The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Media Pembelajaran Efektif (Hamdan Husein Batubara)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zeifulsmeser, 2022-11-03 00:50:08

Media Pembelajaran Efektif (Hamdan Husein Batubara)

Media Pembelajaran Efektif (Hamdan Husein Batubara)

Keywords: media,pembelajaran,efektif

7. Perhatikan tata letak konten slide
Pada topik penilaian rancangan media visual telah dijelaskan

bagaimana cara menyusun tata letak tampilan, menjaga
keseimbangan unsur-unsur grafis, memilih warna yang tepat
sehingga media visual mudah dibaca dan menarik bagi siswa.
Prinsip-prinsip tersebut dapat Anda jadikan sebagai panduan
dalam merancang grafis slide presentasi. Contoh sebuah tata letak
konten slide yang mudah dibaca adalah sebagai berikut.

8. Gunakan audio dengan cermat dan tepat
Penggunaan audio di dalam slide presentasi harus memiliki

tujuan yang jelas. Karena penggunaan audio yang tidak tepat atau
terlalu banyak justru akan mengganggu suara presenter saat
menjelaskan materi presentasi. Disamping itu, penggunaan audio
juga harus memperhatikan hak cipta audio tersebut. Anda dapat
mengunduh audio gratis pada link ini: https://www.youtube
.com/audiolibrary/music?nv=1.

Adapun cara memasukkan audio pada slide PowerPoint
adalah: klik tab Insert, lalu klik menu Audio on My PC, dan pilih file
audio dari dalam komputer, maka file audio yang telah
ditambahkan ke dalam slide Powerpoint akan tampil dengan ikon

140 Media Pembelajaran Efektif


speaker. Cara mengatur audio di dalam slide presentasi adalah: (1)
klik klik speaker, (2) lalu klik menu Playback, maka akan tampil
menu pengaturan audio sebagai berikut.

Fungsi menu pengaturan playback audio yang terdapat pada
gambar di atas adalah sebagai berikut:

● Play berfungsi untuk memutar audio
● Add Bookmark berfungsi untuk membuat tanda pada

durasi waktu tertentu sehingga pengguna bisa langsung
melompot ke suara tersebut tersebut dengan mengklik
tanda yang telah dibuat.
● Trim Audio berfungsi untuk memotong bagian awal dan
bagian akhir audio. Menu ini dapat digunakan untuk
menyembunyikan bagian-bagian suara yang tidak ingin
ditampilkan. Cara menggunakannya adalah: klik menu
Trim audio, kemudian pada jendela Trim audio, gunakan
kolom ‘Start time’ untuk menentukan durasi awal audio
(format: jam:menit:detik), dan kolom ‘End time’ untuk
menentukan durasi akhir audio.
● Volume digunakan untuk mengatur level volume suara
yang terdapat pada audio.
● Start berfungsi untuk mengatur kapan audio mulai
diputar. Pilihannya adalah: In Click Sequence (mengikuti
urutan animasi), Automatically (otomatis diputar saat

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 141

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


slide terbuka), When clicked On (ketika ikon speaker
diklik).

● Play Across slides berfungsi untuk membuat audio terus
berbunyi pada slide-slide yang lain.

● Loop until stopped berfungsi untuk membuat audio
otomatis berulang dari awal ketika durasi audio sudah
berakhir.

● Hide During Show berfungsi untuk menyembunyikan
ikon speaker audio saat presentasi dimulai

● Play in Background berfungsi untuk menjadikan audio
sebagai suara latar slide yang menyala terus menerus
selama proses presentasi.

Disamping itu, Anda juga dapat memasukkan audio ke dalam
ojek gambar, shaoe, ataupun teks sehingga suara tersebut akan
berbunyi saat objek tersebut diklik. Caranya adalah: tambahkan
sebuah objek (gambar/shape/teks), kemudian blok objek tersebut,
lalu klik tab Insert, dan klik menu Action. Maka akan tampil jendela
Action settings sebagai berikut.

142 Media Pembelajaran Efektif


Pada jendela Action Settings, centang kotak menu Play Sound,
kemudian klik kolom menu Play sound, dan pilih Other Sound untuk
memilih file audio dari komputer. Setelah selesai memilih audio,
klik tombol OK, maka audio yang telah ditambahkan akan berbunyi
ketika objek (gambar/ shape/ teks) tersebut diklik.
8. Gunakan transisi dengan cermat untuk menarik

perhatian
Transisi atau proses bergantinya satu slide dengan slide beri-
kutnya sangat berperan untuk menarik kembali perhatian siswa
yang mungkin sempat tidak fokus menyimak materi pelajaran.
Menurut Smaldino, jenis transisi yang digunakan oleh pengajar se-
baiknya konsisten pada seluruh slide, dan tidak perlu menyertakan
audio pada transisi tersebut kecuali untuk tujuan tertentu.
Cara menambahkan transisi sangatlah mudah, yaitu: (1) klik
tab transisi, (2) lalu pilih salah satu transisi yang sesuai. Selanjut-
nya, Anda juga dapat mengatur menu lanjutan, yaitu: (3) menu
Sound digunakan untuk menyertakan suara pada transisi slide, (4)
menu Duration digunakan untuk mengatur durasi/ kecepatan
transisi, dan (5) menu Apply to All untuk menerapkan transisi suatu
slide pada seluruh slide yang ada. Perhatikan gambar berikut.

9. Gunakan animasi dengan cermat
Penggunaan animasi yang tepat akan menambahkan efek

dramatik pada elemen slide Anda. Tetapi jangan berlebihan dalam

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 143

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


menggunakan animasi agar tampilan pesan yang akan disampai-
kan tidak menjadi buram akibat animasi tersebut. Cara menambah-
kan dan mengatur animasi pada slide PowerPoint adalah sebagai
berikut.

Pada gambar di atas, (1) klik objek yang ingin diberikan efek
animasi, (2) kemudian klik tab animations, dan pilih salah satu
animasi yang ingin diterapkan, (3) klik menu Animation Pane untuk
menampilkan panel animasi, (4) pada panel animasi, Anda dapat
mengklik ikon panah animasi, lalu pilih Efect Options... untuk
menampilkan pengaturan efek animasi, (5) Pada jendela efek,
gunakan menu Direction untuk mengatur arah gerakan animasi,
menu Sound untuk menambahkan suara pada animasi, dan
Animation text untuk menentukan apakah animasi teks muncul
secara bersamaan atau per kata dan per baris, (6) klik menu Timing
untuk mengatur waktu animasi, seperti menu Start untuk
mengatur waktu mulainya animasi, Delay untuk mengatur waktu
tunda, Duration untuk mengatur kecepatan gerakan animasi, dan
Repeat untuk mengatur jumlah pengulangan animasi, Trigger
untuk menjadikan elemen grafis lain sebagai pemicu animasi, (7)
menu Add Animations berfungsi untuk menambahkan animasi
tambahan pada objek yang telah diberikan animasi, (8) dan menu

144 Media Pembelajaran Efektif


Animation Painter berfungsi untuk menyalin animasi objek
tertentu dan menerapkannya pada objek lain.
C. Teknik Merekam Video Narasi Slide PowerPoint

Video narasi adalah video yang berfungsi untuk menjelaskan
isi dari slide PowerPoint. File slide powerpoint yang telah berisi
rekaman narasi video dapat diekspor ke dalam format video
sehingga tampilan slide dan video presenter dapat disaksikan oleh
siswa dalam waktu yang sama. Cara merekam narasi slide pada
program PowerPoint versi 2019 adalah sebagai berikut.

Sesuai dengan petunjuk gambar di atas, (1) klik tab Slide Show,
(2) kemudian klik Record Slide Show, lalu klik Record from current
slide untuk merekam dari slide yang sedang dibuka, atau klik
Record from Beginning untuk merekam dari slide pertama, maka
akan muncul jendela perekaman sebagai berikut.

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 145

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Sesuai dengan petunjuk gambar di atas, (1) menu Settings
berfungsi untuk mengatur sumber kamera dan mikrofon, (2) menu
Clear untuk menghapus video yang telah direkam, (3) simbol AA
untuk memperbesar/ memperkecil ukuran huruf catatan, (4)
menu Notes untuk menampilkan/ menyembunyikan catatan yang
ditulis di bawah slide, (5) tombol Record berfungsi untuk merekam,
tombol stop untuk berhenti, dan tombol Replay untuk memutar
hasil rekaman, (6) tombol panah untuk pindah ke slide berikutnya,
(7) ikon laser untuk mengubah mouse menjadi titik merah, ikon
pulpen untuk mencoret slide presentasi, ikon penghapus untuk
menghapus coretan, ikon warna untuk memilih warna tinta pulpen,
(7) ikon presenter untuk menyembunyikan dan menampilkan
video presenter, ikon kamera/ mikrofon untuk menyalakan dan
mematikannya.

Setelah selesai proses perekaman, Anda bisa menghentikan
proses perekaman dengan mengklik tombol X atau tombol
keayboard yang bernama “ESC”. File hasil rekaman Powerpoint
biasanya akan tersimpan slide per slide sehingga jika ada hasil
rekaman yang kurang baik pada slide tertentu maka Anda cukup
menghapus hasil rekaman di slide tersebut saja, dan cukup
mengulangi proses rekaman di slide tersebut.

Cara mengekspor slide presentasi beserta rekaman narasinya
ke dalam format video adalah: klik tab “File”, maka akan muncul
beberapa menu berikut.

146 Media Pembelajaran Efektif


Selanjutnya, (1) klik menu “Export”, (2) lalu klik menu “Create
a Video”, (3) kemudian klik tombol “Create video”, dan klik tombol
“Save”.
D. Teknik Merekam Layar Komputer dengan PowerPoint

Selain untuk merekam narasi slide, PowerPoint versi 2019,
2016, dan 2013 juga memiliki fitur Screen Recording yang berfungsi
untuk merekam seluruh aktivitas layar komputer dan suara
presenter. Menu Screen recording tersebut dilihat pada gambar
berikut.

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 147

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Berdasarkan gambar di atas, Anda dapat melakukan
perekaman layar komputer dengan cara: (1) Klik tab Insert, (2) lalu
klik menu “Screen Recording”. Selanjutnya pada panel baru, (3) klik
record pointer untuk merekam pergerakan mouse (ikon terblok =
terekam), (4) Klik Audio untuk merekam suara pembicara, (5) klik
“Select Area”, dan drag area layar untuk memilih area layar uang
ingin direkam, (6) kemudian klik tombol Record untuk mulai
merekam.

Setelah selesai merekam, Anda bisa menghentikan proses
perekaman dengan mengarahkan kursor mouse ke tepi atas layar,
(7) lalu klik tombol “Pause” untuk menjeda proses perekaman, (8)
atau klik tombol “Stop” untuk mengakhiri proses perekaman. Maka
hasil rekaman video akan tampil di dalam slide. Adapun cara
menyimpan file hasil rekaman ke dalam komputer adalah: klik
kanan video hasil rekaman, (9) kemudian pilih menu “Save Media
as...”, lalu pilih folder tempat penyimpanan video, dan klik tombol
“Save”.

E. Teknik Membuat Video Animasi dengan PowerPoint
Video animasi adalah sebuah video yang berisi gambar atau

teks bergerak. Fitur animasi di dalam program PowerPoint dapat
digunakan untuk membuat sebuah video animasi. Misalnya, video
animasi yang berisi informasi layanan masyarakat, atau video
animasi yang digunakan sebagai background sebuah video.
Langkah-langkah membuat video animasi adalah sebagai berikut.

1. Membuat Rancangan visual video animasi
Cara membuat rancangan visual video sama dengan cara

membuat rancangan slide presentasi. Contoh video animasi yang
menampilkan informasi sebuah acara adalah sebagai berikut.

148 Media Pembelajaran Efektif


Pada gambar di atas, latar belakangnya ditambahkan
menggunakan gambar sebuah gedung, kemudian judul kegiatan
dibuat dengan teks, lalu bentuk-bentuk visual lainnya dibuat
menggunakan fitur shape. Bentuk shape yang dijadikan sebagai
latar belakang logo adalah bentuk kotak shape yang disesuaikan
bentuknya dan dilapis dua sehingga bentuk shape tersebut tampak
seolah seperti gambar tiga dimensi.

Cara menyesuaikan bentuk kotak shape adalah: (1) klik kanan
kotak shape, lalu pilih Edit Point, (2) kemudian tarik kotak putih
atau kotak hitam (point) yang muncul untuk mengubah bentuk
shape. Disamping itu, Anda juga dapat menambah dan menghapus
kotak hitam (point) tersebut dengan mengklik kanan tepat di atas
garis tepi shape, (3) lalu pilih Add point. Perhatikan gambar berikut.

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 149

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Setelah Anda selesai membuat bentuk tertentu menggunakan
shape, selanjutnya Anda dapat mengatur warnanya, menggunakan
menu shape effects untuk menambahkan efek pada bentuk shape,
atau menduplikasi shape (Ctrl+D) dan menjadikan salah satunya
sebagai warna bayangan. Contohnya adalah sebagai berikut.

Pada gambar di atas, Anda dapat menggunakan menu Bring
Forward dan Send Backward untuk memindahkan sebuah shape ke
depan atau ke belakang objek lain, dan Anda juga dapat

150 Media Pembelajaran Efektif


menggunakan menu Aligne untuk memindahkan bentuk shape
sejajar dengan patokan tertentu.

Setelah selesai mengatur tata letak objek visual, selanjutnya
Anda dapat mengelompokkan beberapa elemen menjadi sebuah
kelompok/ grup. Manfaat dari pengelompokan tersebut adalah
agar ukruan beberapa elemen dapat diubah secara sekaligus, atau
animasi tertentu dapat ditambahkan ke grup yang memiliki
elemen. Perhatikan gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa cara
membuat beberapa elemen menjadi sebuah grup adalah: seleksi
elemen-elemen yang ingin dikelompokkan, lalu klik menu Group
(atau klik tombol CTRL+G).
2. Mengatur Animasi

Ada empat kelompok animasi dalam program PowerPoint,
yaitu: 1) Entrance effect: animasi yang digunakan untuk
memunculkan objek dari tidak ada menjadi ada. Contoh: Fade, 2)
Emphasis effect: animasi yang digunakan untuk menekankan suatu
objek sehingga lebih menonjol dari yang lainnya. Contoh: Fill Color
(mengubah warna shape), 3) Exit Effect: animasi yang digunakan

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 151

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


untuk mengeluarkan objek dari slide presentasi. Comtoh:
Disappear, dan 4) Motion Path: animasi yang digunakan untuk
memindahkan objek dari suatu titik ke titik lain. Contoh: Lines
(Batubara 2017:342).

Sebagai contoh, perhatikan beberapa jenis animasi yang telah
penulis tambahkan pada gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, Anda dapat mengklik menu
Animation Pane untuk menampilkan panel animasi di sebelah
kanan slide. Pada panel animasi tersebut, Anda dapat dengan
memilih animasi yang ingin diatur. Ketika Anda memilih salah satu
animasi, maka gambar atau objek yang terkait dengan animasi
tersebut juga akan ditandai dengan kotak warna orange.

Adapun penjelasan mengenai beberapa animasi yang penulis
tambahkan pada gambar di atas adalah sebagai berikut.

● Gambar topi wisuda memiliki nama file “Picture 46”. Jenis
animasi yang penulis tambahkan pada gambar ini adalah
float in (muncul perlahan) dengan arah float down (dari
atas ke bawah). Posisi animasi ini berada pada urutan
pertama dengan jenis pemicu With previous, sehingga
animasi ini akan langsung muncul saat slide dijalankan.

152 Media Pembelajaran Efektif


Pengaturan timing yang penulis terapkan pada animasi
ini adalah sebagai berikut.

Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan
bahwa pemicu mulainya animasi ini adalah With previous,
yaitu bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara
menu Duration menunjukkan bahwa kecepatan animasi
adalah fast atau satu detik, dan menu Repeat
menunjukkan bahwa animasi ini tidak tampil berulang.
● Kotak teks yang berisi “Pelepasan Wisuda Periode Agustus
2020 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas
Islam Negeri Walisongo Semarang” memiliki nama file
“Rectangle 48”. Jenis animasi yang penulis tambahkan
pada gambar ini adalah float in (muncul perlahan)
dengan arah float up (dari bawah ke atas). Posisi animasi
ini berada pada urutan kedua dengan jenis pemicu With
previous, sehingga animasinya akan muncul bersamaan
dengan gambar topi wisuda. Sementara pengaturan
timing yang penulis terapkan pada animasi ini adalah
sama dengan pengaturan animasi gambar topi wisuda.

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 153

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


● Kelompok logo memiliki nama file “Group 5”. Jenis
animasi yang penulis tambahkan pada gambar ini adalah
fly in (terbang) dengan arah from top (dari atas ke bawah).
Posisi animasi ini berada pada urutan ketiga dengan jenis
pemicu After Previous, sehingga animasi ini akan muncul
setelah animasi sebelumnya selesai bergerak. Pengaturan
timing yang penulis terapkan pada animasi ini adalah
sebagai berikut.

Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan
bahwa pemicu mulainya animasi ini adalah After previous,
yaitu setelah animasi sebelumnya selesai bergerak.
Sementara menu Duration menunjukkan bahwa
kecepatan animasi ini adalah Very Fast atau setengah
detik, dan menu Repeat menunjukkan bahwa animasi ini
tidak tampil berulang.
● Kelompok/ grup gambar orang dan jadwal kegiatan
memiliki nama file “group 1”. Jenis animasi yang penulis
tambahkan pada gambar ini adalah float in (muncul
perlahan) dengan arah float up (dari bawah ke atas).
Posisi animasi ini berada pada urutan keempat dengan
jenis pemicu After previous, sehingga animasi ini akan
muncul setelah animasi sebelumnya selesai bergerak.

154 Media Pembelajaran Efektif


Pengaturan kecepatan animasi yang penulis terapkan
adalah fast atau satu detik.
● Kelompok gambar ikon Zoom dan backgroundnya
memiliki nama file “Group 69”. Jenis animasi yang penulis
tambahkan pada grup ini adalah Zoom (muncul dan
membesar). Posisi animasi ini berada pada urutan kelima
dengan jenis pemicu After previous, sehingga animasi ini
akan muncul setelah animasi sebelumnya selesai
bergerak. Pengaturan kecepatan animasi yang penulis
terapkan adalah very fast atau setengah detik.
● Rectangle 48 yang berwarna kuning adalah animasi untuk
teks “Pelepasan Wisuda Periode Agustus 2020 Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Walisongo Semarang”. Jenis animasi kedua yang penulis
tambahkan pada gambar ini adalah Brush color
(perubahan warna). Cara menambahkan animasi kedua
adalah: klik kotak teks yang akan diberikan animasi, lalu
klik menu “Add Animation”, lalu pilih animasi yang ingin
ditambahkan. Misalnya, Brush Color. Perhatikan gambar
berikut.

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 155

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Setelah selesai memilih animasi, Anda dapat mengatur
animasi melalui panel animasi yang di sebelah kanan
slide. Pengaturan animasi yang penulis terapkan untuk
animasi Brush Color adalah sebagai berikut.

Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan
bahwa pemicu mulainya animasi ini adalah With previous,
yaitu bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara
menu Duration menunjukkan bahwa kecepatan animasi
ini adalah Slow atau tiga detik, dan menu Repeat
menunjukkan bahwa animasi perubahan warna tersebut
akan bergerak berulang-ulang hingga slide berakhir.
● Star atau gambar bintang yang bertebaran di dalam slide
menggunakan animasi Pulse (berdetak atau bersinar).
Pengaturan animasi tersebut adalah sebagai berikut.

156 Media Pembelajaran Efektif


Berdasarkan gambar di atas, menu Start menunjukkan
bahwa pemicu mulainya animasi ini adalah With previous,
yaitu bersamaan dengan animasi sebelumnya. Sementara
menu Duration menunjukkan bahwa kecepatan animasi
ini adalah Very Fast atau setengah detik, dan menu Repeat
menunjukkan bahwa animasi pulse ini bergerak
berulang-ulang hingga slide berakhir.
3. Mengekspor Video Animasi
Setelah selesai mengatur animasi, Anda dapat mempratinjau
animasi dengan mengklik menu Slide Show (atau klik tombol F5).
Adapun cara mengekspor slide ke format video adalah sebagai
berikut.

Berdasarkan gambar di atas, (1) klik tab File, (2) lalu klik menu
Export, (3) lalu klik menu Create a Video, (4) kemudian gunakan
menu Full HD untuk mengatur ukuran video, (5) lalu gunakan
menu “Second spent on each slide” untuk mengatur waktu tampil
setiap slide. Dalam hal ini, Anda perlu menghitung jumlah animasi
dan durasi waktu setiap animasi yang terdapat di slide tersebut
lalu total durasi tersebutlah yang Anda masukkan dalam kolom

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 157

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


tersebut. (6) selanjutnya, klik menu “Create Video”, lalu pada
jendela penyimpanan, tentukan nama file dan folder penyimpanan
video, lalu tekan tombol “Save”.

F. Teknik Presentasi di Kelas

Setelah memahami cara merancang slide presentasi, selan-
jutnya Anda perlu memahami teknik menggunakan slide presen-
tasi dalam dalam proses pembelajaran. Tiga poin penting yang
harus diperhatikan pengajar ketika ingin melaksanakan presentasi
di kelas adalah sebagai berikut.

1. Perencanaan

Presentasi yang efektif dimulai dari perencanaan yang baik.
Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan presesntasi Anda agar
terlaksanaka dengan efektif. Adapun beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam tahap perancanaan adalah sebagai berikut.

a. Menganalisis karakteristik siswa. Seperti kebutuhan
siswa, tingkat pengetahuan awal siswa, nilai yang diyakini
siswa, dan miskonsepsi para siswa terkait dengan topik
yang akan disajikan.

b. Merinci tujuan belajar. Seperti menetapkan kegiatan apa
saja untuk mencapai tujuan belajar tersebut, berapa
banyak waktu yang dimiliki untuk menyajikan presen-
tasi, dan apa saja konten yang yang dapat disajikan
dengan waktu yang tersedia.

c. Mengidentifikasi poin-poin kunci dan sub poin pen-
dukungnya. Gagasan utama dan gagasan pendukung yang
ingin dijelaskan kepada siswa sebaiknya ditulis pada
kartu catatan atau catatan kaki slide presentasi agar poin-
poin kunci tersebut tidak ada yang terlewatkan. Anda
juga sebaiknya membatasi jumlah gagasan tersebut pada
lima sampai 9 poin gagasan agar waktu presentasi Anda
tidak terlalu lama.

158 Media Pembelajaran Efektif


d. Menyusun materi presentasi ke dalam urutan yang logis.
Misalnya, dimulai dari tinjauan materi yang akan
disampaikan, penjelasan materi, dan tinjauan ulang dari
semua materi yang telah disampaikan.

2. Persiapan dan Pengaturan Tempat
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan

persiapan adalah sebagai berikut.
a. Telaah materi-materi yang terkait dengan setiap gagasan
presentasi Anda agar Anda Anda lebih menguasai isi pre-
sentasi tersebut.
b. Lakukan gladi bersih presentasi untuk melatih kemam-
puan Anda dalam menyampaikan materi presentasi.
c. Latihlah untuk menjawab pertanyaan yang Anda
antisipasi muncul dari pembelajar.
d. Rekam dalam video presentasi Anda saat gladi bersih, lalu
minta teman Anda untuk menyimak dan memberikan
umpan balik terhadap presentasi tersebut.
e. Periksalah semua peralatan Anda sebelum memulai pre-
sentasi. Pastikan semuanya telah bekerja dengan baik.
f. Tempatkan proyeksi video di depan dan di tengah siswa
agar semua siswa dapat mengamatinya dengan baik
g. Letakkan benda-benda yang sedang dipelajari di depan
dan di tengah, lalu pindahkan benda tersebut jika sudah
tidak diperlukan lagi.

