The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puputakromah01, 2022-08-24 23:31:24

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

DANI

NET

Pria-pria Suku Dani sedang berkumpul, kegiatan ini merupakan rutinitas sehari-hari suku Dani
agar terjalin kekeluargaan diantara mereka.

Ekadide, Paniai Barat, Siriwo, Bogobaida, ini diperkirakan paling sedikit sekitar
Biandoga, Wandai, Agisiga, Bowobado. 200.000 jiwa, yang merupakan suku-
bangsa terbesar jumlah anggotanya di
Mereka tersebar dalam wilayah luas, antara ratusan suku-bangsa asal di Irian
mulai dari lembah Ilaga di sebelah barat Jaya. Orang Dani yang ada di lembah
sampai ke lembah Balim. Wilayah ini Balim diperkirakan sekitar 60.000 jiwa,
seolah dipagari dinding gunung yang yang berdiam di Kecamatan Wamena,
menjulang tinggi, di sebelah utara dengan Kecamatan Kurulu, sebagian Kecamatan
ketinggian 3.500 meter, dan di bagian Kurima, Bakondini, Asalogaima. Orang
selatan dengan ketinggian 4.500 – 4.750 Dani bertetangga dengan beberapa
meter. Luas lembah ini mencapai 6.000 kelompok etnik lain, misalnya dengan
mil persegi, di mana terdapat lembah orang Yali di bagian tenggara, orang
Balim, Illaga, Dwart, Konda, Ilu, Sinak, Mek di bagian timur, orang Uhunduni di
Mulia, Pas Valley, dan Piet River. Lembah bagian barat, utara, dan bagian selatan
Balim adalah yang terluas, dengan pegunungan Carstenz, serta orang Ekagi,
panjang 45 kilometer dan lebar 15 dan orang Moni di sekitar danau Paniai.
kilometer, dengan ketinggian 1.600 meter Dan berdasarkan hasil sensus yang
di atas permukaan laut. Lembah yang dilakukan BPS pada tahun 2000, jumlah
dilalui sungai Balim ini merupakan daerah suku Dani berkisar 146.439 jiwa.
subur untuk perhatian.
Bahasa, Orang Dani mempunyai
Hubungan orang di lembah Balim bahasa sendiri yaitu bahasa Dani yang
dengan dunia luar hanyalah dengan termasuk rumpun bahasa Papua. Peter
pesawat udara. Jalan Trans Irian yang J. Silzer membagi bahasa Dani menjadi
menghubungkan Jayapura dengan bahasa Dani Barat dan bahasa Dani
Wamena belum selesai dikerjakan. Lembah Besar. Bahasa Dani Barat

Demografi. Anggota suku-bangsa Dani

97

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

didukung oleh sekitar 129.000 penutur. menggunakan nama tersebut. Mereka
Mereka tersebar dalam wilayah Kabupaten menyebut dirinya nit Balimege, artinya
Jayawijaya dan Kabupaten Paniai, yaitu “kami orang Balim”. Kata Dani pertama-
di kecamatan-kecamatan Karubaga, tama digunakan oleh Le Roux, pimpinan
Bokondini, Kelila.Tiom, Sinak, Ilaga, ekspedisi Belanda-Prancis tahun 1926,
Mulia. dan Ilu. Bahasa Dani Lembah karena orang Moni menyebut “Ndani”
Besar didukung oleh sekitar 100.000 terhadap tetangganya di lembah Balim ini.
penutur, berdiam dalam liga kecamatan Orang Dani itu sendiri baru ditemukan
di Kabupaten Jayawijaya, yaitu di anggota ekspedisi itu tahun 1929 dan
Kecamatan Wamena, Asalogaima, dan pada tahun 1939 pesawat terbang untuk
Kurima. Silzer tidak menyebut Kecamatan pertama kalinya mendarat di sungai
Kurulu, pada hal orang Dani merupakan Balim. Zending pertama di bawah
penduduk mayoritas kecamatan ini; yaitu pimpinan Nyron Bromley masuk tahun
10.345 jiwa orang Dani di antara 15.651 1954, ia melakukan penelitian mendalam
penduduk Kecamatan Kurulu tahun 1993. tentang budaya orang Dani, yang
P.J. Silze membagi bahasa Dani Lembah kemudian mencapai gelar Ph. D. dalam
Besar ini menjadi tiga dialek, yaitu bidang Antropologi. Pemerintah Belanda
dialek Dani Lembah Besar Atas (20.000 baru membuka pos pertama di sana tahun
penutur), Dani Lembah Besar Tengah 1956 sampai dengan kekuasaan politik
(50.000 penutur), dan Dani Lembah Besar beralih kepada pemerintah Indonesia
Bawah (20.000 penutur). tahun 1963. Pembangunan yang berjalan
selama masa pemerintah R.I. telah banyak
Latar Belakang Sejarah. Secara umum, menimbulkan perubahan pada budaya
latar belakang sejarah orang Dani masih mereka.
merupakan misteri. Para ahli berpendapat
bahwa orang Dani mulai menempati Pola Perkampungan. Seperti yang
lembah Balim ini sekitar 24.000 tahun tampak pada pemukiman orang Dani
sM, dan mereka mulai mengenal bercocok di desa Jiwika. Kecamatan Kurulu. pola
tanam dan berternak kira-kira sejak 7.000 perkampungannya menyebar. Artinya,
tahun sM. (Koentjaraningrat, 1993). Hasil kompleks bangunan yang disebut
penelitian arkeologi menemukan sisa- silimo tersebar dalam wilayah desa itu.
sisa pembakaran yang berasal dari masa baik di areal yang datar atau di kaki-kaki
10.000 tahun yang lalu. bukit.

Mitos orang Dani sendiri Silimo terdiri dari sejumlah unit
mengungkapkan bahwa mereka berasal bangunan. dengan tata letak dan fungsi
dari manusia pertama yang keluar dari tertentu. Bangunan itu terbuat dari bahan
dalam sebuah lubang di dua kampung yang berasal dari lingkungan setempat.
dekat sungai Balim. Manusia pertama seperti kayu dan alang-alang atau
itu masing-masing seorang wanita dan rerumputan. Keseluruhan unit bangunan
seorang pria yang bernama Bak. Manusia ini berbentuk oval, diberi pagar (leget)
pertama inilah yang membawa kebutuhan dengan susunan kayu yang rapat, tidak
mereka, seperti, petatas (ubi jalar), mudah dimasuki kecuali lewat pintu-
keladi, tembakau, tebu, anjing, dan babi. pagar (mokarai). Masuk dari pintu pagar
Kemudian Bak menjelajahi seluruh lembah harus menaiki satu atau dua anak tangga
Balim. Menurut kepercayaan mereka atau berupa kayu bercabang. Sedangkan
sekarang Bak itu tinggal di laut, sebagai ternak babi masuk melalui pintu khusus.
suatu pertanda mereka berasal dari Di luar pagar di sekitar kompleks itu
daerah pesisir. mereka menanam tanaman seperti lebu,
tembakau. buah-buah dan lain-lain.
Mereka tidak menyebut dirinya
roang “Dani”, bahkan tidak senang Unit bangunan tadi adalah rumah-

98

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

hunian (honai) yang dibedakan wanita beserta anak-anak. Ebe-ae biasa
antara “rumah laki-laki” (pilamo), lebih dari satu, karena budaya mereka
“rumah perempuan” (ebe-ae) -, dapur membenarkan suami memiliki lebih dari
(hunila), dan kandang babi (warn satu isteri, bahkan bisa disebut banyak
dabu). Baik rumah laki-laki maupun isteri. Antara dua ebe-ae, yang masing-
rumah perempuan berbentuk bulat masing dihuni seorang isteri dengan
setengah lingkaran. Bangunan ini hanya anak-anaknya, biasanya ada kandang
mempunyai satu pintu berukuran rendah. babi, selain kandang yang lebih luas yang
tanpa jendela maupun ventilasi, sehingga sejajar dengan dapur.
keadaan ruangan itu menjadi gelap. Di
dalamnya ada dua lantai. Lantai bawah Dapur (hunila) bangunan yang
berketinggian sekitar setengah meter dari memanjang, karena dalam satu bangunan
permukaan tanah. Jarak lantai bawah itu ada sejumlah tungku milik dari para
dengan lantai atas (loteng) cukup rendah, isteri tadi. Bila ada upacara, misalnya
sehingga orang dewasa tidak bisa berdiri upacara kematian, mayat diletakkan di
tegak dalam ruangan itu. Diameter pilamo ruang dapur dan para kearabat yang
berukuran sekitar empat meter, lantai melayat masuk dan duduk dalam ruang
bawah berketinggian sekitar setengah itu.
meter dari tanah. Lantai bawah adalah
tempat duduk-duduk atau beristirahat dan Bagian tengah dari kompleks silimo
ruang tidur. Lantai atas merupakan tempat ini merupakan halaman yang cukup lega.
atau ruangan untuk tidur saja. Halaman digunakan untuk berbagai
upacara, misalnya bakar babi, bakar ubi,
Ruangan bawah ini tempat menyimpan bahkan pembakaran mayat. Di halaman
kaneke yaitu benda-benda pusaka, dan ini pula para kerabat atau pelayat duduk
di satu bagian ruang itu ada “kotak” bersama, misalnya menyatakan duka-
yang tidak boleh dilihat oleh sembarang citanya dengan cara meratap bersama,
orang. Namun, seorang Dani pernah membagi noken, menyampaikan
mengatakan kotak di pilamo-nya pernah informasi yang menyangkul kematian
dilihat oleh turis asing dengan syarat itu. Kebutuhan akan air, misalnya air
membayar Rp. 50 ribu. Ruangan ini minum, diambil dari sungai atau anak
dilengkapi pula dengan tungku. Menjelang sungai yang ada di sekitar lingkungan
malam, api dihidupkan, ruangan penuh kediaman mereka. Dalam keadaan
asap yang berfungsi untuk penghangat tertentu, mereka langsung minum dari
dalam mengatasi dinginnya temperatur air sungai itu. Yang tidak boleh dilakukan
lingkungan. Konon pula. mereka adalah buang air besar di sungai itu untuk
umumnya belum berbusana dan tidak menjaga “kebersihannya”. Sebaliknya,
mengenal selimut. Alas tidur pun hanya sekitaran silimo atau jalan-jalan setapak
berupa sejenis rumputan berdaun halus. di lingkungan pemukiman bertebaran
kotoran babi.
Ebe-ae berdiameter lebih kecil. Namun,
keadaan ruangannya lebih kurang sama Ladang tempat bercocok tanam
dengan pilamo yang digambarkan di atas. terdapat di areal yang datar atau di
lereng-lereng bukit. Ladang itu ada yang
Pilamo dihuni hanya oleh laki-laki berdekatan dan ada yang jauh dengan
terutama yang sudah dewasa. Pintu tempat kediaman mereka. Betapapun
bangunan ini berada satu garis lurus luasnya, ladang diberi pagar yang kukuh
dengan pintu pagar. Maksudnya agar untuk menghindari masuknya babi yang
mudah mengawasi orang yang masuk. merusak tanaman.
Pengawasan itu ditujukan pada musuh,
karena di masa lalu sering terjadi Mata Pencaharian. Jenis mata
perang. Ebe-ae adalah tempat kediaman pencaharian utama orang Dani bercocok
tanam di ladang dengan sistem berpindah.

99

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

NET

Para wanita Suku Dani berkumpul bersama anak-anak mereka di sebuah perkampungan Suku
Dani.

Penebangan kayu dilakukan oleh laki- kopi, apel. Tanaman sayuran ialah bayam,
laki Sebagian kayu bekas tebangan itu cabai, buncis, wortel, bawang daun,
dibakar dan sebagian lainnya dijadikan bawang merah, mentimun, kentang,
pagar ladang. Pembuatan pagar itu juga kubis, terong, sawi, dan tomat. Tanaman
dikerjakan oleh laki-laki. Pekerjaan lain baru ini dijual untuk kebutuhan para
kaum laki-laki membuat alat-alat seperti pendatang terutama di pasar Wamena, ibu
tombak, busur, anak-panah. Alat-alat itu kota Kabupaten Jayawijaya. Pada masa
untuk menombak babi, memanah burung terakhir, mereka juga sudah diperkenalkan
dan pada masa lalu untuk alat perang. tanaman padi yang pada tahun 1985
sudah ada 9 hektar sawah.
Tanaman utama di ladang adalah
ubi(hipere). Kaum wanita mengerjakan Kebutuhan lain adalah garam. Daerah
macam-macam jenis pekerjaan di pedalaman ini dikaruniai sumber air asin.
ladang, misalnya menugal, menanam yang di Kecamatan Kurulu terdapat di
ubi, menggemburkan tanah di sekitar atas puncak bukit berupa sebuah kolam
pokok ubi, membersihkan rumput, panen, atau telaga. Air ini dijadikan garam. Cara
mengangkut hasilnya ke rumah. Sambil membuat garam itu dengan merendam
istirahat di bawah pohon di ladang, para pelepah pisang ke dalam sumber air asin
wanita tampak merajut semacam benang itu dalam jangka waktu tertentu Pelepah
untuk “tasjala” yang disebut noken. Noken pisang yang telah diresapi air asin itu
manjadi wadah untuk membawa hasil diikat dan di bawa pulang ke rumah lalu
ladang, bayi, yang semuanya didukung di dijemur. Setelah kering, pelepah pisang
punggung dan tali noken itu disangkutkan dibakar dan abunya yang terasa asin itu
di kepala. Di atas kepala masih ada digunakan sebagai garam.
bawaan lain yang dijunjung.
Organisasi Sosial. Sistem kekerabatan
Pada masa terakhir, mereka juga orang Dani berdasarkan prinsip
sudah mengenal dan menanam ubi kayu, patrilineal. Kelompok kerabat terkecil
keladi, jagung, kedelai, kacang tanah, yang umum adalah sebuah keluarga luas

100

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

virilokal (virilocal extended famly), yang aborsi dengan cara-cara tradisional yang
terdiri dari seorang suami dengan seorang merusak kesehatan. Akibatnya kondisi
atau beberapa isteri, anak-anaknya serta fisiknya menjadi semakin lemah. Ada
saudara-saudara yang lain. pula dugaan, bahwa beban yang berat
itu seolah-olah menjadi alasan bagi isteri
Dalam lingkup keluarga inti atau untuk membenarkan atau mengharapkan
keluarga luas ada pembagian kerja, suaminya kawin lagi. Dengan demikian
antara lain pembagian kerja berdasarkan beban pekerjaan yang berat tadi terbagi
seks. Dalam keluarga inti khususnya, kepada isteri-isteri yang lain.
isteri atau wanita lebih berperan dalam
bidang logistik, sedang suami atau pria Proses perkawinan dan perceraian
lebih berperan dalam bidang pertahanan. dari keluarga-keluarga yang berpoligami
Peranan berdasarkan seks ini rupanya ini juga tampaknya tidak sulit. Seorang
dilatar belakangi oleh adanya tradisi pria di Kurulu mengakui pernah kawin
“perang” di masa lain. Ketika kini, tradisi lima kali, yang akhirnya tinggal dua isteri.
perang itu sudah hilang, pembagian kerja Pcrkawinannya dengan isteri yang kedua
tadi masih tampak dalam kehidupan pada awalnya “dicemberui” oleh isteri
mereka. pertama, tapi akhirnya hubungan antara
dua wanita yang bermadu itu menjadi
Dalam pertanian ladang, ternak, dan rukun-rukun saja. Perkawinan, sang
pekerjaan dalam rumah tangga, porsi suami justru mendapat informasi dari
pekerjaan isteri atau wanita tampak lebih isteri pertama bahwa ada wanita yang
besar dari pada suami atau pria. Kaum ingin kawin dengannya. Perceraian pun
pria sekarang yang tidak lagi berurusan tampaknya mudah terjadi. Sang suami
dengan tradisi “perang” tampak seperti menceraikan ist­eri karena alasan bahwa
lebih banyak “menganggur”. sang isteri malas bekerja atau berbuat
serong dengan pria lain. Perkawinan
Keadaan di atas ini menyebabkan atau perceraian ini ada kaitannya dengan
kaum wanita merasakan bebannya terlalu pemilikan babi. Perkawinan itu terjadi
berat. Ia tidak mampu mengasuh anak berdasarkan kemampuan membayar
dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya
para ibu hamil seringkali nekat melakukan

NET

Suku Dani
sedang
membakar
babi untuk
dihidangkan
dalam suatu
upacara
perayaan.

101

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

sejumlah babi untuk mas kawin. Sosiologi dikenal dengan moiety. Baik
Perceraian yang menyebabkan bekas isteri klen maupun kelompok paroh masyarakat
kawin dengan orang lain, menyebabkan tadi bersifat eksogami, artinya tidak
bekas suami mendapat babi sebanyak boleh kawin antara orang satu klen dan
yang pernah dibayarnya dahulu. Laki-laki satu ehe. Di samping klen tadi ada pula
yang berbuat serong juga harus membayar kelompok klen besar yang disebut ukul
denda berupa babi kepada suami wanita oak. di mana anggotanya merasa berasal
yang digaulinya. dari satu nenek moyang, tetapi sulit untuk
saling mengenal karena jumlahnya yang
Peranan suami dalam proses sosialisasi besar dan tersebar di daerah yang luas.
dan enkulturasi terhadap anak juga tapak Sehubungan dengan sistem moiety dan
terbatas dibandingkan istri. Pengakuan ehe tadi, orang Dani ini sangat dikenal
seorang anak laki-laki (14 tahun) di dengan budaya “perang” nya.
Kurulu, bahwa ia merasa tidak harus
hormat pada ayahnya. Keadaan ini juga Gabungan dari beberapa silimo
tampak pada sikapnya terhadap sang menjadi sebuah komunitas kecil yang
ayah. Setiap hari, pagi dan petang, ia disebut ap logalek, yang mempunyai
memang mendapat jatah makanan (ubi) pimpinan tertentu yaitu yang biasa disebut
dari ibunya. sebagai “kepala suku” (inewa) dan kepala
perang (ap endaboqur), di mana pimpinan
Mereka ini mengenal sistem klen, dan yang terakhir ini sering dianggap lebih
orang yang berdiam dalam silimo tadi penting dari yang pertama. Kepemimpinan
tidak harus satu klen, karena mungkin komunitas ini berlanjut secara turun-
ada anggota kerabat dari pihak suami temurun, dari orang tua kepada anaknya.
atau pihak isteri. Dalam masyarakat Dani Anak mana di antara beberapa anaknya
terdapat banyak sekali klen, ada klen yang menggantikan orang tuanya
kecil (ukul) dan klen besar (ukul oak) didasarkan kepada isyarat dalam mimpi.
sebagai gabungan dari klen yang kecil
tadi. Masyarakat Dani yang ada di lembah Religi. Dalam kaitan dengan sistem
Balim saja terbagi atas tidak kurang kepercayaan, orang Dani sangat percaya
dari 49 buah klen. Keseluruhan klen ini kepada roh-roh (mogai)orang yang telah
termasuk ke dalam dua paroh masyarakat, meninggal. Roh itu berada di sekitar
artinya setiap klen menjadi bagian dari tempat kediaman keluarganya juga.
salah satu paroh masyarakat ini disebut Seperti halnya manusia, roh itu dapat
ebe yang dalam ilmu Antropologi atau melihat, berbicara, berbuat baik atau

NET

Topi suku dani
yang terbuat
dari bulu-
bulu burung

Cendrawasih.

102

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

jahat. menolong atau menyebabkan Bagi mereka, babi merupakan binatang
kematian seseorang di medan sakral, di samping sebagai mas kawin,
perang. Seperti manusia biasa roh itu alat pembayar denda. Ada informasi, di
membutuhkan makanan dan minuman. mana seorang ibu tampak menggendong
Bila seseorang sakit atau kecelakaan, atau anak babi sambil menyusuinya agar
ternak (babi) sakit, roh itu dapat diminta anak babi itu cepat gemuk, sementara
tolong untuk menyembuhkannya melalui anaknya sendiri yang masih kecil berjalan
suatu upacara. Dalam rangka upacara itu kaki di sampingnya. Babi juga menjadi
dipotong babi dan sebagian dari daging salah satu simbol kekayaan. Babi itu
itu diberikan untuk mogat. disembelih hanya pada waktu pesta atau
upacara; sedangkan pada hari biasa bila
Selain percaya kepada roh, mereka mereka ingin makan daging babi, mereka
juga percaya kepada benda-benda seperti membelinya. Babi itu dianggap sebagai
batu pipih (keneke). Batu pipih ini binatang perkasa, dan keperkasaannya
diyakini sebagai pusat segala roh orang itu tampak waktu menangkapnya yang
yang meninggal. Batu yang ukurannya dilukiskan dalam permainan rakyat yang
sekitar 10 x 40 cm bersama benda sakral dinamakan wam helo.
lainnya, seperti kayu pemukul, jala-jala
gendongan, disimpan di dalam ruang Sclain kepercayaan asli setempat
khusus di dalam pilamo, yang dikeluarkan mereka juga memeluk agama Protestan
setiap ada upacara khusus (ebe ako). atau Katolik. Memang tidak bisa
atau pada pesta babi. Upacara khusus dipastikan berapa jumlah mereka yang
tadi adalah upacara inisiasi, perkawinan, memeluk agama tersebut, akan tetapi dari
upacara untuk mencapai kebahagiaan 328.131 jiwa jumlah penduduk Kabupaten
dan kesejahteraan hidup. Upacara yang Jayawijaya tahun 1985, yang memeluk
diadakan sekali dalam 4-5 tahun itu agama Protestan : 199.000 jiwa Katolik
ditandai dengan pemotongan ratusan ekor : 52.419 jiwa, dan Islam: 19.000 jiwa.
babi. Selain kepercayaan asli itu banyak Tempat peribadatan yang tersedia adalah
di antara mereka yang sudah menganut 426 gereja Protestan. 103 gereja Katolik,
agama Katolik dan Protestan. dan 4 Mesjid.

Kepercayaan kepada roh tadi rupanya Perubahan. Setelah Irian Jaya
terkait pula dengan bentuk rumah (honai) masuk ke dalam kekuasaan Rl (1963)
yang terurai di atas. Rupanya honai yang pembangunan masyarakat Dani khususnya
tertutup, tanpa jendela, ventilasi, yang mulai dilaksanakan secara bertahap.
hanya dengan pintu kecil dan rendah, Daerah sekitar pegunungan Jayawijaya
adalah untuk menghindari masuknya berstatus sebagai sebuah kabupaten
roh-roh jahat, yang bisa membuat mereka dengan ibu kota Wamena. Tahun 1971
sakit atau mati. Itulah sebabnya mereka di Wamena dibuka lapangan terbang,
tidak mudah diajak berdiam dalam rumah sehingga Jayapura Wamena dapat dicapai
“kotak” yang ada jendela atau ventilasi. dalam waktu setengah jam. Kabupaten
Mereka beranggapan atau yakin dari celah Jayawijaya umumnya kini memiliki 57
jendela atau ventilasi itu akan masuk roh lapangan terbang, terdiri atas delapan
jahat tadi. Padahal dalam kenyataannya, milik pemerintah dan 49 milik swasta.
dalam honai yang pengap tadilah, mereka Sclanjutnya kawasan lembah Balim ini
dihinggapi banyak macam penyakit, mendapat penerangan listrik, kendaraan
misalnya “infeksi saluran pernapasan atas” mobil mulai masuk. Pada tahun 1980
yang paling banyak dialami oleh orang masyarakat kota Wamena dapat
Dani di Kurulu. Namun, bagi mereka menikmati siaran TV dan hubungan telpon
menderita penyakit semacam itu tidak dengan Jakarta dan daerah lain. Kini jalan
dianggap sakit. raya yang menghubungkan Jayapura-

103

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DANI

Wamena, sepanjang 400 kilometer, Prasarana dan sarana transportasi ini
sedang dikerjakan dan diperhitungkan akan menjadi salah satu faktor bagi orang
selesai tahun 1994. Rupanya perkiraan Dani meninggalkan zaman batu dan
waktu rampungnya jalan ini tidak tepat. menyongsong masuknya modernisasi.

Rujukan: Perubahan Sosial)
http://www.jayawijayakab.go.id/index.
Heider. KG.
1970 The Dugum Demi A Papuan Culture in php?option=com_content&view=articl
e&id=50:selayang-pandang&catid=35:
theHighlands of West New Guinea. Chicago : Aldine catjayawijaya&Itemid=66, diakses pada tanggal 26
Koentjaraningrat, dkk. Juni 2009.

1993 Masyarakat Tensing di Indonesia, Jakarta http://bps.papua.go.id/paniai/filephp/index.
: PT Gramedia Pustaka Utama php?pilih=kabpaniai, diakses pada tanggal 26 Juni
Silezer, P.J. 2009.

1991 Index of Irian Jaya Languages. Universitas http://www.papua.go.id/bps/LEFT%20FRAME
Cenderawaih dan Summer Istitute of Linguisties %20WEB%202005/PENDUDUK/SUKU%20BANG
Swasono. M.F et al SA%20ASLI%20PAPUA%20MENURUT%20URUT
AN%20ABJAD.htm, diakses pada tanggal 26 Juni
1994 Masyarakat Dani Kecamatan Kurulu. 2009.
Kabupaten Jayawijaya. Irian Jaya : Adat Istiadat
dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan (Makalah,
pada Seminar Prilaku dan Penyakit dalam Kontek

DAROK

DAROK merupakan salah satu
kelompok kecil dari orang Dayak yang
berdiam di daerah Provinsi Kalimantan
Barat. Kelompok ini bermukim
dalam wilayah Kabupaten Sanggau,
terutama dalam wilayah Kecamatan
Bonti. Pihak Departemen Sosial masih
mengkategorikan sebagian dari mereka
sebagai kelompok “masyarakat terasing”.
Pada tahun 1974 anggota kelompok ini
yang masih tergolong masyarakat terasing
di Kabupaten Sanggau tadi berjumlah
1.938 jiwa. Saat ini tidak diketahui
secara pasti jumlah suku Darok. Dalam
Kecamatan Bonti orang Darok bertetangga
dengan kelompok Dayak lainnya, seperti
Dayak Ribun, Tingin, Mayau, Sami,
Selayang. dan lain-lain.

NET

Cantung atau bakul terbuat dari bambu
dan rotan pada kelompok Dayak, Kalimantan

Barat.

104

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DATUK DARAH PUTIH

DATUK DARAH PUTIH. Cerita ini Belanda.
berasal dari kabupaten Tebo, Jambi. Pada saat itulah, Datuk Darah Putih
Menggambarkan seorang panglima perang
dari sebuah kerajaan yang terletak di di eksekusi mati oleh penjajah Belanda
dusun Sungai Aro. Dia adalah panglima dengan cara dipenggal kepalanya. Namun
perang yang pemberani, melawan ketika kepalanya dipenggal, darah yang
penjajah Belanda. Pada suatu ketika, mengalir tidak berwarna merah seperti
Datuk Darah Putih beserta pasukannya layaknya manusia biasa. Namun Darah
mampu dikalahkan pasukan penjajah yang mengalir dari tubuh Datuk Darah
Putih itu berwarna putih.

DAWAN

DAWAN biasa pula dinamakan suku wilayah. dengan keadaan alam seperti ini,
bangsa Atoni. Suku bangsa ini merupakan wilayah ini agak sukar diolah untuk lahan
salah satu kelompok penduduk asal di pertanian. Daerah persawahan hanya
Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara terdapat di daerah pantai utara dengan
Timur. Mereka berdiam terutama dalam sarana irigasi yang berasal dari sungai-
wilayah tiga kabupaten, yaitu Kabupaten sungai yang mengalir di sana. Daerah ini
Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan dipengaruhi iklim tropis dengan curah
dan Kabupaten Timor Tengah Utara. hujan yang rendah.

Lingkungan Alam. Pulau Timor Demografi. Jumlah orang Dawan
umumnya dipengaruhi oleh iklim tropis. tidak dapat diketahui secara pasti. Sensus
Secara khusus ketiga Kabupaten wilayah penduduk tahun 1930 mencatat jumlah
kediaman orang Dawan dipengaruhi gabungan anggota suku bangsa Atoni,
oleh musim hujan yang pendek dan Belu dan orang Kupang sebanyak 700.000
musim kemarau yang lebih panjang. jiwa.
Pulau Timor ditandai empat tipe savana,
yaitu palm savanas, eucalyptus savanas, Penduduk Kerajaan Kupang, TTS,
acacia savanas dan cendana savanas. Di TTU pada tahun 1930 sebesar 252.526
daerah savana itu terdapat pohon lontar jiwa. Sensus tahun 1971 menunjukkan
gewang, kayu besi, cemara, ekalipus bahwa penduduk Kabupaten Kupang,
hitam, kayu jati, bakau, jambu biji, kayu Kabupaten TTS, dan Kabupaten TTU
merah, cendan, kayu putih dan lain- berjumlah 1.066.841 jiwa. Dalam data
lain. Hutan di pulau ini hanya 11 persen kependudukan tersebut dicantumkan
dari keseluruhan luas pulau. Alamnya keterangan bahwa orang Dawan adalah
berbukit-bukit dengan beberapa puncak kelompok etnik yang terbesar jumlahnya
gunung. di daratan Pulau Timor. Dalam Kabupaten
tersebut mereka hidup bersama dengan
Pulau Timor juga dialiri oleh banyak berbagai kelompok lain, baik penduduk
sungai, yang pada umumnya kering setempat asal NTT sendiri, seperti orang
pada musim kemarau. Struktur tanah Sabu, Role, Helong. Tetun, Kemak, Alor,
pada umumnya merupakan sedimen dan lain-lainnya, maupun pendatang dan
laut berupa tanah liat dan kapur. Batu- luar NTT, misalnya Bugis, Cina. Arab.
batuan terdapat hampir merata diseluruh
Hasil penelitian Tim Peneliti Suku

105

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAwan

Bangsa dari Kanwil Depdikbud NTT 60 orang. Anggota kerabat satu kampung
tahun 1983 dapat memberikan gambaran bisa membuat perkampungan baru,
mengenai jumlah dan penyebaran orang sehingga anggota kerabat itu terpencar
Dawan di beberapa Kabupaten di Pulau pada satu daerah yang luas. Pendirian
Timor dan sekitarnya. Dalam penelitian kampung baru disesuaikan dengan daerah
tersebut jumlah orang Dawan tercatat perladangan yang tersedia.
sebanyak 522.308 jiwa. Di Kabupaten
Kupang orang Dawan berjumlah 85.425 Rumah tempat tinggal disebut ume
jiwa, yang menyebar di Kecamatan Sabu lua. Karena status sosial penghuninya
Barat (50 jiwa), Loba Lain (500 jiwa), berbeda, rumah tempat tinggal dibedakan
Kupang Barat (45.225 jiwa). Kupang antara rumah raja atau istana yang
Tengah (15.200 jiwa), Kupang Timur disebut Sonaf atau ume Usif. dan rumah
(5.475 Jiwa), Fatuleu (2.425 jiwa), dan orang kebanyakan dinamakan ume
Amfoang Selatan (14.050 jiwa). to ana’. Denah rumah tempat tinggal
berbentuk bundar dengan atap berbentuk
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan kerucut. Luas rumah disesuaikan
orang Dawan berjumlah 292.150 jiwa, dengan kebutuhan dan status sosial
yang menyebar di Kecamatan Mullo ekonomi pemiliknya. Puncak atapnya
Selatan (29.300 jiwa), Mullo Utara bisa berbentuk sanggul wanita atau
(33.800 jiwa), Amanuban Barat (31.775 palung terbalik (ume ba’i). Rangka atap
jiwa), Amanuban Tengah (33.000 yang berbentuk bulat itu disesuaikan
jiwa), Amanuban Selatan (46.775 dengan bentuk alam semesta. Bentangan
jiwa), Amanatun Selatan (43.750 jiwa), langit yang melingkupi bumi berbentuk
Amanatun Utara (24.000 jiwa), dan bulat. sedangkan bumi yang dilingkupi
Amantun Timur (49.750 jiwa). langit itu juga bulat. Langit dan bumi
itu merupakan lingkungan kehidupan
Di Kabupaten Timor Tengah Utara manusia. Orang Dawan menirukan bentuk
orang Dawan berjumlah 118.750 jiwa, langit dan bumi dalam wujud rumah.
yang menyebar di Kecamatan Biboki
Utara (10.325 jiwa), Insana (31.250 Bahan pembuatan tiang rumah
jiwa), Miomafo Barat (22.450 jiwa), dan dipilih jenis kayu yang kuat (misalnya
Miomafo Timur (54.725 jiwa). yang mereka sebut kayu biw, hue,
matani). Tiang kayu bulat dan kuat itu
Di Kabupaten Belu orang Dawan melambangkan kekuatan laki-laki. Tanah
berjumlah 25.975 jiwa, yang tersebar di yang langsung menjadi lantai rumah
Malaka Barat (9.500jiwa),Malaka Tengah dipilih yang rata dan bulat. lantai yang
(7.200 jiwa), Malaka Timur (9.275 jiwa). rata itu melambangkan kelurusan hati.
Di tengah rumah terdapat tungku tempat
Saat ini tidak diketahui secara pasti memasak yang juga dimanfaatkan untuk
jumlah suku Dawan. namun dipastikan menghangatkan ruangan pada musim
dari 211.350 jiwa penduduk di Kabupaten dingin, dan asapnya untuk mengawetkan
TTU, 415.660 jiwa di Kabupaten TTS dan bahan makanan yang disimpan di loteng.
418.004 jiwa di Kabupaten Belu, terdapat Ruangan untuk tidur dibedakan antara
suku dawan didalamnya. kamar tidur untuk orang tua yang disebut
mala’ tupamnasi, dan ruang tidur untuk
Pola Perkampungan. Menurut tradisi, anak gadis dinamakan halli ana’.
perkampungan orang Dawan biasanya
didirikan di puncak-puncak bukit dan Ragam hias pada rumah orang Dawan
dikelilingi oleh dinding batu, kaktus, umumnya mengambil motif flora, fauna,
atau semak-semak berduri. Letak dan dan gejala alam. Di antara unsur flora
pagar itu di masa lalu ada kaitannya terdapat motif daun sirih (maun no mina),
dengan keamanan dari serangan musuh. yang merupakan lambang pergaulan
Warga setiap kampung biasanya masih
merupakan kerabat yang terdiri atas 50-

106

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAWAN

dalam masyarakat, pengikat persatuan, pusaka nenek moyang yang dianggap
tanda sehati. Motif fauna meliputi keramat. Nama benda suci itu biasanya
binatang cecak, buaya, kuda, bangau, juga menjadi nama klen. Dalam bangunan
ayam, ular, burung elang, tokek, dan ini terdapat tiang keramat, yang disebut
kakaktua. ni mnasi, tempat menggantungkan benda-
benda keramat dan meletakkan saji-sajian.
Seperti halnya motif daun sirih,
motif fauna pun mengandung arti yang Tempat upacara lainnya yang berada
terkait dengan kepercayaan. Suara cecak di luar rumah disebut Tbl Uis Neno, yaitu
dikaitkan dengan pengambilan keputusan tempat menyembah Dewa Langit atau
dalam suatu musyawarah, yaitu pertanda Dewa Matahari (Uis Neno). Tempat ini
bahwa keputusan yang diambil tepat dan merupakan sebuah lingkaran tumpukan
benar. Kuda melambangkan kekuatan dan batu. Di atas tumpukan batu itu didirikan
kekayaan; burung bangau dan burung sebuah tiang bercabang tiga tempat
elang melambangkan kekuasaan yang meletakkan batu ceper untuk meletakkan
tinggi dan keberanian; ular mewakili sajian bagi dewa langit.
binatang sakral yang disembah. Gejala
alam yang menjadi motif hiasan adalah Mata Pencaharian. Orang Dawan
motif matahari (Uis Neno), yang hidup bercocok tanam di lading dengan
melambangkan kedudukan tinggi. system berpindah. Tanaman ladangnya
meliputi jagung, padi, jewawut, ubi-
Orang Dawan mempunyai beberapa ubian, labu dan sayur-sayuran. Selain
macam tempat pemujaan, yaitu Ume itu mereka juga menanam kacang hijau,
Le’o, Ume Musu, dan Ume Mnasi. Ume kedele, bawang, tembakau, jeruk, dan
Le’o adalah tempat upacara khusus bagi apel. Pekerjaan lainnya adalah menyadap
keluarga untuk memohon kesuburan dan lontar. Pohon lontar biasanya hidup liar
kebahagiaan kepada Tuhan. Ume Musu dan bergerombol. Penyadapan lontar
adalah tempat panglima perang, dukun baru dapat dilakukan bila pohonnya
perang, atau kepala adat mengadakan telah berusia sekitar 10 tahun. Untuk
upacara sebelum dan sesudah melakukan memperoleh nira yang tinggi kadar
peperangan. Ume Mnasi adalah tempat gulanya, sebagian daunnya harus dibuang.
menyimpan benda suci (nono) atau benda Setiap pohon dapat menghasilkan 10

NET

Uma Ube’
adalah rumah
adat orang
Meto yang
dikenal juga
dengan nama
orang Dawan.
Di depan
rumah itu ada
kayu bercagak
tiga dan batu
di atasnya
adalah tempat
meletakkan
sesaji untuk
nenek moyang.

