SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Ganjil Materi Pokok : Kecelakaan Kerja Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 12 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.6 Memahami macam kecelakaan kerja 4.6 Mengatasi macam kecelakaan kerja 3.6.1 Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja 3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja 3.6.3 Merinci penyebab kecelakaan kerja 3.6.4 Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja 4.6.1 Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja 4.6.2 Melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja Kunci Kunci Kunci Kunci Kunci Pendukung C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja ● Menyebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja ● Merinci penyebab kecelakaan kerja ● Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat ● Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja ● Melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1
mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), santun, dan tanggungjawab). D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja ● Menyebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja ● Merinci penyebab kecelakaan kerja ● Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Kecelakaan kerja Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Pengertian Kecelakaan Kerja ● Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja ● Penyebab Kecelakaan Kerja ● Pencegahan Kecelakaan Kerja Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Prosedur membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja ● Proses melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery Learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 76-88, Kecelakaan Kerja, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, Waktu ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja ● Siswa menggali informasi tentang tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, Waktu 45 Menarik menit kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, Waktu ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja ● Siswa menggali informasi tentang tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, Waktu 45 menit ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDI Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII/ Ganjil Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Kecelakaan Kerja (KD / Indikator) : 3.6.1 Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja 3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja 3.6.3 Merinci penyebab kecelakaan kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6
3.6.4 Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 4 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono Materi Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) ● Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Pengertian Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja ialah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda “Permenaker No. 03/MEN/1998”. Pengertian lain kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensial menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakaan atau kerugian lainnya “Standar AS/NZS 4801:2001”. Sedangkan definisi kecelakaan kerja menurut OHSAS 18001:2007 adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cidera atau kesakitan “tergantung dari keparahannya” kejadian kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7
Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Menurut Bird dan Germain “1990” terdapat tiga jenis kecelakaan kerja yaitu: ● Accident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian baik bagi manusia maupun terhadap harta benda. ● Incident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang belum menimbulkan kerugian. ● Near miss yaitu kejadian hampir celaka dengan kata lain kejadian ini hampir menimbulkan kejadian incident ataupun accident. Berdasarkan tingkatan akibat yang ditimbulkan, kecelakaan kerja dibagi menjadi tiga jenis yaitu “Suma’mur, 1981”: ● Kecelakaan Kerja Ringan ● Yaitu kecalakan kerja yang perlu pengobatan pada hari itu dan bisa melakukan pekerjaannya kembali atau istirahat<2 hari. Contoh terpeleset, tergores, terkena pecahan beling, terjatuh dan terkilir. ● Kecelakaan Kerja Sedang ● Yaitu kecelakaan kerja yang memerlukan pengobatan dan perlu istirahat selama >2 hari. Contoh: terjepit, luka sampai robek, luka bakar. ● Kecelakaan Kerja Berat ● Yaitu kecelakaan kerja yang mengalami amputasi dan kegagalan fungsi tubuh. Contoh: patah tulang. Referensi https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebab-pencegahan/ Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) ● Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Penyebab Kecelakaan Kerja Sedangkan menurut Ridley “2008”, penyebab terjadinya kecelakaan kerja adalah sebagai berikut: Situasi Kerja ● Pengendalian manajemen yang kurang. ● Standar kerja yang minim. ● Tidak memenuhi standar. ● Perlengakap yang gagal atau tempat kerja yang tidak mencukupi. Kesalahan Orang ● Keterampilan dan pengetahuan yang minim. ● Masalah fisik atau mental. ● Motivasi yang minim atau salah penempatan. ● Perhatian yang kurang. Tindakan Tidak Aman ● Tidak mengikuti metode kerja yang telah disetujui. ● Mengambil jalan pintas. ● Menyingkirkan atau tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Kecelakaan ● Kejadian yang tidak terduga. ● Akibat kontak dengan mesin atau listrik yang berbahaya. ● Terjatuh. ● Terhantam mesin atau material yang jatuh dan sebagainya. Pencegahan Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain sebagai berikut “Suma”mur, 2009”: Faktor Lingkungan Lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan pencegahan kecelakaan kerja yaitu: ● Memenuhi syarat aman, meliputi higiene umum, sanitasi, ventilasi udara, pencahayaan dan penerangan ditempat kerja dan pengaturan suhu udara dari ruang kerja. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8
● Memenuhi syarat keselamatan, meliputi kondisi gedung dan tempat kerja yang dapat menjamin keselamatan. ● Memenuhi penyelenggaraan ketata rumah tanggaan meliputi pengaturan penyimpanan barang, penempatan dan pemasangan mesin, penggunaan tempat dan ruangan. Faktor Mesin Dan Peralatan Kerja Mesin dan peralatan kerja harus didasarkan pada perencanaan yang baik dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang baik terlihat dari baiknya pagar atau tutup pengaman pada bagian-bagian mesin atau perkakas yang bergerak antara lain bagian yang berputar. Bila pagar atau tutup pengaman telah terpasang, harus diketahui dengan pasti efektif tidaknya pagar atau tutup pengaman tersebut yang dilihat dari bentuk dan ukurannya yang sesuai terhadap mesin atau alat serta perkakas yang terhadapnya keselamatan pekerja dilindungi. Faktor Perlengkapan Kerja Alat pelindung diri merupakan perlengkapan kerja yang harus terpenuhi bagi pekerja. Alat pelindung diri berupa pakaian kerja, kacamata, sarung tangan, yang kesemuanya harus cocok ukurannya sehingga menimbulkan kenyamanan dalam penggunaannya. Faktor Manusia Pencegahan kecelakaan terhadap faktor manusia meliputi peraturan kerja, mempertimbangkan batas kemampuan dan ketrampilan pekerja, meniadakan hal-hal yang mengurangi konsentrasi kerja, menegakkan disiplin kerja, menghindari perbuatan yang mendatangkan kecelakaan serta menghilangkan adanya ketidakcocokan fisik dan mental. Referensi https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebabpencegahan/ Lampiran Instrumen Penilaian ● INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 3 4 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9
a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. ● INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10
Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.6 Memahami macam kecelakaan kerja XII / 1 ● Pengertian Kecelakaan Kerja dan JenisJenis Kecelakaan Kerja Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja Uraian Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan jenisjenis kecelakaan kerja Uraian ● Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Pemahaman (C2) ●Merinci penyebab kecelakaan kerja Uraian Kreasi (C6) ●Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja Uraian Soal Uraian : 1. Jlaskan pengertian kecelakaan kerja…? 2. Sebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja…? 3. Uraikan penyebab kecelakaan kerja…? 4. Rancanglah suatu cara untuk pencegahan kecelakaan kerja…? Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawab: Pengertian kecelakaan kerja : Kecelakaan kerja ialah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda “Permenaker No. 03/MEN/1998”. Pengertian lain kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensial menyebabkan cidera, kesakitan, kerusakaan atau kerugian lainnya “Standar AS/NZS 4801:2001”. Sedangkan definisi kecelakaan kerja menurut OHSAS 18001:2007 adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cidera atau kesakitan “tergantung dari keparahannya” kejadian kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian. Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebabpencegahan/ SKOR MAKSIMUM 25 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 2. Jawab: Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja : Menurut Bird dan Germain “1990” terdapat tiga jenis kecelakaan kerja yaitu: ● Accident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian baik bagi manusia maupun terhadap harta benda. ● Incident yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang belum menimbulkan kerugian. ● Near miss yaitu kejadian hampir celaka dengan kata lain kejadian ini hampir menimbulkan kejadian incident ataupun accident. Berdasarkan tingkatan akibat yang ditimbulkan, kecelakaan kerja dibagi menjadi tiga jenis yaitu “Suma’mur, 1981”: ● Kecelakaan Kerja Ringan Yaitu kecalakan kerja yang perlu pengobatan pada hari itu dan bisa melakukan pekerjaannya kembali atau istirahat<2 hari. Contoh terpeleset, tergores, terkena pecahan beling, terjatuh dan terkilir. ● Kecelakaan Kerja Sedang Yaitu kecelakaan kerja yang memerlukan pengobatan dan perlu istirahat selama >2 hari. Contoh: terjepit, luka sampai robek, luka bakar. ● Kecelakaan Kerja Berat Yaitu kecelakaan kerja yang mengalami amputasi dan kegagalan fungsi tubuh. Contoh: patah tulang. Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebabpencegahan/ SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawab: Penyebab Kecelakaan Kerja : Sedangkan menurut Ridley “2008”, penyebab terjadinya kecelakaan kerja adalah sebagai berikut: Situasi Kerja ● Pengendalian manajemen yang kurang. ● Standar kerja yang minim. ● Tidak memenuhi standar. ● Perlengakap yang gagal atau tempat kerja yang tidak mencukupi. Kesalahan Orang ● Keterampilan dan pengetahuan yang minim. ● Masalah fisik atau mental. ● Motivasi yang minim atau salah penempatan. ● Perhatian yang kurang. Tindakan Tidak Aman ● Tidak mengikuti metode kerja yang telah disetujui. ● Mengambil jalan pintas. ● Menyingkirkan atau tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Kecelakaan ● Kejadian yang tidak terduga. ● Akibat kontak dengan mesin atau listrik yang berbahaya. ● Terjatuh. ● Terhantam mesin atau material yang jatuh dan sebagainya. Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebabpencegahan/ SKOR MAKSIMUM 25 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 12
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 4. Jawab: Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan : ● Adanya Peraturan perundangan, yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisi-kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan dan pengujian dan cara kerja peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan, supervide medis dan pemeriksaan kesehatan. ● Standardisasi, yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi, atau tak resmi mengenai konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan umum, atau alatalat pelindung diri Tabel (3.2) ● Pengawasan, yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundangundangan yang diwajibkan. ● Penelitian bersifat teknik, yang meliputi sifat dan ciri-ciri bahan yang berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, pengujian alat-alat pelindung diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan debu, atau penelitian tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk tambang-tambang pengangkat dan peralatan pengangkat lainnnya. ● Riset medis, yang meliputi terutama penelitian tetang efek-efek fisiologis dan patologis faktor-faktor lingkungan dan teknologis dan keadaan-keadaan fisik yang mengakibatkan kecelakaan. ● Penelitian psikologis, yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. ● Penelitian secara statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang terjadi, banyaknya, mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa sebab- sebabnya. ● Pendidikan, yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknis, sekolah-sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan. ● Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi tenaga kerja, khusunya tenaga kerja yang baru, dalam keselamatan kerja. ● Penggairahan, yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau pendekatan lain untuk menimbulkan sikap selamat. ● Asuransi, yaitu insentif financial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan misalnya dalam bentuk pengurangan premi yang dibayar oleh perusahaan jika tindakan-tindakan keselamatan sangat baik. ● Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan, yang merupakan ukuran efektif tindakan penerapan keselamatan kerja. Sumber : https://www.safetyshoe.com/prinsip-dasar-pencegahan-kecelakaan-kerja/ SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 13
Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda Jenjang Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kurikulum : 2013 Kelas : XII Bentuk Soal : Pilihan Ganda KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.6 Memahami macam kecelakaan kerja XII / 1 ● Pengertian Kecelakaan Kerja dan Jenis-Jenis Kecelakaan Kerja Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja PG Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan jenisjenis kecelakaan kerja PG ● Penyebab dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Pemahaman (C2) ●Merinci penyebab kecelakaan kerja PG Kreasi (C6) ●Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja PG Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Pengertian Kecelakaan Kerja menurut Sumakmur (1989) adalah …. a) suatu kecelakaan yang berkaitan dengan hubungan kerja dengan perusahaan. Hubungan kerja disini berarti bahwa kecelakaan terjadi karena akibat dari pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan . b) Suatu usaha yang dilakukan dengan danmelalui individu- individu dan kelompok untuk mencapai tujuan c) Tempat yang digunakan untuk merawat dan memperbaiki mesin-mesin, maupun peralatan (Corder, 1994). Jadi fungsi bengkel adalah sebagai tempat perawatan, perbaikan, dan penggantian komponen sistem sebuah mesinmaupun peralatan lainnya d) Suatu proses perencanaan,pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian suatutempat m erawat dan memperbaiki mesin ataupun peralatanlain. 2. Dalam UU Ketenagakerjaan, pekerja harus didiberi waktu istirahat sedikit-sedikitnya setengah jam apabila yang bersangkutan sudah menjalankan pekerjaan selama.... a) 3 jam b) 4 jam c) 5 jam d) 6 jam 3. Selama menjalankan istirahat panjang tahun kedelapan, pekerja didiberi kompensasi hak istirahat tahunan pada tahun kedelapan sebesar.... a) 7 hari upah b) Setengah bulan upah c) Satu bulan upah d) Satu setengah bulan upah 4. Imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerja yang besarnya diputuskan berdasarkan kesepakatan disebut... a) Tidak boleh tidak tetap b) Upah pokok c) Tuntidakboleh tetap d) Honorarium 5. Yang tidak termasuk isi dari peraturan perusahaan adalah.... a) Tata tertib perusahaan b) Syarat kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 14
c) Upah kerja d) Jam kerja 6. Peraturan perundang-undangan yang masih tetap berlaku sebelum UU Ketenagakerjaan dibuat adalah.... a) Buku III cuilan 7A KUHPerdata b) Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 c) Pasal II aturan peralihan Undang-Undang Dasar 1945 d) UU Nomor 12 Tahun 1948 7. Undang-undang ketenagakerjaan yang dikeluarkan oleh pemerintah Orde Baru pada tahun 1969 a) UU No. 1 Tahun 1970 b) UU No. 14 Tahun 1969 c) PP No. 33 Tahun 1969 d) PP No. 47 Tahun 1969 8. Sejak tahun 1976 problem keselamatan, kesehatan kerja dan kondisi kerja ditangani dalam kerangka kerja aktivitas internasional untuk peningkatan kondisi dan lingkungan kerja yang disebut.... a) ILO b) PIACT c) ILC d) UNDP 9. Sanksi bagi pengusaha yang tidak menyampaikannya kartu tanda kepesertaan berdasarkan pasal 47 karakter a PP 14 Tahun 1993, yaitu .... a) Sanksi pelanggaran hukum b) Melaporkan kepada tubuh penyelenggara c) Peringatan yang disertai berupa pencabutan izin usaha d) Peringatan yang berupa denda kepada pengusaha 10. Akibat kesalahan pekerja yang bekerja tidak berdasarkan mekanisme keselamatan kerja, maka dikala terjadi kecelakaan yang berakibat luka parah; perilaku pengusaha adalah.... a) Wajib mengambarkan bahwa pengusaha tidak bersalah alasannya yaitu sudah memenuhi prosedur b) Pengusaha wajib memdiberi ganti rugi (tuntidakboleh ) kepada istri atau suami pekerja yang meninggalkannya c) Mempersiapkan masukana keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku d) Tidak wajib mempersembahkan ganti kerugian alasannya yaitu kesalahan pekerja sendiri Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 2 Jawaban : 3 Jawaban : 4 Jawaban : 5 Jawaban : 6 Jawaban : 7 Jawaban : 8 Jawaban : 9 Jawaban : 10 Jawaban : TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 ● INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 15
Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.6 Memahami macam kecelakaan kerja XII / 1 ● Kecelakaa n kerja Memanipulasi (P2) ●Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja Penugas an Memanipulasi (P2) ●Melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja Praktek No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja tinggi 91 - 100 Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja cukup 80 - 90 Membuat analisa tentang cara mengatasi kecelakaan kerja kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja Kemampuan melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja cukup 80 - 90 Kemampuan melatih penggunaan alat sesuai SOP untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 16
No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 17
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Ganjil Materi Pokok : Penanganan Keadaan Darurat Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 12 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.7 Memahami penanganan keadaan darurat 4.7 Melakukan penanganan keadaan darurat. 3.7.1 Menjelaskan pengertian perencanaan penanganan keadaan darurat 3.7.2 Menyebutkan cara penanganan keadaan darurat 3.7.3 Merinci cara pengendalian peralatan keadaan darurat 3.7.4 Merancang pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat 4.7.1 Melatih penanganan keadaan darurat 4.7.2 Mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat Kunci Kunci Kunci Kunci Kunci Pendukung C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menjelaskan pengertian perencanaan penanganan keadaan darurat ● Menyebutkan cara penanganan keadaan darurat ● Merinci cara pengendalian peralatan keadaan darurat ● Merancang pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan ● Melatih penanganan keadaan darurat ● Mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1