3. Penyajian materi
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan

penyajian materi adalah sebagai berikut.
a. Kurangi perasaan khawatir dan gugup dengan latihan
dan persiapan yang matang

Merancang Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint 159

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


b. Kendalikan rasa gugup saat presentasi dengan bernapas
pelan, menggerakkan anggota tubuh, dan mengatur
gestur dan intonasi suara

c. Berdirilah ketika memberikan presentasi untuk men-
dapatkan lebih banyak perhatian

d. Jangan masukkan tangan Anda ke dalam kantong, atau
menyilangkannya ke belakang badan, atau memainkan
pulpen dengan benda-benda lainnya.

e. Gerakkan badan Anda secara alami sehingga seolah-olah
Anda sedang bercakap-cakap dengan para siswa.

f. Jelaskan materi Anda dengan bahasa yang personal, lang-
sung, santai, dan jangan hanya membacakan isi pre-
sentasi

g. Gunakan kecepatan berbicara yang alami dan sesuai
dengan kebutuhan siswa

h. Berbicaralah dengan jelas dan cukup nyaring agar
terdengar oleh semua siswa

i. Jalin kontak mata dengan siswa untuk mengarahkan dan
menjaga perhatian siswa

j. Anda dapat menekankan suatu informasi dengan mem-
buat jeda (keheningan) setelah menyampaikan informasi
tersebut.

160 Media Pembelajaran Efektif


Bab 6

TIPS DAN TRIK MERANCANG
VIDEO PEMBELAJARAN

A. Konsep Dasar Video Pembelajaran
Video atau film adalah salah satu media yang konkret dan

terbukti efektif dalam menyampaikan suatu informasi, membentuk
opini, dan menggugah empati masyarakat. Perkembangan yang
pesat pada bidang teknologi komputer, smartphone, dan software
editing video telah memungkinkan setiap orang dalam
memproduksi video pembelajaran secara secara mandiri dan
dengan alat yang praktis digunakan.

Video secara etimologi berasal dari kata vidi dan visum yang
berarti melihat atau mempunyai daya penglihatan. Menurut Munir,
video adalah teknologi penangkapan, perekaman, pengolahan,
penyimpanan, pemindahan, dan perekonstruksian urutan gambar
diam dengan menyajikan adegan-adegan dalam gerak secara
elektronik sehingga tayangan video tampak seperti gambar yang
bergerak (Munir 2013).

Istilah video pembelajaran sendiri merujuk pada video yang
dirancang atau digunakan untuk kegiatan pembelajaran, seperti
merangsang sikap, menayangkan suatu tempat secara virtual dan

Merancang Video Pembelajaran 161

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


realistik, meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan, dan
sebagainya. Dengan demikian, video dapat dikatakan mampu
membelajarkan berbagai jenis topik pelajaran, baik yang bersifat
kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Sebuah video bisa merekayasa waktu dan tempat suatu
kejadian sehingga hasil gambarnya tampak lebih jelas. Misalnya,
mempercepat waktu perubahan ulat bulu menjadi kupu-kupu,
memperlambat sebuah gerakan melompat, menampilkan tampilan
suatu wilayah dari pesawat drone, dan menampilkan pembelahan
sel amoeba dengan jelas.

Koumi dalam kutipan Marisa telah mengungkapkan tiga
manfaat dari penggunaan video dalam pembelajaran, yaitu
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, membangkitkan
motivasi dan apresiasi, dan memberikan pengalaman nyata
(Marisa et al. 2016:5.5-5.6).

Menurut Smaldino (2012:411–12), video pembelajaran juga
memiliki keunggulan dalam memperlihatkan suatu proses,
gerakan dari berbagai sisi, peristiwa yang beresiko,
mengembangkan ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik, dan
membentuk kesamaan pengalaman (Smaldino et al. 2012:412).
Dari beberapa manfaat ini, dapat dipahami bahwa video
pembelajaran efektif digunakan untuk menjelaskan materi yang
berhubungan dengan gerakan, prosedur, peristiwa yang
mengandung gerakan, kondisi kehidupan manusia, hewan dan
tumbuhan.

Beberapa hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa
bahwa video pembelajaran memiliki sejumlah keunggulan yang
bermanfaat bagi siswa. Hasil penelitian penulis menunjukkan
bahwa penggunaan video dalam proses pembelajaran dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa, membantu siswa dalam
memahami materi pelajaran, mmeningkatkan kemandirian dan
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan

162 Media Pembelajaran Efektif


pemahaman siswa terhadap materi pelajaran (Batubara dan
Batubara 2020:82).

Menurut hasil analisis penulis, penggunaan video
pembelajaran juga memberikan dampak positif bagi pengajar,
yaitu: (a) melatih kreatifitas pendidik, (b) membantu pengajar
dalam memvisualisasikan materi pelajaran kepada siswa (c)
memperkaya bahan ajar pengajar, (d) meningkatkan personal
branding pengajar sebagai pembuat video (content creator), (e)
menambah hak cipta pengajar, dan (f) menambah penghasilan
pendidik dari hasil pembuatan video.

Besarnya manfaat video bagi proses pembelajaran telah
mendorong pendidik dan pengelola lembaga pendidikan untuk
membeli, mengunduh, ataupun memproduksi video pembelajaran.
Oleh karena itu, pengadaan video pembelajaran bisa dilakukan
dengan dua acara, yaitu: (1) mengevaluasi video pembelajaran
yang telah tersedia, dan (2) memproduksi video pembelajaran
sesuai kebutuhan pembelajaran.

Di antara contoh situs web yang menyediakan video
pembelajaran adalah sebagai berikut:

● Youtube (https://www.youtube.com),
● TV Edukasi (http://video.kemdikbud.go.id)
● LinkedIn Learning

(https://www.linkedin.com/learning)
● Microsoft Educator Center

(https://education.microsoft.com)
● Ruang Guru (https://bimbel.ruangguru.com)
● Quipper video (https://www.quipper.com/),
● Zenius (https://www.zenius.net),
● Coursera (https://www.coursera.org), dan lainnya.
Setelah mendapatkan beberapa video yang dinilai bermanfaat
bagi pembelajaran, maka Anda harus mempratinjau dan
mengevaluasi video tersebut sebelum menggunakannya dalam

Merancang Video Pembelajaran 163

Cara mengutip buku ini:

Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


proses pembelajaran. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
saat memilih video pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. Konten video sesuai dengan standar dan tujuan pem-
belajaran
Tujuan orang untuk membuat video dan menyebarkannya di

internet itu bermacam-macam. Oleh karena itu, Anda perlu untuk
mengevaluasi kesesuaian video yang ditemukan dengan tujuan
pembelajaran dan kondisi siswa. Jika ternyata ada bagian video
yang tidak sesuai maka Anda bisa menandainya atau menghapus-
nya agar siswa tidak terganggu dengan bagian video tersebut.

2. Konten video akurat dan terbaru
Konsep-konsep dijelaskan di dalam video juga perlu dieva-

luasi untuk memastikan kebenaran dan keterbaruan dari konten
video tersebut. Tindakan ini sangat perlu dilakukan agar siswa
tidak memperoleh informasi yang menyesatkan, usang, dan tidak
sesuai dengan tujuan pembelajaran.

3. Bahasa video sesuai usia
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali video pem-

belajaran gratis di internet. Akan tetapi, bahasa yang digunakan di
dalam video tersebut belum tentu sesuai dengan kompetensi dan
perkembangan bahasa siswa. Oleh karena itu, Anda perlu meninjau
dan mengevaluasi kesesuaian bahasa video dengan tingkat
perkembangan bahasa dan kosa kata siswa.