107

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAWAN

liter air nira per hari dengan kadar Kain tenunan yang sedang dalam proses di
gula 17 persen. Akar pohon lontar Kabupaten Timor Tengah Utara.
yang sudah kering dapat dijadikan
kayu bakar. Batangnya dapat dijadikan sambil berputar-putar mengelilingi api
bahan bangunan, peti mati, dan tempat unggun serta melantunkan pantun berupa
makanan ternak, sedangkan pelepahnya kisah perburuan.
untuk tali. Pekerjaan di ladang dikerjakan
oleh keluarga inti, tapi kadang-kadang Berbagai subkelompok orang Dawan
dibantu oleh keluarga inti lain yang masih mengenal jenis-jenis tarian berburu ini
mempunyai hubungan kerabat. Tolong- dengan nama-nama tersendiri. Tarian
menolong dilakukan secara timbal-balik. tradisional ini pernah hilang dari
kehidupan masyarakat Dawan. namun
Selain bertani, mereka juga akhir-akhir ini tampak tumbuh kembali.
memelihara ternak, terutama sapi. Selain Syair-syair yang mengiringi tarian itu
diambil dagingnya, sapi juga dijadikan mengandung berbagai pesan yang sesuai
mas kawin dalam upacara perkawinan. dengan kebutuhan masa kini, misalnya
Tenaga sapi juga digunakan untuk tema pendidikan, kesehatan, keluarga
merencah sawah. Kini daerah Timor berencana, ekonomi, lingkungan hidup,
dikenal juga sebagai salah satu daerah pergaulan muda-mudi, dan tema lain.
pengekspor sapi dari Indonesia. Tari Bonet ini ternyata menjadi salah satu
media komunikasi tradisional yang efektif.
Sejarah mata pencaharian masyarakat
Dawan di masa silam memberi petunjuk Organisasi Sosial. Kelompok kerabat
adanya kegiatan berburu binatang berupa keluarga inti disebut ume, dan
seperti rusa Timor, babi hutan, kera, keluarga luas disebut puknes. Mereka
musang, kuskus, ayam hutan, dan juga mengenal sistem klen yang disebut
burung. Pekerjaan berburu dilakukan oleh kuanes, yakni klen kecil yang merupakan
kaum laki-laki. Pada masa lalu, taktik gabungan dari beberapa keluarga luas.
pengepungan binatang buruan ialah Gabungan klen kecil membentuk klen
dengan membakar semak belukar atau bear (kanaf), yang dikepalai oleh kepala
hutan. Ketika api merambat membakar klen. Tiap klen menjalankan upacara-
hutan mereka menari-nari sambil upacara keagamaan sendiri-sendiri dan
bersorak-sorai tetapi tetap waspada mempunyai benda suci sendiri yang
menjaga agar binatang buruan tidak disebut nono. Nama klen sering kali sama
lolos. Hasil buruan dibawa pulang dengan dengan nama benda sucinya.
bersorak-sorai tanda suka-cita. Kaum
wanita menyambut para pemburu tersebut Prinsip penarikan garis keturunan
juga sambil menari.Daging binatang yang berlaku bersifat patrilineal, artinya
buruan didoakan agar lepas dari pengaruh garis keturunan ditarik ke pihak ayah atau
kekuatan gaib sehingga aman untuk pihak laki-laki. Seorang anak menj­adi
dimakan. Setelah itu daging dibagikan warga klen ayahnya, dan ia mempunyai
kepada seluruh keluarga berdasarkan
aluran adat. Puncaknya adalah acara pesta
makan bersama yang diselingi dengan
berbagai tarian.

Tradisi berburu ini menjadi latar
belakang adanya tari lionet yang sampai
sekarang masih dilakukan dalam berbagai
upacara. Tarian ini menggambarkan
suasana pengepungan dalam berburu.
Penarinya saling berpegangan tangan

108

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAWAN

hak dan kewajiban terhadap klen tersebut. ada dapat digolongkan sebagai klen
Bila suatu klen mengadakan upacara, bangsawan (usif), golongan orang biasa
orang-orang yang ada kaitannya dengan (tob), dan golongan budak (ate). Anggota
klen tersebut diundang dan mendapat lapisan itu pernah menjalankan adat
tempat terhormat. Dalam upacara dan endogami klen. Namun wanita-wanita
juga dalam kehidupan sehari-hari pihak dari golongan bangsawan ada yang kawin
pemberi istri mendapat kedudukan yang dengan pria dari golongan biasa yang
tinggi. berpengaruh dalam masyarakat. Hal ini
ada kaitannya dengan anggapan bahwa
Adat menetap sesudah nikahnya pemberi istri lebih tinggi kedudukannya
menentukan bahwa pada awal pernikahan daripada penerima istri. Golongan budak
pasangan pengantin untuk sementara sudah tidak ada lagi pada masa sekarang,
berdiam di lingkungan kerabat istri sementara dua golongan yang disebut
(uksorilokal). Setelah berjalan beberapa pertama pun sudah mulai mengalami
waktu, keluarga ini pindah ke lingkungan pergeseran.
kerabat suami (virilokal), meskipun ada
pasangan yang tetap menetap secara Masyarakat di desa-desa mengenal
uksorilokal. Seorang istri diakui sebagai adanya golongan pemilik desa dan
anggota klen suaminya, meskipun ia golongan yang bukan pemilik desa.
masih mempunyai hak dan kewajiban Golongan pemilik desa (kuantif) terdiri
tertentu pada klen asalnya. atas orang-orang keturunan pendiri desa,
dan mereka inilah yang menguasai tanah.
Pada masa lalu klen-klen yang Golongan bukan pemilik desa (atoin
asaot) adalah orang-orang yang datang
Seorang laki-laki Kupang tengah meniup ke suatu desa, termasuk laki-laki yang
suling datang secara matrilokal. Mereka ini tidak
boleh memegang jabatan dalam desa itu.
Selain itu ada pula golongan ketiga yang
juga bukan golongan pemilik desa, yaitu
golongan pengembara (atoin anaot).
Golongan ini pun tidak menduduki
jabatan dalam desa yang bersangkutan.

Religi. Uis Neno adalah dewa pencipta
alam dan kehidupan di dunia, yang
menjadi pusat sistem kepercayaan orang
Dawan. Upacara-upacara pemujaan
dewa dilakukan untuk memohon hujan,
sinar mata hari, keturunan, kesehatan,
dan kesejahteraan. Penjelmaan Uis Neno
dikenal dalam bentuk dewa bumi atau
dewa kesuburan (Uis Pali atau Uis Afu),
dan arwah nenek moyang (Pah Nitu),
yang mendiami bumi dan setiap benda
yang hidup di atasnya. Oleh sebab itu,
dalam setiap upacara yang dipanggil
terlebih dahulu adalah dewa bumi dan
roh nenek moyang. Arwah nenek moyang
merupakan tempat berlindung, tempat
meminta bantuan, dan penghubung
kehidupan di dunia dan alam gaib.

109

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAWAN

Perwujudan pancaran kekuatan Uis Neno dan dihormati. Di samping itu mereka
menjelma dalam bentuk totem, seperti juga percaya kepada makhluk-makhluk
kera, buaya, burung gagak, burung halus, yang baik maupun yang jahat.
kakaktua, dan lain-lain, yang dimiliki oleh Makhluk-makhluk halus itu dipuja dan
setiap klen. dijinakkan dengan saji-sajian.

Selain itu juga dikenal Uis Oe, yaitu Kini masyarakat Dawan juga memeluk
dewa air yang menguasai sungai, agama Protestan, Katolik, dan Islam.
danau, dan mata air. Dewa inilah yang Pemeluk agama Katolik yang terbanyak
menurunkan embun dan hujan. Namun adalah di Kabupaten TTU, sedangkan
kadang-kadang dewa itu menjelma pemeluk agama Protestan banyak terdapat
menjadi buaya, karena itu buaya ditakuti di Kabupaten TTS dan Kabupaten Kupang.

DAYA

DAYA, ORANG, salah satu kelompok 54.468 jiwa, Baturaja Barat 25.125 jiwa,
masyarakat asli di Provinsi Sumatra Simpang 63.278jiwa, dan Muaradua
Selatan. Wilayah persebarannya meliputi 77.208 jiwa. Dari jumlah tersebut tidak
Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat, dapat diketahui secara pasti jumlah orang
Simpang, dan Muaradua di Kabupaten Daya, tetapi diperkirakan lebih dari
Ogan Komering Ulu. Sejak tahun 2004, 50.000 jiwa.
terjadi pemekaran wilayah, dimana
Kabupaten Ogan Komering Ulu digangi Menurut data tahun 2000-an, jumlah
menjadi tiga wilayah, yaitu Ogan Kemiring penduduk di kecamatan Baturaja Timur
Ulu dan Ogan Komering Ulu Selatan, dan 80.617 jiwa, sedangkan di Kecamatan
Ogen Komering Ulu Timur. Kecamatan Baturaja Barat berjumlah 8.500 jiwa.
Baturaja Timur dan Baturaja Barat masuk Untuk jumlah penduduk kecamatan
ke dalam wilayah kabupaten Ogan simpang dan muaradua belum diketahui,
Komering Ulu, sedangkan Kecamatan namun secara keseluruhan, jumlah
Simpang dan Kecamatan Muaradua penduduk Kabupatem Ogen Komering
masuk ke dalam wilayah kabupaten Ogan Ulu Selatan adalah 281.685 jiwa.
Komering Ulu Selatan. Mereka menggunakan bahasa Daya,
yang termasuk rumpun bahasa Melayu.
Berdasarkan data statistik tahun 1988 Sebagian besar orang Daya adalah
penduduk Kecamatan Baturaja Timur pemeluk agama Islam.

DAYAK

DAYAK adalah salah satu kelompok wilayah administratif Provinsi Kalimantan
besar penduduk asal atau sering disebut Barat, Provinsi Kalimantan Tengah,
“penduduk asli” pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Selatan, dan
Mereka tersebar di berbagai bagian Provinsi Kalimantan Timur; dan sebagian
dari pulau raksasa ini. Sebagian berada lainnya berdiam dalam wilayah Negara
di wilayah Republik Indonesia, yaitu Malaysia. Mereka itu ada yang bermukim

110

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

di kawasan yang dekat dengan pantai, Hamdani Azmi, “Dayalogi”, menyatakan
di muara atau pecabangan anak sungai bahwa daya berarti “kekuatan”. Hal ini
dengan sungai besar, dan sebagian lainnya dihubungkan dengan adanya dongeng
berdiam di hulu sungai-sungai besar dan yang menyatakan bahwa Ranying yang
kecil di daerah pedalaman. Keberadaan dengan kekuatannya menurunkan
mereka di pulau ini atau dilokasi-lokasi manusia di Kalimantan dengan tandu
yang tersebar tadi telah melewati rentang emas yang disebut Palangka Bulan.
sejarah yang panjang. Mereka memiliki Manusia itu adalah nenek moyang orang
mitologi, dongeng, kepercayaa­ n tertentu Dayak. Manusia pertama itu oleh orang
tentang asal usul nenek moyang mereka. Dayak Ma’anyan di Balangah disebut
Para pengamat termasuk para ahli Adam; kelompok Dayak lain di Kalimantan
telah banyak dan telah lama menaruh Tengah menamakannya Samirukung
perhatian lewat penelitian-penelitian Mulung; Dayak Punan menyebutnya Kitkiu
tentang rentang sejarah yang mereka lalui (Lihat Team Survey Direktorat Jenderal
itu. Sampai masa yang lebih akhir ini, Bina Sosial Departemen Sosial Survey
para pengamat dan peneliti masih saja Suku Daya Pitap di provinsi Kalimantan
berusaha memahami mereka dari segala Selatan (197).
aspeknya karena di sana-sini rasanya
masih saja ada misteri yang tersirat di Istilah dayak mungkin tidak
balik kehidupan sosial mereka yang belum berkonotasi negatif seandainya
terungkap. pemerintah kolonial Belanda tidak
menggunakannya sebagai bagian dari
Panamaan kelompok ini dengan kata politik pecah belah (divide etimpera).
dayak mungkin kurang tepat, terutama Untuk menghilangkan konotasi negatif itu,
kalau dipandang dari sudut pengertian beberapa pemuka masyarakat kelompok
mereka sendiri tentang makna kosakata penduduk asli di Kalimantan Barat sepakat
itu. Rupa-rupanya kata itu mengandung mengganti istilah dayak dengan daya yang
pengertian yang negatif atau bersifat tanpa huruf “k”. Kata daya lalu digunakan
merendahkan, karena disebutkan oleh secara resmi pada bulan Juli 1946 untuk
pihak lain di luar kelompok mereka menamakan sebuah partai yaitu Partai
sendiri. A.B. Hudson dalam disertasinya Daya (lihat T. H. Gregorius Mering, Luma’
Padju Empat : The Ethonography and Umaa’: Suatu Kajian Sistem Perladangan
Social Structure of A Ma‘anyan Dajak (Jiang Alik Orang Kayan di Desa Padua
Group in South Eastern Borneo (Cornell Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas
University, 1967) menyatakan bahwa Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Depok,
mereka merasakan kata itu mengandung FISIP-UI, 1988). Namun dalam tulisan
pengertian “kasar, udik, dusun, bodoh”. ini tetap digunakan kata dayak karena
istilah itu sekarang umum digunakan
Orang Kayan salah satu kelompok asli dan tampaknya tidak lagi mengandung
di Kalimantan Barat menyebut kelompok konotasi negatif seperti di masa lalu.
mereka dengan Da’Kayaan. Dalam bahasa
Kendayan kata daya ‘berarti “hulu”. Seperti dikemukakan oleh T.H.
Tjilik Riwut dalam bukunya Kalimantan Gregorius Mering (1988) dalam
Memanggil menyatakan bahwa kata dayak tulisannya tersebut di atas, para
itu berarti “darat” atau “daratan” dimana pengamat memang masih menemui
yang dimaksudnya adalah pedalaman. kesulitan dalam mengidentifikasi dan
Hal ini tentu sehubungan dengan bahwa mengklasifikasi suku-suku bangsa yang
di daerah pantai ada kelompok-kelompok hidup di pulau Kalimantan. Kesulitan
lain, yang datang kemudian, misalnya itu antara lain disebabkan pulau ini
Kutai, Banjar, Melayu Pontianak, dan lain- merupakan persimpangan jalan dari
lain. Pendapat lain misalnya dalam tulisan berbagai pengaruh kebudayaan, misalnya

111

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

pengaruh dari daratan Sumatra di KalBar, 1975) mencantumkan beberapa
Kalimantan bagian barat, dari Jawa pada penggolongan orang Dayak yang berasal
bagian selatan Kalimantan, dari kepulauan dari beberaka ahli. H.J. Malinckrodt,
Sulu dan Bisayan (Pilipina) di bagian bekas controleur di jaman penjajahan
timur laut Kalimantan, serta Formosa Belanda, menggolongkan orang Dayak itu
dan Cina Selatan di beberapa tempat. menjadi enam rumpun yang disebutnya
Pada masa kolonial Belanda dan Inggris stammenras, yaitu rumpun-rumpun:
pulau ini terbagi menjadi dua yang satu Kenya-Kayan-Bahau, Ot Danum, Iban,
dengan yang lain saling mempengaruhi. Munit, Klementan, dan Punan. Ahli lain,
Data etnograsi sebelum Perang Dunia II, Ch. F.H. Duman membagi orang Dayak ke
umumnya bersifat spesifik baik daerah dalam tujuh kelompok, sambil memberi
maupun pokok pehatiannya, sehingga rinciannya. Ketujuh kelompok itu adalah
sukar dijadikan bahan perbandingan : Ngaju, Apu Kay an, Iban, Klematan atau
lintas budaya. Batas budaya yang Darat, Murut, Punan, Danun.
kabur dan dalam keadaan berubah-
ubah, karena masing-masing kelompok Tjilik Riwut membagi orang Dayak
saling mempengaruhi, misalnya lewat atas tujuh kelompok juga, tetapi sedikit
perdagangan, perkawinan, dan lain-lain. berbeda dengan Duman tersebut di
atas. Kelompok-kelompok berdasarkan
Aneka ragam kelompok dengan pembagian riwut ini ialah kelompok (1)
budayanya yang mungkin bervariasi Dayak Kayan yang berdiam di pedalaman
itu masih memperlihatkan persamaan- Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan
persamaan tertentu. Ciri-ciri fisiknya Timur, dan sebagian berdiam di Sewarak,
dapat digolongkan sebagai ras Malayan Kalimantan Utara (Malaysia). (2) Dayak
Mongoloid. Mereka umumnya bermata Punan berdiam di pedalaman Kabupaten
pencaharian berladang, berburu, dan Berau, Kutai yaitu di sekitar sungai
pernah meramu. Religinya berorientasi Berau dan sungai Belayan, anak sungai
kepada pada dunia roh, memperhatikan Mahakam. (3) Dayak Iban berdiam di
pertanda dari burung, dan pernah hulu sungai Kapuas, Kabupaten Kapuas
mengenal tradisi mengayau. Hulu dan sebagian berada di pedalaman
Serawak, Malaysia. (4) Dayak Ot Danum
Para ahli telah mencoba membuat berdiam di pedalaman Kalimantan
pengelompokan-pengelompokan yang Tengah, yaitu di hulu-hulu sungai Barito,
lebih kecil dari keseluruhan masyarakat sungai Kahayan, sungai Kapuas dan
Dayak ini. Dasar pengelompokan itu lain-lain. (5) Dayak Klemantan berdiam
sering berbeda, ada yang melihatnya dari di pedalaman Kalimantan Barat bagian
segi bahasa, rumpun suku-bangsa, dan selatan. (6) Dayak Ngaju berd­ iam di
lain-lain. Dalam bukunya J.U. Lontaan, pedalaman Kalimantan Selatan dan
Sejarah Hukum Adat dan Adat lstiadat Kalimantan Tengah bagian selatan. (7)
Kalimantan Barat (Pemda Tingkat I

NET

Para wanita dari
Suku Dayak

sedang menari
tari Enggang.

112

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

Dayak kenya berdiam di hulu sungai Sub kelompok Daya Ma’anyan terbagi
Belayan dan hulu sungai Mahakam di atas tujuh kelompok kecil yang disebut
pedalaman Kabupaten Kutai. “suku”. Kelompok-kelompok kecil itu
adalah Ma’anyan Pantai, Ma’anyan Paku,
Rincian dari kelompok orang Dayak Ma’anyan Jangkung, Ma’anyan Paju, Paju
menurut pembagian Ch.F.H. Duman Empat, Ma’anyan Benua Lima, Ma’anyan.
tersebut di atas adalah sebagai berikut. Sub kelompok Daya Lawangan terbagi
Orang Dayak Ngaju terbagi lagi atas pula atas 31 buah “suku”, yaitu Lawangan
empat sub kelompok, yaitu sub kelompok Karau, Singa Rasi, Paku, Ayus, Bawu.
Dayak Ngaju, Dayak Ma’anyan, Dayak Tabuyan Mantararan, Malang, Tabuyan
Lawangan, dan Dayak Dusun. Sub Teweh, Mangku Anam, Nyumit, Bantian,
kelompok Dayak Ngaju terbagi lagi atas Purui, Tudung, Leo Arak, Bukit, Mungku,
53 sub kelompok yang lebih kecil yang Benua, Bayan, Lemper, Pauk, Tungku
biasanya dinamakan “suku”, yaitu Baradia, Lawangan. Sub kelompok Dayak Dusun
Barahayan, Baranarai/Barune, Bara Nio, terbagi atas delapan “suku” yaitu Dusun
Bara Nyet, Bara Urik, Ole Meneya, Ole Wito, Dusun, BayanTawan, Kerawatan,
Katingan, Tamuan, Seruyan, Mentabi, Bayan, Dusun Malang, Karamaun, Dusun
Baraki/Bakumpai, Bara Raden/Ole Daya.
Mengkatip, Kahayan, Ngaju, Barangas,
Bara Je, Kayu Tangi, Dayak, Tapin, Kelompok Dayak Apu Kayan terbagi
Amandit, labuanAmas, Alai, Bukit, Ritap, atas tiga sub kelompok, masing-masing
Balanga, Bajau, Pasir, Kapuas, Mentebah, sub kelompok Dayak Kenya, Kayan,
Sembuluh, Arut, Bulik, Batang Kana, dan Bahau. Sub kelompok Dayak Kenya
Balangikan, Ulang, Lemandau, Bentian, terbagi atas 24 buah “suku”, yaitu Kenya,
Mendawai, Murung, Tebilun, Lampeang/ Kenya Bauk, Lepo Payah, Uma Klap,
Balai, Tungka Ngaju, Taboyan Teweh, Nyibun Saban/Libun, Lepo Maut, Ma’lang,
Purrui, Kuwing, Pananyui, Purung, Lantu Ma Alim, Lepo Ka’, Ma Badang, Ulun
Uang, Bawa Adeng, Lalang, Kali, Bawa. Serau/ Berau, Ulun, Lepo Tau, Lepo Kulit,

Salah satu rumah tradisional Dayak.

