The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Karya tulis mahasiswa Hospitality Business 2A.
Universitas Prasetiya Mulya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by joicetobing02, 2022-06-21 09:48:30

Reading & Writing

Karya tulis mahasiswa Hospitality Business 2A.
Universitas Prasetiya Mulya

DANA kepada orang lain.

Penggunaan OVO sebagai Dompet Digital
OVO merupakan salah satu layanan dompet digital yang diterbitkan oleh PT. Visionet

Internasional. Sebagai aplikasi dompet digital, OVO memberikan kemudahan kepada
penggunanya untuk melakukan transaksi, baik secara online maupun offline. Aplikasi dompet
digital OVO menawarkan pembayaran yang simpel, cepat, dan aman untuk semua jenis transaksi
keuangan pengguna (Indah & Aurino, 2021).

Dari hasil survei kepada 102 responden, 50 responden di antaranya tidak pernah
menggunakan OVO dan 52 sisanya menggunakan OVO. Tingkat penggunaan mereka dalam
kehidupan sehari-hari, terdapat 22 responden sering menggunakan OVO dan 30 responden
kadang-kadang menggunakan OVO.

Gambar 3. Frekuensi penggunaan OVO seseorang
dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat 79 responden menyatakan bahwa OVO tidak hanya dapat digunakan untuk
pembayaran transportasi saja, tetapi juga dapat digunakan untuk membeli pulsa, membayar
tagihan, GrabMart, GrabFood, dan fitur-fitur lainnya. Tidak hanya itu, dengan menggunakan
OVO terkadang pengguna mendapatkan promo dan cashback. Selain dapat digunakan dalam
bertransaksi online, OVO juga telah bekerja sama dengan beberapa merchant offline sehingga
dapat digunakan sebagai alat pembayaran digital. Layout pada aplikasi pun mudah dimengerti
dan kategori-kategori pembayarannya tergolong jelas. Sebelum melakukan transaksi, OVO

mengharuskan penggunanya untuk memasukkan pin atau sidik jari sebagai proteksi demi
keamanan saldo di dalamnya. Apabila dirasa terjadi pencurian akun, pihak OVO pun cepat dan
tanggap memblokir akun tersebut sehingga tidak ada arus keluar dan masuk saldo di akun
tersebut. Akan tetapi, jika pengguna mengganti nomor telepon, maka saldo di nomor sebelumnya
akan hilang.

Gambar 4. Persentase rekomendasi penggunaan
OVO kepada orang lain.

Penggunaan ShopeePay sebagai Dompet Digital
ShopeePay merupakan sebuah fitur layanan e-money atau uang elektronik yang terdapat

pada platform e-commerce, Shopee. ShopeePay biasa digunakan sebagai metode pembayaran
untuk transaksi secara online di aplikasi Shopee maupun transaksi secara offline di merchant
yang telah bekerja sama dengan ShopeePay. Dengan menggunakan ShopeePay sebagai metode
pembayaran, pengguna akan dimanjakan dengan penawaran-penawaran khusus, seperti voucher
belanja, cashback, gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia, serta transfer secara aman dan
praktis.

Pada dompet digital jenis ShopeePay, membuktikan bahwa dari 102 responden, 89
responden di antaranya menggunakan ShopeePay dalam kehidupan sehari-harinya. Tingkat
penggunaan mereka dalam kehidupan sehari-hari, terdapat 73 responden sering menggunakan
ShopeePay dan 16 responden kadang-kadang menggunakan ShopeePay.

Gambar 5. Frekuensi penggunaan ShopeePay seseorang
dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, 99 responden menyatakan bahwa melakukan transaksi dengan
menggunakan ShopeePay tergolong mudah karena fitur-fitur yang ditampilkan sederhana dan
tidak menyulitkan. Kemudahan dalam melakukan top up atau pengisian saldo dapat dilakukan
melalui m-banking dengan biaya admin yang relatif rendah. Biasanya, mereka menggunakan
ShopeePay untuk membayar tagihan e-commerce karena penggunanya mendapatkan beberapa
keuntungan, antara lain gratis ongkir, cashback, baik berupa saldo maupun koin Shopee, diskon,
dan promo ShopeeFood. ShopeePay juga dilengkapi dengan pin dan sidik jari untuk menjaga
keamanan saldo penggunanya sebelum melakukan pembayaran atau transaksi. Jika terdapat
kesalahan transfer dan sejenisnya, ShopeePay bersedia mengembalikan dana penggunanya
(refund). Selain dapat digunakan secara online di aplikasi Shopee, ShopeePay juga dapat
digunakan untuk melakukan pembayaran di merchant offline yang sudah bekerja sama dan
tentunya memberikan cashback, serta promo tertentu kepada penggunanya. Akan tetapi,
beberapa responden berpendapat bahwa sistem pendaftaran atau pengaktifan ShopeePay dinilai
kurang aman karena memerlukan verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Beberapa dari
mereka takut identitas dan KTP mereka disalahgunakan, seperti untuk keperluan pinjol
(pinjaman online). Akan tetapi, aman atau tidaknya hal tersebut telah dijawab oleh pihak Shopee
secara langsung melalui laman Twitter mereka @ShopeeID dan dinyatakan aman karena diawasi
dan dilindungi langsung oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gambar 6. Persentase rekomendasi penggunaan
ShopeePay kepada orang lain.

Penggunaan GoPay sebagai Dompet Digital
GoPay merupakan salah satu jenis e-money atau uang elektronik oleh PT. Dompet Anak

Bangsa (DAB), didirikan pada 13 Oktober 2010 oleh Nadiem Makarim. GoPay telah teregistrasi
dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia. Seperti jenis dompet digital lainnya, GoPay memiliki
fungsi yang sama dengan uang tunai dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
GoPay dapat digunakan untuk melakukan transaksi cepat untuk semua layanan pada aplikasi
Go-Jek dan beberapa merchant yang telah menjalin kerjasama. Saat ini, dompet digital jenis
GoPay hanya bisa diakses melalui aplikasi Go-Jek.

Berdasarkan hasil survei yang didapat dari 102 responden, 18 responden di antaranya
tidak pernah menggunakan jenis dompet digital GoPay dan 84 responden lainnya menggunakan
GoPay sebagai dompet digital. Tingkat penggunaan mereka dalam kehidupan sehari-hari,
terdapat 51 responden yang sering menggunakan GoPay dan 33 responden lainnya
kadang-kadang menggunakan GoPay.

Gambar 7. Frekuensi penggunaan GoPay seseorang
dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat 100 responden berpendapat bahwa menggunakan GoPay tergolong mudah dan
aman dalam penggunaannya. Selain itu, sistem top up atau pengisian saldonya praktis, pengguna
hanya perlu memasukkan kode khusus GoPay ke m-banking. Dengan melakukan transaksi dan
pembayaran e-commerce, seperti Tokopedia melalui GoPay, terkadang mendapat cashback yang
cukup besar. GoPay juga menyediakan banyak diskon dan promo bagi penggunanya yang
menggunakan transportasinya, seperti GoRide dan GoCar. Secara garis besar, untuk dapat
menggunakan voucher yang disediakan oleh aplikasi Gojek, pengguna harus melakukan
transaksi dan pembayaran melalui GoPay.

Dari segi tampilan aplikasi, fitur dan layout GoPay jelas dan mudah dimengerti. Selain
itu, sebelum melakukan pembayaran dan transaksi, pengguna diminta untuk memasukkan pin
atau sidik jari untuk memverifikasi demi menghindari pencurian saldo.

Gambar 8. Persentase rekomendasi penggunaan
GoPay kepada orang lain.

Penggunaan LinkAja sebagai Dompet Digital
LinkAja merupakan modifikasi dari gabungan dompet digital yang oleh beberapa

perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antara lain PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
(TCash), PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (T-Bank), dan PT. Bank Negara Indonesia Tbk
(UnikQu). LinkAja diluaskan oleh PT. Fintek Karya Nusantara dan diproyeksikan pada 30 Juni
2019 oleh Kementerian BUMN (Rahayu, 2019). LinkAja merupakan aplikasi e-wallet atau
dompet digital yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam bertransaksi secara
non-tunai. Penggunanya dapat dengan mudah melakukan transaksi, seperti pembelian pulsa dan
paket internet, bayar tagihan hingga penarikan saldo melalui ATM.