4. Memiliki tampilan visual dan audio yang berkualitas
Tampilan visual dan audio video dapat dinilai dari kejelasan

gambarnya dan kejernihan suaranya. Hal-hal yang harus dihindari
untuk meningkatkan kualitas visual video adalah: ukuran video
terlalu kecil, tempat perekaman video terlalu gelap atau terlalu te-
rang, kamera perekam video memiliki kualitas yang buruk, sudut
pengambilan gambar salah, jarak kamera dengan objek yang di-

164 Media Pembelajaran Efektif


rekam terlalu jauh, dan gerakan kamera saat proses pengambilan
gambar tidak teratur.

Sementara hal-hal yang harus dihindari untuk meningkatkan
kualitas audio adalah: volume suara terlalu pelan, suara
pengganggu (noise) yang terlalu nyaring, musik pengiring audio
terlalu keras, klip audio terlalu cepat, dan gelombang suara tidak
harmonis antara audio model 1 dengan audio model lainnya.

5. Penyajian materi video jelas dan mudah dimengerti
Selain untuk alat peraga, video pembelajaran juga sering

digunakan sebagai sumber belajar mandiri. Oleh karena itu,
penyajian materi melalui video pembelajaran harus sistematis dan
konkret agar siswa mudah dalam memahaminya. Misalnya,
pengajar dapat mengorganisasi materi pelajaran dari konsep yang
mudah ke konsep yang sulit, dan mendukung penjelasannya
dengan teks, gambar, atau video.

6. Konten video bebas dari iklan atau konten negatif
Video layanan masyarakat yang dibuat oleh individu atau

perusahaan terkadang mengandung iklan atau konten yang tidak
layak dilihat oleh anak-anak. Oleh karena itu, para guru harus
menyeleksi kebersihan video dari iklan dan konten negative
sebelum ia menggunakannya dalam proses pembelajaran. Contoh
iklan yang tidak boleh ada di dalam video antara lain adalah: iklan
rokok, iklan minuman keras, iklan alat kontrasepsi, dan gambar-
gambar yang yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan.

7. Konten video dapat meningkatkan motivasi dan minat
belajar siswa
Video yang bisa meningkatkan motivasi dan minat belajar

siswa adalah video yang menunjukkan gambar dan audio
kesukaannya. Misalnya, anak-anak biasanya akan teratrik dengan
warna yang solid, gerakan animasi, dan gambar kartunis
disbanding gambar asli. Disamping itu, materi video juga sebaiknya
dibagi ke beberapa segmen sehingga siswa bisa mempelajari

Merancang Video Pembelajaran 165

Cara mengutip buku ini:

Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


materi pelajaran dengan pelan-pelan dan bisa istirahat setelah
selesai mempelajari sebuah topik.

8. Video mudah diperoleh dan digunakan
Ukuran video yang lumayan besar terkadang menjadi kendala

bagi siswa untuk mengakses dan memutarnya. Oleh karena itu,
pendistibusian video pembelajaran harus mempertimbangkan
biaya yang diperlukan siswa untuk mengaksesnya dan
kemampuan siswa untuk memutar video tersebut. Misalnya,
pengajar dapat mengunggah video ke Youtube sehingga siswa bisa
mengunduhnya dengan beberapa pilihan ukuran video (Marisa et
al., 2016, hal. 5.18-5.19).

B. Tahapan Produksi Video Pembelajaran
Seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat,

proses produksi video pembelajaran telah semakin mudah dilaku-
kan dan bahkan beberapa jenis video pembelajaran telah dapat
diproduksi secara mandiri. Seperti video rekaman mengajar
(teaching recording), video pembelajaran yang disertai rekaman
layar komputer (screen cash), dan video tutorial (tutorial video).

Selain bentuk video tersebut, pengajar juga dapat mengemas
video pembelajaran dalam bentuk dramatisasi kisah/ lagu/ puisi,
video dokumenter suatu isu, rekaman percobaan ilmiah, rekaman
seminar virtual, rekaman kegiatan talkshow, dan rekaman situs-
situs yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Proses produksi video pembelajaran terdiri dari tahap
persiapan, perekaman, dan penyuntingan. Beberapa kegiatan yang
dilaksanakan pada setiap tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan adalah tahap perancangan skenario video
dan hal-hal yang diperlukan dalam proses perekaman. Seperti:
naskah video, properti pendukung, penentuan pemain, tempat, dan

166 Media Pembelajaran Efektif


jadwal perekaman. Cara mempersiapkan beberapa hal tersebut
adalah sebagai berikut.

a. Menulis naskah video

Naskah video perlu ditulis untuk menjadi panduan pengajar

dalam memproduksi video pembelajaran. Format dari naskah

video tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan video yang

akan diproduksi. Isi dari naskah video antara laina dalah: narasi,

adegan atau visualisasi gambar, musik, dan durasi setiap sesi.

Contoh format naskah video yang dapat Anda gunakan sebagai

pertimbangan adalah sebagai berikut.

Judul : Pemantulan Cahaya

Durasi : 5 Menit

Pemeran : 1 Orang

Kamerawan : 1 Orang

Lokasi : Ruang kamar

Scence Narasi Musik Adegan dan Durasi
rancangan grafis (detik)

1. Halo sahabat sekalian ! Tanpa Sekilas alat-alat 30”
Apakah kamu pernah musik untuk percobaan
pemantulan cahaya
melihat pantulan cahaya?

Benda apa saja yang dapat
memantulkan cahaya?

Ayo kita pelajari tentang
pemantulan cahaya !

2. Tanpa narasi Musik ANIMASI: 30”
Keras • Judul

• Standar
Kompetensi dan
Kompetensi
Dasar

• Background
gelap dan disertai
dengan simbol-

simbol sains

Merancang Video Pembelajaran 167

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


3. Alat-alat yang diperlukan Mengalir • Menunjukkan 30”
untuk percobaan lembut
pemantulan cahaya adalah: alat-alat yang
akan digunakan
cermin datar, sumber
cahaya (senter), busur • Animasi Teks
derajat dan kertas putih. Daftar

• Bahan dan Alat

(transparan)

• Ditutup dengan
animasi

4. • Letakkan busur derajat Mengalir Animasi Transisi 60”
lembut dan kata pertama
di atas kertas karton

• Kemudian letakkan • Fasilitator
cermin datar meletakkan busur
berhimpitan dengan derajat di atas
sumbu datar busur
derajat. karton

5. • Nyalakan senter dan Mengalir Animasi Transisi 60”
arahkan tegak lurus ke lembut dan kata kedua
arah cermin datar
sebagai sudut datang • Fasilitator
dengan garis normal menyalakan
dan datangnya sinar itu senter dan
sejajar dengan busur mengarahkannya
derajat tegak lurus
kearah cermin
datar

6. • Nyalakan senter dan Mengalir Animasi Transisi dan 60”

arahkan 30° sebagai lembut kata ketiga
sudut datang dengan
garis normal dan • Fasilitator
datangnya sinar itu menyalakan
sejajar dengan busur senter dan
derajat.
mengarahkan
kearah cermin
datar dengan
• Ukurlah sinar pantulnya
sudut 30 °
dari garis normal, dan
apakah sinar itu sejajar
dengan busur derajat? • Fasilitator
mengukur
besarnya besar

sudut pantul

168 Media Pembelajaran Efektif


• Close dengan
animasi

7. Tanpa narasi Musik Animasi ucapan 30”
keras terima kasih

Tahun produksi

Crew pembuatan
video

Alamat Contact
Person

Setelah selesai menulis naskah video, pengajar sebaiknya

meninjau kembali kevalidan dan dan kesesuaian isi naskah

tersebut dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, pengajar juga

sebaiknya melibatkan teman sejawatnya atau orang lain untuk

memberikan komentar dan saran terhadap isi naskah video

tersebut.

b. Penyiapan Peralatan dan Materi Pendukung

Peralatan yang diperlukan untuk membuat video pembelajar-
an sebenarnya tidak harus sama dengan peralatan yang dimiliki
oleh produser professional. Tetapi, Anda cukup mengoptimalkan
fungsi dari peralatan yang tersedia untuk membuat video
pembelajaran yang berkualitas. Peralatan yang diperlukan untuk
memproduksi video pembelajaran terdiri dari piranti keras, piranti
lunak, dan materi pendukung. Contoh piranti keras yang
diperlukan adalah sebagai berikut.

c. Piranti perekam video

Ada banyak sekali jenis alat yang bisa digunakan untuk
merekam video. Seperti: handycam, camcorder, kamera digital,
kamera smartphone, kamera laptop, webcam eksternal, atau jenis
kamera lainnya. Disamping itu, Anda juga terkadang memerlukan
lampu studio untuk meningkatkan kualitas gambar video, dan
mikrofon condenser/ cardioid/ clip on untuk meningkatkan
kualitas audio.

