The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puputakromah01, 2022-08-24 23:31:24

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

Ensiklopedia Suku, Seni dan Budaya Nasional Berau sampai Ilimano (Jilid 2) (M. Junus Melalatoa) (z-lib.org)

ENGGANO

kepercayaan asli yang sampai sekarang masa tertentu, misalnya selama masa
masih dianut oleh sebagian warga berkabung.
masyarakat. Kepercayaan asli ini meyakini
adanya kowek, yaitu kekuatan baik dan Rujukan:
buruk yang terdapat pada tempat tertentu
di dalam kampung, seperti di sungai, http://www.kompas.com/read/
pantai, pohon, dan batu, Mereka juga xml/2009/05/23/19160878/abrasi.bakal.lenyapkan.
mengenal berbagai pantangan untuk enggano, diakses pada tanggal 27 Juni 2009.

ENKARONG

ENGKARONG adalah salah satu Dayak Engkarong dan yang masih
kelompok orang Dayak yang berdiam terasing.
di daerah Provinsi Kalimantan Barat,
terutama dalam wilayah Kabupaten Kendang Dayak, biasa digunakan suku dayak
Sanggau, terutama dalam wilayah untuk mengiringi tari-tarian dan upacara
Kecamatan Jangkang. Wilayah kecamatan tradisional.
ini terdiri dari 11 desa dan 46 dusun.
Dalam kecamatan ini mereka bertetangga
dengan sejumlah kelompok Dayak
lainnya, misalnya Dayak Kopak, Jangkang,
Tebuas, Menyangka, Ensanang. Di antara
mereka oleh Departemen Sosial ada yang
masih dikategorikan sebagai kelompok
“Masyarakat terasing”. Pada tahun
1974 anggota kelompok ini yang masih
termasuk kategori masyarakat terasing di
Kabupaten Sanggau tadi berjumlah 2.713
jiwa. Pada masa yang lebih akhir, misalnya
tahun 1989, penduduk Kecamatan
Jangkang berjumlah sebanyak 20.400
jiwa, pada tahun 2005 jumlah penduduk
kabupaten Sanggau diperkirakan
berjumlah 372.448 jiwa, namun tidak
diketahui jumlah keseluruhan orang

ENIM

ENIM adalah sekelompok masyarakat di Kecamatan Tanjung Agung. Pada
asli yang berdiam di sepanjang aliran tahun 1985 penduduk kecamatan ini
sungai Enim, Kabupaten Muara Enim, sekitar59.059 jiwa. Saat ini kabupaten
provinsi Sumatra Selatan. Wilayah Muara Enim terdiri 22 kecamatan, terdiri
asal dan persebarannya terutama dari kecamatan Benakat, Gelumbang,

147

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENIM

Gunung Megang, Lawang Kidul, Lembak, secara pasti. Sebagian besar orang Enim
Lubai, Muara Enim, Penukal Utara, hidup dari bertani dan menangkap ikan
Rambang, Rambang Dangku, Semende di sungai. Bahasa Enim termasuk rumpun
Darat Laut, Semende Darat Tengah, bahasa Melayu.
Semende Darat Ulu, Sungai Rotan, Talang
Ubi, Tanah Abang, Tanjung Agung, Ujan Rujukan:
Mas, Penukal, Abab (Penukal Abab),
Muara Belida dan Kelekar. Sedangkan http://www.muaraenim.go.id/nav1Rekap.asp,
saat ini jumlah penduduk kecamatan diakses pada tanggal 26 Juni 2009.
Tanjung Agung sebanyak 32689 jiwa.
Jumlah orang Enim sendiri tidak diketahui http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Muara_
Enim, diakses pada tanggal 27 Juni 2009.

Tarian
tradisional
Sumatera

Selatan,
mengiringi
saat pesta
pernikahan.

ENSANANG

ENSANANG adalah salah satu mereka ini masih digolongkan sebagai
kelompok orang Dayak yang berdiam di kelompok “masyarakat terasing “.
Provinsi kalimantan Barat, khususnya Pada tahun 1974 jumlah mereka yang
dalam wilayah Kabupaten Sanggau. termasuk kategori masyarakat terasing
Di Kabupaten Sanggau ini mereka di Kabupaten Sanggau tadi berjumlah
bermukim dalam wilayah Kecamatan 3.482 jiwa. Pada tahun 1988 Kecamatan
Jangkang. Dalam kecamatan ini berdiam Jangkang berpenduduk 20.400 jiwa,
pula beberapa kelompok Dayak yang namun tidak lagi diketahui berupa jumlah
lain, misalnya Dayak Jangkang, Tebuas, Dayak Ensanang dan yang masih masuk
Kopak, Menyangka, Engkarong. Oleh kategori terasing di kecamatan itu. Pada
pihak Departemen Sosial sebagian dari tahun 2005, jumlah penduduk Kabupaten

148

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ENSANANG

Sanggau tercatat sebanyak 372.448 jiwa,
sedangkan jumlah penduduk Kecamatan
Jangkang pada tahun 1999 sebanyak
23.514 jiwa, namun tidak diketahui secara
pasti berapa jumlah dari kelompok ini.

Tengkorak warisan yang berasal dan
zaman mengayau. Sekarang adat mengayau

itu sudah hilang.

ENTUNGAU

ENTUNGAU merupakan salah satu tahun 1974 jumlah anggota kelompok
kelompok kecil orang Dayak yang ini yang masih tergolong “masyarakat
berdiam di daerah provinsi Kalimantan terasing” tercatat sebesar 2.143 jiwa.
Barat. Kelompok ini bermukim di Pada masa yang lebih akhir misalnya
wilayah Kabupaten Sanggau, terutama pada tahun 1988, penduduk Kecamatan
di Kecamatan Mukok. Dalam Kecamatan Mukok berjumlah 15.259 jiwa, tetapi tidak
ini orang Entungau bermukim bersama lagi diketahui beberapa jumlah orang
kelompok Dayak lainnya, seperti Entungau dan termasuk kategori terasing
kelompok kecil Dayak Mukok, Senonong. tadi. Jumlah data terakhir penduduk
dan Ensanang. Sebagian dari mereka oleh Kecamatan Mukok tahun 1999 16.139
Departemen Sosial masih dikategorikan jiwa, namun tidak secara pasti berapa
sebagai “masyarakat terasing”. Pada jumlah orang Entungau.

keluargasiregar.

blogspot.com

Sebuah
persiapan
untuk sebuah
upacara dukun
suku dayak
Kalimantan
Timur.

149

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

ERAU

ERAU, UPACARA ADAT, merupakan
salah satu upacara adat yang dilaksanakan
pada upacara tinjak tanah dan setiap
momen pergantian atau penobatan Raja-
raja Kutai Kartanegara (saat ini masuk
wilayah Kalimantan Timur) yang digelar
di hadapan seluruh rakyat. Hal tersebut
menjadi tradisi karena ketika Aji Batara
Agung Dewa Sakti berumur 5 tahun, ia
melakukan mandi ke tepian dan tinjak
tanah dengan pesta adat Erau. Setelah ia
dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai
Kartanegara yang pertama (1300-1325),
juga diadakan upacara Erau.

NET

ERAU, UPACARA ADAT, merupakan salah
satu upacara adat yang dilaksanakan pada

upacara tinjak tanah.

ERITAI

ERITAI adalah penduduk asal juanfranklinsagrim.blogspot.com
dalam wilayah Kabupaten Jayapura,
Papua. Pemukiman mereka ini lebih Seorang Pria Papua mengenakan busana
terkonsentrasi dalam wilayah kecamatan yang dikepang dari batang tubuh pohon
Membramo Tengah dan Kecamatan kembang sepatu, Hibiscus Tiliaceous, yang
Membramo Hulu. Pada tahun 1986 lazim dijumpai di daerah pesisir.
jumlah penduduk Kecamatan Mamberamo
Tengah adalah 2.672 jiwa dan Kecamatan
Membramo Hulu 2.826 jiwa. Suatu
perkiraan jumlah orang Eritai ada 425
orang berdasar jumlah penutur bahasa
Eritai sendiri. Berdasarkan data hasil
sensus penduduk tahun 2000, anggota
suku ini berjumlah 823 jiwa. Pada tahun
2007, kecamatan Membramo Tengah
dan Kecamatan Membramo Hulu masuk
kedalam Kabupaten Membramo Raya
berdasarkan Undang-Undang Nomer 19
Tahun 2007, yang merupakan pemekaran
dari Kabupaten Sarmi dan Kabupaten
Waropen. Jumlah penduduk Kabupaten
Memberamo Raya pada tahun 2006,
23.926 jiwa.

150

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

FARAYAO F

FARANYAO, merupakan salah satu Papua. Berdasarkan data hasil dari sensus
suku bangsa yang berdiam di daerah penduduk yang dilakukan pada tahun
pesisir selatan teluk cendrawasih, Provinsi 2000, anggota suku ini berjumlah 63 jiwa.

FATALUKU

FATALUKU, Merupakan salah satu suku dan resmi menjadi negara sendiri pada
di Indonesia yang sebelumnya mendiami tahun 2002, kini mereka masuk ke dalam
wilayah Timor Timur, namun setelah wilayah Negara Timor Leste.
terjadinya referendum pada tahun 1999

FAUN

FAUN, ORANG adalah satu kelompok
sosial yang berdiam dalam wilayah
Kabupaten TimorTengah Utara (TTU) di
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelompok ini umumnya bermukim dalam
wilayah Kecamatan Miomafo Barat. Pada
tahun 1989 kelompok orang Miomafo
ini diperkirakan berjumlah kira-kira750
ji wadi antara 25.811 jiwa penduduk
Kecamatan Miomafo Barat tadi. Mereka
masih hidup dalam budaya yang masih
sederhana, dan bahkan ada pihak yang
mengkategorikan sebagai masyarakat
terasing.

www.kabarindonesia.com

Jagung Titi makanan pokok warga Flores
Timur. Jagung yang digongseng kemudian
digeprak seperti emping. Setelah itu disiram
air lalu dimakan.

151

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

FAYU

FAYU adalah salah satu kelompok
yang merupakan penduduk asli di
Provinsi Papua. Mereka berdiam dalam
wilayah Kecamatan Mulia di daerah
Kabupaten Paniai, dan dalam wilayah
Kecamatan Waropen Bawah, Kabupaten
Yapen Waropen. Mereka ini mempunyai
bahasa sendiri yaitu bahasa Fayu dengan
jumlah penutur sekitar 400 orang.
Kini mereka hidup di antara 19.929
jiwa (1987) penduduk Kecamatan
Mulia dan Kecamatan Waropen Bawah
yang berjumlah 11.031 jiwa (1988).
Berdasarkan hasil dari sensus penduduk
pada tahun 2000, jumlah anggota
kelompok ini ada 1.152 jiwa.

Wajah-wajah anak-anak dan wanita Papua
dengan kondisi kehidupannya.

FLORES

FLORES, ORANG meliputi 10 suku Kabupaten ini merupakan wil­ayah asal
bangsa yang berdiam di Pulau Flores, tiga suku bangsa Riung berdiam di
pulau nomor dua terbesar di kawasan kecamatan Riung. Suku bangsa Bajawa
pulau-pulau Nusa Tenggara Timur yang berdiam di tiga buah kecamatan, yaitu
memanjang dari barat ke timur. Secara Bajawa, Aimere, dan Mogomangulewa.
administratif Pulau Flores beserta pulau- Suku bangsa Nagekeo berdiam di empat
pulau kecil di sekitarnya terbagi atas lima kecamatan, yaitu Kecaesesa, Boawae,
wilayah kabupaten, yaitu Manggarai, Mauponggo, dan Nangaroro.
Ngada, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Kabupaten Ende dengan ibu kota Ende
Kabupaten Manggarai dengan itu kota terdiri atas 17 kecamatan. Kabupaten
Ruteng terdiri atas 7 kecamatan, yang ini merupakan wilayah asal dua suku
seluruhnya didiami oleh suku bangsa bangsa, yaitu suku bangsa Ende dan Lio.
Manggarai sebagai suku bangsa asal. Suku bangsa Ende mendiami Kecamatan
Sebagian Kecamatan Komodo, satu di Ende dan Kecamatan Nangapanda. Suku
antara 7 kecamatan itu, berada di Pulau bangsa Lio mendiami empat kecamatan,
Komodo, satu di antara 7 kecamatan itu, yaitu Detusoko, Ndona, Wolowaru, dan
berada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Mangekoba. Sebenarnya daerah asal
Kedua pulau ini pun didiami oleh orang orang Lio adalah Kecamatan Paga, yang
Manggarai. termasuk wilayah Kabupaten Sikka.

Kabupaten Ngada dengan ibu kota Kabupaten Sikka dengan ibu kota
Bajawa terdiri atas sembilan kecamatan. Maumere terdiri atas 21 kecamatan.

152

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

FLORES

Kabupaten ini merupakan wilayah asal bangsanya sendiri, dengan menyebut
lima suku bangsa, yaitu suku bangsa diri orang Lio, Sikka, Manggarai, dan
Krowe, Sikka, Sikka-Krowe, Rote, dan Lio. sebagainya.
Suku bangsa Krowe mendiami Kecamatan
Lela. Suku bangsa Sikka-Krowe mendiami Kombinasi tenun ikut dan sulaman manik-
Kecamatan Maumere dan Bola. Suku manik. Flores
bangsa Rote mendiami sebagian wilayah
Kecamatan Talibura.

Kabupaten Flores Timur dengan ibu
kota Larantuka sebenarnya terdiri atas
18 kecamatan, namun kecamatan yang
berada di Pulau Flores hanya tiga buah,
yaitu Walanggitang, Larantuka, dan
Tanjung Bunga. Kecamatan lainnya berada
di Pulau Adonara, Solor, dan Lomblem.
Ketiga kecamatan yang terletak di ujung
timur Pulau Flores ini merupakan wilayah
asal suku bangsa Lamaholot. Orang
Lamaholot juga mendiami dua kecamatan
di Pulau Adonara dan dua Kecamatan di
Pulau Solor.

Anggota kesepuluh suku bangsa
yang ada di Pulau Flores ini biasa pula
menyebut dirinya orang Flores. Hal ini
biasanya terjadi apabila mereka sedang
berada di luar Pulau Flores. Akan tetapi,
kalau sedang berada di Pulau Flores,
mereka lebih menampilkan identitas suku

FOAU

FOAU adalah salah satu kelompok kecil Sebuah tarian dari Papua dengan gerak-gerak
penduduk asal dari Kabupaten Jayapura, yang melambangkan kebenaran dan keadilan
Provinsi Papua. Mereka bermukim dalam
wilayah Kecamatan Mamberamo Hulu.
Jumlah mereka relatif kecil, yaitu sekitar
230jiwa, namun pada sensus penduduk
tahun 2000 jumlah kelompok suku ini
menjadi 690 jiwa yang sekaligus sebagai
penutur bahasa Foau. Bahasa ini termasuk
rumpun bahasa Papua.

Pada tahun 1986 mereka merupakan
sebagian dari penduduk Kecamatan
Mamberamo Hulu yang berjumlah 2.826
jiwa.

153

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

G GADANG, RUMAH

GADANG, RUMAH. Memiliki bentuk berfungsi untuk tempat tinggal anak
yang unik, bagian atapnya berbentuk perempuan yang sudah menikah. Hal ini
seperti tanduk kerbau, atapnya merupakan bentuk dari konsep matrilineal
dirancang berbentuk segitiga, sehingga yang dianut masyarakat Sumatera barat.
menyerupai gunung dan mengunakan Elemen-elemen arsitektur yang terdapat di
ijuk. Sebagaimana suku-suku di Indonesia Rumah gadang meliputi gonjong, singkok,
yang sebagian besar membuat rumah pereng, anjuang, dindiang ari, dindiang
adat dari kayu, demikian halnya dengan tapi, papan banyak, papan sakapiang dan
rumah Gadang. Disekitar rumah Gadang, salangko.
didirikan pula rumah-rumah kecil yang

NET

GADANG,
RUMAH.

Memiliki bentuk
yang unik,

bagian atapnya
berbentuk

seperti tanduk
kerbau, atapnya

dirancang
berbentuk

segitiga.

GADIS BERAMBUT PANJANG

GADIS BERAMBUT PANJANG. Cerita panjang, Si Kusuk juga punya keunikan
ini berasal dari desa Air Liki, dusun lain pada bagian tubuhnya, dimana
Renah Kepayang, kecamatan Tabir Ulu, bentuk tubuhnya tinggi besar menyerupai
kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. bentuk tubuh laki-laki dan ia hanya
Berkisah tentang seorang wanita unik, memiliki satu payudara yang terletak di
bernama Si Kusuk, ia memiliki rambut bagian tengah dadanya.
yang sangat panjang, mencapai 2,5 meter,
rambut itu berbentuk jalinan sebesar dua Dan rambut panjang Si Kusuk sampai
jari orang dewasa. Bagian ujung rambut hari ini dipegang oleh keluarga atau
itu terdapat rongga, yang konon kabarnya keturunan-keturunannya. Dan banyak
didiami oleh lipan-lipan berwarna putih. cerita-cerita mistis yang berkembang
Selain memiliki keunikan berupa rambut seputar rambut panjang itu.

154

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GADO-GADO, TARI

GADO-GADO DKI JAKARTA, TARI, antara tari Golek dan tari Gambyong yang
digunakan untuk menyambut tamu menggambarkan tentang kegiatan wanita
- tamu kehormatan dengan memadukan yang sedang berhias.

GALELA

GALELA adalah kelompok etnik budaya Tidore, dan (3)Wilayah budaya
dengan wilayah asalnya di pulau Bacan. Budaya Galela termasuk wilayah
Halmahera, Mereka berdiam terutama budaya Ternate yang meliputi pulau
di pantai bagian utara pulau Halmahera Ternate, Halmahera Utara dan kepulauan
itu, yaitu di sekitar Teluk Galela. Kini Sula. Pembagian Wilayah kultural di atas
wilayah asal tersebut merupakan tidak bersifat prinsipal tetapi gradual
wilayah administratif Kecamatan dilihat dari ciri-ciri adat-istiadatnya.
Galela, dalam Kabupaten Maluku Utara,
Provinsi Maluku. Sebagai satu kelompok NET
etnik mereka memiliki bahasa sendiri
yakni bahasa Galela. Sumber tertentu Keranjang yang berasal dari daerah Galela.
mengemukakan bahwa bahasa ini
merupakan salah satu dari 10 bahasa
besar dalam kelompok bahasa yang
disebut Siwalima atau satu di antara
ratusan bahasa yang ada di Maluku. Ahli
bahasa membuat rincian lagi di mana
bahasa Galela termasuk Keluarga bahasa
Halmahera, yang termasuk rumpun
bahasa Halmahera Utara bagian barat.
Rumpun ini masih terbagi dua cabang
bahasa, yaitu bahasa Galela dan bahasa Ibu.

Jumlah orang Galela belum diperoleh
data yang pasti. Data tahun 1930
menunjukkan bahwa kelompok orang
Galela bersama dengan kelompok Tobaru
dan kelompok Tobelo berjumlah sekitar
50.000 jiwa. Pada masa yang lebih
akhir, misalnya tahun 1989, diperoleh
data penduduk Kecamatan Galela yang
berjumlah 21.043 jiwa tanpa mengetahui
berapa orang Galela di antara jumlah
tersebut. Pada tahun 2001, jumlah
penduduk Kecamatan Galela 226.174 jiwa

Sementara ahli berpendapat bahwa
daerah Maluku Utara dapat dibagi
menjadi tiga wilayah budaya, yaitu : (1)
Wilayah budaya Ternate , (2) Wilayah

155

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GALIK

GALIK adalah salah satu kelompok namun belum diketahui lagi berapa
kecil orang Dayak, yang berdiam di jumlah orang Dayak Galik yang tergolong
wilayah Provinsi Kalimantan Barat. “terasing”. Pada tahun 2006 penduduk
Mereka berdiam terutama di Kabupaten Kabupaten Sanggau berjumlah 377.199
Sanggau, yaitu dalam wilayah Kecamatan jiwa, namun tidak diketahui jumlah pasti
Sekayam dan Kecamatan Baduai. Dalam dari kelompok suku ini.
wilayah Kecamatan Sekayam kelompok
ini bertetangga dengan kelompok- galik_fkmkt
kelompok kecil lainnya, misalnya
kelompok Dayak Kede, Sisang, Kcramai, Tas yang terbuat dari bambu, merupakan
Senangkang, Merau, Punti, Gun, Seuah, salah satu anyaman khas dari Suku dayak di
Pos, Badat, Sungkung.dan lain-lain, Kalimantan Barat.
sedangkan dalam wilayah kecamatan
Baduai hidup bersama dengan kelompok
Dayak Muara. Departemen Sosial masih
mengkategorikan sebagian Dayak Galik ini
sebagai kelompok “masyarakat terasing”.
Pada tahun 1974 anggota kelompok
ini yang masih termasuk kategori
“masyarakat terasing” di Kabupaten
Sanggau itu berjumlah 3.749 jiwa. Pada
tahun yang lebih akhir, misalnya tahun
1988, penduduk Kecamatan Sekayam
berjumlah 24.638 jiwa, dan penduduk
Kecamatan Badui berjumlah 9.133 jiwa,

GALOLI

GALOLI adalah salah satu suku yang sendiri, yaitu bahasa Galoli. Saat ini
berada di perbatasan distrik Manatuto, diperkirakan jumlah mereka sekitar
Timor Timur. Mereka hidup berdampingan 50.000 jiwa.
suku Mumbai. Mereka memiliki bahasa

GALUMPANG

GALUMPANG adalah salah satu suku mereka lebih suka disebut sebagai suku
yang terdapat di wilayah kecamatan Kalumpang karena adanya perbedaan
Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi adat-istiadat yang mereka terapkan
Sulawesi Barat. Kehidupan mereka berbeda dengan suku Toraja. Diperkirakan
sedikit menyerupai suku Toraja, namun saat ini jumlah mereka sekitar 4000 jiwa.

156

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAMBIR ANOM, TARI

GAMBIR ANOM, TARI, merupakan atau tamu untuk menari bersama dengan
tarian klasik yang dibawakan dengan gaya penari Tayub. Tamu yang dipandang
lemah lembut dipadu dengan irama-irama terhormat biasanya akan didaulat ikut
yang sedikit rancak. Yang unik dari tarian menari dengan ditandai dikalungkannya
ini adalah ikut sertanya para penonton sebuah sampur.

NET

GAMBIR ANOM, TARI, merupakan tarian klasik yang dibawakan dengan gaya lemah lembut
dipadu dengan irama-irama yang sedikit rancak.

GAMELAN JAWA

GAMELAN JAWA, merupakan NET
seperangkat alat musik pukul khas Jawa
yang terbuat dari tembaga. Awalnya, GAMELAN JAWA, merupakan seperangkat
gamelan Jawa merupakan budaya Hindu alat musik pukul khas Jawa yang terbuat dari
yang digubah oleh Sunan Bonang. tembaga.

Instrumen yang digunakan dalam
gamelan Jawa adalah kendang, bonang,
bonang penerus, demung, saron, kenong
dan kethuk, slethem, gong, gender,
gambang, rebab, siter, suling, dan peking
(gamelan). Lagu yang biasanya dibawakan
bersama gamelan Jawa adalah Tombo Ati.
Lagu ini sering dinyanyikan pada acara
pewayangan, pernikahan, atau ritual
Keraton.

157

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAMKONORA

GAMKONORA merupakan salah satu jalan lurus. Bahasa Gamkonora yang
asli yang berdiam di kawasan Halmahera mereka gunakan, berdasarkan penelitian
Barat, Maluku Utara. Mereka hidup di dari beberapa ahli, merupakan bahasa
kaki gunung Gamkonora yang baru saja induk dari semua bahasa di Halmahera.
meletus di 9 juli 2007. Namun tidak ada Akan tetapi karena tidak banyak yang
korban jiwa dalam letusan tersebut. Suku mengetahui mengenai suku ini dibanding
Gamkonora ini lebih sering menyebut dengan suku lain, seperti suku Sahu
diri mereka dengan nama Motilo’a atau dan Waoli, seolah-olah identitas suku
Motiro’a yang merupakan bahasa Wayoli Gamkonora tenggelam. Sampai saat ini
dan Gamkonora tua yang berarti ikut tidak diketahui berapa jumlah mereka.

GANAU TARI

Ganau,Tari, merupakan tarian yang gerakan yang lambat diakhiri dengan ger-
berasal dari Bengkulu, yang diiringi den- akan yang cepat dan menghentak-hentak.
gan musik dan didominasi oleh iringan Gerakan tangan, serta melompat dengan
mandolin, rebab, dan kendang serta formasi yang harmonis sambil diiringan
lagu dengan irama melayu. Tarian yang musik merupakan ciri khas yang dari tar-
dimainkan oleh sekelompok penari wanita ian ini.
dan laki-laki ini, dimulai dengan tempo

GANDRUNG BANYUWANGI

GANDRUNG BANYUWANGI adalah memiliki tiga bagian dalam tarian
salah satu seni tari yang berasal dari gandrung ini, yaitu Jejer, Maju atau
Banyuwangi, Jawa Timur. Gandrung, ngibing dan seblang subuh. Jejer adalah
yang berasal dari bahasa Jawa, berarti bagian pembukaan dari pertunjukkan.
tergila-gila atau cinta mati, ini awalnya Para tamu undangan belum diajak untuk
ditarikan oleh penari pria yang didandani menari bersama. Penari hanya menari
seperti wanita. Akan tetapi, tarian ini dan menyanyi secara solo. Maju atau
sekarang ditarikan oleh penari wanita. Ngibing merupakan bagian dimana para
Tarian Gandrung ini memiliki kemiripan penari mulai mendatangi penonton dan
dengan tarian Jaipong dari Jawa Barat mengajaknya menari bersama dengan
pada liukan tubuhnya dan tari Bali pada memberikan selendang. Biasanya pada
gerakan mata. Tarian ini diiringi oleh bagian ini terjadi kericuhan akibat
musik gamelan yang terdiri dari kendang, tamu yang mabuk. Para tamu yang
kethuk, biola, gong dan kluncing. diajak menari juga memberikan uang
kepada penari (nyawer). Sedangkan
Tarian yang biasanya ditarikan pada Seblang Subuh merupakan penutup dari
acara-acara khusus seperti perkawinan, pertunjukan ini dimana penari gandrung
khitanan atau acara resmi lainnya,

158

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GANDUNG

melakukan gerakan tari yang perlahan jarang dilakukan, yaitu adanya minuman
sambil membawa kipas. keras dan tradisi saweran. Bagian Seblang
subuh pun lebih sering tidak dilakukan.
Tarian ini sudah jarang dipertunjukkan.
Ada beberapa bagian dari tarian ini yang

NET

GANDRUNG BANYUWANGI adalah salah satu seni tari yang berasal dari Banyuwangi, Jawa
Timur. Gandrung, yang berasal dari bahasa Jawa, berarti tergila-gila atau cinta mati, ini awalnya
ditarikan oleh penari pria yang didandani seperti wanita.

GANE

GANE adalah kolektifa yang mendiami Timur, diantaranya terdapat suku Gane.
daerah ujung selatan Pulau Halmahera, Mata pencaharian utamanya adalah
yang termasuk wilayah Kecamatan
Gane, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi pertanian ladang dengan tanaman padi,
Maluku. sejak tahun 2003, terjadi jagung, ubi kayu, kacang tanah, dan
pemekaran wilayah. Kecamatan Gane kedelai. Mereka juga menanam pala,
dibagi menjadi dua wilayah ya itu Gane cengkeh, kalapa, cokelat, dan kopi.
Barat dan Gane Timur dan menjadi bagian Buah-buahan dari daerah ini antara lain
dari wilayah Kabupaten Halmahera durian, langsat, dan rambutan. Sebagai
Selatan, Maluku Utara. Wilayah kediaman mata pencaharian tambahan mereka
orang Gane bersebelahan dengan wilayah mengumpulkan hasil hutan, seperti rotan
asal beberapa suku bangsa lain, seperti dan damar.
suku bangsa Weda.Tugutil, dan Bacan.
Jumlah anggota suku bangsa ini pada Orang Gane menggunakan bahasa
tahun 1977 hanya sekitar 1.500 jiwa. Gane. Bila berhadapan dengan orang luar
Jumlah anggota suku Gane saat ini tidak mereka menggunakan bahasa Indonesia
diketahui secara pasti. Dari sekitar 47.920 dengan dialek Melayu Maluku. Sistem
penduduk Kecamatan Gane Barat dan kekerabatan mereka patrilineal, dengan
16.392 jiwa penduduk Kecamatan Gane adat menetap sesudah nikah patrilokal.
Sebagian besar orang Gane memeluk
agama Islam.

159

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GANE

Sumber

Miniatur Perahu Raja yang berasal dari Halmahera tahun 1881, kini masih tersimpan di Museum
of Ethnology, Wina, Austria.

GANTAR, TARI

GANTAR, TARI, merupakan tarian NET
yang diperkenalkan di desa Muara Leka,
kecamatan Muara Muntai Ulu, Kalimantan GANTAR, TARI, merupakan tarian yang
Timur sekitar tahun 1970-an. Tarian yang diperkenalkan di desa Muara Leka, kecamatan
diwariskan secara turun-temurun ini Muara Muntai Ulu, Kalimantan Timur
menggambarkan gerakan orang sedang
menanam padi. Tarian ini dibawakan
oleh 8 orang perempuan secara serempak
menggunakan alat semacam bambu sebagai
tongkat. Tongkat tersebut menggambarkan
kayu penumbuk sedangkan biji-bijian di
dalamnya menggambarkan benih padi. Tari
yang dikenal oleh suku Dayak Tunjung
dan Dayak Benuaq ini cukup terkenal
dan sering ditampilkan dalam acara
penyambutan tamu dan acara-acara
lainnya.

GAURA

GAURA adalah salah satu suku asli Barat, Nusa Tenggara Timur. Suku ini
yang tinggal di wilayah Desa Gaura, merupakan suku terasing.
Kecamatan Walaka, kabupaten Sumba

160

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAWAI DAYAK

GAWAI DAYAK adalah salah satu tari-tarian dan permainan adat. Acara
perayaan yang dilakukan di Kalimantan inti perayaan ini adalah nyagahathn,
Barat setiap tahunnya. Perayaan ini yaitu pembacaan doa atau mantra, yang
intinya adalah sebagai bentuk rasa syukur dilakukan di ruang tamu, lumbung, dan di
masyarakat Dayak kepada Jubata (dewa) tempat beras. Setiap suku dayak memiliki
atas hasil panen yang mereka terima. nama yang berbeda untuk perayaan yang
Dalam perayaan ini, banyak ditampilkan sama, yaitu Maka’ Dio (Dayak Sambas),
kesenian-kesenian tradisional, seperti Dange (Dayak Kayaan).

NET

GAWAI DAYAK
adalah salah
satu perayaan
yang dilakukan
di Kalimantan
Barat setiap
tahunnya.

GAYO

GAYO adalah suku-bangsa yang Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan
berdiam di bagian tengah dari daerah Kabupaten Gayo Lues. Keseluruhan
Aceh, yang kini menjadi Provinsi wilayah “Tanah Gayo” ini disatukan oleh
Nanggroe Aceh Darussalam. Daerah asal tali temalinya gunung dan bukit dalam
kediaman orang Gayo ini dikenal juga rangkaian Bukit Barisan, di samping
dengan nama Dataran Tinggi Gayo, dan disatukan oleh budaya nenek moyangnya.
orang Gayo sendiri biasa menamakannya Akan tetapi mereka dipisahkan oleh
Tanoh Gayo, yang artinya “Tanah Gayo”. tiadanya prasarana penghubung dalam
rentang waktu yang panjang dari masa-
Pada masa ini, wilayah kediaman masa yang lalu. Lingkungan alam wilayah
orang Gayo meliputi wilayah Kabupaten kediaman orang Gayo di Kabupaten Aceh
Aceh Tengah, sebagian dari wilayah Tengah berada pada ketinggian antara
Kabupaten Aceh Tenggara, dan sebagian 400-2.600 di atas permukaan laut, yang
kecil wilayah Kabupaten Aceh Timur. 71,6 persen tertutup hutan dan 8,9 persen
Lebih tepatnya, wilayah pendudukan hutan Pinus Mercusi. Di tengah-tengah
suku Gayo terdapat di Kabupaten Aceh

161

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO

daerah itu terdapat Danau Laut Tawar, Deret, (2) Gayo Luwes, dan (3) Gayo
dengan ukuran 17,5 x 4,5 kilometer, Serbejadi dan Kalul. Kelompok pertama
dengan kedalaman sekitar 200 meter. disebut saja dengan satu nama orang
Daerah Aceh Tenggara ditandai dengan Gayo Lut. Mereka berdiam di dalam
Gunung Losser, atau Taman Nasional wilayah Kabupaten AcehTengah (Lihat
Gunung Losser, kawasan suaka alam yang Gayo Lut). Kelompok keduadisebut
menyimpan satwa langka, seperti orang orang Gayo Luwes, yang mendiami
utan (pongopygmeus) dan satwa-satwa empat wilayah Kecamatan di Kabupaten
lainnya. Aceh Tenggara. kelompok ini biasa juga
disebut orang Gayo Bclang (Lihat Gayo
Keadaan alam yang demikian Luwes). Kelompok ketiga yang terdiri dari
menyebabkan timbulnya kelompok- dua kelompok kecil disebut saja orang
kelompok, yang terbentuk dalam rangka Gayo Serbejadi. Mereka ini mendiami
memanfaatkan lingkungan itu untuk satu wilayah kecamatan dalam wilayah
mata pencaharian dan mengisi kehidupan Kabupatn Aceh Timur (Lihat Gayo
lainnya. Di masa lalu antara kelompok- Serbejadi). Keseluruhan anggota ketiga
kelompok itu sering kali begitu sulit kelompok ini biasa menyebut dirinya
mengadakan kontak, karena tidak adanya itrang Gayo, yang berarti “orang gayo”.
prasarana perhubungan. Karena jarangnya
terjadi kontak, kelompok-kelompok itu Demografi. Pada tahun 1905, catatan
mengembangkan variasi budaya. Masing- pihak pemerintah kolonial Belanda
masing kelompok mengembangkan menunjukan jumlah keseluruhan orang
pengetahuan budaya tersendiri, yang Gayo sebesar 50.000 jiwa. Jumlah ini
disesuaikan dengan strategi mereka dalam terinci menjadi 47.543 jiwa yang berdiam
menghadapi tantangan lingkungannya di daerah Gayo Lut, Gayo Deret, dan
dari masa ke masa. Gayo Luwes; selebihnya yang berdiam
di daerah Gayo Serbejadi berjumlah
Sampai sekarang hubungan 2.547 jiwa (lihat J. Paulus, Encyclopaidie
antara ketiga kelompok ini masih tak van Nederlandseh Indie, 1917). Angka
berkembang, meskipun prasarana dan lain berasal dari sensus penduduk tahun
sarana tranportasi sudah berubah menjadi 1930 tercatat sebesar 50.076 jiwa.
lebih maju. Hubungan antara daerah Jumlah ini pun meliputi ketiga daerah
Gayo Lut dan Gayo Lues yang secara tadi, yang pada waktu itu berstatus
geografis berbatasan, tetapi kalau secara sebagai Onderdistrict yang masing-
sosial mereka ingin berhubungan, maka masing bernama Onderdistric Takingeun,
harus melalui provinsi Sumatra Utara, Serbedjadi, dan Gajo Loeos. Taki ngeun
yang jaraknya sekitar 500 km. Rencana yang adalah nama kotaTakengon, yang
jalan yang langsung lewat perbatasan waktu itu menjadi nama suatu daerah;
kedua daerah itu sudah diangan-angankan daerah yang dimaksud adalah Gayo Lut
sejak jaman Belanda dan belum terwujud tersebut di atas, atau yang sekarang
sampai sekarang. Hubungan kedua menjadi daerah Kabupaten Aceh Tengah.
kelompok tadi dengan kelompok Gayo Jumlah penduduk masing-masing
Serbajadi juga lebih kurang sama dengan Ondersric tadi adalah 24.665 jiwa di
gambaran di atas. Tidak demikian halnya daerah Takingeun, 3.336 jiwa di daerah
tentang hubungan kelompok-kelompok Serbedjadi, dan 22.075 jiwa di daerah
tadi dengan dunia luar malah sudah Gajoloeos (lihat Volstelling 1930).
cukup baik dan berkembang.
Suatu kenyataan berdasarkan data di
Sub Kelompok. Berdasarkan keadaan atas bahwa pertambahan jumlah orang
di atas sejak lama paling tidak telah Gayo selama 25 tahun (1905-1930)
timbul tiga sub kelompok Gayo. Ketiga hanya sebanyak 76 jiwa orang. Keadaan
kelompok itu adalah (1) Gayo Lut dan

