Saya masih tetap harus bangun pagi, mandi dan pakai
seragam. Bukan bersantai-santai. Lalu mulai menggunakan
aplikasi Zoom untuk sekolah.
Karena virus Corona, banyak orang tua yang diliburkan
bekerja jadi saat kelas online saya melihat banyak teman-
teman yang kelas bersama bundanya. Tetapi mamaku
bekerja untuk rumah sakit sehingga mamaku pun tetap
bekerja dan papa melarang saya bertemu mama sementara
itu karena takut akan virus Corona.
Saya sedih dan saya iri, setelah beberapa minggu saya
menjadi bosan dengan sekolah daring ini. Tugas-tugas yang
dikirimkan melalui foto, bingung harus bertanya dengan
siapa. Rasanya sekolah tidak seasyik biasanya.
Lalu ditambah saya pun harus ujian melalui daring. Di
awal saya merasa kesulitan, terkadang harus mengerjakan
beberapa kali. Tapi kata mama dan ustazah, saya bisa dan
saya harus tetap berusaha.
Akhirnya kelas 3 saya lalui dengan sekolah daring,
berharap di kelas 4 saya bisa bertemu dengan teman-teman
lagi. Berangkat ke sekolah dan bermain bersama teman-
teman tapi ternyata virus ini belum juga usai. Saya masih
harus sekolah online di kelas 4. Menyedihkan sekali.
Cerita di Tengah Corona ~ 39
Tapi saya beruntung, mama menyarankan ustazah untuk
membantu belajar dan mengaji di rumah. Alhamdulillah
sedikit dapat bantuan untuk tugas-tugas sekolah.
Karena tugas mama di Rumah Sakit dan Laboratorium
Covid, sehingga aku pun masih jarang bisa bertemu mama
kecuali di hari Sabtu dan Minggu saat mama libur.
Banyak tugas-tugas yang sekiranya saya kurang paham
maka akan saya kerjakan bersama mama di hari Sabtu dan
Minggu dan Alhamdulillah ustazah pun mengizinkan hal itu
dikarenakan kondisi Covid ini.
Bosan? Iya saya sangat bosan. Kadang di tengah kelas
online rasanya malas sekali, ingin tidur, ingin main
handphone, ingin makan, ada saja keinginannya beda kalau di
kelas. Kita bisa fokus dengan ustazah, tidak boleh main
handphone di sekolah, tidak boleh makan jadi tidak ada
keinginan itu. Lalu menunggu bermain dengan teman-teman
terkadang bercanda dengan ustazah sehingga rasa malas dan
mengantuknya pun hilang.
Ya Allah, kapan ya wabah virus Covid ini akan hilang? Saya
berharap saat sudah di kelas 5, kami bisa lagi berangkat ke
sekolah, bertemu dengan teman-teman, dengan ustazah.
Melakukan kegiatan sekolah, melakukan kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah dan kegiatan-kegiatan lain di
40 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
sekolah. Kita bisa bermain dengan leluasa, pergi jalan-jalan
dengan leluasa, dan bisa sering jalan-jalan bersama mama.
Ya Allah semoga wabah ini segera berlalu… *
Cerita di Tengah Corona ~ 41
8
Sekolah Online
dan Hobi Baruku
Aura Kirania Naily Ramadan
Assalamualaikum WR WB!... Halo semua. Namaku
Aura Kirania Naily Ramadan panggil saja Kirania. Jadi
aku mau cerita pengalamanku belajar online
didampingi Covid-19!
Saat ini aku duduk di bangku kelas 4 SD dan sedang
menjalani hari-hari belajar dari rumah dan ini sudah
berlangsung sekitar satu tahun di rumah belajar daring
dikarenakan peningkatan penyebaran virus Covid-19.
Keseharianku jalani yakni belajar dari rumah dan tidak bisa
melakukan tatap muka langsung dengan Ustaz\Ustazah dan
teman-teman, meski begitu ini adalah langkah paling baik
dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
42 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Selama belajar di rumah aku mendapat banyak sekali
pengalaman, contohnya sekarang ini aku lebih akrab lagi
dengan keluarga, soalnya setiap hari selalu bersama mereka
dan ini melatih komunikasiku dengan keluarga.
Cerita di Tengah Corona ~ 43
Aku cukup sedih ketika mendapatkan kabar sekolah
diliburkan dikarenakan pandemi, tapi beberapa minggu
setelah itu aku mulai merasa nyaman ketika belajar online
walaupun didampingi Corona. Kita belajar online melalui
Zoom, Google form, Quizizz dan juga Live Worksheet.
Menurutku kalo belajar online itu lebih cepat selesainya, jadi
banyak waktu juga untuk menjalani kegiatan yang lain selain
belajar online. Tapi dibalik itu semua ada tugas yang lebih
banyak dari sekolah tatap muka.
Aku punya 2 guru, yang pertama Ustazah Mima dan yang
kedua Ustaz Rizal, Ustazah Mima dan Ustaz Rizal adalah guru
yang seru! Karena kadang-kadang mereka melawak saat
membahas suatu materi wkkkwkk, pokoknya seru deh!.. Kalo
ditanya, lebih memilih sekolah tatap muka atau sekolah
online… Aku lebih memilih sekolah online doongg, Kadang
kalau aku bosan ketika kelas online, aku suka coret-coret di
kertas… entah itu gambar atau kata-kata motivasi.
Aku punya teman namanya Nindy, She is my Best friend!
Kadang kalo aku lupa tugas sekolahnya, aku tanya sama dia
xixixxii walau kadang di juga lupa wkkwkwk. Aku sudah
sekolah bareng sama Nindy dari playgroup sampai sekarang.
Dia rumahnya juga dekat sama rumahku, tapi cuma beda
kompleks..
44 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Pelajaran Favoritku adalah Science, karena ustazahnya
baik.. dan juga tetap sabar. Pas yang Sholih rame wkwkw dan
satu lagi, di pelajaran science tidak banyak PRnya, beda sama
pelajaran yang lain.
Aku paling enggak suka kalau ada tugas yang harus bikin
video, karena itu kadang bikin memo penuh. Selama belajar
di rumah aku lebih mengenal manfaat teknologi dalam proses
belajar. Namun, selama belajar di rumah aku kadang-kadang
ada materi yang tidak dipahami, jadi sebagai gantinya aku
bisa mencari jawaban dan penjelasannya di Internet. Satu
kekurangan lagi ketika aku belajar di rumah adalah sangat
bergantung kepada jaringan data/sinyal. Proses belajar dari
rumah pastinya tidak akan berjalan dengan lancar jika
jaringannya kurang bagus. Namun belajar di rumah kita
menjadi lebih fokus untuk mengerjakan tugas-tugas yang di
berikan oleh Ustaz dan Ustazah melalui daring. Dengan
belajar di rumah kita juga dapat meluangkan waktu lebih
banyak untuk membantu orang tua, karena orang tua juga
ikut repot mengurusi kebutuhan anak untuk belajar di rumah.
Hobiku selama sekolah online ini adalah hand lettering,
hand lettering itu semacam kaligrafi. Kadang notes yang
menurutku bagus aku post di Instagram. Di Instagram ini aku
jadi punya banyak teman studygram dan bisa saling
menginspirasi. Biasanya alat yang dibutuhkan Cuma
Cerita di Tengah Corona ~ 45
brushpen, brushoen favoritku itu merek Tombow dan
Mildliner. Walaupun harga merek brushpen yang kusebutin
tadi harganya lebih mahal dari brushpen lainnya yang lebih
terjangkau contohnya brushpen Snowman, Joyko dan lain-
lain tapi kualitasnya lebih bagus dan tahan lama dikarenakan
brush tipnya flexible.
