The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini tentang pelajaran menata produk

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by imatheroic, 2021-07-31 02:16:26

Menata Produk

Buku ini tentang pelajaran menata produk

Keywords: Menata Produk

PII | Pembelajaran 89

dipersepsikan lebih superior dan khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa
pesaing dalam persepsi konsumen.

Persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk
fisik adalah fokus utama Positioning. Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh
kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior
kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen. Sedangkan kunci
utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari persepsi
perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi
perusahaan terhadap pelanggan.

Langkah-langkah dalam perumusan strategi pemasran, khususnya dalam bisnis eceran,
seperti halnya contoh di Sarinah Departemen Store adalah menentukan segmentasi pasar,
menentukan target pasar, dan terakhir menentukan positioning. Untuk lebih jelasnya diuraikan
sebagai beriku;
1) Segmentasi marketing, (pasar) direncanakan melalui kerangka informasi konsumen seta

keputusan yang bisa diambil melalu referehsi analisis pasar
a) Demografis atau geografis
b) Psikografis atau life style
c) Perilaku pembelian
d) Media apa yang tepat
2) Target pemasaran
Dari segmentasi di atas maka ditentukan target sasaran konsumenya yang sebenarnya
yaitu ;
a) Dari segi jenis kelamin
b) Dari segi pendidikan
c) Dari segi pendapatan
d) Dari segi ukuran keluarga
e) Dari segi etnis
f) Dari segi agama
g) Dari segi tempat
3) Positioning marketing
Setelah menentukan target, kemudian tentukan sikap tindakan dan kedudukan sesuai
tingkatannya, yaitu melalui hal-hal berikut ini:

Direktorat Pembinaan SMK |2014

90 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

a) Produk
b) Harga
c) Place
d) Promo

5.3. Rangkuman

Setiap manajer pemasaran sudah seharusnya memahami segmentasi pasar.
Rumuskan oleh Wendell Smith pada tahun 1956 dalam artikel terkenalnya yang
berjudul Product Differentiation and Market Segmentation as Alternative Marketing
Strategiesâ, segmentasi telah menjadi bagian utama dari strategi marketing mana
pun yang harus diperhatikan, supaya manajer pemasaran bisa membuat keputusan
berkenaan dengan pasar yang dimaksud.

Segmentasi atau membagi pasar menjadi beberapa segmen adalah dasar atau
fondasi dari kinerja bisnis yang superior. Penting sekali untuk mengerti apa saja
kebutuhan dan keinginan konsumen supaya kita mampu merancang strategi
pemasaran yang efektif. Setiap perusahaan kini dituntut untuk dapat semakin
mengerti kebutuhan konsumen serta menciptakan produk yang dapat memuaskan
kebutuhan mereka karena kebutuhan menjadi semakin berbeda/unik dan juga
karena faktor teknologi yang semakin maju.

Segmentasi pasar adalah pengelompokan pasar menjadi kelompok-kelompok
konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok dapat dipilih sebagai pasar yang
dituju untuk pemasaran suatu peroduk, sedangkan pasar memiliki pengetia yang
berbeda sebagai mana pengertian berikut:
a. Menurut Pengertian Yuridis, pasar adalah tempat atau bursa di mana saham-

saham diperjualbelikan.
b. Menurut pedagang, pasar adalah suatu lokasi atau tempat dimana produk-

produk tersebut diterima, dipilih, disimpan, dan dijual.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 91

c. Menurut manajemen, pasar adalah tempat atau letak geografis di mana
manajemen harus memutuskan mengenai distributor, produk yang dijual,
periklankan, salesmen dan lain sebagainya.

d. Menurut ahli ekonomi, pasar adalah semua orang atau kelompok yang memiliki
perhatian, baik riil maupun potensial terhadap suatu produk atau golongan
produk.

e. Menurut seorang pemasar, pasar merupakan semau orang, kelompok usaha,
lembaga perdagangan yang membeli atau cenderung untuk membeli suatu
produk atau jasa.

Tujuan segmentasi pasar adalah,
a. Menyalurkan uang dan usaha kepasar potensial.
b. Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar.
c. Menentukan cara-cara promosi yang produktif.
d. Memilih media adcertensi yang lebih .
e. Mengatur waktu yang sebaik-baiknya untuk promosi.
f. Para penjual atau perusahaan berada dalam posisi yang baik.
g. Para penjual dapat menggunakan pengetahuannya unutk menanggapi usaha.
h. Penjual dapat mengatur lebih baik produksi dan promosi.

Definisi targeting menurut Keegan & Green (2008) adalah proses pengevaluasian
segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu negara,prpinsi,atau
sekelompok orang yang memliki potensi untuk memberikan respon. Sedangkan
menurut Kotler & Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli (buyers) yang
memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang menjadi tujuan promosi
perusahaan.

Target pasar adalah memilih kelompok konsumen mana yang akan dilayani dalam
penjualan. Penyusunan terget pasar dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut,
a. Mengenali dan mengevaluasi faktor-faktor kriteria terget pasar yang akan

digunakan untuk proses seleksi.
b. Menerapkan faktor-faktor tersebut untuk memilih dan menentukan pasar target.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

92 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan segmentasi pasar yang
akan dituju oleh perusahaan

Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk
mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu
segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen
tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan,
dibandingkan dengan pesaingnya. Positioning adalah dengan upaya identifikasi,
pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan
demikian, produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus
(distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa pesaing dalam persepsi
konsumen.

5.4. Tugas

Tugas 1

1. Jelaskan mengapa perusahaan melakukan segmentasi pasar !
2. Dikerjakan masing-masing siswa
3. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
4. Hasilnya dilaporkan secara tertulis
5. Dipresentasikan di depan kelas

Tugas 2

Perusahaan dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan
dengan kondisi yang paling relevan. Jelaskan mengapa perusahaan dalam menentukan dasar
segmentasi harus menyesuaikan kondisi yang paling relevan.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 93

1. Dikerjakan secara kelompok
2. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
3. Buatlah laporan Hasil kerja kelompok secara tertulis
4. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan

kelompok lain ikut menanggapi untuk menyempurnakan
5. Guru dan siswa menyimpulkan bersama

5.5. Uji Kompetensi/ Ulangan

a. Jelaskan tentang segmentasi pasar !
b. Jelaskan bahwa pasar tebagi dalam beberapa kelompok !
c. Jelaskan tujuan segemntasi pasar !
d. Jelaskan syarat-syarat pengelompokan pasar
e. Jelaskan dan uraikan tentang target psar !
f. Jelaskan pengertian tentang positioning
g. Jelaskan rumusan positioning yang dikemukakan Kenna (1985:37)
h. Jelaskan rumusan positioning Menurut Kotler (1997: 262):

5.6. Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan
a. Segmentasi pasar adalah pengelompokan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen
yang homogen, dimana tiap kelompok dapat dipilih sebagai pasar yang dituju untuk
pemasaran suatu peroduk, sedangkan pasar memiliki pengetian yang berbeda sebagai
mana pengertian berikut:
 Menurut Pengertian Yuridis, pasar adalah tempat atau bursa di mana saham-
saham diperjualbelikan.
 Menurut pedagang, pasar adalah suatu lokasi atau tempat dimana produk-produk
tersebut diterima, dipilih, disimpan, dan dijual.
 Menurut manajemen, pasar adalah tempat atau letak geografis di mana
manajemen harus memutuskan mengenai distributor, produk yang dijual,
periklankan, salesmen dan lain sebagainya.
 Menurut ahli ekonomi, pasar adalah semua orang atau kelompok yang memiliki
perhatian, baik riil maupun potensial terhadap suatu produk atau golongan produk.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

94 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Menurut seorang pemasar, pasar merupakan semau orang, kelompok usaha,
lembaga perdagangan yang membeli atau cenderung untuk membeli suatu produk
atau jasa.

b. Pasar dapat dibagi atau dikelompokkan sebagai berikut :
1) Pasar konsumen, yaitu sekelompok pembeli barang dan jasa untuk dikonsumsi dan
bukan untuk dijual.
2) Pasar produsen, yaitu pasar yang terdiri dari atas individu atau organisasi yang
memerlukan barang dan jasa untuk diproses atau diproduksi lebih lanjut.
3) Pasar pedagang, yaitu pasar yang terdiri atas individu atau kelompok oraganisasi
yang biasa disebut perantara penjualan atau distributor yang memerlukan barang
untuk dijual kembali dengan tujuan memperoleh laba
4) Pasar pemerintah, yaitu pasar dimana terdapat lembaga pemerintahan, seperti
departemen, direktor, kantor, dan instansi lainnya.
5) Pasar internasional, yaitu pasar yang meliput beberapa atau semua negara di
dunia.

