Ada banyak pelajaran baru juga di sekolah seperti B.
Jawa, bahasa Indonesia, PPkn, IPS, IPA, dan ada juga yang
sudah lama ada seperti yang sudah diajarkan dari kelas 1
adalah... English, Science, math, salat akhlak dll. Setiap
pelajaran beda guru seperti ustazah Mima, ustaz Rizal,
ustazah Fera, ustaz Irfan, ustazah Laili dll.
Seperti ustazah Mima wali kelas aku sekaligus pengajar
IPS, IPA, PPKN juga, banyak benerr :v contoh kemarin kita
belajar tema 1, 2 dan 3 juga lohh. Seperti kemarin saat tema 2
belajar tentang sumber energi alternatif seperti yang
diajarkan saat kelas dua kemarin.
Ustazah Mima juga mengajari kita untuk belajar bahasa
kita yaitu bahasa Jawa. Kami disuruh membiasakan diri dalam
bahasa Jawa seperti ‘inggih’ yang artinya iya, ‘dalem’ yang
artinya ‘apa’, ‘mboten’ artinya ‘tidak’, ‘sampun’ artinya
‘sudah’ dan ‘dereng’ artinya ‘belum’. Kita juga diajarkan
memperkenalkan diri dalam bahasa Jawa. Waaaaahh pokok
e seruu.. bangetttt.
Biasanya juga ustazah Mima adakan speed reading jadi
kita tuh disuruh baca cepat dan dikasih beberapa pertanyaan.
Fungsinya untuk melatih kita untuk lebih semangat belajar
dan juga untuk melatih kita agar cepat memahami pelajaran
dan perhatian. Bukan cuma aku tapi semua murid-murid di Al
Cerita di Tengah Corona ~ 139
Falah Darussalam, pokoknya ustazah Mima is the toppp
teacher guys...
Semangat juga untuk kita, tapi sering dan banyak teman-
teman yang off video saat Zoom. Tapi ustazah Mima tetap
semangat mengajar. Jika banyak teman-teman yang off video
ustzah Mima juga off video. Jika banyak kalo bisa semua
nyalain video saat pelajaran pasti ustazah Mima tambah
semangat mengajar. Mangkanya teman-teman semua on
videonya sekarang juga cussss....
Sejak lamanya Zoom ini berlalu. Aku dikasih laptop pink
sama mama. Aku senang banget dikasih laptop biar gak
gerak-gerak kameranya dan juga agar lebih fokus belajarnya
dan lebih enak liatnya. Papa aku bikinin meja belajar untuk
aku biar enak menulisnya, tenang juga belajarnya.
Dulu aku belum tahu caranya dan akhirnya mama ajarin
aku cara memakai Zoom. Tinggal buka Whatsapp terus klik
deh tetapi beda lagi kalau pake laptop, kita harus connect
dulu wifinya tulis IDE-nya terus tulis passwordnya.
Kalau bosan biasanya ajak Fahra main sakura bareng by
video call seru banget rasanya kalau main sakura bareng
sahabat sendiri. Sekian dari aku wassalamualaikum wr wb. *
140 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
24
Sekolah
dari Rumah
Salsabila Putri Azka Rahman
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Salsabila Putri Azka
Rahman. Saya biasa dipanggil Azka.. Saat ini saya
duduk dikelas 4 di SD Al Falah Darussalam-Wisma Tropodo.
Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman belajar
online atau daring dari rumah di saat pandemi.
Apa itu pandemi Covid-19?
Di dunia ini ada istilah virus baru, yaitu virus Corona atau
virus Covid-19. Virus Covid-19 yang bermula pada akhir tahun
2019 diawali di kota Wuhan-Cina. Gejala virus Corona ini mirip
Cerita di Tengah Corona ~ 141
sakit flu antara lain batuk, flu, demam/panas tinggi dan sesak
nafas.
Tetapi perbedaannya, Virus ini sangat berbahaya dan bisa
menimbulkan kematian, proses penularan yang begitu cepat
membuat pemerintah mengambil tindakan untuk
menghimbau masyarakat melaksanakan segala aktivitas dari
rumah saja kecuali untuk hal yang urgent saja baru keluar
rumah. Bekerja, beribadah, belajar pun dari rumah.
Saya pun awalnya juga tidak paham apa itu virus Corona,
yang saya tahu tiba-tiba saat itu orang tua saya melarang
142 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
kami untuk keluar rumah walau sekedar bermain, ke mana
pun harus jaga jarak dengan orang lain, harus selalu memakai
masker dan faceshield, membawa handsanitiser ke mana
pun. Tidak boleh memegang benda sembarangan, dan jika
sudah keluar rumah sesampainya di rumah harus mandi dan
langsung ganti baju. keadaan yang menakutkan,
membosankan dengan aturan yang sangat ketat.
Mulai 16 Maret 2020, sekolah pun ditutup jadi kita hanya
bisa sekolah dari rumah atau bisa disebut daring atau belajar
online. Bertatap muka dengan ustaz atau ustazah dan teman-
teman juga melalui gadget dengan menggunakan aplikasi
Zoom ataupun video call. Untungnya mama saya tidak
bekerja, jadi bisa mendampingi kami saat sekolah daring ini.
kalau ada kesulitan apa pun mama bisa membantu saya dan
adik.
Awal daring
Awal belajar daring membuat saya begitu bingung.
Bingung dengan sistem belajar dan metode pengumpulan
tugas yang benar-benar tidak saya pahami. Tugas-tugas yang
diberikan bisa melalui link atau aplikasi belajar dan ada juga
yang melalui Whatsapp. Penggunaan aplikasi belajar yang
belum saya kuasai, sehingga membuat saya dikit-dikit minta
bantuan mama jika saya ada kendala. Banyaknya tugas dan
Cerita di Tengah Corona ~ 143
dead line pengumpulan tugas yang begitu cepat membuat
saya agak sedikit ter-pressure, karena walaupun belajar dari
rumah tidak juga membuat kita santai, menumpuk tugas
hanya akan memperberat beban kita. Sungguh hal baru yang
sangat membosankan. Belum lagi karena mama sangat ketat
jika mengizinkan kita keluar rumah walau hanya untuk
sekedar bermain atau membeli jajanan di luar. Karena mama
melarang, sebagai gantinya saat belajar dari rumah mama
sering membuatkan kita kue atau camilan biar kita tidak
bosan saat mengerjakan tugas-tugas yang banyak.
Selama masa sekolah online rutinitasku setiap pagi
antara lain, ketika bangun pagi setelah salat subuh,
terkadang melakukan olahraga senam atau joging bersama
mama saya, setelah itu baru mandi, mengenakan seragam
sekolah, salat Dhuha, sarapan dan setelah itu langsung mulai
belajar untuk sekolah online tepat dipukul 07. 15- 11. 00 WIB.
dengan jeda break time sekitar 15 menit.
Metode-metode sekolah online ini, menggunakan
aplikasi Zoom. Penggunaan Zoom adalah hal yang benar-
benar baru untuk saya. Saat awal tentu saya merasa bingung,
misalnya kendala saat daring yang menggunakan aplikasi
Zoom adalah tidak bisa masuk ke Zoom. Ketika belajar daring,
kadang-kadang kita tidak bisa mendengarkan suara ustaz/ah
dengan jelas. Sinyal internet yang terkadang lemah, dan saat
144 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
menggunakan WiFi di rumah, tiba-tiba listrik mati. Semua itu
juga membuat belajar online menjadi terganggu. Persiapan
untuk belajar online esok hari, diberikan materinya saat
malam harinya oleh ustaz-ustazah dan link Zoom untuk besok
paginya. Jadi kita bisa mempersiapkan belajar untuk materi
yang dibahas esok hari saat Zoom
3. Libur Panjang Kenaikan kelas saat pandemi
Belajar dari rumah terkadang membosankan karena
banyak waktu kosong. Tetapi dengan banyak waktu luang
tersebut kita jadi bisa mencoba hal-hal baru. Ketika tiba
waktunya libur panjang bertepatan dengan libur kenaikan
kelas ini menambah kebosanan kita karena akan di rumah
saja terus tanpa ke mana-mana, sebab masih masa pandemi
jadi tidak boleh dan tidak bisa pergi jalan-jalan. Bingung harus
bagaimana dan harus ngapain selama libur panjang
Suatu ketika setelah bangun tidur pagi saya beranjak
untuk ke dapur menengok mama saya yang sedang masak di
dapur. Saya penasaran mama saya masak apa ya. Saya pun
diajarkan bagaimana cara memasak. Pertama-tama saya
diajari untuk memotong sayuran, mengenal nama-nama
bumbu, belajar menggoreng, belajar masak sayur sop, masak
nasi goreng. Saya senang sekali karena saya bisa belajar
memasak bersama mama. Setelah mencoba belajar
Cerita di Tengah Corona ~ 145
memasak, saya pun juga belajar mencuci baju sendiri.
Membersihkan rumah dengan menyapu, mengepel,
mengelap perabotan rumah dengan disinfektan, serta
menyiram tanaman. Karena sangat bingung harus ngapain
lagi selain nonton tv. Selain itu saya bersama adik saya juga
bermain bersama, bermain dengan beberapa mainan yang
telah dibelikan mama untuk kami bermain selama sekolah di
rumah ini. Misalnya bola basket, pasir kinetik, dan lainnya.
Selain itu saya juga melakukan beberapa eksperimen
misalnya menanam biji kacang hijau, menanam biji bunga
matahari. Ketika biji tanaman sudah tumbuh wah senang
sekali rasanya.
4. Sekolah online sudah terbiasa
Libur kenaikan kelas telah usai tak terasa sudah 8 bulan
tidak sekolah tatap muka. sekolah daring awalnya memang
berat karena banyak tugas menumpuk yang deadline
pengumpulan tugasnya dalam waktu singkat serta
penggunaan aplikasi daring yang kurang saya pahami.
Kangen sekali untuk bisa sekolah langsung. Tetapi setelah
berjalan berbulan-bulan, kini saya sudah terbiasa dengan
daring ini. Saya sudah memahami penggunaan aplikasi
daring, tugas-tugas yang diberikan oleh ustaz dan ustazah
sekarang juga tidak sebanyak saat awal daring dulu. Jadi
146 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
sekarang sekolah daring terasa lebih ringan dan nyaman.
Saya juga sudah tidak seberapa bosan lagi dengan banyak
waktu luang di rumah. Banyak hal-hal baru yang bisa kita coba
misalnya dengan membuat video unik ikut lomba online
ataupun hanya sekedar chat dengan teman itu sudah cukup
mengatasi kebosanan saya. Sekolah tatap muka nanti saja
kalau keadaan sudah aman dari pandemi dan tentunya ketika
orang tua saya mengizinkan untuk kembali sekolah tatap
muka.
Beberapa waktu yang lalu saya sudah beberapa kali
berkunjung ke sekolah saya walau hanya sekedar untung
mengantarkan adik saya daftar dan tes yang akan masuk SD
di sekolah saya tahun depan. Walau hanya sebentar tapi saya
sudah merasa sangat senang bisa melihat sekah saya lagi dan
bisa bertemu dengan ustaz/ah ketika pembagian rapor.
6. kesan dan pesan belajar daring saat pandemi
Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan
umatnya. Begitu pula dengan kondisi pandemi sekarang.
Dengan sekolah dari rumah dan tetap di rumah saja kita bisa
menghindarkan diri kita dari wabah virus Corona, kita juga
jadi punya banyak waktu bermain bersama adik, saudara dan
orang tua, kita juga punya kesempatan banyak untuk
mencoba hal-hal positif yang baru. Bersyukur karena di saat
Cerita di Tengah Corona ~ 147
pandemi sekarang kita masih diberi kemudahan untuk bisa
mendapatkan fasilitas seperti gadget dan kemudahan
mendapat internet serta bisa mendapatkan bantuan kuota
internet gratis dari pemerintah untuk memperlancar daring
ini.