Dari sekolah online ini aku sedikit belajar tentang
kesabaran, entah itu internetnya putus-putus, lagging atau
yang lainnya… Aku harap pandemi ini akan segera berakhir
supaya semua orang dapat menjalankan aktivitasnya seperti
semula-! Semoga ada dampak positif dari wabah ini. []
46 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
9
Belajar Online
Aviliana Paramastri Fahriantika
Assalamualaikum wr. Wb. Halo nama saya Aviliana
Paramastri Fahriantika. Saya biasa dipanggil Avi,
saya punya saudara perempuan dan laki-laki, nama
saudara perempuan saya Maylafaisha Kailani dan nama
saudara laki-laki saya adalah Ashadian Hanif Fahriantika.
Saudara perempuan saya belajar di Al-Falah Darusalam juga
dan saudara laki-laki saya masih berusia 5 bulan.
Selama pandemi seperti ini saya harus melaksanakan
sekolah melalui sekolah online. setiap hari saya selalu
menantikan untuk kembali ke sekolah dan belajar bersama
teman-teman saya. sekolah online ini mulai pada Maret. pada
bulan Maret pemerintah memutuskan untuk lockdown dan
sekolah manual diganti dengan sekolah online. Sekolah
Cerita di Tengah Corona ~ 47
online di laksanakan lewat aplikasi Zoom, dan link Zoom di
bagikan setiap pagi melalui grup watsapp.
Saya memiliki dua teman baik, Mahira dan Zahra. tetapi
hanya Mahira yang dapat saya ajak mengobrol atau bermain,
tetapi jika Zahra hampir tidak pernah meminta saya untuk
mengobrol atau bermain dengan saya maka saya hanya
bermain dengan Mahira.
48 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Pengalaman online schooling memang asyik, tapi
kadang membosankan, tapi bersama Ustazah Mima dan
Ustaz Rizal malah selalu terhibur yang membuat aku tertawa.
Kemudian saya paling menyukai pelajaran; IPA, Ilmu Sosial,
PPKN, Bahasa Indonesia dan SALAT AKHLAK, kenapa saya
suka dengan pelajaran itu? Karena bagi saya lebih mudah
untuk belajar.
Saat peringatan hari kemerdekaan tanggal 17, Agustus di
adakan lomba-lomba. Saya mengikuti lomba membuat
poster dan membuat komik. Saya dapat juara 3 di lomba
membuat poster dan tidak mendapat juara di lomba
membuat komik. Saudara perempuan saya yang berada di
kelas 1 mengikuti lomba kolase dan mewarnai. Dia dapat juara
2 di lomba kolase.
Kemudian di kelas online saya agak bingung ketika
ustazah menjelaskan materi, karena saya tidak mengerti dan
tidak bisa bertanya karena saya dibisukan jadi hanya itu.... dan
ketika memperbesar waktu pelajaran hanya dari jam 07:15
sampai 10:30 jadi hanya sebentar, itu sebabnya saya tidak
mengerti pelajarannya. selama istirahat saya biasanya makan
dengan teman-teman tetapi istirahat virtual. ada hal-hal yang
tidak bisa saat sekolah online misalnya, salat berjamaah di
masjid, olahraga bersama, upacara bendera dan kegiatan
ekstrakurikuler.
Cerita di Tengah Corona ~ 49
Saat memperingati hari pahlawan tanggal 10, November
teman-teman memakai pakaian pahlawan dan saya memakai
coretan di pipi saya dan teman-teman berjalan-jalan virtual ke
museum dan juga mengadakan upacara virtual. Kemudian
aktivitas saya di pagi hari sebelum pelajaran adalah:
murojaah, perkalian, membaca hadis, salat duha, dan lain-
lain.
Di sekolah, saya hanya bisa diam dan tidak melakukan
apa-apa dan ketika ustazah Mima datang ke rumah dan saya
dipanggil pendiam. Saya akhirnya menjadi terbiasa pergi ke
sekolah online dengan teman-teman. sekarang saya hanya
bisa chat melalui Whatsapp dan Zoom, saya sangat sedih tapi
saya tetap senang.
Setiap Senin-Jumat selalu ada PR, life skill, birulwaidain
dan literasi. Itu membuat saya semakin pusing terhadap
tugas yang sangat banyak. dan kesulitan yang saya hadapi
adalah: koneksi selalu terputus, suara tidak dapat didengar
dan gambar terkadang tertinggal. dan kemudahan yang bisa
dihadapi adalah: peralatan sekolah bisa disiapkan dengan
mudah. demikianlah cerita saya tentang belajar online. Saya
juga harus sangat memperhatikan ustazah dengan sangat
detail agar saya mengerti apa yang dimaksud.
Saya mulai belajar bahwa jika saya terus sekolah offline
nanti Corona akan makin membanyak dan makin meluas di
50 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
seluruh dunia, jadi sebaiknya saya sekolah online dari pada
sekolah offline. Kata mama saya harus tetap di rumah dan
tidak boleh ke mana-mana dan saya merasa di kunci di dalam
rumah setiap hari karena teman kerja mama saya sudah
banyak yang positif Covid-19.
Di rumah biasanya saya bermain dengan adik saya dan
kadang saya bermain hand phone. kadang di rumah saya
merasa sangat bosan karena bermain dengan adik saya,
akhirnya kami pun bertengkar.
Pertama kali saya tahu Covid-19 saya merasa itu hanya
virus biasa yang hanya membuat sakit orang-orang, tetapi
sejak saya tahu kalau virus itu mematikan saya pun langsung
hanya di rumah dan tidak pergi ke mana-mana. sejak saat itu
saya merasa bosan karena hanya berdiam di rumah.
Di kelas online ustazah Mima dan ustaz Rizal sangat baik
tapi lama-lama jadi galak. kalo guru mengajinya masih baik
dan ramah setiap hari. kalo guru lainnya juga baik dan ramah
setiap hari.
Hari saat saya kelas tiga saya sudah belajar online karena
pandemi Covid-19. saat saya mencoba membuka Zoom saya
tidak mengerti bagaimana cara membukanya. lalu saya
mengatakan ke orang tua saya karena saya tidak mengerti
bagaimana cara membuka Zoom.
Cerita di Tengah Corona ~ 51
Saat masuk kelas online saya sudah langsung sedih dan
bosan karena tidak bisa bermain dengan teman, istirahat
bareng teman, dan lain-lain. Saya mulai bosan dan mulai tidak
memperhatikan ustazah karena sangat membosankan. Lalu
saya sudah mulai terbiasa dengan kelas online dan mulai
memperhatikan ustazah.
Di hari pertama masuk kelas empat kelaminnya mulai
dipisah, 4.2 adalah kelas khusus perempuan dan 4.1 khusus
laki-laki. Tapi saat sudah memulai pembelajaran dan bukan
perkenalan lagi kami digabung dan menjadi berisik.
Hari saat pembelajaran saya tidak mengerti apa atau
bagaimana cara mengerjakannya. saya sangat takut bertanya
karena sudah ganti guru. saya sangat malu karena ganti guru.