162

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO

ini disebabkan pada masa itu dan juga kelompok tertentu mengembangkan
sebelumnya sering terjadi kelaparan variasi yang amat khusus. Variasi itu tentu
dan penyakit epidemi, seperti yang berkaitan dengan berbagai pengalaman
dikemukakan antara lain oleh E.M. Loeb, dalam menerima dan menanggapi
Sumatra It History and People (1972). pengaruh yang datang dari luar.
Mereka memang belum mengenal
pemeliharaan kesehatan yang baik, dan Bahasa. Ketiga kelompok Gayo
mereka berpendapat epidemi itu terjadi tersebut di atas adalah penutur dari satu
karena gangguan makhluk-makhluk halus bahasa yang disebut bahasa Gayo. namun
yang jahat yang mereka sebut laya. Lagi isolasi masing-masing kelompok tadi telah
pula sejak kehadiran Belanda ke Tanah menyebabkan mereka mengembangkan
Gayo tahun 1901, orang Gayo ini terus variasi bahasa sendiri dalam wujud dialek-
bergerilya (meslimin) di hutan-hutan dan dialek. Perbedaan itu juga timbul karena
sewaktu-waktu berperang dengan Belanda perbedaan intensitas hubungan mereka
yang dianggapnya kaf’ir (kapir). Selama dengan dunia luar. G.A.J. Hazeu, seorang
bergerilya banyak jatuh korban karena ahli bahasa, membagi bahasa Gayo itu ke
perang dan hidup di hutan dengan bahan dalam dua dialek, yaitu dialek Gayo-Lut
makanan yang terbatas serta makan tidak yang dipakai oleh orang Gayo Lut dan
teratur selama bertahun-tahun. Gayo Deret. Dialek Gayo Luwes dipakai
oleh orang-orang Gayo Luwes, Serbejadi,
Data penduduk sesudah dua sumber Lukup, dan Tampur. Lukup dan Tampur
di atas tidak lagi memberi kejelasan ini termasuk ke dalam subkelompok Gayo
tentang jumlah orang Gayo sebagai Kalul tersebut di atas. Pembagian dialek
anggota satu kelompok etnik. Data ini dikemukakan G.A.J. Hazeu dalam
kependudukan berdasarkan etnisitas bagian pendahuluan dari kamus bahasa
untuk kepentignan analisis tertentu hanya Gayo-Belanda yang disusunnya, berjudul
dapat diperoleh dengan jalan membuat : Gajoseh-Nederlandseh Woordenboek met
proyeksi dari sensus tahun 1930 tadi, NederlandsehGajoseh Register (1907). Pada
atau dengan membuat perkiraan saja. masa yang lebih akhir terbit sebuah kamus
Jumlah penduduk di ketiga wilayah asal lagi yang disusun oleh M.J. Melalatoa
orang Gayo tersebut di atas pada tahun et al, Kamus Gayo Indonesia (Pusat
1971 yang dioleh dari sumber Aceh Dalam Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,
Angka 1972 adalah sebesar 149.162 jiwa. 1985). Kamus ini lebih terkonsentrasi
Jumlah orang Gayo sendiri diperkirakan dan lebih banyak bertolak pada kosakata
sekitar 94 persen dari keseluruhan dari dialek Gayo Lut. penyusun kamus ini
jumlah tersebut di atas (lihat Melalatoa, masih mencoba membagi dialek dialek ini
1983). Berdasarkan data tahun 2009, menjadi tiga subdialek, yakni subdialek
diperkirakan jumlah populasi suku Gayo Deret, subdialek Bukit.dan subdialek Cik.
adalah 160.000 jiwa.
Bahasa Gayo umumnya mempunyai
Variasi Budaya. Dalam diskripsi ini persamaan-persamaan dengan bahasa
akan dikemukakan unsur-unsur budaya lain, misalnya dengan bahasa Karo,
yang bersifat umum dari ketiga kelompok Melayu, Aceh, Sunda, Tagalog, dan bahasa
tadi. Secara keseluruhan mereka adalah lain. Persamaan itu dilihat dari kata-kata
penutur bahasa yang sama, memiliki dasar menurut daftar Swadesh. Suatu
latarbelakang sejarah yang sama, hasil penelitian linguistik menunjukkan
penganut agama yang sama - agama bahwa bahasa Gayo dan bahasa Karo
Islam-, dalam kekerabatan bersifat mempunyai banyak persamaan, yakni
patrilineal, sama-sama mengenal klen, sebesar 46 persen kata dasarnya,
dan lain-lain. Akan tetapi dalam lapangan dengan bahasa Melayu (41 persen), dan
tertentu. seperti kesenian, kelompok- seterusnya dengan prosentase yang lebih

163

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO

kecil dengan bahasa lainnya. Dalam Hasil penelitian dari segi linguistik yang
perkembangan kemudian, misalnya dialek dilakukan oleh Harimurti Kridalaksana
Gayo Serbejadi atau Gayo Kalul tadi (1964) menunjukkan bahwa orang
banyak mendapat pengaruh dari kosakata Gayo sudah menempati daerah ini sejak
bahasa Aceh. Hal ini wajar karena mereka sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Ini
lebih banyak kontak den­ gan penutur merupakan suatu tesis yang memerlukan
bahasa Aceh, dan mereka merupakan diskusi lagi karena ada pendapat orang
sekelompok kecil di tengah lingkungan Gayo pergi ke pedalaman setelah masa
sosial yang berbahasa Aceh. kedatangan agama Islam. Bukti-bukti
lain dan tuanya kebudayaan mereka
I.atar Belakang Sejarah. Bagi adalah kepandaian membuat benda-
masyarakat Gayo, sejarah awalnya lebih benda keramik dengan motif-motif hiasan
banyak ditandai leh sejarah lisan yang sebagai simbol-simbol yang berasal dari
tersimpan dalam dongeng-dongeng, jaman Neolitik. Kemudian mereka pernah
seperti kisah tokoh Genali yang dianggap mengembangkan kepandaian memintal
manusiaGayo yang pertama yang benang, bertenun, besawah dengan
terdampar dari “Negeri Rum” (lihat bajaknya.
M.J. Meladatoa, Hulu Belah : Kumpulan
Tjerita Rakjal Gajo, Balai Pustaka, 1969). Ketika kemudian agama Islam masuk,
mereka pun menerimanya dan bercampur
Sumber dengan sistem kepercayaan lama yang
animistik. Akan tetapi kemudian, mereka
Pakaian pengantin tradisional adat Suku pun menjadi penganut Islam yang fanatik
Gayo. seperti yang dikenal pada masyarakat
lainnya di daerah Aceh. Kefanatikan
itu teruji dengan masuknya Belanda ke
daerah ini. Kedatangan Belanda ke tanah
Gayo di sambut dengan apa yang disebut
“perang habis-habisan”, yang dikenal
dengan pertempuran yang heroik di
benteng-benteng Pasir. Gemuyang, Durin,
Badak, Rikit Gaib. Penosan Tampeng.
Benteng-benteng ini semuanyadi daerah
Gayo Luwes Clihat M.H. Gayo, Perang
Gayo Alas Melawan Kolonialis Belanda,
Balai Pustaka 1983).

Masyarakat Gayo baru mendapat
kesempatan menerima pendidikan
formal sejak tahun 1911. Kesempatan
ini kemudian melahirkan tokoh-tokoh
masyarakat, misalnya beberapa guru
yang kemudian bergerak di bidang
politik. Usaha tokoh-tokoh itu antara
lain mendinkan sekolah swasta pada
tahun 1933 dan dengan cara tertentu
memperkenalkan rasa nasionalisme
kepada murid-muridnya. Kegiatan
politik yang tersirat di balik lembaga
pendidikan itu tercium oleh Belanda
yang menyebabkan sekolah itu

164

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO

kemudianditutup. Benih-benih dinamika dalam berbagai bahasa, seperti bahasa
sosial semacam itu masih saja tumbuh Gayo, Indonesia. Inggris, Belanda,
berkelanjutan sampai masa-masa terakhir Jerman, Perancis. Di antara hasil
ini, yang lerlihat dalam lapangan politik, penelitian lapangan yang dilakukan secara
pendidikan, kesenian, dan lapangan mendalam berupa disertasi, yaitu karya
lainnya. Dinamika itu sesungguhnya dari Mukhlis, Gayo, Kelanjutan Tradisi
ditunjang oleh sejumlah nilai budaya yang Dalam Perubahan Sosial, Ujung Pandang,
dimiliki oleh masyarakat tersebut sebagai Universitas Hasanuddin, 1983; M. Junus
warisan. Melalatoa, Pseudo Moiet’Gayo, Satu
Analisa Tentang Hubungan Sosial Menurut
Referensi Tentang Gayo. Masyarakat Kebudayaan Gayo, Jakarta. Universitas
dan kebudayaan Gayo ini telah cukup Indonesia. 1983; John Richard Bowcn,
banyak mendapat perhatian sebagai The History and Structure of Gayo Society,
sasaran penelitian dan penulisan baik Varian and Change in the Highlands of
yang bersifat ilmiah dan tulisan populer Aceh, Chicago, The University of Chicago,
dalam media massa. Akhir-akhir ini telah 1989. Karya tulis yang penting, selain
terbit sebuah bibliografi tentang Gayo, yang sudah disebutkan sebagai referensi di
yang disusun oleh M. Junus Melalatoa, atas, misalnya karya C. Snouck Hurgronje,
BibliograftTentang Gayo: Periode 1877 Het Gayoland en zijne Bewoners, Batavia,
- 1989 (Jakarta. 1989). Bibliografi ini 1903.
memuat sekitar 360 judul karangan

GAYOLUT

GAYO LUT, adalah salah satu sub mempunyai latar belakang sejarah yang
kelompok orang Gayo yang daerah tua. Pada masa lalu daerah ini merupakan
asalnya berada dalam wilayah Kabupaten pusat Kerajaan Linge. Kerajaan ini
Aceh Tengah, di provinsi Daerah Istimewa merupakan salah satu di antara kerajaan-
Aceh. Kelompok ini mendiami sembilan kerajaan kecil di Aceh, yang pada mulanya
buah kecamatan, yaitu kecamatan Kota masing-masing berdiri sendiri, tetapi
Takengon, Bebesen, Bukit Timang Gajah,
Bandar, Silih Nara, Pegasing, Bintang,
dan Kecamatan Linge. Kecamatan
yang terakhir ini sebenamya dulunya
merupakan wilayah satu kelompok kecil
tersendiri yang disebut Gayo Deret, yang
dalam deskripsi ini digabungkan
di bawah satu nama Gayo Lut.
Sesungguhnya kelompok ini

fajriboy.files.wordpress

Rumah adat Gayo.

165

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

kemudian berada di bawah kepemimpinan terakhir ini tidak diketahui lagi berapa
Sultan Aceh. jumlah orang Gayo. Penduduk daerah
ini cukup banyak yang berasal dari etnik
Nama kelompok Gayo Lut, dari kata lain yang datang menetap sebagai petani,
lut yang berarti “laut”, ada hubungannya pegawai, pedagang, buruh, dan lain-lain.
dengan nama danau yang terdapat di Orang Gayo juga cukup banyak yang
daerah ini, yaitu Danau Laut Tawar. Orang mengalir ke luar, terutama generasi muda
Gayo menyebutnya Lut Tawar. Orang yang melanjutkan pendidikannya.
Gayo Luwes di Aceh Tenggara kalau akan
pergi ke Aceh Tengah mengatakan “mau Pola Perkampungan. Pada masa
ke Laut”, yang dimaksudnya ke daerah lalu orang Gayo umumnya berdiam
sekitar Danau Laut Tawar tadi, sebaliknya mengelompok dalam komunitas-
orang Gayo Lut menyebut “mau ke komunitas kecil yang disebut kampung.
Belang”, yang maksudnya Belangkejeren. Komunitas ini terdiri dari kumpulan
rumah-rumah hunian, merupakan rumah-
Penduduk. Kelompok ini merupakan rumah panggung berukuran panjang
kelompok yang terbesar jumlahnya sekitar 20-30 meter dengan lebar 6-9
dibandingkan dengan dua kelompok meter. Rumah semacam ini dihuni oleh
yang lain. Data sensus penduduk tahun sejumlah keluarga inti atau keluarga
1930 menunjukkan jumlah orang Gayo luas yang masih ada hubungan kerabat.
di daerah ini adalah sebesar 24.665 jiwa. Bagian bawah tempat menyimpan kayu
Pada tahun 1971 daerah ini berpenduduk api, ternak, dan alat pertanian dan barang
108.752 jiwa, dan pada tahun yang lebih lain. Bagian tengah adalah tempat hunian
akhir (1984) menjadi 177.195 jiwa. yang terbagi atas ruang untuk masak,
Namun diantara jumlah penduduk yang menerima tamu, kamar tidur, beranda
umum, dan tempat tidur khusus para
Sumber remaja pria. Dalam rangka suatu upacara,
misalnya upacara perkawinan, ada
Dua joki suku Gayo sedang memacu kuda ruangan yang disebut serami banan atau
dalam Lomba pacuan kuda tradisional dengan “serambi wanita”. Ruangan ini khusus
menunggangi Kuda Astaga, yaitu kuda hasil untuk tempat kaum wanita dalam upacara
kawin silang antara kuda Gayo dan Australia. itu. Sebaliknya, ada ruang yang khusus
untuk pria saja yang disebut serami rawan
(“serambi pria”). “Serambi Pria” ini
sehari-hari disebut serambi yang berfungsi
untuk tempat remaja laki-laki berkumpul
dan tidur. Bagian atas yang berada di
bawah atap dari rumah ini disebut para
buang, yaitu tempat menyimpan barang-
barang yang tak terpakai sehari-harinya,
seperti periuk-belanga. (Lihat C.Snouck
Hurgronje, 1903).

Sebuah kampong juga ditandai adanya
tempat ibadah sehari-hari yang disebut
mersah bagi kaum laki-laki, dan joyah bagi
kaum wanita. Bangunan ini dilengkapi
pula dengan kolam tempat mandi dan
jamban untuk umum. Kompleks sarana
peribadatan ini merupakan milik dari satu
klen. Di sanalah warga klen itu melakukan

166

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

peribadatan mulai sembahyang lima kali dari apa yang mereka sebut edet dan
sehari, tarawih di bulan puasa, belajar hukum. Yang dimaksud edet adalah
mengaji bagi anak-anak, memperingati unsur-unsur pengetahuan, kepercayaan,
hari besar Islam, sampai kepada nilai, norma-norma warisan nenek
menyelenggarakan akad nikah. Mersah moyang, yang disebut saja “adat lama”,
juga merupakan tempat menginap bagi sedangkan hukum adalah keyakinan,
musafir yang tidak mempunyai famili nilai, dan kaidah-kaidah yang berasal
dikampung itu. Dalam sebuah kampung dari agama Islam. Rupa-rupanya unsur-
semacam ini mungkin juga terdapat unsur yang berasal dari kedua sumber ini
sebuah mesjid, yang merupakan tempat menyatu dan lalu tak terpisahkan lagi,
bersembahyang Jum’at bagi warga meskipun kadang-kadang masing-masing
beberapa kampung. Di sela-sela rumah mempunyai fungsi khusus.
tadi setiap keluarga mempunyai lumbung
(keben atau beranang). Di sekitar sebuah Fungsi atau peranan khusus dari edel
kampung biasanya terdapat areal dan hukwn pada masa lalu antara lain
persawahan milik warga kampung yang dapat diketahui dari peribahasa tertentu,
bersangkutan. Sedangkan areal kebun seperti Edel mengenal hukum mubeza.
atau ladang terdapat di luar batas areal Peribahasa ini mengisyaratkan bahwa
persawahan tadi. Di kebun, ladang, ataudi “adat lama” secara konkrit mengatur
sawah terd­ apat bangunan rumah yang tindakan-tindakan dalam suatu sistem
lebih kecil, yang dihuni oleh satu keluarga sosial, sedangkan hukum Islam sebagai
pada musim-musim sibuk. alat kontrol atau pengendali tindakan
yang mungkii. bertentangan dengan moral
Kini keadaan tadi sudah banyak agama. Bukti bahwa kedua sistem norma
berubah. Rumah-rumah panggung yang itu tidak terpisahkan dapat dikenali dari
besar seperti di atas sudah sulit untuk peribahasa Taring edel jahil agama, taring
didapatkan di Gayo Lut khususnya. agama jahil edel, yang artinya betapa
Rumah panggung berganti dengan sulitnya untuk tidak melaksanakan norma-
rumah yang merapat ke tanah. Sejak norma agama dan norma-norma adat
lama, paling tidak sejak tahun 1945-an, lama itu. Akhirnya dari kedua sumber ini
setiap keluarga, cenderung membuat dan lahirlah apa yang disebut sistem bud­ aya
tinggal di rumah tunggal yang dihuni oleh Gayo tadi, yang menata tindakan sosial
keluarga inti atau keluarga luas sendiri. dalam berbagai lapangan hidup mereka.
Perubahan ini tampak serentak mereka
lakukan, karena mereka ingin selalu Bagaimana sistem nilai budayaGayo,
seragam atau mungkin dapat dikatakan sebagai bagian dari sistem budayanya,
yang satu tidak mau ketinggalan dari dapat diketahui misalnya dari satu
yang lain. Kini banyak di antara mereka hasil penelitian pada masyarakat Gayo
yang tinggal menyebar di ladang atau Lut (lihat M. Junus Melalatoa, “Sistem
di kebunnya. Hal ini karena perubahan Sosial-Budaya dalam Belah” Jurnal
orientasi mata pencaharian dari pertanian Penelitian Sosial, 1. IX, 1987. Masyarakat
sawah ke pertanian di kebun, terutama ini memiliki sejumlah nilai yang terjalin
kebun kopi. menjadi suatu sistem nilai budaya
sebagai acuan tingkah laku. Di antara
Sistem Budaya. Masyarakat Gayo, nilai itu ada yang bisa disebut sebagai
seperti juga masyarakat lain, memiliki nilai “utama”, yaitu yang disebut malu,
sistem budaya sebagai acuan dalam atau mukemel yang artinya adalah
kelangsungan hidupnya sebagai “harga diri”. Untuk mewujudkan “harga
satu kesatuan sosial. Sistem budaya diri” itu seseorang harus mengenal dan
masyarakat Gayo yang pernah diwujudkan mengamalkan sejumlah nilai lain, seperti
dalam waktu yang lama bersumber nilai-nilai “tertib”(tertip), “setia” (setie),