Pengetahuan Keterampilan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan pengertian perencanaan penanganan keadaan darurat ● Menyebutkan cara penanganan keadaan darurat ● Merinci cara pengendalian peralatan keadaan darurat ● Merancang pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Penanganan keadaan darurat Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsepkonsep yang saling terkait ● Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat ● Penanganan Keadaan Darurat ● Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat ● Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Prosedur melatih penanganan keadaan darurat ● Proses mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery Learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 95-97, Penanganan Keadaan Darurat, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat ● Siswa menggali informasi tentang tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3
Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat ● Siswa menggali informasi tentang tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : ● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDI Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII/ Ganjil Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Penanganan Keadaan Darurat (KD / Indikator) : 3.6.1 Menjelaskan pengertian kecelakaan kerja 3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis kecelakaan kerja 3.6.3 Merinci penyebab kecelakaan kerja FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5
3.6.4 Merancang cara pencegahan kecelakaan kerja KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 4 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) ● Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat Identifikasi terhadap potensi keadaan darurat yang berisi. ● Rencana pengendalian terhadap potensi keadaan darurat yang ada dengan metode dokumentasi berupa pembuatan Standar Keadaan Darurat , nomor telepon penting, struktur organisasi keadaan darurat, tugas dan tanggung jawab team penanggulangan keadaan darurat dan standar penyimpanan tabung gas bertekanan. ● Sosialisasikan standar keadaan darurat untuk memastikan setiap karyawan mengetahui tatacara penanganan keadaan darurat. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6
● Lakukan uji coba penanganan keadaan darurat sesuai jadwal uji coba dibawah koordinasi koordinator team penanggulangan. Tuangkan evaluasinya dalam form Evaluasi uji coba penanganan keadaan darurat. ● Simpan semua record ujicoba sesuai prosedur pengendalian catatan. Penanganan Keadaan Darurat ● Setiap pegawai dan pengguna jasa yang mengetahui adanya keadaan darurat harus melaporkannya kepada tim penanganan keadaan darurat. ● Tim K3 penanggulangan keadaan darurat bertanggungjawab menangani keadaan darurat yang ada. Untuk keadaan darurat kebakaran, penggunaan alat pemadam mengikuti standar penggunaan APAR. ● Jika keadaan darurat tidak dapat ditangani oleh team penanggulangan keadaan darurat, maka koordinator team harus segera menghubungi pihak luar yang terkait untuk meminta bantuan ● Setelah keadaan terkendali, koordinator team bertanggungjawab melakukan koordinasi investigasi bersama Kasubag TU maksimal 2 X 24 jam. ● Lakukan aktivitas pemulihan keadaan segera setelah keadaan terkendali ● Simpan semua rekaman investigasi sesuai prosedur pengendalian catatan Referensi http://yogya.karantina.pertanian.go.id/?p=1485 / Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) ● Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat ● Tim K3 bertanggungjawab mengidentifikasi semua peralatan keadaan darurat, tuangkan dalam form daftar peralatan keadaan darurat. ● Tim K3 bertanggungjawab untuk memastikan peralatan keadaan darurat dalam kondisi baik dan siap pakai, untuk kepentingan ini, lakukan inspeksi peralatan keadaan darurat, gunakan form check list APAR, check list kotak P3K, dan check list box alarm system. ● Tim K3 harus memastikan prosedur selalu dipelihara dan dilaksanakan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Tim K3 bertanggungjawab mengidentifikasi semua peralatan keadaan darurat, tuangkan dalam form daftar peralatan keadaan darurat. CATATAN TERKAIT ● Daftar Potensi Keadaan Darurat ● Daftar nomor Telepon Penting ● Struktur Organisasi Tim Tanggap Darurat ● Tugas dan Tanggung Jawab Tim Tanggap Darurat ● Jadwal Uji Coba Keadaan Darurat ● Evaluasi Ujicoba Keadaan Darurat ● Laporan Investigasi Keadaan Darurat ● Daftar Peralatan Keadaan Darurat ● Check List APAR ● Check List Kotak P3K ● Check List Box Alarm System ● Standar Tanggap Darurat Kebakaran ● Standar Tanggap Darurat Gempa Bumi ● Standar Tanggap Darurat Terkena Bahan Kimia wabah biologik ● Standar Tanggap Darurat Evakuasi ● Standar Penggunaan APAR FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7
Referensi http://yogya.karantina.pertanian.go.id/?p=1485 Lampiran Instrumen Penilaian A. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 3 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8
4 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9
KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.7 Memahami penanganan keadaan darurat XII / 1 ● Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian perencanaan penanganan keadaan darurat Uraian Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan cara penanganan keadaan darurat Uraian ● Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Pemahaman (C2) ●Merinci cara pengendalian peralatan keadaan darurat Uraian Kreasi (C6) ●Merancang pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat Uraian Soal Uraian : 1. Bagaimana Cara Membuat Perencanaan Tanggap Darurat Di Bengkel ? 2. Sebutkan cara penanganan keadaan darurat…! 3. Uraikan cara pengendalian peralatan keadaan darurat…! 4. Rancanglah cara pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat…? 5. Pedoman Penskoran Soal Uraian : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawab: Berikut empat hal yang harus Anda ketahui dalam merencanakan prosedur tanggap darurat : C. Identifikasi kemungkinan bahaya. Anda perlu mengetahui area mana saja yang bisa menimbulkan potensi bahaya. Misalnya, penempatan bahan kimia berbahaya, area listrik bertegangan tinggi, atau mungkin lokasi tempat kerja Anda termasuk daerah yang sering terkena banjir. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR D. Prosedur evakuasi. Dalam hal ini, Anda harus mengetahui bagaimana cara mengevakuasi para karyawan untuk keluar dari gedung? Untuk prosedur evakuasi, Anda harus menentukan jalur evakuasi secara tepat, memasang emergency signs, dan menentukan titik kumpul darurat. E. Ingat tugas Anda! Petugas evakuasi harus menerapkan tugas dan kewajibannya, baik perorangan maupun kerja sama tim. Misalnya, petugas harus segera menyalakan alarm sesuai dengan keadaan darurat yang terjadi, menghubungi polisi, ambulance, petugas pemadam kebakaran, atau jasa-jasa penanganan keadaan darurat lainnya, hingga mengevakuasi para karyawan hingga berkumpul di area yang sudah ditentukan (assembly point). F. Nomor telepon penting dan alamat kantor harus dipasang di setiap telepon di tempat kerja Anda untuk memudahkan saat keadaan darurat. G. Sistem alarm. Para karyawan juga harus peka dengan berbagai suara alarm di tempat kerja. Biasanya alarm akan mengeluarkan bunyi berbeda sesuai dengan masing-masing kondisi, seperti keadaan emergency, evakuasi, dan aman. H. Pada kondisi darurat diperlukan proses pelaksanaan penyelamatan secara teknis dalam waktu singkat. Perencanaan dan persiapan tanggap darurat merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan keadaan darurat secara efektif. Agar prosedur perencanaan tanggap darurat mudah dipahami oleh seluruh karyawan, sebaiknya perusahaan menyediakan peta jalur evakuasi dan memasang emergency signs di setiap lantai. Sumber : https://safetysign.co.id/news/156/Bagaimana-Cara-Membuat-Perencanaan-TanggapDarurat-di-Perusahaan SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawab: Cara Menangani Situasi Darurat : Mengevaluasi Keadaan Darurat : 1. Tetaplah tenang. Keadaan darurat membutuhkan tindakan cepat, tetapi faktor terpenting untuk mengendalikan situasi secara efektif adalah bersikap tenang. Jika Anda mendapati diri dalam keadaan bingung atau cemas, hentikan apa yang Anda lakukan dan tarik napas dalam-dalam. Perlu diingat bahwa untuk bersikap tenang dalam situasi yang penuh tekanan, Anda harus menyesuaikan perilaku secara sadar. Anda harus meyakinkan diri bahwa Anda mampu menghadapi situasi tersebut. ● Anda merasa panik dalam keadaan darurat karena tubuh memproduksi kortisol (hormon stres) secara berlebihan. Kortisol mencapai otak dan memperlambat aktivitas korteks prefrontal, wilayah otak yang mengatur tindakan kompleks. ● Mengabaikan respons fisiologis tidak akan menghalangi Anda untuk menggunakan kemampuan berpikir kritis. Anda tidak akan bereaksi berdasarkan emosi, melainkan melalui pemikiran rasional. Perhatikan sekeliling dan evaluasi situasi untuk melihat apa yang harus dilakukan sebelum mengambil tindakan. Carilah bantuan tambahan. Di Indonesia, Anda dapat menghubungi 112 untuk bantuan darurat atau menghubungi nomor telepon darurat di wilayah Anda. Nomor telepon ini memungkinkan Anda berkomunikasi dengan operator yang perlu mengetahui keadaan darurat yang terjadi dan lokasi Anda. ● Jawab pertanyaan yang diajukan operator. Tugas operator adalah menyiapkan respons darurat yang cepat dan tepat dengan mengajukan pertanyaan kepada Anda. ● Jika Anda menelepon dari telepon rumah atau ponsel yang dilengkapi GPS, layanan darurat mungkin bisa melacak lokasi Anda, meskipun Anda tidak mampu berbicara. Bahkan jika situasi tidak memungkinkan Anda berbicara, menghubungi layanan darurat atau seseorang memungkinkan mereka menemukan Anda untuk memberikan bantuan. 2. Tentukan sifat kedaruratan. Apa yang menunjukkan adanya keadaan darurat? Apakah ini darurat medis, atau ancaman terhadap properti/bangunan yang dapat mencederai orang? Penting bagi Anda untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi situasi dengan tenang sebelum mengambil tindakan. ● Cedera akibat kecelakaan kendaraan bermotor, menghirup asap atau luka akibat kebakaran adalah beberapa kasus keadaan darurat medis. ● Dalam keadaan darurat medis, Anda mungkin mendapati gejala fisik tiba-tiba, seperti pendarahan, trauma kepala, kehilangan kesadaran, nyeri dada, tersedak, pusing atau merasa lemah tiba-tiba. ● Keinginan kuat untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain bisa dianggap keadaan darurat kesehatan mental. ● Perubahan status kesehatan mental lain juga dapat dianggap darurat, misalnya perubahan perilaku mendadak atau kebingungan mungkin menunjukkan keadaan darurat jika terjadi tanpa alasan. ● Keadaan darurat perilaku bisa ditangani lebih efektif jika Anda tetap tenang, mengawasi dari kejauhan, dan berusaha menenangkan orang yang dalam kondisi FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR kritis itu. Dengan begitu, Anda bisa beraksi dengan benar jika situasinya menjadi tidak stabil. 3. Ketahui bahwa perubahan mendadak bisa berubah menjadi keadaan darurat.Tumpahan bahan kimia, kebakaran, pipa bocor, pemadaman listrik, bencana alam seperti banjir atau kebakaran adalah contoh keadaan darurat yang mungkin terjadi di tempat kerja. Anda mungkin akan lebih siap jika mendapat peringatan tentang kemungkinan terjadinya keadaan darurat, seperti banjir, longsor, tsunami, dan sebagainya. Namun, keadaan darurat biasanya tidak terduga. ● Saat mengevaluasi keadaan darurat, ingatlah bahwa situasinya mungkin tidak stabil. Semuanya bisa berubah dalam sekejap. ● Jika Anda mendapatkan peringatan tentang keadaan darurat, lakukan persiapan jauh-jauh hari sehingga dapat mengantisipasinya dengan baik. 4. Waspadai keadaan darurat akibat ulah manusia. Serangan atau ancaman kekerasan di tempat kerja atau di rumah adalah keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat. Secara umum, tidak ada pola atau metode yang dapat diprediksi untuk kasuskasus seperti ini. Situasi ini cenderung tidak terduga dan bisa berubah dengan cepat. ● Jika Anda berada dalam keadaan darurat seperti ini, usahakan agar diri Anda tetap aman. Segeralah pergi ke lokasi yang aman, atau carilah tempat berlindung. Jangan melawan, kecuali tidak ada pilihan lain. ● Anda harus jeli memperhatikan adanya tanda-tanda peringatan di tempat kerja, termasuk kekerasan fisik (mendorong, menyerang, dan sebagainya). Kantor seharusnya memiliki prosedur untuk menangani kekerasan, termasuk nomor telepon yang harus dihubungi untuk melaporkan situasi yang terjadi. Jika Anda tidak mengetahui prosedur tersebut, coba tanyakan kepada atasan atau rekan yang tepercaya. ● Komunikasi yang tulus dan terbuka antara karyawan dan supervisor harus tetap terpelihara untuk mempertahankan lingkungan kerja yang aman dan sehat. 5. Lakukan evaluasi untuk mengidentifikasi ancaman langsung. Contohnya, jika Anda melihat seseorang terluka, apakah Anda atau orang lain juga berisiko terluka? Contohnya, jika seseorang tersangkut di mesin, apakah mesin tersebut telah dimatikan? Jika terjadi kebocoran bahan kimia, apakah orang lain akan terkena dampaknya? Apakah ada seseorang yang terjebak dalam reruntuhan bangunan? ● Jika ancaman tidak dapat dikendalikan, secara otomatis hal itu akan berdampak pada respons Anda. ● Ingatlah bahwa setiap keadaan darurat dapat berubah dengan tiba-tiba, dan itu berarti Anda harus terus-menerus mengevaluasinya. 6. Jauhi bahaya. Jika Anda, atau orang lain, berisiko cedera, segeralah pergi. Jika Anda memiliki rencana evakuasi, ikuti langkah-langkahnya dengan baik. Pergilah ke suatu tempat yang aman. ● Jika tidak memungkinkan untuk meninggalkan tempat kejadian, carilah titik paling aman di tempat Anda berada. Contohnya, bersembunyi di bawah permukaan padat (di bawah meja) dapat melindungi Anda jika ada puing-puing yang berjatuhan. ● Jika Anda berada di dekat kecelakaan mobil, pastikan Anda tidak menghalangi lalu lintas. Menepilah atau tinggalkan jalan raya. ● Ingatlah bahwa dalam keadaan darurat, segala sesuatu bisa berubah dengan cepat. Saat Anda melakukan evaluasi, perhatikan apakah terdapat zat yang mudah menguap atau terbakar. Contohnya, dalam kecelakaan mobil, bensin bisa terbakar tiba-tiba. 7. Bantulah orang lain menjauhi area berbahaya. Jika Anda bisa dengan aman membantu orang lain menjauhi situasi berbahaya, lakukanlah. Jika kondisinya terlalu berbahaya sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke tempat terjadinya keadaan darurat, serahkan tanggung jawab itu kepada petugas penyelamat. Mereka sudah terlatih dan lebih siap untuk menolong orang yang berada dalam bahaya. ● Jika korban yang terluka dalam keadaan sadar, Anda dapat membantunya dengan mengucapkan kata-kata yang menenangkan, bahkan jika Anda tidak dapat memindahkannya. Ajukan pertanyaan agar dia tetap sadar. ● Jika situasinya stabil, Anda bisa terus mendampingi korban. Menangani Keadaan Darurat 1. Putuskan apakah Anda dapat melakukan sesuatu untuk membantu. Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah bersikap tenang dan menjaga agar situasi tetap terkendali. Terkadang, Anda tidak bisa melakukan apa-apa, itu tidak jadi soal. Jangan merasa bersalah jika Anda tidak dapat membantu dan jangan takut untuk mengakuinya.] ● Jika Anda melihat orang lain merasa sedih atau ketakutan di tempat kejadian, hiburlah mereka. Ajaklah mereka untuk mencari pertolongan. ● Akan lebih baik jika Anda memberi bantuan dengan mendampingi korban daripada melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Jika Anda tidak tahu harus berbuat apa, cukup dampingi korban. Jika memungkinkan, hitung denyut jantungnya, catatlah kronologi kejadian, dan tanyakan tentang riwayat FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 12
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR medisnya. Informasi ini mungkin dibutuhkan saat Anda berbicara dengan tim darurat. 2. Pikirkan baik-baik sebelum bertindak. Jika berada dalam situasi darurat, Anda mungkin akan berpikir dan bertindak dengan panik. Alih-alih langsung mengambil tindakan, luangkan waktu untuk menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam sebelum melakukan apa pun. ● Pikirkan baik-baik sebelum bertindak. Jika berada dalam situasi darurat, Anda mungkin akan berpikir dan bertindak dengan panik. Alih-alih langsung mengambil tindakan, luangkan waktu untuk menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam sebelum melakukan apa pun. ● Usahakan untuk berhenti sejenak setiap kali Anda kewalahan, panik, atau bingung. Jika Anda harus menghentikan segala sesuatunya untuk menenangkan diri, tidak apa-apa. 3. Ambil perlengkapan P3K. Kotak P3K harus memiliki perlengkapan untuk menangani banyak keadaan darurat medis. Perlengkapan yang harus ada di dalam kotak P3K adalah perban, kain kasa, plester, disinfektan, dan perlengkapan lainnya. ● Jika Anda tidak bisa menemukan kotak P3K, coba perhatikan sekeliling dan pikirkan apa yang dapat digunakan sebagai pengganti. ● Anda harus memiliki kotak P3K di rumah, sementara tempat kerja wajib menyediakannya berdasarkan undang-undang. ● Kotak P3K juga harus dilengkapi selimut darurat (space blanket) yang terbuat dari bahan khusus yang ringan dan berfungsi mempertahankan panas tubuh. Perlengkapan ini sangat penting untuk orang yang menggigil atau gemetar karena dapat membantu mencegahnya mengalami trauma. 4. Ajukan pertanyaan yang bersifat mendasar kepada korban yang cedera. Penting untuk mengetahui keadaan mental korban agar Anda bisa lebih memahami cedera yang dialaminya. Jika dia terlihat bingung mendengar pertanyaan itu, atau memberikan jawaban yang salah, mungkin ada cedera lainnya. Jika Anda tidak yakin apakah korban pingsan, sentuh bahunya. Berteriaklah atau tanyakan, “Anda tidak apa-apa?” dengan suara keras. ● Berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan: Siapa nama Anda? Tanggal berapa sekarang? Berapa umur Anda? ● Jika dia tidak merespons pertanyaan yang Anda ajukan, cobalah menggosok dadanya atau mencubit cuping telinganya agar dia tetap sadar. Anda juga bisa menyentuh kelopak matanya perlahan untuk melihat apakah bisa terbuka. ● Setelah menentukan kondisi mental dasar korban, tanyakan apakah dia memiliki komplikasi medis. Tanyakan apakah dia memiliki gelang peringatan medis atau kartu medis lainnya. 5. Jangan memindahkan korban yang cedera. Jika korban mengalami cedera leher, memindahkan posisinya bisa menyebabkan kerusakan tulang belakang. Pastikan untuk menghubungi layanan darurat jika korban mengalami cedera leher dan tidak bisa bergerak.] ● Jika korban tidak bisa berjalan karena cedera kaki, Anda bisa membantunya bergerak dengan memegangi/menyangga bahunya. ● Jika dia merasa takut untuk meninggalkan situasi yang berbahaya itu, usahakan untuk meyakinkannya. 6. Gunakan telepon hanya untuk meminta bantuan. Anda harus berkonsentrasi pada situasi saat ini karena berbicara di telepon bisa memecah perhatian. Selain itu, jika Anda menelepon dari ponsel model lama, operator layanan darurat mungkin akan mencoba menghubungi Anda. Jadi, gunakan telepon jika Anda benar-benar membutuhkan bantuan. ● Jika Anda tidak yakin apakah benar-benar sedang menghadapi keadaan darurat, hubungi 112 dan operator akan membantu menentukan apakah dia harus mengirim petugas ke sana atau tidak. ● Jangan mencoba mendokumentasikan kejadian darurat itu, kecuali Anda yakin tidak berada dalam bahaya. Mengambil “swafoto” atau menulis status tentang situasi yang Anda alami di media sosial dapat mengakibatkan cedera lain dan masalah hukum. Mempersiapkan Diri 1. Buatlah rencana darurat. Cara terbaik menanggapi situasi darurat adalah mengikuti langkah-langkah yang tercantum pada rencana darurat, baik untuk rumah atau tempat kerja. Beberapa orang mungkin ditunjuk sebagai pemimpin untuk keadaan darurat dan mendapatkan pelatihan khusus. Jika terjadi keadaan darurat, Anda bisa menghemat waktu dan energi dengan mengikuti rencana darurat dan pemimpin yang ditunjuk, meskipun Anda berbeda pendapat dengannya. ● Rencana darurat harus mencantumkan tempat berkumpul yang dituju setelah Anda berhasil mengevakuasi diri dari rumah atau bangunan. ● Simpanlah nomor telepon darurat di dekat telepon atau di dalam ponsel. FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 13
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR ● Data medis yang penting harus disimpan di dalam ponsel atau dompet. 2. Ketahui alamat tempat Anda berada. Anda harus mengetahui tempat Anda berada sehingga operator bisa mengirim petugas ke sana. Mungkin lebih mudah menghafal alamat rumah, tetapi mengingat alamat tempat kerja Anda juga penting. Biasakan untuk mengecek alamat lokasi yang Anda datangi. ● Jika tidak mengetahui alamat lengkap tempat Anda berada, sebutkan saja nama jalan tempat Anda berada dan persimpangan atau markah tanah terdekat. ● Jika Anda memiliki ponsel yang dilengkapi GPS, gunakan fitur tersebut untuk mengetahui alamat tempat Anda berada. Namun, untuk melakukannya Anda terpaksa membuang beberapa menit yang sangat berharga dalam situasi darurat. 3. Temukan pintu keluar terdekat. Jangan lupa untuk mengetahui letak pintu keluar saat Anda berada di suatu tempat, entah itu rumah, kantor, atau lokasi komersial. Temukan setidaknya 2 pintu keluar, untuk mengantisipasi jika salah satunya terkunci. Di perkantoran atau bangunan publik biasanya pintu keluar/darurat diberi tanda dengan jelas. ● Pilihlah dua lokasi tempat Anda bisa berkumpul kembali dengan keluarga atau rekan kerja lainnya. Salah satu lokasi berkumpul harus di luar rumah atau tempat kerja. Lokasi lainnya berada di luar area tersebut untuk mengantisipasi jika lingkungan itu menjadi tidak aman. ● Berdasarkan undang-undang, pintu keluar yang didedikasikan sebagai pintu darurat harus dapat diakses secara fisik. 4. Ikuti kursus untuk memberikan pertolongan pertama. Memiliki tas P3K tidak akan berguna jika Anda tidak tahu bagaimana menggunakannya. Mendapatkan latihan untuk memasang perban, kompres, tourniquet, dan peralatan lain akan membantu Anda dalam keadaan darurat. Kursus P3K ditawarkan di mana-mana. Jadi, tidak sulit mencarinya di area tempat tinggal Anda. ● Beberapa kursus juga tersedia di internet. ● Kursus P3K dapat ditargetkan untuk kelompok usia tertentu. Jika Anda memiliki anak, atau ingin memiliki keterampilan menolong anak-anak dalam keadaan darurat, ikuti kursus P3K khusus yang berfokus membantu anak-anak dalam situasi darurat. Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan anak-anak, sebaiknya Anda mengikuti pelatihan ini. 5. Pertimbangkan untuk mengikuti pelatihan RJP (Resusitasi Jantung Paru) sebagai tambahan setelah kursus P3K. Memiliki keterampilan RJP dapat menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami serangan jantung. Jika belum pernah mengikuti pelatihan RJP, Anda masih bisa melakukan penekanan pada dada seseorang yang diduga mengalami serangan jantung. ● Kompresi dada adalah tekanan keras yang diterapkan dengan cepat padat tulang rusuk. Kecepatan kompresi adalah 100 kompresi per menit, atau lebih dari 1 kompresi per detik. ● PMI memberikan pelatihan RJP untuk anak-anak. Jika Anda memiliki anak, ikuti pelatihan RJP untuk anak agar Anda siap dalam menghadapi keadaan darurat. Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan anak, sebaiknya Anda mengikuti pelatihan ini. 6. Pertimbangkan risiko terkait bahan kimia yang ada di rumah. Jika terjadi keadaan darurat di tempat kerja, Anda harus bisa mengakses Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) untuk semua bahan kimia yang digunakan. Cara paling efektif untuk mempersiapkan diri menghadapi keadaan darurat adalah menyiapkan daftar bahan kimia yang digunakan di rumah atau di tempat kerja, selain langkah-langkah pertolongan pertama yang diperlukan. ● Tempat kerja harus memiliki tempat khusus untuk membasuh mata jika Anda sering bersentuhan dengan bahan kimia berbahaya. ● Anda harus siap untuk memberikan informasi yang relevan terkait bahan kimia kepada tim tanggap darurat. 7. Letakkan daftar nomor darurat di dekat telepon. Cantumkan nomor 112 dan nomor telepon medis yang penting, termasuk nomor telepon anggota keluarga yang harus dihubungi. Anda juga harus mencantumkan nomor telepon pusat kendali racun, layanan ambulans, dan dokter keluarga serta nomor kontak tetangga, teman dekat atau saudara, dan nomor telepon kantor. ● Semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, harus dapat mengakses daftar ini dalam keadaan darurat. ● Untuk anak-anak, orang usia lanjut atau difabel, pertimbangkan untuk menyiapkan teks untuk membantu mereka mengingat apa yang harus dikatakan di telepon jika terjadi keadaan darurat. Anda bahkan bisa melatih mereka mengucapkan kata-kata tersebut dan mengajari mereka tindakan yang tepat dalam berbagai keadaan darurat. 8. Kenakan gelang atau kalung medis. Jika Anda memiliki penyakit kronis yang harus diketahui oleh tim respons medis, seperti diabetes, alergi tertentu, epilepsi atau kejang, FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 14
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR dan masalah kesehatan lainnya, gelang/kalung/label medis dapat memberikan informasi ini jika Anda tidak mampu melakukannya ● Kebanyakan petugas medis memeriksa pergelangan tangan korban untuk mencari keberadaan gelang/label medis. Tempat kedua yang biasanya juga diperiksa adalah leher korban untuk mengantisipasi kalau-kalau korban memakai kalung medis. ● Orang dengan gangguan perilaku tertentu, seperti sindrom Tourette, autis, demensia, dan sebagainya, mungkin bisa memakai lencana medis untuk membantu tim tanggap darurat memahami perilaku mereka dengan lebih baik Sumber : https://id.wikihow.com/Menangani-Situasi-Darurat SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawab: Cara pengendalian peralatan keadaan darurat : ● Tim K3 bertanggungjawab mengidentifikasi semua peralatan keadaan darurat, tuangkan dalam form daftar peralatan keadaan darurat. ● Tim K3 bertanggungjawab untuk memastikan peralatan keadaan darurat dalam kondisi baik dan siap pakai, untuk kepentingan ini, lakukan inspeksi peralatan keadaan darurat, gunakan form check list APAR, check list kotak P3K, dan check list box alarm system. ● Tim K3 harus memastikan prosedur selalu dipelihara dan dilaksanakan Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/kecelakaan-kerja-pengertian-jenis-penyebabpencegahan/ SKOR MAKSIMUM 25 4. Jawab: Rancanglah cara pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat : ● Identifikasi keadaan darurat: Langkah pertama menuju perencanaan tanggap darurat adalah mengidentifikasi semua situasi darurat yang mungkin dihadapi organisasi selama jam kerja atau setelah jam kerja. Pertimbangkan lokasi perusahaan, sifat pekerjaan perusahaan, mesin atau bahan kimia yang digunakan, dibuat, atau disimpan di dalam lokasi. Buat daftar semua potensi keadaan darurat yang mungkin dihadapi perusahaan. Lakukan penilaian risiko yang terkait dengan keadaan darurat ini. ● Identifikasi persediaan / sumber daya yang diperlukan untuk menanggapi keadaan darurat: Anda perlu menilai kemampuan tempat kerja Anda saat ini untuk merespons keadaan darurat. Ini termasuk sumber daya internal dan eksternal, persediaan medis atau lainnya yang diperlukan untuk menanggapi keadaan darurat. Anda mungkin dapat mengendalikan beberapa keadaan darurat dengan kontrol proaktif, seperti mengurangi sumber pengapian. Selain kontrol proaktif, identifikasi kontrol reaktif seperti saluran komunikasi, bantuan medis, generator, peralatan pemadam kebakaran, dan lain-lain yang mungkin diperlukan saat keadaan darurat terjadi. ● Buat rencana tanggap darurat: Rencana Tanggap Darurat yang tepat perlu dibuat setelah keadaan darurat dan mekanisme tanggapan mereka diidentifikasi. Ini akan mencakup prosedur untuk menangani keadaan darurat, lokasi dan instruksi untuk fasilitas darurat, prosedur evakuasi, alarm dan fasilitas darurat. ● Komunikasikan dan Latih pekerja / pemangku kepentingan yang relevan tentang tanggap darurat: Begitu Rencana Tanggap Darurat dibuat, penting untuk mengkomunikasikan rencana tersebut kepada semua pekerja / pemangku kepentingan yang relevan. Anda perlu melatih pekerja untuk menangani situasi darurat. Latihan darurat yang sering dapat dilakukan untuk mendidik pekerja dari waktu ke waktu. ● Evaluasi dan revisi prosedur tanggap darurat: Prosedur tanggap darurat harus dievaluasi setelah latihan atau setelah keadaan darurat dihadapi. Jika perlu, prosedur darurat ini harus diubah atau direvisi berdasarkan hasil pengujian atau latihan.. Sumber : https://isoindonesiacenter.com/5-langkah-perencanaan-tanggap-darurat-dalam-iso-45001/ SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 15
Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda Jenjang Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kurikulum : 2013 Kelas : XII Bentuk Soal : Pilihan Ganda KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.7 Memahami penanganan keadaan darurat XII / 1 ● Perencanaan Penanganan Keadaan Darurat dan Penanganan Keadaan Darurat Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian perencanaan penanganan keadaan darurat PG Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan cara penanganan keadaan darurat PG ● Pengendalian Peralatan Keadaan Darurat dan Pemahaman (C2) ●Merinci cara pengendalian peralatan keadaan darurat PG FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 16
KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal Pengendalian rekaman dan informasi Keadaan Darurat Kreasi (C6) ●Merancang pengendalian rekaman dan informasi keadaan darurat PG Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang tepat ! 1. Kecelakaan darurat alami yang dapat diantisipasi sebelumnya yakni …. A. Pohon tumbang B. Gempa bumi C. Banjir D. Badai E. Petir 2. Keadaan darurat yang disebabkan oleh kegagalan teknis, misalnya …. A. Badai, hubungan pendek arus listrik dan kecelakaan kerja B. Kecelakaan kerja, hubungan pendek arus listrik dan petir C. Kebakaran, hubungan pendek arus listrik, dan ledakan D. Kecelakaan kerja, kebakaran, ledakan dan petir E. Ledakan, petir, badai 3. Kecelakaan kerja yang sering dialami oleh mekanik sepeda motor adalah …. A. Terkena luka bakar karena suhu logam (mesin dan knalpot) B. Terkena sengatan listrik saat penggunaan peralatan C. Terkena sengatan listrik tegangan tinggi D. Terkena luka bakar karena suhu cairan E. Terkena luka bakar karena zat kimia 4. Pernyataan : i. Segera hentikan pendarahan menggunakan kain atau tisu ii. Menghilangkan benda yang mungkin menempel pada luka iris iii. Mencuci luka iris dengan air hangat iv. Membersihkan seluruh luka menggunakan sabun v. Gunakan yodium untuk mengobati luka Yang merupakan cara-cara untuk menghentikan pendarahan pada luka ringan, dinyatakan pada pernyataan nomor …. A. i dan ii B. i, ii dan iii C. i, iii, dan iv D. i, iv dan v E. ii, iv dan v 5. Pengendalian bentuk energy untuk mencegah kebakaran dilakukan dengan cara …. A. Meletakkan semua sumber energy pemicu kebakaran di luar area bengkel B. Membuat poster peringatan untuk bahan yang mudah terbakar C. Menghindari proses kerja yang menimbulkan panas dan percikan api D. Mengidentifikasi semua sumber energy di bengkel yang dapat menimbulkan kebakaran kemudian menentukan tindakan yang tepat E. Mengidentifikasi semua sumber energy di bengkel yang dapat menimbulkan kebakaran kemudian meletakkan bahan-bahan penyebab kebakaran di luar area bengkel 6. Langkah terakhir perawatan luka iris, yaitu …. A. Menempelkan tisu pada luka B. Menghilangkan benda yang tertempel pada luka C. Mencuci luka dengan sabun kemudian membiarkannya hingga kering D. Menutup luka dengan perban steril dan mengoleskannya dengan antibiotic E. Memberikan yodium pada luka kemudian menutupnya dengan kasa steril FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 17
7. Pernyataan : i. Hindari berdiri terlalu jauh dari beban yang diangkat ii. Mengangkat beban dalam posisi membungkuk iii. Gunakan tungkai bawah sambil berjongkok iv. Menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketata agar pergerakan tidak terhambat Pernyataan yang tepat untuk pengangkatan beban berat ditunjukkan oleh nomor …. A. i dan ii B. ii dan iii C. i, ii dan iv D. i, iii dan iv E. ii, iii dan iv 8. Apabila sumber arus listrik tidak dapat dihentikan, maka benda berikut ini yang dapat digunakan untuk mendorong korban agar terlepas dari sengatan listrik adalah …. A. Mendorong korban dengan meja kayu B. Menarik tubuh korban tanpa perantara C. Menarik tangan korban dengan kunci T D. Mendorong korban dengan mekanik truster E. Mendorong korban menggunakan kompresor 9. Apabila kulit yang terkena air panas melepuh (timbul gelembung) maka langkah yang harus dilakukan adalah …. A. Biarkan gelembung kulit, jangan sampai terbuka agar tidak terjadi infeksi B. Gunakan kapas untuk membungkus luka bekas siraman C. Langsung tutup kulit yang melepuh dengan kain kasa D. Mengolesi luka yang melepuh dengan pasta gigi E. Pecahkan gelembung sesegera mungkin 10. Saat terkena accu zuur, maka penanganan yang paling tepat adalah …. A. Mengelap dengan busa B. Membasuh dengan bensin C. Membasuh dengan air mengalir D. Mengelap dengan majun bersih E. Mengeringkan dengan kompresor Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : B 10 2 Jawaban : C 10 3 Jawaban : A 10 4 Jawaban : B 10 5 Jawaban : D 10 6 Jawaban : A 10 7 Jawaban : D 10 8 Jawaban : A 10 9 Jawaban : C 10 10 Jawaban : C 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 1. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 18
KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 4.7 Melakukan penanganan keadaan darurat. XII / 1 ● Penanganan keadaan darurat Memanipulasi (P2) ●Melatih penanganan keadaan darurat Praktek Memanipulasi (P2) ●Mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat Praktek No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami melatih penanganan keadaan darurat Melatih penanganan keadaan darurat tinggi 91 - 100 Melatih penanganan keadaan darurat cukup 80 - 90 Melatih penanganan keadaan darurat kurang 70 - 79 b. Kemampuan mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat Kemampuan mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat tinggi 91 - 100 Kemampuan mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat cukup 80 - 90 Kemampuan mendemonstrasikan cara cara penanganan keadaan darurat kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab dalam Bertanggung jawab 91 - 100 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 19
No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor bekerja Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK 1 2 3 5 6 Skor Perolehan Skor Maksimal Bobot 10% 60% 20% 10% NK Keterangan: ● Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian ● Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian ● Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100 ● NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal ● NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 20
SMK KESATRIAN PURWOKERTO RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMK Kesatrian Purwokerto Jl. Kesatrian NO. 62 Purwokerto 53115 Email: [email protected] Website : smkkesatrian-pwt..sch.id Telp. : (0281 )636122 Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / Ganjil Materi Pokok : Penanganan Limbah Bengkel Sepeda Motor Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A. Kompetensi Inti KI-3 (Pengetahuan) : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional KI-4 (Keterampilan) : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Klasifikasi Indikator 3.8 Mengiden-tifikasi penanganan limbah bengkel perawatan otomotif 4.8 Melakukan penanganan limbah bengkel perawatan otomotif 3.8.1 Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif 3.8.2 Menyebutkan macam – macam limbah 3.8.3 Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif 4.8.1 Merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif 4.8.2 Melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Kunci Kunci Kunci Kunci Pendukung C. Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Keterampilan Melalui langkah pembelajaran model Discovery Learning dengan pendekatan saintifik peserta didik : ● Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif ● Menyebutkan macam – macam limbah ● Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), ● Merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Kemudian mengajukan pertanyaan, mengajukan jawaban sementara, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun simpulan untuk dapat mencapai kompetensi keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, santun, dan tanggungjawab). FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 1
D. Materi Pembelajaran Materi Faktual dapat diamati dengan indera atau alat ● Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif ● Menyebutkan macam – macam limbah ● Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Materi Konseptual Gabungan antar fakta-fakta yang saling berhubungan ● Limbah bengkel perawatan otomotif Materi Prinsip Generalisasi hubungan antar konsep-konsep yang saling terkait ● Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif ● Macam – Macam Limbah ● Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Materi Prosedural Sederetan langkah yang sistematis dalam menerapkan prinsip ● Prosedur merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Cara melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif . E. Pendekatan, Strategi dan Metode ● Pendekatan : Saintifik ● Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan ● Model : Discovery Learning F. Alat dan Media Pembelajaran ● Vidio Pembelajaran. ● Slide Powerpoint. ● LCD Proyektor. G. SumberBelajar ● Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor, hal. 112-119, Penanganan Limbah Bengkel Sepeda Motor, Samekto Wibowo, S.Pd., Grasindo, 2019 ● Hand Out ● Internet H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah 25 menit 45 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 2
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu 25 menit 30 menit 45 menit ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah ● Siswa menggali informasi tentang tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu Pendahuluan ● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Religius 25 menit ● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Disiplin ● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. Rasa ingin tahu ● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 3
