiannya melalui Google form atau Liveworkshet.
Saat baru pertama kali naik kelas 4 seharusnya Zoom
cewek dan Zoom cowok dipisah tapi saya Sangat bingung
mengapa tidak di pisah dan saat itu saya masih gugup.
Sering sekali laptop saya macet dan juga salah pencet
karena masih belum mengerti bahkan Saat itu saya masih
belum bisa menulis di Zoom dan juga tidak bisa mengganti
Cerita di Tengah Corona ~ 33
background saat Itu saya bingung sekali bagaimana cara
menggunakan aplikasi Zoom ini terus saya pun akhirnya
Mengerti bagaimana cara menggunakan aplikasi Zoom ini.
Ternyata gurunya sangat baik dan juga menyenangkan
guru mengajinya juga sangat baik hati. Saat itu saya sangat
senang karena ustaz dan ustazahnya sangat baik dan
menyenangkan.
Kegiatan belajar mengajar atau disebut dengan (daring)
ini mempunya dampak negatif dan positif. Dampak negatif
adalah, terkadang di saat pembelajaran berlangsung ada
yang koneksinya buruk dan mengakibatkan siswa jadi tidak
bisa mendapatkan ilmu sepenuhnya. Dan lagi, ada hiburan
yang tidak bisa membuat siswa pada pembelajaran. Guru juga
tidak bisa mengawasi siswa dengan baik. Jadi tanpa
pengawasan, bisa saja di saat ulangan siswa menyontek
Saat sudah lama sekolah melalui internet ternyata itu
sangat menyenangkan. Saya tidak mengira ternyata
sesenang itu kalau di Zoom biasanya Kalau pelajaran
mathematics yang Cambridge biasanya bermain game
Juga bisa mengganti background waah ternyata sekolah
melalui internet tidak membosankan yang kalian kira dan juga
ustaz dan Ustazahnya lucu dan itu tidak membosankan sama
sekali ya kadang sih agak membosankan karena mengantuk.
34 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Kalau guru berganti dengan mama, mungkin
membosankan karena biasanya sudah Sering melihat mama
di rumah dan tidak ada teman-teman yang menemani kan
Jadi membosankan tidak seperti guru kalau bersama guru itu
sangat menyenangkan apa lagi gurunya sangat baik hati dan
menyenangkan pasti sangat seru.
Aku sangat bosan karena tidak bisa bertemu guru saat
belajar dan juga sedih tidak bisa bertemu Langsung tapi juga
tidak terlalu sedih dan bosan karena masih bisa bertemu
dengan guru walau Hanya di aplikasi Zoom jadi mungkin agak
menyenangkan.
Dan juga jika kelamaan di rumah siswa-siswi lebih banyak
bermain dari pada belajar ini bisa menimbulkan hal yang
negatif pada generasi ini. Biasanya juga setelah belajar di
kelas saya masih bisa bermain dengan teman saya dan
bersenang -senang, setelah dipikir- pikir saya merindukan
masa-masa saat saya bermain dengan teman saya, dan masih
banyak lagi dampak negatif lainnya.
Karena sudah keseringan belajar jarak jauh jadi lama
kelamaan menyenangkan karena masih bisa Bertemu
walaupun di aplikasi Zoom.
Dampak positif dari kegiatan di rumah adalah, Murid bisa
fokus untuk bergabung dengan keluarganya atau
mendekatkan diri kepada keluarga dan merefresh diri dari
Cerita di Tengah Corona ~ 35
pembelajaran selama di sekolah dan ini menyenangkan bagi
saya.
Harapanku tentang Covid-19 semoga cepat hilang
secepatnya dan bisa ke sekolah dan juga bisa main seenaknya
karena kalau pakai masker terus agak pengap jadi tidak enak
deh dan juga semoga orang-orang yang sudah tertular Covid-
19 semoga bisa sembuh.*
36 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
7
Sekolah Online
Aqeela Titania Lynette
Perkenalkan, nama saya Aqeela Titania Lynette atau
biasa dipanggil Lynette. Saya bersekolah di Al-Falah
Darussalam. Sekarang saya duduk di kelas 4.2.
Awal ada wabah Covid 19, saya masih belum paham
seberapa bahayanya. Saat itu saya masih duduk di kelas 3.
Tapi papa, mama, kaik dan ninik melarang saya untuk sering-
sering keluar rumah. Ke mana-mana saya harus pakai masker
dan berpakaian tertutup. Lalu setelah itu, ada info dari
sekolah yang mengharuskan kami sekolah melalui online atau
daring.
Semua kegiatan sekolah dilakukan di rumah. Tugas-tugas
dikerjakan di rumah lalu dikumpulkan melalui online. Sampai-
Cerita di Tengah Corona ~ 37
sampai ujian pun dilakukan secara online. Dan ini pengalaman
saya melakukan yang namanya sekolah daring.
Awal mula saya pikir ini hal yang menyenangkan. Saya
dikenalkan dengan aplikasi Zoom untuk bersekolah. Karena
sekolah menggunakan handphone saat itu menyenangkan
sekali saya bisa pegang handphone lebih lama.
Saya kira dengan sekolah di rumah semua menjadi lebih
santai, tapi ternyata. Tidak begitu ceritanya.
38 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam