The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini tentang pelajaran menata produk

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by imatheroic, 2021-07-31 02:16:26

Menata Produk

Buku ini tentang pelajaran menata produk

Keywords: Menata Produk

PII | Pembelajaran 139

2. Barang Konsumsi (Consumer Goods) adalah barang-barang untuk
dikonsumsikan atau dipakai sendiri oleh anggota keluarganya. Pembelian
didasarkan atas kebiasaan membeli darikonsumen. Jadi pembeli barang
konsumsi ini adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri, karena
barang-barang tersebut hanya dipakai sendiri (termasuk diberikan kepada
orang lain) tidak diproses lagi. Consumer goods dapat dibedakan menjadi 4
(empat) golongan, yaitu :
a) Convenience Goods (Barang-barang kebutuhan sendiri)
Convenience Goods, ialah barang-barang yang biasanya dibeli oleh
konsumen secara seringkali atau kadang-kadang dan dengan
pengorbanan-pengorbanan/usaha-usaha yang minimum di dalam
membandingkan/memilih dan membelinya.
Contoh : rokok, sabun, gula, Koran dan sebagainya.

Dalam melaksanakan distribusinya kita mengenal beberapa istilah, yaitu :
 Selling In :
Adalah tindakan penjualan pertama untuk masuk ke dalam golongan
pengecer dan saluran distribusi
 Selling Out :
Adalah suatu tindakan yang dilakukan setelah melihat keberhasilan selling
in dengan membuat suatu kebijaksanaan baru agar barang-barang dapat
keluar (laku dijual) dengan promotion berupa pemasaran iklan dan
reklame yang bai dan lain-lain tergantung dari pada barangbarang yang
kita masukkan.
 Selling Order :
Adalah pemesanan kembali terhadap barang-barang yang telah pernah
kita berikan kepada pengecer. Repeart order ini kita lakukan bila selling
out terlaksana dengan baik.

b) Shopping Goods (Barang-barang yang dipilih-pilih)
Shopping Goods, adalah produk-produk dimana langganan
membandingkan dengan produk-produk lain yang bersaing, dalam
membandingkan tadi langganan tersebut dalam menyediakan waktu dan
usahanya yang berharga.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

140 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Ciri-ciri daripada shopping goods adalah :
 Barang-barang yang sebelum dibeli dibandingkan satu sama lain atas

dasar :
1) Suitability (Kecocokan)
2) Quality (Kualitas/mutu)
3) Price (Harga)
4) Style (Gaya/model)
 Faktor-faktor yang menentukan barang tersebut dibeli adalah :
1) Ukuran dan warna
2) Model dan design
 Konsumen bersedia untuk membuang-buang waktunya hanyak untuk
memilih-milih dari macam-macam barang tersebut.
Contoh : Shopping goods (Pakaian jadi, tekstil, jeans, sepatu, tas,
kacamata dan lain-lain)

c) Specialy Goods (Barang-barang istimewa)
Specialty Goods adalah barang yang memiliki karakteristik dan atau
merk yang unik atau di mana sekelompok pembeli tertentu dalam
melakukan pembelian, biasanya melakukan usaha khususnya.ciri-ciri
daripada barang-barang spesial adalah :
 Barang-barang yang dibeli atas dasar suatu merk/brand yang tertentu,
konsumen biasanya terpengaruh atas/oleh cirri-ciri khas daripada
barang yang telah diiklankan sebelumnya.
 Harganya relatif lebih tinggi produsen dari kelompok ini tergantung
sekali kepada dealer yang akan membeli.
Contoh : Mobil Mercedes, radio, televisi, alat-alat kosmetik, alat-alat
potret dan lain-lain.

d) Unsought Goods (Barang-barang yang tidak dicari)
Unsought Goods, adalah barang yang tidak diketahui atau diketahui oleh
konsumen tetapi biasanya tidak terpikir untuk membelinya.produk baru
seperti detektor asap dan proseccormakanan adalah barang yang tidak
dicari sampai tiba saatnya konsumen mengenalnya melalui iklan.Karena

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 141

sifatnya seperti tersebut diatas, barang yang tidak dicari memerlukan
usaha pemasaran yang besar berupa iklan dan penjualan perorangan.
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya.
namun demikian, tentu saja pengelompokkna tidak akan terlepas dari
orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai contoh berikut ini
diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik.
Petama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah
sebagai obat-obatan atau vitamin;
Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid),
tablet atau bubuk kapsul;
Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai
obat batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya. dalam hal
vitamin, dikelompokkan manfaatnya apakah sebagai penambah vitamin
A, B, C atau sebagai suplemen makanan (food supplement).

Contoh lainnya, kita ketengahkan produk berupa alat pembersih:
 Jenis / nama produk : sabun

Sifat : cair, padat.
Manfaat : pembersih badan
 Jenis / nama produk : disinfectant
Sifat : cair
Manfaat : pembersih lantai

Menggolongkan Barang-Barang
Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta

serapi-rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat
dilakukan dengan menata barang, antara lain :
Dalam menggolongkan barang-barang dagangan dapat dilakukan dengan cara :
 Pengelompokan berdasarkan pengguanaannya barang
 Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama
 Pengelompokan berdasarkan ukuran barang
 Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen

Direktorat Pembinaan SMK |2014

142 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Klasifikasi Produk
Klasifikasi asal kata dari “Classification“ yang artinya mengatur,

mengklasifikasikan barang berarti mengelompokkan barang dagangan kedalam atau
sesuai jenisnya masing masing dan ditata sedemikian rupa sehingga memberikan
kemudahan kepada setriap yang memerlukannya, Kegiatan mengklasifikasi barang
dagangan pada umumnya banyak dilakukan oleh toko toko atau pedagang eceran
(retalier) seperti Departement store, toko serba ada, dan pasar swalayan.
Pengelolaan barangnya biasanya ditangani bagian khusus, yaitu Merchandising,
kegiatan sehari harinya meliputi menganalisa, merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan barang dagangan dengan memperhatikan hal hal seperti: tepat
tempat, (posisi yang pantas), tepat kualitas, tepat kuantitas tepat harga, dan tepat
waktu. Adapun standar bagi seorang Merchandiser yaitu:
a) Harus mengenal jenis barang
b) Mengetahui letak barang di toko
c) Mengetahui cara display yang benar
d) Mengetahui posisi label rak
e) Bertanggung jawab
f) Menjaga kebersihan rak serta barang barang yang ada dipajangan
g) Menghindari kekosongan barang yang dipajang
h) Memberi label pada semua barang yang ada dipajangan baik label rak maupun

label barang.

Merchandising dalam kegiatan sehari harinya di bantu oleh bagian toko atau
manajer floor .bagian toko tugasnya menata dan menempatkan barang secara fisik
sesuai klasifikasinya.dibagian Merchandising kegiatan pengelompokan barang
dagangan menjadi kegiatan rutin dan alur barang dengan sendirinya akan
terklasifikasi karena telah ditunjuk bagian/ unit yang harus menangani barang sesuai
klasifikasi barang, apalagi jika Departemen Store tersebut telah dibagi counter pada
setiap lantai, setiap counter menjadi satu jenis kelompok barang kebutuhan misalnya
Lantai 1 ; Alat alat kosmetik
Lantai 2 ; Kebutuhan pria
Lantai 3 ; Kebutuhan wanita
Lantai 4 ; Baju anak anak/ perlengkapan bayi
Lantai 5 ; Alat alat elektronika

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 143

Ada beberapa alternatif untuk penggolongan jenis barang di sebagai berikut:
1) Menurut bentuknya:

 benda padat
 benda cair
2) Menurut daya tahannya:
 barang tahan lama
 barang tidak tahan lama
3) Menurut cara penyuimpanannya:
 barang yang memerlukan penyimpanan khusus
 barang yang tidak memerlukan penyimpanan khusus
4) Menurut jumlahnya:
 barang bebas
 barang ekonomis
5) Menurut kegunaannya:
 barang pokok
 barang pembantu/pelengkap
 barang mewah
6) Menurut sifatnya:
 barang nyata
 barang abstrak
7) Menurut cara pemakaiannya:
 barang substitusi
 barang komplementer

Setiap penjual / manajer sebuah toko bisa mengelompokkan jenis barang
sesuai dengan keinginannya, dan juga tergantung dari jenis usaha/toko yang akan
didirikan.
Beberapa contoh pengelompokan barang sebagai berikut :

1) Klasifikasi barang elektronik Lemari Es Mesin Cuci
3 Liter (DT 3) 3 Kg (DC 3)
Televisi Berwarna 4 Liter (DT 4) 4 Kg (DC 4)
14” (TB 14) 5 Liter (DT 5) 5 Kg (DC 5)
18” (TB 18)
20” (TB 20)

Direktorat Pembinaan SMK |2014

144 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

29” (TB 29) 6 Liter (DT 6) 6 Kg (DC 6)
34” (TB 34) 8 Liter (DT 8) 8 Kg (DC 8)

Catatan :
TB = Televisi Berwarna DT = Daya Tampung DC = Daya Cuci

2) Klasifikasi Barang Untuk Pakaian

Klasifikasi Jenis
a) Pakaian Pria Baju / Hem
b) Pakaian Wanita Celana
T-Shirt (khusus pria)
c) Pakaian Anak Jeans (khusus pria)
d) Pakaian Bayi Blus
Rok
Celana
Pakaian tidur
T-Shirt (khusus wanita
Jacket
Jeans (khusus wanita
Pria
Wanita
Aneka macam pakain bayi

Contoh : Spesifikasi Produk Pada Toko Pakaian

Golongan Sub Jenis Merek Keterangan
Spesifikasi
Barang Golongan/Kelompok Barang

Pakaian Pakaian Pria Celana Van Wool, katun
Dewasa Baju Hensen dan
Arrow sebagainya
Dasi dan Tetoron,
seterusnya Pierre katun dan
Cardin sebagainya

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 145

Pakaian Pakaian Wanita Blousan Eva Saifon,
anak- Rok bawah Gea tetoron
anak Pakaian anak laki-laki Terusan katun
Pakaian anak wanita Celana Ono Sifon,
Baju Dona tetoron,
Kaos Doni katun
Blouse Bobo Sifon,
tetoron,
katun

3) Pengelompokkan dan pengklasifikasian produk
Tujuan utama dari pengelompokkan dan pengklasifikasian produk (barang)

adalah untuk memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual,
pengklasifiakasian barang akan memudahkan dalam hal;
 Penyimpanan di gudang
 Penataan di ruang pajang
 Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan
 Pengawasan dan pemeliharaan
Bagi pihak pembeli, pengklasifikasian barang akan memudahkan untuk memilih
atau menyebutkan pesanan.
Pengelompokkan dan pengklasifikasian barang pada suatu toko (store) disebut
juga “Merchant” atau Point Of Sale (POS) biasanya disusun sebagai berikut :
 Merk produk atau pabrik
 Jenis produk
 Spesifik teknis produk
 Kualitas produk
 Warna produk atau
 Jenis produk
 Merk atau pabrik produk
 Spesifik produk
 Kualitas produk

Dari pembagian macam macam barang (counter)
diklasifikasikanberdasarkan spesifikasi barang yang di jual di counter masing
masing. Dalam kenyataannya kita dapat melihat pengelompokan barang di toko
swalayan sebagai berikut :

Direktorat Pembinaan SMK |2014

146 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Keperluan peralatan rumah tangga (household ware)
 Keperluan peralatan dapur (kitchen utensil)
 Pembersih rumah (house cleaners)
 Perlengkapan tuilet (toileties )
 Keperluan bayi (baby need)
 Kosmetik (cosmetic)
 Obat obatan (medicine)
 Kertas tisu (papers good)
 Barang barang kado (gift set)
 Susu dan makana bayi (milk and baby foods)
 Kue / biskuit (cookies and biskuit )
 Makanan kecil (snack)
 Gula gula (coklat (candies)
 Selai/madu (jam/ honey)
 Keperluan memasak (cooking needs)
 Daging dan ikan (meats and fish)

Barang tersebut ditata di counter masing masing berdasarkan ukuran, warna,
kualitas, merk, model, dan harga. Setiap barang diberi kode yang telah ditentukan oleh
departemen yang bersangkutan, dan masing masing barang mempunyai kode yang
berbeda untuk memudahkan pemeriksaan dalam satu barang terdiri dari kode
misalnya:
02.05.205 berarti 02 = departemen

05 = kode counter
205 = kode jenis barang.

Selain kode kode tersebut dapat pula ditambahkan kode pemasok barang
(suplier) pramuniaga cukup menulis kode barang .pihak pihak terkait seperti kasir
sudah dapat mengetahui jenis barang yang dijual, apalagi kode tersebut telah
diprogramkan kedalam cash register ,kasir cukup menekan kode tersebut maka secara
otomatis cash regieter dapat membacanya.di departemen store biasanya daptar
rincian klasifikasi barang dibuat hanya mengklasifikasi kelompok barang dan jenis
barangnya saja,karena setiap counter sudah memahami tugas masing masing dan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 147

mengetahui barang dagangan yang menjadi wewenangnya,daftar rincian biasanya
dibuat seperti dibawah ini :

Contoh Pengelompokkan dan Pengklasifikasian Produk

Kode Departemen Kode Counter Kode Spesifikasi
Dept Kelompok Count (Jenis 203
Brg) Kemeja Panjang
02 Barang 05 Kemeja Kemeja Pendek
Departemen Dasi
Parfum
Kemeja, dan 06 Kebutuh 101 Saputangan
Kebutuhan Pria an T.Shirt Panjang
Pria T. Shirt Pendek
07
204
T. Shirt

07 Departemen 08 Under 207 Singlet
Wear Celana Dalam

Kebutuhan Pakaian 728 Rok
Remaja, Anak 18 Anak 917 Kaus
dan Bayi Wanita Under Wear
Kemeja
19 Kaus

20 Pakaian 027 Under Wear
21 Anak 817 Popok
Laki- Talk
Laki Botol Susu
Selimut
Kebutuh Jaket
an Bayi Sweater
Young
Fashion

Direktorat Pembinaan SMK |2014

148 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Untuk memudahkan pengecekan, pengawasan dan pembukuan setiap jenis
barang diberi kode. Misalnya sebagai berikut :
 Kode dengan menggunakan huruf

A. : Pakaian dewasa pria
B. : Pakaian dewasa wanita
C. : Pakaian anak-anak pria
D. : Pakaian anak-anak wanita
E. : Pakaian bayi
 Kode dengan menggunakan angka
1. : Pakaian dewasa pria
2. : Pakaian dewasa wanita
3. : Pakaian anak-anak pria
4. : Pakaian anak-anak wanita
5. : Pakaian bayi
 Kode menggunakan angka dan huruf
A : Pakaian dewasa pria
A. 1 : Hem
A. 2 : Celana
B. 3 : T-Shirt, dan seterusnya
 Kode dengan menggunakan angka sampai beberapa digit
1 : Pakaian dewasa wanita
1.1 : Hem
1.1.1 : Hem santai
1.1.2 : Hem kerja, dan seterusnya

Contoh Pengkodean Setiap Barang

No Nama Kode Kode Jenis barang
Departemen
Counter Barang

I Lantai 1 01 307 Kosmetik Pria

1. Departemen 02 308 Kosmetik Wanita

Kosmetik (01) 03 309 Kosmetik Dewasa

04 102 2. Kosmetik Remaja

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 149

2. Departemen 05 203 Kemeja
Kemeja & 06 101 Kebutuhan Pria
Kebutuhan Pria 07 205 T. Shirt
(02) 08 204 Under Weare

3. Departemen 09 410 Kebutuhan Wanita
Kebutuhan Wanita 10 411 Tas Wanita dan Kado
(03) 11 206 Young Fashion

II Lantai 2 18 718 Pkaian anak wanita
719 Pakaian anak laki-laki
4. Departemen 19 720 Keperluan bayi
721
Remaja, Anak dan 20 822 Pakaian Wanita
823 Perlengkapan wanita
Bayi (7) 21 824 Under Wear
616 Perlengkapan muslim
5. Departemen 22 926 Tekstil

Pakaian Wanita & 23 555 Perak
556 Kuningan
Under wear 24 557 Kulit
655 Patung dan Kayu
6. Departemen Muslim 25 656 Tenun

& Tekstil (09) 26 755 Anyaman
756 Keramik
Lantai 3 758 Hiasan dalam Rumah

7 Departemen Perak, 34 810 Kemeja Batik
840 Bahan Batik
Kuningan, Kulit (10) 35

36

8. Departemen 37

Kerajinan Patung, 38

Tenun (11)

9. Departemen 39

Anyaman dan 40

Keramik (12) 41

Lantai 4

10.Departemen 48

Kemeja, Batik, 49

Bahan (17)

Direktorat Pembinaan SMK |2014

150 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

11.Departemen Batik, 50 830 Batik Wanita
840 Rok dan Blouse
Anak & Kebutuhan 51
850 Batik
Rumah Tangga 910 Kebutuhan Rumah Tangga

(18) 920 Peralatan dan Pertukangan
930 Hobby dan Rekreasi
12.Departemen Batik, 52
940 Tas dan Koper
Anak & Kebutuahan 53 950 Perlengkapan Mainan

Rumah Tangga

(19)

Lantai 5

13. Departemen 58

Hobby, Rekreasi 59

dan Peralatannya

(22)

14.Departemen Koper 61

dan Mainan (23) 63

e. Warna dan Merk Produk

Salah satu pengetahuan dasar klasifikasi produk adalah pengenalan komposisi warna,
hal ini diperlukan karena kadang kadang perusahaan/produsen menggunakan simbol warna
untuk membedakan kualitas dan merk dagangannya dengan barang produsen lain, seorang
penjual dituntut untuk mengenal berbagai komposisi warna guna memudahkan dalam
klasifikasi barang yang akan ditata dalam took. Jika pembeli memasuki sebuah toko, yang
pertama kali diperhatikan atau dilihat adalah warna dari produk yang akan dibelinya. Seorang
pembeli wanita atau pria pada umumnya dapat membedakan warna kombinasi, dari suatu
produk ayng harmonis sebelum melakukan transaksi jual-beli. Peranan warna dalam desain
saat ini terasa semakin meningkat ,ini dibuktikan dengan lahirnya beraneka ragam warna yang
digunakan berbagai produk, namun warna semata tidak menjadikan barang menarik kecuali
jika dipadukan secara serasi dengan jenis barang, bentuk dan pemakaiannya ,wayang dinilai
tepat dan serasi dengan produk, jika dapat mempengaruhi omzet penjualan , sebaiknya warna
yang keliru berdampak menurunnya penjualan ,bahkan mungkin tidak akan laku. dengan
lahirnya aneka ragam warnaproduk memberikan pilihan bagi calon pembeli dan memotivasi
untuk melakukan pembelian lebih dari satu produk dengan lebih dari satu warna.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 151

Penjual harus hati hati dalam menyediakan warna produk yang dijualnya termasuk
dalam memilih kombinasinya ,kombinasi warna terlalu banyak dalam suatu barang terkadang
tidak disukai karena terlalu bervariasi, produk lebih menarik dengan variasi warna yang relatif
sedikit tetapi desain dan fashion yang modis daripada kombinasi warna yang beraneka ragam.
Warna asli dilihat melalui spectroscope (prisma ) akan terbagi menjadi enam warna dengan
panjang gelombang yang berbeda beda warna itu terdiri : merah ,biru, kuning, orange, hijau
ungu.Warna merah ,biru dan kuning dinamakn warna primer,yang dimaksud dengan warna
primer adalah warna dasar, dengan mencampurkan warna ini akan dihasilkan berbagai warna
,sedangkan warna orange, hijau dan ungu disebut warna sekunder ,sebab warna orange
adalah warna hasil campuran antara warna primer merah dan kuning hijau campuran antara
kuning denga biru dan warna ungu hasil campuran warna dasar merah dengan warna
biru..Warna produk apapun pada umumnya mempunyai arti dan fungsi tersendiri bagi para
pembeli. Maka dari itu perusahaan yang ingin berhasil didalam usahanya, perlu
memperhatikan tentang warna produk ayng akan dibuatnya. Seperti kita ketahui warna produk
itu banyak sekali pengaruhnya bagi kehidupan umat manusiadan dapat dibedakan seperti :
1). Warna terang (kuning muda, nila,abu-abu, hijau muda dan biru muda)
2). Warna cerah (hijau laut, hijau jamrut, kuning mas, merah bata, dan jingga)
3). Warna gelap (hitam, biru, hijau lumut, kopi, coklat, dan merah hati

Warna produk yang sangat menarik bagi para konsumen dan tepat dengan produknya
akan meningkatkan volume penjualan.
Pendayagunaan warna produk secara tepat dapat meningkatkan penjualan produk sesuatu
perusahaan. Begitu pula bagi para karyawan perusahaan, warna itu dapat meningkatkan
produktivitas kerja, karena warna yang serasi akan mengurangi kepenatan mata. Warna yang
harmonis, akan membawa kenyamanan, ketenangan, kesehatan, kenangan, keindahan dan
dapat mempengaruhi emosional seseorang.
Warna produk yang bermacam-macam selain berperan didalam hal kecocokan, juga akan
mendorong para konsumen untuk memilih dan membeli lebih dari satu macam produk yang
warnanya berbeda-beda. Dengan perkataan lain dengan adanya beberapa macam warna
sesuatu produk, maka para konsumen akan lebih terangsang untuk membeli atau memiliki
beberapa produk.selain itu seorang penjual dapat dengan mudah melakukan penataan dan
mengelompokkan barang dagangan dengan serasi dan mempunyai daya tarik tersendiri .

Direktorat Pembinaan SMK |2014

152 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

1. Merek Produk dalam Klasifikasi produk

Merek dagang adalah sebuah nama, istilah, tanda symbol atau desain atau kombinasi
dari semuanya ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari seseorang
penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk atau jasa pesaing.
Sebelum hal ini dibahas lebih lanjut ada baiknya kalau diketahui terlebih dahulu arti dari istilah-
istilah dibawah ini : Nama Merek : Bagian dari suatu merek yang dapat dihapalkan atau
diucapkan misalnya : Sunsilk, BMW, Honda dan sebagainya. Tanda Merk/ label : Bagian dari
suatu merek yang dapat dikenali tetapi tidak dapat dilapalkan suatu symbol, desain atau
semacamnya. Misalnya: Singa untuk perusahaan film, kuda laut untuk Pertamina.

Label merupakan suatu bagian dari sebuah kemasan atau dapat merupakan etiket lepas
yang ditempelkan pada produk, dengan demikian, sudah sewajarnya kalau antara kemasan
merk dan label terjalin satu hubungan yang erat sekali secara umum label dapat dibedakan
atas beberapa bagian yaitu ;
a) label merk(brand label) adalah merupakan merk yang diletakan pada produk atau

kemasan.
b) label tingkatan kualitas (Grade label) adalah suatu tanda yang mengidentifi kasikan

kualitas produk, apakah dalam bentuk huruf, atau tanda tanda lainnya
c) label diskritif (deskritif label) adalah merupakan informasi obyektif tentang penggunaan,

kontruksi, pemeliharaan, penampilan, dan ciri ciri lain produk.

Merek Dagang : Merek atau bagian dari suatu merek yang mendapat perlindungan
hukum karena mampu untuk memperoleh hak secara eksklusif. Sebuah merek melindungi
eksklusif penjual untuk menggunakan nama merek atau tanda merek. Hak Cipta : Hak sah
eksklusif untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual bahan bentuk tulisan, musik atau
karya seni.

Menurut Alex Nitisemito Brand/Merk/Cap adalah suatu tanda atau symbol yang
memberikan identitas untuk suatu barang atau jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata
gambar atau kombinasi daripada itu. Brand name juga dapat digunakan sebagai senjata
persaingan bagi produsen barang konsumsi. tetapi untuk barang industri, faktor brand name
ini kurang begitu penting; yang lebih penting adalah reputasi dan nama perusahaan. ada faktor
lain yang sangat penting bagi program pemasaran barang industri dan memerlukan biaya
cukup banyak, yaitu garansi. Demikian pula aspek bantuan sesudah penjualan seperti
pemasangan dan reparasi, juga perlu dipertimbangkan. sering masalah ini juga perlu

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 153

dipertimbangkan untuk barang konsumsi, seperti mobil dan almari es. selain aspek-aspek di
muka, faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah faktor pembungkusan.
Merk pada dasarnya mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu sebagai berikut :
a) memberikan identitas terhadap suatu produk
b) untuk menarik calon pembeli

Pemakaian merk dagang untuk suatu produk yang dipasarkan pada akhir-akhir ini,
sangatlah penting sekali. pentingnya merek terutama terdapatnya manfaat, baik untuk
produsen, penyalur maupun untuk para konsumen. adapun manfaatnya merek produk untuk
produsen, diantaranya :
a) Sebagai dasar melakukan identifikasi produk
b) Sebagai dasar untuk membedakan harga dari produknya
c) Untuk mencegah peniruan ciri khas produk
d) Untuk menunjukkan taraf mutu atas produk
e) Untuk mempermudah konsumen di dalam pencarian produk

Sedangkan manfaat penggunaan merek produk untuk para penyalur, di antaranya :
a) Untuk membina preferensi pembeli
b) Untuk mempertahankan mutu produk
c) Untuk mempermudah penanganan produknya
d) Untuk mempermudah mengetahui penawaran

Merek produk akan menolong para penjual di dalam mengendalikan pasar, karena
pembeli tidak mau dibingungkan oleh produk yang satudengan produk yang lainnya.
Sedangkan keuntungan daripada merek adalah merupakan sales promotion, memberikan
dorongan untuk melakukan pembelian, melindungi adanya peniruan produk dan memudahkan
jika dikemudian hari akan dikenalkan adanya produk baru.
Pada saat kita mengklasifikasikan barang berdasarkan merk atau warna barang, pada
awalnya tetap saja harus dimulai dari jenis produknya. misalkan, pada toko sepatu dapat
dicontohkan sebagai berikut :
a) Pertama-tama, dikelompokkan dahulu jenis sepatunya, apakah sepatu untuk laki-laki,

wanita, anak laki- laki, atau anak perempuan ? ; atau
b) Melakukan pengelompokkan sepatu kulit untuk: laki-laki, waniti, anak laki-laki, anak

perempuan.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

154 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

c) Melakukan pengelompokkan sepatu canvas untuk : laki-laki, wanita, anak laki-laki, anak
perempuan.

Selanjutnya, dilakukan pengelompokkan berdasarkan merk (brand) sepatu ; Kemudian
dilakukan pengelompokkan berdasarkan warnanya, hitam, putih, merah, abu-abu dan
sebagainya. Dalam hal, model sepatu dijadikan acuan, maka pengelola took sepatu boleh juga
menggunakan model sebagai kriteria dalam pengelompokkan. (Susunannya,
Jenis/peruntukkan, merk, model, warna).

Contoh lainnya, kita pilih pengelompokkan pada barang dagangan berupa kain (tekstil).
Pertama-tama, kain dikelompokkan berdasarkan jenisnya, apakah jenis kain wool, dacron,
katun, tetoron, terylin, siphon dan sebaganya. Selanjutnya, kain dikelompokkan berdasarkan
merk atau pabriknya, apakah Nini Ricci, El Roro, Famatex, Signatex dan sebagainya.
Kemudian setelah penyusunan di atas, barulah kain tersebut dikelompokkan berdasarkan
warnanya. (Susunannya jenis kain, merk, warna) Berdasarkan kepada pengelompokan diatas
biasanya Departement Store menyediakan/menyewakan stand khusus atau counter khusus
untuk merk dagangan tertentu, terutama bagi merk kelompok, merk yang digunakan pada
seperti pakain anak, sepatu, dan lainnya. Jika merek yang digunakan terkenal biasanya
Departemen Store menyediakan etalase sendiri.

2. Brand Label

Kesadaran konsumen terhadap produk yang akan dibeli makin lama makin tinggi, seiring
dengan meningkatnya peran media dan proses edukasi produk oleh produsen. Kasus
keracunan makanan, halal tidaknya makanan, keinginan untuk melakukan pemeliharaan
makanan kesehatan atau diet mendorong konsumen harus lebih mengetahui kandungan
nutrisi atau bahan bakun lainnya yang ada, dalam suatu produk, hal itu telah menyadarkan
konsumen untuk memperhatikan suatu produk lebih baik. Maka peran label sebagai bagian
dari produk yang memberikan informasi tentang produk dan produsen menjadi sangat penting.
Terdapat 3 (tiga) macam label menurut Stanton (1994), yaitu :
a) Brand Label

Label ini memuat merek, gambar, atau produsen dari produk yang dicantumkan dalam
kemasan produk. Infoermasi tersebut penting bagi konsumen sehingga mereka dapat
membedakan suatu produk dengan produk lainnya

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 155

b) Descriptive Label
Label ini memberikan informasi mengeni bahan baku, presentase kandungan, nilai
kalori/gizi, cara penggunaan/mengkonsumsi, tanggal pembuatan, tanggal kedaluarsa
dan lain-lain.

f. Pengembangan Produk

Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisa
persepsi dan peluang. Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang
membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada di perusahaan, namun tiga fungsi
yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk adalah :
 Pemasaran

Fungsi pemasaran adalah menjembatani interaksi antara perusahaan dengan
pelanggan. Peranan lainnya adalah memfasilitasi proses identifikasi peluang produk,
pendefinisian segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran
juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan,
menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.
 Perancangan (desain)
Fungsi perancangan memegang peranan penting dalam mendefinisikan bentuk fisik
produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut tugas
bagian perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software, dan
lain-lain) dan desain industri (estetika, ergonomics, user interface).
 Manufaktur
Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk merancang dan mengoperasikan
system produksi pada proses produksi produk. Fungsi ini melingkupi pembelian,
instalasi, dan distribusi. Proses pengembangan produk dalam suatu perusahaan
umumnya melalui 6 tahapan proses, antara lain adalah :

1). Tahap Perencanaan Produk
Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai “zero fase” karena kegiatan ini
mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk
aktual.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

156 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

2). Tahap Pengembangan Konsep
Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternatif
konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep
dipilih untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.

3). Tahap Perancangan Tingkat Sistem
Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian
produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen

4). Tahap Perancangan Detail
Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan
toleransitoleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh
komponen standar yang dibeli dari pemasok.

5). Tahap Pengujian dan Perbaikan
Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam
macam versi produksi awal produk.

6). Tahap Produksi Awal
Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi
yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga
kerja dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi
sesungguhnya. Peralihan dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya
biasanya tahap demi tahap. Pada beberapa titik pada masa peralihan ini, produk
diluncurkan dan mulai disediakan untuk didistribusikan

Pengembangan Konsep
Inti dari perencanaan desain adalah terletak pada pengembangan konsep. Crawford
mengemukakan bahwa konsep desain adalah kombinasi antara lisan, tulisan, dan atau bentuk
prototipe yang akan dilakukan perbaikan dan bagaimana pelanggan menunjukkan
keuntungan/kerugiannya.
Tiga bagian penting yang ada untuk ide/perencanaan yang akan ditingkatkan dengan kondisi
konsep adalah :
1). Bentuk

Hal ini merupakan bentuk fisik suatu produk itu sendiri, material penyusunnya, dan
sebagainya.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 157

2). Teknologi
Termasuk di dalamnya antara lain : prinsip, teknik, perlengkapan, mekanika, kebijakan,
dan seterusnya yang dapat digunakan untuk menciptakan/mencapai produk yang
dimaksud.

3). Keuntungan
Nilai keuntungan yang diharapkan pelanggan dari produk tersebut

Proses pengembangan konsep mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1). Identifikasi kebutuhan pelanggan

Sasaran kegiatan ini adalah untuk memahami kebutuhan konsumen dan
mengkomunikasikannya secara efektif kepada tim pengembangan. Output dari langkah
ini adalah sekumpulan pernyataan kebutuhan pelanggan yang tersusun rapi, diatur
dalam daftar secara hierarki, dengan bobot-bobot kepentingan untuk tiap kebutuhan.
Tujuan metode identifikasi kebutuhan pelanggan adalah :
a) Meyakinkan bahwa produk telah difokuskan terhadap kebutuhan konsumen.
b) Mengidentifikasikan kebutuhan konsumen yang tersembunyi dan tidak terucapkan

(latent needs) seperti halnya kebutuhan yang eksplisit.
c) Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk.
d) Menjamin tidak adanya kebutuhan konsumen penting yang terlupakan.
e) Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan konsumen diantara

anggota tim pengembang.
2). Penetapan spesifikasi target

Spesifikasi merupakan terjemahan dari kebutuhan konsumen menjadi kebutuhan secara
teknis. Output dari langkah ini adalah suatu daftar spesifikasi target. Proses pembuatan
target spesifikasi terdiri dari 3 langkah :
a) Menyiapkan daftar metrik kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang diturunkan

dari tingkat kepentingan kebutuhan yang direfleksikannya.
b) Mengumpulkan informasi tentang pesaing dan mengkombinasikannya dengan

tingkat kepuasan dari pelanggan produk pesaing..
c) Menetapkan nilai target ideal dan marginal yang dapat dicapai untuk tiap metrik.
3). Penyusunan konsep
Konsep produk adalah sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip
kerja, dan bentuk produk. Sasaran penyusunan konsep adalah menggali lebih jauh area
konsepkonsep produk yang mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen. Konsep

Direktorat Pembinaan SMK |2014

158 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

produk merupakan gambaran singkat bagaimana produk memuaskan kebutuhan
konsumen.
Proses penyusunan konsep terdiri dari 4 langkah :
a) Pemaparan masalah dengan diagram fungsi
b) Pencarian eksternal
c) Pencarian internal
d) Penggalian secara sistematis dengan pohon klasifikasi dan tabel kombinasi.
4). Pemilihan konsep
Pemilihan konsep merupakan kegiatan dimana berbagai konsep dianalisis secara
berturutturut, kemudian dieliminasi untuk mengidentifikasi konsep yang paling
menjanjikan.
Pemilihan konsep terdiri atas dua tahap, yaitu :
a) Penyaringan konsep

Tujuan penyaringan konsep adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat dan
untuk memperbaiki konsep.
b) Penilaian konsep
Pada tahap ini, tim memberikan bobot kepentingan relatif untuk setiap kriteria seleksi
dan memfokuskan pada hasil perbandingan yang lebih baik dengan penekanan
pada setiap kriteria.
5). Pengujian konsep
Satu atau lebih konsep diuji untuk mengetahui apakah kebutuhan konsumen telah
terpenuhi, memperkirakan potensi pasar dari produk, dan mengidentifikasi beberapa
kelemahan yang harus diperbaiki selama proses pengembangan selanjutnya.
6). Penentuan spesifikasi akhir
Spesifikasi target yang telah ditentukan di awal proses ditinjau kembali setelah proses
dipilih dan diuji. Pada tahap ini, tim harus konsisten dengan nilai-nilai besaran spesifik
yang mencerminkan batasan-batasan pada konsep produk itu sendiri, batasan-batasan
yang diidentifikasi melalui pemodelan secara teknis, serta pilihan antara biaya dan
kinerja.
7). Perencanaan proyek
Pada kegiatan akhir pengembangan konsep ini, tim membuat suatu jadwal
pengembangan secara rinci, menentukan strategi untuk meminimasi waktu
pengembangan, dan mengidentifikasi sumber daya yang digunakan untuk
menyelesaikan proyek.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 159

8). Analisis ekonomi
Analisis ekonomi digunakan untuk memastikan kelanjutan program pengembangan
menyeluruh dan memecahkan tawar-menawar spesifik, misalnya antara biaya
manufaktur dan biaya pengembangan. Analisis ekonomi merupakan salah satu kegiatan
dalam tahap pengembangan.

9). Analisa produk-produk pesaing
Pemahaman mengenai produk pesaing adalah penting untuk penentuan posisi produk
baru yang berhasil dan dapat menjadi sumber ide yang kaya untuk rancangan produk
dan proses produksi. Analisis pesaing dilakukan untuk mendukung banyak kegiatan
awal sampai akhir.

10). Pemodelan dan pembuatan prototipe
Setiap tahapan dalam proses pengembangan konsep melibatkan banyak bentuk model
dan prototipe. Hal ini mencakup antara lain model pembuktian konsep yang akan
membantu tim pengembangan dalam menunjukkan kelayakan model ‘hanya bentuk’
yang ditunjukkan kepada konsumen untuk mengevaluasi keergonomisan dan gaya,
sedangkan model lembar kerja adalah untuk pilihan teknis.

Mengembangkan Produk Yang Sukses
Produk dikatakan sukses jika disukai pasar. Pasar menyukai suatu produk berdasarkan
kualitas dan harga. Menciptakan produk yang disukai tidak dapat dilakukan begitu saja,
diperlukan konsep pengembangan yang baik. Langkah-langkah yang perlu dilakukan suatu
perusahaan yang akan melakukan aktivitas produksi, antara lain:
 Menentukan yang dibutuhkan pasar
 Kebijakan Perusahaan
 Strategi Bisnis
 Pencarian Ide
 Mensintesis Ide – Ide
 Membuat perencanaan yang detil
 Memproduksi
 Memasarkan.

Atribut-atribut dari suatu produk yang sukses dikembangkan:
 Biaya, baik biaya memproduksi maupun biaya total
 Kualitas

Direktorat Pembinaan SMK |2014

160 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Waktu yang diperlukan untuk memproduksi
 Mengembangkan teknik produksi masal (repeat production)

Faktor-faktor kunci mengembangkan produk baru:
 Unik
 Fokus ke pelanggan dan berorientasi pasar
 Melakukan pekerjaan rumah yang penting, seperti studi pemasaran, predevelopment dan

sejenisnya.
 Ketajaman dalam mendefinisikan produk yang akan dikembangkan
 Kesinambungan pelaksanaan, tidak boleh ada fase yang terputus atau didahulukan
 Struktur Organisasi dan iklim perusahaan
 Keputusan yang tepat dalam memilih suatu proyek
 Memasarkan dengan baik produk yang kita buat
 Keputusan-keputusan yang tepat dari top management
 Meningkatkan kecepatan produksi tanpa mengorbankan kualitas
 Mampu mengikuti proses-proses terbaru dengan sistematis
 Mampu menarik perhatian pasar
 Berpengalaman dan memiliki kemampuan dasar yang baik
 Faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan

Strategi untuk Mengembangkan produk baru :
 Menentukan berapa pertumbuhan yang diharapkan dari produk baru tersebut
 Menggali informasi perihal kapabilitas, pasar dan pelanggan
 Mencari peluang-peluang yang ada
 Mengembangkan daftar pilihan produk-produk yang saat ini ada
 Mengeset kriteria-kriteria apa saja yang diperlukan oleh produk yang akan dibuat
 Menentukan portfolio produk, apakah baru, modifikasi atau tidak
 Memanage portfolio untuk meningkatkan keuntungan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 161

2.3. Rangkuman

Desain berasal dari bahasa inggris yang artinya perancangan, rancang, desain,
bangun,sedangkan merancang artinya mengatur segala sesuatu sebelum
bertindak, mengerjakan atau melakukan sesuatu dan perancangan artinya
proses, cara, berbuatan, perbuatan merancang.

Desain suatu karya yang pada dasarnya lahir dari berbagai pertimbangan pikir,
gagasan, rasa, dan jiwa penciptanya (internal), yang didukung oleh faktor
eksternal, hasil penemuan dari berbagai bidang ilmu, teknologi, ergonomi,
lingkungan, sosial, budaya, estetika, ekonomi, dan politik, serta segala
perkembangannya di masa depan.

Produk desain adalah suatu gatra dan usaha-usaha untuk menentukan sejenis
produk ayng sesuai dengan keinginan para konsumen. Desain atau gatra adalah
merupakan wujud lahiriah yang tampak mengenai garis (line) bentuk (form) dan
warna (colour).

Tiga unsur tersebut yaitu line, form dan colour dari suatu produk perlu dibuat
sedemikian rupa, sehingga akan diperoleh keindahan dan kesesuaian, serta
keserasian daripada suatu produk. Produk desain dihadapkan pada tiga pilihan
yaitu :
1. Produknya dapat ditempatkan pada salah satu pasaran.
2. Produknya dapat ditampilkan lebih banyak jenisnya untuk merebut lebih

banyak pasaran.
3. Produknya dirancang dan dapat ditempatkan di tengah-tengah pasaran

Harapan yang terbaik bagi perusahaan dalam membuat produk desain adalah
dengan mengadakan produk baru, rancangan baru, ukuran baru, desain baru,
fungsi produk dan atribut khas lainnya. didalam membuat produk baru, maka style
(gaya), fashion (model) dan desain (gatra) sangat berhubungan erat sekali.
Adapun tujuan perusahaan menciptakan produk desain, adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan hasil produksi yang sesuai dengan selera konsumen
2. Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen

Direktorat Pembinaan SMK |2014

162 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

3. Menciptakan produk yang mudah pemeliharannya.

Produk adalah sekumpulan atribut fisik yang nyata (tangibel dan tidak nyata
(intangibel) didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan prestive pabrik,
dan pelayananyang mungkin diterima konsumen sehingga konsumen merasa
puas. Adapun tujuan perusahaan menciptakan produk desain, adalah sebagai
berikut :
1. Menciptakan hasil produksi yang sesuai dengan selera konsumen
2. Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen
3. Menciptakan produk yang mudah pemeliharannya.

Di dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas produk, setiap perusahaan
harus melaksanakan strategi, yaitu :
1. Penyempurnaan kualitas
2. Penyempurnaan ciri khas produk
3. Perteknikan
4. Keanekaragaman
5. Penyempurnaan corak
6. Pernayataan kualitas produk

Proses pembuatan produk desain (gatra produk) adalah sebagai berikut :
1. Faktor teknis
2. Faktor ekonomis
3. Elemen desain Toko

Ada lima elemen di dalam desain ruang toko/retail yang penting untuk dikelola
agar lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah
1. display,
2. signage,
3. graphics,
4. merchandising,
5. dan point of sale.

Dengan demikian pengertian tentang barang, akan lebih tepat didefinisikan dalam
pengertian sempit dan luas oleh para ahli antara lain :

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 163

1. Menurut William J. Stanton.
Barang (produk) adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak
nyata (in tangible) di dalamnya sudah tercakup nama, harga, kemasan,
prestise, pabrik, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer
yang mungkin dapat diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa
memuaskan keinginannya.

2. Menurut Philip Kotler
Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk
mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat
memenuhi keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang,
tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat
diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen
membeli tidak hanya sekedar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka
membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan.

Dalam mengembangkan suatu produk perencana produk harus membagi produk
menjadi tiga tingkatan, yaitu;
1. Produk inti (core Produkt)
2. Produk berwujud/produk normal
3. Produk tambahan(produk yang disempurnakan)

Ciri-ciri industrial goods
1. Pasarannya sempit sehingga pembeli tidak sebanyak consumer goods
2. Dibeli atas dasar quality dan spesifikasi teknik yang menarik bukan atas dasar

merk atau prestise pembeli biasanya mempunyai integritas yang tinggi.
3. Produsen lebih condong untuk membeli langsung dari penjual atau produsen

lainnya.
4. Kontak langsung antara pembeli dan penjual perlu sekali karena hal ini

memungkinkan untuk penjual membantu pembeli untuk membentuk,
mengetahui spesifikasi dan modifikasi yang langsung dibutuhkan.
5. Keputusan untuk membeli tidak dapat langsung diambil karena setiap
keputusan harus diambil dari suatu rapat direksi
6. Harganya relatif tinggi

Direktorat Pembinaan SMK |2014

164 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

7. Harus ada after sales service.
Salah satu pengetahuan dasar klasifikasi produk adalah pengenalan komposisi
warna, hal ini diperlikan karena kadang kadang perusahaan / produsen
menggunakan simbol warna untuk membedakan kualitas dan merk dagangannya
dengan barang produsen lain ,seorang penjual dituntut untuk mengenal berbagai
komposisi warna guna memudahkan dalam klasifikasi barang yang akan ditata
dalam toko Jika pembeli memasuki sebuah toko, yang pertama kali diperhatikan
atau dilihat adalah warna dari produk yang akan dibelinya

Proses pengembangan konsep mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Identifikasi kebutuhan pelanggan
2. Penetapan spesifikasi target
3. Penyusunan konsep
4. Pemilihan konsep
5. Pengujian konsep
6. Penentuan spesifikasi akhir
7. Perencanaan proyek
8. Analisis ekonomi
9. Analisa produk-produk pesaing
10. Pemodelan dan pembuatan prototipe

2.4. Tugas

Tugas 1

a. Carilah informasi tentang pengertian desain dan uraikan pengertian desain produk dari
sumber-sumber informasi yang lain (buku, internet, kliping, majalah, pelaku usaha dll)

b. Dikerjakan masing-masing siswa
c. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
d. Hasilnya dilaporkan secara tertulis

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 165

e. Dipresentasikan di depan kelas

Tugas 2

Carilah desainer produk disuatu perusahaan, amatilah hasil produk desainnya, apakah
desainer produknya menanganinya melalui aspek-aspek penting termasuk teknologi,
ergonomi, kegunaan, stres bahan analisis dan rekayasa.
a. Dikerjakan secara kelompok
b. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
c. Buatlah laporan Hasil kerja kelompok secara tertulis
d. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan

kelompok lain ikut menanggapi untuk menyempurnakan
e. Guru dan siswa menyimpulkan bersama

2.5. Uji Kompetensi/ Ulangan

a. Jelaskan pengertian desain!
b. Jelaskan pengertian desain produk !
c. Jelaskan beberapa faktor untuk melakukan proses pembuatan produk desain (gatra

produk!
d. Jelaskan ada lima elemen di dalam mendesain ruang toko/retail !
e. Jelaskan pengertian tentang barang, menurut definisikan William J. Stanton
f. Jelaskan bahwa barang menurut sifat dan tingkat konsumsinya, barang dapat

dikategorikan/ digolongkan menjadi berapa
g. Jelsakan bahwa Consumer goods dapat dibedakan menjadi 4 (empat) golongan !
h. Jelaskan mengapa warna dari merk produk suatu produk sangat diperlukan !
i. Jelaskan bahwa label merupakan suatu bagian dari sebuah kemasan dan sebutkan

secara umum bahwa label dapat dibedakan atas beberapa bagian yaitu !
j. Jelaskan bahwa proses pengembangan produk dalam suatu perusahaan umumnya

melalui 6 tahapan proses !
k. Jelaskan bagaimana strategi untuk mengembangkan produk baru !

Direktorat Pembinaan SMK |2014

166 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

2.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan

a. Desain berasal dari bahasa inggris yang artinya perancangan, rancang, desain,
bangun,sedangkan merancang artinya mengatur segala sesuatu sebelum bertindak,
mengerjakan atau melakukan sesuatu dan perancangan artinya proses, cara, berbuatan,
perbuatan merancang.

b. Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep,
pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep
dan mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan
yang lebih sistematis.

c. Adapun proses pembuatan produk desain (gatra produk) memiliki beberapa faktor
sebagai berikut :
1. Faktor teknis
Faktor teknis dapat menentukan :
 Kualitas produk yang diinginkan
 Jumlah produk yang akan diproduser
 Bahan-bahan yang akan dipergunakan
 Struktur produksinya (prosesnya harus berubah-ubah, prosesnya harus
fleksibel, prosesnya harus permanen
2. Faktor ekonomis
Biaya-biaya proses produksi harus seekonomis mungkin atau sehemat-
hematnya.artinya apakah benar produk desain itu disukai oleh para konsumen ?
apakah produk desain itu belum dirancang oleh perusahaan lainnya ? untuk
menjawab petanyaan itu, tersedia
4 (empat) cara pendekatannya yaitu :
 Dengan proses empiris
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru
dengan mengadakan survai tentang keinginan dan kesukaan para konsumen
terhadap produk desain.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 167

 Dengan proses intuisi
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru
dengan cara mengandalkan firasat dan falsafat pribadi, tanpa adanya survai
dengan keinginan dan selera terhadap konsumen.

 Dengan proses dialektika
Proses ini, tujuannya menemukan atribut produk desain baru yang mempunyai
nilai tertentu dan yang sudah dikenal oleh para konsumen.

 Dengan proses tata tangga urutan kebutuhan
Proses ini, adalah merupakan ukuran kebutuhan pasaran produk desain baru
yang sudah siap untuk dipasarkan bagi kebutuhan dan keinginan para
konsumen.

3. Elemen desain Toko
Ada lima elemen di dalam desain ruang toko/retail yang penting untuk dikelola agar
lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah display, signage, graphics,
merchandising, dan point of sale.

d. Ada lima elemen di dalam mendesain ruang toko/retail yang penting untuk dikelola agar
lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah display, signage, graphics,
merchandising, dan point of sale.

e. Pengertian tentang barang, menurut definisikan William J. Stanton, adalah : barang
(produk) adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (in tangible) di
dalamnya sudah tercakup nama, harga, kemasan, prestise, pabrik, prestise pengecer
dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin dapat diterima oleh pembeli
sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.

f. Berdasarkan sifat dan tingkat konsumsinya, di mana barang dapat dikategorikan/
digolongkan menjadi :
1. Barang tahan lama (Durable goods)
2. Barang tidak tahan lama (non durable goods)
3. Barang yang bersifat klasikal
4. Barang yang bersifat kontemporer
5. Barang yang bersifat Adjustable
6. Barang yang bersifat luxirius

Direktorat Pembinaan SMK |2014

168 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

7. Barang yang bersifat Prestisius
8. Barang yang bersifat praktis

g. Consumer goods dapat dibedakan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu :
1. Convenience Goods (Barang-barang kebutuhanh sendiri)
2. Shopping Goods (Barang-barang yang dipilih-pilih)
3. Specialy Goods (Barang-barang istimewa)
4. Unsought Goods (Barang-barang yang tidak dicari)

h. Karna warna dari merk produk merupakan salah satu pengetahuan dasar klasifikasi
produk dan pengenalan komposisi warna diperlukan karena kadang kadang
perusahaan/produsen menggunakan simbol warna untuk membedakan kualitas dan
merk dagangannya dengan barang produsen lain.

i. Label merupakan suatu bagian dari sebuah kemasan atau dapat merupakan etiket lepas
yang ditempelkan pada produk, dengan demikian, sudah sewajarnya kalau antara
kemasan merk dan label terjalin satu hubungan yang erat sekali secara umum label
dapat dibedakan atas beberapa bagian yaitu ;
1. label merk (brand label) adalah merupakan merk yang diletakan pada produk atau
kemasan.
2. label tingkatan kualitas (Grade label) adalah suatu tanda yang mengidentifi kasikan
kualitas produk, apakah dalam bentuk huruf, atau tanda tanda lainnya
3. label diskritif (deskritif label) adalah merupakan informasi obyektif tentang
penggunaan, kontruksi, pemeliharaan, penampilan, dan ciri ciri lain produk.

j. Proses pengembangan produk dalam suatu perusahaan umumnya melalui 6 tahapan
proses, antara lain adalah :
1. Tahap Perencanaan Produk
2. Tahap Pengembangan Konsep
3. Tahap Perancangan Tingkat Sistem
4. Tahap Perancangan Detail
5. Tahap Pengujian dan Perbaikan
6. Tahap Produksi Awal

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 169

k. Strategi untuk mengembangkan produk baru adalah:
1. Menentukan berapa pertumbuhan yang diharapkan dari produk baru tersebut
2. Menggali informasi perihal kapabilitas, pasar dan pelanggan
3. Mencari peluang-peluang yang ada
4. Mengembangkan daftar pilihan produk-produk yang saat ini ada
5. Mengeset kriteria-kriteria apa saja yang diperlukan oleh produk yang akan dibuat
6. Menentukan portfolio produk, apakah baru, modifikasi atau tidak
7. Memanage portfolio untuk meningkatkan keuntungan

2.7. Lembar Kerja Siswa

 Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang
 Berkunjunglah ke perusahaan bisnis ritel modern yang ada di sekitar lingkungan kalian
 Amatilan jenis produk yang ada di perusahaan bisnis ritel modern (Mall) carilah informasi

tentang desain produk apa yang ada, bagaimana proses pembuatan produknya, dan
bagaimana cara untuk mengembangkan produk-produk tersebut.

