The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puputakromah01, 2022-08-24 23:31:24

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

HARUKU

dalam kelompok-kelompok yang lebih dan pertanian dan menangkap ikan.
kecil secara khusus. Kelompok-kelompok Dalam pertanian. mereka menanam
kecil itu seringkali berdasarkan desa- ubi-ubian, ketela pohon, pisang, kelapa,
desa tempat kediaman mereka, misalnya cengkeh. Kegiatan mata pencaharian ini
penduduk desa Pelauw disebut orang dilakukan atas kerja sama kaum pria dan
Pelauw, demikian juga orang Oma kaum wanita. Dalam pertanian dikenal
Sameth, orang Oma, orang Haruku, yaitu adat sasi, yaitu larangan untuk mengambil
sama dengan nama desanya. hasil pertanian sebelum waktunya.

Penduduk pulau ini umumnya hidup

Rujukan: Daerah Maluku, Jakarta Proyek Inventarisasi dan
Dokumentasi Kebudayaan Daerah
Uneputty. T.J.A. et al
1985 Upacara Tradisional Yang berkaitan
dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan

HATTAM

HATTAM adalah satu kelompok ini mempunyai persamaan adal istiadat.
sosial yang merupakan penduduk asal namun orang Hattam sendiri mempunyai
yang berdiam dalam wilayah Kabupaten bahasa sendiri yaitu bahasa Hattam atau
Manokwari, di Provinsi Papua Mereka biasa pula disebut bahasa Atam Bahasa
berdiam di sekitar Minyanbow, aliran ini termasuk rumpun bahasa Papua atau
sungai Inggen, Coisi, Hing, Ngemou. dikenal Trans New Guinea Phylum atau
dan terus ke arah selatan di sungai bahasa Non-Ausironesia Para ahli bahasa
Ngemooh sekitar Anggi Ke arah timur memperkirakan jumlah penutur bahasa
sampai ke Oransbari dan Ransiki bagian ini bersama dengan bahasa Moire adalah
utara. Ke utara sungai Prafi ke hulu sekitar 12.000 orang. Sebagian besar
sungai Irai, Mokwan, Wrmare sampai dari mereka memeluk agama Kristen dan
Andai Wilayah kediaman mereka ini sistem kepercayaan leluhur pun masih
termasuk dalam wilayah Kecamatan tetap hidup dalam menanggapi tantangan-
Warmare, Ransiki, dan Oransbari Mereka tantangan dalam kehidupan sehari-hari
hidup dalam lingkungan alam yang
sebagian besar masih merupakan hutan. Pada masa terakhir mereka sudah
Lingkungan ini mereka langgapi dengan semakin banyak berhubungan dengan
mala pencaharian utamanya berladang kelompok-kelompok lain. Hubungan ini
dan berkebun yang dikerjakan secara leijadi karena hubungan perkawinan
tradisional, yang dikenal dengan sistem dan perdagangan, dan mereka sendiri
tebang bakar (slash and hum) Sebagai memang sering berpindah-pindah karena
pekeriaan sambilan mereka juga berburu. sistem peladangan berpindah dan yang
memungkinkan untuk berdekatan
Sementara peneliti mengemukakan tinggal dengan dengan kelompok lain
bahwa kelompok ini merupakan salah satu Perkampungan mereka dalam keadaan
sub kelompok dari suku-bangsa Arfak; terpencar, yang kadang-kadang dalam
sedangkan sub kelompok lainnya adalah satu bukit hanya ada satu atau dua buah
orang Manikion, orang Meiyakh, dan rumah. Kesatuan dari beberapa rumah
orang Moire. Meskipun sub-sub kelompok itu merupakan sebuah kampung yang

197

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HATTAM

disebut mema. Isi sebuah rumah atau kena panah dalam peperangan.
kampung itu berada dalam satu ikatan Dalam sistem kekerabatan mereka
genealogis. Selain bangunan rumah untuk
tempat tinggal dibangun pula rumah menganut prinsip ambiiineal, artinya
tempat bersalin yang disebut rumah dalam hal tertentu mereka mempunyai
temmoda’. Darah wanita yang bersalin hak pada pihak suami dan dalam hal
akan mengotori rumah tempat tinggal dan lainnya ada hak pada pihak isteri
penghuninya. Hal itu akan menyebabkan Hubungan kekerabatan di samping karena
mudah terserang penyakit dan mudah hubungan darah, juga karena hubungan
perkawinan. (Lihat juga: ARFAK).

