The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by modestinehutagalung431, 2021-06-14 08:10:16

Portofolio Biologi Modestine Tabitha H (XI IPA 4)

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Keywords: Portofolio

Bukti foto mengikuti pembelajaran daring :

196

JURNAL BELAJAR 3 BAB 7

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 05 Februari 2021. Kami kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
melakukan pembelajaran daring biologi melalui google meet, pada pembelajaran
hari ini kami membahas tentang transpor dan pertukaran gas. Lalu tidak lama
kemudia jaringan bu Puspa down dan bu Puspa terkeluar dari google meet. lalu
beberapa menit kemudia bu Puspa masuk kembali dan kita melanjutkan
pembelajaran, Yohanes yang membacakan materi ketika Yohanes sedang
membacakan materi jaringan bu Puspa down lagi dan bu Puspa terkeluar lagi dari
google meet, setelah itu bu Puspa meminta tolong Juan untuk membuatkan link
google meet baru setelah itu kami melanjutkan materi dengan bu Puspa langsung
menunjuk 10 anak untuk membacakan volume dan kapasitas paru-paru dikarenakan
waktu yang sudah banyak terbuang karena masalah jaringan, lalu setelah dibacakan
bu Puspa memberikan penjelasan sedikit dan juga mengenai bahaya rokok bagi
kesehatan organ pernapasan manusia dan teknologi sistem pernapasan, bu Puspa
mengingatkan kami agar tidak merokok, lalu berakhirlah pembelajaran hari ini.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.
Karena terdapat kendala pada jaringan semoga kedepannya kami dapat belajar lebih
baik dan lancer.

197

Bukti foto mengikuti pembelajaran daring :

198

JURNAL BELAJAR 4 BAB 7

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 10 Februari 2021. Kami kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
melakukan pembelajaran daring biologi melalui google meet, pada pertemuan kali
ini adalah pertemuan terakhir kami dalam bab sistem pernapasan manusia, kami
mengucapkan selamat ulang tahun bersama-sama untuk kepala sekolah kami yang
berulang tahun pada hari itu. Selanjutnya bu Puspa memberikan kami tugas
portofolio dan tugas membuat video, lalu bu Puspa memberikan kesempatan kami
untuk bertanya jika ada yang tidak kami mengerti mengenai tugas dan bu Puspa
memberitahu bahwa akan melaksanakan ulangan harian materi bab sistem
pernapasan pada hari senin minggu depan, lalu berakhirlah pembelajaran hari ini.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami lebih aktif dan disiplin
dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru kami semoga kedepannya kami lebih
displin dan aktif dalam pembelajaran daring ini.

199

Bukti foto mengikuti pembelajaran daring :

200

B. Tugas-tugas

BIOLOGI KELAS XI

PORTOFOLIO SISTEM PERNAPASAN

Oleh
Nama/Kelas : Modestine Tabitha Hutagalung/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

201

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Pengaruh Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Kendaraan Bermotor
Oleh : Modestine Tabitha Hutagalung

Mengetahui, Balikpapan,11 Februari 2021
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan Siswa yang Bersangkutan,

Puspani, M.Pd Modestine Tabitha H
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19752

202

I. Judul : Pengaruh Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Kendaraan Bermotor.
II. Tujuan :

1) Mengetahui jenis zat dalam emisi gas kendaraan bermotor.
2) Mengetahui dampak zat dalam emisi gas kendaraan bermotor pada kesehatan

organ pernapasan manusia.
3) Mengetahui upaya untuk mengurangi dampak pencemaran udara dikarenakan

emisi gas kendaraan bermotor.
III. Hasil Analisis :

a) Peristiwa pencemaran :
Penyumbang pencemaran terbesar di Indonesia; yaitu oleh kendaraan
bermotor. Mengingat, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah terjadi
lonjakan jumlah kendaraan bermotor yang sangat pesat, khususnya oleh
pertambahan sepeda motor, yang mencapai 30%. Sekitar lebih kurang 70%
terdistribusi di daerah perkotaan. Pada rentang 2005, perbandingan antara
jumlah sepeda motor dan penduduk di Indonesia diperkirakan mencapai 1:8.
Seterusnya, dari tahun ke tahun, kondisi tersebut semakin meningkat.
Akibatnya, ruas jalan di Indonesia semakin padat. Bukan hanya di kota-kota
besar, bahkan, sampai ke pelosok daerah.

b) Penyebab pencemaran :
Reaksi kimia di atmosfer kadangkala berlangsung dalam suatu rantai reaksi
yang panjang dan rumit, dan menghasilkan produk akhir yang dapat lebih
aktif atau lebih lemah dibandingkan senyawa aslinya. Sebagai contoh, adanya
reaksi di udara yang mengubah nitrogen monoksida (NO) yang terkandung di
dalam gas buang kendaraan bermotor menjadi nitrogen dioksida (NO2 ) yang
yang dapat menyebabkan asap awan fotokimia (photochemical smog).

203

Pembentukan smog ini kadang tidak terjadi di tempat asal sumber (kota),
tetapi dapat terbentuk di pinggiran kota. Jarak pembentukan smog ini
tergantung pada kondisi reaksi dan kecepatan angin.
Tidak ada yang bisa menepis, betapa, emisi gas buang, berupa asap knalpot,
adalah akibat terjadinya proses pembakaran yang tidak sempurna, dan
mengandung timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM),
oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SO2 ), hidrokarbon (HC), karbon
monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Selanjutnya, emisi gas buang
yang paling signifikan dari kendaraan bermotor ke atmosfer berdasarkan
massa, adalah gas karbondioksida (CO2 ), dan uap air (H2 O) yang
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang berlangsung sempurna yang
dapat dicapai dengan tersedianya suplai udara yang berlebih. Namun
demikian, kondisi pembakaran yang sempurna dalam mesin kendaraan,
jarang sekali terjadi.

c) Akibat pencemaran :
Keterkaitan antara pencemaran udara di perkotaan dan kemungkinan adanya
resiko terhadap kesehatan, baru dibahas pada beberapa dekade belakangan
ini. Pengaruh yang merugikan mulai dari meningkatnya kematian .Gangguan
kesehatan lain diantara pengaruh yang ekstrim ini, misalnya kanker pada
paru-paru atau organ tubuh lainnya, penyakit pada saluran tenggorokan yang
bersifat akut maupun khronis, dan kondisi yang diakibatkan karena pengaruh
bahan pencemar terhadap organ lain seperti paru, misalnya sistem syaraf.
Karbon monoksida (CO)

Gas ini seringkali dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor. Faktanya, gas ini
mampu mencegah penyerapan oksigen oleh darah. Paparan karbon
monoksida yang berlebihan berbahaya karena menyebabkan penurunan

204

pasokan oksigen ke jantung secara signifikan, terutama pada orang yang
mengidap penyakit jantung. Akibatnya perlahan-lahan membuat kesehatan
kita semakin menurun.

Partikulat (PM)

Komponen utama dari PM adalah sulfat, nitrat, amonia, natrium klorida,
karbon hitam, mineral debu, dan air. Polutan ini terdiri dari campuran
kompleks partikel padat dan cair dari bahan organik dan anorganik yang
melayang di udara. Partikel ini berbahaya karena mampu menembus dan
hinggap jauh di dalam paru-paru. Jika polutan ini terus menerus masuk, maka
risiko penyakit paru-paru yang menyebabkan kematian meningkat. Partikel
polusi kecil memiliki dampak kesehatan, bahkan pada konsentrasi yang
sangat rendah.

Jenis polutan ini sering ditemukan di negara berkembang seperti polutan dari
pembakaran rumah tangga berbahan bakar padat, seperti kompor tradisional.
Asap dari kompor tradisional ini mampu meningkatkan risiko infeksi saluran
pernapasan akut dan kematian pada anak-anak muda. Polusi udara di dalam
ruangan akibat penggunaan bahan bakar padat merupakan faktor risiko utama
untuk penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik, dan kanker paru-paru
pada orang dewasa.

