The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SALMON PAH, 2024-02-23 02:36:17

RAHASIA SUKSES MEMBERITAKAN INJIL

BUKU YANG MENGAJARKAN SECARA CEPAT DAN PRAKTIS BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH TOPIKAL, TEKSTUAL DAN EKSPOSITORY DAAN CARA MENGKHOTBAHKANNYA SECARA KOMUNIKATIF

127 LAMPIRAN 3 CONTOH KHOTBAH EKSPOSITORI SISTIM TEMA NATS (STN) HIDUPLAH DALAM UCAPAN SYUKUR (2 Samuel 7:18-29) Pendahuluan Dalam segala situasi kita harus dapat mengucap syukur Karena dengan ucapan syukur ada sebuah dinamika spiritual yang mengalir memenuhi seluruh konsep berpikir seluruh perasaan dan segala tindakan kita. Ucapan syukur sekalipun harus melewati gunung-gunung persoalan. Mengapa Daud mampu mengucap syukur? Penyampaian Natan yang sistematis dan sangat teologis membuat Raja Daud langsung berlutut dan mengucap syukur pada Allah yang hidup. 2 Samuel 7:1-17, mengungkapkan tentang siapakah Allah bagi Daud sehingga mengalirlah darah ucapan syukur pada Allah. Allah mau menjawab kerinduan hati/doa Daud: Allah memberkati kehidupan Daud.(Ayat la)Allah mengarunia keamanan bagi Daud. hidup dalam dengan tenang tanpa ancaman dari musuh karena Tuhan mengaruniakan keamanan kepadanyan (Ayat 1b): Allah tidak menuntut sesuatu dari Daud. Daud tinggal dirumah yang baik sedangkan Tabut Tuhan hanya di tenda (Ayat 2): Allah memberi visi di hati Daud (Ayat 3). Daud ingin membangun rumah Tuhan (Ayat 3). “Lakukan segala sesuatu yang dikandung hatimu” Allah telah berperan aktif dalam kehidupan masa lampau Daud (Ayat 8-10): Allah yang mengambil Daud dari padang untuk menjadi Raja (Ayat 8); Allah yang telah menyertai perjalanan hidup Daud sehingga luput dari musuh (Ayat 90). Allah membuat nama Daud besar seperti orang-orang besar di bumi Ayat 9b), Allah yang menentukan tempat dan memberkati umat-Nya (Ayat 10). Allah akan menjamin masa depan keluarga Daud (Ayat 12- 17); Allah akan membangkitkan keturunan Daud ( Ayat 12); Allah akan mengokohkan Kerajaan anak Daud (Ayat 12.16): Allah akan mendirikan rumah Tuhan melalui anak Daud (Ayat 13): Allah akan


128 menjadi Bapa bagi anak Daud (Ayat 14); Allah tidak menghilangkan kasih setia-Nya dari anak Daud (Ayat 15) Kita pun ingin memahami bagaimana caranya agar kita dapat mengucap syukur seperti Daud. Konteks 2 Samuel 7:18.29 memperlihatkan dua prinsip dasar yang harus dipahami agar kita pun dapat mengucap syukur. Pertama: UBAH MIDSET ANDA TENTANG ALLAH (Ayat 18-24) Konsep pemahaman yang benar tentang Allah harus dimiliki oleh semua orang agar selalu mengucap syukur kepada siapa kita mengucap syukur? Mengapa kita harus mengucap syukur? Bagaimana caranya agar kita dapat mengucap ukur? Apa lAndasan dalam mengucap syukur? Ucapan syukur seharusnya dilandasi pada pengetahuan, pengalaman, keyakinan yang luar biasa secara pribadi tentang siapa Allah sepenjang kehidupan kita. Berdasarkan konteks ucapa syukur Daud, begitu tajam dan dalam tentang siapakah Allah bagi Daud. Apabila mindset seseorang berubah maka otomatis tindakan-tindakannya akan berubah. Nabi Natan sangat berperan aktif dalam perubahan mind-set Raja Daud. Natan yang memberi tahu Daud tentang siapakah Allah yang berperan aktif selama perjalanan kehidupan Daud. Allah mau berperan aktif dalam segala aspek kehidupan kita dan dari sanalah muncul pengakuan kita tentang siapakah Allah. Di dalam doa ucapan syukur ini, Raja Daud memiliki pemahaman yang tajam tentang tentang siapakah Allah yang terungkap dalam doanya (2 Samuel 7:20-27) yang dapat dirinci sebagai berikut: 1. Allah yang mengenal diri kita secara pribadi. Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH? (Ayat 20).


129 2. Allah yang melakukan perkara yang besar: Oleh karena FirmanMu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini (Ayat 21). 3. Allah yang besar tidak seperti allah lain: Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami (Ayat 22). 4. Allah yang membebaskan umat-Nya: Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel. yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat ramme bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar. dan dasyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya (Ayat 23). 5. Allah yang mengokohkan umat-Nya: Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama lamanya, dan Engkau ya Tuhan menjadi Allah mereka (Ayat 24). 6. Allah semesta langit: Sebab Engkau, Tuhan semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: akan membangun keturunan bagimu. Itulah Sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepadaMu (Ayat 27). 7. Allah yang besar: Konsep tentang Allah, konsep tentang Tuhan dari Daud ini Allah yang besar. Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Ya Tuhan Allah, tidak ada yang seperti Engkau, tidak ada Allah selain Engkau, berarti Daud juga sudah tiba kepada satu teori perbandingan Daud sudah membandingkan siapa Allah yang dia percayai dengan allah allah yang lain. Seharusnya kita, membangun pemahaman iman yang benar mengenal Allah yang


130 benar, siapakah Allah dalam hidup ini, Istilah Tuhan dipakai oleh semua orang, Istilah Allah juga dipakai oleh semua orang tetapi pemahaman dan pengenalan akan Allah ini yang membuat kita setia dan bertahan dan tetap berpegang teguh kepada Allah kita. Kata boleh belajar tentang konsep Allah dalam semua agama dan boleh membandingkan dan silahkan ambil kesimpulan sendiri. Boleh juga munculkan pertanyaan: Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan Tuhan saya? Bagaimana dengan Yesus yang saya sembah? Bagaimana dengan Allah yang setiap Minggu saya memuji Dia? Bagaimana dengan Allah yang saya layani? bagaimana dengan Allah yang berkorban segala-galanya? Lebih dalam lagi. Daud mengatakan: Sebab Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Berarti yang ditangkap dengan telinga berarti yang didengar (Ayat 22). Ini sebuah pengalaman secara pribadi yang mengajarkan konsep Allah yang benar. Pada masa kini kita jumpai banyak kasus, kenapa orang berpindah-pindah keyakinan? Kenapa orang belum mantap percaya kepada Tuhannya? Karena dia masih belum mengenal secara pribadi siapakah Allah yang benar, mungkin dia masih mencoba-coba, dia masih dalam membanding-bandingkan. Dan kita tidak bisa salahkan ada banyak orang pada zaman ini mulai berubah keyakinannya, dan meragukan imannya sendiri, Tuhan sendiri, Allahnya sendiri. Situasi bisa saja membuat orang berubah. Didaerahsaya,NusaTenggaraTimur (NTT),di solukacamatan hampir semuanya berpaling pada keyakinan lain. Orang berubah keyakinan karena dipicu oleh faktor ekonomi khusus di negara negara miskin) Orang berubah selain factor ekonomi, tetapi juga faktor psikologis (masalah-masalah, ada tekanan, ada ancaman, ada situasi yang tidak memungkinkan karena itu orang merasa tertekan terus-menerus maka lebih baik berpindah keyakinan). Orang berubah keyakinan karena faktor biologis (semua anggota dalam keluarga berkeyakinan yang sama, baik orang tua maupun


131 saudara-saudaranya). Faktor yang terakhir adalah faktor sosiologis (lingkungan sekitar) yang mempengaruhi seseorang maka dia akan berubah keyakinan khususnya dalam pergaulan anakanak muda, mengapa mereka berubah keyakinannya? Itu karena faktor pasangan hidup, rupanya cinta lebih kuat dari pada Allah. Cinta lebih kuat dari pada segala-galanya maka mereka berubah keyakinan karena faktor cinta. Kita tidak mungkin hidup dalam ucapan syukur lagi dan kita tinggalkan Allah yang hidup. Karena itu kita harus tetap bersemangat di dalam Tuhan seperti Daud selalu mengucap syukur senantiasa. Mengapa ada katekisasi pengajaran tentang iman Kristen secara terencana? Mengapa kita perlu baca Firman? Supaya orang mendalami iman! Mengapa kita perlu dengar khotbah terusmenerus ? Supaya kita kuat di dalam Tuhan! Daud menyatakan Allah yang besar, karena dibalik pengenalan akan Allah yang besar ada begitu banyak berkat besar yang menanti bagiDaud.Atau banyak mujizat yang menyertaiDaud, jalan terbuka bagi Daud kedepan karena itu dia menyakini Allah yang besar. Saya percaya saat kita bertindak dengan iman, percaya akan Tuhan maka masalah apa pun yang ada di depan kita, Allah akan menolong asalkan iman kita tidak goyah. Tanpa iman kita tidak akan menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah (Ibrani 11:6). Karena itu mari kita mempunyai keyakinan Allah kita besar. Belajar dari Daud, kita katakan Allah kita adalah Allah yang besar. Allah yang luar biasa melebihi segala-galanya. Dari Dialah sumber segala-galanya, berkat-berkat akan menyertai Allah yang tidak pernah ingkar janji. Allah yang besar akan memberkati kita semua. menyertai kita semua. Biarlah kita tetap di dalam semangat membangun iman, semangat untuk melayani Tuhan, semangat berkorban bagi Tuhan, semangat setia dengan Tuhan, karena janjijanji Allah bagi kita ke depan tetap ada ya dan amin.


132 Kedua: PEGANGLAH JANJI-JANJI ALLAH (Ayat 25-29) Dilihat dari konteks 2 Samuel 7, adanya janji Tuhan bagi keluarga dan Kerajaan Daud. Walaupun belum digenapi, tetap percaya bahwa Allah akan menggenapinya, Allah akan memberkati kehidupan Daud. 1. Walaupun Belum Digenapi Kalau kita baca teks ini, maka sampai Daud sudah mati pun penggenapan janji akan turun kepada anaknya Salomo, dan kita lihat penggenapan janji itu luar biasa dalam kepemimpinan Salomo. Salomo menjadi seorang raja yang tidak terkalahkan, raja yang termahsyur, raja yang terkaya raya oleh karena Allah yang berjanji saat Daud masih hidup. Karena itu janji Allah bersifat progresif atau terus menerus dalam jangka yang panjang. Mari kita pegang janji Tuhan Bapak Ibu. Allah memberkati kita. Amin. Maka Daud juga mengatakan diberkatilah anak cucu kita. Melihat janji itu sampai seumur hidup kita maka itulah anak belum datang mungkin nanti datang pada anak cucu kita. Allah akan memberikan. Percaya Allah akan memberkati kita kalau pun tidak sekarang nanti Allah akan memberkati sebab itu kita tidak pernah kecewa untuk ikut Tuhan sampai kapan pun kita tetap giat. “Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berFirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH” (2 Samuel 7:18-20).


133 Nah, inilah yang melatar belakangi Daud, mengapa dia mengucap syukur, karena adanya janji Tuhan walaupun belum digenapi. Janji Allah bagi Daud secara pribadi, janji Allah bagi keluarganya dan janji Allah untuk masa depannya. Karena ada janji Tuhan, inilah alasan bagi Daud untuk mengucap syukur. Allah tidak hanya berjanji bagi Daud namun bagi kita juga Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus tetap berpegang kepada Pelajaran berharga bagi kita agar dapat mengucap syukur adalah Pegang janji Tuhan. Sekalipun Janji Tuhan belum digenapi, namun anak-anak Tuhan selalu dekat dengan Bapanya di Surga. Dia Setiap kita, harus percaya kepada Tuhan dan selalu berdoa, dekat Tuhan akan terwujud dalam hidup kita. Namanya janji, mungkin digenapi nanti, tahun depan, bulan depan atau kita tidak tahu Minggu depan. Janji Tuhan selalu ada bagi kita. Janji yang paling indah bagi kita adalah Aku menyertai kamu kepada kesudahan. Kita harus tetap pegang janji ini walaupun keadaan selalu berubah-ubah, situasi sepertinya Tuhan tidak ada. Pengalaman hidup yang menarik yaitu kita tetapberpegangpada janjiTuhanwalaurealitas keadaanberada di dalam kesulitan-kesulitan, tantangan-tantangan, ancamanancaman, banyak masalah selalu datang tanpa ijin terlebih dahulu, tetapi rahasia yang paling indah dalam hidup ini yaitu kita tetap berpegang kepada janji-janji Tuhan karena janji Tuhan itu ya dan amin. 2. Percaya, Allah Selalu Menepati Janji Manusia boleh berjanji, situasi bisa berubah, saya sendiri bisa lupa janji saya. Manusia berjanji dan bisasaja tidak tepati janji karena situasi atau kondisi yang berubah tetapi Allah tidak pernah tidak tepati janji, cepat atau lambat Allah pasti tepati janji-Nya.” Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kau ucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kau janjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga


134 orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel, maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu” (2 Samuel 7:25-26). Sebuah pengalaman berharga yang tidak terlupakan, yaitu lupa untuk melaksanakan acara pemberkatan nikah bagi anggota jemaat di salah satu gereja lokal. Hal itu terjadi hamper sepuluh tahun yang lalu di kota Surabaya. Pada jam 4 sore hand phone saya berdering dan terdengar suara: “haloo pak pendeta apakah posisi bapak sudah mendekat ke gedung Gereja? Saya menjawab. “Ada apa ya?“SayasedangberadadidaerahpAndaanarahMalangdalamacara keluarga besar”. Oleh karena acara pemberkatan direncanakan jam 4 sore dan saya tidak mungkin dapat kembali ke Surabaya pada saat itu mengingat membutuhkan waktu perjalanan 2 jam sedangkan semua jemaat, keluarga dan pasangan kedua mempelai telah siap. Pernikahan itu dilayani oleh pendeta yang terdekat. Saya lupa pada janji saya, karena tidak ada yang mengingatkan saya. Manusia bisa lupa tetapi Allah tidak pernah lupa. Daud mendasari ucapan syukurnya pada janji Allah. Allah yang berjanji kepada Daud, karena itu Daud ingin mengucap syukur kepada Allah karena Allah berjanji keluarga dan Kerajaanmu akan kokoh untuk selamanya (2 Samuel 7:16). Karena itu marilah kita pegang janji Tuhan maka hati kita akan limpah dengan ucapan syukur kepada Allah kita yang hidup. 3. Janji Untuk Diberkati (2 Samuel 7:28-29) Janji yang bagaimana yang ditujukan kepada Daud? Tuhan akan berjanji untuk memberkati dengan segala yang baik. Tuhan berjanji untuk memberkati keluarga Daud, dan Tuhan berjanji untuk memberikan masa depan bagi Daud dan seterusnya, Tuhan dan membuat Daud berhasil di dalam hidupnya, Tuhan tidak akan meninggalkan Daud apa pun yang dilakukan oleh Daud. Oleh sebab itu, ya Tuhan Allah, Engkaulah Allah dan segala Firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada


135 hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirlah yang berFirman dan oleh karena berkat-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya”. (2 Samuel 7.28-29). Kesimpulan Melewati perjalanan hidup yang panjang bersama Tuhan, kita harus mampu mengucap syukur dalam segala situasi. Nasihat Paulus kepada jemaat di perjanjian baru, agar mereka membangkitkan roh ucapan syukur: • Kepada jemaat di Tesalonika, “mengucap syukurlah dalam segala hal karena itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus” (1 Tes. 5:18). • Kepada jemaat diKolose.“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah. Bapa kita (Kol 3:17). • Kepada Jemaat di Efesus, “Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono -- karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef.5:4.20). • Kepada jemaat di Filipi. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonandengan ucapan syukur” (Fil.4:6). • Kepada jemaat di Kolose. “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” (Kol.2:7). Jadi bagaimana caranya agar kita dapat mengucap syukur? 1. Ubahlah mind-set kita sekarang tentang siapakah Allah yang benar.


136 2. Peganglah janji-janji Allah yang membangkitkan semangat masa depan. Apabila kita selalu mengucap syukur maka hati Bapa disenangkan dan rencana-rencana-Nya yang indah untuk masa depan kita akan terlaksana. Ayo jangan tunda segerahlah mengucap syukur, hilangkan semua keraguan dan kebimbangan. Penuhi kehidupan Anda setiap hari dengan ucapan syukur maka pikiran, hati dan segala tindakan sepanjang hari selalu positif sehingga Allah selalu dimuliakan, Amin.


137 Daftar Pustaka Abineno, JL Ch. Pemberitaan Firman Pada Hari-hari Raya Gerejani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1985. ---Jemaat. Ujud. Peraturan Susunan Pelayanan dan Pelayanpelayannya Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981. Anggraito. Noor. Menyiapkan Khotbah Ekspositori Secara Praktis Yogyakarta. Yayasan Andi. 2001. Braga. James. Cara Mempersiapkan Khotbah, Malang: Yayasan Penerbit Gandur Mas, 1996. Evans. William. Cara mempersiapkan Khotbah, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1998. Em Zul Fajri. Ratu AS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publiser Ginting. E. P. Khotbah dan Pengkhotbah Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1998 Gollwitzer. Helmut Khotbah Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003 Gulleson, J. Bagaimana Berkhotbah Surabaya: Yakin, 2004. Kinlaw, F Dennis. Berkhotbah Dalam Roh. Malang: Gandum Mas, 1997 Koller,W. Charles. Khotbah EkspositoriTanpa Catatan. Bandung: Kalam Hidup. 1997 Lane, D. J.V. Beritakanlah Firman Jakarta Bina Kasih. 1981 Lee, W. Khotbah Ekspositori yang Membangunkan Pendengar Bandung Lembaga Literatur Baptis, 2002. Pouw, PH. Homiletika, Bandung Yayasan Kalam Hidup. 1994. Robinson, Haddon. Cara Berkhotbah Yang Baik. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Andi 2002.


138 Rothlisberger, H. Homiletika, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997 Andreas. Sabda dalam kata. Bandung. Yayasan Kalam Hidup. The Jong, S. Khotbah. Persiapan, Isi dan Bentuk Jakarta BPK Gunung Mulia, 1989


139 Tentang Penulis Pdt. Salmon Pah kelahiran 5 September 1961, di pulau Rote-Ndao, Kupang-NTT. Setelah tamat SMA (1982), menjawab panggilan Tuhan untuk dibentuk di Sekolah Teologia. Setelah menyelesaikan Sarjana Muda Teologi di Seminari Alkitab NusantaraMalang (1987) dan Sarjana Teologia (1991), melanjutkan study Pasca Sarjana, pada porgram Master of Divinity (M.Div) di STT 1-3 Batu-Malang (1996) dan Magister Teologi (M.Th) di Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara (2012). Pernikahannya dengan Susane Rosalyna dikaruniai dua orang putra, Harold dan Hizkia. Pdt. Salmon kini melayani sebagai Gembala sidang di Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN) "Torsina" Surabaya sejak 1989-sekarang. Di bidang organisasi dan pelayanan, Pdt Salmon pernah menjabat sebagai Sekertaris Umum Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN) selama beberapa periode (1993-1996, 1996-1999, 2008-20012, 2012-2015). Sekretaris Badan Penyelenggara Sekolah Teologi (2000-2003) STAN dan STTN. Pengurus Persekutuan GerejaGereja Dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Jawa Timur 2004-2008, sebagai ketua II (2008-2012); Ketua ikatan alumni Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara (2010-2014), menyelesaikan Magister Pendidikan (M.Pd.) dari STT Pokok Anggur Jakarta 2020. Ketua STAN (2016- 2020, 2020-2024) Pengalaman lain adalah: Sebagai tim Promosi budaya dari pelayanan Sekolah Tinggi Akitab Nusantara dan Gereja Kristen Injili Nusantara ke Gereja-gereja di Amerika Serikat Th.1995. Delegasi Konverensi Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (Bersama 11 Utusan Sinode Gereja) keBangkok-Thailand 1998. Delegasi Indonesian


140 Cross Culture Conference di Fuller Theological Seminary, CaliforniaUSA2003.Menghadiri undangan pelayanan untukKomunitasIndonesia di Philadelphia dan California-USA Nop 2006. Menghadiri Word Federation of Holiness Chrurches di Soul Korea Selatan Oktober 2010. Selain itu Pdt. Salmon juga aktif mengajar sejak 1991 sebagai dosen di bidang Liturgika, Homiletika, Teologia Kontektualisasi, Sosiologi dan Agama, tetapi juga menjabat sebagai pembantu ketua III bidang kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara-Malang (2012- 2016. Pdt. Salmon juga aktif mengajar di beberapa Sekolah Teologi (STT Sabda Agung-Surabaya, STTN-Salatiga, STAN-Tanggerang) dan sebagai Dosen LB di Universitas Kristen Petra Surabaya sejak Th. 2003-sekarang untuk mata kuliah Filsafat Agama, Etika, Etika Profesi. Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya dengan mengikuti berbagal seminar/pelatihan dengan sertifikat di berbagai bidang seperti kepemimpinan: John Maxwell, Bruss Wilkinson, Pertumbuhan Gereja: Petter Wagner, Pengijilan, Konseling dan pengetahuan umum lainnya maka beliau menulis buku ini. Penulis dapat dihubungi guna kepentingan seminar/pelatihan HP. 081331809031 Email:[email protected]


141


Click to View FlipBook Version