Lembar Kerja Siswa

Mata Pelajaran : ………………………………
Materi pokok : ………………………………
Kelas : ………………………………
Semester : ………………………………
Hari/ Tanggal : ………………………………

Nama Kelompok 1. …………………………………………………
Nama Perusahaan 2. …………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………
5. …………………………………………………
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK |2014

170 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Jenis Perusahaan ……………………………………………………...
……………………………………………………...
Alamat Perusahaan ……………………………………………………...
……………………………………………………...
Hasil Pengamatan dan Hasil
Informasi Pengembangan Produk ……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 171

Kegiatan Belajar 3 : Tujuan Display Bagi Penjual

3.1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu :
a. Mendeskripsikan tujuan display bagi penjual/toko
b. Menjelaskan Cara Menata Barang Dagangan oleh Penjual/Toko
c. Menjelaskan Jenis Dan Spesifikasi Barang
d. Menggolongkan Barang-Barang
e. Menjelaskan SOP (Standart Operating Procedure) Penataan Produk Dari Suatu

Perusahaan
f. Menyusun Diplay Mengikuti Standar Perusahaan
g. Menjelaskan Sikap Dalam Menginterpretasikan Perencanaan Visual Penatan

Produk

3.2. Uraian Materi

Penataan produk atau yang sering kita kenal dengan istilah display adalah suatu cara
penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan
tujuan untuk menarik minat konsumen. Untuk memperjelas arti dari display tersebut, William
J.Shultz, “Displayconsist of simulating customers attention and interest in a product or a store,
and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display
adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan
mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung ( direct visual appeal).

a. Tujuan Display Bagi Penjual/Toko

Pelaksanaan display yang baik yang perlu dilakukan perusahaan (penjual) merupakan
salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan self service dalam menjual barang-barang.
Hal ini dapat dilihat di suatu toko. Adapun tujuan display bagi penjual digolongkan sebagai
berikut :

Direktorat Pembinaan SMK |2014

172 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

1. Attention dan Interest Customer
Attention dan interest customer , yaitu untuk menarik perhatian pembeli dilakukan
dengan cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu, dan sebagainya.

2. Desire dan Action Customer
Desire dan action customer , yaitu untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang
yang dipamerkan di toko tersebut, setelah memasuki toko, kemudian melakukan
pembelian.

Selanjutnya, display yang bisanya dilakukan perusahaan terdiri dari beberapa bagian
yaitu:
1. Window Display

Memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan
sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.
2. Interior Display

Memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu harga, dan poster-
poster di dalam toko. Interior display dibagi dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut:
a) Open display

Open display, yaitu barang-barang dipajangkan pada suatun tempat terbuka
sehingga dapat dihampiri dan dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa
bantuanpetugas pelayanan, misalnya self display, island display (barang-barang
diletakkan diatas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).

b) Closed display
Closed display, yaitu barang-barang dipajangkan dalam suasana tertutup. Barang-
barang tersebut tidak dihampiri tidak dipegang atau diteliti oleh calon pembeli,
kecuali atas bantuan petugas pelayanan. Hal ini bertujuan untuk melindungi barang
dari kerusakan, pencurian.

c) Architechtural Display
Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya,
misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya. Cara ini
dapat memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukkan secara
realistis.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 173

3. Exterior Display
Memajangkan barang-barang di luar toko, misalnya pada waktu mengadakan obral

dan pasar malam. Display ini mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
a) Memperkenalkan suatu produk secara cepat dan ekonomis.
b) Membantu para produsen yang menyalurkan barang-barangnya dengan cepat dan

ekononomis.
c) Membantu mengkoordinasikan Advertising dan Merchandising.
d) Menyebabkan adanya kontinuitas skema dan tema warna dari pembungkus.
e) Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, misalnya pada hari raya,

ulang tahun.

Selain ketiga macam display yang telah diuraikan di atas, perusahaan juga
memperhatikan dan melakukan beberapa hal dalam display, yaitu sebagai berikut:
1. Store Design dan Decoration

Store design dan decoration, yaitu tanda-tanda yang berupa diantaranya simbol-simbol,
lambing-lambang, poster-poster, gambar-gambar, bendera-bendera, dan semboyan.
Tanda-tanda ini diletakkan di atas meja atau digantung di dalam toko. Store design
tersebut digunakan untuk membimbibing calon pembeli kearah barang dagangan dan
member keterangan kepada mereka tentang penggunaan barang-barang tersebut.
“decoration” pada umumnya digunakan dalam rangka peristiwa khusus, seperti
penjualan pada saat-saat hari raya, natal, dan tahun baru.

2. Dealer Display
Dealer display, yaitu penataan yang dilaksanakan dengan cara wholesaler yang terdiri
atas simbol-simbol dan petunjuk-petunjuk tentang penggunaan produk. Dengan
memperlihatkan kegunaan produk dalam gambar dan petunjuk, maka display ini juga
memberi peringatan kepada para petugas penjualan agar mereka tidak memberikan
keterangan yang tidak sesuai dengan petunjuk yang ada dalam gambar tersebut.

b. Cara Menata Barang Dagangan oleh Penjual/Toko.

Salah satu cara agar toko lebih menarik adalah dengan menata barang dagangan
dengan sedemikian rupa agar tampak lebih menarik, meyakinkan dan lebih rapi, tentunya
dengan harapan penjualan semakin meningkat. Berikut tipsnya:

Direktorat Pembinaan SMK |2014

174 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

1. Isilah pada bagian depan toko terlebih dahulu.
Kesan penuh harus anda tampilkan dengan menata produk anda dengan
mengutamakan mengisi bagian depan atau etalase depan terlebih dahulu bahkan ada
yang mengisi bagian teras atau trotoar toko agar lebih menarik perhatian calon pembeli.
Keamanan harus diutamakan jangan sampai produk tersebut jadi sasaran pencurian
orang yang lalu lalang di depan toko.

2. Perhatikan warna.
Tempatkan produk dengan warna warna cerah di bagian yang paling mudah dilihat,
padukan warna cerah tersebut letakkan bersebelahan dengan warna cerah lain.
Misalnya warna merah,kuning,orange, putih sehingga lebih cepat menangkap perhatian
pengunjung.

3. Disain menarik sebagai jangkar.
Sering kali kita dapati produk yang tidak terkenal memiliki disain atau model yang sangat
menarik dan inovatif, anehnya produk terkenal justru disainnya malah biasa-biasa saja,ini
sering kita temukan pada produk fashion. Gunakan produk dengan disain menarik ini
sebagai jangkar atau penarik dengan cara menggandengkannya dengan produk yang
sudah punya nama, dengan harapan pengunjung akan tertarik untuk membeli keduanya
dengan dua alasan langsung, disain menarik atau merek terkenal.

4. Produk laris di bawah.
Pada toko retail, letakkan produk yang laris di rak bagian bawah, kenapa? Karena produk
yang laris bagaimanapun tetap akan di cari, pembeli sudah sangat hapal bentuk produk
tersebut, sehingga ditempatkan di bagian bawah pun tetap akan mudah ditemukan,
sedangkan untuk produk yang kurang terkenal tempatkan produknya di bagian yang
sejajar dengan mata, selain untuk membantu distributor untuk menjualkan produknya,
rak yang sejajar dengan mata harga promosi atau sewa raknya relatif tinggi, distributor
biasanya rela membayar sewa pada pemilik toko agar produknya ditempatkan di tempat
strategis. lumayan kan buat tambahan pemasukan toko anda.

5. Kemasan besar di kanan.
Biasakan meletakkan produk dengan kemasan besar di sebelah kanan, misalnya produk
susu merek A kemasan 1000 gram di sebelah paling kanan kemudian diikuti dengan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 175

kemasan 800 gram demikian seterusnya sampai kemasan yang paling kecil. Kenapa?
Karena kebiasaan manusia menggunakan tangan kanan maka probabilitas terpilihnya
produk dengan kemasan besar akan semakin tinggi.

6. Kelompokkan produk.
Kelompokkan produk dengan kategori yang sama pada satu tempat yang berdekatan,
dan menempatkan produk pelengkap berdekatan misanya mi isnstan berdekatan
dengan saos atau sambal.

7. Tempatkan produk impulsif dikasir.
Sambil antri biasanya pembeli suka comot sana sini manfaatkan hal ini dengan
menempatkan produk dengan harga murah di sekitar kasir, seperti permen, rokok, coklat,
aksesoris murah. Sehingga akan menambah jumlah belanjaan. Pilihlah kasir yang santai
agar yang sedang antri akan semakin rajin men comot produk tambahan ke keranjang
belanja.

Sebenarnya banyak lagi tips untuk menata produk di toko yang perlu dilakukan oleh
penjual/toko, untuk itu di tuntut kreatifitas dan kejelian pemilik toko untuk terus berinovasi dan
seringlah berkunjung ke toko sejenis dengan anda untuk menambah pengetahuan dan
membuka wawasan.

Syarat display yang baik dilakukan oleh penjual/toko adalah mengacu pada logika
konsumen dalam menjalankan aktivitas displaynya, para peritel (penjual) juga harus
memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam mewujudkan
display yang baik, yaitu;
1. Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadimudah dilihat,

mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus
mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif
apapun akan sia-sia.

2. Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari
potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang
berada di dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak
akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. Barang-
barang yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

176 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada
shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera bagi pengunjung
(terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.
3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat
memanfaatkan alat alat bantu seperti standing poster materials yang lain.

c. Jenis Dan Spesifikasi Barang

Barang merupakan atribut secara fisik dapat diraba. Menurut Philip Kotler Produk

adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian,

permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Ini
meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi

tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen

membeli tidak hanya sekadar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk

sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan.