HELONG

HELONG adalah kelompok etnik yang Belu, dan nenek moyang mereka adalah
berdiam di kecamatan Kupang Baral orang Belu yang datang bersama Amarasi
dan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang,
Provinsi Nusa TenggaraTimur (NTT) Mata Pencaharian. Orang Helong
Tempat tinggal mereka di kecamatan hidup bermacam-macam pekerjaan.
Kupang Barat meliputi desa-desa Bolok, Sebagian besar penduduk di daerah
Bina El, AIak, Bo En Ana,Oematanuu, tersebut menjadi nelayan di tepi pantai,
Oenesu, sebagian Tobilolong, dan Klanbo, teluk, dan selat, dengan menggunakan
sedangkan di kecamatan Kupang Tengah kail, panah, bubu, dan tuba. Hasil
meliputi desa-desa Kolohus, Buipu, tangkapan berupa ikan kembung, layur,
Oehani, Oeletsala, dan Kuanboke, Jumlah tongkol, cumi-cumi, dan teri dijual
anggota suku bangsa Helong di Kupang dalam bentuk ikan segar atau kering.
Barat, berdasarkan catatan penduduk Mata pencaharian lainnya adalah bertani
tahun 1984. sekitai 29.500 orang. Ada di ladang dengan tanaman jagung,
pula orang Helong yang bermukim di padi ladang, ubi kayu, sorgun, dan
Pulau Samau di daerah ujung pantai barat kacang-kacangan. Peternakan kerbau,
kota Kupang Di pulau ini orang Helong kambing, babi, ayam, kuda, dan sapi
berjumlah sekitar 10.000 sampai 12.000 dilakukan dengan berbagai cara seperti
orang dikandangkan, digembalakan, atau
dilepas seperti binatang liar. Pemeliharaan
Bahasa. Bahasa Helong termasuk ternak selain untuk kepentingan keluarga
dalam kelompok bahasa Timor dan juga dilakukan untuk simbol status.
rumpun bahasa Ambon-Timor. Bahasa Pemilik ternak besar biasanya terdiri atas
Holong ini terbagi atas dua dialek, yaitu tuan tanah, kepala suku, dan golongan
dialek Helong Welaun yang dipakai oleh bangsawan. Pada masa lalu, mereka juga
orang Helong di pulau Samau, dan dialek berburu babi hutan, dan kerbau liar Hasil
Helong Tetun yang dipakai oleh orang buruan selain untuk bahan makanan
Helong di Kecamatan Kupang Barat, tambahan juga untuk sajian dalam
nama “helong” berasal dan kata helo upacara. Selain itu, orang Helong juga
yang artinya “perahu”. Selain itu, helong meramu bahan pewarna, obat-obatan, dan
juga berarti samau, dan kata sa atau satu lilin. Pekerjaan berburu dan meramu kini
dan mau atau mau, yakni satu pendapat sudah jarang dilakukan. Jenis pekerjaan
hasil permufakatan. Menurut legenda lainnya yang masih dilakukan sampai
masyarakat setempat, mereka berasal dari sekarang membuat kerajinan tangan,

198

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HELONG

seperti tenunan, ukiran emas, perak, dan disesuaikan dengan nama pendiri klen
peralatan rumah tangga. besarnya itu. Pemimpin klen besar, yang
disebut koka ana, bertugas memimpin
Organisasi Sosial. Kelompok jalannya pemerintahan, sekaligus
kekerabatan yang terkecil adalah keluarga mengawasi dan mengatur bidang
inti. Kumpulan beberapa keluarga keagamaan. Sebagai pemimpin upacara
inti yang membentuk keluarga luas keagamaan, pemimpin klen dianggap
disebut ngalo. Anggota ngalo sering perantara antara orang yang masih hidup
kali menetap dalam satu rumah besar, dan arwah leluhurnya
pemimpin ngalo adalah laki-laki tertua,
yang bertugas mengatur pelaksanaan Orang Helong, seperti anggota
upacara keagamaan dan menyelesaikan masyarakat Nusa Tenggara Timur pada
perselisihan yang terjadi di dalam umumnya, mempunyai prinsip keturunan
keluarga kelompok yang lebih luas adalah yang didasarkan pada hubungan
klen kecil, yang anggotanya merupakan genealogis yang ditarik melalui garis ayah
keturunan satu nenek moyang. Setiap klen (patrilineal). Anak laki-laki merupakan
kecil memiliki nama tersendiri, seperti dambaan suatu keluarga, sebab tugas-
Natun, Lai Kait, Lai Dai, Lai Lopo, Siki tugas yang berhubungan dengan adat
Timu, Lai Biti, Kea Peka, Nai Sono, lai dan upacara keagamaan dilaksanakan
Musa, Solini, Putis, Lulat, Hilis Nau, Lai dan dipimpin oleh kaum laki-laki. Istilah
Lilap, Tiu Muli, Lai Kingis, dan Bis Tolen. kekerabatan dibeda-bedakan menurut
Setiap klen kecil dipimpin oleh seorang tingkatan generasi Ayah disebut ama,
anggota kelompok tertua dan berwibawa, ibu disebut ma, kakek disebut appu
yang bertugas mengatur pelaksanaan mone, nenek disebut appu ham, ayah
upacara dan pembagian tanah dalam nenek disebut nuhi, dan nenek-nenek
kampung. Beberapa klen kecil membentuk disebut kejakku. Kakak laki-laki ayah dan
satu klen besar (ingu). Anggota ingu ibu disebut ma ae, adik laki-laki ayah
menggunakan tambahan nama yang dan ibu disebut ma iki, sedangkan adik

Kain tenun Lio
adalah salah

satu kerajinan
tradisional dari

daerah Nusa
tenggara Timur.

Kain inis dijual
dan disukai
oleh para

wisatawan yang
berkunjung
kesana.