Pada 2 minggu lalu saya mengikuti PAS. Saya boleh memilih
online atau offline. Saya memilih offline karena sudah lama
tidak bertemu dengan teman atau tatap muka. Jika ingin
masuk offline harus masuk jam 10 atau jam 9.
Selama belajar offline di sana harus memakai masker,
memakai faceshield, membawa hand sanitizer, mencuci
tangan dan menjaga jarak. karena saat saya sekolah offline
banyak sekali bertemu orang dan barang-barang umum yang
banyak disentuh. Selama PAS saya harus diam di dalam kelas
dan tidak boleh ramai karena bisa mengganggu teman-teman
yang sedang sekolah online. Saat hasil PAS dibagi nilai saya
52 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
ada yang jelek dan ada yang bagus. saat PAS saya selalu diberi
tugas untuk mengambil kertas PAS dan kadang membagi
kertas PAS.
Harapan saya adalah bisa bertatap muka dengan normal
dan Covid-19 menghilang, karena saya sudah mulai bosan
hanya sekolah online juga harapan saya adalah bisa bermain
lagi dengan teman-teman agar bisa belajar bersama teman.
Minggu depan saya sudah libur dan kembali masuk bulan
Januari. Saya belum tahu apakah sudah boleh masuk sekolah
atau tetap online. Kabar yang saya dengar dari TV sudah ada
vaksin Covid-19 sudah tersedia. Saya berharap vaksin dapat
diberikan secepatnya agar orang-orang tidak perlu khawatir
dengan virus Corona.
Demikian cerita saya tentang belajar online. kepada
teman-teman jangan lupa ingat pesan ibu, pakai masker, cuci
tangan dan jaga jarak. Terima kasih. Wasallammualaikum wr.
Wb.*
Cerita di Tengah Corona ~ 53
10
Pengalaman
Saat Pandemi
Azzahra Nur Rahma Ahmad
Assalamualaikum WR. WB. Halo semua namaku
Azzahra Nur Rahma Ahmad biasa dipanggil Zahra.
Kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman-
pengalamanku saat Covid-19.
Di bulan Maret, pemerintah memberitahu bahwa adanya
2 WNI yang terjangkit virus Covid-19. Dari situ, aku dan
keluargaku langsung panik, dan kita tidak keluar rumah
selama 3 bulan. Di bulan Juni, akhirnya kami keluar rumah,
saat itu, kita pergi ke mall untuk belanja kue dan baju untuk
lebaran. Kita di rumah lagi selama 1 bulan. Saat bulan Juli, aku
diajak sama ayah dan ibuku untuk pergi liburan ke kota Jogja.
Karena aku punya rumah di Jogja, akhirnya kita tidak
menginap di hotel karena, kata ibuku di hotel banyak virus,
54 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
jadi kami menginap di rumahku yang ada di Jogja. Kita, di situ
selama 1 minggu. Bulan September, Adik sepupuku, dan
tanteku yang dari Bengkulu, datang ke Surabaya. Sebelum
datang ke Surabaya, adik sepupuku harus rapid test dulu
karna, kita takut tante, dan adik sepupuku membawa virus.
Alhamdulillah tante dan adik sepupuku rapid test dan
hasilnya negatif.
Cerita di Tengah Corona ~ 55
Setelah berbulan-bulan di rumah, aku merasa bosan.
Akhirnya aku search di Google apa itu Covid-19. Setelah aku
search dan tahu apa itu Covid-19, aku kaget, dan ibuku dan
ayahku langsung memperketat protokol kesehatan di
seluruh area rumah. Bulan Oktober tanggal 10 aku pergi ke
Bandung, karena Omku, mengajak aku, dan sepupuku yang
lainnya untuk liburan. Tanggal 12 Oktober, aku pulang dari
Bandung dan pastinya rapid test dulu sebelum ke Surabaya.
Tante tanteku dan sepupuku yang lainnya juga ikut menginap
di rumahku. Dan aku punya adik sepupu yang bernama Talita
Azzahra Putri, ya namanya hampir sama denganku karena
ada Azzahranya. Tapi dia selalu menggangguku saat kelas
online. Tapi, dia sangat lucu dan dia pernah meminjam HPku
untuk melihat kartun favoritnya. Dia suka menonton kartun
yang berkaitan dengan halloween. Dia agak nakal, seperti
yang aku bilang, dia selalu menggangguku.
Di bulan Maret 2020, saat aku masih kelas 3, aku disuruh
sama ustazah untuk libur selama 2 minggu, tapi ternyata,
sampai sekarang tidak masuk sekolah. Dan saat itu, kita
disuruh melakukan pembelajaran online atau daring. Saat itu,
aku kaget karena aku baru pertama kali memakai Zoom.
Kadang-kadang aku merasa sangat kesal karena internetnya
mati atau bermasalah. Dan aku kesal juga kalau tidak paham
materi karena nge-lag. Biasanya kalau tanda-tanda mau
hujan, itu internetnya bermasalah. Aku kadang-kadang
56 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
merasa sangat bosan karena di rumah saja. Tidak bisa
bertemu ustaz ustazah, tidak bisa bertemu dengan teman-
teman, dan yang paling penting adalah kangen jajan di kantin,
hehehe. Aku kangen sekolah yang dulu, bisa jajan, bisa
olahraga di hol, dan masih banyak lagi. Kalau belajar di Zoom
itu tidak se seru di sekolah.
Tidak terasa sekarang aku sudah kelas 4. Aku mendapat
kelas baru, ustaz dan ustazah baru, pelajaran baru, pokoknya
masih banyak lagi deh. Aku merasa lebih tertarik di kelas 4.
Karena ustaz dan ustazahnya lucu-lucu, sering bercanda juga
loh. Ustazahnya juga tegas. Oh iya, aku belum kasih tahu
kalian ya aku di kelas apa. Jadi aku di kelas 4.2 di situ, ada 26
anak dan 1 ustazah, jadi, dikelas 4.2, kita ada 27 orang. Kelas
4.2 itu kompaaaaak banget. Aku bangga mempunyai guru
seperti ustazah Mima karena, ustazah Mima enggak pernah
lupa melestarikan budaya Indonesia. Buat kelas 4.2 harus
tetap kompak yaa.
Saat mulai pertama kali Zoom kelas 4, aku kira itu Sholih
4. 1 sama sholihah 4.2 itu di pisah Zoomnya, tapi ternyata
digabung. Aku antara suka sama enggak suka kalau digabung
sama Sholih sukanya yaitu, jadi lebih rame, kalu enggak
sukanya itu, berisik bangettt. Kemarin, waktu review, dipisah
Sholih sama sholihahnya. Agak lega sih rasanya kalau dipisah.
Tapi aku juga suka kok kalau dicampur sama Sholih. Pasca
Cerita di Tengah Corona ~ 57
PAS, aku juga praktik doa harian dan hadis, itu juga pisah
Sholih sama sholihah.
Nah, saat kelas 3 awal-awal kelas online, aku pinjam
laptop kakakku untuk kelas online. Sebelumnya, aku tidak
tahu apa itu Zoom. Dan Kakakku bilang kalau Zoom itu untuk
adik [aku] kelas online. Sampai suatu saat laptop kakakku
trouble. Jadinya aku pakai komputer di kamarku. Saat aku
pertama kali Zoom aku tidak tahu cara masuk ke Zoom.
Akhirnya kakakku membantuku untuk mempelajari cara
memakai aplikasi Zoom. Dulu aku pernah terpencet untuk
leave Zoom. Dan waktu internetku tidak stabil, aku panik
karena aku takut keluar dari Zoom. Sekarang aku sudah bisa
memakai Zoom.