Dari 102 responden, hanya terdapat 9 responden yang menggunakan aplikasi dompet
digital LinkAja, sedangkan 93 responden sisanya tidak pernah menggunakan LinkAja. Tingkat
penggunaan mereka dalam kehidupan sehari-hari, yaitu terdapat 3 responden yang sering
menggunakan LinkAja dan 6 lainnya kadang-kadang menggunakan LinkAja.

Gambar 9. Frekuensi penggunaan LinkAja seseorang
dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa dari mereka yang menggunakan LinkAja mengaku mudah dan aman. Mereka
berpendapat, menggunakan LinkAja dapat memudahkan mereka, terutama bagi penerima kartu
prakerja. Tidak hanya itu, LinkAja dapat digunakan untuk mengisi token listrik, membayar
berbagai jenis tagihan, dan lain-lain. Aplikasi dompet digital yang satu ini juga dinilai aman dan
terverifikasi. Hal ini dibuktikan bahwa LinkAja merupakan aplikasi dompet digital dari
Telkomsel dan dibawahi langsung oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Gambar 10. Persentase rekomendasi penggunaan
LinkAja kepada orang lain.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis di atas, didapatkan bahwa hampir setiap responden

menggunakan setidaknya satu jenis aplikasi dompet digital dalam kehidupan sehari-hari mereka
untuk membantu melakukan proses transaksi dan pembayaran. Hal ini dinilai lebih efektif dan
efisien dibanding menggunakan uang fisik (tunai). Fitur-fitur yang disediakan di dalam aplikasi
dompet digital tersebut membantu memudahkan mereka dalam melakukan transaksi. Akan
tetapi, dari segi keamanan masing-masing aplikasi dompet digital perlu ditinjau lebih lagi. Hal
ini karena beberapa responden pernah mengalami kerugian saat bertransaksi menggunakan
aplikasi dompet digital tertentu.

Setiap aplikasi dompet digital memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing
dalam memberikan pelayanan kepada penggunanya. Keunikan inilah yang membedakan
penggunanya dalam memilih aplikasi dompet digital mana yang akan digunakan sesuai dengan
tingkat kenyamanan masing-masing individu. Dari hasil analisis tersebut, mayoritas responden,
yaitu 41,2% merekomendasikan untuk menggunakan dompet digital jenis ShopeePay.

Gambar 10. Jenis aplikasi dompet digital
yang paling direkomendasikan.

Daftar Pustaka

Bank Indonesia. (2016). PBI 18/40/PBI/2016 Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi

Pembayaran. Retrieved from

http://www.bi.go.id/id/peraturan/sistempembayaran/Documents/PBI_184016.pdf

Ferdiana, A. (2019). Understanding Fintech Through Go-Pay. International Journal of

Innovative Science and Research Technology, 4(2), 257-258.

Hasan, Z., & Gope, R. C. (2013). Dynamics of User Experience (ux). International Journal of

Computer Applications, 097- 8887.

Kusumawardhani, D., A. & Purnaningrum, E. (2021). Penyebaran Pengguna Digital Wallet di

Indonesia Berdasarkan Google Trends Analytics. INOVASI, 17(2), 377-385.

Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: GP Press

Permatahati, I. P., & Djamaris, A. Perbandingan Loyalitas Pelanggan Pengguna Top 5 Aplikasi

Dompet Digital (Shopee Pay, OVO, DANA, Go-Pay, Dan Link Aja) (Studi Kasus Pada

Pengguna Di Jabodetabek). Journal of Entrepreneurship, Management and Industry

(JEMI), vol. 4, no. 2, 6 Dec. 2021, 10.36782/jemi.v4i2.2200. Accessed 20 Jun. 2022.

Rangkuty, D. (2021, June 1). Apakah Penggunaan E-wallet Masa Pandemi Covid-19 Semakin

Meningkat di Indonesia?. UNUSIA CONFERENCE, 1(1), 251-260. Retrieved from

https://journal.unusia.ac.id/index.php/Conferenceunusia/article/view/205

Syafira, R. N., (2020). APLIKASI DANA DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Fenomenologi

Aplikasi DANA Di Kalangan Mahasiswa Kota Bandung). Repository.unpas.ac.id, 16

Mar. 2021, repository.unpas.ac.id/51003/. Accessed 20 June 2022.

Y. A. Rahayu, (2019). Fakta Seputar LinkAja, Dompet Digital Milik BUMN. Retrieved from

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3901278/fakta-seputar-linkaja-dompet-digital-milik

-bumn

Marketing Shopee Mempengaruhi Jumlah Penggunanya

Turhamun Turfizal

Abstrak
This article studies how Shopee’s marketing affects the growth of customers. It talks

about which Shopee's marketing strategy increases more of its users. As we know that different
types of methods can also result in different outcomes. It explains why Shopee has not only one
but more than three marketing strategies. The focus of this article is on marketing by following
trends.

Kata Kunci: Marketing, jumlah pengguna, menggunakan jingle, menggunakan tarian,
menggunakan member atau grup korea.

Setiap perusahaan pastinya memiliki produk yang harus dipromosikan.
Kegiatan promosi ini disebut sebagai kegiatan marketing. Aktivitas ini biasanya
dilakukan dengan banyak cara yang sangat menarik. Hal tersebut tentu saja
digunakan agar perusahaan mendapatkan atensi dari masyarakat dan dapat
mengenalkan produk atau jasanya dengan mudah.

Saat 2019, tepatnya saat lagu DDU DU DDU DU dari BLACKPINK rilis, tak
lama semakin banyak warga Indonesia yang memandang K-pop dengan penuh dan
tidak merehkannya lagi. Dampaknya saat ini adalah mulai banyak perusahaan-
perusahaan yang menggunakan idol K-pop tersebut sebagai brand ambassadornya
seperti Shopee dengan GFRIEND, Tokopedia dengan TWICE, dan brand lainnya.
Lagu pop dari BLACKPINK itulah yang menjadi titik tumpu dari awal munculnya
peningkatan penggunaan idol korea sebagai brand ambassador.

Suatu perusahaan pastinya memiliki banyak teknik marketing dan salah
satunya adalah menggunakan tren seperti brand ambassador idol korea. Dari sekian
banyaknya teknik marketing dalam satu perusahaan ini menimbulkan rasa penasaran
akan dampak yang dihasilkan terhadap jumlah penggunanya. Selain itu, pengaruh
jumlah pengguna ini juga bukan hanya disebabkan karena marketing itu saja. Oleh
karena itu, agar pembahasan selanjutnya menjadi lebih padat maka tulisan ini
berfokus di bagian marketingnya.

Marketing yang digunakan pastinya berbeda-beda tergantung dari zaman dan
perusahaan. Sama halnya dengan masyarakat yang berbeda-beda dalam keinginan
dan kebutuhannya. Teknik marketing yang mereka pakai pastinya berasal dari dalam
perusahaan seperti menggunakan promosi dan dari luar perusahaan layaknya
menggunakan tren. Strategi mereka ini juga bisa disebut dengan apakah mereka ingin
mengikuti perkembangan zaman dan marketing yang sedang disukai pada zaman
tersebut atau menjadi trendsetter dalam dunia marketing.

Banyak jenis perusahaan yang menggunakan teknik marketing yang berbeda-
beda dalam promosi mereka. Teknik yang digunakan oleh perusahaan tersebut juga
memang menarik dan bisa dikatakan berhasil meningkatkan nama mereka.

Perusahaan yang mencoba mempromosikan diri mereka secara luas bisa dicontohkan
dengan perusahaan aplikasi belanja online. Tipe perusahaan ini semakin marak
digunakan sekarang apalagi dikarenakan pandemi Covid-19 yang terjadi. Aplikasi
belanja online ditujukan bagi para pengguna untuk dapat membeli barang atau
kebutuhan apapun secara daring dan tidak ada interaksi langsung dengan penjual.
Hal ini memudahkan para pembeli untuk bisa mendapatkan barang yang mereka
mau atau butuhkan meskipun barang tersebut berada jauh dari posisinya. Aplikasi
ini juga tidak jauh beda dengan kegiatan transaksi jual beli pada umumnya di mana
pembeli dapat berinteraksi dengan penjual melalui media teks, melakukan
penawaran pada harga barang, dan banyak lagi.

