1. Hipofisis (pituitari)
Pengertian :
Kelenjar hipofisis ada di dalam otak, tepatnya di bawah hipothalamus. Hormon
yang diproduksi oleh hipofisis membantu mengatur pertumbuhan, tekanan darah,
produksi dan pembakaran energi, dan berbagai fungsi organ tubuh lainnya.
a.Lobus anterior, menghasilkan hormon:
1) Hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH)
• Mengendalikan pertumbuhan sel, tulang, dan kartilago
• Mengatur laju sintesis protein
• Mengatur pemakaian lemak.
Hormon perangsang tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH)
• Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid
(gondok)
• Mempercepat laju produksi hormonnya (tiroksin)
• Metabolisme sel.
Hormon adrenokortikotropik (Adrenocorticotropic Hormone/ACTH)
• Merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi
glukokortikoid.
Hormon gonadotropin
1) Follicle Stimulating Hormone (FSH)
• Menstimulasi pertumbuhan foliker ovarium
• Memproduksi hormon estrogen (wanita)
• Menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa (laki-laki)
2 ) Luteinizing Hormone (LH)
• Bekerja sama dengan FSH menstimulasi produksi estroge
• Berperan dalam ovulasi dan sekresi progesteron (wanita)
• Menstimulasi produksi testosteron (laki-laki)
246
b. Lobus Intermedia
• Menghasilkan endorfin (mengilangkan nyeri alamiah,
merespon stres, dan aktivitas seperti olahraga)
• Menghasilkan Melanocyte Stimulating Hormone (MSH)
(merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel
penghasilnya (melanosit) pada epidermis.
c. Lobus inferior
• Menghasilkan Antidiuretic Hormone (ADH) (menurunkan
volume air yang hilang dalam urine)
• Menghasilkan oksitosin (menstimulasi kontraksi otot polos
saat melahirkan dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui.
247
2. Tiroid
Pengertian :
➢ Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher dan berfungsi
untuk menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme
tubuh.
▪ Menghasilkan hormon tiroksin (meningkatkan laju metabolisme sel,
menstimulasi konsumsi oksigen).
▪ Meningkatkan pengeluaran energi panas.
▪ Mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi,
jaringan ikat, dan saraf) dan triiodotironin.
3. Paratiroid
Pengertian :
➢ Kelenjar paratiroid adalah kelenjar penghasil hormon
paratiroid yang berperan penting dalam mengatur kadar
kalsium dalam darah. Jika kelenjar ini mengalami
gangguan, maka Anda berisiko mengalami berbagai
masalah kesehatan, salah satunya adalah gangguan tulang.
▪ Menghasilkan hormon parathormon (parathyroid Hormone/PTH)
untuk mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh
248
melalui stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang), aktivasi
vitamin D, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal.
4. Adrenal
Pengertian :
➢ Kelenjar adrenal merupakan kelenjar kecil yang berperan
dalam memproduksi beberapa jenis hormon di dalam tubuh.
❖ Adrenal bagian medula menghasilkan:
1) Adrenalin (epinefrin)
• Meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
2) Noradrenalin (norepinefrin)
• Meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.
❖ Adrenal bagian korteks menghasilkan:
1) Aldosteron
▪ Mengatur keseimbangan air dan elektrolit
2) Glukokortikoid
▪ Memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, dan menjaga
membran lisosom
249
3) Gonadokortikoid
▪ Sebagai prekursor pengubahan testosteron dan estrogen oleh jaringan
lain.
5. Pankreas
❖ Menghasilkan hormon:
1) Glukagon
▪ Meningkatkan penguraian glikogen di hati menjadi glukosa, dan
sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat.
2) Insulin
▪ Menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar
gula darah, serta meningkatkan sintesis protein dan lemak.
3) Somatostatin
▪ Penghalang hormon pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan
insulin, dan
4) Polipeptida pankreas
▪ Fungsi belum diketahui.
250
6. Pineal
Pengertian :
➢ Kelenjar pineal adalah kelenjar di dalam otak yang berfungsi
menghasilkan hormon melatonin. Hormon ini berperan untuk
menimbulkan kantuk dan mengatur irama tidur alami (irama
sirkadian).