Pesan saya, selalu terapkan 3M (memakai masker,
mencuci tangan dengan sabun atau gunakan handsanitiser,
menjaga jarak) dan jangan lupa berdoa agar pandemi ini
segera berlalu sehingga kita bisa beraktivitas normal lagi
seperti dulu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. *
148 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
25
Daring
yang Unik
Shafa Maulida Auly
Segala puji syukur hanyalah milik sang pencipta, Allah
Azza Wajalla, yang telah mengaruniakan kepada kita
kebaikan dan kebahagiaan hidup. Selawat beserta
salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Rasulullah
Muhammad SAW, Keluarga, para sahabat, dan seluruh
pengikutnya yang senantiasa terus setia dan Istiqomah
Saya Shafa Maulida Auly, kelas 4 SD di Al Falah
Darussalam. Sekolah saya ditutup karena ada pandemi. Jadi
Saya dan teman-teman akan video call memakai Zoom. Kata
bunda tidak boleh main HP saat Zoom mulai. Mengetahui
virus Corona dari TV dan media sosial bahwa di negara China
virus tersebut muncul sekitar bulan November-Desember.
Saat itu juga Shafa menggali informasi apa sih virus Covid-19
Cerita di Tengah Corona ~ 149
ini dan hal-hal apa saja yang harus dipahami dan diperhatikan
agar kami sekeluarga sehat-sehat terhindar dari virus ini.
Beberapa bulan berjalan tepatnya bulan Maret,
pemerintah mengumumkan ada Warga Negara Indonesia
yang positif Covid-19. Saat itu pula Shafa agak khawatir akan
lockdown yang diberlakukan di Indonesia, sama juga yang
berlaku di China. Minggu 15 Maret 2020, sudah ada
pemberitahuan dari pemerintah jika hari Senin sekolah dari
rumah untuk sementara, namun Al falah Darussalam masih
mempersilahkan jika ada murid yang masuk/libur saat itu.
Beberapa hari berlalu pengalaman baru mulai menikmati
150 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
belajar daring karena bisa lebih leluasa atau bisa membuka
Google yang memang luar biasa info yang tersedia.
Kelebihan belajarnya daring, adalah lebih dekat dengan
keluarga, Pengalaman pertama di kelas 4 saat itu hampir
tidak percaya, waktu istirahat, tenaga dan pikiran Shafa
belum bisa fokus. Semuanya agak tertunda sedikit, tetapi
Alhamdulillah disyukuri karena semuanya membutuhkan
proses. Dan dengan proses itu saya dan adik saya bisa belajar
dan terus belajar. Keluarga Shafa meskipun di pandemi ini
tetap dengan banyak minum air putih, berjemur minimal 15
menit, istirahat secukupnya, minum vitamin, rutin cuci tangan
minimal 20 detik dan sebagainya.
Waktu Zoom Ustazah Mima sering menjelaskan, apalagi
saat tertawa. Kami bergabung bersama Sholih untuk Zoom.
Ustazah Mima dan Ustaz Rizal menyuruh 1 hari 1 anak akan
kultum sesuai absen. Dan yang paling lucu adalah Ustazah
Mima saat pelajaran IPA. Saat itu Ustazah Mima memakai
baju menteri dan topi. Dan berminggu-minggu kemudian,
Ustaz Rizal mempunyai kabar baik yaitu akan libur 5 hari.
Sholih mendengar itu langsung bilang "Hore, Hore, Libur".
Sampai mendengar itu Ustaz Rizal bilang "Tapi Masih ada pr
ya... ". Sekarang bagian Sholihah bilang "Hore Pr Pr Hore.. ".
Sholih hanya diam.
Cerita di Tengah Corona ~ 151
Pengalamanku selanjutnya adalah, saat itu Ustaz Ayyub
dan teman-teman lainnya sedang melihat video tentang
"Kisah Nabi Musa as". Setelah melihat video ustaz Ayyub
sedikit menceritakan singkat dan pertanyaan dari teman-
teman, Ustaz Ayyub menjelaskan tentang pernikahan Nabi
Harun as semuanya kaget dan Nindi bilang "Eaaa Cieee... ".