Maraknya penggunaan aplikasi belanja online ini membuat banyak perusahaan
menerbitkan mereknya masing-masing, seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dan
masih banyak lagi. Artikel kali ini berfokus pada Shopee karena menurut berita pada
suatu laman mengatakan jika Shopee adalah aplikasi e-commerce yang paling banyak
digunakan oleh masyarakat pada 2021. Shopee menduduki tingkat pertama setelah
Tokopedia dan Lazada. Peringkat ini disandang oleh Shopee setelah dilakukannya
riset dari banyak faktor seperti berdasarkan jumlah transaksi, BUMO (brand, use, most,
and often), dan masih banyak lagi.

Menurut shopee careers, Shopee adalah platform belanja online terdepan di
Asia Tenggara dan Taiwan yang berdiri sejak tahun 2015. Visi yang dimiliki oleh
Shopee adalah membuat belanja online harus terjangkau, mudah, dan menyenangkan.
Shopee sendiri menggunakan banyak sekali teknik marketing dan beberapa
diantaranya adalah menggunakan brand ambassador, jaminan harga termurah, strategi
pemasaran sesuai tren, dan masih banyak lagi. Kembali lagi ke visi mereka di mana
mereka ingin membuat belanja online menjadi menyenangkan benar-benar dapat
dilihat dari marketingnya. Strategi pemasaran sesuai tren bisa dijadikan sebagai contoh
pengaplikasian kata menyenangkan. Hal ini dikarenakan tren biasanya memang
sedang sangat diminati oleh masyarakat sehingga penggunaan tren sebagai teknik
marketing adalah langkah yang tepat untuk dapat meningkatkan perusahaan mereka
sendiri

Lebih jelasnya tren ini adalah fenomena yang sedang populer dan memiliki
jangka waktu hingga fenomena tersebut menjadi kuno. Tren ini bukan hanya terdapat
pada bidang bisnis tapi juga bidang busana, makanan, travel, dan masih banyak lagi.
Satu hal yang pasti adalah tren ini disukai oleh masyarakat maka dari itu
menggunakan tren dalam banyak hal tentunya akan sangat berguna.

Penggunaan strategi sesuai tren ini pun masih bisa dikategorikan lagi seperti
penerapan lagu yang cukup menarik dan dapat menempel pada ingatan seseorang.
Memakai tarian-tarian unik dan mudah sehingga membuat orang-orang tertarik.
Terdapat juga di mana pihak Shopee menggunakan artis atau idol yang berasal dari
agensi korea untuk dapat hadir ke acara mereka. Ketiga hal tersebut tentunya akan
membuat masyarakat tertarik untuk menggunakan Shopee. Namun, dari ketiga
kategori marketing tersebut tentunya memiliki dampak dan hasil masing-masing yang
berbeda.

Berdasarkan dari perbedaan ketiga hasil yang dapat diberikan dari
penggunaan tren tersebut, tulisan ini dibuat demi melihat seberapa signifikan
peningkatan jumlah pengguna aplikasi bertambah. Selain itu, tujuan penulisan artikel
ini adalah agar dapat mengetahui keefektifan dari setiap kategori yang dipakai oleh
Shopee sebagai teknik marketing mereka. Perbandingan tersebut tentunya akan sangat
bermanfaat bagi para pebisnis yang ingin menggunakan tren sebagai teknik
marketingnya.

Data penulisan ini didapat dari internet, jurnal, atau e-book agar hasil
pendataan menjadi lebih luas. Selain itu, wawancara terhadap beberapa pengguna
Shopee juga dilakukan agar membentuk data dengan lebih konkret. Kedua metode
tersebut akan saling membantu satu sama lain agar hasil yang didapatkan maksimal.

Strategi Pemasaran Sesuai Tren dengan Menggunakan Jingle
Tren pertama yang digunakan oleh Shopee adalah menggunakan jingle

dengan nada yang dapat menempel pada ingatan seseorang atau lebih tepatnya
membuat seseorang memiliki earworm. Jingle yang digunakan oleh Shopee sebagai
contohnya adalah “Shopee COD” Lagu ini diadaptasikan dari lagu anak-anak, sepatu
kaca oleh trio kwek-kwek, yang memiliki nada menyenangkan dan cocok di setiap
telinga. Nyanyian trio kwek-kwek tersebut sudah ada sejak sebelum tahun 2009
dengan lirik yang tidak ada unsur cinta-cintaan membuat lagu tersebut sangat aman
dan ramah untuk telinga anak-anak. Penggunaan lagu ini sendiri sudah lama
dilakukan oleh pihak Shopee dan juga disebarkan dengan sangat luas. Penyebaran ini
bisa ada di media mana saja seperti televisi, aplikasi sosial media, iklan game, dan
lainnya. Efeknya tentu sangat berpengaruh bagi masyarakat. Jika masyarakat di
singgung dengan kata “Shopee COD” maka pasti akan ada orang-orang yang
langsung mengingat Tukul Arwana sebagai model ataupun nada dari jingle aplikasi
tersebut.

Penggunaan jingle ini juga biasanya diselingi dengan sedikit alur cerita yang
menarik seperti pada iklan Shopee Men Sale dan Shopee From Home. Selingan seperti
ini akan makin menarik masyarakat untuk dapat melihat Shopee sendiri. Bahkan
masyarakat dapat merasakan apa pesan ataupun perasaan apa yang disampaikan
pada iklan tersebut.

Kembali ke jingle Shopee COD bersama Tukul Arwana yang sudah rilis sejak
sebelum 23 Februari 2021 ini sudah ramah di banyak telinga dan bisa dibuktikan
dengan hasil-hasil wawancara dari para pengguna Shopee yang membenarkan hal
tersebut. Berdasarkan wawancara mengenai marketing Shopee mana yang menurut
mereka paling menarik, banyak dari narasumber lebih memilih marketing dengan
menggunakan jingle Shopee COD ini. Alasan mereka adalah nilai yang disampaikan
oleh Shopee diterima dengan baik oleh para narasumber dan nada lagu yang
digunakan memang disukai oleh mereka. Terlebih lagi narasumber mengatakan
mereka menyukai jingle ini karena sering mendengarnya saat muncul sebagai iklan di
aplikasi-aplikasi yang sering digunakan narasumber.

Nilai yang tersampaikan secara baik tersebut telah dibahas pada teori Dhruv
Grewal dan Michael Levy dalam buku Marketing 8th edition (2021:385) yaitu, “Fungsi
organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, menangkap,
mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola
hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku
kepentingannya”. Dalam teori tersebut dapat disimpulkan bahwa marketing bertujuan
untuk menyampaikan nilai produk atau jasa kepada subjek. Sehingga bisa dikatakan
bahwa teknik ini adalah salah satu cara yang berhasil dalam menjadi strategi
marketingnya Shopee.

Sejak teknik ini digunakan, berdasarkan CNBC Indonesia, jumlah pengguna
aplikasinya berada pada jumlah 120 juta dengan rata-rata kunjungan 6 menit 12 detik
dan lebih banyak diakses melalui mobile. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari
tahun sebelumnya yaitu sebanyak 129,3 juta pada kuartal IV 2020. Meskipun
mengalami penurunan, teknik ini masih banyak diminati oleh banyak orang sehingga
penggunaan teknik ini memiliki kemungkinan berkembang tergantung dari
bagaimana perusahaan yang akan menggunakan teknik ini mengelolanya di waktu
dan keadaan yang tepat.

Strategi Pemasaran Sesuai Tren dengan Menggunakan Tarian
Tren kedua yang Shopee gunakan adalah menggunakan tarian. Salah satu

contohnya adalah baby shark. Baby Shark adalah sebuah lagu anak-anak dengan nada
yang menarik dan tarian lucu sehingga masyarakat menyukai hal ini. Lagu ini berasal
dari sebuah perusahaan di Korea bernama SmartStudy yang berdiri sejak 2010 dan
lagu ini adalah salah satu hasil dari sebuah seri Pinkfong yang merupakan sebuah
platform yang membantu anak-anak belajar melalui lagu-lagu lucu dan
menyenangkan.

Shopee menggunakan teknik ini dengan menyelipkan sedikit cerita yang
bersambung dengan iklan mereka yang lain. Mereka mengubah liriknya akan tetapi
tetap menggunakan nada beserta tarian original dari baby shark. Hal ini tergolong
berhasil dijadikan sebagai teknik marketing karena, efeknya mirip seperti penggunaan
jingle, yaitu sama-sama membuat merek Shopee dikenal oleh masyarakat dan berhasil
menyampaikan makna dari pemasaran tersebut. Contoh tarian lainnya yang
digunakan Shopee adalah Goyang Shopee. Tarian ini ialah gabungan dari lagu
Goyang Dumang dan Baby Shark yang tentunya membuat lagu dan tariannya jadi
lebih menarik. Menggunakan kedua tren yang berbeda dan dijadikan satu memang
ide yang sangat brilian dari Shopee.