c. Tujuan dari segmentasi pasar :
1) Menyalurkan uang dan usaha kepasar potensial yang paling menguntungkan.
2) Merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar.
3) Menentukan cara-cara promosi yang paling tepat bagi perusahaan
4) Memeilih media advertensi yang lebih baik dan menemukan bagaimana
mengalokasikan sevara baik.
5) Mengatur waktu yang sebaik-baiknya dalam usaha promosi
6) Para penjual atau perusahaan akan berbeda dalam posisi yang lebih baik untuk
menempatkan serta membandingkan kesempatan-kesempatan atau harapan-
harapan dlam pemasaran sehingga dapat mempelajari kebutuhan tiap segmen.
7) Para penjual dapat mengunakan pengetahuannya untuk menangapi usaha
pemasran yang berbeda-beda sehingga dpat mengalokasikananggarannya
dengan lebih tepat terhadap berbagai segmen.
8) Penjual dapat mengatur lebih baik produknya dan cara pemasaran

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 95

d. Syarat-syarat pengelompokan pasar adalah berikut :
1) Measurability, yaitu cirri-ciri atau sifat-sifat tertentu pemebli harus dapat diukur
atau dapat didekati
2) Accesibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secar efektif
memusatkan usha pemasrannya pada segmen yang telah dipilih
3) Demograpich variables, yaitu pengelompokkan pasar dengan menggunakan
variable-variabel kependudukan.
4) Psychograpich variables, yaitu pengelompokan pasar dengan mengunakan sifat
pemberani, bebas, tidak bebas, konservatif, liberal, ardikal. Leadership dsb.
5) Buyer behaviour variability, yaitu pengelompokan pasar dengan mengunakan
ukuran rata-rata pamakian.

e. Target pasar adalah memilih kelompok konsumen mana yang akan dilayani dalam
penjualan. Penyusunan terget pasar dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut,
1) Mengenali dan mengevaluasi faktor-faktor kriteria terget pasar yang akan
digunakan untuk proses seleksi.
2) Menerapkan faktor-faktor tersebut untuk memilih dan menentukan pasar target.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan segmentasi pasar yang akan
dituju oleh perusahaan, yaitu sebagai berikut,
 Ukuran segmen pasa
 Pertumbuhan segmen
 Posisi persaingan
 Biaya untuk mencapai segmen
 Kesesuaian tujuan dengan kemampuan perusahaan
Keuntungan perusahaan yang diterima dipengaruhi oleh ancaman dari
pesainggnya, ancaman pesaing meliputi:
 Pesaing yang ada sebelumnya
 Pendatang baru
 Produk pengati
 Meningkatkan kemampuan menawar
 Meningkatkan harga produk

f. Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain
citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu

Direktorat Pembinaan SMK |2014

96 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan
menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.
Positioning adalah dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi
keunggulan yang bersifat khas serta unik.

g. Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna (1985:37) menjelaskan perusahaan
sewaktu akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal
kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. adapun uraiannya sebagai
berikut:
1) Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi,
persaingan, sosial, dan ekonomi.
2) Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3) Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya
pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi
ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better
to big fish in a little pond,).
4) Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian
memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka
perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

h. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so
that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”. Maknanya,
mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi
segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau
langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai
dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang
dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu
perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 97

5.7. Lembar Kerja Siswa

 Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang
 Berkunjunglah ke perusahaan bisnis ritel tradisional dan moderen yang ada di sekitar

lingkungan kalian
 Amati dan carilah informasi tentang bagaimana pemasar (perusahaan) melakukan product

positioning dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antara lain.

Lembar Kerja Siswa

Mata Pelajaran : ………………………………
Materi pokok : ………………………………
Kelas : ………………………………
Semester : ………………………………
Hari/ Tanggal : ………………………………

Nama Kelompok 1. …………………………………………………
2. …………………………………………………
Nama Perusahaan 3. …………………………………………………
Jenis Perusahaan 4. …………………………………………………
Alamat Perusahaan 5. …………………………………………………
Hasil informasi dari Perusahaan
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK |2014

98 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 99

2 Bab II
Tujuan Penataan Produk

Kompetensi Dasar :
3.3. Menganalisis Tujuan Penataan Produk
4.3. Mengevaluasi Tujuan Penataan Produk

Materi pokok :
A. Syarat penataan produk
B. Desain produk
C. Tujuan display bagi pembeli
D. Tujuan display bagi pembeli

Direktorat Pembinaan SMK |2014

100 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Kegiatan Belajar 1 : Syarat Penataan Produk

1.1 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu :
a. Menjelaskan Tujuan Penataan Produk (Display)
b. Mengidentifikasi Hal Penting Melakukan Penataan produk
c. Menjelaskan Syarat Melakukan Penataan Produk
d. Menerapkan Teknis Melakukan Penataan Produk

1.2 Uraian Materi

Menyusun barang dagangan juga merupakan salah satu hal yang tidak kalah pentingnya,
karena ini merupakan kesan pertama dari pengunjung toko tersebut, oleh karena itu barang-
barang dagangan yang dipajang di dalam ruangan toko maupun di etalase harus ditata
sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi, serasi dan menarik bagi setiap orang terutama calon
pembeli, untuk penataan barang-barang ini diperlukan keahlian khusus, kreasi dan seni yang
tinggi jadi tidak setiap orang bisa menata sendiri, agar penataan terlihat menarik, perlu
menyewa orang-orang yang ahli dalam dekorasi dalam penataan barang/pemajangan, dengan
harapan, hal ini bisa dipakai sebagai dasar atau contoh atau acuan untuk penataan berikutnya,
penataan barang sebaiknya setiap saat diubah agar tidak membosankan dan disesuaikan
dengan keadaannya, hal yang perlu diperhatikan ialah bagaimana bentuk, warna, ukuran,
tempat dan perlengkapan-perlengkapan lainnya itu dipadukan sehingga penataan barang-
barang itu kelihatan rapi dan menarik, yang pada akhirnya akan bisa menarik pengunjung/calon
pembeli/pelanggan tertarik untuk memiliki barang-barang tersebut.

a. Penataan Produk

Penataan produk (display) adalah seni dan merupakan unsur promosi yang cepat
berkembang serta merupakan unsur yang dirasakan sangat penting, terutama dilihat dari

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 101

fungsinya yaitu untuk memperkenalkan barang dagangan, untuk menarik perhatian
pengunjung dan untuk melihat dan memegang barang dagangan yang kita pajang.

Penata produk (display) harus dilengkapi dengan informasi keadaan toko dan barang
yang dijualnya, hal ini dimaksudkan agar calon pembeli lebih mengenal barang dan semakin
besar peminat untuk mengadakan transaksi. Semakin banyak barang yang ditampilkan,
semakin mudah pula calon pembeli menentukan pilihannya, oleh karena itu display harus
disajikan berdasarkan sudut pandang pembeli. Selain menata barang dagangan, yang perlu
diperhatikan juga adalah :
1. Penataan ruangan toko (lay out) sebagai sarana strategis yang dapat dimanfaatkan

dengan efektif untuk ditata apik sehingga memberikan ruang gerak yang bebas bagi
calon pembeli,
2. Dengan ruang gerak yang bebas,
3. Calon pembeli merasakan kenikmatan dalam berbelanja,
4. Disisi lain toko juga harus memberikan kemudahan calon pembeli untuk memilih barang
barang yang dibutuhkannya, maka letakkanlah barang dengan posisi mudah dilihat dan
dijangkau serta mengacu pada logika konsumen.

b. Tujuan display

Pelaksanaan Display yang baik merupakan salah satu cara untuk memperoleh
keberhasilan self service dalam menjual barang-barang. Hal ini di lihat di supermarket. Adapun
tujuan display dapat digolongkan sebagai berikut :
1) Attention dan interest customer

Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli dilakukan dengan cara
menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya.

Gambar 2. 1 - Display Kombinasi Warna

Direktorat Pembinaan SMK |2014

102 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

2) Desire dan action customer
Desire dan action customer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-
barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian melakukan
pembelian.

Gambar 2. 2 - Pameran Produk yang Sedang Promo

Pemajangan barang dagangan (display) bertujuan menarik minat konsumen untuk
melihat dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Secara umum display dapat
dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Window Display

Window display yaitu memajang barang-barang, gambar-ganbar kartu harga,
symbol-simbol dan sebagainya di bagian depan toko yang disebut etalase.
Window display mempunyai beberapa tujuan antara lain :

a. Untuk menarik perhatian konsumen yang lewat.
b. Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah sebagai ciri

khas dari toko tersebut.
c. Memancing perhatian terhadap barang-barang istimewa yang dijual

di toko.
d. Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika).
e. Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
2. Interior Display
Interior display yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu
harga dan poster-poster di dalam toko. Interior display ada beberapa macam antara
lain :

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 103

a. Open display
Open display yaitu barang-barang yang dipajangkan pada suatu tempat
terbuka sehingga dapat dihampiri dan dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon
pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan.

b. Closed display
Closed display yaitu barang yang dipajangkan dalam suasana tertutup.
Barang-barang tersebut tidak dihampiri dan dipegang atau diteliti oleh calon
pembeli, kecuali atas bantuan petugas pelayanan. Hal ini bertujuan untuk
melindungi barang dari kerusakan, pencurian dan sebagainya.

c. Architectural display
Architectural display yaitu memperlihatkan barang-barang dalam
penggunaanya, misalnya di kamar tidur dengan perlengkapannya. Cara ini
dapat memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukkan secara
realistis.