Seperti yang aku bilang tadi, ustazah Mima sama guru
guru yang lainnya itu baiiiiiik banget tapi juga tegas, dan bisa
diajak bercanda. Aku sekarang Alhamdulillah sudah hafal Al
Qur'an 3 juz hampir 4 juz. Ustazah mengajiku itu namanya
ustazah Cholifah. Dia juga baik banget tapi bisa diajak
bercanda. Suaranya kalau lagi mengaji itu baguuuus banget.
Apalagi kalau lagi kirim voice note. Suaranya enak banget di
dengar. Sebenarnya, aku sudah pernah diajari mengaji sama
ustazah Cholifah saat kelas 1. Waktu itu, aku masih jilid 5.
Ternyata, saat aku baru masuk kelas 4, aku mulai enjoy
memakai Zoom, aku senang memakai Zoom karena tidak
58 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
perlu jauh-jauh ke sekolah, bisa lebih banyak waktu bersama
keluarga, dan masih banyak lagi. Tapi aku juga ingin ke
sekolah lagi. Karena, kangen main sama teman. Aku ingat,
waktu kelas 3 dan sebelum pandemi, aku sering main zombie
zombiean sama teman. Aku juga kangeeen banget sama
kelasku.
Kalau kelas online, ibuku selalu ngajarin aku. Kakakku
juga. Aku lebih mengerti kalau diajari ibuku. Karena, kalau
kelas online, suka bermasalah internetnya. Tapi kadang bisa
kok dengar penjelasan ustaz sama ustazah jelas. Lebih sering
itu enggak bisa dengar jelas sih. PAS aku diajari sama kakakku
namanya Fadhli Falih Ahmad dan Farhan Falih Ahmad. Kalau
kak Fadhli itu alumni SD Al Falah Darussalam juga looh.
Ustazah Mima juga pernah mengajar kak Fadhli.
Aku merasa bosan kalau tidak bertemu guru dan teman-
teman. Karena tidak seru kalau di rumah. Tidak bisa main
bareng, tidak bisa jajan bareng. Aku punya tetangga tapi dia
jarang main sepeda. Padahal dulu dia sering banget main
sepeda sama aku. Aku jarang main sama sepupuku, karena
dia sibuk sama tugasnya. Oh ya kakak sepupuku juga di SMP
Alfalah Darussalam. Sekarang dia sudah kelas 8. Ingin sekolah
lagii... Kangeeen.
Aku merasa kalau aku ada kemajuan dalam belajar,
walaupun online belajarnya. Alhamdulillah kemarin PAS
Cerita di Tengah Corona ~ 59
nilainya bagus-bagus. Itu semua karena aku belajar. Karena
Tidak ada hasil yang menghianati usaha. Karena aku sudah
belajar sesering mungkin. Di waktu luang aku belajar.
Sebelum kelas online aku juga biasanya belajar.
Semoga Covid-19 ini cepat berakhir. Karena aku sudah
enggak sabar mau sekolah lagi. Aku ingin kita semua dalam
lindungan Allah SWT. Dan semoga kita semua diberi
kesehatan.
Covid-19 cepatlah hilang, aku kangen sekolah, kangen
teman-teman, kangen ustaz ustazah, kangen belajar offline,
kangen main bareng teman-teman, kangen olahraga bareng,
kangen menonton video bareng, kangen pramuka bareng,
kangen lomba bareng, kangen pulang bareng, kangen jajan
bareng.[]
60 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
11
Story of Canayya
Celluela Canayya Delicia Priambudi
Assalamualaikum teman-teman!, nama aku Calluela
Canayya Delicia Priambudi dari kelas 4.2, aku biasa
dipanggil Canayya. Aku adalah anak dari sekolah SD
Al Fallah Darussalam. Aku mempunyai teman banyak sekali.
Aku mempunyai banyak teman dari berbagai negara seperti
India, Ind9oneisia, Malaysia, dan lain-lain.
Aku mempunyai teman sebanyak itu dari sekolah,
Malang, dan Roblox. Roblox adalah salah satu game
terfavoritku!. Tapi.. semua itu berubah saat ada pandemi
Corona VIRUS, Teman-temanku yang dari sekolah satu
persatu mereka melupakanku. Tapi Alhamdulillah ada
beberapa yang masih ingat denganku.
Cerita di Tengah Corona ~ 61
Dulu sebelum ada Corona, aktivitas Canayya tiap hari
yaitu bangun tidur pagi, terus mandi, setelah itu sarapan dan
berangkat ke sekolah. Di sekolah, Canayya selalu berhenti di
masjid dulu untuk melaksanakan salat Duha bersama teman-
teman. Sekarang, semua itu berubah. Bangun pagi, mandi,
sarapan dan buka laptop.
Terkadang bosan juga loh buka laptop sampai siang.
Belum lagi nanti les juga buka laptop lagi. Tapi mau
62 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
bagaimana lagi, obat atau vaksin Corona belum ditemukan.
Hal itu yang membuat mamaku tidak mengizinkanku pergi ke
sekolah.
Banyak banget hal yang Canayya kangen di sekolah.
Mulai kalo istirahat Canayya bisa makan bareng sama teman-
teman di kantin sekolah, ketemu sama banyak tema, bermain
dan bercerita bareng sama teman-teman.
Di saat pandemi seperti ini, karena tidak bisa keluar
rumah, akhirnya saya suka main Instagram dan roblox. Lalu
ada salah satu orang yang mengajakku untuk berkenalan di
Instagram. Ternyata dia juga anak Al falah Darussalam dari
Legular class. Dia bernama Sita/Arsila, dia mengenalkanku
kepada teman-temannya yang dari kelasnya, di situlah aku
bertemu Sita.
Dia mengenalkanku kepada: Mirza dan Talita. Kami
begitu dekat sekali. Kami selalu bermain bareng, video call
bareng, Voice call bareng, dan lain-lain. Pertama kali Zoom
pelajaran dengan kelas campus Sholih 4.1, itu Sholihnya
orangnya baik semua. Terus kadang-kadang rame banget di
Zoom dan mereka semua itu pintar-pintar loh.
Pertama kali Zoom pakai laptop itu rasanya agak aneh
terus Canayya awal-awal bingung gaktau bagaimana caranya.
Tapi sekarang sudah mengerti karena sering menggunakan
Cerita di Tengah Corona ~ 63
aplikasi Zoom. Dan Canayya punya Ustaz and Ustazah
baru!!Namanya Ustaz Rizal and Ustazah Mima.
Ustaz sama ustazah itu baik banget, bahkan ketika
Canayya dan teman-teman bosan Mereka mengajak kami
untuk bermain sebuah game yang seru banget. Canayya
senang banget punya ustaz and ustazah baik sama ramah.
Guruku adalah keluarga ku di sekolah.
Ya Canayya sering bosan di rumah. Jadi setiap canayya
bosan Canayya itu mengajak Sita buat main bareng roblox
(kalo hari libur) main adopt me, parkour n obby. Kalo canayya
sedang sedih Canayya tuh sering curhat sama sita gitu. Ya Sita
selalu menghibur Canayya sampai Canayya senang kembali.
Kalo Canayya bahagia itu Canayya biasanya Nyemil jajan
terus menonton Anime bareng sama Sita. Terus kalo Canayya
lagi marah ya Canayya biasanya makan nasi biasanya kalo
Canayya makan itu bisa ngehilangin rasa marah gitu hehe.