Nitrogen dioksida (NO2)

NO2 adalah sumber utama dari aerosol nitrat yang membentuk pecahan kecil
dari partikulat. Sumber utama emisi antropogenik NO2 adalah proses
pembakaran seperti pemanas, pembangkit listrik, mesin kendaraan, dan kapal.
Pada konsentrasi jangka pendek yang melebihi 200 mikrogram per meter
kubik, nitrogen dioksida dianggap sebagai gas beracun yang menyebabkan

205

peradangan yang signifikan pada saluran pernapasan. Polutan ini
menyebabkan gejala bronkitis pada anak yang memiliki asma. Penyakit paru-
paru akibat penurunan fungsi paru-paru pun juga dapat terjadi.

Sulfur dioksida (SO2)

Polutan satu ini dihasilkan dari pembakaran minyak dan batu bara atau
peleburan bijih mineral yang mengandung sulfur seperti dari pembangkit
listrik dan kendaraan bermotor. Sulfur dioksida adalah gas tidak berwarna
dengan bau yang cukup tajam dan mempengaruhi sistem pernapasan dan
fungsi paru-paru, bahkan menyebabkan iritasi mata. Penyakit paru-paru yang
dapat muncul adalah radang saluran pernapasan penyebab batuk, sekresi
lendir, asma, bronkitis kronis, dan membuat orang rentan terhadap infeksi
pada saluran pernapasan.

d) Refleksi :
Setelah menganalisis masalah pencemaran udara yang disebabkan oleh emisi
gas kendaraan bermotor saya jadi sadar bahwa efeknya sangat besar untuk
lingkungan dan kesehatan kita. Dan sudah saatnya
kita mengurangi pemakaian kendaraan bermotor jikaa tempat yang kita tuju
masih berada disekitaran tempat tinggal kita.

e) Tindak lanjut :
Solusi untuk mengatasi polusi udara kota, terutama ditujukan pada
pembenahan sektor transportasi Di antaranya, dengan pembatasan izin bagi
angkutan umum kecil, dengan memperbanyak kendaraan angkutan massal;
seperti bus dan kereta api, diperbanyak.
Kemudian, kontrol terhadap jumlah kendaraan pribadi juga dapat dilakukan
seiring dengan perbaikan pada sejumlah angkutan umum. Selanjutnya,
pembatasan usia kendaraan terutama bagi angkutan umum juga perlu

206

mendapatkan pertimbangan secara khusus, mengingat, semakin tua
kendaraan, apalagi yang kurang terawat, sangat berpotensi besar sebagai
penyumbang polutan udara. Selaras dengan itu, pembangunan MRT, dan
Electronic Road Pricing (ERP), juga mendesak untuk direalisasikan. Di
samping itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas
terhadap pelanggaran berkendara benar-benar dapat diwujudkan, begitu juga
uji emisi yang dilakukan secara berkala, serta penanaman pohon berdaun
lebar di pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat, dapat juga
mengurangi polusi udara.
IV. Daftar Pustaka :
1. https://www.halodoc.com/artikel/dampak-udara-kotor-pada-kesehatan-paru-
paru
2. file:///C:/Users/PRIVATE/Downloads/10092-23725-1-SM.pdf
3. file:///C:/Users/PRIVATE/Downloads/23-32-1-PB.pdf

207

BAB VIII

SISTEM EKSKRESI

A. Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR 1 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 19 Februari 2021 kami kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
melakukan dari pembelajaran biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran
di mulai bu Puspa seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa
anak yang belum hadir dalam google meet, kami memasuki bab 3 pada semester
genap yaitu adalah sistem eksresi. Ada 4 organ pada tubuh yang melakukan, sistem
eksresi yaitu ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Lalu setelah itu bu puspa memberikan
kami tugas membuat analisis sesuai dengan judul kita masing-masing yang sudah
ditentukan melalui absen, tugas tersebut bisa ditulis tangan di buku dan diketik.
Hasil analisis nya berisi tentang struktur, fungsi, dan proses yang terjadi dalam
organ itu. Setelah semua sudah mengerti tentang mekanisme tugas, pembelajaran
pun berakhir.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

208

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:

209

JURNAL BELAJAR 2 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 26 Februari 2021 tepatnya pada hari jumat kami melakukan
dari pembelajaran biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai bu
Puspa seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang
belum hadir dalam google meet, Bu Puspa mengatakan bahwa Bu Puspa telah
membagi judul sesuai kelompok dan absen, lalu kami mulai mencoba menjelaskan
mulai dari Candyle, Deswita, Engeline, Nadia, Shofa, Afif, dan Aldian yang
menjelaskan tentang kulit dari mulai struktur sampai dengan penyakit pada kulit
yang Bu Puspa katakan sudah sangat lengkap penjelasan dari 7 orang tersebut, lalu
berakhirlah pembelajaran hari ini.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:

210

JURNAL BELAJAR 3 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 03 Maret 2021 kami kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan
daring pembelajaran biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai
bu Puspa seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang
belum hadir dalam google meet, kami masuk dalam penjelasan mengenai ginjal,
Aaliyah yang pertama menjelaskan mengenai ginjal lalu Thezar bertanya yang
dijawab oleh Dwi, dilanjut oleh beberapa siswa lain yang menjelaskan tentang
ginjal sesuai dengan mekanisme tugas yang sudah dijelaskan bu Puspa dari mulai
pengetian struktur sampai dengan penyakit yang terdapat pada ginjal.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:

211

JURNAL BELAJAR 4 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 05 Maret 2021 tepatnya pada hari jumat kami melakukan
daring pembelajaran biologi melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai
bu Puspa seperti biasa mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang
belum hadir dalam google meet, masih melanjutkan pembelajaran membahas ginjal
dilanjutkan dengan faktor-faktor proses pembuatan urine, faktor nya dipengaruhi
oleh dua faktor yaitu eksternal dan internal. Faktor internal dibagi 3 yaitu ADH,
hormone insulin, dan sistem renin-angiostensin-aldosteron sedangkan faktor
eksternal juga dibagi 3 yaitu suhu lingkungan, jumlah air yang diminum, dan
alkohol. Thezar mau menjelaskan faktor tersebut, lalu Ruth menjelaskan tentang
karakteristik urine yaitu sifat fisik urine, dilanjutkan oleh Bu Puspa yang membahas
tentang faktor yang mempengaruhi pembentukan urine, Faisal dan gita membahas
tentang hormone ADH. Faren, Je Ivan, Marcel membahas tentang hormone insulin,
Rafli dan Nanda melengkapi tentang sistem renin-angiostensin-aldosteron, Raina
membahasa faktor eksternal dan Raisya melengkapi sifat fisik urine, lalu setelah
penjelasan yang sudah cukup lengkap tersebu berakhirlah pembelajaran hari ini.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

212

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring:

213

JURNAL BELAJAR 5 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 10 Maret 2021 kami melakukan daring pembelajaran biologi
melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai bu Puspa seperti biasa
mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang belum hadir dalam
google meet, pertemuan selanjutnya ini membahas tentang hati yang pertama
menjelaskan tentang hati adalah Elvina pengertian hati dan tata letak hati, lalu rania
menjelaskan tentang fungsi hati, Alya Rahimah ingin mencoba menjelaskan tentang
proses ekskresi pada hati, Oriza membahas tentang gangguan hati, setelah
penjelasan yang sudah cukup jelas. Bu Puspa memberikan pengumuman bahwa
minggu depan akan diadakan ulangan harian biologi bab 8, lalu pembelajaran pun
berakhir.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring;