Merancang Video Pembelajaran 169

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


d. Program perekam video
Program perekam video adalah program yang berfungsi untuk

merekam gambar bergerak beserta audionya. Program perekam
video umumnya telah tersedia pada perangkat komputer, tablet,
smartphone dan kamera digital. Akan tetapi, Anda memerlukan
program tambahan jika Anda ingin merekam layar perangkat
tersebut. Contoh program komputer yang bisa digunakan untuk
merekam layar adalah: Microsoft Powerpoint, Format Factory,
Bandycam Screen recorder, dan Camtasia Studio. Sementara
program Android yang bisa digunakan untuk merekam layar
smartphone adalah: AZ Screen recorder, DU Recorder, dan ADV
Screen recorder.

Dari beberapa program tersebut, Anda bisa memilih salah satu
program yang paling sesuai dengan spesifikasi komputer atau
Smartphone Anda. Informasi tentang syarat piranti keras yang
dapat menjalankan program tersebut dapat diakses pada situs web
produsen program tersebut. Begitu juga dengan cara
penggunaannya dapat dipelajari melalui situs webnya atau melalui
channel Youtube.
e. Program pengedit video

Program penyunting video adalah program yang digunakan
untuk mengubah tampilan ataupun suara sebuah video. Contoh

170 Media Pembelajaran Efektif


program penyunting video untuk perangkat komputer adalah:
Camtasia, Filmora, Adobe Premiere, dan Sony Vegas. Sementara
contoh program penyunting video untuk perangkat smartphone
atau tablet adalah: Kinemaster, Filmora Go, PowerDirector, dan
VivaVideo.

Dari beberapa program tersebut, Anda bisa memilih program
yang syarat penggunaannya sesuai dengan spesifikasi komputer
Anda dan fitur-fiturnya sesuai dengan kebutuhan pengeditan
video. Menurut pengalaman penulis, salah satu program komputer
yang mudah digunakan dan handal untuk mengedit video
pembelajaran adalah program Camtasia versi terbaru. Dengan
program tersebut, Anda bisa mengatur ukuran kanvas video,
memotong bagian video, menambahkan gambar, teks dan anotasi,
menambahkan efek animasi dan transisi, memperbaiki tampilan
visual video, mengganti background video, dan memperbaiki
kualitas suara video.
f. Properti pendukung

Properti pendukung adalah bahan-bahan yang diperlukan
pada saat perekaman video. Misalnya, setting ruangan, slide
presentasi, alat peraga, atau program pendukung. Semua properti
pendukung tersebut harus dipastikan memiliki kualitas yang baik,
mudah digunakan, dan bebas dari hal-hal yang bisa mengganggu
proses perekaman video.

Merancang Video Pembelajaran 171

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


g. Pemilihan pemain, tempat, dan jadwal perekaman
Jumlah pemain dalam video pembelajaran sangat tergantung

pada isi naskah video pembelajaran. Untuk menghemat biaya dan
waktu, pengajar sebaiknya menggunakan dirinya sebagai pemain
utama. Namun jika diperlukan lebih dari satu pemain, pengajar
dapat melibatkan orang lain yang dinilai mampu untuk menjadi
pemain tambahan.

Tempat perekaman video pembelajaran dapat dilakukan di
dalam ruangan (studio) dan di luar ruangan (seperti di taman).
Namun, pengaturan alat perekaman di dalam ruangan/ studio akan
relatif lebih mudah dibandingkan dengan di luar ruangan.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih tempat
perekaman adalah:

● Kesesuaian lokasi tersebut dengan video yang akan
diproduksi

● Pertimbangan izin dan biaya yang diperlukan
● Kualitas pencahayaan di tempat tersebut
● Kondisi suara di sekitar tempat tersebut
● Keamanan dan kehandalan alat dimiliki untuk digunakan

pada tempat tersebut

172 Media Pembelajaran Efektif


● Kesulitan yang akan dihadapi saat perekaman di tempat
tersebut.

Setelah memilih pemain dan tempat perekaman, selanjutnya
pengajar dapat menentukan jadwal rekaman yang tepat sehingga
semua yang terlibat dalam proses perekaman video memiliki
kesediaan waktu untuk melakukan persiapan, latihan dan
melaksanakan kegiatan rekaman.

2. Tahap Perekaman

Tahap perekaman atau shooting adalah tahap utama yang
harus dikerjakan mengikuti panduan yang telah ditulis pada
naskah video. Perekaman video pembelajaran dapat dilakukan di
studio (in door shooting) ataupun dan di luar studio (out door
shooting). Perekaman di dalam ruangan biasanya akan lebih
praktis persiapannya dibandingkan dengan di luar ruangan.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan saat melakukan
perekaman video adalah sebagai berikut.

● Gunakan alat perekam yang bisa menghasilkan video
yang memiliki kejelasan yang tinggi (high definition),
yaitu video yang berukuran 1280 x 720 piksel.

● Pastikan ketersediaan sumber energi (baterai/ listrik)
dari perangkat yang akan digunakan dalam proses
perekaman

● Cari lokasi atau tempat yang membuat diri Anda terlihat
jelas pada monitor kamera

● Gunakan tripod, monopod, atau benda-benda lain untuk
menjaga kestabilan kamera saat merekam

● Jaga rotasi kamera pada mode landscape (melebar ke
samping)

● Perhatikan sudut pengambilan kamera (angle) dan jarak
kamera dari objek yang direkam untuk menghasilkan
video yang memberikan kesan yang baik

Merancang Video Pembelajaran 173

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


● Jika memungkinkan, minta cameramenuntuk meng-
gerakkan kamera secara perlahan untuk menampilkan
beberapa sudut pandang yang berbeda.

Contoh posisi kamera saat merekam pengajar yang sedang
mengajar adalah sebagai berikut.

Pada gambar di atas, dapat Anda lihat bahwa hasil video cukup
baik ketika kamera diletakkan sejajar dengan wajah pengajar, baik
saat pengajar berdiri ataupun saat duduk. Demikian juga dengan
jarak antara pengajar dengan kamera perlu diatur agar hasil video
terlihat jelas dan gerakan tangan pengajar tidak melewati Batasan
tangkapan kamera. Selain merekam badan pengajar, Anda juga
dapat sekaligus merekam layar komputer atau slide presentasi
menggunakan program perekam layar sehingga rekaman layar
komputer tersebut dapat ditampilkan secara bersamaan dengan
rekaman wajah pengajar.
3. Tahap Penyuntingan

Tahap penyuntingan adalah tahap penyesuaian hasil rekaman
dengan naskah video yang telah dibuat sebelumnya. Disamping itu,
tahap penyuntingan juga sangat penting untuk meningkatkan
kualitas audio dan visual video. Beberapa teknik yang bisa

174 Media Pembelajaran Efektif


diterapkan pada proses penyuntingan video adalah:
menambahkan bahan-bahan pendukung video, seperti gambar,
teks, audio, atau video lain, menyesuaikan volume dan gelombang
audio, menyesuaikan warna dan tampilan grafisnya, menambah-
kan efek dan animasi, serta memproduksi video ke dalam format
tertentu.

