The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

AikoJaneetaZ, dkk- menulis antologi kumpulan cerpen saat mereka merasakan belajar PJJ masa pandemi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by imawatics, 2022-01-25 16:15:57

Cerita di Tengah Pandemi_4,2 Class_2020

AikoJaneetaZ, dkk- menulis antologi kumpulan cerpen saat mereka merasakan belajar PJJ masa pandemi

15

Pengalamanku
Sekolah Online

Jessica Devina Arifin

Segala puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT,
tuhan yang maha Esa karena atas berkat dan
rahmatnya yang telah mengaruniakan kepada kita
kebaikan dan kebahagiaan hidup. Selawat serta salam
semoga selalu tercurah kepada baginda Rosullah
Muhammad saw, keluar, para sahabat, dan seluruh
pengikutnya yang senantiasa terus setia dan Istiqama.

Hai!!! Nama saya Jessica Devina Arifin aku kelas 4.2 SD Al-
falah Darussalam. Aku senang sekali di kelas 4.2 ini karena
wali kelasku namanya ustazah Mima yang baik hati dan sabar
membimbing anak-anak, aku akan menceritakan tentang
pengalamanku saat sekolah online.

Cerita di Tengah Corona ~ 89

Pertama kali dengar tentang adanya virus Corona masuk
Indonesia aku dan keluarga sangat takut sekali sampai tidak
berani keluar rumah dan tidak berani ketemu sama orang lain
karena virusnya sangat berbahaya dan bisa mematikan sebab
cepat menular.

90 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Jadi semua sekolah, mall, tempat rekreasi dan pabrik
ditutup atau diliburkan semua karena pemerintah tidak
memperbolehkan untuk berkumpul dan tidak boleh
bergerombol di tempat umum makanya semua ditutup,
kemudian saya dan teman-teman akan sekolah melalui video
call yang berupa Zoom.

Di kelas 4 ini seharusnya kelasnya di bedakan atau di
pisah Sholih sendiri sholiha sendiri, tapi sekarang sekolahnya
pake online jadi kelas dijadikan satu. Sholih dan sholiha wali
kelasnya ada dua yang Sholih bersama ustaz Rizal dan yang
sholiha bersama ustazah Mima.

Beberapa hari berlalu pengalaman baru mulai menikmati
belajar online di rumah karena lebih leluasa dan tidak terburu-
buru berangkat sekolah, begitu juga dengan mama pagi- pagi
tidak buru- buru buat sarapan dan mama tidak capek antar
jemput aku dan kakak. Selama kelas 4 ini saya belum pernah
tatap muka dan belum tahu kelasnya sama sekali, biarpun
sekolahnya masih online aku sangat senang sekali karena
sekarang ustaz, ustazahnya banyak setiap pelajaran gurunya
beda- beda.

Bahasa Inggris dan komputer dipegang ustaz Rizal.
Bahasa Indonesia dipegang ustazah Chotim orangnya sangat
tegas dan disiplin, jadi kalau muridnya ramai langsung
ditegur. Pada waktu diberi tugas untuk wawancara usaha

Cerita di Tengah Corona ~ 91

mama aku sangat grogi dan malu sama mamaku tapi
alhamdulillah aku berhasil wawancarai mama. IPA, IPS dan
Bahasa Jawa dipegang ustazah Mima. Matematika dipegang
ustaz Irfan. Science dipegang ustazah Lail, di pelajaran
science aku senang sekali membuat kerangka manusia dari
cottonbuds dan kapas yang ditempelkan di kertas. Math
dipegang ustazah Vera.

Salat Akhlak dan Bahasa Arab dipegang ustaz Ayyub,
pada waktu ustaz memutarkan video tentang hari kiamat
saya dan teman- teman sangat takut sekali melihat dan
mendengarkan sampai aku menangis karena ketakutan. Beda
dengan kelas 1 dan 3 ustazahnya cuma ada dua saja.

Saya senang sekali kalau pelajarannya ustazah Mima,
karena beliau orangnya sangat tegas, lucu dan cantik.
Ustazah kalau mengajar ada saja yang dibuat properti lucu-
lucuan biar anak didiknya tidak bosan dan tidak mengantuk
jadi semua teman- temanku juga suka sekali dan jadi ramai.

Lama- lama saya sangat senang sekali sekolah online
karena sangat seruh sekali, biasanya anak- anak sholih ramai
terus sampai ustaz dan ustazah marah, apa lagi pas waktu
istirahat teman- teman senang sekali ada yang ngomong
tentang game ada juga yang bergurau dan bisa ngelakuin apa
saja pokoknya bebas.

92 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Pada waktu pelajaran Bahasa Jawa ustazah Mima
memberi tugas untuk membuat video memperkenalkan diri
memakai Bahasa Jawa. Aku sebenarnya sangat malu sampai
diulang-ulang buat videonya sampai bagus dan jelas aku
ngomongnya.

Begitu juga dengan pelajaran IPS ustazah Mima
mempraktikkan menjadi menteri SDA. Ustazah sangat lucu
sekali karena memakai baju menteri, topi dan juga memakai
kumis sehingga semua anak- anak pada tertawa semua
ustazah juga ikut tertawa sampai kumisnya jatuh dan ustazah
memasang kumisnya lagi sampai ke balik kumisnya kayak
kumisnya pak Raden, semua murid kelas 4.2 untuk
mempraktikkan bagai mana kita kalau menjadi menteri SDA
biasa aku sangat malu sekali kalu buat video tapi
alhamdulillah aku buat video juga walaupun telat
mengumpulkannya, biasa mama selalu memberi aku
semangat.

Tak terasa sudah setengah perjalanan sekolah online.
Ustazah mengadakan review semua pelajaran. Alhamdulillah
aku setiap malam belajar jadi aku bisa mengerjakan semua,
aku suka juga kalau mengerjakan Quis matematika. Kelebihan
belajar Online adalah lebih banyak dekat dengan keluarga
dan tidak buru- buru berangkat sekolah jadi banyak waktu
untuk istirahat. Keburukan sekolah Online bikin mata sakit

Cerita di Tengah Corona ~ 93

karena kebanyakan melihat HP, tidak bisa fokus belajar
karena di rumah ramai jadi aku kadang tidak memahami
pelajaran yang diajarkan oleh ustaz dan ustazah.

Selain pelajaran sekolah, pelajaran mengaji juga
menggunakan Online, biasanya mengajinya sehabis pelajaran
waktunya jam sebelas siang. Saya mengajinya dengan ustaz
Amin orangnya yang sangat sabar dan baik hati. Mengajinya
dibagi menjadi dua sesi alhamdulillah aku kena yang sesi dua
jadi aku bisa murojaah sambil menunggu ditelepon ustaz.

Sekian cerita pengalaman-pengalamanku selama sekolah
online di rumah. Semoga pandemi ini segerah berakhir
karena aku sudah kangen masuk sekolah dengan normal, biar
bisa main- main dan salat berjamah di masjid bersama teman-
teman.

Terima kasih kepada ustaz dan ustazah semua yang telah
memberikan ilmunya dengan sepenuh hati yang begitu ikhlas
dan sabar membimbing kami. Semoga ilmu yang diberikan
selama ini menjadi lading pahala untuk ustaz dan ustazah.
Aamin- Aamin Ya Robbal Alamin. Wassalamualaikum
warohmatullahi wabarokatu. *

94 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

16

Sekolah Online

Kayla Nur Safira Putri Arachman

Hai kenalin saya Kayla Nur Safira Putri Arachman
kalian bisa memanggil saya dengan sebutan Kayla.
Hari ini saya akan menceritakan tentang cerpen
sekolah online.

