The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

File ini berisikan panduan pembelajaran mapel PBSM untuk kelas XII kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2023/2024.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by november.cheria, 2024-02-16 22:57:50

RPP PBSM KELAS XII

File ini berisikan panduan pembelajaran mapel PBSM untuk kelas XII kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2023/2024.

SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Genap Materi Pokok : Perencanaan Kerja Pertemuan Ke : 8 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.14. Menganalisis perencanaan kerja 4.14. Membuat perencanaan kerja 3.14.1. Menjelaskan perencanan kerja 3.14.2. Menginterpretasikan perencanaan kerja 4.14.1 Mengidentifikasi perencanaan kerja Kunci Kunci C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menjelaskan perencanaan kerja ● Menginterpretasikan perencanaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), ● Mengidentifikasi perencanaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1


D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan pengertian perencanaan kerja ● Menyebutkan cara membuat perencanaan kerja ● Merinci efisiensi dalam pekerjaan Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Perencanaan Kerja Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Pengertian Perencanaan Kerja ● Cara Membuat Perencanaan Kerja ● Efisiensi dalam pekerjaan Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Langkah – langkah mengoperasikan perencanaan kerja ● Prosedur mendemonstrasikan perencanaan kerja E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 202-214, Kontrol Kualitas Kerja, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Stimulus FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2


Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Inti ● ● Guru menampilkan tayangan tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja Identifikasi Masalah ● ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja ● ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengumpulan data ● ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja ● ● Siswa menggali informasi tentang tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja Pembuktian ● ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja ● ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik Kesimpulan ● ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja ● ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja ● ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● ● Siswa menyimpulkan materi tentang Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja Penutup ● ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3


Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu ● ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. REMIDIAL Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4


Kelas/Semester : XII / Genap Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja kerja (KD / Indikator) : 3.14.1. Menjelaskan pengertian perencanaan kerja 3.14.2. menyebutkan cara membuat perencanaan kerja KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN ● Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5


Membuat perencanaan sebelum Anda melaksanakan pekerjaan, akan membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih cepat dan efisien. Ketika membuat perencanaan kerja, Anda dituntut untuk spesifik dan lebih detail menuliskan apa saja yang harus dilakukan. Agar lebih jelas dan terorganisir, Anda patut menuliskannya dengan menggunakan format yang rapih sehingga satu tim kerja Anda akan lebih mudah mengerti. Seperti yang dikutip dari eHow, berikut empat cara membuat perencanaan kerja yang baik. 1. Tentukan Target Tentukan tujuan dari keseluruhan pekerjaan yang akan dilakukan. Anda dapat menuliskannya di komputer atau buku catatan secara terperinci, dengan begitu akan menjadi lebih terorganisir dan rapi. Misalnya, Anda akan melakukan pekerjaan seperti membuat suatu acara, tuliskan terlebih dahulu acara seperti apa yang akan Anda buat. Sehingga nantinya pada saat rapat, tim kerja lainnya dapat membantu Anda untuk menuangkan ide sesuai keinginan. 2. Memilih Pemimpin Tim Kerja yang Tepat Terkadang keputusan dari pemimpin tim kerja tidak dapat dibantah. Hal ini dapat mempersulit Anda dan tim kerja lainnya mencapai tujuan dari rencana kerja yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, jangan sampai Anda dan tim kerja salah memilih pemimpin. 3. Tentukan Tugas, Anggaran dan Waktu Dalam membuat perencanaan kerja, Anda harus menentukan langkah demi langkah dan tugas apa saja yang harus dilakukan dan diselesaikan. Tentukan pula berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana kerja Anda. Perkirakan juga waktu untuk setiap tugasnya agar dapat menjadi acuan untuk dapat diselesaikan dengan cepat. 4. Atur Secara Logis Aturlah tugas untuk masing-masing orang dalam satu tim kerja secara logis. Fokuskan setiap tugas pada orang yang mampu dan memang cocok dengan jenis pekerjaan yang diberikan. Setelah masing-masing sudah mendapatkan tugasnya, hasil dari perencanaan kerja yang sudah dibuat pasti akan terlaksana sesuai tujuan yang ingin dicapai. PERENCANAAN PEKERJAAN Perencanaan pekerjaan adalah bagian integral dan strategi perusahaan dan proses perencanaan SDM. Perencanaan pekerjaan Yaitu suatu perencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat teknis Seperti cara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuanyang lebih tinggi. suatu proses mempersiapkan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Hal-hal yang seringkali dimuat dalam perencanaan ini adalah: Analisa dari pada program perencanaan, (a). Penetapan prosedur kerja, (b). Metode-metode kerja, (c). Tenaga-tenaga pelaksana, (d). Waktu, dan sebagainya. Pengertian Perencanaan Kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6


Perencanaan kerja adalah suatu proses mempersiapkan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Sistematis dalam arti teratur, dan logis dalam arti masuk akal sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan yang dimaksud sudah tentu dalam arti bukan tujuan individual (perorangan) melainkan merupakan tujuan kolektif (ramai-ramai) atau tujuan organisasi (kelompok) yang secara tepat dapat dikatakan sebagai tujuan kantor sesuai dengan pembahasan di dalam buku ini. Perencanaan menghasilkan rencana sebagai bentuk konkritnya. Jadi, perencanaan kerja adalah suatu proses mempersiapkan usaha untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara sistematis dan logis, sampai pekerjaan itu selesai dan membuahkan hasil yang diharapkan bersama. Kongkritnya adalah rencana kerja. Membuat Perencanaan Pekerjaan Untuk menyusun dan melaksanakan perencanaan atau perencanaan kerja, harus dilakukan serangkaian kegiatan konkrit sebagai berikut: ● Mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan. ● Mengumpulkan pemikiran-pemikiran tentang materi yang direncanakan. ● Menentukan tujuan yang hendak dicapai ● Menentukan apa saja yang harus dilakukan berikut urutan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. ● Menentukan fasilitas yang diperlukan. ● Menentukan kapan dan di mana harus dilaksanakan. ● Menentukan oleh siap dan berapa lama harus dilaksanakan. ● Menentukan mengapa dan bagaimana cara melaksanakannya. Keterangan: ● Informasi dan data yang diperlukan adalah informasi dan data yang akan dipakai untuk menyusun rencana dengan tujuan tertentu. ● Pemikiran-pemikiran yang dikumpulkan adalah hasil pemerasan otak untuk menyusun rencana yang bertujuan tertentu dan sedapat mungkin berasal dari dalam kantor (maksudnya adalah orang dalam) ● Tujuan yang dimaksud sudah tentu merupakan tujuan kantor yang harus bermuara pada keberhasilan atau kemajuan kantor. ● Sudah jelas apa yang akan dijalankan berikut urutan pelaksanaan agar supaya tujuan kantor bisa tercapai. ● Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas atau sarana pendukung yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. ● Waktu dan tempat pelaksanaan rencana. ● Orang dan jangka waktu pelaksanaan. ● Alasan apa dan bagaimana caranya untuk melaksanakan rencana. Contoh: Ada pabrik sepatu ingin merencanakan memproduksi sepatu anak yang diperkirakan bisa laku di pasaran sekarang. Untuk menyusun perencanaan kerja tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut. ● Mengumpulkan informasi dan data dari masyarakat dan pertokoan tentang sepatu anak yang lagi laku di pasaran. ● Mengumpulkan pemikiran dan ide dari dalam pabrik tentang sepatu anak yang mau diproduksi. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7


● Menentukan sepatu anak dengan model dan tipe serta harga perkiraan tertentu yang diperkirakan bisa laku di pasaran. ● Menentukan apa-apa saja yang harus dilaksanakan misalnya pemasokan beberapa macam bahan baku berikut urutan kerja yang diperlukan. ● Menentukan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan misalnya mesin-mesin apa saja yang diperlukan. ● Menentukan perkiraan waktu dan tempat memproduksi sepatu yang dimaksud pada tujuan. (misalnya pabrik yang dimiliki lebih dari satu lokasi) ● Menentukan penanggungjawab proyek dan jangka waktu percobaan mulai dari produksi sampai masa aktif percobaan pemasaran untuk dievaluasi (dinilai dan dipertimbangkan) kembali. ● Menentukan alasan hendak memproduksi sepatu yang dimaksud pada tujuan berikut cara pelaksanaan rencana. Langkah-langkah perencanaan Dalam merencanakan perlu melalui beberapa langkah-langkah berikut ini : ▪ Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai dari suatu kegiatan yang akan dilakukan. ▪ Langkah selanjutnya akan melakukan observasi dan penelitian terhadap informasi yang sudah dikumpulkan. Kemudian lakukan analisis dari berbagai informasi tersebut dan juga analisis terhadap hasil kerja masa lalu kalau tersedia. Dari hasil analisis tersebut di atas maka tentukan juga perencanaan alternatif yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. ▪ Identifikasi kondisi lingkungan yang berkaitan dengan pekerjaan, baik kondisi finansial maupun SDM, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dari berbagai kondisi yang ada kemudian pelajari. ▪ Buatlah hubungan di antara semua hal tersebut di atas dan sinergikanlah sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan akan menjadi landasan operasional kerja. ▪ Berdasarkan perbandingan terhadap alternatif yang dipilih, selanjutnya lakukan penilaian apakah sudah sesuai dengan tuntutan yang diinginkan. Kalau memang sudah sesuai maka langkah berikutnya adalah melaksanakan perencanaan. ● Cara menyusun perencanaan juga bisa menggunakan formula 5W+1H, yaitu sebagai berikut: a. W1 (What/Apa) Artinya rencana apa yang akan disusun. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan, misalnya apa tujuan yang akan dicapai. Umpamanya bila tujuan yang akan dicapai adalah mendirikan usaha, maka pertanyaanya adalah apa produk yang laku dijual di pasar atau apa yang dibutuhkan konsumen saat ini. b. W2 (When/Kapan) Maksudnya, kapan suatu rencana dilaksanakan. Untuk melaksanakan suatu rencana perlu disusun jadwal waktu yang tepat dari setiap jenis pekerjaan yang akan dilakukan, umpamanya: 1) Kapan saat yang tepat untuk memulai? Jawaban dari pertanyaan ini akan mengarahkan kepada saat yang tepat untuk memulai suatu usaha dengan berbagai pertimbangan, baik kemampuan yang dimiliki (tempat usaha/modal usaha) maupun kemungkinan persaingan. 2) Kapan saat untuk melakukan promosi? Melakukan promosi juga perlu dipikirkan kapan saat yang tepat sehingga promosi yang dilakukan tidak sia-sia. 3) Kapan saat menyelesaikan pekerjaan? FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8


Waktu saat menyelesaikan setiap pekerjaan perlu ditentukan kapan setiap agar pekerjaan berikutnya tidak terganggu. 4) Kapan saat untuk membeli bahan? Bahan juga dapat mengakibatkan pekerjaan tertunda. Oleh karenanya/penjadwalan kapan saat yang tepat membeli bahan perlu ditetapkan sedemikian rupa agar tidak terjadi penyimpangan dan memperlambat pekerjaan. c. W3 (Where/Dimana) Dengan kata where kita dapat menganalisis aspek-aspek yang dibutuhkan agar perencanaan yang disusun lebih sempurna, umpamanya: ● Di mana lokasi usaha didirikan? Menentukan lokasi usaha diperlukan berbagai informasi/misalnya di mana saingan mendirikan usahanya atau dimana tempat yang strategis untuk mendirikan usaha/agar lebih dekat dengan konsumen. ● Di mana membeli bahan yang dibutuhkan? Tempat membeli bahan dibutuhkan perlu ditentukan/selain dekat dengan lokasi perusahaan/juga harganya murah dibanding tempat lain. ● Di mana promosi dilakukan? Promosi yang dilakukan dapat mencapai sasaran yang dituju apabila promosi yang dilakukan pada tempat yang tepat. ● Di mana pesaing menjual produknya? Tempat pesaing menjual produknya perlu diketahui karena dengan mengetahuinya sangat bermanfaat bagi pemasaran produk. d. W4 (Why/mengapa) Selanjutnya, penyusun rencana harus mengetahui mengapa dibutuhkannya suatu produk tertentu, mengapa membuka usaha tersebut, dan mengapa memilih lokasi di suatu tempat tertentu. e. W5 (Who/siapa) Kata who terkait dengan siapa yang akan melaksanakan rencana tersebut. Seberapa banyak karyawan digunakan untuk mencapai tujuan yang tentu saja harus disesuaikan dengan besarnya pekerjaan yang akan dilaksanakan. f. (How/bagaimana) Pertanyaan tentang bagaimana, sangat membantu bagi penyusunan rencana untuk mengetahui cara menyelesaikan pekerjaan, misalnya bagaimana cara membeli bahan baku, bagaimana cara mengangkut hasil produksi, dan bagaimana menjual hasil produksi. Perencanaan sangat penting bagi perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan adanya perencanaan, tujuan yang hendak dicapai akan diraih dengan cara yang lebih baik, lebih terarah dan efektif. Dengan demikian, perencanaan memiliki beberapa keuntungan, antara lain sebagai berikut. ● Dengan adanya perencanaan perusahaan terhindar dari sikap tergesa-gesa dan pengambilan keputusan secara emosional. Selain itu, perusahaan juga bisa menghindarkan diri dari berbagai kesalahan dan menghemat tenaga serta biaya saat menghadapi ketidakpastian pada masa mendatang. ● Mendorong adanya komunikasi antar individu dan antar berbagai lini agar bisa bekerja sama dalam mengejar target sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. ● Mencerminkan sikap ekonomis karena dalam menentukan target serta biaya yang dikeluarkan, akan disesuaikan dengan sikap hemat, baik hemat biaya maupun SDM. ● Membantu perusahaan agar lebih siap menghadapi berbagai perubahan. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9


● Menjauhi berbagai masalah yang mungkin terjadi pada masa mendatang. ● Menentukan tujuan secara realistis sesuai dengan berbagai perubahan yang mungkin terjadi. Referensi http://sangpujanggakecil.blogspot.com/2014/11/membuat-perencanaanpekerjaan.html Lampiran Instrumen Penilaian A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik seharihari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 3 4 5 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10


• Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.14 Menganalisis perencanaan Kerja XII / 2 ●Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian perencanaan kerja Uraian Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan cara membuat perencanaan kerja Uraian ●Efisiensi dalam pekerjaan Analisis (C4) ●Merinci Efisiensi dalam pekerjaan Uraian Soal Uraian : 1. Jelaskan pengertian perencanaan kerja…? 2. Sebutkan cara membuat perencanaan kerja…? 3. Uraikan Efisiensi dalam pekerjaan…? 4. Untuk menyusun dan melaksanakan perencanaan atau perencanaan kerja, harus dilakukan serangkaian kegiatan konkrit sebutkan dan jelaskan…? Pedoman Penskoran Soal Uraian : FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11


NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawab: Pengertian perencanaan kerja : Perencanaan kerja ialah suatu proses mempersiapkan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Sistematis dalam arti teratur, dan logis dalam arti masuk akal sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan yang dimaksud sudah tentu dalam arti bukan tujuan individual (perorangan) melainkan merupakan tujuan kolektif (ramai-ramai) atau tujuan organisasi (kelompok) yang secara tepat dapat dikatakan sebagai tujuan kantor sesuai dengan pembahasan di dalam buku ini. Perencanaan menghasilkan rencana sebagai bentuk konkritnya. Sumber : http://pengendalian-kualitas.blogspot.com/2013/09/pengertian-pengendalian-kualitas.html SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawab: Cara membuat perencanaan kerja yang baik : 1. Tentukan Target Tentukan tujuan dari keseluruhan pekerjaan yang akan dilakukan. Anda dapat menuliskannya di komputer atau buku catatan secara terperinci, dengan begitu akan menjadi lebih terorganisir dan rapi. Misalnya, Anda akan melakukan pekerjaan seperti membuat suatu acara, tuliskan terlebih dahulu acara seperti apa yang akan Anda buat. Sehingga nantinya pada saat rapat, tim kerja lainnya dapat membantu Anda untuk menuangkan ide sesuai keinginan. 2. Memilih Pemimpin Tim Kerja yang Tepat Terkadang keputusan dari pemimpin tim kerja tidak dapat dibantah. Hal ini dapat mempersulit Anda dan tim kerja lainnya mencapai tujuan dari rencana kerja yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, jangan sampai Anda dan tim kerja salah memilih pemimpin. 3. Tentukan Tugas, Anggaran dan Waktu Dalam membuat perencanaan kerja, Anda harus menentukan langkah demi langkah dan tugas apa saja yang harus dilakukan dan diselesaikan. Tentukan pula berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana kerja Anda. Perkirakan juga waktu untuk setiap tugasnya agar dapat menjadi acuan untuk dapat diselesaikan dengan cepat. 4. Atur Secara Logis Aturlah tugas untuk masing-masing orang dalam satu tim kerja secara logis. Fokuskan setiap tugas pada orang yang mampu dan memang cocok dengan jenis pekerjaan yang diberikan. Setelah masing-masing sudah mendapatkan tugasnya, hasil dari perencanaan kerja yang sudah dibuat pasti akan terlaksana sesuai tujuan yang ingin dicapai.. Sumber : https://wolipop.detik.com/work-and-money/d-1804863/4-cara-membuat-perencanaan-kerja SKOR MAKSIMUM 40 3. Jawab : Efisiensi dalam pekerjaan : Grace Marshall, ahli dunia kerja dan produktivitas, melihat bahwa setiap orang mestinya bisa bekerja lebih efisien. Perkembangan teknologi yang semestinya mendukung pekerjaan, justru menjadi gangguan terbesar. Dia lalu memberikan beberapa gambaran yang bisa jadi masukan buat perubahan. 1. Fokus. Alokasikan waktu sepenuhnya untuk memberi perhatian lebih pada pekerjaan yang dihadapi. Cobalah lebih fokus dan memberikan energi pada satu pekerjaan. 2. Gangguan adalah musuh terbesar. Banyak hal yang kerap mengalihkan perhatian. Entah itu chatting di ponsel, isu terbaru di situs berita, atau obrolan sesama teman di ruang kerja. Kurangi distraksi semacam ini, dan sebisa mungkin jangan sampai terpengaruh. Misalnya dengan mematikan ponsel, social media, atau e-mail yang tak penting. Konsentrasilah pada yang dihadapi sehingga tidak mudah terganggu. 3. Multitasking itu hanya mitos. Jika ada yang bilang setiap orang mestinya bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, anggapan ini hanya mitos. Faktanya seseorang akan bisa fokus dan maksimal mengerjakan satu hal secara bergantian. Jadi tidak usah mencoba memikirkan bisa menuntaskan banyak hal dalam satu waktu. 4. Bikin daftar. Saat di kantor, cobalah bikin daftar tugas yang harus dituntaskan. Baik FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 12


NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pembuatan daftar tugas yang harus dikerjakan ini akan membuat semuanya jadi lebih efisien karena membuat Anda fokus dan siap mental. 5. Jangan menunda-nunda. Sering kali karena menganggap ringan tugas, Anda lantas menunda waktu untuk mengerjakannya. Dua menit lagi, lima menit lagi, dan seterusnya, sampai akhirnya lupa untuk menuntaskan. Alhasil, ada banyak waktu yang terbuang percuma. Cobalah lakukan sekarang, di saat teringat dan sesuai jadwal. 6. Buat pengingat daftar di rumah. Jika ada daftar pekerjaan yang harus tuntas di kantor, kenapa tidak membuat pengingatnya saat Anda berada di rumah? Namun, hal ini sekadar sebagai pengingat, sekaligus membuat data tambahannya. Sekiranya dibutuhkan, Anda jadi tidak perlu susah mencari tahu atau kembali ke kantor. 7. Pintar bikin keputusan. Ada beberapa pekerjaan yang mungkin datangnya mendadak dan menuntut kecerdasan dalam membuat keputusan. Dengan bekerja lebih efisien, akan lebih mudah membuat keputusan, bahkan dalam waktu singkat. 8. Gunakan pengingat waktu. Dalam setiap jenis pekerjaan atau tugas, cobalah membuat pengingat waktu, kapan tugas tersebut bisa dituntaskan. Dengan begini ada konsentrasi yang lebih tercurah, dan Anda mencoba realistis tanpa menunda-nunda. 9. Ruang yang nyaman. Sebagian orang membutuhkan ruang nyaman untuk mengerjakan tugas yang dipunyai. Jadi, kenapa tidak menciptakannya sendiri? Buat diri senyaman mungkin sehingga bisa menuntaskannya dengan segera, dan selesai tepat waktu. 10. Uraikan detail. Jika banyaknya pekerjaan membuat Anda stres, cobalah urai satu per satu. Dengan menjadikannya detail dan tampak mudah, semua pekerjaan tidak tampak berat dan Anda lebih bersemangat menuntaskannya. Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2013/08/14/1604246/10.Cara.Lebih.Efisien.Saat.Bekerja. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawab: Untuk menyusun dan melaksanakan perencanaan atau perencanaan kerja, harus dilakukan serangkaian kegiatan konkrit sebagai berikut: ● Mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan. ● Mengumpulkan pemikiran-pemikiran tentang materi yang direncanakan. ● Menentukan tujuan yang hendak dicapai ● Menentukan apa saja yang harus dilakukan berikut urutan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. ● Menentukan fasilitas yang diperlukan. ● Menentukan kapan dan di mana harus dilaksanakan. ● Menentukan oleh siap dan berapa lama harus dilaksanakan. ● Menentukan mengapa dan bagaimana cara melaksanakannya. Sumber : http://become-teacher.blogspot.com/2015/10/pengertian-perencanaan-kerja.html SKOR MAKSIMUM 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 13


Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 4.14 Membuat perencanaan kerja XII / 2 ● Perencana an Kerja Pengalamiaha n (P3) ●Mengoperasikan perencanaan kerja Praktek No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional tinggi 91 - 100 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional cukup 80 - 90 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan cukup 80 - 90 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 14


No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 15


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2022/2023 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Genap Materi Pokok : Perencanaan Kerja Pertemuan Ke : 9 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.14. Menganalisis perencanaan kerja 4.14. Membuat perencanaan kerja 3.14.3. Menganalisis perencanaan kerja 4.14.1 Membuat perencanaan kerja Kunci Kunci C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menganalisis perencanaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), ● Membuat perencanaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). D. Materi Pembelajaran FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1


Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan pengertian perencanaan kerja ● Menyebutkan cara membuat perencanaan kerja ● Merinci efisiensi dalam pekerjaan Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Perencanaan Kerja Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Pengertian Perencanaan Kerja ● Cara Membuat Perencanaan Kerja ● Efisiensi dalam pekerjaan Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Langkah – langkah mengoperasikan perencanaan kerja ● Prosedur mendemonstrasikan perencanaan kerja E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 202-214, Kontrol Kualitas Kerja, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Stimulus Inti ● ● Guru menampilkan tayangan tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja 25 menit 45 menit ● ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja Identifikasi Masalah ● ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja ● ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengumpulan data ● ● Guru meminta siswa mengali informasi FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2


Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja 25 menit 30 menit ● ● Siswa menggali informasi tentang tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja Pembuktian ● ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja ● ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik Kesimpulan ● ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja ● ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Efisiensi dalam pekerjaan kerja ● ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● ● Siswa menyimpulkan materi tentang Efisiensi dalam pekerjaan kerja Penutup ● ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDI FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3


Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII / Genap Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Efisiensi dalam pekerjaan kerja (KD / Indikator) : 3.14.3. Menganalisis perencanaan kerja KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 4 5 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN EFISIENSI DALAM PEKERJAAN FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4


a. Pengertian Efisiensi Efisiensi berkaitan dengan menghasilkan sesuatu/produksi yang optimal dengan tidak membuang sumber daya dalam proses pengerjaannya. Bekerja dengan efisien adalah bekerja dengan gerakan, usaha, waktu dan tenaga yang sedikit mungkin dengan hasil yang tetap sama. Cara bekerja yang efisien dapat diterapkan oleh semua karyawan untuk semua pekerjaan yang kecil maupun yang besar. Sehingga dapat membantu mempercepat penyelesaian tugas dengan menghemat tenaga, waktu, biaya, bahan dan lainnya. Bila seorang karyawan harus segera menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang singkat, maka karyawan tersebut harus dapat meningkatkan kecepatan dalam bekerja, tetapi harus tetap menjaga mutu hasil kerjanya. Oleh karenanya, karyawan yang tidak efisien akan kekurangan waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan karyawan yang efisien akan kekurangan pekerjaan untuk menghabiskan waktunya. Dengan demikian, efisiensi kerja merupakan pelaksanaan kerja dengan cara tertentu, tanpa mengurangi tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Cara pelaksanaan kerja tersebut merupakan cara termudah untuk mengerjakannya, termurah biayanya, tersingkat waktunya, teringan bebannya dan terpendek jaraknya. Karyawan yang efisien tidak akan mengeluh walaupun banyak yang harus dikerjakannya, tetapi karyawan yang tidak efisien akan mengeluh walopun sedikit yang harus dikerjakannya. Cara kerja yang efisien hendaknya perlu diterapkan secara terus menerus agar jiwa efisiensi dapat dimiliki dan diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan. b. Azas-azas Efisiensi Kerja Untuk menerapkan efisiensi dalam bekerja ini karyawan perlu mengetahui asas-asas efisiensi bagi pekerjaan yaitu sebagai berikut. a) Azas Perencanaan ● Perencanaan berarti menggambarkan suatu tindakan yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Perencanaan ini sangat penting agar efisiensi dapat dilakukan karena tindakan yang akan dilakukan telah direncanakan sebelumnya. b) Azas Penyederhanaan ● Menyederhanakan berarti membuat suatu sistem yang rumit atau pekerjaan yang sukar menjadi lebih mudah atau ringan. 1. Azas penghematan ● Menghemat berarti mencegah pemakaian benda/bahan secara berlebihan sehingga biaya pekerjaan menjadi lebih minim. 2. Azas Penghapusan ● Menghapuskan berarti meniadakan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang dianggap kurang perlu, atau yang tidak berhubungan dengan hasil kerja yang ingin dicapai. 3. Azas Penggabungan ● Menggabungkan berarti menyatukan pekerjaan yang memiliki persamaan kegiatan atau bahan yang mungkin dapat dikerjakan sekaligus dalam satu langkah sehingga dapat menghemat waktu kerja. c. Syarat Efisiensi Kerja Untuk mencapai efisiensi kerja tersebut diperlukan beberapa syarat berikut ini: i. Berhasil guna/efektif Syarat ini menyatakan bahwa kegiatan telah dilaksanakan dengan tepat, dalam tercapai sesuai dengan waktu yang ditetapkan. ii. Ekonomis Syarat ekonomis menyatakan bahwa dalam usaha mencapai sesuatu yang efektif biaya, tenaga kerja, material, peralatan, waktu dan ruangan telah dimanfaatkan dengan tepat. iii. Pelaksanaan Kerja yang dapat dipertanggungjawabkan Syarat ini untuk membuktikan bahwa dalam pelaksanaan kerja sumber-sumber yang ada telah dimanfaatkan dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5


iv. Pembagian Kerja yang Nyata Manusia mempunyai kemampuan yang terbatas sehingga tidak mungkin mengerjakan segala macam pekerjaan dengan baik. Hendaknya ada pembagian kerja yang nyata berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia. v. Rasionalisasi Wewenang dan Tanggung jawab Wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab seseorang, artinya jangan sampai terjadi seseorang mempunyai wewenang yang lebih besar dari tanggung jawabnya, atau sebaliknya jangan sampai terjadi lebih kecil tanggung jawabnya. vi. Prosedur Kerja yang Praktis Artinya bahwa pelaksanaan kerja harus merupakan kegiatan operasional yang dapat dilaksanakan dengan lancar, dapat dipertanggungjawabkan serta pelayanan kerja memuaskan. d. Sumber Efisiensi kerja Sumber efisiensi kerja adalah manusia karena dengan alat pikiran dan pengetahuan yang ada, manusia mampu menciptakan cara kerja yang efisien. Sumber efisiensi kerja yang melekat pada manusia adalah kesadaran, keahlian dan disiplin. i. Kesadaran Kesadaran terhadap arti dan makna efisiensi sangat membantu usaha ke arah efisiensi kerja. Kesadaran mendorong seseorang berkeinginan membangkitkan kehendak guna melakukan sesuatu. Efisiensi kerja erat kaitannya dengan tingkah laku dan sikap hidup seseorang. Artinya bahwa tingkah laku dan sikap hidup seseorang dapat mengarah kepada perbutan yang efisien atau sebaliknya. Oleh karena itu, penerapan efisiensi kerja tidak dapat diharapkan timbul ketika pada seseorang, melainkan merupakan hasil dari proses yang panjang. Kesadaran sebagai salah satu sumber efisiensi perlu secara terus-menerus dipupuk agar usaha dapat berhasil tanpa pemborosan tenaga, biaya dan waktu. ii. Keahlian Suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ahli hasilnya akan lebih baik dan lebih cepat daripada apabila pekerjaan tersebut dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya. Unsur keahlian dalam efisiensi kerja melekat pada manusia, sama halnya dengan unsur kesadaran. Keahlian manusia di bidang tertentu perlu ditunjang denga peralatan, agar efisiensi kerja yang akan dicapai dapat lebih tinggi daripada tanpa menggunakan alat. Sebab keahlian tanpa ditunjang oleh fasilitas yang memadai tidak mungkin diterapkan untuk dapat menghasilkan yang terbaik. Tetapi keahlian itu sendiri sudah merupakan jaminan akan didapatkannya hasil yang efisien. Masalah keahlian di dalam suatu kegiatan/pekerjaan dewasa ini, telah berkembang sehingga menrut adanya keahlian untuk masing-masing bidang pekerjaan. Perkembangan pekerjaan yang menjurus ke arah spesialisasi mensyaratkan adanya tenaga ahli. Semakin banyak spesialisasi diciptakan dan semakin banyak pula keahlian yang diperlukan sesuai tuntutan yang ada. Seorang pakar dalam bidang tertentu, akan mampu memperkirakan dengan tepat kerusakan pada sebuah mesin hanya karena mendengar suara mesinnya, tetapi seorang yang bukan pakarnya tidak dapat memperkirakan tanpa membongkar lebih dahulu mesin tersebut. Dari contoh tersebut, dapat kita lihat perbedaan dalam efisiensi kerja. Sehubungan dengan hal tersebut maka faktor yang sangat erat hubungannya dengan keahlian adalah penempatan orang yang tepat pada suatu pekerjaan. iii. Disiplin Disiplin erat hubungannya dengan kesadaran, sebab disiplin timbul dari kesadaran. Kesadaran belum memerlukan waktu lama dan agak sulit dilaksanakan, tetapi disiplin dapat ditumbuhkan dalam waktu yang singkat dan pada awalnya dapat dipaksakan dengan suatu aturan. Di tempat kerja terdapat berbagai aturan yang menuntut adanya disiplin pegawai dengan berbagai sanksinya. Usaha untuk menciptakan disiplin pada organisasi antara lain dilakukan melalui penyebaran tugas dan wewenang yang jelas, tata cara atau tata kerja (prosedur) yang sederhana tetapi FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6


memadai yang dapat diketahui dan dipahami oleh tiap karyawan sehingga mereka bisa melaksanakan disiplin tersebut. Upaya lain yang perlu dilaksanakan adalah menciptakan keseimbangan antara kepentingan organisasi dengan kepentingan pribadi karyawan. Untuk dapat menciptakan keseimbangan kepentingan tersebut, banyak hal yang perlu diperhatikan, misalnya gaji/pendapatan, penghargaan, pendidikan dan latihan, fasilitas, rekreasi, dan hal-hal yang menyangkut segi kemanusiaan karyawan. Apabila upaya tersebut dapat diwujudkan dengan baik, maka disiplin organisasi dapat ditegakkan dan dipelihara sehingga semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Referensi http://sangpujanggakecil.blogspot.com/2014/11/membuat-perencanaan-pekerjaan.html Lampiran Instrumen Penilaian A. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1- 4 1 2 3 4 5 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7


• Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda Jenjang Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kurikulum : 2013 Kelas : XII Bentuk Soal : Pilihan Ganda KD Kompeten si Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.14 Menganali sis perencanaa n Kerja XII / 2 ●Pengertian Perencanaan Kerja dan Cara Membuat Perencanaan Kerja Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian perencanaan kerja PG Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan cara membuat perencanaan kerja PG ●Efisiensi dalam pekerjaan Analisis (C4) ●Merinci Efisiensi dalam pekerjaan PG Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d dan e, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Kata manajemen berasal dari “manage” dari bahasa ... yaitu ... A. Italia, Maneggio B. Latin, Maneggio C. Inggris, Management D. Italia, Maneggiare E. Sanskerta, Maneggio 2. Manajemen adalah ..... A. Ilmu perencanaan, pengaturan dan pelaksanaan hubungan antar manusia dengan organisasi. B. Ilmu dan seni tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang tak terbatas. C. Ilmu untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dalam rangka pemenuhan kabutuhan organisasi untuk mencapai tujuan misi dan visi perusahaan. D. Ilmu dan seni dalam memimpin orang atau sumber daya manusia. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8


E. IImu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. 3. Fungsi manajemen menurut Henry Fayol adalah ... A. Planning, Staffing, Reporting, Budgeting, Coordinating, Organizing, Directing B. Planning, Actuating, Organizing, Controlling C. Planning, Organizing, Conditioning, Motivating, Controlling D. Planning, Organizing, Coordinating, Comanding, dan Controlling E. Planning, Staffing, Directing, Organizing, Controlling 4. Salah satu tugas Manajemen puncak yaitu ... A. Bertanggung jawab pada lower management. B. Menetapkan kebijakan operasional C. Melakukan semua pekerjaan tingkat operasional. D. Mengawasi pada pekerja. E. Bertanggung jawab pada Middle Management. 5. Aliran manajemen yang pemikirannya fokus pada usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan adalah aliran ... A. analisis system B. klasik C. perilaku D. Manajemen mutu E. manajemen ilmiah 6. Jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer yaitu ... A. perencanaan, organisasi, dan evaluasi B. formal, informal, dan teksnis C. formal, konseptual, dan teknis D. teknis, formal, dan manajerial E. kemanusian, konseptual, dan teknis 7. Studi ilmu manajemen sangat perlukan semua organisasi karena berbagai alasan berikut, kecuali ... A. Memperlancar tugas sehari-hari B. Mencapai tujuan organisasi C. Mencapai efisiensi organisasi D. Menghilangkan potensi konflik dalam organisasi E. Mencapai efektifitas organisasi 8. Ibu Ayuningtyas mempunyai keahlian dalam merencananakan bentuk kemasan semua produk. Hal tersebut menyebabkan tampilan produk sangat menarik sehingga meningkatkan penjualan produk. Beliau adalah orang yang tepat melakukan aktivitas manajemen di bidang ... A. Perkantoran B. Produksi atau Operasional C. Personalia D. Keuangan E. Pemasaran 9. Berikut ini yang tidak termasuk fungsi manajemen menurut G.R. Terry yaitu ... A. Controlling B. Planning C. Actuating D. Organizing E. Directing 10. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi untuk memotivasi karyawan supaya bekerja keras sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan suasana kerja yang nyaman termasuk dalam fungsi manajemen ... A. Controlling B. Planning C. Actuating D. Organizing E. Directing Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 10 2 Jawaban : E 10 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9


NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 3 Jawaban : D 10 4 Jawaban : B 10 5 Jawaban : D 10 6 Jawaban : D 10 7 Jawaban : D 10 8 Jawaban : B 10 9 Jawaban : E 10 10 Jawaban : C 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetens i Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 4.14 Membuat perencanaa n kerja XII / 2 ● Perencan aan Kerja Pengalamiah an (P3) ●Membuat perencanaan kerja Praktek No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional tinggi 91 - 100 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional cukup 80 - 90 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan cukup 80 - 90 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10


No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Genap Materi Pokok : Kerusakan Awal Sistem Kendaraan Pertemuan Ke : 10 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.15. Mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan 4.15. Menganalisis kerusakan awal pada system kendaraan 3.15.1. Menjelaskan kerusakan awal pada system kendaraan 3.15.2. Mengurutkan kerusakan awal pada system kendaraan 4.15.1. Menunjukkan kerusakan awal pada system kendaraan Kunci Kunci C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menjelaskan kerusakan awal pada system kendaraan ● Mengurutkan kerusakan awal pada system kendaraan Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat ● Menunjukkan kerusakan awal pada system kendaraan Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1


mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan kategori permasalahan ● Menyebutkan aktivitas pemecahan masalah ● Merinci akuisisi pengetahuan ● Menganalisis Representasi Pengetahuan Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Diagnosis awal kerusakan pada sistem kendaraan Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Kategori Permasalahan ● Aktivitas Pemecahan Masalah ● Akuisisi Pengetahuan ● Representasi Pengetahuan ● Inferensi Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Langkah – langkah Mengidentifikasi awal kerusakan pada sistem kendaraan ● Prosedur mengumpulkan data pijakan dasar agar usaha tidak merugi. E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 220-236, Kerusakan system kendaraan, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2


Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Stimulus Inti ● ● Guru menampilkan tayangan tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja Identifikasi Masalah ● ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja ● ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengumpulan data ● ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja ● ● Siswa menggali informasi tentang tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja Pembuktian ● ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja ● ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik Kesimpulan ● ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja ● ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja ● ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● ● Siswa menyimpulkan materi tentang Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja Penutup ● ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3


● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDI Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII / Genap Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Kategori Permasalahan dan Aktifitas Pemecahan Masalah kerja (KD / Indikator) : 3.15.1. Menjelaskan kerusakan awal pada system kendaraan 3.15.2. Mengurutkan kerusakan awal pada system kendaraan KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN ● Kategori Permasalahan dan Aktivitas Pemecahan Masalah FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4


Kategori Permasalahan 1. Interpretasi Yaitu sistem pakar yang digunakan untuk menganalisa data yang tidak lengkap, tidak teratur dan data yang kontradiktif Interpretasi macam-macam gejala atau kerusakan pada kendaraan sepeda motor : ● Mesin cepat panas, Busi mudah mati, keluar asap putih pada knalpot, suara kasar pada kepala silinder ● Mesin tersendat-sendat saat jalan, percikan busi berwarna merah kecil, busi mudah mati ● Mesin tidak stasioner(gas tidak tetap, kadang kecil kadang besar), keluar asap hitam pada knalpot ● Tampilan lampu ornamen/background mati, tampilan gigi transmisi mati,sensor bensin mati, jarum speedor meter tidak jalan, odometer tidak jalan ● Tenaga yang dihasilkan lemah, mesin tersendat-sendat saat jalan, suara gemeretak pada rantai terutama pada suhu dingin ● Suara kasar saat memasukkan gigi transmisi, susah memasukkan gigi transmisi ● Suara kasar pada dynamo starter, dynamo starter panas ● Mesin cepat panas, timbul hentakan saat pemindahan gigi, sering los ketika memasukkan gigi transmisi 2. Prediksi Digunakan untuk Memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu. Prediksi jenis kerusakan pada sepeda motor berdasarkan gejalanya : ● Mesin cepat panas, Busi mudah mati, keluar asap putih pada knalpot, suara kasar pada kepala silinder : Kerusakan pada piston ● Mesin tersendat-sendat saat jalan, percikan busi berwarna merah kecil, busi mudah mati : Kerusakan pada digital CDI ● Mesin tidak stasioner(gas tidak tetap, kadang kecil kadang besar), keluar asap hitam pada knalpot : Kerusakan pada Klep ● Tampilan lampu ornamen/background mati, tampilan gigi transmisi mati,sensor bensin mati, jarum speedor meter tidak jalan, odometer tidak jalan : Kerusakan pada digital speedometer ● Tenaga yang dihasilkan lemah, mesin tersendat-sendat saat jalan, suara gemeretak pada rantai terutama pada suhu dingin : Kerusakan pada Rantai mesin ● Suara kasar saat memasukkan gigi transmisi, susah memasukkan gigi transmisi: Kerusakan pada Rotary transmisi ● Suara kasar pada dynamo starter, dynamo starter panas : Kerusakan pada electric starter ● Mesin cepat panas, timbul hentakan saat pemindahan gigi, sering los ketika memasukkan gigi transmisi : Kerusakan pada rem kopling 3. Diagnosa Untuk menentukan sebab masalah atau kerusakan yang terjadi yang didasarkan pada gejalagejala yang teramati. Sistem akan mendiagnosa jenis kerusakan sepeda motor berdasarkan kode dan gejalanya 4. Perencanaan Merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu. Misalnya Menganalisis data yang diperlukan, Menganalisa gejala kemudian menentukan jenis kerusakannya, Menganalisa metode inferensi yang digunakan, kaidah produksi, dan penelusuran gejala dan kerusakan 5. Monitoring/Pengawasan Membandingkan tingkah laku suatu sistem yang teramati dengan tingkah laku yang diharapkan darinya. Sistem pakar diagnosa kerusakan kendaraan sepeda motor ini diharapkan dapat melakukan diagnosa kerusakan sepeda motor dengan tepat, dibandingkan dengan harus membawa motor tersebut ke bengkel hanya untuk mengetahui kerusakan yang terjadi. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5