113

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

Lepo Baka, Lepo Tepo, Lepo Lisan, Lepo Kayu bunga, Putatah, Milanau.
Kayan, Ngure/Urik. Sub kelompok dayak Kelompok Dayak Murut terbagi atas
Kayan terbagai atas 10 buah “suku”,
yaitu Uma Pliau, Uma Samuka, Uma Puh, tiga sub kelompok yaitu Murut, Idaan atau
Uma Paku, Uma Bawang, Uma Naving, Dusun, dan Tidung. Sub kelompok Dayak
Uma Lasung, Uma Daru, Uma Jumang, Murut terbagi atas 28 buah “suku”, yaitu
Uma Leken. Sub kelompok Dayak Bahau Murut, Bundu membakut, Parat, Putatah,
terbagi pula atas 26 buah “suku”, yaitu Dalit, Peduan, Rundun, Kalur, Sepalut,
Saputan, Penihing Bahau Kayan, Lang Kun Daya, Tempasuh, Tambunan, Kaiau,
Glat, Ma’Suling, Lang Wai, Uma Wai, Rahan, Marundu, Rungus, Dumpa, Miri,
Huvang Ana, Huvang Tering, Segai, Tambunwa, Tenggasa, Tegas, Kanawit,
Nadang, Melarang, Ba’Belur, Ma’ Lowang, Lelak, Sebap, Narun, Malanau, Dabugus
Uma Aging, Uma Pagung, Uma Bau/Uban, atau Ulun Dabugus. Sub kelompok Dayak
Uvang Dali, Bahau, Uvang Hurai, Uvang Idaan terbagi atas enam buah “suku”,
Mekan, Uvang Bo, Uvang Sirap, Uma yaitu yakni Bundu, mambakut, Papar,
Mehak, Teliba, Tanjung Linggang. Putetan, Tuaran,Tenggila. Sub kelompok
Dayak Tidung terbagai pula ats 10 buah
Kelompok Dayak Iban tidak terbagi “suku” yakni, Ulun Mentarang, Ulun
atas sub kelompok, tetapi langsung Tubuh, Ulun Dayu, Ulun Putuh, Nilantau
terpecah menjadi sejumlah “suku”. Suku- Lang, Ulun Kalabit, Adang, Saban,
suku tersebut adalah Balau, Skrang, Keraian, dan Liban.
Saribas, Undup, Kumpang/Ulu Kantuk,
Sabuyau, Seru, Empran, Kanawit, Katibas, Kelompok Dayak Punan terbagi atas
Gaat. empat sub kelompok yaitu Dayak Basap,
Punan, At, dan Bukat. Sub kelompok
Kelompok Dayak Klemantan biasa juga Dayak Basap terbagi atas 20 buah “suku”
disebut Dayak Darat. Kelompok ini terbagi yaitu Kinaru, Sagaba, Sambarukat, Birang,
atas dua sub kelompok yaitu Klemantan Bala, Mapi, Malmau, Sidung, Luwanggi,
dan Ketungau. Dayak Klemantan terbagi Mangging, Makan Ulu, Malettan, Maning,
atas 47 buah “suku” yaitu Selaku, Darat, Bengungu, Suwaran, Ulu Labu, Siagong,
Klemantan, Malok, Sedu, Kembayan, Long Gi, Malinau atau Punan Usun, dan
Sangkeng, Tawang, Galih, Ribun, Batu. Sub kelompok Dayak Punan terbagi
Punti, Kadukul, Pigugah, Sakubang, atas 24 buah “suku”, yakni Busang,
Sakujan, Maulang, Ayuh, Penting, Long Wai, Aput, Baha, Lisium, Berusu,
Batang Tarang, Manyuke, Paranguawan, Semamu, Balalu, Are, Tubu, Tukup, Alun,
Sareto, Darit, Deva, Kualan, Kancing, Sang, Benga, Nyibung, Sian, Lagat, Tiyar,
Ketiyur, Kenelas,Taba,Tebang, Benawas, Bungan, Keriau, Era, Mandai, Penyabung,
Kerabat, Sawai, Jawan,Taman, Entukan, dan Dulai. Sub kelompok Dayat At terbagi
Semerawai, Mangkok, Kuman, Mahap, Ulu atas lima buah “suku, yaitu At Parai atau
Sekadau, Tanjung, Ambawang, Sekilap, At Pari, At Alang-Alang, At Marikit, At
Ipoh, Siding, Empatang. Sub kelompok Patih Tarukah, dan At Sia.
Ketungau terbagi pulaatas 39 buah
“suku” yaitu Bandur.Tabun, Begeleng, Kelompok Dayak Ot Danum
Demam, Senangkan, Rakawi, Malahui, merupakan kelompok yang terbesar
Sekalau, Peturan, Bangun, Marakai, jumlah “suku”-nya. Suku-suku dari
Marak, Laman Tawa, Laman Tuha, Kaluas, kelompok Ot Danum ini berjumlah 65
Kandau, Kelata, Batu, Sandai, Bangkang, buah, yakni Lebang, Pundan, Desa,
Lomandau, Delang, Batang Kawa, Bulik, Seberuang, Payah, Linuh, Linuh Pudau,
Mamah Darat, Rukunu Guhung, deah, Palan, Pandu, Rarai, Muntak, Silang,
Beginci, Krincu, Kayung, Lauh, Pesanguan, Jungkau, Lacur, At Danun, Penangkuwi,
Jelai, Kcndawangan, Tulak, Kecurakan. Nyangai, Asa, Banyau, Sahiei, Serawai
Danau, Limbei, Ransa, Kenyilu, Iban,

114

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

Tahin.Kuhin, Pangin, Penanyui, Ellah, kelompok penghuni rumah panjang inilah
Kebosan, Keninjal, Tebidah, Ginih, yang di dalam daftar Ch. T.D. Duman ada
Jampal, Kayan Danum, Nanga, Ulun yang disebut Lepo Kulit, Lepo Tau, Lepo
Daan, Mentebah, Taman Danun, Taman Baka, dan lain-lain.
Sibau, Mandai Suruk, Palin, Embaloh,
Lauk, Kalis, Lebayan, Sebaung, Tawahui, Kelompok Kenyah seperti tersebut
Raham, Pananyari, Duhai, At Bunusu, di atas yang hidup di daerah terpencil
Tahup, At Siang, Kalang Lupu, Jambung seringkali mengalami kesulitan dalam
Jaman Gunung Kambang, Nyahing Uhing, memperoleh kebutuhan dasar misalnya
Babuat, Keramai, Serimbu, Ketugau Ulu, garam, minyak, dll. Untuk mendapatkan
Kendayan, dan Sebaruk. garam saja mereka harus pergi dengan
menghabiskan waktu berminggu-
Kelompok-kelompok kecil yang minggu karena harus melalui sungai
oleh Ch. TF. Duman disebut “suku” tadi dengan riam dan arus yang deras
mungkin merupakan sebuah klen atau dan diteruskan dengan berjalan kaki
kelompok satu rumah panjang. Satu menembus hutan. Di pihak lain mereka
rumah panjang itu dapat juga disebut telah mengetahui bahwa di luar daerah
sebagai sebuah kampung. Hal itu tampak mereka telah terwujud kemajuan dalam
misalnya pda kelompok Dayak Kenya berbagai bidang. Itulah sebabnya
(Kenyah) yang berdiam di daerah Apo kelompok-kelompok mereka bermigrasi
Kayan, yang terletak di tengah pulau baik dalam kelompok kecil maupun
raksasa Kalimantan itu. Rumah panjang bereksodus ke daerah pantai yang
pada orang Kenyah disebut umaq dadoq dekat dengan kemajuan tadi. Mereka
yang terdiri dari puluhan ruang (amin), pun berkeinginan agar anak-anak
sehingga rumah semacam itu ada yang mereka mendapat pendidikan seperti
mencapai 500-600 m panjangnya. Setiap masyarakat lain yang telah menikmatinya.
ruang dihuni oleh sebuah keluarga Pada dasarnya masyarakat Kenya
luas (extended fami­ly) sehingga rumah khususnya dan masyarakat Dayak pada
panjang tadi dihuni oleh ratusan jiwa. umumnya merupakan orang-orang yang
Itulah sebabnya satu rumah panjang mendambakan kemajuan.
dapat dianggap sebagai sebuah kampung.
Kepindahan mereka ke daerah-daerah
NET baru misalnya ke sekitar kota kecamatan,
seperti Long Bagun, Long Iram, kota
Bagi Suku Dayak, tato merupakan salah kabupaten Tenggarong, dll. Di sana
satu kebudayaan yang diturunkan dari nenek mereka ada yang masih mengelompok
moyang mereka. seperti di daerah asalnya di Apo Kayan,
akan tetapi ada yang hidup tersebar
pada berbagai tempat. Itulah sebabnya
kelompok-kelompok (“suku”) tadi
mungkin tidak seperti yang digambarkan
oleh Duman tadi. Rincian yang dibuat
oleh Duman adalah gambaran di masa
lalu, tapi sekarang kelompok itu mungkin
sudah hilang atau terpecah menjadi
lebih banyak lagi. Keadaan yang dialami
oleh orang Kenyah mungkin terjadi pula
pada kelompok-keompok Dayak lainnya.
Pada masa yang lebih akhir ini (1994)
telah terbit sebuah buku yang disunting
oleh Paulus Florus et al., Kebudayaan

115

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DAYAK

Dayak, Akeralisasi dan Tranformasi, di Dayakology and Development dengan PT

terbitkan atas kerja sama LP3S Institute of Gramedia.

Rujukan: Eastern Borneo, Cornell University.
Lontan, J.U.
Geogorius Mering, T.H.
1988 Luma’ Umaa’ : Satuan Kajian Sistem 1975 Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat
Kalimantan Barat, Pemda Tingkat I Kalbar. Team
Perladangan Wang Alik Orang Kayan di Desa Survey Direktort Jendral Bina Sosial Departemen
Padua Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Sosial.
Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Skripsi pada FISIP
Universitas Indonesia. 1975 Survey Suku Daya Pitap di Provinsi
Hudson, A.B. Kalimantan Selatan.

1967 Padju Empat: The Ethography and Social
Structure of A Ma’anyan Dajak Group in South

DEBUS

DEBUS, kesenian asli masyarakat dari Eropa, terutama para pedagang
Banten ini telah ada sejak abad ke-16, Belanda yang tergabung dalam VOC.
tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Kedatangan kaum kolonialis ini di satu
Maulana Hasanuddin (1532-1570), dalam sisi membangkitkan semangat jihad kaum
rangka penyebaran agama Islam. Awalnya muslimin Nusantara, namun di sisi lain
debus digunakan sebagai alat untuk membuat pendalaman akidah Islam tidak
membangkitkan semangat para pejuang merata, yaitu terjadinya percampuran
dalam melawan penjajah Belanda ketika akidah dengan tradisi pra-Islam. Hal ini
kekuasaan Banten dipegang oleh Sultan yang terdapat pada kesenian debus.
Ageng Tirtayasa (1651-1682). Apalagi,
di masa pemerintahannya tengah terjadi Kesenian debus yang dipertunjukkan
ketegangan dengan kaum pendatang sebagai pelengkap upacara adat, atau
untuk hiburan masyarakat ini, biasanya

NET

DEBUS,
kesenian asli

masyarakat
Banten ini telah
ada sejak abad
ke-16, tepatnya

pada masa
pemerintahan
Sultan Maulana

Hasanuddin
(1532-1570),
dalam rangka
penyebaran
agama Islam.

116

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DEBUS

dikombinasikan dengan seni tari, seni jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan
suara dan seni kebatinan yang bernuansa anggota tubuh lainnya sampai tebus tanpa
magis. Pertunjukan ini dimulai dengan mengeluarkan darah; mengiris anggota
pembukaan (gembung), yaitu pembacaan tubuh sampai terluka dan mengeluarkan
sholawat atau lantunan puji-pujian kepada darah tapi dapat disembuhkan seketika
Nabi Muhammad, dzikir kepada Allah, itu juga hanya dengan mengusapnya;
diiringi instrumen tabuh selama tiga puluh menyiram tubuh dengan air keras sampai
menit. pakaian yang dikenakan hancur lumat
namun kulitnya tetap utuh.
Acara selanjutnya adalah beluk, yaitu
lantunan nyanyian dzikir dengan suara Selain itu, juga ada atraksi
keras, melengking, bersahut-sahutan menggoreng kerupuk atau telur di atas
dengan iringan tetabuhan. Bersamaan kepala, membakar tubuh dengan api,
dengan beluk, atraksi kekebalan tubuh menaiki atau menduduki tangga yang
didemonstrasikan sesuai dengan keinginan disusun dari golok yang sangat tajam,
pemainnya : menusuk perut dengan gada, serta bergulingan di atas tumpukan kaca
tombak atau senjata almadad tanpa luka; atau beling. Atraksi diakhiri dengan
mengiris anggota tubuh dengan pisau gemrung, yaitu permainan alat-alat musik
atau golok; makan api; memasukkan tetabuhan.

DEING, ORANG berdiam di daerah DEING
Nadar, Lebang Beengada, Mariabang,
dan Bagang yang termasuk wilayah mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa
administratif Kabupaten Alor, Provinsi Deing.
Nusa Tenggara Timur. Orang Deing
merupakan satu kelompok yang Kelompok ini merupakan salah satu
jumlahnya relatif kecil, namun mereka dari puluhan kelompok kecil penduduk
asal Kabupaten Alor. Mereka hidup dari
pertanian dengan tanaman pokoknya
adalah jagung.

bp.blogspot.com

Pakaian
tradisional
masyarakat Alor
dalam sebuah
tarian Perang.

117

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DELI

DELI, MELAYU merupakan salah orang Melayu berjumlah 7.000 jiwa. Pada
satu subkelompok suku bangsa Melayu masa itu, sistem pemerintahan di wilayah
Sumatra Timur yang termasuk kelompok itu dikuasai oleh sultan-sultan Deli yang
asal di Sumatra Utara. Sebutan Melayu masing-masing berkuasa atas wilayah
Deli ditujukan kepada masyarakat (negeri) tertentu. Perpecahan di kalangan
Melayu yang berdiam di Kabupaten Deli berbagai kesultanan terjadi ketika Belanda
Serdang dan di sekitar kotamadia Medan mulai masuk ke daerah ini. Salah satu
(daerah Deli) yang terletak tidak jauh kerajaan yang masih ada peninggalannya
dari pantai timur Sumatra. Di Kabupaten sampai saat ini adalah Kerajaan Deli
Deli Serdang, yang luasnya 6.064 dengan Istana Maimoonnya yang terletak
kilometer persegi, mereka tersebar di 33 di kota Medan.
kecamatan. Pada tahun 1984 jumlah pen­
duduk kabupaten ini 1.343.388 jiwa, dan Keadaan Geografis dan mata
di dalamnya orang Melayu Deli hidup Pencaharian. Pa­da masa itu daerah Deli
bersama dengan berbagai suku bangsa dikenal dengan kesuburannya. Hasil-
lainnya, misalnya orang Batak Karo,Toba, hasil buminya meliputi lada, cengkeh,
Aceh, Minangkabau, dsb. Menurut tembakau, dan tanaman lainnya. Suku
data tahun 2008, jumlah penduduk di bangsa lain yang sejak lama telah
Kabupaten Deli Serdang, yang memiliki mempunyai hubungan dengan orang
luas 2.497,72 kilometer persegi, sebanyak Melayu adalah orang Karo, yang wilayah
1.686.366 jiwa. Di kotamadia Medan tempat tinggalnya paling dekat dengan
tempat tinggal mereka kini meliputi Deli. Keahlian orang karo dalam menanam
kecamatan Medan Deli, Medan Barat, tembakau mengundang bangsa Belanda
Medan Labuhan, Medan Denai, Medan untuk membuka perkebunan tembakau
Timur, Medan Johor, Medan Sunggal, secara besar-besaran di daerah ini.
Medan Kota, Medan Tuntungan, Medan
Baru, Medan Belawan. Penduduk wilayah Pembukaan perkebunan tembakau
kotamadia Medan di 11 kecamatan pada ini akhirnya menyebabkan semakin
tahun 1990 adalah 1.245.725 jiwa. Pada banyaknya pendatang suku bangsa lain
beberapa kecamatan, orang Melayu ke daerah ini, di antaranya orang Aceh
Deli merupakan penduduk mayoritas, melalui perbatasan utara, orang Bugis
di antaranya di Kecamatan Medan melalui pantai Timur Sumatra, orang
Deli sebanyak 20% dari 73.752 jiwa; Minangkabau dari arah selatan, dan
Kecamatan Medan Labuhan 40% dari orang Jawa yang sengaja didatangkan
67.435 jiwa; Kecamatan Medan Belawan sebagai buruh perkebunan. Bahkan untuk
40% dari 64.690 jiwa. Kota Medan saat memenuhi tenaga kerja, pemerintah
ini memiliki sekitar 21 kecamatan dengan Belanda juga mendatangkan pekerja orang
jumlah penduduknya di tahun 2007, Tionghoa dari Semenanjung (Singapura)
tercatat sekitar 2.083.156 jiwa. Jumlah dan orang India. Berbagai suku bangsa
penduduk di tahun 2006 pada kecamatan pendatang ini kemudian menetap
Medan Deli sebanyak 145.174 jiwa, di wilayah ini, sehingga penduduk
kecamatan Medan Labuhan sebanyak Melayu asli semakin terdesak dan mulai
104.829 jiwa, dan di kecamatan Medan menyingkir ke daerah pinggiran.
Belawan sebanyak 94.735 jiwa.
Sesudah masa kemerdekaan, kota
Ketika Inggris pertama kali masuk ke Medan berkembang menjadi pusat
daerah ini pada tahun 1822, diperkirakan perdagangan nasi I bumi Sumatra Utara,
penduduk asli yang kini dikenal sebagai sedangkan kaum pendatang menjadi lebih
besar jumlahnya dibandingkan orang

118

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DELI

Melayu sebagai penduduk asli. biasa. Pembedaan ini juga terlihat dalam
Bahasa. Seperti halnya bahasa orang bentuk-bentuk kesenian yang terdapat di
kalangan penghuni istana dengan bentuk
Melayu lainnya, bahasa Melayu Deli kesenian rakyat biasa. Kini pemakaian
mempunyai hubungan erat dengan bahasa Melayu Deli di kalangan generasi
bahasa Melayu-Malaysia. Bahasa muda mulai menghilang.
Melayu ini memiliki sumbangan besar
bagi perkembangan Bahasa Indones­ ia. Orang Melayu Deli yang berdiam di
Perbedaan yang dapat dilihat di antara daerah pinggiran kota sebagian besar
berbagai orang Melayu yang terpisah- mengembangkan mata pencaharian
pisah berdasarkan wilayah tempat sebagai petani dan mengusahakan
tinggalnya tersebut adalah dalam hal perkebunan buah-buahan. Yang tinggal di
dialek bahasa. Dialek yang berkembang di daerah kota umumnya menjadi pegawai
kalangan orang Melayu Deli dipengaruhi negeri dan mengembangkan industri kecil.
oleh dialek dari bahasa suku bangsa Masyarakat yang tinggal di daerah pantai
lain yang berdiam di sekitar mereka. sebagian besar menjadi nelayan.
Salah satu ciri mencolok pada dialek
Melayu Deli adalah penggunaan huruf e. Pola Perkampungan. Pada masa lalu
Walaupun pengucapannya berbeda, secara pola perkampungan orang Melayu Deli,
garis besar arti katanya tidak berbeda seperti halnya orang Melayu lainnya,
dengan bahasa Melayu dialek lainnya. disesuaikan dengan alur sungai atau
Pada masa lalu, di kalangan masyarakat jalan yang sudah ada sebelumnya. Antara
Kesultanan Deli terdapat semacam pem­ pekerangan satu rumah dan rumah lain
bagian antara bahasa di kalangan ningrat tidak dibatasi pagar. Hal ini berkaitan
keturunan sultan dan bahasa rakyat dengan keyakinan bahwa tanah yang ada
adalah milik masyarakat secara bersama-

(Dinas Pariwisata, Sumut)

Istana Maimun, Medan.

