BUKAT
Unsur luar yang telah mereka serap, ke dalam masyarakat ini. Di Kalimantan
misalnya ajaran agama Katolik. Sejak Timur terdapat objek wisata budaya suku
tahun 1970-an semakin banyak mereka Dayak Bukat yang bernama Long Apari,
memeluk agama ini. Berbagai norma adat tepatnya berlokasi di Kutai Barat.
(bulin-bulin) semakin tergeser perannya.
Sejak tahun 1980 SD Inpres sudah masuk Rujukan:
ke daerah mereka. Generasi mudanya
sudah banyak yang tak buta huruf lagi. Mutiara
Gambaran dunia luar semakin menyusup 1988 “Orang Bukat Penghuni Hutan Lebat
Kalimantan Barat”, Mutiara, 377, Juni.
BUKIT
BUKIT yang dikenal pula dengan lain oleh Noerid Haluei Radam yang
nama Dayak Bukit atau Dayak Meratus, menghasilkan sebuah disertasi berjudul
berdiam di sepanjang Pegunungan Religi Orang Bukit: Suatu Lukisan Struktur
Meratus, Kalimantan Selatan. Tempat dan Fungsi dalam Kehidupan Sosial-
tinggal orang Bukit tersebar di beberapa Ekonomi (Universitas Indonesia, 1987).
kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai
Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Bahasa yang digunakan oleh orang
Selatan, Tapin, Banjar, Balangan, Tanah Bukit disebut Bahasa Melayu Bukit yang
Bumbu, Kota Baru dan Tanah Laut. banyak memiliki kemiripan dengan
Berdasarkan data tahun 2000 jumlah dialek bahasa Banjar Hulu. Ada juga
Suku Bukit 35.838 jiwa, sebagian besar yang menamakan bahasa Bukit sebagai
berada di kabupaten Kota Baru yang bahasa Banjar archais. Suku Bukit
berjumlah 14.508 jiwa. Sisa populasi suku digolongkan sebagai suku Dayak karena
Bukit tersebar di beberapa kabupaten dan mereka memegang teguh kepercayaan
kota sebagai berikut: kabupaten Tanah atau religi suku mereka. Suku Bukit
Laut (585 jiwa), kabupaten Banjar (1.737 lebih menekankan upacara dalam
jiwa), kabupaten Barito Kuala (836 jiwa), kehidupan seperti upacara panen. Suku
kabupaten Tapin (112 jiwa), kabupaten Bukit memiliki tarian rit ual seperti tari
Hulu Sungai Selatan (3.778 jiwa), Babangsai untuk wanita dan tari Kanjar
kabupaten Hulu Sungai Tengah (3.368 untuk pria. Suku Bukit tinggal dalam
jiwa), kabupaten Hulu Sungai Utara rumah besar yang dinamakan Balai.
termasuk Balangan (244 jiwa), kabupaten
Tabalong (1.106 jiwa), kota Banjarmasin Menurut Noerid dari mite atau legenda
(7.836 jiwa) dan kota Banjarbaru (1.728 yang ada, diperoleh petunjuk bahwa
jiwa). Suku bangsa ini terdiri atas orang Bukit bukanlah penduduk asli
beberapa subsuku bangsa masing-masing pegunungan tetapi dulunya mendiami
disebut sesuai dengan nama wilayah kawasan dataran rendah aluvial, tepi-tepi
tempat tinggalnya, antara lain orang sungai dan pesisir yang sekarang ini telah
Lokasado, Balangan, Harakit, Gunung menjadi kawasan yang dihuni dan digarap
Riut, Buntu Pelanduk, dan sebagainya. oleh Orang Banjar Hulu dan Banjar Kuala.
Mereka juga biasa menyebut dirinya orang Mite atau legenda tersebut juga memberi
Dayak Balangan. Kebudayaan orang Bukit, petunjuk bahwa Orang Bukit dan Orang
khususnya yang terkait dengan religi, Banjar Hulu khususnya berasal dari satu
pernah diteliti secara mendalam, antara rumpun induk yang sama. Hanya karena
faktor sosial budaya (antara lain keinginan
mempertaruhkan adat kebiasaan nenek
47
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUKIT
moyang, ketidakmampuan beradaptasi acuan segala persoalan.
dengan lingkungan kultural baru yang Hingga kini adat huma tetap
berkembang di daerah pesisir) dan
faktor sosial-ekonomis (konflik antara dipertahankan dengan teguh. Sedangkan
masyarakat Banjar tertentu dengan adat lain, seperti menyembuhkan
masyarakat Bukit di pihak lain dalam orang sakit (bahayaga), melahirkan
memperebutkan lahan yang subur), orang dan perkawinan tidak begitu ketat lagi
Bukit pindah ke daerah-daerah terpencil dipertahankan. Ada enam adat huma
yang sekarang ini dikatakan sebagai yang masih dipertahankan yakni adat
wilayah tradisional mereka. Di daerah katuan atau merobohkan “balai” Diyang
baru tersebut mereka mengembangkan Sanyawa, adat memulai menanam padi,
suatu kebudayaan yang dikenal dengan adat merawat atau memelihara rumpun
nama Kebudayaan Huma. padi induk, adat mengikat rumpun dan
tangkai padi serta memantapkan padi,
Ciri-ciri kebudayaan huma adalah adat memperoleh kewanangan padi,
1) berladang merupakan satu-satunya kesuciannya dan kebebasannya dari segala
pekerjaan pokok bagi setiap orang, pantangan, dan adat memasukkan atau
sedangkan pekerjaan lain seperti menghimpun padi ke dalam lumbung.
meramu hanyalah pekerjaan sambilan Tiga adat lainnya yang hanya dilakukan
yang boleh ditinggalkan atau sama oleh umbun-umbun atau bubuhan yang
sekali tidak harus dikerjakan dan tidak tinggal di daerah-daerah yang relatif
menjadi pekerjaan bagi setiap orang; 2) terpencil adalah adat mencari lahan baru,
tanaman utama adalah padi, sedangkan adat pemujaan terhadap tempat dan alat
tanaman pangan lainnya adalah ubi penempaan besi, dan adat membabat
kayu, jagung, talas, dan pisang, sebagai rumpun bambu. Keenam adat huma
tanaman sampingan; 3) keutamaan padi yang pokok tersebut di atas cenderung
dibandingkan tanaman pangan lainnya, menunjukkan kebersamaan dan
karena padi diyakini sebagai “buah langit” kegotongroyongan yang kuat. Sedangkan
yang sakral, diciptakan langsung oleh ketiga adat yang lainnya cenderung
yang adikodrati, sedangkan yang lain bersifat perorangan karena kegiatan
tercipta kemudian oleh pencipta lain; upacara hanya dilakukan oleh satu
4) bahwa penanamannya melalui tahap umbun, tanpa melibatkan yang lainnya.
dan kegiatan ritual tertentu dengan
kesungguhan religius, sedangkan yang Keenam huma di atas wajib ditaati
lain ditanam sambil lalu tanpa suatu dan dilaksanakan oleh setiap orang
upacara. atau umbun. Sedangkan ketiga kegiatan
lainnya hanya wajib dilaksanakan
Bagi Orang Bukit, huma bukan hanya oleh orang-orang yang membuat atau
satu-satunya pekerjaan pokok. Meskipun menajamkan sendiri alat-alat pertanian,
suatu keluarga inti (umbun) sudah mencari lahan baru di kawasan hutan
memiliki sawah tadah hujan atau yang primer dan menyiapkan lahan yang di
berpengairan semi teknis sehingga bertani atasnya tumbuh rumpun-rumpun bambu.
menetap dimungkinkan, namun berladang Ketiga pekerjaan tersebut tidak wajib
berpindah-pindah tetap dipertahankan. dilakukan oleh umbun yang menyerahkan
Berpindah-pindah ladang tersebut pembuatan dan penajaman alat-alat
dipertimbangkan bukan hanya disebabkan pertanian kepada pandai besi Orang
berkurangnya kesuburan lahan, tetapi Banjar Hulu, yang membuka kembali
hal itu selalu dikaitkan pada adat datu lahan yang pernah digarapnya sendiri
nini (nenek moyang). Dengan demikian puluhan tahun yang lalu dan yang di
adat sebagai seperangkat sistem nilai dan atasnya tidak terdapat rumpun bambu
referensi tindakan akan selalu menjadi jenis apa pun.
48
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUKIT
Aktivitas huma bukan sekedar rasa bersalah, rasa takut yang dalam,
mencerminkan intervensi terhadap alam harap dan cemas akibat perlakuan
guna memperoleh dan mempertahankan mereka terhadap alam, Orang Bukit
kehidupan tetapi juga mencerminkan mengembangkan keyakinan dan upacara-
tingkat masyarakat yang bersangkutan. upacara di sepanjang kegiatan berladang
Aktivitas huma mengubah masyarakat dan melibatkan setiap orang tanpa
kuno Orang Bukit dari masyarakat membedakan jenis kelamin dan usia sejak
pengumpul (gathering society) menjadi tahap-tahap awal persiapan lahan hingga
masyarakat bercocok tanam. Hal itu memasukkan padi ke dalam lumbung.
dapat dipahami dari isi Mite Penciptaan
dan Ranggan. Berladang memerlukan Adat huma yang diyakini sebagai
tambahan pengetahuan tentang ajaran “orang langit” dan dikaitkan
lingkungan dan iklim serta peralatan dengan sejumlah ilah, hiyang kuasa,
hidup yang lebih beraneka ragam. Di roh alam, dan roh nenek moyang
samping itu alam sudah mulai dipandang termanesfestasikan secara baku
sebagai objek. dalam berbagai bentuk upacara yang
rutin dan wajib dilaksanakan, serta
Pandangan terhadap alam serupa berkesinambungan selama tahun kerja
dengan pandangan terhadap diri jasmani di ladang. Adat tersebut melibatkan
manusia sendiri. Segala sesuatu yang semua bubuhan tanpa kecuali dan
terlihat dalam alam raya ini dan alam di mengelompokan orang-orang ke dalam
sekitar tempat tinggal memiliki persamaan orang awam, balian, patiti, dan juru
dengan organ tubuh manusia. Intervensi gudang yang saling bekerja sama agar
terhadap alam berarti juga intervensi semua kegiatan di ladang dan pasca panen
terhadap diri sendiri. Jadi, merusak alam terselenggara dengan benar dan direstui.
berarti merusak raga manusia sendiri. Dengan demikian adat huma yang religius
Intervensi terhadap alam juga berarti itu adalah religi Orang Bukit dan oleh
mengubah segala sesuatu yang telah karenanya diberi nama Religi Huma.
diciptakan harmonis oleh ilah pencipta.
Oleh karenanya manusia tidak saja Dalam religi huma diyakini ada
merusak hubungannya dengan alam tetapi sejumlah ilah hiyang kuasa, roh alam, dan
juga merusak hubungannya dengan ilah roh nenek moyang. Ilah-ilah terbagi ke
pencipta dan ilah-ilah lainnya. Ketegangan dalam tiga ilah utama, yakni Suwara yang
yang disebabkan kegiatan huma harus merupakan ilah pencipta cikal bakal alam
diselesaikan secara memuaskan oleh semesta dan manusia pertama; Nining
semua pihak. Ilah pencipta dan ilah-ilah Bahatara, ilah pengatur rezeki dan nasib
lainnya harus secara terbuka dan dini manusia; dan Sangkawang, ilah pemberi
diakui kekuasaannya oleh setiap orang wanang padi; dan sejumlah ilah bawahan
dan dipersembahkan sesuatu sebagai ketiga ilah utama tersebut. Setiap ilah
haknya agar memperoleh restu dan bawahan mempunyai wilayah kekuasaan
pembenarannya. dan objek peliharaan sendiri-sendiri.
Hiyang Kuasa, roh alam dan roh nenek
Alam sebagai sesuatu yang ganas dan moyang itu mempunyai kedudukan yang
menakutkan diyakini sebagai sesuatu yang sama dan menguasai serta memelihara
sakral menurut kejadiannya. Intervensi segala sesuatu sekitar, flora, tauna, diri,
terhadapnya berarti merendahkan dan nasib manusia serta tanaman padi.
martabatnya. Alam yang sakral menurut
kejadiannya tersebut dirusak hanya untuk Sesuai dengan kedudukan ilah
kebutuhan duniawi manusia. Aktivitas tersebut, ketiga ilah utama menempati
tersebut menimbulkan rasa bersalah, rasa wilayah langit yang tertinggi (langit
takut, dan cemas. Untuk menghilangkan berlapis delapan dan langit ing-ingan);
ilah-ilah bawahan, hiyang kuasa, roh
49
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUKIT
alam, dan roh nenek moyang menempati dilakukan oleh gabungan beberapa
wilayah-wilayah tersendiri yang terletak umbun, sedangkan yang di dalam balai
antara bumi dan langit dan di sekitar dilakukan oleh bubuhan. Yang di ladang
pemukiman bubuhan. boleh dipimpin oleh balian-tengah, sedang
yang di dalam balai dipimpin oleh balian-
Susunan ilah-ilah berdasarkan tuha.
tingkatan-tingkatan tersebut sejalan
dengan susunan atau struktur Sepanjang kegiatan berladang itu
kepemimpinan adat dalam masyarakat dilakukan sembilan upacara, yaitu 1)
Bukit. Ketiga ilah utama serupa dengan upacara mencari lahan baru; 2) Mamuja
kepala adat dengan dua pendampingnya Tampa; 3) Batilah: 4) Katuan atau
(pangiwa dan panganan); ilah-ilah yang Marandahakan Balai Diyang Sanyawa; 5)
lebih rendah kedudukannya sejajar bamula; 6) Basambu Umang; 7) Manyindat
dengan pejabat-pejabat lainnya dalam Padi dan Manata-pakan Tihang Babuah; 8)
masyarakat tersebut seperti malang, Mamisit Padi; 9) Bawanang.
cangkingan, dan kepala padang. Konsep
susunan ilah-ilah tersebut juga ada dalam Bawanang merupakan upacara puncak.
struktur kepemimpinan religi. Perjalanan Tergolong ke dalam empat tingkatan
religius mengundang, menemui, dan yang pelaksanaannya memakan waktu
memohon restu ketiga ilah utama hanya antara satu hingga tujuh malam tujuh
boleh dilakukan oleh guru-jaya atau hari. Upacara ini juga menjadi wadah
balian-tuha, tidak boleh balian-tengah pendidikan bagi calon balian dan sebagai
apalagi balian-muda. Kedua peringkat sarana promosi balian-tuha menjadi
balian terakhir hanya boleh berkomunikasi guru jaya, di samping sebagai wadah
dengan ilah, roh alam, roh nenek moyang, bertemunya para tetuha atau wakil-wakil
hiyang kuasa yang menjadi bawahan bubuhan lainnya. Pelaksanaan bawanang
ketiga ilah utama. menurut tingkatannya memberikan
indikasi keadaan persediaan bahan
Upacara-upacara yang dilakukan pangan bubuhan yang bersangkutan.
berurutan berdasarkan tahap-tahap Suatu bawanang yang digabung dengan
kegiatan berladang. Jadi, upacara selamatan melunasi janji suatu umbun
berikutnya tidak akan dilakukan sebelum atau bubuhan, upacara perkawinan, dan
upacara yang pertama selesai dikerjakan lainnya dinamakan Arah Belakang Tahun
oleh semua umbun. Walau pun hanya (kenduri besar).
satu umbun yang belum menyelesaikan
upacara bersangkutan, maka umbun Prinsip keturunan orang Bukit bersifat
lainnya atau bubuhan tidak akan patrilineal. Adat menetap sesudah
melaksanakan upacara berikutnya. nikahnya terdiri atas dua jenis, yaitu
secara matrilokal selama satu tahun
Susunan upacara bertingkat dari yang (diirit) atau neolokal. Keluarga-keluarga
sederhana hingga yang kompleks; dari batih biasanya berdiam di suatu rumah
yang mengundang semua ilah dan roh panjang yang disebut balai. Satu balai
serta ketiga ilah utama; dari pelaksana dapat dihuni oleh 10-120 umbun, yang
yang hanya beberapa umbun hingga masing-masing memiliki dapur (tungku).
semua umbun dalam satu bubuhan; Istilah umbun ini kadang-kadang juga
dari yang hanya memerlukan beberapa digunakan untuk menyebut keluarga
jam hingga yang menghabiskan waktu luas penghuni satu balai, dan mereka
seminggu. merupakan satu keluarga besar yang
terikat oleh rasa tanggung jawab bersama.
Upacara-upacara diorganisasikan oleh
gabungan beberapa umbun hingga oleh Balai tidak hanya berfungsi sebagai
semua umbun dalam suatu bubuhan. tempat tinggal, melainkan juga tempat
Upacara yang dilaksanakan di ladang melakukan kegiatan keagamaan, seperti
50
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUKIT
upacara serta pesta perkawinan, dan Nining Bahatara. Dalam pelaksanaannya,
sebagainya. Dalam sistem pemerintahan, kepercayaan ini juga dipengaruhi unsur-
balai dijadikan tempat musyawarah kepala unsur agama Islam, misalnya keyakinan
adat (damang) dan pengulu adat. Setiap akan nabi-nabi dalam Islam, Hal ini,
balai dipimpin oleh kepala balai. Sesuai sebagaimana mereka akui, berkaitan
dengan mata pencaharian mereka, yaitu dengan hubungan mereka dengan orang
berladang berpindah-pindah, orang Bukit Banjar yang beragama Islam.
sering kali harus membangun lagi balai di
sekitar ladang barunya, sedangkan balai (Kal Muller)
yang lama ditinggalkan.
Anak laki dari pulau Halmahera dengan ikat
Seorang kepala balai biasanya kepala dan selendang sarung di bahu.
sekaligus menjadi kepala adat yang
ahli dalam bidang keagamaan dan
pengobatan. Orang yang memiliki
kekuatan gaib seperti ini disebut
balian. Sewaktu memimpin upacara
atau mengobati, balian dibantu oleh
panjulang atau patiti. Seorang balian
mempunyai pengaruh yang sangat kuat
dalam masyarakat Dayak Bukit. Ahli-ahli
keagamaan dan upacara ini menempati
kedudukan yang lebih tinggi daripada
masyarakat biasa.
Kepercayaan asli warisan nenek
moyang orang Bukit disebut Kaharingan
atau Budabalian. Mereka meyakini
adanya kekuatan tunggal yang disebut
BULI
BULI, ORANG adalah salah satu (Tim PPKB-UI)
kolektifa yang berdiam di pantai timur
pulau Halmahera, Kabupaten Maluku Gubuk-gubuk di perladangan untuk tempat
Utara, Provinsi Maluku. Pada 4 Oktober berteduh.
1999, kabuoaten Maluku Utara bersama
Kabupaten Halmahera Tengah menjadi
bagian dari Provinsi Maluku Utara karena
hasil pemekaran dari Provinsi Maluku.
Pada 25 Februari 2003, Kabupaten Maluku
Utara dipecah menjadi empat kabupaten,
yaitu kabupaten Halmahera Barat,
Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan
Kepulauan Sula. Mereka lebih banyak
terkonsentrasi di sekitar tanjung Lelai dan
tanjung Petak.