6. Pengajaran Membantu dalam proses mendiagnosa penyebab terjadinya kerusakan sepeda motor, kemudian memberikan cara untuk memperbaiki kerusakan sepeda motor tersebut 7. Kontrol Mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks seperti kontrol terhadap interpretasiinterpretasi, prediksi, perbaikan, dan monitoring kelakuan sistem. Mendiagnosis / mengontrol segala kemungkinan terjadinya kerusakan pada sistem Aktivitas Pemecahan Masalah 1. Pembuat Keputusan/ Decision Making Menentukan jenis kerusakan sepeda motor berdasarkan gejala-gejala yang ada kemudian diimplementasikan ke dalam tabel keputusan. 2. Pemaduan Pengetahuan/ Knowledge Fusing Hasil diagnosa yang didapatkan berdasarkan kemampuan dari seorang pakar 3. Pembuatan Desain / Designing Sistem pakar ini didesain untuk masyarakat umum, khususnya bagi para pengendara sepeda motor yang masih awam tentang kerusakan sepeda motor sehingga dapat membantu masyarakat umum dalam mendiagnosa kerusakan sepeda motor yang terjadi 4. Perencanaan /Planning Sistem pakar yang akan dibangun melalui beberapa tahapan dengan cara membuat analisis pengetahuan yang meliputi komponen mesin secara umum. Setelah mengetahui knowledge base dari materi yang dipelajari kemudian dibuat problem space. Dari problem space yang telah dibuat kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk aplikasi yang akan memberikan pertanyaan berdasarkan problem space yang dibuat dan user pengguna aplikasi tinggal memberikan jawaban atas pernyataan yang diberikan. Sistem akan menampung hasil dari jawaban user yang kemudian dengan menggunakan algoritma tertentu maka terdapatlah suatu kondisi-kondisi yang terjadi. Sistem akan memberikan konklusi atas pernyataan yang dijawab oleh user. 5. Pelatihan / Tutoring Melakukan pelatihan-pelatihan terhadap pemakai/user sistem, sehingga jika terjadi kerusakan pada sepeda motor user tersebut dapat mendiagnosa kerusakannya sendiri berdasarkan gejalagejala yang ada.. Referensi http://sueryani.blogspot.com/2012/12/sistem-pakar-diagnosa-kerusakan-sepeda.html Lampiran Instrumen Penilaian A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik seharihari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 3 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6


• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7


Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.15 Mendiagnos is awal kerusakan pada system kendaraan XII / 2 ●Kategori Permasalahan dan Aktivitas Pemecahan Masalah Pemahaman (C2) ●Menjelaskan kategori permasalahan Uraian Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan aktivitas pemecahan masalah Uraian ●Akuisisi Pengetahuan , Representasi Pengetahuan dan Inferensi Analisis (C4) ●Merinci Akuisisi Pengetahuan , Representasi Pengetahuan dan Inferensi Uraian Soal Uraian : 1. Jelaskan kategori permasalahan kerusakan pada system kendaraan …? 2. Sebutkan aktivitas pemecahan masalah kerusakan pada system kendaraan…? 3. Uraikan apa yang dimaksud dengan akuisisi pengetahuan…? 4. Analisia anda tentang Representasi Pengetahuan…? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawab: Permasalahan kerusakan pada system kendaraan : Beragam masalah bisa terjadi pada panel instrumen motor, secara ciri bisa dikenali. Masa pakai dan kebiasaan pengguna adalah faktor utama yang mengakibatkan kerusakan pada panel instrumen sepeda motor. Karena penyebabnya beragam, efek atau bentuk kerusakan yang bisa terjadi pada panel instrumen juga bervariasi. Nah apa saja sih jenis kerusakan yang ditemui pada panel instrumen digital? LCD Rusak atau Putus Kerusakan pada bagian ini bisa terlihat langsung dengan ciri tulisan berupa huruf atau angka menjadi tidak terbaca atau putus. “Penyebab hal tersebut adalah meresapnya air ke dalam instrumen panel akibat keretakan pada mika atau karet tombol. Masih bisa diperbaiki dan tergolong ringan, Prosesor atau Regulator Rusak Tanda rusaknya komponen prosesor atau PCB korslet adalah panel instrumen mati total atau berfungsi sebagian. “Seperti halnya bagian kelistrikan, penyebabnya adalah air yang masuk dan menggenang membuat korslet serta karat,” lengkapnya. Rusak pada regulator bisa diperbaiki, sedangkan prosesor rusak perlu mengganti papan PCB secara utuh sehingga masuk kategori rusak berat. Sunburn atau Terbakar Kerusakan ini pada umumnya terjadi pada motor yang dilengkapi dengan panel instrumen berupa layar LCD penuh. “Karena ukuran layarnya yang besar, timbul efek gosong akibat terjemur sinar Matahari langsung dan hilang semua tampilannya,” jelas Sugiarto. Solusinya bisa dengan mengganti lapisan polarize LCD dan dicetak ulang sehingga berfungsi kembali layaknya baru. Sumber : https://www.gridoto.com/read/221261940/beragam-masalah-pada-instrumen-motor-kenalicirinya?page=all FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8


NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawab: Aktivitas pemecahan masalah kerusakan pada system kendaraan : 1. Pembuat Keputusan/ Decision Making Menentukan jenis kerusakan sepeda motor berdasarkan gejala-gejala yang ada kemudian diimplementasikan ke dalam tabel keputusan. 2. Pemaduan Pengetahuan/ Knowledge Fusing Hasil diagnosa yang didapatkan berdasarkan kemampuan dari seorang pakar 3. Pembuatan Desain / Designing Sistem pakar ini didesain untuk masyarakat umum, khususnya bagi para pengendara sepeda motor yang masih awam tentang kerusakan sepeda motor sehingga dapat membantu masyarakat umum dalam mendiagnosa kerusakan sepeda motor yang terjadi 4. Perencanaan /Planning Sistem pakar yang akan dibangun melalui beberapa tahapan dengan cara membuat analisis pengetahuan yang meliputi komponen mesin secara umum. Setelah mengetahui knowledge base dari materi yang dipelajari kemudian dibuat problem space. Dari problem space yang telah dibuat kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk aplikasi yang akan memberikan pertanyaan berdasarkan problem space yang dibuat dan user pengguna aplikasi tinggal memberikan jawaban atas pernyataan yang diberikan. Sistem akan menampung hasil dari jawaban user yang kemudian dengan menggunakan algoritma tertentu maka terdapatlah suatu kondisi-kondisi yang terjadi. Sistem akan memberikan konklusi atas pernyataan yang dijawab oleh user. 5. Pelatihan / Tutoring Melakukan pelatihan-pelatihan terhadap pemakai/user sistem, sehingga jika terjadi kerusakan pada sepeda motor user tersebut dapat mendiagnosa kerusakannya sendiri berdasarkan gejala-gejala yang ada. Sumber : http://sueryani.blogspot.com/2012/12/sistem-pakar-diagnosa-kerusakan-sepeda.html SKOR MAKSIMUM 40 3. Jawab : Akuisisi Pengetahuan : Akuisisi Pengetahuan adalah proses ekstraksi, strukturisasi, dan mengorganisasikan pengetahuan dari satu sumber atau lebih. • Proses ini merupakan suatu proses yang penting, namun seringkali menjadi “bottleneck” yang membatasi pengembangan sistem pakar dan sistem AI yang lain Sumber : http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/4_Akuisisi_Pengetahuan.pdf. SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawab: Representasi Pengetahuan : Representasi Pengetahuan (Knowledge Representation) dimaksudkan untuk menangkap sifat sifat penting masalah dan membuat infomasi dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah. Bahasa representasi harus dapat membuat seorang programmer mampu mengekspresikan pengetahuan untuk mendapatkan solusi suatu masalah. Secara singkat Mylopoulos dan Levesque mengklasifikasikan susunan atau pola representasi menjadi empat katagori : 1. Representasi Logika - Representasi ini menggunakan ekspresi-ekspresi dalam logika formal untuk merepresentasikan basis pengetahuan. 2. Representasi Prosedural - Menggambarkan pengetahuan sebagai sekumpulan instruksi untuk memecahkan suatu masalah. Dalam sistem yang berbasis aturan, aturan if-then dapat ditafsirkan sebagai sebuah prosedur untuk mencapai tujuan pemecahan masalah. 3. Representasi Network - Menangkap pengetahuan sebagai sebuah graf dimana simpulsimpulnya menggambarkan obyek atau konsep dalam masalah yang dihadapi, sedangkan lengkungan-lengkungannya menggambarkan hubungan atau asosiasi antar mereka. Contohnya adalah jaringan semantik. Sumber : https://docplayer.info/45300358-Representasi-pengetahuan.html SKOR MAKSIMUM 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9