Barang adalah atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk nyata. Barang-barang

tersebut dikelompokkan menjadi dua, antara lain :

1. Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan konsumen jangka

panjang.

a) Solutari product (barang yang bermanfaat)

Solutary product yaitu barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah

tetapi dapat memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka

panjang, misalnya detergen dengan fosfat rendah.

b) Deficient product (barang yang kurang sempurna)

Deficient product yaitu barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi

tetap mempunyai manfaat untuk konsumen. Misalnya, obat-obatan yang rasanya

pahit tetapi manjur mengobati penyakit.

c) Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan)

Pressing product yaitu barang-barang yang segera memberikan kepuasan kepada si

pembeli tetapi dapat berakibat sangat buruk bagi pemakai barang tersebut. Misalnya,

rokok, minuman keras dan sebagainya.

d) Desirable product (barang yang sangat diperlukan) Desirable product yaitu barang

yang dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat bermanfaat bagi

kehidupan manusia. Misalnya, makanan dan minuman.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 177

2. Kelompok barang menurut tujuan pemakaian
a). Barang konsumsi Barang konsumsi merupakan barang-barang yang dapat dibeli
untuk konsumsi. Barang konsumsi dibedakan menjadi empat golongan, yaitu :
1) Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari) antara lain kelompokkan
yaitu :
 Barang pokok
Barang pokok merupakan barang yang dibeli secara tetap, contoh : beras,
sabun, pasta gigi.
 Barang impulsif
Barang impulsive yaitu barang yang dibeli tanpa perencanaan, contoh :
permen, cokelat dan es.
 Barang darurat
Barang pokok yaitu barang yang dibeli atas dorongan kebutuhan, contoh:
payung dimusim hujan.
2) Shopping goods (barang belanjaan)
Merupakan barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative
mahal, perbandingan mutu dan lain-lain, misalnya mobil, motor, peralatan
rumah tangga.
3) Speciality goods (barang khusus)
Merupakan barang dengan ciri khas yang mampu menarik konsumen dalam
berbelanja, misalnya mobil mewah.
4) Unshought goods (barang yang tidak dicari)
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen,
namun secara normal tidak berpikir untuk membelinya, misalnya asuransi
jiwa, tanah kuburan.

c). Barang industri
Barang industri merupakan barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk
kepentingan dalam industri. Konsumen atau pembeli dari barang-barang ini adalah
perusahaan, lembaga, organisasi. Barang industri dapat digolongkan sebagai
berikut;
1) Bahan dan suku cadang, barang-barang yang seluruhnya masuk dalam
produk jadi. Misalnya, barang hasil pertanian.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

178 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

2) Barang modal, barang-barang yang sebagian masuk ke hasil barang jadi
akhir. Barang ini meliputi :
 Instalai yaitu alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau
perusahaan yang dapat digunakan untuk jangka panjang, misalnya
computer, mesin bor.
 Peralatan ekstra(tambahan) yaitu alat-alat yang dipakai untuk
membantu instalasi, misalnya perkakas tangan.

3) Pembekalan dan pelayanan, merupakan padanan dari barang-barang
kemudahan di bidang industri karena barang-barang tersebut pada
umumnya dibeli dengan usaha minimal dengan dasar pembelian kembali.
Misalnya, batu bara, tinta printer dan sebagainya.

3. Barang-barang di supermarket
Barang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu barang supermarket, barang fresh, barang
fashion. Barang supermarket meliputi :
a) Departemen food ( meliputi semua makanan)
b) Departemen nonfood (meliputi barang selain makanan, misal skin care)
c) Departemen household (perlengkapan rumah tangga)
d) Departemen toys (sarana atau tempat atau barang-barang yang disediakan khusus
untuk anak-anak)
e) Departemen stasionary ( meliputi semua peralatan tulis dan kantor)

4. Jenis, Sifat dan Spesifikasi barang.
Jenis barang ditentukan berdasarkan pembagian departemen. Sifat barang ditentukan
berdasarkan perbedaan sifat atau karakter antara barang yang satu dengan yang lainnya
pada departemen yang sama, misalnya perbedaan sifat drinks atau biscuits yaitu bersifat
minuman dan makanan yang sama ada pada departemen food. Spesifikasi barang
supermarket adalah perbedaan kualitas dan kuantitas, jenis barang dengan merek yang
berbeda dalam satu sifat dan satu departemen, misalnya fruit tea dan fresh tea.

Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. Namun demikian,
tentu saja pengelompokkan tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya.
Sebagai contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik.
Pertama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 179

atau vitamin; Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet
atau bubuk kapsul; Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat
batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya.

d. Menggolongkan Barang-Barang

Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-
rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang dagangan dapat dilakukan dengan
menata barang, antara lain:
 Pengelompokan berdasarkan penggunaannya barang,
 Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama
 Pengelompokan berdasarkan ukuran barang,
 Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen.

Pengelompokan dan Pengklasifikasian Produk.
Tujuan utama dari pengelompokan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk
memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifikasian barang
akan memudahkan dalam hal :
 Penyimpanan di gudang,
 Penataan di ruang pajang,
 Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan,
 Pengawasan dan pemeliharaan.

Bagi pihak pembeli, pengklasifikasian barang akan memudahkan untuk memilih atau
menyebutkan pesanan. Pengelompokan dan pengklasifi kasian barang pada suatu toko (store)
disebut juga ”Merchant” atau Point Of Sale (POS) biasanya disusun sebagai berikut:
 Merek produk atau pabrik
 Jenis produk
 Spesifik teknis produk
 Kualitas produk
 Warna produk, atau
 Jenis produk
 Merk atau pabrik produk
 Spesifik produk

Direktorat Pembinaan SMK |2014

180 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Kualitas produk
 Warna produk

Dalam penyusunan klasifikasi produk, yang paling dominan harus diperhatikan adalah jenis
produk, baru memajang lainnya, dan tentu saja dengan tidak melupakan unsur estetika (seni)
pada saat menata atau memajangnya, baik pada pajangan luar (exterior display) maupun pada
pajangan dalam (interior display).

1). Barang konsumsi
Yang dimaksud barang konsumsi adalah barang kebutuhan yang dibeli oleh konsumen
untuk digunakan/dikonsumsi. Karena dikonsumsi tentunya barang tersebut suatu saat
akan habis. Secara sederhana barang konsumsi adalah barang dibeli oleh konsumen
akhir untuk dihabiskan. Dalam hal ini barang konsumsi dibedakan atas golongan
 Convenience goods (barang konvenien) Barang konvenien adalah yang mudah
dipakai, dimana kita membelinya dapat disembarang tempat dan tidak memerlukan
banyak pengorbanan serta dapat dibeli setiap waktu. Misalnya; Sabun mandi, rokok,
air mineral, obat nyamuk dan yang lainnya
 Shopping goods (barang shoping) Barang shoping adalah kelompok barang dimana
untuk membelinya harus melalui proses mencari dan mempertimbangkan masak-
masak misalnya membanding-bandingkan kualitas, harga, pelayanan dan
sebagainya. Sehingga untuk membeli barang shoping, orang bersedia untuk
mengorbankan waktu mencari ketempat yang agak jauh.

Barang shopping terdiri dari :
 Barang fashion, yakni barang yang mempunyai ciri khas atau model dan model

tersebut akan berganti pada kurun waktu tertentu. Misalnya; pakaian, sepatu, tas dan
sebagainya. Barang ini banyak tersedia dipusat perbelanjaan, dan dalam penataan
produknya harus menarik agar memiliki daya jual
 Barang yang memerlukan pelayanan, yakni barang yang tahan lama dan bernilai
tinggi serta memerlukan pemeliharan dan pelayanan. Contoh; Alat- alat rumah
tangga, barang elektronok dan yang lainnnya Specialty goods ( barang spesial )

Barang spesial adalah barang yang mimiliki ciri tertentu dan hanya dapat dibeli pada
tempat tertentu pula. Dalam hal ini pembeli yang ingin memperoleh barang tersebut harus

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 181

mengeluarkan pengorbanan istimewa. Contoh barang spesial misalnya Lukisan, barang-
barang antik, mobil mewah dan lainnya.

Penggolongan barang konsumsi tersebut sangatlah relatih karena bagi seseorang. Mobil
bagi konsumen biasa merupakan barang spesial. Tetapi bagi orang yang kaya mobil dapat
merupakan barang shoping. Sehingga satu barang tertentu dapat dapat dimasukkan pada
beberapa golongan karena pembelinya berbeda.

Untuk memudahkan kegiatan pemasaran dan penatan barang pada barang konsumsi
dapat dilihat dari berbagai aspek seperti pada tabel Pola pembelian dan Pola pemasaran
barang konsumsi seperti pada tabel berikut.

Pola Pembelian Barang Konsumsi

Kelompok Barang

Aspek Pertimbangan Convinience Goods Shopping Specialty
Goods Goods

1.Pengorbanan waktu Sedikit Banyak Relatif
dan tenaga saat Tidak
membeli Sedikit Ya Relatif
Cepat
2. Memperbandingkan Sering Banyak Banyak
harga, kualitas dan sekali
pelayanan
Relatif lama
3..Waktu merencanakan
pembelian Relatif lama

4.Sifat pemuasan Jarang
terhadap pembeli
Jarang
5.Frekuensi pembelian

Direktorat Pembinaan SMK |2014

182 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Pola Pemasaran Barang Konsumsi

Kelompok Barang

Aspek Pertimbangan Convinience Goods Shopping Specialty
Goods Goods
1. Rantai distribusi
2. Perputaran Panjang Sedang Pendek
Cepat Sedang Rendah
persediaan barang
3. Penting tidaknya Sangat penting Tidak terlalu Tidak penting
Merek produk penting Keduanya
daya tarik kemasan
4. Penting mana Nama toko

antara Merek Tinggi Relatif Rendah
produk atau nama
Toko
5. Tingkat persaingan

2. Barang Industri
Barang industri adalah barang- barang yang dibeli guna diproses lebih lanjut untuk

kepentingan industri. Konsumen barang industri adalah Perusahaan atau organisasi lainnya.
Dalam hal ini barang industri dapat dibedakan dalam lima golongan
 Bahan baku

Yang dimaksud bahan baku adalah bahan pokok untuk memmbuat barang/ produk lain,
misalnya Jerami untuk membuat kertas, karet untu membuat ban, kapas untuk membuat
benang
 Komponen dan barang setengah jadi
Komponen dan barang setengah jaadi adalah barang yang sudah dalam proses produksi
dan digunakan untuk melengkapi produk akhir. Termasuk dalam jenis ini adalah benang
untuk membuat tekstil, kain untuk membuat baju, plastik untuk membuat jok mobil
 Perlengkapan operasional
Perlengkapan operasi adalah barang- barang yang dapat digunakan untuk membantu
lanncarnya proses produksi maupun kegiatan lain dalam perusahaan.Dalam golongan
ini termasuk juga perbekalan yang dapat dipakai untuk jangka waktu yang lama.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 183

Misalnya; meja kursi almari arsip untuk ruang kerja, minyak pelumas untuk mesin- mesin
dan yang lainnya
 Instalasi
Instalasi adalah alat produksi utama dalam pabrik/ perusahaan yang dapat dipakai untuk
jangka waktu relatif lama guna memproduksi barang. Contoh; mesin cetak pada sebuah
perusahaan percetakan, mesin penggilingan padi, mesin bubut dan lainnya
 Peralatan ekstra
Peralatan ekstra adalah alat- alat yang dipakai untuk membantu instalasi, seperti Forllift
dalam sebuah pabrik, gerobak, truk dan yang lainnya

