The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SALMON PAH, 2024-02-23 02:36:17

RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN INJIL

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 27 3. Mencatat Informasi dari Konteks Konteks teks adalah Ayat/pasal sebelum atau sesudah teks khotbah. Ada banyak informasi yang dapat diperoleh sehingga memudahkan pengkhotbah menafsirkan dan menjelaskan kepada pendengar. 4. Mengumpulkan Iformasi dari Luar Teks Dari berbagai buku bacaan atau kitab-kitab lain dalam Alkitab seorang pengkhotbah akan lebih memahami teks yang akan dikhotbahkan. 5. Menentukan Informasi dari Bentuk Teks Dari perjanjian lama sampai perjanjian baru teks Alkitab ditulis dalam berbagai bentuk, ada yang dalam bentuk kitab, puisi, syair, surat atau nubuatan. D. Kalimat Tanya Tugas penting bagi setiap pengkhotbah setelah mendapatkan tema adalah menjelaskan tema sejelas-jelasnya kepada pendengar. Tetapi dalam kenyataannya banyak pengkhotbah merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menjelaskan tema secara sistematis dan terarah akibatnya banyak pengkhotbah hanya berputar-putar seperti sebuah pesawat yang tidak jelas arah dan juga sulit untuk mendarat. Penulis akan menawarkan satu cara jitu untuk menjelaskan tema khotbah yaitu dengan kalimat tanya. Apakah kalimat tanya itu? Kalimat tanya adalah sebuah kalimat yang singkat, yang memuat satu kata tanya. Bagaimana dengan penggunaan kata tanya? Pengkhotbah hanya dengan melontarkan tema dengan satu kalimat tanya, maka akan ada jawaban untuk membentuk pokok besar khotbah. Karena itu dalam kalimat tanya harus ada satu kata tanya.


28 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Selain “kata tanya pengkhotbah dapat menambah satu “kata kunci” sehingga akan menjadi sebuah kalimat yang lebih terfokus kearah mana tema akan dijelaskan. Ikuti pembahasan kata tanya dan kata kunci di bawah ini: 1. Kata Tanya Kata-kata tanya yang kita kenal adalah: Apa, mengapa, dimana, kapan/bilamana, siapa dan bagaimana. Dalam kalimat tanya yang digunakan pengkhotbah yang akan ditujukan ke tema khotbah hanya boleh digunakan satu kata tanya saja. Bagaimana penggunaan kata tanya dalam kalimat tanya dan hubungannya dengan tema? Perhatikan contoh-contoh di bawah ini: a. What = APA. • Tema: Menghindari dosa yang mendatangkan maut Kalimat tanya: Apa artinya dosa yang mendatangkan maut? • Tema: Manfaat hidup dalam Kristus Kalimat tanya: Apa manfaat hidup dalam Kristus? • Tema: Kematian kekal bagi yang tidak percaya Kalimat tanya: Apa yang dimaksud dengan kematian yang kekal? • Tema: Selalu tampil beda Kalimat tanya: Apa yang membedakan orang percaya dan yang tidak percaya? • Tema: Dipenuhi berkat Allah Kalimat tanya: Apa syarat yang harus dipenuhi untuk menerima berkat Allah? • Tema: Damai sejahtera Allah Kalimat tanya: Apa sebabnya kita gagal mempertahankan damai sejahtera, dst ...) b. Why = Mengapa • Tema: Pertobatan yang benar Kalimat tanya: Mengapa kita harus hidup dalam pertobatan yag benar?


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 29 • Tema: Jangan kuatir Kalimattanya: Mengapa tidak boleh hidup dalam kekuatiran? • Tema: Indahnya tinggal dalam Kristus Kalimat tanya: Mengapa kita harus tetap tinggal dalam Kristus? c. Where = Dimana • Tema: Perjumpaan dengan Tuhan Kalimat tanya: Dimana kita dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan? • Tema: Rahasia hadapi masalah hidup Kalimattanya:Dimanakah kita dapatkanjawaban atas masalah hidup kita? • Tema: Kegagalan hidup anak Tuhan Kalimat tanya: Dimanakah letak kegagalan hidup anak Tuhan? d. When = Kapan, Bilamana • Tema: Mengalami perubahan hidup Kalimat tanya: Kapan terjadi perubahan dalam kehidupan kita? • Tema: Keajaiban jawaban doa Kalimat tanya: Bilamana doa kita dijawab? • Tema: Hidup yang diberkati Kalimat tanya: Kapan hidup kita diberkati? e. Who = Siapa • Tema: Orang yang berbahagia Kalimat tanya: Siapakah yang disebut orang yang berbahagia? • Tema: Kesaelamatan yang kekal Kalimat tanya: Siapakah yang perlu diselamatkan? • Tema: Hidup layak bagi Allah Kalimat tanya: Siapa yang tidak layak dihadapan Tuhan • Tema: Kasih Allah yang ajaib Kalimat tanya: Kepada siapakah kasih Allah dinyatakan?


30 Rahasia Sukses Memberitakan Firman • Tema: Hidup dalam berkat-berkat Allah Kalimat tanya: Kepada siapakah berkat-berkat Tuhan dicurahkan f. How = Bagaimana • Tema: Curahan berkat Allah yang melimpah Kalimat tanya: Bagaimana caranya menerima berkat-berkat Tuhan? • Tema: Pengampunan mendatangkan kelegaan Kalimat tanya: Bagaimana melepaskan pengampunan? • Tema: Hidup dalam damai sejahtera Kalimat tanya: Bagaimana mempertahankan damai? • Tema: Menjadi hamba Tuhan yang sejati Kalimat tanya: Bagaimana menjadi hamba Tuhan yang sejati 2. Kata Kunci Kata kunci memegang peranan penting dalam sebuah khotbah. Apabila sang pengkhotbah menggunakan kata kunci yang cocok dengan pokok-pokok besar, maka ia akan mudah mengarahkan khotbahnya, tidak berputar-putar tanpa arah. Kata kunci menyatakan arah agar mencapai tujuan sesuai tema khotbah. a. Pengertian Kata Kunci Pengkhotbah harus memiliki pemahanan yang jelas tentang kata kunci. Kata kunci akan menjembatani antara tema dan pokokpokok besar. Apakah kata kunci itu? Kata kunci adalah sebuah kata benda jamak yang tidak terlalu luas artinya yang ditempatkan setelah kata tanya dan cocok dengan pokok-pokok besar khotbah. Misalnya kata: Tingkat, pendorong, fase, suara, fakta, cara, alasan dan lain sebagainya. Kata kata ini masih dalam bentuk tunggal, kita harus jadikan bentuk jamak, dengan cara sebagai berikut: Dua tingkat, lima alasan, tiga cara, dua manfaat, dua pendorong, empat fakta dan lain sebagainya. Jangan menggunakan kata “hal” atau “point” sebagai kata kunci karena pengertiannya sangat luas.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 31 b. Contoh Kata Kunci Berikut ini penulis menawarkan contoh kata-kata kunci yang sudah dalam bentuk jamak yang dapat digunakan oleh pengkhotbah pada waktu berkhotbah: • Lima tingkat yang harus dicapai • Dua pendorong yang harus dimiliki. • Lima tiang yang harus menopang • Dua ikatan yang harus dilepaskan • Janji-janji yang harus dipegang • Dua pedoman yang harus ditaati • Dua usulan yang harus diterima • Dua Kebenaran yang harus dipahami • Lima proses yang harus diikuti • Beberapa fase yang harus terjadi • Tiga suara yang harus didengar • Dua ganjaran yang harus diterima • Dua masalah yang harus dihindari • Beberapa halangan yang perlu diwaspadai • Beberapa maksud yang harus diterima • Dua segi yang harus diperhatikan • Empat hadiah yang harus diterima • Lima metode yang harus Diterapkan • Dua undangan yang harus dipenuhi • Lima kenyataan yang harus diterima • Tiga kejadian yang harus diingat • Dua dasar yang harus dibangun • Dua pengertian yang harus dimiliki • Tiga keputusan yang harus diambil • Dua kesadaran yang harus disadari • Beberapa sebab yang harus dipahami • Lima dosa yang harus dihindari • Tiga keuntungan yang harus diambil • Beberapa rancangan yang harus dipahami


32 Rahasia Sukses Memberitakan Firman • Empat faktor penyebab yang harus dihindari • Lima cara yang harus diikuti • Dua peringatan yang harus diwaspadai • Beberapa syarat yang harus dipenuhi • Dua hasil yang harus diperoleh • Dua nasihat yang harus diterima • Tiga sikap yang harus diambil • Dua nubuatan yang harus diterima • Dua tangga yang harus diikuti • Beberapa ibadat yang harus ndiperhatikan • Dua pencobaan yang harus dihindari • Tiga teguran yang harus diterima • Tiga jaminan yang harus dipegang • Dua konsekwensi yang harus diterima • Dua permohonan yang harus dinaikan • Dua kesempatan yang harus diambil • Lima pertanyaan yang harus dijawab Cacatan Penting: 1. Kata yang tercetak tebal adalah kata kunci dalam bentuk Jamak. 2. Setelah kata kunci lanjutkan dengan desakan kepada pendengar agar mau bertindak yaitu dengan menambah satu kata kerja. “yang harus diterima”. 3. Satu kata kunci hanya boleh digunakan untuk satu khotbah c. Bagaimana Cara Penggunaan Kata Kunci? Sebagai pengkhotbah harus memiliki kunci rahasia dalam penyampaian khotbahnya. Kunci rahasia itu adalah kata kuncinya. Ikuti beberapa langkah berikut ini: 1. Tempatkan kata kunci setelah kata tanya. Contoh: Apabila kita gunakan kata tanya apa maka kita dapat memilih kata kunci manfaat sehingga kalimat tanya dapat


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 33 dibuat maka menjadi: apa manfaat................ Tetapi kalimat ini belum lengkap, maka harus diteruskan dengan tema khotbah. Apabila tema khotbah kita adalah : Hidup dalam kasih Kristus, maka kalimat tanya akan menjadi: Apa manfaat hidup dalam kasih Kristus. 2. Ubah kata kunci dalam bentuk jamak. Untuk dapat mengkhotbahkan tema dalam beberapa sub pokok maka kata kunci harus dibuat berbentuk jamak. Apabila kata kunci “fakta” (tunggal) diubah menjadi “beberapa fakta” (jamak) maka akan menolong pengkhotbah dengan mudah menguraikan tema khotbahnya menjadi beberapa pokok besar yaitu beberapa fakta. 3. Contoh penggunaan kata kunci Tema : Pertobatan mendatangkan berkat Kata tanya: Apa? Kata kunci: Beberapa rahasia Kalimat tanya: Apa rahasia pertobatan yang mendatangkan berkat? Pengkhotbah dapat menjelaskan lima rahasia dari pertobatan yang mendatangkan berkat, maka pokok-pokok besar khotbah ada lima rahasia Rahasia pertama…………………………………………… Rahasia kedua……………………………………………… Rahasia ketiga………………………………………………. Rahasia keempat…………………………………………… Rahasia kelima……………………………………………… Apabila kalimat tanya: Apa syarat yang harus dipenuhi agar pertobatan mendatangkan berkat? Maka pengkhotbah dapat menjelaskan tiga syarat yang harus dipenuhi agar pertobatan mendatangkan berkat? Sehingga pokok-pokok besar khotbah tiga syarat antara lain:


34 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Syarat pertama ……………………………………………… Syarat kedua ………………………………………………… Syarat ketiga………………………………………………… Perhatikan dua contoh diatas bahwa hanya dengan satu kata tanya yang ditujukan kepada tema sudah menghasilkan pokok besar khotbah yang baik. Tema di atas dapat dilanjutkan dengan kata tanya yang lain misalnya: • Mengapa? Mengapa kita harus bertobat agar mendatangkan berkat? • Bagaimana? Bagaimana caranya mewujudkan pertobatan yang mendatangkan berkat? dan seterusnya dengan menggunakan kata tanya yang lain. Sebagai seorang pengkhotbah harus mampu menggunakan kata tanya untuk membuka pintu masuk kearah mana ia harus berkhotbah. Perhatikan beberapa petunjuk berikut ini: • Dengan penggunaan kata tanya yang dilengkapi kalimat tanya maka pengkhotbah sudah tahu ke arah mana khotbahnya • Dengan menggunakan satu kata tanya yang dikaitkan dengan sepuluh kata kunci dapat membentuk sepuluh khotbah dari satu tema saja. • Dengan tema yang sama bila pengkhotbah menggunakan lima kata tanya yang berbeda maka akan menghasilkan lima kerangka khotbah yang berbeda. Jadi pengkhotbah hanya perlu meminta pimpinan Roh Kudus, agar ia tahu kearah mana ia harus memimpin pendengar memahami Firman Tuhan. Dengan banyak berdoa sang pengkhotbah bertanya kepada Tuhan, apa isi hati Tuhan yang harus disampaikan kepada pendengar.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 35 E. Kalimat Kunci (Kalkun) Setelah kata tanya ditentukan dengan tepat dan meredaksi kalimat tanya yang ditujukan kepada tema khotbah, maka kini saatnya kita harus mampu membuat kalimat kunci. 1. Definisi Kalkun Apakah kalimat kunci itu? Kalimat kunci adalah khotbah disingkatkan menjadi sebuah kalimat! Kalimat kunci adalah kalimat pernyataan yang di dalamnya memuat: Tema dan sumber khotbah, memuat satu kata kunci, menuntut keputusan pendengar, menggunakan kata-kata yang berbobot singkat, jelas bagi pengkhotbah dan pendengar. 2. Ciri-ciri kalkun yang baik Sebelum kalimat kunci diucapkan, harus diredaksikan terlebih dahulu dengan memuat beberapa ciri berikut ini: a. Menyatakan tujuan/tema khotbah: Tema biasanya ditempatkan dibagian akhir kalimat kunci. b. Merupakan kalimat pendek: Kalimat kunci merupakan kalimat singkat maksimun 17 kata dan minimum 11 kata yang merangkum keseluruhan isi khotbah. c. Jelas bagi pengkhotbah dan pendengar: Harus mudah dipahami/dihafal oleh pengkhotbah dan pendengar. d. Mengandung semua angan-angan, pikiran khotbah: Keseluruhan khotbah terangkum dalam kalimat singkat ini. e. Menuntut keputusan dari pendengar dengan mencantumkan sebuah kata kerja mis. “yang harus dilaksanakan”. f. Memuat kata-kata yang berbobot: Setiap kata dalam kalimat kunci harus diseleksi agar mempunyai arti. g. Menyatakan sumber khotbah: Sumber dapat menyebut nama kitab, sumber bacaan atau menyebut nama tokoh yang ada dalam teks yang akan dikhotbahkan.


36 Rahasia Sukses Memberitakan Firman h. Memuat sebuah kata kunci: kata yang sangat penting yang menentukan arah khotbah. 3. Contoh-contohKalkun Dalam menyusun kalimat kunci sebaiknya harus ada variasi yaitu tidak terikat dengan satu format saja, khususnya bagi para pengkhotbah tetap di sebuah gereja lokal, dengan tujuan agar pendengar tidak bosan dalam mendengarkan khotbah. Perhatikan bebarapa contoh kalkun yang diawali dengan tema dan kalimat tanya di bawah ini: Contoh 1 Tema khotbah : Pandanglah masa depan dengan penuh harapan Teks : Kejadian 28:20-22 Kalimat tanya : Bagaimana caranya agar kita dapat memandang masa depan yang penuh harapan? Kalimat kunci : Dengan menerapkan tiga nazar Yakub dalam teks ini maka kita pun akan memandang masa depan dengan penuh harapan. Contoh 2 Tema khotbah : Kemenangan rohani Teks : Efesus 6: 10-20 Kalimat tanya : Apakah kita rindu mengalami kemenangan rohani? Kalimat kunci : Paulus memperkenalkan beberapa senjata Allah yang harus digunakan jika ingin mengalami kemenangan rohani. Contoh 3 Tema khotbah : Kasih Allah tiada bandingnya Teks : Yohanes 3:16 Kalimat tanya : Mengapa dikatakan bahwa kasih Allah adalah kasih yang tiada bandingnya? Kalimat kunci : Yoh 3:16 tersingkaplah tiga keunggulan kasih yang harus kita diterima bahwa kasih Allah adalah kasih yang tiada bandingnya.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 37 Contoh 4 Tema khotbah : Menang atas kekuatiran Teks : Mat. 6:25-34 Kalimat tanya : Rindukah kita mengalami kemenangan atas kekuatiran dalam hidup ini? Kalimat Kunci : Jawab Yesus memuat empat kebenaran yang harus diyakini jika ingin luput dari kekuatiran hidup Contoh 5 Tema khotbah : Jaminan keselamatan yang kekal Teks : Kis. 2:14-40. Kalimat tanya : Bagaimana caranya memperoleh kepastian keselamatan? Kalimat kunci : Teks kita mengandung lima keunggulan Yesus Kristus yang menjamin kepastian keselamatan yang kekal Contoh 6 Tema khotbah : Hidup yang berkenan kepada Allah Teks : Rom. 12:1-2. Kalimat Tanya : Bagaimanakah caranya agar hidup kita berkenan kepada Allah? Kalkun : Rom. 12:1-2 Menekankan tentang dua tindakan yang harus diambil, jika kita ingin hidup berkenan pada Allah. Contoh 7 Tema khotbah : Menang dalam pergumulan hidup Teks : Luk. 22:39.46 Kalimat tanya : Bagaimana caranya agar dapat menang atas pengumulan hidup? Kalkun : Dengan menerapkan tiga cara Tuhan Yesus saat berdoa, kita pun akan menang dalam menyikapi pergumulan hidup. Contoh 8 Tema Khotbah : Menang menghadapi hadapi cobaan Teks : Mat. 4:1-11


38 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Kalimat Tanya : Bagaimana caranya agar dapat menang atas setiap cobaan? Kalkun :Teks ini memberikan empat cara yang harus ketika ditempuh, agar hidup kita selalu menang menghadapi godaan. Contoh 9 Tema khotbah : Sukses dalam Tuhan Teks : Mazmur 1:1-6. Kalimat tanya : Bagaimana caranya agar kita dapat meraih kesuksesan dalam Tuhan? Kalkun : Agar kita meraih sukses dalam Tuhan, terapkanlah lima jurus sukses yang diajarkan Mazmur 1:1-6. Contoh 10 Tema khotbah : Mengalami mujizat Allah Teks : Mark. 10:46-52 Kalimat tanya : Apa rahasia mengalami mujizat Allah dalam hidup ini? Kalkun : Mujizat Allah selalu terjadi bila kita mau menerapkan tiga cara Bartolomeus berikut ini. Catatan Penting: • Kata-kata kunci yang terdapat dalam kalkun di atas yaitu katakata yang digaris bawahi. • Pengkhotbah harus menggunakan kata kunci, karena kata kunci memainkan peranan penting selama khotbah berlangsung. • Kata kunci harus selalu diucapkan setiap memulai pokok besar yang baru. Bahkan kata kunci juga akan diucapkan lagi pada bagian kesimpulan khotbah. Dengan kata lain bahwa kata kunci akan selalu diucapkan sejak awal sampai akhir khotbah.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 39 F.Pokok-Pokok Khotbah Setelah pengkhotbah memulai pendahuluan dengan berhasil maka tugas pengkhotbah adalah menguraikan tema menjadi pokokpokok besar dan pokok-pokok kecil agar pendengar memahami dan menerima tema dengan baik. Jadi, bagaimana caranya membuat pokok-pokok besar dan pokok-pokok kecil dalam sebuah khotbah? Isi khotbah sangat penting memuat pokok-pokok besar sebagai uraian dari tema, minimal dua, maksimal lima. Ingat bahwa setiap pokok besar khotbah harus didukung dengan pokok kecil yang memuat penjelasan, pembuktian dan penerapan. 1. Pokok-pokok besar Pokok besar adalah kalimat pernyataan kebenaran yang akan dijelaskan secara rind kepada pendengar khotbah. Karena pokok besar merupakan isi dari keseluruhan khotbah dan hasil dari kalimat Tanya, maka popok-pokok besar harus memenuhi beberapa prinsip berikut: • Pakok-pokok besar harus diredaksikan dalam bentuk kalimat singkat dan bukan kata: Kalimat berarti minimal harus ada subyek predikat dan obyek. Kalimat agar lebih jelas baik bagi pengkhotbah maupun bagi pendengar. • Pokok-pokok besar merupakan penjabaran dari tema khotbah: peranan kalimat tanya dan kata kunci akan mengarahkan pengkhotbah untuk menjabarkan tema sejelas-jelasnya. • Pokok-pokok besar maksimum lima, minimum dua: Setiap pokok perlu penjelasan, pembuktian dan penerapan. Mengingat waktu khotbah mimbar zaman ini rata-rata 30 menit, maka setiap pokok cukup dengan 5 menit untuk lima pokok. Apabila pokok besar hanya satu, itu disebut renungan singkat bukan khotbah. Kalau lebih dari lima maka khotbah akan menjadi sangat panjang.


40 Rahasia Sukses Memberitakan Firman • Pokok-pokok besar harus disusun berdasarkan logika berpikir teks atau iman Kristen: Untuk merumuskan pokok besar berdasarkan konteks dan teks pilihan, agar tidak bertentangan dengan iman Kristen. Misalnya, langkah-pertobatan yang benar harus dimulai dari penyesalan sebelum pengakuan dan pemulihan. Yesus menderita aniaya, baru disalibkan, mati dan dibangkitkan, bukan sebaliknya. • Pokok-pokok besar harus disusun sejajar agar mudah diingat: Sedapat mungkin, dibuat kalimat singkat dan sama panjang. • Pokok-pokok besar harus memuat satu gagasan (ide) saja: Hindari kata “dan”, karena kata “dan” selalu menjembatani dua konsep yang berbeda. • Selain tema khotbah, pokok-pokok besar khotbah perlu diuji dengan tiga pertanyaan diagnosis guna memastikan kebenaran kebenaran yang akan dikhotbahkan. Pertama, apakah pokokpokok ini benar secara teologis? (tafsiran yang benar menurut iman Kristen dengan dukungan Ayat Firman Tuhan). Kedua, apakah pokok-pokok ini telah mengubah hidup saya? (Agar dalam penyampaian Firman Tuhan pengkhotbah tampil dengan penuh keyakinan akan kebenaran). Ketiga, apakah pokokpokok ini akan mengubah para pendengar? (Pendegar harus memperoleh berkat Firman, itulah tujuan khotbah). 2. Pokok-pokokKecil Karena pokok-pokok besar khotbah merupakan penjelasan dari tema khotbah secara rinci maka, pokok besar harus ditopang dengan pokok-pokok kecil. Pembagian pokok kecil hanya untuk memperjelas pokok besar yang dimaksud dan jangan memunculkan ide baru yang sejajar dengan pokok besar. Pengkhotbah dapat menggunakan pendekatan P-3 (penjelasan, pembuktian, penerapan) untuk mewujudkan pokokpokok kecil. Para ahli psikologi menjelaskan bahwa setiap orang dipengaruhi oleh tiga aspek dalam hidupnya yaitu: aspek pikiran,


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 41 aspek perasaan dan aspek kemauan/kehendak. Karena itu setiap pengkhotbah dapat menggunakan tiga pendekatan tersebut diatas untuk mempengaruhi setiap pendengar. Penjelasan, bertujuan untuk meyakinkan pikiran, pembuktian, bertujuan untuk menyentuh aspek perasaan dan penerapan bertujuan untuk mendorong kemauan atau kehendak pendengar. Melalui tiga pendekatan tersebut maka khotbah akan menjadi menarik dan mudah diterima. Pengkhotbah harus memiliki keyakinan yang kuat tentang kebenaran yang dikhotbahkan, jangan ragu-ragu. Keyakinan yang kuat akan nampak dari ekspresi wajah dan nada suara sang pengkhotbah. Salah satu pengaruh psikologis yang kuat bagi para pendengar agar mau menerima seluruh penyelasan, pembuktian dan kebenaran. a. Penjelasan Penjelasan dibutuhkan untuk meyakinkan pendengar secara intelektual. Tugas pengkhotbah adalah oleh pimpinan Roh Kudus ingin menggusur semua konsep/gagasan yang tidak benar dan mau menanamkan konsep/gagasan yang benar dalam otak sadar pendengar. Ini adalah senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan oleh semua pembicara, yaitu cara sugesti (meyakinkan secara intelektual). Beberapa pengkhotbah berusaha menyampaikan dengan nada suara keras dan wajah yang meyakinkan bahkan ada yang meminta respos pendengar dengan mengatakan “ada amin sudarasaudara. !” Melalui penjelasan sejelas-jelasnya para pendengar akan mudah memahami dan menerima Firman Tuhan yang dikhotbahkan. Setiap pokok perlu dijelaskan berdasarkan dasar pemahaman yang benar (punya landasan teologis) agar suara Tuhan harus jelas pesannya (bahasa yang mudah diterima) kepada para pendengar dan dapat dipahami dan diterima secara akal sehat. Pergumulan penting yaitu harus dapat diterima secara logika tetapi juga dengan iman.


42 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Pokok-pokok besar merupakan penjelasan dari kata kunci yang digunakan dalam kalimat kunci. Jangan menjelaskan hal-hal yang bersifat abstrak dan terlalu umum, orang kurang tertarik, apalagi setiap Minggu pendengar telah mendengar khotbah yang hampir sama. Mereka akan menjadi bosan. Ingat mereka datang dan ingin mendengar suara Tuhan yang berhubungan dengan masalah mereka, bukan mengikuti perkuliahan teologis. Isi khotbah disampaikan dengan penalaran yang baik (logis) agar dipahami pendengar. Pengkhotbah dapat menyampaikan penjelasan dengan cara: 1) Menyampaikan berbagai argumentasi dari teks atau konteks 2) Menyampaikan hasil penyelidikan terhadap teks khotbah 3) Menjelaskan sebab-sebab suatu masalah dan apa akibatnya. 4) Menggunakan analogi yaitu dengan cara menyakinkan pendapat dengan membandingkan dua hal yang mirip agar orang mudah memahami suatu penjelasan. 5) Mempertentangkan dua hal yang berbeda untuk memperjelas pokok yang sedang dibahas b. Pembuktian Pengkhotbah menggunakan pembuktian untuk menggerakkan perasaan pendengar. Bagaimana cara pengkhotbah menggunakan pembuktian? Pembuktian bukan lagi ulasan-ulasan teologis. Setiap pokok selain penjelasan untuk meyakinkan pendengar secara intelektual. Bagaimana cara pengkhotbah memberi pembuktian? Agar pembuktian menjadi efektif maka pengkhotbah perlu memahami situasi pendengar (situasi masa kini) sehingga dapat menggunakan berbagai pembuktian yang mudah dipahami pendengar dan menggugah hati mereka.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 43 Pembuktian untuk menggerakkan perasaan pendengar melalui: 1) Contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari hari 2) Fakta-fakta dilingkungan sekitar berkaitan dengan prinsip hidup, masalah moral dan kemerosotan iman atau pertumbuhan iman 3) Ilustrasi-ilustrasi yaitu berbagai gambaran kehidupan nyata 4) Pengalaman hidup atau kesaksian pribadi, dapat menjadi alat yang efektif dalam pembuktian. 5) Dengan menggunakan perbandingan. Pengkhotbah juga dapat menggunakan perbandingan jumlah angka-angka yang ditemukan 6) Dengan mengutip nama-nama orang yang telah diberkati dengan prinsip-prinsip yang telah dikhotbahkan. c. Penerapan Penerapan untuk mendorong pendengar untuk melakukanFirmanTuhan. Setiappokok harusdapat dikaitkan dengan situasi pendengar agar Firman Tuhan relevan untuk masa kini. Kalau Firman Tuhan berupa nasihat atau teguran maka pendengar harus segera bertobat. Bagaimana cara pengkhotbah membuat penerapan setelah memberi penjelasan dan pembuktian? 1). Berilah ajakan: Pengkhotbah harus menjelaskan apa yang harus diperbuat seseorang setelah mendengarkan khotbah. Biasanya dengan ajakan bagi pendengar untuk segera bertindak bukan hanya menjadi pendengar. Pengkhotbah dapat menggunakan kesempatan ini dengan baik. Ingat apa tujuan utama khotbah?. Jangan biarkan pendengar pulang tanpa memberi respons yang positif untuk pemberitaan Firman Tuhan.


44 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 2).Bangkitkan semangat optimisme: Untuk membangkitkan perasaan pendengar, pengkhotbah harus meyakini apa yang dikatakan dengan sepenuh hati sehingga ia dapat berbicara dengan penuh semangat. Semangat dan kegembiraan pengkhotbah, semua sikap dan apa yang dilakukan ikut dirasakan oleh pendengar. 3).Berilahdorongan agar menerima pesan Firman: Penerapan yang baik adalah Firman Tuhan selalu dikaitkan dengan keadaan pendengar. Banyak pendengar bosan, bahkan ada yang hampir tertidur karena penghotbah banyak membahas hal-hal yang bersifat zaman penulisan Alkitab tanpa menghubungan dengan kondisi pendengar masa kini. G. Ilustrasi Khotbah Ilustrasi khotbah sangat penting dalam sebuah khotbah karena dapat digunakan sejak awal sampai akhir khotbah. Di dalam Alkitab Allah berkali-kali menyatakan diri-Nya melalui berbagai cara, misalnya melalui tipologi, simbol, metafora, dlsb. Tuhan Yesus menggunakan berbagai perumpamaan, metafora dan analogi untuk memperjelas pengajaran/khotbah-Nya 1. Manfaat Penggunaan Ilustrasi Ilustrasi sangat bermanfaat, karena itu perhatikan beberapa manfaat berikut ini: a. Ilustrasi akan membuat khotbah menjadi jelas dan menarik. b. Membuat pendengar rileks dalam mendengar khotbah sehingga membantu pendengar mengingat khotbah dengan baik. c. Ilustrasi akan medorong emosi pendengar dalam membuat keputusan yang benar. d. Ilustrasi akan menolong pengkhotbah menghubungkan konsep teologi dengan kehidupan sehari-hari.


Unsur-unsur Penting Dalam Berkhotbah 45 2. Syarat Penggunaan Ilustrasi Bagaimana menggunakan ilustrasi secara kreaktif? Perhatikan beberapa syarat berikut ini: a. Pilihlah ilustrasi yang sesuai dengan pokok yang dijelaskan. b. Hindari ilustrasi yang hanya bersifat lelucon. c. Hindari ilustrasi yang mendominasi khotbah. d. Hindari ilustrasi yangharus ditafsirkan kembali. e. Jangan menggunakan ilustrasi yang sudah usang tidak up date. f. Jangan menggunakan ilustrasi dengan menyinggung perasaan pendengar. g. Sesuaikan ilustrasi dengan situasi pendengar 3. Kapan Ilustrasi Digunakan llustradi dapat ditempatkan pada bagian pendahuluan, atau pada bagian isi khotbah dan juga pada akhir khotbah. Pada bahagian awal khotbah, untuk memperjelas tema yang akan dikhotbahkan. Apabila ilustrasi digunakan dalam isi khotbah maka untuk memperjelas pokok-pokok besar khotbah, sedangkan ilustrasi yang digunakan pada bagian akhir khotbah dengan tujuan menyimpulkan seluruh khotbah. H. Kesimpulan Khotbah Kesimpulan merupakan ringkasan dari keseluruhan isi khotbah yang disajikan dengan singkat, dapat berupa kutipan teks Alkitab, atau menyebutkan kembali pokok-pokok besar saja disertai dengan satu kalimat ajakan atau dorongan kepada pendengar untuk meresponi khotbah. Kesimpulan adalah bahagian akhir dari keseluruhan rangkaian khotbah setelah ulasan panjang lebar melalui garis besar Khotbah. Prinsip kesimpulan yang baik haruslah singkat yaitu memuat satu gagasan saja, bernada positif, dorongan, ajakan dan pengharapan.


46 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Bagaimana cara membuat kesimpulan? Beberapa usulan yang dapat digunakan pengkhotbah untuk mengakhiri khotbahnya antara lain: 1. Pengkhotbah dapat menyebutkan kembali pokok-pokok besar. 2. Pengkhotbah dapat mengutip satu Ayat Alkitab dari bagian manapun asal yang berhubungan dengan keseluruhan khotbah. 3. Pengkhotbah dapat mengutip pernyataan seorang tokoh yang tertenal. 4. Pengkhotbah dapat menutup dengan satu ilustrasi singkat. Jadi dengan memahami unsur-unsur khotbah di atas, maka pengkhotbah telah memahami prinsip homiletika dengan benar. Pengkhotbah bagaimana memulai dan bagaimana mengakhiri khotbahnya.


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 47 K Apabila aku bertemu dengan perkataanperkataan-Mu, maka aku menikmatinya; FirmanMu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku (Yer. 15:16) BAB III Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual hotbah tanpa bentuk pengkhotbah hanya menghabiskan waktu dengan penjelasan-penjelasan/ceritera yang tidak ada kaitannya dengan tema. Ada bermacam macam bentuk khotbah namun ahli-ahli ilmu berkhotbah hanya membagi ke dalam tiga bentuk khotbah saja. Ketiga bentuk khotbah yang dimaksud yaitu khotbah topikal, khotbah tekstual dan khotbah ekspositori. Ketiga bentuk ini juga telah dikenal baik oleh kaum awam maupun para pengkhotbah professional.


48 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Pada bab, ini kita akan membahas dua bentuk yang pertama, yaitu bentuk khotbah topikal dan bentuk khotbah tekstual, yang disertai contoh-contoh, agar memudahkan dalam menyusun sebuah khotbah. Sedangkan pada bab berikut, akan dijelaskan secara rinci tentang bentuk khotbah ekspositori yang memiliki keunikan tersendiri dalam membentuk garis besar khotbah. Pengkhotbah dituntut untuk dapat menguasai minimal salah satu bentuk khotbah, agar pengkhotbah tidak mengalami kesulitan dalam penyampaian khotbahnya. A. MERANCANG STRUKTUR KHOTBAH TOPIKAL Apakah khotbah topikal itu? Bentuk hotbah topikal adalah bentuk khotbah yang bagian-bagian utamanya diambil dari topiknya atau pokoknya, lepas dari teks. Dari pengertian ini maka tuntutan bagi pengkhotbah adalah berfokus hanya pada topik atau tema khotbah. Seorang pengkhotbah dapat membuat topik/tema khotbah sendiri atau berdasarkan pihak pengundang telah menentukan tema bagi pengkhotbah. Topik untuk sebuah khotbah tidaklah sulit karena seluruh Alkitab memuat berbagai topik yang menarik. Jadi mengapa khotbah ini disebut khotbah topikal? Disebut topikal karena tugas pengkhotbah pertama-tama harus menetapkan tema atau topik terlebih dahulu setelah itu baru menetapkan pokok-pokok besar khotbah untuk dikhotbahkan. “Fokus utama adalah topik/tema”. Apabila tema atau topik telah ditentukan maka tugas pengkhotbah selanjutnya adalah menjelaskan tentang tema dalam bentuk pokok-pokok besar dan pokok-pokok kecil. Untuk mendapatkan tema atau topik, telah dibahas pada bab sebelumnya (lihat unsur-unsur khotbah pada bab II). Berikut ini kita akan membahas tentang ciri-ciri khotbah topikal dan bagaimana langkah-langkah pembuatannya serta contoh khotbah topikal.


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 49 1. Ciri-ciri Khotbah Topikal Khotbah topikal memiliki ciri-ciri tersendiri, yang dapat dibedakan dengan khotbah tekstual dan khotbah ekspositori. Ciri-ciri khotbah topikal sbb: a. Tema Dapat Ditentukan Secara Bebas Tema khotbah dapat diperoleh dari dalam teks acuan atau secara bebas dari luar teks. Bisa membahas masalah-masalah kehidupan secara umum. Khotbah yang bersumber dari satu ide dasar (tema/topik). Sebagai contoh kita tetapkan tema khotbah yaitu “Iman menghasilkan mujizat” dengan dukungan teks Alkitab yaitu Rom. 1:17b. b. Tema Didukung Oleh Berbagai Sumber Dari Alkitab. Perhatikan tema di atas, hanya memuat satu ide dasar dan didukung juga oleh satu teks Alkitab. Bagaimana menghasilkan? Ingat prinsip ini: “Pokok-pokok besar adalah penjabaran dari tema ini. “Iman menghasilkan mujizat”. Dengan menggunakan salah satu kata Tanya mengapa? mengapa iman dapat menghasilkan mujizat? Setelah itu kita akan mencari jawaban Alkitabiah dengan dukungan berbagai bagian Alkitab. Untuk membentuk pokok besar berdasarkan tema di atas, yaitu dengan membahas tiga alasan mengapa iman dapat menghasilkan mujizat. Perhatikan tiga jawaban dibawah ini: • Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu (Ibr. 11:1). • Karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak, 2:17). • Karena iman kita akan tetap hidup (Rom. 1:17) Perhatikan bahwa teks pendukung pokok-pokok besar tidak terikat pada teks pendukung tema. Perhatikan bahwa ketiga pokok besar di atas mendapat dukungan dari teks Alkitab yang berbeda. 2. Sepuluh Langkah Menyusun Struktur Khotbah Topikal Untuk memudahkan seorang pengkhotbah dalam mempersiapkan khotbahnya, maka diharapkan sang pengkhotbah memperhatikan sepuluh langkah berikut ini:


50 Rahasia Sukses Memberitakan Firman a. Pastikan sudah ada tema khotbah, baik yang ditemukan sendiri oleh pengkhotbah melalui analisa teks atau dari luar teks khotbah, misalnya:“Mati adalah keuntungan”. b. Lontarkan tema dengan salah satu kalimat tanya yang di dalamnya disertai satu kata kunci, misalnya: Apa artinya mati adalah keuntungan? c. Buatlah pokok-pokok besar berdasarkan jawaban dari kalimat tanya (dapatkan beberapa jawaban yang benar secara teologis, tidak bertentangan dengan iman kristen dan jadikan sebagai pokok besar khotbah). d. Carilah dukungan teks untuk setiap pokok besar dari berbagai bagian dalam Alkitab (dari kitab Kejadian sampai Wahyu). e. Buatlah pokok-pokok kecil dengan prinsip P-3 (penjelasan, pembuktian, penerapan). f. Buatlah kalimat kunci minimal 11 kata maksimal 17 kata. g. Buatlah pendahuluan yang singkat. h. Buatlah kesimpuan yang singkat. i. Carilah kutipan/ilustrasi/ceritera sesuai khotbah. j. Berdoalah agar Firman Tuhan menjadi berkat bagi pendengar. Apabila kesepuluh langkah ini telah diikuti maka dapat dipastikan bahwa sang pengkhotbah tidak mengalami kesulitan menyusun khotbah topikal. 3. Contoh-Contoh Struktur Topikal Kita sudah membahas ciri-ciri dan langkah-langkah dalam menyusun khotbah topikal, karena itu perhatikan tiga contoh berikut ini yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan struktur khotbah topikal yang baik. Contoh 1 Pendahuluan Tema: Hidup berkenan kepada Allah Teks : Rom. 12:1-2 Kata tanya: Bagaimana? Kata kunci: Cara


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 51 Kalimat tanya: Bagaimana caranya agar hidup kita dapat berkenan pada Allah? Kalimat kunci: Kita akan mempelajari dun sikap yang harus diambil, jika kita dapat berkenan kepada Allah? Pokok-Pokok Besar I. HARUS MAU MENYANGKAL DIRI (Mark. 8:34 contoh MuridMurid) Penjelasan Permbuktian Penerapan II. HARUS MENOLAK DOSA (Kej 39:9-10 contoh Yusuf) Penjelasan Pembuktian Penerapan Kesimpulan Contoh 2 Pendahuluan Tema: Mengenal sang pencipta kita Teks: Fil 3:10 Kata tanya: Bagaimana? Kata kunci: Cara Kalimat tanya: Bagaimana caranya agar kita dapat mengenal sang pencipta? Kalimat kunci: Dengan mengakui tiga peranan Allah dalam hidup kita maka kita akan lebih menganal ia sebagai pencipta kita Pokok-Pokok Besar: I. DIA ADALAH ALLAH YANG SUDAH ADA SEJAK SEMULA (Yoh. 1:1-3) Penjelasan Pembuktian Penerapan..


52 Rahasia Sukses Memberitakan Firman II. DIA ADALAH ALLAH YANG MENJADI SAMA DENGAN KITA (Fil. 2:6-8) Penjelasan Pembuktian Penerapan III. DIA ADALAH ALLAH YANG MENGANGKAT STATUS KITA (Yoh 1:12; Rom. 8:15-16) Penjelasan Pembuktian Penerapan Kesimpulan Contoh 3 Pendahuluan Tema: Hidup baru dalam Kristus Teks: 2 Kor 5:17 Kata tanya: Apa Kata kunci: Solusi Kalimat tanya: Apa solusinya agar mengalami hidup baru dalam Kristus? Kalimat kunci: Dengan mengalami dua proses berikut ini maka kita akan mengalami hidup baru di dalam Kristus? Pokok-Pokok Besar I. HARUS MENGALAMI PROSES DILAHIRKAN KEMBALI (Yoh. 3:3-7) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. HARUS TINGGALKAN HIDUP YANG LAMA (Fil. 3:5-10) Penjelasan Pembuktian Penerapan Kesimpulan


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 53 Catatan Penting: 1. Kata tanya dan kata kunci akan mengarahkan khotbah Anda. 2. Perhatikan kalkun dalam khotbah jenis topikal, kita tidak dapat menyebut sumber secara spesifik, karena teks yang digunakan untuk mendukung pokok-pokok besar diambil dari berbagai bagian Alkitab. 3. Pokok-pokok besar sebagai penjabaran dari tema khotbah Merancang Siruktur Khotbah Topikal dan Tekstual. 4. Dari dukungan Ayat/teks dari seluruh bagian Alkitab untuk mendukung pokok-pokok besar. 5. Satu khotbah cukup satu kata kunci (prinsip ini berlaku untuk semua jenis khotbah). B. Merancang Struktur Khotbah Tekstual Setelah mempelajari khotbah topikal dengan segala kunikannya, maka sekarang kita akan mempelajari bentuk khotbah yang kedua yang juga sering digunakan oleh para pengkhotbah professional, yaitu khotbah tekstual. Khotbah Jenis ini berbeda dengan khotbah topikal. Apabila khotbah topikal dalam membentuk garis besar didukung oleh berbagal teks dalam Alkitab, maka khotbah tekstual tidaklah demikian. Ikuti pembahasan berikut ini yang meliputi definisi, ciri-ciri dan langkah-langkah penyusunan serta contoh-contoh khotbah jenis tekstual. 1. Definisi Khotbah Tekstual Pentingnya memahami definisi khotbah tekstual secara mendalam agar dapat membedakannya dengan jenis khotbah yang lain. Jadi apakah khotbah tekstual itu? Khotbah tekstual adalah khotbah yang bagian-bagian utamanya termasuk tema diperoleh dari satu teks atau bagian Alkitab yang pendek. Yang perlu digaris bawahi dari definisi ini ialah seluruh struktur khotbah terbentuk dari satu teks Alkitab yang pendek ini.


54 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 2. Ciri-Ciri Khotbah Tekstual Dari definisi di atas mengasilkan beberapa ciri berikut ini: a. Teks pendek: Yaitu maksimum tiga Ayat, minimum satu Ayat. Pertanyaan yang timbul adalah mengapa hanya tiga Ayat? Alasananya kerena pengkhotbah akan memfokuskan diri hanya pada teks pilihan dengan berupaya untuk menjelaskan secara rinci kata demi kata, kalimat demi anak kalimat dari keseluruhan teks. Karena itu sang pengkhotbah harus menemukan teks-teks yang padat dengan informasi jadi jangan sekedar menentukan teks. Ingat bahwa Alkitab adalah Firman Allah, karena itu setiap kata atau kalimat harus dijelaskan kepada pendengar. b. Teks memberikan ide tentang tema khotbah: Tema harus dirumuskan berdasarkan tafsiran dari teks pilihan. Pengkhotbah tidak diperkenankan menggunakan tema yang tidak sesuai dengan teks pilihan. c. Pokok besar dan pokok kecil terikat pada teks pilihan: Seluruh pokok besar atau kecil harus diambil dari dalam teks pilihan, berbeda dengan struktur khotbah topikal. 3. Sepuluh Langkah Penyusunan Khotbah Tekstual Ikuti sepuluh langkah berikut ini agar memudahkan menyajikan bentuk khotbah tekstual: a. Temukan tema khotbah, berdasarkan analisa teks pilihan khotbah Perhatikan ciri kedua di atas bahwa tema harus diambil dari dalam teks. b. Lontarkan tema dengan salah satu kalimat tanya yang dalamnya disertai satu kata kunci. c. Dapatkan beberapa jawaban dari tema berdasarkan teks khotbah; jawaban harus benar secara teologis (tidak bertentangan dengan iman Kristen). d. Redaksikan pokok besar berdasarkan jawaban terhadap tema di yang diambil dari dalam teks khotbah. e. Susunlah setiap pokok besar berdasarkan kronologi pikiran dari Ayat demi Ayat. f. Buatlah pokok-pokok kecil dengan prinsip P3 (penjelasan, pembuktian, penerapan).


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 55 g. Buatlah kalimat kunci minimal 11 kata maksimal 17 kata. h. Buatlah pendahuluan yang singkat. i. Buatlah kesimpulan yang singkat. j. Berdoalah agar Firman Tuhan menjadi berkat bagi pendengar 4. Contoh-contohKhotbah Tektual Kita telah membahas bahwa khotbah topikal berbeda dengan khotbah tekstual, karena itu perhatikan tiga contoh berikut ini yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan stuktur khotbah tekstual yang baik. Contoh 1 Pendahuluan Teks: Rom. 12:1,2 Tema: Hidup berkenan kepada Allah Kata tanya: Apa Kata kunci: Dua tindakan Kalimattanya:Apa yangharuskitaperbuat agarkitadapatberkenan kepada Allah? Kalimat kunci: Roma 2:1,2 memberikan dua tindakan yang harus segera diambil, agar kita selalu berkenan kepada Allah Pokok-Pokok Besar I. PERSEMBAHKANLAHHIDUPMU PADA ALLAH(Ayat 1) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. UBAHLAHGAYAHIDUPMU DIHADAPANALLAH(Ayat 2) Penjelasan Pembuktian Penerapan Kesimpulan


56 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Contoh 2 Pendahuluan Tema : Keunggulan kasih Allah” Teks : Yoh. 3:16 Kata tanya: Apa? Kata kunci: Bukti Kalimat tanya: Apa bukti keunggulan kasih Allah? Kalimat kunci: Yohanes 3 Ayat 16 memperlihatkan empat bukti keunggulan kasih Allah yang harus diterima, agar kita dapat mengalami kasihNya Pokok-Pokok Besar I. KASIHYANG TIDAKDAPAT DIBANDINGKAN( Ayat 16a) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. KASIHYANG MENJANGKAU SEMUA ORANG (Ayat 16a ) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.KASIHYANGDISERTAI PENGORBANANYANG TINGGI (Ayat 16 b) Penjelasan Pembuktian Penerapan IV.KASIHYANG MENGIKAT SAMPAI KEKEKALAN (Ayat 16c) Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN


Merancang Struktur Khotbah Topikal dan Tekstual 57 Contoh 3 Pendahuluan Tema: SUKSES MELAKSANAKANAMANAT AGUNG Teks: Mat. 28:18-20 Kata tanya: Mengapa KalimatTanya:MengapaKristusmengutuskitauntukmelaksanakan Amanat Agung? Kata kunci: Alasan Kalimat kunci: PengutusanKristus memungkinkan kita akan sukses melaksanakan amanat agung berdasarkan empat alasan berikut ini I. PERGI GUNA MEWUJUDKANKUASANYA YANG BESAR (Mat 28:18) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. Pergi Guna Mewujudkan Visi-Nya yang Besar (Mat 28:19a) Penjelasan Pembuktian Penerapan III. Pergi Guna Mewujudkan Misi-Nya Yang Besar (Mat. 28:19) Penjelasan Pembuktian Penerapan IV.Pergi Guna Mewujudkan Janji-Nya Yang Besar (Mat. 18:20) Penjelasan Pembuktian Penerapan Kesimpulan


58 Rahasia Sukses Memberitakan Firman


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 59 J Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibrani 4:12). BAB IV Merancang Struktur Khotbah Ekspositori ika seseorang ingin menjadi pengkhotbah profesional, maka ia harus melengkapi diri dengan sebanyak mungkin cara penyampaian khotbah. Dua jenis khotbah telah kita pelajari secara rinci yang disertai contoh-contoh. Pada bab ini, khotbah ekspositori akan dibahas secara khusus dengan harapan agar dapat melengkapi setiap orang yang terpanggil dalam pemberitaan Firman. Khotbah ekspositori memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan kedua jenis yang lain. Khotbah ekspositori memiliki tiga sistim dalam bentuk garis besar khotbah yaitu


60 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Sistim Tema Teks (STN), Sistim Kebenaran Kekal (SKK) dan Sistim Oknum-Oknum (SOO). Penyelasan berikut ini akan memperjelas dimana letak keunikan/keunggulan, ciri-ciri dan manfaatnya serta cara merumusknnya. A. Mengenal Khotbah Ekspositori Khotbahekspositorimemiliki keunikantersendiri.Perhatikan apa definisi, ciri-ciri dan manfaat khotbah ekspositori berikut ini, khotnah ini sangat unik bila dibandingkan dengan khotbah jenis topikal dan tekstual. 1. Definisi Khotbah Ekspositori Menurut Richard L. Mayhue, kata “ekspositori” dalam bahasa Inggris termasuk dalam kelompok kata “expose, exposition, expositor, expository.” Selanjutnya, Mayhue juga mengatakan bahwa ekspositori adalah menjelaskan Alkitab dengan membukakan teks kepada pandangan publik, untuk memaparkan maknanya, menjelaskan apa yang sulit untuk dimengerti dan membuat aplikasi yang tepat. Haddon W. Robinson, seorang pakar khotbah ekspositori mengatakan khotbah ekspositori adalah: Komunikasi atas suatu konsep Alkitabiah yang diperoleh dan disampaikan melalui suatu studi sejarah, gramatikal dan sastra, atau suatu perikop sesuai dengan konteksnya, yang pertama diterapkan oleh Roh Kudus kepada pribadi dan pengalaman pengkhotbahnya, dan melaluinya kepada jemaatnya. Jeff Gulleson berpendapat bahwa khotbah ekspositori adalah “khotbah dimana baik tema, pokok-pokok besar, kecil semuanya diambil dari teks yang diartikan berdasarkan konteksnya”. Karena itu dapat kita simpulkan bahwa khotbah ekspositori adalah khotbah yang didasarkan pada suatu bagian Alkitab yang pendek atau panjang diartikan dalam hubungan dengan satu tema/ pokok. Bagian terbesar diambil dari nas pilihan dan kerangkanya terdiri dari serangkaian ide diuraikan secara bertahap dan perpangkal pada satu ide utama.


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 61 2. Ciri-Ciri Khotbah Ekspositori Berdasarkan beberapa pandangan di atas maka kita dapat simpulkan bahwa khotbah ekspositori memiliki ciri tersendiri. Ciricirinya adalah sebagai berikut: a. Didasarkan pada bagian Alkitab yang pendek atau panjang bisa lebih dari satu pasal. Fokus pengkhotbah di dalam membuat struktur khotbah adalah pada keseluruhan teks khotbah baik teks yang pendek atau yang panjang. Teks panjang yang dimaksudkan yaitu bisa mencakup beberapa Ayat, satu perikop, satu pasal atau satu kitab. b. Tema khotbah timbul dari keseluruhan teks Contoh: Bila teks khotbah ditentukan dari Yohanes 15:1-8, maka temanya adalah “Tinggal dalam hubungan yang eral dengan Kristus”Bagian terbesar khotbah dirancang dari teks yang ada c. Bersifat penjelasan rinci seluruh teks: Keseluruhan khotbah dirancang dari hasil analisa terhadap teks, khususnya keseluruhan pokok-pokok besar dan pokok-pokok kecil harus dari dalam teks. Karena itu sang pengkhotbah harus meneliti kata demi kata, anak kalimat demi anak kalimat dan ayat demi ayat secara cermat. 3. Manfaat Khotbah Ekspositori Khotbah bukan bertujuan hanya untuk jemaat, karena itu berkhotbah dengan jenis khotbah ekspositori jelas akan memberi manfaat bukan hanya bagi pendengar tetapi juga bagi pengkhotbah itu sendiri. a. Manfaat Bagi Pengkhotbah Manfaat khusus bagi pengkhotbah sangat besar. Ada lima manfaat yang diperoleh antara lain: 1) Pengkhotbah akan berkhotbah tentang seluruh teks pilihan dan bukan tentang beberapa Ayat terpisah. Pendekatan khotbah ekspositori jelas berbeda seratus delapan puluh derajat dengan khotbah jenis topikal.


62 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 2) Pengkhotbah menjadi ahli dalam doktrin dan ajaran diseluruh Alkitab. Pengkhotbah akan memberi satu pengertian Alkitab yang luas kepada pendengar. Pengkhotbah akan menolong pendengar untuk menghargai keseluruhan isi Alkitab sebagai Firman Allah. 3) Pengkhotbah dapat menggunakan tiga sistim dalam membentuk garis besar khotbahnya hanya dari satu teks khotbah (perikop, pasal, kitab, beberapa kitab). Dengan kata lain semua bagian dalam Alkitab dapat dikhotbahkan dengan bentuk khotbah ekspositori. 4) Pengkhotbah tidak akan kesulitan mencari teks atau pokok baru. pasal berikutnya akan merupakan teks khotbah berikutnya. 5) Pengkhotbah dapat menggunakan khotbah berseri setiap Minggu untuk membahas suatu topik yang bersumber dari satu perikop, pasal atau kitab saja. Ingat hal ini dimungkinkan bila pengkhotbah pAndai menggunakan kalimat tanya (kombinasi kata tanya dan kata kunci) kepada tema khotbah, telah dibahas pada bab sebelumnya. b. Manfaat bagi Para Pendengar Ternyata manfaat yang diperoleh bukan hanya u pengkhotbah tetapi juga bagi pendengar. Apa manfaatnya: 1) Para pendengar tidak akan bosan. Setiap Minggu akan muncul gagasan baru. pendengar adalah raja yang harus dilayani dengan baik,apabila mereka bosan dengan khotbah maka mereka akan mencari pengkhotbah lain apalagi setiap minggu mereka dengan setia datang beribadah untuk mendengar khotbah. Kalau khotbah yang mereka dengan selalu sama maka mereka akan menjadi bosan. Jemaat perlu mendapat pengajaran yang membangun iman mereka 2) Menjadi makanan rohani. Sama seperti tubuh manusia, apabila seseorang hanya mengkomsumsi makanan yang sama setiap kari tentu ia akan bosan bahkan akan menimbulkan penyakit karena tubuh


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 63 membutuhkan bermacam-macam vitamin agar tetap sehat dan kuat. Jiwa manusia perlu makanan rohani yang sehat dan teratur, dalam Mat. 4:4 Tuhan Yesus menjawab:“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah........” berarti peranan Firman Allah sangat penting sebagai makanan rohani. 4. Struktur Khotbah Ekspositori Untuk membentuk struktur khotbah ekspositori memiliki perbedaan dengan khotbah Topikal dan khotbah Tekstual. Khotbah ekspositori memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan khotbah ekspositori yaitu memiliki tiga sistem dalam membentuk struktur khotbah. Penulis pernah belajar langsung dari Jeff Guleson seorang pengkhotbah yang banyak memberikan pelatihan bagaimana berkhotbah secara ekspositori. Beliau mengajarkan khotbah ekspositori menawarkan tiga sistem dalam membentuk garis besar khotbah. Sistem yang pertama yaitu Sistim Tema Nats (STN), Sistim Kebenaran Kekal (SKK) dan Sistim Oknum-Oknum (SOO). Dari ke tiga sistem ini masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Pengkhotbah harus mampu melihat perbedaan itu agar dalam penyusunan struktur tidak mengalami kesulitan. B. Struktur Ekspositori Sistim Tema (STN) Tema untuk khotbah ekspositori berbeda dengan khotbah topikal. Tema ekspositori terfokus bahkan terikat dengan teks pilihan (satu teks khotbah saja) sedangkan tema untuk khotbah topikal tidak terikat dengan satu teks Alkitab melainkan mencari dukungan dari seluruh bagian Alkitab (banyak teks Alkitab). Khotbah topikal mendapatkan tema cara bebas baik dari luar Alkitab maupun dari dalam Alkitab sedangkan khotbah ekspositori memperoleh tema hanya dari teks pilihan. Jadi jelas bahwa khotbah topikal dan khotbah ekspositori sistim tema teks sangat berbeda.


64 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Oleh karena khotbah ekspositori memiliki keunggulan tersendiri, maka selaku pengkhotbah harus mampu memahami ciri-ciri sistim tema, langkah-langkah dalam menyusunnya dan contoh-contoh yang akan dipaparkan di bawah ini. 1. Ciri-Ciri Sistim Tema Nats Sistem tema nats adalah sistim membentuk stuktur khotbah berdasarkan hasil analisis pengkhotbah terhadap teks pilihan dengan ciri-ciri sebagai berikut: a. Sistem tema, menuntut pengkhotbah harus menemukan dahulu berdasarkan teks pilihan. Untuk menentukan tema khotbah, pengkhotbah diibaratkan masuk sebuah gedung yang memiliki banyak ruang. Di dalam setiap ruang tersebut adalah ruang kuliah karena dalam ruangan tersebut terdapat semua perlengkapan kuliah. Jadi ruang kuliah itulah temanya. Bukan ruang makan juga bukan ruang ibadah. b. Sistem tema, menuntut pengkhotbah harus memberi penjelasan rinci tentang teks khotbah. Memuat penjelasan rinci tentang keseluruhan teks khotbah. Setelah pengkhotbah menemukan tema barulah pengkhotbah menjelaskan rinci tentang seluruh perlengkapan yang ada dalam ruang tersebut. Ruang tersebut terdapat peralatan apa saja yang dapat dikelompokkan menjadi pokok-pokok besar khotbah Setiap ruang berbeda fungsi/nama (tema) berdasarkan perlengkapan yang ada di dalamnya. c. Sistem tema, menuntut pengkhotbah harus mencari dukungan dari keseluruhan teks pilihan. Penghotbah harus mampu menentukan tema dari keseluruhan teks khotbah. Untuk memudahkan penghotbah menentukan tema dari teks pilihan maka pengkhotbah dituntut untuk membaca serta memahami keseluruhan teks pilihan. d. Sistem tema, menuntut pengkhotbah harus menemukan hanya satu tema dari keseluruhan teks pilihan (dalam satu perikop)


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 65 satu tema khotbah, jadi secara obyektif pengkhotbah harus ingat dari keseluruhan teks khotbah kita hanya menemukan menerima dan mengakui apa yang dikatakan oleh teks, bukan pikiran pengkhotbah. Lembaga penerjemah Alkitab (LAI) telah berusaha untuk memberikan tema/perikop untuk semua bagian Alkitab, namun sebagai pengkhotbah kita harus lebih menekankan penyelidikan secara cermat demi memperoleh objektivitas Alkitab. e. Sistem tema, menuntut pengkhotbah harus menyelidiki elsuruh Ayat dalam teks khotbah. Karena itu sang pengkhotbah harus menyelidiki kembali keseluruhan teks guna memperoleh sebuah tema dari dalam teks khotbah (khususnya khotbah tekstual dan ekspositori tema harus diperoleh dari teks khotbah sedangkan untuk khotbah topikal tema tidak harus dari teks khotbah). 2. Sepuluh Langkah Menyusun Struktur Khotbah Sistem Tema dari Dalam Teks. Sepuluh langkah ini harus dilakukan agar memudahkan seorang pengkhotbah menyajikan khotbah dengan sistem tema (perhatikan penjelasan tentang tema pada bab II). a. Berdoa dan bacalah berkali-kali teks pilihan serta tandailah kata-kata/kalimat-kalimat penting, yang sering muncul atau yang diulang-ulang. b. Temukanlah tema/ide utama berdasarkan teks pilihan setelah diselidiki secara cermat. Bertanyalah kepada diri sendiri. Keseluruhan teks pilihan saya berbicara tentang apa? (Dosa, Allah, Kristus, Berkat, Domai sejahter,kekudusan, kekuatiran, keluarga dan lain sebagainya). c. Redaksikan tema dalam kalimat singkat bukan kata. d. Lontarkan tema dengan satu kata tanya yang dikaitkan dengan satu kata kunci. e. Dapatkan jawaban terhadap tema. Tema yang telah dihasilkan perlu ditopang dengan pokok-pokok besar dan pokok-pokok kecil (berdasarkan kebenaran-kebenaran kekal dari dalam teks khotbah). f. Buatkan kalimat kunci yang terdiri dari minimum 11 kata dan maksimum 17 kata.


66 Rahasia Sukses Memberitakan Firman g. Buatlah pendahuluan yang menarik. h. Buatlah kesimpulan yang singkat i. Sempurnakan keseluruhan khotbah dengan pokok-pokok kecil dan ilustrasi. j. Berdoalah dan bersiaplah untuk berkhotbah. Apabila kesepuluh langkah ini telah diikuti maka dapat dipastikan bahwa sang pengkhotbah tidak mengalami kesulita lagi dalam berkhotbah dan kini siap untuk menyajikan sebuah khotbah yang jelas dan sistematis dan jelas baik bagi pengkhotbah maupun bagi pendengar. 3. Contoh-Contoh Sistim Tema (STN) Oleh karena sistim tema nats menuntut pengkhotbah harus berfokus hanya pada teks khotbah, maka perhatikan tiga contoh berikut ini yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan. Contoh 1 PENDAHULUAN Tema : HIDUP BARU DALAM KRISTUS Teks: Kolose 3.5.12 Kata tanya : Bagaimana caranya agar tetap mempertahankan hidup baru dalam Kristus? Kata kunci: Dua tindakan Kalimat kunci : Kolose 3:5-17 menawarkan dua tindakan yang harus segera diambil jika kita ingin mempertahankan hidup baru dalam Kristus POKOK-POKOKBESAR I. HARUS RELA MENANGGALKAN HIDUP LAMA (Ayat 5, 9) Penjelasan Pembuktian Penerapan


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 67 II. HARUS RELA TERUS MENERUS DIBAHARUI(Ayat 10-17) Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN Contoh 2 PENDAHULUAN TEMA: PERUBAHAN HIDUP DALAM KRISTUS TEKS: Galatia 6:1-10 KALIMAT TANYA: Apa tanda-tanda orang yang hidupnya telah diubahkan oleh Tuhan? KALIMAT KUNCI: Galatia 6:1-10 membuktikan tiga tanda harus terjadi bagi orang yang mengalami perubahan hidup dalam Kristus. POKOK-POKOKBESAR I. MENARUHPERHATIAN PADA ORANG LAIN KARENA (Ayat 1-6) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. MERELAKAN HIDUPNYA UNTUK DIPIMPIN OLEH ROH (Ayat 7-8) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.MENGGUNAKAN KESEMPATAN UNTUK BERBUAT BAIK (Ayat 9-10) Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN


68 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Contoh 3 PENDAHULUAN Tema : KESELAMATANYANG SEJATI Teks: Efesus 2.1-10 Kalimat tanya: Apa bukti bagi orang yang mengalami keselamatan yang sejati? Kalimat kunci: Efesus 2:1-10 memberikan tiga bukti nyata bagi orang yang telah mengalami keselamatan yang sejati. POKOK-POKOKBESAR: I. KITA SEKARANG HIDUP BERSAMA KRISTUS (Ayat 1-7). Penjelasan Pembuktian Penerapan II. KITA SEKARANG HIDUP KARENA ANUGERAHNYA (Ayat 8-9) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.KITA SEKARANG HIDUP HANYA UNTUK MELAYANI DIA (Ayat10). Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN C. Struktur Ekspositori Sistim Kebenaran Kekal Apa yang dimaksud dengan sistem kebenaran kekal? Kebenaran kekal adalah sebuah kalimat pernyataan teologis yang singkat. Sistem kebenaran kekal adalah sebuah sistem membentuk stuktur dengan menentukan sebuah kalimat “kebenaran kebenaran kekal”.


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 69 Sistem ini mewajibkan pengkhotbah mengadakan analisis menemukan sebanyak mungkin kebenaran kekal dari kata demi kata, ayat demi ayat, alinea demi alinea, paragraf demi paragrap bahkan pasal demi pasal. 1. Ciri-Ciri Sistim Kebenaran Kekal Merancang struktur khotbah ekspositori berdasarkan sistem kebenaran kekal memiliki ciri-ciri khusus. Ciri-ciri yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Berupa sebuah kalimat pernyataan kebenaran dari Alkitab (benar secara teologis: tidak bertentangan dengan iman Kristen). b. Berupa sebuah kalimat pernyataan yang tidak berubah (sifatnya kekal: yang dianut oleh sampai berakhirnya dunia ini). c. Berupa sebuah kaliat penyataan yang dapat diterapkan di seluruh dunia (tidak mengenal perbedaan suku. golongan, bahasa, bangsa atau ras mana pun). d. Berupa sebuah kalimat pernyataan yang memuat satu ide konsep saja (jangan menggunakan kata sambung dalam kalimat tersebut seperti kata “dan”, “atau”). 2. Contoh Bagaimana Menemukan Kalimat KebenaranKebenaran Kekal Berdasarkan ciri-ciri di atas maka berikut ini kita dapat melihat beberapa contoh kebenaran-kebenaran kekal yang kita temukan dari Rom. 12:1-2 sbb: • Kita dinasehati berdasarkan kemurahan Allah (1a). • Tubuh harus dipersembahkan pada Tuhan (1b) • Tubuh harus dipersembahkan sebagai persembahan yang (1c) • Tubuh harus dipersembahkan sebagai persembahan yang kudus (1d)


70 Rahasia Sukses Memberitakan Firman • Tubuh harus dipersembahkan sebagai persembahan yang berkenan (1e) • Jangan menjadi serupa dengan dunia (2a) • Hidup kita harus berubah (2b) • Kita harus merubah cara berpikir (2c) • Kita harus mampu membedakan mana yang baik atau tidak (2d) • Kita harus mampu membedakan mana yang sempurna (2e) • Kita harus mampu membedakan mana yang Baik (2f) • Kita harus mampu mengenal kehendak Allah (2g) • Kita harus mampu hidup berdasarkan kehendak Allah (2h) Dari hasil analisis terhadap Rom. 12:1-2 hanya 2 Ayat tetapi kita dapat menemukan 13 kalimat pernyataan kebenaran kekal. Selanjutnya sang pengkhotbah tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam membentuk garis besar khotbah karena telah memiliki pokok-pokok besar (pilihlah dua atau lima menjadi pokok besar dan antara 13 kalimat kebenaran tersebut, sedangkan selebihnya dapat digunakan sebagai pokok kecil khotbah). Sistem kebenaran kekal akan menolong pengkhotbah menemukan secara rinci semua informasi dari setiap kata dalam not khotbah. Angkhotbah tidak menafsirkan teks dari kaca mata pengkhotbahnamunmembiarkanTuhanberbicaramelakutFirmanNya kepada pengkhotbah. Semakin menggali semakin menemukan mutiara-mutiara yang terpendam. Setalah menemukan semua mutiara maka tugas pengkhotbah akan minta pimpinan Tuhan untuk merangkal menjadi sebuah perhiasan yang indah guna memenuhi apa kebutuhan pendengar. Setelah mengangkat setiap biji mutiara maka tugas terakhir adalah menyampaikan dengan penuh semangat kepada pendengar agar dapat digunakan sebaikbaiknya. Inilah tugas yang mulia bagi setiap pemberita kebenaran.


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 71 3. Sepuluh Langkah Menyusun Khotbah Berdasarkan (SKK) Sepuluh langkah ini harus dilakukan agar memudahkan seorang pengkhotbah menyajikan khotbah dengan sistim kebenaran kekal a. Mulailah dengan doa • Untuk mencari kehendak Tuhan • Apa yang menjadi isi hati Tuhan bagi pendengar b. Tentukan teks pilihan • Membaca berkali-kali hingga menguasai maksud dari teks pilihan Anda • Teks pilihan dapat berupa satu perikop, satu pasal satu kitab bahkan dapat berupa sebuah kisah dalam suatu peristiwa. c. Catatlah kebenaran-kebenaran kekal berdasarkan teks pilihan. • Redaksikan kebenaran kekal dalam kalimat singkat (subyek, predikat dan obyek) bukan kata. • Kebenaran kekal harus berupa kalimat pernyataan. • Kaitkan kebenaran kebenaran tersebut dengan doktrin/ teologi atau ajaran yang benar. • catatlah secara berurutan dari ayat demi ayat atau kata demi kata yang diartikan berdasarkan teks dan konteks. d. Buatlah tema khotbah. • Tema berdasarkan kebenaran kekal yang sudah ditemukan (dengan cara bertanyalah, kebanyakan kebenaran kekal berbicara tentang apa: Apakah tentang Dosa? Apakah tentang Allah? Apakah tentang Kehihupan rohani? Apakah tántang Gereja ? Apakah tentang Surga? Apakah tantang Neraka? Apakah tentang Kematian? Apakah tentang Iman, pengharapan? Apakah tántang Berkat? Apakah tantang Doa? dlsb. • Ingat! Tema harus singkat. e. Buatlah kalimat Tanya. • Lontarkan tema dengan salah satu kata tanya untuk memperoleh jawaban.


72 Rahasia Sukses Memberitakan Firman • Jawaban terhadap tema harus diperoleh dari daftar kebenaran kekal yang telah diinventarisir. f. Buatlah pokok-pokok besar khotbah. • Berdasarkan jawaban terhadap tema. • Berdasarkan jawaban terhadap salah satu kata kunci. g. Buatkan kalimat kunci yang terdiri dari minimum 11 kata max. 17 kata. • Buatlah pendahuluan yang • Buatlah kesimpulan yang singkat menarik • Sempurnakan keseluruhan khotbah dengan pokok-pokok kecil dannilailahdenganprinsip P3(Penjelasan , Pembuktian, Penerapan). 4. Contoh-Contoh Struktur Khotbah Sistim Kebenaran Kekal (Skk) Perhatikan tiga contoh garis besar khotbah berikut ini yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan Stuktur khotbah eksporitori dengan sistim kebenaran kekal. Contoh 1 PENDAHULUAN Tema: PERUBAHAN HIDUP DALAM KRISTUS Teks: Galatia 5:19-23 Kalimat tanya: Bagaimana caranya agar kita dapat mengalami perubahan hidup dalam Kristus? Kalimat kunci: Paulus menawarkan dua tindakan yang harus diambil agar kita dapat mengalami perubahan hidup dalam Kristus. POKOK-POKOKBESAR I. TIDAK BERI PELUANG PADA KEDANGINGAN(Ayat 19-21) Penjelasan Pembuktian Penerapan


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 73 II. RELAKAN HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH (Ayat 20-23) Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN Contoh 2 PENDAHULUAN Tema khotbah: REFORMASI HIDUP DALAM KRISTUS Teks khotbah: Kolose 2:6-15 Kalimattanya: Apa syarat yang harus dipenuhi agar kita mengalami reformasi hidup dalam Kristus? Kalimat kunci: Dalam teks ini ada 4 syarat yang harus dipenuhi jika kita ingin mengalami reformasi hidup dalam Kristus. POKOK-POKOKBESAR: I. KITA HARUS TETAP TINGGAL DI DALAM YESUS KRISTUS (Ayat 6,7). Penjelasan: Pembuktian Penerapan II. KITAHARUS MENJADIKANYESUS KRISTUS PENGUASAHIDUP (Ayat 10). Penjelasan Pembiktian Penerapan III.KITAHARUS SELALU PERCAYA AKANKUASA YESUS KRISTUS (Ayat 12). Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN


74 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Contoh 3 PENDAHULUAN Tema:HIDUP YANG BERKEMENANGAN Teks: Kolose 2:6-15 Kalimat tanya: Bagaimana caranya agar kita dapat mengalami hidup yang berkemenangan? Kalimat kunci: Teks ini memberikan tiga nasihat yang diterima jika kita ingin mengalami hidup yang berkemenangan. POKOK-POKOKBESAR: I. JADIKANLAH YESUS KRISTUS SEBAGAI DASAR KIDUP KITA (Ayat 6) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. MILIKILAHIMANYANG TEGUHKEPADA YESUS KRISTUS (Ayat 8-10) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.MILIKILAH HATI YANG MELIMPAH DENGAN UCAPAN SYUKUR (Ayat 13-15). Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 75 D.Struktur Ekspositori Sistim Oknum-Oknum (SOO) Setelah kita belajar menyusun garis besar khotbah dengan sistem STN dan SKK maka kini kita diperkaya lagi dengan sistim yang ketiga dalam khotbah ekspositori yaitu sistim oknumoknum (S00). Dalam banyak pengalaman mengadakan seminar dan pelatihan ilmu berkhotbah perserta seminar lebih mudah menyusun kerangka khotbah berdasarkan sistem oknum-oknum Akibat dari kitab Kejadian sampai Wahyu memuat begitu banyak cerita yang dapat dijadikan acuan penyelidikan menyusun struktur SOO. Jadi apakan sistem S00 itu? Sistim Okmum-Oknum adalah sistim membentuk stuktur khotbah berdasarkan hasil analisa pengkhotbah terhadap teks pilihan dengan menyoroti oknumoknum alau pribadi yang ada dalam teks pilihan Inilah sistem termudah namun pengkhotbah dituntut untuk masuk lebih dalam untuk menemukan banyak hal (kebenaran Firman). Dalam sebuah perikop (sebuah cerita), pengkhotbah dapat menemukan banyak oknum atau pribadi. Dalam perumpamaan tentang “Anak yang terhilang,” kita dapat menemukan beberapa okmun, misalnya: Ayah, anak bungsu, anak sulung, pemilik babi, para pelayan. Kalau dalam surat-surat. kita temukan oknum, penulis dan penerima surat atau kitab. Baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru kita dapat menemukan begitu banyak oknum dan setiap informasi dari setiap oknum harus dicatat. Apabila sang pengkhotbah membaca dengan teliti kata demi kata, anak kalimat demi anak kalimat, ayat demi ayat dan mau mencatat semua informasi secara rinci tentang salah satu oknum, maka akan mendapatkan banyak informasi. Setelah kita dapatkan semua informasi yang positif maupun yang negatif, kita akan seleksi lagi dan menentukan beberapa saja yang menjadi pokok besar khotbah dan pokok kecil.


76 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 1. Sepuluh Langkah Menyusun Struktur Sistim Oknum Oknum (Soo). Sepuluh langkah ini harus dilakukan agar memudahkan seorang pengkhotbah menyajikan khotbah dengan sistem oknumoknum. Kesepuluh langkah yang dimaksudkan adalah: a. Berdoalah dan bacalah berkali-kali teks pilihan agar memahami keseluruhan cerita dalam teks bacaan yang akan dikhotbahkan. b. Tentukanlah salah satu okmun/pribadi dalam teks yang perlu disoroti diselidiki secara khusus. c. Daftarkan semua informasi dari salah satu oknum berdasarkan teks secara berurutan dari Ayat demi Ayat atau kata demi kata yang diartikan berdasarkan teks dan konteks. Bertanyalah, informasi apakah yang berkaitan dengan salah satu okmun ini (ketaatannya? Dosanya? Imannya, pengharapannya? Doa? Sikap-sikapnya, dan lain sebagainya). d. Redaksikan dalam kalimat singkat berdasarkan informasi yang Anda ketahui dari oknum yang disoroti. e. Tempatkan salah satu kata kunci yang cocok dengan beberapa informasi dari oknum yang disoroti. f. Buatlahtemaberdasarkaninformasiyangterseleksiberdasarkan kata kunci. g. Buatkan kalimat kunci yang terdiri dari minimum 11 kata maksimal 17 kata. h. Buatlah pendahuluan yang menarik i. Buatlah kesimpulan yang singkat j. Sempurnakan keseluruhan khotbah dengan pokok-pokok kecil dan siap dikhotbahkan. Setelah melewati kesepuluh langkah di atas maka dapat dipastikan bahwa struktur khotbah ekspositori sistim oknumoknum siap untuk disajikan ke pendengar. Tugas dalam mempersiapkan khotbah sudah selesai dan tinggal tahap penyajian. Pengkhotbah harus banyak berdoa minta urapan kuasa Roh Kudus untuk memakainya menjadi alat dalam penyampaian Firman Tuhan.


Click to View FlipBook Version