214

JURNAL BELAJAR 6 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung
Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini 12 Maret 2021 tepatnya pada hari jumat kami melakukan daring
pembelajaran biologi melaluiWhatsApp grup. Dikarenakan seluruh guru SMAN 1
Balikpapan sedang mengadakan rapat untuk persiapan ujian. Jadi pada hari ini Bu
Puspa memberikan kami tugas menganalisis ginjal, hati, dan kulit sebagai organ
sistem eksresi manusia. Bu Puspa mengatakan bahwa pengumpulan tugas di google
classroom. Lalu kamipun masing” mengerjakan tugas yang diberikan.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

215

JURNAL BELAJAR 7 BAB 8

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

JURNAL BELAJAR

1. Pada hari ini tanggal 17 Maret 2021 kami melakukan daring pembelajaran biologi
melalui google meet. Sebelum pembelajaran di mulai bu Puspa seperti biasa
mengecek kembali absen dan memanggil beberapa anak yang belum hadir dalam
google meet, pada pertemuan ini bu Puspa memberikan lagi kesempatan kepada
kami semua untuk menjelaskan sesuai dengan judul masing-masing dan dengan
beberapa materi yang belum dijelaskan oleh teman kami, bu puspa mengatakan
untuk yang sudah menjelaskan dan sudah mendapatkan nilai dimohon untuk
mendengarkan saja karena tidak akan melakukan pembahasan. Yuniar menjelaskan
tentang kulit, Alya Sakila menjelaskan tentang keratinitasi kulit. Fani menjlaskan
struktur pada hati, Ashaz menjelaskan tentang struktur pada kulit, Madinah
menjlaskan tentang prinsip pertolongan pertama pada luka bakar, Gabriel
menjelaskan tentang penyakit kulit, Ghina menjelaskan tentang yang mempengaruhi
faktor kerusakan hati, Khanza menjelaskan tentang pegobatan pada penyakit hati,
Zinedine membahas tentang struktur pada hati yaitu ligament, Ivan membahas
tentang kapalan, Rafi membahas tentang pengeluaran keringat, Modestine
membahasan tentang lobules, saluran empedu dan pembuluh darah, dan beberapa
siswa yang membahas tentang judulnya dengan sangat padat, singkat dan lengkap.
Setelah selesai semua penjelasan berakhirlah pembelajaran hari ini.

2. Kesan dan pesan saya selama pembelajaran berlangsung :
Saya sangat senang dalam pembelajaran hari ini karena kami menjadi lebih aktif
membaca dan menjelaskan materi itu yang membuat kami mudah untuk mengerti
materi. Semoga kedepannya kami lebih aktif lagi dalam pembelajaran daring.

216

Bukti dokumentasi mengikuti pembelajaran daring;

217

B. Tugas-tugas

BIOLOGI KELAS XI

Analisis Tentang Ginjal, Hati dan Kulit Sebagai Organ Ekskresi
Manusia

Oleh
Nama/Kelas : Modestine Tabitha Hutagalung/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

218

1. Ginjal

Pengertian :
➢ Ginjal merupakan organ utama dari sistem ekskresi manusia. Organ ini
terletak di kedua sisi tulang belakang, tepatnya di rongga perut bagian
belakang. Ginjal memiliki bentuk menyerupai kacang merah dan
berwarna merah kecokelatan.

Penjelasan :
➢ Manusia memiliki sepasang ginjal yang berada di sisi kanan dan kiri
tubuh. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri
karena berdekatan dengan hati. Setiap ginjal berukuran sekitar 10–12 cm
atau kira-kira seukuran kepalan tangan orang dewasa.
Ginjal berfungsi untuk pengeluaran zat sisa organik, misalnya urea, asam
urat, kreatinin, ammonia serta produk penguraian hemoglobin dan
hormone, menyaring zat sisa dari makanan, obat-obatan, atau racun yang
terdapat di darah. Selain itu, ginjal juga berperan mengendalikan
keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika tubuh Anda
kelebihan garam atau mineral, ginjal pun akan membuangnya.
Zat sisa yang terkumpul, kemudian akan diubah menjadi urine.
Pembentukan urine di dalam ginjal meliputi tiga proses dasar, yaitu
filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, dan augmentasi (sekresi tubulus).

219

Urine akan mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui saluran yang
disebut ureter. Urine tersebut berisi zat sisa dari ginjal yang akan
terbuang saat Anda buang air kecil.

2. Hati

Pengertian :
➢ Hati adalah kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga perut sebelah
kanan, tepatnya disebelah kanan lambung dan dibawah diafragma. Hati
memiliki berat sekitar 1,5-2,0 kg terdiri atas dua lobus besar yang
dibatasi oleh jaringan ikat ligament falsiformis (ligament falsiformis
seperti bulan sabit terletak di hati bagian depan, untuk menyangga hati
bagian depan karena terhubung ke dinding perut bagian depan) yaitu
lobus kanan dan lobus kiri.

Penjelasan :
Salah satu zat beracun yang dibuang dan diolah oleh hati adalah amonia,
yaitu zat sisa dari hasil penguraian protein. Jika dibiarkan menumpuk
dalam tubuh, amonia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan,
termasuk gangguan pernapasan dan masalah pada ginjal.

220

Di dalam tubuh, hati berfungsi untuk mengolah amonia menjadi urea.
Setelah itu, urea yang diolah di hati akan dibuang melalui sistem ekskresi
pada ginjal lewat urine. Selain amonia, zat lain yang dibuang atau
diekskresi oleh hati adalah zat beracun dalam darah, misalnya akibat
konsumsi alkohol atau obat-obatan.
Organ hati juga berfungsi untuk membuang sel darah merah yang sudah
rusak dan kelebihan bilirubin yang dapat menyebabkan sakit kuning
atau jaundice.

3. Kulit

Pengertian :
➢ Kulit adalah organ terbesar, yang menutupi area tubuh seluas sekitar 1,67
m^2 dan berat sekitar 4,5 kg pada laki-laki dengan berat badan 75 kg.

Penjelasan :
➢ Kulit berfungsi untuk mengeluarkan lemak dan keringat yang
mengandung air, garam, urea, serta ion-ion seperti Na+. Kulit manusia
memiliki sekitar 3–4 juta kelenjar keringat. Kelenjar ini tersebar di
seluruh bagian tubuh, namun paling banyak terdapat di telapak tangan,
kaki, wajah, dan ketiak.

221

Kelenjar keringat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kelenjar ekrin dan
kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin terhubung langsung dengan permukaan
kulit dan menghasilkan keringat yang tidak berbau dan encer. Sementara
itu, kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak dan
pekat, serta terdapat di folikel rambut, seperti ketiak dan kulit kepala.
Pada dasarnya, keringat yang dihasilkan kelenjar-kelenjar tersebut
berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh dan melumasi kulit serta
rambut. Namun, sebagai bagian dari sistem ekskresi, kelenjar keringat
juga berperan membuang racun dari dalam tubuh melalui keringat yang
dihasilkannya.
Ada beberapa jenis racun yang dibuang melalui kelenjar keringat di kulit,
antara lain zat logam, bisphenol A, polychlorinated biphenyls,
urea, phthalate, dan bikarbonat. Tak hanya racun, kelenjar keringat di
kulit juga berfungsi untuk membunuh dan membuang bakteri.