199

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HELONG

perempuan ayah dan ibu disebut na kue. atau orang yang tidak dapat membayar
Kakak perempuan dan laki-laki disebut aa, utangnya.
sedangkan adik disebut ari.
Sistem pemerintahan pada masa lalu
Adat lingkaran hidup orang Helong dilaksanakan berdasarkan sistem kerajaan
dimulai sejak masa kelahiran. Upacara yang mengenal kefetoran, temukung,
kelahiran meliputi adat memberi nama tua-tua adat, dan rakyat. Pada masa itu
setelah bayi berumur tujuh hari, adat dikenal pula golongan hutuy, blalan,
mencukur rambut, dan adat membawa lelobe, bamemeng, dan rahi Sekarang
keluar bayi dari rumah untuk pertama sistem pemerintahan di Helong serupa
kali. Masa remaja ditandai dengan dengan yang berlaku di daerah lain
serangkaian upacara khitanan dan potong di Indonesia. Kekuasaan adat sudah
gigi. Tahap perkawinan didahului dengan mulai berkurang karena adanya sistem
serangkaian adat pemilihan calon istri, pemerintahan “modern“. Lapisan sosial
peminangan, pemberian mas kawin dan lingkal bangsawan tidak mutlak lagi
(belis), dan upacara perkawinan. Ada menjadi pemegang kekuasaan Struktur
tiga pola perkawinan yang berlaku pada pemerintahan yang berlaku terdiri atas
suku bangsa Helong : kawin pinang, yaitu kepala desa atau klen besar (kaka ama),
perkawinan ideal, yang didahului dengan dewan tua-tua adat, dan polisi desa.
peminangan sesuai adat; kawin lari, yang
terjadi apabila orang tua tidak menyetujui Sistem Kepercayaan. Sekarang
perkawinan yang akan dilaksanakan orang Helong menganut agama Kristen
anaknya; kawin menggantikan, yang meskipun demikian, sebagian besar masih
terjadi secara levirat, yaitu seorang istri menjalankan kepercayaan asli, yang
dinikahkan lagi dengan saudara laki- berpusat pada kepercayaan terhadap
laki suaminya, karena suaminya telah dewa, seperti dewa matahari (dewa
meninggal atau masih hidup namun pergi lelo), dewa bulan (dewa tep dapa), dan
tanpa kabar dan tidak kembali. Lingkaran dewa bumi (dewa tep dale). Di samping
hidup yang terakhir, kematian (bululeng), itu, mereka juga percaya pada roh dan
ditandai oleh serangkaian adat, seperti kekuatan sakti, ilmu sihir, dan makhluk
adat meratap, adat menahan mayat, adat halus. Ada serangkaian upacara yang
merawat mayat, adat pada penguburan berkaitan dengan kepercayaan asli,
dan sesudah penguruhan. misalnya upacara membuka ladang
baru, upacara potong hutan, upacara
Pada masyarakat Helong dikenal menanam padi, upacara menjelang panen,
sistem pelapisan sosial berdasarkan sistem upacara menjelang berangkat perang,
genealogis, yaitu sistem kemurnian darah upacara persiapan berburu, upacara
dari kelompok keturunan pembuka daerah pembuatan rumah, upacara pemulihan
pertama Tingkatan sosial didasarkan pada hubungan, dan berbagai upacara yang
jauh dekatnya hubungan darah dengan menyangkut masalah kehidupan rumah
cikal bakalnya. Ada tiga tingkatan sosial tangga seperti pemujaan nenek moyang.
yang berlaku, yaitu : lapisan bangsawan Orang Helong juga memiliki serangkaian
(usif), lapisan pemegang kekuasaan dan tabu yang tidak boleh dilanggar. Selain
pemerintahan adat, yaitu keturunan tabu terhadap totem, ada pula tabu
langsung atau keturunannya yang terhadap kata-kata tertentu, misalnya
berhubungan dekat dengan cikal bakal babolo, liut, tai kumis, linudi, loir, dan hitu.
atau pembuka daerah; lapisan rakyat dan berbagai larangan lainnya. Usaha
biasa (tob), kelompok orang yang masih para pendeta untuk mengatasi masalah
mempunyai hubungan darah dengan cikal itu, antara lain “merusak” benda-benda
bakal tetapi sudah jauh; lapisan budak upacara, menerjemahkan Kitab Injil, dan
(ata), yaitu orang bekas tawanan perang memusatkan upacara keagamaan di gereja.

200

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HIBUALAMO, RUMAH ADAT

HIBUALAMO, RUMAH ADAT, Hibualamo merupakan rumah besar
merupakan rumah adat masyarakat yang dapat menampung banyak orang.
Halmahera Utara yang terletak di Propinsi Bentuk awal Hibualamo adalah bulat dan
Maluku Utara. Rumah adat ini dibangun sederhana. Hibualamo juga menjadi pusat
oleh Sultan Ternate sebagai tempat perayaan adat masyarakat Halmahera
berlindungnya masyarakat. Utara.

HIBUALAMO, UPACARA

HIBUALAMO, UPACARA, merupakan rumah adat Hibualalmo. Dalam upacara
upacara yang diadakan dalam rangka ini, pemimpin adat yang baru akan duduk
pengukuhan pemimpin adat baru. diatas kursi singgasana dan ditandu oleh
Upacara ini dimuali dengan melakukan empat hingga delapan orang.
arak-arakan keliling kota dan berakhir di

HIKAYAT PERANG SABI

HIKAYAT PERANG SABI. Sebuah karya mereka percaya kalau hikayat ini akan
sastra berbentuk hikayat, konon kabarnya membangkitkan semangat juang para
hikayat ini dilantunkan oleh para pejuang- prajurit Aceh.
pejuang Aceh pada masa silam. Karena

HONAI

HONAI adalah rumah adat Papua yang NET
biasanya dihuni oleh orang dari Suku
Dani. Rumah yang berbentuk bulat ini HONAI adalah rumah adat Papua yang
atapnya terbuat dari jerami, sedangkan biasanya dihuni oleh orang dari Suku Dani.
dindingnya dari kayu. Rumah ini dibangun
dengan tidak memiliki jendela, karena
untuk menghalau udara dingin yang
masuk kedalam rumah. Rumah Honai
terdiri dari dua lantai, lantai pertama
merupakan tempat tidur, dan lantai kedua
merupakan ruang untuk bersantai. Pada
bagian tengah rumah dibuat tempat untuk
membuat api unggun.