Langkah Pembelajaran Tahapan Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Nilai Karakter, Literasi, 4C, HOTS Waktu ● Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan Materi sebelumnya, Literasi ● Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar. Inti Stimulus ● Guru menampilkan tayangan tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif 25 menit 45 menit 25 menit 30 menit 45 menit ● Siswa mengamati dan memahami tayangan tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Identifikasi masalah ● Guru menanyakan maksud dari tayangan tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Siswa secara berkelompok mendiskusikan tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Pengumpulan data ● Guru meminta siswa mengali informasi tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Siswa menggali informasi tentang tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Pembuktian ● Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Siswa menjawab dan mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru secara berkelompok. Menarik kesimpulan ● Siswa menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok mengenai Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif ● Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru ● Siswa menyimpulkan materi tentang Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Penutup ● Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas 30 menit ● Guru melaksanakan penilaian pengetahuan melalui tes tertulis. ● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Tanggung jawab ● Siswa melakukan pembersihan peralatan, media dan ruangan. Disiplin ● Guru mengarahkan siswa untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran. Religius I. Penilaian Pembelajaran ● Penilaian Skala Sikap ● Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial ● Bentuk penilaian : lembar pengamatan ● Instrumen penilaian : jurnal (terlampir) ● Pengetahuan ● Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan ● Bentuk tes : uraian ● Instrumen Penilaian : (terlampir) ● Keterampilan Teknik/Bentuk Penilaian : FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 4
● Praktik/Performence ● Portofolio ● Instrumen Penilaian : (terlampir) Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya. PROGRAM REMIDIAL SMK Kesatrian Purwokerto Kelas/Semester : XII/ Ganjil Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : Penanganan Limbah Bengkel Sepeda Motor (KD / Indikator) : 3 .8.1. Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif 3.8.2 Menyebutkan macam – macam limbah 3.8.3 Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif KKM : 75 N o Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan. 2. Mencari informasi secara online tentang materi 3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar. Purwokerto, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran Fajar Suryono MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama ( 6 x 45 Menit ) ● Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 5
ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Limbah dikelompokkan menjadi tiga, yakni: 1. Berdasarkan Wujudnya ● Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung dilihat dari fisik limbah tersebut. ● Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2, HCL, NO2. dan lain-lain. ● Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain. ● Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain. 2. Berdasarkan sumbernya Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada dari mana limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari: ● Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri ● Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian ● Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan ● Limbah domestik; yakni limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain. 3. Berdasarkan senyawa Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik dan limbah anorganik. ● Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah membusuk), limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan. ● Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah Plastik dan baja. ● Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ● Selain pengelompokan limbah-limbah diatas masih ada lagi jenis limbah yang lain, yakni limbah B3. Dari pengertian umumnya limbah merupakan suatu barang sisa yang bisa berupa padat, cair dan gas. Limbah B3 sendiri merupakan jenis limbah yang sangat berbahaya, suatu limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 jika mengandung bahan yang berbahaya serta beracun karena sifat dan konsentrasinya bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan. Limbah B3 sendiri masih memiliki beberapa karateristik lagi yakni; Beracun, mudah meledak mudah terbakar, bersifat korosif, bersifat reaktif, dapat menyebabkan infeksi dan masih banyak lagi. Bengkel sepeda motor tidak dipungkiri lagi untuk saat ini sangat berguna dan sangat membantu bagi yang mempunyai kendaraan sepeda motor, namun disamping itu bengkel motor juga dapat menghasilkan limbah sebagai berikut : ● Oli bekas (limbah cair), dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem tanah dan dapat merusak kemurnian air tanah. ● Sekrap besi, busi bekas, tromol rem bekas dll (limbah padat) dapat mengotori lingkungan dan dapat mngakibatkan luka jika terinjak. ● Karbon monoksida/CO (limbah gas) dapat memperbesar kebocoran lapisan ozon (O3), gangguan pernafasan, keracunan dan kematian. Referensi http://fresh-lookout.blogspot.com/2013/10/limbah-bengkel-sepeda-motor-dan-cara.html Pertemuan Kedua ( 6 x 45 Menit ) ● Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Di bengkel-bengkel resmi limbah yang dihasilkan sama persis dengan limbah yang dihasilkan oleh bengkel biasa, yang membedakan adalah dari cara memperlakukan limbah itu sendiri. Di FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 6
bengkel biasa limbah oli biasa tercecer dimana-mana sehingga tanah menjadi tercemar, limbah padat sering bertebaran dimana-mana sehingga lantai/tanah tercemar limbah logam dan untuk limbah gas yang berupa gas CO sering tidak diperhatikan karena tak berbentuk, padahal gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, disamping limbah yang dtimbulkan tadi terdapat juga polusi suara yang dihasilkan kendaraan. Untuk mencegah, menanggulangi serta mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh limbah yang dihasilkan oleh kendaraan sepeda motor, dapat dengan cara sebagai berikut : ● Limbah cair (oli bekas) dapat ditampung ditampung dalam bak penyimpanan/drum untuk di daur ulang menjadi pelumas dengan proses penyaringan dan menambahkan zat kimia tertentu. ● Limbah padangan carat (Sekrap besi, busi bekas dan tromol rem bekas) dapat dikumpulkan pada tempat tertentu untuk dapat di daur ulang kembali menjadi onderdil baru menurut jenis bahannya dengan cara peleburan. ● Limbah gas (karbon monoksida) dan polusi suara dapat ditanggulangi dengan cara menyediakan pipa elastis yang didalamnya terdapat saringan khusus dan terhubung langsung dengan knalpot sepeda motor. ● Dengan cara-cara seperti diatas untuk menanggulangi dan mengurangi dampak dari limbah kendaraan sepeda motor yang ada di bengkel akan berdampak positif, akan tetapi jika untuk mencegah timbulnya limbah selama barang/alat masih diperlukan untuk membantu dan meringankan pekerjaan, limbah akan sangat sulit untuk dihilangkan ataupun dicegah. Referensi http://fresh-lookout.blogspot.com/2013/10/limbah-bengkel-sepeda-motor-dan-cara.html Lampiran Instrumen Penilaian A. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP 1. Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap No Nama Siswa Sikap spiritual Sikap sosial Jumlah Skor Mensyukuri 1-4 Jujur 1-4 Kerja sama 1-4 Harga diri 1-4 1 2 a. Sikap Spiritual Indikator sikap spiritual “mensyukuri”: • Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran • Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi • Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. b. Sikap Sosial 1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur” • Tidak berbohong • Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu • Tidak nyontek, tidak plagiarism • Terus terang. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 7
• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 2. Sikap kerja sama Indikator sikap sosial “kerja sama” • Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan • Saling menghargai/ toleran • Ramah dengan sesama. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. 3. Sikap Harga diri Indikator sikap sosial “harga diri” • Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri • Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri. Rubrik pemberian skor • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut • 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut • 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut • 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut. B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.8 Mengidentifikasi penanganan limbah bengkel perawatan otomotif XII / 1 ● Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif Uraian Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan macam – macam limbah Uraian ● Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Pemahaman (C2) ●Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Uraian Soal Uraian : 1. Jelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif…? 2. Sebutkan macam – macam limbah…? 3. Sebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif…? 4. Sebutkan bebrapa contoh Kontaminan Yang Ada Di Bengkel…? Pedoman Penskoran Soal Uraian : FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 8
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1. Jawab: Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif : Apa yang dimaksud dengan limbah? Secara umum, pengertian limbah adalah buangan atau material sisa yang dianggap tidak memiliki nilai yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga). Ada juga yang mengatakan bahwa definisi limbah adalah semua material sisa atau buangan yang berasal dari proses teknologi maupun dari proses alam dimana kehadirannya tidak bermanfaat bagi lingkungan dan tidak memiliki nilai ekonomis. Pada dasarnya berbagai jenis limbah dihasilkan oleh kegiatan manusia, baik itu kegiatan industri maupun domestik (rumah tangga) dan berdampak buruk terhadap lingkungan dan juga bagi kesehatan manusia. Dari hal diatas limbah bengkel perawatan otomotif adalah buangan atau material sisa yang dianggap tidak memiliki nilai yang dihasilkan dari suatu proses produksi, dari kegiatan perbengkelan. Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-limbah.html SKOR MAKSIMUM 25 2. Jawab: Macam – macam limbah : 1. Jenis Limbah Berdasarkan Wujudnya ● Limbah padat, yaitu limbah yang wujudnya padat, sifatnya kering, dan tidak dapat berpindah sendiri. Contohnya; sampah, potongan kayu, sisa makanan, logam, dan plastik. ● Limbah cair, yaitu limbah yang wujudnya cair, dapat larut dalam air, dan dapat berpindah sendiri. Contohnya; air cucian piring, air bekas pencucian kendaraan, dan lainnya. ● Limbah gas, yaitu limbah zat yang wujudnya gas yang yang mengandung racun (CO2, HCL, SO2, dan lainnya) dan dapat berpindah-pindah. Contohnya asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan lainnya. 2. Jenis Limbah Berdasarkan Sumbernya ● Limbah industri, yaitu limbah yang berasal dari pembuangan atau sisa kegiatan industri. ● Limbah pertanian, yaitu limbah yang timbul sebagai akibat dari kegiatan pertanian. ● Limbah pertambangan, yaitu limbah yang timbul karena kegiatan pertambangan. ● Limbah domestik, yaitu limbah yang disebabkan oleh kegiatan rumah tangga, restoran, pasar, dan lainnya. 3. Jenis Limbah Berdasarkan Senyawanya ● Limbah organik, yaitu jenis limbah yang dapat diuraikan (mudah membusuk) dan berbaur dengan alam. Misalnya kotoran hewan dan kotoran manusia. ● Limbah anorganik, yaitu jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak dapat diuraikan. Misalnya sampah plastik, potongan baja, dan lain-lain. Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-limbah.html SKOR MAKSIMUM 25 3. Jawab: Cara Penanganan : ● Penanganan Kontaminan Cair melalui proses pengolahan primer (penyaringan, pengolahan awal, pengendapan, pengapungan) , pengolahan sekunder dengan mikroorganisme, desinfeksi, dan endapan lumpur. ● Penanganan kontaminan padat dapat melalui proses penimbunan terbuka, sanitary landfill (lubang yang dilapisi plastik), membuat kompos padat, dan daur ulang. ● Penangan kontaminan gas dapat melalui kontrol emisi, menghilangkan materi partikulat. ● Penanganan kontaminan B3 melalui penanganan khusus seperti sumur injeksi, kolam penyimpanan, dan terapan ilmu fisika biologi dan kimia. Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/04/pengertian-dan-fungsi-pengendalian.html SKOR MAKSIMUM 25 FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 9
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 4. Jawab: Contoh Kontaminan Yang Ada Di Bengkel Berikut merupakan macam-macam kontaminan yang ada di bengkel otomotif: ● Gas H2SO4 yang merupakan hasil elektrolisis accu pada saat pengisian maupun pengosongan. Hal ini dapat diketahui dari bau menyengat asam sulfat. Oleh karena itu diperlukan ruangan khusus yang digunakan untuk proses pengisian aki dan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Selain berbahaya untuk kesehatan, gas H2SO4 dapat memicu ledakan apabila terkena sumber panas atau api. ● Gas buang dari kendaraan bermotor memiliki berbagai unsur yang dapat membahayakan kesehatan seperti karbonmonoksida, karbondioksida, hidrokarbon, dan partikel lainnya. Oleh karena itu, sebuah workshop atau bengkel harus memiliki ventilasi yang baik agar berbagai partikel tersebut tidak meracuni manusia disekitarnya. ● Kontaminan Cair seperti uap bensin, cairan pembersih, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dalam proses perawatan diperlukan berbagai alat keselamatan seperti masker untuk mencegah terjadinya keracuna akibat berbagai kontaminan cairan. ● Limbah B3 atau limbah berbahaya seperti oli dan zat-zat lain yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Limbah berbahaya tersebut diperlukan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Limbah-limbah tersebut biasanya ditampung terlebih dahulu kemudian dikirim ke tempat penampungan untuk didaur ulang. Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/04/pengertian-dan-fungsi-pengendalian.html SKOR MAKSIMUM 25 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 Kisi Kisi Soal Pilihan Ganda FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 10
Jenjang Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kurikulum : 2013 Kelas : XII Bentuk Soal : Pilihan Ganda KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentuk Soal No Soal 3.8 Mengidentifikasi penanganan limbah bengkel perawatan otomotif XII / 1 ● Pengertian limbah bengkel perawatan otomotif dan Macam – Macam Limbah Pemahaman (C2) ●Menjelaskan pengertian limbah bengkel perawatan otomotif PG Pengetahuan (C1) ●Menyebutkan macam – macam limbah PG ● Penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Pemahaman (C2) ●Menyebutkan cara penanganan limbah bengkel perawatan otomotif PG Soal Pilihan Ganda : Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a, b, c, dan d, di depan jawaban yang paling tepat ! 1. Berikut ini adalah komponen bekas yang tidak dapat dimanfaatkan adalah …. A. Kampas rem bekas B. Bohlam lampu C. Ban bekas D. Oli bekas E. Battery 2. Limbah cair berikut yang bisa menimbulkan efek terbakar apabila mengenai kulit adalah …. A. Bensin B. Air accu C. Oli bekas D. Accu zuur E. Minyak rem 3. Pengelolaan kain majun yang sudah terkena oli atau zat kimia lainnya yang paling tepat adalah …. A. Dibakar dengan alat khusus B. Ditimbun di kebun C. Dikubur di tanah D. Dibuang di sungai E. Dijemur 4. Penyebab utama polusi udara pada kendaraan bermotor adalah …. A. Kondisi knalpot rusak B. Kualitas bahan bakar yang jelek C. Saluran pembuangan sepeda motor rusak D. Penyetelan kendaraan yang kurang tepat E. Filter udara pada mesin yang tidak dapat bekerja maksimal 5. Mikroorganisme air yang mati karena adanya pencemaran air, maka efek pertama adalah …. A. Fitoplankton dan zooplankton B. Fitoplankton dan endapan air C. Zooplankton dan endapan D. Fitoplankton dan larutan E. Zooplankton dan larutan 6. Apabila tumbuhan air mati, karena adanya pencemaran, maka efek pertama adalah …. A. Larutan dalam air menurun B. Derajat keasaman menurun C. Larutan dalam air meningkat D. Derajat keasaman meningkat E. Kandungan oksigen dalam air berkurang 7. Penyakit yang langsung dirasakan oleh masyarakat akibat dari pencemaran air adalah …. A. Penyakit paru-paru B. Penyakit jantung C. Penyakit asma D. Penyakit kulit E. Penyakit liver FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 11
8. Derajat keasaman air yang normal adalah …. A. Antara 1 dan 3 B. Antara 2 dan 4 C. Antara 3 dan 5 D. Antara 4 dan 6 E. Antara 5 dan 7 9. Yang bukan fungsi dari drainase bengkel adalah …. A. Saluran pembuangan air hujan B. Mengalokasi tumpahan atau ceceran oli bekas C. Mengalokasi tumpahan atau ceceran bahan bakar D. Saluran pembuangan air pada saat pembersihan lantai E. Saluran untuk pembuangan air bekas pencucian sepeda motor dan peralatan bengkel 10. Batas waktu penyimpanan oli bekas di dalam oli drain adalah …. A. 2 bulan B. 4 bulan C. 6 bulan D. 8 bulan E. 12 bulan Pedoman Penskoran Soal Pilihan Ganda : NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR Benar Salah 1 Jawaban : A 10 2 Jawaban : D 10 3 Jawaban : A 10 4 Jawaban : C 10 5 Jawaban : A 10 6 Jawaban : E 10 7 Jawaban : D 10 8 Jawaban : E 10 9 Jawaban : A 10 10 Jawaban : C 10 TOTAL SKOR MAKSIMUM 100 0 C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Kisi Kisi Keterampilan Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa Program Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3) Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor Kelas / Semester : XII / I KD Kompetensi Dasar Kelas/ Sem. Konten/ Materi Level Kognitif Indikator Soal Bentu k Soal No Soal 4.8 Melakukan penanganan limbah bengkel perawatan otomotif XII / 1 ● Limbah bengkel perawatan otomotif Memanipu lasi (P2) ● Meran cang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Praktek Memanipu lasi (P2) ● Melati h penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Praktek FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 12
No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor 1 Persiapan Kerja a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 - 90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 - 79 b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100 Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 - 90 Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 - 79 2 Proses dan Hasil Kerja a. Memahami merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif tinggi 91 - 100 Merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif cukup 80 - 90 Merancang penanganan limbah bengkel perawatan otomotif kurang 70 - 79 b. Kemampuan melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif Kemampuan melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif tinggi 91 - 100 Kemampuan melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif cukup 80 - 90 Kemampuan melatih penanganan limbah bengkel perawatan otomotif kurang 70 - 79 c. Kemampuan mendapatkan informasi Kemampuan mendapatkan informasi lengkap 91 - 100 Kemampuan mendapatkan informasi cukup lengkap 80 - 90 Kemampuan mendapatkan informasi kurang lengkap 70 - 79 d. Kemampuan dalam bekerja Kemampuan dalam bekerja tepat 91 - 100 Kemampuan dalam bekerja cukup tepat 80 - 90 Kemampuan dalam bekerja kurang tepat 70 - 79 e. Laporan Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100 Hasil Laporan disusun cukup rapih 80 - 90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70 - 79 3 Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100 Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90 Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79 b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 - 100 Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90 Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79 c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 - 100 Cukup bertanggung jawab 80 - 90 Kurang bertanggung jawab 70 - 79 d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100 Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90 Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79 4 Waktu Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100 Selesai tepat waktu 80 - 90 Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79 Pengolahan Nilai Keterampilan : FAJAR SURYONO/PBSM/TBSM/2023-24 13