167

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

“kasih-sayang” (gemasih), “musyawarah” ke salah satu pihak atau berdiam
(genap-mupakat), “kerja-keras” (mutentu), di tempat yang lain (neolokal) dan
“tolong-menolong” (alang-tulung), kerabat kedua pihak itu dianggap sama
“amanah”. Nilai-nilai ini sesuai dengan kedudukannya. Ini merupakan adat yang
ajaran agama Islam. Nilai-nilai ini belum lama berkembang, yang mereka
diperkenalkan dan ditransformasikan sebut kuso-kini.
lewat peribahasa, ungkapan-ungkapan,
atau lewat pidato-pidato adat. Sebuah Di masa lalu, sebuah keluarga inti
peribahasa menyatakan bahwa “orang yang disebut sarana berine berdiam dalam
yang tertib adalah orang yang mulia” sebuah rumah panjang bersama dengan
(Tertip bermenjelis umet bermenlie). Kita sejumlah keluarga inti atau sejumlah
dapat melihat berapa tingginya arti keluarga luas lainnya. Rumah panjang
tertib dalam pandangan mereka. Sebuah dengan ukuran sekitar 25 x 9 meter itu
ungkapan lain menunjukkan bertapa disebut umah time ruang atau umah belah
tinggi nilai “kesetiaan” dan “kasih sayang”, rang. Sebuah keluarga inti baru biasanya
yaitu : “Biar mati demi kesetiaan,biar papa masih satu kesatuan dengan keluarga inti
demi kasih saying” (setie mete, gemasih seniornya sehingga merupakan sebuah
papa). Mereka berpacu dan berkompetisi keluarga luas yang disebut sara dapur.
(berkesimelen) untuk mengamalkan nilai- Keseluruhan keluarga inti atau keluarga
nilai tadi, mencapai atau mempertahankan luas yang berdiam dalam satu rumah
“harga diri” sebagai nilai utama tadi. itu disebut kelompok sara umah, artinya
“Kompetisi” itu sendiri merupakan sebuah “satu rumah”. Kelompok “satu rumah” ini
nilai yang menjadi motor pendorong masih terikat dalam hubungan kerabat
dalam pengamalan nilai-nilai tadi. dan mereka masih dalam ikatan satu
klen (belah) dengan sejumlah rumah lain
Nilai-nilai tadi menjiwai tindakan- semacam itu. Mereka terikat oleh aturan-
tindakan mereka dalam kelompok- aturan adat berupa sistem nilai budaya
kelompok kerabat dan kelompok social seperti tersebut di atas.
yang lebih luas. Di masa lalu nilai-nilai
menjadi acuan dalam rangka aktifitas Setiap individu diatur oleh aturan
sehubungan dengan mata pencaharian, sopan santun pergaulan apabila ia berada
hubungan muda-mudi, sistem dalam kelompok, baik kelompok kecil
kepemimpinan, kesenian, pendidikan, seperti keluarga inti maupun dalam
dan lain-lain. Apakah nilai-nilai tersebut kelompok yang lebih besar seperti
masih bertahan sampai masa terakhir ini? klen. Aturan itu bisa diwujudkan dalam
Berikut ini sambil memberikan beberapa penggunaan sistem istilah kekerabatan,
contoh sekaligus melihat perubahan atau atau dalam wujud perilaku atau
pergeseran-pergeseran yang terjadi. sikapketika menghadapi seorang kerabat,
atau penggunaan lambang-lambang
Kekerabatan. Salah satu dasar sistem status tertentu. Pengamalan sopan santun
kekerabatan masyarakat Gayo adalah pergaulan ini terasabegitu kompleks,
menarik garis keturunan menurut prinsip apabiladiwujudkan antara anggota
patrilineal. Adat menetap sesudah nikal satu rumah besar tadi; setiap orang
umumnya adalah virilokal, yang mereka mempunyai status dan peranan beserta
sebut juelen atau ango; artinya sepasang hak-hak dan kewajibannya. Nilai-nilai
pengantin menetap di lingkungan tadi telah dibudayakan dalam satu proses
kerabat suami. Namun ada pula adat sosialisasi. Seorang harus menunjukkan
uxorilokal yang mereka sebut angkap, sikap sungkan kepada ayah (ama) yang
artinya pasangan pengantin menetap sama juga terhadap saudaa laki-laki ayah
di lingkungan kerabat istri. Pada masa yang lebih seniro (ama kul) atau saudara
terakhir ini mereka sudah bebas memilih laki-laki ayah yang lebih muda (ama

168

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

ecek). Dalam kelompok satu rumah ini ada seseorang dapat mewujudkannya dalam
pula status mertua laki-laki (tuen) dan macam-macam peranannya, maka ia
menantu perempuan (pemen) yang berada akan dinilai sebagai orang yang punya
dalam tertib hubungan yang lebih sungkan sifat bekerja keras, tertib, amanah, dan
lagi. Dua orang bersaudara kandung atau lain-lain. Dengan demikian ia akan dinilai
saudara sepupu yang berlainan jenis yang sebagai orang yang punya “harga diri”
hidup dalam kelompok satu rumah itu atau yang punya malu atau sebaliknya.
juga harus mewujudkan sopan santun
dengan menjaga jarak, dalam arti bicara Pengamalan nilai-nilai tadi harus
seperlunya dan saling menghormati. diwujudkan pula dalam hubungannya
Hubungan mereka disebut sebagai dengan anggota klen lain atau dengan
hubungan dengan. Sebaliknya, ada status anggota kampung lain. Di sini yang
yang bisa mengembangkan hubungan tak dipertahankan adalah harga diri
sungkan (joking relationship ),misalnya atau nama baik klennya (belah) atau
antara seseorang dan saudara perempuan kampung. Pengamalan nilai antar klen
ayah, antara cucu dan kakek serta itu diwujudkan oleh para remaja, yang
neneknya. dalam mencari jodoh harus dari klen lain,
karena adat eksogami klen. Hubungan
Dalam rumah besar itu terjadi saling berpacaran antara muda-mudi yang
kontrol antara satu keluarga dan keluarga berbeda klen itu harus dilakukan dengan
lain. Setiap keluarga melihat apakah tertib dan disiplin yang telah ditentukan
anak dari keluarga tertentu sudah oleh adat. Seorang perjaka sangat tahu
mewujudkan sopan santun pergaulan bagaimana ia berperilaku untuk menjaga
yang baik. Apakah seorang gadis sudah nama keluarga dan klennya ketika melalui
terampil untuk membuat barang- masa berpacaran itu. Semua remaja yang
barang anyaman, apakah juga sudah berpacaran haruslah melakukannya pada
mempunyai koleksi yang cukup berupa tengah malam (murojok) waktu orang-
barang anyaman dan barang gerabah orang sudah tidur lelap; atau kalau siang
yang kelak akan dipamerkan pada saat hari harus dilakukan di tengah hutan
upacara perkawinannya. Koleksi itu akan (bedemu). Apakah siang atau malam,
menjadi ukuran masyarakat apakah pertemuan itu tidak boleh dilakukan oleh
gadis ini seorang yang rajin. Koleksi itu sepasang remaja, tetapi harus beberapa
juga didapatnya dari imbalan karena ia pasang, agar terhindar dari hal-hal yang
rajin menolong orang. Jadi koleksi itu tidak diinginkan. Demikian antara lain
merupakan gambaran dari gadis sebagai aturannya dan remaja yang mengikuti
orang yang suka menolong, yang berarti aturan itu adalah remaja yang tertib atau
ia tahu harga diri. Harga dirinya itu juga remaja yang pandai menjaga harga dirinya
berarti mengangkat marwah orang tua dan kelompoknya. Harga diri kelompok
dan kelompoknya. itu dijaga dan diangkat, bisa juga lewat
kesenian yang dipertandingkan antar klen
Dalam kelompok-kelompok tersebut atau antar kampung. Pagelaran kesenian
di atas terdapat sejumlah status dan itu merupakan salah satu sarana untuk
peranan, dan masing-masing status mewujudkan kompetisi.
mempunyai jaringan hubungan dengan
status lain dengan berbagai peranannya. Mata Pencaharian. Di masa lalu
Dalam jaringan hubungan inilah stiap masyarakat Gayo Lut hidup sebagai
individu harus mewujudkan nilai tertib, petani, terutama bercocok tanam
atau kesetiaan, atau musyawarah, kasih di sawah. Sawah yang luas adalah
sayang dan lain-lain. Apakah itu dapat simbol gengsi. Dalam hal pertanian
diwujudkan seseorang tentunya akan sawah, mereka menjalankan macam-
dinilai oleh lingkungan sosialnya. Kalau macam tradisi, mulai dari menabur

169

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

benih, mengolah tanah, sampai kepada Reja biasa dikenal pula dengan sebut
memulai makan hasil panen yang penguin. Reja ini diyakini mempunyai sifat
baru. Tradisi ini menyangkut aktivitas adil, suci (cuci), benar, kasih. bijaksana,
tolong-menolong yang terkait dengan dan bertuah (mutuah). Keseluruhan
perkawinan seseorang, terkait dengan sifat ini disebut dalam satu ungkapan
kepercayaan. Dalam aktivitas pertanian musuket-sipet, Busana dun hiasan
ini tersirat berbagai nilai budayasebagai penganlen orang Gayo Lut yaitu sebagai
acuan, misalnyamengukur apakah sifat kekeramatan dari seseorang reje tadi.
seeorang punya rasa saling menolong, Para ahli mengemukakan bahwa sifat
disiplin dalam mengikuti aturan kegiatan semacam itu memang merupakan sifat
pertanian, mengukur apakah seseorang yang disyaratkan secara universal kepada
bersikap kerja keras, dan lain-lain. Jenis seorang pemimpin di mana pun dan pada
mata pencaharian Iain di masa lalu jaman apa pun. Namun, sifat bertuah pada
adalah berternak kerbau dan menangkap reje merupakan komponen karismatik
ikan di Danau Laut Tawar, terutama bagi yang dimilikinya karena “kesepakatan”
masyarakat di sekitar danau tersebut. (genap-mupakat) rakyat (sawudere) yang
Banyaknya jumlah ternak yang dimiliki menjatuhkan pilihan padanya.
juga menjadi simbol gengsi.
Peine adalah unsur pimpinan yang
Pada periode lain orang Gayo memiliki sifat teliti, peka, cepal tanggap,
kebanyakan lebih mengutamakan dan dapat segera mengambil satu
penanaman kopi di kebun-kebun. Hutan- keputusan yang tepat. Semua sifat dan
hutan yang memungkinkan untuk ciri ini disebutmusdik-sasat, sebagai
ditanami kopi mereka babat. Kebun sifat kekeramatan seorang petite. Unsur
kopi menjadi salah satu simbol gengsi, pimpinan ketiga adalah hnem yang sifat
meskipun hidup mereka jatuh bangun dan perilakunya harus mewujudkan
sesuai dengan jatuh bangunannya “amar makrut nahi mungkar”, yang terkait
harga kopi, karena tata niaga kopi itu dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah
dikendalikan oleh orang lain. Dalam agama Islam. Sifat semacam itu disebut
periode ini sawah menjadi kurang penting muperlu-sunet, sebagai sifat kekeramatan
dalam pandangan mereka, karena dilihat dari imem. Unsur keempat, Sawudere
dari perhitungan ekonomi penghasilan merupakan keseluruhan anggota dari satu
dari sawah tidak mampu memenuhi klen itu, yang biasa juga disebut anak-
macam-macam kebutuhan yang semakin buah atau rayat. Sifat kekeramatan rayai
berkembang dan bervariasi. Namun ini terletak pada perilakunya yang selalu
dalam jenis mata pencaharian ini sudah bersifat musyawarah yang disebut genap-
tidak banyak lagi aturan adat atau mupakat. Meskipun tiap unsur pimpinan
upacara yang menyangkut nilai-nilai tadi. itu, mempunyai kewibawaan, wewenang.
oricntasinya sudah lebih banyak kepada dan kekuasaan yang berpedoman pada
perhitungan materi, dan berangsur-angsur kekeramatannya tadi, namun hasil
meninggalkan nilai-nilai tersebut di atas. musyawarah sawudere atau rayat adalah
merupakan keputusan tertinggi.
Sistem Kemimpinan. Masyarakat
Gayo Lut pernah mengenal sistem Sebagai manusia, unsur pimpinan
kepemimpinan tradisional yang disebut tersebut tidak luput dari kelemahan
sarak opal. Sistem kepemimpinan ini dan kealpaan. Seorang reje mungkin
berlaku di dalam klen atau belah. Sistem saja berlaku tidak adil, tidak bijaksana,
kepemimpinan ini dijalankan oleh atau tidak mempunyai rasa kasih sayang
empat {opal) unsur, yaitu : reje, peine, kepada rakyatnya, dan sebagainya.
imem, dan sawuaere. Sctiapunsurini Bila ini terjadi, maka sifat keramatnya
mempunyaisifatkekeramatan tersendiri. dianggap telah hilang. Rakyat, lewat

170

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

musyawarahnya, akan menyatakan nama dan peranan unsur-unsurnya. Akan
reje telah taksir; karena itu rakyat tetapi penerapan nilai-nilai dan norma-
menjatuhkan hukuman yang disebut norma lama sebagai acuan rupaya tidak
pepakiren. Akibatnya reje turun dari semudah dibayangkan. Kemudian sarak
kedudukannya dan ia pun dipandang lebih opat itu hanya menjadi sebuah selongsong
rendah dari rakyat biasa, ia telah menjadi yang isinya sudah berubah dan jiwa
fakir (pakir). musyawarah mufakat (genap-mupakat)
tidak muncul dari rakyatnya.
Peine yang menyimpang dari
sifat kekeramatannya, melalui Kesenian. Orang Gayo Lut mengenal
musyawarah rakyat akan dinyatakan beberapa jenis kesenian, seperti seni
tingel. Karena itu ia pun hams turun sastra, seni suara, seni tari, seni rupa, seni
dari status itu. Demikian pula imem instrumental, dan ada kesenian didong
yang tidak berperilaku menurut garis yang merupakan paduan antara seni
kekeramatannya akan dicopot oleh sastra, seni suara, dan seni tari. Kesenian
musyawarah rakyat. la pun dinyatakan didong akan dibahas lebih rinci. Seni lain
telah menjadi laman. Penurunan jabatan bernama sa’er, yang merupakan paduan
pimpinan itu dilakukan secara demokratis seni suara dan sastra yang bernapas
lewat suatu upacara yang disaksikan oleh keagamaan. Seni sastra lainnya adalah
para pimpinan (sarak opal) dm klen-klen melengkan, seni pidatoadat yangberbalas-
lain. Pernyataan itu dinyatakan oleh balasan. Ada pula seni sastra yang
seorang wakil rakyat yang disebut Ulu dibawakan dengan cara meratap pada
Dawa. Pemimpin yang diturunkan oleh waktu menghadapi kematian dan dalam
musyawarah rakyat itu tidak lagi berhak rangka upacara perkawinan, yang disebut
untuk membela diri, karena keputusan sebuku.
itu merupakan keputusan yang tertinggi.
Sebaliknya anggota masyarakat sendiri Seni tari tradisional yang tidak lepas
sebagai pribadi tentu ada yang berlaku dari seni suara adalah guru didong, yang
salah. Kesalahan itu akan diganjar dengan dibawakan oleh dua orang penari sambi
sanksi, misalnya dengan denda (dene), 1 bemyanyi bersahut-sahutan. Semua
dikucilkan (parak). sampai kepada sanksi bentuk ksenian yang mengandung seni
yang lebih berat lagi, sesuai dengan sastra tampaknya mengandung unsur
kesalahannya. Seseorang yang telah kompetisi. Seni tari tradisional lain ialah
dijatuhi hukuman itu menjadi orang yang tari quel yang terkait dengan legenda
kehilangan harga diri. gajah putih yang dikenal di Aceh. Dalam
seni rupa, mereka mengenal ukiran
Kehadiran kekuasaan Jepang di pada barang-barang tembikar, anyaman
Indonesia, termasuk di daerah Gayo tikar, dan kain tradisional berupa kain
Lut, meskipun dalam masa yang relatif adat (seperti upah ulen-ulen). Alat-alat
singkat, telah menggoyahkan struktur musik tradisional yang dikenal adalah
sosial masyarakat Gayo. Kemudian arus teganing, yaitu alat musik pukul pada
perubahan lain datang silihberganti yang senar kulit bambu yang dicungkil, suling,
semua membawa perubahan-perubahan. bensi (bangsi), serune, canang, gendang
Perubahan itu juga mengenai sistem (gegedem), gong, genggong, dan lain-lain.
kepemimpinan sarak opal. Namun pada
tahun 1968, setelah sekitar 25 tahun Perlu dicatat, bahwa daerah ini telah
dari kehadiran Jepang tadi, orang mulai mempunyai sekolah kesenian pada tahun
terngat tentang sarak opal yang dianggap 1942, tetapi kemudian tutup pada tahun
bermanfaat untuk diterapkan kembali. 1947. Lembaga pendidikan kesenian itu
Pranata kepemimpinan yangdiaktifkan bernama PPM (Perguruan Perusahaan
kembali ini sedikit dimodifikasi dalam hal Murid-murid). Lembaga yang mendapat
inspirasi dari pembaga pendidikan serupa