Aku hanya diam dan tertawa. Pengalaman, selanjutnya
adalah pengalaman lucu dari whatsapp. Saat Zoom mulai, aku
punya rencana untuk memakai layar terbagi, HPku memang
keren deh... Aku melihat ada Ustazah Mima yang merekam
audio lucu tentang perkenalan diri memakai bahasa Jawa,
banyak bilang "Ustazah lebay banget suaranya wkwkwkwk".
Bersama teman-teman.
Hari Senin adalah hari paling menyenangkan, karena di
situlah ada pelajaran olahraga bersama ustaz Agus.
Pelajarannya lumayan sedikit. Setiap selesai Zoom aku sering
bermain HP/ game roblox. Tetapi aku juga tidak lupa untuk
belajar. Aku sangat bosan tapi itu menyenangkan karena bisa
ngechat bersama teman-teman, dan VC bersama ustazah
lainnya
Zoom aku tidak menggunakan headset karena itu akan
merusak gendang telingaku. Tetapi aku masih mendengar
Ustazah saat berbicara, meskipun tidak memakai headset.
Suatu hari seperti biasa aku akan daring bersama teman-
152 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
teman dan Ustaz/Ustazah. Sekarang ada ustaz baru yang
bernama ustaz Ismail. Sekarang ustaz Ismail akan mengajar
tentang bahasa arab. Memang sih ustaz Ismail dari arab.
Semuanya kagum karena ustaz Ismail sangat jago dalam
bahasa Arab maupun bahasa Inggris lho!
Setiap bosan saat Zoom karena kehilangan fokus aku
akan mengambil HP lamaku untuk liat Youtube.
Pelajaran math pun tiba tak lupa aku mengambil buku.
Hari demi hari aku sangat nyaman kalo di rumah. Di tengah
hari daring aku baru sadar kalo ada review untung saja kalo
tadi malam aku sudah belajar. Itulah aktivitas daringku di
tengah pandemi ini atau tidak pengalamanku sebelumnya.
Sekian dari pengalaman atau cerita Shafa mohon maaf kalo
ada salah kata yang tidak disengajai. Terima kasih kepada
ustaz/ustazah semua guru-guru yang telah memberikan
ilmunya dengan sepenuh hati, ikhlas sabar kepada putra-putri
kami. Semoga ilmu yang diberikan menjadi ladang pahala
untuk ustaz/ustazah. Aamin Ya Robbal Alamin *
Cerita di Tengah Corona ~ 153
26
My Experience
During Online School
Sylvaniite Tanitha Hafshah
Hai teman-teman! Namaku Sylvaniite Tanitha
Hafshah. Kalian bisa memanggilku Sisi. Saat ini aku
duduk di kelas 4.2 ICP Al Falah Darussalam. Selama
kelas IV, aku belum pernah bertemu dengan Guru/Ustazah
ataupun teman-teman sekelasku. Hal ini terjadi karena
adanya Virus Corona ( Covid-19 ) yang datang ke Indonesia
pada awal tahun 2020. Sehingga semua siswa belajar secara
online/daring.
Belajar secara online/daring dilakukan agar siswa tidak
tertular virus Corona. Karena belajar secara daring tidak
memerlukan tatap muka. Sudah sekitar satu tahun kami
melakukan belajar online. Belajar online dilakukan secara
elektronik dengan menggunakan media komputer/
154 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
handphone serta sebuah jaringan. Jika di rumah kita
terpasang jaringan internet maka kita bisa melaksanakan
belajar online. Tapi jika di rumah kita/lingkungan tempat
tinggal kita tidak terdapat jaringan internet, maka sistem
belajar online tidak bisa di laksanakan. Sistem belajar online
tidak dapat di lakukan di area pedesaan/pelosok karena
biasanya di sana tidak tersedia jaringan internet.
Di sekolahku, SD Al Falah Darussalam, pada awal"
kegiatan belajar mengajar online dilakukan, belajar online
tidak dilakukan tiap hari dan hanya berlangsung 1-2 jam saja.
Hal ini membuatku senang sekali karena waktuku untuk
bermain atau bersenang" sangat banyak. Namun keadaan ini
tidak berlangsung lama. Belajar online akhirnya dilakukan
setiap hari dan berlangsung lebih lama yakni 3 jam.
Sekolah online memang enak. Di antaranya adalah aku
tidak perlu segera mandi pagi di pagi hari. Tidak harus
sarapan dan memakai seragam sekolah. Setelah salat subuh
aku bisa tidur lagi dan bangun pukul 06. 30, mandi, salat duha
dan mulai Zoom online pukul 07:15. Kalau sebelum sekolah
online, aku biasanya langsung mandi setelah salat subuh,
harus sarapan dan memakai seragam sekolah lengkap serta
berangkat ke sekolah jam 06:30 dari rumah dengan diantar
mama. Hal ini dilakukan agar aku tidak terlambat sampai
sekolah.
Cerita di Tengah Corona ~ 155
Sedangkan sekolah online bisa lebih santai, aku tidak
perlu memakai kaos kaki dan sepatu, cukup memakai baju
seragam saja. Aku juga bisa duduk di mana pun aku suka.
Mendengarkan pelajaran dengan santai dan dengan posisi
badan yang aku suka. Kalau aku bosan, aku bisa ijin ke
Ustazah dengan alasan ke toilet . Sarapan pagi kadang aku
lakukan sebelum sekolah online dimulai atau terkadang pas
jam istirahat. Aku juga sering membawa camilan dan
memakannya saat belajar online sedang berlangsung. Selain
itu, sekolahnya juga lebih cepat berakhir dibandingkan
dengan sekolah offline.
Sekolah online terkadang membosankan. Aku hanya
duduk di depan HP. Aku enggak bisa mengobrol dengan
teman-temanku. Aku juga enggak bisa tanya langsung ke
Ustazah tentang pelajaran yang kurang aku mengerti. Aku
malas bertanya ke ustaz/ustazah saat pembelajaran online
karena biasanya teman-temanku pada berisik saat belajar
online. Selama sekolah online, aku tidak bisa jajan di sekolah
juga main bareng teman di sekolah.
Aku biasanya langsung mengerjakan tugas setelah Zoom
sekolah berakhir. Terkadang aku juga mengerjakan tugasnya
ketika ada waktu istirahat di tengah-tengah pelajaran. Lalu,
aku istirahat dengan menonton Youtube atau sekedar baring-
baring saja sambil menunggu giliran Video Call untuk mengaji.
156 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam
Setelah mengaji, aku akan membersihkan kamar dengan
kakakku sambil menunggu azan untuk salat zuhur.
Begitu azan terdengar, aku langsung ke kamar mandi
untuk wudu lalu salat. Ketika semua kewajibanku aku
selesaikan, aku diizinkan oleh mama untuk bermain game
tetapi harus tetap tahu waktu. Biasanya aku akan bermain
Roblox dengan kakakku ataupun Clara setelah salat zuhur.
Lalu aku selesai bermain game pada sekitar jam tiga sampai
jam setengah empat. Setelah itu, aku akan mandi sore lalu
bersiap-siap untuk Les Mengaji di rumah.
Aku mengaji dengan kakakku dari jam setengah lima
sampai jam enam. Setelah itu, aku langsung ke musala untuk
melaksanakan salat magrib. Lalu, aku pergi ke pantry untuk
makan malam. Setelah makan malam, aku biasanya bermain
game lagi. Aku biasanya bermain sekitar satu jam. Lalu aku
keluar kamar untuk menonton TV bersama keluarga. Dan
akhirnya aku akan salat isya’ lalu beristirahat.[]
Cerita di Tengah Corona ~ 157
158 ~ Siswa-siswi Kelas 4.2 SD Al-Falah Darussalam