Dalam hal pemasaran barang- barang industri akan sangat berbeda dengan barang
konsumsi. Untuk barang konsumsi (consumer goods) kegiatan periklanan dan promosi melalui
berbagai media harus banyak dilakukan agar produk bisa cepat menembus pasar. Kegiatan
penataan produk pada toko- toko eceran sangat diperlukan agar produk tersebut memiliki daya
jual. Sebaliknya untuk barang- barang Industri (industrial goods) dalam kegiatan
pemasarannya akan banyak menggunakan cara Personal selling (Penjualan perseorangan),
yakni mendatangi calon pembeli (perusahaan) guna menawarkan produk. Tentunya dalam hal
ini bukan penataan produk yang diperlukan tetapi penjelasan produk dan demontrasi
penggunaan produk sangat diperlukan

e. SOP (Standart Operating Procedure) Penataan Produk dari Suatu Perusahaan

SOP penataan produk adalah langkah-langkah yang harus di tempuh pada penataan
produk yang dijadikan acuan (setandar) dalam penataan untuk menarik perhatian konsumen
untuk keputusan membeli. Upaya menata produk disebut juga visual marchandising.
Perlengkapan-perlengkapa dalam menyusun visual marchandising diantaranya adalah:
1) Labelling (label), setiap barang yang akan dilabel terlebih dahulu harus mencakup, apa

sudah diberi label atau belum, jika tidak perlu diberi label karena sudah memiliki bar
code. Hal tersebut diperlukan untuk membantu memperlancar operasional, dan dalam
pelabelan harus memuat informasi tentang: tanggal receiving, kode barang, kode
supplier, bar code, harga barang, kesesuaian antara merek, tipe dan ukuran.

2) Display, adalah suatau tindakan menampilkan, menaruh, meletakan produk pada satu
tempat semenari mungkin dengan keunikan posis tata letak barang sehingga dapat

Direktorat Pembinaan SMK |2014

184 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

perhatian pembeli, dalam penggunaan display harus diperhatikan letak tata ruang dan
penggunaan ruang harus sesuai dengan hal berikut: kategori produk dan ukuran
kemasan.

Hal yang perlu dilakukan dalam penataan produk di swalayan adalah sebagai berikut:
produk ditempatkan dalam kategorinnya, jumblah produk sesuai dengan tempatnya,
pengaturan secara horizontal dan vertikal, miring dan lurus, pegaturan produk sesuai alur
penggunjung, rotasi produk(barang masuk pertama itu yang dijual pertama).

Ada lima contoh pedoman pendisplayan atara lain:
a) Letakkan barang sesuai ukuran besar
b) Usahkan untuk mendapati tinggi barang yang sama
c) Facing suatu produk diusahakan menghadap kedepan
d) Usahkan tinggi tiap alur sama
e) Gunakan eye techniqueleye cateching dan colour breaking, yang bertujuan

memajang barang agar mendapat perhatian konsumen.

Pendisplayan yang baik akan memberikan sedikitnya lima kemudahan yang baik,
diataranya:
a) Mudah dimengerti
b) Mudah dilihat
c) Mudah memilih
d) Mudah diambil dan diletakan kembali
e) Mudah dirapikan

Selain itu penataan display dapat mengguntungkan perusahaan diantaranya:
a) Meningkatkan penjualan
b) Meningkatkan store image
c) Meminimumkan barang kosong
d) Mengidentifikasi laku tindaknya sesuai peroduk

3) Peralatan display barang supermaket yang digunakan dalam penataan produk
supermarket terdiri atas berikut ini:
a) Gondola, display berupa rak panjang

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 185

b) Chelving, alat pemajang merupakan bagian dari gondola
c) Showcase, pajangan berupa etalase
d) Showcase chiller, pemajang buah, daging, sayur,ikan dan sebagainya
e) Frozen island, sarana panjang unutuk produk beku
f) Wagon, bok besar untuk menyimpa produk promo
g) Single hook, berupa gantunggan
h) Hambalan, kayu yang terletak di bawah
i) End gondola, gondola akhir paling ujung untuk disewakan

4) Istilah dan perlengkapan display barang supermaket
a) SKU, keterangan yang menunjukan nama produk, harga, nomor, PLU produk
b) Bay, susunan pemajang produk di rak satu baris kebawah
c) Tier, yaitu barisan pemanjang produk ke belakang, pemanjang dalam satu rak
d) Face, pemajang produk tampa muka
e) POP (point of purchase), keterangan mengenai nama produk, harga ataupun
sarana bantuan promosi
f) Flor display, pemajang pada lantai
g) COC (check on counter,) pemajang peroduk yang menempel depan kasa
h) PLU (price look up unit), yaitu nombor identitas barang yang berfungsi untuk
pencatatan koputerisasi
i) Piramid, hambalan yang terdiri atas dua tinggkat

5) Cara penataan produk supermarket
Penataan dalam supermarket diantarannya adalah barang supermarket yang akan
ditempatkan hendaklah berurutan terdiri atas beberapa jenis barang dan brand blocking
secara vertikal, yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet ke arah
vertikal. Penempatan secar vertikal dapat dilakukan di berbagai display, seperti: rak dan
gondola sedangkan brand blocking secara horizontal, yaitu penempatan barang
supermarket satu jenis berderet horizontal dari kiri ke kanan, cara pendereta barang
seperti ini jarang digunakan karena kurang efisiens.

6) Barang supermarket meliputi departemen-departemen berikut ini :
a) Departemen Food
 Milk dan milk product (susu untuk bayi sampai dewasa)

Direktorat Pembinaan SMK |2014

186 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Biscuits (sejenis wafer dan cracker)
 Drink (jenis minuman berenergi, obat, soda atau jus)
 Canned food (makanan yang diawetkan dalam kaleng, seperti sarden,

corned)
 Snack (makanan ringan, termasuk hasil industry rumah tangga, misalnya

kerupuk, kacang-kacangan)
 Seasoning (aneka macam bumbu masak local, nasional dan internasioal)
 Local basic (Sembilan bahan pokok seperti beras, telor, minyak dsbnya)
 Bakery (seperti roti tawar, roti manis)
 Baking needs (jenis-jenis bahan untuk pembuatan kue, seperti ovelet,

pernifan,TBM)
 Candies dan chocolate (permen dan coklat)
 Noodles (mie dan jenis-jenisnya)
 Breakfast (untuk sarapan minum, sepertui kopi, tea,sereal)
 Cooking oil (minyak goreng seperti, Sania,Bimoli, Avena)
 Syrup (minuman sari buah, seperti sirup ABC, Marjan )
 Dry goods (makanan yang diawetkan dengan cara dikeringkan seperti ikan

asin, kacang tanah, kacang kedelai)
 Cigarette (rokok)

b) Departemen Non food
 Hair care (aneka bahan untuk perawatan rambut, seperti sampo, minyak
rambut)
 Body care (aneka bahan untuk perawatan tubuh, seperti sabun mandi, hand
and body)
 Skin care (aneka bahan untuk perawatan kulit, misalnya obat jerawat,
pelembab, pemutih)
 Mouth care (aneka bahan perawatan gigi, seperti pasta gigi, sikat gigi, obat
kumur seperti laserin)
 Cleaning aid (aneka bahan untuk pembersih dan pengharum lantai,
pembersih pakaian)
 Insect killer (pembunuh serangga )
 Air freshness (pengharum ruangan)

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 187

 Tissue and piper product (aneka tisu dan kelengkapan wanita,misalnya tisu
passeo, nice)

 Kosmetik tradisional (aneka kosmetik tradisional,misalnya alat lulur, sabun
lulur) dan kosmetik internasional (Mirabella, olay, masker)

 Obat-obatan (aneka obat yang tidak dimakan, seperti handsaplast,
bethadine)

c) Departemen House Hold
 Electrical (peralatan yang menggunakan listrik, misalnya magic jar, setrika)
 Party wear (perlengkapan pesta, misalnya piring kertas, sendok plastic, gelas
plastic)
 Seasonal goods (barang musiman seperti payung dan jas hujan)
 Luggage (tas dan koper)
 Hard ware (perlengkapan untuk bengkel, seperti palu, tang)
 Souvenir (barang pajangan, hiasan, dan cendera mata, misalnya jam)
 Plastic ware (perlengkapan rumah tangga dari bahan plastic)
 Kitchen ware (perlengkapan dapur, seperti kompor, wajan)
 Melamine ware (perlengkapan yang terbuat dari melamin seperti piring,
sendok, garpu)
 Cleaning equipment (perlengkapan kebersihan, seperti sapu lantai, sapu pel,
keset)
 Glass ware (perlengkapan dari kaca atau beling, misanya gelas, piring,
cangkir)
 Cotton goods (kain katun, misalnya celana dalam dan kaos dalam)

d) Departemen Toys
Sebuah sarana atau tempat/barang-barang yang disediakan khusus untuk anak-
anak.
 Soft toys (mainan yang lembut untuk perempuan)
 Battered operated toys for boys (aneka perlengkapan mainan anak laki-laki,
seperti mobil-mobilan, pistol-pistolan robot-robotan)
 Battered operated toys for girls (aneka perlengkapan mainan anak
perempuan, seperti boneka, alat untuk masak-masakan)

Direktorat Pembinaan SMK |2014

188 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Games (permainan tradisional dan internasional, misalnya ular tangga, bola
basket, dan catur)

 Education toys the other (aneka mainan untuk pendidikan, misalnya catur,
scrabel/ main menyusun huruf, leggo/mainan membuat kontruksi jembatan,
rumah, gedung)

e) Departemen Stationary (meliputi semua peralatan tulis dan kantor)
 Pensil
 Penghapus
 Penggaris
 Perkengkapan computer
 Perlengkapan mesin ketik

f) Fresh Food
i. Vegetable (sayuran) :
 Sayuran daun
 Sayuran buah
 Sayuran bunga
 Sayuran umbi
 Sayuran akar
 Sayuran beku
 Jamur

ii. Fresh Fruit (buah)
 Buah local, yaitu buah-buahan dari dalam negeri, jeruk tebas, salak yogya,
Salak Yogya ,Apel Malang ,Mangga Manalagi, Jeruk Tebas, Nanas
Subang.
 Buah Import, yaitu buah-buahan yang berasal dari luarnegeri
Kurma Arab ,Apel Fuji, Durian Montong, Jeruk Mandarin

iii. Fresh Meat (Daging)
 Daging Ayam
 Daging Sapi
 Ikan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014


Click to View FlipBook Version