3. Exterior Display
Exterior display yaitu penataan yang dilaksanakan dengan memajangkan barang-
barang diluar toko. Display ini mempunyai beberapa fungsi antara lain :
a. Memperkenalkna suatu produk secara cepat dan ekonomis.
b. Membantu para produsen menyalurkan barang-barangnya dengan cepat dan
ekonomis.
c. Membantu mengkoordinasikan advertising dan merchandising.
d. Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, misalnya pada hari
raya ulang tahun dan sebagainya.

c. Hal-hal Penting Melakukan Display

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan para peritel dalam melakukan display,
yang seharusnya mengacu pada ”logika” konsumen. Logika konsumen dapat dikatakan
sebagai segala sesuatu yang meliputi cara berpikir, kebiasaan atau kecenderungan psikologis
konsumen yang memengaruhi perilaku mereka saat berbelanja dan berada di dalam toko.
Sebagai contoh : kebanyakan konsumen yang memiliki kebiasaan belanja secara bulanan
biasanya sudah mengetahui secara persis barang-barang apa saja yang harus mereka beli
pada saat berbelanja. Saat berada di dalam toko, konsumen seperti ini akan memulai

Direktorat Pembinaan SMK |2014

104 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

”perburuan” mencari barang-barang yang ia butuhkan dengan berjalan dari lorong ke lorong
secara teratur. Jika pada saat itu mereka membutuhkan barang-barang untuk keperluan mandi
dan cuci (toiletries) hampir dapat dipastikan mereka akan menyelesaikan perburuan atas
barang-barang tersebut terlebih dahulu baru kemudian beralih untuk mencari barang-barang
keperluan lainnya, sangat jarang terjadi seorang konsumen melakukan perburuannya secara
acak kecuali si konsumen memang tidak mengidentifi kasikan terlebih dahulu barang-barang
apa saja yang ia butuhkan. Biasanya konsumen seperti ini tidak memiliki kebiasaan belanja
bulanan.
Hal-Hal yang harus diperhatikan melakukan display :
 Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk,
 Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh.
 Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat,.
 Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling kecil

diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan pada rak paling
bawah.
 Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu penjualan.
 Untuk menata barang- barang di rak maka cara menempatkannya mulai dari kiri kekanan
yakni dari ukuran kecil, dan ukuran besar disebelah kanan

Gambar 2. 3 - Melakukan Display

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 105

Berdasarkan kecenderungan di atas, para peritel dapat menyiasati displaynya tidak
hanya dengan mengatur hal penempatan barang berdasarkan grouping (pengelompokan
barang) melainkan juga memajangnya secara runtut (berurut). Untuk contoh kasus, display
produk-produk toiletries, peritel dapat melakukannya dengan mulai memajang produk-produk
pasta gigi pada rak/gondola pertama. Kemudian produk-produk sabun mandi pada rak kedua
di sebelahnya. Dilanjutkan lagi dengan memajang produk-produk perawatan rambut atau
sampo pada rak ketiga dan seterusnya, begitu juga saat mendisplay produk-produk konsumsi
seperti mi instant. Jika mengacu pada logika konsumen, peritel sebaiknya memajang produk
mi instantnya berdekatan dengan saos, sambal atau kecap, hal ini dikaitkan dengan
kecenderungan konsumen saat mengonsumsi mi instant yang biasanya dilengkapi dengan
saos, sambal dan kecap, saat memajang produk-produk kategori breakfast (sarapan pagi)
seperti roti, selai, keju dan sereal, para peritel pun dapat memajang produk-produk tersebut
dalam satu rak atau paling tidak berdekatan satu sama lain, kemudian tempatkan pula produk-
produk seperti gula, teh, kopi termasuk SKM (susu kental manis) pada rak-rak tersebut karena
produk-produk ini biasanya juga dikonsumsi oleh konsumen pada saat sarapan pagi. Masih
banyak contoh-contoh siasat lain yang dapat diterapkan para peritel sehubungan dengan
bagaimana beradaptasi dengan kecenderungan-kecenderungan konsumen ini, contoh lagi,
apa yang selama ini dikenaldengan istilah “customer eye level” atau level pandangan mata
konsumen. Level pandangan mata konsumen (pengunjung) saat berada di depan rak display
biasanya tertuju pada salah satu shelve (daun rak) yang berada pada tingkat tertentu, basanya
shelve yang tingginya antara pinggang dan dada pengunjung, tak heran jika banyak peritel
yang jeli menyiasatinya dengan memajang barang-barang bermargin gemuk (high profit) pada
shelve tersebut.

Display yang mengacu dengan logika-logika konsumen tidak hanya melahirkan nilai
tambah (kemudahan) yang dirasakan langsung oleh konsumen atau pengunjung toko tetapi
juga membantu para peritel dalam hal pengaturan display secara keseluruhan, misal, dalam
mensiasati display produk-produk impulse agar lebih efektif.

d. Syarat Melakukan Penataan Produk

Di samping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankan aktivitas display
(penataan produk), para peritel juga harus memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang
merupakan syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;

Direktorat Pembinaan SMK |2014

106 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

1. Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadi mudah dilihat,
mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus
mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif
apapun akan sia-sia.

2. Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari
potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang
berada di dalam toko, berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak
akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. Barang-
barang
yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. Barang-
barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling
bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera bagi pengunjung (terutama anak-
anak) jika barang tersebut terjatuh.

3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat
memanfaatkan alat alat bantu seperti :
 shelf talker,
 standing poster,
 signage dan
 jenis jenis point of purchase (POP) dan materials yang lain.

Salah satu daya tarik pada toko adalah penataan barang dagangannya. Melalui berbagai
bentuk penyajian barang dagangan pada berbagai model rak display maka menjadikan
suasana toko menjadi semarak, dan menimbulkan daya tarik, yang pada akhirnya dapat
meningkatkan volume penjualan. Uraian tersebut adalah gambaran tentang pentingnya
display. Yang dimaksud display adalah usaha yang dilakukan dalam penataan barang
dagangan ditoko, dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang,
kerapihan dan keindahan dengan tujuan mengarahkan pembeli agar tertarik untuk melihat dan
memutuskan untuk membeli.

Dalam membuat display harus pula memperhatikan pengaturan tempat atau space
manajemen yaitu sistem pengaturan barang dengan mengoptimalkan pemakaian ruangan
yang tersedia sehingga menghasilkan nilai lebih antara lain;
1. Mempercepat perputaran barang
2. Menurunkan biaya gudang melalui pencegahan penumpukan persediaan barang

digudang

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 107

3. Menciptaka daya tarik bagi konsumen

Dengan demikian dalam space manajemen harus merencanakan;
1. POP ( Point of Purchase ) yakni suatu keterangan tentang nama barang,ukuran, harga

dan keterangan lain yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga menarik dan mudah
dilihat pada posisi orang berdiri
2. Pemajangan ( display ) Dalam kegiatan pemajangan perlu memperhatikan;
 Pengelompokan barang/ grouping Pengaturan jumlah barang dalam rak

disesuaikan dengan daya jual barang tersebut
 Memperhatika bentuk, jenis dan komposisi warna kemasan
 Memperhatikan FIFO yaitu pemajangan barang yang memperhatikan tanggal

masuk barang untuk menghindari daluwarsa/expired date
 Menggunakan Price card, yang berisi data pisik barang misalnya nama barang,

kode barang, kode supllier/ pemasok, harga jual, nomor rak, jumlah minimum stock
dan lainnya

e. Teknis Melakukan Display
Selanjutnya secara teknis dalam melakukan penataan barang/display terdapat beberapa

syarat penting yang harus dipenuhi yakni;
1. Rapi dan bersih

Kerapihan dan kebersihan merupakan salah satu faktor yang dapat menarik perhatian
pelanggan untuk mendekat melihat barang sehingga pada akhirnya tertarik untuk
membeli
2. Mudah dicari
Salah satu cara untuk untuk membuat pembeli nyaman dan betah berbelanja adalah
tersedianya berbagai kemudahan- kemudahan. Untuk itu barang yang dipajang di rak
haruslah menurut kelompoknya atau grouping serta petunjuk barang yang umumnya
digantung diatas ( Sign board )
3. Mudah dilihat
Dalam memajang Label barang dan label harga pada Rak pajangan haruslah
menghadap ke depan/ ke luar sehingga pembeli dengan mudah dapat melihat tanpa
menyentuh barang

Direktorat Pembinaan SMK |2014

108 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

4. Mudah dijangkau
Pada umumnya pengunjung toko adalah para wanita yang memiliki tinggi badan antara
150 cm – 160 cm . Untuk itu dalam menata barang haruslah memperhitungkan ketinggian
peralatan display yang disesuaikan dengan tinggi badan agar mudah untuk dijangkau.
Demikian juga untuk barang kebutuhan sehari- hari jangan diletakkan pada tempat yang
tersembunyi

5. Aman
Dalam menata barang harus mempertimbangkan keamanan. Barang yang mudah pecah
misalnya, jangan diletakkan dipinggir karena dapat dengan mudah tersentuk pembeli
yang menyebabkan kecelakaan dan kerusakan barang. Dalam melakukan display jangan
meletakkan makanan berdekatan dengan barang yang mengandung racun

Kelima hal tersebut diatas adalah pertimbangan dasar dalam menata barang dagangan pada
Rak agar memiliki daya tarik bagi pengunjung.