Kembali fokus ke penggunaan tarian baby shark yang sudah digunakan Shopee
sejak 2017. Sejak tahun itu Shopee yang tergolong masih baru di dalam dunia e-
commerce sudah dapat memasuki jajaran 5 besar bersama dengan Lazada, Tokopedia,
dan BukaLapak sebagai posisi urutan pertama hingga ketiga. Peningkatan Shopee
naik dari kuartal ke kuartal dan pastinya ini disebabkan oleh marketing Shopee yang
salah satunya adalah menggunakan tarian baby shark.

Pada kuartal satu Shopee tidak masuk ke dalam 56 jajaran aplikasi yang
dikunjungi paling banyak. Namun, pada kuartal 2, aplikasi ini berhasil naik pesat ke
tingkat 7 dengan total kunjungan hingga 9,100,000. Tidak hanya berhenti disana,
kuartal 3 naik bahkan 2 kali lipat dari total sebelumnya yaitu mencapai 18,919,175 dan
mereka berada pada posisi ke lima. Terakhir, pada kuartal 4, Shopee tidak mengalami
kenaikan posisi namun beda halnya dengan total pengunjung yang terus bertambah
hingga 25.736.356 kunjungan. Berdasarkan data kuartal tersebut mampu dikatakan
bahwa Shopee mengalami masa kejayaannya saat 2017 sebagai e-commerce pendatang
baru. Mereka mampu menyaingi brand-brand lainnya yang sudah lebih dikenal lama
oleh masyarakat.

Namun, meskipun mengalami masa kejayaan, teknik ini tidak luput dari hal-
hal negatif seperti orang-orang berpikir bahwa teknik ini terlalu kekanak-kanakan.
Hasil wawancara terhadap pelanggan sendiri yang mengatakan hal tersebut. Tetap
saja mereka tidak bisa memungkiri bahwa cara ini berhasil membuat nama Shopee
menjadi terkenal di Indonesia dan mampu membuat mereka mengalahkan brand-
brand terkenal lainnya.

Strategi Pemasaran Sesuai Tren dengan Menggunakan Individual Grup Member
atau Girl/Boy Grup Korea

Tren terakhir dalam pembahasan ini yang digunakan oleh Shopee adalah
menggunakan idol korea. Faktor ini juga yang menjadi dasar penulisan dari artikel
ini. Awalnya hal ini bukan merupakan sebuah tren, namun hanya penggunaan brand
ambassador biasa seperti pada iklan make up dan lainnya. Namun seiring waktu
berjalan, industri K-pop mulai masuk ke Indonesia dan banyak dari brand e-commerce
yang mulai menggunakan idol K-pop seperti Tokopedia dan Shopee.

Teknik ini tergolong menarik karena perusahaan yang memulai ini benar-
benar melihat peluang yang besar dari masuknya industri tersebut ke Indonesia.
Apalagi dengan jumlah K-popers (sebutan bagi para penggemar lagu pop korea) yang
cukup banyak. Keuntungan yang akan didapatkan perusahaan juga akan makin besar
dan bukan hanya pada pihak seperti Shopee tapi juga dari agensi grup-grup korea.

Menurut dari hasil wawancara terhadap pelanggan Shopee mengenai tren,
maka suara terbanyak kedua jatuh kepada penggunaan tren idol K-pop ini. Mereka
beralasan bahwa jika menggunakan tren, Shopee mengeluarkan banyak usaha dan
uang untuk dapat mengundang mereka (para idol) agar dapat hadir pada acara-acara
Shopee. Salah satunya lagi mengatakan bahwa ia memang tertarik dengan dunia
industri K-pop jadi ia bisa melihat dan mendukung idola beserta aplikasinya dalam
satu waktu. Dari kedua ujaran tersebut dapat disimpulkan bahwa yang paling
menarik di mata masyarakat sekarang adalah menggunakan strategi dengan K-pop
idol sebagai brand ambassador.

Grup pertama yang menjadi brand ambassador sejak 2019 ialah GOT7, boy group
naungan agensi JYP entertainment, yang mendapatkan atensi para K-popers dengan
antusiasme besar. Shopee langsung mengadakan fansign dengan boy group ini, tentu
para penggemar sangat menyukai hal-hal seperti ini. Berlanjut dengan Red Velvet dan

BLACKPINK. Para girl group dari agensi SM dan YG entertainment tersebut juga
pernah menjadi ikon dari Shopee. Lalu ada Stray Kids yang membawakan lagu God's
Menu sebagai jingle Shopeenya. Masih banyak lagi anggota ataupun grup-grup yang
Shopee gunakan namun, dari keempat grup yang disebutkan tadi saja sudah mampu
untuk memuncakkan nama Shopee.

Jumlah pengunjung Shopee pada 2019, tepatnya pada kuartal IV, mencapai
2.973.300 per bulan dan jika ditotalkan secara kasar dapat mencapai 11.893.200
pengunjung dalam 4 bulan tersebut. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan saat
kuartal II yaitu pada angka 93,44 juta per bulan. Pada kuartal III pun sama saja, jika
dibandingkan maka kuartal II dan III masih jauh lebih tinggi daripada kuartal IV.
Pastinya ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 namun, tetap saja bisa teknik
marketing ini bisa dinyatakan secara kasar hanya bisa membuat Shopee bertahan dan
tidak akan berkembang dalam kompetisi industri e-commerce.

Meskipun menjadi favorit pada era sekarang, tetap saja tidak bisa membuat
perubahan yang signifikan pada perusahaan seperti strategi-strategi marketing
sebelumnya.

Kesimpulan
Ketiga tren tersebut mampu untuk menyampaikan nilai barang atau jasa

mereka dengan baik hingga target market mereka mengerti apa yang ingin
disampaikan. Berdasarkan ketiga tren tersebut pula dapat dilihat bahwa, tren pertama
paling diminati meskipun mengalami penurunan hingga 2 juta lebih tapi mempunyai
peluang untuk berkembang. Sedangkan tren kedua adalah tren yang tidak begitu
terlihat peminatnya namun memiliki peningkatan segi interaksi dengan subjek yang
sangat signifikan. Tren terakhir disukai secara jelas oleh masyarakat, meskipun
berada pada posisi kedua dibandingkan penggunaan jingle, ini memiliki tingkat
penurunan yang tinggi.

Dari ketiga perbedaan tersebut sudah bisa dilihat bahwa teknik marketing
Shopee yang paling berhasil adalah saat menggunakan tren kedua. Menggunakan
tarian sebagai daya tarik dalam mempromosikan barang atau jasa mereka.
Penggunaan ini menjadi kuda hitam jika dibandingkan dari kedua tren lainnya.

Namun, merujuk lagi kepada apa yang terjadi pada 2019, yaitu pandemi
Covid-19, di mana masyarakat dipaksa untuk melakukan apa kegiatan apapun di
dalam rumah dan faktor lainnya. Penggunaan tren kedua ini juga akan sangat rentan
untuk gagal jika dilihat dari segi kegemaran masyarakat sehingga walaupun
peningkatan jumlah pengunjung pada periode ini terbanyak tapi bisa dikemukakan
bahwa tren pertama adalah tren yang paling seimbang untuk terus diaplikasikan
karena pamornya yang tinggi di masyarakat dan penurunan pengunjung lebih
rendah dari tren ketiga.

Perlu diperhatikan juga bahwasannya ini adalah penggunaan tren. Teknik ini
bersifat tidak sustainable dan bisa menjadi kuno pada waktu-waktu yang tidak
terduga. Semua keberhasilan dari hal tren ini sangat bergantung dengan bagaimana
masyarakat menanggapi suatu hal yang lebih baru. Persepsi masyarakat terhadap hal

baru tersebut juga bisa bervariasi, jika orang-orang menilai hal baru tersebut
membosankan maka mungkin saja menggunakan tren sebelumnya masih bisa
dilanjutkan. Namun, hal sebaliknya juga berlaku hukum yang sama, jika mereka
melihat hal baru tersebut lebih unik dan menarik daripada sebelumnya maka bisa saja
menggunakan tren sebelumnya malah akan membuat perusahaan tersebut tidak
memiliki perkembangan hingga mengalami kerugian sebagai kondisi terburuknya
kalau keadaan tersebut berlangsung. Bagi para pebisnis yang ingin mempromosikan
sesuatu disarankan untuk terus menciptakan ide-ide yang lebih sustainable daripada
menggunakan sebuah tren sehingga hal tersebut bisa menguntungkan kegiatan lebih
lama daripada sebuah tren.