C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No So al 4.15 Menganalisis awal kerusakan pada sistem kendaraan XII / 2 ● Diagnosis awal kerusakan pada system kendaraan Memanipulasi (P2) ●Mengidentifikas i-kan awal kerusakan pada sistem kendaraan Penugasa n No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional tinggi 91 - 100 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional cukup 80 - 90 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan cukup 80 - 90 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10


No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11


SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Genap Materi Pokok : Kerusakan Awal Sistem Kendaraan Pertemuan Ke : 11 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.15. Mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan 4.15. Menganalisis kerusakan awal pada system kendaraan 3.15.3. Mendeteksi kerusakan awal pada system kendaraan 4.15.1. Menduga kerusakan awal pada system kendaraan Kunci Kunci C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Mendeteksi kerusakan awal pada system kendaraan Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, ● Menduga kerusakan awal pada system kendaraan Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1


menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Merinci akuisisi pengetahuan ● Menganalisis Representasi Pengetahuan Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Diagnosis awal kerusakan pada sistem kendaraan Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Akuisisi Pengetahuan ● Representasi Pengetahuan ● Inferensi Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Prosedur mengumpulkan data pijakan dasar agar usaha tidak merugi. E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 220-236, Kerusakan system kendaraan, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelaja ran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Stimulus Inti ● ● Guru menampilkan tayangan tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan 25 menit FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2


Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelaja ran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu inferensi 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi Identifikasi Masalah ● ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi ● ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengumpulan data ● ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi ● ● Siswa menggali informasi tentang tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi Pembuktian ● ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi ● ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik Kesimpulan ● ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi ● ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi ● ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● ● Siswa menyimpulkan materi tentang Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi Penutup ● ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3


● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDI Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII / Genap Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan dan inferensi (KD / Indikator) : 3.15.3. Mendeteksi kerusakan awal pada system kendaraan KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 4 5 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4


● Akuisisi Pengetahuan , Representasi Pengetahuan dan Inferensi AKUISISI PENGETAHUAN Data yang dibutuhkan ● Data penyebab kerusakan ● Data ciri-ciri kerusakan sampai pada solusinya ● Data Jenis kerusakan pada kendaraan sepeda motor ● Data rule ● Data fakta yg terjadi di lapangan Pakar ke pembangun sistem Proses perolehan data berasal dari seorang mekanis mesin dalam pembangunan sistem Literatur ke Pembangun sistem Proses perolehan data-data dalam pembangunan sistem berasal dari literature yang ada di perpustakaan dan diambil dari internet. REPRESENTASI PENGETAHUAN 1. Rules a) Rule 1 ● If Motor susah dihidupkan baik dengan electric starter ataupun secara manual ● And Tenaga yang dihasilkan lemah ● And Mesin cepat panas ● And Busi mudah mati ● And Keluar asap putih pada knalpot ● And Suara kasar pada kepala silinder ● And Oli cepat habis ● Then Kerusakan pada Piston b) Rule 2 ● If Motor susah dihidupkan baik dengan electric starter ataupun secara manual ● And Tenaga yang dihasilkan lemah ● And Mesin tersendat-sendat saat jalan ● And Percikan busi berwarna merah kecil ● And Busi mudah mati ● Then Kerusakan pada Digital CDI c) Rule 3 ● If Motor susah dihidupkan baik dengan electric starter ataupun secara manual ● And Mesin tidak stasioner(gas tidak tetap, kadang kecil kadang besar) ● And Keluar asap hitam pada knalpot ● And Bahan bakar boros ● And Oli cepat habis ● Then Kerusakan pada Klep d) Rule 4 ● If Saat dihidupkan tampilan lampu ornament/background mati ● And Saat dihidupkan tampilan lampu gigi tranmisi mati ● And Sensor bensin mati ● And Jarum speedometer tidak jalan ● And Odometer tidak jalan ● Then Kerusakan pada Digital Speedometer e) Rule 5 ● If Tenaga yang dihasilkan lemah ● And Mesin tersendat-sendat saat jalan FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5


● And Suara gemeretak pada rantai terutama pada suhu dingin ● Then Kerusakan pada Rantai Mesin f) Rule 6 ● If Mesin tersendat-sendat saat jalan ● And Suara kasar saat memasukkan gigi transmisi ● And Susah memasukkan gigi transmisi ● Then Kerusakan pada Rotary Transmisi g) Rule 7 ● If Saat dihidupkan dengan electric starter, tidak ada bunyi sama sekali ● And Saat dihidupkan dengan electric starter ada bunyi, tetapi selip tidak mau berputar ● And Suara kasar pada dynamo starter ● And Dynamo starter panas ● Then Kerusakan pada Electric Starter h) Rule 8 ● If Saat dihidupkan secara manual, selip/sangat ringan, tidak ada tekanan ● And Tenaga yang dihasilkan lemah ● And Mesin cepat panas ● And Timbul hentakan pada saat pemindahan gigi ● And Sering los ketika memasukkan gigi transmisi ● Then Kerusakan pada Rem Kopling TABEL KEPUTUSAN No Kode Gejala / Kerusakan A B C D E F G H 1 G01 Motor susah dihidupkan baik dengan electric starter ataupun secara manual * * * 2 G02 Saat dihidupkan dengan electric starter, tidak ada bunyi sama sekali * 3 G03 Saat dihidupkan dengan electric starter ada bunyi, tetapi selip tidak mau berputar * 4 G04 Saat dihidupkan secara manual, selip/sangat ringan, tidak ada tekanan * 5 G05 Saat dihidupkan tampilan lampu ornament/background mati * 6 G06 Saat dihidupkan tampilan lampu gigi tranmisi mati * 7 G07 Sensor bensin mati * 8 G08 Jarum speedometer tidak jalan * FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6