Di masa pandemi ini semua siswa akan belajar di rumah
dan belajar dengan aplikasi Zoom/ Google meet, Dan hari ini
saya mau menceritakan tentang sekolah online saya dengan
teman-teman dan ustazah saya.

Saat saya memasuki kelas 4 SD saya sekolah online di
rumah tante saya, saya dulu tidak tahu apa itu aplikasi Zoom
untuk saya sekolah dan akhirnya satu bulan kemudian saya
tahu apa itu Zoom. Paginya saya ke rumah Tante saya untuk
sekolah. Saat sudah selesai sekolah saya ada tugas dari

Cerita di Tengah Corona ~ 95

ustazah saya dan saya tidak mengerti tugas yang diberikan
dengan ustazah saya dan saya memutuskan menanyakan
tugas itu ke Tante saya akhirnya selesai lalu saya kumpulkan.

Saat sudah pindah tahun ke 2021 saya sangat kangen
sekolah dan ingin bersekolah offline. Setelah itu beberapa
Minggu saya dipanggil dengan ustazah untuk ke sekolah.
Pertamanya saya deg degan untuk perginya dan beberapa
hari saya sudah tidak deg degan lagi. Bulan April pun muncul
dan saya merasa tahun ini rasanya sangat cepat harinya,
96 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

paginya seperti biasa saya sekolah tetapi hari ini saya sekolah
bukan di rumah Tante tetapi sekolah di rumah nenek.

Saya sekolah online memakai handphone adik saya.
Setelah selesai sekolah saya melepas seragam dan ganti baju.
Setelah itu saya biasanya menonton tv dengan adik saya
sambil ngemil.

Di masa pandemi ini semua orang tidak boleh keluar
tetapi jika itu sangat penting boleh keluar dengan memakai
protokol kesehatan. Aku teringat saat masih sekolah aku bisa
pergi ke kantin bersama teman-temanku untuk membeli
minuman dan makanan tetapi saat muncul virus semua itu
tidak bisa dilakukan lagi. Aku rindu banget sama teman-
temanku yang sering bercanda canda dengan ustazah saya,
belajar bareng, main bareng, makan bareng dan lain-lain. Aku
sangat rindu dengan kegiatan itu.

Waktu saya sekolah online di hari Senin saya belajar
tentang pelajaran bahasa Inggris dan tematik bersama ustaz
Rizal dan ustazah Mima. Saya sangat bosan di rumah terus
dan akhirnya saya meminta nenek untuk jalan-jalan ke luar,
dan nenek saya menjawab iya dan saya mengambil kerudung
dan masker bersama adik saya dan langsung jalan-jalan
menikmati suasana di luar rumah.

Saat Magrib saya pulang dan cuci kaki cuci tangan lalu
saya langsung salat dengan adik dan nenek saya dan juga

Cerita di Tengah Corona ~ 97

mengaji bersama. Saya ingat kalau hari besok itu adalah hari
Minggu saya langsung mengambil HP saya dan langsung
nonton Youtube. Saat besoknya saya baru ingat kalau saya
ada tugas dari ustazah saya, saya izin ke adik untuk meminjam
untuk mengerjakan tugas.

Waktu malam hari saya begadang sampai jam 12 malam
karena saya belum mengantuk sama sekali. Saat di jam 12
malam saya ingin makan sesuatu tetapi tidak ada satu pun
makanan kecuali udang, akhirnya saya meminta nenek saya
untuk memasaknya karena saya tidak bisa memasak udang.
Saat sudah selesai digoreng saya pun memakannya dan saya
minum dan langsung tidur karena saya sudah sangat
kenyang.

Paginya saya masih tidur dan dibangunkan dengan tamu
saya. Ternyata tamu itu adalah anak pertama nenek saya,
saya senang ada saudara saya di rumah ini tapi saya merasa
ada yang kurang yaitu saudara saya dari nenek saya. Saat saya
ke dapur untuk mengambil minuman saya dikasih uang 100
ribu.

Keesokannya saya bangun pagi untuk bersiap-siap
sekolah online bersama teman-teman. Saya belajar tentang
banyak hal di situ dan saat jam istirahat saya izin ustazah saya
untuk ke toilet. Saat sudah selesai ke toilet saya melihat jam

98 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

istirahat sudah selesai tetapi saya belum juga makan nasi,
saat itu saya tahan dan lanjut belajar.

Saat memasuki bulan Ramadan malamnya saya teraweh
bersama nenek dan adik dan tetangga saya. Hari Senin saya
kira masuk ke sekolah ternyata kata ustazah libur sampai 3
hari. Saat besoknya jam 3 pagi saya sahur dengan keluarga
saya. Saya makan nugget dan udang crispy, lalu saya salat
subuh sendiri. Saat sudah selesai salat saya ikut nenek saya
belanja di pasar bersama adik saya. Setelah berbelanja saya
meminta nenek saya untuk jalan-jalan atau keliling-keliling
Delta Sari.

Saya menemukan patung dan saya mau minta foto
bersama nenek dan adik saya. Saat mau pulang saya mampir
ke adik nenek saya sambil menunggu sekolah online saya
mulai. Pulangnya saya langsung memakai seragam dan
sekolah online. Siangnya saya salat lalu tidur siang karena
saya lagi puasa, malamnya saya teraweh di masjid
Hidayatullah. Di tengah-tengah kaki saya agak capek tetapi
saya masih melanjutkan salat terawehnya.

Pulang dari teraweh saya mengambil minuman dari
nenek saya yaitu es. Es itu saya sangat suka karena segar dan
juga enak tetapi saya tidak tahu namanya.

Saat beberapa hari kemudian saya sekolah tapi saya
sekolah offline lagi karena disuruh ustazah saya. Saat jam

Cerita di Tengah Corona ~ 99

mengaji saya menunggu teman-teman saya datang ke
sekolah untuk mengaji juga. Saat teman-teman sudah datang
saya dan yang lain menuju tempat mengaji yaitu di
perpustakaan. Jam 12 saya salat di masjid bersama teman-
teman. Sebelum salat saya wudu terlebih dahulu dan selesai
wudu saya berdoa. Sesudah wudu bersama teman-teman,
lalu saya mengambil mukena dari tas saya dan langsung ke
atas untuk salat berjamaah.

Selesai salat saya ke kelas saat saya masuk ke kelas saya
mengambil makanan dari sekolah dan membawanya pulang.
Keesokannya saya seperti sekolah offline saat saya sudah
sampai ke sekolahan. Saya belajar dengan guru, saya
sendirian tapi dengan teman-teman yang belajar di rumah,
saat itu saya tidak membawa buku mathematics.

Pada saat sore hari saya menghabiskan waktu bermain
dengan adik saya dan tetangga saya dengan bersepeda
keliling rumah. Sekolah online memang benar-benar
mengubah rutinitas saya juga. Sebenarnya saya merasa
senang ketika bisa bermain sejenak dan berharap semuanya
bisa kembali seperti semula. Semoga pandemi ini cepat
berakhir, karena saya sangat merindukan teman-teman saya
. *

100 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

17

Pengalamanku
Belajar Online

Khalisah Putri Anandra

Halo nama saya Khalishah Putri Anandra boleh
dipanggil Khalishah atau Keiza. Saat ini saya tidak
bisa sekolah karena Covid-19. Saya panik karena
Covid-19 bisa menular saat kita keluar.