Saat pandemi ini Pelajaran science Canayya Jadi lebih
baik dan Alhamdulillah dapat nilai yang bagus, karena
Canayya selalu diajari Mama Untuk belajar Science bagian
yang tidak Canayya mengerti.
Juga biasanya Canayya membantu teman Canayya Sita
untuk mengoreksi jawabannya hehe. Canayya agak sedih..
karena Canayya belum pernah ketemu Sita di sekolah hihi.
64 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Anim yang sering Canayya lihat bareng Sita itu kalo gak
salah.. Gakuen Bbabysitter, Itu animnya seru bangett.
Jadi setiap Canayya nonton bareng Sita Canayya selalu
bawa camilan di sebelah Canayya, Jadi kalo Canayya laper
tinggal di buka terus makan deh. Biasanya kita nontonnya tuh
malam kalo hari libur, soalnya kalo bukan libur Sitanya sibuk
ngerjain tugas sama seperti Canayya.
Banyak banget pengalaman Canayya selama sekolah
offline ini. Canayya bisa dapat teman baru, bisa lebih dekat
sama papa mama, bisa sering bantu mama. Walaupun
memang sekolah secara offline masih banyak kekurangannya
dibandingkan sekolah pada umumnya.
Canayya terkadang suka membayangkan, kapan ya bisa
sekolah offline, kapan ya bisa pergi bareng teman-teman.
Biasanya kalo selesai starwars gini kita bisa berenang bareng,
pergi bareng sama teman-teman, sama ustazah juga. Tapi
karena ini pandemi akhirnya kegiatan itu semua sudah tidak
ada.
Satu hal yang bakal Canayya ingat, di saat pandemi ini,
Canayya kehilangan eyang putri. Bukan karena Corona, tetapi
karena memang eyang putri sudah sakit bertahun tahun dan
keluar masuk rumah sakit. Kaget sih, karena eyang putri
Canayya lumayan agak sehat tapi tiap hari juga memang
Cerita di Tengah Corona ~ 65
selalu memakai oksigen di rumah. Ya mungkin ini sudah takdir
dari Allah.
Adanya kejadian ini membuat mamaku terlihat sedih.
Suka sedih lihat mama tiba-tiba menangis waktu salat.
Akhirnya Canayya sama papa dan adik berusaha menghibur
mama. Mamaku suka banget travelling. Karena sekarang
musim Corona, akhirnya kata papa, kita liburan saja ke
tempat yang dekat. Akhirnya kita liburan ke Tretes. Kenapa
ke Tretes? Karena Tretes itu dekat banget daripada harus ke
Malang.
Di Tretes ada 2 hotel yang selalu jadi langganan keluarga
kami, yaitu Hotel Senyiur dan Hotel Surya. Karena pada waktu
itu Hotel Senyiur lagi penuh, akhirnya kita sekeluarga
menginap di hotel Surya, Malamnya kita makan sate, angsle
dan jagung bakar di depan hotel. Karena di Tretes, kalo mau
makan ya pasti ke depan hotel ini. Di sini banyak makanan
yang bisa dipilih. Udaranya juga dingin seperti di Batu.
Alhamdulillah Canayya bisa lihat mama tersenyum lagi,
walaupun Canayya tahu mama masih sedih. Pagi harinya kami
sekeluarga renang. Akhirnya Canayya bisa merasakan lagi
kolam renang. sudah beberapa bulan ini Canayya di rumah
tanpa pergi ke mana mana. I’m so happy. Thankyou papa
yang selalu bisa menyenangkan keluarganya. I love you my
parents. Pulangnya kita sempat mampir ke air terjun Kakek
66 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Bodo. I’m so excited. I’m happy. Walaupun cuman pergi ke
Tretes tapi Canayya happy. Biasanya selalu pergi ke Jogja atau
Ke Bali. Tapi karena Corona jadinya kita ke Tretes.
Dear teman-temanku, Canayya kangen banget sama
kalian semua. Kangeen banget.. semoga Corona ini cepat
berlalu ya.. aamiin.. *
Cerita di Tengah Corona ~ 67
12
Cerita di 2020
Clara Tsa
Hai namaku Clara, sekarang aku kelas 4 SD ICP Al
Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo. Yang aku sukai
dari sekolah adalah semuanya…teman-temanku,
Ustaz Ustazah, bermain di halaman sekolah, ke masjid,
meminjam buku di library, ruang kelasku dan yang paling
favorit adalah istirahat di kantin dan kafe Bu Arifin. Ini yang
aku rindu setiap hari. Masa sekolah adalah masa paling
menyenangkan sebagai anak-anak, yang akan diingat sampai
tua. Dan masa sekolahku sekarang ini luar biasa karena dunia
sedang dilanda pandemi virus Covid19.
Setelah Ustazah menceritakan ada virus Covid-19
menyerang China, kita mulai sering mendengar berita
tentang itu dimana-mana. Kata ustazah Covid-19 sangat
68 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
berbahaya ada ratusan orang yang sudah tewas saat itu di
China. Dibulan Maret Covid-19 mulai pindah ke Indonesia juga
di banyak negara, aku takut meski belum benar-benar
mengerti, tapi mama bilang untuk tidak kuatir.
Lalu kita mulai belajar memakai aplikasi Zoom, karena
sekolah sudah ditutup. Anak-anak sekolah dari rumah atau
disingkat SFH dan orang tua bekerja dari rumah atau
disingkat WFH. Waktu itu belum setiap hari menggunakan
Cerita di Tengah Corona ~ 69
Zoom, kadang baru sore hari ustazah bisa menjadwalkan
Zoom. Jadi senang bisa lihat teman-teman dan ustazah
meskipun sebentar. Tugas sekolah dikumpulkan bentuk
video dan foto kadang diupload di Youtube.
Kelas 3 pun berakhir dan kita harus berpisah, rasanya
seperti tidak benar-benar lulus, terasa tidak resmi karena
kami tidak bertemu sama sekali, tidak tatap muka dan tidak
foto bersama di dalam kelas. Aku akan merindukan Ustazah
Udith, rindu cerita petualangannya mendaki gunung,
menjelajah hutan juga cerita-cerita yang membakar
semangat kita untuk menjadi anak yang tidak mudah
menyerah.
Saat masa liburan aku ingin punya nomor handphone
teman-teman karena aku rindu sekali mengobrol dengan
mereka. Mama memberi tahu kalau guru kelas 4-ku adalah
ustazah Mima yang sangat energik dan kelasku sekarang
kelas 4.2 berisi teman-teman sholehahku saja dari sejak kelas
satu. Setelah masuk tahun ajaran yang baru Ustazah Mima
menyuruh kita membuat grup whatsaap bocil-bocil….
Yeessss senangnya... dari grup bocil itu aku mendapat banyak
nomer teman-teman.
Di kelas 4 belajar mulai setiap hari sesuai jam belajar
mengajar dari pagi jam 7. 15 sampai siang jam 12. Akhirnya kita
bisa bertemu setiap hari lewat Zoom. Dan saat daring pun
70 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
kelas kita disatukan, kelas sholeh 4.1 dan sholehah 4.2 jadi kita
tetap bertemu satu angkatan. Terkadang belajar online
terasa menyenangkan dan kadang membuatku bosan
sehingga aku susah untuk fokus.