Disamping hal tersebut diatas, dalam pelaksanaan menata barang beberapa hal harus
diperhatikan yakni;
1. Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk, karena hal ini akan mempersulit

pembeli untuk mengambil barang dan tumpukan tersebut dapat jatuh dan
membahayakan pembeli saat memilih barang
2. Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh. Apabila stock
barang tinggal sedikit, maka letakkan sisa barang dan rapatkan pada pojok depan rak
3. Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat, maka jumlah barang
yang didisplay harus lebih banyak dibanding barang yang perputarannya kecil.
4. Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling kecil
diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan pada rak paling
bawah. Contoh; pada rak susun 4, maka kemasan 250 gram diletakkan paling atas, 400
gram dibawahnya, kemasan 750 gram dibawah 400 gram dan kemasan 1 kg berada
pada rak paling bawah
5. Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu penjualan.
6. Untuk memudahkan penglihatan maka Label harga diletakkan pada pandangan kiri
komsumen dan dibawah produk Untuk menata barang- barang Fashion di rak maka cara
menempatkannya mulai dari kiri kekanan yakni dari ukuran kecil, dan ukuran besar
disebelah kanan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 109

Keenam hal tersebut diatas adalah merupakan pertimbangan dasar untuk melakukan display
agar memiliki daya jual tinggi

Dengan demikian dapat dikatakan kegiatan display merupakan upaya untuk menandani toko,
layaknya mendadani seorang gadis. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemilik toko tetapi
dilakukan bersama, yakni toko dan pemilik merek/ produsen, karena keduanya memiliki
kepentingan yang sama. Hasil kerjasama tersebut dapat kita lihat ditoko antara lain;
 Shelf vision yakni Iklan di rak dan di depan produk,
 Cart vision yaitu iklan yang diletakkan di troli/ kereta belanja, w
 All vision, floor vision yakni iklan dilantai.
Dengan demikian hampir semua tempat/ruangan dipergunakan untuk berpromosi berbagai
merek produk dan dari kesemua itu Rak merupakan tempat yang sangat strategis.

Teknologi display yang semakin berkembang yang ditunjang dengan berbagai model rak,

menyebabkan penataan barang menjadi semakin bervariasi dengan upaya tampilan yang

maksimal. Hal ini memacu para produsen dan pemasok untuk memperkenalkan produk dan

mereknya melalui rak-rak display.

Berdasar atas penempatan barang terdapat beberapa jenis display antara lain;

1. Vertikal display ( pemajangan susun tegak )

Yaitu cara display dengan posisi

susunan barang tegak dalam rak.

Untuk pemajangan ini perlu

memperhatikan hal- hal sebagai

berikut;

 Barang yang kecil diletakkan

diatas dan yang besar dibawah
 Barang yang kecil dikiri dan yang

Gambar 2. 4 - Vertikal Display besar dikanan
 Komposisi warna produk harus

diperhatikan agar tampak serasi dan enak dipandang

 Untuk jenis Food ( makanan/ minuman ) umumnya terdapat 3 jenis kemasan yakni

plastik, karton/kotak/doos dan botol atau gelas. Jika produk yang display terdapat 3

Direktorat Pembinaan SMK |2014

110 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

macam kemasan tersebut maka penyusunannya berurutan mulai dari kemasan
plastik diletakkan paling atas, kemudian karton/kotak/doos dan kemasan botol/gelas
 Diletakkan paling bawah
 Jarak antara Rak dalam Gondola harus sama atau semakin keatas semakin kecil
2. Floor display ( pemajangan di lantai)
Adalah model display dimana penataan barang menggunakan lantai dasarnya tanpa
menggunakan rak tertentu. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam floor display antara
lain;
 Tinggi maksimun 100 cm
 Barang adalah sejenis
 Letaknya strategis
 Tidak mengganggu arus barang maupun arus pelanggan
 Menggunakan POP ( Point of Purchase ) yang menarik misalnya berupa tulisan, atau
bisa juga menggunakan SPG (Sales Promotion Girl )
 Diberi alas yang sesuai misalnya Palet
 Luas sekitar 90 cm x 90 cm

Gambar 2. 5 - Floor Display
3. Impulse buying product display (pajangan untuk menggerakkan hati)

Adalah display yang ditempatkan pada posisi yang strategis mudah dijangkau banyak
dilalui pengunjung dengan harapan orang yang lewat tergerak untuk membeli. Display ini

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 111

biasanya berada dekat Kasir. Produsen ataupun pemasok, bila ingin produknya didisplay
pada tempat tersebut harus menyewa mahal

Gambar 2. 6 - Impulse Baying Produk

4. Wall display
Wall display adalah display dimana produk ditata/ditempel didinding. Display ini biasanya
untuk barang- barang fashion seperti pakaian dan kelengkapannya. Salah satu hal yang
harus diperhatikan dalam wall display, yakni barang yang didisplay didinding harus pula
ada di rak. Contoh; Terdapat tiga ukuran baju, S, M dan L dipajang didinding, maka di
rak display pun harus ada ukuran tersebut

Gambar 2. 7 - Wall Display
Direktorat Pembinaan SMK |2014

112 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

5. Merchandise mix display
Yaitu pemajangan untuk menawarkan produk lain yang berhubungan dengan produk
yang baru dibelinya. Pemajangannya dengan menggabungkan dua produk yang saling
berkaitan. Dengan demikian konsumen yang membeli salah satu produk diingatkan untuk
membeli produk lain sebagai pelengkapnya. Misalnya kopi dan creamer. Juga sering
ditemui pada pajangan minuman, pada rak tambahan depannya terdapat Kacang kulit
yang didisplay. Maksud display tersebut mengingatkan kita untuk membeli minuman dan
Kacang kulit sebagai pelengkapnya

Gambar 2. 8 - Merchandise Mix
6. Cut cases display

Adalah model display tanpa gondola, yakni menggunakan kotak/ karton kemasan besar
yang dipotong setengahnya sedemikian rupa dan disusun rapi sehingga produknya
tampak. Display ini cocok untuk makanan atau minuman kaleng

Gambar 2. 9 - Cut Cases Display
Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 113

7. Jumble display
Jumble display adalah display campur aduk. Dalam hal ini produk diletakkan dalam
sebuah tempat terbuka dan pembeli bebas untuk mengaduk aduk barang untuk memilih.

Gambar 2. 10 - Jumble Display

1.3 Rangkuman

Penata produk (display) harus dilengkapi dengan informasi keadaan toko
dan barang yang dijualnya, hal ini dimaksudkan agar calon pembeli lebih
mengenal barang dan semakin besar peminat untuk mengadakan transaksi.
Semakin banyak barang yang ditampilkan, semakin mudah pula calon
pembeli menentukan pilihannya, oleh karena itu display harus disajikan
berdasarkan sudut pandang pembeli.

Adapun tujuan display dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Attention dan interest customer

Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli
dilakukan dengan cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan
sebagainya.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

114 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

2. Desire dan action customer
Desire dan action customer artinya untuk menimbulkan keinginan
memiliki barang-barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah
masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian.

Window display mempunyai beberapa tujuan antara lain :
a. Untuk menarik perhatian konsumen yang lewat.
b. Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah sebagai ciri
khas dari toko tersebut.
c. Memancing perhatian terhadap barang-barang istimewa yang dijual di
toko.
d. Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika).
e. Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.

Hal-Hal yang harus diperhatikan melakukan display :
 Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk,
 Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh.
 Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat,.
 Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling

kecil diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan
pada rak paling bawah.
 Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu
penjualan.
 Untuk menata barang- barang di rak maka cara menempatkannya mulai
dari kiri kekanan yakni dari ukuran kecil, dan ukuran besar disebelah kanan

Display yang mengacu dengan logika-logika konsumen tidak hanya
melahirkan nilai tambah (kemudahan) yang dirasakan langsung oleh
konsumen atau pengunjung toko tetapi juga membantu para peritel dalam
hal pengaturan display secara keseluruhan, misal, dalam mensiasati display
produk-produk impulse agar lebih efektif.