Apa sih Covid-19 itu? Covid-19 itu adalah virus Corona
yang sangat menular dan mematikan. Ditemukan kasusnya
pertama kali di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 tepatnya
Desember 2020. Kemudian dengan cepat Covid-19 menyebar
hampir di seluruh negara didunia dan membuat banyak sekali
bahkan sampai mencapai angka jutaan orang yang tertular
virus ini.

Awalnya saya juga bingung bagaimana Covid-19 bisa
menular ke Indonesia dan negara-negara lain. Kemudian

Cerita di Tengah Corona ~ 101

bunda saya menjelaskan bahwa virus Corona ternyata diduga
awalnya berasal dari salah satu jenis kelelawar di Cina dan
karena kebiasaan orang Cina yang suka makan binatang-
binatang ekstrem, di mana salah satunya adalah kelelawar.
Maka dari situlah Virus Corona mulai menulari manusia.

Dan dari orang yang tertular virus Corona, bila batuk
maka dia akan mengeluarkan banyak virus-virus Corona
kepada orang-orang di sekitarnya. Sehingga penularan Virus
Corona menjadi sangat cepat, menyebar ke seluruh dunia
termasuk Indonesia. Benar-benar sangat menakutkan saya.

Ketika ada pengumuman resmi bahwa Virus Corona
sudah masuk Indonesia, ayah bunda sudah sangat khawatir

102 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

kalau aku dan adikku yang masih duduk di kelas satu akan
tertular karena masih sekolah seperti biasa.

Untunglah pada sekitar bulan Maret 2020, sekolah
memberi pengumuman bahwa kegiatan belajar mengajar di
sekolah ditiadakan, karena berisiko tinggi menularkan virus
ini. Sehingga ayah bunda menjadi lebih tenang, kegiatan
belajar tatap muka kemudian diganti dengan kegiatan belajar
online memakai aplikasi Zoom.

Aplikasi Zoom ini memungkinkan interaksi antara para
Ustaz dan Ustazah di sekolah dengan semua muridnya
melalui jalur Internet. Sehingga kegiatan belajar mengajar
tetap dapat dilakukan tanpa ada risiko penularan Virus
Corona, kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah Sekolah
Online.

Saat sekolah online pertama kelas tiga, perasaan saya
sedih karena tidak bisa bertemu teman-teman di sekolah dan
tidak bisa bermain bersama secara langsung. Semua serba via
internet dengan aplikasi Zoom, bahkan saya bisa lulus Tahsin
juga dengan mengikuti Ujian melalui aplikasi Zoom.

Tetapi saya agak terhibur karena wisuda kelulusan
Tahsinku bisa dilaksanakan di sekolah. Wisuda kelulusannya
unik karena pakai cara Drive through, seperti antre makanan
di Mc Donald.

Cerita di Tengah Corona ~ 103

Saya senang karena bisa kembali ke sekolah meskipun
hanya sebentar dan bertemu dengan para Ustaz dan
Ustazah. Bahkan bisa berfoto bersama dengan Ayah Bunda
dan adik di sekolah. Sangat menghibur, karena kegiatan
Zoom sangat membosankan dibanding belajar di sekolah
seperti biasanya.

Ternyata setelah beberapa bulan, virus Corona atau
Covid-19 tidak segera berakhir. Bahkan saya sampai naik kelas
empat, Covid-19 tidak ada tanda-tanda menghilang dari
Indonesia. Meskipun begitu saya bersyukur mengucapkan
Alhamdulillah karena bisa naik ke kelas empat.

Di kelas empat, saya mendapatkan wali kelas baru, beliau
bernama Ustazah Mima. Ustazah Mima sangat cantik, baik
dan penuh bersemangat.

Oh ya, yang baru dari kelas empat ini adalah kalau sudah
kelas empat, murid perempuan dan murid laki-laki dipisah
tidak dicampur seperti pada kelas tiga. Saya senang sekali,
karena tidak ada lagi gangguan dari teman laki-laki yang
biasanya selalu ikut campur main sama kita. Tetapi ternyata
saya salah duga.

Pemisahan murid laki-laki dan murid perempuan itu bisa
dilaksanakan kalau sekolah masuk seperti biasa yaitu
pengajaran tatap muka langsung. Sedangkan pengajaran

104 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

dengan aplikasi Zoom, tidak dipisah. Karena alasan teknis
katanya, saya juga tidak tahu persisnya.

Tetapi yang jelas, akhirnya murid laki-laki dan murid
perempuan dicampur seperti pada kelas tiga. Dan akhirnya
pada saat pelajaran kelas online, aku dan temanku mulai
marah-marah karena kelas jadi berisik sebab ulah murid laki-
laki.

Keberisikan murid laki-laki hampir setiap hari dilakukan,
membuat aku jadi sebal. Tetapi wali kelas dari kelas laki-laki
yaitu Ustaz Rizal ternyata sangat lucu, membuat saya sering
tertawa terbahak- bahak. Sehingga saya jadi terhibur dan bisa
mengikuti pelajaran dengan baik, meskipun kelas dicampur
dengan murid laki-laki.

Ketika sekolah Online sudah selesai, saya melanjutkan
mengaji dengan wali kelas guru mengaji yang bernama Ustaz
Amin. Ustaz Amin adalah Ustaz mengajar tahfidz.

Tidak enaknya dengan kelas Zoom ini adalah saya hanya
duduk dan diam di tempat duduk saya. Tidak bisa lagi
bercanda langsung dengan teman-temanku. Hanya
mendengarkan perkataan ustaz/ustazah mengajar.

Apalagi kalau giliran teman-teman yang lain, bukan
giliran saya. Saya hanya bisa melihat dan diam mendengar
mereka. Hal ini benar-benar sangat membosankan. Bahkan

Cerita di Tengah Corona ~ 105

saya pernah sempat tertidur sebentar ketika pelajaran
berlangsung. Hehehe…

Alhamdulillah saya bisa mengikuti Zoom dengan
memakai Laptop yang baru. Saya bisa mengutak-atik Laptop
tersebut, lihat permainan atau chat dengan teman-teman
saya. Laptop ini memang untuk mengikuti kegiatan Zoom
saya, karena sebelumnya hanya melalui HP.

Dengan HP saya sangat kesulitan mengikuti pelajaran,
karena layarnya kecil. Dan saya juga tidak bisa melihat wajah
teman-teman saya dengan jelas. Belum lagi ketika ada jadwal
Zoom yang bersamaan dengan jadwal adik saya. Saya sering
berebut memakai HP bunda dengan adik saya. Jadi kadang
saya yang menang dan adik yang menangis tapi bisa juga
sebaliknya. Apalagi kalau bunda juga membutuhkan HPnya,
jadi yang rebutan tambah banyak. Akhirnya Bunda
memutuskan beli Laptop supaya tidak rebutan lagi.

Ternyata sekolah online berlangsung lama, berbulan-
bulan bahkan sampai sekarang belum ada tanda-tanda
berakhir. Karena sudah berbulan-bulan, maka saya sudah
terbiasa dengan sekolah online ini.