▪ Menghasilkan melatonin yang berpengaruh pada pelepasan
gonadotropin dan menghambat produksi melanin.
251
7. Timus
Pengertian :
➢ Kelenjar timus adalah kelenjar, yang terletak di dalam rongga
dada atas dan memiliki fungsi utama untuk memproduksi sel
limfosit T. Organ ini termasuk ke dalam organ endokrin yang
penting dalam sistem kekebalan tubuh.
▪ Menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imun.
8. Ovarium, Testis, dan Plasenta
▪ Ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron
▪ Testis menghasilkan testosteron
▪ Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, estrogen, progesteron, dan
somatotropin.
252
BIOLOGI KELAS XI
Analisis struktur dan fungsi 5 indra sebagai sistem koordinasi manusia
Oleh
Nama/Kelas : Modestine Tabitha Hutagalung/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
253
Sistem Indra
A. Indra Penglihatan (Mata)
Pengertian :
➢ Mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada
fotoreseptor dan mengubah energy cahay menjadi impuls saraf.
➢ Aksesoris mata, meliputi :
• Alis
• Orbita
• Kelopak mata
• Otot mata
• Air mata
➢ Struktur mata :
a. Lapisan luar bola mata terdiri atas :
• Tunika fibrosa
• Sclera
• Kornea
b. Lapisan tengah bola mata terdiri atas :
• Koroid
• Badan siliari
• Iris
• Pupil
c. Lensa
d. Rongga mata
e. Retina (selaput jala)
1) Mekanisme melihat
Mekanisme melihat suatu benda sebagai berikut.
1. Cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap mata, menembus
kornea dan pupil.
2. Inttensitas cahaya diatur oleh pupil, lalu cahaya diteruskan menembus
lensa mata ke retina.
3. Daya akomodasi mata mengatur cahaya agar tepat jatuh di bintik
kuning retina.
4. Impuls cahaya disampaikan saraf optik ke otak.
254
5. Cahaya akan diinterpretasikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang
kita lihat.
Titik jauh: jarak benda terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas.
Titik dekat: jarak benda terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas.
Adaptasi terhadap gelap dan terang
1. Adalah penyesuaian penglihatan secara otomatis terhadap intensitas
cahaya yang memasuki retina saat bergerak dari tempat gelap ke
tempat terang, atau sebaliknya.
2. Dalam cahaya terang, semua rodopsin akan terurai dengan cepat dan
hanya tersisa sedikit. Berpindah tempat dari terang ke gelap akan
membutuhkan waktu untuk menyintesis ulang rodopsin agar dapat
melihat jelas pada kondisi gelap.
3. Sintesis rodopsin dan iodopsin perlu vitamin A.
4. Pupil akan melebar dalam ruang gelap dan menyempit dalam ruang
terang
Gangguan/kelainan mata
• Miopia (rabun dekat)
• Hipermetropia (rabun jauh)
• Presbiopia
• Kebutaan
• Kerabunan
• Rabun senja
• Buta warna
• Katarak
• Astigmatisma
• Mata juling (strabismus)
B. Indra Pembau (Hidung)
255
Hidung (nasal) sebagai indra pembau memiliki kemoreseptor olfaktori
yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang
berbentuk gas. Kemoreseptor olfaktori merupakan neuron khusus yang
terletak pada epitelium olfaktori di langit-langit rongga hidung. Epitelium
olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori. Sel
olfaktori berupa neuron bipolar yang berakhir pada rambut-rambut halus
(silia) yang menonjol ke dalam mukuss di dalam rongga hidung.
Mekanisme menghidu : gas masuk ke hidung ➔ larut pada selaput mukosa
➔ merangsang silia sel reseptor ➔ rangsangan diteruskan ke otak untuk
diolah ➔ jenis bau dapat diketahui.
Gangguan Indra Pembau :
• Hiposmia
• Hiperosmia
• Sinusitis
• Polip
C. Indra Pengecap (Lidah)
Lidah sebagai indra pengecap memiliki kemoreseptor berupa kuncup
pengecap (taste bud). Kuncup pengecap terdapat pada papila lidah, palatum
lunak, epiglottis, dan faring.
256
Papila lidah dapat dibedakan menjadi empat macam berdasarkan bentuknya,
yaitu :
• Papila filiformis
• Papila fungiformis
• Papila sirkumvalata
• Papila foliata
Area kepekaan rasa pada lidah sebagai berikut :
• Pengecapan rasa manis, terdapat di bagian ujung lidah.
• Pengecapan rasa asin, terdapat pada hampir seluruh area lidah, tetapi
reseptor banyak terkumpul di bagian samping,
• Pengecap rasa asam, terdapat di bagian samping lidah agak ke
belakang.
• Pengecap pahit, terdapat di bagian belakang pangkal lidah.
257
D. Indra Pendengaran (Telinga)
Telinga berfungsi sebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi
gelombang bunyi/suara, serta berperan penting dalam keseimbangan dan
menentukan posisi tubuh.
1. Struktur telinga
a. Telinga bagian luar, meliputi :
• Pinna/aurikula
• Membran timpanum
b. Telinga bagian tengah :
• tabung Eustachius (penghubung telinga dengan faring,
berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua
sisi membran timpanum) dan osikel auditori (tulang
pendengaran maleus (martil), inkus (landasan), dan
stapes (sanggurdi).
c. Telinga bagian dalam :
• labirin tulang terbagi menjadi vestibula (mengandung
reseptor keseimbangan tubuh), kanalis semisirkularis
(tiga saluran setengah lingkaran), dan koklea
(mengandung reseptor pendengaran) dan labirin
membranosa (terdiri dari utrikulus dan sakulus yang
dihubungkan oleh duktus endolimfa).
Mekanisme pendengaran :
Gelombang bunyi ditangkap daun telinga ➔ ke kanal auditori eksternal ➔
membantuk getaran pada membran timpanum ➔ ke osikel auditori ➔ ke fenestra
vestibuli ➔ terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa skala vestibuli ➔ ke
skala timpani ➔ getaran pada membran basilar ➔ sel-sel rambut melengkung ➔
memicu impuls saraf ➔ ke serabut saraf vestibulokoklear (CN VIII) ➔ ke korteks
auditori di otak ➔ bunyi diinterpretasikan.
2. Peranan telinga dalam keseimbangan (Ekuilibrium)
➢ Ekuilibrium statis adalah kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya
gravitasi jika tubuh dalam keadaan diam,
➢ Reseptor yang berperan dalam ekuilibrium statis adalah macula yang
terletak pada dinding utrikulus dan sakulus. Makula terdiri dari sel
penunjang dan sel rambut. Jika kepala berada pada posisi lurus, otolit
258
berada di bagian puncak sel rambut. Jika posisi kepala miring, gaya
gravitasi mengubah arah otolit dan melengkungkan sel-sel rambut
yang mengakibatkan aktivitas sel-sel reseptor. Aktivitas sel-sel
reseptor selanjutnya ditransmisi ke saraf vestibulokoklear (CN VIII).
3. Gangguan indra pendengar
• Tuli (tuna rungu)
• Furunkulosis
• Otitis media
• Mastoiditis
259
E. Indra Peraba (Kulit)
Kulit sebagai indra peraba memiliki beberapa reseptor sensor untuk
mentransduksi stimulus dari lingkungan menjadi impuls saraf. Reseptor
saraf pada kulit, sebagai berikut.
• Korpuskula Paccini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan
getaran.
• Korpuskula Meissner, mendeteksi sentuhan.
• Cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba
yang beradaptasi lambat.
• Korpuskula Ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar
jaringan ikat.
• Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran
posisi, dan gerakan.
• Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu
(panas/dingin).
260
BAB X
SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4
JURNAL BELAJAR
1. Pada hari ini tanggal 05 Mei 2021 kami melakukan daring pembelajaran
biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai bu Puspa
seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang
belum hadir dalam google meet, Bu Puspa membahas tentang ulangan harian
yang sudah kami laksanakan sebelumnya lalu Bu Puspa menjelaskan alat
reproduksi laki-laki dan wanita secara rinci dan sangat jelas, setelah itu
pembelajaran berakhir.
2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih
aktif membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah
untuk mengerti materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam
pembelajaran daring.
Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:
261
BAB XI
SISTEM PERTAHAN TUBUH
A. Jurnal Belajar
Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4
JURNAL BELAJAR
1. Pada hari ini tanggal 07 Mei 2021 kami melakukan daring pembelajaran
biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai bu Puspa
seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang
belum hadir dalam google meet, pada hari ini Bu Puspa menyuruh seluruh
siswa menerangkan materi sistem pertahanan tubuh dari absen per absen dan
seluruh siswa harus aktif berbicara dan menyalakan kamera, Bu Puspa juga
menyuruh kami untuk mencatat apa yang dibicarakan oleh teman kami dan
nanti akan dijadikan tugas serta di kumpulkan ke google classroom. Lalu
setelah pembahasan itu Bu Puspa memberikan pertanyaan dan cepat-cepat
siapa yang ingin menjawab hanya 10 pertanyaan untuk 10 siswa tercepat,
setelah itu berakhirlah pembelajaran hari ini
2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih
aktif membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah
untuk mengerti materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam
pembelajaran daring.
262
Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:
263
B. Tugas-tugas
BIOLOGI KELAS XI
Sistem Pertahanan Tubuh
Oleh
Nama/Kelas : Modestine Tabitha Hutagalung/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021
264
No. Nama Siswa Kata Kunci Penjelasan
1 Aaliyah Vayza Suryo Pengertian sistem imunitas Sistem pertahanan tubuh adalah sistem
pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan, serta menetralkan benda
asing atau sel abnormal yang berpotensi
merugikan tubuh.
2 Albert Sanjaya Ong Fungsi sistem pertahanan Fungsi sistem pertahanan tubuh yaitu
tubuh mempertahankan tubuh dari patogen
invasif, misalnya virus dan bakteri,
melindungi tubuh terhadap suatu agen dari
lingkungan eksternal, menyingkirkan sel sel
yg sudah rusak akibat suatu penyakit atau
cedera, dan mengenali dan menghancurkan
sel abnormal seperti kanker.
3 Adastra Peraspera Mekansime pertahanan Alat yang menghalangi dalam imunitas
Tarigan tubuh bawaan, seperti kulit, air mata, mukus
(cairan lengket dan tebal yang disekresikan
oleh membran dan kelenjar mukosa), dan
air ludah. Mereka berfungsi untuk
mencegah laku peradangan setelah terjadi
luka atau infeksi.
4 Aldinan Ihsan Mekanisme pertahanan Tubuh memiliki 2 macam mekanisme
Yustono
tubuh: pertahanan spesifik pertahanan dalam tubuh, yaitu pertahanan
alamiah non spesifik (alamiah) dan pertahanan
spesifik(adaptif). Pertahanan non spesifik
merupakan imunitas bawaan sejak
lahir,berupa komponen normal tubuh yang
ditemukan di individu sehat.
265
5 Afif Dzulfiqar Al- 5 macam pertahanan
Fajr nonspesifik
Pertahanan nonspesifik meliputi pertahanan
6 Al’dian Devina fisik, kimia, dan mekanisme terhadap agen
Sandra infeksi; fagositosis, inflamasi; serta zat
antimikroba spesifik yang diproduksi tubuh
Pertahanan fisik dan Pertahanan fisik dan alamiah meliputi kulit
alamiah yang meliputi yg sehat dan Utuh, Membran mukos,
Cairan tubuh yang mengandung zat kimia
Antimikroba, Pembilasan oleh air mata
salivah dan urin.
7 Alfonsus Dwi Kekebalan Kekebalan adalah kemampuan tubuh untuk
Saputro menahan atau menghilangkan benda asing
serta sel sel abnormal disebut imunitas atau
kekebalan.
8 Alya Herliani Putri Inflamasi Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan
terhadap infeksi atau cidera yg disebabkan
terbakar, toksin, produk bakteri, dan gigitan
serangga, atau pukulan keras.
9 Alya Rahimah Zat antimikroba Zat antimikroba nonspesifik yang
diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa
adanya interaksi antigen dan antibodu
sebagai pemicu, contoh: interferon dan
komplemen.
10 Andi Ailman El-Barr 2 komponen pada respon Komponen respon imunitas spesifik
imunitas spesifik melibatkan dua komponen, yaitu antigen
dan antibodi.
266
11 Alya Sakila Interaksi antibodi dan Di dalam interaksi antibodi dan antigen,
antigen terdapat fiksasi komplemen yaitu aktivasi
sistem komplemen (± protein serum) oleh
antibodi, yang jika terjadi infeksi, protein
pertama dalam rangkaian protein
komplemen diaktifkan, kemudian memicu
aktivasi protein-protein berikutnya,
hasilnya merupakan virus dan sel-sel
patogen yang mengalami lisis.
12 Ashaz Feroz Modak hipersentifitas Hipersensitivitas adalah peningkatan
sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen
yang pernah dipanjankan atau dikenal
sebelumnya.
13 Aurelia Feodora Interaksi antibodi dan Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi
Quon Sarapil antigen komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan
presipitasi.
14 Boeih Poernama Jenis imunitas (patogen) Jenis imunitas terhadap penyakit (patogen)
dapat dibedakan menjadi 2 macam :
1. Imunitad aktif (alami dan buatan)
2. Imunitas pasif (Alami dan buatan)
15 Brandon Adhitya Perantara imunitas Pertahanan spesifik(adaptif) dapat
Sugiarto dibedakan menjadi 2 macam,yaitu imunitas
yang diperantarai oleh antibody dan
imunitas yang diperantarai oleh sel.
16 Cantika Fitria Putri Sel-sel yang terlibat dalam Sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas
Fardi
respon imunitas adalah sel B, sel T, makrofag, dan sel
pembunuh alami.
267
17 Candyle Gita Royani Faktor-faktor yang Faktor yang memengaruhi sistem
sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik
Tomme mempengaruhi
(keturunan), Fisiologis, Stress, Usia,
pertahanan tubuh Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan
zat berbahaya, Racun tubuh, Penggunaan
obat-obatan.
18 Deswita Istiyanti Mekanisme respon Mekanisme respons imunitas seluler
imunitas seluler (diperantarai sel), ada 2, yaitu:
a) Ekstraseluler (jika antigen dicerna oleh
makrofag)
b) Intraseluler (jika antigen menginfeksi
sel)
19 Dwi Aisyah Tanda-tanda lokal respon Mekanisme respons imunitas seluler yang
Maharani
inflamasi ekstraseluler ada antigen,makrofag
membentuk molekul MHC,MHC kelas II
dan sel T.
20 Dicky Hausiyah Ekstraseluler Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh
makrofag terdiri dari antigen, makrofag,
MHC kelas 2, sel T.
21 Elvina Widyanti 3 macam dari makrofag Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu
22 Dina Akrimna Macam-macam imunitas makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit
mononukleus.
Imunitas aktif yaitu tubuh memproduksi
antibodi akibat kontak langsung dengan
patogen.Imunitas pasif didapatkan melalui
transfer antibodi.
268
23 Engeline Nauli Gangguan pada sistem Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi
Zefanya Siahaan pertahanan tubuh hipersensitivitas, penyakit autoimun dan
imunodefisiensi.
24 Faisal Ridho Pradana Beberapa jenis makrofag fagositosis memiliki beberapa jenis
pada fagositosis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusornya atau
monosit, dan sistem makrofag
mononukleus.
25 Fajar Hamdan 2 macam dari pertahanan Pertahanan non spesifik terbagi menjadi
Syaquro
non fisik pertahanan fisik,kimia, dan mekanis
terhadap agen infeksi,fagositosis,inflamasi,
dan antimikroba non spesifik yang
diproduksi tubuh.
26 Fani Citra Hati Faktor yang Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan
mempengaruhi sistem tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress, usia,
pertahanan tubuh
hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27 Farren Lyrananda Gangguan sistem Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi
Rachman pertahanan tubuh hipersensitivitas (alergi), penyakit
autoimun, dan imunodefisiensi.
28 Gabriel Halim Limfosit pada sistem Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu
pertahanan tubuh non fisik limfosit. Limfosit ada 2 macam yaitu
29 Ghina Suhaimah
Amin Limfosit B dan Limfosit T.
Sel sitotoksik Sel T efektor ada tiga jenis, yaitu sel T
sitotoksik, sel T penolong, sel T supresor.
30 Gita Smaradhana Mekanisme respon Antigen masuk kedalam tubuh dibawa ke
Iyana hormonal limfosit B →limfosit B menghasilkan tiruan
sel B → sel B yang menyekresikan antibodi
269
31 Ivan Hendrawan Tan Sel pembunuh alami menjadi sel plasma→ sel plasma
menyekresikan antibody untuk dibawa ke
32 Juan Carlos Hipersensitivitas (alergi) lokasi infeksi.
33 Je ivan Dhamma Penyakit autoimun Sel pembunuh alami (NK) yaitu
Pratama sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang
bersifat sitotoksik.sel ini tidak perlu
berinteraksi dengan antigen atau limfosit
untuk menghancurkan sel tertentu.sel ini
berperan dalam menghancurkan sel
kanker,virus,jamur, dan parasut lainnya.
Merupakan peningkatan sensitivitas atau
reaktivitas terhadap antigen yang pernah
dipanjankan atau dikenal sebelumnya. Pada
umumnya terjadi pada beberapa orang saja
dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
Penyakit auto imunitas adalah kegagalan
sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga sistem
imunitas menyerang sel tubuh sendiri
Contohnya artritis rematoid, penyakit
grave, anemia pernisiosa, penyakit addison,
sistem lupus ertythematosus, diabetes
melitus tergantung insulin(DM tipe 1) dan
multiple sclerosis (MS, penyakit neurologis
kronis).
270
34 Louis Michael kwan Imunal defisiensi Imunal defisiensi adalah kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas
atau ketidakmampuan sistem imunitas
untuk merespons antigen, contonya
efisiensi imun kongenital dan AIDS.
35 Khansa Zhavira Devi Steven Johnson Sydrome Steven Johnson Sydrome (SJS) merupakan
(SJS) penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya
dan dapat mengakibatkan kematian.
36 Marcellino Adithya Jenis imunisasi polio Jenis imunisasi polio dapat mencegah polio
Nugraha Bang melitis atau pelumpuhan.
37 Madinah Salsabillah Jenis-jenis imunisasi dan Imunisasi BCG mencegah tuberkolosis,
Wahid
penyakit yang dicegah imunisasi hepapatitis B mencegah infeksi
organ hati dan imunisasi polio mencegah
melitis atau pelumpuhan.
38 Modestine Tabitha Tujuan akhir inflamasi Tujuan akhir inflamasi adalah untuk
Hutagalung
mengisolasi, menghancurkan,
menginaktifkan agen penyerang,
membersihkan sel-sel debris, serta
mempersiapkan proses penyembuhan dan
perbaikan jaringan.
39 Muhammad Andri Antibodi Antibodi merupakan protein plasma yang
Adi Jailani
disebut monoglobulin(Ig) yang terdiri atas 5
kelas yaitu:IgA melawan
mikroorganisme,IgB membantu memicu
respon imunitas,IgE menyebabkan
pelepasan histamin dan mediator kimia
lain,IgG berjumlah paling banyak sekitar
80%,IgM antibody pertama yang tiba di
271
lokasi infeksi.
40 Muhammad Salman Antigen Antigen merupakan zat yang merangsang
Ranggadani respons imunitas terutma dalam
Amrullah menghasilkan antibodi. Bagian-bagian dari
antigen terdiri atas determinan antigen
(epitop) dan hapten.
41 Muhammad Fawwaz Faktor yang Jika kekurangan tidur akan menyebabkan
Aryaputra Pravito mempengaruhi sistem perubahan pada jaringan sitokin yang dapat
imun: tidur
menurunkan imunitas seluler, sehingga
kekebalan tubuh menjadi melemah.
42 Oasis D’Arafah Imunisasi DPT Merupakan imunisasi untuk mencegah 3
macam penyakit yaitu difteri, tertusis dan
tetanus yang diberikan pada usia balita (6
minggu, 4 bulan, hingga 6 bulan).
43 Muhammad Rafi Defisiensi imun kongenital Contoh imunodefisiensi adalah defisiensi
Rizqullah imun kongenital,yaitu keadaan tidak
memiliki sel B maupun sel T sejak
lahir.Jadi,penderita harus hidup dalam
lingkungan yang steril
44 Oriza Sativa Dewi Kekebalan aktif dan pasif Kekebalan tubuh ada dua. Aktif: kekebalan
yg dihasilkan oleh tubuh sendiri dimana
jika seseorang sakit karna terinfeksi
patogen, tubuh akan membuat antibodi.
Pasif: kekebalan yang diperoleh setelah
mendapat antibodi dari luar contohnya
kekebalan tubuh bayi yang didapat dari air
susu ibu.
272
45 Muhammad Rafli Magnesium Magnesium diketahui dapat mendukung
Dwi Dafa sistem kekebalan tubuh yang sehat. selain
itu, magnesium juga dapat membantu
menjaga otot normal dan fungsi saraf,
menjaga irama jantung agar tetap stabil,
menjaga tulang yang kuat,mengatur tingkat
gula darah,mengatur tekanan darah.
46 Muhammad Zinedine Respons kekebalan Respons kekebalan humoral melibatkan
aktivasi sel B yang akan menghasilkan
Ismail humoral antibodi dalam plasma darah dan limfa.
47 Raisya Annisa Putri Imuno difiensi Imuno difiensi adalah salah satu penyakit
sistem pertahanan tubuh Yaitu kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas
atau ketidakmampuan sistem imunitas
untuk merespons antigen. Ada 2 jenis
imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun
kongenital dan AIDS.
48 Nadia Prasista Vaksin Vaksin adalah patogen yang mati atau
Agustin dilemahkan atau toksin yg telah diubah.
49 Rania Puspita Imunisasi PCV Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah
Sutanto penyakit radang selaput otak, infeksi darah,
dan radang paru-paru.
273
50 Nanda Estiningtyas Faktor yang Seperti vitamin dan mineral diperlukan
Athallah
mempengaruhi sistem dalam pengaturan sistem imunitas. DHA
pertahanan tubuh: nutrisi (docosahexanoic acid) dan asam arakidonat
memengaruhi maturasi (pematangan) sel T.
protein diperlukan dalam pembentukan
immunoglobulin dan komplemen. Namun,
kadar kolesterol yang tinggi dapat
memperlambat proses penghancuran bakteri
makrofag.
51 Naura Istitah Pencegahan untuk Steven Pencegahan terbaik untuk stevens johnson
Muhtasyam Johnson syndrome (SJS) adalah tidak mengonsumsi obat-obatan
sembarangan dan lebih baik
memberitahukan kepada dokter jika
memiliki alergi terhadap suatu jenis obat,
makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu.
52 Ruth Rispauli Hep A sebagai salah satu Salah satu program imnusisasi adalah Hep
Abigail Sitompul
program imunisasi A untuk mencehmgah Hep A. Hep A
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
Hep A.
53 Patricia Maulina Program imunisasi dan Program dan jenis imunisasi campak
penyakit yang dicegah berfungsi untuk mencegah terjadinya
penyakit campak, Tifoid untuk mencegah
penyakit tifus, dan Varisela untuk
mencegah penyakit cacar.
54 Samuel Benedicto Pencegahan patogen Patogen dapat berevolusi secara cepat dan
Siahaan mudah beradaptasi agar terhindar dari
identifikasi dan penghancuran oleh sistem
imun.Tetapi,sistem pertahanan tubuh juga
berevolusi untuk mengenali dan
274
menetralkan patogen tersebut.
55 Raina Elvira Contoh-contoh alergen Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk
Maulidinda sari, rambut hewan, kotoran serangga, karet
lateks, obat-obatan, dan bahan makanan
(telur, susu, kacang, udang, dan kerang).
56 Raisha Azka Prawira Faktor-faktor yang Salah satu faktor yang mempengaruhi
mempengaruhi sistem sistem pertahanan tubuh adalah pajanan zat
pertahanan tubuh: pajanan berbahaya seperti bahan radioaktif,
zat berbahaya pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan
bahan pembersih kimia yang dapat
menurunkan imunitas.
57 Skyleen Hertanto Makrofag Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat
Tan sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas
salah satunya adalah Makrofag, Makrofag
adalah sel fagosit besar dalam jaringan,
yang berasal dari perkembangan sel darah
putih, dan berfungsi untuk menelan antigen
atau bakteri untuk dihancurkan secara
enzimatik.
58 Sakhi Zamroni Pengendapan Presipitasi atau pengendapan yaitu
pengikatan silang molekul-molekul antigen
yang terlarut dalam cairan tubuh.
59 Yohanes Jeremy Cara meingkatkan imunitas Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah
Jason Manurung perbanyak makan buah dan sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok
dan alkohol, hindari stress.
275
60 Thezar Rifqi Izaati Kasus Steven Johnson Pada beberapa kasus ini disebabkan
Syndrome beberapa jenis obat-obatan diantaranya
61 Wahyu Dwi penisilin, sentonisin, sulfanamida, tetrasilin,
Nurcahyo metamizole, antalgin, parasetamol,
klorpromazin, kabmazepin, dan beberapa
62 Yuniar Angraeni turunan dari obat-obatan tersebut.
Struktur antibodi Struktur antibodi tersusun atas dua macam
rantai polipeptida yang identik dimana
terdapat dua rantai ringan dan dua rantai
berat. Keempat rantai pada molekul
antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida
dan bentuk molekulnya menyerupai huruf
Y.
Faktor yang Hormon bergantung pada jenis kelamin
mempengaruhi sistem wanita memproduksi hormon estrogen yang
pertahanan tubuh: hormon meningkatkan sintesis igG dan igA
sehingga menjadi lebih kebal terhadap
infeksi daripada pria. Sementara itu,pria
memproduksi androgen yang bersifat
memperkecil risiko autoimun,sehingga
penyakit autoimun lebih sering dijumpai
pada Wanita.
276
REFLEKSI
➢ PERISTIWA
Pembelajaran biologi yang kami lakukan bersama Bu Puspa selama 1 tahun
melalui daring, kami diberikan tugas oleh Bu Puspa dalam bentuk portofolio
dan jurnal belajar yang berisi pembelajaran yang kami lakukan pada hari itu,
setiap jurnal belajar selalu mencantumkan bukti dokumentasi berupa foto
atau screenshot bahwa kami benar-benar mengikuti pembelajaran dari awal
hingga akhir. Tugas yang diberikan akan kami kumpulkan melalui google
classroom sesuai dengan room tugas yang sudah Bu Puspa buat. Bu Puspa
memberikan kami para siswa dan siswi kebebasan dalam menuangkan ide
dan kreativitas kami dalam tugas, seperti memberikan banyak gambar dan
hiasan serta penjelasan yang singkat, padat, dan jelas.
➢ PERASAAN
Pembelajaran, membuat jurnal, dan membuat portofolio yang sudah kami
laksanakan selama satu tahun ini. Dengan adanya jurnal belajar membuat
kami sebagai siswa dan siswi dapat menuangkan segala pendapat kami
selama pembelajaran berlangsung, sebagai seorang siswa pastinya terkadang
malas dalam mengerjakan tugas dan jenuh terhadap tugas yang diberikan,
tetapi kami sadar bahwa rasa malas tidak boleh terus ada karena tidak baik
menunda-nunda pekerjaan, selama pembelajaran satu tahun ini tugas kami
dapat kami selesaikan dengan baik, disiplin, dan tepat waktu.
➢ PEMBELAJARAN
Selama pembelajaran biologi satu tahun ini kami diberikan tugas membuat
jurnal belajar dan tugas portofolio, tugas jurnal itu untuk format laporan
hasil praktikum dengan baik dan benar untuk bekal kita melatih kita dalam
memfokuskan diri kita ketika guru sedang menerangkan dan tugas portofolio
untuk mengembangkan ide serta kreativitas kita. Beberapa tugas praktikum
yang membuat kita dapat mengetahui bagaimana cara membuat ketika di
perguruan tinggi nanti.
277
➢ PERUBAHAN
Perubahan yang didapat dengan adanya tugas seperti jurnal belajar dan
portofolio adalah kita sebagai siswa dapat lebih mengerti penggunaan huruf,
tanda baca dan menghias tugas sesuai dengan ide kami masing-masing.
Dengan adanya tugas ini kami juga dapat mengubah rasa malas kami
menjadi kegiatan yang produktif, sebagai penulis tugas jurnal dan portfolio
ini sangat membantu untuk bekal di jenjang berikutnya yaitu perguruan
tinggi.
278