119

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DELI

sama, sehingga tidak dapat diwariskan atau yang disegani, tempat makan
atau diperjualbelikan. hingga sekarang bersama, dan tempat tidur bersama;
desa-desa kediaman orang Melayu Deli bagian atas yang disebut jura merupakan
sering terkena banjir luapan sungai-sungai tempat berdiamnya anak gadis (dara);
yang mengalir di daerah ini, misalnya bagian serambi belakang merupakan
Sungai Deli, Sungai Ular, dan Sungai tempat menerima tamu para wanita dan
Padang. menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Sekarang rumah-rumah bertiang khas
Kemimpinan tradisional dalam orang Melayu sudah jarang terdapat di
kampung berada di tangan seorang daerah Deli.
penghulu, seorang imam, seorang bilal,
dan seorang khatib. Para pemimpin ini Agama dan Kepercayaan Asli. Orang
terutama terdiri atas orang-orang yang Melayu adalah pemeluk agama Islam.
ahli dalam agama lslam. Keislaman Boleh dikatakan hanya agama Islamlah
mereka juga ditunjukkan dengan yang diakui oleh orang Melayu. Oleh
terdapatnya mesjid atau surau di setiap sebab itu di kalangan masyarakat sering
desa. Ciri khas lainnya dalam sebuah dikatakan bahwa apabila seseorang telah
desa orang Melayu di masa lalu adalah memasuki agama Islam, orang tersebut
tersedianya gelanggang olah raga, dua telah menjadi orang Melayu. Sebelum
buah tempat pemandian yang masing- masuknya agama Islam ke daerah ini,
masing dikhususkan untuk pria dan kepercayaan orang Melayu bersifat
wanita, serta sebuah tanah wakaf umum. animisme. Mereka meyakini adanya dewa
Selain itu, dalam sebuah perkampungan atau jin yang tidak berasal dari manusia.
biasanya juga terdapat sebuah balai Karena dewa, jin, dan alam gaib dianggap
tempat bermusyawarah bagi orang-orang dapat mempengaruhi kehidupan manusia
tua. Balai ini juga berfungsi sebagai mereka harus dipuja, antara lain melalui
tempat tidur bagi anak-anak muda. upacara-upacara tertentu.

Rumah-rumah pada masa lalu Upacara-upacara tradisional yang
umumnya didirikan di atas tiang dan dilakukan berkaitan dengan lingkaran
mempunyai kolong. Tujuannya, selain hidup seseorang. Upacara-upacara
menyelamatkan diri dari bahaya banjir tersebut meliputi upacara dari masa
dan serangan binatang buas, adalah agar mengandung dan melahirkan sampai
penghuninya terhindar dari kelembaban upacara perkawinan dan kematian. Tetapi
udara. Dalam membangun rumah kini orang Melayu Deli sudah jarang yang
orang Melayu mengenal aturan-aturan melaksanakan berbagai upacara tersebut
tersendiri. Misalnya rumah didirikan sesuai dengan aturan-aturan seperti masa
menghadap ke arah matahari agar silam. Apalagi kini kebanyakan orang
mendapat cukup udara dan sinar matahari Melayu Deli berdiam di sekitar wilayah
serta mengundang banyak rejeki. Hiasan perkotaan yang sudah banyak mendapat
atau ukiran yang terdapat bagian-bagian pengaruh kebudayaan luar lainnya.
rumah biasanya bermotif bunga seroja.
Sistem Kekerabatan dan Sistem
Rumah orang Melayu pada umumnya Pelapisan Sosial. Garis keturunan pada
tidak memiliki banyak kamar, karena masyarakat Melayu Deli umumnya
biasanya satu rumah hanya didiami diperhitungan secara bilateral, tetapi
oleh satu keluarga batih. Setiap ruangan pada golongan tertentu lebih cenderung
memiliki fungsi tersendiri. Bagian bersifat patrilineal, yaitu melalui garis
serambi depan merupakan ruangan laki-laki. Penarikan garis keturunan
untuk menerima tamu; bagian serambi melalui laki-laki terutama kelihatan
tengah yang dibuat lebih tinggi berfungsi pada golongan bangsawan yang masih
sebagai tempat menerima tamu resmi berusaha mempertahankan tradisi turun-

120

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

Deli

temurunnya. Adat menetap sesudah Golongan bangsawan yang sangat
nikah umumnya di kediaman keluarga dihormati dalam masyarakat biasanya
pihak istri (uksorilokal) sampai lahirnya menyandang gelar-gelar kehormatan,
anak pertama, baru kemudian menetap misalnya raja, sultan, tengku, wan, dsb.
di kediaman yang baru (neolokal). Tetapi Walaupun gelar-gelar kebangsawanan
masyarakat Melayu Deli kini lebih bebas masih dipakai oleh para keturunannya,
menentukan tempat tinggal sesudah masyarakat Melayu sekarang umumnya
menikahnya. juga mempertimbangkan faktor-faktor
lain dalam menentukan status seseorang.
Orang Melayu juga mengenal Dengan demikian, seseorang yang pada
pengelompokan kerabat gabungan masa lalu digolongkan sebagai “orang
keluarga luas (klen kecil) yang merasakan kebanyakan”, kini dapat pula dianggap
dirinya berasal dari keturunan satu nenek tinggi statusnya dalam masyarakat karena
moyang. Pada masyarakat Melayu Deli berhasil dalam bidang pendidikan.
anggota kelompok semacam ini biasanya
merasa terikat melalui garis keturunan Bentuk-bentuk Kesenian. Kesenian
laki-laki (patrilineal). yang berkembang di kalangan orang
Melayu Deli umumnya dipengaruhi oleh
Mereka juga mengenal bentuk unsur-unsur agama Islam. Sebagian besar
kekerabatan lain yang terjadi akibat bentuk keseniannya memiliki kesamaan
adanya perkawinan. Kelompok dengan kesenian orang Melayu-Malaysia.
kekerabatan yang lebih luas sifatnya Jenis-jenis kesenian orang Melayu, di
(kindred) biasanya sudah tidak jelas lagi antaranya, adalah marhabban, kasidah,
batas-batasnya karena sudah terlalu luas. gambus, joget, dan ronggeng, serta
Kelompok kerabat semacam ini dapat berbagai tarian, seperti tari Serampang
mencakup saudara sepupu ayah atau ibu, Dua Belas, Tari Tudung Periuk, dsb. Salah
saudara istri, bahkan kaum kerabat dari satu bentuk kesenian yang terkenal dari
satu tingkat di atas seseorang. daerah ini adalah Ronggeng Deli, yaitu
pertunjukan tari dan nyanyi dengan
Selain tingkatan sosial yang dibedakan melantunkan bait-bait pantun Melayu.
berdasarkan garis keturunan, di dalam Musik pengiringnya adalah gendang,
masyarakat Melayu Deli kini dikenal pula biola, dan akordion. Tetapi sekarang
sistem pelapisan sosial berdasarkan hal- Ronggeng Deli sudah termasuk bentuk
hal lain, seperti jabatan, keagamaan, dan kesenian yang langka dan jarang ditemui
pendidikan. Pada masa lalu, keturunan di daerah Deli.
bangsawan merupakan golongan
yang paling atas dan paling berkuasa.

DEM

DEM adalah salah satu kelompok sosial jiwa.
yang merupakan penduduk asal dalam Di antara jumlah penduduk kedua
wilayah Kabupaten Paniai, provinsi Papua.
Mereka lebih banyak bermukim dalam kecamatan tersebut terdapat sekitar
wilayah Kecamatan Sinak dan Kecamatan 1.000 orang penutur bahasa Dem. Bahasa
Beoga. Pada tahun 1987 penduduk ini termasuk rumpun bahasa Papua.
Kecamatan Sinak berjumlah 10.744 jiwa Berdasarkan hasil dari sensus penduduk
dan Kecamatan Beoga berjumlah 6.829 tahun 2000 jumlah penduduk kelompok
ini ada 39 jiwa.

121

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DEMISA

DEMISA adalah salah satu kelompok Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun
sosial yang termasuk penduduk asal 2000 jumlah kelompok sosial ini sebanyak
dalam Kabupaten Yapen Waropen di 973 jiwa.
Provinsi Papua. Mereka terutama berdiam
dalam wilayah Kecamatan Waropen Di antara jumlah tersebut terdapat
Bawah. Penduduk Kecamatan ini sekitar 500 orang penutur bahasa Demisa.
berjumlah 11.031 jiwa pada tahun 1988. Bahasa ini termasuk rumpun bahasa
Papua.

DEMTA

DEMTA adalah salah satu kelompok berpenduduk 3.218 jiwa. Berdasarkan
sosial yang merupakan penduduk asal hasil sensus penduduk tahun 2000 jumlah
yang berdiam dalam wilayah Kabupaten kelompok sosial ini ada 6.870 jiwa. Di
Jayapura di Provinsi Papua. Mereka antara penduduk itu ada sekitar 800
bermukim dalam wilayah Kecamatan orang merupakan penutur bahasa Demta.
Demta di bagian utara Irian Jaya itu. Bahasa ini termasuk ke dalam rumpun
Pada tahun 1986 kecamatan Demta bahasa Papua.

NET

Motif-motif
hiasan perahu

orang Tabla
di Kecamatan

Demta

(MtHtt. IVKV)

Perahu bercadik dari orang Tabla yang berdiam di Kecamatan Demta, Kabupaten Jayapura

122

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DENGE-DENGE, TARI

DENGE-DENGE, TARI, merupakan sebuah kesepakatan menikah.Dalam
tarian pergaulan yang dibawakan oleh melantunkan syair dari nyanyian biasanya
penari laki-laki dan perempuan dengan dilakukan secara berbalas-balasan (seperti
diiringi nyanyian berupa syair pantun. berbalas pantun). Tarian ini berasal dari
Dalam tarian ini penari laki-laki dan Halmahera Utara, Maluku Utara.
perempuan dapat mengakhiri dengan

NET

DENGE-
DENGE, TARI,
merupakan
tarian pergaulan
yang dibawakan
oleh penari
laki-laki dan
perempuan
dengan diiringi
nyanyian
berupa syair
pantun.

DERA

DERA adalah salah satu kelompok Jumlah kelompok ini berdasarkan hasil
penduduk asal yang bermukim dalam sensus penduduk tahun 2000 berjumlah
wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi 316 jiwa.
Papua. Kelompok ini terutama bermukim
dalam kecamatan Web yang terletak Kelompok yang terbagi menjadi dua
berbatasan dengan negara Papua Niugini golongan warga negara ini mempunyai
(PNG), dan sebagian dari mereka berdiam satu bahasa, yaitu bahasa Dera. Bahasa
di daerah PNG. Dalam kecamatan Web ini merupakan salah satu bahasa yang
mereka berjumlah sekitar 1.000 orang tergabung dalam kelompok bahasa Sengi,
dan di wilayah PNG berjumlah 680 orang. yang termasuk rumpun bahasa Papua.

DESA

DESA adalah salah satu kelompok berada di wilayah Kabupaten Sintang
orang Dayak yang mendiami wilayah dan Kabupaten Sanggau. Di Kabupaten
Provinsi Kalimantan Barat. Mereka Sintang kelompok ini berdiam dalam

123

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DESA

NET empat wilayah kecamatan, yaitu
Kecamatan Sintang, Kecamatan
Patung kayu salah satu kelompok Dayak, Tempunak, Kecamatan Sepauk, kecamatan
Kalimantan. Dedai, Kecamatan Kayan Hilir. Di
Kabupaten Sanggau, Dayak Desa ini
berdiam dalam wilayah Kecamatan
Meliau. Oleh pihak Departemen Sosial
pada tahun 1974 sebagian dari mereka
(845 jiwa) masih dikategorikan sebagai
kelompok “masyarakat terasing”.
Kelompok ini adalah yang berdiam di
Kabupaten Sanggau. Jumlah penutur
bahasa Desa dipakai oleh sekitar 41,376
jiwa atau sekitar 9,73% dari keseluruhan
penduduk Kabupaten Sintang.

Di berbagai kecamatan tadi mereka
berdiam bersama dengan sejumlah
kelompok kecil Dayak lainnya. Di
Kecamatan Sintang mereka bertetangga
dengan kelompok Dayak Linoh, Kantuk,
Sebaruk, Lebang, Seberuang. Demikian
juga di Kecamatan Tempunak mereka
bertetangga dengan Dayak Linoh dan
Seberunag. Di Kecamatan Dedai mereka
bertetangga dengan kelompok Dayak
Lebang dan Randuk; sedangkan di
Kecamatan Hilir bertetangga dengan
Kelompok Dayak Lebang, Undau,
Kebahan.dan Barai. Dalam Kecamatan
Meliau di Kabupaten Sanggau mereka
bertetangga dengan kelompok Dayak
Tebang.

DHAKON

DHAKON adalah salah satu permainan NET
tradisional anak yang biasanya dimainkan
oleh anak-anak perempuan. Alat-alat DHAKON. adalah salah satu permainan
yang digunakan dalam permainan ini tradisional.
adalah kerikil atau kecik (isi buah sawo)
dan sepotong papan panjang yang diberi
lubang. Banyaknya lubang pada papan
adalah tujuh berjejer sebanyak dua baris.
Di ujung kanan kiri baris tersebut terdapat
sebuah lubang yang lebih besar, yang
disebut lumbung untuk menyimpan.

124

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DIDONG

DIDONG. Bentuk kesenian yang Para seniman Didong disebut dengan ceh
memadukan seni tari, olah vokal dan Didong. Pada awalnya, Didong digunakan
sastra, kesenian ini berasal dari suku untuk menyebarkan agama Islam. Kini,
Gayo. Didong diperkirakan ada sejak kesenian Didong sering tampil dalam
masa Reje Linge XIII, yang dipopulerkan setiap acara keagamaan dan adat.
dan dikreasikan oleh Abdul Kadir To`et.

DOGDOG LOJOR, TARI

DOGDOG LOJOR, TARI, adalah tarian
untuk acara ritual padi yang biasanya
diadakan setiap tahun, tepatnya setelah
panen seluruh masyarakat mengadakan
acara Serah Taun atau Seren Taun di
pusat kampung adat. Pusat kampung
adat sebagai tempat kediaman kokolot
(sesepuh) tempatnya selalu berpindah-
pindah sesuai petunjuk gaib.

NET

DOGDOG LOJOR, TARI.

DOMPU

DOMPU adalah suku-bangsa yang Kabupaten Bima di sebelah timur, dan
berdiam di pulau Sumbawa, dalam orang Sumbawa di Kabupaten Sumbawa
wilayah Kabupaten Dompu, Provinsi di sebelah barat.
Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka
ini tersebar dalam empat kecamatan, Lingkungan Alam. Kabupaten Dompu
yakni Huu, Dompu, Kempo, dan Kilo. Di yang luasnya 2.321 kilometer persegi itu
keempat kecamatan ini mereka hidup merupakan daerah berbukit-bukit dan
berdampingan dengan beberapa suku- daerah vulkanik. Di sela-sela pebukitan
bangsa lain, baik sebagai penduduk asal itu terdapat dataran yang di manfaatkan
maupun sebagai pendatang dari daerah masyarakatnya untuk persawahan dan
Iain, misalnya orang Donggo, Mbojo, usaha pertanian lainnya. Curah hujan
Melayu, Bugis, Sasak, dan lain-lain. rata-rata setiap tahunnya 1.000 - 1.500
Tetangga sebagai penduduk asal di sekitar melimeter. Di sana ada tiga sungai yang
kabupaten Dompu adalah orang Mbojo relatif besar, yaitu sungai Guwukara,
yang merupakan penduduk dominan di Nae, dan Kilo. Awal tahun 1980-an hutan
priemer seluas 72.125 hektar dan hutan

125

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DOMPU

skunder 35.500 hektar; yang lainnya terdiri dari orang Dompu (82 %), orang
berupa padang rumput dan alang-alang, Sasak (13 %), orang Bone (3,5 %), dan
sawah, ladang, kebun, dan lain-lainnya. selebihnya adalah orang Bali, orang Bajo,
orang Cina, dan lain-lain. Kecamatan Huu
Demografi dan Bahasa. Jumlah yang berpenduduk 12.447 jiwa terdiri
penduduk kabupaten Dompu tahun 1971 dari orang Dompu, Bugis, Jawa, Sasak,
sebesar 74.150 jiwa dengan kepadatan 31 Bali, Timor, dan Cina. Untuk masing-
per kilometer persegi. Pada tahun 1985, masing kelompok ini tidak ada perkiraan
jumlah penduduk kabupaten ini menjadi jumlahnya, namun orang Dompu
116.975 jiwa yang tersebar dalam empat merupakan penduduk mayoritas. Jumlah
kecamatan tadi. Belum ditemukan data orang Dompu saat ini diperkirakan sekitar
berapa jumlah orang Dompu di antara 80.000 jiwa.
jumlah tersebut di atas. Jumlah populasi
di Kabupaten Dopu saat ini diperkirakan Mobilitas orang Dompu keluar
sekitar 193.334 jiwa dan tersebar dalam kecamatannya terbilang randah. Kalau ada
tujuh kecamatan. di antara mereka yang keluar terutama
karena faktor pendidikan, dan sebagian
Suatu hasil penelitian lapangan lain karena faktor ekonomi. Sebaliknya,
Depdikbud NTB tahun 1983 pada tiga dari orang luar banyak yang amsuk ke daerah
empat kecamatan tersebut, ada perkiraan ini, seperti yang tampak pada data-data
jumlah orang Dompu dan anggota tersebut di atas.
kelompok lain yang ada pada masing-
masing kecamatan tersebut. Kecamatan Orang Dompu umumnya menggunakan
Kilo yang berpenduduk 5.990 jiwa bahasa Mbojo yang biasa disebut Nggahi
diperkirakan terdiri dari orang Dompu (50 Bmojo. Bahasa ini biasa puladisebut
%), orang Melayu (18 %), orang Wera (15 bahasa Bima, dan orang Mbojo sendiri
%), orang Donggo (15 %), dan sisanya kadang-kadang disebut orang Bima. Suku
adalah orang Sape, orang Bali, Timor, bangsa lainnya tadi juga menggunakan
dan lain-lain. Kecamatan Dompu yang bahasa sendiri, misalnya bahasa Melayu,
berpenduduk 59.526 jiwa diperkirakan Bali, Sasak, dan lain-lain.
terdiri dari orang Dompu (85 %), orang
Mbojo atau Bima (5 %), Bugis (3 %), dan Mata Pencaharian. Sebagian besar
selebihnya adalah orang Sasak, Bali, Cina, anggota masyarakat Dompu hidup dari
Arab, Timor, dan Lain-lain. Kecamatan pertanian, tanaman pangan dan kebun,
Kempo yang berpenduduk 25.148 jiwa serta perikanan. Sebagian lainnya adalah
pedagang, berternak, dan pegawai.