51
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BULI
Orang Buli mempunyai bahasa sendiri keluarga bahasa Halmahera Utara, yang
yaitu bahasa Buli, sebagai anak cabang tidak termasuk ke dalam rumpun bahasa
dari rumpun bahasa Halmahera Utara Austronesia.
bagian barat laut. Bahasa ini termasuk
BULUNGAN
BULUNGAN merupakan salah satu Palas Utara, Tanjung Selor.
suku-bangsa asal di daerah Kabupaten Data tahun 1982 menunjukkan jumlah
Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam wilayah kabupaten ini orang penduduk Kabupaten Bulungan sebesar
Bulungan hidup berdampingan dengan 177.764 jiwa. Dalam angka penduduk
beberapa suku-bangsa asal lainnya, tersebut, suatu penelitian dari pihak
seperti orang Kenyah, orang Punan, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan
dan lain-lain, serta beberapa kelompok- dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan
kelompok pendatang misalnya orang Timur telah memperkirakan proporsi
Banjar, Kutai, Bugis, Jawa. Kabupaten kelompok etnik daerah ini termasuk
Bulungan berbatasan dengan Laut
Sulawesi di bagian timur, Kabupaten Porsi Orang Bulungan di Kabupaten
Berau dan Kabupaten Kutai di bagian Bulungan Kaltim Tahun 1982
selatan, sedangkan di bagian barat dan
utara berbatasan dengan Malaysia Timur. No. Nama Jumlah Jumlah
Lingkungan alamnya merupakan dataran Orang Suku
rendah di bagian timur dan semakin ke Bulungan Kecamatan Penduduk Bangsa
barat semakin tinggi dan terisi dengan
hutan lebat. Kabupaten ini juga dialiri Lain-lain
sejumlah sungai, misalnya sungai Kayan,
Sebuku, Sembakung, Sesayap, dengan 1. Kayan Hulu 5.223 2
anak-anak sungainya masing-masing. 0% 100% 2.544 2
Kabupaten Bulungan terbagi atas 13 2. Kayan Hilir 3.352 2
kecamatan, yaitu Kecamatan Sesayap, 0% 100% 6.106 2
Mentarang, Malinau, Pong Peso. Tanjung 3. Long Pujungan 30.873 6
Palas, Kayan Hilir, Long Pujungan, Kayan 0% 100% 16.848 6
Hulu, Krayan, Nunukan, Sembakung, 4. Long Peso 5.928 6
Lumbis, dan Pulau Bunyu. 0% 100% 1.487 6
5. Tanjung Palas 8.199 2
Berdasarkan UU No. 47 Tahun 90% 10% 62.902 5
1999, Kabupaten Bulungan mengalami 6. Malinau 5.535 5
pemekaran menjadi tiga kabupaten dan 2% 98% 23.155 5
satu kota, yaitu Kabupaten Bulungan, 7. Sembakung 5.612 6
Kabupaten Malinau, Kabupaten 90% 10%
Nunukan dan Kota Tarakan. Kabupaten 8. Mentarang
Bulungan setelah pemekaran memiliki 3% 97%
10 kecamatan, yaitu Kecamatan Peso, 9. Kerayan
Peso Hilir, Pulau Bunyu, Sekatak, Tanjung 0% 100%
Palas, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas 10. Pulau Bunyu
Tengah, Tanjung Palas Timur, Tanjung 25% 75%
11. Lumbis
35% 65%
12. Nunukan
20% 80%
13. Sesayap
25% 75%
Sumber: Kanwil Debdikbud, 1982.
52
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BuLUNGAN
orang Bulungan. Perkiraan jumlah orang para orang tua umumnya telah mengenal
Bulungan di beberapa Kecamatan adalah hurul Melayu Arab, yang mereka sebut
seperti pada tabel berikut ini: juga huruf Quran.
Tampak di sini ada dua kecamatan di Mereka umumnya memeluk agama
mana orang Bulungan jumlahnya dominan Islam, dan ajaran agama Islam itu masuk
(90 persen). Sebaliknya di sejumlah ke daerah ini pada zaman Raja Wirra
kecamatan (yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kelana, yakni pada permulaan abad ke-
Kayan Hilir, Long Pujungan, Long Peso, 18, tepatnya pada tahun 1713. Raja yang
dan Kerayan) tidak ada orang Bulunga. Di pertama menjadikan hukum Islam sebagai
kecamatan ini orang Dayak, seperti orang hukum kerajaan ialah Wira Amir (1751-
Kenyah, yang dominan. 1777) dan menggunakan gelar Sultan
Amirul Mukminin. Pada zaman Sultan
Jumlah penduduk Kabupaten Bulungan berikutnya seorang mubalig Islam dari
berdasarkan hasil registrasi penduduk Demak, Sayid Abdurrahman Bilfaqih, telah
pada tahun 2007 tercatat sebesar 104.361 datang ke Bulungan. Namun pengaruh
jiwa dengan kepadatan penduduk 7,92 Islam itu hanya terbatas di daerah pantai
jiwa per kilometer persegi. Dengan jumlah saja.
penduduk per kecamatan sebagai berikut:
Peso 4.419 jiwa, Peso Hilir 3.589 jiwa, Kehidupan orang Bulungan ditandai
Tanjung Palas 13.585 jiwa, Tanjung Palas dengan berbagai upacara yang
Barat 6.788 jiwa, Tanjung Palas Utara mengacu kepada ajaran agama Islam,
9.008 jiwa, Tanjung Palas Timur 8.534 misalnya merayakan hari-hari besar
jiwa, Tanjung Selor 33.878 jiwa, Tanjung Islam. Adat perkawinan, upacara daur
Palas Tengah 6.905 jiwa, Sekatak 7.706 hidup, kematian dan warisan selalu
jiwa dan Bunyu 9.949 jiwa. (Sumber: bersinggungan dengan ajaran Islam, dan
Pemerintahan Kabupaten Bulungan) pada masa kini tentunya juga mengacu
kepada peraturan-peraturan secara
Orang Bulungan memiliki bahasa nasional.
sendiri yaitu bahasa Bulungan. Mereka
memang tidak memiliki tulisan, namun
BUNAK
BUNAK/BUNAQ (MARAE) adalah dimengerti oleh semua pihak. Bahasa
suku yang terbagi dalam suku-suku kecil Adat Bunak sarat makna implisit dan
yang mendiami Kecamatan Lamaknen simbolis, hanya dimengerti oleh tokoh-
dan Kecamatan Raihat, Kabupaten tokoh adat dan para ketua suku dan
Belu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, berlaku saat berlangsungnya upacara
khususnya di desa Aitoun. Nama Bunak adat. Jumlah orang Bunak berdasarkan
diperkenalkan oleh bekas Raja Lamaknen persebaran wilayah tahun 1987 adalah
A. A. Bere Tallo sejak tahun 1950-an, sebagai berikut: Lamaknen: 12.706 jiwa,
namun nama populernya adalah Marae. Makir: 1.653 jiwa, Lamaksenulu: 856
Orang Bunak menggunakan bahasa jiwa, Aitoun: 1.550 jiwa. Suku Bunak
Bunak/Marae atau “Bunaq Giol” dalam merupakan salah satu dari suku-suku
berkomunikasi. Bahasa Bunak terbagi bangsa yang tua yang lebih dahulu
dalam dua jenis yaitu bahasa sehari- mendiami Pulau Timor. Menurut Nona
hari dan bahasa adat. Bahasa sehari- Keers tahun 1948 mereka tidak termasuk
hari bermakna eksplisit dan mudah di dalam kelompok bangsa-bangsa
53
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUNAK
Melayu, karena tempurung tengkorak umum di sebut “matas momen”.
kepalanya yang lebih besar. Di samping Pada masa sekarang dapat dikatakan,
itu, dalam Provinsi Timor-Timur, kini
Timor Leste masih terdapat pula suku hampir 100 % suku bangsa Bunak di
bangsa Bunak. Mata pencaharian utama Lamaknen telah memeluk agama Katolik
dari suku Bunak adalah bercocok tanam, Roma. Namun demikian , para pemeluk
di ladang yang berada di lereng-lereng agama katolik itu, pada hakekatnya
bukit, di dalam tanah “naen” milik suku, belum melepaskan konsep-konsep dan
yang terdapat dalam tanah perkebunan adat istiadat keagamaan yang berasal dari
religi asli suku Bunak.
BUNE Kepulauan Sangihe Talaud.
BUNE adalah suku yang berada di
Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di
BUNGAN
BUNGAN adalah suku yang berada di Kalimantan.
BUNGAU
BUNGAU adalah salah satu kelompok (Depsos)
orang Dayak yang mendiami wilayah
Provinsi Kalimantan Barat. Mereka berada Sang ibu “Dayak” sedang mengasuh anak.
di wilayah Kabupaten Sintang, khususnya
di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah
dan Kecamatan Ketungau Hulu. Pihak
Departemen Sosial mengkategorikan
sebagian dari mereka sebagai kelompok
“masyarakat terasing”. Pada tahun
1974 jumlah anggota kelompok ini di
Kabupaten Sintang tercatat sebesar 28.871
jiwa. Dalam kecamatan Ketungau Tengah,
Dayak Bungau bertetangga dengan
kelompok Dayak lainnya, misalnya Dayak
Undup, Tabun, Begelang; sedangkan
dalam wilayah Kecamatan Ketungau
Hulu bertetangga dengan Dayak Sebaruk,
Kumpang, Embarak, dan lain-lain.
54
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUNGGO
BUNGGO, PERMAINAN ANAK mengeluarkan bunyi ledakan. Bunggo
DAERAH, merupakan permainan remaja dinyalakan di lokasi yang disengaja dibuat
Gorontalo yang biasanya dilakukan agak jauh dari pemukiman warga, seperti
menjelang waktu santap sahur di bulan di tanah lapang atau di lahan persawahan
Ramadhan. Bunggo adalah meriam bambu agar tidak terlalu mengagetkan penduduk
yang bunyinya cukup nyaring. Cara sekitar. Tujuan memainkan bunggo pada
menyalakan Bunggo cukup sederhana bulan Ramadhan adalah untuk mengajak
yaitu dengan mengisi minyak tanah di penduduk sekitar untuk segera bangun
lubang kecil pada bambu, lalu lubang dan makan sebelum waktu imsak tiba.
tersebut disulut dengan api hingga
NET
BUNGGO,
PERMAINAN
ANAK
DAERAH,
merupakan
permainan
remaja
Gorontalo
yang biasanya
dilakukan
menjelang
waktu santap
sahur di bulan
Ramadhan.
BUNGKU
BUNGKU, SUKU BANGSA yang menghasilkan damar dan rotan.
disebut juga To Bungku, berdiam di Bahasa yang dipergunakan adalah
wilayah Kecamatan Bungku Utara, Bungku
Selatan, Bungku Tengah di Kabupaten bahasa Bungku atau Bungku Laki,
Morowali dan Merui di Kabupaten Poso, yang serumpun dengan bahasa-bahasa
Sulawesi Tengah. Orang Bungku terbagi Filipina. Bahasa ini masih dapat dibagi
lagi atas beberapa subsuku bangsa, yaitu, atas beberapa logat atau dialek, yakni
Lambatu, Epe, Rete, Ro’Uta dan Wowoni. dialek Taa, Merui dan Lalaeo. Masyarakat
Menurut sensus tahun 1982, penduduk pendatang di daerah ini memakai juga
asli Bungku sekitar 40.452 jiwa. Mata bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Bugis,
pencaharian utama mereka adalah Buton, Bajo, dan Jawa. Namun antara
bertani, dengan tanaman pokok padi, orang Bungku dan pendatang dipakai
jagung, ubi, di samping berkebun kelapa bahasa Indonesia. Sudah banyak terjadi
serta meramu sagu. Daerah mereka juga kawin campur antara orang Bungku
dan pendatang, karena itu hubungan
55
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUNGKU
antarsuku bangsa di daerah ini cukup sebagian besar orang Bungku memeluk
baik. Dulu masyarakat Bungku mengenal agama Islam. Walaupun demikian unsur-
tiga lapisan masyarakat: lapisan atas, para unsur kepercayaan lama masih tetap
kepala suku; lapisan tengah, rakyat biasa; kelihatan, misalnya kepercayaan terhadap
dan lapisan bawah, para budak. Sekarang berbagai roh.
(NE / SUARA ALAM)
Alat pemukul
kulit kayu
dalam proses
pembuatannya
menjadi “kain”
sebagai
pakaian pada
masyarakat
di Sulawesi
Tengah tempo
dulu.
BUOL
BUOL adalah suku-bangsa yang menggunakan bahasa Buol. Sebagian
berdiam di Provinsi Sulawesi Tengah besar memeluk agama Islam, sedangkan
bagian utara, di wilayah perbatasan yang lainnya memeluk agama Kristen.
Provinsi itu dengan Provinsi Sulawesi Karena tidak memiliki prasarana jalan
Utara, khususnya wilayah Kabupaten darat yang memadai, untuk saling
Gorontalo. Wilayah kediaman orang Buol berhubungan, mereka lebih banyak
meliputi lima di antara 11 kecamatan di menggunakan sarana laut, sebab wilayah
Kabupaten Buol Tolitoli, yakni Kecamatan mereka memang bertautan dengan Laut
Biau, Momunu, Bokat, Bunobugu, dan Sulawesi. Walaupun terpisah-pisah,
Paleleh. Kabupaten Buol Tolitoli pada mereka tetap merasa sebagai satu suku
tahun 2000 dimekarkan menjadi dua bangsa, karena persamaan bahasa, adat
kabupaten yaitu Kabupaten Tolitoli dan istiadat, dan tanah asal yang berlatar
Kabupaten Buol berdasarkan UU No. 51 belakang mitologi mereka yang khas.
Tahun 1999. Setelah pemekaran tersebut Mereka sudah lama menjalin hubungan
suku-bangsa Buol mayoritas terdapat di dengan anggota suku bangsa lain, bahkan
Kabupaten Buol karena kecamatan Biau, juga sudah bepergian ke daerah lain,
Momunu, Bokat, Bunobugu dan Paleleh misalnya ke Minahasa, Gorontalo, Tolitoli,
masuk ke dalam wilayah Kabupaten Buol. Palu, Ujungpandang, dan Jawa.
Pada tahun 1980, jumlah orang Buol Orang Buol mengembangkan mata
diperkirakan 55.000 jiwa. Berdasarkan pencaharian bercocok tanam di sawah
data tahun 2000 diperkirakan jumlah dan ladang. Mereka juga bertanam kelapa
orang Buol sebanyak 97.134 jiwa. Mereka dan cengkeh yang secara ekonomis
56
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BOUL
sangat potensial. Hutan di daerah ini pemangku adat ini antara lain memelihara
turut menunjang kehidupan mereka keamanan, menegakkan hukum dan
dengan hasil-hasil rotan, damar, kayu ketertiban dalam kerajaan. Dalam setiap
manis, dan gula enau. Di kawasan kampung (lipu) terdapat pembantu raja,
pantai, mereka melakukan penangkapan yang bertanggung jawab kepada raja. Raja
ikan. Selain itu ada pula yang bekerja juga dibantu oleh orang yang ahli dalam
di bidang perdagangan. Pada masa lalu pertanian (panggoba), orang yang ahli
orang Buol diperkirakan berada di bawah dalam meramal (palima), orang yang ahli
kekuasaan Kerajaan Boul. Oleh sebab itu dalam pembuatan rumah, dan dukun.
mereka mengenal beberapa golongan
masyarakat: golongan keluarga raja (tan Penggolongan di atas sekarang
poyoduiya); golongan bangsawan yang sudah tampak berubah akibat pengaruh
masih mempunyai hubungan kerabat ajaran agama Islam, perkembangan
dekat dengan raja (tan wayu); golongan pendidikan, dan perkembangan ekonomi.
yang hubungan kerabatnya dengan raja Penggolongan dalam masyarakat pada
sudah agak jauh (tan wanon); golongan masa kini lebih didasarkan pada status
orang kebanyakan (taupat); dan golongan dalam struktur pemerintahan, tingkat
budak, yaitu orang yang melanggar pendidikan umum dan agama. Walaupun
adat atau kalah perang. Pada masa lalu, demikian tokoh-tokoh adat dan orang
setiap golongan memiliki atribut sendiri, yang dituakan tidak diabaikan dan tetap
yang antara lain dapat dilihat dari unsur dihormati. Susunan masyarakat Buol
pakaiannya. Dalam struktur pemerintahan pernah diteliti pada awal tahun 1940-
kerajaan pada masa lalu, raja dibantu an oleh seorang ahli bernama F.A.E. van
oleh para pemangku adat, yang umumnya Wouden yang kemudian menghasilkan
berasal dari golongan tan wayu. Tugas sebuah laporan : Mythen en Maaeschappij
in Boeol. PITLV, LXXXI, 1941.
BURATMATO
BURATMATO adalah salah satu suku yang berada di Kalimantan.
BURU
BURU adalah kelompok etnik yang Maluku lainnya, suku bangsa ini biasa
berdiam di Pulau Buru baik di pesisir disebut orang Alfuru. Pada tahun 1969,
maupun di pedalaman, Provinsi Maluku penduduk Pulau Buru tercatat 7.005 jiwa.
Tengah. Dengan adanya pemekaran Berdasarkan data Biro Pusat Statistik
wilayah tahun 1999, Provinsi Maluku (BPS) pada tahun 1997, jumlah penduduk
berubah menjadi Provinsi Maluku. Selain Pulau Buru sebanyak 105.222 jiwa.
orang Buru, di pulau ini juga menetap
suku bangsa Galela dan Sula, yang Mata pencaharian pokok orang Buru
kebanyakan berdiam di daerah pantai. adalah mengumpulkan dan meramu sagu
Seperti halnya penduduk Kepulauan hutan, yang menjadi makanan pokok
mereka. Mereka juga mulai membuka
57
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BURU
lahan perladangan yang ditanami ubi- disebut perwies. Pemimpin fena ini
ubian, tebu, jagung, dan padi. Pekerjaan ditentukan berdasarkan pemilihan di
lainnya adalah berburu rusa dan babi kalangan anggota fena menurut garis laki-
hutan, dengan senjata tombak dan anjing laki. Beberapa fena membentuk sebuah
perburuan. Senjata yang digunakan oleh federasi yang lebih besar, disebut feulolin
Suku Buru adalah parang dan tombak. (fugmolin). Kepala feulolin, yaitu kepala
Tombak yang dibuat oleh orang buru jabu, dan wakilnya, hermolon, merupakan
bentuknya langsing-langsing sehingga wakil terpilih fena-fena yang ada.
mudah untuk dilemparkan.