Proses penyunting video bisa dilakukan menggunakan pro-
gram Camtasia atau program editing lain yang sesuai dengan
spesifikasi komputer atau Smartphone Anda. Contoh program
pengedit video yang ringan untuk komputer atau laptop adalah:
Bandicut, sony vegas, video maker, dan ulead video studio.
Sementara contoh program pengedit video yang bisa dipasang
pada smartphone adalah: Kinemaster, FilmoraGo, Viva Video,
Action Director Video Editor, dan AZ Screen Recorder. Cara
penggunaan program tersebut bisa Anda pelajari secara mandiri
melalui video tutorial yang ada di situs web resminya atau di
Youtube.

C. Teknik Merekam Video dengan Bandicam

Bandicam adalah program perekam video yang bisa
digunakan pada komputer atau laptop spek rendah untuk
merekam layar komputer, game, kamera komputer atau kamera
apapun yang terhubung dengan perangkat komputer. Syarat
minimal sistem untuk bisa menjalankan program Bandicam adalah
sebagai berikut.

● Sistem operasi: Windows XP(SP3)/Vista/7/8/10 (32-bit
atau 64-bit)

● Prosesor: Intel Pentium 4 1.3 GHz or AMD Athlon XP
1500+

● RAM: 512 MB atau yang lebih tinggi
● Ruang penyimpanan: 1 GB
● Resolusi layar: 800x600 16bit Color

Merancang Video Pembelajaran 175

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Program Bandicam versi gratis dan berbayar bisa Anda unduh
di situs web resminya. Cara mengunduh program Bandicam
adalah: kunjungi situs web resmi Bandicam di
https://www.bandicam.com, lalu klik tombol Gratis Unduh.
1. Instalasi Bandicam

Cara menginstall program Bandicam pada komputer adalah:
(1) klik file aplikasi Bandicam yang telah diunduh (biasanya
bernama bdcamsetup), (2) pilih bahasa, lalu klik tombol OK, (3) klik
tombol “Next”, (4) klik tombol “I Agree”, (5) klik tombol “Next”, (6)
klik tombol Install, dan (7) klik tombol Finish. Perhatikan gambar
berikut.

Setelah selesai menginstall program Bandicam, maka akan
tampil jendela Bandicam sebagai berikut.

176 Media Pembelajaran Efektif


Sesuai dengan petunjuk gambar di atas, jendela Bandicam
terdiri dari beberapa halaman, yaitu: halaman Home berisi daftar
menu utama, seperti menu Get Started (fitur utama), Videos (daftar
hasil rekaman), dan Images (daftar hasil screenshot); halaman
General berisi pengaturan umum, seperti menu Output folder
(folder penyimpan hasil rekaman), menu Advanced (pengatur
bahasa dan jendela Bandicam); halaman FPS berisi menu
pengaturan batas jumlah frame per detik (fps), halaman Video
berisi pengaturan rekaman, halaman Image berisi halaman
pengaturan screenshot gambar, dan halaman About berisi
informasi tentang program dan status lisensinya.

2. Teknik Merekam Video
Program Bandicam dapat digunakan untuk merekam layar

komputer dengan disertai rekaman suara, dan video pengajar. Cara
melakukan pengaturan elemen video adalah sebagai berikut.
● Pada jendela Bandicam, (1) klik menu “Video” untuk mengatur

video rekaman. Misalnya: (2) gunakan kolom menu “Record/
Stop Hotkey” untuk mengatur tombol kunci untuk memulai
dan menghentikan proses perekaman. Cara mengubahnya
adalah: klik isi kolomnya alu tekan tombol keyboard tertentu,
misalnya:
Ctrl+Shift+z. Se-
lanjutnya, Anda
perlu mengklik
tombol Settings
untuk membuka
jendela “Recor-
ding settings”
(pengaturan
rekaman).

Merancang Video Pembelajaran 177

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


● Pada jendela Recording settings, (1) klik menu Sound untuk

mengatur mikrofon, (2) lalu centang menu “Record sound”
untuk mengaktifkan
perekaman audio, (3)

dan pada menu
Primary sound device,
pilih nama mikrofon

yang akan digunakan
dalam proses pere-

kaman, dan atur
volume mikrofon
sesuai kebutuhan

atau 100% agar suara
hasil rekaman
terdengar nyaring.

Setelah itu, Anda bisa
mengklik menu yang
lain untuk melanjutkan pengaturan yang lain.

● Selanjutnya, (1) klik menu Webcam untuk mengatur penam-

pilan kamera laptop di dalam rekaman layar komputer, (2)

lalu centang kotak

menu “Add webcam

overlay to video”

untuk mengaktifkan

perekaman kamera

komputer, (3)

kemudian centang

kotak menu Preview

webcam on screen

untuk menampilkan

pratinjau webcam

pada saat proses

rekaman

berlangsung, (5)

178 Media Pembelajaran Efektif


dan klik menu Advanced untuk membuka jendela pengaturan
webcam.

● Pada jendela pengaturan webcam, (5) klik menu Webcam
untuk memilih perangkat kamera yang akan digunakan, lalu
atur formatnya ke format HD, (6) kemudian gunakan menu
Overlay size untuk mengatur ukuran dan posisi kamera di
layar komputer, (7) lalu klik menu Flip screen untuk membalik
tampilan kamera, dan (8) centang kotak menu “Use chroma
key”, untuk mengapus membu at tertentu menjadi transparan.
Misalnya, klik tombol Select untuk memilih warnanya, lalu
tarik scroll Similarity untuk mengatur tingkat penghapusan
warna, dan klik tombol OK.

● Selanjutnya, (1) klik menu “Mouse” untuk mengatur penam-
pilan kursor mouse. Cara mengaturnya adalah: (2) centang
kotak menu Show mouse cursor untuk menampilkan kursor
mouse dalam proses perekaman, (3) centang kotak menu Add
mouse click effect untuk menambahkan efek warna pada
mouse, dan (5) centang kotak menu Left click atau Right click

Merancang Video Pembelajaran 179

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


untuk menampilkan suara klik saat mouse melakukan klik kiri
atau klik kanan.

● Selanjutnya, (1) klik menu Logo untuk menambahkan logo

(gambar) pada video rekaman. Cara mengaturnya adalah: (2)

centang kotak menu

“Add logo overlay to

video” untuk

mengaktifkan

penambahan logo

ke dalam rekaman,

lalu (3) klik tombol

titik tiga Image

untuk memilih file

logo yang akan

digunakan, dan

ukuran file logo

sebaiknya maksimal

100 piksel.

180 Media Pembelajaran Efektif


Selanjutnya, (4) gunakan menu Opacity untuk mengatur
transparansi logo, (5) menu Position untuk mengatur posisi
logo, (6) menu margin untuk mengatur jarak logo dari tepi kiri,
kanan, atas, dan bawah.
● Selanjutnya, (1) klik menu Text untuk menambahkan teks
pada layar video rekaman. Cara mengaturnya adalah: (2)
centang kotak
menu “Add text
overlay to video”
untuk
menngaktifkan
penambahan
teks, lalu (3) klik
tombol Add
untuk
menambahkan
teks baru pada
layar video
dengan ukuran
dan posisi yang
sesuai dengan
kebutuhan.
Posisi teks dan
logo harus diatur sedemikian rupa agar keduanya tidak saling
menutupi. Setelah selesai melakukan pengaturan, klik tombol
OK.

Merancang Video Pembelajaran 181

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


● Setelah selesai melakukan pengaturan, Anda bisa memulai
proses perekaman dengan cara: (1) klik ikon layar komputer,
(2) lalu pilih Fullscreen Display 1, dan (3) mulai proses
perekaman dengan meng-klik tombol REC.