NET

Rumah-rumah
tradisi orang

Dompu

126

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DOMPU

Pertanian sawah teknis, setengah teknis, Religi. Data tahun 1985 menunjukkan
dan sederhana meliputi wilayah sekitar bahwa 98% penuduk Kabupaten
13.000 hektar pada tahun 1985. Hasil- Dompu adalah pemeluk agama Islam,
hasil pertanian lain adalah ubi kayu, ubi dan selebihnya beragama Katolik,
jalar, kacang kedele, dan jagung. Protestan, Hindu, dan Budha. Dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari
Hasil-hasil perkebunan yang cukup para ulama merupakan salah satu
penting ialah tembakau, kapuk, kemiri, golongan masyarakat yag kedudukannya
pinang dan asam. Perkebunan kelapa dan terpandang, di samping golongan terdidik,
kopi masih belum memberi hasil yang yang ekonominya baik. Sampai saat ini,
cukup berarti. Perikan laut dan air tawar Islam masih menjadi agama mayoritas
telah memeberikan hasil yang cukup masyarakat Dompu.
besar.

DONDO

DONDO, ORANG berdiam antara bahasa Tialo, yang merupakan dialek
lain di Desa Oyom, Kecamatan Baolan, dari bahasa yang terdapat di pantai timur
Kabupaten Buol Toli-Toli, Provinsi Kabupaten Donggala. Pada tahun 1988 di
Sulawesi Tengah. Pihak Departemen Sosial Desa Oyom, jumlah mereka adalah sekitar
masih menggolongkan mereka sebagai 750 jiwa yang tergabung dalam 150 KK.
“masyarakat terasing”. Mereka hidup Jumlah suku Dondo secara keseluruhan
dalam kelompok-kelompok kecil dan diperkirakan sekitar 15.000 jiwa.
kelompok itu tersebar di berbagai tempat
yang umumnya di tepi sungai di tengah Mata pencaharian utamanya adalah
hutan. Nama kelompok itu biasanya berladang. Ladang itu dikerjakan
sama dengan nama sungai yang mereka dengan sistem tebang bakar (slash and
tempati, misalnya sungai Salungan, burn) dan berpindah-pindah. Di ladang
sungai Ogomolobu, sungai Oyam, sungai mereka menanam padi dan palawija
Kambuno. Mereka berdiam dalam rumah- seperti kacang hijau, kacang tanah, ubi
rumah panggung setinggi 1,5 meter di kayu, ubi rambat, cabe, dan lain-lain.
atas tanah yang berbentuk empat persegi Sekarang mereka juga sudah menanam
panjang dengan ukurannya sekitar tiga pisang, kelapa, coklat, dan kopi. Mata
kali empat meter. Tiang rumah terbuat pencaharian sampingan adalah berburu,
dari kayu bulat, atap daun rumbia, dinding menangkap ikan, meramu hasil hutan.
kulit bambu, dan lantai kulit bambu atau Berburu biasa dilakukan perorangan atau
kayu. Bahan-bahan tadi diikat dengan dalam kelompok, yakni berburu kijang,
rotan. Rumah-rumah itu umumnya hanya babi, dan ayam hutan. Alat berburu
mempunyai satu pintu di mana dipasang adalah tombak, jerat, panah, serta dibantu
tangga untuk turun dan naik. oleh anjing.

Dilihat dari ciri-ciri fisiknya orang Kehidupan satu keluarga dimulai
Dondo tergolong ras Veddoid, dengan dengan pemilihan jodoh yang terserah
bentuk tubuh kurus, muka oval, rambut kepada sang anak yang kemudian direstui
ikal berwarna hitam, kulit sawo matang. oleh orang tua kedua belah pihak.
Sikap mereka umumnya bersifat regresif, Seorang dianggap sudah dewasa setelah
pemalu dan rendah diri, namun terbuka berusia sekitar 16 tahun dan pernyataan
dan jujur. Bahasa yang digunakan adalah kedewasaan itu ditandai dengan
pemotongan atau pengasahan gigi. Adat

127

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DONDO

menetap sesudah nikah rupanya bersifat Namun, mereka pun masih saja belum
utrolokal, artinya sepasang penganten tuntas meninggalkan kepercayaan nenek
bisa memilih tinggal di lingkungan moyangnya. Dalam menghadapi kematian
kerabat suami atau dilingkungan kerabat mereka pemah mengenal kebiasaan
isteri. Adat mereka juga membenarkan memasukkan mayat ke dalam pohon sagu
perkawinan pologini artinya beristeri yang isinya telah dikerok. Penguburan
lebih dari satu. Perceraian merupakan hal dilakukan di halaman rumah sendiri. Para
yang biasa kalau sudah tidak lagi terdapat anggota kerabat tidur di sekitar kuruban
kecocokan antara suami dan isteri. Namun itu untuk beberapa waktu lamanya, guna
perceraian itu harus diketahui oleh kepala menemani kerabat yang meninggal itu.
adat (Kapiialau). Peringatan atas kematian itu ada yang
berlangsung selama tujuh hari atau
Secara formal mereka umumnya lebih bagi yang mampu. (Sumber: Seri
telah memeluk agama Islam atau agama Profit Masyarakat Terasing di Indonesia,
Kristen. Hal ini setelah mereka ada kontak Departemen Sosial RI, No. 2, 1988 : 69
dengan anggota masyarakat kelompok - 75).
yang adadi sekitar daerah mereka.

DONGGO

DONGGO, ORANG adalah salah terjadi perang atau konflik. Pada waktu
satu kelompok sosial, merupakan itu, mereka mengembangkan pola hidup
penduduk asal yang berdiam di sebagian bersifat nomaden dan hidup dari berburu.
wilayah Kabupaten Dompu, dan Zaman ini mereka sebut zaman Naka-Niki.
wilayah Kabupaten Bima, di Provinsi Mereka juga menyebut zaman ini sebagai
NusaTenggara Barat (NTB). Beberapa zaman “terbang” (ngemo), karena waktu
sumber tertulis menunjukkan bahwa itu orang yang meninggal tidak dikubur
wilayah asal mereka ini adalah di tetapi terbang dan menghilang begitu saja.
Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima,
serta empat wilayah kecamatan di Perjalanan waktu menyebabkan terjadi
Kabupaten Dompu, yaitu Kecamatan Huu, perubahan dimana mereka tidak lagi
Dompu, Kempo, dan Kilo. Wilayah ke hidup di pegunungan dengan kehidupan
empat kecamatan ini memang berbatasan yang keras tadi. Mereka mulai turun ke
dengan Donggo tadi. Orang Donggo dataran rendah. Di sini mereka secara
menggunakan bahasa Mbojo, seperti juga berangsur-angsur berkomunikasi dengan
anggota suku-bangsa Mbojo (Bima). Di kelompok lain, diantaranya dengan yang
tahun 2000, diperkirakan jumlah sukunya datang dari luar. Perubahan yang terjadi
sekitar 20.000 jiwa. antara lain semakin berkurangnya konflik
antar kelompok. Di samping berburu
Latar Belakang Sejarah. Orang mereka mulai menetap dan bercocok
Donggo mengangap mereka berasal dari tanam, terbentuk kelompok-kelompok
daerah Swangga, suatu tempat yang semacam klen (rafu), masuknya unsur-
terletak di suatu pegunungan yang tinggi unsur agama Hindu.
dan terpencil. Pada waktu itu mereka
hidup dalam kelompok-kelompok kecil, Kelompok-kelompok sosial menjadi
dan setiap kelompok dipimpin oleh semakin besar. Adat istiadat semakin
pimpinan yang disebut Naka-Niki. Antara berkembang pula. Pimpinan kelompok
kelompok-kelompok kecil itu sering yang sudah menjadi lebih besar itu disebut
Neuhi. Sekitar abad ke-14 kedudukan dan

128

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DONggO

peranan neuhi itu sudah amat kuat. biasanya dilaksanakan dalam kelompok
Pengaruh agama Katolik dan Agama yang dilakukan seminggu atau sebulan
sekali. Mereka juga melakukan perburuan
Islam baru masuk dalam abad ke-20 ini. massal setahun sekali. Pembagian hasil
Dengan masuknya ajaran agama itu, buruan tergantung kepada banyak
masyarakat Donggo semakin terbuka sedikitnya tenaga dan jasa yang diberikan
dengan dunia dan masyarakat luar. oleh seseorang. Namun kalau hasil
Mereka kemudian dengan lebih cepat buruannya cukup banyak maka daging
menerima pembaharuan-pembaharuan. buruan itu akan diberikan secara cuma-
Keadaan alam yang bergunung-gunung cuma kepada penduduk kampung. Hasil
yang ganas, menyebabkan mereka binatang buruan itu mereka tafsirkan
kemudian turun ke daerah yang lebih pada hasil pertanian. Apabila mereka
rendah di sekitar daerah Donggo banyak memperoleh kijang (maju),
sekarang. Akhirnya mereka bertemu dan maka hasil pertanian diperkirakan akan
bercampur dengan kelompok lain yang kurang; sedangkan kalau mereka banyak
datang dari luar, misalnya dari Flores, memperoleh babi (wawi), maka mereka
Ambon, dan lain-lain. Dengan adanya tafsirkan hasil pertanian akan melimpah.
pengetahuan dari orang luar itu barulah Ternak yang dipelihara adalah sapi, kuda,
mereka menetap dan membuat rumah. kambing, kerbau, ayam, dan babi. Ukuran
kekayaan pada masyarakat ini adalah
Mata Pencaharian. Sejak lama, luasnya sawah, ladang, dan banyaknya
mereka melakukan pertanian ladang ternak.
dengan sistem tebas bakar (ngoho).
Setelah pembakaran pohon yang ditebang Kekerabatan. Kelompok kerabat
dilaksanakan pembersihan sisa bakaran keluarga batih adalah keluarga batih
(boro). Kemudian lahan itu siap untuk patrilineal. Dalam keluarga batih seorang
ditanami sambil menanti hujan, tetapi ayah sangat dihormati dan mempunyai
sebelumnya ada upacara raju untuk kekuasaan yang lebih besar. Apabila
menentukan hari yang tepat untuk terjadi perceraian maka anak-anak
bertanam. Selanjutnya ada upacara kadaki akan berada di pihak suami, sedangkan
yaitu pengusiran nama kalau tanaman itu isteri dikembalikan kepada keluarganya
sudah cukup besar dan sambil menanti dan hanya menerima benda-benda
datangnya masa panen. Pertanian sawah pusaka serta sebagian dari harta yang
belum lama dikenal oleh masyarakat ini. didapat sebelum bercerai. Beberapa
istilah kekerabatan dalam keluarga inti
Kegiatan berburu sudah berakar
lama dalam masyarakat ini. Berburu

NET

Perkampungan
donggo, para
penduduk
di donggo
membangun
rumahnya
dengan
bentuk rumah
panggung.

129

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DONGGO

adalah ama untuk ayah, ina untuk ibu, api di dapur tidak boleh mati. Setelah
wi untuk isteri, rahi untuk suami, anak bayi berumur tujuh hari ada upacara
sulung adalah idu, anak bungsu disebut pemberian nama (cafe sari). Bagi mereka
cumpukai, dan lain-lain. Satu keluarga yang beragama Islam dilakukan sunatan
yang anggotanya selain keluarga inti, tapi baik unluk anak laki-laki maupun bagi
ada anggota kerabat lain, misalnya nenek, anak perempuan. Anak laki-laki disunat
bibi, atau kemenakan, dan kelompok pada usia 5-6 tahun. Dalam rangka
kerabat semacam ini disebut ngge’e la’bo. sunatan ini masih juga dilakukan upacara
berdasarkan tradisi setempat, misalnya
Suatu kebiasaan mereka di masa lalu acara mako, yaitu memberi semangat
menjodohkan anaknya sejak masih kecil, kepada sang anak. Anak ini sambil
dan rata-rata kawin muda. Seorang wanita memegang keris mengucapkan pantun-
sudah cukup syarat untuk kawin kalau pantun tertentu dengan diiringi bunyi-
sudah datang masa haid dan sudah pandai bunyian seperti gendang.
bertenun. Sekarang kebiasaan itu sudah
banyak berubah. Pranata berpacaran Religi. Kini, sebagian besar orang
agaknya tidak dikembangkan dalam Donggo memeluk agama Islam dan
masyarakat ini. Kalau seseorang anak sebagian lainnya beragama Kristen.
laki-laki menginginkan seseorang gadis ia Sebagai contoh dari 20.724 jiwa
langsung saja menyatakan keinginan itu penduduk Kecamatan Donggo pada tahun
kepada orang tuanya. Orang tuanya akan 1986, di antaranya 97% beragama Islam,
melakukan peminangan. Kalau pinangan 3% beragama Kristen.
itu diterima dan satu waktu mereka pun
bertunangan. Kalau sudah bertunangan Orang Donggo juga pernah mengenal
makasi perjaka wajib mengabdi atau dan mempercayai kekuatan gaib, yaitu
bekerja menolong calon mertuanya “DewaLangit” (Dewa Langi), “Dewa Air”
sampai tiba masa perkawinannya. Mas (Dewa Oi), dan “Dewa Angin” (Dewa
kawin yang diminta adalah uang, rumah, Wango). Dewa Langit tadi dulunya
kerbau, dan ternak lainnya. dianggap yang paling berkuasa dan
berada di atas awan dan matahari. Dewa
Daur hidup masyarakat ini antara lain Angin tadi mereka puja kalau ada wabah
sesudah melahirkan, sang bayi disusukan penyakit.sedangkan Dewa Air kalau ada
oleh saudara dekat dari yang bersalin musim kemarau panjang yang mengancam
itu. Selama tujuh hari setelah melahirkan tanaman mereka.

DOSOBOU sensus penduduk tahun 2000 jumlah
orang Dosobou sebanyak 485 jiwa.
DOSOBOU adalah suku asli yang
terdapat di Papua. Berdasarkan hasil

DUBU

DUBU adalah suku asli yang terdapat penduduk tahun 2000 jumlah orang Dubu
di Papua. Berdasarkan hasil sensus sebanyak 414 jiwa.

130

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DOU

DOU, DOUFOU adalah suku asli yang sensus penduduk tahun 2000 jumlah
terdapat di Papua. Berdasarkan hasil orang Dou, Doufou sebanyak 878 jiwa.

DUL MULUK

DUL MULUK, merupakan salah satu
kesenian tradisional yang ada di Sumatera
Selatan dan biasanya seni Dul Muluk ini
dipentaskan pada acara yang bersifat
menghibur, seperti pada acara pernikahan
pergelaran tradisional dan panggung
hiburan

NET

DUL MULUK, merupakan salah satu kesenian
tradisional yang ada di Sumatera Selatan.

DULOHUPA

DULOHUPA, RUMAH ADAT, Syara) dan alur hukum adat (Buwatulo
merupakan rumah adat khas Gorontalo Adati).
yang digunakan sebagai tempat
bermusyawarah kerabat kerajaan. NET
Dulohupa berbentuk rumah panggung
yang terbuat dari papan dengan bentuk DUL MULUK, merupakan salah satu kesenian
atap yang khas. Pada bagian belakang tradisional yang ada di Sumatera Selatan.
rumah ini terdapat tempat beristirahat
atau bersantai bagi para raja dan
kerabatnya sambil melihat kegiatan
remaja istana bermain sepak raga.
Biasanya rumah ini dibangun di atas lahan
yang luasnya sekitar lima ratus meter.
Ketika masa pemerintahan para raja,
Dulohupa sering digunakan sebagai ruang
pengadilan kerajaan untuk memvonis
para pengkhianat negara melalui sidang
tiga alur pejabat pemerintahan, yaitu
alur pertahanan/keamanan (Buwatulo
Bala), alur hukum agama islam (Buwatulo

131

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DUNGGU

DUNGGU adalah salah satu suku yang berada di Sulawesi.

DURI

DURI, ORANG yang biasa pula di pedalaman, tetapi ada beberapa yang
disebut orang Massenrengpulu, berdiam tinggal di pegunungan yang sangat tinggi.
dalam wilayah Kabupaten Enrekang, Beberapa orang Duri saat ini banyak yang
Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini telah merantau, terutama kaum laki-
berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja lakinya. Anggota masyarakat kabupaten
di bagian Utara, di bagian timur sampai ini umumnya hidup dan pertanian dengan
selatan berbatasan dengan Kabupaten tanaman padi,jagung,kedelai,kelapa,
Luwu’ dan Kabupaten Sidenreng Rappang, kopi,jeruk, pisang. papaya, serta hasil
dan sebelah barat dengan Kabupaten hutan. Sebagian besar orang Duri hidup
Pinrang. Daerah Kabupaten Enrekang ini dengan bertani, menggarap kebun buah-
merupakan peralihan antara masyarakat buahan, memelihara ternak, dan membuat
Bugis dan Toraja. Mereka menggunakan kerajinan tangan. Hasil utama mereka
bahasa dengan dialek khusus yaitu dialek adalah bawang merah, kopi, beras dan
Duri. Bahasa ini dapat dimengerti oleh berbagai jenis sayuran. Orang Duri juga
orang Bugis dan orang Toraja. membuat keju tradisional yang dikenal
dengan nama dangke. Susu sapi atau
Sensus tahun 1990 mencatat jumlah susu kerbau dicampur dengan sari buah-
penduduk Kabupaten Enrekang adalah buahan atau daun pepaya dan kemudian
147.079 jiwa. Saat ini jumlah penduduk dituang ke dalam tempurung kelapa yang
Kabupaten Enrekang sekitar 160.000 jiwa. kecil. Keju itu dijual di pasar tradisional,
Dalam jumlah tersebut tidak diketahui dibungkus dengan daun pisang. Pasar
seeara pasti berapa jumlah orang Duri. tradisional diadakan di lokasi-lokasi
Penduduk tersebut di atas tersebar dalam tertentu satu atau dua kali seminggu.
lima buah kecamatan, yaitu Kecamatan
Enrekang, Maiwa. Baraka, Anggareja, Orang Duri sangat mengutamakan
dan Alia. Sebagian orang Duri tinggal keluarga dan hidup bergotong royong.
Di masa lalu terdapat klasifikasi kelas
NET sosial dalam masyarakat yang terdiri
dari bangsawan, orang biasa, dan budak.
Musik bambu, alat musik tradisional Suku Namun saat ini kelas-kelas sosial tersebut
Massenrengpulu. sudah tidak ada lagi.
Status sosial pada masa kini ditentukan
oleh pendidikan atau kekayaan. Kekayaan
diukur dengan pemilikan kerbau, tanah,
emas, dan rumah yang bagus. Orang
Duri yang berpendidikan biasanya
pindah ke perkotaan. Orang Duri sangat
terbuka terhadap hal-hal yang dapat
meningkatkan taraf hidup mereka seperti
halnya pendidikan. Hampir semua orang
Duri adalah Muslim. Namun, mereka

132

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DUSUN DENYAH

masih menganut kepercayaan lama dan dan mengusir roh-roh jahat. Sebagian
memadukannya dengan Islam. Hal ini kecil masyarakat Duri masih menganut
terlihat pada pemujaan mereka kepada kepercayaan animisme yang disebut
roh-roh. Mereka masih percaya dukun Alu’Tojolo.
dapat menyembuhkan orang sakit

DUSUN DENYAH

DUSUN DEYAH adalah salah satu berapa jumlah anggota kelompok Dayak
kelompok orang Dayak yang sebagian Dusun Deyah. Secara keseluruhan suku
berdiam dalam wilayah Kecamatan Dusun Deyah berjumlah sekitar 20.000
Upau dan sebagian lainnya di wilayah jiwa. Sebagian dari mereka memeluk
Haruai. Kedua kecamatan ini merupakan agama Kristen Protestan, sebagian lain
bagian dari wilayah Kabupaten Tabalong, beragama Islam, dan selebihnya memeluk
provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun kepercayaan asli leluhurnya. Dalam
1990 Kecamatan Upau yang luasnya wilayah Kabupaten Tabalong, di samping
323 km2 berpenduduk 5.448 jiwa, dan kelompok Dayak Dusun Deyah ada pula
Kecamatan Haruai dengan luas 861,27 kelompok Dayak Maanyan dan Dayak
km2 berpenduduk 21.948 jiwa. Abal. Komunikasi antara kelompok-
kelompok Dayak ini menggunakan bahasa
Di antara penduduk kedua kecamatan Banjar.
tersebut di atas tidak diperoleh data

NET

Sesuai dengan kepercayaan leluhur, kelompok Dayak tertentu melaksanakan upacara
selepuspanen sebagai ungkapan rasa syukur. Upacara ini berlangsung selama satu minggu di
sekitar bulan Juli-September.