Lama-lama aku terbiasa dengan sekolah daring. Banyak
tugas-tugas seru yang diberikan sekolah, seperti membuat
rocket ballon, membuat video wawancara dengan
narasumber orang tua sendiri, video berandai-andai kita
menjadi menteri ESDM 2050 dan tugas mind mapping setiap
minggu. Guru-guruku selalu kreatif memberi tugas. Supaya
tidak bosan di rumah terus, aku menghibur diri dengan main
bareng teman-teman, among us roblox adopt me adalah
games yang sedang viral saat ini juga tiktok.
Pengalaman menyenangkan lainnya adalah saat Ustazah
home visit ke rumahku. Ustazah Mima baik sekali mengajakku
ikut keliling ke rumah teman –teman yang akan dihomevisit
hari itu. Aku jadi bisa ketemu dengan mereka langsung. Seru
dan menyenangkan dari pagi sampai sore tidak terasa dan
aku tidak lelah.
Meskipun Corona ini rasanya seperti sudah seumur
hidup, lama sekali tidak selesai-selesai, untungnya suasana
mulai berubah, kita sudah boleh keluar rumah dan bertemu
dengan orang di luar. Temanku mengajak bersepeda
bersama, kita berkumpul di rumahnya dan gowes keliling
Cerita di Tengah Corona ~ 71
Deltasari. Setelahnya kita menghabiskan waktu hingga sore.
Selain itu aku juga playdate ke rumah temanku seharian, kita
main air dan menonton film terbaru.
Kabar gembira datang karena sebentar lagi sekolah akan
kembali normal, mungkin beberapa bulan lagi setelah vaksin
Corona siap. Mungkin kita masih harus memakai masker,
faceshield, sosial distancing dan mencuci tangan setiap
waktu, tidak apa-apa. Karena aku sudah tidak sabar untuk
belajar di sekolah lagi.
Hari ini adalah peringatan hari Pahlawan Nasional 10
November. Kita sudah merayakan sejak sehari sebelumnya,
memakai pakaian pahlawan favorit masing-masing. Aku
memilih bung Tomo sebagai pahlawan favoritku, karena Dia
semangat rakyat Surabaya kembali berkobar untuk melawan
penjajah Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Lalu
sekolah juga mengadakan upacara virtual dan bertamasya
virtual keliling tempat-tempat bersejarah dan museum di
Surabaya. Seru sekali! Dan aku yakin, hari Pahlawan tahun
depan akan kita peringati, dengan benar-benar menjelajah
langsung ke tempat-tempat bersejarah di Surabaya…
InsyaAllah.[]
72 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
13
Sekolah Online
Dewi Sekar Sari
Hi kawan perkenalkan-!!! Namaku Dewi Sekar Sari
biasanya aku dipanggil Sekar. Sekarang aku bakal
cerita pengalamanku saat sekolah online-!!! Saat
pertama kali Corona memasuki Indonesia aku sangat
penasaran dengan Covid-19 jadi aku search di Google. Setelah
aku search di Google ternyata Covid-19 adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh virus Corona yang baru-baru
ini ditemukan. Lalu setelah beberapa minggu ada
pengumuman, bahwa sekolah akan libur 2 minggu dan aku
senang banget karena libur sekolah dan, setelah 1 minggu aku
merasa sangat bosan dan kangen dengan teman-temanku.
Dan setelah 2 minggu libur akan diperpanjang, dan masuk
pada bulan Juli, dan saya sedikit senang karena saya sudah
Cerita di Tengah Corona ~ 73
tidak bosan, kenapa kok sudah tidak bosan? Karena saya
pulang ke desa jadi saya sudah mempunyai teman untuk
bermain lagi.
Dan waktu kelas 3 saya tidak masuk Zoom seperti
sekarang kenapa kamu tidak ikut Zoom? Karena waktu kekas
3 saya hanya disuruh mengerjakan tugas saja saat aku sudah
lulus kelas 3, aku sudah mulai menggunakan Zoom, pertama
kali aku menggunakan Zoom sedikit takut untuk
74 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
menggunakannya karena aku tidak tahu lebih jelas tentang
Zoom. Setelah aku menggunakan Zoom berbulan bualan dan
akhirnya aku bisa menggunakan Zoom dengan baik.
Tapi karena aku sudah bosan kegiatanku itu-itu saja
akhirnya aku memilih tatap muka, dan setelah menunggu aku
dipilih oleh ustazah Mima dan aku berangkat ke sekolah
keesokan harinya. Dan saat aku berangkat ke sekolah aku
melihat banyak temanku yang menyambutku dengan ceria
☺. Dan aku merasa lebih seru belajar di sekolah karena bisa
bercanda dengan temanku secara langsung. Tapi minggu
depannya aku tidak boleh masuk ke sekolah lagi karena kata
nenekku kasus Covid-19 menaik. Jadi saya kembali bersekolah
online dan saya sudah enjoy sekolah online. Dan akhirnya PTS
dimulai, dan saat itu aku sangat deg-degan karena ada
beberapa materi yang aku tidak terlalu paham, karena
teknologi makin canggih jadi aku mencari penjelasannya di
Youtube. Dan akhirnya PTS pun selesai. Dan akhirnya.
Rapotaaaaaan-!!!! Yuuuhuuuuuu.
Oh iya, aku akan perkenalkan ustaz & ustazah yang
mengajar di kelas aku. Yang pertama adalah ustazah Mima,
ustazah Mima adalah wali kelas aku, ustazah Mima orangnya
lucu dan menyenangkan aku sangat suka kalau diajari sama
ustazah Mima. Yang ke dua adalah ustaz Rizal, ustaz Rizal
adalah wali kelas 4. 1, ustaz Rizal orangnya juga tidak kalah
Cerita di Tengah Corona ~ 75
lucu dan suka bercanda. Kalau ustaz Rizal mengajar
komputer lebih sering bercanda, tapi kadang kalo teman-
teman berisik langsung di mute all.
Oh iya ada satu ustazah lagi yang mengajar kelas 4.2 & 4.
1 yang lucu namanya ustazah Lail bercandanya tidak kalah
dengan ustaz Rizal lucu banget. Oh iya saat aku bermain
game sekolah sekolahan aku nulis “study science with
ustazah Lail will make you smart”:o.
Oh ya sudah pada tahu tidak sih banyak sekali hikmah
yang kita dapatkan dalam di hidup kita, terutama bagi kita
sebagai umat Islam saat adanya wabah virus ini. Hikmah inilah
yang nantinya perlu kita ambil sebagai pelajaran untuk
memperbaiki hubungan kita dengan Allah yaitu menjaga
kebersihan diri serta lingkungannya. Polusi udara di jalan-
jalan raya menurun, udara menjadi bersih dan sehat karena
masyarakat diharuskan berdiam diri di dalam rumah.
Meningkatkan rasa solidaritas antara sesama. Menumbuhkan
rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah
berikan, memperkuat kesadaran untuk terus menuntut ilmu.
Dengan adanya wabah Covid-19 ini mempunyai beberapa
hikmah, salah satunya juga kita semakin banyak waktu untuk
berkumpul dengan keluarga memperbanyak infak dan
sedekah.
76 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Dengan merebaknya wabah ini, menuntut kita untuk
menjaga diri tidak melakukan kontak secara langsung
khususnya dengan yang bukan mahram. Dengan adanya virus
Covid-19 ini, hikmahnya juga dapat memperkuat tali
silaturahmi antar sesama.
Ok kembali ke topik. Pengalaman sekolah online itu
menyenangkan dan jika disuruh memilih lebih suka Online
atau Offline, aku memilih online karena kalo online aku bisa
menyelinapkan makanan saat Zoom berlangsung hihi☺.
Kadang aku ingin cepat-cepat sekolah offline karena PR saya
sekolah online terlalau banyak, tapi PR saat sekolah offline itu
tidak terlalu banyak. Tapi tidak apa-apa karena terkadang
kalau PR-nya akan dibahas bersama sama aku kerjakan saat
dibahas. Oh iya selama sekolah online ini aku terinspirasi
untuk belajar lettering aku terinspirasi dari teman aku yang
bernama Kirania. Jika Kirania membaca ini aku Cuma mau
bilang terima kasih banyak atas inspirasinya. Waktu pertama
kali Covid-19 heboh aku berdoa supaya Covid -19 segera
berlalu karena aku tidak merasa nyaman di rumah saja, Tapi
sekarang aku sudah nyaman di rumah. Dan dulu saat 2020 aku
merasa ingin cepat-cepat 2021 dan saat 2021 aku jadi kangen
2020.
Aku sudah Tidak bosan lagi di rumah karena kita semua
dikasih tugas life skill dan birrul walidain jadi aku sudah ada
Cerita di Tengah Corona ~ 77
kerja tambahan lagi deh yaitu membantu orang tua
membersihkan rumah. Kalian jangan lupa bantu orang tua
kalian juga ya-!!!. Aku suka kelas 4.2 & 4. 1 digabung menjadi
satu karena kalau 4. 1&4.2 zoomnya bareng akan menjadi
lebih seru. Karena yang Sholih punya banyak bercandaan jadi
ya seru saja gitu, terutama Athaya dia anaknya suka bikin
orang ketawa.
Ada salah satu teman aku yang suka main Tik Tok
namanya Allesya, dia anaknya juga ceria dan sering ketawa
waktu terakhir aku mengaji di sekolah dia mengajak aku
untuk main tik tok, seru banget. Ada juga teman aku yang
baik banget, setiap aku tanya halaman berapa dia selalu
jawab dan kalau kita berdua gak mengerti aku mintanya ke
Nindi, Dia juga pintar dan aku suka kalau dia berbicara
menggunakan Bahasa English, Englishnya dia bagus sekali.
Sekian dari saya assalamualaikum dadaaa-!!*
78 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
14
Aku, Sekolahku
dan Covid-19
Faiza Azzahra Putri Baginda Wardoyo
Hai…Kamu yang lagi baca tulisanku. Kamu Hebat
ya… Hingga detik ini kamu masih sanggup
bertahan… iya kamu…yang dapat bertahan di
masa Pandemi ini.
Kamu masih bisa tersenyum, bercanda tawa, dapat
membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Dan ... kamu yang
sudah memberikan inspirasi untuk orang di sekitarmu.
Kenalan dulu yukkk… Namaku Faiza. Perlu tidak ya nama
lengkap? Rasanya kalau untuk dekat cukup nama panggilan-
nya saja kan ya… hehehehe.. Bercanda kok… Boleh lah tahu
nama lengkapku, nama lengkapku Faiza Azzahra Putri
Cerita di Tengah Corona ~ 79
Baginda Wardoyo. Aku sekarang lagi duduk dibangku kelas 4
SD Al Falah Darussalam 2 Tropodo, Waru, Sidoarjo.
Sekarang ini hampir semua negara dilanda Pandemi
Corona yaitu Covid-19. Hmmm… Kenapa juga ya ini virus
harus ada? Eh tapi kita tidak boleh mengeluh lho, karena
semua sudah direncanakan oleh Allah SWT. Sekarang
bagaimana caranya kita bersama melewati ini semua.
80 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Sebelum lanjut aku mau cerita nih tentang Corona tipe Covid-
19. Bolehkan?
Virus Corona itu hampir sama kayak virus flu tapi ini
levelnya lebih tinggi lagi. Reaksi pada pasien yang kena
Corona lebih banyak dan lebih gawat dibandingkan orang
kena flu, bisa seketika hitungan hari pasien tersebut
meninggal. Karena penyebabnya virus jadinya
penyebarannya cepat banget. Duh ngeri deh.
Oiya kalau lihat berita sih Corona yang ini merupakan
type Covid-19 dan pertama kali muncul di kota Wuhan,
provinsi Hubei, China yang diperkirakan muncul pada akhir
bulan Agustus tahun 2019. Karena virus ini cepat sekali
berkembang jadinya dalam beberapa bulan saja virus ini
menyebar ke beberapa negara, termasuk negara Tercintaku,
Indonesia. Hikzz… hikzzz…
Efek dari Pandemi ini menyebabkan banyak orang yang
terkena dampak seperti tidak bisa melakukan aktivitas
seperti biasanya karena wilayahnya di lockdown sehingga
para pengusaha mengalami kerugian dalam berbisnis, ada
beberapa karyawan yang harus di PHK karena perusahaan
atau tempat kerjanya mengalami penurunan juga para
pedagang dibatasi dalam berjualan dan untuk kami para
pelajar juga tidak diperbolehkan pergi ke sekolah. What? Ya
mau bagaimana lagi aturan pemerintah harus kita ikuti,
Cerita di Tengah Corona ~ 81
karena demi kebaikan bersama. Setiap keluar rumah harus
mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, seperti
menggunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak min. 1, 5
meter dengan orang lain dan dilarang bergerombol.
Hmmm…
Karena pandemi ini aku dan teman-teman diharuskan
belajar secara daring dari rumah dengan menggunakan
aplikasi Zoom. Belajar daring adalah belajar dengan
menggunakan fasilitas internet di mana daring singkatan dari
“dalam jaringan”. Aku tidak bisa bertemu langsung dengan
ustaz/ah dan teman-teman. Tapi dengan menggunakan
aplikasi Zoom aku, ustaz/ah dan teman-teman bisa melihat
satu sama lain walaupun secara virtual dan kami bisa mulai
pelajaran seperti biasa. Sedangkan untuk tugas sekolah
menggunakan aplikasi livewoorksheet dan Google form.
Belajar di sekolah maupun belajar online menggunakan
HP atau laptop itu sangat seru dan menyenangkan sekali.
Contohnya pada saat itu ada hari yang spesial seperti hari
Kemerdekaan Negara kita dan bersamaan dengan Tahun
baru Islam, jadinya sekolah kami memberikan libur bersama.
Rasanya kalau libur sekolah itu tidak menyenangkan seperti
ada yang sepi karena tidak bisa bertemu teman-teman
walaupun hanya secara virtual tetapi kami bisa saling sapa
juga berbincang-bincang.
82 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Sebelum libur, sekolah mengadakan beberapa lomba
salah satunya menggambar dengan tema Kemerdekaan dan
Tahun baru Islam. Aku mengikuti lomba tersebut dan
Alhamdulillah aku mendapatkan juara 1. Setelah libur kami
kembali sekolah secara daring. Walaupun hanya daring, aku
tidak merasakan jenuh mungkin saja karena Ustaz/ah
menyampaikan materi dengan berbagai cara seperti ada
game, pemaparan materinya menggunakan video juga
power point yang ditambahi animasi dan lebih serunya wali
kelasku Ustazah Mima ☺ Jika mengajar ada saja idenya,
seperti memakai kostum, gaya bahasanya, suaranya dan lain-
lain… Hahahahaha….