Penduduk Pulau Buru, terutama yang
Garis keturunan ditarik menurut berdiam di sekitar pantai, umumnya
garis laki-laki (patrilineal). Kesatuan memeluk agama Islam. Hal ini berkaitan
kekerabatan yang terpenting adalah fena, dengan pengaruh Kesultanan Ternate
yakni gabungan kelompok kekerabatan yang menjadi pusat penyebaran Islam
patrilineal yang disebut etnate atau soa. di daerah Maluku. Penduduk yang tidak
Dalam sistem perkawinan, orang Buru menganut agama Islam meyakini adanya
menggunakan adat eksogami fena, artinya roh tertinggi, opo geba snulat atau opo
seseorang harus kawin dengan orang lahatala, yang menciptakan alam semesta.
dari fena yang berlainan. Seorang calon Selain itu, mereka juga percaya akan
suami harus memberikan sejumlah mas adanya roh abadi yang disebut esmangin,
kawin kepada pihak wanita. Adat menetap roh alam yang disebut sanane, roh orang
sesudah nikahnya menentukan bahwa mati yang disebut nituro, dan sebagainya.
pasangan pengantin baru menetap di Kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan
kediaman kerabat suami (patrilokal). gaib ini diwujudkan dengan pemberian
sesaji dan upacara pada waktu-waktu
Setiap fena dikepalai oleh seorang tertentu.
matlea (gebha), dengan wakilnya yang
BURUNG DARO, TARI
BURUNG DARO, TARI. Tarian tetawak dan iringan vokal. Pakaian penari
tradisional asal desa Rantau Panjang, pria berupa baju teluk blango, celana
Kabupaten Merangin. Tarian ini panjang dan destar. Untuk penari wanita
menggambarkan kehidupan burung dara, mengenakan baju kurung, kain sarung
yang banyak dipelihara oleh masyarakat songket dan selendang, serta aksesoris
setempat. Dibawakan oleh tiga pasang pelengkap seperti gelang, kalung, anting
penari yang terdiri dari pria dan wanita. dan lain-lain.
Alat pengiring tarian ini meliputi gendang,
BURUWAI
BURUWAI adalah salah satu kolektifa Kecamatan Kaimana, Kabupaten Kaimana.
yang ada dalam wilayah Kabupaten Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun
Fakfak, Provinsi Papua Barat. Mereka 2000 jumlah orang Buruwai sebanyak
lebih terkonsentrasi dalam wilayah 1.603 jiwa. Kelompok ini memiliki bahasa
58
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BURUWAI
sendiri, yakni bahasa Buruwai, yang Untuk jumlah penduduk Kecamatan
termasuk rumpun bahasa Papua. Jumlah Kaimana tidak ditemukan namun untuk
penutur bahasa ini adalah sekitar 700 jumlah penduduk Kabupaten Kaimana
orang di antara 10.824 jiwa penduduk pada tahun 2000 sebanyak 26.703 jiwa.
Kecamatan Kaimana pada tahun 1986.
BUSAMI
BUSAMI adalah suku yang berada di 2000 jumlah orang Busami sebanyak 357
Provinsi Papua. Berdasarkan sensus tahun jiwa.
BUSANA PENGANTEN SUNAT
BUSANA PENGANTEN SUNAT BE- yang tingginya disesuaikan dengan yang
TAWI, merupakan adat istiadat masyara- memakainya, dililit sorban putih atau
kat Betawi yang digunakan pada acara emas. Hiasan alpie adalah melati tiga
sunatan. Anak yang akan disunat harus untai/ronce, yang bagian atasnya diselip-
diperlakukan secara khusus, seperti tidak kan bunga mawar merah dan ujungnya
boleh keluar rumah, bermain dengan te- ditutup dengen bunga cempaka.
man-temanya seperti biasa, tidak boleh
banyak bergerak, karena sehari sebelum 5. Alas kaki, berupa sepatu tutup atau
hari pelaksanaan sunat, si anak akan banyak juga yang menggunakan trompah
dirias atau didandani. berhiaskan mote.
Anak yang akan disunat akan men- Setelah si anak selesai dikenakan pak-
genakan pakaian pengantin sunat Betawi, aian pengantin ini, ia akan diarak keliling
seperti : kampung dengan menaiki kuda hias dan
delman yang dihias sambil diiringi oleh
1. Jubah atau jube, yaitu pakaian luar grup ondel-ondel, tanjidor, sekelompok
yang longgar, besar, dan terbuka pada pembaca shawalat dustur, dan juga grup
bagian tenga depan dari leher sampai ke rebana ketimpring sebagai pengarak sam-
bawah. Panjang jubah ini kira-kira 3 jari bil membaca shalawat badar.
dari pakaian dalamnya.
NET
2. Gamis, yaitu pakaian dalam berwar-
na muda, kalem dan lembut, yang tidak BUSANA PENGANTEN SUNAT BETAWI,
kontras dengan warna jubahnya. Gamis merupakan adat istiadat masyarakat Betawi
ini tidak dihias atau bermotif, jadi polos
saja.
3. Selempang. Dikenakan sebagai
tanda kebesaran. Selempang ini dipakai
dibagian dalam jubah. Ia diselempang-
kan pada pundak kiri menuju pinggang
kanan. Lebarnya kira-kira 15 cm. 4.
Alpie, yaitu tutup kepala khas sorban haji
59
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUSANG
BUSANG adalah suku yang mendiami Riam Pedalaman Sungai Mahakam yang
daerah Kecamatan Long Pahangai di memiliki luas wilayah 3.420 kilometer
Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. persegi. Jumlah keseluruhan penduduk
Long Pahangai merupakan Kecamatan Kecamatan Long Pahangai adalah 4772
terjauh kedua yang berada di daerah Ulu jiwa.
BUTON
BUTON adalah satu suku-bangsa pulau Muna. pulau-pulau Kabaena, ujung
yang biasa juga disebut dengan nama selatan jazirah Sulawesi Tenggara dan
Wolio. Nama ini terkait pula dengan pulau kecil sekitarnya merupakan wilayah
Kesultanan atau kerajaan yang pernah Kabupaten Buton dengan ibu kotanya
ada di masa lalu. Wilayah asal suku- Pasar Wajo, dahulu ibukotanya Baubau.
bangsa ini juga bernama Buton, sebuah
pulau besar yang terletak di sebelah Pulau Buton sendiri merupakan daerah
tenggara jazirah Sulawesi Tenggara, asal dari sejumlah kelompok etnik. Paroh
di mana jazirah ini sekaligus menjadi utara pulau Buton yang menjadi bagian
wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara wilayah Kabupaten Muna tadi merupakan
(Sultra). Pulau Buton ini dikelilingi oleh kediaman kelompok Muna dan kelompok
sejumlah pulau, teluk, selat dan laut. Di Waeonii atau Kalisusu. Buton paroh
sebelah barat pulau ini ada Selat Buton selatan terbagi-bagi sebagai wilayah
yang menjadi penghubungnya dengan asal kelompok Muna yang menyatu
pulau Muna. Di arah selatan ada pulau- dengan bagian utara tadi, kelompok
pulau kecil seperti pulau Kadatuang dan Wolio, kelompok Cia-Cia, dan kelompok
pulau Siumpu, yang sudah berada di Laut Kamaru (Lasalimu). Berdasarkan
Flores. Di bagian timur sampai tenggara pemetaan kelompok-kelompok tersebut
berjejer pulau-pulau dalam rangkaian di atas, wilayah orang Wolio itu tampak
Kepulauan Wakatobi, yang pada masa merupakan yang tersempit (lihat Lakebo
lalu dikenal pula dengan nama Kepulauan et al, 1984). Sumber lain menyebutkan
Tukangbesi. Kepulauan ini berada pada bahwa sejumlah kelompok atau sub
pertemuan Laut Flores dan Laut Maluku. kelompok etnik di Buton adalah
Di sebelah utara pulau Buton ini terletak pemekaran dari satu kelompok induk yang
pulau Wowoni dan ujung tenggara jazirah disebut Wolio.
Sulawesi Tenggara sebagai bagian wilayah
Kabupaten Kendari. Ceritera rakyat Buton
mengimformasikan bahwa timbulnya
Dilihat dari wilayah administratis pemerintahan dan kerajaan Buton diawali
pulau Buton terbagi menjadi bagian dua dengan datangnya Mia Patamiana, artinya
kabupaten. Pulau itu seolah diparoh empat orang pemimpin rombongan orang
dua. Paroh utara dan ditambah paroh Melayu dari Tanah Melayu. Keempat
utara pulau Muna serta pulau-pulau kecil orang itu adalah Sipanjonga, Sitamanajo,
sekitarnya menjadi wilayah Kabupaten Simalue, dan Sijawangkati. Rombongan
Muna dengan ibu kota Raha. Pulau Buton pertama di bawah pimpinan Sipanjonga
paroh selatan beserta paroh selatan dan Sijawangkati sebagai wakilnya
mendarat di Kalampa tidak jauh dari
60
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUTON
kota Baubau sekarang. Disana mereka (Museum Nasional)
mengibarkan bendera, yang disebut Loga-
loga yang kemudian menjadi bendera Mata uang kampua di Kerajaan Buton.
kerajaan Buton. Rombongan kedua
dipimpin oleh Simalue dan Silamanajo pendatang dengan berbagai latar belakang
sebagai wakilnya mendarat lebih ke utara etniknya.
di Telum Bumbu, Kecamatan Wakarumba,
yang kini termasuk Kabupaten Muna Bahasa yang digunakan penduduk
Akhirnya kedua rombongan menyatu. adalah bahasa Wolio, Wapacana, Cia-cia,
Akhirnya mereka mencari tempat yang dan Wakatobi. Bahasa-bahasa tersebut
lebih baik dan aman disatu tempat yang mempunyai 22 dialek. Pada masa lalu
harus diramba (welia). Kata itu kemudian bahasa Wolio menjadi bahasa resmi
berubah nama menjadi Wolio yang kerajaan, sehingga tersebar luas di seluruh
menjadi nama resmi kerajaan dan tempat wilayah kekuasaan kerajaan itu.
itu menjadi pusat kerajaan Buton (Lakebo
et al, 1984) Di masa lalu, Pulau Buton merupakan
penghasil rempah-rempah. Letaknya yang
Menurut R. Kennedy (1942), dalam strategis menjadikan pulau itu berfungsi
pengelompokan penduduk Sulawesi, sebagai pintu gerbang bagi kapal-kapal
orang Buton dimasukkan ke dalam dagang yang membawa rempah-rempah
kelompok Mori-Laki (Mori-Laki Group), dari dan ke Maluku. Hingga kini, sebagian
yang dalam kelompok ini termasuk juga penduduk Buton hidup dari perdagangan
orang Bela, Bungku, Kabaena, Kinadu, dan pelayaran, menjadi pengrajin benda-
Laki, Lambatu, Maronene, Matano, benda dari besi, kuningan, emas, perak,
Mekongga, Mori, Mowewe, Muna, serta kayu. Mata pencaharian lain adalah
Tambe’e, Wanji, dan Waowoni. Jumlah pertanian dengan tanaman pokok jagung,
anggota keseluruhan kelompok ini pada ubi, dan padi. Para wanitanya bertenun.
tahun 1930 adalah 200.000 jiwa. Kini Hasil pertanian dan barang dagangan
jumlah orang Buton itu tidak dapat lainnya mereka distribusikan ke Maluku,
diketahui lagi, apalagi dalam berbagai Papua, pulau Jawa, dan lain-lain.
sumber tertulis diketahui orang Buton Kabupaten ini juga menghasilkan kayu
telah tersebar di berbagai daerah di cendana, kayu bayam, suwele semacam
Indonesia, terutama di daerah-daerah kayu besi dan kayu jati.
Indonesia bagian Timur. Namun tidak
begitu jelas yang disebut orang Buton itu, Kesatuan masyarakat terkecil adalah
apakah orang Wolio atau orang-orang keluarga batih atau sawitinai. Namun,
yang berasal dari pulau Buton umumnya. mereka juga mengenal keluarga besar
yang disebut powitinai. Prinsip keturunan
Data sensus penduduk tahun 1990
di kedua Kabupaten wilayah asal orang
Buton tadi menunjukkan, penduduk
Kabupaten Muna berjumlah 226.933
jiwa, dan penduduk Kabupaten Buton
berjumlah 394.484 jiwa (Biro Pusat
Statistik, 1991). Berdasarkan data
tahun 2004 penduduk Kabupaten Buton
sebanyak 265.724 jiwa sedangkan jumlah
penduduk Kabupaten Muna sebanyak
304.753 berdasarkan data tahun 2005.
Dalam jumlah ini termasuk berbagai
anggota suku-bangsa tersebut di atas serta
61
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUTON
mereka bilateral, dengan kecenderungan emas, dan perak telah dikenal sejak abad
kepada sistem patrilineal. Hal yang ke-8. Motif flora, fauna, dan kaligrafi
bersangkut paut dengan perkawinan diukirkan pada berbagai bangunan rumah,
termasuk hukum waris pernah ditulis mesjid, dan keraton.
dengan rinci oleh Zahari (1981).
NET
Sebelum penjajahan Belanda, telah
ada sistem pemerintahan tradisional yang Para penjaga Masjid Kesultanan Buton yang
berbentuk kerajaan. Kerajaan itu didirikan disebut Tunggunaga.
para pendatang dari Tanah Melayu.
Sehubungan dengan itu, terbentuk
pula tiga lapisan sosial, yaitu lapisan
bangsawan, rakyat jelata, dan hamba.
Tiap-tiap lapisan sosial dapat dirinci lagi
menjadi beberapa sublapisan lagi.
Walaupun penduduk Buton umumnya
penganut agama Islam, unsur-unsur
kepercayaan terhadap roh nenek moyang
dan roh-roh lain masih tetap ada. Banyak
yang masih memberi sesaji kepada roh-roh
di pohon beringin, sesaji untuk jin, dan
sebagainya.
Di daerah ini berkembang seni
berpantun yang disebut Kabanti dan seni
tari. Seni mengukir kayu, besi, kuningan,
Rujukan: Daerah Sulawesi Tenggara, Jakarta: Inventarisasi
dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Depdikbud.
Biro Pusat Statistik Zahari, A.M.
1991 Penduduk Indonesia Hasil Sensus
1981 Adat dan Upacara Perkawinan Wolio, Ja
Penduduk 1990, Jakarta: Biro Pusat Statistik. karta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan
Kennedy, R. Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
1942 The Ageless Indies, Noew York: John Day
Lakebo. B. et al
1984 Upacara Tradisional (Upacara Kematian)
BUYA SABE, TENUN
BUYA SABE, TENUN, merupakan hasil
kerajinan tangan tenun khas Donggala,
Sulawesi Tengah. Pengerajin tenun ini
mayoritas tersebar di tiga kecamatan yaitu
Tawaeli, Banawa dan Benawa Tengah.
net
BUYA SABE, TENUN, merupakan hasil
kerajinan tangan tenun khas Donggala.
62
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
BUYA SABE
Tenun Donggala sangat istinewa karena bomba adalah yang paling sulit dan
terbuat dari serat sutera alami denga membutuhkan waktu hingga dua bulan.
motif yang indah. Pada umumnya motif Pembuatan tenun buya sabe menggunakan
buya sabe adalah motif bunga mawar, alat yang bernama balida. Balida berupa
bunga anyelir, buya bomba, buya subi palang kayu panjang dari kayu ulin
kumbaja, buya kota, bunga subi, subi atau eboni yang memiliki fungsi sebagai
kumbaja, paduan bunga subi dan bomba, pemberat di tengah lipatan kain tenun
dan buya bomba. Pembuatan motif buya saat penenun memasukan benang-benang.
BUYU
BUYU adalah salah satu suku yang berada di Sulawesi.
CAKALE, TARI c
CAKALELE, ATI, adalah tarian yang NET
dibawakan oleh 30 orang laki-laki dan
perempuan. Penari laki-laki biasanya CAKALELE, ATI, adalah tarian yang
menggunakan parang dan salawaku dibawakan oleh 30 orang laki-laki dan
sebagai alat bantu tari, dan penari perempuan.
perempuan menggunakan lenso. Tarian
ini merupakan tarian perang, dimana
parang di tangan kanan dan salawaku
di tangan kiri yang merupakan tameng
pada saat berperang. Dalam melakukan
tarian ini, para penari diiringi dengan
musik tifa, suling, dan bia. Pakaian para
penari laki-laki dalam membawakan tari
ini menggunakan topi yang diselipkan
bulu ayam berwarna putih, dan kostum
merah yang memiliki arti sebagai simbol
kepahlawanan dan keberanian dalam
membela tanah air, pedang mengartikan
harga diri, dan salawaku atau tameng
berarti gerakan terhadap ketidakadilan.
63
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CALUNG
CALUNG merupakan salah satu alat pertunjukan yang bersifat hiburan.
musik tradisional dari Jawa Barat yang Dalam perkembangannya, saat ini
merupakan prototipe dari angklung na-
mun cara menabuhnya berbeda dengan calung lebih mengarah pada kepada
angklung. Cara menabuh calung yaitu calung dangdut (caldut) dengan perpad-
dengan memukul-mukul batang (wilahan) uan lagu maupun musik yang ditambah
dari ruas-ruas atau tabung bambu yang drum, gitar, keybord, dan memakai tata
tersusun menurut titi laras (tangga nada) lampu untuk pertunjukannya.
pentatonik (da mi na ti la da).
NET
Ada dua bentuk calung Sunda, yaitu
calung rantay dan calung Jinjing waditra. CALUNG merupakan salah satu alat musik
Calung jinjing terbuat dari bahan bambu tradisional dari Jawa Barat.
hitam (awi hideung). Seperangkat calung
jinjing yang digunakan dalam pertunjukan
biasanya bertangga nada Salendro (ber-
tangga nada Pelog) serta Madenda (ny-
orog). Sementara, wadrita calung jinjing
merupakan perkembangan dari bentuk
calung Rantai/ calung Gambang. Calung
dalam bentuk ini sudah merupakan seni
CAMPAK, TARI
CAMPAK, TARI. Tarian tradisional asal
Bangka-Belitung, mengisahkan tentang
keriangan, kecerian dan kegembiraan
seorang bujang dan dayang. Tarian ini
ditampilkan setelah panen padi atau
sepulang dari ume (kebun). Disamping
itu, tarian ini juga sering ditampilkan
untuk menyambut tamu, pesta pernikahan
dan kegiatan-kegiatan lainnya. Salah satu
alat musik pengiring tarian ini adalah
akordion, dengan pakaian para penari
yang identik dengan pakaian bergaya
eropa. Hal ini merupakan pengaruh dari
kebudayaan yang dibawa oleh bangsa
Portugis ketika menduduki tanah Bangka-
Belitung.