133

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

DUTU

DUTU, ADAT PERKAWINAN, jeruk bermakna bahwa pengantin harus
merupakan tradisi yang dilakukan oleh menjaga diri, dan rasa jeruk yang manis
masyarakat Gorontalo sebelum hari memiliki makna bahwa pengantin harus
pelaksanan pernikahan dilangsungkan. menjaga tata karma atau bersifat manis
Dalam acara ini para kerabat pengantin agar orang senang melihat mereka.
pria mengantarkan harta. Pengertian Tebu warna kuning memiliki arti bahwa
harta disini adalah aneka buah-buahan pengantin harus menjadi orang yang
seperti nangka, nanas, jeruk dan tebu. disukai dan teguh pendirian. Langge
Masing-masing buah memiliki makna lo olooto (nangka) memiliki arti bahwa
tersendiri bagi masyarakat Gorontalo. kedua mempelai bersifat penyayang dan
Untuk buah jeruk saja memiliki makna menebarkan keharuman. Sedangkan
yang berbeda di bagian tertentu, misalnya nanas sama seperti halnya jeruk yang
buah jeruk bermakna bahwa kedua manis memiliki makna pengantin harus
mempelai harus merendahkan diri, duri dapat menjaga dirinya.

E
EBLEG

EBLEG, adalah kesenian tradisional
dari Kabupaten Kebumen yang
menampilkan sepasukan pemuda dengan
memakai kostum warna-warni etnik
sambil menunggang kuda kepang yang
melawan dua ular raksasa.

NET

EBLEG, adalah kesenian tradisional dari
Kabupaten Kebumen.

134

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EDOPI adalah salah satu kelompok EDOPI
sosial penduduk asal yang berdiam di EIPOMEK
daerah Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi
Papua. Mereka berdiam terutama dalam
wilayah Kecamatan Mulia, yaitu disekitar
aliran sungai Dou dan sungai Fou.
Kecamatan Mulia berpenduduk 19.929
jiwa pada tahun 1987. Di antara jumlah
tersebut terdapat kelompok penutur
bahasa Edopi yang berjumlah sekitar 750
orang.

NET

Wanita Papua ini berkayuh sampan,
mengayuh hidup. dan mengasuh anak

EIPOMEK adalah salah satu
kelompok asal yang berdiam dalam
wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang
di Provinsi Papua. Mereka terutama
bermukim di sekitar danau Wissel yang
termasuk wilayah Kecamatan Okbibab.
Penduduk kecamatan ini berjumlah
17.296 jiwa pada tahun 1985. DI
antara penduduk penduduk kecamatan
itu terdapat penutur bahasa Eipomek
yang diperkirakan berjumlah sekitar
3.000orang. Bahasa Eipomek termasuk ke
dalam rumpun bahasa Papua.

(tim PPKB-UI).
Wanita daerah Pegunungan Bint ang yang
sedang mengemban beban kesehariannya.

135

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EKAGI

EKAGI disebut dengan beberapa di Irian Jaya umumnya. Pada tahun 1990
nama lain, misalnya suku bangsa, Ekari, penduduk kabupaten ini telah menjadi
Kapauku atau Me. Kelompok ini berdiam 223.337 jiwa.
di dataran tinggi bagian tengah Papua,
daerah yang berada pada 135-137” Bujur Mata Pencaharian. Mereka hidup
Timur dan 3-4° Lintang Selatan. Sekarang dari bercocok tanam sederhana dengan
daerah itu merupakan wilayah Kecamatan peralatan sederhana pula. yang sejak
Kamu, Paniai Timur, Paniai Barat, lama mereka menggunakan alat dari
dan Tigi, yang tersebar di tiga wilayah batu. Tanaman yang mereka kenal untuk
administratif, yaitu Kabupaten Nabire, dikonsumsi adalah talas, ubi rambat, ubi
Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Deiyai, kayu, tebu, tembakau, pisang, kacang-
di Provinsi Papua. kacangan, sayur-sayuran, mentimun, dan
labu. Ternak yang dipelihara hanya babi
Lingkungan Alam. Daerah itu berupa dan ayam. Sungai dan danau menjadi
gunung-gunung tinggi dan lembah dalam sumber penangkapan ikan.
yang diselingi dengan Danau Paniai
(luas 14.150 hektar), Danau Tage (3.000 Makanan pokok mereka ini adalah
hektar), dan Danau Tigi (2.400 hektar). talas. Mereka menanam ubi rambat
Daerah ini ditumbuhi hutan lebat dengan terutama untuk makanan babi. Ternak
pohon-pohon kayu besar seperti kayu babi dipandang sangat penting, terutama
besi dan kayu cendana, dan terdapat pula untuk pesta babi (juwo) dan untuk mas
bermacam jenis anggrek. Binatang yang kawin. Selain babi, kerangjugadipakai
hidup di sana adalah babi hutan, rusa, sebagai maskawin. Babi merupakan calah
kanguru, kuskus, burung nuri, burung satu simbol kekayaan, dan kekayaan
kakaktua, burung cenderawasih, buaya, merupakan sarana untuk mendapatkan
ular,dsb. kehormatan, kedudukan, dan kekuatan
politik dalam masyarakat. Babi sebagai
Nama dan Penduduk. Nama kapauku mas kawin digunakan untuk melamar
diberikan oleh orang-orang yang berdiam istri lebih dari satu. Istri bagi orang Ekagi
di pantai barat daya Irian Jaya kepada bukanlah untuk sekadar memenuhi
orang-orang yang berdiam di pedalaman kebutuhan seks, melainkan juga untuk
yang berada di dataran tinggi bagian membantu mengumpulkan kekayaan,
Tengah Irian Jaya. Kapauku artinya adalah bahkan untuk mengumpulkan mas
“pemakan orang”; karena itu tulisan ini kawin. Dengan demikian, suami dapat
tidak menggunakan nama tersebut. Orang mengambil istri muda lagi, yang berarti
Moni, tetangga mereka di sebelah timur akan menambah gengsi sosialnya.
laut, menamakan mereka orang ‘Ekari’. Seorang pemimpin kelompok masyarakat
Orang Ekagi sendiri menyebut diri mereka atau pemimpin klen (tonowi) mungkin
Me, yang artinya “manusia”. Jumlah orang mempunyai istri sampai 10 orang.
Ekagi sekitar tahun 1950-an diperkirakan
sebesar 60.000jiwa. Mereka mempunyai Rumah. Rumah orang Ekagi berbentuk
bahasa sendiri yang disebut bahasa Ekagi panggung. yang didirikan di atas tiang-
atau sesuai dengan nama kelompok tiang kukuh. Rumah mereka biasanya
mereka seperti tersebut di atas. Pada berdinding papan yang kuat, dengan
tahun 1987 jumlah penduduk Kabupaten atapdaun pandan atau rumput-rumputan.
Paniai adalah 216.523 jiwa, yang Dinding rumah biasanya dilapisi juga
diperkirakan 130.000 jiwa, di antaranya dengan daun pandan untuk menahan
adalah Orang Ekagi merupakan salah satu angin atau hawa dingin di malam hari.
suku-bangsa yang jumlahnya cukup besar Ruang rumah terbagi menjadi ruangan
untuk kaum pria (emaage) di bagian

136

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EKAGI

depan, dan ruangan untuk kaum wanita f dalam satu klen. Mereka memelihara
kugu) di bagian belakang. Setiap ruangan adat eksogami klen, artinya tidak boleh
mempunyai dapur untuk memasak dan kawin dalam suatu klen yang sama.
memanaskan badan. orang Kapauku mengenal banyak sekali
klen, yang masing-masing mempunyai
Rumah seperti ini merupakan tempat nama dan totem tersendiri. Setiap klen
kediaman beberapa keluarga inti yang mempunyai pantangan untuk tidak
merupakan suatu rumah tangga. Anggota memakan binatang tertentu dan tidak
satu rumah atau rumah tangga semacam
itu bervariasi antara 5-18 orang. Rumah Kepala Suku Ekagi dengan pakaian
tangga itu dipimpin oleh seorang laki- kebesarannya.
laki tertua dan terkaya, dilihat dari
jumlah istri atau jumlah hartanya. Suatu
keluarga inti mempunyai peranan dalam
hal pengasuhan dan pendidikan anak-
anak mereka. Orang Ekagi menarik garis
keturunan melalui garis ayah (patrilineal).

Rumah-rumah mereka berdekatan
satu sama lain, sehingga membentuk
satu desa. Anggota masyarakat desa
semacam itu dipimpin oleh kepala desa
(tonowi). Beberapa desa membentuk
suatu federasi sebagai kesatuan politik
terbesar dalam masyarakat. Suatu federasi
desa dipimpin oleh salah seorang tonowi.
Tonowi Pemimpin federasi desa ini paling
mendapat simpati dibandingkan dengan
tonowi lainnya, karena kekayaannya,
kedermawaannya, kepandaiannya
berperang, dan kefasihannya berbicara.

Dalam kehidupan masyarakat Kapauku
sering terjadi perang antara federasi-
federasi desa. Perang itu dapat terjadi
karena masalah sepele atau percekeokan
antara pribadi tertentu, misalnya
perceraian suami-istri yang berasal
dari federasi desa yang berbeda, atau
perbuatan yang menyakiti seseorang yang
tidak disengaja. Peperangan itu kadang-
kadang berlarut-larut dalam jangka waktu
berbulan-bulan. Perdamaian terjadi
kalau di kedua pihak telah jatuh korban
dalam jumlah sama, atau setiap pihak
sudah segan melanjutkan peperangan.
Keseimbangan jumlah korban biasajuga
dianggap sama dengan cara membayar
uang darah (me mege) kepada pihak yang
merasa lebih menderita.

Orang-orang yang merasa berasal dari
keturunan suatu nenek moyang tergabung

137

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EKAGI

merusak tumbuh-tumbuhan tertentu. Perang Dunia II. Sementara itu, misi
Religi. Dalam bidang religi, orang agama The Christian and Missionary
Aliance dari Amerika telah bergerak di
Ekagi percaya bahwa dunia diciptakan sana dan mendirikan beberapa sekolah.
oleh Ugatame. Dunia itu terdiri atas Dengan adanya hubungan dengan orang
lima unsur pokok, yaitu roh, manusia, luar, mereka mulai mengenal unsur-unsur
binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda- kebudayaan baru. Mereka telah memakai
benda yang tidak berjiwa. Ugatame alat-alat pertanian dari logam, seperti
yang maha tahu dan maha kuasa itulah sekop, kapak, alat penetak.
yang menentukan dan mengatur segala
sesuatu dan jalan kehidupan di dunia ini. Kini pada dasarnya mereka telah
Ia berada di mana saja dengan memakai menganut agama yang resmi yang diakui
lambang bulan dan matahari. Ia tidak negara. Namun, sebagian dari mereka
pernah menghukum orang, oleh sebab masih sulit meninggalkan kepercayaan
itu ia tidak perlu ditakuti. Hubungan yang sudah begitu lama teramalkan
orang dengan ugatame seperti hubungan dalam rentang panjang kehidupan
anak dengan ayahnya. Orang tidak perlu kelompok mereka. Di satu pihak, mereka
mengadakan pengurbanan baginya, cukup menerima berita kesalamatan ari gereja,
memohon dan berdoa saja. tetapi di pihak lain tetap mencari sumber
kebahagiaan yang berasal dari budaya
Pada masa yang lebih akhir, golongan mereka sendiri. Jalan akhir yang mereka
tua masih percaya kepada roh-roh yang tempuh adalah memadukan kedua unsur
menentukan nasib manusia. Roh itu religius itu. Unsur dari luardisesuaikan
menampakkan dirinya dalam berbagai dengan kepercayaan asli tanpa mengubah
bentuk, karena itu mereka menganggap intinya.
alam itu sendiri merupakan makhluk
yang bernyawa. Setiap jengkal tanah Hal yang bertentangan dianggap
serta pohon, danau, rawa, mempunyai tidak logis dan tidak digunakan
penunggunya masing-masing yang dikenal dalam kepercayaan baru itu. Untuk
sebagai “tuan tanah” (makiipuweme). membuktikan kesungguhan mereka
Penunggu alam itu ada yang berjenis pria terhadap kepercayaan leluhurnya (Utan
dan wanita. Mana) itu, mereka menciptakan hasil
kerajinan tangan, seperti sisir, piring, dan
Karena itu tidak setiap tempat dapat lain-lain yang terbuat dari kayu. Mereka
dijadikan tapak rumah atau kebun karena menjauhkan diri dengan yang berasal dari
dihuni oleh makhluk halus yang disebut luar dan memenuhi kebutuhan hanya dari
madau. Mereka harus menjaga hubungan alam. Pada malam-malam tertentu mereka
baik dengan makhluk halus itu. Mereka berkumpul mengelilingi rumah suci dan
akan membuat kebun di Iahan tertentu berdoa dalam bahasa tersendiri yang
yang diawali dengan meminta izin disebut “bahasa kekal” (ayii mana).
kepada penunggu tempat itu. Mereka pun
memotong seekor babi atau ayam seraya Inti kepercayaan itu sebenarnya tidak
menumpahkan darahnya di sekitar lahan berlawanan dengan agama resmi. Mereka
tersebut. percaya di atas mereka ada sesuatu
yang paling besar dan berkuasa dan
Hubungan antara orang Ekagi dan sebagai pencipta segala-galanya.; Suatu
orang luar belum lama terjadi, karena ketika yang membawa “keselamatan”
lingkungan alamnya menyulitkan orang akan datang membawa kebahagiaan
mencapai daerah itu. Sejumlah ekspedisi dan akan melepaskan mereka dari
pernah dilakukan di daerah ini antara segala kesulitan hidup. Sambil menanti
tahun 1937 dan 1941. Pemerintahan datangnya “keselamatan” itu mereka
kolonial Belanda ada di daerah ini sejak harus menyiapkan diri dengan membuat
tahun 1938 dan baru berakhir setelah

138

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EKAGI

kebun secara gotong-royong. Kebun tentang “zaman bahagia”, yang disertai
itu harus ditanami dengan tumbuhan kelimpahan kekayaan materi oleh
yang berasal dari zaman nenek moyang, sejumlah makluk roh yang berdomisili
seperti tebu, ubi jalar, dan batatas. di kabupaten ini, khususnya di sekitar
Mereka harus membuat rumah sesuai danau Paniai, danau Tigi, danau Tage,
dengan adat, dengan pembagian ruang Lembah Kamu, dan Mapia. Gejala seperti
terdiri dari kamar tidur, kamar bersalin, ini merupakan fenomena religi yang
kamar bersetubuh, dan kamar wanita mirip dengan gerakan yang biasa disebut
yang sedang haid. Mereka pun harus gerakan kargo (cargo cult).
membersihkan diri dari noda dosa melalui
upacara beabeayai (lihat Canserina Gejala religi ini mulai timbul sejak
Juniawati, Suara Alam, No. 63). masuknyapenyiar agama Nasrani dan
pemerintah Belanda pertengahan tahun
Perubahan. Sebagian dari data dan 1930-an dan mereka tergusur oleh nilai-
informasi di ats dikutip dari sumber nilai budaya asing itu. Lalu muncul
tertulis tahun 1963. Sesudah tahun para makhluk roh atau dewa yang
tersebut masyarakat ini tentu telah memanifestasikan diri sebagai wanita-
mengalami perubahan, terutama wanita Barat lewat mimpi dan “wahyu”.
melalui usaha-usaha pembangunan Para dewa itu meyakinkan masyarakat
yang dilakukan oleh pemerintah dari akan sanggup untuk mengendalikan
kecamatan khususnya dan Kabupaten arah sejarah yang telah mulai kehilangan
paniai, Provinsi irian Jaya, umumnya. kendali.

Bagian pedalaman dari Kabupaten Fonomena religi itu timbul dalam
Paniai tentu menjadi salah satu masyarakat modem yang sedang
sasaran pembangunan dalam rangka membangun ini disebabkan oleh beberapa
pembangunan di Indonesia umumnya. faktor. Mereka takut tertinggal dari
Hasil penelitian yang lebih akhir masyarakat lain yang sudah akan take off.
(Giay, 1989) memperkirakan, bahwa Karena ada benturan nilai-nilai budaya
pembangunan masyarakat pedalaman yang lama dengan yang baru yang lebih
kabupaten ini akan menghadapi tantangan dominan dan agresif. Selain itu masih
tersendiri yang tidak mudah. Masyarakat ada beberapa faktor-faktor lain, misalnya
pedalaman Irian Jaya, dan Kabupaten kurangnya pemahaman terhadap budaya
Penilai khususnya, sejak tahun 1960- dan pandangan hidup mereka, serta
an sampai kini telah terlanjur dibanjiri dedikasi pelaksana pembangunan yang
berbagai bentuk tawaran muluk-muluk dituntut lebih besar.

Rujukan: Giay, Benny
1989 “Tantangan Pembangunan Masyarakat
Boedhisantoso, S.
1963 “Orang Kapauku”, Penduduk Irian Barat Pedalaman Irja”, Kompas, 21 Nopember

(Koentjaraningrat) dan Harsja W. Bachtiar, Eds.),
P.T. Penerbitan Universitas

EKARI

EKARI, ORANG, lihat EKAGI, ORANG.

139

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ELANG MENGIPEH, TARI

ELANG MENGIPEH, TARI. Salah satu dan kipas. Alat musik pengiring terdiri
tari yang merupakan hasil pengembangan dari gendang, kelintang perunggu, gong,
dari tari tradisi Klik Elang. Tarian ini akordion, biola dan beduk. Tari ini berasal
menggunakan properti berupa selendang dari Propinsi Jambi.