Daftar Pustaka
GREWAL, . Marketing. Available from: VitalSource Bookshelf, (8th Edition).

McGraw-Hill Higher Education (International), 2021.

Internet

Astutik, Yuni. “Persaingan Panas! Awal 2021 Tokopedia Kalahkan Shopee.” CNBC

Indonesia, CNBN Indonesia, 25 February 2021,

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210225181934-37-226221/persaingan-

panas-awal-2021-tokopedia-kalahkan-shopee. Diakses pada 30 Mei 2022.

Burhan, Fahmi Ahmad. “Dipicu Corona, Shopee Cetak 260 Juta Transaksi dalam Tiga

Bulan - E-commerce Katadata.co.id.” Katadata, 1 September 2020,

https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f4e3e3c71d4b/dipicu-corona-

shopee-cetak-260-juta-transaksi-dalam-tiga-bulan. Diakses pada 17 June 2022.

Suhartadi, Imam. “Shopee Jadi E-commerce Peringkat Teratas di Indonesia.” Investor

Daily, 8 October 2021, https://investor.id/business/266394/shopee-jadi-

ecommerce-peringkat-teratas-di-indonesianbsp. Diakses pada 17 June 2022.

“E-Commerce Rewind Indonesia 2017.” Spread Sheets,

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Y1vf93jNPGRX2kvjohdtqYC_Pn5kY

fLj_fImH3BVjzY/edit#gid=1432085331. Diakses pada 17 June 2022.

“Iklan Ayo Goyang Shopee (5 Menit).” YouTube, 14 January 2020,

https://www.youtube.com/watch?v=63wgbOZAcoo. Diakses pada 10 June

2022.

“Inilah Daftar Brand Ambassador Shopee dari Tahun ke Tahun.” Ginee, Ginee, 25

October 2021, https://ginee.com/id/insights/daftar-brand-ambassador-shopee/.

Diakses pada 17 June 2022.

Jayani, Dwi Hadya. “Kunjungan ke Web Shopee Meningkat 5,8% pada Kuartal III

2021 | Databoks.” Databoks, 18 November 2021,

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/18/kunjungan-ke-web-
shopee-meningkat-58-pada-kuartal-iii-2021. Diakses pada 29 Mei 2022.
Riyanto. “Iklan Shopee Adalah Iklan Paling Menyebalkan – Terminal Mojok.”
Mojok.co, 11 November 2020, https://mojok.co/terminal/iklan-shopee-adalah-
iklan-paling-menyebalkan/. Diakses pada 28 Mei 2022.
Rizka, Ajeng. “Shopee COD Punya Jingle Pemikat Bocil, padahal Lagu Aslinya.”
Mojok.co, 24 November 2021, https://mojok.co/pojokan/shopee-cod-punya-
jingle-pemikat-bocil/. Diakses pada 28 Mei 2022.
Setyowati, Desy. “Ampuhnya Pesona Artis Korea Mengerek Penjualan E-Commerce
Indonesia - E-commerce Katadata.co.id.” Katadata, 16 October 2020,
https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f8ac51a42afd/ampuhnya-
pesona-artis-korea-mengerek-penjualan-e-commerce-indonesia. Diakses pada
28 Mei 2022.
“Shopee 11.11 BIG SALE | Nikmati COD Gratis Ongkir tanpa Minimum Belanja.”
YouTube, 12 October 2020, https://www.youtube.com/watch?v=HcUjPx_WrN0.
Diakses pada 29 Mei 2022.
Sobandi, Resa. “Lagu Baby Shark Lagi Booming, Ini Lho Asal Usulnya.” IDN Times,
8 September 2017, https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/resa-sobandi/asal-
usul-lagu-baby-shark-c1c2. Diakses pada 1 June 2022.
“Tentang Shopee - Karir | Shopee Indonesia.” Karir di Shopee,
https://careers.shopee.co.id/about. Diakses pada 28 Mei 2022.
Wikanto, Adi. “Bukan Shopee, inilah e-commerce dengan pengunjung paling banyak
pada kuartal 2 2021.” industri kontan, 28 September 2021,
https://industri.kontan.co.id/news/bukan-shopee-inilah-e-commerce-dengan-
pengunjung-paling-banyak-pada-kuartal-2-2021. Diakses pada 17 June 2022.
Pinkfong Official Website, https://www.pinkfong.com/en/. Diakses pada 17 June 2022.

“Perkembangan produk iPhone secara global dari masa ke masa”

Abstract

This article examine the development of iPhone from time to time globally. Through
research, and theoretical about this product, and we all know that iPhone is willing to develop
faster than other brands, because its the first ever touchscreen high tech phone in 2007.
Kata kunci: perkembangan, peminat,

Latar belakang ( Sejarah iPhone ) why and what

Sejak awal kemunculannya, iPhone selalu menjadi smartphone yang bertaraf high - end
yang versi terbarunya selalu dinanti nanti oleh banyak orang, hingga kini, iPhone masih
dianggap sebagai smartphone yang mewahnan dan canggih. bahkan, sebagian besar
penggemar produk apple rela mengantri atau melakukan pre-order untuk mendapatkan
iPhone seri terbaru.

Pediri apple itu sendiri bernama Steve jobs, dia memperkenalkan iPhone generasi awal pada
9 januari 2007. Dan sejak awal diluncurkan perangkat tersebut terjkual lebih dari 1,4 juta unit
pada november 2007. Dalam perjalanannya, iPhone bisa dibilang merupakan “pionir”
tekologi untuk ponsel pintar atau bisa di bilang smartphone.

Karena iPhone merupakan ponsel pertama yang mendukung fitur panggilan telpon, koneksi
internet, e-mail, dan sejumlah fungsi lainnya. iPhone juga merupakan satu satunya ponsel
yang dibekali dengan layar sentuh, dan mendukung jaringan selular 2G. Oerlu kamu tahu,
bahwa iPhone generasi pertama yang menggunakan jaringan 2G dan dijual secara resmi di
pasar amerika serikat pada tanggal 29 juni 2007. Saat itu. iPhone adalah generasi pertama
dengan jaringan 2G ini dibanderol dengan harga 499 Dollar Amerika Serikat untuk varianm
memori 4GB dan 599 Dollar Amerika Serikat untuk memori 8GB

Setahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 19 juni, adalah tanggal peluncuran iPhone 3GS.
3GS ini menjadi ponsel pertama yang menjalaknan fitur yang bernama assistant siri dai
perangkatnya. Siri merupakan Fitur pengenalan suara yang dapat berperan seperti mesin
pencari dan asisten pribadi. Dari fitr ini pengguna iPhone tidak perlu mengetik kata yang
akan di cari, tetapi hanya mengucapkan kata pada perangkatnya. Otomatis “Siri” akan
langsung mencarinya.

Pada tahun 2010 merupakan perkembangan brand apple sekaligus momen peluncuran iPhone
4 pada tanggal 24 juni 2010. iPhone generasi keempat ini merupakan smartphone pertama
yang memiliki kamera depan untuk kebutuhan selfie. Desain smartphone ini juga mengalami
perombakan menjadi lebih tipis.

Dan pada tahun 2011, iPhone 4S diumumkan pada tanggal 4 oktober 2011, tepat hari
kedepannya tanggal 5 oktober, steve jobs meninggal dunia karena kanker pankreas. Dan pada
tahun ini iPhone kehilangan pembuatnya, tetapi tak lama kemudian perangkat ios lainnya
diproduksi oleh Foxconn dan pegatron, yang berlokasi di Taiwan. Pada tahun 20011 CEO
baru Tim Cook mengubah strategi produksi apple dengn menambah jumlah pemasok. Pada
tahun 2012 iphoen 4S itu baru di keluarkan model pertama yang di produksi oleh Foxconn
dan pegatron.

Meskipun Foxconn masih memproduksi iPhone lebih banyak, pesanan pegatron perlahan
meningkat, dan perusahaan itu tetap mengambil bagian dalam memproduksi iPhone 5C, pada
tahun 2013. Pada tahun 2014 pegatrom mengeluarkan iPhone 6, Pada tahun 2019, Apple
menyelidiki laporan bahwa beberapa petinggi Foxconn diduga menggunakan suku cadang
nonstandar untuk memproduksi iPhone. Selanjutnya perkembangan iPhone dari masa ke
masa, di India, Apple bekerja sama dengan Wistron, perusahaan taiwan yang memiliki pabrik
di bangalore, untuk merakit iPhone yang akan dijual di negara itu.