Dalam membuat display harus pula memperhatikan pengaturan tempat
atau space manajemen yaitu sistem pengaturan barang dengan

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 115

mengoptimalkan pemakaian ruangan yang tersedia sehingga menghasilkan
nilai lebih antara lain;
 Mempercepat perputaran barang
 Menurunkan biaya gudang melalui pencegahan penumpukan

persediaan barang digudang
 Menciptaka daya tarik bagi konsumen

Teknis dalam melakukan penataan barang/ display terdapat beberapa
syarat penting yang harus dipenuhi yakni;
 Rapi dan bersih
 Mudah dicari
 Mudah dilihat
 Mudah dijangkau
 Aman

Dalam menjalankan aktivitas display (penataan produk), para peritel juga
harus memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat
dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;
1. Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadi

mudah dilihat, mudah dicari, dan mudah dijangkau.
2. Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi

pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan
bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko, berkaitan
dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan
menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak.
3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif,
para peritel dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti :
 shelf talker,
 standing poster,
 signage dan
 jenis jenis point of purchase (POP) dan materials yang lain.
 Berdasar atas penempatan barang terdapat beberapa jenis display

antara lain;
 Vertikal display (pemajangan susun tegak)

Direktorat Pembinaan SMK |2014

116 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Floor display (pemajangan di lantai)
 Impulse buying product display (pajangan untuk menggerakkan

hati)
 Wall display
 Merchandise mix display
 Cut cases display
 Jumble display

1.4 Tugas

Tugas 1

a. Amati gambar display/penataan produk dan cari informasi tentang tujuan penataan
produk dari sumber-sumber informasi yang lain (buku, internet, kliping, majalah, pelaku
usaha dll), lalu analisa tujuian penantaan produk dari sumber-sumber informasi tersebut,
apakah ada perbedaan dan kesamaan.

b. Dikerjakan masing-masing siswa
c. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
d. Hasilnya dilaporkan secara tertulis
e. Dipresentasikan di depan kelas

Tugas 2

Cari informasi dan amati bahwah Penataan Produk sangat Penting dan Syarat serta Teknis
Melakukan Pentaan Produk juga penting dan harus diterapkan oleh pengelola bisnis ritel
tradisional dan moderen. Carilah informasi tersebut di industri ritel yang terdapat di lokasi
daerah masing-masing.
a. Dikerjakan secara kelompok

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 117

b. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 1 minggu
c. Buatlah laporan Hasil kerja kelompok secara tertulis
d. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan

kelompok lain ikut menanggapi untuk menyempurnakan
e. Guru dan siswa menyimpulkan bersama

1.5 Uji Kompetensi/ Ulangan
a. Jelaskan tujuan penataan produk !
b. Jelaskan tujuan pemajangan barang dagangan !
c. Jelaskan hal-hal penting apa yang dilakukan untuk penataan produk !
d. Jelaskan syarat untuk melakukan penataan produk !
e. Jelaskan display yang mengacu pada logika-logika konsumen
f. Jelaskan teknis melakukan penataan produk !
g. Jelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan display !

1.6 Kunci Jawaban Uji Kompetensi/ Ulangan
a. Adapun tujuan display dapat digolongkan sebagai berikut :
1) Attention dan interest customer
Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli dilakukan dengan
cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya.
2) Desire dan action customer
Desire dan action customer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-
barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian
melakukan pembelian.
b. Pemajangan barang dagangan (display) bertujuan menarik minat konsumen untuk
melihat dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan.
c. Hal-Hal yang harus diperhatikan melakukan display :
 Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk,
 Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh.
 Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat,.
 Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling kecil
diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan pada rak
paling bawah.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

118 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu penjualan.
 Untuk menata barang- barang di rak maka cara menempatkannya mulai dari kiri

kekanan yakni dari ukuran kecil, dan ukuran besar disebelah kanan
d. Syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;

1). Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadi mudah
dilihat, mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak
yang harus mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang
menarik dan seatraktif apapun akan sia-sia.

2). Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko
dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen)
yang berada di dalam toko, berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel
biasanya tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang
rak. Barang-barang yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di
pajang di etalase. Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya
ditempatkan pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera
bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.

3). Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel
dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti :
 shelf talker,
 standing poster,
 signage dan
 jenis jenis point of purchase (POP) dan materials yang lain.

e. Logika-logika konsumen yang diterapkan dalam melakukan display adalah : melahirkan
nilai tambah (kemudahan) yang dirasakan langsung oleh konsumen atau pengunjung
toko tetapi juga membantu para peritel dalam hal pengaturan display secara
keseluruhan, misal, dalam mensiasati display produk-produk impulse agar lebih efektif.

f. Teknis dalam melakukan penataan barang/display terdapat beberapa syarat penting
yang harus dipenuhi yakni;
 Rapi dan bersih
Kerapihan dan kebersihan merupakan salah satu faktor yang dapat menarik
perhatian pelanggan untuk mendekat melihat barang sehingga pada akhirnya
tertarik untuk membeli
 Mudah dicari

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 119

Salah satu cara untuk untuk membuat pembeli nyaman dan betah berbelanja adalah
tersedianya berbagai kemudahan- kemudahan.
 Mudah dilihat
Dalam memajang Label barang dan label harga pada Rak pajangan haruslah
menghadap ke depan/ ke luar sehingga pembeli dengan mudah dapat melihat tanpa
menyentuh barang
 Mudah dijangkau
Pada umumnya pengunjung toko adalah para wanita yang memiliki tinggi badan
antara 150 cm – 160 cm . Untuk itu dalam menata barang haruslah
memperhitungkan ketinggian peralatan display yang disesuaikan dengan tinggi
badan agar mudah untuk dijangkau. Demikian juga untuk barang kebutuhan sehari-
hari jangan diletakkan pada tempat yang tersembunyi
 Aman
Dalam menata barang harus mempertimbangkan keamanan. Barang yang mudah
pecah misalnya, jangan diletakkan dipinggir karena dapat dengan mudah tersentuk
pembeli yang menyebabkan kecelakaan dan kerusakan barang. Dalam melakukan
display jangan meletakkan makanan berdekatan dengan barang yang mengandung
racun

g. Disamping hal tersebut diatas, dalam pelaksanaan menata barang beberapa hal harus
diperhatikan yakni;

 Dalam meletakkan barang di rak jangan ditumpuk, karena hal ini akan mempersulit
pembeli untuk mengambil barang dan tumpukan tersebut dapat jatuh dan
membahayakan pembeli saat memilih barang

 Harus diupayakan stock barang pada Rak display dalam keadaan penuh. Apabila
stock barang tinggal sedikit, maka letakkan sisa barang dan rapatkan pada pojok
depan rak

 Produk dan merek untuk barang- barang yang perputarannya cepat, maka jumlah
barang yang didisplay harus lebih banyak dibanding barang yang perputarannya
kecil.

 Apabila menata produk pada rak susun, maka ukuran kemasan yang paling kecil
diletakkan pada rak atas dan ukuran kemasan paling besar diletakkan pada rak
paling bawah. Contoh; pada rak susun 4, maka kemasan 250 gram diletakkan paling

Direktorat Pembinaan SMK |2014

120 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

atas, 400 gram dibawahnya, kemasan 750 gram dibawah 400 gram dan kemasan 1
kg berada pada rak paling bawah
 Label harga dan informasi barang (ticket) fungsinya untuk membantu penjualan.
 Untuk memudahkan penglihatan maka Label harga diletakkan pada pandangan kiri
komsumen dan dibawah produk Untuk menata barang- barang Fashion di rak maka
cara menempatkannya mulai dari kiri kekanan yakni dari ukuran kecil, dan ukuran
besar disebelah kanan

1.7 Lembar Kerja Siswa

 Buatlah kelompok yang beranggotakan 3 sampai 4 orang
 Berkunjunglah ke perusahaan bisnis ritel tradisional dan moderen yang ada di sekitar

lingkungan kalian
 Carilah informasi di perusahaan industri ritel tersebut, apa tujuan penataan produk bagi

perusahaan, dan teknis apa yang dilakukan dalam penataan produk, serta hal-hal apa
saja yang harus diperhatikan dalam melakukan display produk pada industri ritel yang
ada disekitar lingkungan anda.

Lembar Kerja Siswa

Mata Pelajaran : ………………………………
Materi pokok : ………………………………
Kelas : ………………………………
Semester : ………………………………
Hari/ Tanggal : ………………………………

Nama Kelompok 1. …………………………………………………
Nama Perusahaan 2. …………………………………………………
3. …………………………………………………
4. …………………………………………………
5. …………………………………………………
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 121

Jenis Perusahaan ……………………………………………………...
……………………………………………………...
Alamat Perusahaan ……………………………………………………...
……………………………………………………...
Hasil Kunjungan ke Perusahaan ……………………………………………………...
Bisnis Ritel jelaskan tentang tujuan, ……………………………………………………...
tentang Penataan, hal-hal apa yang ……………………………………………………...
harus diterapkan dalam melakukan ……………………………………………………...
display ……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...
……………………………………………………...