222

BAB IX

SISTEM KOORDINASI

A. Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR 1 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Jum’at, 26 Maret 2021

1. Pada hari Jum’at, 26 Maret 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali bertemu untuk mata
pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Pembelajaran dimulai seperti biasanya, yaitu Bu Puspa
menyapa siswa-siswi XI IPA 4 dan XI IPA 5. Lalu, Bu Puspa membahas tentang hasil ulangan
harian bab kemarin. Bu Puspa berpesan, untuk yang sudah mendapat nilai bagus harus
dipertahankan dan bisa dipertanggungjawabkan. Sedangkan, yang masih kurang tidak apa-apa
karena Bu Puspa sudah menyiapkan tempat di Google Classroom, tetapi tidak boleh dianggap
remeh dan harus dihargai. Kemudian, Bu Puspa lanjut membahas dan memberikan beberapa
informasi tentang SNMPTN yang telah diperoleh kakak-kakak kelas dan anak kelas KBC. Lalu,
Bu Puspa memberikan nasihat kepada kita semua, yaitu kita harus mempersiapkan diri mulai
sekarang kemana kita mau melanjutkan, dan harus benar-benar dipertimbangkan. Saat Bu Puspa
sedang berbicara, tiba-tiba Bu Puspa terkeluar dan tak lama kemudian masuk kembali. Setelah
selesai membahas SNMPTN, Bu Puspa lanjut membahas tenatng UTBK/SBMPTN. Bu Puspa
juga menyarankan untuk membuka buku-buku UTBK mulai dari sekarang, harus memilih
berdasarkan kemampuan kita, memilih jurusan yang berguna kira-kira di masa yang akan datang,
dan membuat target untuk kedepannya. Setelah selesai membahas, Bu Puspa mendapatkan telepon
dari Bu Tutut sehingga, harus diangkat terlebih dahulu. Lalu, Bu Puspa langsung memasuki dan
membahas materi pada bab ini, yaitu Sistem Koordinasi yang terdiri dari 3 hal, antara lain sistem
saraf, sistem hormon, dan sistem indra yang merupakan satu kesatuan. Kemudian, Bu Puspa
memanggil Albert, Raisya, dan Louis. Tetapi, Raisya tidak bisa menjawab saat itu karena micnya
sedang gangguan. Setelah itu, Bu Puspa langsung bertanya kepada Louis tentang apa itu sistem
koordinasi dan Louis menjawab, sistem koordinasi adalah sistem yang berfungsi untuk
223

melancarkan dan melakukan gerakan tubuh. Setelah itu, Bu Puspa meminta perwakilan 1 orang
untuk berpendapat mengenai jawaban Louis dan Engeline menjawab bahwa ia setuju dengan
jawaban Louis. Lalu, Bu Puspa menjelaskan bahwa fungsi sistem koordinasi yaitu
mengkoordinasikan dan mengatur dimana terjadinya gerakan yang bersumber karena adanya
rangsangan. Yang menerima rangsangan adalah indra, baik rangsangan dari dalam atau luar dan
penerimaannya dalam bentuk impuls, dilanjutkan ke sistem saraf dan diolah yang dibantu oleh
hormon. Oleh karena itu, terdapat 2 kategori, gerak biasa dan gerak refleks. Perbedaan dari gerak
biasa dan refleks, yaitu gerak biasa yang mengolah informasi adalah otak. Sedangkan, gerak
refleks yang mengolah informasi adalah sumsum tulang belakang. Selanjutnya, Bu Puspa lanjut
membahas tentang sel saraf (neuron). Struktur terkecil dari sistem saraf adalah sel saraf (neuron).
1 neuron yang bergabung dengan neuron lain dan membetuk kumpulan disebut berkas, dan
bergabung lagi menjadi sistem saraf. Sistem saraf ada 2, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi. Lalu, Bu Puspa meminta perwakilan 1 orang untuk menjelaskan tentang struktur dari neuron
dan Rania ingin mencoba. Neuron memiliki 3 struktur/bagian utama, yaitu badang sel, dendrit,
dan akson. Setelah Rania selesai menjelaskan, Bu Puspa kembali menjelaskan lebih detail tentang
struktur/bagian neuron. Setelah itu, Bu Puspa meminta perwakilan lagi untuk menejelaskan
tentang akson dan Thezar ingin mencoba. Akson merupakan juluran sitoplasma yang panjang atau
cabang tunggal berbentuk silindris yang berasal dari badan sel. Ujung akson bercabang-cabang,
berfungsi untuk mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya. Pada umumnya, akson dibungkus
oleh substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung mielin. Setelah Thezar
selesai menjelaskan, Bu Puspa menambahkan penjelasannya. Neuron berdasarkan fungsinya
dibagi 3, yaitu neuron sensor, motor, dan konektor. Sedangkan, berdasarkan strukturnya dibagi 3,
yaitu neuron multipolar, bipolar, dan unipolar. Setelah selesai membahas dan waktu sudah habis,
tak lama kemudian Bu Puspa mengakhiri pertemuan hari ini.
2. Kesan dan Pesan :
Pada pertemuan pertama di bab ke-9 atau bab Sistem Koordinasi ini berjalan dengan lancar. Hari
ini Bu Puspa banyak memberikan nasihat-nasihat dan informasi yang penting untuk kita
kedepannya. Pembelajaran hari ini juga berjalan dengan baik karena tidak ada gangguan yang
mengganggu jalannya pembelajaran. Untuk pesannya, semoga pembelajaran kedepannya bisa
lebih baik dan selalu diberi kelancaran, semoga kita semua dapat memahami materi yang
disampaikan dengan baik, dan semoga apa yang disampaikan bermanfaat untuk kita semua.

224

JURNAL BELAJAR 2 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Rabu, 31 Maret 2021

1. Pada hari Rabu, 31 Maret 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali belajar untuk
mata pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Pada pukul 10.28 Bu Puspa menginfokan
melalui grup WhatsApp bahwa tidak ada meet pada hari ini karena Bu Puspa sedang
workshop. Sehingga, Bu Puspa memberikan tugas dan meminta kita untuk
mengerjakan tugas yang diberikan. Melalui Google Classroom Bu Puspa
memberikan tugas untuk kita, yaitu menganalisis struktur, fungsi, dan
pengelompokan terhadap sel saraf (neuron), Sistem Saraf Pusat (SSP), dan Sistem
Saraf Tepi (SST). Bu Puspa memberikan deadline untuk tugas tersebut sore ini yaitu
pukul 16.00. Setelah Bu Puspa memberikan tugas tersebut, agar dapat
mengumpulkan tepat waktu, saya langsung mengerjakan tugasnya. Pertama saya
mulai dengan membuat cover yang saya beri warna dan sedikit hiasan agar lebih
menarik saat dilihat. Setelah itu, saya mulai menganalisis sel saraf (neuron) yang
dimulai dari bagian-bagian neuron, macam-macam neuron berdasarkan fungsi, dan
macam-macam neuron berdasarkan strukturnya. Kemudian, lanjut menganalisis
tentang Sistem Saraf Pusat (SSP) yang dimulai dari lapisan pelindung dari jaringan
ikat (meninges) dan substansi yang ada di Sistem Saraf Pusat (SSP). Lalu, lanjut
meganalisis tentang otak yang terdiri dari bagian-bagian otak dan medula spinalis
yang terdiri dari ciri-ciri medula spinalis, struktur, dan lainnya. Setelah selesai
tentang Sistem Saraf Pusat (SSP), selanjutnya saya menganalisis tentang Sistem
Saraf Tepi (SST). Pada Sistem Saraf Tepi (SST) saya menganalisis tentang saraf
kranial dan saraf spinal. Pada saraf kranial saya menganalisis tentang 12 pasang
saraf yang sebagian besar tersusun dari serabut sensori dan motor. Sedangkan, pada

225

saraf spinal saya menganalisis tentang apa saja yang ada pada saraf spinal, 2 jenis
saraf otonom beserta fungsinya, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf
parasimpatis. Setelah semua sudah selesai dan saya rasa cukup, saya langsung
mengumpulkan tugas tersebut dan pembelajaran mandiri pada hari ini selesai.
2. Kesan dan Pesan :
Pada pembelajaran biologi kedua di bab ke-9 ini tidak dilakukan pertemuan seperti
biasanya. Tetapi, Bu Puspa memberikan tugas untuk kita agar kita belajar dengan
mandiri sehingga pembelajaran tetap dapat dilakukan walaupun tidak melalui
pertemuan seperti biasanya. Untuk pesannya, semoga pembelajaran atau pertemuan
biologi kedepannya bisa lebih baik lagi, tidak ada halangan yang menghambat
pembelajaran, materi dapat tersampaikan dengan baik, teman-teman semua
mengerti dan memahami apa yang disampaikan, dan semoga apa yang disampaikan
bermanfaat untuk kita semua.

226

JURNAL BELAJAR 3 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Rabu, 07 April 2021

1. Pada hari Rabu, 07 April 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali belajar untuk
mata pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Pembelajaran hari ini masih sama seperti
sebelumnya, Bu Puspa hanya memberikan tugas mandiri dan tidak ada meet. Pada
pukul 14.42 Bu Puspa menginfokan di grup WhatssApp bahwa sejak kemarin Bu
Puspa ada kegiatan dari Kemendikbud. Bu Puspa juga menyampaikan bahwa Bu
Puspa sudah memberikan tugas mandiri untuk kita kerjakan di Google Classroom.
Tugas yang Bu Puspa berikan adalah tentang Sistem Hormon. Bu Puspa menyuruh
kita untuk menganalisis struktur dan fungsi sistem hormon. Untuk tugas tersebut Bu
Puspa memberikan deadline pada hari Kamis, 08 April 2021 pukul 16.00. Setelah
mendapatkan tugas tersebut, saya langsung mengerjakannya. Pertama-tama, saya
memulai dengan membaca buku biologi terlebih dahulu untuk memahami
materinya. Setelah itu, saya langsung mengerjakannya di word dan menambahkan
sedikit hiasan agar pekerjaan saya lebih menarik. Dimulai dari pengertian sistem
hormon, sistem hormon adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi
hormon. Lalu, saya juga menjelaskan tentang karakteristik kelenjar endokrin.
Kelenjar endokrin memiliki 5 karakteristik. Kemudian, saya juga menjelaskan
tentang kelenjar endokrin dan sekresi hormon pada manusia. Lalu, saya juga
menambahkan tentang hormone-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan
juga perbedaan dari sistem saraf dengan sistem endokrin. Setelah saya rasa cukup,
tak lama kemudian saya langsung mengumpulkan tugas tersebut ke Google
Classroom dan pembelajaran biologi hari ini selesai.

227

2. Kesan dan Pesan :
Walaupun pada pembelajaran biologi ke-3 pada bab ke-9 ini tidak dilakukan
pertemuan seperti biasanya, Bu Puspa tetap memberikan tugas mandiri untuk kita
sehingga pembelajaran tetap dapat dilakukan masing-masing siswa. Untuk
pesannya, semoga pembelajaran atau pertemuan biologi kedepannya bisa lebih baik
lagi, tidak ada halangan yang menghambat pembelajaran, materi dapat tersampaikan
dengan baik, teman-teman semua mengerti dan memahami apa yang disampaikan,
dan semoga apa yang disampaikan bermanfaat untuk kita semua.

228

JURNAL BELAJAR 4 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Jum’at, 09 April 2021

1. Pada hari Jum’at, 09 April 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali belajar untuk
mata pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Hari ini pembelajaran masih sama seperti
sebelumnya, yaitu belajar mandiri dan tidak ada pertemuan dengan Bu Puspa seperti
biasanya yang menggunakan aplikasi Google Meet. Melalui grup WhatsApp
tepatnya pada pukul 12.25, Bu Puspa memberikan informasi bahwa hari ini guru-
guru sedang ada kerja bakti di sekolah, sehingga pada jam biologi akan diberikan
tugas mandiri. Kemudian, Bu Puspa membuka ruang untuk mengumpulkan tugas
tersebut di Google Classroom. Tugas mandiri pada hari ini adalah tentang sistem
indra. Bu Puspa meminta kita untuk menganalisis struktur dan juga fungsi dari 5
indra sebagai sistem koordinasi manusia. Tugas tersebut diberi deadline oleh Bu
Puspa pada hari Sabtu, 10 April 2021 tepatnya pada pukul 16.00. Untuk dapat
mengumpulkan tepat pada waktunya, saya langsung mengerjakan tugas mandiri
tersebut. Awalnya, saya membaca buku terlebih dahulu untuk mengetahui
materinya. Lalu, saya juga mencari refrensi di google untuk menambahkan materi
yang tidak ada di buku. Setelah itu, saya mulai memberi hiasan dan warna agar
pekerjaan saya terlihat lebih menarik. Kemudian, saya mulai menjelaskan tentang
sistem indra yang dimulai dari indra penglihat (mata). Lalu, dilanjutkan dengan
membahas indra yang lainnya, yaitu indra pembau (hidung), indra pengecap (lidah),
indra pendengar (telinga), dan yang terakhir adalah indra peraba (kulit). Selain
membahas tentang struktur dan fungsi dari semua indra tersebut, saya
menambahkan beberapa pembahasan lain, seperti pengertian, gangguan, dan lain-
lain. Setelah semua indra sudah dijelaskan tentang struktur, fungsi, dan beberapa

229

tambahan lain, saya merapikan dan mengecek kembali pekerjaan saya. Setelah saya
rasa cukup, saya langsung mengumpulkan tugas tersebut ke Google Classroom.
Karena tugas mandiri saya telah selesai, maka pembelajaran biologi pada hari ini
selesai.
2. Kesan dan Pesan :
Pada pembelajaran biologi ke-4 di bab ke-9 ini masih sama seperti sebelumnya, Bu
Puspa tidak melakukan pertemuan dan hanya memberikan tugas mandiri agar kita
tetap bisa belajar dengan mandiri dan memahami materi di bab ini. Untuk pesannya,
saya berharap semoga pembelajaran atau pertemuan biologi kedepannya bisa lebih
baik lagi, semoga tidak ada halangan yang menghambat pembelajaran sehingga
materi dapat tersampaikan dengan baik, teman-teman semua mengerti dan
memahami apa yang disampaikan, dan semoga apa yang disampaikan bermanfaat
untuk kita semua.

230

JURNAL BELAJAR 5 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Jum’at, 16 April 2021

1. Pada hari Jum’at, 16 April 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali bertemu
untuk mata pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Pembelajaran diawali seperti
biasanya. Lalu, Bu Puspa membahas tentang pengumpulan tugas dan mengapresiasi
siswa-siswi yang telah mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan. Bu Puspa
memberitahu bahwa kelas XI IPA 5 semua sudah mengumpulkan tugas-tugas yang
diberikan, sedangkan XI IPA 4 masih ada beberapa anak yang belum
mengumpulkan, yaitu Ruth, Adastra, dan Raisya. Setelah itu, Bu Puspa langsung
melanjutkan materi, yaitu tentang Sistem Saraf Pusat. Awalnya, Bu Puspa menunjuk
Raisya untuk berpendapat, tetapi Raisya belum bergabung. Oleh karena itu, Bu
Puspa meminta perwakilan untuk berpendapat mengenai Sistem Saraf Pusat dan
Aaliyah mengajukan diri. Sistem Saraf Pusat meliputi otak dan sumsum tulang
belakang yang keduanya memiliki lapisan pelindung jaringan ikat yang disebut
meninges. Meninges terdiri dari 3 lapisan, yaitu pia meter (terdalam), araknoid
(tengah), dan dura meter (terluar). Otak dan sumsum tulang belakang juga memiliki
substansi abu-abu dan substansi putih. Substansi abu-abu membentuk bagian luar
(korteks) otak dan bagian dalam sumsum tulang belakang. Sedangkan, substansi
putih membentuk bagian dalam otak dan bagian luar sumsum tulang belakang.
Setelah Aaliyah selesai menjelaskan, Bu Puspa kembali menjelaskan lebih detail.
Kemudian, Bu Puspa menjunjuk Ghina untuk berbicara mengenai otak. Ghina
menjelaskan tentang bagian-bagian otak yang pertama, yaitu serebrum (otak besar)
yang bagian luarnya disebut korteks serebral. Lalu, Ghina juga berbicara mengenai
area fungsional korteks serebral, antara lain area motor primer, area sensor korteks,

231

dan area asosiasi. Setelah Ghina selesai berbicara, Bu Puspa mempersilahkan kelas
XI IPA 4 untuk menanggapi atau menambahkan penjelasan Ghina dan Rania
mengajukan diri. Rania menambahkan bagian-bagian otak yang lainnya. Bagian
otak yang kedua adalah diensefalon yang terdiri dari 3 bagian, yaitu talamus,
hipotalamus, epitalamus. Ketiga, yaitu sistem limbik (rinensefalon) yang merupakan
cincin struktur-struktur otak depan yang mengelilingi otak dan saling berhubungan
melalui jalur-jalur neuron yang rumit. Keempat, yaitu mesensefalon (otak tengah)
yang merupakan bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan serebelum
dengan serebrum. Kelima, yaitu pons varolii (jembatan varol) yang berfungsi untuk
mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas. Keenam, yaitu serebelum (otak kecil)
yang merupakan bagian otak yang sangat berlipat dan berfungsi untuk
mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata, meningkatkan tonus otot,
dan koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan keterampilan. Ketujuh, yaitu
medula oblongata yang berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung,
tekanan darah, pernapasan, dan lainnya. Yang terakhir adalah formasi retikuler yang
berfungsi untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.
Setelah Rania selesai menambahkan, Bu Puspa kembali menjelaskan. Selanjutnya,
kita membahas tentang sumsum tulang belakang. Bu Puspa meminta perwakilan
untuk berbicara dan Engeline mengajukan diri. Sumsum tulang belakang bagian luar
berwarna putih, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu dan berbentuk seperti
huruf H. Struktur bagian dalam terbagi menjadi 4 bagian, yaitu tanduk abu-abu
posterior (dorsal), tanduk abu-abu anterior (ventral), tanduk lateral substansi abu-
abu, dan komisura abu-abu. Sedangkan, struktur bagian luar terbagi menjadi
funikulus (kolumna) anterior (ventral), posterior, ventrolateral, dan lateral. Dalam
funikulus terdapat traktus spinal, yaitu traktus sensor (asenden) dan traktus motor
(desenden). Setelah Engeline dan Bu Puspa selesai menjelaskan tentang sumsum
tulang belakang, Bu Puspa bertanya tentang persamaan dan perbedaan utama dari

232

otak dan sumsum tulang belakang dan mempersilahkan siswa dari IPA 5 dan IPA 6
untuk menjawab. Lalu, Thezar mencoba menjawab untuk persamaan dari otak dan
sumsum tulang belakang. Persamaannya, yaitu sama sama memiliki substansi abu-
abu dan substansi putih. Kemudian, Bu Puspa kembali bertanya apakah komposisi
antara sunstansi abu-abu dan putih sama atau berbeda dan Aaliyah menjawab.
Komposisi dari substansi abu-abu dan putih sama, hanya letaknya yang berbeda.
Letaknya berbeda karena otak yang mengontrol gerakan sadar dan medulla spinalis
yang mengontrol gerakan refleks. Bagian yang paling banyak berperan adalah
substansi abu-abu. Lalu, Bu Puspa bertanya lagi bagaimana alur atau proses antara
otak atau medulla spinalis yang berhubungan dengan gerak refleks dan sadar. Lalu,
Candyle menjawab. Skema terjadi gerak sadar, yaitu datangnya rangsangan,
diterima oleh reseptor, dilanjutkan oleh sel saraf sensorik, diteruskan ke otak,
diteruskan ke saraf motorik, diteruskan ke efektor sehingga terjadinya tanggapan
atas rangsangan yang datang. Sedangkan, skema terjadinya gerak refleks, yaitu
datangnya rangsangan, diperoleh reseptor, diteruskan ke sel saraf sensorik,
diteruskan ke sel saraf perantara/konektor, diteruskan ke sel saraf motorik,
diteruskan ke efektor sehingga terjadi tanggapan. Perbedaan alurnya, yaitu gerak
sadar akan dibawa ke otak kemudian dilanjutkan ke sel saraf motorik, sedangkan
gerak refleks dibawa ke sumsum tulang belakang. Setelah itu, Bu Puspa bertanya
lagi apakah bisa terjadi salah membawa yang harusnya ke otak malah ke sumsum
tulang belakang atau sebaliknya dan Engeline berpendapat. Menurut Engeline, tidak
bisa salah. Misalnya, jika kita ingin melakukan gerak refleks dan impuls dikirim ke
otak, otak membutuhkan waktu lebih lama untuk menanggapinya. Sehingga, tidak
akan pernah terjadi salah pengiriman. Tetapi, yang bisa terjadi adalah terlambat atau
terlalu cepat dalam memberikan respon. Setelah Engeline dan Bu Puspa selesai
menjelaskan, Bu Puspa mempersilahkan untuk bertanya. Lalu, Engeline bertanya
mengenai pembuatan jurnal. Bu Puspa menjawab, untuk pembuatan jurnal saat ada

233

meet wajib dibuat, sedangkan saat tidak ada meet tidak wajib. Setelah Bu Puspa
menjawab dan waktu sudah habis, Bu Puspa mengakhiri pembelajaran pada hari ini.
2. Kesan dan Pesan :
Pada pertemuan atau pembelajaran bologi ke-5 pada bab ke-9 ini berjalan dengan
baik dan lancar karena materi dapat tersampaikan dengan baik dan selama
pembelajaran tidak ada gangguan-gangguan yang mengganggu dan menghambat
pembelajaran. Untuk pesannya, semoga pertemuan atau pembelajaran biologi
kedepannya bisa lebih baik lagi, semoga teman-teman dapat memahami materi
dengan baik, dan semoga pembelajaran hari ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

234

JURNAL BELAJAR 6 BAB 9

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Hari & Tanggal : Rabu, 28 April 2021

1. Pada hari Rabu, 28 April 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali bertemu untuk
mata pelajaran biologi bersama Bu Puspa. Pembelajaran dimulai seperti biasanya.
Pertama, kita membahas tentang sistem endokrin (hormon). Lalu, Bu Puspa
menunjuk Adastra untuk membaca atau berbicara tentang hipofisis. Hipofisis
berbentuk oval, melekat didasar hipotalamus otak, dan terbagi menjadi 3 bagian,
yaitu lobus anterior, intermedia, dan posterior. Hipofisis lobus anterior
menghasilkan hormon pertumbuhan (GH) atau hormone somatotropin (STH) yang
berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan dan perbanyak sel-sel tubuh,
menyebabkan hati memproduksi somatomedin, mempercepat laju sintesis protein,
dan lain-lain. Setelah Adastra selesai berbicara, Bu Puspa bertanya apa
hubungannya dengan sistem koordinasi dan Aaliyah coba menjawab. Menurut
Aaliyah, hormon dihasilkan dan bekerja atas perintah sistem saraf sesuai keadaan
dan rangsangan yang diterima otak pada bagian hipotalamus. Sistem endokrin
berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur aktivitas tubuh, seperti
metabolisme, pertumbuhan, siklus hidup, dan lainnya. Setelah Aaliyah selesai
menjawab, tak lama kemudian Bu Puspa melanjutkan ke pembahasan berikutnya,
yaitu mengenai tiroid. Bu Puspa menunjuk Rania untuk berbicara. Tiroid (kelenjar
gondok) terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak dibawah
laring. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin (tetraiodotironin/T4) sebanyak
90% dan triodotironin (T3) sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon
tiroksin berfungsi untuk meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi
konsumsi oksigen, meningkatkan oengeluaran energi panas, dan lainnya.

235

Abnormalitas sekresi tiroid, yaitu hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon) dan
hipertiroidisme (sekresi hormone berlebihan). Setelah Rania selesai berbicara, Bu
Puspa mempersilahkan lagi untuk yang lain berbicara dan Engeline mengajukan
diri. Engeline berbicara mengenai paratiroid (kelenjar anak gondok). Paratiroid
terdiri atas 4 organ kecil berukuran sebesar biji apel, terletak pada bagian belakang
tiroid. Paratiroid menyekresi hormon parathormon (PTH) yang berfungsi untuk
mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui stimulasi
aktivitas osteoklas, pengaktifan vitamin D, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari
tubulus ginjal. Abnormalitas sekresi PTH, yaitu hiperparatiroidisme dan
hipoparatiroidisme. Lalu, Bu Puspa melanjutkan membahas tentang pankreas dan
meminta perwakilan siswa untuk berbicara. Kemudian, Afif mengajukan diri.
Pankreas menghasilkan hormon, antara lain glukagon, insulin, somatostatin, dan
polipeptida pankreas. Glukagon dihasilkan oleh sel alfa, berfungsi untuk
meningkatkan penguraian glikogen hati menjadi glukosa dan sintesis glukosa dari
sumber nonkarbohidrat dalam hati. Insulin dihasilkan oleh sel beta, berfungsi untuk
menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar gula darah, serta
meningkatkan sintesis protein dan lemak. Somatostatin dihasilkan oleh sel delta,
merupakan penghalang hormon pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan
insulin. Polipeptida pankreas merupakan hormon pencernaan yang dilepaskan
setelah makan dan belum diketahui fungsinya. Abnormalitas sekresi kelenjar
pankreas, yaitu defisiensi insulin yang menyebabkan diabetes mellitus. Diabetes
mellitus disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, penyakit autoimun, dan lainnya.
Setelah Afif selesai berbicara, Bu Puspa menjelaskan kembali secara detail dan
mempersilahkan untuk bertanya. Lalu, Afif bertanya tentang adrenal, pineal, timus,
ovarium, testis, dan plasenta yang belum dibahas. Kemudian, Bu Puspa menjelaskan
bahwa hal tersebut merupakan tambahan dan yang utama adalah keempat tadi yang
sudah dijelaskan. Tetapi, untuk yang lain bisa mengingat, Bu Puspa meminta

236

Candyle untuk menyebutkan kata penting dari adrenal, pineal, dan timus. Candyle
menjelaskan bahwa adrenal terbagi menjadi 3 dan setiap bagian menghasilkan
hormon yang berbeda-beda. Pineal menghasilkan melatonin yang berpengaruh
dalam pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin. Timus
menghasilkan timosin yang berfungsi untuk pengendalian perkembangan sistem
imun. Lalu, saat dirasa sudah cukup, Bu Puspa lanjut membahas tentang indra dan
meminta perwakila 5 anak untuk berbicara. Kemudian, Candyle mengajukan diri
untuk berbicara mengenai indra penglihat (mata). Mata merupakan sistem optik
yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energi cahaya
menjadi impuls saraf. Bagian-bagian mata, yaitu aksesori dan struktur mata.
Mekanisme mata untuk melihat, yaitu cahaya yang dipantulkan oleh benda
ditangkap oleh mata, kemudian menembus kornea dan diteruskan melalui pupil,
Intensitas cahaya yang diatur pupil akan diteruskan menembus lensa mata ke retina.
Lalu, daya akomodasi lensa mata mengatur cahaya agar jatuh tepat di bitnik kuning
retina. Kemudian, pada bitnik kuning, impuls cahaya disampaikan oleh saraf optik
ke otak dan cahaya yang disampaikan ke otak akan diinterpretasikan, sehingga kita
bisa mengetahui apa yang kita lihat. Setelah itu, Candyle juga membahas tentang
adaptasi terhadap gelap dan terang. Setelah Candyle selesai menjelaskan semuanya,
Bu Puspa mengajukan pertanyaan yaitu apa saja bagian mata yang berperan dalam
pengantaran impuls saraf dan Candyle menjawab. Yang berperan adalah kornea,
pupil, lensa mata, retina, bitnik kuning, dan diteruskan saraf optik menuju otak.
Lalu, Bu Puspa melanjutkan pembahasan dan Shofa mengajukan diri untuk
berbicara mengenai indra pendengar (telinga). Telinga berfungsi sebagai indra
pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi/suara, serta berperan penting
dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh. Mekanisme mendengar
manusia, yaitu gelombang bunyi (getaran) ditangkap oleh daun kartilago telinga.
Lalu, menjalar ke kanal auditori eksternal (meatus) dan membentuk getaran pada

237

membrane tipanum. Setelah itu, menjalar ke osikel auditori (maleus, inkus, dan
stapes) menuju fenestra vestibuli. Lalu, terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa
skala vestibuli. Kemudian, menjalar ke skala timpani dan menyebabkan getaran
pada membrane basilar. Lalu, sel-sel rambut melengkung, memicu impuls saraf, dan
menjalar ke serabut saraf vestibulokoklear. Setelah itu, menjalar ke korteks auditori
di otak dan bunyi diinterpretasikan. Shofa juga menjelaskan tentang peranan telinga
dalam keseimbangan. Setelah itu, Bu Puspa kembali menjelaskan dan
mempersilahkan perwakilan berikutnya. Kemudian, Rizky Adhelia mengajukan diri
untuk berbicara mengenai indra pembau (hidung). Mekanisme menghidu, yaitu gas
masuk ke hidung, larut pada selaput mukosa, dan merangsang silia sel reseptor.
Lalu, rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah dan jenis bau dapat diketahui.
Setelah Rizky Adhelia dan Bu Puspa selesai menjelaskan, lanjut membahas tentang
indra peraba (kulit) yang dibicarakan oleh Raisya. Kulit terbagi mejadi 3 lapisan,
epidermis (terluar), dermis, dan hipodermis (terdalam). Kulit dapat menerima
banyak rangsangan dari luar. Rangsangan yang bisa diterima bisa berupa sentuhan
panas, dingin, tekanan, dan rasa nyeri/sakit. Lalu, rangsangan tersebut diterima oleh
sel reseptor dan diteruskan ke otak. Kemudian, diolah diotak dan otak menyuruh
kita untuk menanggapi rangsangan. Setelah itu, Bu Puspa kembali menambahkan
tentang kulit. Rangsangan dari setiap bagian kulit tidak sama, tergantung tempatnya.
Karena waktu yang sudah habis, Bu Puspa langsung saja menjelaskan tentang indra
pengecap (lidah). Bu Puspa menggaris bawahi bahwa lidah terdapat papila, dan
bagian-bagian lain dalam rongga mulut yang berperan dalam sistem koordinasi.
Bagian lidah ada 4, yaitu yang merasakan manis, asin, pahit, dan asam. Setelah itu,
Bu Puspa menyuruh kita untuk membaca lagi mengenai lidah dan tak lama
kemudian Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.

238

2. Kesan dan Pesan :
Pada pembelajaran bologi ke-6 di bab ke-9 ini sudah berjalan dengan baik dan
cukup lancar. Bu Puspa dan beberapa teman-teman dapat menyampaikan materi
dengan baik. Selama pembelajaran berlangsung hampir tidak ada gangguan-
gangguan yang mengganggu dan menghambat pembelajaran. Untuk pesannya, saya
berharap semoga pertemuan atau pembelajaran biologi kedepannya bisa lebih baik
lagi agar materi bisa tersampaikan dengan baik, semoga teman-teman dapat
memahami materi yang disampaikan, dan semoga pembelajaran hari ini dapat
bermanfaat untuk kita semua.

239

B. Tugas-tugas

Nama : Modestine Tabitha Hutagalung

Kelas : XI IPA 4

Tugas Biologi Sistem Koordinasi

Analisis struktur, fungsi dan pengelompokan terhadap:

1. Sel Saraf (Neuron)
Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuran panjang sekitar 39
inci, serta terdiri atas bagian sel, dendrit, dan akson (neurit).
• Badan sel (perikarion) merupakan bagian terbesar dari sel saraf yang
mengandung banyak komponen penting. Di dalam badan sel terdapat
sitoplasma, nukleus (inti sel), dan nukleolus (Anak inti). Badan sel bertugas
untuk menerima rangsangan dari dendrit kemudian meneruskan rangsangan
tersebut ke akson (neurit). Badan sel memiliki sebuah inti dan di dala
sitoplasmanya terdapat butir Nissl yang berfungsi untuk sintesis protein. Butir
Nissl dapat menjalankan fungsi tersebut karena mengandung RNA di
dalamnya. Badan sel hanya terdapat pada saraf pusat (Otak dan sumsum
tulang belakang) dan pada ganglion (sekumpulan sel saraf di luar sistem saraf
pusat).

• Dendrit merupakan percabangan dari badan sel yang terlihat seperti tonjolan
bercabang. Dendrit berfungsi untuk menerima dan menghantarkan
rangsangan dari badan sel.

• Akson adalah serabut sel saraf panjang yang terlihat seperti penjuluran dari
badan sel. Neurit mirip dengan dendrit, bedanya neurit haya ada satu buah
dan berukuran lebih besar serta lebih panjang. Akson berperan dalam
menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor seperti sel otot atau sel
kelenjar. Untuk menjalankan fungsinya ini, di dalam neurit terdapat struktur
yang disebut neurofibril. Beberapa sel saraf, neuritnya dibungkus oleh sebuah
selaput yang disebut selaput mielin. Bayangkan saja akson atau neurit ini
seperti kabel listrik, kemudian di dalamnya terdapat kabel yaitu neurofibril
dan pembungkus kabel tersebut kita sebut degan selaput mielin. Ujung dari
sebuah neurit biasanya akan berhubungan dengan ujung dendrit dari sel
lainnya. Diantara tempat pertemuan neurit dengan dendrit akan ditemukan
sebuah celah yang disebut dengan sinapsis. Pertukaran informasi antar sel
neuron terjadi di sinaps ini.

240

Jenis dan Fungsi Neuron (Sel Saraf) :

1. Neuron sensor (aferen)
Sel saraf Sensorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan
impuls dari reseptor di tubuh ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang
belakang). Sel saraf ini sering juga disebut dengan sel saraf indra.

2. Neuron motor (eferen)
Sel Saraf Motorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkn impuls
dari sel sistem saraf pusat ke sel otot atau kelenjar sehingga tubuh akan menanggapi
rangsangan tersebut dengan bergerak atau menghasilkan suatu produk sekresi. Sel
saraf motorik biasanya mempunyai dendrit yang pendek dengan akson yang sangat
panjang.

3. Neuron konektor (interneuron)
Sel saraf konektor merupakan jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghubungkan
sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lain yang
terdapat di dalam sistem saraf pusat. Serabut saraf, akso dan dendrit dari sel ini
bergabung dalam satu selubung dan akan membentuk urat saraf sedangkan badan
selnya berkumpul di satu tempat untuk membentuk ganglion saraf.

Sistem Saraf Pusat (SSP)

Sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, memiliki fungsi
untuk menerima informasi atau rangsangan dari semua bagian tubuh, kemudian
mengontrol dan mengendalikan informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh.

Informasi atau rangsangan ini termasuk yang berkaitan dengan gerakan, seperti bicara atau
berjalan, atau gerakan tak sadar, seperti berkedip dan bernapas. Ini juga termasuk bentuk
informasi lainnya, seperti pikiran, persepsi, dan emosi manusia.

Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Keduanya
merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu
perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3
lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang
disebut meningitis.

Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

1. Durameter; terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan tengkorak sebagai
endostium, dan lapisan lain sebagai duramater yang mudah dilepaskan dari tulang
kepala. Di antara tulang kepala dengan duramater terdapat rongga epidural.

241

2. Arachnoidea mater; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-
labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor cerebrospinalis; semacam
cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea
adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.

3. Piameter. Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan dengan lipatan-
lipatan permukaan otak.
Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:

• badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
• serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
• sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di

dalam sistem saraf pusat.

Sistem Saraf Tepi

Secara garis besar, fungsi saraf tepi adalah menghubungkan respon sistem saraf pusat ke
organ tubuh dan bagian lainnya di tubuh Anda. Saraf ini meluas dari saraf pusat ke area
terluar tubuh sebagai jalur penerimaan dan pengiriman rangsangan dari dan ke otak.
Masing-masing susunan saraf tepi, yaitu somatik dan otonom, memiliki fungsi yang
berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi dari bagian-bagian sistem saraf tepi:

• Sistem saraf somatik
Sistem saraf somatik bekerja dengan mengontrol semua hal yang Anda sadari dan secara
sadar memengaruhi respon tubuh, seperti menggerakkan lengan, kaki, dan bagian tubuh
lainnya. Fungsi saraf ini menyampaikan informasi sensorik dari kulit, organ indera, atau
otot ke sistem saraf pusat. Selain itu, saraf somatik juga membawa respons keluar dari
otak untuk menghasilkan respon berupa gerakan.
Sebagai contoha, saat menyentuh termos panas, saraf sensorik membawa informasi ke
otak bahwa ini adalah sensasi panas. Setelah itu, saraf motorik membawa informasi dari
otak ke tangan untuk segera menghindar dengan menggerakkan, melepas, atau menarik
tangan dari termos panas tersebut. Keseluruhan proses ini terjadi kurang lebih dalam
waktu satu detik.

• Sistem saraf otonom
Sebaliknya, sistem saraf otonom mengontrol aktivitas yang Anda lakukan secara tak sadar
atau tanpa perlu memikirkannya. Sistem ini terus menerus aktif untuk mengatur berbagai
aktivitas, seperti bernapas, detak jantung, dan proses metabolisme tubuh.
Ada dua bagian dari saraf ini:
1. Sistem simpatik
Sistem ini mengatur respons perlawanan dari dalam tubuh ketika ada ancaman pada diri
Anda. Sistem ini juga mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi dan menghadapi
potensi ancaman di lingkungan.

242

Misalnya, ketika Anda sedang cemas atau takut, saraf simpatik akan memicu respons
dengan mempercepat detak jantung, meningkatkan laju pernapasan, meningkatkan aliran
darah ke otot, mengaktifkan kelenjar produksi keringat, dan melebarkan pupil mata. Ini
dapat membuat tubuh merespons dengan cepat dalam situasi gawat darurat.
2. Sistem parasimpatik
Sistem ini gunanya menjaga fungsi tubuh normal setelah ada sesuatu yang mengancam
diri Anda. Setelah ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung,
memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot, dan menyempitkan pupil
mata. Ini memungkinkan kita untuk mengembalikan tubuh ke kondisi normal.

243

BIOLOGI KELAS XI

Analisis struktur dan fungsi sistem hormon

Oleh
Nama/Kelas : Modestine Tabitha Hutagalung/XI IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

244

Sistem Koordinasi

Sistem Endokrin (Hormon)

Pengertian :
➢ Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi
hormon, yaitu senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran
darah menuju sel atau jaringan tubuh.
➢ Sistem endokrin, berfungsi :
1. Mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme
2. Homeostasis
3. Pertumbuhan
4. Perkembangan seksual
5. Siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.

Macam-macam Kelenjar Endokrin

245


Click to View FlipBook Version