Setelah selesai melakukan perekaman, Anda bisa menghen-
tikan proses perekaman dengan mengklik tombol kunci untuk
menghentikan proses perekaman. Misalnya F11 atau sesuai
dengan yang Anda tetapkan sebelumnya. Hasil rekaman biasanya
akan tersimpan di dalam folder Bandicam yang terletak di
dokumen. Anda bisa membuka folder tempat penyimpanan hasil
rekaman dengan cara: klik menu General, lalu klik tombol Open.

Hasil rekaman video tersebut perlu dipatinjau terlebih dahulu
sebelum didistribusikan kepada siswa. Jika di dalam hasil rekaman
video tersebut ada bagian gambar atau suara yang perlu dihapus

182 Media Pembelajaran Efektif


maka Anda dapat menghapus bagian tersebut menggunakan
program penyunting/ pengedit video. Salah satu program gratis
yang mudah digunakan untuk memotong video dan mengubah
format video adalah program format factory. Anda dapat
mengunduh program tersebut di situs web resminya:
http://www.pcfreetime.com.

D. Teknik Merekam dan Menyunting Video dengan
Camtasia
Camtasia adalah program perekam layar sekaligus pengedit

video. Fitur Camtasia cukup lengkap dan tampilannya juga
sederhana sehingga bisa dipelajari dengan cepat untuk
menghasilkan video pembelajaran yang berkualitas tinggi.
Program Camtasia bisa Anda Anda beli atau unduh versi per-
cobaannya pada situs web resminya di:
https://www.techsmith.com/video-editor.html. Syarat sistem
komputer agar mampu menjalankan program Camtasia 9 adalah
sebagai berikut.

● Sistem operasi komputer: Microsoft Windows 10 (64-bit)
atau macOS 10.13

● Processor: Intel® Core™ i3 atau AMD® Ryzen™ 3.
Direkomendasikan Core i5

● RAM: 8GB atau lebih besar dari itu
● GPU: NVIDIA GeForce 10 Series or lebih tinggi
● Ruang Hard disk: tersedia 4GB
● Layar: 1366x768, 1920x1080, atau lebih besar
● Microphone: mikrofon internal atau eksternal

Cara merekam video dengan program Camtasia bisa dilaku-
kan melalui jendela perekam Camtasia atau melalui plugin
Camtasia yang terpasang pada program PowerPoint. Contoh cara
merekam slide powerpoint dan kamera webcam dengan plugin

Merancang Video Pembelajaran 183

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Camtasia yang terpasang pada program PowerPoint adalah sebagai
berikut.

Sesuai dengan gambar di atas, (1) klik tab Add-ins, (2) klik ikon
kamera untuk menyalakan kamera yang terpasang pada komputer,
(3) klik ikon mikrofon untuk menyalakan mikrofon, (4) klik tombol
Record untuk memulai merekam, (5) maksimalkan volume
microphone, lalu klik tombol “Click to begin recording” untuk
memulai proses perekaman. Setelah selesai merekam slide
presentasi, Anda dapat menghentikan proses perekaman dengan
mengklik tombol keyboard yang bernama “ESC”, (6) lalu jika
muncul jendela konfirmasi, silahkan klik tombol Stop recording,
maka aplikasi Camtasia akan menampilkan hasil rekaman pada
jendela editing video.

Contoh cara merekam layar dan kamera komputer dengan
fitur perekam Camtasia adalah sebagai berikut.

184 Media Pembelajaran Efektif


Sesuai dengan gambar di atas, (1) Double click ikon Camtasia
di desktop, (2) lalu klik tombol New Recording, kemudian pada
panel baru, (3) klik menu Full screen untuk merekam seluruh layar,
atau klik menu Custom dan drag layar komputer untuk merekam
sebagian layar terpilih (4) klik menu Camera on/off untuk
mennyalakan dan mematikan kamera komputer (webcam), (5) klik
menu Audio on/off untuk menyalakan dan mematikan perekaman
mikrofon, (6) atur volume mikrofon menjadi maksimal, dan (7)
tekan tombol merah Rec untuk mulai merekam. Setelah selesai
perekaman, tekan tombol keyboard yang bernama F10 untuk
menghentikan proses perekaman, lalu silahkan edit file hasil
rekamannya pada jendela editing Camtasia.

Contoh penggunaan software Camtasia 2018 untuk
peengeditan video pembelajaran adalah sebagai berikut.
● Mengimpor Media dari komputer

Jenis media yang dapat diimpor ke program Camtasia adalah:
video, foto, audio, Powerpoint, dan file hasil rekaman
Camtasia. Cara mengimpornya adalah: (1) klik menu media,
(2) kemudian klik kanan di area Media Bin, lalu pilih Import

Merancang Video Pembelajaran 185

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


media, (3) kemudian pilih file dari jendela komputer, (4) lalu
klik Open.

● Memasukkan media ke timeline
Caranya: (1) tempatkan Playhead di waktu yang diharapkan
media tersebut akan tampil, (2) lalu klik menu media, (3) dan
klik menu Add to Timeline at Playhead. Selanjutnya atur
ukuran video pada canvas dengan mendrag gambar video
tersebut.

186 Media Pembelajaran Efektif


● Mengatur Video pada Canvas
Caranya: (1) klik ikon panah agar kursor mouse dapat digunakan
untuk menggeser/ memperbesar tampilan video/gambar di
canvas, (2) klik ikon Crop agar mouse dapat digunakan memotong
bagian video/gambar, (3) gunakan menu Zoom untuk
memperbesar tampilan video di canvas.
Selanjutnya, klik kanan video/ gambar, (4) lalu klik Scale to fit
untuk membuat ukuran tampilan video sama dengan ukuran
canvas, (5) klik menu Arrange untuk mengurutkan susunan
objek dicanvas, (6) klik menu Add Visual affect untuk
mengatur tampilan visual video, seperti warnanya,
menghapus latarnya, dsb, (7) klik menu Project settings untuk
mengatur atribut projek yang sedang dikerjakan, (8) Canvas
dimensions berarti ukuran canvas, (9) Color berarti warna
latar, (10) Frame Rate berarti jumlah frame yang ditampilkan
dalam setiap detik, (11) Apply berartu menerapkan
pengaturan.

Merancang Video Pembelajaran 187

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


● Menambahkan teks atau simbol panah
Caranya: (1) klik menu Annotation, (2) lalu klik menu Callouts, (3)
kemudian drag
salah satu jenis
teks ke timeline,
(4) lalu atur
waktu tampil
teks dengan
menggeser teks
yang di timeline
atau mendrag
bagian
awal/akhirnya,
(5) Double click
teks yang di
timeline, lalu
double klik teks yang di layar untuk mengeditnya, dan gunakan
menu Properties untuk mengatur format teks. Lakukan hal yang
sama untuk menambahkan simbol panah.

● Menambahkan efek Zoom
Caranya: (1) tempatkan Playhead pada waktu gambar akan ingin
diperbesar, (2) klik menu Animations, (3) drag sudut kotak untuk
memilih bagian gambar yang akan disorot, (4) dan uji coba
animasinya dengan menjalankan playhead timeline.

188 Media Pembelajaran Efektif


● Menambahkan Behaviors (animasi saat masuk, tetap, dan
keluar)
Caranya: (1) klik menu Behaviours; (2) lalu drag salah satu jenis
Behaviors ke media teks, dan Anda juga dapat menerapkan efek
behaviors pada media visual lain (seperti: gambar/ video); (3)
kemudian gunakan area Properties untuk mengatur tampilannya
saat masuk (In), tetap (During), dan keluar (Out), (4) lalu klik
panah (▼)teks untuk melihat efek di dalam teks, dan Anda dapat
menghapus efek dengan mengklik kanan nama efek tersebut, lalu
klik Delete.

Merancang Video Pembelajaran 189

Cara mengutip buku ini:
Batubara, H. H. (2020). Media Pembelajaran Efektif. Semarang: Fatawa Publishing.


Click to View FlipBook Version