Direktorat Pembinaan SMK |2014

122 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Kegiatan Belajar 2 : Desain Produk

2.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai materi pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu :
a. Menjelaskan pengertian produk
b. Menjelaskan pengerian desain poroduk
c. Menjelaskan proses pembuatan produk
d. Menjelaskan macam barang dan karakteristiknya
e. Mendeskripsikan warna dan merek produk
f. Mennjelaskan pengembangan produk

2.2. Uraian Materi

Produk adalah barang yang dihasilkan dan dijual oleh perusahaan kepada
konsumennya. Perencanaan dan perancangan produk adalah satu set kegiatan yang dimulai
dari timbulnya persepsi bahwa ada kesempatan (opportunity) di pasar, dan berakhir dengan
produksi, penjualan, dan pengiriman produk. Dalam seri tulisan ini, produk yag akan dibahas
akan diberi batasan sebagai berikut : hasil rekayasa (engineered), diskrit, dan mempunyai
bentuk fisik.

a. Pengertian Produk

Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba,
termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan
dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

Menurut defenisi tersebut, konsumen membeli sekumpulan sifat fisik dan kimia sebagai
alat pemuas kebutuhan. Setiap kombinasi dari sifat-sifat tersebut merupakan produk tersendiri
sebab setiaf kombinasi akan memberikan kepuasan yang berbeda-beda. Ada beberapa istilah
yang bersangkut-paut dengan produk dan politik produk, seperti : perencanaan produk,
pengembangan produk dan perdagangan (mercandising)

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 123

Peranan design Produk di Indonesia masih belum dianggap penting, sehingga banyak
produkindonesia kalah bersaing dari produk negara lain yang sudah memanfaatkan desain
produk yang baik. Hal itu terlihat dari banyaknya produk yang merupakan hasil duplikat dari
produk negara lain. Komunitas Industri di Indonesia belum menyadari akan pentingnya desain
dan cenderung untuk mengadopsi desain yang sudah ada dikarenakan terbatasnya
pemahaman dan pengetahuan tekhnis tentang desain. Produk dibuat berdasar pesanan,
didesain dengan jalan mudah dengan meniru produk yang telah ada bahkan lebih memilih
menggunakan desain dari luar negeri dengan membayar royalti dibandingkan
mengembangkan sebuah produk dari desain sendiri.situasi ini menyebabkan produk
Indonesia mengalami kelemahan dibandingkan dengan produk buatan negara lainnya.
Kondisi seperti ini juga tidak membawa pencerahan dalam mempersiapkan pasar bebas pada
masa yang akan datang. Oleh karena itu, inilah saatnya menumbuhkan kesadaran akan
pentingnya desain kepada komunitas industri di Indonesia agar produk Indonesia mempunyai
keunggulan dan kemampuan untuk bersaing dipasar dunia.

Desain berasal dari bahasa inggris yang artinya perancangan, rancang, desain,
bangun,sedangkan merancang artinya mengatur segala sesuatu sebelum bertindak,
mengerjakan atau melakukan sesuatu dan perancangan artinya proses, cara, berbuatan,
perbuatan merancang.
Desain suatu karya yang pada dasarnya lahir dari berbagai pertimbangan pikir, gagasan, rasa,
dan jiwa penciptanya (internal), yang didukung oleh faktor eksternal, hasil penemuan dari
berbagai bidang ilmu, teknologi, ergonomi, lingkungan, sosial, budaya, estetika, ekonomi, dan
politik, serta segala perkembangannya di masa depan.

b. Desain Produk

Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep,
pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep dan
mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan yang lebih
sistematis. Peran seorang desainer produk meliputi berbagai karakteristik manajer
pemasaran, manajer produk, industri dan desain insinyur perancang.

Istilah ini kadang-kadang membingungkan dengan desain industri, yang mendefinisikan
bidang spektrum yang lebih luas kegiatan desain, layanan seperti desain, desain sistem,
desain interaksi serta peran design. Produk perancang menggabungkan seni, ilmu

Direktorat Pembinaan SMK |2014

124 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan barang-barang tiga dimensi. Peran yang
berubah ini telah difasilitasi oleh perangkat digital yang memungkinkan para desainer untuk
berkomunikasi, memvisualisasikan dan menganalisa ide-ide dalam suatu cara yang akan
diambil tenaga kerja lebih besar di masa lalu.

Desainer produk dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membawa
produk dari konsepsi ke pasar. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola proyek
desain, dan subkontrak daerah untuk sektor lain dalam industri desain. Estetika dianggap
penting dalam Desain Produk tapi desainer juga menangani aspek-aspek penting termasuk
teknologi, ergonomi, kegunaan, stres bahan analisis dan rekayasa.

Seperti sebagian besar bidang desain ide untuk desain produk muncul dari suatu
kebutuhan dan memiliki fungsi. Ini mengikuti metode tertentu dan terkadang dapat disebabkan
oleh faktor-faktor yang lebih kompleks seperti asosiasi dan Telesis. Juga digunakan untuk
menggambarkan produk yang kompeten secara teknis perancang atau desainer industri
adalah istilah Industrial Design Engineer. The Cyclone vacuum cleaner penemu James Dyson
misalnya dapat dianggap dalam kategori ini. Beberapa perusahaan atau individu yang memiliki
perasaan yang kuat terutama untuk mengembangkan produk-produk baru daripada yang lain.
Dalam dunia modern ini termasuk teknologi terutama perusahaan-perusahaan seperti iRobot,
Google atau Nokia. Banyak desainer produk aset strategis kepada perusahaan-perusahaan
yang perlu untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam inovasi.

Produk desain adalah suatu gatra dan usaha-usaha untuk menentukan sejenis produk
ayng sesuai dengan keinginan para konsumen. Desain atau gatra adalah merupakan wujud
lahiriah yang tampak mengenai garis (line) bentuk (form) dan warna (colour).
Tiga unsur tersebut yaitu line, form dan colour dari suatu produk perlu dibuat sedemikian rupa,
sehingga akan diperoleh keindahan dan kesesuaian, serta keserasian daripada suatu produk.
Produk desain dihadapkan pada tiga pilihan yaitu :
1. Produknya dapat ditempatkan pada salah satu pasaran.
2. Produknya dapat ditampilkan lebih banyak jenisnya untuk merebut lebih banyak pasaran.
3. Produknya dirancang dan dapat ditempatkan di tengah-tengah pasaran

Harapan yang terbaik bagi perusahaan dalam membuat produk desain adalah dengan
mengadakan produk baru, rancangan baru, ukuran baru, desain baru, fungsi produk dan
atribut khas lainnya. didalam membuat produk baru, maka style (gaya), fashion (model) dan
desain (gatra) sangat berhubungan erat sekali.
Adapun tujuan perusahaan menciptakan produk desain, adalah sebagai berikut :

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 125

 Menciptakan hasil produksi yang sesuai dengan selera konsumen
 Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen
 Menciptakan produk yang mudah pemeliharannya.
Sedangkan produk desain yang diciptakan perusahaan meliputi hal-hal sebagai berikut :
 Bentuk, warna, corak,ukuran,model,jenis,mutu dan lain sebagainya.
 Kuantitas produk
 Kuantitas bahan penolong
 Penelitian tes produk

c. Proses Pembuatan Produk Desain (Gatra Produk)

Adapun proses pembuatan produk desain (gatra produk) adalah sebagai berikut :
1. Faktor teknis

Faktor teknis dapat menentukan :
 Kualitas produk yang diinginkan
 Jumlah produk yang akan diproduser
 Bahan-bahan yang akan dipergunakan
 Struktur produksinya :

- Prosesnya harus berubah-ubah
- Prosesnya harus fleksibel
- Prosesnya harus permanen
2. Faktor ekonomis
Biaya-biaya proses produksi harus seekonomis mungkin atau sehemat-
hematnya.artinya apakah benar produk desain itu disukai oleh para konsumen ? apakah
produk desain itu belum dirancang oleh perusahaan lainnya ? untuk menjawab
petanyaan itu, tersedia
4 (empat) cara pendekatannya yaitu :
 Dengan proses empiris
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru dengan
mengadakan survai tentang keinginan dan kesukaan para konsumen terhadap
produk desain.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

126 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

 Dengan proses intuisi
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru dengan
cara mengandalkan firasat dan falsafat pribadi, tanpa adanya survai dengan
keinginan dan selera terhadap konsumen.

 Dengan proses dialektika
Proses ini, tujuannya menemukan atribut produk desain baru yang mempunyai
nilai tertentu dan yang sudah dikenal oleh para konsumen.

 Dengan proses tata tangga urutan kebutuhan
Proses ini, adalah merupakan ukuran kebutuhan pasaran produk desain baru yang
sudah siap untuk dipasarkan bagi kebutuhan dan keinginan para konsumen.

3. Elemen desain Toko
Ada lima elemen di dalam desain ruang toko/retail yang penting untuk dikelola agar

lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah display, signage, graphics,
merchandising, dan point of sale.
 Display

Sebuah display diharapkan dapat memicu resapan emosional tertentu dalam
sekilas pandang. Display produk yang tertangkap langsung dari arah luar, dapat
membangun kesan pertama yang memancing orang untuk masuk ke toko, merasa
nyaman di dalamnya, dan membeli produk. Untuk itu, display sebaiknya
menghindari penampilan yang berlebihan, melainkan fokus pada item-item produk
seperti item best seller yang diyakini paling memancing keinginan untuk membeli.

Gambar 2. 11 - Contoh Display Produk

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 127

 Signage
Elemen kedua signage. Elemen ini terkait dengan tampilan gambar/ logo, warna,
tulisan, dan pencahayaan. Kita biasa melihatnya sebagai media di bagian luar toko
yang menampilkan nama perusahaan atau brand produk yang dijual di dalam toko
tersebut. Untuk brand besar yang telah memiliki nama, terkadang cukup dengan
penonjolan signage brand-nya yang identik di bagian luar,orang yang melihat pun
akan terpancing masuk ke dalam.

Gambar 2. 12 - Elemen Signage

 Graphichs
Memperhatikan unsur grafis sebagai elemen ketiga sangatlah bermanfaat
tujuannya agar suatu brand lebih mudah dan cepat diingat olehnya, pihak desainer
harus bekerjasama dengan pihak advertising atau desain grafis untuk
menciptakan tampilan grafis di suatu toko sebgai kekuatan visual yang memikat
sekaligus tetap informatif terhadap produk. Penonjolan produk-produk utama
sebagai materi grafis diyakini akan semakin menagaskan daya tarik produk sebagi
fokus setiap shop environment. Untuk menampilkan display yang langsung
berkesan (first impression) dari sisi luar harus diperhatikan desain shop window
(jendela toko) sebagai perantara visualnya. Beberapa ritel memunculkan jendela
yang memperlihatkan secuplik produk sebagai bagian dari isi yang ingin

Direktorat Pembinaan SMK |2014

128 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

dikedepankan, sebagian lagi
malah memunculkan keseluruhan
isi merchandise yang didisplay.

Gambar 2. 13 - Produk Menampilkan Grafis

 Merchandising

Elemen keempat pada desain

ruang toko/retail adalah

merchandising, pengelolaan

barang dagangan, keputusan

retailer untuk menjual barang

tertentu, unik, khusus, atau

bahkan barang umum di dalam

tokonya akan amat berpengaruh

Gambar 2. 14 - Contoh Merchandising pada konsep desain toko. elemen
terakhir, pentingnya keberadaan

sistem point of sale (POS) sebagai satu sistem perangkat teknologi yang

merespons tuntutan praktis dari setiap transaksi. elemen yang berada di area kasir

ini terdiri dari layar monitor, keyboard, scanner, cash drawer, tempat

menggesekkan kartu kredit dan debet, dan lain-lain.

 Point of Sale

Tata interior toko sebagai lingkungan, tidak boleh mendominasi, melainkan Point

of Sale merupakan secara keseluruhan tampil sebagai alat komunikasi informatif

yang melengkapi dan mendukung promosi dan penjualan produk-produk yang

dipajang. di sini, penting menampilkan Point of Sale menjadikan shop environment

yang juga mendidik dan menghibur. apalagi, persepsi berbelanja saat ini lebih

mengarah pada entertainment.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 129

Point Of Sales dan biasa disingkat POS dapat diterjemahkan bebas menjadi
sistem kasir, yaitu aktivitas yang ber-orientasi pada penjualan yang terjadi pada
bidang usaha retail. Mengapa POS ini menjadi terlihat sangat penting? Hal ini
semata-mata karena Point of Sales (POS) merupakan terminal tempat uang
diterima dari pelanggan ke toko retail. Bagi pemilik usaha, uang masuk adalah
indikator yang paling mudah untuk mengukur pendapatan, disebut dengan
OMZET.
Point of Sales (POS) juga menjadi sangat penting karena seiring dengan
berkembangnya usaha, sistem kasir akan dijalankan bukan oleh pemilik, namun
oleh karyawan. Karena itu pemilik wajib tahu apa yang dikerjakan oleh kasir, dan
berapa uang yang didapatkan secara tepat.
Para pengusaha retail lama mungkin telah terbiasa dengan mesin kasir
elektronik atau disebut Cash Register. Cash Register adalah sistem kasir
sederhana yang bisa mengetahui omzet hari ini. Mesin ini juga bisa mengetahui
aktivitas uang masuk oleh masing-masing karyawan kasir, jika dipakai oleh lebih
dari satu orang.
Seiring dengan pesatnya perkembangan komputer, cash register mulai
ditinggalkan dengan alasan sebagai berikut :
 Kapasitas penyimpanan terbatas
 Hanya dapat melakukan transaksi POS sederhana
 Tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya
 Sistem POS terlalu sederhana. Kalaupun ada cash register yang mampu

mendukung sistem stok (persediaan), harganya sangat mahal
dibandingkan komputer
 Tidak dapat di upgrade. Misalnya tidak mendukung sistem Barcode.
Kalaupun ada, harganya juga mahal.
 Biaya maintenance tinggi. Jika terjadi kerusakan modul, spare-part jarang
tersedia dan harganya mahal.

d. Macam Barang dan Karakteristiknya

Sebagaimana diketahui bahwa obyek daripada pasar konsumen adalah barang-
barang dan jasa-jasa. sering barang-barang dan jasa-jasa tersebut disebut sebagai
kumpulan atribut dan sifat kimia yang secara fisik dapat diraba dalam bentuk yang nyata.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

130 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

dalam tinjauan yang lebih mendalam, sebenarnya barang itu tidak hanya meliputi atribut
fisik saja, tetapi juga mencakup sifat-sifat non fisik seperti harga, nama penjual, aturan
pemakaian, nama penjual (perusahaan) tersebut.kombinasi yang berbeda dari unsur itu
akan memberikan kepuasan yang berbeda pula karena kombinasi tersebut merupakan
produk tersendiri.
Dengan demikian pengertian tentang barang, akan lebih tepat didefinisikan dalam
pengertian sempit dan luas oleh para ahli antara lain :
1. Menurut William J. Stanton.

Barang (produk) adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata
(in tangible) di dalamnya sudah tercakup nama, harga, kemasan, prestise, pabrik,
prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin dapat
diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.

2. Menurut Philip Kotler
Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan
perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi
keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi
dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok
dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen membeli tidak hanya sekedar atribut
fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk sesuatu yang dapat
memuaskan kebutuhan dan keinginan.

Jenis dan sfesifikasi produk :
Produk adalah sekumpulan atribut fisik yang nyata (tangibel dan tidak nyata

(intangibel) didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan prestive pabrik,
dan pelayananyang mungkin diterima konsumen sehingga konsumen merasa
puas,pada dasarnya konsumen membeli tidak hanya sekedar kumpulan atribut
fisik saja, tetapi sasarannya mereka membayar sesuatu untuk memuaskan
keinginan, dengan demikian perusahaan yang bijaksana bahwa menjual manfaat
(benefit) produk tidak hanya produk saja (manfaat intinya) tetapi harus merupakan
suatu sistim, dan dalam mengembangkan suatu produk perencana produk harus
membagi produk menjadi tiga tingkatan, yaitu;

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 131

a) Produk inti (core Produkt)
Adalah produk sesungguhnya yang harus dibeli oleh konsumen karena
memiliki manfaat sebenarnya contoh ; Seorang wanita yang membeli lipstik
pada hakekatnya bukanlah membeli seperangkat atribut kimiawi dan fisik iti
sendiri tetapi yang dibelinya adalah; sebuah harapan untuk lebih cantik dan
menarik.

b) Produk berwujud/produk normal
Adalah produk yang ditawarkan secara nyata dan lengkap kepada konsumen
yang terdiri dari pembungkus, nama merk, mutu, corak dan ciri khas dari
produk yang ditawarkan, cntohnya; TV, Radio

c) Produk tambahan(produk yang disempurnakan)
Adalah produk yang ditawarkan yang mencakupi keseluruhan manfaat yang
diterima atau dinikmati Pembeli, contoh; pembelian produk yang memberikan
pemasangan, garansi pengajaran pemakaian diberikan penjual secara paket
(keseluruhan) tanpa dipungut bayaran lagi.

Jenis dan Kualitas Produk
Setiap perusahaan di dalam mengembangkan produknya diharuskan

menentukan dan mempertimbangkan kualitas produk. Dengan adanya kualitas
produk yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan kan membewa perusahaan
kearah kemajuan dan menguntungkan.

Kualitas produk ditentukan oleh daya tarik produk, teknik pembuatannya,
keahlian dalam pembuatannya, bahan-bahan yang baik dan adanya spesifikasi.
Untuk bisa menjamin kualitas produk, maka setiap perusahaan harus
mengadakan pengujian dan pengawasan secara statistik dan inspeksi produk
secara terpadu.

Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas dan standar
produk menlalui pengetesan di laboratorium perusahaan. Dengan perkataan lain
bahwa salah satu faktor yang merupakan ciri di dalam menentukan kualitas produk
adalah adanya gatra dan produk yang bersangkutan. Kualitas produk adalah
merupakan salah satu dari alat utama untuk menentukan atau mencapai posisi
produk yang bersangkutan.

Direktorat Pembinaan SMK |2014

132 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Kualitas menyatakan tingkat kemampuan dari suatu merk atau produk dalam
melaksanakan fungsinya. Kualitas menunjukkan ukuran tahan lamanya produk
yang bersangkutan, dan dapat dipercayainya produk tersebut. Ketetapan produk
mudah dioperasikan dan pemeliharaannya, serta atribut lainnya.
Kebanyakan produk disediakan dalam 4 (empat) kualitas yaitukualitas rendah,
kualitas sedang, kualitas baik dan kualitas tinggi.

Sedangkan menurut pertimbangan tingkat harga yang dapat dijangkau oleh
masyarakat maka strategi kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus
mempertimbangkan konsumen yang dituju dan waktu penggunaan produknya.

Di dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas produk, setiap
perusahaan harus melaksanakan strategi, yaitu :
a). Penyempurnaan kualitas

Penyempurnaan kualitas ditujukan untuk meningkatkan faedah fungsional
produk dan termasuk masalah keawetan produk, kecepatan dan
citarasanya.

b). Penyempurnaan ciri khas produk
Strategi penentu kualitas ini, ditujukan untuk menambah cirri khas produk
tertentu yang dapat meningkatkan keserbagunaan, pendayagunaan,
keselamatan dan kenyamanan pemakainya produk.

c). Perteknikan
Strategi perteknikan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk.
Strategi ini dapat meningkatkan ciri keselamatan cara pemakaiannya produk
yang bersangkutan.

d). Keanekaragaman
Strategi ini dapat digunakan untuk keanekaragaman produk,
pendayagunaan produk untuk kepentingan konsumen

e). Penyempurnaan corak
Strategi ini ditujukan untuk perbaikan corak (style) produk, agar mempunyai
daya tarik estetika yang menarik bagi kepentingan konsumen.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 133

f) Pernayataan kualitas produk
Pernyataan kualitas produk dapat dinyatakan :
 Keterangan produk yang sudah dikenal konsumen misalnya “Prima” dan
“Superior”.
 Menyebutkan istilah, misalnya untuk karet “Smoked sheet” dan untuk
kopra “Molukkeen mixed”.
 Dengan menyebutkan asalnya, misalnya “Timah Bangka”.

Sifat dan Manfaat Produk
Sifat barang merupakan karakter yang melekat pada barang itu sendiri

secara fisik dapat dilihat, setiap penjual harus memahami sifat sifat yang ada pada
barang dagangannya ,karena sangat diperlukan dalam mengatur sirkulasi
penggantian barang baik barang yang dipajang ditoko maupun barang yang ada
dalam persediaan, setiap barang dagangan harus diperlakukan berbeda karena
setiap barang memiliki karakter yang berbeda pula, demikian juga dalam
melakukan klasifikasi harus adanya penempatan dan penataan yang sesuai
dengan sifatnya masing masing untuk menghindari terjadinya dampak dari satu
barang terhadap barang lainnya, selain itu memberikan kemudahan dalam
pemeriksaan dan penggantian setiap barang. Sifat barang dipengaruhi oleh faktor
faktor :
a) Bahan baku yang digunakan pada saat proses produksi
b) Proses pengolahannya
c) Daya tahan barang
d) Cara pemakaian dan pemeliharaan.

Jika dalam proses produksi menggunakan bahan baku bermutu tinggi dan
tepat ukurannya dengan pengolahan yang baik, mungkin akan menghasilkan
barang yang memiliki daya tahan lama, jika dapat menghasilkan barang yang baik
cara pemeliharaannyapun tidak memerlukan waktu dan tenaga yang relatif banyak
atau tidak memerlukan penggantian barang dengan segera, sifat barang
berpengaruh terhadap manfaat barang dalam pola kosumsi dan pola arus barang
ditoko. manfaat barang merupakan faedah yang diberikan suatu barang kepada

Direktorat Pembinaan SMK |2014

134 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

pemiliknya atau kepada yang membutuhkanya. Berdasarkan sifat dan tingkat
konsumsinya, di mana barang dapat dikategorikan/digolongkan menjadi :
a). Barang tahan lama (Durable goods)

Ialah barang berwujud yang biasanya secara normal dapat bertahan dalam
pemakaian berulang kali. Contoh : lemari es, pakaian dan sebagainya.
Barang tahan lama memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi,
menguasai marjin yang lebih tinggi dan memerlukan jaminan-jaminan yang
lebih besar dari penjual

Gambar 2. 15 - Barang Tahan Lama
b). Barang tidak tahan lama (non durable goods)

Ialah barang berwujud yang secara normal dapat dikomsumir sekali atau
beberapa kali contoh : daging, sabun, mengingat barang-barang ini
dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, maka barang tersebut tersedia
diberbagai tempat, menguasai margin yang lebih kecil dan memupuk
kesetiaan pada satu merk.

Gambar 2. 16 - Barang Tidak Tahan Lama

Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 135

c). Barang yang bersifat klasikal
Ialah barang yang digemari dan disukai konsumen sepanjang masa
meskipun ada model dan produk baru, biasanya penggemar model ini
merupakan fanatik terhadap merk barang tertentu karena dapat memberikan
kebanggaan dan kepuasan tertentu misalnya blue jeans merk Levi’s.

Gambar 2. 17 - Barang Bersifat Klasikal

d). Barang yang bersifat kontemporer, sifat barang yang kontemporer
dipengaruhi trend dan kegemaran konsumen, barang semacam ini akan
memberi manfaat ekonomis terhadap penjual jika selalu mengikuti
perkembangan trend yang terjadi dimasyarakat, dan manfaat yuang
diberikan barang kepada konsumen rasa percaya diri, karena mengikuti
trend lingkungannya.

Gambar 2. 18 - Barang Bersifat Kontemporer
Direktorat Pembinaan SMK |2014

136 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

e). Barang yang bersifat Adjustable
Adalah barang yang menyesuaikan dengan mengikuti perubahan iklim, dan
barang semacam ini akan dirasakan manfaatnya jika terjadi perubahan
musim, seperti musim penghujan dan kemarau. misalnya payung.

Gambar 2. 19 - Barang Bersifat Adjustable
f). Barang yang bersifat luxirius

Adalah barang yang sifatnya mewah dan konsumennya dari golongan
tertentu dan toko biasanya menyediakan ruang khusus dengan maksud
untuk mempertahankan karakteristik nya, klasifikasi yang dilakukan toko
biasanya terpisah dan relatif ketat dalam pengawasanya,manfaat yang
dirasakan oleh konsumen adalah kemewahan dan kelas tersendiri karena
memberikan gengsi tersendiri, contohnya berlian, emas

Gambar 2. 20 - Barang Bersifat Luxirius
Direktorat Pembinaan SMK | 2014

PII | Pembelajaran 137

g). Barang yang bersifat Prestisius
Adalah barang yang memberikan kedudukan tersendiri dalam kehidupan
sosial seseorang dan biasanya ditata dan dikelompokan secara eklusif
didalam toko, manfaat yang dirasakan konsumen adalah image tertentu jika
menggunakan barang tersebut misalnya jika menggunakan dasi.

Gambar 2. 21 - Barang Bersifat Prestisus
h). Barang yang bersifat praktis, adalah barang yang penggunaannya tidak

rumit dan berkesan santai, manfaat yang dirasakan konsumen adalah
kemudahan dalam pemakaiannya dan rasa santai dan biasanya digunakan
dalam kegiatan keseharian diluar dinas misalnya memakai T,Shirt, sandal
atau jaket.

Gambar 2. 22 - Barang Bersifat Praktis

Direktorat Pembinaan SMK |2014

138 P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n

Penggolongan Barang Menurut Tujuan Pemakaiannya Oleh Pemakai

Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya ini banyak digunakan
karena sangat praktis. untuk keperluan analisa dan pembahasan selanjutnya kita
akan menggunakan penggolongan yang kedua ini. Menurut tujuan pemakaiannya
barang digolongkan ke dalam dua golongan yaitu :
1. Barang Industri (Industrial Goods) adalah barang yang dibeli untuk diproses

kembali atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi pembeli barang industri ini
adalah perusahaan, lembaga atau organisasi termasuk organisasi nonlaba,
menurut golongannya barang industri dapat dibedakan dalam golongan besar,
yaitu :
 Peralatan besar/utama (Mayor equipment)
 Peralatan ekstra (Minor/ accessory equipment)
 Komponen/barang setengah jadi (Fabricating or component parts)
 Bahan-bahan proses
 Perlengkapan pengerak
 Bahan baku

Ciri-ciri industrial goods
1. Pasarannya sempit sehingga pembeli tidak sebanyak consumer goods
2. Dibeli atas dasar quality dan spesifikasi teknik yang menarik bukan atas

dasar merk atau prestise pembeli biasanya
3. mempunyai integritas yang tinggi.
4. Produsen lebih condong untuk membeli langsung dari penjual atau

producer lainnya.
5. Kontak langsung antara pembeli dan penjual perlu sekali karena hal ini

memungkinkan untuk penjual membantu pembeli untuk membentuk,
mengetahui spesifikasi dan modifikasi yang langsung dibutuhkan.
6. Keputusan untuk membeli tidak dapat langsung diambil karena setiap
keputusan harus diambil dari suatu rapat direksi
7. Harganya relatif tinggi
8. Harus ada after sales service.

Direktorat Pembinaan SMK | 2014


Click to View FlipBook Version