Meskipun tidak bertemu langsung dengan teman-teman
saya, tapi saya tetap dapat berkomunikasi dengan mereka.
Saya sudah terbiasa pula chat dengan teman-teman saya,
karena saya sudah terbiasa memakai aplikasi Whatsapp.

106 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Padahal sebelumnya saya tidak pernah atau tidak tahu
bagaimana cara menggunakan Whatsapp sendiri.

Dengan sekolah Online, bundalah yang sering
menggantikan Ustazah untuk mengajari saya kalau ada
pelajaran yang saya belum paham. Mengajari dan menemani
saya saat akan menghadapi ujian. Meskipun lebih sering
marahnya dibandingkan Ustaz atau Ustazah di sekolah.

Alhamdulillah saya diberitahu bunda kalau Vaksin untuk
Virus Corona sudah datang di Indonesia. Tapi tidak bisa
langsung digunakan, karena masih diteliti lagi katanya. Jika
dinyatakan baik oleh Pemerintah, maka Vaksin bisa segera
digunakan untuk seluruh Rakyat Indonesia yang
membutuhkan. Sehingga Indonesia bisa segera terbebas dari
Virus Corona dan saya bisa kembali ke sekolah seperti
biasanya.

Semoga bisa cepat terwujud, karena saya sudah kangen
ke sekolah dan bercanda lagi dengan teman-teman saya.
Aamiin ya Robbal ‘alamiin*

Cerita di Tengah Corona ~ 107

18

Sekolah Online
dari Rumah

Khansa Cahyadewi K. Widiarto

Halo semuanya, namaku Aya, aku kelas 4. Aku
sekolah di Al Falah Darussalam Tropodo
International Cambridge Program (ICP). Kalian tahu
tidak, aku tidak pernah bermimpi kalau aku akan dapat
sekolah online, sekolah di rumah, sendirian tidak ada teman.
Tapi di Virus Corona ini membuatku harus sekolah online di
awal tahun 2020. Aku mulai sekolah online sejak Maret 2020,
karena ada pandemi Covid-19/virus Corona.

Virus Corona ini jahat teman-teman, dia bisa membuat
kita sakit. Bisa panas, pilek, batuk, sesak napas dan banyak
orang-orang meninggal gara-gara virus ini. Termasuk
Akungku, Akung Narto. Di Bulan Juni 2020, Kung Narto
meninggal gara-gara sesak napas, di isolasi di Rumah Sakit

108 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

PHC Surabaya. Cuma 3 hari akung di rumah sakit, tapi Allah
SWT lebih sayang akung. Jadi Akung meninggal.

Aku sedih sekali karena papaku juga tidak bisa datang di
pemakaman akung, karena tidak ada pesawat yang terbang
dari Bali ke Surabaya.

Cerita di Tengah Corona ~ 109

Jadi untuk membuat virus ini tidak menyebar luas, kami
tidak boleh pergi ke sekolah karena jika kena dan positif
Covid-19, kita bisa demam, batuk, flu, dan akan diisolasi, tidak
bisa ketemu orang tua, adik, uti dan akung selama 2 minggu.
Sendirian, takut, jadi lebih baik sekolah online dari rumah
daripada sakit.

Kegiatanku dan adikku setiap pagi hari Senin-Jumat
adalah sekolah online, sekolah dari rumah. Aku sekolah
online mulai jam 7. 15 pagi. Jam 6 aku harus sudah mulai
mandi, sarapan pagi dan jam 7. 15 siap duduk di depan laptop
untuk mulai pelajaran. Pada waktu sekolah aku memakai
aplikasi Zoom meeting untuk sekolah online, sehingga aku
bisa melihat teman-teman dan ustaz/ustazah aku melalui
laptop. Jika ada review, ustazah mengirimkan link untuk
dikerjakan. Kadang ada juga review yang digunakan quizizz,
Google form dan live worksheets. PTS dan PAS juga
menggunakan media yang sama.

Sekolah onlineku selesai jam 10. 30 pagi. Setelah itu aku
tidak langsung istirahat, karena aku masih harus menunggu
panggilan dari ustazah untuk mengaji. Jadi selain pelajaran
sekolah, aku juga dapat pelajaran agama setiap hari.

Ada suka atau tidaknya aku melakukan sekolah online di
rumah. Sukanya, aku tidak harus pergi ke sekolah pagi-pagi,
dulu ketika aku sekolah offline, aku sudah naik antar jemput

110 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

jam 6 pagi, tetapi pas sekolah online, jam 6 pagi aku baru
mulai mandi. Selain itu, kesenangan sekolah online dari
rumah adalah aku selalu bisa dekat dengan keluargaku, adik,
uti, akung, mama, papa, karena mamaku terkadang bekerja
dari rumah juga. Jam belajar yang sebentar juga membuat
sekolah online menjadi menyenangkan, dari jam 7. 15 pagi
sampai jam 10. 30 pagi, jika di sekolah aku belajar dari jam 7
pagi sampai jam 3 sore. Lama ya…

Yang tidak aku suka tentang sekolah online adalah, sepi,
tidak bisa ketemu teman, kadang internet putus. Jika wi-fi
putus aku harus pakai kuota internet ponsel aku yang pasti
akan habis banyak.

Sampai Maret 2021 aku masih belajar online di rumah, aku
sudah 1 tahun tidak bertemu teman-temanku. Aku sedih,
bagaimana wajah asli teman-temanku sekarang, karena tidak
ketemu 1 tahun? Mereka tambah gemuk atau kurus ya? Tinggi
mereka seberapa sekarang? Kangen ingin ketemu teman-
teman.

Aku ingin banget ketawa sama mereka, ingin beli snack
di kantin, main sama mereka di taman bermain, salat di
masjid, naik antar jemput ramai-ramai, lari-lari di sekolah, aku
sangat merindukan ustaz dan ustazah yang mengajariku di
sekolah.

Cerita di Tengah Corona ~ 111

Alhamdulillah sekarang sudah ada vaksin yang bisa
mencegah penyebaran virus Corona. Ustaz/ ustazahku semua
sudah divaksin. Jadi mereka bisa semakin sehat dan siap
mulai sekolah lagi. Kalau ustaz/ ustazahku sudah divaksin,
murid-muridnya juga merasa aman untuk kembali ke sekolah.
sudah dapat vaksin, jangan lupa tetap pakai masker ya teman-
teman.

Ya Allah, semoga virus ini segera hilang, semua orang
cepat dapat vaksin. Jadi aku bisa mulai masuk sekolah lagi,
ketemu teman-teman aku, ustaz/ustazah aku. Semoga kami
semua sehat selalu Ya Allah, dapat melalui pandemi korona
ini dengan selamat. Bismillaah Ya Allah, tolong dengarkan
doaku. Aamiin. *

112 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

19

Tangguh dan Kuat
di Tengah Pandemi

Khaylannisa Qairina Darosa

Pandemi Covid-19 yang sudah 8 bulan lamanya
melanda di Dunia, termasuk di Indonesia, membuat
seluruh anak-anak belajar secara virtual dari rumah.
Perkenalkan namaku Khaylannisa Qairina Darosa, biasa
dipanggil Nisa. Saat ini, aku duduk di kelas 4 SD Al Falah
Darusalam Tropodo Sidoarjo. Sebenarnya, aku merasa sangat
sedih karena sudah 8 bulan tidak bisa bertemu langsung
dengan guru-guru dan teman-teman di sekolah, karena
momen belajar di rumah ini bertepatan pada saat kenaikan
kelas.