Tujuan penulisan

Tulisan ini dimaksud untuk meneliti lebih jauh bagaimana perkembangan teknologi iPhone
dari masa ke masa, dan apa yang telah menjadi gaya hidup bagi orang orang yang
menggunakan produk tersebut, dan bisa mengerti mengapa iphone bisa sangat sukses dalam
produksinya, melalui tulisan ini kita akan belajar bagaimana iPhone bisa berkembang di masa
depan. karena saya mengambil perkembangan iphone secara global, jika saya ambil di
berberapa bagian atau tempat kemungkinan valid pun bisa tentu tidak, saya mengambil
situasinya global karena memang membutuhkan sebanyak orang itu untuk membuktikan
bahwa iphone akan menjadi produk yang cepat dan berkembang di masa depan karena
produksi nya cepat.

Methodologi (how) how do you search the data?

Saya melakukan pencarian data melalui artikle artikle, karena saya mengambil perkembangan
iphone secara global, jika saya ambil di berberapa bagian atau tempat kemungkinan valid pun
bisa tentu tidak, saya mengambil situasinya global karena memang membutuhkan sebanyak
orang itu untuk membuktikan bahwa iphone akan menjadi produk yang cepat dan
berkembang di masa depan karena produksi

“Mengapa iPhone banyak diminati “ (perkembangannya)

Perkembangan iPhone sangat disukai orang orang sampai sekarang apalagi anak muda,
menurut kita semua iPhone merupakan smartphone yang model high-end dan ini menjadi
salah satu faktor mengapa iPhone memiliki banyak peminat dan harga nya sanga mahal.

iPhone memberikan pengalaman kepada orang sangat baik. Sejauh ini apple konsisten dalam
menawarkan kemudahan dan kenyamanan untuk para penggunanya. Seperti adanya
penarapam gesture dan navigation pada iPhone. Berbeda dengan kebanyakan sistem android
yang menghadirkan navigasi dibawah layar, iOS telah menyediakan sistem navigasi hanya
dengan melakukan interaksi seperti swipe, maka dari itu penggunaan iPhone sangat nyaman
dan mudah dengan pemakaiannya.

iPhone merupakan kelas high-end berarti tingkat keamanannya menjadi salah satu faktor
juga kenapa banyak yang minat dan mahal. Jadi apple sendiri memiliki sistem operasi yang
khusus untuk perangkat mobile. Sistem operasi itu disebut iOS (iPhone Operating System).
Pabrik pabrik yang mendesain produk ini sangat luar biasa, mereka membuat sistem
keamanan yang sangat kuat, seperti kalian ketahui bahwa toko aplikasi android menggunakan
Google playstore, Sedangkan iOS memiliki toko aplikasi sendiri bernama apple app store.
Salah sati pebeda dari kedua ini adalah penyedia aplikasi tersebut merupakan kesediaan
keamanan aplikasi. Apple app store menyediakan perlindungan tambahan guna memasikan
bahwa aplikasi bebas dari malware. Dan selain itu yang jelas apple juga membantu dalam
melindungi data pengguna dari akses yang mencurigakan oleh aplikasi.

Apple adalah produk yang menyediakan khas elegannya juga, apakah kalian termasuk orang
yuang tampil percaya diri ketika membawa gadget berlogo apple? Apple memberi gaya atau
pun ciri tersendiri pada produk buatannya. Termasuk penempatan logonya, dan apple sendiri
memiliki material yang premium yang memberi kesan kokoh dan elegan. Namun smartphone
ini tidak mengurangi kesan merah dan eksklusif pada smartphone yang satu ini.

Banyak dari kita menanyakan apakah apple hanya menyediakan elegannya? Atau performa
nya lebih bagus atau tidak? Karena kita pernah merasakan penurunan performa ponsel setelah
1 hingga 2 tahun kemudian setelah pembelian perangkat. Namun,hal ini tidak berlaku bagi
smartphone yang berlogo buah apel ini. iPhone tidak membutuhkan chipset yang tinggi untuk
menandingi smartphone Android kelas atas. Apple bisa dibilang lebih unggul karena mereka
memili ekosistem sendiri. Mereka bisa mengoptimalkan kinerja dan performa perangkat
secara efisien sebelum pengguna gunakan, maka dari itu si pengguna tidak perlu membuang
waktu unutk melakukan optimasi guna untuk meningkatkan performa smartphone dari sisi
software dan hardware.
Qualitas juga merupakan hal paling penting untuk zaman anak muda sekarang, yaitu
menggunakan kameranya. Mayoritas dari kita mungkin bingung kenapa iPhone bisa
menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik dari smarthone Android. iPhone dengan
resolusu kamera 12MP bahkan bisa lebihh baik dari smartphone Android dengan resolusi
64MP. Berarti bahwa semakin kecil satuan megapixel belum tentu menghasilkan kualitas

gambar buruk, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor di mana salah satunya adalah
kemampuan apple utnkuk mengoptimalkan kinerja software dan hardware.

Seperti kalian ketahui sebelumnya, bahwa apple memiliki ekosistemnya sendiri. Mereka
mampu menyediakan performa terbaik antara kemampuan hardware dengan aplikasi kamera
yang di kembangkan.

Karena iPhone berada di Kelas tinggi mungkin kita akan lebih merasa bangga dan lebih
tampil percaya diri ketika jalan sambil membawa ponsel yang berlogo Apple. Mungkin kita
juga memiliki pemikiran seperti produk iPhone memiliki kesan eksklusif, mewah, dan mahal
pastinya, karena iphone biasanya merilis produk baru setiap akhir tahun. Hal ini membuat
iPhone terkesan eksklusif.

Iphone memiliki nikai jual yang stabil dari pada smartphone karena kondisi masih bagus dan
memiliki performa yang cukup andal, seakan produk ini tidak pernah lupa untuk
memberikan update software, maka tak heran, jika memiliki harga stabil karena perangkat
lama atau baru masih bisa merasakan fitur yang terjaga. Itu lah ber berapa alasan mengapa
iphone banyak diminati meski harga nya sangat tinggi, seperti halnya user interface iOS
sifatnya tetap, kapasitas baterai realtif kecil.

Kesimpulan

Perkembangan iPhone berasal dari berapa banyak yang orang akan minati dan seberapa
banyak orang akan membeli terus produk ini, dari tahun ke tahun sudah terbuktikan bahwa
iPhone secara global lebih banyak apalagi dari negara pembuat nya, sudah pasti lebih banyak
dibanding penggunanya di indonesia. Orang orang yang membeli iPhone juga merasa elegan
pada saat memilikinya, merasa branding dirinya lebih meningkat. iPhone telah membuktikan
kepada para penggunanya dari masa ke masa, produksi iphone berkembang cepat karena
produksinya setiap akhir tahun terus mengeluarkan varian baru. Seperti saya bilang, iPhone
akan menjadi salah satu handphone yang berkembang dari segi sejarahnya dan tingkat
produksi dan penjualannya karena produksinya cepat.

Daftar pustaka

“Conney Stephanie:”sejarah 14 tahun perjalanan iPhone dari masa ke masa” kompas.com, 13
January 2021.

“Siti Afifiyah”: ini 8 kelebihan alasan kenapa iPhone lebih di sukai” tagar.id, 3 August 2021.

Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Produk Pakaian
Secara Daring di Aplikasi Shopee

(Studi Kasus pada Responden Wilayah Kota Padangsidimpuan)

Yusli Tamara

Abstract
This study was conducted to analyze the level of consumer satisfaction with online
purchasing decisions for clothing products in the Shopee application through respondents
in the Padangsidimpuan City area. Respondents in this study were 81 people who were
taken randomly in the area of Padangsidimpuan City. This study uses a descriptive
method by taking online questionnaire data. The results showed that most of the
respondents used the shopee application to buy clothing products and were satisfied with
the purchase due to many factors. The level of consumer satisfaction has a significant
effect on the decision to purchase clothes online in the Shopee application.