171

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

di Kayu Tanam, Sumatra Barat, mendapat ceh due (ceh dua), dan seterusnya.
perhatian yang besar dari para pemuda Pada masa lalu, kesenian ini berfungsi
waktu itu. Jenis-jenis kesenian yang
diajarkan waktu itu adalah seni musik, sebagai hiburan dan sarana mengungkap
seni tari, seni lukis, seni drama, seni masalah-masalah adat, misalnya adat
anyam. Lembaga pendidikan ini menjadi perkawinan, adat mendirikan rumah,
akar pertumbuhan kesenian pada masa- pertanian, dan lain-lain. Dengan demikian
masa berikutnya. pengetahuan tentang adat itu akan
terus tetap hidup sebagai pengetahuan
Seperti disebut di atas, kesenian masyarakatnya. Pada masa ini, pagelaran
didong akan diuraikan lebih rinci, karena pertandingan kesenian itu adalah
kesenian ini seolah menjadi induk antarklen, yang juga berfungsi untuk
beberapa cabang seni dan mempunyai mempertahankan struktur sosial dalam
kaitan dengan struktur sosial dan menjadi wadah berupa klen itu. Pada masa yang
jiwa dari dinamika sosial masyarakat lebih terakhir, kesenian ini berkembang
setempat. Kesenian ini dimainkan dalam dan berubah, baik dalam kekayaan variasi
kelompok yang terdiri dari 25-35 orang lagu, bentuk dan tata bunyi lirik, dan
yang pada umumnya diperankan oleh fungsi dari kesenian ini yang semakin
kaum pria. Kesenian ini merupakan seni kompleks. Fungsinya adalah untuk
bersyair yang dinyanyikan serta diiringi penerangan, pendidikan, kritik sosial, di
dengan gerak-gerak tertentu yang serasi samping sebagai hiburan. Isinya bukan
dengan isi syair dan irama lagunya. lagi soal-soal yang menyangkut adat
Kesenian ini merupakan kesenian yang lama saja, tetapi telah mengkaji masalah
dipertandingkan antara dua kelompok sejarah bangsa, Panca Sila, pelestarian
secara bergiliran dan berlangsung malam alam, pembangunan pada umumnya,
hari semalam suntuk. Kelompok itu, yang kemajuan teknologi di dunia luar, dan
disebut kelop atau ulu, dulu mewakili satu lain-lain. Fungsi mepertahankan struktur
klen, tapi sekarang mungkin mewakili sosial juga masih terasa dalam pagelaran
satu kampung atau satu kawasan tertentu. kesenian akhir-akhir ini.
Setiap kelompok mempunyai nama-
nama tersendiri, yang menggunakan Kesenian ini menuntut kreativitas
bahasa atau istilah Gayo atau Indonesia, yang tinggi dari seorang ceh. Setiap
contoh: BiakCacak, Ceding Ayu, Sinar senimannya harus mampu menciptakan
Pagi, Dewantara, Laki-laki, dan lain-lain. puisi-puisi yang bermutu tinggi, artinya
Sampai tahun 1980 pernah dicatat sekitar puisi mempunyai tata bunyi yang
89 buah perkumpulan kesenian didong di indah, isi yang dalam, halus, tapi juga
daerah Gayo Lut ini. tajam. Keseluruhan puisi itu seharusnya
menunjukkan ciri karya seniman itu
Dalam setiap perkumpulan tadi ada sendiri. Puisi itu bisa berisi kritik
beberapa orang yang disebut ceh dan yang kepada lawan tanding, masyarakat, atau
lainnya adalah pengiring (penunung). pemimpin; bisa mengandung makna
Seorang yang disebut ceh adalah seniman buat pendidikan, penerangan bagi
komplit, artinya ia adalah seorang penyair penontonnya. Setiap kali seorang seniman
atau orang yang mampu menciptakan dituntut menembangkan puisi-puisi yang
puisi-puisi sendiri, mampu menciptakan baru; dan tidak jarang seorang seniman
lagu sendiri, dan memiliki suara yang ini dituntut menciptakan puisi spontan
merdu. Dalam satu kumpulan, para Ce/i- di tengah arena itu guna menangkis
nya itu biasanya terbagi atas dua atau tiga serangan lawan tanding, Kemampuan
kategori sesuai dengan kemampuan yang menciptakan puisi secara spontan dalam
dimiliki dalam mencipta dan keindah an waktu yang singkat dengan isi yang
suara tadi, yaitu ceh kul (seniman utama), mengena, tajam, dan halus tidakdimiliki

172

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYOLUT

oleh sembarang orang, kecuali oleh bahkan mungkin ratusan, lagu sendiri,
seorang ceh kid seperti tersebut di atas. yang tentunya sulit untuk menghindari
Berikut ini diberikan contoh beberapa pengaruh dari pihak lain. Namun, mereka
bait puisi dengan tatabunyi yang menarik sadar bahwa melahirkan karya sendiri
dari seroang ceh kumpulan Kabinet Mude, yang indah dan bermutu adalah bagian
Kampung Bebesen : dari upaya mengangkat harkat sebagai
seniman dan harga diri kelompoknya.
Wo si penonton enti mulo inger Ini adalah prinsip dasar dalam berkarya
Ku si munengon kami berunger dalam kesenian didong. kesenian didong
Nume pelolon si kite bungker penuh dengan kompetisi dalam ukuran
Enti inah kin keber gantini payung mutu itu, Kompetisi itu dikontrol secara
Kati kite angon didong si bener formal oleh jun dalam pertandingan,
Nume person la si kite bungker tetapi lebih dari pada itu kontrol dari
Mudah-mudahen mujadi ihtiber masyarakatnya. Seniman yang tidak
berpegang pada prinsip itu biasanya
Ini kuseder ni kurik kampung tidak akan lama bertahan dan tidak akan
Nge kin buah tutur kurik pedatas pernah besar. Sejumlah seniman didong
Mengekei dapur mubenasan alas telah tampil melengkapi khasanah dunia
Nge ketar ketur pingen urum gelas sastra di Indonesia, misalnya Sali Gobal
Udah rus awas-awas ko salah dengan buku-buku kumpulan puisinya
pengkalung antara lain Manuk, berisi 34 buah puisi
Sentan mujemur gule keperas yang telah diterbitkan oleh Proyek Buku
Gere tetuho tabur nalam ne lepas Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen
Supu ni jamur meh merulas pendidikan dan Kebudayaan. Sali Gobal
Utangmu ranas urum lopah puntung banyak bicara tentang alam, pelestarian
alam, di samping kritik sosial. Tokoh lain
Bait-bait puisi semacam ini adalah To’et alias Abdul Kadir yang telah
ditembangkan lewat lagu yang serasi memberi setitik warna pada dunia baca
dengan rangkuman kata dan makna yang puisi di Indonesia. Di antara puisinya
tersirat. Menurut norma yang berlaku yang telah titerjemahkan ke dalam bahasa
lagu itu harus ciptaan sendiri, dan harus Indonesia dimuat dalam majalah Horison
berwarna Gayo. Ini berarti norma dalam (1983 dan 1985) dan media lainnya.
kesenian didong menghendaki lagu yang Mereka ini adalah dua dari ratusan
berakar dari bumi Gayo, tidak mengambil penyair Gayo yang belum sempat dikenal.
alih irama daerah atau bangsa lain, Gambaran umum tentang kesenian dapat
misalnya yang biasa dikenal dengan dibaca dalam karya M.J. Melalatoa,
irama padang pasir, irama India, dan lain- Didong Kesenian Tradisional Gayo
lain. Setiap ceh harus mencipta puluhan, (Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1982).

GAYO LUWES

GAYO LUWES adalah salah satu sub Nanggroe Aceh Darussalam. Keempat
kelompok or­ang Gayo, yang wilayah kecamatan itu adalah Kecamatan Belang
asalnya berada dalam empat wilayah Kejeren, Kuta Panjang, Rikit Gaib dan
kecamatan dalam Kabupaten Aceh Terangun. Saat ini keempat kecamatan
Tenggara, di Provinsi Daerah Istimewa tersebut berada di wilayah Kabupaten

173

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO LUWES

Gayo Lues yang merupakan hasil 108 kilometer. Sampai tahun 1974 jalan
pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara ini hanya dapat dilalui dengan kendaraan
pada tahun 2002. Kebanyakan penduduk jenis jeep. Jalan itu merupakan satu-
di Kabupaten Gayo Lues adalah suku satunya jalur untuk membawa bermacam-
Gayo. Pada jaman pemerintahan kolonial macam kebutuhan yang berasal dari
Belanda, daerah ini berstatus sebagai luar daerah. Pada masa kondisi jalan
sebuah Onerdistrict Gajoloeos. Pada itu buruk, jalan yang panjangnya hanya
jaman kemerdekaan wilayah ini pernah 100 kilometer itu konon pernah harus
berstatus sebagai sebuah kewedanaan, ditempuh dalam waktu satu bulan. Namun
yaitu Kewedanaan Belangkejeren, sebagai kini jalan tersebut sudah diaspal den­ gan
bagian dari Kab­ upaten Aceh Tengah, baik, meskipun dengan ukuran yang
dengan ibu kota Takengon. Sebag­ ian besar sempit, berliku-liku ditetapi jurang yang
wilayah Gayo Luwes ini diliputi hutan dalam menyusun sisi sungai di sekitar
primer dan hutan pinus mercusi. kawasan Gunung Losser.

Wilayah pemukiman orang Gayo Jumlah orang Gayo Luwes menurut
Luwes ini merupak­ an salah satu wilayah data sensus penduduk tahun 1930 adalah
yang terkurung di tengah-tengah wilayah sebesar 22.075 jiwa, di antara 50.076
Provinsi Aceh. Prasarana perhubungan jiwa keseluruhan jumlah orang Gayo. Dari
yang menghubungkannya dengan dunia sensus berikutnya tidak lagi diketahui
luar pernah berkondisi sangat buruk berapa jumlah mereka. Jumlah penduduk
dalam jangka waktu yang lama. Salah satu keempat kecamatan pada tahun 1971
jalur jalan menghubungkan Belangkejeren ialah sebesar 36.038 jiwa, yang sebagian
dengan kota Tekangon di Aceh Tengah, besar adalah orang Gayo Luwes. Saat
sepanjang 163 kilometer. Jalur ini dirintis ini Jumlah penduduk Kabupaten Gayo
pada jaman Jepang dengan kerja paksa Lues sebanyak 78.184 jiwa. Sehubungan
kekalahan Jepang, dam kemudian dengan jumlah penduduk ini kita
jalan itu menjadi hutan kembali. teringat pada korban jiwa yang jatuh
Pada masa terakhir ada rencana akan atas kebengisan van Dealen di Gayo
meneruskan pembukaan jalan itu. Jalur Luwes pada perang tahun 1904. Korban
jalan lain adalah yang menghubungkan jiwa itu dapat diketahui dari catatan
Belangkejeren dengan Kutacane, ibu kota J.C.J. Kempees, De tocht can Daalen door
Kabupaten Aceh Tenggara, dengan jarak de Gayo, Alas en Batak-Landen (1905).

NET

Bagian dan
upacara

khitanan pada
masyarakat

Gayo Luwes.

174

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO LUWES

Kempees mencatat korban-korban yang kepala digerakan ke kanan ke kiri, dalam
jatuh paling tidak pada tujuh buah bentuk ratib berulang ulang menyebut
benteng di tanah Gayo Luwes itu. Pada nama Allah, selawat, dan sebagainya
satu benteng terkapar 200 sampai 300- yang semakin lama semakin cepat.
an pejuang Gayo. Dal­am tempo sekejap Karena pengaruh Syeh Saman, kesenian
pergolakan itu menghabiskan ribuan jiwa PokAne kemudian berubah nama menjadi
penduduk. kesenian saman.

Kesenian Saman. Orang Gayo Aliran tarekat tadi yang biasanya
kelompok ini mempun­ yai macam-macam dilakukan oleh orang-orang tua kemudian
jenis kesenian, antara lain adalah saman, hilang. Akhirnya muncul saman dalam
didong, bines, dan lain-lain. Saman Gayo bentuk lain yang umumnya dilakukan
adalah salah satu kesenian tradisonal oleh anak-anak muda. Saman ini
Gayo Luwes yang pada masa terakhir merupakan perpaduan dan seni tari,
sudah sangat terkenal di Indonesia, seni suara dan seni sastra. Isinya bukan
bahkan di luar negeri, seperti di Amerika lagi sepenuhnya tentang agama, tetapi
Serikat. Berbagai pendapat menyatakan juga menyangkut hal-hal lain dalam
bahwa Saman Gayo berasal dari seb­ uah kehidupan sehari-hari. Saman menjadi
kesenian tradisional lainnya yang bernama kesenian yang dipertandingkan antara
PokAne. Kesenian PokAne dilakukan dua kelompok. masing-masing kelompok
dengan menepuk-nepuk tangan dan paha itu biasanya berasal dari kampung yang
sambil bernyanyi tanpa instrumen. Pada berbeda. Satu kelompok terdiri dtari 15-
suatu masa seorang mubalig bernama 30 laki-laki, yang umumnya orang-orang
Tengku Syah Saman memanfaatkan muda. Pada masa lalu pertandingan
kesenian Pok Ane menjadi sar­ ana dakwah itu bisa berlangsung berhari-hari, siang
agama Islam. Syeh Saman yang beraliran dan malam karena itu diperlukan
tarekat itu menyebarkan ajaran agama ketahanan fisik para pemainnya. Dalam
Islam dengan berupaya menanamkan kenyataannya, di antara pemainnya ada
tahid dan yang berhubungan dengan yang muntah darah, yang mungkin karena
ketakwaan kepada Allah SWT. Upaya terlalu lelah. Pertandingan semacam itu
itu dilakukannya antara lain dengan disebut jalu soman.
kesenian yang diolahnyadari PokAne tadi.
Para pelakunya duduk bertepuk tangan, Dalam pertandingan saman, satu
kelompok berhadapan dengan lawan

NET

Salah
satu mata
pencaharian
para suku Gayo
Luwes adalah
membuat
minyak sere
wangi, terlihat
seorang
petani sedang
menyuling
minyak sere
wangi ke
dalam drum
penyulingan.

175

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO LUWES

tandingnya dengan jarak sekit­ar tiga gintes, dan lain-lain. Guru-guru saman
meter. Anggota masing-masing kelompok menciptakan gerak tari tertentu dengan
berada dalam satu saf dengan duduk mengkombinasikan bentuk-bentuk gerak
berlutut dalam posisi rapat. Dalam tersebut di atas. Gerak-gerak tari itu tentu
posisi demikian para pemain melakukan saja disesuaikan dengan nyanyiannya.
bermacam-macam variasi gerak. Anggota Nyanyiannya sendiri ada yang dibawakan
dari setiap kelompok terbagi dalam oleh satu orang atau bersama-sama,
beberapa peranan. Seseorang yang misalnya sekjangin, redet, dan saur.
berada di bagian tengah disebut ceh,
yang berperan memimpin kelompoknya Keseluruhan penampilan saman
dalam tari (lagu), nyanyian (ling) dan lain dapat dibagi atas beberapa bagian, yaitu
lain. Pemain yang ada di kanan dan kiri pesalaman, ulu ni lagu, anak ni lagu, dan
ceh disebut pengapit. Keduanya sebagai penutup. Pada bagian pesalaman para
pembantu utama ceh tadi. Dua orang yang pemain menunjukkan sikap hormat dalam
masing-masing berada pada ujung saf posisi duduk berlutut, kepala menunduk
disebut penupang atau penamat jejerun. dan kedua tangan bersikap sembah.
Keduanya sebag­ ai penyangga agar saf itu Dalam sikap hormat yang khidmat ini
tidak ambruk atau kacau bila ada gerakan- terdengar nyanyian minta ampun kepada
gerakan yang membahana. Selebihnya Allah dengan ucapan “E Lai lah hu, La
adalah pemain yang berada di antara Illaha Illallah,” “Assalamu’alaikum. Salam
pengapit dan penupang disebut penyepil. juga ditujukan kepada orang-orang patut
Penyepit dengan jumlah terbanyak yang hadir dan kepada semua penonton.
berperan mengikuti berbagai gerak
bersama (lagu) dan nyanyian bersama Kedua adalah bagian ulu ni lagu
(saur). dengan gerak-gerak pendahuluan yang
khidmat dengan diiringi nyanyian yang
Sistem bertanding kesenian ini sudah meninggi. Berikutnya dilanjutkan
berpedoman kepada aturan-aturan dengan bagian anak ni lagu dengan
tertentu. Satu kelompok (A) memulai menampilkan gerak-gerak yang lebih
permainan dengan gerak-gerak yang bersemangat, unik, dengan badan
khas hasil kreasi sendiri dengan nyanyian berselang-selang (surang-saring) yang
dan lirik-lirik tertentu. Kelom­pok A yang tampak indah. Kemudian diteruskan
menampilkan hasil kreasinya ini disebut dengan lagu-lagu yang menampilkan
sebagai pihak memangka. Kelompok lawan gerak-gerak tangan menghentak-hentak
tanding (B) harus berusaha mengikuti dada, diselingi tepukan tangan, gelengan
dan dapat meniru gerak lawan (A) tadi. kepala, gerakan tubuh ke depan,
Kelompok B itu disebut sebagai pihak ke belakang, ke kiri, ke kanan, dan
ngging. Kelompok A bisa dinyatakan sebagainya. Gerakan itu berganti-ganti
kalah, apabila gerak-gerak tarinya tadi antara gerakan yang lambat dan gerakan
dapat diikuti atau ditiru oleh kelompok B, yang cepat bergelora. Akhirnya dalam
serta lirik kelompok B juga ternyata lebih bagian penutup ditembangkan lirik-lirik
unggul. Itulah sebabnya setiap kelompok yang mengenaskan. Mereka minta maaf
selalu merahasiakan tempat dan waktu kepada orang-orang tua, orang-orang
latihannya. Karena itu pula mereka patut, dan semua penonton. Permintaan
selalu berusaha menampilkan karya- maaf itu sehubugan dengan, jika ada
karya baru, unik, dan indah. Gerak-gerak tingkah polah yang tidak berkenan atau
dalam kesenian saman dapat digolongkan lirik-lirik yang dinyanyikan yang tidak
dalam beberapa bentuk, misalnya kertek, senonoh.
tepok jarang, tepokdele, kirep, lingang,
lengek, girik, guncang, surang-saring, Para pemain saman memakai beberapa
unsure kostum. Pemain mengikat kepala
dengan kain berwarna hitam atau warna

176

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO LUWES

lain yang disebut bulang leleng atau bulang dalam rangka Maulud Nabi Muhammad
kerawang dengan diberi hiasan sebagai SAW, pada hari raya Idul Fitri,
mahkota yang dinamakan tajuk. Pada perkawinan, sunat rasul, penyambutan
leher dikenakan kalung rantai (renggiep). tamu-tamu penting, dan lain-lain. Sejak
Baju seragamnya disebut baju-pokok, tahun 1970-an saman mulai dikenal luas
berlengan pendek dengan ukuran yang di luar daerah Aceh.
pas di badan agar tidak mengganggu
berbagai gerakan yang rumit tadi. Baju Semakin lama kesenian ini semakin
itu berwarna dasar hitam dengan motif populer dan semakin sering tampil dalam
hiasan warna kuning emas. berbagai upacara kenegaraan di Jakarta.
Pada masa belakangan kesenian saman
Motif-motif hiasannya ada yang disebut mendapat julukan sebagai “tari tangan
leladu, gegaping, rino, kerawang, dan lain- seribu”. Dalam tahun 1990 saman terpilih
lain. Unsur pakaian lain adalah celana sebagai salah satu kesenian daerah
panjang warna hitam, dan diluarnya Indonesia yang dipagelarkan di berbagai
dikenakan kain sarung (pawak) sehingga kota di Amerika Serikat dalam rangka
tampak lebih sopan. Kadang-kadang diplomasi Kebudayaan Indonesia di
mereka memakai cincin (sensim kelep) dan Amerika Serikat (KIAS) untuk masyarakat
gelang (lopong). negara tersebut khususnya dan dunia
internasional.
Pada masa lalu saman dipagelarkan

GAYO SERBEJADI

GAYO SERBEJADI merupakan salah nama Gayo Semamah. Di kecamatan ini
satu subkelompok dari suku bangsa Gayo, masih ada subkelompok kecil lainnya
yang berdiam dalam wilayah Kecamatan bernama Gayo Kalul, yang jumlahnya
Serbejadi, salah satu kecamatan di lebih sedikit dari pada Gayo Serbejadi.
Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Daerah Orang Serbejadi berdiam di hulu Sungai
Istimewa Nanggroe Aceh Darussalam. Peureulak, sedangkan orang Kalul
Kelompok ini biasa juga dikenal dengan bermukim di hulu Sungai Tamiang.

NET

Para wanita
gayo
mengenakan
pakaian adat
Kerawang
Gayo.

177

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GAYO SERBEJADI

Jumlah orang Gayo Serbejadi menurut panjang di antara kelompok-kelompok
sensus penduduk tahun 1930 adalah ini jarang ada kontak, karena tiadanya
sebesar 3.336 jiwa, sedangkan orang prasarana jalan. Kelompok Serbejadi ini
Gayo Kalul hanya 800 jiwa. Penduduk lebih banyak keluar ke daerah pantai
Kecamatan Serbejadi pada tahun 1980 utara di daerah suku bangsa Aceh. Itu pun
adalah 7.384 jiwa. Mereka memakai hanya dilakukan dengan rakit atau dengan
bahasa sendiri, yaitu dialek Gayo berjalan kaki. Akhirnya kelompok ini
Serbejadi. Pada mulanya mereka adalah mengembangkan variasi budaya sendiri,
pindahan dari orang Gayo Deret, Gayo termasuk dalam hal bahasa, yang berbeda
Lut, dan Gayo Luwes. Dalam jangka dengan Gayo Lut dan Gayo Luwes.

GEBE

GEBE adalah kelompok sosial yang bagian dari Kabupaten Raja Ampat,
berdiam dalam wilayah pulau Gag yang Provinsi Papua Barat. Berdasarkan sensus
terletak di sebelah barat pulau Waigeo. penduduk tahun 2000, jumlah suku Gebe
Pulau ini merupakan bagian dari wilayah di Papua sebanyak 1.324 jiwa. Sebagian
Kecamatan Waigeo Utara, termasuk dari orang Gebe berdiam di pulau Gebe

Pulau Gag di Kabupaten Sorong, Irian Jaya dan Pulau Gebe dan Pulau Yoi di Kabupaten
Halmahera Tengah, Maluku.

178

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GEBE

dan pulau Yoi yang termasuk dalam diperkirakan berjumlah sekitar 1.000
kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera - 3.000 orang. Kini mereka merupakan
Tengah, Provinsi Maluku Utara. Orang sebagian dari penduduk Kecamatan
Gebe memiliki bahasa sendiri yaitu Patani 16.661 jiwa (1987) dan penduduk
bahasa Gebe, yang termasuk rumpun Kecamatan Waigeo Utara yang berjumlah
bahasa Austronesia. Penutur bahasa ini 4.596 jiwa (1988).

GEENO

GEENO, PERHIASAN, merupakan tersebut dihubungan dengan rantai
perhiasan berupa kalung panjang yang yang panjangnya 5 cm dengan susunan
berasal dari Sulawesi Tengah. Kalung piringan yang agak besar berada di bagian
ini terbuat dari emas atau perak yang bawah sedangkan yang lebih kecil di
dicetak menjadi rantai dan piringan- susun di bagian atasnya. Kalung ini sering
piringan yang berbentuk daun dan gerigi. dikenakan oleh penari perempuan dalam
Piringan-piringan yang berhiaskan batu membawakan tari-tarian tradisional khas
permata berwarna putih dan kuning ini Sulawesi Tengah, khususnya tari Pajoge
dicetak sebanyak sepuluh buah dengan Maradika (tari yang dibawakan oleh
diameter sekitar 6 cm. Piringan-piringan puteri raja atau bangsawan).

GEMBYUNG, SENI

GEMBYUNG, SENI, merupakan kesenian bernafaskan Islam. Meskipun
pengembangan dari kesenian Terbang demikian, di lapangan ditemukan
(Bangreng) yang hidup di lingkungan beberapa kesenian Gembyung yang tidak
pesantren. Konon kesenian terbang itu menggunakan waditra tarompet.
salah satu jenis kesenian yang dipakai
sebagai media penyebaran Agama Islam di Setelah berkembang menjadi
daerah Cirebon dan sekitarnya. Kesenian Gembyung, tidak hanya dipertunjukkan
Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada di lingkungan pesantren atau tempat-
upacara-upacara kegiatan Agama Islam tempat ibadah agama Islam, tetapi
seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dipertunjukkan juga di lingkungan
dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di masyarakat luas. Bahkan frekuensi
sekitar tempat ibadah. Entah siapa yang pertunjukannya cenderung lebih banyak
punya ide untuk mengembangkan seni di lingkungan masyarakat. Demikian juga
terbang ini dan kapan. Yang jelas kesenian tidak hanya dipertunjukan dalam acara-
Gembyung muncul di daerah Cirebon acara keagamaan (Islam), tetapi juga
setelah kesenian terbang hidup cukup dalam acara kelahiran bayi, khitanan,
lama di daerah tersebut. perkawinan dan upacara siklus alam
seperti ngaruat bumi, minta hujan, mapag
Gembyung adalah ensambel musik Dewi Sri, dsb. Pada perkembangan lebih
yang terdiri dari beberapa waditra terbang lanjut, Gembyung tidak hanya sebagai
dengan tarompet yang merupakan jenis seni auditif, tapi sudah menjadi seni

179

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GEMBYUNG

pertunjukan yang melibatkan unsur seni seperti ini dapat ditemukan di daearah
lain seperti seni tari. Cibogo, Kopiluhur, dan Kampung Benda,
Cirebon. Orang-orang yang berjasa dalam
Di beberapa daerah wilayah Cirebon, mempertahankannya adalah Musa,
kesenian Gembyung telah dipengaruhi Rasyim, dan Karya.
oleh seni tarling dan jaipongan. Hal
ini tampak dari lagu-lagu Tarling dan Alat musik kesenian Gembyung
Jaipongan yang sering dibawakan Cirebon ini adalah 4 buah kempling
pada pertunjukan Gembyung. Kecuali (kempling siji, kempling loro, kempling
Gembyung yang ada di daerah telu dan kempling papat), Bangker dan
Argasunya, menurut catatan Abun Abu Kendang. Lagu-lagu yang disajikan pada
Haer, seorang pemerhati Gembyung pertunjukan Gembyung tersebut antara
Cirebon sampai saat ini masih dalam lain Assalamualaikum, Basmalah, Salawat
konteks seni yang kental dengan unsure Nabi dan Salawat Badar. Busana yang
keislamannya. Ini menunjukkan masih dipergunakan oleh para pemain kesenian
ada kesenian Gembyung yang berada di ini adalah busana yang biasa dipakai
daerah Cirebon yang tidak terpengaruh untuk ibadah shalat seperti memakai
oleh perkembangan masyarakat kopeah (peci), Baju Kampret atau kemeja
pendukungnya. Kesenian Gembyung putih, dan kain sarung.

GENDANG BELEQ, TARI

GENDANG BELEQ, TARI atau disebut atau menyambut kedatangan para
pula Tari Tendang Mendet adalah salah prajurit dari medan perang. Suara yang
satu tarian tradisional masyarakat dihasilkan oleh Gendang Beleq sangat
Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nama besar dan menggema sehingga dapat
Gendang Beleq berarti gendang yang membangkitkan semangat. Saat ini, Tari
besar. Tarian yang ditarikan oleh Gendang Beleq ini dipakai sebagai tarian
sekitar 15-17 orang ini pada mulanya penyambutan. Tari ini disebut juga Tari
merupakan tarian untuk mengantar Oncer.
kepergian prajurit ke medan perang

NET

GENDANG
BELEQ,
TARI atau
disebut pula
Tari Tendang
Mendet
adalah salah
satu tarian
tradisional
masyarakat
Lombok, Nusa
Tenggara Barat.

180

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GENDING SRIWIJAYA, TARI

GENDING SRIWIJAYA, TARI, NET
adalah kesenian yang berasal dari
Kota Palembang, Sumatera Selatan, GENDING SRIWIJAYA, TARI, adalah
yang ditampilkan secara khusus untuk kesenian yang berasal dari Kota Palembang.
menyambut tamu-tamu agung seperti
kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-
tamu agung lainnya. Tari Gending
Sriwijaya hampir sama dengan tari
Tanggai, perbedaannya terletak pada
penggunaan dari jumlah penari dan
perlengkapan busana yang dipakai.

Penari Gending Sriwijaya seluruhnya
berjumlah 13 orang terdiri dari : Satu
orang penari utama pembawa tepak
(tepak, kapur, sirih), dua orang penari
pembawa peridon (perlengkapan
tepak), enam orang penari pendamping
(tiga dikanan dan tiga kiri), satu orang
pembawa payung kebesaran (dibawa
oleh pria), satu orang penyanyi Gending
Sriwijaya, dua orang pembawa tombak
(pria)

GENGGONG

GENGGONG adalah alat musik dan gong (suara rendah). Alat musik ini
tradisional masyarakat Sasak, Lombok, biasanya dimainkan bersamaan dengan
Nusa Tenggara Barat. Alat musik alat musik lainnya, diantaranya petuq,
genggong yang terbuat dari pelepah daun seruling dan lain-lain yang tergabung
enau, berasal dari kata geng (suara tinggi) dalam kesenian slober.

NET

GENGGONG
adalah
alat musik
tradisional
masyarakat
Sasak, Lombok,
Nusa Tenggara
Barat.

181

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GIRING-GIRING TARI

GIRING-GIRING, TARI adalah salah
satu kesenian tradisional suku Dayak
Ma’anyaan yang berdomisili di Kabupaten
Barito Timur, Kalimantan Tengah. Tarian
ini memadukan suara yang keluar dari
bambu yang diisi dengan biji “piding”
yang dipegang dengan hentakan kaki
si penari. Tari giring-giring biasanya
dipertunjukkan dalam acara-acara
penyambutan.

NET

GIRING-GIRING, TARI adalah salah satu
kesenian tradisional suku Dayak Ma’anyaan.

GOA LAWAH

GOA LAWAH terletak di Kecamatan Setiap 210 hari sekali, dilakukan upacara
Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Goa Piodalan atau Pujawali, yaitu upacara
ini sangat terkenal karena didalamnya untuk pemeliharaan pura secara rohaniah.
hidup ribuan kelelawar. Di mulut Goa ini Untuk masuk ke dalam goa ini, setiap
terdapat pura yang dinamakan Pura Goa pengunjung diwajibkan mengenakan
Lawah. Pura ini digunakan untuk memuja sarung yang sudah disediakan. Konon
Dewa Laut. Pada waktu-waktu tertentu, jika pengunjung dapat melihat seekor
umat Hindu berkumpul di pura ini untuk ular dalam goa tersebut, maka akan
melakukan upacara Nyegara Gunung. mendapatkan berkah.

NET

GOA LAWAH
terletak di
Kecamatan
Dawan,
Kabupaten
Klungkung, Bali.

182

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GOA LEANG-LEANG

GOA LEANG-LEANG merupakan tersebut tersebar di perbukitan cadas di
peninggalan pada masa prasejarah yang Maros-Pangkep. Dalam gambar-gambar
terletak di Kecamatan Batimurung, yang ada di dalam goa menceritakan
Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. tentang kehidupan manusia purba dalam
Tempat ini merupakan taman prasejarah melakukan ritual-ritual, seperti memotong
yang menyimpan catatan berupa gambar jarinya sebagai penanda bahwa ada
di dinding goa pada masa itu. Goa anggota keluarga yang telah meninggal.

GOA LIANG KOBORI

GOA LIANG KOBORI yang berarti dinding gua. Gua yang terletak di
”Gua Bertulis” adalah gua yang Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ini
menyimpan misteri kehidupan pada masa memiliki lebar sekitar 30 meter dengan
prasejarah orang Muna yang tergambar tinggi berkisar 2 hingga 5 meter, serta
dalam 130 gambar yang terdapat di kedalaman gua sepangjang 50 meter.

GOA PETTEA

GOA PETTAE DAN GOA PETTA KERE selain juga terdapat artefak berupa kulit
merupakan goa yang terdapat dalam kerang, alat serpih serta benda bilah di
taman prasejarah. Goa ini terletak tidak dalam mulut goa.
jauh dari goa Leang-leang, Kabupaten
Maros, Sulawesi Selatan. Goa Pettae Goa Petta Kere terletak tidak jauh dari
menghadap kea rah barat. Dalam goa Goa Pettae, yaitu sekitar 300 meter. Di goa
Pettae juga terdapat gambar dinding, Petta Kere juga terdapat gambar-gambar
pada bagian dindingnya.

GONDORIYO, TARI

GONDORIYO, TARI, merupakan Kediri.
tarian yang memadukan antara tari, Untuk dapat mempersunting putri
teater, dan gerak akrobatik yang berasal
dari Jawa Tengah. Tarian ini menceritakan tersebut Raden Panji harus dapat
kisah babad panji, yaitu kisah cinta Raden mempersembahkan seekor singa barong
Panji Asmarabangun dari Jenggala yang yang dapat berbicara. Kemudian Raden
ingin mempersunting Dewi Sekartaji dari Panji mengutus Joko Lodro untuk
menangkap singa barong di hutan Lodaya.

183

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GONG, TARI

GONG, TARI, merupakan tarian yang Gong Wanita diperkenalkan di desa
menggambarkan kelembutan seorang Tanjung, Kalimantan Timur pada tahun
gadis bagaikan sebatang padi yang 1974.
meliuk-liuk gemulai ditiup oleh angin.
Tari ini dibawakan di atas sebuah gong Tarian yang diciptakan oleh kepala
oleh seorang wanita yang menggunakan adat ini dibawakan saat pemberian
pakaian tradisional suku Dayak Kenyah nama kepada anak yang baru lahir 8
dan di kedua tangan wanita tersebut hari, dengan tujuan agar si anak tersebut
memegang rangkaian bulu-bulu ekor sejak bayi hingga dewasa selalu sehat
burung Enggang. Tarian yang juga disebut dan tidak diganggu oleh roh-roh jahat.
sebagai tari Kancet Ledo ini memiliki Sedangkan Tari Gong Putri adalah tari
variasi tarian diantaranya adalah tari yang dibawakan oleh seorang wanita yang
Gong Wanita dan Tari Gong Putri. Tari termasuk keturunan bangsawan di atas
gong dengan diiringi musik ampe.

GORONTALO

GORONTALO adalah salah satu suku sensus penduduk berikutnya pada masa
bangsa asal yang mendiami wilayah kemerdekaan, tidak dapat lagi diketahui
Provinsi Sulawesi Utara. Sekarang perincian menurut suku bangsa, karena
wilayah tersebut termasuk wilayah sensus tahun 1961, 1971, dan 1980
administratif Daerah Tingkat II Kabupaten tidak lagi memperhatikan hal-hal yang
Gorontalo dan Kota Madia Gorontalo, bersangkutan dengan kesukubangsaan.
yang luasnya 11.096 kilom­ eter persegi Seperti pada daerah lainnya, sensus
atau 42 persen dari keseluruhan wilayah penduduk tahun 1961 hanya mencatat
Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten
Gorontalo terbagi atas 16 kecamatan, Gorontalo dan Kota Madia Gorontalo yang
yaitu Kecamatan Bone Ante, Suwawa, berjumlah 383.848 jiwa. Pada tahun 1971,
Kabila, Tapa, Telaga, Batuda, Limboto, jumlah penduduk ini tercatat 408.246
Tibawa, Kuandang, Atinggola, Sumalata, jiwa, tahun 1980 tercatat 502.695 jiwa,
Paguyaman, Tilamuta, Paguat, Marisa, dan dan tahun 1989 kira-kira 595.000 jiwa.
Opayato. Kota Madia Gorontalo terbagi Kepadatan penduduk wilayah ini terus
atas tiga kecamatan, yaitu Kecamatan meningkat dari tahun ke tahun, misalnya
Kota Barat, Kota Utara, dan Kota Selatan. dari 2,1 tiap kilometer persegi pada tahun
Wilayah asal cuku bangsa Gorontalo 1856 menajdi 41.9 tiap kilometer persegi
berbatasan dengan wilayah asal suku pada tahun 1976.
bangsa Bolaang Mongondow di sebelah
timur, dan dengan wilayah asal suku Berdasarkan Undang-Undang Nomor
bangsa Buol di sebelah barat, yang sudah 38 Tahun 2000, dengan adanya otonomi
termasuk wilayah Kabupaten Tolitoli, daerah status Gorontalo yang semula
Provinsi Sulawesi Tengah. adalah Kabupaten menjadi provinsi. Luas
wilayah provinsi ini 12.215 kilometer
Demografi. Jumlah orang Gorontalo persegi dengan jumlah penduduk
menurut sensus penduduk tahun 1930 sebanyak 887.000 jiwa (2004). Provinsi
sebesar 206.110 jiwa. Namun dalam Gorontalo memiliki lima kabupaten yaitu

184

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GORONTALO

Boalemo, Bone Bolanggo, Gorontalo, tertentu. Ketika pemerintahan jajahan
Gorontalo Utara dan Pohuwato. Belanda masuk ke daerah ini pada abad ke-
18, kerajaan-kerajaan itu dihapus.
Sejarah. Menurut masyarakat
Gorontalo, nenek moyang mereka bernama Bahasa. Masyarakat Gonrontalo
hulontalangi, yang artinya pengembara menggunakan bahasa Gorontalo, yang
yang turun dari langit”. Tokoh ini berdiam terbagi atas tiga dialek, yaitu dialek
di Gunung Tilongkabila. Bagian lain Gorontalo, dialek Bolango, dan dialek
daerah Gorontalo pada masa itu masih Suwawa. Sekarang dialek Gorontalo
berupa laut. Akhirnya ia kawin dengan paling dominan sebagai sarana
pendatang yang singgah dengan perahu ke komunikasi di kalangan masyarakat
tempat itu. Mereka inilah yang kemudian Gorontalo. Pendapat lain menyatakan
menurunkan orang Gorontalo. Sebutan bahwa bahasa Gorontalo dapat dibagi
hulontalangi kemudian berubah menjadi atas dua wilayah, yang masing-masing
hulontalo, dan akhirnya gorontalo. Jauh memiliki dialek tersendiri. Bahasa
sebelum kedatangan orang asing, di daerah Gorontalo yang terdapat di bagian timur
ini telah berkembang enam buah kerajaan, terbagi atas dua dialek, yaitu dialek
yakni Gorontalo, Limboto, Suwawa, Bolaang Uki dan dialek kaidipang. Bahasa
Tapa, AtinggoIa, dan Boalemo. Kerajaan Gorontalo yang terd­ apat di bagian barat
ini mewujudkan struktur dan sistem terdiri atas tiga dialek, yakni dialek
pemerintahan, serta sistem pelapisan sosial Gorontalo, dialek Bone, dan dialek Buol.
Dialek Gorontalo masih terbagi lagi atas
Upacara monuati atau baial di Gorontalo, subdialek Gorontalo, Limboto, Tilamuta,
ketika datang haid pertama pada seorang Sumalata, dan Kwandang. Kini telah
gadis. yang biasanya dirayakan besar- terbit sebuah kamus yang disusun oleh
besaran. Mansoer Pateda Kamus Bahasa Gorontalo
- Indonesia (Jakarta, Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa, 1977).

Pola Perkampungan. Pemukiman
orang Gorontalo umumnya terletak di
daerah dataran seperti yang terwujud
di pantai selatan. Daerah pemukiman
seperti itu bertautan dengan daerah
pegunungan, sebagai wilayah perkebunan
dan perladangan mereka. Mereka juga
berdiam di daerah pantai utara dengan
topografi yang berbukit-bukit, di sekitar
Danau Limboto, dan di daerah aliran
sungai-sungai. Pola pemukiman yang
mengelompok padat biasanya di temukan
di sekitar kota kecamatan, sedangkan
pola menyebar ditemukan di desa-desa.
Suatu kesatuan yang sama dengan
pengertian desa di daerah ini disebut
kambungu. Rumah biasa milik penduduk
di desa disebut bele, sedangkan rumah di
perladangan yang didiami pada musim
sibuk berladang disebut wombohe.
Bangunan rumah tradisional dengan
rangka, dinding, dan lantai terbuat dari

185

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GORONTALO

besi dinamakan yiladia. Setiap desa juga kematian. Satu waktu mereka mengalami
memiliki balai desa yang disebut bandayo. kegagalan panen atau hasil yang diperoleh
sangat sedikit. Mereka pun pernah percaya
Mata Pencaharian. Sebagian besar (83 kegagalan itu karena setan yang menjaga
persen) orang Gorontalo hidup dengan tanah itu marah, oleh sebab itu harus
bertani. Mereka menanam padi di sawah diberi makan melalui upacara mopoahuta
atau ladang, dengan tanaman jagung, ubi, atau mapoalati, artinya ‘memberi makan
sayur-sayuran, kelapa, mangga, menggis, kepada penjaga tanah’. Upacara lain
rambutan, jambu, dan nangka. Sebagian ialah mohiledidi yaitu upacara minta
kecil orang Gorontalo bergerak di bidang hujan, karena daerah Gorontalo ini
perdagangan eceran. Mereka terbilang sering ditimpa musim kemarau. Menurut
ulet dalam lapangan ini. Masyarakat kepercayaan mereka bencana kemarau
Kecamatan Tapa dan Talaga banyak ini pun disebabkan karena ulah setan
yang mengembangkan usaha kerajinan yang tidak mau melepas hujan (lihat
tenun dan krawang. Hasil kerajinan ini Ahmad Yunus dan Sri Mintosih, Eds.
dipasarkan di kota Manago. Kerajinan Upacara Tradisional Daerah Sulawesi
lainnya menghasilkan kursi rotan, kursi Utara (Jakarta, Departemen pendidikan
batang kelapa, kopiah rotan, anyaman dan Kebudayaan, 1985). Kepercayaan
tikar, dan sebagainya. Pengembangan semacam ini sudah mulai ditinggalkan dan
kerajinan ini tersebar di Kecamatan Tibawa, masalah-masalah itu ditanggapi dengan
Tapa, Batudaa, Talaga, Kabia, Limbote, dan teknologi dan mengetahuan baru.
kecamatan dalam Kota Madia Gorontalo.
Organisasi Sosial. Penarikan garis
Sebagai petani, mereka mungkin keturunan dilakukan dari pihak ayah
menghadapi masalah yang berasal dari dan ibu (bilateral). Dalam keluarga inti
lingkungannya, misalnya menghadapi (ngala’a), anak memperlihatkan sikap
panen yang buruk, musim kemarau, sungkan (avoidance relationship) terhadap
dan lain-lain. Untuk menghadapi ayahnya. Anak tidak boleh bergurau
tantangan-tangangan semacam itu mereka dengan ayahnya, melainkan harus berlaku
pernah mempunyai kebiasaan untuk taat dan sopan. Sifat hubungan semacam
menanggapi keadaan semacam itu dengan ini berlaku pula terhadap saudara laki-
melaksanakan suatu upacara, sesuai laki ayah dan ibu. Sebaliknya, seseorang
dengan kayakinan dan pengetahuan tampak bisa bersikap lebih bebas (joking
yang diperolah dari generasi sebelumnya. relationship) bila berhubungan dengan
Dalam rangka mata pencarian bercocok nenek dan kakeknya. Hubungan yang
tanam mereka melaksanakan beberapa sifatnya bebas ini berlaku juga dengan
macam upacara, seperti upacara membuka saudara sepupu. Sebaliknya, dengan para
hutan (momuo oayuwa), upacara ipar yang berlaku adalah hubungan saling
kesuburan tanah (mopoahuta), upacara sungkan.
meminta hujan (mohiledidi), dan lain-lain.
Sikap sungkan terhadap orang tua
Masyarakat ini pernah menganut tadi merupakan perwujudan dari nilai
suatu keyakinan bahwa hutan yang ada hormat kepada orang tua yang sangat
disekitar mereka itu dijaga dan diawasi mereka pentingkan. Seorang anak tidak
oleh makhluk halus. Apabila lahan hutan boleh menyanggah orang tua apalagi
itu akan ditebang untuk dijadikan ladang membentaknya. Sebaliknya anak harus
atau sawah, maka orang harus merayu berkata lemah lembut kepada orang tua.
atau minta izin kepada makhluk halus itu Hal ini sejalan pula dengan ajaran agama
dengan mengadakan upacara yang disebut yang mereka anut, bahwa bakti dan
momuo oayuwa tadi. Apabila tidak ada hormat kepada orang tua perwujudan dari
izin dari makhluk halus itu maka biasanya rasa taqwa kepada Tuhan YME. Sejumlah
akan timbul penyakit, bencana, atau

186

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GORONTALO

pribahasa atau ungkapan adat telah kena sinar matahari. Masa pingitan itu
membimbing mereka untuk mengenali bisa berlangsung selama satu minggu
nilai itu, sebagai gambaran dari kecintaan sampai 44 hari. Dalam upacara buhutalo,
dan hormat kepada orang tua, misalnya sang gadis dimandikan dengan air
: Delo sifati lomalu’o, liiloliyo kulu-kulu’o kembang tujuh rupa yang dimasukkan
walaiyo modudu’o. dalam bambu kuning. Pada telapak tangan
gadis itu dipecahkan sebutir telor ayam,
Masyarakat Gorontalo tampaknya serta dipindah-pindahkan dari tangan
mementingkan juga nilai-nilai harmonis, yang satu ke tangan yang lain sampai
tolong-menolong, kerukunan, baik di tinggal inti telor yang kuning. Inti telor
dalam kehidupan keluarga maupun itu kemudian ditelan. Pada tangan gadis
dalam kehidupan masyarakat yang itu dipecahkan pula mayang yang masih
lebih luas. Nilai-nilai tersebut dapat kuncup. Pada waktu itu pelaksana upacara
diketahui dari sejumlah ungkapan- konon sudah tahu, apakah gadis ini
ungkapan adat. Ungkapan seperti : Delo lama atau cepat mendapat jodoh. Kalau
tutumulo Iambi mengandung pengertian, ternyata sulit mendapat jodoh, maka pada
seperti kehidupan pisang yang selalu waktu itu juga diatasi dengan menggosok-
memberi manfaat kepada manusia. gosok mayang ke tangan gadis itu. Tujuan
Kehidupan rumpun pisang seharusnya upacara ini ialah agar sang gadis selamat
memberi arti kebersamaan yang harus dan bahagia dalam menempuh hari
ditiru oleh manusia. Ungkapan ini juga depannya.
bisa mempunyai makna saling tolong
menolong antara sesama manusia. Dalam rangkaian upacara ini, setelah
Ungkapan seperti Djila bo kohutata lo mandi air kembang lalu gadis itu
binte wawu pale mengisyaratkan kepada mengambil air wudhu untuk melakukan
anggota masyarakat Gorontalo, bahwa upacara be’at Islam. Sang gadis dikenakan
hubungan kekerabatan itu tidak diukur pakaian indah yang siap untuk acara injak
dengan harta benda, akan tetapi yang tanah. Tanah itu diinjak secara simbolis
dipentingkan adalah saling membantu yang ditaruh di dalam tampah. Kemudian
dan saling mencintai antara sesama. ia menginjak tujuh piring yang berisi uang
Ungkapa­ n lain yang mengandung pesan logam. Ini pun merupakan simbol, bahwa
yang menghendaki keharmonisan dalam dalam perjalanan hidupnya ia mungkin
kehidupan bermasyarakat adalah: menghadapi macam-macam kesulitan,
Dinginga yito o bulonga. Ungkapan ini namun ia sudah siap dengan bekal yang
mengingatkan, hendaknya jangan saling cukup untuk menghadapinya. Selanjutnya
mencela antara sesama man­ usia, karena sampailah pada upacara be’at, di mana
hal itu bisa menimbulkan pertentangan sang gadis ditanyai tentang pengetahuan
atau keadaan yang tidak diinginkan. yang terkait dengan agama oleh Khotib
yang memimpin upacara itu. Sang gadis
Daur Hidup. Seperti masyarakat harus menjawabnya dengan tegas dan
lain pada umumnya, orang Gorontalo benar. Pengetahuan agama yang dimiliki
pun mengenal upacara-upacara yang oleh sang anak gadis ini tentunya karena
berhubungan dengan daur hidup (life ada bimbingan dari orang tuanya. Pada
cycle). Dimasa lalu, orang Gorontalo saat inilah dia membuktikan kepatuhan
darikalangan bangsawan mengadakan dan hormatnya kepada orang tua yang
upacara buhutalo dalam rangka telah mengikuti petunjuk dan petuahnya
menyambut masa haid pertama bagi sebagai anak yang soleh dan akan mulai
seorang gadis (Femina, 1983). Seb­ elum mengarungi hidup sebagai orang dewasa
upacara itu dilaksanakan gadis itu terlebih (lihat Family, No. 90, 1984). Apa yang
dahulu dipingit dalam satu ruang khusus, diwujudkan dalam upacara ini sesuai
ia tidak boleh menginjak tanah dan tidak

187

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GORONTALO

dengan ungkapan adat tersebut di atas karena dirasakan tidak sesuai dengan
tentang hormat anak pada orang tua. ajaran Islam yang mereka anut. Namun
pandangan tinggi-rendah dari satu pihak
Pemerintahan Tradisional. Struktur terhadap pihak lain masih dirasakan
pemerintahan tradisional pada masa sampai saat ini. Dasar pelapisan sosial
lalu terdiri atas tiga bidang, yaitu bidang seperti ini semakin tergeser oleh dasar
pemerintahan (buatula bantayo), bidang lain yang baru. Orang sudah mulai
keamanan (buatula pabuwa), dan bidang menganggap tinggi kedudukan orang
keagamaan (buatula syara’). Ketiga yang memegang tampuk pemerintahan
unsur pemerintahan ini disebut buatula formal, dan yang berhasil dalam bidang
toulongo, yang merupakan satu kesatuan pendidikan formal dan lapangan ekonomi.
dalam menata kehidupan rakyat. Kecuali
buatula syara’, kedua unsur yang disebut Pakaian adat suku Gorontalo
pertama ditunjuk dan diangkat oleh raja. merupakan bentuk pakaian-pakaian raja
Struktur semacam itu masih diteruskan dan ratu pada masa kerajaan Gorontalo,
pada masa pemerintahan jajahan Belanda diantaranya: (1) Pakaian kebesaran
yang lalu. Sekarang, baik pemerintahan raja dan ratu menjadi pakaian adat
di tingkat kecamatan dan desa sudah perkawinan saat bersanding untuk
disesuaikan dengan struktur yang berlaku masyarakat Gorontalo pada umumnya;
umum. Namun para pemuka agama dan (2) Pakaian sehari-hari raja dan ratu
pemuka adat masih diikutsertakan dalam menjadi pakaian adat perkawinan malam
sistem pemerintahan di tingkat desa, pernikahan untuk masyarakat Gorontalo
kecamatan, bahkan kabupaten, misalnya pada umumnya. Pakaian-pakaian tersebut
dalam Lembaga Ketahanan Masyarakat tidak hanya bernilai fungsi sosial, tetapi
Desa (LKMD). juga kaya dengan estetis dan simbol-
simbol yang mempunyai makna bagi
Orang Gorontalo hampir dapat masyarakat pendukungnya.
dikatakan seluruhnya memeluk agama
Islam. Islam masuk ke daerah ini sekitar Kajian tentang k ebudayaan orang
abad ke-16 yang lalu. Dengan adanya Gorontalo sudah mulai dilakukan oleh
kerajaan-kerajaan di masa lalu, pernah para pengamat dan peneliti. Salah satu
berkembang sistem pelapisan sosial, hasil penelitian yang cukup penting antara
seperti lapisan raja dan keturunannya lain tentang kebudayaan orang Gorontalo,
(wali-wali), lapisan rakyat kebanyakan ditulis oleh F.E.W. Parengkuan dan L.L.
(tuangolipu), lapisan budak dan pelayan Ticoalu, Peta Suku Bangsa dan Deskripsi
istana beserta keturunannya (wato). Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara,
Perbedaan di antara lapisan semacam itu Mendo: Departemen Pendidikan dan
semakin lama semakin tidak tajam lagi, Kebudayaan, 1984.

GRASAK

GRASAK DAN KUNTULAN, SENI, memberikan persembahan berupa
merupakan kesenian yang menceritakan gunungan berisi sayur dan buah-
pentingnya kembali kepada alam buahan yang digotong oleh empat
dengan mengkolaborasikan Seni Grasak pemuda gagah kemudian serombongan
dan Kuntulan yang berasal dari Jawa petani dan perajurit berkuda ikut
Tengah. Kesenian ini dilakukan dengan mengawalnya.

188

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GREBEG

GREBEG, UPACARA ADAT pertama kali Gunungan Lanang, Gunungan Gepak,
diadakan oleh Sultan Hamengkubuwono Gunungan Pawuhan, Gunungan dharat,
I sebagai salah satu bentuk sedekah dan Gunungan Kutug/Bromo. Gunungan
yang diberikan oleh pihak keratin tersebut biasanya berisi buah-buahan
kepada masyarakat. Bentuk sedekah atau sayur-mayur hasil bumi dan jajanan.
biasanya berupa gunungan. Kata Grebeg Upacara ini dilakukan tiga kali dalam
dalam bahasa Jawa menunjukkan setahun, yaitu pada 1 syawal (Idul Fitri)
suara angin yang riuh yang terbukti yang disebut dengan Grebeg Posos,
dalam setiap upacara grebeg dilakukan tanggal 10 Zulhijah (Idul Adha) yang
selalu ramai dan riuh. Gunungan yang dikenal dengan Grebeg Besar, dan pada
melambangkan kemakmuran dibawa tanggal 12 Rabiulawal/ Maulid untuk
oleh para abdi dalem. Terdapat beberapa memperingati kelahiran Nabi Muhammad
jenis gunungan, yaitu Gunungan Wadon, SAW yang disebut Grebeg Maulud.

GRESI

GRESI atau disebut juga Gresi adalah bahasa ini berjumlah 2.500 orang.
satu kelompok sosial yang berdiam Data tahun 1986 menunjukkan jumlah
dalam wilayah Kecamatan Kemtuk penduduk Kecamatan Kemtuk Gresi
Gresi, Kabupaten Jayapura, Provinsi adalah 5.029 jiwa. Tidak dapat diketahui
Papua. Kediaman mereka ini terletak di berapa orang Gresi di antara jumlah
sebelah barat danau Sentani. Kelompok tersebut. Namun, berdasarkan hasil sensus
ini memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa penduduk Papua tahun 2000 jumlah
Gresi. Bahasa Gresi adalah salah satu orang Gresi sebanyak 4.397 jiwa. Dalam
bahasa non Austronesia di pantai utara kawasan kecamatan ini dan sekitarnya
Papua. Dalam ilmu bahasa, bahasa orang Gresi bertetangga dengan beberapa
Gresi dimasukkan ke dalam kelompok kelompok kain, seperti, orang Kemtuk,
Nimboran. Pada tahun 1978 sumber orang Nimboran, orang Sawe, orang
peneliti bahasa mencatat bahwa penutur Bonggo, orang Yapsi, orang Kaure.

Festival Danau
Sentani sering
diadakan
masyarakat
Papua dengan
menampilkan
budaya yang
sangat unik
sebagai
warisan dari
nenek moyang
(Ondoafi atau
Ondofolo)
antara lain
seperti Tari
Perang Di atas
perahu.

189

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

GUE, TARI

GUEL, TARI. Berasal dari suku Gayo.
Tarian ini konon berawal dari seorang
pemuda bernama Sengeda, anak dari Raja
Linge ke XIII. Dimana ia memimpikan
saudara kandungnya yang telah
meninggal, bernama Bener Maria. Dalam
mimpi itu ia melihat bagaimana saudara
kandungnya itu mengajarkan dirinya
cara untuk mendapatkan Gajah Putih
dan menggiringnya untuk persembahan
kepada Sultan Aceh Darussalam. Tari Guel
biasanya dibawakan oleh para penari
wanita dan pria. Sedangkan iringan musik
terdiri dari alat-alat berupa Canang, Gong,
Rebana, dan Memong.

NET

GUEL, TARI. Berasal dari suku Gayo. Tarian
ini konon berawal dari seorang pemuda
bernama Sengeda.

GUN

GUN merupakan kelompok kecil orang 24.638 jiwa, namun belum dapat
Dayak yang berada di wilayah Provinsi diketahui berapa jumlah orang Dayak Gun
Kalimantan Barat. Mereka bermukim di di antara jumlah tersebut.
wilayah Kabupaten Sanggau, terutama
di Kecamatan Sekayam. Dalam wilayah Acara adat berayah masayarakat Dayak di
Kecamatan ini Dayak Gun bertetangga Ketapang Kalimantan Barat.
dengan sejumlah kelompok kecil lainnya,
misalnya Dayak Seruah, Sekajang,
Badat, Sungkung, Empayuh, Punti,
Merau, Babok, Senangkang, dan lain-
lain. Pihak Departemen Sosial masih
mengkategorikan sebagian dari mereka
sebagai “masyarakat terasing”. Pada tahun
1974 jumlah anggota kelompok ini yang
termasuk kategori “masyarak terasing” di
Kabupaten Sanggau tercatat sebesar 213
jiwa. Berdasarkan data tahun 2005 jumlah
penduduk Kabupaten Sanggau tercatat
sebesar 372.448 jiwa. Dalam masa
yang lebih akhir, misalnya tahun 1988,
penduduk Kecamatan Sekayam berjumlah

190

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HALMAHERA H

HALMAHERA, ORANG merupakan Dalam kawasan ini memang terdapat
penduduk asal dan berdiam di pulau sekitar 25 kelompok etnik dengan sub
Halmahera dan sekitarnya, sebagai bagian kelompoknya, yang masing-masing
dari wilayah Provinsi Maluku Utara. jumlah pendukungnya relatif sedikit. Para
Dilihat dari segi administratif wilayah ini ahli bahasa berpendapat paling tidak
menjadi bagian dari lima kabupaten, yaitu sebagian besar dari kelompok itu dapat
Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten disatukan dalam satu Keluarga Bahasa
Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Halmahera. Sensus penduduk tahun 1930,
Barat,Kabupaten Halmahera Utara, yang memperhatikan kesuku-bangsaan
dan Kabupaten Halmahera Tengah. membuat kategori tersendiri untuk
Penduduk di kawasan ini dapat disebut kelompok Halmahera ini.
sebagai suatu kelompok budaya dengan
nama orang Halmahera. Kelompok-kelompok etnik yang
memiliki bahasa atau dialek tersendiri
Kajian prasejarah atau arkeologi telah yang tergabung dalam Keluarga Bahasa
memberi perhatian tersendiri terhadap Halmahera itu antara lain kelompok
Halmahera atau Maluku Utara. Daerah dengan bahasa Tidore, Ternate, Sahu,
ini dianggap mempunyai peranan Makian Barat, Tobaru, Galela, Ibu, Loloda,
tersendiri, yang merupakan daerah lintas Tobelo, Modole, Pagu, Waioli, Morotai,
strategis bagi perpindahan penduduk Bacan, Obi, Gorua, Koharlamo, Wohia,
Asia Tenggara ke Melanesia dan Gamsungi, Buli, Pediwang, Lolobatta,
Mekronesia pada masa lalu. Halmahera dan lain-lain. Kelompok itu di antaranya
juga bisa merupakan kunci untuk dapat ada yang hanya berdiam di daratan pulau
menetapkan lokasi tanah asal (home Halmahera, misalnya orang Sahu, orang
land) dari penduduk yang berbahasa Pagu, orang Modole. Kelompok tertentu
Austronesia di kepulauan Pasifik. ada yang berdiam di daratan pulau
Halmahera dan pulau lain di sekitarnya.
Kajian yang dilakukan telah Sebagian orang Morotai berdiam di pulu
menemukan macam-macam artefak, Morotai dan sebagian lainnya di ujung
seperti beliung persegi, kapak lonjong, Utara pulau Halmahera. Sebagian orang
megalit, dan gerabah. Ini merupakan Galela berdiam di pantai timur bagian
tanda kehidupan bercocok tanam di masa utara pulau Halmahera dan di bagian
lalu itu di Maluku Utara ini. Pekerjaan selatan pulau Morotai. Orang Ternate
pengupaman alat-alat batu muncul pada selain mendiami pulau Ternate juga
masa bercocok tanam di Indonesia, yang berdiam di pantai barat pulau Halmahera.
ditemukan sisa alat batu di Maluku Utara, Orang Bacan selain mendiami pulau
yaitu beliung dan kapak tersebut di atas. Bacan juga sebagian berdiam di daratan
Kehadiran bangunan megalit sering Halmahera bagian selatan. Selain dari
ada hubungannya dengan roh nenek pada itu ada lagi kelompok-kelompok
moyang yang mempunyai pengaruh kuat yang dikategorikan sebagai “masyarakat
terhadap kesejahteraan masyarakat dan terasing”, misalnya kelompok Tugutil,
kesuburan tanaman. Maluku Utara ini Mange, Kadai, Siboyo.
telah meninggalkan bekas-bekasnya dalam
bentuk menhir dan pagar-pagar batu. Sementara ahli lain mengemukakan
Gerabah pun memang dikenal pada zaman bahwa masyarakat Maluku Utara dan
mulai bercocok tanam (Soegondho, 1985). Halmahera Tengah memperlihatkan

191

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HALMAHERA

Tiga wilayah kebudayaan: (1) Ternate, (2) Tidore, dan (3) Bacan.

keterkaitannya dengan adat istiadat yang jenis tanaman lain seperti kopi, kapuk,
merupakan kesatuan identitas tersendiri. dan kayu manis. Usaha cocok tanam
Namun, secara keseluruhan dapat adalah padi ladang, dan sawah baru
dibedakan dalam tiga wilayah kultural. dimulai, jagung, ketela, kacang-kacangan.
(1) Wilayah Kultural Ternate yang Laut menyimpan kekayaan yang besar
meliputi kepulauan Ternate, Halmahera dan mereka telah menggarapnya berupa
Utara dan Kepulauan Sulu. (2) Wilayah berbagai jenis ikan serta hasil-hasil lainnya
Kultural Tidore yang mencakup kepulauan seperti mutiara, rumput laut, udang, siput,
Tidore, Halmahera Tengah dan Timur. teripang, cumi-cumi, kerang.
(3) Wilayah Kultural Bacan meliputi
kepulauan Bacan dan Obi. Pembagian Di bidang keagamaan, sebagian besar
wilayah budaya ini tidak menunjukkan penduduknya memeluk agama Islam.
suatu perbedaan prinsipal tetapi gradual, Perjalanan sejarah masuknya ajaran
dilihat dari ciri adat istiadatnya. agama Islam ke daerah ini sudah cukup
lama, paling tidak pada abad ke-15,
Masyarakat daerah ini umumnya hidup bahkan ada sumber yang menyatakan
dari pertanian dan hasil laut. Tanaman abad ke-13 dan abad ke-8 Sebagian lain
perkebunan yang cukup berpotensi adalah masyarakatnya memeluk agama Kristen
kelapa, cengkeh, pala, coklat dan beberapa Protestan, Katolik dan Hindu.

192

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HALMAHERA

Rujukan: Halmahera”. Pertemuan llmiah Arkeologi III. Jakarta
: Proyek Penelitian Purbakala
Andili, A. Bahar Voorhoeve, C.L.
1979 Profil Daerah Maluku Utara”, Majalah llmu-
1987 “The Non-Austronesian Languages in
llmu Sastra Indonesia. No. 1. VIII. Juni the North Moluccas”. Halmahera dan Raja Ampat
Montolalu, Lucy Sebagai Kesatuan Majemuk. Studi-Studi Terhadap
Suatu Daerah Transisi. (E.K.M. Masinambow, Ed.),
1989 “Keluarga Bahasa Halmahera Utara”. Eni. Jakarta Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia.
Jilid 6, Jakarta : PT Cipta Adi Pustaka
Soegondho, S.

1985 “Sisa Kehidupan Masa Bercocok Tanam di

HAJAT LAUT

HAJAT LAUT merupakan upacara mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
tradisional yang biasanya dilakukan Dalam upacara ini para nelayan membuat
masyarakat nelayan Pantai Pangandaran, sesajen yang kemudian melarungkannya
Jawa Barat, pada setiap bulan Muharram ke laut lepas.
sebagai perwujudan rasa terima kasih

NET

HAJAT LAUT
merupakan
upacara
tradisional
yang biasanya
dilakukan
masyarakat
nelayan Pantai
Pangandaran,
Jawa Barat.

HAJAT SASIH

Hajat Sasih, Upacara adalah waktu tertentu seperti: tanggal 26, 27,
upacara adat untuk memohon berkah dan 28 Muharam (Muharram); tanggal 12,
keselamatan pada leluhur Kampung Naga, 13, 14 Maulud (Rabiul Awal); tanggal 16,
Eyang Singaparna, serta bersyukur kepada 17, 18 Rewah (Sya’ban); tanggal 14, 15,
Tuhan, yang biasanya dilaksanakan 16 Syawal (Syawal); tanggal 10, 11, 12
masyarakat Kampung Naga, Banten. Rayagung.
Upacara ini dilaksanakan rutin tiap waktu-

193

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HAMBAI

HAMBAI, ORANG adalah salah satu Diperkirakan sampai tahun 2000, orang
suku yang terdapat di daerah Papua. Hambai berjumlah 3.788 jiwa.

HANIFETO

HANIFETO, ORANG adalah kelompok dan ada pihak yang mengkategorikannya
sosial yang berdiam dalam wilayah sebagai kelompok “masyarakat terasing”.
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),
di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Mereka ini umumnya bermukim dalam
wilayah Kecamatan Insana. Pada lahun
1989 jumlah mereka berkisar sekitar 350
jiwa di antara 35.785 jiwa penduduk
Kecamatan Insana tadi Mereka masih
hidup dengan budaya yang sederhana

Sumber

Tiga wanita Nusa Tenggara Timur sedang
menampilkan salah satu kesenain tradisional.

HARAKIT

HARAKIT adalah salah satu sub lahan perladangan, yang ditanami padi,
kelompok Dayak yang berdiam dalam ubi jalar, keladi pisang, nenas, jagung,
wilayah Kabupaten Tapin. Provinsi ketela pohon dan beberapa jenis sayuran.
Kalimantan Selatan. Mereka lebih Mereka juga menanam durian, langsat.
terkonsentrasi dalam wilayah Kecamatan rambutan. serta kebun karet, kelapa,
Tapin Utara. Lingkungan alam pemukiman kemiri
masyarakat ini banyak ditumbuhi hutan
bambu, semak belukar, dan hutan kayu Jumlah penduduk Kecamatan Tapin
ulin. Daerah ini juga dilalui oleh beberapa Utara pada tahun 1974 adalah 34.532
batang sungai. misalnya sungai Tapin, jiwa. Penduduk tersebut tersebar dalam
sungai Arawih, sungai Hatampang, sungai 19 buah desa. Di antara jumlah penduduk
Hayangi. Air sungai ini digunakan untuk tersebut orang Harakit berjumlah 1.355
air minum, mandi, mencuci, air untuk jiwa. tergabung dalam 271 Kepala
memasak, dan membuang hajat. Selain Keluarga (KK) Mereka hermukim di desa-
itu sungai tersebut digunakan sebagai desa Mencabung, Harakit, dan Batung.
prasarana lalu lintas. Desa ini masih merupakan desa yang sulit
dijangkau karena keterbatasan sarana
Lingkungan itu mereka gunakan untuk perhubungan.

194

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HARAKIT

Kehidupan sosial masyarakat ini matahari terbenam, tidak boleh duduk
ditandai oleh ikatan yang kuat dengan diambang pintu. Setelah hamil enam
sifat gotong royong berdasarkan adat. bulan pantangannya bertambah lagi.
Prinsip keturunan yang diamalkan adalah misalnya tidak boleh berurai rambut,. dsb.
prinsip imbilineal. Mereka masih kuat karena roh jahat bisa datang mengganggu.
berpegang kepada sistem kepercayaan Kelahiran dibantu oleh dukun yang
leluhur. Setiap keluarga mempunyai roh dipercayai mempunyai kekuatan gaib
pelindung sendiri Dukun itu biasanya membacakan
mantra-mantra dan menebarkan beras
Kepercayaan leluhur berpadu dengan kuning untuk menghalau roh-roh jahat
adat yang diamalkan. misalnya dalam yang mengganggu pada saat-saat akan
kaitannya dengan perkawinan. Kehamilan, melahirkan.
kematian. Perkawinan biasa diawali
dengan peminangan, pertunangan Ketika bayi menjelang umur 40 hari
dan pelaksanaan perkawinan Pesta diadakan upacara dengan menyembelih
perkawinan disertai dengan nyanyian babi, dan bagi yang tidak mampu,
dan tarian, dengan iringan gendang dan cukup dengan menyembelih ayam.
rebana. Betapapun gembiranya. pemujaan Darah hewan itu dicampurkan dalam
terhadap roh-roh tetap dilaksanakan air untuk memandikan bayi dan orang
dengan sajian beras, ayam hidup, kapur tuanya. Setelah 40 hari. sang bayi diberi
sirih, nasi kelan, dan lemang sebanyak nama, dan namanya diambil dan nama
delapan ikat. Mempelai pria dibawa pahlawan, binatang. atau nama pohon
ke rumah mempelai wanita dengan tertentu. Akhirnya. bayi itu diarak ke
membawa minyak kelapa dalam botol, muara sungai atau ke dekat pohon besar
pupur basah dalam mangkok. dan dengan iringan tari - tarian dan nyanyian
beberapa guci berisi tuak. Ketika pihak dalam suasana penuh kegembiraan.
penganten pria tiba. kedua belah pihak Imbalan jasa dukun yang telah merawat
saling siram-siraman minyak kelapa. bayi, biasanya berupa beras, uang, jarum,
pupur basah tadi dan minum luak dan kelapa.

Kedua penganten yang bergandengan Bagi mereka kematian berarti pergi
langan dibawa mengitari kandang babi ke alam asal. Mereka pun percaya bahwa
di sekitar rumah itu selama delapan kali. orang yang berbuat baik di dunia akan
Seorang di antara keluarga penganten pria mendapat tempat yang baik di alam gaib
bergulat dengan babi yang ada di kandang itu. sedangkan orang yang biasa berbuat
tanpa menggunakan alat senjata sampai jahat di dunia akan mendapat siksaan
babi itu mati. Pihak keluarga pria juga di alam gaib itu. Setiap ada kematian
disuruh memanjat pohon yang di alasnya diberi tanda dengan membunyikan gong.
diletakkan kain dan mas kawin. Pohon itu Mayat seseorang direntangi tujuh helai
telah diolesi minyak babi, sehingga licin benang hitam dari kepala hingga ke ujung
dan menyebabkan tidak mudah untuk kaki. Bila yang meninggal seorang pria.
memanjatnya. Sahnya sebuah perkawinan. kepalanya mengarah ke hulu, sedang
setelah kepala adat mengolesi muka kalau yang meninggal seorang wanita
penganten dengan darah ayam dan putih kepalanya diletakkan ke arah hilir. sesuai
telor. Sementara itu dilanjutkan dengan arah aliran sungai. Kepala mayat itu
tari-tarian dengan iringan bunyi-bunyian. ditutup dengan bokor, sedang kakinya
Pesta ini biasa berlangsung selama tiga ditutup dengan pinggan. Dadanya ditutup
hari tiga malam. dengan mangkok besar, matanya ditutup
dengan uang perak.
Seorang wanita yang sudah hamil
tiga bulan pantang keluar rumah pada Kalau mayat telah dimasukkan ke
waktu senja, dilarang mandi pada saat dalam peti mati. yang terbuat dari kayu

195

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL

HARAKIT

ulin tidak segera dikubur. Mayat itu masih taburan beras. membacakan mantra-
akan diratapi dalam beberapa hari. Dalam mantra dan menyertakan beberapa harta
ratapan itu diungkap tentang perbuatan- miliknya. Di kuburannya dan di rumah
perbuatan baiknya selama masih hidup. duka dinyalakan api unggun selama tujuh
Bila keluarga sudah puas meratapinya malam dan dijaga oleh kerabatnya.
barulah dikuburkan.dengan disertai

Rujukan: Sekitarnya Pada Perwakilan Kecamatan Piani,
Kecamatan Tapi Utara Kabupaten Tapin, Provinsi
Team Survey Direktorat Pembinaan Kalimantan Selatan, Jakarta Departemen Sosial RI.
Masyarakat Terasing
1976 Survey Terbatas Colon Lokasi Proyek dan
Kelompok Masyarakat Suku Daya Harakit dan

HARUKU

HARUKU adalah satu kolektifa yang tahun 1985, penduduk Kecamatan Pulau
mendiami pulau Haruku. Pulau ini Haruku berjumlah 25.114 jiwa. Tradisi
sekaligus merupakan sebuah kecamatan, lisan menunjukkan bahwa asal usul
yaitu Kecamatan Haruku. sebagai bagian penduduk pulau Haruku ini adalah dari
dan wilayah administratif Kabupaten pulau Seram.
Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pada
Penduduk pulau ini masih bisa dilihat

Pulau Haruku di Kabupaten Maluku Tengah.

196

ENSIKLOPEDIA SUKU, SENI DAN BUDAYA NASIONAL


Click to View FlipBook Version