Tetapi, untuk menghilangkan kebosanan, kegiatan di
rumah aku meluangkan waktu untuk bermain sepeda dengan
sahabatku, kami janjian untuk bermain sepeda di hari Minggu

Cerita di Tengah Corona ~ 113

pagi. Meskipun bertemu dalam waktu yang singkat,
Alhamdulillah itu sudah membuat perasaanku bahagia.

Di Rumah, Ayah adalah orang yang gemar nonton Berita
di Televisi, berita apa pun ditonton. Di Akhir tahun 2019 berita
tentang Virus Corona sudah mewabah di Cina, di sebuah Kota
Industri yang bernama Wuhan pertama kali Virus Corona
terdeteksi, dengan kabar yang belum jelas penyebab Virus ini
apakah dari hewan atau hasil salah satu laboratorium biologi
di Kota Wuhan, tapi terdengar sangat menyeramkan saat itu.
114 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Banyak Video beredar memperlihatkan dampak kematian
mendadak dari Virus Corona, Serem kan.

Alarm Subuh berbunyi keras di suatu pagi pertengahan
bulan Maret. Aku terbangun dari tidurku, dan bersiap untuk
pergi ke sekolah. Heboh tentang virus Corona sudah mulai
memasuki Indonesia. Ayah memberi tahu keluarga, bahwa
Presiden Jokowi memerintahkan agar seluruh aktivitas
bekerja maupun ibadah dilakukan dari rumah. Termasuk juga
kegiatan sekolah. Sejak hari itu, aku dan keluargaku tidak
keluar rumah karena ayah juga dilarang pergi ke kantor.
Awalnya aku merasakan senang tidak perlu pergi ke sekolah,
dan Ayah juga di rumah terus, namun lama kelamaan
membosankan di rumah tanpa kegiatan.

Oke, sekarang aku mau bercerita bagaimana kegiatanku
sehari-hari selama pandemi Covid ini. Mulai dari sekolah,
berolahraga, waktu Bersama keluarga, dan tentu saja
kegiatan-kegiatan selama ini yang belum pernah aku lakukan.
Ini adalah kegiatanku selain belajar dari sekolah. Aku juga ikut
sekolah virtual dari kantor ayah yang bernama PSF (Parenting
Support Fassilitasion). Meskipun secara online, kegiatan
sekolah ini sangat membantuku menghilangkan rasa bosan
dan jenuh selama pandemi. Karena banyak sekali hal-hal
keren yang baru kuketahui. Contohnya, ternyata kita bisa
membuat gunung berapi dari play-doh. Oh ya, aku juga

Cerita di Tengah Corona ~ 115

pernah membuat eksperimen yang menjelaskan, ”kenapa
kita harus selalu mencuci tangan menggunakan sabun”. Kita
bisa membuat perumpamaan dengan memasukkan sejumlah
merica ke dalam air, kemudian ketika jari diberi sabun maka
merica yang di dalam air akan menyingkir dari jari-jari kita.
Dan sebaliknya, jika jari kita tidak memakai sabun maka
merica yang di dalam air menempel ke jari-jari kita.

Selain melakukan eksperimen dan praktik di PSF, ada
juga kegiatan berolahraga yang salah satunya aku senangi,
yaitu yoga. Yoga membuat tubuhku menjadi lebih rileks dan
bugar. Dan yang paling membuatku semangat di PSF ini,
ternyata ada banyak banget lomba-lomba yang menarik
untuk diikuti.

Aku tertarik mengikuti lomba foto dan membuat video
memasak makanan tradisional. Karena asalku dari Jawa
Barat, aku membuat video memasak karedok, tentu saja
dengan dibantu ayah dan mama. Hehe. Dan untuk lomba foto,
Alhamdulillah aku mendapat juara 3. Dan hadiahnya, aku
mendapat voucher. Sedangkan, lomba membuat makanan
tradisional-membuat karedok-Aku mendapat juara 2. Oh iya,
ada 1 kegiatan lagi yang aku ikuti setiap hari Sabtu. Aku
mengikuti Garuda Siaga Pramuka bersama teman-teman
sekolahku yang terpilih oleh Pembina Pramuka. Meskipun

116 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

virtual, kami tetap bisa belajar tentang PBB (Pasukan Baris
Berbaris) dan juga simpul tali.

Semua kegiatan itu aku jalani dengan penuh semangat
dan senang. Banyak hal menarik yang bisa aku pelajari
walaupun saat pandemi Covid seperti ini. Bagaimana teman-
teman? Banyak kan kegiatanku? itu belum semua lho. Ada
juga kegiatan rutin yang kulakukan setiap hari. Yaitu
membaca buku yang ada di rumah. Setelah membaca buku,
aku membuat rangkuman dari buku yang sudah kubaca.

Aku membuatnya dengan menggambarkan mind
mapping-peta konsep-yang menarik untuk dibaca. Baru-baru
ini, aku membaca buku sejarah Laksamana Chengho, Al
Zahrawi, dan lain -lain. Aku merasa sangat senang karena
berkat kegiatan membaca buku ini, aku menjadi tahu tentang
sejarah dan perkembangan Islam. Selain tentang sejarah
Islam, aku juga suka membaca buku pengetahuan, salah
satunya buku Ensiklopedia yang tertumpuk banyak di
rumahku, hehe. Buku ensiklopedia tidak selalu hanya berisi
tulisan dan membosankan lho, buku ensiklopedia yang aku
punya sangat menarik dan berwarna-warni. Dengan begitu,
aku tidak bosan membacanya.

Begitu banyaknya kegiatanku di rumah selama Pandemi
ini, membuatku tetap tangguh dan bersemangat meskipun

Cerita di Tengah Corona ~ 117

belajar di rumah. Alhamdulillah, ternyata sudah banyak ilmu
dan pengetahuan yang aku dapat selama pandemi Covid ini.[]

118 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

20

Pengalamanku
Saat Daring

Marwah Maulida Sani

Saya Marwah Maulida Sani kelas 4 bersekolah di Al
Falah Darussalam Tropodo. Saya masih berumur 10
tahun. Sewaktu masih kelas 1 & 2 SD, Pandemi masih
belum ada. Hingga saat kelas 3 SD, di semester 2, sekolah
diliburkan karena berita Pandemi Covid-19 ini tersebar.
Pemerintah memberitahukan agar seluruh Penduduk
Indonesia wajib melakukan protokol kesehatan dan wajib di
rumah sampai Pandemi ini selesai.

Sewaktu Pandemi, anak-anak tidak bisa sekolah, orang-
orang tidak bisa bekerja. Teman-teman saya juga bertanya.
Ustazah, kapan Pandeminya selesai? Ustazah kok sekolahnya
diliburkan? Dan masih banyak pertanyaan yang lainnya. Anak-
anak sedih karena sekolah ditutup bukan diliburkan. Jangan

Cerita di Tengah Corona ~ 119

sedih lagi, ada jalan keluar lainnya supaya anak-anak bisa
sekolah kembali. Sekarang, anak-anak bisa sekolah di rumah
alias kelas online. Dengan kelas online, anak-anak bisa belajar
lagi dengan guru & teman-teman mereka.

Biasanya, anak-anak belajar di aplikasi "Zoom", karena
aplikasi ini seperti tempat untuk meeting online, kelas online
120 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

dan masih banyak penggunaannya. "Zoom" biasanya
digunakan saat Pandemi ini.

Kelas online sangat seru, menyenangkan dan bisa
berbagi bagi momen. Setiap kelas online dimulai, anak-anak
akan sangat bersemangat menjalani/mengikuti kelas online
yang satu ini. 1000× lebih seru dibanding main game terus

Waktu berganti, Pandemi masih tetap ada di sekitar
wilayah Indonesia, oleh karena itu pemerintah
memberitahukan agar setiap penduduk Indonesia
menggunakan masker ketika keluar rumah. Juga, rajin cuci
tangan memakai sabun atau hand sanitizer. Dan janganlah
bergerombol.

Bunda saya yang bernama Astria Arlina membantu saya
untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan membantu
daring semakin lancar dan sukses. Terima kasih Bunda ☺

Pasti hampir semua anak-anak bosan melihat kamera
terus menerus saat daring. Dan kelas agak terlalu ramai jadi
kurang begitu fokus.

Saat daring, momen momen lucu dinantikan. Teman-
teman dan guru berbagi cerita, momen-momen yang lucu
dan epic!

Ketika kelas online, saya dan kakak harus naik ke lantai 3
di rumah. Naik turun tangga, letih sekali jika membawa buku-
buku yang banyak dan berat. Karena, jika kelas online di lantai

Cerita di Tengah Corona ~ 121

bawah, suara mesin sangat berisik karena lantai bawah
adalah bengkel milik kedua orang tuaku.

Setiap pelajaran berganti, suasana pun berganti. Ustaz
Rizal adalah guru yang mengajarkan mata pelajaran bahasa
Inggris dan komputer. Sedangkan Ustazah Mima meng-
ajarkan mata pelajaran Tematik(IPA), Bahasa Jawa,
Tematik(Civic)/Social studies. Jika pelajaran olahraga, Ustaz
Agus pelatihnya. Ustaz Ayyub juga seorang guru agama dan
bahasa Arab. Ustazah Fera mengajarkan Mathematics yang
bagian bahasa Inggris dan jika Matematika bagian bahasa
Indonesia, Ustaz Irfan gurunya. Science? Ustazah Lail tentu
gurunya! Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang
diajarkan oleh Ustazah Chotim. Saat Pandemi, Mengaji
diliburkan/ditutupkan dan diganti oleh vc untuk setor mengaji
bersama guru mengajiku yaitu Ustaz Amin.

Sejak kelas 1, saya masih jilid 4 dan lanjut ke jilid 5. Kelas
4nya saya sudah tahfidz, Alhamdulillah ☺

Kelas online membuat saya lebih paham tentang mata
pelajaran yang akan dibahas, juga bermanfaat. Selain saya
semakin paham dan giat belajar, saya akan berusaha untuk
membanggakan kedua orang tua saya dan berusaha terus
menerus. Juga, saya akan berusaha menjadi anak berprestasi,
Berbakti kepada orang tua.

122 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Hari Senin tanggal 9 November 2020, Saya serta kakak
saya yang bernama Shafa, akan melaksanakan Tatap muka di
sekolah. Tidak sendiri, karena ada teman 1. Dan ustazah Mima
yang akan mengajarkan materi pelajaran. Saya menginap di
rumah umi untuk liburan pada hari Jumat malam sampai
Minggu malam. Minggu malamnya, ortu saya datang untuk
menginap. Senin paginya, kami keluarga inti pulang menuju
Sidoarjo. Ayah menjemputmu untuk mengantarkanku ke
sekolah. Sekolah masih sepi, Jadi.... saya tunggu. Saya ke
kelasku yang letaknya di lantai 3. Saya dan kakak saya naik
tangga dan sesampainya di kelas, kami menaruh tas di kelas
dan relax sebentar. Beberapa menit kemudian, Teman saya
yang bernama Sisi datang ke kelas. Ustazah Mima datang.
Kami belajar, tapi masih tetap Kelas online di Kelas.

Pada hari Senin, kelas online sangat ramai. Meskipun
begitu, kelas online/tatap muka di sekolah itu menye-
nangkan. Siang harinya, saya, ustazah Mima serta Shafa dan
sisi salat zuhur jamaah di kelas. Setelah itu, saya dan kakak
saya dijemput oleh bunda. Tatap muka sangat
menyenangkan.

Pada hari Selasa, 10 November 2020, sekolah saya
mengadakan upacara online, tetapi tetap di rumah. Sangat
menyenangkan, Karena hari itulah kami Seluruh kelas 4, 5 dan

Cerita di Tengah Corona ~ 123

6 sedang memperingati hari pahlawan juga Upacara online.
Begitu seru dan menyenangkan.

Kelas online memudahkan kita agar lebih memahami
tentang materi pelajaran. Juga bisa menjadi pintar dan
cerdas. Kita juga bisa berprestasi dan juga membanggakan
kedua orang tua. Jadi, bagi teman-teman yang masih bisa
sekolah meskipun di rumah saja, tetap bersyukur ya! Tetap
beribadah di rumah dan belajar selalu.

Semoga ilmu yang diberikan menjadi ladang pahala bagi
Ustaz/Ustazah dan teman-teman di rumah. Aamiin, Ya Robbal
Al-Amin

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Putri dari Astria Arlina.
Alhamdulillahirabbilalamin

Good luck and may Allah bless Us *

124 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

21

Pengalaman
Sekolah Online

Fahra

Assalamualaikum wr wb. Hai! namaku Fahra aku kelas
4.2 dan wali kelasku Ustazah Mima yang cantik dan
baik hati. Aku akan menceritakan tentang
pengalamanku saat kelas online.

Di kelas 4 ini seharusnya antara kelas Sholih dan sholihah
dipisah. Tapi karena pandemi, kelasnya dijadikan satu. Jadi di
situ temanku banyak loh ada 51 orang atau enggak biasanya
50 orang ditambah Ustaz Rizal wali kelas 4. 1 dan Ustazah
Mima. Nah di situ aku belajar banyak tentang pelajaran baru
yang belum ada di kelas 1 sampai 3 yaitu Bahasa Jawa,
matematika gemilang, tematik kelas 4 yang isinya ada IPA,
PPKn/IPS, dan Bahasa Indonesia, ya pokoknya banyak lah

Cerita di Tengah Corona ~ 125

pelajarannya☺☺. Terus kadang-kadang temanku berisik saat
pelajaran guys.

Ustaz dan Ustazah pengajar di kelas 4 ini ada banyak.
Ustazah Mima mengajar pelajaran IPA, PPKn/IPS, dan Bahasa
Jawa, lalu ada Ustazah Chotim mengajar pelajaran Bahasa
Indonesia, Ustaz Irfan mengajar pelajaran Matematika
Gemilang, Ustazah Laily mengajar pelajaran Science, Ustaz
Rizal mengajar pelajaran English dan Computer, Ustazah Fera
mengajar pelajaran Mathematic, Ustaz Ayub mengajar
pelajaran Salat Akhlaq dan Bahasa Arab, Ustaz Agus
mengajar Physical Excersice dan Ustaz Amin yang ganteng
mengajar mengaji.

126 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Ustazah Mima kalau mengajar pelajaran IPA dan
PPKn/IPS itu seru banget loh guys. Misalnya kemarin
mengajar tentang sumber energi, Ustazah Mima memakai
kostum seperti seorang menteri ESDM. Aku jadi mengerti
ternyata sumber energi panas matahari bisa diubah menjadi
sumber energi listrik. Lalu Ustazah Mima memberi tugas
membuat sebuah video “JIKA AKU MENJADI MENTERI
ESDM”. Aku bikin videonya dibantu bunda karena aku belum
bisa mengedit video. Di video itu Aku menceritakan bahwa
Aku akan mengembangkan sumber energi panas matahari,
panas bumi, gelombang air laut dan angin menjadi sumber
energi listrik. Dari teknologi yang telah ada sebelumnya
dikembangkan lagi menjadi lebih besar dan akhirnya
Indonesia akan bisa menjadi negara yang kaya dan makmur.
Dari cerita itu Aku ingin membuat contoh rumah yang
menggunakan kardus bekas diberi panel surya untuk
menangkap sumber energi panas matahari menjadi energi
listrik.

Ustazah Mima juga mengajar Bahasa Jawa lho. Kami
disuruh membiasakan mengucapkan ‘inggih’ yang artinya
‘iya’, ‘dalem’ kalau dipanggil orang tua, ‘mboten’ yang artinya
‘tidak’, ‘sampun’ yang artinya ‘sudah’, dan ‘dereng’ yang
artinya ‘belum’. Kami juga diajarkan memperkenalkan diri
menggunakan bahasa Jawa. Waaah pokoknya seru guys.

Cerita di Tengah Corona ~ 127

Kata Bundaku, Ustazah Mima itu All Out, Out of the Box,
semangat mengajarnya, suka menulis, suka berkreasi, dan
suka perhatian sama Aku guys. Aku pernah dicari sama
Ustazah Mima kenapa enggak ikut pelajaran. Waktu itu Aku
enggak ikut pelajaran PPKn/IPS karena Aku keasyikan main
sama adikku jadi lupa kalau masuk kelas Zoom. Aku senang
dan bangga mempunyai guru seperti Ustazah Mima. Sejak
itu, akhirnya Bundaku meminjamkan laptopnya untuk
sekolah onlineku. Kata Bundaku biar Aku tambah semangat
sekolahnya, fokus ke materi yang disampaikan Ustaz dan
Ustazah, bisa mencatat materinya, dan enggak sampai
ketinggalan di kelas berikutnya guys, hehe.

Ustaz Irfan, Ustazah Laily dan Ustazah Fera sering
mengajak kami bermain game seru tentang pelajaran. Kalau
Ustaz Irfan kalah main game bilang gini, “Ampun bang jago”
kayak yang di tiktok itu lho guys. Ustazah Laily juga kalo kalah
main game bilang kayak gitu juga tapi pakai gerakan tangan
seperti salam. Seru yaa guys guru-guruku.

Selama sekolah online ini Aku juga belajar memakai
banyak aplikasi misal Whatsapp, Zoom meeting, edit foto
ibispaintx, Google, dan game kesukaanku Sakura School
Simulator. Aku dulu pertama sekolah online belum bisa
memakai Zoom. Terus, Ayah dan Bundaku mengajariku
bagaimana cara join meeting setiap kali ada kelas Zoom.

128 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Kalau di HP enak tinggal klik linknya saja yang dari Ustazah
Mima share di grup. Tapi kalau pakai laptop harus
mengaktifkan hotspot dulu, membuka aplikasi Zoom lalu
memasukkan meeting ID dan password. Setelah beberapa
hari dibantu sama Ayah dan Bunda Aku jadi bisa memakai
Zoom sendiri.

Aku kalau Zoom suka melihat mukaku sendiri hehe..
Sampai pernah pas waktunya mengaji di pagi hari dipanggil
sama Ustazah Mima disuruh buka Al-Qur’an. Tapi itu pas di
awal sekolah online dulu guys, kalau sekarang insya Allah
selalu Aku siapkan di samping laptop bersama dengan buku-
buku pelajaran hari itu. Doakan Aku supaya Istiqomah ya
guys. Karena kita sekarang semakin besar beranjak remaja
kata Bunda. Harus bisa mandiri menyiapkan buku pelajaran,
seragam sekolah, peralatan sekolah online, waktunya salat ya
salat, waktunya mengaji ya fokus mengaji. Aku sering
dimarahi sama Bunda kalau enggak mandiri . Kalau Bunda
marah, Aku diam saja. Tapi Aku juga sering membela diri kalau
kata Bundaku jangan membantah hehe. Ya sudah akhirnya
Aku diam. Tau enggak? Ini Bunda di sampingku tersenyum
lebar lho. Wkwkwk.

Tapi, Bundaku itu baik banget soalnya mau kalau Aku
minta ditemani mengerjakan tugas atau PR gitu. Kayak
sekarang ini, ada tugas membuat tulisan pengalaman sekolah

Cerita di Tengah Corona ~ 129

onlineku. Bundaku yang ngasih arahan gini gini gini, bla bla
bla. Hehe. Karena Aku ingin diperhatikan Bundaku dan Aku
belum pede kalau mengerjakan sendiri. Tapi kalau Regina
mengajak main game Aku langsung bilang “Ayo!” haha..
Bundaku bisa nemenin Aku mengerjakan tugas, tapi kalau
game enggak bisa hehe..

Pelajaran yang Aku sukai selama sekolah online ini yaitu
Science, Physical Excersice, Mathematics, IPA, IPS, Bahasa
Jawa, English, Computer. Aku suka pelajaran itu karena Ustaz
dan ustazahnya semangat mengajarnya, dan membuatku
menjadi mengerti materinya saat itu. Ustazah yang paling
Aku sukai adalah Ustazah Mima dong yang out of the box.

Selain sekolah pelajaran formal, ada pelajaran mengaji
setiap jam 11 siang. Yang mengajar Ustaz Amin yang baik hati
dan ganteng. Mengajinya dibagi menjadi 2 sesi, Aku kebagian
sesi yang ke 2. Sebelumnya, Aku murojaah dan mengaji dulu
setelah sekolah online selesai. Jadi, kalau waktunya mengaji
dengan Ustaz Amin sudah lancar. Aku mengajinya sudah lulus
tajwid dilanjutkan tahfiz yang sudah selesai sampai hafalan
juz 30 tapi karena belum ujian tahsin, jadi mengajinya
melancarkan tajwid dan ghorib lagi guys. Doakan Aku lulus
tes tahsin ya guys. Aamiin.

Sekian cerita pengalamanku sekolah online di rumah,
semoga pandemi ini segera diakhirkan Allah SWT supaya kita

130 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

bisa sekolah lagi seperti biasa. Berangkat ke sekolah diantar
Ayah, salat Dhuha di sekolah, belajar bersama di kelas,
bermain bersama di sekolah, makan siang bersama di kelas,
rame-rame menuju masjid untuk salat zuhur dan Ashar,
bergurau bersama. Kata Bunda, kita harus bahagia supaya
imunitas meningkat, daya tahan tubuh meningkat, sehat
selalu. Kalau Aku bahagianya karena bisa berkumpul, bermain
dan bercanda bersama Ayah, Bunda dan Adik. Terima kasih
sudah mau membaca ceritaku.

Wassalamu’alaikum wr wb.
EHE... ! *

Cerita di Tengah Corona ~ 131

22

Daring

Mahira

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teks
ini berisi pengalamanku saat daring semoga kalian
bisa baca sampai akhir
Di hari pertama aku daring aku bingung bagaimana ya
caranya. Bukan Cuma aku saja tapi orang tuaku juga bingung
Dan yang paling bikin aku bingung atau sangat pusing adalah
pr. Jadi selama 1 sampai 3 minggu video aku off. Terus aku
tahu solusinya pas adikku main kamera di laptop. Nah dari situ
aku tahu caranya. Ngomong-ngomong tentang pr aku
bingung bagaimana caranya kerjainnya. Apa lagi 2 bulan
waduhhhh pusing aku PR-nya banyak juga dah banyak sudah
ngeluh.

132 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Tapi menurutku hari yang paling aku suka itu hari Jumat
karena pas hari Jumat Pelajaran cuma dua. Zoom cepat kelar
dan esoknya sudah libur. Menurutku waktu Zoom yang paling
unik adalah 10 November alias hari pahlawan. Itu hari
pertama aku ikut upacara bendera online.

Aku berkunjung ke museum pahlawan di Indonesia dan
juga ada penjara untuk para pahlawan Indonesia yang dibuat
oleh Belanda. Sekarang Penjara itu sudah jadi hutan
terbengkalai.

Cerita di Tengah Corona ~ 133

Aku punya banyak pengalaman saat daring terutama pas
aku harus Zoom di dalam mobil karena Ibuku sedang hamil
adikku. Terutama Zoom di mobil lebih sulit dari pada di
rumah. Aku pernah dapat hasil rapor yang di bawah KKM
karena aku tidak bisa fokus karena ada suara Televisi. Adikku
pas Zoom, adikku pas menangis, handphone, dan lain-lain itu
yang tidak bisa membuatku fokus. Akhirnya aku dimarahi
sampai beberapa hari dan aku diberi batas main HP sampai
asar saja. Alhamdulillah aku mendapatkan nilai rapor yang
lumayan.

Sekarang vaksin Corona sudah ada jadi murid-murid
boleh masuk ke sekolah. Tetapi aku tidak boleh karena takut
terkena korona. Sekarang aku juga jadi suka rebahan karena
tidak ada kerjaan lain. Jadi aku memutuskan untuk membeli
komik untuk mengisi waktu luangku. Sekarang aku baru
sadar bahwa tahun ini kami sering libur aku sering dengar
kata-kata bolos entah siapa yang suka bolos sekolah.

Sudah lama enggak sekolah aku merasa hampa tanpa
teman, hiburan dan lain-lain. Aku harap Corona sudah
berakhir tapi belum aku penasaran kapan Corona akan hilang
dari Indonesia. Jika bisa seluruh dunia ini Corona hilang.
Kadang aku suka buang air besar (B. A. B) saat lagi Zoom jadi
aku kadang tidak mengerti apa yang sedang dibahas .
Sekolah daring banyak sekali pengalamanku contohnya saat

134 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

Aku kesulitan ketika mengantarkan mommy periksa
kehamilan setiap 2 Minggu sekali aku harus daring dari dalam
mobil dan kadang juga di dalam klinik bersalin.

Pernah juga aku daring saat ikut Daddyku kerja. Enaknya
daring itu kalo masuk sekolah tidak banyak persiapan Tapi
banyak sekali tugasnya. Di waktu Covid masih parah, aku
tidak pernah keluar rumah paling juga cuma mobil dan ke
klinik kehamilan. Mommy dan Daddy sangat menjaga agar
kita terhindar dari Covid. Aku kangen dengan teman-temanku
, sudah 1 tahun berlalu dan tidak bisa bertemu dengan tatap
muka apalagi enggak ada duit buat jajan jadi celenganku
kosong karena tidak sekolah tatap muka.

Sekarang aku agak jarang keluar karena Covid-19
(Corona) karena itu sekarang aplikasi jual beli online sering
digunakan seperti Shopee, Lazada, Tokopedia dan lain-lain.
Dulu aku tidak suka libur, lalu saat Covid datang akhirnya aku
jadi lebih suka libur. Dulu saat istirahat aku sering sama
teman-temanku tapi sekarang istirahatnya sendiri karena
enggak ada hiburan. Biasanya buka status teman-teman buat
menunggu waktu istirahat habis. Dulu biasanya aku saat
berangkat sekolah melihat teman mengajiku tapi.. Sekarang
sudah tidak kelihatan lagi karena Covid-19. Sekarang menulis
atau olahraga jarang dilakukan lagi, lebih bergantung pada
teknologi misalnya handphone, laptop/komputer. Sekarang

Cerita di Tengah Corona ~ 135

karena ada yang banyak menggunakan Youtube atau karena
susah mencari uang akhirnya banyak yang membuat channel
Youtube. Jadi kadang kalau mau ujian biasanya aku lihat
Youtube untuk mencari materi.

Sekarang kartun sering dilihat dari pada dulu jadi
biasanya aku melihat kartun sehabis sekolah atau kadang
main game hehehe....Tapi sisi positif dari Covid itu
mempunyai banyak waktu luang untuk dimanfaatkan.
Kadang kalau orang tua kita kerja ke kantor lalu pulang larut
malam sekarang bisa ketemu di rumah. Juga kadang kalau
terlambat bangun misalnya jam 6 atau 7 masih bisa masuk
daring dengan waktu yang tepat. Kadang juga kalau rok atau
celana seragamnya masih basah tidak akan kelihatan saat
daring

Sekian pengalamanku saat daring. Sekarang coba
ceritakan pengalaman kalian saat daring. Sekian terima kasih
sudah membaca sampai akhir.

Wassalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh *

136 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam

23

Pengalamanku
Saat Kelas Online

Regina Nabila C.

Assalamualaikum wr wb. Halo.. Namaku Regina
Nabila C. (Regina) dari kelas 4.2 Aku diajar oleh
Ustazah Mima. Aku akan menceritakan
pengalamanku tentang belajar online. Langsung saja simak
ceritanya cussss...

Jadi guys pertama libur itu aku tuh asli senang banget
karena aku dikasih tahu oleh mama aku kalau sekolah itu libur
satu minggu. Saat itu aku senang banget :v nah habis satu
minggu aku dapat kabar lagi kalau sekolah akan diundur 1
bulan lagi. Btw saat itu Corona belum tersebar banget di
Indonesia jadi aku masih belum terbiasa dengan kondisi
seperti sekarang.

Cerita di Tengah Corona ~ 137

Balik lagi ke kelas online. Jadi pertama kelas online itu
aku agak sedikit bingung karena pertama kalinya. Jadi kelas
online itu pakai aplikasi Zoom dan yang lain lainnya. Pertama
Zoom itu perkenalan dulu aku tidak terlalu asing dengan
teman-teman sholihahku terutama Fahra tapi di situlah aku
mengenal Ustazah Mima.

Tapi aku juga tidak terlalu asing karena kelas 3 aku
pernah diajak ke kelas dua untuk mengenal sumber energi
alternatif setiap hari Kamis. Balik lagi saat Zoom aku kaget
dengan participantsnya karena sangatlah banyak walau pun
tidak terlalu banyak.
138 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam


Click to View FlipBook Version