Kata Kunci: Kepuasan Konsumen, Keputusan Pembelian, Lokapasar Shopee, Pembelian
Daring Pakaian.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan pembatasan sosial (social
distancing) selama masa pandemi covid-19 menyebabkan lonjakan aktivitas pembelian
secara daring. Barang kebutuhan medis, bahan pokok, hingga pakaian dibeli secara daring
melalui marketplace (lokapasar). Di dalam lokapasar terjadi interaksi berbagai
perusahaan dengan pelanggan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga perusahaan
lebih leluasa dalam memasarkan barang maupun jasa dan pembeli juga dengan mudah
mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan melalui dunia maya (Prasetyo, H.D.
dan Purbawati, D., 2016).

Lokapasar saat ini sangat populer di kalangan penggunanya. Melalui sistem ini,
para pegiat pasar berusaha merangsang para pengguna internet agar tertarik membeli
produk mereka. Lokapasar adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen
(consumers), manufaktur (manufactures), dan pedagang perantara (intermediaries)
dengan menggunakan jaringan komputer (computer networks) yaitu internet. Menurut
Whinston, Choi, dan Stahl dalam Manzoor (2010), Lokapasar mengacu pada penggunaan
sarana elektronik dan teknologi untuk melakukan perdagangan (jual, beli, transfer, atau
pertukaran produk, layanan, dan atau informasi), termasuk dalam interaksi bisnis, bisnis

ke bisnis, dan bisnis ke konsumen.
Salah satu lokapasar yang populer di Indonesia adalah Shopee. Shopee

merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan rintisan di industri lokapasar
Indonesia. Melalui aplikasi, mereka dapat mempermudah transaksi jual beli melalui
perangkat ponsel pintar. Shopee berorientasi kepada konsumen, yang mana kualitas
pelayanan menjadi salah satu tolok ukur dalam kepuasan konsumen yang berkaitan erat
dengan keberhasilan bisnisnya. Jika kualitas pelayanan tidak diperhatikan, maka
kepuasan konsumen menurun. Mereka akan berpindah kepada kompetitor lain sejenis.
Mereka memberikan pelayanan lebih memuaskan dan memberikan respons yang baik
terhadap keluhan konsumen (Kotler dan Keller, 2012).

Menurut iprice.id, dari sebagian besar konsumen memutuskan membeli produk
pakaian melalui lokapasar Shopee, produk pakaian berada pada posisi pertama yang
diminati masyarakat diikuti peringkat dibawahnya yaitu produk elektronik, kebutuhan
rumah tangga, kosmetik, kesehatan, kue kering lebaran, mainan anak, peralatan olahraga,
dan otomotif. Pada dasarnya, banyak faktor yang mendasari keputusan pembelian secara
daring produk pakaian melalui aplikasi Shopee. Salah satunya mereka mendapatkan
pelayanan yang memuaskan setiap kali berbelanja produk pakaian di Shopee sehingga
mereka berminat untuk berbelanja lagi.

Fenomena yang telah dikemukakan di atas menarik minat penulis untuk memilih
tema ini menjadi suatu kajian empiris dengan judul “Analisis Kepuasan Konsumen
terhadap Keputusan Pembelian Produk Pakaian Secara Daring di aplikasi Shopee (Studi
Kasus Pada Konsumen Shopee di wilayah Kota Padangsidimpuan)”.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk
menggambarkan atau mendeskripsikan suatu karakter atau fungsi dari sesuatu hal. Data
yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer berupa kuesioner yang
disebarkan kepada 81 orang responden secara acak di wilayah Kota Padangsidimpuan.

Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen merupakan perasaan senang atau kecewa yang dirasakan

oleh konsumen setelah membandingkan antara sesuatu yang diterima atau diperoleh
dengan sesuatu yang diharapkan oleh konsumen. Jika harapan konsumen sesuai dengan
kenyataan yang diterima maka konsumen tersebut akan merasa puas namun apabila
harapan konsumen tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima maka konsumen tersebut
akan merasa tidak puas (Kotler, 2010). Kepuasan pelanggan memainkan peran yang
penting karena terdapat perbedaan yang besar dalam loyalitas, antara pelanggan yang

sekedar puas dan yang benar- benar puas (Lovelock dan Wright, 2007).

Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian didefinisikan sebagai tahap dalam proses pengambilan

keputusan seorang atau sekelompok pembeli dimana konsumen benar-benar membeli.
Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu atau kelompok yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan oleh
penjual. (Kotler dan Keller, 2012).

Sementara itu, keputusan pembelian dalam sebuah jaringan mencakup proses
pembelian yang dilakukan oleh konsumen melalui proses alternatif menggunakan media
perantara internet sehingga menghasilkan manfaat yang lebih tinggi. Faktor-Faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian secara daring antara lain: efisiensi dalam hal waktu,
mudah secara penggunaan dan mudah dalam pencarian, nilai yang diukur dari segi harga
dan kualitas, interaksi yang mencakup keamanan, informasi, dan navigasi (Anggraeni dan
Madiawati, 2016).

Penggunaan Lokapasar Shopee

Gambar 1.1 Gambar 1.2

Gambar 1.3
Grafik diatas adalah data responden pengguna Shopee di wilayah Kota

Padangsidimpuan. Gambar 1.1 menunjukkan bahwa 53,1% dari responden yang
berjumlah 81 orang merupakan responden laki-laki sedangkan sisanya sebanyak 46,9%
merupakan responden perempuan. Gambaran usia keseluruhan responden dapat dapat
dilihat pada gambar 1.2. Grafik pada gambar 1.2 menjelaskan bahwa mayoritas
responden merupakan kelahiran 1995-2010 yang mana termasuk kelompok generasi z
atau yang biasa kita sebut Gen Z. Persentase survei menunjukkan bahwa sejumlah 82,7%
dari responden survei menunjukan bahwa generasi Z lebih mendominasi dalam pengisian
survei. Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z merupakan segmen
terbesar di Indonesia yang mencakup 27,94% dari total penduduk dan pada survei ini
melibatkan 67 orang. Responden lain sebanyak 7,4% merupakan generasi Y atau
milenial, sebanyak 6,2% merupakan generasi Alpha dan sisanya merupakan generasi X
dan baby boomers. Generasi ini cerdas secara digital dengan daya beli secara daring yang
signifikan. Sementara dari grafik dari gambar 1.3 kita dapat menemukan informasi bahwa
sejumlah 87,7% dari jumlah responden atau sebanyak 71 orang sudah pernah
menggunakan aplikasi Shopee untuk berbelanja online dan sebanyak 12,3% atau 10
orang belum pernah. Angka ini sangat cukup untuk membuktikan bahwa memang
lokapasar Shopee sudah sangat lazim digunakan oleh masyarakat di wilayah Kota
Padangsidimpuan. Hal ini sejalan dengan data dari Databoks, sebanyak 88,1% pengguna
internet di Indonesia memakai layanan lokapasar untuk membeli produk tertentu dalam
beberapa bulan terakhir. Persentase tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dalam
hasil survei We Are Social pada April 2021. Adapun Gambaran intensitas penggunaan
aplikasi Shopee oleh responden dalam waktu satu bulan dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 1.4

Gambar ini menunjukkan seberapa sering responden menggunakan Shopee dalam
jangka waktu 1 bulan. Diagram tersebut menunjukan hasil sebanyak 51,9% dari jumlah

responden, yang merupakan angka terbesar, menggunakan aplikasi Shopee untuk
berbelanja setidaknya 1-3 kali dalam satu bulan. Jika disajikan dalam angka yaitu
sebanyak 42 orang. Sisanya menggunakan aplikasi Shopee untuk berbelanja dengan
intensitas yang lebih tinggi. sebanyak 19,8% responden menunjukkan pemakaian 8-10
kali dalam sebulan, 14,8 % responden lebih dari 10 kali, dan sisanya menggunakan
aplikasi Shopee 4-7 kali dalam sebulan. Generasi Z dan milenial banyak yang
menghabiskan gajinya untuk berbelanja di lokapasar. Hal itu terlihat dari hasil riset
Katadata Insight Center (KIC) dan Kredivo yang menunjukkan bahwa masyarakat
menggunakan sekitar 3% hingga 5% dari pendapatan bulanannya untuk belanja di
lokapasar. semakin muda, rasio pendapatan yang dibelanjakan di lokapasar kian besar.

Faktor utama responden memilih berbelanja menggunakan aplikasi Shopee
bermacam-macam. Mulai dari harganya yang murah, tingkat efisiensi dalam penggunaan,
pilihan barang yang beragam dan kualitas yang bagus, adanya pihak Shopee yang
menjadi pihak ketiga antara penjual dan pembeli, adanya promo dan diskon serta fitur
gratis ongkir yang memudahkan responden sebagai pembeli. Alasan terakhir tersebut
menjadi sangat diperhitungkan menimbang lokasi Kota Padangsidimpuan yang terletak di
luar pulau jawa sehingga adanya potongan ongkos kirim atau bahkan fitur gratis ongkir
akan sangat mempengaruhi tingkat loyalitas pengguna lokapasar Shopee.

Gambar 1.5

Gambaran tingkat kepuasan responden terhadap pelayanan pada aplikasi Shopee
dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.5 diatas. Dari grafik yang membahas
tingkat kepuasan konsumen terhadap layanan aplikasi Shopee ini dapat diketahui bahwa
sebanyak 44 orang atau dengan persentase 54,3% dari jumlah responden merasa sangat
puas dengan pelayanan yang diberikan lokapasar Shopee. Sebanyak 43,2% responden
merasa puas dan sisanya merasa kurang puas yaitu sebanyak 2,5%. Beberapa hal yang
menjadi faktor kepuasan konsumen antara lain kemudahan penggunaan aplikasi,

banyaknya pilihan dompet elektronik, juga adanya fitur bayar nanti yang mempermudah
penggunanya jika sedang terburu-buru untuk membeli barang dan tidak sempat mengisi
dompet elektronik terlebih dahulu. Faktor lain yang membuat angka tingkat kepuasan
konsumen terhadap pelayanan aplikasi shopee ini tinggi adalah kesesuaian antara barang
yang diunggah penjual dan barang yang diterima responden serta pengirimannya yang
cepat dan tepat. Promo-promo di tanggal-tanggal spesial yang disediakan Shopee pun
turut menjadi kepuasan tersendiri bagi responden dan meningkatkan loyalitas dalam
menggunakan aplikasi Shopee.
Tingkat Kepuasan Pembelian Pakaian di Lokapasar Shopee

Gambar 2.1

Grafik pada gambar 2.1 di atas menunjukkan persentase jumlah responden yang
sudah pernah membeli produk pakaian di lokapasar Shopee sebanyak 87,7% atau
sejumlah 71 orang. Sementara itu, sebanyak 12,3% responden atau setara dengan 10
orang belum pernah membeli produk pakaian di aplikasi Shopee. Adapun intensitas
pembelian pakaian responden di lokapasar Shopee dapat diobservasi pada grafik berikut.

Gambar 2.2

Gambar 2.3 Gambar 2.4

Grafik dan penjelasan pada ketiga gambar di atas menunjukkan persentase
responden sebesar 60,5% atau sekitar 49 orang membeli pakaian di Shopee sebanyak 1-5
kali dalam jangka waktu satu bulan. Sebanyak 12,3% responden melakukan pembelian
sebanyak 5-10 kali dalam sebulan, 4,9% responden melakukan pembelian diatas 10 kali
dalam sebulan, dan sisanya tidak pernah membeli pakaian di lokapasar shopee. Hal ini
juga tercermin dari riset Kredivo dan Katadata Insight Center (KIC) yang menunjukkan
penjualan produk busana (fashion) merupakan yang tertinggi di lokapasar. Porsi
penjualan produk busana mencapai 30% dari total transaksi. Sedangkan produk
kecantikan 16%. Mengacu pada laporan McKinsey & Company yang berjudul 'The State
of Fashion 2019', konsumen ingin produk fashion dan kecantikan terbaru di platform

lokapasar dengan harga yang terjangkau. Apalagi, ada beragam model dan merek busana
yang tersedia di lokapasar. Jenis pakaian yang dibeli oleh responden pun beragam, mulai
dari kaos, kemeja, celana, gamis, jaket, dan sebagainya. Pakaian-pakaian ini dibeli oleh
responden untuk menunjang penampilan sehari-hari.

Yang menjadi topik utama penelitian ini, yaitu tingkat kepuasan konsumen dalam
membeli pakaian di aplikasi Shopee dapat dilihat pada gambar di bawah.

Gambar 2.5

Gambar 2.6
Gambar 2.5 menunjukkan grafik tingkat kepuasan konsumen terhadap keputusan
pembelian pakaian di aplikasi Shopee. Grafik tersebut menunjukkan sebanyak 49,4%
responden merasa sangat puas dengan pembelian pakaian di aplikasi Shopee, 39,5%
responden merasa puas, dan 11,1% merasa kurang puas. sebanyak 9 orang responden
merasa kurang puas dikarenakan beberapa hal. Diantaranya ketidaksesuaian antara
barang di foto yang dipajang penjual dengan barang yang diterima, pengepakan yang
buruk, lamanya waktu pengiriman, dan juga penjual yang tidak merespon keluhan
pembeli. Terlepas dari semua itu, pada gambar 2.6 dapat dilihat bahwa sebanyak 85,2%

dari jumlah responden merekomendasikan untuk membeli pakaian di lokapasar Shopee.
Angka ini mewakili mayoritas responden yaitu sebanyak 69 orang dari 81 responden
yang mengisi survei.

Kesimpulan
Shopee merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan rintisan di industri

lokapasar Indonesia. Shopee berorientasi kepada konsumen, yang mana kualitas
pelayanan menjadi salah satu tolok ukur dalam kepuasan konsumen yang berkaitan erat
dengan keberhasilan bisnisnya. Dari sebagian besar konsumen memutuskan membeli
produk pakaian melalui lokapasar shopee, produk pakaian berada pada posisi pertama
yang diminati masyarakat. Ada banyak faktor yang mendasari keputusan pembelian
secara daring produk pakaian melalui aplikasi Shopee, salah satunya adalah pelayanan
yang memuaskan setiap kali berbelanja produk pakaian di Shopee yang membuat
konsumen berminat untuk berbelanja kembali.

Mayoritas pengguna lokapasar Shopee di wilayah kota Padangsidimpuan adalah
generasi Z dan juga milenial. Generasi ini cerdas secara digital dan memiliki daya beli
secara daring yang signifikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan
lokapasar Shopee di Kota Padangsidimpuan adalah harganya yang murah, tingkat
efisiensi dalam penggunaan, pilihan barang yang beragam dan kualitas yang bagus,
adanya pihak shopee yang menjadi pihak ketiga antara penjual dan pembeli, adanya
promo dan diskon serta fitur gratis ongkir yang memudahkan responden sebagai pembeli.
Sejumlah besar responden pernah membeli pakaian melalui aplikasi Shopee dan sebanyak
49,4% merasa sangat puas dengan pembelian tersebut. Sebanyak 39,5% responden
merasa puas serta sisanya sebanyak 11,1% merasa kurang puas. Tingkat kepuasan ini
dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh lokapasar shopee yang menguntungkan
pembeli sementara tingkat ketidakpuasan dipengaruhi oleh pihak luar seperti seller dan
kurir.

Daftar Pustaka
Anggraeni, P., dan Madiawati, P.N. (2016). Pengaruh Kepercayaan dan Kualitas
Informasi Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Pada Situs www.Traveloka.com.
E-Proceeding of Management, Vol. 3, No. 2
Engel, James, (2010). “Satisfaction; A Behavioral Perspective On The Consumer”,
(Diterjemahkan oleh Purwoko). Mc-Graw Hill Companies Inc., USA.
Ho, C.I. & Lee, Y.L. (2007). The development of an e-travel service quality scale.
Tourism Management, 28 (6).
Kotler, P. (2010). Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok
Gramedia.
Kotler, P & Keller, K.L. (2012). Manajemen pemasaran, Edisi 12, Jilid 1 &2, Terjemahan
Benyamen Molan. Jakarta: PT.Indah.
Lovelock.C dan Wright, Lauren K. (2007). Manajemen Pemasaran Jasa, Alih bahasa
Agus Widyantoro, Cetakan Kedua, Jakarta; PT. INDEKS
Manzoor, Amir. (2010). E-Commerce: An Introduction. Deutchsland Germany: Lambert
Academic Publishing
Prasetyo, H.D., & Purbawati, D. (2016). Pengaruh E-Service Quality dan E- Security
Seals Terhadap E-Satisfaction Melalui Keputusan Pembelian Konsumen E-Commerce.
Jurnal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2.
Setiadi, Nugroho J. (2010). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan
Penelitian Pemasaran. Jakarta: Kencana.

Sumber Internet
https://iprice.co.id/trend/insights/prilaku-berbelanja-online-di-indonesia-2020/


Click to View FlipBook Version