Sekarang ini saya lagi tersenyum karena mengingat
Ustazahku waktu mengajar memakai bando kelinci dan
pipinya diberi blush on. Bisa bayangkan kan bagaimana
serunya kami selama belajar daring wkwkwkwkwk. Untuk
tugas beberapa Ustaz/ah memberikan tugas membuat “mind
mapping”. Suka banget saya sama tugas ini karena bisa
dikombinasikan dengan menggambar dan mewarnai. Selain
itu untuk pengumpulan tugas sekolah kami menggunakan
Google form ada juga yang menggunakan liveworksheet.
Untuk soal latihan, review atau quiz selain menggunakan
Google form kami juga menggunakan Quiziz.
Cerita di Tengah Corona ~ 83
Mata pelajaran lain yang saya suka adalah Mathematic.
Kenapa? Ya karena saya sangat enjoy. Ustazah Fera adalah
guru Mathematic-ku di sekolah karena aku sekolah dengan
metode Chambridge jadi untuk mata pelajaran ini
menggunakan bahasa Inggris. Ustazah menjelaskan dengan
slide yang menarik, video menarik juga terkadang kami
bernyanyi bersama. Sehingga aku tidak borring. Untuk
mengerjakan review atau latihan soal Ustazah menggunakan
Quiziz jadi seperti tidak ulangan tetapi bermain game
hehehehe jadi sangat menyenangkan.
Setelah semua mata pelajaran selesai kami lanjut dengan
belajar membaca Al Qur’an, kebetulan saat ini aku di tahap
Hafidz jadi setiap jadwal membaca Al Qur’an saya setiap
harinya harus setor target hafalan. Kalau saya target hafalan
dalam 1 hari 1 lembar, tetapi setiap anak bisa berbeda. Di kelas
membaca Al Qur’an setiap Ustaz/ah menggunakan metode
berbeda-beda dalam mengajar murid-muridnya. Seperti ada
yang menggunakan video call by whatsapp, ada juga yang
menggunakan Google Team. Sedangkan untuk kelompok
mengajiku menggunakan video call group by whatsapp
dengan Ustaz pembimbing Ustaz Amin.
Setelah semua kelas selesai, terkadang aku membantu
bunda memasak atau sekedar membuat camilan saja
hehehe….. Dan setelah itu kami makan bersama-sama
84 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
hmmm….. lezat. Pada hari selanjutnya selesai Zoom ada
tragedi yang begitu mengagetkan sekali, yaitu meja yang
terbuat dari kaca pecah, aku sangat kaget setelah mendengar
bunyinya. Dann…siapa ya yang memecahkan meja yang
terbuat dari kaca ituu?... Huuuh…Ternyata yang
memecahkan meja kaca itu adalah adikku yang bernama
Nayla. Setelah kejadian itu bundaku langsung menegur
adikku agar lebih berhati-hati. Bundaku juga sangat kaget
waktu itu, tapi untunglah tidak ada yang terluka parah.
Saat pandemi Covid-19 ini aku masih bisa lomba lhoo…
tapi dengan online. Aku hanya mengikuti 3 lomba saja yaitu
lomba Cerita bergambar yang diselenggarakan oleh
Kemendikbud Pendidikan Sekolah Dasar, lomba menulis yang
diselenggarakan oleh Pusat Literasi KPM Universitas
Surabaya dan lomba membuat video topik STEM (Science,
Technology, Engenering and Mathematic) dengan tema
Sumber energi alternatif, yang juga diselenggarakan oleh
Kemendikbud Pendidikan Sekolah Dasar. Ketiga lomba di
atas skala Nasional. Alhamdulillah untuk cerita bergambar
aku masuk 50 besar di mana aku di urutan ke 25 hehehe.
Sedangkan kedua lomba lain, merupakan pengalaman
pertama bagiku.
Pada Hari Pahlawan, kami melakukan upacara via Zoom
untuk mengenang para pahlawan kita. Aku sangat senang
Cerita di Tengah Corona ~ 85
bisa upacara bareng teman-temanku, itu sangat seru. Pesan
ustazah adalah kita bisa melawan HP kita dengan melakukan
berbagai macam kegiatan. Mungkin seperti yang aku lakukan
membaca buku-buku, mengikuti berbagai macam lomba,
membuat sesuatu, belajar memasak, juga aku dapat belajar
bersama dengan teman-teman seluruh Indonesia dengan join
di grup KPM khusus Matematika dan SELINGKAR untuk
berbagai macam yang dipelajari.
Tetapi terkadang aku merasakan sangat bosan di rumah
terus, seperti tidak ada yang mau main denganku, dikucilkan
hiks…hiks… tapi aku langsung menghibur diriku sendiri
dengan semangat belajar. Zoom adalah fasilitas sekarang
yang bisa saya dan teman-teman lakukan untuk pengobat
rindu. Dan pada hari Kamis Ustazah wali kelas 4.2 yaitu
Ustazah Mima menginformasikan bahwa aku dapat masuk
sekolah, jadi dapat belajar langsung di sekolah. Karena
sekalian foto untuk majalah atau kalender. Ah… terserah
untuk apa yang penting aku bisa ke sekolah qiqiqiqi…. Di
sekolah aku bisa bertemu dengan ustazah dan beberapa
teman-temanku. Kami sekelas saat itu hanya 4 orang,
memang masih sangat dibatasi.
Walaupun sedikit yang masuk sekolah, tapi aku tetap
sangat senang, kami bisa belajar bersama, salat zuhur
bersama juga bercanda tawa bersama. Eitss tapi kita tetap
86 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
mengikuti protokol kesehatan lho. Selalu menggunakan
masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pada hari
selanjutnya aku tetap di rumah karena saat mengisi form dari
sekolah sepertinya bundaku mengisi untuk tetap sekolah
online di rumah saja hiks… hiks… dan aku sekarang belajar di
rumah. Ya aku tahu, Bunda pasti memilihkan yang terbaik
buatku dan adik. Karena kalau mendengar berita masih ada
saja pasien Covid-19 yang meninggal.
Hmmm semoga semua ini cepat berlalu. Sepertinya aku
pernah dengar dari bunda bahwa kemungkinan 3 minggu lagi
kita semua akan masuk ke sekolah tetapi masuknya tidak bisa
bersamaan diatur jumlah anaknya. Aku sangat senang bisa
bertemu dengan mereka lagi. Tapi tetap harus tetap menjaga
protokol kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 ini segera
pergi dan kita semua bisa melakukan aktivitas seperti
biasanya dan semua orang diberi kesehatan.
Aku bisa ke sekolah seperti biasanya lagi. Aamiin…
Semoga kita semua diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Aamiin…
Terima kasih untuk para ustaz/ah SD Al Falah Darussalam
2 yang selama ini dengan giat mengajar aku dan teman-
temanku. Terima kasih juga atas supportnya selama ini
khususnya terhadap saya.
Cerita di Tengah Corona ~ 87
Salam hormat untuk Ustazah Juniati, S. Pd, selaku Kepala
Sekolah SD Al Falah Darussalam 2 Tropodo, Waru, Sidoarjo
atas segala supportnya terhadap saya.
Semoga yang kalian lakukan terhadap kami merupakan
amal jariah dan diterima oleh Alloh SWT. Aamiin.
Terima kasih ya yang sudah baca tulisanku ini.
Semoga berguna.
Jaga Kesehatan!
Tetap semangat ya. *
88 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam