i
ii RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN FIRMAN Penuntun Praktis Bagi Pendeta, Penginjil, Mahasiswa teologia, Pengurus Gereja, Ketua Persekutuan Doa Pdt. Salmon Pah, M.Div, M.Th, M.Pd NAFIRI SION PUBLISHING
iii RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN FIRMAN Penuntun Praktis Bagi Pendeta, Penginjil, Mahasiswa teologia, Pengurus Gereja, Ketua Persekutuan Doa Penulis : Pdt. Salmon Pah, M.Div, M.Th, M.Pd ISBN: 978-97819033-1-8 Layout : Igrea Siswanto, Editor Rosalyna Desain sampul: Alfred Penerbit : Nafiri Sion Publishing Jl. Letda Natsir Blok RBOJ-25 Cibubur Country 16966 Telp. +62 813-580-88815 Email : [email protected] Cetakan ke-4 Januari 2023 Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari penulis/penerbit sesuai undang-undang hak cipta (UU RI No. 19/2002 ayat 1, 2 tentang Hak Cipta Ketentuan Pidana) dan moral Kristiani.
iv Disertai rasa syukur buku ini dipersembahkan kepada yang terkasih: ......................................... Dari ........................................... Tanggal ...........................................
v
vi Endorsement KeunikanseoranghambaTuhanterletakpadakemampuannya untuk berkhotbah. Zaman ini umat Tuhan membutuhkan khotbahkhotbah yang menyentuh masalah kehidupan mereka. Bacalah buku ini maka Anda dengan mudah berkhotbah. Pdt. Salmon membahas secara rinci dan jelas bagaimana caranya seseorang pengkhotbah memulai dan mengakhirinya dengan baik. Bacalah segela dan buktikan dalam khotbah. Yunus Doloe, S. Pak, MM. Pembimas Kristen KanwilKementrian Agama Prov. Jatim Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena buku RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN FIRMAN sudah berada di tangan saudara. Banyak kekayaan yang bisa diperoleh dari buku ini karena bersumber dari kasih dan hikmat Roh Kudus dari pengaruh pribadi, pergumulan dan pengalaman dari penulis. Saya sangat mengenal Pdt. Salmon Pah sejak 25 tahun yang lalu, ketika saya menjadi jemaat dan Majelis di Gereja GKIN Torsina Surabaya. Saya percaya, buku ini akan sangat membantu saudara untuk memberitakan Firman dengan lebih efektif dan produktif bagi kemuliaan Kristus Yesus. HALELUYA. Pdt. Bambang Sungkono Gembala Sidang GKRI Cemerlang, Jakarta Anggota Majelis Pertimbangan Sinode GKRI
vii Khotbah adalah pelayanan yang sangat penting, lihatlah gereja-gereja yang bertumbuh, pasti disana kita menemukan khotbah-khotbah disampaikan dengan cara yang menarik dan berbobot. Jika Anda ingin menjadi pengkhotbah yang membuat gereja bertumbuh maka buku ini tepat untuk Anda. Bapak Pdt. Salmon Pah menolong semua pembaca untuk bisa menyiapkan dan menyajikan khotbah yang berkualitas sekaligus menarik sehingga bisa menjadi berkat bagi semua pendengar. Doa bagi setia hamba Tuhan yang rindu menjadi pemberita Firman yang “SUKSES”. Pdt. Gunar Sahari, M. Th. DirekturNasional-SGM Lifewords Indonesia (SGM-Scripture Gift Mision) Tiada kata yang manis selain mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena dengan diluncurkannya buku ini bermanfaat bagi setiap pribadi yang membacanya, saya yakin buku ini ditunggu-tunggu oleh orang-orang Kristen yang rindu untuk dapat menyampaikan apa isi hati Tuhan melalui penyampaian Firman Tuhan yang hidup, bermakna, kreaktif dan berkualitas. Dengan senang hati saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh setiap anak-anak Tuhan untuk bekal pelayanan. Pdt. Dr. Timotius Kabul, MA. Gembala sidang gereja Baptis Indonesia Getsemani (GBI Getsemani Kediri). Ketua Badan Pengurus Nasional Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI).
viii Dunia selalu berubah dalam berbagai aspek kehidupan, tetapi Firman Allah tidak pernah berubah, oleh karena itu setiap orang yang terpanggil untuk memberitakan Firman Allah harus melengkapi diri dengan baik. Melalui pembahasan secara sistematis dan praktis dalam buku “RAHASIA SUKSES DALAM MEMBERITAKAN FIRMAN”, Pdt. Salmon berusaha untuk memperlengkapi setiap orang termasuk mereka yang tidak sempat belajar di sekolah teologia agar dapat memberitakan Firman Allah dengan baik di tengah dunia yang selalu berubah ini. Pdt. Dr. Nus Raimas Ketua umum Gereja-gereja dan Lembaga-Lembaga Indonesia (PGLII). Panggilanuntukberkhotbah,yaitumemberitakanFirmanAllahdi balikmimbar,adalahmerupakanpanggilanataumandatilahiyangtidak ada taranya, apalagi bila diingat janji Tuhan “Firman yang keluar dari mulut-Ku tidak akan kembali dengan sia-sia”. Maka setelah berkhotbah dan mengajar metode dan seni berkhotbah selama puluhan tahun, Pdt. Salmon Pah, M.Th hadir melalui buku kecil ini untuk membawa pengaruhyanglebihluaslagi.Bukuinisangatdirekomendasikankepada parapemberitaFirman,baikkaumprofesionalmaupundanawam,yang rindumengubahduniamelaluipemberitaanFirman. Pdt. Francis Nawa Hoke, M.Th. Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara (STAN) Malang. Saya selalu merindukan munculnya pengkhotbahpengkhotbah yang dapat memberkati jemaat. Pdt. Salmon Pah telah memberi jawaban yang dapat memenuhi kerinduan tersebut melalui bukunya “RAHASIASUKSES MEMBERITAKANFIRMAN”. Jika Anda sebagai pengkhotbah bacalah buku ini sebelum berkhotbah. Pdt. Firman Hartadi, STh., MA. Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN).
ix Kita perlu sebuah pedoman Alkitabiah dalam merancang sebuah khotbah agar pendengar mudah mengerti dan mudah melaksanakan Firman Allah, jangan membuat khotbah berdasarkan pola pikir, perasaan dan budaya sendiri. Bacalah buku ini karena isinya praktis dan mudah dipahami sehingga memudahkan seseorang dapat membuat khotbah yang Alkitabiah, mudah diterima dan dilaksanakan. Pdt. Dr. Jae Jung Lee Gembala sidang gereja Korea jemaat Iman Kelapa Gading. Jakarta. (Korean Evangelical Holiness Churchs) “Gereja Yesus Kristus yang menempatkan mimbar sebagai symbol, menggambarkan bahwa pemberitaan Firman merupakan poros pengabdiannya. Kebenaran ini menjelaskan bahwa gereja memerlukan adanya khotbah-khotbah berkualitas. Buku: Rahasia sukses memberitakan Firman, menyuguhkan kiat Homiletika menunjang keinginan mulia ini.” Selamat menggali rahasia sukses berkhotbah bersama penulis. Pdt. Dr. Yakob Tomatala, M. Div., Mis., MA. Ketua STT Jaffray Jakarta Dalam bidang ilmu berkhotbah, memang banyak buku telah diterbitkan. Pdt. Salmon Pah telah ikut meramaikan ketersediaan bukubacaanyangmemilikikeunikantersendiri.Temayangmemiliki daya pikat, dibahas secara praktis namun mendalam.Praktis karena disertai contoh-contoh praktis, mendalam karena pembahasan setiap bagian meliputi aspek-aspek yang komprehensip. Pdt. Dr. Budyo Pantoro. M.Th. Ketua program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara-Malang.
x Buku ini dengan jelas menguraikan langkah demi langkah dalam proses mempersiapkan dan menyampaikan khotbah yang efektif, mudah dipahami. Saya secara pribadi merasa sangat diberkati oleh kehadiran buku ini dan khotbah pun terasa lebih mudah. Saya recommended buku ini untuk para mahasiswa Teologi, guru-guru agama, para hamba Tuhan, para pemimpin kelompok sel, bahkan kepada kaum awam yang melayani supaya khotbahnya lebih tajam dan efektif. Tuhan Yesus memberkati. Velinus cahyadi Chairman berapa perusahaan di Jakarta Ketua persekutuan “Pelita Kasih”.
xi
xii Ucapan Terima Kasih Pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus kepala gereja yang hidup atas karunia-Nya yang ajaib, memberi waktu, pengetahuan dan keterampilan dan segala hal kepada saya untuk menuliskan buku ini. Terwujudnya buku ini atas kontribusi banyak pihak, karena itu layak untuk disebutkan dan diberi apresiasi dengan tulus antara lain: • Kepada keluarga inti yang dibentuk Tuhan, istri yang setia Susane Rosalyna menemani hidup dan pelayanan selama 26 tahun berjalan pernikahan kami. Juga kepada kedua putraku Harold dan Hizkia yang setia ikut aktif melayani setiap Minggu dan memberi banyak motivasi. • Kepada semua anggota majelis dan jemaat GKIN Torsina Surabaya dimana penulis menjadi gembala sidang selama 26 tahun yang tidak bosan-bosan dan tetap setia mendengar khotbah yang disampaikan setiap hari Minggu. • Kepada mahasiswa teologia yang pernah menerima materi ini, baik yang masih aktif maupun yang telah menjadi pengkhotbahpengkhotbah yang memberkati banyak orang di seluruh nusantara. • Kepada pihak lembaga sekolah teologia dimana penulis telah diberi kesempatan untuk mengajar mata kuliah Homiletika di Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara sejak tahun 1991 dan STT Sabda Agung Surabaya.
xiii • Kepada bapak Jeff Gulleson yang banyak mempengaruhi penulis dalam berkhotbah bahkan yang merekomendasikan agar penulis menjadi pengajar ilmu berkhotbah. • Kepada para peserta seminar Homiletika dari berbagai denomenasi baik di kota Surabaya, Malang maupun Jakarta yang dengan antusias ingin belajar untuk dapat memberitakan Firman Tuhan dengan baik. Apabila membeli dan membaca buku ini pasti akan mengingat kembali semua yang pernah dipelajari. • Kepada rekan-rekan kerja ditingkat pengurus Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (Priode 2011-2015) yang memberi dukungan penuh demi penerbitan buku ini yaitu Pdt. Firman Hartadi,S.Th, M.A, selaku ketua umum, Sinode GKIN, Pdt. Adieli Halawa, S.Th., Pdt. Raman Tobutu, S.Th., Pdt. Yakobus Muskita, S. Th. • Kepada bapak Igrea Siswanto, seorang penulis handal di bidang pengajaran terhadap anak-anak sekolah Minggu. Beliaulah yang berjelih lelah memperjuangkan penerbitan buku ini dan memberi motivasi bagi penulis. • Kepada penerbit Nafiri Sion Publising yang telah menerbitkan buku ini hingga ada di tangan kita. • Kepada para komentator yang dengan sangat antusias membakar semangat pembaca untuk belajar berkhotbah melalui buku ini. Para pembakar semangat yang layak diberi apresiasi berdasarkan panggilan pelayanan dan status mereka yaitu: kepada bapak Pdt. Dr. Nus Raimas (Selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia); Pdt. Dr. Yakob Tomatala, M. Div., MIS., MA (sebagai Ketua STT Jaffray Jakarta); Pdt. Dr. Timotius Kabul, MA Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia Getsemani (GBI Getsemani) Kediri, juga sebagai Ketua Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis (BPN GGBI); Teman dekat penulis bapak Pdt. Francis Nawa Hoke, M. Th (selaku Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara). Bapak Pdt. Yunus Doloe, S.PAK, MM. Selaku pembimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Prov.
xiv Jatim.; Dr. Budyo Pantoro, (Ketua Pragram Pascasarjana, Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara-Malang); Pdt. Dr. Jae Jung Lee, Gembala Sidang Gereja Korea jemaat IMAN Kelapa Gading, Jakarta juga sebagai KEHC (Korea Evangelical Holiness Churchs); Kepada Bapak Pdt. Bambang Sungkono yang telah lama mengenal penulis sejak perintisan pelayanan di Surabaya 26 tahun yang lalu (Gembala Sidang GKRI Cemerlang, Jakarta dan Anggota Meajelis Pertimbangan Sinode GKRI); Bapak Pdt. Gunar Sahari, M. Th selaku sahabat sejak duduk dibanggu kuliah di Malang. Yang mengesankan adalah kepada Bapak Velinus Cahyadi (selaku seorang pengusaha di Jakarta) yang giat belajar dari materi buku ini. Kepada semuanya Tuhan Yesus akan memberkati dengan berkat dan hikmat surgawi dalam tugas masing-masing. Semoga buku ini dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang terpanggil dalam menjalankan tugas mulia yaitu terus memberitakan Firman Allah dalam dunia berdosa ini.
xv
xvi Dedikasi Karya tulis yang sederhana ini penulis ingin dedikasikan kepada: • Tuhan Yesus Kristus selaku Firman yang hidup telah menjadi manusia yang kepada-Nya segala pujian, hormat dan syukur sampai selama-lamanya. • Kedua orang tua penulis yang telah pulang ke rumah Bapa untuk selamanya, Saul Pah dan Selvina Magdalena Solukh yang telah membesarkan dengan pelukan kasih untuk melayani Tuhan. • Kepada keluarga inti yang menemani dengan perhatian, kasih dan dorongan yaitu istri yang setia Susane Rosalya dan kedua putraku yang aktif membantu pelayanan di gereja, Harold Alfred Teofilus Pah dan Hizkia Leonard Pah.
xvii
xviii P Kata Pengantar enyampaian berita Firman Tuhan adalah sebuah berita yang sangat penting yang dirindukan oleh setiap orang percaya di sepanjang sejarah gereja. Orang percaya di seluruh dunia selalu berbondong-bondong mengikuti ibadah di gereja hanya untuk mendengar Firman Tuhan. Jiwa yang lapar dan haus selalu disegarkan setelah menerima kebenaran Firman Tuhan melalui mimbar-mimbar gereja. Bukan saja pada hari Minggu, tetapi hampir pada setiap aktivitas pelayanan di sepanjang Minggu selalu ada porsi untuk memberitakan Firman Tuhan. Mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, kaum dewasa sampai lanjut sia selalu rindu mendengar Firman Tuhan. Kebutuhan orang percaya yang haus akan Firman Tuhan sering mengalami hambatan, yaitu tidak adanya pemberitaan Firman yang disampaikan dengan jelas dan penuh urapan sehingga banyak pendengar yang pulang tanpa memperoleh sesuatu yang bermakna dalam kehidupan. Sepertinya Firman Tuhan tidak sanggup menjawab kebutuhan pendengar. Karena itu tuntutan bagi para pemberita/pengkhotbah masa kini adalah tidak cukup memiliki pengetahuan dibidang teologi tetapi juga harus memiliki kemampuan tentang bagaimana cara memberitakan Firman Tuhan dengan cara yang mudah dipahami dan dapat diterima oleh semua pendengar yang sedang mendengarkan Firman Tuhan. Karena itu setelah mengajar bertahun-tahun di sekolah tinggi teologia, maka timbul beban di hati penulis untuk melengkapi bukan hanya bagi calon hamba-hamba Tuhan yang sedang belajar di sekolah teologia, tetapi juga bagi siapa saja yang rindu untuk dipakai Tuhan dalam pemberitaan Firman Tuhan.
xix Keseluruhan materi dikemas secara ringkas sehingga mudah dipahami dengan tema: “RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN FIRMAN”. Sekalipun sudah banyak buku di toko-toko buku atau perpustakaan yang berbicara tentang bagaimana cara memberitakan Firman Tuhan, namun melalui pelajaran yang sederhana ini akan melengkapi setiap orang yang terpanggil dalam pemberitaan Firman. Juga penuntun praktis bagi Pendeta, Penginjil, Mahasiswa Teologia, Majelis gereja, Penatua, Diaken, ketua persekutuan/ kelompok sel, yang terpanggil untuk memberitakan Firman Allah secara sistematis dan kontekstual. Buku ini akan sangat bermanfaat baik bagi pemula maupun yang telah lama melayani pemberitaan Firan Tuhan, karena materimateri yang ada lebih bersifat praktis tetapi juga sistematis. Dalam beberapa kesempatan telah diadakan pelatihan baik terhadap Mahasiswa-mahasiswa teologia, dan hamba-hamba Tuhan termasuk bagi para pengurus/majelis gereja. Pelatihan telah diadakan di Jakarta, Malang dan Surabaya, pada umumnya berpendapat bahwa materi ini adalah materi yang sangat praktis namun banyak manfaatnya, mudah dicernah dan menolong karena dengan mudah seseorang langsung dapat menyusun sebuah khotbah secara sistematis, teologis dan aplikatif. Pembahasan secara tuntas dan praktis, sistematis dan Alkitabiah akan memudahkan setiap orang akan tampil dengan percaya diri, berani dan selalu siap sedia dalam memberitakan Firman Allah. Manfaat buku ini bagi Anda adalah memudahkan Anda dalam merancang garis besar khotbah, baik khotbah Topikal, Tekstual, maupun Ekspositori yaitu dengan memasukkan delapan unsur penting yang harus ada dalam setiap khotbah. Cara yang sangat praktis merancang struktur khotbah adalah memulai dengan “Kalimat Tanya” (KALTAN) yang ditujukkan kepada tema khotbah dan dengan menggunakan “Kalimat Kunci” (KALKUN), agar pengkhotbah dapat menyajikan sebuah khotbah tanpa mengalami kesulitan.
xx Penulis harus mengakui bahwa ada begitu banyak orang yang terkait yang ikut memberi kontribusi hingga terbitnya buku ini. Diantaranya adalah mahasiswa-mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (Khususnya Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara-Malang), yang menerima secara langsung penyajian materi ini selama dua semester. Teristimewa kepada para Donatur dan rekan hambahamba Tuhan yang ikut memberi rekomendasi. Selamat membaca dan mempraktekkannya. Semua kritik, saran yang membangun demi penyempurnaan materi ini, penulis dengan senang hati rela menerimanya. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi nama-Nya. Salmon Pah
xxi
xxii Daftar Isi Endorsement ............................................................................................. v Ucapan Terima Kasih .............................................................................. xi Dedikasi ........................................................................................................ xv Kata Pengantar .......................................................................................... xvii Daftar Isi ...................................................................................................... xxi Pendahuluan ................................................................................. 1 Bab I Aspek-Aspek Penting Dalam Khotbah…….............. 3 A. Pengertian tentang khotbah……………................…...... 4 B. Manfaatilmu berkhotbah……………….................…....... 5 C. Tujuan sebuah khotbah………………………..................... 7 D. Kualifikasi pengkhotbah……………................................ 12 Bab II Unsur-Unsur Penting Dalam Khotbah…................. 17 A. Pendahuluan khotbah…………………….................…...... 19 B. Tema khotbah……………………………................…........... 22 C. Teks khotbah……………………………................……......... 25 D. Kalimat tanya……………………………...............……......... 27 E. Kalimat kunci(kalkun)………………...............………..... 35 F. Pokok-pokok khotbah…………………...............……….... 39 G. Ilustrasi khotbah…………………………...............……...... 44 H. Kesimpulan khotbah……………………...............…….…. 45 Bab III Merancang Struktur Khotbah Topikal Dan Tekstual….......................................................................... 47 A. Merancang struktur khotbah topikal…...............…. 48 B. Merancang struktur khotbah tekstual................….. 53
xxiii Bab IV Merancang Struktur Khotbah Ekspositori… .............59 A. Mengenal khotbah ekspositori…................................60 B. Sktruktur ekspositori sistim tema nats (STN)….................................................................63 C. Sktruktur ekspositori sistim kebenaran kekal (SKK)… ...............................................................68 D. Struktur eskpositori sistim oknum-oknum (SOO)…...............................................75 Bab V Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif….....................................................................81 A. Sikap positif… ............................................................84 B. Sejelas mungkin…......................................................85 C. Penuh kuasa…............................................................86 D. Penuh gairah…...........................................................87 E. Penampilan..............................................................................88 F. Bahasa tubuh. ............................................................89 G. Suara yang jelas…......................................................90 H. Percaya diri................................................................90 I. Sikon pendengar....................................................................92 J. Kehidupan sehari-hari........................................................93 Bab VI Kiat-Kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah....................95 A. Berpegang pada prinsip homiletika…......................96 B. Belajar dari para pengkhotbah…..............................97 C. Adakan evaluasi terhadap khotbah… ......................105 D. Milikilah wawasan yang luas….................................108 Lampiran-lampiran.........................................................................111 Lampiran 1… .................................................................................111 Lampirab 2……………………………………………………..................... 117 Lampiran 3… .................................................................................127 Daftar Pustaka...............................................................................137 Tentang penulis…………………………………………………................ 139
xxii Rahasia Sukses Memberitakan Firman T Pendahuluan ugas melayani pemberitakan Firman Allah, adalah suatu panggilan yang sangat mulia, karena seseorang berdiri dan berbicara mewakili Allah, maka dapat dikatakan bahwa orang itu sungguh adalah orang yang istimewa. Karena tidak semua orang boleh tampil sebagai juru bicara Allah, dalam menyampaikan berita yang sangat penting yang berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Atas dasar pemahaman inilah, maka siapa pun yang terlibat dalam pemberitaan Firman, baik yang disebut Pendeta, Penginjil, Mahasiswa teologia, Majelis/pengurus gereja, anggota jemaat, adalah orang-orang spesial yang siap dipakai dan diurapi Tuhan demi tugas yang mulai ini. Seorang pengkhotbah harus dapat memahami tujuan dalam berkhotbah sehingga seluruh khotbah yang disampaikan dengan sistematis, komunikatif dan yang paling penting adalah mengubah kehidupan para pendengar melalui karya kuasa Roh Kudus. Kita tidak boleh meremehkan penyampaian Firman Tuhan, sebab Firman Allah itu hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr. 4:12). Pada bab pertama penulis menjelaskan tentang langkah awal yang harus dipahami oleh seorang pengkhotbah meliputi pengertian tentang khotbah, manfaat Homiletika, tujuan khotbah dan syaratsyarat yang harus dipenuhi pengkhotbah. Pada bab dua akan dijelaskan tentang unsur-unsur penting yang harus ada dalam sebuah khotbah. Sedangkan bab tiga dan empat, penulis memperkenalkan tiga struktur khotbah yang tidak asing lagi bagi setiap orang, termasuk Pendahuluan 1
2 Rahasia Sukses Memberitakan Firman bagaimana cara merancang ketiga struktur khotbah tersebut. Penulis lebih memberi penekanan pada khotbah ekspositori dengan tiga keunggulan pendekatan dalam pembuatan sktruktur khotbah. Agar seseorang dapattampil dengan percaya diritanpa keraguan, maka buku ini akan membahas secara praktis tiga jenis khotbah yang secara umum telah dikenal yaitu khotbah Topikal, khotbah Tekstual dan khotbah Ekspositori. Dalam pembahasan, khotbah Ekspositori menawarkan tiga keunggulannya, yaitu menampilkan tiga sistim dalam membentuk sebuah garis besar khotbah. Ketiga sistim itu adalah sistim tema teks (STN), sistim kebenaran kekal (SKK) dan sistim oknum-oknum (SOO). Dengan mempelajari tiga sistim ini maka setiap pengkhotbah dapat memilih salah satu diantaranya dalam penyusunan struktur khotbah Ekspositori. Bab lima akan melengkapi seorang pengkhotbah bagaimana cara menyajikan sebuah khotbah secara efektif dan komunikatif dan bab terakhir penulis memberi dorongan agar tetap menjaga kualitas khotbah atau meningkatkan keterampilan berkhotbah yaitu tetap berpegang pada prinsip homiletika, selalu belajar dari para pengkhotbah, juga jangan lupa adakan evaluasi serta memiliki wawasan yang luas. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorangsorai sambilmembawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:1,2). Jadilah pemberita Firman dengan roh yang bernyala-nyala. Berbagai kritik dan saran yang membangun akan diterima dengan rendah hati demi penyempunaan karya tulis yang sederhana ini sehingga menjadi berkat bagi banyak orang.
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 3 B "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Mat. 7:24). BAB I Aspek-aspek Penting Dalam Khotbah agi setiap orang yang terpanggil dan rindu dipakai Tuhan sebagai pengkhotbah, sebaiknya belajar melengkapi diri terlebih dahulu bukan hanya dengan pemahaman yang benar melainkan belajar berbagai hal yang berkaitan dengan tugas pemberitaan Firman. Dengan memiliki pemahaman yang benar akan memolong seseorang untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pengkhotbah.
4 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Karena itu pembahasan dalam bab ini meliputi beberapa aspek penting antara lain: Pengertian tentang khotbah, manfaat ilmu berkhotbah, tujuan sebuah khotbah, serta persyaratan untuk menjadi pengkhotbah. A. Pengertian Tentang Khotbah Istilah khotbah diambil dari istilah Yunani “Homileo”dan “Homilia” yaitu menemani, berdialog atau berkomunikasi dengan seseorang atau lebih. Itu berarti khotbah adalah sebuah proses dimana seorang sedang menemani seseorang, dia sedang berdialog atau berkomunikasi. Dalam kamus bahasa Indonesia khotbah dipahami sama dengan pidato, hanya khotbah lebih mengutamakan ajaran agama, sedangkan pidato hanya merupakan ungkapan pikiran atau wacana yang diucapkan di depan orang banyak. Istilah khotbah digunakan oleh golongan rohaniawan guna mengajarkan atau menyiarkan ajaran-ajaran agama bagi umatnya. Istilah “khotbah” sudah tidak asing lagi bagi umat Kristen karena khotbah selalu didengar setiap hari Minggu pada saat umat beribadah dan selalu mendapat posisi yang sangat sentral pada ibadah Minggu. Khotbah bukan saja disampaikan pada ibadah Minggu tetapi juga pada setiap kesempatan dalam pertemuanpertemuan jemaat di sepanjang Minggu. Jadi berkhotbah dipahami dalam pengertian bahwa seseorang sedang menemani, berdialog, mengkomunikasikan apa isi hati Tuhan (Firman Allah) agar dapat dipahami, dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup kekristenan khususnya di dunia teologia, ilmu berkhotbah termasuk dalam wilayah teologia praktika (ilmu yang dapat diterapkan secara praktis dalam pelayanan). Di sekolah teologia diajarkan sebagaimata kuliah wajib, disebut mata kuliah teologia homiletika. Homiletika ialah “ilmu yang mengajarkan bagaimana cara seseorang dapat menemani seseorang atau
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 5 kelompok orang sambil berdialog atau mengkomunikasikan kebenaran-kebenaran Allah”. Karena homiletika lebih menekankan pada bagaimana cara, maka lebih ditekankan kepada pengkhotbah itu sendiri baik menyangut persiapan, isi khotbah sampai pada penyajian khotbah. Jadi apakah khotbah itu? Khotbah adalah keseluruhan metode yang digunakan dalam mempersiapkan sebuah khotbah yang baik yang meliputi: pendahuluan khotbah, isi khotbah serta kesimpulan khotbah. B. Manfaat Ilmu Berkhotbah Belajar di sekolah teologia bukan hanya dilengkapi dengan berbagai pengetahuan teologia. Ilmu berkhotbah sebagai mata kuliah yang diwajibkan juga di sekolah teologia guna melengkapi mereka yang akan terjun ke dunia pelayanan. Pendidikan teologia merupakan suatu proses akademis dan spiritual untuk mempersiapkan seseorang menjadi pelayan Tuhan di tengahtengah kehidupan jemaat. Dia dipersiapkan untuk menjadi seorang teolog yang mampu membuat rekonstruksi teologis dan kreatif dan kontekstual sebagai hasil dari kontemplasi pertumbuhan spritualitasnya, sehingga dia mampu untuk mejadi seorang pemimpin yang mampu menggembalakan anggota jemaat dalam terang kasih Kristus. Salah satu indikasi yang terlihat sangat jelas oleh anggota jemaat, yaitu tingkat kemampuan akademis dan kematangan spritualitas yang terlihat pada kemampuan seseorang untuk memberitakan Firman Allah. Karena hanya dengan pengertian yang benar seseorang dapat memiliki motivasi yang jelas dalam memenuhi panggilan pelayanan dalam pemberitaan Firman Tuhan. Karena itu sebagai pengkhotbah haruslah belajar ilmu berkhotbah karena sangat besar manfaatnya. Homiletika (ilmu berkhotbah) sangat penting perannya guna mempersiapkan sang pengkhotbah dalam menyampaikan khotbahnya. Ada beberapa manfaat belajar ilmu berkhotbah.
6 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 1. Menolong Pengkhotbah Memiliki Persiapan Diri yang Baik. Homiletika menuntut seorang pemberita kebenaran Allah harus mempersiapkan diri dengan baik. Persiapan melalui penelitian saksama akan kebenaran Alkitab sehingga kebenaran yang dikomunikasikan dapat dipahami dengan baik dan memberi dampak perubahan dalam khidupan. Persiapan yang baik membuat pengkhotbah dapat percaya diri tanpa keraguan tentang isi berita (kebenaran-kebenaran kekal) yang hendak disampaikan. Ilmu berkhotbah bukan hanya melengkapi para calon hamba Tuhan yang sedang belajar di sekolah-sekolah teologia tetapi juga secara praktis dapat membekali kaum awam (yang tidak memiliki kesempatan belajar khusus di sekolah teologia) namun yang memiliki beban dalam pemberitaan Firman Allah. 2. Menolong pengkhotbah berkhotbah secara sistematis Homiletika adalah suatu ilmu yang praktis yaitu mempelajari bagaiman cara memberitakan Firman Tuhan termasuk syaratsyarat dalam mendidik seseorang menjadi pemberita Firman yang baik. Karena itu Homiletika menolong pengkhotbah untuk belajar tentang seni memberitakan kebenaran Alkitab secara sistematis, sehingga para pendengar dapat memahami serta menerima Injil Kristus (tidak bertele-tele tanpa tujuan yang jelas). Khotbah bukan sekedar dipelajari, namun harus diperaktekkan. Khotbah seharusnya merupakan hasil (output) yang lahir dari seluruh mekanisme pendidikan teologi dan pertumbuhan spritualitas seseorang yang secara khusus dipersiapkan menjadi pelayan Tuhan, sehingga hasil atau buah tersebut harus dipetik oleh gereja atau umat Allah sendiri pada saat khotbah disampaikan. 3. Menolong Pengkhotbah Menjadi Seorang Komunikator yang Baik. Homiletika menjadikan orang akan tampil dengan terampil dalam mengkomunikasikan suatu konsep atau gagasan Alkitabiah yang dapat diambil melalui penafsiran yang benar dari Ayat-Ayat Alkitab (hermenutika). Sehingga melalui kejelasan penafsiran
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 7 dan pimpinan kuasa Roh Kudus, Firman Allah sampai jelas baik bagi pengkhotbah maupun pendengar khotbah. Pengkhotbah-pengkhotbah masa kini lebih banyak dituntut untuk melengkapi diri sebaik mungkin dengan pengetahuan teologia yang benar agar memahami secara tepat dan benar tenang kebenaran Alkitab yang akan dikhotbahkan sehingga dapat mengkomunikasikan secara tepat begi pendengar. 4. Menolong Pengkhotbah Mengaplikasikan Firman Tuhan Dalam Kehidupan Pendengar. Homiletika melengkapi sang pengkhotbah agar Firman Tuhan yang diterima, dirasakan dan dilakukan oleh diri sendiri kemudian diutarakan dengan tegas dan nyata, supaya menjadi kesaksian dan jalan keselamatan bagi orang lain. Itulah tujuan utama dari pemberitaan Firman Allah, bukan menjadi pendengar saja tetapi harus menjadi pelaku-pelaku Firman yang baik. Pengkhotbah adalah pribadi yang terpanggil secara khusus dihadapan Tuhan yang menerima urapan untuk menyampaikan suara Tuhan bagi pendengar. Sebagai seorang pengkhotbah harus memiliki pengertian yang benar tentang khotbah sehingga dapat melayani dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi. Karena itu sang pengkhotbah harus selalu terlihat rendah hati dihadapan Allah dan sesamanya khususnya pada saat berkhotbah. C. Tujuan Sebuah Khotbah Berkhotbah harus mempunyai tujuan yang jelas. Seseorang yang mengendarai sebuah Mobil harus memilki tujuan kalau tidak maka ia akan menghabiskan waktu hanya dengan berputar-putar keliling kota dan menghabiskan bahan bakar. Sebuah pesawat terbang yang sedang berada di udara harus memiliki tujuan yaitu akan mendarat di sebuah bandara. Seorang mahasiswa berangkat dari rumah dengan tujuan ke kampus untuk mengikuti perkuliahan. Seorang pekerja memiliki tujuan ke tempat pekerjaannya setiap hari. Seorang petani memiliki tujuan ke kebun/ladang dan lain sebagainya. Sebagai pengkhotbah profesional harus memahami tujuan dari khotbahnya.
8 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Paulus mengingatkan anak rohaninya, Timotius, “Awasilah dirimusendiridanawasilah ajaranmu. Bertekunlah dalamsemuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau” (1 Tim. 4:16). Paulus menekankan ”awasilah ajaranmu…..”. Berdasarkan nasihat Paulus itu berarti kita tidak hanya bertanggung jawab secara penuh terhadap seluruh isi khotbah kita, tetapi juga memahami dengan jelas apa tujuan yang hendak dicapai oleh seorang pengkhotbah. Oleh karena itu ada beberapa tujuan khotbah yang harus dicapai adalah sbb: 1. Pertobatan yang Benar Pertobatan yang dimaksudkan adalah pendengar megalami perubahan karakter. Selain iman dibangun dan dikuatkan, pendengar juga perlu memiliki karakter dan kehidupan Kristen yang terintegrasi yang memuliakan Tuhan. Untuk itulah khotbah mimbar seharusnya sebagai sarana mendidik agar karakter, moral/ etika, perkataan, pikiran dan perbuatan memuliakan Tuhan. Artinya sang pengkhotbah harus memberitakan teguran bagi jemaat yang hidup tidak memuliakan Tuhan. Sebelum menegur jemaat, sang pengkhotbah sendiri harus memiliki karakter, motivasi, moral/ etika, perkataan, pikiran, dan perbuatan yang benar, sehingga apa yang disampaikannya memiliki kuasa mengubah jemaat. Pengkhotbah dengan pertolongan Roh Kudus membawa pendengar untuk menyadari dosa-dosanya dan mau berbalik serta percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Dalam perjanjian baru kita kenal Yohanes pembaptis berkhotbah dengan berita pertobatan (Mat. 3:1-11). Petrus pada hari pencurahan Roh Kudus berkhotbah dengan tujuan pertobatan dan hasilnya ada tiga ribu orang bertobat (Kis. 2:14-38). Dalam perjanjian lama kita belajar dari Yunus dan Nuh, Yunus memberitakan pertobatan bagi kota Niniwe dan hasilnya adalah terjadi pertobatan yang luar biasa sedangkan Nuh 120 tahun menyampaikan berita pertobatan namun tidak ada satu pun manusia pada zamannya yang mau bertobat selain keluarganya sendiri namun ia tetap setia memberitakan berita pertobatan.
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 9 2. Penghiburan Khotbah dengan tujuan untuk menghibur mereka yang sedang susah, yang berada dalam kedukaan atau tekanan serta beban hidup yang menekan dan membutuhkan penghiburan. Dalam Injil Mat. Tuhan Yesus berkhotbah dengan sesi pertama khusus kepada murid-murid-Nya untuk menghibur mereka (Mat. 5:1-12). Bukan hanya di zaman para nabi di perjanjian lama yang berkhotbah, melainkan TuhanYesus, para rasul di perjanjian baru,para bapa gereja, dan para reformator, semuanya berkhotbah. Tetapi sayangnya di zaman pots-modern, orang Kristen sudah menyepelehkan signifikansi khotbah. Khotbah pada zaman ini sangat penting untuk terus disampaikan mengingat begitu banyak masalah yang sedang terjadi di dalam dunia berdosa ini. Berita-berita penghiburan masih dibutuhkan khususnya bagi umat Tuhan pada saat beribadah. Firman Allah mampu memberi penghiburan bagi jiwa yang letih lesu dan berbeban berat. Ada banyak yang dihadapi, umat Tuhan, masalah sosial, politik, ekonomi yang tidak pernah berakhir dalam sejarah kemanusiaan. Untuk itu bangkit dan sampaikan berita penghiburan bagi dunia ini “Allah mengasihi semua orang” agar jangan ada yang binasa. 3. Pembelaan Iman Hidup pada zaman ini adalah zaman yang terus berubah karena kita berada pada puncak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Jemaat tidak hanya membutuhkan penghiburan tetapi juga iman mereka perlu dikuatkan, dibela dari ancamanancaman ajaran yang menyesatkan. Menghadapi situasi seperti ini dibutuhkan khotbah apologetis. Khotbah apologetis adalah khotbah yang isinya menekankan pembelaan terhadap iman Kristen. Khotbah harus memberikan pertanggung jawaban iman Kristen di tengan dunia berdosa. Dengan kata lain khotbah yang bertanggung jawab bukan meniru konsep dunia, tetapi menantang konsep dunia ini untuk ditundukkan dibawah otoritas kebenaran Firman Allah. Bentuk khotbah Topikal dan Ekspositori dapat digunakan secara aktif dalam mengkhotbahkan khotbah yang
10 Rahasia Sukses Memberitakan Firman bersifat apologetis. Khotbah-khotbah yang bersifat biblika/ eksposisi. Khotbah-khotbah yang isinya menekankan eksposisi dan hermenutika. Artinya khotbah yang mengeksposisi Alkitab secara keseluruhan berdasarkan teks pilihan yang akan dikhotbahkan, sehingga jemaat dapat mengerti uraian secara rinci/konsep yang menyeluruh akan kebenaran. Khotbah seperti ini secara bentuk lebih mengarah ke bentuk khotbah ekspositori dan khotbah tekstual juga sangat efektif untuk membela iman jemaat. 4. Pengajaran Iman yang Benar Khotbah yang isinya pengajaran, sang pengkhotbah menyampaikan khotbahnya dengan ulasan-ulasan teologis (khotbah teologis). Seluruh isi khotbah lebih diarahkan kepada masalah teologis misalnya: Doktrin Allah, doktrin Alkitab, doktrin manusia dan dosa, doktrin keselamatan, doktrin Kristus. doktrin Roh Kudus, doktrin gereja dan doktrin akhir zaman. Bentuk khotbah topikal sangat tepat untuk digunakan dalam mengkhotbahkan doktrin. Khotbah-khotbah yang menekankan pengajaran/doktrin memiliki fungsi edukasi agar jemaat tidak terpengaruh dengan bermacam-macam pengajaran sesat. Rasul Paulus mendorong Timotius dalam pelayanan memberitakan Injil agar tetap mengajarkan pengajaran yang benar kepada jemaat di Efesus guna pertumbuhan iman mereka (1 Tim 1:1-6). Di dalam Alkitab, Paulus adalah seorang pengkhotbah yang berkhotbah dengan mengajar doktrin iman Kristen, hal ini penting guna menguatkan iman jemaat yang dilayani. Kepada jemaat di Roma., Paulus bukan hanya mengajar doktrin (Rom. 1-11), tetapi juga menguatkan iman jemaat di Roma. Salah satu nasihat/ khotbahnya agar jemaat di Rom. saling menguatkan. Hal sama juga terjadi pada Timotius sebagai anak rohani Paulus. Paulus menyampaikan nasihatnya kepada Timotius tentang apa yang harus dilakukan ketika berada dalam penderitaan, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memelihara akan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan” (2 Tim. 1:12). Bagaimana dengan Anda yang melayani sebagai seorang pengkhotbah?
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 11 5. Penyegaran Iman Khotbah-khotbah yang bersifat praktis dibutuhkan untuk memberi penyegaran iman bagi umat Tuhan. Pengkhotbah harus mengarahkan khotbah yang isinya menyoroti masalah-masalah praktis. Sorotan teologis terhadap berbagai masalah sehari-hari dalamkehidupanumatTuhan.Khotbahyang menyororti kehidupan praktis misalnya kehidupan moral, keluarga, pekerjaan, keuangan, kekuatiran, masalah-masalah sosial dan politik dan lain sebagainya. Dengan menggunakan tiga bentuk khotbah baik topikal, tekstual maupun ekspositori sangat efektif dalam pemecahan masalah kehidupan umat Tuhan. Pengkhotbah yang posisinya sebagi gembala sidang tentu tahu dengan jelas tentang kondisi jemaatnya, sehingga dalam menyajikan khotbah tidaklah hanya menekankan salah satu isi khotbah. Jemaat akan merasa bosan dalam mendengar Firman Tuhan apabila isi khotbah dari Minggu ke Minggu hanya menekankan satu macam isi khotbah. Tanggung jawabyangsangatbesaradalahparapengkhotbahmengkhotbahkan Firman Tuhan sesuai dengan kebutuhan pendengar. Karea itu tematema khotbah secara berseri harus direncanakan sepanjang tahun demi pertumbuhan iman jemaat. Khotbah yang sifatnya praktis akan menyegarkan jemaat agar tidak mengalami “suam-suam kuku” melainkan tetap memiliki roh yang menyala-nyala untuk tetap setia dan mengasihi Tuhan. Pada abad ke-18 dan 19 kita kenal istilah “kebangunan rohani” hingga masa kini banyak gereja yang senang dengan khotbah kebangunan rohani (KKR= Kebaktian Kebangunan Rohani), menggabungkan semua tujuan khotbah yaitu, pertobatan, penghiburan, dan penyegaran iman. Kita perlu mengalami penyegaran iman karena pengaruh dari perkembangan zaman yaitu orang lebih tertarik kepada hal-hal duniawi. Akibatnya, orang Kristen zaman ini tidak memiliki pertumbuhan iman, karakter dan nilai hidup, sehingga mereka menyebut diri “Kristen”tetapi karakter, nilai hidup mereka tidak ada bedanya dengan orang-orang dunia yang berpusat pada manusia (antroposentris), materi (materialism), kesenangan (hendonisme), dll. Sudah saatnya orang Kristen zaman ini bertobat! pertobatan itu dimulai dari pertama-tama memiliki hati dan
12 Rahasia Sukses Memberitakan Firman pikiran yang ditundukkan di bawa Firman Tuhan (Alkitab) yang kesemuanya itu dikerjakan terlebih dahulu oleh Roh Kudus. Kita perlu kembali kepada nilai-nilai Kristiani yang bersumber dari Alkitab bukan nilai-nilai dunia ini. D. Kualifikasi Pengkhotbah Faktor penting yang selalu diingat bahwa, semua orang ingin untuk mendengar khotbah yang baik, yang penuh urapan. Karena itu pengkhotbah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara mental maupun secara spiritual. Khotbah yang baik adalah khotbah yang disampaikan berdasarkan kehidupan sang pengkhotbah itu sendiri, bukan saja karena sang pengkhotbah telah belajar metode khotbah dengan baik. Pengkhotbah harus memiliki integritas diri yang baik agar antara pemberitaan dan kesaksian/ pengalaman hidupnya tidak bertentangan. Misi penyelamatan Allah bagi dunia ini bukan selesai, karena itu Allah memanggil para pengkhotbah untuk berperan dalam penyampaian berita yang menyelamatkan. Ada begitu banyak orang akan menuju kebinasaan kekal, namun melalui suara para pengkhotbah Allah ingin menyelamatkan umat manusia, karena itu Pengkhotbah harus memenuhi beberapa kualifikasi berikut ini: 1. Telah Mengalami Kelahiran Kembali Kelahiran kembali sangat penting karena hanya orang yang lahir kembali yang masuk Kerajaan Allah dan dilayakan untuk mengkhotbahkan Kerajaan Allah; ia akan mengajak orang masuk Kerajaan Allah. Sekalipun pengkhotbah pandai seperti Nikodemus harus lahir baru. “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkn kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepadaNya: “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia kembali masuk dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus” “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3). Karena itu kelahiran baru adalah
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 13 syarat pertama dan terutama sebelum menjadi pengkhotbah. Berita yang di sampaikan adalah berita pertobatan: Sebagai pembawa berita pertobatan di tengah kesulitan hidup seperti Yohanes Pembaptis sebagai pengkhotbah yang tampil di padang gurun namun tetap dengan semangat yang menyala-nyala dengan tujuan yang mulia ia katakan bahwa dia hanyalah suara orang yang berseru-seru persiapkanlah jalan untuk Tuhan dengan tema “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat”. Karena berita yang disampaikan adalah berita pertobatan maka pengkhotbah sudah bertobat lebih dahulu. 2. Siap Diutus oleh Tuhan Menjadi pengkhotbah harus siap diutus kemanapun, kepada siapapun dan apapun situasinya. Nabi Yesaya dipanggil dan diutus oleh Tuhan dan akan dijadikan pengkhotbah untuk menyampaikan maksud Tuhan bagi umat Israel. Yesaya pada awalnya menolak untuk berkhotbah bagi umat Tuhan dengan alasan moral dan situasional namun setelah dijamah oleh Tuhan maka ia bersediah untuk diutus Tuhan. Yesaya siap untuk berkhotbah kepada bangsa Israel. “Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang akan pergi untuk aku?” maka sahutku: “ini aku, utuslah aku!” Kemudian Firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguhsungguh, tetapi mengerti jangan!. (Yes. 6:7-9). Pengkhotbah diutus seperti seorang gembala ditengah serigala, suaranya dikenal oleh domba-dombanya. Dalam Yohanes 10:4 mengatakan bahwa “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya”. 3. Telah Dibentuk oleh Tuhan Proses pembentukan karakter harus dimiliki seorang pengkhotbah agar layak dipakai Tuhan secara luar biasa. Sepanjang perjalanan hidup kita bersama Yuhan di dunia ini itulah proses
14 Rahasia Sukses Memberitakan Firman pembentukan yang terus terjadi. Ada kegagalan-kegagalan, ada keberhasilan, ada suka, ada duka, ada tantangan atau masalah ada jalan terbuka dan ada bermacam-macam situasi dan kondisi harus diterima sebagai bagian dari pembentukan hidup kita. Pengalaman pembentukan murid-murid bersama Kristus hanya berlangsung tiga setengahtahunnamunmenghasilkanpengkhotbahprofessional seperti Petrus. Ia tampil dengan urapan kuasa dan sekali tampil 3.000 orang bertobat. “Yesus berkata kepada mereka:“Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia (Mat. 4:19,20)”. 4. Memiliki Motivasi yang Benar Motivasi yang benar dalam melayani apalagi dalam berkhotbah sangat penting. Pada masa kini tidak jarang kita dengar bahwa para pelayan Tuhan melayani hanya dengan motivasi mendapatkan upah (amplop), banyak pengkhotbah mulai terkenal dengan khotbah-khotbahnya sehingga sepanjang tahun telah padat dengan jadwal untuk berkhotbah. Banyak gereja besar yang mampu membayar mahal lagi pengkhotbah tingkat Nasional atau Internationasional tidak mendapat perhatian lagi (undangan kepada pengkhotbah tersebut ditolak) dengan alasan bahwa jadwal telah penuh. Kristus adalah pengkhotbah professional namun ia tidak pernah menolak setiap undangan dari siapapun. Rasul Paulus dengan rendah hati mengatakan bahwa: “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati” (2 Kor. 5:14). Motivasi kasih harus dipertahankan tanpa melihat situasi atau kondisi apapun. Jiwa-jiwa perlu diselamatkan melalui pemberitaan Firman Tuhan yang di sampaikan oleh para pengkhotbah. 5. Hidup Dalam Kekudusan Allah Siapa pun yang telah belajar ilmu berkhotbah pasti telah menguasi berbagai teknik dalam penyusunan khotbah secara sistematis, namun itu tidak menjamin bahwa ia memiliki integritas
Aspek-aspek Penting Dalam Berkhotbah 15 diri yang baik sebagai seorang pengkhotbah. Ketulusan dan kejujuran hidup atau tindakan akan berbicara lebih kuat dari katakata seorang pengkhotbah. Rasul Paulus dalam mengarakan anak didik yaitu Timotius yang mudah agar menjaga keseimbangan antara realitas kehidupan sehari-hari dengan kehidupan mental spiritual harus seimbang. “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun hidup yang akan datang. Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Tetapi engkau hai manusia Allah,…….kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabarandan kelembutan”(1Tim.4:8,11; 6:6,11). 6. Memiliki Spiritualitas Rohani yang Tinggi Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilahTuhan (Rom. 12:11).Tetapi apabila aku berpikir: Aku tidak mau mengingat dia dan tidak mau mengucapkan Firman lagi demi nama-Nya, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahanya, tetapi aku tidak sanggup (Yer. 20:9). Pengkhotbah adalah seorang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan Roh Kudus “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. (Kis. 1:8). Berita yang disampaikan adalah berita yang membangkitkan semangat baru: Pengkhotbah sebagai seorang motivator/ pembangkit semangat. Paulus pun menasihati jemaat di Roma agar mereka tetap memiliki roh yang bernyala-nyala, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Rom.12:11). Jadi berkhotbah itu penting karena kita harus terus memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Spirit yang ada dalam para pengkhotbah harus terus dikobarkan. Dengan penuh semangat dan antusias yang tinggi Firman Tuhan harus terus memberitakan dalam segala situasi. Resiko apapun yang dihadapitetapitugas pemberitaan tidak pernah padam karena berita yang disampaikan adalah berita yang sangat
16 Rahasia Sukses Memberitakan Firman penting. Pengkhotbah harus memiliki Spirit rohani yang tinggi karena ia menjadi pemberita kebenaran seperti yang dikatakan oleh seorang pengkhotbah ternama, dari Inggris Charles Spurgeon: “Tidak ada suatu hal pun di dunia yang bisa menggantikan posisi penyampaian kebenaran dalam kekristenan”. Di antara berbagai jenis panggilan, penyampaian kebenaran merupakan panggilan yang termulia bahkan yang teragung. Sebagai seorang saksi yang tidak malu karena Injil: Paulus sebagai gembala senior menasihati Timotius sebagai gembala junior agar terus mengobarkan karunia Allah yang ada padanya. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah” (2 Tim. 2:6-8).
Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 17 K “janganlah engkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hatihati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya..... , (Yos. 1:8) BAB II Unsur-unsur Penting Dalam Khotbah hotbah tanpa struktur akan membuat pendengar merasa bosan dan tidak memahami kapan khotbah akan berakhir. Di zaman ini semua orang telah terbiasa dengan pola pikir sistematis yang dimulai sejak mengikuti pendidikan di sekolah dasar, karena itu khotbah harus disampaikan secara sistematis pula. Struktur khotbah dapat kita gambarkan seperti sebuah rumah yang dibangun dengan konstruksi, memiliki tiang-tiang utama, memiliki pintu utama/pintu masuk, memiliki jendela dan berbagai perlengkapan lainnya yang membuat rumah tersebut tampak kokoh dan indah
18 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Khotbah-khotbah yang membosankan adalah khotbahkhotbah yang disampaikan tanpa struktur. Sang pengkhotbah harus mengikuti struktur yang baku baik dalam menyusun sebuah khotbah maupun sebuah pidato. Pada umumnya hanya terdiri dari tiga bagian besar yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan adalah mempersiapkan pendengar, isi yaitu menyampaikan tujuan utama pembicaraan dan penutup adalah menyimpulkan semua yang telah dibicarakan dari awal sampai akhir. Contoh Struktur Khotbah Pembukaan/Pendahuluan • Sapaan, Salam • Awalilah dengan: Sebuah cerita atau ilustrasi singkat, uraian latar belakang teks atau konteks teks • Teks • Tema • Kalimat Tanya • Kalimat Kunci Isi khotbah/Tubuh khotbah • Pokok besar pertama Pokok kecil berisi penjelasan, pembuktian, penerapan • Pokok besar kedua Pokok kecil berisi penjelasan, pembuktian, penerapan • Pokok ketiga Pokok kecil berisi penjelasan, pembuktian, penerapan Penutup/Kesimpulan • Kesimpulan dapat berupa: Pengulangan pokok-pokok besar Beri ilustrasi singkat atau beri sebuah kutipan singkat.
Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 19 Setelah kita mengenal sebuah struktur dengan jelas maka selanjutnya penulis ingin menjelaskan secara rinci depan unsur penting dalam sebuah khotbah yang tidak boleh dilupakan jika ingin menyajikan sebuah khotbah yang berkesan bagi para pendengar. Sebuah khotbah yang lengkap harus memuat delapan unsur penting, agar dapat diterima dan menjadi jelas baik bagi para pendengar maupun bagi pengkhotbah. Kedelapan unsur yang dimaksudkan adalah: Pendahuluan, tema khotbah, teks khotbah, kalimat tanya, kalimat kunci, pokok besar dan pokok kecil, ilustrasi khotbah dan kesimpulan. A. Pendahuluan Khotbah Pendahualuan adalah proses dimana penghotbah berusaha mempersiapkan pikiran dan mendapatkan perhatian pendengar terhadap berita yang hendak disampaikannya. Agar pengkhotbah memulai khotbah dengan baik dan mendapat respon dari pendengar maka dianjurkan kepada semua pengkhotbah agar selalu mengawali khotbah dengan tenang dan santai. Jangan terburu-buru masuk pada pembahasan teks Alkitab. Berikut ini perlu dipahami terlebih dahulu apa ciri-ciri sebuah pendahuluan yang baik dan dari mana sumber untuk sebuah pendahuluan serta bagaimana memulainya: 1. Ciri-Ciri Sebuah Pendahuluan yang Baik. Pendahuluan yang baik harus mencerminkan tiga ciri berikut yaitu pendek, berhubungan dengan tema khotbah dan menarik perhatian pendengar a. Pendahuluan Harus Pendek Pengkhotbah dapat menggunakan maksimal hanya 10% dari waktu khotbah. Apabila khotbah disajikan dalam waktu 30 menit maka pendahuluan cukup tiga menit, karena itu pendahuluan hanya boleh memuat satu ide/pokok pikiran
20 Rahasia Sukses Memberitakan Firman saja. Pendahuluan yang baik akan menolong pengkhotbah dengan lancar memimpin pendengar masuk dalam seluruh kebenaran Firman Allah. b. Harus Berhubungan dengan Tema Pendahuluan adalah pintu masuk untuk menjelaskan tentang tema khotbah. Jangan mengawali khotbah dengan mengatakan: “tema hari ini adalah.....”. Sampaikan sebuah pendahuluan singkat, sebelum menucapkan tema khotbah. Pendahuluan harus ada kaitannya dengan tema khotbah. Sebagai contoh: Apabila tema khotbah “Rahasia sukses dalam rumah tangga”, maka pengkhotbah dapat memulai pendahuluannya dengan menceriterakan secara singkat sebuah kasus perceraian yang dilihat di televisi. c. Harus Menarik Perhatian Pendengar Pengkhotbah harus mampu menguasai dirinya sendiri dan situasi pendengar, karena itu pendahuluan harus dibahasakan dalam suasana tenang dan santai. Ingatlah bahwa setiap pendengar datang ke gereja dengan membawa berbagai pikiran dan perasaan yang berbeda-beda. Mereka memiliki persoalan yang berbeda-beda pula. Hati dan pikiran mereka mungkin masih terfokus pada persoalan-persoalan yang sedang dihadapi. Karena itu tugas sang pengkhotbah adalah menarik perhatian mereka ke arah khotbah yang akan disampaikan. 2. Sumber Pendahuluan Sebagai pengkhotbah tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan materi bagi pendahuluan khotbahnya. Dari mana sumber pendahuluan? a. Dari dalam teks khotbah atau konteks b. Dari pengalaman hidup sehari-hari c. Dari kejadian istimewa dalam hidup sehari-hari
Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 21 d. Dari berita-berita terkini. Berita-berita itu dapat dibaca di koran, majalah, tabloit, atau berita di radio dan televisi. e. Dari ilustrasi/lukisan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang diperoleh melalui panca indra kita. 3. Bagaimana Memulai Pendahuluan Pendahuluan yang baik akan menolong baik pengkhotbah maupun pendengar untuk memahami arah atau tujuan daritopik pembicaraan. Karena itu urutannya adalah sebagai berikut: a. Sapaan awal saat pengkhotbah berdiri di mimbar: Mulailah dengan sapaan dan salam yang ramah dengan rendah hati. Pada umumnya para pengkhotbah mengucapkan: “syalom dan dilanjutkan dengan yang terhormat...., yang terkasih. , dan lain sebagainya”. Buatlah topik/tema pembicaraan yang sesuai bagi pendengar dengan cara menghubungkan isi pembicaraan dengan kebutuhan mereka (bermanfaat bagi pendengar) dengan mengucapkan: “Syukur puji Tuhan karena kita dapat bertemu dalam keadaan sehat” atau “saya sangat bahagia kerena saya dapat bertemu dan berbicara pada kesempatan ini dengan bapak ibu sekalian. Atau “Pertama kali, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatanyangdiberikan”atau“Suatukehormatanbagisaya dapat menyampaikan atau “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan dan lain sebagainya. b. Sampaikan sebuah cerita/ilustrasi singkat sesuai dengan tema khotbah. c. Tema khotbah: Sampaikan tema tema khotbah misalnya “hidup yang diberkati Tuhan”. d. Teks khotbah: Bacalah teksnya. e. Kalimat tanya: Ucapkan kalimat tanya kepada tema misalnya apa rahasia hidup yang diberkati Tuhan”?
22 Rahasia Sukses Memberitakan Firman f. Kalimat kunci: Ucapkanlah kalimat kunci (kalkun) Anda sejelas mungkin, misalnya: “ Melalui teks kita menjelaskan tentang tiga rahasia yang harus dimiliki jika kita ingin diberkati Tuhan. g. Masuklah pada garis besar khotbah dan mulailah berkhotbah dengan tiga rahasia. Apabila pengkhotbah dengan berhasil menyajikan pendahuluan, maka ia juga akan berhasil dalam menjelaskan seluruh isi khotbahnya. B. Tema Khotbah Pergumulanpertama yangdihadapikebanyakanpengkhotbah yaitu berkaitan denga tema khotbah. Apabila temanya sudah jelas maka akan memudahkan sang pengkhotbah dalam mempersiapkan diri untuk mencari Ayat-Ayat Alkitab yang akan dijelaskan secara rinci pada garis besar sebuah khotbah. Sebaliknya apabila tema khotbah tidak jelas maka sang pengkhotbah akan mengalami kesulitan dalam menyajikan sebuah khotbah. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana cara menemukan tema? Bagaimana cara menumuskan tema? dan bagaimana menyoroti sebuah tema agar lebih jelas? Pertanyaan-pertanyaan ini akan kita jawab sebagai berikut: 1. Apa syarat meredaksikan sebuah tema khotbah yang baik Bagaimana merancang sebuah tema yang baik? Tema khotbah yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini: a. Tema khotbah harus diredaksikan berupa kalimat singkat, bukan kata b. Tema khotbah harus berhubungan dengan teks khotbah c. Tema khotbah harus dapat dipertanggung jawabkan secara teologis
Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 23 d. Tema khotbah harus menarik, memiliki keterkaitan dengan pendengar e. Tema khotbah harus sesuai dengan martabat mimbar f. Tema khotbah dapat berupa penegasan, pertanyaan atau seruan g. Tema khotbah dapat berupa kutipan Ayat singkat 2. Cara mudah menemukan tema khotbah a. Ditentukan oleh pihak pengundang: Tema dapat disediakan oleh pihak pengundang (Gereja, yayasan, persekutuan dan lain sebagainya). b. Ditentukan sendiri oleh pengkhotbah: Apabila tema ditentukan sendiri oleh pengkhotbah maka tugas pengkhotbah adalah berupaya untuk menentukan tema yang baik. Bagaimana seorang pengkhotbah menemukan tema khotbah? Ada begitu banyak sumber ide untuk memperoleh tema/topik khotbah, baik dari dalam Alkitab maupun dari luar Alkitab. c. Tema-tema khotbah yang baik yang Alkitabiah dapat diperoleh dari seluruh teks khotbah dengan menggunakan empat pertanyaan berikut ini terhadap teks pilihannya: 1) Pertanyaan berkaitan dengan diri sendiri: Apakah ada yang berguna di sini bagi jiwaku sendiri? Lihatlah teks dari segi praktisnya dengan mengingat kebutuhan sang pengkhotbah sendiri. Apakah ada peringatan? Apakah ada dorongan? Apakah ada nasihat? Apakah ada janji-janji Allah bagi hidup ini? 2) Pertanyaan berkaitan dengan Kristus: Apakah ada sesuatu mengenai Kristus? Apakah yang dapat Anda pelajari mengenai Dia? (Apa yang Anda pahami dari teks tentang kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan sampai kedatangan Kristus). Apakah ada teladan yang harus kami turuti?
24 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 3) Pertanyaan berkaitan dengan pengajaran yang bersifat doktrin atau teologia: Apakah ada kesempurnaan yang digambarkan? Apakah ada sesuatu pesan yang bersifat Injili? Apakah yang diajarkan tentang dosa? Kerusakan tabiat manusia? Jalan keselamatan? Berkat-berkat orang yang ditebus? Tanggung jawab manusia, pembenaran, pengudusan, perdamaian, Surga, Neraka, dunia akirat, dan sebagainya? 4) Pertanyaan berkaitan dengan Allah: Anugerah Allah? Apakah ada sesuatu mengenai kedaulatan Allah, sifat-sifat Allah, kemahakuasaan Allah, rencana-rencana Allah dan lain sebagainya Jadi tugas yang sangat penting bagi sang pengkhotbah adalah menyiapkan dan menjelaskan tema. Tema yang sudah dipersiapkan harus diperjelas sedangkan tema yang belum ada harus ditemukan untuk diperjelas kepada pendengar 3. Contoh menemukan dan meredaksikan sebuah tema khotbah Tema dapat dihasilkan dengan cara menyoroti berbagai aspek dalam hidup kekristenan: a. Masalah etika/moral. Contoh:“Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik”. b. Perngajaran /doktrin. Contoh:“Yesus Kristus tidak berubah” c. Panggilan Contoh:“Dipanggil untuk melayani” d. Kepemimpinan, Contoh:“Jadilah pemimpin yang berjiwa besar” e. Pelayanan Contoh:“Layanilah dengan roh yang menyala-nyala” f. Kehidupan rohani Contoh: “Bertumbuh dalam iman yang benar”
Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 25 g. Rahasia sukses. Contoh: “Menjadi kaya dalam Kristus” h. Kehidupan keluarga. Contoh: “ Menjadi ayah idaman” i. Kebutuhan hidup. Contoh: “Jangan kuatir tentang hidup” C. Teks Khotbah Para pengkhotbah diperhadapkan pada pilihan pada saat mempersiapkan sebuah khotbah Alkitabiah. Sang pengkhotbah dituntut untuk mengadakan penyelidikan terhadap teks dengan lebih saksama baik untuk bentuk khotbah topical, tekstual maupun ekspositori. Pengkhotbah harus mengadakan penyelidikan secara cermat terhadap teks khotbah agar tidak menimbulkan penafsiran yang salah. Selain berdoa meminta pimpinan Roh Kudus sang pengkhotbah harus berada di meja persiapan dan meminta hikmat Tuhan dengan cara belajar memahami Teks khotbah. Jangan berspekulasi bahwa saatnya Roh Kudus langsung memimpin melalui pikiran pengkhotbah pada saat berkhotbah sehingga memandang persiapan tidak begitu penting. Para pemberita Firman adalah orang-orang yang banyak belajar untuk menguasai Alkitab khususnya yang berkaitan dengan teks khotbahnya. Karena itu penyelidikan yang dibutuhkan harus meliputi: Latar belakang teks, konteks teks, informasi dari dalam dan luar teks. 1. Peyelidikan Latar Belakang Teks. Penyelidikan ini dibutuhkan untuk memperoleh gambaran secara rinci dengan tujuan agar pengkhotbah akan lebih leluasa dalam memberi penjelasan dalam khotbah yang akan disampaikan. Disamping itu agar pengkhotbah tidak salah menafsirkan teks khotbahnya. Maka penyelidikan yang baik harus meliputi beberapa aspek berikut ini:
26 Rahasia Sukses Memberitakan Firman a. Pembicara/penulis: Siapa yang mengatakan atau menulis teks itu? Bagaimana riwAyat hidupnya? Umurnya? Kelakuannya? Bagaimana kerohaniannya? b. Pendengar/pembaca: Siapa pendengar atau pembacanya? Bagaimana kedudukannya? Bagaimana keadaan rohani si pendengar atau pembaca? Apakah sesuatu mengenai dia yang patut diperhatikan? Apakah hubungan antara pendengar/ pembaca dengan pembicara/penulis? c. Tempatnya: Dimanakah teks ini ditulis/dikatakan? Apakah ada arti istimewa berhubungan dengan tempat? d. Waktunya: Kapan ini ditulis atau diucapkan? Apakah arti waktu itu berhubungan dengan kejadian-kejadian lain? e. Apakah kejadian-kejadian yang menyebabkan teks ini ditulis? f. Apa tujuan penulis atau pembicara? g. Apakah pokok/tema teks ini? h. Bagaimana suasana sejarah pada waktu itu? i. Bagaimana bentuk kesusastraan teks itu? 2. Menggali Informasi dari Dalam Teks Untuk mendapatkan informasi dari dalam teks maka kita dapat mengunakan lima buku berikut ini: a. Gunakan kamus Alkitab: Kamus akan menolong pengkhotbah mengerti arti dari kata-kata penting dalam Alkitab. b. Gunakan konkordasi Alkitab: Konkordansi akan menolong pengkhotbah mendapatkan dukungan Ayat-Ayat untuk sebuah topik yang akan dikhotbahkan. c. Gunakan terjemahan Alkitab: Dengan mengunakan beberapa terjemahan maka pengkhotbah lebih memahami maksud dari teks khotbah. d. Gunakan tafsiran Alkitab: Tafsifan memberi keterangan yang luas untuk setiap bagian yang sulit dari teks khotbah.