EMARI DUNCUR

EMARI DUCUR adalah Salah satu mereka sampai tahun 2000 diperkirakan
sub-suku dari suku Asmat yang berada di 59 jiwa.
Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Jumlah

EMBALOH

EMBALOH adalah salah satu kelompok berada dalam wilayah Kabupaten Kapuas
orang Dayak yang berada di wilayah Hulu. Dalam kabupaten ini mereka
Provinsi Kalimantan Barat, khususnya bermukim dalam dua wilayah kecamatan,
yaitu Kecamatan Benua Martinus dan
Kecamatan Lanjak. Pihak Departemen

Sosial mengaktegorikan sebagian dari
mereka sebagai kelompok’masyarakat
terasing’. Pada tahun 1974jumlah mereka
di Kabupaten Kapas Hulu yang termasuk
kategori masyarakat teasing tadi tercatat
sebesar 4.103 jiwa. Dalam wilayah
Kecamatan Lanjak mereka bertetangga
dengan orang Dayak Iban.

NET

Sebuah Keluarga Suku dayak embaloh.

EMPAYUH

EMPAYUH adalah salah satu kelompok kabupaten ini mereka bermukim dalam
orang Dayak yang bermukim di wilayah wilayah Kecamatan Sekayam. Pihak
Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Departemen Sosial mengkategorikan
di wilayah Kabupaten Sanggau. Dalam sebagian dari mereka sebagai kelompok

140

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EMPAYUH

‘masyarakat terasing’. Pada tahun 1974 tidak diketahui berapajumlah orang
kelompok ini di Kabupaten Sanggau, Empayuh di antarajumlah tersebut. Dalam
orang Empayuh yang termasuk kategori Kecamatan Sekayam orang Empayuh ini
masyarakat terasing itu berjumlah 367 beitetangga dengan banyak kelompok
jiwa. Dayak lainnya, misalnya Dayak Badat,
Scruah, Kede, Keramai, Galik, Pos, dan
Pada tahun 1990 Kecamatan Sekayam lain-lain.
berpenduduk sekitar 25.000jiwa, namun

NET

Mandau
Senjata
traditional
Dayak.

EMUMU merupakan salah satu EMUMU
kolektifa yang berdiam dalam wilayah
Kabupaten Jayapura, Provinsi Irian Jaya. Sejak tahun 2002 kabupaten
Jayapura berada dalam Provinsi Papua
dan selanjutnya kabupaten Jayapura

NET

Masyarakat
Papua sedang
menggelar
kebudayaan
tradisional
dalam Festival
Danau Sentani,
Jayapura,
Papua.

141

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

EMUMU

dimekarkan menjadi 3 kabupaten yaitu bahasa Papua. Pada masa yang lebih akhir
kabupaten Jayapura, Kerom dan Sarmi. (1990) jumlah penduduk Kecamatan Web
Kolektifa ini merupakan penduduk asal adalah sekitar 1.000 jiwa.
di Kecamatan Web. Dan sejak pemekaran
itu kecamatan Web berada dalam wilayah Rujukan:
administrasi kabupaten Kerom. Mereka
memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa http://www.jayapurakab.go.id/index.php/profil/
Emumu denganjumlah penuturmenurut sejarah, diakses pada tanggal 29 Juni 2009.
perkiraan tahun 1970-an adalah sekitar
1.100 orang. Bahasa ini termasuk rumpun http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.
asp?id_info=1229, diakses pada tanggal 29 Juni

2009.

ENDE

ENDE adalah suku-bangsa yang Pada tahun 1986 Kecamatan
berdiam di bagian tengah pulau Flores, di Nangapanda berpenduduk 28.494
Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah jiwa, Kecamatan Ende : 18.589 jiwa,
asal suku-bangsa ini adalah yang sekarang dan Kecamatan Ndona : 22.035 jiwa,
menjadi wilayah tiga kecamatan, yaitu sedangkan keseluruhan penduduk
wilayah Kecamatan Nangapanda, Ende, Kabupaten Ende adalah 199.059 jiwa.
dan Ndona, dalam Kabupaten Ende. Dan Jumlah orang Ende di tiga kecamatan tadi
sekarang kabupaten Ende terdiri dari 20 atau di Kabupaten Ende umumnya tidak
kecamatan yaitu Wewaria, Wolowaru, dapat lagi diketahui secara pasti.
Ende, Ndona Timur, Detusoko, Maurole,
Ndori, Lio Timur, Nangapanda, Ndona, Di tahun 2008 jumlah penduduk
Ende Utara, Kelimutu, Ende Selatan, di kecamatan Nangapanda berjumlah
Maukaro, Kota Baru, Wolojita, Detukeli, 22.217 jiwa, Ende 18.027 jiwa, Ende
Pulau Ende, Ende Timur dan Ende Selatan 20.986 jiwa, Ndona 13.080 jiwa,
Tengah. Wilayah asal orang Ende ini Wolowaru 16.758 jiwa, Maurole 10.183
bertetangga dengan wilayah kediaman jiwa, Detusoko 14.568 jiwa, Pulau Ende
suku-bangsa Ncgekeo di sebelah Barat, 8.587 jiwa, Maukaro 6.787 jiwa, Wewaria
dan dengan wilayah kediaman suku- 18.049 jiwa, Wolojita 6.264 jiwa, Kelimutu
bangsa Lio di sebelah Timur. 8.819 jiwa, Detukeli 7.010 jiwa, Kota
Baru 10.851 jiwa, Lio Timur 7.849 jiwa
Lingkungan alam dari wilayah asal dan Ndori 5.771 jiwa. Berdasarkan data
suku-bangsa ini merupakan wilayah tersebut jumlah penduduk kabupaten Ende
bergunung dan bukitberlekuk-lekuk di tahun 2008 sebanyak 259.394 jiwa.
tajam dan jarang ditemukan lahan basah.
Dataran sempit terdapat di bagian selatan. Masyarakat di daerah ini khususnya
Dari keseluruhan wilayah Kabupaten dan penduduk pulau Flores umumnya
Ende sendiri hanya sekitar 5% yang seringkali menghadapi masalah
berpotensi untuk dijadikan sawah; itu kekurangan bahan makanan. Hal ini
pun merupakan sawah tadah hujan. dipengaruhi oleh keadaan alam, sarana
Namun belakangan ini telah direncanakan pertanian yang belum memadai, dan
pembuatan bendungan-bendungan untuk pengetahuan dalam menghadapi keadaan
pengairan sawah. lingkungan semacam itu belum memadai.
Dengan keadaan alam semacam itu,

142

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENDE

mereka banyak menanam tanaman vanili, dan telah menunjukkan hasil yang
singkong (manihot utilissima) yang menggembirakan.
sekaligus sebagai makanan pokok mereka
secara turun temurun. Makanan khas yang Kebiasaan orang Ende sejak masa
terbual dari singkong itu bernama uwi lalu memanfaatkan kemiri hanya untuk
ndota. Makanan khas ini dimakan dengan bahan penerangan dalam rumah di
lauk ikan, misalnya ikan soa, iu, ikan malam hari. Buah kemiri ditumbuk
terbang. Lauk ini dibuat dengan bumbu bersama kapas. Kapas itu dililitkan pada
khusus berupa ramuan cabe, kunyit, serai, lidi dan disulutkan api yangberfungsi
dan daun susu roa yang mengandung rasa sebagai pelita. Kebutuhan satu malam
asam. Sementara orang Ende yang makan sudah cukup dengan dua atau tiga biji
nasi merasa belum puas kalau belum buah kemiri. Pada masa itu buah kemiri
makan uwi ndota. Namun banyak sudah di yang cukup melimpah di daerah mereka
antara mereka yang mengganti makanan itu tidak mempunyai arti ekonomis.
tradisi ini dengan nasi, yang rupanya Namun belakangan ini, buah kemiri telah
terkesan lebih bergengsi (Kompas, 9-2- mempunyai nilai ekonomi yang cukup
1992). membantu kehidupan mereka. Dalam
tahun 1990 harga kemiri mencapai Rp.
Pada periode belakangan, orang 1.700 per kg di Ende. Kabupaten Ende
Ende tampak mulai menggalakkan menghasilkan sekitar 1.000 ton kemiri per
tanaman singkong. produksi singkong tahun (Kompas. 31-1-1991).
Kabupaten Ende tahun 1989 sebanyak
101.507 ton. Selain itu ada produksi Dalam hal organisasi sosial tradisional,
jagung 29.972 ton, padi ladang 13.972 orang Ende mengenal sistem klen
ton, dan padi sawah 12.539 ton. Dalam (pu’u) yang patrilineal, artinya anggota
periode 1990-an, masyarakat daerah ini satu klen itu merasa berasal dari satu
menggalakkan tanaman seperti kopi,ke nenek moyang dengan menarik garis
lapa,kemiri,cengkeh,jambu mete.kakao, keturunan dari pihak laki-laki. Mereka
juga mengamalkan adat eksogami klen,

143

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENDE

yang mengharuskan seseorang mencari sosial lainnya adalah lapisan masyarakat
pasangan keluar klennya sendiri. Sebuah biasa dan lapisan budak.
klen dipimpin oleh seorang kepala klen
yang disebut Roki Pu ‘u. Seorang kepala Sebagian besar (70%) orang Ende
klen juga berstatus sebagai Kolu, yakni sekarang memeluk agama Katolik,
orang yang mempunyai hak menguasai selebihnya Islam, Protestan, meskipun
lanah yang belum digarap dalam wilayah kepercayaan lama masih juga tersisa.
klennya. Hak ini diperolehnya meskipun ia Mereka juga masih memiliki kesenian-
merupakan kepala kelompok yang bersifa’t kesenian tradisional seperti seni tari,
genealogis. Namun sekarang sistem klen seperti tari gawi, mursi, waewali. Bahasa
pada masyarakat Ende sudah mulai rapuh. yang dipakai adalah bahasa Ende.

Pada masa lalu masyarakat Ende Rujukan:
mengenal tiga lapisan sosial. Lapisan atas
adalah kaum bangsawan, yang di daerah http://www.endekab.go.id/index.
pesisir di sebut Ala Nggaeh dan di daerah php?menu=demografi, diakses pada tanggal 26 Juni
pedalaman disebut MosaRabi. Dua lapisan 2009

ENGGANO

ENGGANO adalah suku-bangsa yang Orang Enggano termasuk suku-
mendiami Pulau Enggano, yang terletak bangsa yang kecil jumlah anggotanya.
di Lautan Hindia, sebelah barat provinsi Jumlah warga pulau ini tampak tidak
Bengkulu. Secara administratif pulau stabil. Hal ini disebabkan letaknya yang
ini termasuk bagian wilayah Kabupaten terpencil dan adanya bermacam-macam
Bengkulu Selatan. Pulau seluas 68.000 penyakit yang menyerang mereka. Pada
hektar ini terbagi atas enam desa, yaitu tahun 1862 orang Portugis melakukan
desa Malakoni. Kahyapu, Kaana, Meok, sensus dan mencatat jumlah penduduk
Banjarsari dan Apoho. Pulau ini telah pulau ini sebesar 3.000ji wa. Pada tahun
tertera dalam peta Asia tahun 1593, 1885jumlah ini berkurang menjadi 870
sedangkan pelaut Belanda menemukannya jiwa, dan tampak semakin berkuang
pada tanggal 5 Juni 1596. Nama Enggano menjadi 329 jiwa pada tahun 1914.
konon berasal dari bahasa Portugis yang Data sensus penduduk tahun 1930
berarti “kekecewaan”, karena pelaut menunjukkan angka 300 jiwa. Namun
Portugis yang sampai di sana mengira dalam data penduduk tahun 1977
pulau tersebut adalah pulau Jawa yang jumlah mereka menjadi lebih besar,
mereka can. Ada pula beberapa nama lain yaitu berjumlah 11.075 jiwa. Penduduk
yang diberikan untuk pulau ini misalnya, lain selain orang Enggano, adalah orang
Pulau Wanita, karena pulau ini dulu Jawa (3.322 jiwa), orang Batak (1.107
pernah dihuni oleh kaum wanita saja, jiwa), orang Minangkabau (1.107 jiwa).
sedangkan anak-anak yang dilahirkan Menurut perkiraan orang Batak mulai
dianggap berasal dari angin. Penduduk datang ke pulau ini sejak tahun 1920,
setempat menamakannya khefu Amoebao sedangkan orang Minangkabau sejak
atau E Loppeb, yang berarti pulau besar. tahun 1930. Jumlah penduduk di pulau
Namun sekarang pulau Enggano berada Enggano saat ini diperkirakan lebih dari
dalam wilayah administratif Kabupaten 2.800 jiwa.
Bengkulu Utara.
Dilihat dari ciri fisiknyaorang Enggano

144

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENGGANO

menunjukkan ciri Weddoid dengan kayu pemukul tersebut. Kemudian, ketia ia
rambut ikal, warna kulit sawo matang, memukul kerang lainnya, ia menemukan
tinggi badan rata-rata 163 cm. Mereka pula dua wanita lain. Karena kerang-
merasa satu kesatuan atas dasar bahasa kerang itu dipukulnya dengan kayu henao
Enggano dan adat yang mereka miliki. dan itara, kedua wanita itu masing-masing
Bahasa Enggano termasuk rumpun bahasa dinamai Kaahenao dan Kaitara.
Astronesia. Ujaran-Ujaran dalam bahasa
Enggano mempunyai kesamaan dengan Akhirnya, ketiga wanita itu dinikahinya
bahasa Nias, yaitu banyak menggunakaan dan kemudian menurunkan lima
suara nasal, tetapi makna tiap katanya kelompok orang Enggano yang ada
sangat berbeda. Pengaruh bahasaTapanuli sekarang, yaitu Koahoao, Koano, Kaarubi,
terlihat dengan beberapa kosa katanya. Kaharuba, dan Koitara. Kelompok yang
Ciri-ciri bahasa Enggano dapat dilihat membentuk klen (clan) ini kemudian
dari kosa kata, misalnyakatabilangan satu berkembang menjadi beberapa sub
sampai sepuluh. Kata bilangan itu adalah kelompok dengan nama tersendiri pula.
kahai (satu), aruaa (dua), akeru (tiga), Seluruh sub kelompok berjumlah tidak
aopa (empat), ariba (lima), akiakina kurang dari 23, masing-masing dipimpin
(enam), aribahiarna (tujuh), apakaiopa oleh seorang ekapo. Tugas ekapo adalah
(delapan), abaikahi (sembilan), dan mengatur hal-hal yang menyangkut adat
kipaao (sepuluh). Angka-angka belasan dan upeara. Oleh karena itu seorang
dinyatakan dengan menyebut bilangan ekapo haruslah orang yang dituakan,
“sepuluh” + hi + bilangan “satuan”nya, pandai dan kuat.
misalnya kipaao hi kahai (sebelas), kipaao
hi aruaa (dua belas), kipaao hi akeru (tiga Pada masa lalu, sebelum abad ke-
belas). Untuk menyebutkan bilangan dua 19, pekampungan orang Enggano
puluhan dan tiga puluhan juga digunakan umumnya didirikan mengelompok di
pola seperti di atas. daerah perbukitan di pedalaman. Kini
perkampungan (kaudara) didirikan di
Latar belakang suku bangsa ini belum tepi sungai atau pantai. Rumah mereka
terungkap seluruhnya, tetapi mereka berbentuk panggung dengan pola
memiliki cerita rakyat atau dongeng, yang melingkar. Tiap kampung memiliki balai
menggambarkan asal-usul orang Enggano pertemuan (kadiofe), yaitu pusat berbagai
yang sekarang. Konon, pada masa lalu,
Pulau Enggano dan penghuninya pernah Anyaman yang terbuat dari rotan, yang di
dilanda banjir besar,. Hampir seluruh buat oleh suku Enggano. Anyaman ini dibuat
permukaan pulau tergenang air, kecuali sebelum tahun 1900 an dan kini tersimpan di
bagian puncak Gunung Nanuuwa. Museum
Kecuali seorang laki-laki yang sempat
menyelamatkan dirinya di puncak Gunung
Nanuuwa, selebihnya tenggelam dilanda
banjir. Ketika banjir surut, laki-laki itu
dalam keadaan lapar turun kepantai
mencari kerang (ekapedoa) untuk
dimakan. Ia memecahkan sebuah kerang
dengan sepotong kayu bernama arubi.
Ia terperanjat karena dari dalam kerang
itu keluar seorang wanita. Sebaliknya,
ia juga gembira karena mendapat teman
di tengah pulau yang sepi itu. Wanita itu
diberi nama Kearubi, sesuai dengan nama

145

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENGGANO

aktivitas masyarakat setempat. dilingkungan kerabat isteri.
Mata pencaharian utamanya adalah Biasanya setelah melahirkan anak

bercocok tanam ubi, pisang, keladi pertama, keluarga inti tersebut akan
dan kelapa, yang menjadi makanan tinggal di kediaman sendiri yang terpisah
pokok asli. Sekarang mereka juga sudah dari kediaman kerabat isteri atau suami
menanam padi, yang diperkenalkan oleh (neolokal).Tetapi adat mereka juga
kaum pendatang. Mata pencaharian membenarkan sang isteri menetap di
lainnya adalah berburu binatang hutan lingkungan kerabat suami, dengan
dan menangkap ikan. Orang Enggano syarat pihak laki-laki harus membayar
juga mempunyai kebiasaan beternak epahakuwa berupa uang kontan, yang
babi, yang khusus dipelihara untuk pada jaman kolonial Belanda senilai
dijadikan santapan pada perayaan atau f. 10. Selain itu pihak wanita masih
upacara adat. Di kalangan masyarakat menerimajenis barang sebagai hadiah dari
juga berkembang seni keraj inan kerabat laki-laki.
memahat kayu. Pengrajin dari daerah ini
menghasilkan ukiran-ukiran kayu dengan Dalam pelaksanaan adat lainnya di
motif-motif yang rumit dan khas, biasanya masa lalu, orang Enggano lebih banyak
berfigur manusia atau binatang. mengukur nilai adat dengan uang. Mas
kawin (e-uku upai-yoya), misalnya,
Orang Enggano menarik diwujudkan dalam bentuk uang senilai
garis keturunannya melalui antara f. 100 sampai f.300. Jumlah uang
wanna(tnatriilineal). Karena adanya mas kawin di sepakati oleh kedua belah
adat larangan kawin dengan sesama pihak orang tua dan ckapo, dan harus
anggota klen (eksogami klen), dibayar kontan. Biaya pesta perkawinan di
perkawinan dilakukan dengan seseorang ambil dari uang mas kawin. Scbelum pesta
dari luar klen. Mereka juga mengenal dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan
bentukperkawinan ideal,yaitu antara upacara menurut keidah agama Islam atau
seorang laki-laki dengan morbradnya Kristen, sesuai dengan agama yang dianut.
(anak perempuan dari kakak laki-laki
ibu). Adat menetap sesudah nikahnya Sebelum mengenal agama Islam dan
matrilokal. artinya suami isteri tinggal Kristen, yang dibawa oleh pendatang,
masyarakat Enggano mengenal

Suku Enggano
memakai

pakaian adat,
menyambut
tamu yang
datang ke

Pulau enggano
dengan tari-
tarian.

146

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL


Click to View FlipBook Version