NET
CAMPAK, TARI. Tarian tradisional asal
Bangka-Belitung
64
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
CANDI, berupa bangunan kuno terbuat Candi Jawa Tengah biasanya dibangun
dari susunan batu, didirikan sebagai menghadap ke timur, dengan atap bert-
tempat pelaksanaan upacara keagamaan ingkat-tingkat dan bentuk stupa di pun-
umat Hindu dan Budha. Bangunan yang caknya. Reliefnya bersifat naturalistik dan
dianggap suci ini semula digunakan seb- diukir agak tebal. Hal ini berbeda dengan
agai tempat menyimpan abu jenazah para candi yang ditemukan di Jawa Timur. Di
raja yang telah meninggal. Fungsi candi Jawa Timur candi dibangun menghadap
kemudian berkembang menjadi tempat ke arah barat dengan puncak berbentuk
bersembahyang untuk memuja dewa dan kubus. Lukisan pada reliefnya yang ber-
menghormati para raja yang telah me- bentuk simbolis hanya timbul sedikit saja.
ninggal. Pada masyarakat tertentu candi Perbedaan lainnya yang ditemukan oleh
juga dianggap tempat bersemayamnya para ahli adalah bahwa kebanyakan candi
para dewa, sehingga bangunan tersebut di Jawa Tengah didirikan dari batu andesit
harus dirawat dan dipelihara dengan baik. dan terletak di tengah halaman, sedan-
Candi Budha tertua yang ditemukan di gkan candi di Jawa Timur kebanyakan
daerah asalnya, India, didirikan oleh para terbnat dari bata dan terletak di bagian
rahib Budha pada abad ke-3 SM di gua- belakang halaman.
gua pada lereng gunung. Candi-candi ini
dipahat pada batu gunung dengan replika Candi-candi kuno di Indonesia didiri-
yang mengandung lambang jiwa para kan sejak jaman kerajaan-kerajaan Hindu
dewa. Ciri-ciri Budha yang terlihat pada dan Budha sekitar abad ke-8 dan 9.
candi-candi masa itu adalah adanya stupa Beberapa candi yang pernah ditemukan
dan kubah yang melambangkan Sang sudah rusak dan tidak terpelihara lagi,
Budha. Dalam perkembangan lebih lanjut, bahkan banyak yang sudah tidak terlihat
dengan bangkitnya agama Hindu, candi lagi bekas-bekasnya. Ada pula candi yang
juga didirikan untuk dipersembahkan pembnatannya tidak selesai, misalnya
kepada setiap dewa Hindu. karena perpindahan atau meninggalnya
raja yang menguasai kerajaan pada masa
Candi biasanya memiliki ciri-ciri khas, itu. Selain karena bencana alam, keru-
antara lain, adanya tempat untuk me- sakan candi di Indonesia juga disebabkan
letakkan peti atau wadah penyimpan abu oleh perbuatan manusia, misalnya peng-
jenazah. Di atas abu jenazah diletakkan galian untuk pembangunan yang merusak
patung orang yang meninggal tersebut, situs candi, pencurian dan pengrusakan
yang disebut linggayoni. Selain tempat patung dan arca, pengambilan batu-batu
menyimpan abu jenazah, disediakan candi untuk bahan bangunan.
pula tempat arca yang melambangkan
dewa Hindu atau Budha yang disembah Candi-candi di Jawa diantaranya
oleh orang yang meninggal, yang disebut adalah Candi Borobudur, yang terletak
bayan candi. Dinding candi selalu diberi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,
hiasan berupa relief yang mengandung adalah candi Budha yang terbesar di In-
cerita dengan maksud tertentu. Beberapa donesia.. Candi Budha lainnya yang lebih
relief pada candi kuno yang ditemukan dulu didirikan di daerah tersebut adalah
di Indonesia belum dapat ditafsirkan Candi Mendut dan Pawon. Candi lain yang
maknanya oleh para ahli. terletak di Jawa Tengah adalah Candi
Prambanan yang merupakan kompleks
Candi-candi yang terletak di Jawa candi Hindu terbesar di Jawa; di samping
Tengah dan Jawa Timur, pusat kerajaan- itu ada Candi Kalasan, Boko, Sari, Sewu,
kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia, Lumbung, Plaosan, Mendut, Slowijan,
dapat dibedakan atas beberapa ciri khas. Pawon, Sukuh, Gatutkaca, Arjuna, Semar,
65
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Gedong Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Songo. Di Jawa Timur juga ditemukan Candi peninggalan Kerajaan Budha,
kompleks candi yang kebanyakan bersifat Sriwijaya, ini berbeda dengan candi-
Hindu, seperti Candi Badut, Kidal, Jago, candi yang berada di Jawa. Candi Bahal
Singosari, Jawi, Panataran, Rimbi, Ratu. ini menghadap ke tenggara. Terdapat
tiga buah bangunan candi disana, yang
Selain di Pulau Jawa, bangunan candi disebut dengan Candi Bahal I, Candi
juga ditemukan di beberapa daerah di Pu- Bahal II dan Candi Bahal III. Yang terbesar
lau Sumatra yang terkena pengaruh Hindu dan merupakan induk dari Candi Bahal
dan Budha. Di daerah Riau, misalnya, ini adalah Candi Bahal I. Candi Bahal I,
ditemukan kelompok Candi Muara Takus, yang berbentuk bujur sangkar, memiliki
yang merupakan peninggalan peradaban 4 buah candi-candi kecil yang berbentuk
Budha. Selain bangunan candi yang terdiri bujur sangka dan menyerupai altar
atas Candi Tua, Bungsu, dan Palangka, (perwara). Diperkirakan bangunan ini
di kompleks itu juga ditemukan sisa-sisa difungsikan sebagai tempat peribadatan.
bangunan lain. Bangunan yang terbuat dari batu bata
merah ini sudah mengalami beberapa
Di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kali pemugaran. Hanya saja pemugaran
juga ditemukan sisa biara Budha dan arca tersebut tidak bisa mengembalikan bentuk
yang mengandung tulisan Batak. Kom- aslinya dikarenakan tidak adanya sumber
pleks bangunan ini disebut Candi Gunung jelas yang dapat menceritakan bentuk asli
Tua, sesuai dengan nama kota tempat dari bangunan ini, khususnya mengenai
ditemukannya. Candi juga ditemukan di bentuk relief yang ada.
daerah Gunung Kawi, Tampak Siring, Bali.
Misalnya, Candi Padas adalah makam CANDI BALI disebut oleh masyarakat
Raja Bali, Anak Wungu, yang diperkirakan Bali sebagai Pura yang juga menjadi
didirikan pada tahun 1080 Masehi. tempat pemujaan. Masyarakat Bali,
yang mayoritas memeluk agama Hindu,
Berikut merupakan penjelasan men- memiliki Pura untuk memuja Hyang
genai beberapa candi yang ada di daerah Widhi dan leluhur keluarga. Berdasarkan
Jawa, Bali dan Sumatera : karakternya, pura di Bali dibagi menjadi
CANDI BAHAL terletak di desa Bahal,
Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten
commons.wikimedia.
org
Candi Bahal
1 yang
berdekatan
dengan Bahal
2 dan 3 terletak
di Desa Bahal,
Kecamatan
Portibi
Kabupaten
Padang Lawas
Utara (Paluta).
66
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
empat macam, yaitu Pura Kahyangan Pura Kawitan dibangun untuk memuja
Jagat dan Pura Dang Kahyangan, Pura kelompok keluarga atau keturunan tokoh
Kahyangan Desa, Pura Kawitan, dan Pura tertentu. Yang termasuk ke dalam pura ini
Swagina antara lain Paibon, Dadia, dan Pedharman.
Berdirinya pura-pura ini tidak lepas dari
Pura Kahyangan Jagat dan Pura sejarah kerajaan-kerajaan di Bali.
Dang Kahyangan. Pura Kahyangan Jagat
dibangun untuk memuja Sang Hyang Pura Swagina merupakan tempat
Widhi juga untuk memuja para leluhur. pemujaan yang dikhususkan bagi
Sedangkan Pura Dang Kahyangan kelompok masyarakat dengan pekerjaan
dibangun untuk menghormati jasa-jasa tertentu. Misalnya, untuk para pedagang
pandita (guru suci). Yang termasuk Pura terdapat Pura Melanting dan untuk
Kahyangan jagat adalah Pura Luhur kelompok petani terdapat Pura Subak.
Uluwatu, Pura Lempuyang, Pura Goa
Lawah, serta Pura Besakih. Dan yang CANDI BOROBUDUR adalah candi
termasuk Pura Dang Kahyangan adalah Buddha terbesar di Indonesia. Dibangun
Pura Rambut Siwi. oleh Raja Samaratungga dari dinasti
Syailendra sekitar tahun 824 M. Candi
Pura Kahyangan Desa. Terdapat tiga yang terletak 40 km sebelah barat laut
pura utama disetiap desa, yang disebut kota Yogyakarta ini berbentuk punden
Pura Tiga Kahyangan untuk memuja berundak. Terdiri atas 10 tingkat, enam
Sang Hyang Widi dalam tiga perwujudan tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga
kekuasannya. Ketiga Pura tersebut yaitu tingkat berbentuk bundar melingkar
Pura Desa untuk memuja Dewa Brahma dan sebuah stupa utama terdapat di
(Sang Pencipta); Pura Puseh untuk puncaknya. Setiap tingkatan tersebut
memuja Dewa Wisnu (Sang Pemelihara), menggambarkan kehidupan manusia
dan Pura Dalem untuk memuja Dewa berdasarkan pada mazhab Budha
Syiwa (Sang Pemusnah). Mahayana. Bagian dasar Borobudur
NET
CANDI BOROBUDUR adalah candi Buddha terbesar di Indonesia. Dibangun oleh Raja
Samaratungga dari dinasti Syailendra sekitar tahun 824 M.
67
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
disebut Kamadhatu, melambangkan lainnya. Umumnya, candi-candi tersebut
sifat manusia yang masih terikat dengan bediri menghadap ke arah gunung, tempat
nafsu. Empat tingkatan selanjutnya bersemayamnya para dewa. Akan tetapi
disebut Ruphadatu yang menggambarkan candi ini berdiri membelakangi Gunung
kehidupan manusia yang telah mampu Penanggungan. Hal ini menyebabkan
melepaskan diri dari nafsu namun masih adanya anggapan bahwa candi ini tidak
terikat pada rupa dan bentuk. Pada empat berfungsi sebagai candi pemujaan,
tingkatan tersebut, terdapat patung melainkan hanya berfungsi sebagai tempat
Budha yang terbuka. Tiga tingkatan penyimpanan sebagian abu raja terakhir
diatasnya, yang diletakkan patung Budha Singosari, Kertanegara. Sebagian abu
dalam stupa yang berlubang-lubang, lainnya disimpan di Candi Singosari.
disebut Arupadhatu. Tingkatan tersebut
menggambarkan bahwa manusia sudah Candi Jawi ini berdiri diatas lahan
terbebas dari ikatan nafsu, bentuk dan seluas 40x 60 m2 dengan ketinggian
rupa. Bagian paling atas disebut Arupa, sekitar 24,5 meter. Serupa dengan
melambangkan nirwana, tempat tinggal candi-candi lainnya, terdapat pahatan-
Budha. pahatan relief di dinding-dinding candi.
Namun sampai saat ini belum diketahui
Serupa dengan candi-candi lainnya,
pada dinding-dinding candi, yang disusun NET
tanpa menggunakan semen ini, terdapat
pahatan atau relief yang menggambarkan CANDI JAWI merupakan salah satu situs
ajaran Sang Budha. Disamping itu, peninggalan sejarah yang terdapat di Desa
diceritakan pula riwayat Sang Budha Candi Wates, Kecamatan Pringen, Kabupaten
mulai dari turunnya Budha dari Sorga dan Pasuruan, Jawa Timur.
dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta
sampai akhirnya mencapai tingkat sebagai
seorang Bodhisattva. Oleh karena itu,
candi ini banyak dikunjungi oleh orang-
orang yang ingin mendalami ajaran
Budha.
Perbedaan antara Candi Borobudur
dengan candi lainnya adalah tidak adanya
ruang-ruang pemujaan di Borobudur.
Yang terdapat hanyalah lorong-lorong
panjang yang diduga sebagai tempat umat
Budha melakukan upacara berjalan kaki
mengelilingi candi. Pada tahun 1991,
Candi Borobudur ditetapkan sebagai
Warisan Dunia UNESCO.
CANDI JAWI merupakan salah satu
situs peninggalan sejarah yang terdapat
di Desa Candi Wates, Kecamatan Pringen,
Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Candi
yang terletak di kaki Gunung Welirang ini
adalah peninggalan dari Kerjaan Singosari,
yaitu sekitar abad ke-13, yang merupakan
penganut agama Budha-Siwa. Bangunan
candi ini berdiri berbeda dengan
bangunan-bangunan candi Hindu-Budha
68
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
maksud dari relief tersebut karena bentuk Saat ini, pelataran candi ini merupakan
pahatannya yang terlalu tipis. Batu- panggung terbuka yang pada saat-saat
batuan yang digunakan sebagai bahan tertentu digunakan untuk menggelar
dasar pembangunan candi ini terdiri kesenian-kesenian tradisional Jawa Timur.
atas dua macam, yaitu batu hitam yang
menyusun bagian bawah candi dan batu CANDI KALASAN, atau yang dikenal
putih di bagian atasnya. Penggunaan juga sebagai Candi Tara merupakan candi
batu putih diperkirakan dilakukan Budha tertua di Yogyakarta dan Jawa
ketika dilakukannya pemugaran kembali Tengah. Bangunan ini didirikan sekitar
candi Jawi akibat disambar petir. Selain abad ke-8 atau ke -9 M oleh Raja Rakai
pemugaran pertama tersebut, candi ini Panangkaran dari Wangsa Sanjaya yang
juga sempat mengalami pemugaran beragama Hindu atas usulan dari Para
kembali pada tahun 1938-1952 dan 1975- Guru Sang Raja. Candi ini dibangun
1980, sehingga diresmikan kembali tahun untuk menghormati Dewi Tara. Bangunan
1982. Candi yang diceritakan dalam kitab setinggi 34 meter ini memiliki sekitar
Negarakertagama ini ternyata menyimpan 52 stupa setinggi rata-rata 4 meter.
banyak arca, yaitu arca Nadiswara, Perbedaan dan keunikan candi ini
Durga, Ganesa, Nandi dan Brahma. dibandingkan candi-candi lainnya adalah,
Namun sebagian dari arca-arca tersebut candi ini merupakan satu-satunya candi
sudah tidak pada tempatnya. Arca Durga yang menggunakan lapisan Bajralepa,
diamankan di Museum Empu Tantular dan sejenis semen putih, pada beberapa
lainnya disimpan di Museum Trowulan. bagian di dindingnya yang mengakibatkan
Arca Brahma yang tidak dapat ditemukan candi ini seolah-oleh berwarna putih.
kemungkinan sudah hancur. Ukiran yang terdapat pada candi ini
juga terbilang lebih halus dibandingkan
NET dengan candi lainnya. Pada ruangan
utama candi, terdapat sebuah altar yang
CANDI KALASAN, atau yang dikenal juga sebenarnya merupakan tempat sebuah
sebagai Candi Tara merupakan candi Budha patung perunggu setinggi enam meter.
tertua di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun untuk alasan keamanan, patung
tersebut disimpan di Museum Gajah,
Jakarta. Sampai saat ini, candi ini masih
digunakan sebagai tempat ibadah umat
Budha.
CANDI KIDAL yang terletak di Desa
Rejokidal, Malang, Jawa Timur, adalah
candi Hindu tertua di Jawa Timur yang
dibagun pada tahun 1248 M sebagai
bentuk penghormatan terhadap raja
kedua Singosari, Anusapati. Candi ini
terbuat dari batu andesit dan berbentuk
agak ramping. Terdapat hiasan kepala
Kala dengan wajah yang menyeramkan
dengan mata melotot dan mulut terbuka
menampakkan dua taringnya. Taring
merupakan salah satu ciri khas dari
candi Jawa Timuran. Ragam hias yang
terdapat pada dinding candi memiliki
keistimewaan sendiri, yaitu dari cara
pembacaannya dilakukan secara prasawya
69
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
NET
CANDI MENDUT adalah salah satu candi Budha yang didirikan pada masa pemerintahan
Dinasti Syailendra. Candi ini diperkirakan dibangun pada tahun 824 M dan usianya lebih tua
dibandingkan dengan Candi Borobudur.
(dari kiri ke kanan), berbeda dengan CANDI MENDUT adalah salah satu
candi-candi lainnya yang cara pembacaan candi Budha yang didirikan pada masa
reliefnya dilakukan searah dengan jarum pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi
jam, dari kanan ke kiri (paradaksina). ini diperkirakan dibangun pada tahun 824
Keadaan inilah yang mengakibatkan M dan usianya lebih tua dibandingkan
candi ini disebut Candi Kidal. Pada relief dengan Candi Borobudur. Candi yang
di candi ini diceritakan mengenai kisah dibangun dengan menggunakan batu
Garuda (Garudeya) dengan lengkap. yang bata yang dilapisi oleh batu alam ini
menguatkan kisah garuda tersebut adalah menyimpan tiga buah arca besar Buddha,
adanya tiga buah relief garuda di candi yaitu arca Budha Sakyamuni yang sedang
ini, yaitu relief garuda yang menggendong duduk bersila dan posisi tangan memutar
ular besar, garuda dengan kendi di atas roda dharma (dharmacakramudra),
kepalanya, dan garuda yang menyangga arca Bodhisattva Avalokitesvara yaitu
seorang wanita di atas kepalanya. patung amitabha yang berada di atas
Dimuatnya kisah Garudeya pada dinding mahkotanya, dan arca Bodhistatva
candi ini diceritakan sebagai ruwatan Vajravani. Candi yang memiliki
atau persembahan Raja Anusapati tinggi sekitar 31 M ini pada dinding-
terhadap ibunya, Kendedes, untuk dindingnya juga terdapat relief-relief yang
membuatnya kembali suci dan terbebas menceritakan tentang ajaran moral dalam
dari penderitaan, seperti yang dilakukan bentuk fabel (tokoh-tokoh binatang).
Garudeya dalam cerita tersebut dalam Sampai saat ini, candi ini masih aktif
membebaskan ibunya dari perbudakan. digunakan untuk merayakan Waisak dan
Candi ini mengalami pemugaran pada masih dikunjungi oleh para peziarah lokal
tahun 1990 setelah mengalami rusak maupun mancanegara.
parah.
CANDI MUARA TAKUS merupakan
70
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
NET
CANDI PRAMBANAN merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara.
Candi setinggi 47 meter ini dibangun pada abad ke – 9.
peninggalan kerajaan Budha yang membangun candi ini. Diperkirakan
terdapat di Propinsi Riau. Candi ini bangunan ini berdiri pada masa antara
merupakan candi besar dan tertua di pemerintahan Raja Rakai Pikatan dan
Sumatera. Candi yang terbuat dari batu Rakai Balitung. Legenda lain yang beredar
bata merah ini tidak berdiri sendiri. adalah bangunan ini didirikan oleh
Terdapat beberapa candi lain, yaitu yang Bandung Bondowoso atas permintaan dari
disebut dengan Candi Tua, Candi Bungsu, Roro Jonggrang.
Mahligai Stupa, dan Palangka. Candi
terbesar yang terdapat dalam komplek Candi Prambanan atau Candi Roro
candi ini adalah Candi Tua. Keunikan Jonggrang ini terdiri atas tiga bangunan
dari candi Muara Takus ini terletak candi utama, yang disebut dengan
pada bentuk stupanya. Berbeda dengan Trisakti, yaitu Candi Siwa, Candi Brahma,
candi-candi pada umumnya, stupa candi dan Candi Wisnu. Ketiga candi tersebut
ini memiliki bentuk yang sama dengan merupakan lambang dari Trimurti
candi-candi yang terdapat di Vietnam, menurut kepercayaan Hindu. Di setiap
Srilanka, dan India, yaitu memiliki hiasan sisi dari candi utama tersebut, terdapat
berbentuk roda dan kepala singa. Tidak sebuah candi pendamping, yaitu Nandini
diketahui secara pasti candi ini dibangun untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan
pada abad ke berapa. Garuda untuk Wisnu. Candi Wisnu dan
Candi Brahma hanya memiliki satu
CANDI PRAMBANAN merupakan ruangan yang berisi arca Wisnu dan
candi Hindu terbesar di Indonesia dan arca Brahma. Namun pada Candi Siwa,
di Asia Tenggara. Candi setinggi 47 terdapat 4 buah ruangan, satu ruangan
meter ini dibangun pada abad ke – 9. berisi arca Siwa, dan tiga lainnya berisi
Tidak diketahui siapa yang tepatnya acara Durga (istri Siwa), Agastya (guru
71
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANDI
NET
CANDI SINGOSARI, terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang,
Jawa Timur, merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Singasari.
Siwa) dan Ganesha (putra Siwa). Dalam Kerajaan Singasari. Candi berbentuk bujur
legenda Jawa, arca Durga merupakan arca sangkar ini memiliki ketinggian sekitar 2
dari Roro Jongrang yang dikutuk oleh meter. Pada kaki candi, terdapat empat
Bondowoso. buah bilik. Di bilik utama, terdapat lingga
dan yoni, yang merupakan lambang
Relief yang terdapat pada dinding kewanitaan. Bilik-bilik lainnya dahulunya
Candi Prambanan ini memuat kisah berisi arca Durga (sebelah utara), Ganesha
Ramayana. Cerita Ramayana yang (timur) dan Siwa Guru atau Resi Agastya
terdapat pada relief tersebut berbeda (selatan). Dari ketiga arca tersebut yang
dengan yang ada di cerita Ramayana masih ada ditempatnya adalah arca Resi
Jawa Kuno, namun serupa dengan cerita Agastya. Sedangkan arca Durga dan
Ramayana yang diturunkan secara Ganesha berada di Museum Leiden di
lisan. Candi ini selalu ramai dikunjungi Belanda. Beberapa pahatan pada dinding
wisatawan, terutama setiap malam bulan candi tampak belum selesai. Berbeda
purnama di antara bulan Mei dan Oktober dengan pahatan di bagian atas candi
dimana pada saat itu, diselenggarakannya yang sudah sempurna. Dimungkinkan
pertunjukan Sendratari Ramayana. bahwa cara menghias candi ini dari atas
ke bawah. Pada tahun 1934, candi ini
CANDI SINGOSARI, terletak di Desa mengalami pemugaran oleh pemerintahan
Candirenggo, Kecamatan Singasari, Belanda, dan selesai pada tahun 1936.
Kabupaten Malang, Jawa Timur,
merupakan salah satu candi peninggalan
72
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANGGET, TARI
CANGGET,TARI, tarian khas orang yang dimainkan oleh para pemuda dan
Lampung Pepadun ini, selain mengandung pemudi pada saat mereka melepas salah
nilai kerukunan dan kesyukuran, juga seorang anggotanya yang akan menikah
mengandung nilai estetika (keindahan), dan pergi ke luar dari desa, mengikuti
sebagaimana yang tercermin dalam ger- isteri atau suaminya.
akan-gerakan tubuh para penarinya.
4) Cangget Agung adalah tarian yang
Salah fungsi tari tersebut adalah dimainkan oleh para pemuda dan pemudi
memberikan nilai - nilai kerukunan yang pada saat ada upacara adat pengangkatan
diantaranya adalah sebagai ajang berkum- seseorang menjadi Kepala Adat (Cacak
pul dan berkenalan baik bagi orang tua, Pepadun). Pada saat upacara pengangka-
kaum muda, laki-laki maupun perempuan. tan ini, apabila Si Kepala Adat mempunyai
Dengan berkumpul dan saling berkenalan seorang anak gadis, maka gadis tersebut
antar warga dalam suatu kampung atau akan diikutsertakan dalam tarian cangget
desa untuk merayakan suatu upacara agung dan setelah itu ia pun akan dia-
adat, maka akan terjalin silaturahim antar nugerahi gelar Inten, Pujian, Indoman
sesama dan akhirnya akan menciptakan atau Dalom Batin.
suatu kerukunan di dalam kampung atau
desa tersebut. Kesemua jenis Tarian Cangget ini pada
dasarnya mempunyai gerakan-gerakan
Sedangkan nilai kesyukuran juga yang relatif sama, yaitu: (1) gerak sembah
tercermin dalam tujuan diselenggarakan- (sebagai pengungkapan rasa hormat);
nya tarian tersebut, yang merupakan (2) gerakan knui melayang (lambang
salah satu unsur dalam penyelenggaraan keagungan); (3) gerak igel (lambang
suatu upacara adat sebagai perwujudan keperkasaan); (4) gerak ngetir (lambang
rasa syukur kepada Sang Pencipta (Allah keteguhan dan kesucian hati; (5) gerak
SWT). rebah pohon (lambang kelembutan hati);
(6) gerak jajak/pincak (lambang kes-
Tari Cangget yang menjadi ciri khas iagaan dalam menghadapi mara bahaya);
orang Lampung ini sebenarnya terdiri dari dan (7) gerak knui tabang (lambang rasa
beberapa macam, yaitu: percaya diri).
1) Cengget Nyambuk Temui, adalah NET
tarian yang dibawakan oleh para pemuda
dan pemudi dalam upacara menyambut CANGGET,TARI, tarian khas orang Lampung.
tamu agung yang berkunjung ke dae-
rahnya.
2) Cangget Bakha, adalah tarian yang
dimainkan oleh pemuda dan pemudi pada
saat bulat purnama atau setelah selesai
panen (pada saat upacara panen raya).
3) Cangget Penganggik, adalah tarian
yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi
saat mereka menerima anggota baru. Yang
dimaksud sebagai anggota baru adalah
pada pemuda dan atau pemudi yang
telah berubah statusnya dari kanak-kanak
menjadi dewasa. Perubahan status ini
terjadi setelah mereka melalukan upacara
busepei (kikir gigi).
3) Cangget Pilangan, adalah tarian
73
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CANGOK, TARI
CANGOK, TARI. Dalam ranah bahasa ketika ada keluarga atau kerabat dekat
Jambi, Cangok berarti wadah untuk yang melahirkan. Gerakan tari Cangok
menaruh beras, kunyit, jahe, jarum dan digubah oleh Lilik Bekti Lestari dan
gunting. Cangok beserta kelengkapannya aransemen musik digarap oleh Verry
berfungsi sebagai penolak balak, mengusir Gomes dengan pondasi musik krinok.
gangguan-ganguan gaib. Cangok dibuat
CAROK MADURA
CAROK MADURA, sesuai dengan terhadap harga diri seorang laki-laki
artinya, bertarung dengan kehormatan, atas kehormatan perempuan, serta adu
adalah salah satu tradisi bertarung satu kejantanan untuk menyelesaikan sebuah
lawan satu untuk mempertahankan harga permasalahan. Sebelum carok dilakukan,
diri di Madura. Tradisi ini sudah dianggap pelaku dari kedua belah pihak memohon
melanggar hukum karena berakhir dengan restu dari keluarga. Disamping itu,
hilangnya nyawa seseorang atau orang diselenggarakan pula ritual pengajian,
banyak. Meskipun demikian, sampai saat selamatan, dan pembekalan sebagai tanda
ini tradisi ini masih dilakukan sebagai bahwa keluarga sudah mengikhlaskan
langkah terakhir yang diambil oleh orang- pelaku jika terbunuh. Senjata yang
orang Madura. Peristiwa atau tradisi ini digunakan dalam carok adalah celurit.
dilatarbelakangi oleh adanya pelecehan
CEMPEDEK
CEMPEDEK adalah salah satu merupakan penduduk asli kecamatan
kelompok kecil orang Dayak yang berdiam tersebut. Pada tahun 1983 orang
di Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka Cempedek berjumlah 497 jiwa di antara
berdiam dalam wilayah kecamatan Batu 30.534 jiwa penduduk Kecamatan Batu
Ampar, Kabupaten Tanah Laut, dan Ampar.
NET
Tameng suku dayak yang
terbuat dari kayu ulin
74
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CERANA
CERANA, TARI merupakan salah mengenakan busana khas suku Rote.
satu tarian penyambutan yang berasal Para penari menarikan tarian ini dengan
dari Nusa Tenggara Timur. Tarian ini gerakan yang sangat gemulai sambil
dibawakan oleh gadis-gadis pilihan yang membawa cerana (mangkuk) berisi sirih.
CERULIT
CELURIT merupakan senjata khas dari memicu kemarahan masyarakat Madura
Madura, Jawa Timur, yang keberadaannya dan akhirnya melawan Belanda dengan
tidak bisa dipisahkan dengan carok. menggunakan celurit.
Berdasarkan bentuknya yang menyerupai
tanda tanya, celurit memiliki makna Terdapat dua jenis celurit berdasarkan
bahwa orang-orang Madura selalu merasa dari bentuknya, yaitu celurit kembang turi
tidak puas terhadap apa yang terjadi dan celurit wulu pitik/bulu ayam.
di sekitarnya. Celurit, yang digunakan
sebagai senjata untuk membela istri, harta NET
dam harga diri ini, biasanya diletakkan
di pinggang samping kiri. Peletakan CELURIT
celurit pun memiliki makna, yaitu sebagai merupakan
pelengkap tulang rusuk pria yang kurang senjata
satu, karena menurut ajaran agama, khas dari
wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Madura, Jawa
Timur, yang
Awalnya celurit berfungsi sebagai keberadaannya
alat pertanian dan perkebunan. Menurut tidak bisa
legenda Pak Sakerah, tokoh perlawanan dipisahkan
terhadap penjajah Belanda, beliau dengan carok.
selalu membawa-bawa celurit. Beliau
meninggal di tiang gantungan karena
melawan Belanda. Kematian beliau
CIKO
CIKO GURU adalah salah satu Dalam permainan ini seseorang baru
permainan anak khas dari Maluku dapat bermain jika sudah ditunjuk oleh
Utara, kususnya orang Jailo dan Suhu. lawan mainnya. Permainan ini biasa
Permainan ini dimainkan oleh empat dilakukan oleh orang dewasa, karena pada
orang. Ciko guru merupakan permainan jaman dahulu permainan ini biasanya
melempar dan mencungkil 10 buah batu dilakukan di pekarangan rumah orang
kedalam lubang. yang baru meninggal.
75
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
CINA, ORANG yang biasa pula disebut daerah di Negara Cina, dan terdiri dari
orang Tionghoa. Mereka merupakan beberapa suku-bangsa di daerah asalnya
salah satu golongan dalam masyarakat itu, yaitu dari provinsi Fukien dan provinsi
Indonesia yang asal usul leluhurnya dari Kwangtung. Para imigran yang datang ke
daerah Cina di benua Asia bagian Timur. Indonesia membawa kebudayaan suku-
Mereka hidup tersebar dalam berbagai bangsanya sendiri, dengan bahasa yang
wilayah Republik Indonesia sebagai warga berbeda pula. Mereka itu paling tidak
negara Indonesia dan mungkin sebagian terbagi atas empat kelompok penutur
sebagai warga negara asing. bahasa, yaitu bahasa Hokkien, bahasa
Teo-Chin, bahasa Hakka, dan bahasa
Latar Belakang Sejarah. Hubungan Kanton, yang masing-masing merupakan
Cina dengan masyarakat Nusantara telah bahasa yang berbeda yang saling tidak
tercatat sejak dari zaman prasejarah, difahami.
termasuk yang menyangkut asal usul.
Banyak budaya dari kelompok etnik di Imigran yang terbesar, yang datang
Indonesia ditandai oleh pengaruh budaya mulai abad ke-16 sampai abad ke-19,
Cina, misalnya dalam bahasa, benda- berasal dari suku-bangsa Hokkien dari
benda budaya, seni arsitektur, hiasan provinsi Fukien bagian selatan. Mereka
pada unsur busana tradisional, dan lain- terkenal dengan kepandaian berdagang
lain yang masih dapat ditelusuri sampai di seberang lautan sejak berabad-abad
sekarang. yang lain, seperti yang tampak juga di
Indonesia. Mereka umumnya mengacu
Sebagai contoh, kehadiran orang Cina kepada sistem nilai yang memandang
di Kalimantan dalam rangka perdagangan tinggi kerajinan, hemat, kemandirian,
hasil alamnya diperkirakan oleh para semangat berusaha dan keterampilan.
ahli setidaknya pada abad pertama Itulah sebabnya mereka banyak berhasil
sebelum Masehi. Bahkan dilihat dari dalam bidang ekonomi di satu negara
disain perhiasan masyarakat Dayak dan yang kaya akan sumber daya alamnya.
juga pada orang Ngada di Flores kontak Potensi ini dimanfaatkan oleh Belanda
dengan Cina sudah dimulai lebih dini dalam mengeksploitasi ekonomi Hindia
lagi, yaitu abad ke-3 sebelum Masehi. Belanda dengan cukup sistematis. Orang
Kehadiran orang Cina di Kalimantan Cina lebih banyak berdiam di Jawa
tadi mencari macam-macam kebutuhan, Tengah, Jawa Timur, dan pantai barat
seperti: (1) kayu gaharu ya ng digunakan Sumatra, Indon esia bagian Timur.
sebagai dupa; (2) sarang burung layang-
layang (collocalia nidifia) sebagai bahan Kelompok Teo-Chiu dan Hakka
makanan dan obat; (3) batu bezoar atau (Khek) berasal dari provinsi Kwangtung
“batu monyet” yang ditemukan dalam dari daerah yang berbeda. Orang Hakka
kantung empedu monyet varietas tertentu berasal dari daerah tandus di pedalaman
sebesar kacang bogor sampai ukuran telor dan yang paling miskin di antara perantau
ayam yang kecil; benda yang harganya Cina. Di Indonesia mereka disukai sebagai
mahal ini digunakan untuk obat; (4) kuli perkebunan dan pertambangan di
cula badak untuk obat; (5) damar atau Sumatra Timur, Bangka, Biliton, tambang
resin untuk perekat pembuatan kapal emas di Kalimantan Barat, Sumatra.
atau perahu; (6) Camphor dari pohon Sejak akhir abad ke-19 orang Hakka
Dybalanops aromatika untuk obat, dupa, bermigrasi ke Jawa Barat dan Jakarta
dan pengawet jenazah, dan lain-lain. untuk berdagang. Orang Kanton (Kwong
Fu) bermigrasi ke Indonesia pada abad ke-
Asal usul orang Cina yang kini ada 19. yang juga banyak bekerja di tambang
di Indonesia bukan berasal dari satu
76
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
timah di pulau Bangka. Mereka ini juga NET
datang disertai pula dengan keterampilan
tertentu, seperti pertukangan, Pagoda di semarang, merupakan sebuah
keterampilan teknis lainnya. Di Indonesia bukti bangsa cina sudah ada di Indonesia
mereka banyak yang membuka toko besi
dan industri kecil. Mereka ini lebih banyak sejak lama.
tersebar di Indonesia, namun mereka
tidak banyak terdapat di Jawa Tengah, seperti Jawa Barat, Kalimantan Barat,
Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan proses proses ukulturasi kurang terwujud.
Timur, Bangka, dan Sumatra Tengah. Di Kalimantan Barat pola pemukiman
pedesaan masih khas seperti yang
Orang Cina yang terdiri dari terdapat di pelbagai daerah di Cina.
empat kelompok etnik tadi, orang Mereka yang berdiam misalnya di Bagan
biasa menggolongkannya menjadi (1) Siapiapi, di Sumatra bagian Timur banyak
Cina Peranakan dan (2) Cina Totok. yang tidak bisa berbahasa Indonesia;
Penggolongan ini didasarkan pada tingkat kebudayaan yang muncul jauh lebih
penyesuaian dan akulturasi mereka bersifat Hokkien dari pada Melayu.
terhadap kebudayaan Indonesia, tingkat Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa
intensitas perkawinan campuran mereka Hokkien yang masih murni. Mereka inilah
dengan orang Indonesia. yang biasa disebut Cina Totok.
Daerah Indonesia yang termasuk Di kalangan mereka pernah
awal didatangi oleh Perantau Hokkien berkembang suatu anggapan, di mana
adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Cina Peranakan menganggap Cina Totok
Mereka datang dengan bergelombang lebih rendah, karena mereka berasal dari
dalam jumlah yang kecil dan sebagian kuli atau buruh. Sebaliknya Cina Totok
besar adalah laki-laki. Karena itu memandang rendah Cina Peranakan,
banyak terjadi kawin campur dengan karena dianggap berdarah campuran.
wanita Indonesia, mulai sekitar abad
ke-16 sampai permulaan abad ke-20. Dalam masa kolonial Belanda, mereka
Lahirlah Cina Peranakan dengan unsur pun tidak mau disamakan dengan orang
kehidupan menyerupai orang Jawa, Indonesia asli dan selalu memelihara
bahasa asalnya telah dilupakan dan ciri
fisiknya serta unsur kehidupannya telah
menyerupai orang Jawa. Di Bangka
Timur Laut, kebudayaan pribumi
yang terbaur dalam kebudayaan Cina
setempat lebih besar. Bahasa yang
digunakan hampir merupakan dialek
Hakka campuran dengan banyak
kosakata pinjaman dari bahasa Melayu
Bangka. Norma-norma Melayu sangat
jelas pada kebudayaan material, pola
tempat tinggal, struktur kekeluargaan,
dan lain-lain. Selain itu masyarakat Cina
di Sumatra Barat, Bali, Minahasa, dan
Ambon tampak pengaruh pribumi yang
lebih besar pada kebudayaan sinkritis
dari masyarakat Cina yang tumbuh dan
berakar setempat.
Sebaliknya di daerah-daerah lain,
77
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
identitas Cina. Sikap itu didorong lagi 1965 (2.750.000 jiwa).
oleh propaganda kaum nasionalis Cina Pada tahun 1961, orang Cina di
untuk berorientasi kepada keagungan
kebudayaan Cina termasuk kalangan Indonesia berjumlah 2.505.000 jiwa tadi,
Peranakan. Pihak Belanda sendiri yang berarti 2,5 persen dari penduduk
mendirikan sekolah-sekolah Cina Indonesia yang berjumlah 96.327.000 jiwa
Belanda (Hollands Chinese School), yang pada waktu itu. Dari keseluruhan jumlah
mengisolasikan anak-anak Peranakan dari tersebut sebagian besar (1.230.000 jiwa)
anak-anak Indonesia. Selain itu, secara berdiam di Jawa dan Madura, sedangkan
yuridis bagi orang Cina berlaku hukum yang lainnya di Sumatra (690.000),
perdata yang berbeda dengan orang Kalimantan (370.000 jiwa), daerah lain
Indonesia pribumi, dan mereka pernah (215.000 jiwa). Di pulau Jawa sebagian
mempunyai dwikewarganegaraan Cina besar hidup di kota (58,4 persen) dan
merangkap Indonesia. Sejak tahun 1955 selebihnya di luar kota. Di pulau Sumatra,
baru ada aturan, mereka harus memilih yang hidup di kota jumlahnya lebih
salah satu WNI atau RRC. kecil (29,4 persen), Kalimantan Barat
(21,2 persen), dan daerah lainnya (49,6
G. William Skinner yang menulis persen).
tentang orang Cina di Indonesia (1963)
mengemukakan bahwa batasan tentang Keadaan porsi orang Cina yang
orang Cina tidak cukup dengan kriteria besar diperkotaan seperti di Jawa tadi
ras, hukum atau budaya, tapi harus juga merupakan kelanjutan dari pada yang
diperhatikan identifikasi sosialnya. Yang telah terwujud dari masa penjajahan
pernah diandalkan untuk pengenalannya Belanda. Hal ini ada kaitannya dengan
adalah penggunaan nama keluarga kebijaksanaan pengusaha Belanda pada
Cina. Akan tetapi sejak tahun 1966 ada sebagian terbesar abad ke-19, di mana
perubahan nama, yang menyebabkan orang-orang Cina harus tinggal di bagian
sulit mengenali dari segi nama itu. Dalam kota yang sudah ditentukan dan hanya
kehidupan sehari-hari mereka juga sudah boleh keluar dari daerah itu jika mendapat
sukar dibedakan dengan masyarakat izin dari pemerintah Belanda. Itulah
Indonesia lainnya. sebabnya akhirnya salah satu ciri kota,
misalnya di Jawa, adanya perkampungan
Data Demografi. Sampai dengan khusus orang Cina dalam sebuah kota
pertengahan abad ke-19 sebagian terbesar yang disebut pecinan. Dalam masa
orang Cina berdiam di pulau Jawa (sekitar pemerintahan Indonesia berbagai situasi,
150.000 jiwa), karena kota perdagangan seperti masa revolusi fisik, dan aturan
yang ramai waktu itu adalah di pulau tertwntu, menyebabkan mereka menetap
Jawa. Pada pertengahan abad ke-19 di kota.
sampai abad ke-20 tambang timah di
Bangka dan Biliton serta perkebunan Mata Pencaharian. Sebagian besar
di Sumatra Timur dibangun dan dari orang Cina Hokkien hidup dari
berkembang, yang banyak mempekerjakan perdagangan, seperti yang tampak di
orang Cina yang didatangkan dari negeri Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebaliknya
Cina. Jumlah mereka di luar Jawa, dari di Jawa Barat, di pantai barat Sumatra,
tahun ke tahun, terus berkembang. banyak Hokkien yang hidup bertani,
Data sensus penduduk tahun 1930 sedangkan di Bagan Siapiapi (Riau),
menunjukkan jumlah mereka adalah umumnya menangkap ikan. Orang
1.233.214 jiwa, yang merupakan 2 persen Hakka di Jawa dan Madura sebagian
dari keseluruhan penduduk Indonesia. sebagai pedagang dan sebagian lainnya
Tahun 1956 jumlahnya menjadi 2.200.000 sebagai pengusaha industri kecil. Orang
jiwa, tahun 1961 (2.505.000 jiwa), tahun Hakka di Sumatra bekerja sebagai buruh
pertambangan dan di Kalimantan Barat
78
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
sebagai petani. Di daerah Indonesia berubah. Perkawinan yang terlarang
lainnya mereka umumnya sebagai adalah antara orang yang mempunyai
pedagang. Orang Kanton di Jawa sebagian keluarga (she) yang sama. Seorang
mempunyai perusahaan industri kecil dan perempuan tidak boleh kawin mendahului
berdagang hasil bumi. Di Sumatra mereka kakak perempuannya, sebaliknya adik
ada yang menjadi petani, tukang, pekerja perempuan dapat mendahului kakak
tambang. laki-lakinya, atau adik laki-laki boleh
mendahului kakak perempuannya.
Dalam perdagangan, mereka Adat menetap sesudah nikah adalah
mengorganisasi usahanya berdasarkan patrilokal, terutama bagi anak laki-laki
sistem kekerabatan. Usaha-usaha mereka pertama karena ia akan meneruskan
yang berskala kecil cukup diurus oleh pemujaan terhadap leluhur. Anak laki-laki
anggota keluarganya tanpa mengambil berikutnya bebas memilih di lingkungan
tenaga dari luar. Usaha itu terdiri dari kerabat suami atau isteri.
kantor dagang, toko, atau sebuah gudang
dan sekaligus menjadi tempat tinggal. Kini mereka cenderung hidup
Kalau usaha itu menjadi besar, mereka dalam satu keluarga batih dan keluarga
membuka cabangnya di kota lain dalam monogami. Namun, aturan adat masa lalu
bentuk yang sama, yang diurus oleh tidak melarang poligini, yang biasanya
seorang anggota kerabat yang lain. Hak karena isteri pertama tidak menghasilkan
milik seluruhnya berada dalam lingkungan anak laki-laki. Seperti disinggung di atas,
keluarga atau famili dekat. Usaha-usaha anak laki-laki menggantikan kedudukan
anggota keluarga mudah disatukan ayahnya meneruskan pemujaan leluhur.
misalnya kalau membuat perseroan Kalau dulu kedudukan wanita dianggap
terbatas. lebih rendah, kini sudah berubah dan
karena itu tidak dituntut lagi harus
Dilihat dari segi Totok dan Peranakan melahirkan anak laki-laki.
tampak ada perbedaan. Golongan
Totok lebih suka bekerja untuk dirinya Dalam hal pergeseran-pergeseran yang
sendiri, dan sebagian besar bergerak timbul dalam kekerabatan bisa dibedakan
dalam bidang usaha. Mereka lebih antara Peranakan dan Totok. Banyak
menghargai kekayaan, hemat, mandiri. unsur struktur kekerabatan dikalangan
Pekerjaan golongan peranakan lebih Peranakan mulai meninggalkan ciri-ciri
beraneka ragam, yang lebih suka bidang patrilineal dan patrilokal. Sifat bilateral
kejuruan, pekerjaan administrasi, atau staf golongan ini tercermin pula pada istilah
perusahaan-perusahaan besar. Golongan kekerabatan yang tidak membedakan
ini lebih menghargai penikmatan hidup, keluarga pihak ibu dan pihak ayah.
waktu senggang, kedudukan sosial, dan Kekuasaan ekonomi dan sosial pada kaum
perasaan terjamin. Peranakan sudah lebih terbagi sama rata
pada laki-laki dan perempuan.
Organisasi Sosial. Orang Cina baru
dianggap dewasa (menjadi orang) kalau Religi. Di negeri Cina mereka
sudah menikah. Upacara perkawinan umumnya memeluk agama Budha, tetapi
yang biasanya cenderung rumit dan di Indonesia ada pula yang menganut
agung, masih tergantung kepada agama sistem kepercayaan berdasarkan ajaran
atau sistem religi yang mereka anut. Kung Fu-tse, Tao, Kristen, Katolik atau
Upacara perkawinan Cina Totok dan Islam. Kung Fu-Tse bukan agama, tetapi
Cina Peranakan ada perbedaan. Dahulu hanya merupakan ajaran filsafat untuk
perkawinan seseorang ditentukan dan hidup dengan baik, yang di Indonesia
diatur oleh keluarga, yang menyebabkan lebih banyak bergerak di bidang sosial.
satu pasangan tidak saling kenal
sebelumnya. Kini pola semacam itu sudah Pemujaan leluhur dengan memelihara
abu leluhur dalam rumah dengan
79
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
upacara pemujaan di tempat yang yang berarti dalam kehidupan ekonomi,
sengaja disediakan berupa sebuah meja yang kemudian diperbesar segi-segi
panjang dan tinggi. Sebuah meja rendah sosial, budaya, dan politik, yang dasarnya
diletakkan di bawah meja tinggi tadi. terbentuk pada masa pemerintahan
Semua itu diletakkan di bagian depan kolonial, yang kemudian melahirkan
ruang rumah. Meja-meja itu berwarna kesenjangan sosial. Masalah ini berlanjut
merah tua dihiasi beraneka ragam sampai pada masa yang lebih akhir
ukiran. Di atas meja panjang ada tempat dengan munculnya berbagai peristiwa
menancapkan batang-batang dupa (hio misalnya di Solo (tahun 1912), Kudus
lau) dan di kanan kiranya ada sepasang (1918), Kebumen dan Tangerang (1946),
pelita yang dinyalakan setiap tanggal satu Cirebon, Bandung (1949), Sukabumi
dan lima. Di kedua sudut meja rendah tadi (1963), Peristiwa Malari (1974), Solo
terpasang lilin merah. Upacara pemujaan (1980).
leluhur itu dipimpin oleh sang ayah dalam
keluarga yang bersangkutan. Kewajiban Hasil penelitian lapangan (Suparlan et
ini diturunkan kepada anak laki-laki al, 1989) tentang interaksi antar etnik di
sulung, dan seterusnya. Pontianak (Kalimantan Bar at), Pekanbaru
(Riau), Sumenep (Madura, Jawa Timur)
Sebagian orang Cina di Indonesia memberi gambaran tertentu tentang
masih merayakan tahun baru tradisional, proses pembauran golongan Cina dengan
yang dikenal dengan Tahun Baru Imlek. masyarakat setempat. kecenderungan
Tahun baru ini diperingati antara lain pembauran lebih mudah terjadi dalam
dengan mengadakan sembahyang di kuil masyarakat yang mempunyai kebudayaan
atau di depan meja abu. Di atas meja itu dominan seperti yang terwujud di
diletakkan kue, yang di Indonesia dikenal Sumenep dan Pekanbaru. Sebaliknya
dengan nama “kue cina”. Upacara ini dalam masyarakat yang tidak mengenal
dilakukan dalam keadaan bersih lahir dan kebudayaan dominan, masing-masing
batin. Selama tahun baru ini tidak boleh pihak cenderung mempertahankan
mengucapkan kata-kata kasar dan tidak identitas kelompoknya masing-masing,
boleh menyapu selama tiga hari. Larangan seperti yang terjadi di Pontianak. Namun
menyapu itu dimaksudkan agar rejeki stereotip dan prasangka dipunyai oleh
tidak tersapu ke luar. Selain itu ada hari masing-masing kelompok, terutama
raya Cheng Beng dengan melakukan ziarah terhadap orang Cina, yang menghalang-
ke makam leluhur dengan membawa halangi terwujudnya kerja sama diantara
batang dupa, lilin, kertas sembahyang dan mereka. Prasangka itu terjadi dalam
sedikti sajian. persaingan untuk sumber daya manusia.
Prasangka itu menjadi berkurang
Pembauran. Di Indonesia, seperti juga peranannya untuk menghambat hubungan
di Asia Tenggara, dikenal adanya apa yang baik, karena adanya arena interaksi yang
disebut “masalah Cina”, yakni masalah dapat mengakomodasi sikap-sikap yang
tingkat pembauran golongan keturunan tidak bersahabat, misalnya kegiatan
Cina dengan masyarakat pribumi. Masalah keagamaan dari umat Islam Cina di
ini merupakan bagian dari proses yang Sumenep serta kegiatan sosial di tingkat
lebih luas, yang biasanya disebut proses kelurahan, RW/RT. Hal ini tidak terjadi
nation building atau pembinaan kesatuan di Pontianak yang cenderung hidup
bangsa. Dalam GBHN dinyatakan, bahwa mengelompok dalam kelompok sendiri.
“usaha-usaha pembauran itu perlu
ditingkatkan di segala bidang kehidupan Gejala lain adalah hubungan antara
dalam rangka usaha memperkokoh orang Cina den gan penduduk asli
kesatuan dan persatuan bangsa”. Hal ini setempat, pada dasarnya hubun gan yang
terkait dengan peranan golongan Cina saling melengkapi dan menguntungkan.
80
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINA
Akan tetapi hubungan persaingan memperoleh hasil yang memuaskan, tentu
menghasilkan prasangka dan saling harus terus dilanjutkan. Menurut Amri
menjauh, misalnya antara orang Madura Marzalio (makalah, 1983) keberhasilan
dengan orang Cina di Pontianak. Pada upaya itu yang dilihat dari mengurangi
saat terasa ketidakadilan ekonomi yang kesenjangan dalam sosial ekonomi baru
menguntungkan orang Cina muncullah dapal diraih dengan menuntut tanggung
luapan prasangka tadi. Di Madura jawab banyak pihak. Tanggung jawab
meskipun orang Cina telah memeluk terbesar ada di pihak pemerintah.
agama Islam sejak beberapa generasi selanjutnya tanggung jawab pribumi
yang lalu, mereka tetap digolongkan dan golongan keturunan Cina itu
sebagai orang Cina. Gejala ini mas ih sendiri. Semuanya untuk merebut hasil
perlu dipelajari guna keberhasilan usaha pembangunan yang diharapkan untuk
pembauran. seluruh rakyat Indonesia, tanpa timbul
lagi gejolak-gejolak seperti yang telah
Upaya-upaya pembauran yang telah tercatat dalam sejarah.
banyak dilakukan, dan yang belum
Rujukan: Provinsi di Indonesia, Jakarta : Direktorat Jenderal
kebudayaan
Hoffman, C.L. Tan, Mely G. (Ed.)
1985 “Punan ‘Liar’ di Kalimantan : Alasan
1981 Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia,
Ekonomis”, Peranan Kebudayaan Tradisional Jakarta : PT Gramedia
Indonesia Dalam Modernisasi (Michael R. Dove, Vasanty, Puspa
ed.), Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
Skinner, G.W. 1983 “Kebudayaan Orang Tionghoa
Indonesia”, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia
1963 “The Chinese Minority”, Indonesia (Ruth T. (Koentjaraningrat, Ed.), Jakarta: Djambatan
McVey, ed), New Haven : HRAF Press
Suparlan, P. et al
1989 Interaksi Antar Etnik di Beberapa
CINGCOWONG
CINGCOWONG, merupakan salah satu NET
tradisi terhadap kepercayaan animisme
yang terdapat di daerah Kuningan CINGCOWONG, merupakan salah satu
dan juga di beberapa daerah lainnya tradisi terhadap kepercayaan animisme yang
di Jawa Barat, hanya nama dan ritual terdapat di daerah Kuningan dan juga di
pelaksaannya berbeda. Saat ini tradisi beberapa daerah lainnya di Jawa Barat.
cingcowong juga masih terdapat di
Kecamatan Luragung. Ritual ini biasanya
dilakukan oleh seorang dukun yang
kemampuannya diwariskan secara turun
menurun dengan tujuan untuk meminta
hujan pada saat kemarau panjang.
Perlengkapan untuk melaksanakan
ritual cingcowong antara lain berupa
sebuah boneka berkepala batok kelapa,
81
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CINGCOWONG
selembar tikar, sebuah tangga bambu, sisir, tanah dibunyikan dengan kipas anyaman
cermin, ember berisi air kembang, dan bambu.
arang kayu. Ritual ini juga diiringi dengan
alat musik berupa bokor kuningan dan Saat ini, cingcowong tidak lagi hanya
buyung tanah. Bokor kuningan ditabuh dilaksanakan dengan tujuan utama
menggunakan kayu, sedangkan buyung meminta hujan tetapi sebagai perayaan
tradisi kuno yang perlu dilestarikan.
CIREBON
CIREBON, ORANG adalah pendukung Orang Cirebon sering menyebut dirinya
salah satu sub kebudayaan yang ada di sebagai wong Jawa yang membedakannya
daerah Provinsi Jawa Barat, di samping dengan orang Sunda yang disebutnya
sub kebudayaan Banten, dan kebudayaan wong gunung. Dilihat dari segi budaya,
Sunda. Mereka ini berdiam terutama orang Cirebon merupakan pendukung
di kota madya Cirebon dan Kabupaten budaya hasil pertemuan kebudayaan
Cirebon yang terbagi atas 40 buah Sunda dan Jawa. Hal ini dapat dilihat,
kecamatan. Pada tahun penduduk kedua misalnya pada bahasanya yang dominan
daerah tingkat II ini berjumlah 1.711.358 Jawa.
jiwa sedangkan saat ini jumlah penduduk
di kedua daerah tersebut tidak kurang Bahasa ini sering disebut dengan
dari 2 juta jiwa. Di antara jumlah tersebut nama bahasa Jawa-Cirebon atau ada
tidak diketahui berapa jumlah yang yang menggolongkannya sebagai dialek
disebut orang Cirebon. Sementara sumber Jawa-Cirebon, sebagai salah satu dialek
lain menyatakan bahwa yang dimaksud dari bahasa Jawa; dan kadang-kadang
dengan daerah Cirebon, selain yang agar lebih mudah orang menyebut saja
tersebut di atas, termasuk pula Kabupaten bahasa Cirebon. Bahasa atau dialek ini
Kuningan, Kabupaten Majalengka, merupakan salah satu bahasa kuna.
dan Kabupaten Indramayu. Semuanya Dilihat dari segi bahasa di daerah Cirebon
merupakan bagian wilayah Provinsi Jawa dengan skop yang luas tadi, orang masih
Barat. Pada tahun 1986 keseluruhan membedakan adanya dialek Kuningan dan
Kabupaten tersebut berpenduduk sekitar 5 dialek Majalengka (lihat Rosidi, 1985).
juta jiwa.
Lebih dari sekedar pertemuan dua
Wilayah dan kota Cirebon yang terletak budaya tersebut di atas, budaya Cirebon
di bagian utara Jawa Barat dan berbatasan memiliki kekhasan yang lain, karena
dengan wilayah Provinsi Jawa Tengah ini, terpadunya unsur budaya Hindu, Cina,
ditandai dengan latar belakang sejarah dan Islam, di mana yang disebut terakhir
yang khas dan mempunyai arti penting adalah yang paling dominan. Perpaduan
dalam rantangan sejarah budaya di ini tampak dalam arsitektur, upacara,
Indonesia. Kota Cirebon telah berdiri sejak ragam hias, seni tari, unsur-unsur budaya
abad ke-15, dan pada tanggal 13 Juli 1991 Hindu memang merupakan budaya
telah berusia 621 tahun. Sejak abad itu yang mempengaruhi daerah Jawa Barat
di Cirebon telah ada kegiatan perniagaan umumnya sebelum kedatangan Islam.
yang didatangi saudagar-saudagar dari
daerah nusantara lainnya misalnya Pasai, Budaya Cina masih tergurat dalam
Palembang, Jawa Timur, dan lain-lain. unsur-unsur budaya lama seperti pada
ragam hias dan lambang-lambang lainnya.
Pengaruh budaya Cina tampak jelas
82
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CIREBON
pada ornamen-oenamen dalam keraton, hal ini budaya Islam, sejak berabad-abad
mesjid, motif hiasan banji, wadas, motif yang lalu. Bertahan dan tersebarnya
mega pada batik, lambang naga pada budaya mereka ini dapat dilihat dalam hal
kereta pusaka. Motif banji seperti swastika kesenian dan upacara-upacara. Sebagai
yang melambangkan murah rezeki dan salah satu contoh adalah kesenian topeng.
kebahagiaan yang berlipat ganda. Motif Kesenian ini pada mulanya merupakan
mega yang disebut ‘mega mendung’ pada sarana untuk menyebarkan ajaran agama
batik, mega yang menyimpan hujan dan Islam. Kesenian ini bersifat sakral, tetapi
melambangkan pembawa kesuburan dan kemudian menjadi kesenian rakyat biasa,
pemberi Kehidupan. Warnanya adalah biru bahkan menjadi sarana untuk ngamen.
tua dan biru muda yang melambangkan Kesenian ini pun melebarkan sayapnya
semakin cerahnya kehidupan. Warna- ke luar daerah Cirebon, misalnya adanya
warna ornamen dan hiasan umumnya kesenian topeng Tambun, kesenian topeng
yang terang dan berani diperkirakan Betawi. Di pihak lain kesenian topeng di
sebagai pengaruh Cina (lihat juga Kompas, desa cikal bakalnya, desa Silangit, masih
10-5-1989). terus tumbuh, justru yang meneruskan
hidupnya kesenian itu, konon turunan dari
Setelah kedatangan Islam Cirebon orang yang pertama melahirkan kesenian
merupakan salah satu pusat penyebaran tersebut.
agama Islam di pulau Jawa dari abad
ke-15 tadi. Kebudayaan Islam ditandai http://sanggarsekarpandan.files wordpress.com
dengan adanya pemerintahan kesultanan
dengan keratonnya. mesjid-mesjid Tari topeng Panji salah satu kesenian dari
tua. Sunan Gunung Jati sebagai salah Cirebon.
seorang wali dan tokoh sentral, kesenian
yang bernapas keagamaan. Cirebon
memiliki empat buah keraton, yaitu
keraton-keraton Kasepuhan, Kanoman,
Kacirebonan, dan Kaprabonan. Keraton-
keraton ini sedikit banyaknya masih
memberi warna terhadap perkembangan
budaya terhadap masyarakat sekitarnya
bahkan meluas kedaerah pinggiran. Hal
ini dapat dilihat misalnya dari wujud
pelapisan sosialnya, seperti orang
kebanyakan, golongan menengah, dan
golongan bangsawan. Pelapisan sosial
ini tercermin pada simbol status berupa
pakaian yang bervariasi antara lapisan-
lapisan itu (lihat Cornelia Jane Benny et
al, Pakaian Tradisional Daerah Jawa Barat,
1988).
Patut dicatat bahwa masyarakat
Cirebon merupakan salah satu masyarakat
yang cukup kuat mempertahankan
kebudayaannya dari berbagai pengaruh
luar, sebaliknya mereka malahan
memberi pengaruh kepada daerah-daerah
sekitarnya, sesuai dengan peranannya
sebagai pusat penyebaran budaya, dalam
83
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CIREBON
Kesenian topeng itu mengandung ada yang ditarik ke kraton. Kesenian-
makna penggambaran kehidupan kesenian ini pun pada umumnya berlatar
manusia, yang terdiri atas lima babak, belakang sistem kepercayaan tertentu.
yaitu tari panji, samba, rumayang, patih, Hal inilah yang menyebabkan kesenian
dan kelana. Babak panji menggambarkan itu cenderung bertahan. Namun mereka
manusia yang dianggap suci, dan seorang pun pemah melahirkan kesenian baru
pemimpin yang adil, bijaksana. Bagian yang kemudian menjadi sangat pupuler,
samba menggambarkan dunia yang misalnya tarling yaitu kesenian yang
gemerlap dengan kekayaan. Rum yang memadukan alat musik gitar dan suling,
melambangkan ketakwaan kepada Tuhan sehingga namanya menjadi ‘tarling’.
Yang Maha Esa. Patih menggambarkan Kesenian yang muncul tahun 1950-an itu
sikap prajurit yang disiplin dan sifat bertahan sampai masa terakhir ini.
kepahlawanan yang gagah berani.
Bagian kelana menggambarkan watak Kekhasan budaya dan kekayaan
manusia yang serakah, angkara murka. kesenian dari masyarakat Cirebon ini
Antara babak-babak itu biasanya menyebabkan daerah ini mempunyai
diselingi dengan dagelan atau bodoran potensi untuk pengembangan pariwisata.
agar tidak membosankan. Lakon yang
berlangsung sekitar lima jam ini disertai
pula dengan sesajen, yang menandakan
bahwa kesenian ini ditumpangi sistem
kepercayaan tertentu.
Masyarakat Cirebon cukup kaya
dengan macam-macam kesenian
lainnya, misalnya masres, wayang kulit
dari wayang golek cepak, gembyung,
rudat, tayuban, genjring, dan lain-lain.
Tarian itu hidup di kalangan masyarakat
pedesaan, meskipun di antara mereka
NET
Salah Satu corak Topeng Panji.
CITAK
CITAK, ORANG merupakan satu dengan beberapa kelompok etnik lainnya,
kelompok etnik yang berdiam dalam seperti kelompok Awyu,Yaqai, Asmat.
wilayah Kecamatan Citak Mitak, Dilihat dari hasil-hasil karya seninya orang
Kabupaten Mapi, Provinsi Papua. Mereka Citak bersama dengan orang Mimika
ini berdiam di sekitar aliran sungai dan ketiga kelompok tersebut di atas
Wildeman dan sungai Sua. Wilayah termasuk wilayah gayaseni Barat-Daya.
pemukiman kelompok ini berdekatan Hasil penelitian para ahli menyimpulkan,
84
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CITAK
bahwa wilayah gayaseni Barat-Daya ini untuk memudahkan pengawasan dari
merupakan satu dari sembilan wilayah pihak pemerintah masa itu, yang baru
gayaseni yang terdapat di Irian. saja memperkenalkan agama Nasrani.
Makanan pokok ora ng Citak adalah
Orang Citak memiliki bahasa sendiri sagu dan gizinya diperkaya dengan
yaitu bahasa Citak atau terkadang disebut ikan dan daging. Sagu dan ikan adalah
bahasa Kaunak. Ada yang berpendapat hasil ramuan kaum wanita, dan daging
bahasa ini merupakan salah satu dialek merupakan hasil buruan kaum pria.
dari bahasa Asmat yang termasuk rumpun Dalam memperoleh bahan makanan itu,
bahasa Papua. Jumlah penutur bahasa mereka menggunakan perahu. Perahu
ini diperkirakan sekitar 4.000 jiwa, yang untuk kepentingan keluarga panjangnya
sekaligus sebagai perkiraan jumlah orang sekitar 10 meter, sedangkan untuk
Citak. Kecamatan Citak Mitak yang berburu lebih ramping dan panjangnya
luasnya 2.156 kilometer persegi itu pada sekitar empat meter.
tahun 1987 berpenduduk 8.811 jiwa
sedangkan pada tahun 2006 diperkirakan (TMII)
berjumlah 23.944 jiwa. Dalam wilayah Seorang wanita Citak sambil membopong
ini masih ada kelompok-kelompok lain, anak sedang menurui tangga rumahnya.
seperti kelompok Bulu Katnao, Kuruwai,
dan Sirape.
Kelompok orang Citak bersama dengan
kelompok lain dalam wilayah gayaseni
Barat-Daya tadi masih menunjukkan
sifat-sifat khas masing-masing, misalnya
bahasa dan beberapa aspek budaya, di
samping adanya unsur-unsur persamaan.
Sebelum berlangsungnya penetrasi
kebudayaan Barat kelompok-kelompok
tadi menunjukkan ciri umum seperti
berikut ini.
Mereka hidup dengan pola semi
nomadis, karena mereka selalu mencari
daerah baru yang masih kaya akan
pohon sagu dan binatang buruan yang
hidup pada taraf ekonomi subsisten.
Sistem kekerabatannya menganut
prinsip matrilineal, adat menetap nikah
matrilokal, sistem pergaulan kekerabatan
bilateral, sistem istilah kekerabatan
yang klasifikatoris. Hal yang terakhir ini
dimaksudkan bahwa istilah-istilah untuk
kelompok kerabat dari satu kelompok
generasi adalah sama. Mereka juga tidak
mengenal sistem klen.
Semula mereka tidak tinggal dalam
kampung-kampung permanen, tetapi
terpencar dalam kampung-kampung kecil.
Setelah ada paksaan dari pemerintah
Belanda barulah mereka tinggal dalam
dusun-dusun yang lebih besar. Hal ini
85
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CITAK
Orang Citak pernah mengembangkan dihasilkan orang Asmat dan orang Awyu.
cabang seni semacam seni drama dan seni
rupa. Seni tersebut sebagai bagian dari Rujukan:
upacara-upacara yang mereka lakukan.
Seni memahat dan membuat perisai untuk Proyek Media Kebudayaan
tarian merupakan satu kemahiran yang tt Monografi Daerah Irian Jaya. Jakarta :
luar biasa. Teknik mengukir dan pilihan
warna yang ditampilkan pada perisai- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
perisai orang Citak ini sama dengan yang Sutaarga, Moh. Amir 1974
Seni Rakyat di Irian Jaya, Jakarta : Proyek
Rehabilitasi dan Perluasan Museum
COKEK, TARI
COKEK, TARI, merupakan tarian yang kreasi baru, seperti tari Sembah Nyai,
berasal dari budaya Betawi Tempo Doeloe Sirih Kuning, dan sebagainya. Tari cokek
dan banyak diwarnai budaya etnik China. ditarikan berpasangan antara laki-laki
Tarian cokek mirip sintren dari Cirebon dan perempuan. Penari perempuannya
atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. mengenakan kebaya yang disebut cokek.
Tarian ini kerap identik dengan keerotisan
Tari Cokek juga sebagai pengiring tari penarinya, yang dianggap tabu oleh
pergaulan yang biasa diiringi dengan orkes sebagian masyarakat.
gambang kromong sebagai pertunjukan
NET
COKEK, TARI,
merupakan
tarian yang
berasal dari
budaya Betawi
Tempo Doeloe
dan banyak
diwarnai budaya
etnik China.
COLE
COLE merupakan baju dalam untuk menggunakan kabaya. Pakaian ini
menikah yang dikenakan oleh pengantin berwarna putih dengan dihias bordir
perempuan dari Propinsi Maluku sebelum hingga pada bagian belakang.
86
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
CUAL, KAIN
CUAL, KAIN. Berasal dari bangka-
Belitung, berbentuk menyerupai songket
dengan motif khas Bangka-Belitung. Kain
ini merupakan kain adat kebanggaan
masyarakat setempat. Dan kini kain Cual
sering digunakan oleh anak-anak sekolah
dari tingkat SD sampai SMA, pada hari
jumat. Kain Cual juga sering disebut
sebagai batik Bangka-Belitung.
NET
CUAL, KAIN. Berasal dari bangka-Belitung,
berbentuk menyerupai songket dengan motif
khas Bangka-Belitung.
CUBLAK-CUBLAK SUWENG
CUBLAK-CUBLAK SUWENG tangan diatas punggung yang dadi. Salah
merupakan salah satu permainan satu pemain lainnya menjadi pemimpin
tradisional yang biasanya dimainkan oleh permainan, si mbok, yang memegang
anak-anak Jawa. Tidak banyak alat yang suweng, yang kemudian diketuk-ketukan
diperlukan dalam memainkan permainan di tangan pemain lain yang terbuka
ini. Yang diperlukan hanyalah sebuah dengan diiringi lagu. Di tengah-tengah
Suweng (kerikil) yang diletakkan di telapak lagu, suweng diletakkan di tangan salah
tangan pemain. Cara bermainnya, setelah satu pemain dan pemain yang dadi tadi
para pemain berkumpul, dilakukan undian harus menebak siapa yang memegang
(hompipah) untuk menentukan siapa yang suweng tersebut. Jika jawabannya benar,
jadi (dadi). Posisi pemain yang dadi itu maka yang memegang suweng tersebut
adalah telungkup dengan pemain lainnya bertukar posisi dengan yang dadi, namun
duduk di sekelilingnya dengan posisi jika jawaban salah, tidak ada perubahan.
CUNRIK
CUNRIK, adalah senjata tradisional Salah seorang resi perempuan yang
Betawi yang terbuat dari besi kuningan terkenal menggunakan cunrik ini adalah
dengan panjang kurang dari 10cm dan Buyut Nyai Dawit, pengarang Kitab
biasa digunakan oleh para resi perempuan Sanghyang Shikshakanda Ng Karesiyan
yang tidak ingin menonjolkan kekerasan (1518) yang wafat dan dimakamkan di
dalam pembelaan dirinya. Pager Resi Cibinong.
87
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
D
DABUS
DABUS, TARI adalah Debus yang lain. Dalam tarian ini juga terdapat unsur
berasal dari Ternate, Maluku Utara. Tarian keagamaan. Tarian ini dimaksudkan untuk
ini mempertunjukan kekebalan tubuh melindungi diri dari bahaya dan musuh
para penarinya dari senjata tajam dengan yang dapat mengganggu.
cara melukai dirinya dan penari yang
NET
DABUS, TARI
adalah Debus
yang berasal
dari Ternate,
Maluku Utara.
DAIRI
DAIRI yang sering juga disebut orang juga berkembang kebun-kebun pertanian
Pakpak, adalah salah satu subsuku rakyat, misalnya perkebunan tembakau
bangsa Batak yang berwilayah asal di dan kopi.
Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara.
Kabupaten seluas 3.146,10 kilometer Berdasarkan data sensus penduduk
persegi ini terdiri atas 13 kecamatan, tahun 1980, penduduk Kabupaten Dairi
yaitu Kecamatan Berampu, Gunung berjumlah 241.785 jiwa sedangkan saat
Sitember, Lae Parira, Parbuluan, Pegagan ini diperkirakan berjumlah 350.000 jiwa.
Hilir, Sidikalang, Siempat Nempu, Siempat Di Kabupaten ini, selain orang Dairi,
Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu, Silima juga berdiam subsuku bangsa Batak
Pungga-Pungga, Sumbul, Tanah Pinem, lainnya, misalnya orang Batak Toba. Batak
dan Tiga Lingga. Kabupaten ini terletak Simalungun, dan Batak Karo. Sementara
pada ketinggian 150 – 1.400 meter di itu jumlah suku bangsa pendatang dari
atas permukaan laut. Sebagian besar luar daerah Batak sangat kecil. Secara
wilayahnya masih berupa hutan primer keseluruhan orang Dairi di kabupaten ini
dengan tanah humus yang subur. Keadaan bukan merupakan penduduk mayoritas.
tanahnya memungkinkan penduduk Jumlah mereka jauh lebih sedikit
mengembangkan mata pencaharian dibanding penduduk dari kelompok Batak
bersawah dan berkebun. Di daerah ini Toba yang menetap di Kabupaten ini, yaitu
sekitar 138.469 jiwa. Namun di daerah
88
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAIRI
tertentu, jumlah mereka adalah yang dapat dijadikan kampung. Suatu kampung
terbesar dibandingkan dengan penduduk baru dianggap sah apabila penduduk
suku bangsa lain. Dari 15.004 jiwa wilayah kampung itu telah memberikan
penduduk Kecamatan Salak, orang Dairi persembahan kepada Raja Aur. Peresmian
diperkirakan berjumlah 14.407 jiwa; dari pendirian sebuah kampung biasanya
sekitar 12.120 jiwa penduduk Kecamatan ditandai oleh pesta adat.
Kerajaan, orang Dairi berjumlah 10.656
jiwa. Di Kecamatan Silimapungga, Ketika Belanda masuk ke daerah ini,
Siempat Nempu, Sumbul, Tigalingga, dan sistem pemerintahan adat daerah ini
Sidikalang, jumlah orang Dairi jauh lebih mengalami perubahan. Kedudukan Raja
sedikit dibanding penduduk dari kelompok Aur digantikan dengan Raja Ekuten yang
Batak Toba. Di Kecamatan Tanah Pinem, memerintah dengan bantuan Raja Pandua.
orang Dairi menempati kedudukan kedua Kekuasaan Raja Ekuten diturunkan secara
setelah orang Batak Karo. turun-temurun. Sejak berlakunya Demang
Stelsel tahun 1915, jabatan Raja Ekuten
Orang Dairi menggunakan bahasa tidak berlaku lagi dan kedudukannya
Dairi yang bentuknya sedikit berbeda digantikan oleh Kepala Negeri. Sementara
dengan bahasa Batak Toba atau Batak itu, jabatan pertaki juga digantikan
lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dalam oleh Kepala Kampung. Sejak jaman
intonasi atau tekanan suara dan cara kemerdekaan, istilah Kepala Negeri
menulis dan membacanya. Pada umumnya diganti dengan Ketua Dewan Negeri.
tekanan suara bahasa Batak Dairi terletak
pada suku kedua dari belakang. Selain Sistem kekerabatan orang Dairi tidak
itu, kata-kata dalam bahasa Dairi dibaca jauh berbeda dengan sistem kekerabatan
sebagaimana kata-kata itu ditulis. Hal ini orang Batak lainnya. Garis keturunan
berbeda dengan bahasa Batak Toba yang ditarik secara patrilineal (menurut garis
mengenal huruf-huruf yang dihilangkan laki-laki). Di kalangan masyarakat juga
atau ditambah pada kata-kata tertentu. berlaku sistem kekerabatan orang Batak
Misalnya, dalam bahasa Batak Toba kata yang dikenal dengan istilah Dalihan
tamba dibaca taba, sedangkan dalam Na Tolu. Dalam tulisannya, H.J.S.
bahasa Dairi tetap dibaca tamba. Sihotang SH mengemukakan bahwa di
kalangan masyarakat Dairi berkembang
Pada masa lalu, sebelum kedatangan sepuluh aturan adat yang menyangkut
penjajah Belanda, kepemimpinan dalam perkawinan, yaitu : jujuren, artinya
suatu kampung (huta) berada di tangan perkawinan yang dilakukan sesuai alur
keturunan Sipungka Huta (yang pertama adat; menama atau kawin lari, yaitu
membuka kampung). Mereka ini dianggap perkawinan yang tidak menurut alur
lebih tua dan lebih berpengalaman. adat; niambit, yaitu perkawinan yang
Dari golongan inilah diangkat seorang diatur sejak bayi oleh kedua orangtua
pemimpin (pertaki). Ia bertanggung kedua pihak dengan cara membayar
jawab mengawasi warganya. Dalam semacam mahar oleh orangtua bayi laki-
melaksanakan tugasnya, seorang pertaki laki; kekelaan, yaitu perkawinan yang
dibantu oleh para pengetua adat, di diatur dengan jalan si pemuda tinggal
antaranya pamang-mang, yaitu orang yang di rumah calon istri sampai ia berumah
mengatur waktu turun ke sawah, menabur tangga dan bahkan sampai beranak
benih, dan saat panen, Pembantu lainnya pinak; mencukung, yaitu perkawinan
mengatur hal-hal yang menyangkut yang dilakukan dengan cara memaksa
upacara adat. si gadis dengan membopongnya ke
rumah si laki-laki untuk dikukuhkan
Beberapa kampung dikoordinasi oleh menjadi istrinya atas dukungan pihak
Raja Aur. Scorang Raja Aur juga berhak orangtua pria; mengke, yaitu mengawinan
menentukan apakah sebuah wilayah
89
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAIRI
dengan istri almarhum abangnya; janda saudara semarga tapi sudah lebih
mengeke-ngeke, mengawinan janda dari dari dua turunan di atas; mengalih, yaitu
saudara semarga yang persaudaraannya mengawini seorang janda dari lain marga;
masih dekat, yakni turunan sekakek; mengelangkup, yaitu mengambil istri
menimangi, yaitu perkawinan dengan orang lain.
net Salah satu cirikhas orang Dairi adalah
adanya adat pembagian lima yang
Pakaian Pengantin Dairi. disebut Sulung Si Lima. Cara pembagian
ini berlaku dalam semua upacara adat.
Pembagian lima misalnya, tampak dalam
cara membagi daging hewan dalam pesta
adat, yaitu bagian osang-osang (rahang)
untuk putra sulung, bagian ikur-ikur
(ekor) untuk marga atau keturunan
bungsu, bagian tulan tongah (tulang paha)
untuk marga atau keturunan “antara“
yang sulung dan yang bungsu, bagian
betekken (tulang paha depan) untuk pihak
anak perempuan (beru), dan punca ni
adep (tulang dada) sebagian untuk raja
dan sebagian lagi untuk saudara semarga
yang hadir.
Di kalangan masyarakat Dairi masih
berkembang agama asli yang disebut
Pelbegu. Kepercayaan ini meyakini adanya
roh-roh para leluhur dengan serangkaian
upacara penyembahan. Kini sebagian
penduduk Dairi memeluk agama Kristen,
dan sebagian lagi memeluk agama Islam.
DALAM
DALAM adalah salah satu kelompok net
orang Dayak yang berdiam di Provinsi
Kalimantan Barat, dalam wilayah Dalam budaya suku dayak para wanita
Kabupaten Sanggau. Dalam kabupaten ini mengenakan hiasan anting dan kuping yang
mereka bermukim terutama di Kecamatan panjang ke bawah.
Kembayan. Pada tahun 1974 anggota
kelompok ini yang masih dikategorikan
sebagai kelompok masyarakat terasing
oleh Departemen Sosial berjumlah
7.033 jiwa. Dalam wilayah Kecamatan
Kembayan mereka bertetangga dengan
kelompok kecil Dayak lainnya, seperti
Dayak Manyuke, Arot, Muara.
90
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DALAM LOKA
DALAM LOKA merupakan istana dimiliki Allah (Asmaul-Husna). Terdapat
peninggalan dari Sultan Muhamaad ukiran-ukiran khas Samawa (Sumbawa)
Jalaluddin Syah III (1885 M) yang di bangunan ini yang tampak di kayu
terletak di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara bagunannya. Saat ini, setelah beberapa
Barat. Istana ini terdiri dari dua buah kali dilakukan pemugaran dan perbaikan,
bangunan kembar yang berdiri diatas Dalam Loka dimanfaatkan sebagai tempat
99 buah tiang besar. Jumlah tiang itu penyimpanan benda-benda bersejarah
melambangkan 99 jumlah nama yang Kabupaten Sumbawa.
NET
DALAM LOKA
merupakan
istana
peninggalan
dari Sultan
Muhamaad
Jalaluddin Syah
III (1885 M)
yang terletak
di Sumbawa
Besar, Nusa
Tenggara Barat.
DALIHAN NATOLU
DALIHAN NATOLU, adalah sistem dari pihak istrinya. Elek Marboru
kekerabatan suku Batak yang terdiri dari artinya harus dapat merangkul boru
Marsomba tu Hula-Hula, Elek Marboru dan menghormatinya. Boru adalah anak
dan Manat Mardongan Tubu. Marsomba perempuan dari suatu marga. Manat
tu Hula-Hula, seorang pria yang sudah Mardongan Tubu, hubungan baik dengan
menikah harus menghormati keluarga saudara-saudara semarga.
DAMAL
DALITAROE, PERHIASAN, merupakan saat menampilkan tarian tradisional khas
perhiasan berupa anting berbentuk Sulawesi Tengah dan dipakai bersama
kepingan-kepingan kecil segi empat perlengakapan seperti pawala, lola,
sebanyak 30 buah yang terbuat dari bahan pontondate, geno, serta pende. Perhiasan
logam seperti emas dan perak. Anting ini tersebut melambangkan kebesaran dan
biasa dipakai oleh para penari perempuan keagungan diri sang penari.
91
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAMAL
DAMAL adalah salah satu kelompok berjumlah sekitar 4.000 jiwa, sedangkan
sosial yang berdiam di Kecamatan Beoga di Ilaga berjumlah 1.500 jiwa. Pada
dan Kecamatan Ilaga di lembah daerah tahun 1987 penduduk Kecamatan Beoga
Pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya. berjumlah 6.829 jiwa, dan penduduk
Kedua kecamatan ini termasuk wilayah Kecamatan Ilaga berjumlah 11.192 jiwa.
Kabupaten Paniai. Sejak tahun 2008, Berapa orang Damal di antara jumlah
Kabupaten Paniai masuk ke dalam daerah tersebut tidak diketahui, karena di antara
Provinsi Papua Tengah. Lembah ini dilalui mereka sudah termasuk para pendatang
dan seolah terbelah dua oleh aliran dari kelompok etnik lain.
Sungai Ila (Ila Rong) yang bergerak dari
timur ke barat. Sungai ini membelok ke Sistem Kekerabatan. Dalam hal sistem
utara sehingga bertemu dengan Sungai kekerabatannya, orang Damal menganut
Beo (Beo Rong), terus menuju sungai prinsip patrilineal. Hal ini berarti mereka
Dallia dan selanjutnya ke Sungai Rouffair memperhitungkan hubungan kekerabatan
di utara Irian Jaya. Di sekitar lembah melalui pihak laki-laki saja; semua kaum
ini masih terlihat adanya hutan-hutan kerabat ayah masuk di dalam batas
lebat, tetapi di samping itu tampak pula kekerabatannya, sedangkan semua
daerah gundul yang ditumbuhi alang- kaum kerabat ibu jatuh di luar batas
alang dengan semak-semak tipis tanpa itu. Adat menetap sesudah nikah yang
penahan tanah berupa kayu-kayu besar. mereka amalkan adalah adat virilokal,
Daerah gundul itu merupakan bekas artinya sepasang pengantin menetap di
ladang dengan sistem tebang bakar sekitar tempat kediaman kerabat suami.
yang dilakukan oleh orang Damal dan Masyarakat Damal juga mengenal sistem
orang Lani tetangganya. Di sana-sini paroh-masyarakat, yang lazim dikenal
memang tampak batu-batu runtuh dan dengan istilah molety. Paroh masyarakat
tanah longsor. Daerah ini berketinggian Damal ini masing-masing bernama
sekitar 1.500 meter di atas permukaan Mom dan Magaij. Dengan demikian
laut. Temperatur di Beoga sekitar 10 – 26 keseluruhan anggota masyarakat Damal
derajat Celcius, dan di Ilaga sekitar 6 – 21 terbagi menjadi dua paroh masyarakat;
derajat Celcius. Sekarang suku Damal setiap individu menjadi anggota Mom
telah menempati daerah-daerah lainnya atau Magaij. Pembagian dua ini tidak
di Papua, seperti di beberapa desa di didasarkan kesatuan politik, tetapi
Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. berfungsi untuk mengatur perkawinan.
Artinya, seseorang harus kawin atau
Bahasa. Orang Damal menyebut mencari jodoh dari paroh-masyarakat
dirinya Damalme; kata me berarti “orang”. yang berbeda; anggota Mom harus kawin
Mereka mempunyai bahasa sendiri, yaitu dengan anggota-anggota dari Magaij.
bahasa Damal. Bahasa ini termasuk Adat demikian keseluruhan anggota
keluarga bahasa Non-Austronesia, tidak masyarakat Damal terbagi menjadi dua
seperti bahasa-bahasa orang di daerah paroh masyarakat; setiap individu menjadi
pantai yang umumnya termasuk keluarga anggota Mom atau Magaij. Pembagian
bahasa Austronesia. Di lembah Ilaga dua ini tidak didasarkan kesatuan
berdiam orang Lani yang menggunakan politik, tetapi berfungsi untuk mengatur
bahasa Lani. Di antara mereka, baik perkawinan. Artinya, seseorang harus
orang Damal maupun orang Lani, ada kawin atau mencari jodoh dari paroh-
yang menguasai kedua bahasa tersebut masyarakat yang berbeda; anggota Mom
dalam berkomunikasi di antara mereka. harus kawin dengan anggota-anggota dari
Pada tahun 1971 orang Damal di Beoga Magaij. Adat ini biasa disebut juga dengan
92
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAMAL
istilah exogamous moieties. Setiap anggota mempunyai kewajiban
Setiap molety terdiri atas sejumlah klen untuk saling tolong-menolong, misalnya
untuk membayar mas kawin, mengganti
patrilineal, yaitu kelompok kerabat yang kerugian, dan lain-lain, meskipun
merasa satu keturunan nenek moyang kelompok ini tidak pernah berkumpul
yang masih dapat mereka telusuri. Setiap seluruhnya.
klen mempunyai nama tertentu, misalnya
klen Alom, klen Wakerokwa, dan lain- Masyarakat Damal mengenal dan
lain. Di Beoga orang Damal mengenal 37 menyadari adanya suatu prinsip penting
buah klen, dan di Ilaga ada delapan buah dalam kehidupan mereka, yaitu prinsip
klen. Klen itu merupakan kesatuan sosial timbal-balik (reciprocity principle). Setiap
atau kesatuan politik, karena anggotanya kerja atau pemberian kepada orang lain
tersebar di seluruh daerah. Akan tetapi selalu dilakukan dengan pengharapan
apabila seseorang sedang melakukan adanya suatu balasan dalam jangka
perjalanan, ia dapat meminta bantuan waktu yang singkat atau waktu lama.
dari orang-orang satu klennya. Setiap Dalam prinsip ini tersirat bahwa tidak ada
klen terbagi lagi atas kelompok-kelompok suatu pekerjaan yang dilakukan secara
patrilineal yang lebih kecil. Anggota cuma-cuma, kecuali dalam hubungan
kelompok ini tersebar di seluruh lembah khusus antara Mom dan Magaij tadi.
dengan jumlah anggota sampai 100 orang. Selain itu, setiap orang ingin bebas, tidak
NET
Pakaian adat suku-suku yang berada di pedalaman papua dalam sebuah festival budaya.
93
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAMAL
mungkin dipaksa untuk ikut atau tidak CAMA tahun 1956, pos Missi Katolik
ikut melakukan sesuatu, misalnya perang. tahun 1962, dan sebuah pos pemerintah
Akan tetapi mereka juga merasa terikat pada tahun 1965. Pada tahun 1957 – 1959
kalau harus melakukan kepentingan terjadi perubahan penting ketika mereka
kelompok. Perhatian yang besar untuk meninggalkan ritual-ritual lama dan
kepentingan kelompok itu menyebabkan membakar alat-alat dan barang-barang
mereka bekerja secara sukarela yang suci. Kemudian, pada tahun 1962 mereka
murni. Dalam bidang ekonomi mereka membuang batu-batu dan obat-obat suci.
juga mementingkan prinsip persamaan,
dalam pandangan mereka tidak ada kaya CAMA, Missi, dan pemerintah
dan miskin. Hubungan individu dengan menyelenggarakan pendidikan formal
individu memang terjalin dengan baik, di daerah ini. Pada tahun 1972 telah
termasuk dengan para pendatang dari terdapat enam buah Sekolah Dasar
luar, yang tentunya ada kaitannya dengan (tiga buah SD Protestan, dua buah SD
prinsip timbal balik tadi. Katolik, dan Sebuah SD Negeri), dua
buah Sekolah Persediaan untuk pendeta-
Sistem Kepemimpinan. Dalam hal pendeta CAMA, dua buah sekolah injil
kepemimpinan mereka berprinsip bahwa dalam bahasa setempat, dan dua buah
siapa saja berhak menjadi pemimpin sekolah buta huruf untuk orang dewasa
(nagawan). Setiap orang Damal dalam bahas setempat. Di dalam diri
berkeinginan untuk menjadi pemimpin, mereka sendiri tersimpan potensi untuk
sehingga di dalam kehidupan mereka berubah dan memperoleh kemajuan.
tampak ada persaingan untuk menduduki Mereka mempunyai keinginan yang besar
status itu. Namun untuk bisa menjadi untuk memperoleh pendidikan. Anak-anak
pemimpin, seseorang harus memenuhi tampak rajin pergi ke sekolah, walaupun
persyaratan-persyaratan tertentu, antara mulai kelas V dan VI jumlah anak wanita
lain : (1) pemimpin (Nagwan) harus yang bersekolah mulai berkurang. Hal
ahli dalam hal ekonomi, misalnya yang ini mungkin terkait kebiasaan dalam hal
terkait dengan perladangan, peternakan perkawinan.
babi, perdagangan kulit bia, dan ia juga
harus banyak membantu pembayaran mas Perubahan lain terlihat dalam
kawin; (2) pemimpin harus mempunyai bentuk rumah dan pakaian yang mereka
keahlian dalam memanfaatkan kekayaan gunakan. Para kepala kampung umumnya
untuk mengangkat prestise pribadi di mempunyai satu atau dua pasang baju
mata masyarakat, misalnya bertindak dan celana pendek atau panjang. Satu
mengambil banyak istri, membuat pasang disimpan untuk hari minggau dan
pesta untuk masyarakat, memberikan untuk acara besar atau rapat, sedangkan
pembayaran ganti rugi yang besar kepada yang sepasang lainnya terus-menerus
anggota federasi yang mati dalam perang; dipakai tanpa diganti atau dicuci. Orang
(3) pemimpin harus memiliki sifat Damal juga sudah amat berhasrat
dermawan (alapme); (4) pemimpin harus mendapatkan obat-obat untuk luka atau
pandai berbicara dan dapat memanipulasi penyakit lainnya dari poliklinik yang
pemikiran orang banyak, dan ahli serta dibuat oleh CAMA. Pihak Missi berusaha
berani dalam berperang. memperkenalkan kolam ikan, kelinci,
ayam, bebek, dan domba. Pada mereka
Perubahan sosial. Dalam penelitian juga telah diperkenalkan tanaman seperti
yang dilakukan pada tahun 1972, peneliti kol, kentang, bawang, tomat, dan lain-
melihat adanya perubahan-perubahan lain. Sekarang setelah lebih dari 20 tahun
yang telah terjadi dalam masyarakat dari keadaan seperti yang tergambar
Damal ini. Perubahan-perubahan terjadi di atas tentu sudah lebih banyak lagi
terutama sejak terdirinya pos Zending perubahan yang mereka alami.
94
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DAMPELAS
DAMPELAS adalah satu kelompok masuk Belanda daerah ini merupakan
etnik yang berdiam dalam wilayah sebuah kerajaan kecil di bawah kekuasaan
Kecamatan Dampelas Sojol (Damsol), raja Banawa yang berkedudukan di
Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Donggala.
Tengah. Status kecamatan bagi daerah
ini mulai berlaku sejak tahun 1967. Orang Dampelas mengaku bahwa
Kecamatan ini terletak sekitar 150 km nenek moyang mereka adalah Tomanuru,
sebelah utara kota Pulau, ibu kota Provinsi yakni orang yang menjelma dari tumbuh-
Sulawesi Tengah. tumbuhan tertentu sebagai titisan dewa
dari kayangan. Pada masa kini umumnya
Kata dampelas berasal dari kata dampe mereka memeluk agama Islam. Namun
yang berarti “biji” atau “keturunan”, dalam berbagai upacara, misalnya upacara
dan kata las merupakan singkatan dari menghadapi dan sesudah kematian
kata ihlas, yaitu nama raja yang pertama banyak tercampur unsur kepercayaan
memerintah daerah ini. Jadi dampelas lama dan sistem kepercayaan yang berasal
berarti “keturunan raja Ihlas”. Sebelum dari agama Islam. Hal ini terlukis dalam
hasil penelitian tentang upacara kematian
NET orang Dampelas, dalam buku Departemen
pendidikan dan Kebudayaan, Upacara
Perlengkapan upacara adat dari Donggala Tradisional (Upacara Kematian) Daerah
yang terbuat dari bahan kuningan. Sulawesi Tengah (Jakarta, 1984).
Jumlah pendukung kebudayaan
Dampelas ini relatif kecil. Mereka
berada di antara 43.950 jiwa penduduk
Kecamatan Dampelas Sonjo, atau di
antara 653.061 jiwa penduduk Kabupaten
Donggala tahun 1984. Dilihat dari sudut
bahasa, jumlah penutur bahasa Dampelas
sekitar tahun 1985 adalah sekitar
16.000 jiwa. Budaya mereka banyak
tercampur dengan budaya orang dari
pulau Mindanao, Pilipina, di samping ada
unsur pengaruh Malayu dari Malaysia.
Masyarakat dan budaya mereka banyak
pula dipengaruhi oleh budaya Bugis
dan Kaili yang langsung hidup di sekitar
mereka. Sementara pendapat menyatakan
bahwa budaya orang Dampelas ini
menunjukkan mulai terancam punah.
DANA-DANA, TARI
DANA-DANA, TARI, merupakan salah moyang masyarakat Gorontalo. Dalam
satu tarian yang diwariskan oleh nenek membawakan tari dana-dana penari harus
95
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL
DANA-DANA
menggerakan seluruh anggota badan pernikahan Raja Sultan Amay dengan
mulai dari tangan, kaki, dada, perut Putri Owotangi. Kini tarian tersebut sering
hingga pinggul yang mengikuti ritme ditampilkan oleh masyarakat Gorontalo
tertentu. Tarian yang menggambarkan dalam acara-acara hajatan seperti
pergaulan keakraban anak remaja ini perkawinan atau pagelaran seni budaya
pertama kali ditampilkan saat acara dan pesta rakyat.
NET
DANA-
DANA, TARI,
merupakan
salah satu
tarian yang
diwariskan oleh
nenek moyang
masyarakat
Gorontalo.
DANI
DANI adalah satu suku-bangsa, yang Kurulu, Asalogaima, Makki, Kelila,
merupakan salah satu penduduk asal di Bokondini, Karubaga, Tiom, Kurima,
wilayah Pegunungan Tengah, Provinsi Okbibab, Kiwirok, dan Oksibil. Namun
Papua. Deskripsi kebudayaan Dani ini sejak pemekaran wilayah yang dilakukan
banyak dikutip dari hasil penelitian tim pada tahun 2008, Kabupaten Jayawijaya
Jurusan Antropologi Universitas Indonesia terdiri dari 11 kecamatan yaitu Wamena,
tahun 1993. Tim ini mencoba memahami Hubikosi, Pelebaga, Walelagama,
: Hubungan Adat-istiadat dan Kesehatan Assolokobal, Kurulu, Bolakme, Wolo,
Orang Dani yang berdiam di Kecamatan Yalengga, Assologaima, dan Musatfak.
Kurulu’ (Swasono et al, 1994). Belakangan Kabupaten Paniai (1987) terdiri atas 17
ini sudah semakin banyak hasil-hasil kecamatan, yaitu Kecamatan Nabire,
penelitian tentang orang Dani yang bisa Ilaga, Tigi, Mulia, napan, Jaur, Paniai
dijadikan rujukan. Timur, paniai Barat, Ilu, Kamu, Mapia,
Sinak, Aradide, Homeo, sugapa, Beoga,
Lokasi dan Lingkungan Alam. dan Uwapa. Sekarang kabupaten Paniai
Sekarang, daerah kediaman orang Dani terdiri dari 21 kecamatan yaitu Tigi,
ini termasuk bagian wilayah Kabupaten Kapiraya, Tigi Barat , Tigi Timur, Paniai
Jayawijaya dan Kabupaten Paniai. Timur, Yatamo, Kebo, Bibida, Dumadama,
Kabupaten Jayawijaya (1985) terdiri atas Sugapa, Hitadipa, Homeyo, Aradide,
12 kecamatan, yaitu Kecamatan Wamena,
96
ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL