The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SALMON PAH, 2024-02-23 02:36:17

RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN INJIL

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 77 2. Contoh-Contoh Stuktur Khotbah Sistim Oknum-Oknum (Soo) Perhatikan tiga contoh berikut ini yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan stuktur khotbah ekspositori sistim oknumoknum. Contoh 1 PENDAHULUAN Tema: DAMBAKAN MASA DEPANYANG BERARTI Teks: Kej 28:20-22 Kalimat tanya: Rindukah kita memandang masa depan yang lebih baik, sekalipun kita telah gagal? Kata kunci: Tiga nazar (janji) Kalkun Dengan menerapkan tiga nazar yakub dalam teks ini maka kita pun akan memandang masa depan dengan penuh harapan. POKOK-POKOKBESAR I. YAKUB BERJANJI MENEMPATKAN MENJADI ALLAHNYA (Ayat 21b) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. YAKUB BERJANJI BERSEDIA MENDIRIKANRUMAHALLAH(Ayat 22a) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.YAKUB BERJANJI SETIA MEMBERIKANSEPERSEPULUH (Ayat 22b) Penjelasan Pernbuktian Penerapan KESIMPULAN


78 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Contoh 2 PINDAHULUAN Tema: HADAPI SETIAP PERGUMULAN DALAM RENCANA Teks: Injil Mark. 14.32-42 Kalimat tanya: Bagaimana cara menyikapi pergumulan yang Kata kunci: Cara Kalkun: Dengan menerapkan tiga cara Tuhan Yesus, kita pun akan menang dalam menyikapi setiap pergumulan dalam rencana Allah. POKOK-POKOKBESAR I. AJAKLAHORANG-ORANGDEKATMASUKDALAMPERGUMULAN ITU (Ayat 32,33) Penjelasan Pembuktian Penerapan II. CARILAH TEMPAT YANG TEPAT UNTUK MENGUNGKAPKAN PERSOALAN (Ayat 32) Penjelasan Pembuktian Penerapan III.MILIKILAH PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG DOA (Ayat 34-42) Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN Contoh 3 PENDAHULUAN TEMA: PEMULIHAN HUBUNGAN DENGAN TUHAN Teks: Yohanes 21:1-14 Kalimat Tanya: Bagaimana caranya agar dapat mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan? Kata kunci: Tiga pendekatan Kalimat kunci: Dengan memahami tiga pendekatan Yesus, maka kita pun akan mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan.


Merancang Struktur Khotbah Ekspositori 79 POKOK-POKOKBESAR I. IA DATANG BERJUMPA DENGAN MEREKA DI SAAT MEREKA KEMBALI KE HIDUP LAMA (Ayat 1-4). Penjelasan Pembuktian Penerapan II. IA MEMBERKATI MEREKA DENGAN BERKAT BERDASARKAN KEBUTUHAN MEREKA (Ayat 5, 12-13). Penjelasan Pembuktian Penerapan III.IA MENGADAKAN MUJIZAT BAGI MEREKA UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA IA TUHAN (Ayat 6-11). Penjelasan Pembuktian Penerapan KESIMPULAN


80 Rahasia Sukses Memberitakan Firman


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 81 S Demikianlah Firman-Ku yang keluar dari Mulut-Ku tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang kukehendak….(Yesaya 55:11) BAB V Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif etelah mempelajari keunggulan khotbah ekspositori yang menawarkan tiga sistim pendekatan dalam membuat garisbagi kesulitanbagi setiappengkhotbahdalam mempersiapkan besar khotbah, maka besar harapan penulis bahwa tidak ada lagi kesulitan bagi pengkhotbah dan dalam mempersiapkan khotbah ekspositori.Tugasuntukmempersiapkankhotbah telah selesai, kini pengkhotbah harus memasuki tahap berikutnya yaitu bagaimana menyajikan sebuah khotbah dengan baik. Pada bab ini kita akan membahas berbagai cara untuk menyajikan sebuah khotbah yang komunikatif (hidup, menarik). Isi khotbah dan penyajian khotbah


82 Rahasia Sukses Memberitakan Firman bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan ada ahli homiletika yang mengatakan bahwa penyajian yang hidup akan menyelamatkan isi khotbah yang lemah. Berbicara di hadapan publik terlihat mudah bagi yang sudah terbiasa, namun hal ini sering menjadi kesulitan bagi banyak orang khususnya dalam kaitannya dengan pemberian Firman Tuhan. Kita bisa mendengar para pengkhotbah terkenal dengan keluar menyampaikan khotbah dengan berapi-api bahkan mampu menguasai pendengar yang dalam jumlahnya puluhan, ratusan atau ribuan orang. Meskipun telah belajar ilmu berkhotbah dengan mampu menyusun puluhan khotbah atau seberapa banyak pun tetapi untuk berbicara di depan banyak orang tetaplah sulit. Ini memang sebuah pergumulan. Karena itu, solusinya adalah hanya sering dipraktekkan. Orang mengatakan bahwa “bisa karena biasa dan melakukannya berulang-ulang”. Seorang pengkhotbah harus mampu menghadapi kondisi apa pun dan menyampaikan khotbah dan mempengaruhi para pendengarnya. Jika saat membaca buku ini Anda belum mampu berkhotbah di depan orang lain, tidak ada kata terlambat, segera belajar dan berlatihlah. Memang butuh proses, tetapi pelajaran terbaik untuk publik speacking adalah dengan terus melakukannya berulang-ulang. Yakinlah bahwa dengan pertolongan Tuhan Anda akan menjadi pengkhotbah yang baik yang diurapi Tuhan sehingga memiliki kemampuan untuk menjadi pengkhotbah professional. Kini menjadi momen yang sangat penting setelah pengkhotbah menyiapkan struktur khotbah dengan susah payah berdasarkan ilmu berkhotbah, baik itu bentuk topikal, tekstual atau ekspositori pengkhotbah sendirilah yang harus mengkhotbahkan khotbahnya. Inilah kesempatan emas bagi pengkhotbah untuk meminta kekuatan dan kuasa Roh Kudus agar kata kata yang diucapkan akan mengubah hali para pendengar. Pengkhotbah berada dimeja persiapan selama beberapa jam, kini saat yang terpenting adalah penyajian khotbah kepada pendengar. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Pengkhotbah dapat digambarkan sebagai seorang tukang masak yang harus mampu memasak mampu menawarkan atau menyuguhkan kepada orang lain agar


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 83 masakannya dapat diterima dan dinikmati dengan baik keahlian ganda inilah yang dituntut dari setiap pengkhotbah professional. Pastikan bahwa semua yang hadir datang dengan berbagai persoalan yang berbeda dan ingin memperoleh jawaban dari Tuhan. Kesempatan ini sangat penting. Anggap saja ini adalah kesempatan terakhir Anda bertemu dengan mereka, kemungkinan mereka pulang dan mengalami kecelakaan, sakit dan meninggal, bahkan Iblis juga sudah menanti mereka dan akan melukai mereka lagi dengan berbagai masalah kehidupan kehadiran Tuhan melalui pengkhotbah sangat penting bagi mereka yang sedang terluka, yang sakit yang letih lesu. Sampaikan Firman Tuhan, jamahlah dan doakan mereka. Pada tahun 2008 ada salah seorang ibu yang hadir pada ibadah Minggu bersama suami dan anak-anaknya di gereja tempat penulis menggembalakan. Ibu ini belum lama menjadi pengikut Kristus, karena menikah dengan suami yang sudah percaya Kristus karena itu setelah dilayani ia sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Kerohaniannya bertumbuh dengan baik dan dengan mencintai Tuhan la selalu bersaksi tentang Kristus di persekutuan komisi wanita bahkan bersaksi melalui sebuah pujian, pada. Ini adalah kesempatan pertama baginya. Dia mendengar Firman Tuhan dengan penuh antusias pulang dengan sukacita. Melewati hari senin sampai hari jumat dengan baik. Tepat hari sabtu pagi suami menelpon dengan suara terputusputus bahwa istrinya telah tiada dan sekarang berada di rumah sakit masih diruang UGD dengan tak bernyawa lagi. Penulis sebagai gembala sidang bergegas langsung menuju ke rumah sakit dan menyaksikan bahwa ibu ini telah tiada. la telah pulang ke rumah Bapa untuk selamanya. Sebagai Gembala yang berkhotbah pada Minggu saat ia hadir, meneteskan air mata kesedihan tetapi juga air mata sukacita karena ibu ini telah mendengar Firman dengan sukacita sebelum pulang ke rumah Bapa. Berdasarkan pengalaman di atas maka di setiap pemberitaan Firman penulis selalu menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Diharapkan bahwa seorang pengkhotbah adalah seorang komunikator yang baik. Setiap pengkhotbah ingin menjadi sukses


84 Rahasia Sukses Memberitakan Firman dalam penyajian khotbahnya. Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum baik untuk persentasi apalagi berkhotbah sering menjadi hal yang sulit dilakukan. Merasa malu, minder, kurang percaya diri, takut ditertawakan atau merasa belum layak. Kalau demikian, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana caranya menyajikan sebuah khotbah yang baik? A. Sikap Positif Siapkanlah mental positif melalui doa dan percayalah bahwa Anda bisa berkhotbah walaupun untuk yang pertama kalinya. Tanamkanlah sikap percaya diri dan berpikiran positif. Yakinlah bahwa Anda mempunyai kemampuan yang baik untuk dapat berbicara di depan umum apalagi tampil saat berkhotbah. Bagaimana caranya agar penyampaian khotbah dengan sikap positif. Ikuti beberapa langkah berikut ini maka menyampaian khotbah dengan sikap positif 1. Bangkit dan berdiri serta melangkah dengan penuh semangat dan cepat menuju ke mimbar dengan ekspresi wajah yang penuh kasih, bersahabat, pandang ke semua arah dengan tubuh yang tegak dan dengan volume suara yang cukup jelas didengar oleh semua orang yang hadir, ucapkan “syalom”! Atau ucapan apa saja yang bersifat berterima kasih untuk momen ini, bersyukur kepada Tuhan, katakan kepada pendengar mereka adalah orang yang istimewa dihadapan Tuhan, Anda senang berada di depan mereka pada saat ini. 2. Nyatakan sapaan kepada semua yang hadir dengan sapaan rendah hati akan membuat pendengar mau mendengarkan khotbah. Misalnya dengan menyebut “bapak, ibu saudarasaudari yang terkasih” atau “senang bertemu pada hari ini karena anugerah Tuhan”. Ingat kita hidup dalam budaya ketimuran. Jangan menyebut “Anda” atau “you” kecuali kalau berada pada budaya barat.


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 85 3. Janganawalidengannadakritikataunegatifkarenaitumenghilangkan rasa simpatik untuk kehadiran Anda. Ingat awal yang baik dan bersahabat adalah kunci sukses dari percakapan seseorang. 4. Tampillah dengan wajah malaikat (wajah sebagai seorang utusan Tuhan yang membawa kabar gembira bagi semua orang) Apabila awal yang baik seperti yang disebut diatas telah dilewati, maka masuklah ke pendahuluan khotbah lanjutkan ke isi khotbah sampai akhir khotbah. B. Sejelas Mungkin Apa yang dimaksudkan dengan penyampaian khotbah harus jelas? Bahan khotbah sebaiknya singkat, padat, dan jelas. Untuk memudahkan Anda, tulislah rincian bahan tersebut pada selembar kertas sehingga Anda akan lebih mudah mengingatnya. Penyampaian yang jelas harus meliputi beberapa aspek penting berikut ini. 1. Jelas secara teologis: Kebenaran teologis dalam khotbah (berdasarkan perspektif teologia yang benar) harus jelas, jelas dalam penafsiran yang Alkitabiah. 2. Jelas dari segi struktur homiletika: Struktur khotbah harus jelas (Pendahuluan, teks pilihan, tema, kata kunci, kalimat Tanya kalimat lanci, pokok-pokok besar dan kecil serta kesimpulan). 3. Jelas dari segi bahasa yang digunakan bahasa lisan/verbal yang digunakan pengkhotbah harus jelas. Pendengar harus dapat memahami seluruh khotbah dengan baik. Dengan menggunakan metode komunikasi yang efektif akan menolong pengkhotbah dalam menjelaskan kebenaran Firman Tuhan. 4. Jelas dari penggunaan waktu yang tepat: khotbah yang berteletele atau mengulangi pokok-pokok yang sama akan membosankan karena pengkhotbah sendiri tidak begitu jelas dengan apa yang sedang dikhotbahkan sehingga akan menjadi tidak jelas dan respon pendengar menjadi berkurang. Berhentilah pada waktu yang tepat, berdasarkan alokasi waktu yang diberikan atau dengan melihat respon pendengar.


86 Rahasia Sukses Memberitakan Firman C. Penuh Kuasa Mengapa penyampaian khotbah harus dengan penuh kuasa? Ada beberapa maksud mengapa penyampaian khotbah harus dengan penuh kuasa: 1. Agar dapat dibedakan antara khotbah dan pidato: Khotbah berbeda dengan bercerama atau berpidato; khotbah selalu diartikan dengan pemberitaan Firman Allah. Kalau orang berpidato penyampaian dengan karisma sebagai seorang orator maka pengkhotbah harus lebih yang dengan roh yang bernyalanyala. 2. Agar khotbah akan membawa perubahan: Karena apa yang di Firmankan Allah pasti akan terjadi mujizat maka setiap khotbah harus terjadi mujizat berupa perubahan hidup, orang percaya mengalami pemulihan, jawaban, kekuatan, penghiburan, damai sejahtera dan semua yang baik dari Allah akan terjadi melalui Firman-Nya. 3. Agar ada perubahan pola pikir (Mind-sed): Seseorang akan menampilkan perbedaan cara pAndang dalam kehidupan ibadah harus terjadi. Kalau tidak ada perubahan maka apa perubahan pola pikir sebelum datang ibadah dan sesudah yang telah didengar itu menjadi sia-sia saja. 4. Agar hati pendengar terbuka menerima Firman Tuhan: Ingat tujuan utama berkhotbah agar hati pendengar tergerak untuk segera mengamalkan/melaksanakan Firman itu dalam kehidupan mereka dan bukan didengar untuk dijual pengetahuan saja. 5. Agar mimbar mimbar gerja tetap memiliki kewibawaan: Apabila dari Minggu ke Minggu pendengar/Jemaat mengalami perubahan maka mimbar-mimbar gereja hilang kewibawaannya dan berubah menjadi uraian kata-kata manusia yang kosong tidak berguna, bahkan orang untuk datang ke gereja.


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 87 D. Penuh Gairah Perhatikanlah gaya serta cara berbicara dari seoran pengkhotbah besar yang dapat Anda jadikan panutan tirulah halhal positif dari tokoh tersebut. Namun, satu hal harus diings Anda harus tetap menjadi diri Anda sendiri. Tonjolkanlah karakter Anda dalam berbicara, sehingga para pendengar terkagum ko dengan cara Anda berbicara di depan banyak orang Apalagi sebagai pengkhotbah kebenaran yang menyelamatkan setiap orang sampai pada kekekalan. Jadilah sebagai pembawa berita yang berjala-nyala kerena berita itu penting. 1. Agar ndengar ikut bergairah dalam menerima kebenaran: Untuk meninggalkan kesan yang mendalam bagi pendengar sehingga pendengar segera bertindak melaksanakan apa yang telah didengar, pengkhothah harus menyampaikan khotbahnya dengan penuh gairah atau dengan semangat yang menyalanyala. 2. Agar memancarkkan kehadiran Allah: Allah itu dasyat. dinamis dan penuh kasih Allah sedang hadir dan sedang berkata-kata melalui sang pengkhotbah. Suatu berita yang penting yang sedang disampaikan yang berkaitan dengan berkat-berkat Allah, mujizat-mujizat akan terjadi, jawaban-jawaban doa akan segera terwujud. 3. Agar inilah momen yang terakhir: Pengkhotbah harus milikilah roh yang menyala-nyala, anggap saja hari ini adalah kesempatan terakhir bagi Anda dalam berkhotbah. atau kesempatan terakhir bagi pendengar, karena tidak ada seorangpun tahu apa yang akan terjadi pada hari senin sampai dengan sabtu, mungkin ada seseorang yang akan tinggalkan dunia ini dalam Minggu ini untuk selamanya.


88 Rahasia Sukses Memberitakan Firman E. Penampilan Yang Baik Persiapkanlah penampilan Anda sebelum tampil di depan umum. Ingat, penampilan yang baik dan rapi akan membuat rasa percaya diri Anda muncul. Perhatikan penampilan Anda mulai dari bawah hingga ke atas. Usahakan agar sepatu Anda bersih dan mengkilat. Celana dan kemeja pastikan warnanya selaras dengan dasi dan jas. Sisirlah rambut hingga rapi dan sopan, dan jangan lupa menggunakan parfum yang tepat. Ini merupakan faktor penting yang akan membuat Anda lebih percaya diri saat berbicara. Ingat bahwa penilaian orang awam bagi penampilan seorang hamba Tuhan itu sangat penting. Penampilan pertama menentukan keberhasilan pengkhotbah sebelum ia berkhotbah. Penampilan sebagai seorang pengkhotbah biasanya meliputi sikap, cara berpakaian dan kepercayaan pada diri sendiri. 1. Penampilan melalui sikap: Tampil dengan sikap positif menolong pengkhotbah akan tampak ramah, hubungan dengan pendengar rileks, rendah hati, tidak terlihat sombong. 2. Penampilan melalui pakaian: Tampil dengan pakaian rapi bersih dan pantas misalnya dengan kombinasi warna jas, dasi dan baju yang serasih. Penampilan yang meyakinkan mendengarkan sebuah khotbah. Ingat, saat berdiri di depan Jangan membuat pendengar tidak merasa nyaman dengan penampilan pengkhotbah. 3. Tampil dengan keyakinan diri yang kuat: Tampil dengan ekspresi kesungguhan dan keyakinan akan menolong pengkhotbah tidak mudah terpengaruh apabila terjadi situasi yang mengganggu saat berkhotbah, sang pengkhotbah harus mampu menguasai diri, keadaan dan pendengar


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 89 F. Bahasa Tubuh Jangan malu untuk berlatih dengan cara berbicara di depan kaca/cermin atau berbicara dengan pasangan, saudara, atau orang dekat Anda. Selain itu, jangan lupa siapkan intonasi, gaya bahasa, dan susunan kata yang baik. lalu, mintalah agar mereka menilai penampilan Anda. 1. Ketika seseorang sedang berbicara di depan banyak orang, maka mata semua orang akan terfokus pada orang tersebut apalagi sebagai penghotbah ia akan menjadi fokus utama dari semua mata yang memandangnya. Karena itu pengkhotbah menjadi fokus para pendengar. 2. Sebagai pengkhotbah harus mampu mempengaruhi semua orang yang ada di depannya dengan semua kemampuan berkomunikasi yang ada padanya. 3. Selain melalui suara sebagai seorang pembicara masih memiliki kemampuan lainya untuk mendukung pikiran-pikiran yang dikomunikasikan yang sering disebut bahasa tubuh (Body Language). 4. Melalui pAndangan mata pengkhotbah: Karena keberhasilan pengkhotbah adalah tampil dengan bahasa tubuh yang bebas pAndangan mata harus keseluruh arah. Dengan pAndangan keseluruh arah pengkhotbah dapat melihat apakah ada respons yang baik atau kurang baik. 5. Melalui ekspresi wajah pengkhotbah: Biasanya ekspresi wajah pendengar ikut berbicara apakah mereka puas atau bosan. Ekspresi wajah, yang wajar familiar dengan senyuman. Harus tetap dalam ingatan bahwa berkhotbah adalah berbicara dua arah, ada dialong bukan monolog. 6. Melalui gerak tangan dan kaki pengkhotbah: Karena keberhasilan pengkhotbah adalah tampil dengan bahasa tubuh yang bebas wajar dan luwes. Termasuk ada variasi dalam gerakan tubuhnya yaitu tangan dan kaki, termasuk membungkuk atau tegak, mundur atau maju. Karena itu bahasa tubuh yang tidak kalah pentingnya dengan isi khotbah.


90 Rahasia Sukses Memberitakan Firman G. Suara yang Jelas Berlatihlah dengan cara berbicara di depan cermin atau berbicara dengan pasangan, saudara, atau orang dekat Anda. Selain itu, jangan lupa siapkan intonasi, gaya bahasa, dan susunan kata yang baik lalu, mintalah agar mereka menilai penampilan 1. Melalui Kata-kata pengkhotbah: Kata-kata yang diucapkan seorang pengkhotbah harus jelas dan saksama. Pengkhotbah harus memiliki kosa kata yang banyak. Penggunaan dan pengucapan istilah-istilah harus jelas dan dapat dipahami berdasarkan konteks pendengar agar terjalin sebuah membangun suasana komunikatif antara pengkhotbah dan pendengar. 2. Melalui suara pengkhotbah: suara harus disesuaikan dengan kondisi ruangandanpenggunaansound sistim.Ada pengkhotbah yang nada suaranya sejak awal sampai terus meninggi. Atau mendatar atau hanya selalu merendah inipun monoton. Ada lagi yang berbicara seperti berpuisi. Harus bervariasi dan memberi penekanan sesuai pentingnya isi pemberitaan. 3. Gunakan keahlian Anda untuk berkomunikasi. Karena itu disarankan bahwa seorang pengkhotbah harus mampu menguasai ilmu komunikasi dengan baik. Bukan saja ilmu komunikasi tetapi juga psikologi guna mengetahui seberapa jauh kemampuan seseorang mendengarkan khotbah. H. Percaya Diri Percaya diri adalah kunci sukses bagi pengkhotbah sebelum menyampaikan khotbahnya. Yang sering terjadi adalah ketika sang pengkhotbah tiba di tempat pelayanan atau saat memulai khotbahnya ia merasa kurang percaya diri lagi. Untuk menolong Anda selalu percaya diri maka harus sering mengevaluasi diri Anda


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 91 setelah berkhotbah. Salah satu caranya adalah dengan merekam suara Anda melalui telepon genggam, atau alat perekam lainnya. Dengan cara ini, Anda jadi tahu di bagian mana yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda tersebut. Mengapa terjadi demikian? Ada beberapa faktor peyebab mengapa pengkhotbah kurang percaya diri: 1. Melihat pendengar lebih dari dirinya sendiri Percaya diri didasarkan pada percaya pada kuasa Tuhan. Roh yang ada dalam diri kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini. Jadi jangan takut untuk berbicara. Penyakit bagi pengkhotbah adalah ketika berdiri di depan banyak orang langsung merasa kurang percaya diri, mungkin disebabkan karena melihat banyak pendengar yang terlihat lebih pandai, lebih mampuh, lebih kaya, dan lain sebagainya. 2. Kurang memiliki wibawa rohani Pengkhotbah harus percaya diri karena dia adalah utusan Tuhan. Kewibawaan yang dimiliki adalah dari Tuhan dan bukan dari manusia. Apabila pengkhotbah berkhotbah di gereja atau di setiap pengkhotbah tetap memiliki wibawa sebagai pengkhotbah yaitu tidak pernah diintorupsi. Para pendengar mau menerima atau menolak isi pemberitaan, tidak ada seorangpun yang berani langsung berdiri dan menghentikan pengkhotbah dari khotbahnya. Ini adalah sebuah budaya yang baik yaitu menghargai Firman Tuhan yang sedang diberitakan. 3. Membandingkan diri dengan pendengar Orang yan percaya diri adalah orang yang tidak membandingbandingkan diri dengan orang lain. Tuhan selalu memakai kita apa adanya. Siapapun kita, kondisi apapun ia mau memakai kita sebagain alatnya, ia mau memakai tubuh kita seutuhnya baik suara kita, tangan kita, mata kita, kaki kita semuanya sebagai alat penyampaian maksud Allah bagi dunia ini.


92 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 4. Kurang penyerahan Percaya diri menuntut penyerahan diri secara total di tangan Tuhan. Melalui doa dan persiapan yang baik yakinlah bahwa Anda akan dipakai Tuhan secara luar biasa. Bila Anda telah mempersiapkan diri dengan baik maka percayalah Roh Kudus akan bekerja untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman melalyui pemberitaan Firman Allah. I. Dikaitkan Kondisi Pendengar Harus disadari bahwa pendengar khotbah beraneka latar belakang. Bahkan kebiasaan hidup yang bervarias. Pangkotbah pun sering diundang oleh berbagai denominasi gereja. Ada gereja yang tidak membolehkan pengkhotbahnya keluar dari mimbar gereja saat berkhotbah tetapi ada gereja yang begitu bebas. Ada pendengar yang terbiasa dengan spontanitas mengucapkan amin dengan suara yang keras namun ada yang hanya diam tanpa kata. Karena itu beberapa patokan yang perlu dipertimbangkan oleh pengkhotbah adalah: 1. Pengkhotbah-pengkhotbah yang berhasil adalah pengkhotbah yang mampu memahami siapa pendengarnya. Apakah mereka adalah kaum intelektual (dosen dan mahasiswa, pelajar), status sosial, pegawai negeri, ibu-ibu rumah tangga saja, pengusaha, kaum usiawan atau campuran dari berbagai latar belakang. Biasanya dalam gereja kita jumpai anggota jemaat campuran dari berbagai lambat belakang. 2. Pengkhotbah harus memahami bermacam-macam sifat ibadah/ persekutuan agar FirmanTuhan dapat disampaikanberdasarkan kebutuhan pendengar. 3. Pengkhotbah harus mampu membaca respon dari pendengar apakah mereka masih mampu mendengar atau telah lelah karena waktu yang panjang atau waktu telah larut malam atau waktu siang yang melelahkan bahwa mendekati waktu makan siang atau makan malam.


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 93 4. Pengkhotbah sebaiknya berkhotbah berdasarkan standar waktu yang telah ditetapkan pada umumnya untuk ibadah biasa cukup 30-40 menit sedangkan untuk ibadah khusus seperti KKR dibutuhkan waktu lebih lama biasanya bisa mencapai 60 menit. Tetapi untuk ibadah duka biasanya lebih singkat berkisar antara 20-30 menit. J. Dikaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari Pengkhotbah yang berhasil adalah pengkhotbah yang selalu menghubungkan setiap bagian kebenaran dengan kehidupan sehari-hari pendengar. Ingat tujuan utama khotbah adalah agar pendengar mengalami perubahan hidup yaitu dengan menerima kebenaran Firman Tuhan. Pengkhotbah dapat menggunakan ceritera yang dapat dipahami oleh pendengar, karena ceritera dapat dikaitkan dengan adalah orang-orang yang pintar menggunakan ceritera-ceritera untuk menyampaikan nilai-nilai penting yang ingin ditekankan kepada para pendengar. Ingat semua orang senang mendengar ceritera. Dengan demikian maka penyajian khotbah akan lebih hidup dan menarik perhatian. Kehadiran pendengar pada acara ibadah Minggu atau pada suatu acara ibadah khusus misalnya kebaktian kebangunan rohani biasanya mereka hadir dengan penuh antusias. Dan di balik rasa antusias mereka terdapat pergumulan yang dalam dengan harapan bahwa Firman Allah dapat memberi jawaban langsung yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Pengkhotbah dituntut untuk harus memiliki kemampuan bukan hanya menyusun khotbah, melainkan harus dapat menyajikan sebuah khotbah. Ini adalah dua aspek yang berbeda. Penyusun khotbah dituntut untuk mengenal tiga bentuk khotbah yang telah dikenal secara di seluruh dunia, sedangkan pada saat menyajikan sebuah khotbah, pengkhotbah dituntut untuk memiliki


94 Rahasia Sukses Memberitakan Firman seni atau kemampuan untuk mengkomunikasikan kepada Iman Allah, maka khotbah harus disajikan secara sistematis, pendengar. Karena khotbah adalah sebuah seni penyampaian agar pendengar tidak merasa bosan dan pengkhotbah sendiri harus penuh gairah dalam menyampaikannya.


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 95 S Segala tulisan yang dilhamkan allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotlus 3:16) BAB VI Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah ebagai kesimpulan dari keseluruhan materi maka penulis usulkan kepada setiap orang yang rindu melayani melalui pemberitaan Firman Tuhan jangan pernah menyerah. Anda adalah pengkhotbah yang diharapkan pada masa kini tidak ada yang tidak bisa. Dimanapun Anda perada apapun status Anda, terus beritakan baik di persekutuan doa, di kantor/perusahaan. di Gereja. Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baikwaktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegoriah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (2 Timotius 4.2). Adapun resikonya. Ingatlah ini: Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah


96 Rahasia Sukses Memberitakan Firman dibelenggu seperti seorang perjahat, tetapi Firman Allah tidak terbelenggu (2 Timotius 2:9). Bagi pengkhotbah pemula biasanya mengatakan bahwa persiapan khotbah memang cukup berat, karena belum terbiasa. Perlu banyak latihan karena dengan banyak latihan Anda pasti akan tampil dengan dalam berkhotbah. Semua orang sukses pasti pernah gagal. Kalau pun Anda gagal, Firman Allah tidak pernah gagal, karena itu teruslah belajar. Ada beberapa saran praktis yang dapat diikuti guna meningkatkan kemampuan khotbah Anda. A.Berpegang Pada Prinsip Homiletika Ilmu homiletika sebagai alat untuk melengkapi seseorang dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberita kebenaran. Penyajian khotbah yang keluar dari prinsip-prinsip homiletika seperti yang telah dibahas secara rinci pada bab-bab sebelumnya, hanya akan menyulitkan pengkhotbah dalam penyampain Firman Tuhan. Pengkhotbah bisa saja diberi sebuah tema yang menarik. namun dalam pembahasan, akan menjadi tidak menarik, bahkan membosankan, karena sang pengkhotbah tidak tahu bagaimana cara membahasnya. Kerena itu prinsip-prinsip homiletika harus diterapkan secara konsekwen, maka pengkhotbah akan tampil dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri dalam penyampaian kebenaran Firman Tuhan. Buatlah struktur khotbah yang mudah dipahami, yang jelas berdasarkan hasil penafsiran terhadap teks khotbah. Dengan tetap mengingat depan unsur khotbahhnya (pada bab II) akan menolong pengkhotbah menyajikan khotbahnya dengan lancar. Ilmu homiletika melengkapi seseorang untuk dapat merangsang khotbah secara mandiri. Namun pengkhotbah dapat juga membandingkan dengan struktur khotbah yang lain hanya tujuan melengkapi sang pengkhotbah agar tampil dengan lebih percaya diri. menggunakan khotbah orang lain tidaklah namun


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 97 kalau terus bergantung pada konsep khotbah orang lain, disinilah letak kegagalan bagi seseorang yang telah mempelajari khotbah orang lain hanya sebagai sarana perbandingan yang melengkapi tugas pemberitaan. B. Belajar dari Para Pengkhotbah Sebagai seorang pengkhotbah harus mengenal para pengkhotbah yang telah dipakai Tuhan secara luar biasa baik dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjian baru bahkan para pengkhotbah masa kini sehingga dengan memperoleh gambar tentang mereka maka Andapun terpacu untuk mempersiapkan diri untuk tampil secara profesional dalam berkhotbah Mari kita perhatikan para pemberita kebenaran (pengkhotbah) yang tampil sebagai pengubah-pengubah zaman melalui khotbah-khotbah mereka. 1. Pengkhotbah-pengkhotbah Perjanjian Lama Untuk mengenal pengkhotbah yang dipakai Tuhan dengan penuh semangat dan kesetiaan untuk menyampaikan isi hati Tuhan sebagai contoh kita mengenal beberapa pengkhotbah dalam Perjanjian Lama. Ada banyak pengkhotbah dalam PL namun penulis mencoba untuk mengenal beberapa pengkhotbah saja yang terlihat lebih menonjol dari segi pengaruhnya Pengkhotbah-pengkhotbah tersebut adalah: a. Nabi Nuh Nuh memiliki kesempatan selama 120 tahun untuk selalu berkhotbah kepada semua orang dengan tema pertama tidak ada seorangpun yang menanggapi pemberitaannya akibatnya ketika terjadi Air Bah yang melAnda seluruh dunia hanya keluarga Nuh saja yang diselamatkan. Nuh menyampaikan Firman Tuhan dalam konteks semua orang hidup dalam dosa dan kejahatan yang akan dihukum oleh Allah.


98 Rahasia Sukses Memberitakan Firman b. Nabi Musa Pada awal panggilan Musa ia menolak untuk pergi berkhotbah pada umat Allah, dengan alasan Musa tidak pAndai bicara. Musa diutus oleh Allah bagi bangsa Israel dalam penjajahan Mesir, ia tampil dengan khotbah-khotbahnya untuk menggugah umat Allah agar mau keluar dari perbudakan Mesir. Yang lebih menonjol adalah ketika ia turun dari Gunung Horeb setelah bergumul dengan Allah dan menerima dua Loh Batu yang berisi sepuluh hukum Tuhan yang berkhotbah kepada umat yang sudah menyembah patung lembu emas. c. Nabi Yesaya Pada awalnya Yesaya juga menolak untuk berkhotbah kepada umat Israel yang secara moral maupun spiritual tidak lagi berkenan kepada Allah, namun ia siap untuk berkhotbah setelah melalui proses pengudusan oleh api, ia katakan “ini aku Tuhan utuslah aku”. Yesaya pada akhirnya dipakai Tuhan secara luar biasa menjadi berkat bagi bangsa Israel dalam pembuangan. la berkhotbah tentang masa depan yang Allah janjikan bagi UmatNya apabila mereka mau bertobat. Dari nubuatan tentang masa depan khususnya tentang kedatangan Khotbah-khotbahnya kita temui bahwa banyak yang bersifat tentang penghukuman bagi mereka yang tidak mau bertobat. d. Nabi Yeremia Yang sangat menyedihkan adalah Yeremia yang dibuang ke dalam pergi karena terus berkhotbah tentang kehancuran berkhotbah sekalipun ditolak. Yeremia mengalami nasib tragis yaitu ia ditangkap dan dibuang ke sebuah perigi kering. e. Nabi Yunus Yunus adalah pengkhotbah yang mengesankan karena dengan khotbahnya satu kota mengalami pertobatan yaitu kota Ninewe. Pertobatan bukan hanya bagi seluruh penduduk tetapi juga termasuk binatang-binatang harus ikut berkabung agar luput dari hukuman Allah.


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 99 2. Pongkhotbah-pengkhotbah Perjanjian Baru Dalam perjanjian Baru kita kenal beberapa pengkhotbah yang luar biasa dipakai Allah dengan urapan dan kuasa Roh Kudus. Pengkhotbah-pengkhotbah itu adalah: a. Yohanes Pembaptis Yohanes Pembaptis yang tampil sebagai perintis bagi pelayanan Tuhan Yesus, ia memberitakan berita pertobatan dalam Mark. 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan:“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampunl dosamu.”. Dampak dari khotbah Yohanes Pembaptis adalah pamancungan kepalanya yang dilalukan oleh Herodes. b. Tuhan Yesus Dalam Luk. 4:32.... Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Tuhan Yesus sebagai pengkhotbah dengan penuh kuasa, yang menarik perhatian banyak orang.Hidupnya berakhir di kayu salib Karena penolakan dari kaum Yahudi. c. Petrus Petrus yang tampil pada hari Pentakosta yang menantang semua pendengar sehinggaterjadipertobatanmasalyaituLuk.mencatat bahwa “ Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan carnkanlah perkataanku ini ...........” Jadi Petrus dikenal sebagai sorang pengkhotbah profesional yang memiliki karisma yang luar biasa. d. Stefanus Dalam kitab Kisah Para Rasul 6:7-10 kita kenal bahwa Stefanus


100 Rahasia Sukses Memberitakan Firman adalah seorang pengkhotbah yang luar biasa sehingga tercatat bahwa: “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Dan Stefanus. yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat- mujizat dan tAnda-tAnda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini -- anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria – bersama-sama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat dan Roh mendorong dia berbicara Stefanus yang dengan kuasa terus berkhotbah yang menyinggung orang Yahudi dan berakibat dirajam dengan batu. e. Paulus Paulus sebagai pengInjil yang berkeliling dan berkhotbah tentang siapakah Yesus yang bangkit. Dalam 1 Kor. 1.17 Paulus katakan bahwa: “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus Jangan menjadi sia-sia. Juga dalam pasal 1:23.... tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan. Jadi tidak diragukan lagi bahwa Paulus adalah seorang pengkhotbah professional yang berani memberitakan Kristus apapun resikonya. f. Timotius Timotius adalah seorang pengkhotbah dibawah asuhan Paulus sebagai bapak rohaninya, Paulus menasehatinya agar ia tetap berani dan tidak malu dalam pemberitaan Firman. Timotius harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya. Pengkhotbah profesional muda ini menjadi pengkhotbah yang sukses dipakai Tuhan secara luar biasa.


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 101 3. Pengkhotbah-pengkhotbah Di Abad Pertengahan Para tokoh reformator adalah pengkhotbah-pengkhotbah yang bersemangat menyampaikan suara pembaharuan bagi gereja yang mulai berkompromi dengan berbagai tradisi, aturan dan keduniawian bahkan perspektif teologis yang legalistis sempit. Gereja perlu mengalami pembaharuan agar kembali kepada panggilannya yaitu menjadi gereja yang kuat dan berfungsi sebagai garam dan terang di dalam dunia. Seruan-seruan para pengkhotbah reformatoris adalah kembali kepada Alkitab, kembali kepada keyakinan iman dan kembali kepada dasar keselamatan yaitu hanya anugerah Alloh. Pengkhotbah-pengkhotbah itu adalah: a. Martin Luther Di zaman Luther dan Calvin, khotbah juga dimanfaatkan secara maksimal sebagai media penyampaian ajaran-ajaran reformasi. Luther sendiri menyampaikan sampai 10.000 ribu khotbah yang hampir secara keseluruhan memuat pemikiran-pemikiran reformasinya. Bahkan dapat dikatakan seluruh tahapan hidup dan karya Luther tercermin pada khotbah- khotbahnya. Demikian juga Calvin, sehingga sejumlah orang menyimpulkan bahwa khotbah menjadi salah satu alat Calvin membangun jemaatnya. b. John Kalvin Pengaruh melalui khotbah Kalvin luar biasa dari tahun 1541 ia secara praktis hampir melayani setiap hari Minggu pagi ia berkotbah secara seri dari Perjanjian Baru, sedangkan di sore hari ia berkotbah dari Mazmur. Pada tengah Minggu ia memfokuskan pada Perjanjian Lama. Gereja menunjuk petugas khusus sebagai stenografer yang bertugas menerbitkan kotbahkotbah Calvin. Hampir semua kotbah Calvin diterbitkan. Opera Calvini (yang mengumpulkan seluruh tulisan Calvin) memasukkan 872 Khotbah Calvin.


102 Rahasia Sukses Memberitakan Firman c. John Knox Knox adalah salah seorang tokoh yang memengaruhi murid Calvin di Jenewa, sehingga pengaruh teologi Calvinis gerakan reformasi di Skotlandia. Ia merupakan salah satu sangat kental dalam dirinya. Menurut Knox, kekristenan dan karena keduanya merupakan suatu pergumulan yang dapat diselesaikan bersama. Knox adalah seorang pengkhotbah yang bersemangat dalam meneruskan gerakan reformasi sekitar tahun 1647. d. Zwingli Zwingli lahir di Swis, 1 Januar 1484, meninggal dan 1531 pada umur 47 tahun la termasuk pemimpinBecome Swisa, dan pendiri Gereja Reformasi wis Zwinglich seorang doctor bibliaus (pakar Alkitab) vang independent dari Luther la tiba pada kesimpulankesimpulan yang sama setelah meneliti Kitab Suci dari sudut pAndangariara sarjana humanis. Zwingli terbunuh di Kappel am Albis, dan sebuah pertempuran melawan kanton kanton Katolik Zwingli dengan semangat reformasi la terus berkhotbah dan penuh semangat demi menghasilkan perubahan dalam gereja. 4. Pengkhotbah-pengkhotbah Di Abad Modern (Abad 19) Setelah relommasi banyak pengkhotbah yang muncul dengan berbagai seruan yang senada yaitu perlu adanya hdup baru dan iman yang benar. Berbagai aliran gereja mulai muncul dan kalangan protestan dengan memberi perhatian pada ajaran teolo yang berbeda-beda namun masih dalam semangat memberitakan ajaran dalam Alkitab. Para pengkhotbah tersebut ada yang berorientasi dalam gereja namun ada yang di luar gereja misalnya ada yang ingin menjadi misionaris ke sebuah Negara. Beberapa pengkhotbah yang kita kenal misalnya: a. John Wesley (1703-1791) Sebagal seorang pengkhotbah yang banyak menekankon


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 103 pertobatan dan kelahiran kembali. Penekanan pada perubahan yang Allah lakukan dalam hati oleh karena Iman kepada Yesus Kristus. Wesley mengarahkan pelayanannya kepada pelayanan pengInjilan dan orang-orang kelas rendah pabrik. Dalam perjalanan jauh lima puluh mil sering la harus yang terabaikan. la berkhotbah dipertambangan dan pabrik-pabrik berkhotbah tiga kali dalam sehari. Khotbah-khotbah yang membakar semangat yang menghasilkan gerejo methodis. Selama hidupnya ia berkhotbah lebih dari 40.000 kali dengan melewati perjalanan dengan berkuda kurang lebih 250.000 mil. Ia menguasai 10 bahasa juga menulis banyak buku. b. Dwight Lyman Moody D.L.Moody adalah tokoh kebangunan rohani gelombang ketiga di Amerika Serikat, pada abad ke-19. la juga dikenal sebagai pengkhotbah ulung yang sering mengadakan kebangunan rohani. Moody lahir pada tanggal 5 Februari 1837 di Nothfield, Massachusetts dari keluarga petani miskin la dibaptis di Gereja Unitarian di desanya. Pada tahun 1841, ayahnya meninggal. Pada umur 17 tahun, ia pindah ke Boston untuk mencari pekerjaan, namun ia tidak berhasil mendapat pekerjaan, dan akhirnya ia bekerja menjaga took sepatu milik pamannya, dengan syarat ia harus mengikuti ibadah di Gereja Kongregasional di Boston. Pada tahun 1860, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi pekabar Injil penuh waktu, tanpa pernah menempuh pendidikan teologi formal. la aktif mengadakan kebangunan rohani dan terkenal sebagai seorang pengkhotbah ulung. Ia juga sering melakukan perjalanan dalam rangka kebangunan rohani bersama temannya, Ira D. Sankey. Ia juga aktif dalam organisasi Young Men Christian Association (YMCA), serta dalam gerakan ekumenis lainnya bersama John Mott Moody terus mengadakan kebangunan rohani di mana-mana sampai ia meninggal pada tanggal 22 Desember 1899. Luar biasa Mosdy dipakai Tuhan. Masih banyak pengkhotbah lagi yang dipakai Tuhan secara luar biasa pada abad modern yang tidak sempat disebut namun


104 Rahasia Sukses Memberitakan Firman dengan penuh keyakinan bahwa pemberitaan Firman Allah membutuhkan orang-orang yang terpanggil dengan beban yang tinnggi. Merka adalah para zaman. e. C. N. Spurgeon (1834-1892) Charles Haddon Spurgeon (lahir 19 Juni 1834-meninggal 31 Januari 1892 pada umur 57 tahun) adalah seorang pengkhotbah dari Inggris yang turut menjadi salah satu tokoh berpengaruh pada Kebangunan Rohani Inggris abad ke-19. la lahir di keluarga pendeta sebuah Gereja Rongregasionalis akan tetapi, Spurgeon baru memutuskan untuk menjadi seorang Kristen pada tahun 1850. Pada tahun 1832. Spurgeon menjadi pastor pada sebuah Gereja Baptis di Waterbeach Disitu, Spurgoon berkhotbah kepada orang orang yang terkenal sebagai pemabuk Setelah itu ia diundang untuk menjadi pastor di gereja yang lebih besar dan ribuan orang mendengar khotbah-khotbahnya. Spurgeon bukanlah seorang yang mempelajari teologi secara formal. Gaya khotbahnya sederhana dan memakai bahasa yang langsung dalam menjelaskan maksudnya. Selama pelayanannya, Spurgeon menerbitkan buku-buku renungan dan buku berisi khotbah sebanyak lebih dari 140 buku. 5. Pengkhotbah-pengkhotbah Masa Kini Pada masa kini kita kenal dengan zaman kemajuan di bidang ilmu pengetahuan danteknologi, untuk memperoleh rekaman khotbah Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli atau mencari ke toko-toko kaset atau toko buku. Anda cukup dapat mengakses secara gratis melalui internet di rumah Anda. Siapa penekhotbah favoril yang Anda inginkan lihat dan dengan gaya pengkhotbahnya? Pelajarilah hal-hal yang dapat menolong Anda. Tugas Anda adalah belajar mengetahui cara-cara berkhotbah atau teknik berkhotbah selebihnya adalah tugas Roh Kudus yang akan menggunakan Anda sebagai sarana pemberitaan kebenaran bagi dunia ini.


Sepuluh Prinsip Penyajian Khotbah yang Efektif 105 Di toko-toko buku Anda dapat membeli banyak bahan khotbah yang Anda telah tercetak dan siap untuk dikhotbahkan saja. Anda juga dapat mendownload di internet beberapa pengkhotbah luar negeri yang dikenal sekarang adalah Louis Palau yang dipromosikan sebagai pengganti Billi Graham, Reinhard Branky yang bukan hanya pengkhotbah tetapi juga dengan mujizat-mujizat bagi bermacammacam penyakit, demikian, pula dengan Morris Cerrulo, Petter Youngren. Pengkhotbah di Indonesia antara lain: Petrus Oktavianus, Chris Marantika Yusuf Roni, Yakub Nahuwai, Gilbert Lamonding, Niko Notoraharja, Alex Tanusaputra, dan lain sebagainya, mereka semua dipakai Tuhan secara luar biasa. Allah yang memanggil dan memilih kita untuk memberitakan berita sukacita bagi dunia. Zaman boleh berubah tetapi Firman Allah tidak pernah berubah karena itu Firman Allah selalu mampu memberi jawaban dalam kehidupan manusia karena itu berkhotbah adalah kesempatan untuk terus kobarkan karunia Allah yang ada pada kita. Pengkhotbah hanyalah olat di tangan Allah, Allah sendiri mau berbicara bagi dunia ini Allah ingin berbicara secara langsung kepada umat Nya, karena itu melalui pengkhotbah Allah memakai hamba-hambaNya untuk menyampaikan Firman-Nya. C. Adakan Evaluasi Terhadap Khotbah Jangan bosan-bosan dengan mengadakan evaluasi terhadap khotbah agar khotbah yang disajikan selalu dapat dijaga kualitasnya. Ada banyak cara untuk mengadakan evaluasi. Minimal Anda dapat menggunakn dua macam evaluasi berikut: • Evaluasi dapat dilakukan melalui rekaman audio, video. • Evaluasi melalui lembaran evaluasi. Apabila menggunakan lembaran evakluasi maka mintalah orang dekat seperti teman, istri atau suami untuk menolong mengadakan evaluasi. Apakah khotbah terlalu pantang membosankan atau memberkati.


106 Rahasia Sukses Memberitakan Firman Seorang pengkhotbah yang ingin mempertahankan kualitas khotbahnya tentu akan berupaya semaksimal munkin untuk terbuka menerima berbagal masukan termasuk kritikan yang sifatnya membangun. Jangan merasa bahwa kita telah mampu menguasai berbagai pengetahuan Alkitab sehingga pasti dapat berkhotbah dengan baik. Bila pengkhotbah ingin menggunakan lembaran evaluasi maka gunakanlah contoh lembaran evaluasi berikut ini yang meliputi: pendahuluan, garis besar, kesimpulan, penyajian, penampilan suara yang jelas. LEMBARAN PENILAIAN KHOTBAH (Angka lima terbaik) Pendahuluan 1. Memaku perhatian pendengar, menarik, singkat 1 2 3 4 5 2. KALKUN: Jelas, berbobot, menuntut keputusan kata kunci tepat 1 2 3 4 5 3. Dengan lancar memimpin pendengar ke dalam khotbah 1 2 3 4 5 Garis Besar Isi Khotbah 4. Garis besar sederhana, pendek, logis, berasal dari Teks 1 2 3 4 5 5. Kokok-pokok besar tersusun berdasarkan urulan logika teks 1 2 3 4 5 6. Isinya: menarik, Alkitabiah/tcologis, berbobot. 1 2 3 4 5 7. Penjelasan, pembuktian, penerapan 1 2 3 4 5 8. Kutipan-kutipan: Ayat referensi, pepatah, dll 1 2 3 4 5 9. Penggunaan ilustrasi/contoh-contoh sesuai isi khotbah


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 107 1 2 3 4 5 KESIMPULAN 10. Disiapkan baik-baik, menuntut keputusan undangan jelas. 1 2 3 4 5 11. Bemada positif. ada dorongan, himbauan? 1 2 3 4 5 12. Pengulangan pokok besar/kutipan Ayat/cerita singkat? 1 2 3 4 5 PenyajianKhotbah 13. Ambil waktu yang cukup, tidak terburu-buru. 1 2 3 4 5 14. Khotbah menarik, memaku perhatian. 1 2 3 4 5 15. Pengkhotbah disiapkan baik-baik, yakin akan dirinya 1 2 3 4 5 16. Pengkhotbah penuh semangat kuasa 1 2 3 4 5 Penampilan atau Sikap 17. Ramah, bubungan dengan hadirin baik, relaks. 1 2 3 4 5 18. Menunjukkan rendah hati, tidak sombong 1 2 3 4 5 19. Pakaian rapi/bersih/pantas. 1 2 3 4 5 20. Menguasai diri/keadaan/hadirin 1 2 3 4 5 21. Berkhotbah dengan kesungguhan dan keyakinan. 1 2 3 4 5 22. Gerak-gerik/Sikap Badan, bebas wajar, luwes 1 2 3 4 5 23. Ada cukup variasi dalam gerak-gerik.


108 Rahasia Sukses Memberitakan Firman 1 2 3 4 5 24. Mata memandang ke suluruh arah pendengar 1 2 3 4 5 25. Ekpresi wajah, cocok, menyenangkan 1 2 3 4 5 Suara 26. Kata-kata diucapkan dengan jelas dan seksama. 1 2 3 4 5 27. Variasi dalam kekuatan/nada suara. 1 2 3 4 5 28. Variasi dalam kecepatan/tempo suara 1 2 3 4 5 29. Berhenti sebentar untuk menekankan sesuatu. 1 2 3 4 5 30. Contoh-contoh dan ceritera-ceritera didramatisasikan. 1 2 3 4 5 Perhatikan dan gunakan lembaran evaluasi berkut ini untuk menulai (jika diberi angka 2, berarti khotbah Anda sangat kurang baik. Jika diberi 5, maka khotbah Anda sangat bagus. D. Milikilah Wawasan yang Luas Perlu disadari bahwa kita sedang hidup dalam suatu masa transisi dimana perubahan terus menerus terjadi perubahan banyak ditemui di hampir seluruh sudut bumi dan setiap aspek telah berubah dan senantiasa berubah dalam laju yang sangat cepat sehingga menyulitkan banyak eksekutif ahli ekonomi. ilmuan, pejabat pemerintah, ahli lingkungan dan para pengamat tren. Masa depan tidak lagi mudah diprediksi. Kehidupan dan karier tidak akan bertahan lama lagi jika mengikuti aturan-aturan yang sederhana.


Kiat-kiat Meningkatkan Kualitas Khotbah 109 Demikian pula dalam dunia pelayanan tentunya kita membutuhkan figur-figur pengkhotbah yang efektif yang akan membawa generasi ini mampu menghadapi tantangan zarnan. Pengkhotbah harus mampu menunjukkan jalan yang benar yang harus dilewati berdasarkan terang Firman Tuhan: Hidup dalam generasi sekarang adalah yang paling unik dan dinamis dalam ekonomi dari pesatnya kemajuan teknologi begitu meresahkan pasti apakah dunia ini sedang menuju masa yang lebih baik atau lebih buruk atau malah menuju konflik dan kekacauan dalam skala global. Hidup dan melayani di Era Globalisasi yang sarat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, itu berarti kita dituntutjuga untuk memiliki pengetahuan yang luas.Karena dengan memiliki pengetahuan diberbagai bidang, hal itu akan mendukung seorang pengkhotbah dengan mudah menolong pendengar mampu menerima kebenaran berdasarkan konteks pendengar. Sebagai pengkhotbah harus memiliki jangkauan pelayanan yang lebih luas: Kemampuan seorang pengkhothah sebaiknya telah dikenal sebelum ia berkhotbah dengan demikian dapat diundang untuk melayani secara luas bukan mencari popularitas melainkan terus menyampaikan kebenaran Firman. Belajar dari Yeremia dalam penyampaian kebenaran, ia memiliki semangat atau (komitmen) walaupun terus ditolak Mari kita tampil sebagai pengkhotbah di akhir zaman ini seperti yang Allah arapkan: Siap diutus, pegang janji Allah, memiliki otoritas Allah dan siap hadapi resiko. 1. Siap diutus tanpa ada alasan. Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pAndai berbicara, sebab aku ini masih muda. Tetapi TUHAN berFirman kepadaku janganlah katakana: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuulus, haruslah engkau


110 Rahasia Sukses Memberitakan Firman pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah sampaikan”.(Yeremia 1:7). 2. Peganglah janji penyertaan Tuhan Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah Firman TUHAN.” Yeremia 1:8) Allah yang menaruh Firman-Nya dimulut kita “Lalu TUHAN berFirman kepadaku: “Sesungguhnya. Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu”.(Yeremia 1:9). 3. Milikilah otoritas Allah dalam pemberitaan Firman “Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsabangsa dan atas Kerajaan-Kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan untuk membangun dan menanam. (Yeremia 1:10). 4. Siap terima resiko apapun yang terjadi Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah den sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka (Yeremia 1:17). Yeremia berkata “Kepada siapakah aku harus berbicara dan supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh. Firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!” (Yeremia 6:10). Jadi milikilah keberanian seperti Nabi Yeremia yang harus Terpanggil dan memakai setiap hamba-Nya demi tujuan-Nya yang mulia. Jadilah pemberita Firman dalam setiap keadaan!


111 Lampiran-lampiran LAMPIRAN 1 CONTOH KHOTBAH EKSPORISTORY SISTIM OKNUM-OKNUM (SOO) PANDANG MASA DEPAN DENGAN PENUH HARAPAN (Kej. 28:20-22) Pendahuluan Jakub adalah orang yang telah melakuan kesalahan sehingga ia harus menerima akibat dari perbuatannya Yakub adalah orang yang gagal dalam hidupnya. Ia telah menipu saudaranya sehingga kini ia harus pergi jauh ke rumah Laban (Omnya). Dia harus meninggalkan saudaranya dan orang tuanya dan memulai suatu babak kehidupan yang baru. Dalam perjalanan inilah ia menerima sebuah mimpi khusus dan membuat dia terhentak untuk harus membuat sebuah keputusan penting dalam hidupnya sebelum ia akan tiba di rumah Laban Keputusan ini akan menentukan keberhasilan masa depannya kelak. Yakub merindukan tiga pergumulan terjawab di masa depannya yaitu: Penyertaan Tuhan, perlindungan Tuhan serta pemeliharaan Tuhan. Dan selama empat belas tahun ia harus bekerja di rumah Laban. Pada akhirnya semua yang dirindukan terkabul juga sesuai dengan harapannya. Karena itu Yakub membuat janji nazar yang ditujukan untuk dirinya sendiri dihadapan Tuhan berkaltan dengan masa depannya. Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan paknian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Alloh. Dari segala sesuatu yang berikan kepadaku akan selalu ku persembahkan sepersepuluh kepada-Mu”(Ke), 2820-22).


112 Rindukah kita memandang masa depan yang lebih baik sekalipun kita telah gagal? Ingat rancangan Allah adalah Jadi tidak ada istilah terlambat. Sellap orang yang ingin Bangka dari kegagalan pasti ada jalan keluar Kegogalan bukan akhir segalanya, selagi hidup inilah kesempatan emas untuk meraih keberhasilan. Karena itu, “Dengan menerapkan tiga nazar Yokub dalam teks ini maka kitapun akan memandang masa depan dengan penuh harapan” Pertama, Yakub mau MENEMPATKAN TUHAN MENJADI ALLAHNYA (Ayat 21b) Yakub dengan komitmen ingin menempatkan Tuhan sebagai Allah-Nya. Konsep Tuhan bagi Yakub adalah kepercayaan kepada suatu Pribadi yang berkuasa yang sanggup menolong di waktu susah atau saat seseorang berada di tengah ancaman dan sepertinya tidak ada jalan keluar. Sedangkan konsep Allah bagi Yakub adalah suatu pribadi yang Maha Tinggi diatas segala Allah dan tidak ada lagi yang Sanggup melebihi-Nya. Dia bukan saja Tuhan tetapi sekaligus adalah Allah sendiri. Tidak ada Tuhan selain Allah, Pengakuan ini sekaligus merupakan sebuah titik balik bagi Yakub. Ia telah melakukan kesalahan dengan menipu kakaknya Esau. Dia berada dalam ancaman. Tidak ada jalan keluar dan tidak ada seorangpun yang sanggup menyelamatkan Yakub. Ini adalah momen terakhir yang paling menentukan bagi Yakub. Karena itu dalam perjalanan dilema (mati atau hidup), karena itu Ayat-Ayat sebelumnya Yakub sungguhsungguh bergumul dalam doa. Kita harus menyadari bahwa sebagai manusia biasa kita berada dalam keterbatasan, itulah sebabnya bila diperhadapkan pada situasi-situasi yang sulit dimana kita tidak lagi sanggup untuk mengatasinya maka jalan satu-satunya adalah berserah penuh di bawah kekuasaan Tuhan sebagai Allah kita yang hidup. Yakub telah melakukan hal ini. Hal yang menarik adalah Yakub telah membuat sebuah komitmen sebelum melihat jawaban itu nyata Ini adalah


113 komitmen iman. Nazar merupakan sebuah komitmen iman yang harus dipatuhi oleh diri sendiri di hadapan Tuhan dan bersedia menanggung semua resiko karena nazar tersebut. Kedua, Yakub berjanji BERSEDIA MENDIRIKAN RUMAH ALLAH (Ayat 22a) Konsep Bait Allah dalam perjanjian Lama sangat penting karena Bait Allah diindentikkan dengan kehadiran Allah secara dasyat. Dia hadir di tengah umatNya dan berkenan uphtuk mendengar segala Doa umatNya. Kehadiran Allah juga mencerminkan kekudusan. oleh sebab itu setiap orang harus menjaga kekudusan Bait Allah. Sikap orang terhadap Bait Allah mencerminkan sikap orang terhadap Tuhan. Apa alasan bagi Yakub dalam bernasar untuk mendirikan bait Allah? Ada tiga nilai penting yang menjadi pertimbangan Yakub antara lain: Pertama, Lakukan sesuatu yang sifatnya memiliki nilai hisroris, Yakub ingin melakukan sesuatu yang bermakna yang tidak hanya diingat seketika melaikan diingat untuk selamanya. Kedua, lakuan sesuatu yang bernilai teologis, Yakub ingin bahwa mendirikan rumah Tuhan itu adalah sombol kehadiran Tuhan, kedadiran-Nya harus dihormati, dihargai karena Dia layak menerima segala pujian dan hormat. Di dalam rumah Tuhan setiap orang beroleh kekuatan, jamahan, penghiburan dan damai sejahtera. Ketiga, lakukan sesuatu dengan nilai edukatif Rumah Tuhan sebagai tempat dimana setiap orang menerima Firman Tuhan bersifat pengajaran dan bimbingan hidup agar hidupnya berkenan pada Tuhan. Dengan membangun Rumah Tuhan itu menjaditeladan bagi generasi penerus bahwa rumah penting untuk di perhatikan jangan hanya membangan umah sendiri.


114 Sebagai pelajaran bagi hamba Tuhan dan gereja Tuhan masa kini,membanguntempatibadahadalah hal yang mulia bila dilandasi pemahaman yang benar seperti Yakub Allah telah memberkati hidup kita, mari persembahkan berkat untuk pembangunan rumah Tuhan. Ketiga Yakub berjanji SETIA MEMBERIKAN SEPERSEPULUH (Ayat 22b) Apa alasan Yakub mau memberi persepuluhan? Ternyata pAndangan Yakub tentang perpuluhan sangat penting. a. Pempersembahkan persepuluhan menjadi sebuah keharusan dihadapan Allah sebagai sang pemelihara kehidupan. Sikap kewajiban baik bagi individu maupun keluarga dan di dalam berjemaat (sebagai sebuah umat). Persepuluhan menjadi sebuah konsep penting dalam mempertahankan hubungan dengan Allah karena beberapa alasan berikut ini: b. Sebagai sebuah pegakuan bahwa kita bersedia mengikat hubungan yang erat dengan Allah sumber kehidupan dan tetap berjalan bersama Dia. c. Sebagaiwujud rasa syukur yang tak terucapkan atas pertolongan Tuhan dalam menghadapi suatu masalah yang berat yang dihadapi dalam hidup ini. d. Sebagai sebuah pengakuan bahwa semua berkat yang diterima berasal dari Tuhan bukan dari kekuatan sendiri atau dari setan. e. Sebagai sebuah kesaksian bagi orang lain bahwa Allah yang kita sembah itu hidup dan berkuasa yang memelihara hidup kita sampai pada hari ini, Minggu ini, bulan ini atau Tahun ini. f. Sebagai suatu pengakuan atas kepemilikan Tuhan bahwa kita ini hanya sebagai pengelolah milik Tuhan. Dia sang investor, kita hanyalah Manejer saja. g. Sebagai wujud ketaatan pada perintah Tuhan bahwa persepuluhan adalah milik Tuhan yang harus dikembalikan.


115 h. Sebagai wujud dukungan kita secara penuh bagi pekerjaan Tuhan yang dikelolah dalam rumah perbendaharaan Tuhan. i. Sebagai kesempatan untuk melatih karakter baru kita yang semakin menyerupai Kristus. Jika suka memberi dan tidak serakah, maka hal itu sebagai gaya hidup baru bagi setiap orang yang ada dalam Kristus. j. Sebagai wujud rasa hormat kita kepada Dia yang Maha Mulia, dan maha segala sesuatu. k. Sebagai suatu penempatan skala prioritas penting dalam hidup kita bahwa kita selalu mengutamakan Tuhan sebelum diri kita, keluarga kita dan orang lain. Kesimpulan: Yakub bernazar berjanji untuk menenpatkan Tuhan sebagai Allahnya, mau membangun rumah Tuhan dan berjanji setia memberikan persepuluhan, bagaimana dengan Anda? Belajarlah dari Yakub, buatkan komitmen sekalipun belum ada jawaban untuk pergumulan yang sedang dihadapi. Apakah Anda telah memiliki komitmen iman/Nazar yang benar? Apakah Anda pernah bernazar pada Tuhan? Apakah Anda sudah menepati nazar Anda? Datanglah pada Tuhan dalam doa yang sungguh-sungguh karena ditengah krisis yang berat kita selalu berada dalam kebimbangan ketakutan. Jangan lari pada kekuatan lain. Berape sedang berada dalam sebuah krisis seperti Yakub? Sudahkah Anda membawa segala kekuatianmu kepada Tuhan sebab la yang memeliharamu (1 Petrus 5:7-8). Percaya bahwa Tuhan pasti menolong dan ada jalan keluar tepat pada waktunya. la yang berjanji adalah setia Dia mengatakan bahwa la tetap menyertai kita dalam situasi apapun. la turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Rom. 8:28). Kesimpulan Sebagai anak-anak Tuhan, kita telah mengalami banyak pertolongan Tuhan. Maka marilah kita terus melangka untuk menatap masa depan dengan lebih baik dengan:


116 • Tetap menempatkan Kristus sebagai Allah yang lebih penting dari apapun jug dala hidup ini. • Mendukung pembangunan rumah Tuhan berdasarkan berkatberkatyang kita peroleh selama hidup ini. • Mendukung pekerjaan Tuhan melalui memberi persepuluhan sebagai wujud ucapan syukur pada Tuhan. Allah sedang menunggu Yakub-Yakub di zaman ini Allah ingin memberkati, memulihan dan memakai sebagai alat-Nya. Kiranya muncul Yakub-Yakub di zaman ini yang mengambil tindakan radikal yang berdampak positif bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.


117 LAMPIRAN 2 CONTOH KHOTBAH EKSPOSITORI SISTIM KEBENARAN KEKAL (SKK) MENANG HADAPILAN SETIAP PERGUNULAN (Mark. 4:32-42) Pendahuluan Puji Tuhan bahwa oleh anugerah-Nya kita diberikan kehidupan untuk menikmati segala berkat sukacita dan damai sajahtera yang asalnya dari Tuhan kita Yesus Kristus, bahkan segala keperluan kita dipenuhi oleh-Nya. Mari kita beri kesempatan pada Tuhan. Kita ingin berkomunikasi dengan Tuhan karena Tuhan pun ingin berkominikasi dengankita. Sekalipun kita harus terhadapan dengan persoalan-persoalan kehidupan namun kita dapat katakan bahwa segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 413). Persoalan seberat apapun harus kita tanggung, Firman Allah mengatakan bahwa persoalan persoalan/pencobaan-pencobaan yang kita hadapi adalah pencobaan yang biasa bukan luar biasa, karena itu Allah berjanji akan berjalan keluar asalkan kita dapat menghadapinya (1 Kor 10 13). Saat kita memasuki Minggu-Minggu sengsara Tuhan Yesus Kristus yag klimaksnyapada JumatAgung,kita tentu akanmengingat betapa beratnya pergumulan yang harus kita dialami/dierhadapkan kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan hal iniakan menjadi pelajaran yang berharga bagikita dikala kita pun diperhadapkan dengan berbagai pergumulan yang berat. Karena itu mari kita dekatkan diri kita dengan teks dalam inijil Mark. 1439-42 bunyinya: “32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada muridmurid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” 33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut


118 dan gentar, 34 lalu kata-Nya kepada mereka:“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” 35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” 37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah. 39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. 40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya. 41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” Tema yang akan kita bahas yaitu: MENANG HADAPILAH SETIAPPERGUMULAN.Dalamhidupini ada tigamacampergumulan yang harus kita hadapi antara lain : Pertama, ada pergumulan yang diperhadapkan kepada kita sebagai akibat dari harus kita tanggung yang disebabkan oleh perbuatan orang lain karena dosa dan salah kita atau karena oleh orang lain namun Anda pergumulanpergumulan harus ditanggung karena rencana. Kalau demikian maka yang menjadi pertanyaannya adalah mencatat ada tiga strategi bagaimana menyikapi setiap pergumulan yang diperhadapkan kepada kita, karena itu dengan menerapkan tiga strategidalamteks ini, kitapunakanmenangdalammenghadapi setiap pergumulan dalam rencana Allah.


119 Strategi pertama adalah, AJAKLAH ORANGORANG DEKAT DI SEKITAR ANDA MASUK DALAM PERGUMULAN ITU. Ajaklah orang dekat”. inilah pinsip yang perlu kita kembangkan di dalam menyikapi pergumulan yang berat. Tuhan Yesus mengajak orang-orang dekat yang berada di sekitarnya untuk ikut dalam menghadapi pergumulannya yaitu murid-muridNya sendiri. Mungkin kita bertanya siapakah yang termasuk orang dekat? Apakah semua orang dekat dapat kita ajak? Karena tidak semua orang dekat adalah orang yang dapat menolong kita dalam menghapi setiap pergumulan hidup. Kita membutuhkan kriteria “orang dekat’. Kalau demikian apa kriterianya? Ada beberapa kriteria untuk menentukan orang dekat”: a. Orang dekat adalah orang selalu bersama-sama dengan kita yang selalu atau pernah menolong kita baik secara materil maupun secara moril. b. Orang yang punya kapasitas kerohanian yang dapat dipertanggung jawabkan yaitu orang yang punya hubungan dekat dengan Tuhan sehingga dapat menyimpan rahasia dan tidak memanipulasi pergumulan kita demi kepentingan sendiri. c. Orang yang dapat memberi suport rohani/bimbingan dan arahan yang tepat, termasuk seorang konselor yaitu orang yang dapat dipercayal dan dapat memberikan jalan keluar secara rohani. d. Orang yang rela berkorban bagi orang lain yang mau mengambil bagian dalam pergumulan orang lain. e. Orang yang setia dengan kita baik dalam suka maupun dalam duka.


120 Tuhan Yesus pada saat menghadapi pergumulan yang berat Dia mengajak Murid-murid-Nya pergi ke suatu tempat khusus mengajak ahli-ahli Taurat Dia tidak pergi ke Herodes atau Pilatus untuk meminta nasihat atau jalan keluar atau keringanan hukuman akan ditanggungnya, melainkan la mengajak murid-murid sebagai orang dekat. Dia yang telah memanggil mereka bahkan membentuk/mempersiapkan menjadi murid-murid yang setia, secara khusus Tuhan Yesus mengajak Petrus. Yakobus dan Yohanes: ketiga orang inilah yang sering diajak untuk hal-hal yang khusus, ingat pengalaman doa mereka di sebuah gunung yang tinggi (Mark. 9:2-13). Karena itu milikilah orang dekat yang dapat berdoa bersama Anda dan jangan salah menentukan orang dekat karena hal itu akan menentukan keberhasilan Anda dalam menghadapi setiap masalah. Siapakah orang dekat bagi Anda? Mungkin Anda dapat menentukan dari tiga lingkungan berikut ini: a. Lingkungan keluarga Anda (suarni, istri, anak-anak saudara, orang tua). b. Lingkungan pekerjaan Anda (rekan sekerja, atasan atau bawahan) c. Lingkungan pelayanan Anda (Pendeta. Majelis, sesama anggota jemaat). Anda dapat menentukan secara bebas asalkan memenuhi kelima kriteria diatas. Hati-hati! Jangan mengajak Yudas, maksudnya jangan salah menentukan orang dekat bagia Anda. Setelah Tuhan Yesus menentukan murid-murid-Nya sebagai orang dekat maka Ia mulai ceriterakan secara detail sejauh mana Pergumulan yang sedang dihadapi-Nya. Dalam Mark. 14.33- 34. menggambarkan betapa beratnya pergumulan Tuhan Yesus. Penulis mengatakan bahwa: la sangat Takut dan gentar, “kataNya kepada mereka: Hatiku sangat sedih dan mau mati rasanya”. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah. Tuhan Yesus membagikan apa yang menjadi pergumulan-Nya. Kesedihan yang dimaksudkan disini adalah suatu gambaran keadaan pikiran dan emosi yang dilandasi suatu beban yang begitu berat. Ada kemungkinan Tuhan


121 Yesus mengungkapkan pergumulan-Nya di depan ketiga muridNya itu dengan meneteskan air mata dan dengan nada yang lamban serta ucapan yang terputus-putus yang tidak seharusnya la katakan kepada murid murid-Nya, namun secara manusia ia merasa seolah tak kuasa untuk menghadapi beban hidup yang berat seperti ini sekalipun Dia seorang Guru. Apakah ini sebuah keluhan tanpa iman ataukah sebuah ungkapan dari seorang yang telah putus asa dalam menghadapi hidup ini? Tidak ini ungkapan dari suatu pribadi yang lahir sebagal manusia yangharusberhadapandenganpergumulanyangberatdan punya harapan akan memenangkan pergumulan seberat apapun. Ini adalah sebuah pengakuan yang sejujurnya yang mengharapkan pertolongan secara rohani yang datangnya dari atas, dari Bapa Sorgawi. Orang-orang dekat kita perlu memahami sejauh mana pergumulan kita agar mereka siap untuk memberi dukungan yang bersifat membangun, menghibur dan menolong guna penyelesaian yang berdampak pada ketengangan dan kedamaian di hati. Karena itu carilah dan milikilah orang dekat” dan jangan mau hidup sendiri, karena untuk itulah kita dipanggil. Ketika kita belum mengenal Tuhan kita selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri namun setelah kira mengenal Tuhan kita lebih mengandalkan Tuhan melalui kehadiran saudara seiman yang dapat menolong kita. Sudahkan Anda memiliki orang dekat seperti Tuhan Yesus? Tuhan ingin menempatkan disamping Anda orang-orang dekat yang siap menolong Anda, karena itu berdoalah untuk hal itu. Strategi kedua adalah, CARILAH TEMPAT YANG TEPAT UNTUK MENGUNGKAPKAN PERSOALAN ANDA Perhatihan teks kita baik-baik, dimanakah tempat yang tepat bagi Tuhan Yesus beserta Murid-murid-Nya? Kapankah waktu yang tepat bagi Tuhan Yesus untuk berbicara dengan meJelis? Getsemani dan bukan di sebuah Hotel atau sebuah restouran atau cafe sehingga mereka dapat bertukar pikiran sambil menikmati hidangan dengan santai.


122 Tuhan Yesus memilih taman Getsemani dengan beberapa pertimbangan: 1. Inilah tempat dimana la dan murid murid-Nya pernah sering berdoa. 2. Inilah tempat yang sunyi di waktu tidak banyak orang mengunjungi taman itu. 3. Inilah tempat untuk berdoa dengan doa syafaat yang panjang tanpa terganggu oleh apapun juga. 4. Inilah tempat yang menunjang komunikasi yang lancer dengan Bapa di Sorga. Sebagai anak-anak Tuhan, saat kita diperhadapkan dengan mengingkapkan segala pergumulan kita? Banyak orang salah menentukan tempat bagi mereka, ada yang memilih tempat-tempat hiburan malam, atau meja judi, kemabukan, tempat pelacuran atau tempat-tempat hiburan lainnya, namun ketahuilah hanyalah bersifat sementara.Dan setelah kembali ke rumah masalah itu akan datang kembali dan menghancurkan hidup Anda. Getsemani bagi kita adalah tempat di mana kita bisa berdoa kepada Bapa di Sorga. Anda dapat memilih beberapa tempat berikut ini dan dijadikan Getsemani buat saudara di kala menghadapi pergumulan yang berat: a. Gereja sebagai rumah doa bagimu, Anda dapat bergabung dengan saudara-saudara seiman di sebuah Gereja lokal b. Persekutuan-persekutuan doa, hadirilah acara-acara doa baik yang dilaksanakan oleh gereja sendiri atau oleh gereja lain. c. Tempat-tempat retreat/ bukit-bukit doa di sana Anda dapat berdoa dengan tenang. d. Carilah ruangan khusus atau taman atau lapangan yang tidak dilalui orang agar Anda tidak terganggu. e. Carilah tempat yang tepat untuk memulikan stamina rohani Anda sekaligus dapatkan kekuatan rohani untuk menyatakan kesiapan menghadapi setiap masalah.


123 Sadarilah bahwa kesibukan dalam tugas dan tanggung jawab sering menjadi kendala bagi kita untuk dapat meluangkan waktu bersama Tuhan untuk memecahkan berbagai masalah yang sedang kita hadapi namun coba belajarlah dari Daniel dalam Alkitab. Daniel adalah sebuah sosok pribadi yang sangat sibuk dengan berbagai tugas dan tanggung jawab khususnya dalam menjalankan roda pemerintahan bangsa yang tidak percaya kepada Allahnya Daniel, Dia Hidup dan berkarya di tengah-tengah orang-orang yang tidak seiman dengan dia Namun Alkitab mencatat bahwa Daniel adalah orang yang memiliki kedisiplinan dalam hal berdoa. Dia berdoa tiga kali dalam sehari dengan menggunakan tempat yang tepat yaitu di tempat pekerjaannya. Ada kemungkinan bahwa Daniel selalu berdoa pada pagi hari yaitu pada jam-jam awal sebelum ia bekerja, sebelum ada karyawan yang datang kemudian ia juga berdoa pada siang hari saat beristrahat yaitu pada sore setelah bekerja. Sebelum ia pulang ke rumah la berdoa untuk setiap persoalan pekerjaan yang sedang di hadapinya. Karena itu ketika ia dibuang ke dalam gua singa, ia tidak takut sedikitpun dan mujizat terjadi baginya, dia keluar dari gua singa tanpa cacat sedikitpun. Kemenangan alas setiap persoalan di tentukan oleh seberapa jauh hubungan kita dengan Tuhan sebelumnya dan bukan pada saat masalah itu tiba. Strategi ketiga adalah, MILIKILAH PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG DOA Setelah kita melakukan cara pertama dan kedua dalam menyikapi setiap pergumulan yang berat maka kini kita melangkah lagi dengan cara yang ketiga yaitu kita harus memiliki konsep pemahanan tentang doa yang benar. Pemahaman tentang doa sangatlah penting, mengapa? Agar kita tidak salah berdoa atau tidak mengalami jawaban doa. Cara pertama dan kedua bertujuan agar kita dapat berdoa. Bagaimana cara berdoa yang benar?


124 Belajar dari cara Tuhan Yesus yang di dasari pemahaman yang benar tentang doa maka kitapun dapat melakukannya dalam menghadapi setiap pergumulan yang berat. 1. Doa Adalah Komunikasi Dengan Bapa Jalinlah hubungan kedekatan dengan Bapa di Sorga. Dalam doa Tuhan Yesus berseru: “ya abba, ya Bapa”. Sapaan kepada Allah sebagai Bapa, sekalipun la adalah Allah yang maha Agung dan maha Mulia dan maha Dasyat. Allah ditempatkan seperti hubungan ayah dengan anaknya yaitu hubungan kedekatan yang erat. Sebelum kita mengungkapkan segala beban dan pergumulan yang berat, kita harus mengkondisikan hati dan pikiran kita terlebih dahulu dimana kita mengalami kedekatan dengan Bapa kita di Sorga. Bagaimana cara Sembahlah Dia mungkin melalui nyanyian yang mengandung pengharapan dan sanjungan kepada Allah hingga hati dan pikiran kita menjadi tenang terlebih dahulu. Pastikan bahwa kita layak memanggil Allah sebagai Bapa kita. Dalam pengalaman, kebanyakan anak Tuhan merasa jauh dari Bapa karena ada dosa yang menjadi pemisah. Bahkan ada yang mengalami seperti anak yang terbilang yang merasa jauh dari bapanya. Doa adalah hubungan kedekatan dengan Bapa Surgawi yang berdampak pada kedamaian dan ketenangan. 2. Doa Harus Dilandasi Iman yang Besar Tuhan Yesus berseru kepada Bapa-Nya dengan berkata: “Aku tahu ya Bapa bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Mu” Suatu pernyataan iman yang besar yaitu percaya bahwa Allah lebih besar dari segala persoalan yang kita hadapi, sikap ini mengawali pergumulan doa Tuhan Yesus. Keyakinan Iman seseorang akan menentukan kemenangannya atas setiap pergumulan hidup. Ketika kita masuk dalam doa ciptakanlah dalam pikiran dan hati kita bahwa Allah lebih besar dari segala persoalan dan bukan persoalan yang lebih besar dari Allah. Konsep pemahaman ini akan menolong


125 setiap kita yang mengalami pergumulan hidup yang berat Kita harus katakan berkali-kali kepada diri kita sendiri kata-kata ini: “Allah itu besar. Allah itu Ajaib; Tidak ada yang mustahil bagi Allah kita, Allah itu sanggup menolong saya”. 3. Doa Bukan Pemaksaan Kehendak Ketika Tuhan Yesus berdoa. Ia tidak memaksakan kehendakNya karena itula berkata: “Ya Bapa sekiranya mungkin cawan ini berlalu dari hadapanku tetapi janganlah kehendakku melainkan kehendak-Mu jadilah”. Kalau Tuhan Yesus saja tidak memaksakan kehendak-Nya, mengapa kita harus memaksakan kehendak kita? Mari kita mau belajar berdoa seperti Tuhan Yesus. Belajarlah mereka hendak dibuang kedalam dapur api oleh Nebukadnesar sebagai akibat karena mereka tidak mau menyembah patung Nebukadnesar, mereka katakan bahwa sekalipun Allah tidak melepaskan mereka dari dapur perapian namun mereka tetap tidak mau menyembah patung tersebut. 4. Doa Mampu Mengalahkan Keinginan Daging Tuhan Yesus berkata kepada Murid-murid-Nya bahwa sebaiknya mereka harus banyak berdoa sebab roh memang penurut tetapi daging lemah. Sebagai anak-anak Tuhan kita masih memiliki manusia daging, yaitu kehidupan jasmaniah kita yang lemah karena itu latihlah roh kita agar selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu dalam bersekutu dengan Allah. Hidup kita jangan dikuasai oleh kedagingan agar jangan kita binasa. Pergumulan jangan dihadapi dengan kedagingan tetapi dihadapi dengan berdoa pada Bapa di Sorga. Kesimpulan Apakah bapak, ibu, saudara/i sekalian sedang menghadapi persoalan? Apapun persoalan itu percayalah ada solusinya seperti yang dihadapi oleh TUHANkita Yesus Kristus. Milikilah orang- yang


126 tepat untuk curahkan isi hatimu pada Bapa di Surga dan milikilah pemahaman yang benar tentang doa. Apabila kita telah menyikapi setiap pergumulan dengan cara yang benar seperti Tuhan Yesus maka hasil yang akan kita petik adalah: 1. Dalam hubungan dengan orang lain : Tuhan Yesus datang pada Murid dan mengatakan bahwa marilah kita pergi saatnya sudah tiba.Dia menenangkan mereka. Kitapun dapat menyatakan sikap hati kita didepan orang lain bahwa kita telah siap menghadapi setiap pergumulan. 2. Dalam hubungan dengan diri sendiri: Tuhan Yesus tidak gelisah lagi melainkan dengan sikap tenang karena telah menyerahkan pergumulan itu kepada Bapa-Nya. 3. Dalam hubungan dengan Allah: Allah di tempatkan sebagai Allah. Dialah Bapa, Allah yang mampu menyelesaikan bagi kita segala persoalan kita. Dia harus ditinggikan dan diagungkan serta dimuliakan. 4. Dalam hubungan dengan persoalan: Pandanglah persoalan itu kecil di mata Allah. Kitalah yang harus menang atas segala persoalan dan bukan persoalan yang mengalahkan kita. Hadapilah setiap persoalan dengan iman yang besar dan kalahkan persoalan dengan kuasa doa dan katakan bahwa segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. AMIN!!!


Click to View FlipBook Version