No Kode Gejala / Kerusakan A B C D E F G H 9 G09 Odometer tidak jalan * 10 G10 Tenaga yang dihasilkan lemah * * * * 11 G11 Mesin tidak stasioner(gas tidak tetap, kadang kecil kadang besar) * 12 G12 Mesin cepat panas * * 13 G13 Mesin tersendat-sendat saat jalan * * * 14 G14 Mesin sering macet saat jalan 15 G15 Percikan busi berwarna merah kecil * 16 G16 Busi mudah mati * * 17 G17 Keluar asap putih pada knalpot * 18 G18 Keluar asap hitam pada knalpot * 19 G19 Suara ledakan saat nutup gas pada knalpot 20 G20 Suara membesar seperti knalpot blong 21 G21 Suara kasar pada knalpot 22 G22 Suara kasar pada kepala silinder * 23 G23 Suara gemeretak pada rantai terutama pada suhu dingin * 24 G24 Suara kasar pada dynamo starter * 25 G25 Dynamo starter panas * 26 G26 Suara kasar saat memasukkan gigi transmisi * 27 G27 Timbul hentakan pada saat pemindahan gigi * 28 G28 Sering los ketika memasukkan gigi transmisi * 29 G29 Susah memasukkan gigi transmisi * 30 G30 Bahan bakar boros * 31 G31 Oli cepat habis Keterangan : G = Gejala/Kerusakan A. Kerusakan pada Piston B. Kerusakan pada Digital CDI C. Kerusakan pada Klep D. Kerusakan pada Digital Speedometer E. Kerusakan pada Rantai Mesin F. Kerusakan pada Rotary Transmisi G. Kerusakan pada Electric Starter H. Kerusakan pada Rem Kopling INFERENSI Forward Chaining (Penalaran Maju) Dalam Forward Chaining aturan-aturan diuji satu demi satu dalam urutan tertentu yang telah dimasukan aturan kedalam knowledge base. Saat setiap aturan diuji, sistem pakar akan mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Jika kondisinya benar, maka aturan itu disimpan kemudian aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, aturan itu tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji. Proses ini akan berulang sampai FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7


seluruh knowledge base teruji dengan berbagai kondisi dengan rule yang sudah di tentukan. Inferensi Forward Chaining dalam mengecek kerusakan kendaraan sepeda motor, akan dimulai dengan memasukkan macam-macam kerusakan mesin yang akan ditelusuri kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan gejala dari macam kerusakan yang dipilih, dan seterusnya sampai pada diagnosa kerusakan dengan membandingkan ciri-ciri kerusakan yang didapat hingga mendapatkan hasil akhir kesimpulan kerusakan tersebut. Proses Penalaran Maju (forward chaining) pada sistem analisa kerusakan sepeda motor dapat digambarkan sebagai berikut : Dalam penalaran maju, penalaran dimulai dari sekumpulan data(fakta) menuju kesimpulan, maka didapat pohon keputusan seperti berikut : Referensi http://sueryani.blogspot.com/2012/12/sistem-pakar-diagnosa-kerusakan-sepeda.html Lampiran Instrumen Penilaian A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik seharihari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 3 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8


• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda Jenjang Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kurikulum : 2013 Kelas : XII Bentuk Soal : Pilihan Ganda KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soa l 3.15 Mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan XII / 2 ●Kategori Permasalahan dan Aktivitas Pemecahan Masalah Pemahaman (C2) ●Menjelaskan kategori permasalahan PG Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan aktivitas pemecahan masalah PG ●Akuisisi Pengetahuan , Representasi Pengetahuan dan Inferensi Analisis (C4) ●Merinci Akuisisi Pengetahuan , Representasi Pengetahuan dan Inferensi PG Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, d dan e, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Konsep diagnosis kendaraan adalah ... FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9


A. Prosedur yang perlu dilakukan untuk menemukan kerusakan/ permasalahan pada kendaraan, sebelum dilakukan perbaikan. B. Prosedur yang perlu dilakukan untuk menemukan kerusakan/ permasalahan pada kendaraan, sesudah dilakukan perbaikan C. Prosedur yang perlu dilakukan untuk menghilangkan kerusakan/ permasalahan pada kendaraan, sebelum dilakukan perbaikan D. Prosedur yang perlu dilakukan untuk menghilangkan kerusakan/ permasalahan pada kendaraan, sesudah dilakukan perbaikan E. Prosedur yang perlu dilakukan untuk mencari kerusakan/ permasalahan pada kendaraan, sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan 2. Pendekatan trial and error adalah ..... A. Pendekatan ilmiah menerapkan konsep induksi, deduksi, dan verifikasi . B. Pendekatan tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang tak terbatas. C. Pendekatan untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dalam rangka pemenuhan kabutuhan organisasi untuk mencapai tujuan misi dan visi perusahaan. D. Pendekatan dalam memimpin orang atau sumber daya manusia. E. Pendekatan berdasarkan pada konsep analogi terhadap pengalaman-pengalaman yang dimiliki. 3. Urutan Prosedur Diagnosis Kendaraan ... A. Perumusan masalah/keluhan, Pengkajian Permasalahan, Perumusan kemungkinan kerusakan, Pengujian kemungkinan-kemungkinan kerusakan dan Merumuskan kerusakan kendaraan. B. Perumusan masalah/keluhan, Perumusan kemungkinan kerusakan, Pengujian kemungkinankemungkinan kerusakan dan Merumuskan kerusakan kendaraan, Pengkajian Permasalahan. C. Pengkajian Permasalahan, Perumusan kemungkinan kerusakan, Pengujian kemungkinan - kemungkinan kerusakan dan Merumuskan kerusakan kendaraan. D. Perumusan masalah/keluhan, Perumusan masalah/keluhan, Pengkajian Permasalahan, Perumusan kemungkinan kerusakan, Pengujian kemungkinan-kemungkinan kerusakan dan Merumuskan kerusakan kendaraan. E. Perumusan masalah/keluhan, Pengkajian Permasalahan, , Pengujian kemungkinan-kemungkinan kerusakan , Merumuskan kerusakan kendaraan, dan Perumusan kemungkinan kerusakan. 4. Tahapan mendiagnosis kerusakan sepeda motor yang dilakukan dengan mendengarkan keluhan dari konsumen penggunanya langsung dilakukan oleh …. A. Asisten mekanik B. Service advisor C. Front desk D. Mekanik E. Partman 5. Pada saat pengendara akan menghidupkan mesin ternyata motor starternya tidak berfungsi, setelah dicek baterainya mati. Maka komponen yang perlu dicek adalah …. A. Baterai, fuse, rangkaian pengisian, regulator rectifier, alternator pengisian B. Baterai, fuse, rangkaian pengisian, coil, pulser, alternator pengisian C. Baterai, fuse, rangkaian pengisian, pulser, alternator pengisian D. Baterai, fuse, rangkaian pengisian, CDI, alternator pengisian E. Baterai, fuse, coil, regulator rectifier, alternator pengisian 6. Kerusakan pada komponen flaser akan mengakibatkan …. A. Klakson mati B. Lampu sen mati C. Busi tidak menyala D. Pengisian baterai tidak ada E. Lampu kepala tidak berfungsi saat dilakukan dim 7. Berikut ini kerusakan komponen yang mengakibatkan tekanan oli mesin lemah adalah …. A. Sil valve rusak B. Bosch dudukan valve aus C. Piston dan ring piston aus D. Gigi penggerak pompa oli rusak E. Spesifikasi minyak yang terlalu encer 8. Perhatikan pemeriksaan komponen berikut ini ! i. Pemeriksaan cop busi FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10


ii. Pemeriksaan coil iii. Pemeriksaan pulser iv. Pemeriksaan CDI Dari pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa mekanik menemukan kerusakan …. A. Chamsaft aus B. Lampu sen mati C. Lampu kepala mati D. Piston atau ring piston aus E. Busi tidak memercikkan api 9. Saat SA menerima keluhan dari konsumen bahwa knalpot sepeda motor yang digunakan keluar asap putih, maka kemungkinan yang rusak adalah …. A. Chamsaft aus B. Rantai mesin aus C. Connecting rod rusak D. Bearing crankshaft rusak E. Piston atau ring piston aus 10. Yang bukan merupakan penyebab sepeda motor boros bahan bakar adalah …. A. Saringan udara tersumbat atau kotor B. Choke tertutup terus menerus C. Letak klip tidak tepat D. Spuyer tersumbat E. Spuyer sudah aus Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 10 2 Jawaban : E 10 3 Jawaban : A 10 4 Jawaban : D 10 5 Jawaban : A 10 6 Jawaban : B 10 7 Jawaban : D 10 8 Jawaban : E 10 9 Jawaban : E 10 10 Jawaban : D 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11


Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / II KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 4.15 Menganalisis awal kerusakan pada sistem kendaraan XII / 2 ● Diagnosis awal kerusakan pada system kendaraan Meniru kan (P1) ●Mengumpulka n data sebagai pijakan awal diagnosa Praktek No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami menggunakan prinsipprinsip teknisi professional Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional tinggi 91 - 100 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional cukup 80 - 90 Menggunakan prinsip-prinsip teknisi professional kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan cukup 80 - 90 Kemampuan melatih profesionalisme dalam karier dan pekerjaan kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam Bekerja dengan disiplin 91 - 100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 12


No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor bekerja Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 13


Click to View FlipBook Version