201

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HIKAYAT

Rumah Honai sendiri terbagi menjadi rumah Ebei, sedangkan untuk kandang
tiga tipe, untuk kaum laki-laki dinamakan babi dan ternak disebut Wamai.
rumah Honai, untuk perempuan disebut

HUANG TERING

HOPONG merupakan upacara adat NET
masyarakat Helong, Nusa Tenggara Timur,
yang dilakukan pada masa panen. Upacara HOPONG upacara adat masyarakat Helong.
ini berupa doa bersama untuk sebagai
bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas
panen yang mereka terima. Disamping
doa bersama, ditampilkan pula sebuah
tarian yang mengggambarkan kehidupan
masyarakat bersama nilai religius dan
gotong royong.

HUANG TERING

HUANG TERING, ORANG adalah salah Usaan. Pada waktu masih di sana, mereka
satu sub kelompok orang Dayak Bahau. mendiami dua buah lamin (Bataang
Mereka berdiam di desa Tering, Tukul, dan Uma), yang masing-masing dipimpin
Muyub di pinggir aliran sungai Mahakam. oleh Bo’ Ibau Yang Aya’ dan Bo’ Avoo’
Desa ini termasuk wilayah Kecamatan Wang. Sekitar tahun 1600 Bo’ Ibau
Long Iram, Kabupaten Kutai, Provinsi Yang Aya’ beserta anak buahnya pindah
kalimatan Timur. Pada tahun 1999 ke Apo Kayan, sedangkan kelompok
kabupaten Kutai mengalami pemekaran lainnya tinggal di Telaang Usaan. Apo
wilayah, sehingga menjadi 4 kabupaten/ Kayan kini merupakan bagian dari
kota yaitu kabupaten Kutai, Kutai Barat,
Kutai Timur dan Kota Bontang. Pada
tahun 2002 Pemerintah Pusat di Jakarta
mengeluarkan keputusan untuk mengubah
nama kabupaten Kutai menjadi Kutai
Kartanegara. Dan saat ini kecamatan Long
Iram masuk dalam wilayah administratif
kabupaten Kutai Barat

Sejarah lisan menunjukkan bahwa
mereka berasal dari Telaang Usaan di
Serawak, karena itu dahulunya orang
Tering sering disebut Huang Tering Telaan

NET

Tas tradisional Dayak Bahau yang berfungsi
untuk membawa para bayi dan anak mereka.

202

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HUANG TERING

wilayah Kabupaten Bulungan. Kelompok mereka sebut Apo Tering. Apo Tering
yang pindah ke dataran tinggi Apo kini termasuk wilayah Kecamatan Long
Kayan berdiam di suatu tempat yang Pujungan, Kabupaten Bulungan.

Rujukan: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kutai_
Kartanegara, diakses pada tanggal 30 Juni 2009.
http://www.kubarkab.go.id/kecamatan.php,
diakses pada tanggal 30 Juni 2009.

HUPLA

HUPLA adalah penduduk asal dalam kabarindonesia.com
wilayah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi
Irian Jaya. Mereka hidup terpusat dalam Kehidupan anak-anak dari suku pedalaman
wilayah Kecamatan Kurima. Namun papua di daerah jaya Wijaya.
sejak dilakukan pmekaran wilayah pada
kabupaten Jayawijaya di tahun 2002, 20WEB%202005/PENDUDUK/SUKU%20BANGSA
kecamatan Kurima berada dalam wilayah %20ASLI%20PAPUA%20MENURUT%20URUTAN
administrasi kabupaten Yahukimo. Dan %20ABJAD.htm, diakses pada tangal 30 Juni 2009.
pada tahun 2006 kabupaten Yahukimo
terdiri dari 45 distrik/kecamatan.
Penduduk kecamatan ini pada tahun
1985 berjumlah 93.l09jiwa, yang tersebar
dalam 15 desa. Orang Hupla berada di
antarajumlah tersebut dengan jumlah
perkiraan sekitar 3.000 jiwa, sekaligus
sebagai penutur hahasa Hupla. Bahasa
ini termasuk rumpun hahasa Papua.
Menurut hasil sensus yang dilakukan
BPS pada tahun 2000 jumlah suku Hupla
diperkirakan berjumlah 34 jiwa.

Rujukan:

http://www.yahukimokab.go.id/index.
php?option=com_content&task=view&id=1&Itemid=
2, diakses pada tanggal 30 Juni 2009.

http://www.papua.go.id/bps/LEFT%20FRAME%

HUTAN

HUTAN adalah salah satu kelompok Bengkalis dan Kabupaten Kampar. Saat
masyarakat asli di Provinsi Riau. ini kabupaten Bengkalis terdiri dari 13
Daerah persebaran mercka terutama kecamatan dan kabupaten Kampar terdiri
berpusatdi beberapa daerah di Kabupaten dari 20 kecamatan. Daerah kediaman

203

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HUTAN

mereka ini sering disebul daerah Sokop
dan Sonde. Oleh sebab itu mereka juga
dikenal dengan nama orang Sokop
atau Sonde. Secara fisik orang Hutan
menunjukkan ciri-ciri ras Weddoid yang
diperkirakan datang ke Nusantara sesudah
jaman es terakhir.

Berdasarkan data statistik tahun
197!, jumlah orang Sonde diperkirakan
sekitar 2.335 ji wa, di antara 422.929
jiwa penduduk Kabupaten Bengkalis
dan 259.134 jiwa penduduk Kabupaten
Kampar pada tahun yang sama. Sebelum
tahun 70-an, karena terbatasnya
kontak masyarakat ini dengan dunia
sekitarnya, sebagian masyarakat masih
menggolongkan masyarakat ini sebagai
“suku bangsa terasing”. Mereka sudah
semakin banyak menjalin hubungan
dengan masyarakat di luar kelompoknya,
misalny a mereka banyak pula yang
bekerja sebagai buruh di pelabuhan-
pelabuhan perdagangan. Mata
pencaharian pokok orang Sonde adalah
bercocok tanam.

Sumber

Pemuda-pemuda dari pedalaman hutan
Riau sedang berburu babi hutan dengan
menggunakan tombak dan seekor anjing,
kegiatan ini merupakan salah satu mata

pencaharian mereka.

I
IBAN

IBAN adalah satu suku-bangsa yang Kalimantan Barat, sebagai warga
sering juga disebut orang Neban, Hivan negara Indonesia. Mereka yang berada
atau orang Dayak laut. Sebagian dari di wilayah Provinsi kalimantan Barat
mereka berdiam dalam wilayah Serawak bermukim dalam Kabupaten Sambas,
sebagai warga negara Malaysia, dan Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau,
sebagian lainnya berdiam di Provinsi dan Kabupaten Kupuas Hulu. Sebagian

204

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

IBAN

besar dari orang Iban berada di wilayah Undup, Kumpang, Sebuyau, Seru,
Malaysia. Empran, Katibas, dan Gaat. Masing-
masing kelompok penutur dialek ini
Lokasi. Hasil penelitian Kamal et al juga merupakan subkelompok dari suku
(1982) mengemukakan bahwa orang bangsa Iban itu. Ada sejumlah bahasa
Iban berdiam dalam lima wilayah yang bertetangga dengan bahasa Iban.
kecamatan di Kabupaten kapuas Hulu, Di bagian utara bahasa ini bertetangga
yaitu di Kecamatan Embaloh Hilir, dengan bahasa Dayak-Iban Hulu Serawak
Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan (Malaysia Timur); di bagian selatan
Batang Lupar, Kecamatan Badau, dan bertetangga dengan bahasa Kantuk,
Kecamatan Empanang. Dalam Kabupaten bahasa Melayu, bahasa Tempunak, bahasa
Sintang mereka berdiam dalam tiga Punan; di bagian barat dengan bahasa
kecamatan, yaitu Kecamatan Ketungau Noyan, bahasa Peripin, bahasa Jongkong,
Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, bahasa Melayu, bahasa Perindu, dan
dan Kecamatan Sepauk. Dalam wilayah bahasa Belitang; di bagian timur dengan
Kabupaten Sanggau mereka berdiam bahasa Punan dan bahasa Melayu.
di Kecamatan Sekayam. Sumber lain
(Kodam XII Tajungpura, 1972) mencatat Jumlah penutur bahasa Iban sulit
orang Iban ada pula yang berdiam di ditentukan secara pasti. Namun dari
Kecamatan Nanga Kantuk, Kecamatan sembilan kecamatan yang diteliti itu
Lanjak, Kecamatan Putusibu, semuanya setidaknya terdapat gambaran jumlah
di Kabupaten Kapuas Hulu. Mereka ada penutur bahasa Iban itu. Pada tahun
pula di Kecamatan Nanga Pinoh dan 1981 penduduk dari sembilan kecamatan
Kecamatan Ella Illir di Kabupaten Sintang; tersebut berjumlah 90.735 jiwa. Dari
sedangkan di Kabupaten Sambas mereka jumlah tersebut terdapat 29.417 jiwa
berdiam dalam Kecamatan Seluas. sebagai penutur bahasa Iban. Mereka
ini menggunakan bahasa Iban di dalam
Bahasa. Orang Iban memiliki bahasa dan di luar lingkungan keluarga. Selain
sendiri, yaitu bahasa Iban. Bahasa digunakan dalam kehidupan keluarga
ini masih terbagi ke dalam 11 dialek, sehari-hari, bahasa ini juga digunakan
yaitu dialek Balau, Skrang, Saribas,

Kentongan dan Tawak-tawak, alat musik tradisional suku Dayak Iban.

205

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

IBAN

dalam rapat dan acara keagamaan. Akan ladang. Upacara dalam rangka
tetapi dalam acara yang sifatnya resmi perladangan yang sangat penting adalah
dan dalam berkomunikasi dengan orang upeara sehabis panen. Mata pencaharian
luar yang tidak dikenal digunakan bahasa lainnya adalah menangkap ikan di sungai.
Indonesia. Bahasa Iban juga pernah Sebagian lagi hidup dari meramu hasil
digunakan dalam siaran RRI Stasiun hutan seperti rotan dan damar, atau
Pontianak setiap hari selama 30 menit menebang kayu gelondong untuk dijual.
mulai pukul 21.30. Sekarang, orang Iban yang menetap di
daerah perkotaan sudah pula mengenal
Perkampungan. Perkampungan orang jenis-jenis pekerjaan lainnya, misalnya
Iban biasanya didirikan di tepi sungai. berdagang atau bekerja di perusahaan
Pada masa lalu, tempat tinggal mereka perkayuan.
berbentuk rumah panggung panjang,
yang terdiri atas rangkaian rumah (bilek) Kekerabatan. Prinsip keturunan orang
yang jumlahnya dapat mencapai 50 buah, Iban bersifat ambilineal, artinya garis
dengan panjang sampai l50 meter. Rumah keturunan untuk sebagian orang ditarik
panjang biasanya didiami oleh suatu melalui laki-laki dan untuk sebagian
kelompok warga yang merasa berasal dari orang lainnya melalui garis perempuan.
satu keturunan nenek moyang yang sama. Satu bilek didiami oleh satu keluarga
Tiap bilek didiami oleh satu keluarga luas. luas yang terdiri atas keluarga batih
Satu rumah panjang semacam itu bisa senior dan keluarga batih anak laki-laki
dianggap sebagai sebuah kampung. Akan dan keluarga batih anak perempuan
tetapi sekarang rumah panjang sudah yang kesemuanya merupakan satu
jarang ditemui di daerah ini, dan mereka rumah tangga. Kelompok ini merupakan
mulai berdiam dalam rumah-rumah kesatuan dalam hal produksi di ladang,
tunggal yang terpisah satu sama lain. dan mereka memiliki sejumlah harta
pusaka dan tanah perladangan di hutan.
Mata Pencaharian. Mata pencaharian Adat menetap sesudah nikahnya adalah
utamanya adalah bereocok tanam di utrolokal, artinya ada yang memilih
ladang, dengan tanaman utama padi, ubi- tinggal di bilek suaminya dan ada yang
ubian dan jagung. Perladangan dibuka di menetap di bilek istrinya. Memilih tempat
hutan-hutan yang terletak di sekitar desa. tinggal semacam itu berarti juga menjadi
Orang Iban mengenal sejumlah upacara anggota bilek tersebut dengan segala
tradisional dalam lingkaran hidupnya, hak dan kewajibannya. Ini juga berarti ia
termasuk upacara dalam mengerjakan

Sumber

Tato di
sekujur tubuh

merupakan
salah satu ciri
dari masyarakat

Dayak Iban.

206

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

IBAN

kehilangan hak yang semula dimilikinya antaranya adalah pantun sindiran yang
pada bilek asalnya. Seseorang tidak pernah diungkapkan ketika sedang meminang,
menjadi anggota dari dua bilek. Anak- yang dibawakan seperti bernyanyi.
anaknya pun menjadi anggota bilek di Ensemak adalah nyanyian pujian kepada
mana ia dilahirkan. Akan tetapi orang dewa atau permohonan berkat ketika
yang kehilangan hak di bilek asalnya itu membuka ladang atau waktu menanam.
tidak berarti ia tidak lagi bergaul atau Belian adalah mantra yang diungkapkan
tidak mencintai orang-orang di bilek dengan lagu oleh dukun untuk mengobati
asalnya. Ia hanya kehilangan hak-haknya orang yang sedang sakit. Didi adalah seni
atas harta di bilek asalnya. Satu Kelompok berpantun untuk bersenang-senang dalam
orang Iban di Serawak, Malaysia, perkenalan di kalangan muda mudi.
pernah diteliti secara mendalam dan
menghasilkan sejumlah karangan oleh J.D. Selain itu ada kisah-kisah tentang
Freeman, misalnya “The Family System terjadinya sebuah desa, kisah terjadinya
of the Iban of Borneo”, The Developmental sebuah bukit, cerita tentang nama sebuah
Cycle of Domestic Groups (J. Goody, Ed.), patung, dan lain-lain. Para penuturnya
1958; “The Iban of Western Borneo”, biasanya orang-orang tua, kepala adat,
Social Structure in South East Asia (G.P. panglima perang, namun tidak jarang juga
Murdoek, Ed.), 1960. Keluarga luas bisa anak-anak muda. Kecempatan bercerita
menarik garis keturunan dari pihak laki- itu adalah pada waktu upacara kelahiran,
laki, sedangkan anggota yang lain dari perkawinan, atau kematian.
kelompok tersebut menarik garis pada
pihak perempuan. Kerabat yang lain Orang Iban juga terkenal dengan
ditarik melalui garis ayah maupun garis hasil-hasil kerajinannya yang indah-
ibu. Adat menetap sesudah nikahnya indah, misalnya berupa berbagai unsur
juga tidak menentukan apakah sepasang busana, baik untuk pria maupun wanita,
pengantin harus menetap di kediaman ikal atau tutup kepala, kalung, gelang,
(bilek) kerabat suami atau isteri. Akan ikat pinggang, baju, kain, yang tersulam
tetapi biasanya suami ikut menetap dengan manik-manik dengan motif-
pada rumah panjang kerabat istrinya. motif penuh tata warna. Unsur busana
Dengan demikian keluarga luas yang itu misalnya ikat kepala wanita (ikat
mendiami suatu bilek menjadi kesatuan datutu), sumping, kalung pria dan wanita
yang penting dalam kehidupan orang (manikasa), gelang tangan wanita
Iban. Para anggota bilek yang berasal dari (balukun), ikat pinggang wanita (sumpai
satu nenek moyang tersebut merupakan rangkai), baju untuk wanita (baju burik),
kesatuan produksi dalam mengerjakan kain untuk wanita (kain kabo manik), dan
ladang, melakukan upacara lingkaran lain-lain. Unsur-unsur busana tadi dipakai
hidup dan lain-lain. Mereka juga memiliki dalam upacara adat. Mereka juga memiliki
harta pusaka yang diwariskan secara turun kain tenun sebagai selimut yang dipakai
temurun. orang yang menjadi warga satu dalam upacara.
bilek memiliki sejumlah hak dan kewajiban
yang sama dengan warga bilek lainnya. Religi. Berdasarkan kepercayaan asli,
Bila seorang laki-laki atau perempuan orang lban meyakini adanya makhluk gaib
memutuskan tinggal di bilek isteri atau penghuni alam semesta. Hal ini tampak
suaminya, ia akan kehilangan segala hak dalam berbagai upacara yang mereka
dan kewajiban atas bilek asalnya. lakukan. Perwujudan kepercayaan asli
juga terlihat dengan penyerahan saji-
Kesenian. Orang Iban cukup kaya sajian pada tempat-tempat keramat dan
dengan bermacam-macam bentuk seni benda-benda yang dianggap memiliki
sastra, antara lain, berupa prosa lins. Di kekuatan sakti, misalnya kayu besar,
batu besar, dsb. Sekarang ini pengaruh
agama besar seperti Kristen mulai

207

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

IBAN

masuk dan dianut oleh orang lban. masih berkembang pada sebagian besar
Walaupun demikian, kepercayaan asli masyarakat.

Rujukan: Koentrjaraningrat
1877 Beberapa PokokAntropologi Sosial,
Kamal, M. et al
1982 StrukturBahasa than, Jakarta: Departemen Jakarta : P.T. Dian Rakyat.
Lontaan, J.U.
Pendidikan dan Kebudayaan.
Kodam XII Tanjung Pura 1975 Sejarah Hukuin Adat dan Adat Istiadat
Kalimantan Barat, Jakarta : PemdaTingkat I Kalbar.
1972 Buku Petunjuk Tentorial Daerah
Kalimantan Barat Pontianak : SUDAM V.

IHA

IHA adalah salah satu kelompok etnik diperkirakan sekitar 5.500 orang. Saat ini
asal di Papua Barat, yang berdiam dalam sudah tidak diketahui lagi dengan pasti
wilayah Kabupaten Fakfak. Kelompok ini jumlah penutur bahasa Iha. Kelompok ini
biasa juga disebut orang Kapaur. Mereka bertetangga dengan beberapa kelompok
berdiam di kawasan pedalaman terutama penutur bahasa lainnya, seperti penutur
dalam wilayah Kecamatan Kokas dan bahasa Baham, Bedoanas, Onin, dan
Kecamatan Fakfak. Berdasarkan sensus lain-lainnya. Bahasa ini bersama dengan
penduduk tahun 2000, jumlah etnik Iha penutur bahasa Baham termasuk
sebanyak 4.635 jiwa. kelompok bahasa Bomberai Barat dan
termasuk rumpun bahasa Papua.
Mereka memiliki bahasa sendiri
yang juga disebut bahasa Iha. Pada Pada tahun yang lebih akhir (1986)
tahun 1975 jumlah penutur bahasa ini jumlah pend­ uduk Kecamatan Kokas

Sumber

Masyarakat Papua di daerah Fakfak.

208

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

IHA

adalah 7.139 jiwa dan Kecamatan Fakfak dihasilkan kelompok Onin tadi, sistem
25.307 jiwa. Saat ini jumlah penduduk barter itu sudah menjadi tradisi atau
di kedua Kecamatan tersebut secara pasti warisan nenek moyang mereka.
belum diketahui, namun jumlah penduduk
Kabupaten Fakfak berdasarkan data tahun Sesungguhnya, mereka sudah sejak
2000 sebanyak 50.584 jiwa. Di antara lama berhubungan dengan orang-
jumlah tersebut tidak diketahui lagi orang dari luar Papua, misalnya dengan
dengan pasti jumlah orang Iha. orang Ternate, Bugis, Timor, dan sudah
mengenal sistem pasar. Namun, mereka
Orang Iha hidup sebagai petani yang tidak mudah untuk meninggalkan sistem
menanam ubi-ubian, keladi, tembakau, barter tadi. Sistem barter ini rupanya
pisang, sayur-sayuran, kelapa. menyiratkan nilai-nilai sosial dalam
hubungan mereka itu. Mereka merasakan
Salah satu sisi yang menarik dalam adanya nilai saling menolong, saling
sistem ekonomi mereka ini adalah adanya pengertian, persahabatan. Apalagi, mereka
sistem barter. Mereka melakukan barter juga sering mempunyai “pasangan” yang
dengan kelompok yang hidup di pantai, tidak terlibat tawar-menawar yang rumit
misalnya orang Onin. Orang Onin hidup dalam tukar menukar itu; sebaliknya
dari menangkap ikan, meramu sagu dan bahkan seolah ada rasa rindu antara
membuat garam. Orang Iha menukar sesamanya.
tembakau dengan ikan atau garam yang

ILIMANO

ILIMANO adalah suku-bangsa jendela.
yang berdiam di wilayah Kecamatan Pada tahun 1980 jumlah orang Ilimano
Laklo, Kabupaten Manatuto, Provinsi
Timor Timur. Sebelah utara wilayah 697 jiwa, terdiri atas 143 kepala keluarga.
ini berbatasan dengan Selat Wetar, Jumlah anak dalam satu keluarga inti
di sebelah barat dengan Kecamatan tidak besar, walaupun angka kelahiran
Ailiu dan Kabupaten Dili, di sebelah cukup tinggi. Dari 299 anak yang lahir,
timur dan selatan dengan Kecamatan ternyata yang hidup hanya 184 anak (63
Manatuto. Kecamatan seluas 305 persen). Jumlah anggota satu keluarga inti
kilometer persegi ini merupakan daerah rata-rata lima orang.
perbukitan dengan batu-batu terjal,
yang sebagian mengandung lapisan batu Sesuai dengan legenda masyarakat
kapur yang licin. Keadaan lingkungan ini setempat, ilimano berarti “daerah burung”
menyebabkan mereka membuat rumah (Ili artinya daerah, dan mano artinya
saling berjauhan, karena mencari tanah burung). Orang Ilimano menyatakan
datar yang tidak berbatu. Rumah yang diri mereka keturunan Raja Gunung
satu dan yang lain dihubungkan dengan (Aran Huhun) yang menguasai daerah
jalan setapak. Rumah mereka berbentuk pegunungan di antara Gunung Curi dan
limasan dengan atap daun lontar, Gunung Manco. Konon di masa lampau,
daun aren, atau rumput nari, bertiang mereka tinggal dalam gua-gua (sinako),
kayu dengan dinding belahan bambu dan ada pula yang membuat rumah di
atau anyaman daun aren. Rumah itu atas pohon (lakbon). Pada waktu itu
mempunyai dua pintu, masing-masing di mereka hidup berburu, bersenjata panah
bagian depan dan belakang, tetapi tanpa (ramah) dan tombak (diam). Pakaian
mereka terbuat dari kulit kayu (ha)

Pada periode berikutnya mereka telah

209

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ILIMANO

membuat rumah dari bambu dengan kepada sistem nilai yangditurunkan oleh
atap daun enau atau rumput-rumputan. leluhur mereka. Hubungan itu dititik
Mereka hidup dengan mengumpulkan beratkan pada kerukunan, perdamaian,
ubi-ubian, berladang jagung, memelihara kejujuran, dan kebenaran dalam tingkah
hewan, seperti kambing (bibi timu), laku. Untuk mencapai semua itu,
biri-biri (bibi malai), babi (metanlua), seseorang harus menjauhkan diri dari hal-
kerbau (karau), kuda (kuda), dan anjing hal yang dilarang, seperti sifat sombong,
(asau). Mereka juga mengenal berbagai iri hati, dan menginginkan milik orang
jenis ikan, udang, burung, dengan latar lain.
belakang dongeng tertentu, yakni sebagai
pemberian adawai (bintang tujuh) yang Sistem religi orang Ilimano merupakan
berdiam di langit. penghormatan dan pemujaan roh-roh
(lulik) untuk kepentingan kesejahteraan
Pada masa kini, ladang mereka hidup masyarakat. Roh yang utama,
menghasilkan jagung, ubi kayu, ubi yakni maromak, pemimpin orang-
rambat, tomat, cabai merah, kacang orang yang telah meninggal, dianggap
tanah, kacang panjang, kunyit, dan jahe. sebagai sumber cahaya bagi kehidupan
Hasil ladang ini hanya cukup untuk manusia. Hubungan timbal balik antara
kebutuhan sendiri, meskipun ada yang orang Ilimano dan roh-roh tersebut
ditukarkan dengan rod atau minuman disalurkan melalui pemimpin upacara
keras. Mereka juga menghasilkan barang keagamaan (obun). Upacara penting
kerajinan dari bambu dan pandan berupa dalam masyarakat ini adalah upacara
macam-macam wadah, yang sebagian penggantian rumah suci (uma ulik), bila
dijual untuk mengisi kebutuhan lain. rumah lama sudah rusak. Upacara lainnya
Pakaian kulit kayu sebagian besar sudah adalah upacara panen jagung (hetakarai),
digantikan dengan cita atau kaus, batik, upacara meminta hujan (raturu urane),
sarung, dsb. upacara meminta berhentinya hujan
(lalatahaba).
Kelompok kekerabatan terdiri atas
keluarga inti menogami di bawah Dalam setiap upacara dikorbankan
pimpinan ayah, yang disebut kaen. Mereka seekor kambing. Hati kambing itu
juga mengenal keluarga luas utrolokal. diperiksa, dan apabila baik dan bersih,
Kelompok kerabat yang lebih besar, persembahan itu dianggap diterima
kaen waki, gabungan beberapa keluarga oleh lulik. Setelah makan bersama, obun
inti dari orang-orang yang bersaudara bersama peserta upacara berkunjung ke
kandung, tinggal dalam rumah-rumah tempat-tempat lulik untuk meletakkan
yang berdekatan, kelompok kerabat sesaji dan menyampaikan doa.
lainnya adalah maluk, yaitu kelompok Selanjutnya diadakan pesta kesenian
berbentuk kindred, yang mengikat (raliban) selama tiga sampai tujuh hari
seseorang untuk melakukan upacara berturut-turut.
tertentu, seperti upacara perkawinan,
kematian, dsb. Kelompok kerabat yang Semenjak Timor Timur merdeka dari
terbesar adalah knus, yaitu gabungan Indonesia pada tahun 1999 dan menjadi
kelompok maluk yang masih terhitung negara Timur Leste, wilayah suku Ilimano
kerabat berdasarkan garis bilateral dari yaitu Kecamatan Laklo menjadi salah satu
satu nenek moyang, kelompok ini bisa distrik Laclo di kota Manatuto, Timur
disamakan dengan keluarga ambilineal Leste. Jumlah penduduk di distrik Laclo
besar. sekitar 6.400 jiwa. Dari jumlah penduduk
di distrik tersebut tidak diketahui secara
Dalam kehidupan di lingkungan pasti jumlah suku Ilimano yang ada
kerabat, orang Ilimano berpedoman hingga saat ini.

210

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL




Click to View FlipBook Version