Tahun 3 Buku 2
REMAJA
Buku Pegangan Guru
Nabi-Nabi dalam
Perjanjian Lama
Peperangan Rohani
Oktober/November/Desember)
“Karena perjuangan kita bukanlah
melawan darah dan daging,
tetapi melawan pemerintah-pemerintah,
melawan penguasa-penguasa,
melawan penghulu-penghulu duna yang gelap ini,
melawan roh-roh jahat di udara.”
(Efesus 6:12)
ÿ
Diterbitkan oleh Majelis Pusat
Gereja Yesus Sejati Indonesia
Tahun 3 Buku 2
REMAJA
Buku Pegangan Guru
Nabi-Nabi dalam
Perjanjian Lama
Judul Nabi-Nabi dalam
Perjanjian Lama
Bagian # 1: Bagian # 2: Bagian # 3:
Nabi-Nabi di Bersiap Bertemu Bait Suci yang
Perjanjian Lama dengan Tuhan Kita Sempurna
Nabi-nabi Perjanjian Sekalipun banyak Dalam bagian ini, murid-
Lama biasanya peringatan yang telah murid akan mempelajari
terdiri dari laki-laki diberikan oleh para penawanan dan
dan perempuan nabi perihal Hari Tuhan, pemusnahan Yerusalam
yang langsung dipilih suatu hari yang luar serta bagaimana bangsa
oleh Allah untuk biasa dan mengerikan, Israel diberikan pelajaran
menyampaikan karena Allah akan yang begitu keras dan
pesan-Nya kepada mencurahkan murka- sulitnya. Allah tidak lagi
suatu bangsa yang Nya atas bangsa Israel, berdiam di dalam Bait-
keras kepala dan yang menolak untuk Nya, melainkan dalam
memberontak. Dalam berbalik kepada Allah. pertemuan-pertemuan
bagian ini, murid-murid Sama seperti hukuman yang sesuai dengan
akan mempelajari dan pemusnahan oleh standar dan kekudusan-
persyaratan, amanat dan Allah akan datang pada Nya. Dalam kitab Hagai,
pesan dari para nabi ini. saat yang paling tidak Zakharia dan Maleakhi,
Di antara pesan-pesan disangka, demikian pula bangsa itu telah kembali
yang disampaikan adalah dengan kedatangan dari penawanan. Tujuan
perihal kedatangan Tuhan yang kedua mereka sekarang adalah
Mesias, hamba Allah kalinya pun akan seperti membangun kembali Bait
yang sempurna. Tuhan seorang pencuri di Allah, tembok-tembok
Yesus Kristus akan malam hari. Dalam kota dan memulihkan
datang sebagai terang bagian ini, murid- iman mereka. Sama
dunia dan membebaskan murid akan belajar seperti cara bangsa
perbudakan. Murid-murid mempersiapkan diri Israel kembali untuk
akan belajar bahwa kita mereka untuk bertemu membangun Bait Allah
adalah nabi-nabi pada dengan Tuhan dan secara fisik, murid-
masa kini. Allah telah mengenali tanda-tanda murid pun akan belajar
memanggil kita menjadi zaman. Melalui Kitab bahwa kita harus
juru bicara-Nya bagi Yunus, murid-murid pun membangun Bait Allah
angkatan yang tidak akan belajar bahwa rohani, yaitu jemaat
percaya dan yang jahat mereka harus segera dan iman kita sendiri.
ini, untuk menyinari bangun dari keasyikan Untuk melakukannya,
terang Injil ke dalam pribadi untuk melihat kita tidak mengandalkan
dunia yang gelap ini. kebutuhan-kebutuhan kekuatan atau
yang tepat dari dunia kekuasaan manusia,
yang menyedihkan ini. tetapi mengandalkan
Roh Kudus.
Daftar Isi
Selamat Datang di i-ii Bagian # 1:
Kurikulum Remaja Nabi-Nabi di Perjanjian Lama
Sasaran dan Renungan Bagi Para Guru
Memahami iii 1. Ikhtisar dari Kitab Nabi-Nabi xiii
Para Remaja Anda 1
2. Kitab Yesaya (1) 15
Beberapa Keinginan 25
Para Remaja (1-2) iv-v 3. Kitab Yesaya (2)
Bagaimana Saya vi Bagian # 2: 34
Berkomunikasi Bersiap Bertemu dengan Tuhan Kita 35
Secara Tepat Guna Sasaran dan Renungan Bagi Para Guru 49
kepada Murid-Murid? 4 Kitab Obaja, Yoel, Amos 63
75
Membangun 5. Kitab Yunus, Hosea, Mikha 89
Persahabatan Bersama
dengan Murid-Murid vii 6. Kitab Nahum, Zefanya, Habakuk
7. Kitab Yeremia (1)
8. Kitab Yeremia (2) dan Ratapan
Bagaimana Membuat Bagian # 3:
Murid-Murid
Tetap Termotivasi Bait Suci yang Sempurna
dan Tertarik?
viii Sasaran dan Renungan Bagi Para Guru 100
101
9. Kitab Yehezkiel (1) 115
127
Lomba Ayat Hafalan 10. Kitab Yehezkiel (2) 139
dan Bacaan Kitab 153
untuk Minggu ini 11. Kitab Daniel
ix 12. Kitab Hagai, Zakharia, Maleakhi
13. Ulasan
Ayat Hafalan untuk x-xi
Kwartal ini
Selamat Datang di Kurikulum Remaja
Buku ini telah dirancang untuk membantu para Guru Pendidikan Agama untuk
merencanakan dan menjadikan suasana belajar dan mengajar menjadi lebih terarah
kepada murid-murid.
Karena pengaruh firman Allah yang dahsyat, para Guru Pendidikan Agama
memohon agar dapat menyaksikan sendiri setiap langkah perubahan dari murid-
murid dalam memahami dan menerapkan Alkitab di dalam kehidupan mereka.
Di sini, Anda akan menemukan berbagai bahan yang diperlukan untuk mengajar
kebenaran firman Allah yang tidak berubah selamanya.
Kurikulum ini Judul Pelajaran
meliputi: Ringkasan dari
Lima Kitab Taurat
Bacaan Kitab CONTOH
Mat. 24-25; 22:31-32; Yoh. 5:39;
Kel. 20-23; Im. 17-26;
Ul. 5:12-26
Sasaran Pelajaran
1. Memahami pentingnya mempelajari Perjanjian Lama
dan mengenal pengajaran utama dari Lima Kitab
Taurat
2. Menjadi termotivasi untuk mempelajari Alkitab dan
beroleh pemahaman bagaimana menjalankan hidup
mereka
Ayat Alkitab
Karena Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya selama
belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu
titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum
semuanya terjadi.” (Mat. 5:18)
Bacaan Kitab untuk Minggu ini
Kejadian 1-10
i Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Semua pelajaran ini didasarkan pada:
(Tidak tertera di dalam Buku Aktivitas Murid) Ingatlah!!!
Latar Belakang Alkitab
Sumber tambahan yang berkaitan dengan pelajaran
untuk diketahui bagi para guru dan murid.
Pemanasan
Sesuatu yang menawan perhatian
murid-murid,
agar mereka dapat memulainya.
Pemahaman Alkitab
Bimbinglah murid-murid di dalam menemukan
kebenaran firman Allah yang tidak berubah
selamanyamelalui penerapan pemahaman Alkitab
di dalam kehidupan nyata.
(Lembar Kerja Murid hanya dalam bentuk yang sederhana)
Menguji Pemahaman
Ujilah pemahaman keseluruhan
dari murid murid. Anda dapat
melakukannya dengan berbagai
cara yang berbeda. Salah satunya
adalah menanyakan suatu pertanyaan
yang berkaitan dengan apa yang mereka
telah pelajari.
Penerapan Kehidupan
Bantulah setiap murid untuk menerapkan firman Allah
di dalam kehidupan mereka sama seperti
Roh Kudus memimpin mereka.
Motivasilah murid-murid melakukan tindakan untuk
melatih apa yang mereka telah pelajari.
Bagaimana mereka melakukan tindakan itu?
Kapankah mereka melakukannya?
Renungan dan Doa
Mintalah murid-murid untuk berbagi
apa yang mereka masih ingat
setelah pelajaran berlangsung dan
akhirilah di dalam doa.
Sasaran dan pengajaran guru ada tertulis pada setiap pendahuluan pelajaran.
Bacaan Kitab untuk Minggu ini dan Ayat Hafalan ada tertulis pada setiap pelajaran.
Pastikan membacanya sebelum mempersiapkan dan mengajar murid-murid.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama ii
Memahami Para Remaja
Para remaja membutuhkan
sesuatudanseseorangbagimerekauntuk
disandari, apapun yang dianggap layak
untuk menjadi pegangan hidup mereka.
Lalu, tugas kita adalah membimbing
para remaja untuk menyaksikan kuasa
Allah di dalam dunia yang selalu
berubah ini. Sangat mengherankan,
para remaja ingin menjadi ‘rohani’.
sekalipun seluruh masyarakat berada di
sekitar mereka. Oleh karena itu, mereka
perlu mendengarkan banyak kesaksian
pribadi dan kebenaran Alkitab mengenai
Adalah penting mengajarkan dan bagaimana kasih Allah telah menyentuh
memperlengkapi para remaja dengan kehidupan orang lain serta pengharapan
dasar kekuatan yang kokoh, yaitu iman apa saja yang dimiliki, sekalipun kita
yang teguh. Sekarang ini, kita bersama hidup di dunia yang sering kali tidak
dengan angkatan yang sedang mencari berperikemanusiaan. Bagaimana kita
jawaban yang benar. Sekalipun mungkin dapat meneguhkan iman mereka di
telah mengalami suka maupun duka dalam Tuhan, yang mengasihi dan
di dalam kehidupan atau kemerosotan peduli kepada mereka lebih daripada
rohani, mereka tetap ingin mengetahui siapapun juga?
siapa yang membuat suatu perbedaan
di dalam dunia ini.
Para remaja yang menjadi
percaya kepada Allah akan dianggap
tidak masuk akal, karena mereka pun
hidup di dunia yang penuh dengan
kekerasan terhadap hukum-hukum
Allah. Sebagai akibat dari hal ini adalah
timbulnya wabah penyakit, kerusaksan
lingkungan dan kekerasan rumah tangga.
Oleh karena itu, mereka diperhadapkan
dengan keputusan-keputusan penting
setiap harinya. Apa yang mereka
putuskan dapat mempengaruhi nilai-nilai
Kehidupan, iman, pendidikan, pilihan
dalam berteman, pekerjaan, pernikahan
dan kehidupan bergereja. Selain itu, para
remaja mungkin berjuang menghadapi
tekanan dari teman sebaya, gaya hidup,
penyalahgunaan, persoalan keluarga,
sebagaimana pula dengan jati diri.
Dengan kata lain, mereka diombang-
ambingkan oleh perubahan, entahkah
secara rohani, perasaan, sosial maupun
jasmani.
iii Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Beberapa Keinginan Para Remaja (1)
1. Mengasihi dan Diterima 3. Merasakan Pengalaman Pribadi
Bersama dengan Allah
Para remaja memiliki suatu keinginan
yang besar untuk diterima oleh teman- Dalam kehidupan mereka sampai saat
teman sebayanya dan memperhatikan ini, para remaja mungkin masih belum
apa yang orang lain pikirkan mengenai memiliki banyak pengalaman pribadi
diri mereka. Mereka kuatir mengenai bersama dengan Allah. Kehidupan
bagaimana orang lain memperhatikan ibadah mereka sepertinya telah teratur
mereka secara jasmani (penampilan: berjalan dengan menghadiri kebaktian
terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu di gereja ataupun di kelas dan berdoa
gemuk, terlalu kurus, pemahaman sebelum tidur. Sekalipun keteraturan
mengenai seks) dan secara mental ini baik, tetapi masih belum cukup.
(kepandaian: terlalu pandai atau terlalu Sekarang, saatnya memotivasi mereka
bodoh). Mereka pun memperhatikan untuk berdoa secara tekun, sehingga
para teman, guru, olahragawan, personal dapat menyadari peran Allah dalam
media sebagai contoh bagi diri mereka. kehidupan sehari-hari mereka. Bagikan
Oleh karena itu, cara guru menyatakan beberapa kesaksian pribadi yang
iman dan keyakinan akan menjadi saksi akan menyentuh hati mereka. Dengan
yang positif bagi diri mereka. demikian, mereka akan mulai melihat
Allah sebagai sahabat, penghibur dan
2. Menjalin hubungan dengan penasihat pribadi bagi diri mereka.
Allah atau Mencari Keyakinan
Iman
Pada usia seperti ini, para remaja
tidak lagi akan datang ke gereja
hanya disebabkan orangtua menyuruh
mereka melakukannya. Mereka mulai
mengembangkan hubungan pribadi
dengan Yesus Kristus. Sekalipun
kemampuan berpikir para remaja akan
menyebabkan mereka mempertanyakan
apa peranan Allah dan Alkitab di dalam
kehidupan sehari-hari, tetapi penting
bagi Guru Pendidikan Agama senantiasa
menantang mereka untuk menyediakan
waktu dalam berdoa dan beribadah di
luar kelas dan gereja, sehingga dapat
membangun iman mereka sendiri.
Sasaran kerohanian mereka adalah
menemukan makna dan tujuan hidup
mereka melalui Yesus Kristus.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama iv
Beberapa Keinginan Para Remaja
kemampuan untuk membiarkan mer-
eka mengetahui kelayakan diri mereka.
Para remaja menghormati orangtua dan
orang dewasa lainnya secara konsisiten.
Ketika mereka membuat keputusan
sendiri dan belajar dari kesalahan, hal
itu akan membuat mereka menemukan
jati dirinya sendiri dan apa yang diyakin-
inya. Ketika melakukannya, mereka pun
dapat menjadi setia terhadap keyakinan
dan nilai-nilai kehidupan mereka.
4. 5. Kemurnian dan Kekudusan
Mungkin karena usia yang masih muda
4. Memahami Tujuan Hidup dan kurang begitu berpengalaman di
yang Sesungguhnya dalam dunia yang nyata ini, para remaja
sering kali merasa bahwa mereka da-
Para remaja ingin mengetahui siapa pat mengatasi segala sesuatunya, bila
sesungguhnya diri mereka. Pada usia berusaha dengan cukup keras. “Saya
kritis seperti ini, mereka mulai bertan- dapat mengatasinya,” demikianlah pikir
ya kepada diri sendiri, “Apakah tujuan mereka. “Itu boleh saja terjadi kepada
hidup saya?” dan “Apakah maksud dari diri mereka, tetapi tidak akan terjadi ke-
semuanya ini?” Seorang remaja perlu pada diri saya!” Di satu sisi adalah positif
memandang diri sendiri sebagai ses- memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
eorang yang berbeda dan yang layak Bagaimanapun, ketika menghadapi
untuk mencapai keberhasilan dari masa banyak perncobaan yang sesungguh-
transisi menuju masa dewasa. Keya- nya, mereka mungkin belum siap untuk
kinan diri mereka begitu kuat, hingga menghadapi semuanya dengan ‘kepala
merasa perlu membuktikan diri sebagai dingin’. Sekalipun tidak perlu memberi-
seseorang yang berkemampuan un- tahukan mereka dengan cerita-cerita
tuk itu. Beberapa orangtua tidak ingin dari banyak orang yang telah gagal un-
membiarkan anak-anak mereka pergi tuk tetap murni dan kudus, kita tetap
seorang diri hingga menjadi berlebihan, perlu membiarkan mereka memahami
karena merasa kuatir akan adanya an- kenyataan dan kesulitan-kesulitan itu.
caman perkembangan diri dari anak- Tantanglah mereka untuk berpikir men-
anak mereka. Sebagai akibatnya, para genai apa yang penting bagi diri mereka
remaja akhirnya memberontak kepada dan motivasilah agar tetap teguh kepada
orangtua. Sebagai Guru Pendidikan apa yang mereka yakini.
Agama, kita perlu menunjukkan dukun-
gan dan motivasi serta memberikan
nasihat yang membantu mereka. Kita
pun perlu meneguhkan talenta dan
v Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Bagaimana Saya Berkomunikasi
Secara Tepat Guna kepada Murid-Murid?
1. Sambutlah setiap murid pada tiap-tiap bagian pelajaran
Sambutan yang bersahabat dan yang ramah menyatakan perhatian yang sepenuhnya.
Ungkapan seperti “bagaimana keadaan kamu?” dapat menyatakan perhatian yang
tulus. Ungkapan seperti “luar biasa bertemu dengan kamu!” dapat mengubah hari-
hari dari seseorang. Sambutan kita hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 detik,
tetapi murid-murid akan begitu merasakan bahwa kita benar-benar peduli kepada
mereka.
2. Kirimlah sebuah kartu/email atauhubungilah melalui telepon untuk menge-
tahui seseorang sedang melakukan hal apa
Dengan mengatakan, “Saya takjub bagaimana kamu dapat melakukannya”, akan
membuat suatu perbedaan yang menonjol di dalam kehidupan seseorang. Sekalipun
perbuatan ini hanya memerlukan waktu 4-5 menit dan harga yang tidak seberapa dari
selembar kartu, tetapi akan membuat hari-hari para remaja bersemangat kembali.
3. Undanglah setiap murid ke ru-
mah dalam acara persekutuan
atau kejadian istimewa lainnya
Kenangan terindah kita dari melayani
Tuhan dihasilkan melalui persekutuan
atau kejadian istimewa lainnya.
Setiap persekutuan akan memberikan
suatu kesempatan yang baru untuk
menunjukkan rasa simpati dan empati
kepada seseorang.
4. Berdoalah bersama dengan mereka
Para remaja perlu mengetahui bahwa para guru ternyata mendoakan mereka
dengan tekun. Sekalipun mereka mungkin begitu sibuk dengan aktivitas belajar,
kita hendaknya senantiasa mengingatkan bahwa berdoa bersama pada saat-saat
tertentu itu merupakan satu-satunya cara untuk memohon hikmat dan kekuatan dari
Allah.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama vi
Membangun Persahabatan Bersama
dengan Murid-Murid
Pada abad 21 ini, hampir email apa yang dapat memotivasi murid-
semua remaja berkomunikasi melalui murid agar mengetahui bahwa mereka
email setiap harinya. Dengan bantuan berada di dalam pikiran Anda atau
internet, banyak orang menemukan mengetahui bahwa Anda mengharapkan
cara yang luar biasa untuk tetap dapat mereka berhasil di dalam ujian atau
berkomunikasi dengan orang-orang aktivitas olahraga. Bahkan Anda dapat
di sekitar mereka yang tidak dapat membuat hari-hari mereka penuh
berbicara langsung dan dengan orang- semangat dengan memberikan pujian
orang yang tinggalnya berjauhan. atau motivasi tertulis di dalamnya.
Sebagai Guru Pendidikan Untuk menjangkau murid-murid
Agama, penggunaan email untuk secara tepat guna melalui email, tulislah
menjangkau murid-murid merupakan pesan Anda secara singkat (cukup satu
cara yang indah di dalam membangun paragraf atau satu kalimat). Hidup di
persahabatan. dalam masyarakat yang serba cepat
ini, tidak banyak dari antara kita yang
ingin memeriksa sebuah email yang
panjang isinya. Begitu pula penting
untuk menjawab pesan dalam waktu 1-2
hari. Murid-murid mencari Anda untuk
memperoleh dukungan dan bimbingan.
Anda akan segera kehilangan
kepercayaan dari mereka, bila tidak ada
balasan dari Anda selama satu minggu
ke depan.
Tetap usahakan menggunakan
Sejak mengetahui murid-murid dapat nada kalimat yang ramah di dalam
mengirimkan email yang sedikit lebih menulis email Anda. Biarkan mereka
mendalam daripada sekedar kata- mengetahui bahwa Anda selalu berada
kata sambutan atau pujian, Anda di dekat mereka, terutama ketika salah
mungkin dapat ajukan pertanyaan seorang murid sedang sakit jasmani
yang merangsang pikiran murid-murid atau lemah rohani. Kutiplah sebagian
mengenai apa yang sedang terjadi di ayat Alkitab dan gunakan humor
dunia saat ini, apa yang mereka yakini, secara bebas. Para remaja tidak akan
bagaimana hubungan mereka dengan menanggapi secara positif kepada guru-
keluarga atau mungkin mulailah dengan guru yang selalu menyalahkan. Tetaplah
suatu pertanyaan yang pribadi mengenai berada di sana dan jadilah teladan.
hubungan mereka dengan Allah. Email adalah alat komunikasi
Fakta menunjukkan bahwa yang luar biasa dengan murid-murid.
murid-murid merasa senang bila Kiranya Allah meneguhkan iman murid-
menemukan email di mailbox mereka, murid dan menanamkan pemahaman
sekalipun Anda dan mereka jarang akan firman-Nya kepada mereka.
berkomunikasi. Setidaknya, pikirkan
vii Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Bagaimana Membuat Murid-Murid
Tetap Termotivasi dan Tertarik?
Kamu dapat menggunakan...
1. Permainan
2. Video klip
3. Diskusi untuk menemukan solusi
atau gagasan lainnya
4. Poster
5. Pertanyaan yang menarik atau
topik-topik yang hangat
6. Kesaksian atau pujian yang
menyentuh hati
7. Saat-saat perenungan untuk
mengintrospeksi diri
8. Kesetiaan dan kerajinan
Ketika membawakan pelajaran,
kamu dapat menggunakan...
1. Suatu gaya dari seorang guru ketika mengajar murid-murid
2. Suatu penggalian Alkitab yang mendalam
3. Suatu tulisan singkat yang menarik perhatian murid-murid
4. suatu film yang bermakna dalam dan yang berkaitan dengan topik pelajaran
Guru dapat menguji pemahaman murid-murid dengan...
1. Meminta murid-murid untuk berbagi apa yang mereka telah pelajari
2. Menanyakan beberapa pertanyaan mengenai pemahaman Alkitab
3. Meminta murid-murid untuk menemukan moral yang baik selama pelajaran
4. Menanyakan siapa tokoh yang murid-murid ingin jadikan bagian dari kehidupan
mereka
5. Meminta murid-murid untuk menerapkan pemahaman Alkitab di dalam kehidu-
pan sehari-hari
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama viii
Lomba Ayat Hafalan
Apakah Anda mengetahui bahwa pribadi murid-murid dan menjadi
dengan bersama-sama menghafal bagian dari kehidupan mereka. Setelah
Ayat Hafalan di dalam kelas, dapat suatu periode waktu tertentu, Anda
memberikan saat yang paling baik dalam pasti akan melihat kehidupan murid-
mengajarkan firman Allah? Kebanyakan murid bertumbuh seperti yang Allah
orang beranggapan bahwa murid-murid kehendaki. Intinya adalah bila murid-
kelas Remaja telah mengetahui banyak murid mendapati Anda sedang serius
mengenai ayat-ayat dalam Alkitab. dalam menghafal Ayat Alkitab, mereka
Bagaimanapun, anggapan itu tidaklah pun akan melihatnya sebagai suatu
benar. Oleh karena itu, kita sebagai cara yang penting untuk bertumbuh
Guru Pendidikan Agama haruslah lebih menyerupai Yesus Kristus.
lebih menekankan bagian pelajaran Kiranya Allah senantiasa meneguhkan
ini daripada yang lainnya. Mengapa? semangat pelayanan kita kepada murid-
Karena dengan mengingat ayat Alkitab murid.
dapat membantu murid-murid bertahan
menghadapi pencobaan dan Bacaan Kitab untuk Minggu ini
membangun iman yang lebih teguh.
1. Yer. 1-5
Pastikan bahwa ini merupakan 2. Yes. 6; 9; 12
hal yang melibatkan para guru dan 3. Yes. 40-41; 53; 55; 65-66
murid. Tantanglah murid-murid untuk 4. Ob. 1; Yl. 1-2; Am. 8-9
dapat mengingat Ayat Hafalan bersama 5. Yun. 1-3; Hos. 1; 6; Mik. 4
dengan Anda setiap minggunya. Adalah 6. Nah. 1; Zef. 1; 3; Hab. 3
gagasan yang positif, bila Anda dan 7. Yer. 1-2; 16-17
murid-murid dapat mengucapkan ketiga 8. Yer. 45-46; Rat. 1-4
belas Ayat Hafalan pada akhir kwartal. 9. Yeh. 1-3; 18
Ini merupakan cara yang luar biasa 10. Yeh. 34; 37; 47
untuk memotivasi Anda dan murid- 11. Dan. 1-7
murid. Mungkin Anda dapat menantang 12. Hag. 1-2; Zak. 1-3; Mal. 3-4
murid-murid dengan sebuah lomba.
Buatlah lomba itu sebagai tantangan
yang nyata dan lihatlah siapa yang
dapat mengucapkan Ayat Hafalan paling
banyak pada perlombaan itu. Anda
dapat memberikan apapun macam
penghargaan kepada murid-murid yang
menang.
Karena perlu mengulang Ayat
Hafalan dari minggu ke minggu, Anda
dapat menghabiskan waktu lebih
banyak untuk membicarakannya
bersama murid-murid. Biarkan firman
Allah itu mempengaruhi kehidupan
ix Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Ayat Hafalan untuk
Bulan Oktober, November dan Desember
1. “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama
seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus
kamu dengarkan.” (Ul. 18:15)
2. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk
kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebutkan
orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
(Yes. 9:5)
3. “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara.” (Yes. 61:1)
4. “Pada hari itu, Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku
akan menutup pecahan dindingnya dan akan mendirikan kembali reruntuhannya;
Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala.” (Am. 9:11)
5. “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang
dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup
dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mik. 6:8)
6. “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon
zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan
makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi
dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di
dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Hab. 3:17-18)
7. “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan
mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan
seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada
waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari
tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan
yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 31:31-32)
8. “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu
baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Rat. 3:22-23)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama x
Ayat Hafalan untuk
Bulan Oktober, November dan Desember
9. “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin
mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan
memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala
ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan
menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Yeh. 11:19-20)
10. “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia dan
katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas
hidup, datanglah dari keempat penjuru angin dan berembuslah ke dalam orang-
orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali. Lalu, aku bernubuat
seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam
mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu
tentara yang sangat besar.” (Yeh. 37:9-10)
11. “Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan
orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu bahwa Yang
Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada
siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat
diangkat-Nya untuk kedudukan itu.” (Dan. 4:17)
12. “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan
dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta
alam.” (Zak. 4:6)
xi Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Halaman Kosong
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama xii
Sasaran Bagian # 1
Nabi-Nabi di Perjanjian Lama Nabi-nabi Perjanjian Lama Renungan Bagi Para Guru
biasanya terdiri dari laki-
laki dan perempuan yang Ini adalah kisah tentang empat
langsung dipilih oleh Allah orang yang bernama Semua
untuk menyampaikan Orang, Seseorang, Siapapun
pesan-Nya kepada suatu dan Tidak Seorangpun.
bangsa yang keras kepala Ada pekerjaan penting
dan memberontak. Dalam yang harus dilakukan dan
bagian ini, murid-murid akan Semua Orang merasa yakin
mempelajari persyaratan, bahwa Seseorang akan
amanat dan pesan dari para melakukannya. Siapapun
nabi ini. Di antara pesan-pesan dapat melakukannya, tetapi
yang disampaikan adalah Tidak Seorangpun yang
perihal kedatangan Mesias, melakukannya. Seseorang
hamba Allah yang sempurna. menjadi marah, karena itu
Tuhan Yesus Kristus akan adalah tugas dari Semua
datang sebagai terang Orang. Semua Orang
dunia dan membebaskan beranggapan bahwa Siapapun
perbudakan. Murid-murid akan dapat melakukannya. Tidak
belajar bahwa kita adalah Seorangpun menyadari bahwa
nabi-nabi pada masa kini. Allah Semua Orang ternyata tidak
telah memanggil kita menjadi akan melakukannya. Akhirnya,
juru bicara-Nya bagi angkatan Semua Orang menyalahkan
yang tidak percaya dan yang Seseorang. Tidak Seorangpun
jahat ini, untuk menyinari melakukan apa yang Siapapun
terang Injil ke dalam dunia telah lakukan.
yang gelap ini. Bukankah hal itu
telah biasa terdengar?
Dan Biarlah Dimulai Sayangnya, ini adalah sikap
Bersama dengan-Ku dari kebanyakan orang Kristen
sekarang ketika dipanggil
“Lalu aku mendengar suara Tuhan untuk melakukan pekerjaan
berkata: Siapakah yang akan Tuhan. Bagaimanapun,
Kuutus, dan siapakah yang mau Tuhan tidak memberikan kita
pergi untuk Aku? Maka sahutku: semangat yang memudar,
“Ini aku, utuslah aku!” tetapi suatu keyakinan
(Yesaya 6:8) dan inisiatif. Kiranya Allah
membuka mata kita untuk
mengenali saat-saat hidup dan
menggerakkan kita untuk pergi
ke ladang tuaian.
xiii Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
1pelajaran
Ikhtisar dari
Kitab Nabi-Nabi
Bacaan Kitab
Ul. 18:9-22
Sasaran Pelajaran
1. Memungkinkan murid-murid memiliki ikhtisar mengenai peran dan
amanat dari nab-nabi dalam Perjanjian Lama
2. Memungkinkan murid-murid mengembangkan kesadaran bahwa
mereka adalah nabi-nabi dari angkatan ini
3. Memungkinkan murid-murid belajar bahwa Allah akan memberikan kita
berbagai karunia dan talenta yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan-Nya
Ayat Alkitab
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama
seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang
harus kamu dengarkan.” (Ul. 18:15)
Bacaan Kitab untuk Minggu ini (bagi para guru dan murid)
Yes. 1-5
Latar Belakang Alkitab
Sejarah Nab-Nabi
Pada mulanya, nabi-nabi dipanggil dan dilatih secara perorangan. Lalu,
sekolah bagi para nabipun didirikan. Kebanyakan dari antara sekolah itu tampaknya
terletak di Rama, Gilgal, Yerikho dan Betel (2 Raj. 2:1-4). Orang-orang yang mengikuti
sekolah itu dilatih untuk menjadi juru bicara bagi Allah. Sekolah dari para nabi tidaklah
sama seperti yang ada saat sekarang, tetapi merupakan suatu kumpulan murid-murid
yang dikepalai oleh seorang pemimpin (1 Sam. 19:20).
Nabi-Nabi sebelum Masuk Kanaan 1
Abraham (Kej. 20:7)
Musa (Ul. 18:15,18)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Miryam (Kel. 15:20)
Bileam (Bil. 22:9,11)
Nabi-Nabi pada Zaman Hakim-Hakim
Debora (Hak. 4:4)
Samuel (1 Sam. 3:20)
Nabi-Nabi pada Zaman Kerajaan Bersatu
Daud (Kis. 2:30)
Gad (1 Sam. 22:5)
Natan (2 Sam. 7:2)
Nabi-Nabi selama Kerajaan Terpecah (Israel)
Ahia, orang Silo (1 Raj. 11:29)
Ido, pelihat itu (2 Taw. 9:29)
Yehu bin Hanani (1 Raj. 6:1,7)
Elia (1 Raj. 17:2)
Mikha bin Yimla (1 Raj. 22:7-8)
Elisa (1 Raj. 19:16)
Oded (2 Taw. 28:9)
Nabi-Nabi selama Kerajaan Terpecah (Yehuda)
Semaya (2 Taw. 12:5,15)
Azarya bin Oded (2 Taw. 15:1,8)
Hanani, pelihat itu (2 Taw. 16:7,10)
Yahaziel bin Zakharia (2 Taw. 20:14)
Hulda (2 Raj. 22:14)
Uria bin Semaya (Yer. 26:20)
Asaf, pelihat itu (2 Taw. 29:30)
2 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Tabel 1: Kronologi Nabi-Nabi sebelum Kejatuhan Samaria tahun 722/721 SM
Nabi Perkiraan Nabi dari Raja Ayat Raja Ayat
Mengabdi Kerajaan Yehuda Terkait Israel Terkait
Obaja 845 Ahazia 2 Raj. 8 Yoram 2 Raj. 8-9
2 Taw. 21 2 Taw. 22
Yoel 840-830 Yehuda Yoas 2 Raj. 11-13 Yehu 2 Raj. 9-10
2 Taw. 22- 2 Taw. 22
24
Yunus 790-770 Israel Amazia 2 Raj. 14 Yerobeam 2 Raj. 14-15
Hosea 760-720 Israel dan Uzia 2 Taw. 25- (II)
berteman
dengan 26
raja
Asyur:
Salma-
neser IV
Uzia 2 Raj. 15-16 Yerobeam 2 Raj. 15-17
Yotam (II)
Ahas 2 Taw. 27-
Hizkia 32 Azarya
Salum
Menahem
Pekahya
Pekah
Hosea
Amos 780-740 Israel Uzia 2 Taw. 26 Yerobeam 2 Raj. 14-15
Yesaya 745-695 Yehuda (II) 2 Raj. 15-17
Uzia 2 Raj. 18-21
Mikha 740-700 Yehuda Yotam 2 Taw. 27- Pekah 2 Raj. 15-17
Ahas Hosea
Hizkia 32
Manasye Pekah
2 Raj. 18-20 Hosea
Yotam 2 Taw. 27-
Ahas
Hizkia 32
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 3
Tabel 2: Kronologi Nabi-Nabi setelah Kejatuhan Samaria tahun 722/721 SM
Nabi Perkiraan Nabi dari Raja Raja dari Ayat
Mengabdi Kerajaan Yehuda Bangsa Asing Terkait
Manasye
Nahum 630-610 Yehuda Asyur: 2 Raj. 21
Ashurbanipal 2 Taw. 33
Zefanya 739-608 Yehuda Yosia 2 Raj. 22-23
2 Taw. 34-36
Yeremia 626-586 Yehuda Yosia Babel: 2 Raj. 22-25
Yoahas Nabopolassar 2 Taw. 34-36
Habakuk 606-596 Yehuda Yoyakim Nebukadnezar
Daniel 606-534 Yehuda Yoyakhin 2 Raj. 22-25
Zedekhia Babel: 2 Taw. 34-36
Yehezkiel 592-570 Yehuda Gedalya Nabopolassar 2 Raj. 22-25
Hagai 520-516 Yehuda (pemerintahan
Zakharia 520-516 Yehuda pembuangan) Babel: 2 Taw. 36
Maleakhi 450-400 Yehuda Yoyakim Nebukadnezar
2 Raj. 25
Yoyakim Neriglissar 2 Taw. 36
Yoyakhin Labashi- Kitab Ezra
Zedekhia marduk Kitab Ezra
Evil-Merodakh Kitab Nehemia
Zedekhia Nabonidas
Media-Persia:
Bupati: Koresy
Zerubabel
Babel:
Bupati: Nebukadnezar
Zerubabel
Media-Persia:
Bupati: Darius I
Nehemia
Media-Persia:
Darius I
Media-Persia:
Darius II
4 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Pemanasan
Sepanjang Jalan
Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing
bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang pada
bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya lagi tidak retak. Bila
tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa penuh air setelah perjalanan
panjang dari mata air ke rumah tuannya, sementara yang retak hanya dapat
membawa setengah penuh air. Selama dua tahun, hal itu terjadi setiap harinya.
Tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah tuannya.
Tentu saja, tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat
menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, tempayan retak yang malang itu
merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan bersedih hati, sebab ia hanya
dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan yang retak
berkata kepada tukang air, “Saya sungguh malu terhadap diri sendiri dan ingin
memohon maaf kepadamu.”
“Mengapa demikian?” tanya ukang air. “Mengapa kamu merasa malu?”
“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air
dari yang seharusnya, karena adanya keretakan pada sisi tempayan telah membuat
air tertumpah dalam perjalanan menuju rumah tuan kita. Karena kekuranganku ini,
engkau harus melakukan semua pekerjaan ini dan tidak memperoleh nilai yang
sepenuhnya dari usahamu,” kata tempayan itu.
Tukang air merasa kasihan terhadap tempayan yang retak itu dan dalam
belas kasihannya, ia berkata, “Bila keesokan hari, kita kembali ke rumah tuan, aku
menginginkanmu untuk memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Dan ternyata sungguh, ketika mereka mendaki sebuah bukit, tempayan retak itu
barulah memperhatikan pancaran matahari yang menghangatkan bunga-bunga
indah di sepanjang sisi jalan itu hingga membuatnya sedikit terhibur. Namun pada
akhir perjalanan, ia kembali bersedih hati, karena separuh air yang dibawanya telah
tertumpah dan kembali memohon maaf kepada tukang air atas kegagalannya.
Tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan
adanya bunga-bunga hanya pada sisimu di sepanjang jalan, tetapi tidak ada bunga-
bunga di sepanjang jalan pada sisi tempayan yang tidak retak itu? Itu karena aku
selalu menyadari akan kekuranganmu dan memanfaatkannya. Aku telah menanam
benih-benih bunga pada sisimu di sepanjang jalan dan setiap hari, bila kita berjalan
pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah
dapat memetik bunga-bunga indah untuk menghias meja makan dari tuan kita. Tanpa
kamu sebagaimana adanya, tuan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah
sekarang ini”.
Setiap orang dari antara kita memiliki keunikan tersendiri – termasuk
kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tetapi bila kita mau, Tuhan akan
mempergunakan kita untuk menghiasi ‘meja Bapa surgawi.’ Janganlah takut akan
cacat, kelemahan atau kekurangan kita. Melalui kuasa Allah, kita akan menemukan
kekuatan untuk menggenapi tujuan dan amanat yang Allah miliki bagi masing-masing
dari kehidupan kita.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 5
Pemahaman Alkitab
Bagian # 1 – Periode Nabi-Nabi
A. Nabi-Nabi
Masa yang akan datang bagaikan sebuah samudra luas yang tidak dikenal,
yang mendatangkan sukacita atau teror, penghiburan atau penderitaan, cinta atau
kesepian. Beberapa orang merasa ketakutan akan datangnya hari itu, sementara
yang lainnya, menanyakan nasib kepada orang pintar atau perantara. Tetapi perihal
hari esok, hanya Allahlah yang mengetahuinya dan orang-orang yang merupakan
penyampai pesan khusus disebut nabi-nabi. Para nabi dan nabiah dipilih langsung
oleh Allah, laki-laki dan perempuan sama seperti kita.
Nabi-nabi memainkan peran yang begitu penting dalam masyarakat Israel.
Periode Nabi-Nabi dimulai pada Zaman Hakim-Hakim hingga akhir dari Perjanjian
Lama. Periode ini berkisar lebih dari 1000 tahun lamanya. Bagaimanapun, nabi-nabi
paling aktif berperan sekitar tahun 800-400 SM, yaitu pada masa penghancuran
Yerusalem pada tahun 589 SM. Tabel berikut menunjukkan nabi-nabi yang melayani
sebelum, selama dan setelah pembuangan. Tabel ini pun menunjukkan orang-orang
kepada siapa pesan itu disampaikan oleh mereka. Beberapa nubuat dan pesan ini
telah dicatatkan dan disusun ke dalam kitab nubuat. Alkitab terdiri dari enam belas
kitab yang ditulis oleh para nabi. Alkitab dibagi dalam dua kelompok besar yang
disebut kitab nabi-nabi besar dan kitab nabi-nabi kecil. Kitab-kitab ini dikelompokkan
berdasarkan panjang kitabnya dan bukannya pada pentingnya pekerjaan sang
nabi. Kitab nabi-nabi besar terdiri dari Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel. Dua
belas kitab nabi kecil terdiri dari Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum,
Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia dan Maleakhi.
Nabi-Nabi Nabi-Nabi Nabi-Nabi
sebelum selama setelah
Pembuangan
Pembuangan Pembuangan
kepada kepada kepada kepada kepada kepada kepada
Israel Niniwe Edom Yehuda orang orang sisa
Yahudi Babel
Amos di Babel orang Yahudi
Hosea yang kembali
Yunus Obaja Yoel Yehezkiel Daniel
Nahum Yesaya Hagai
Mikha Zakharia
Zefanya Maleakhi
Yeremia
Habakuk
6 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
B. Sebutan bagi Nabi-Nabi
a. Nabi
Istilah ‘nabi’ pertama kali digunakan pada Abraham (Kej. 20:7). Musa (Ul. 34:10),
Harun (Kel. 7:1) dan Debora (Hak. 4:4) pun dikenal sebagai nabi-nabi Allah. Kata
‘nabi’ adalah sebuah kata Ibrani, yang berasal dari akar kata ‘melimpah keluar
seperti dari sebuah mata air’ atau ‘mengucapkan.’ Karena kata Ibrani untuk nabi
berarti memperkenalkan atau orang yang menyatakan. Oleh karena itu, seorang
nabi adalah juru bicara Allah. Mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan
pesan yang mereka terima dari Allah dan menyatakan pikiran dan kehendak
Allah kepada manusia (Kel. 7:1; 4:12; Yer. 1:7,9; Ul. 18:18-20).
b. Pelihat
Pada zaman Samuel ada dua kata Ibrani lain yaitu ro’eh dan hazeh, yang dipakai
untuk merujuk kepada nabi, yang berarti orang yang melihat atau pelihat. Kata
ro’eh pertama kali ditemukan dalam 1 Samuel 9:9 dan muncul tujuh kali dalam
referensi bagi Samuel. Nabi-nabi seperti Zadok (2 Sam.15:27), Gad (2 Sam.
24:11), Samuel (1 Taw. 26:28), Ido (2 Taw. 12:15), Yehu (2 Taw. 19:2) dan Amos
(Am. 7:12) dikenal sebagai pelihat. Ini adalah nama yang kadang diberikan
kepada nabi-nabi, karena penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah kepada
mereka dan kemampuan mereka untuk merasakan hal-hal yang bersifat rohani.
Dalam 1 Tawarikh 29:29, ketiga kata ini dipakai: Samuel si pelihat (ro’eh), Nabi
Natan (nabi), Si pelihat Gad (hazeh).
c. Penjaga
Kata Ibrani ‘Zophim’ berarti penjaga, dipergunakan pula untuk seorang nabi
(Yeh. 3:17; 33:7). Tugas dari seorang penjaga adalah menjaga tembok kota
dan meniup sangkakala setiap kali apabila bahaya mendekat. Demikian pula,
nabi-nabi adalah para penjaga rohani bagi umat Israel, yang bertanggung jawab
untuk menyampaikan firman, peringatan dan hukuman Allah kepada umat itu.
d. Abdi Allah
Musa (Ul. 33:1; 18:18), Semaya (1 Raj. 12:22), Samuel (1 Sam. 9:6), Elia (2 Raj.
1:9), Elisa (2 Raj. 6:6) dan Daud (2 Taw. 8:14) adalah para abdi Allah. Abdi Allah
adalah seorang hamba Allah yang memiliki sifat yang saleh.
C. Tanggung Jawab dari Seorang Nabi
Nabi-nabi adalah utusan Allah. Fungsi mereka adalah sebagai berikut:
a. Menunjukkan kepada umat Allah perihal pelanggaran dan dosa dari kaum
keturunan Yakub (Yes. 5:1; Yeh. 22:2; 43:10; Mik. 3:8).
b. Mengingatkan umat untuk bertobat dan taat kepada Allah.
c. Memperingatkan umat perihal hukuman dan bencana yang segera akan menimpa
(2 Sam. 24:11-13; Yer. 25:8-12).
d. Menubuatkan perihal masa depan pribadi dan umat (1 Raj. 11:29-31; 17:1; Yer.
29:10).
e. Menyampaikan pesan penghiburan dan pengampunan (Yes. 40:1-2).
f. Memberikan berkat (2 Raj. 4:8-16).
g. Menjadi perantara bagi orang lain (Kej. 20:7,17).
h. Mengurapi dan menasihati raja-raja dan memimpin urusan negara (1 Raj. 19:15;
2 Raj. 9:1-3; 3:1-27).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 7
i. Bernubuat mengenai kelahiran, penderitaan, kematian, kebangkitan dan
kenaikan Mesias.
D. Bagaimana Allah menyatakan kehendak-Nya kepada Nabi-Nabi
Sebuah nubuat merupakan pesan ilahi yang diilhami oleh Allah dan
disampaikan kepada manusia. Itu berkaitan dengan hal-hal yang akan terjadi
di masa yang akan datang dan di akhir zaman. Nubuat datang kepada nabi-nabi
melalui cara-cara berikut:
a. Nabi-nabi berbicara melalui gerakan Roh Kudus (2 Pet. 1:20-21).
b. Allah berbicara berhadapan muka kepada nabi-nabi (Kel. 33:11).
c. Allah menyampaikan pesan-Nya melalui kata-kata (1 Sam. 3:4; Yer. 1:4; 2:1;
Hos. 1:2; Yl. 1:1).
d. Allah menyampaikan kehendak dan rencana-Nya melalui mimpi dan penglihatan
(Bil. 12:6; Ayb. 3:15-17; Mzm. 89:20; Yeh. 1:1; Dan. 7:1).
Bagian # 2 – Persyaratan dari Seorang Nabi
A. Mengasihi dan Mentaati Allah
Nabi-nabi membesarkan Tuhan dalam segala hal dan sepenuhnya mentaati
kehendak Allah, bahkan menanggung resiko untuk kehilangan nyawa mereka.
Yohanes 14:21 mengingatkan bahwa barangsiapa yang mengasihi Tuhan akan
memegang perintah-perintah-Nya. Memang mudah, bila segalanya berjalan
dengan lancar. Tetapi ketika tantangan dan kesulitan muncul, ketaatan dan kasih
kita kepada Tuhan diuji. Nabi-nabi seperti Amos, Yeremia, Yehezkiel, Daniel dan
Hosea berada di antara orang-orang yang sepenuhnya mengabaikan kehendak
dan keinginan pribadi untuk menyelesaikan pekerjaan Allah. Mereka mengatakan
apa yang Allah ingin mereka katakan dan pergi ke manapun Allah ingin mereka
pergi. Namun, ada beberapa nabi yang tidak sepenuhnya taat kepada Allah. Yunus,
Bileam, Gehazi dan nabi-nabi palsu merupakan contoh dari para pekerja Allah yang
tidak dapat memutuskan mana tuan yang mereka harus ikuti. Karena mengikuti
keinginan pribadi, mereka akhirnya dihukum oleh Allah (2 Pet. 2:15; 2 Raj. 5:20-27).
Pada hari-hari terakhir ini, kita semua adalah nabi-nabi Allah, yang dipercayakan
dengan amanat untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang belum
diselamatkan. Marilah kita menghargai status mulia ini dan menjalankan amanat kita
dengan setia.
B. Menjalankan Amanat dengan Berani
Nabi-nabi melayani pada beberapa masa paling gelap dalam sejarah Israel.
Allah menggambarkan Israel sebagai kaum pemberontak yang mengeraskan hati
(Yeh. 2). Mereka telah menolak Allah dan berpaling kepada para berhala dan segala
macam praktek kejahatan. Di bawah pemerintahan yang kacau dan berdosa ini,
nabi-nabi diutus untuk memberitakan perkataan-perkataan hukuman, peringatan
dan kematian kepada para raja, pemimpin agama dan orang banyak. Nabi-nabi
mengecam kebijakan dan praktek dari para raja yang jahat, membuat mereka tampak
seperti pengkhianat dan banyak orang membenci mereka, karena mengutuk cara
hidup mereka yang menyembah berhala. Bahkan bila pesan mereka menyebabkan
eksekusi, hukuman atau pengasingan, nabi-nabi tidaklah bersembunyi atau mencoba
melunakkan kebenaran. Mereka menyampaikan firman Allah dengan setia, jelas
8 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
dan berani. Kadang, kita merasa takut akan akibat-akibat tertentu hingga
menyamarkan kebenaran atau tetap berdiam diri. Tetapi untuk menjadi para pekerja
Allah yang setia, kita haruslah meneladani keberanian dari nabi-nabi yang setia pada
kebenaran dan menyatakan kebenaran itu. Seringkali, karena peringatan dari nabi-
nabi, seluruh umat kembali kepada Allah dan terluput dari murka Allah sama sekali
(1 Raj. 18:1-46; Dan. 4:27, 5:17; Yer. 28:1-17).
C. Berhati-hati di dalam Perkataan dan Perbuatan
Nabi-nabi dipilih untuk menjadi para penjaga dari tiap-tiap angkatan. Mereka
haruslah menegur bangsa Israel karena dosa-dosa mereka, memperingatkan
hukuman dan membalikkan hati bangsa itu kepada Allah. Untuk melakukan semua
ini, nabi-nabi haruslah hidup kudus dan memiliki persekutuan yang erat dengan Allah.
Dalam Yesaya 56:10, Allah menegur para pemimpin yang merupakan para penjaga
dari bangsa itu sebagai orang-orang yang buta dan tidak berhikmat. Mereka adalah
anjing-anjing bodoh yang tidak tahu menyalak, yang berbaring dan hanya suka tidur.
Allah pun menolak nabi-nabi palsu yang bernubuat melalui pikiran mereka sendiri
dan memberikan bangsa itu harapan kosong. Nabi-nabi seperti itu tidaklah saleh,
jahat dan mencari keuntungan mereka sendiri (Yer. 23:9-22). Sebagai akibatnya,
mereka tidak menerima wahyu dari Allah dan ditolak oleh-Nya. Untuk menjadi nabi
Allah yang efektif, kita haruslah kudus dalam perkataan dan perbuatan, hidup dalam
batas-batas pesan yang kita beritakan.
D. Melayani dengan Ketulusan dan Kasih yang Sejati
Sekalipun nabi-nabi seringkali memberikan pesan yang keras dan sukar
kepada para pemberontak bangsa, tetapi mereka adalah orang-orang yang penuh
perasaan dan kasih bagi negeri sendiri. Dengan cara yang sama, Tuhan menangis
ketika Dia menegur penduduk Yerusalem (Luk. 19:41-44), demikian pula, nabi-
nabi seringkali menyampaikan pesan Allah dengan perasaan sedih dan berbelas
kasih. Yeremia sangat terkenal sebagai nabi yang menangis, yang selama empat
puluh tahun menangis untuk dosa-dosa dari bangsa Israel dan penderitaan yang
segera mereka akan alami. Habakuk adalah seorang nabi yang hatinya dipenuhi
oleh keraguan dan kesedihan, karena adanya ketidakadilan terhadap bangsanya.
Itu merupakan perasaan kasih dan belas kasihan terhadap bangsa mereka, yang
memberikan saat-saat paling sulit dalam pelayanan mereka.
Menguji Pemahaman
1. Siapakah nabi-nabi pada zaman sekarang ini?
2. Apakah tanggung jawab dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama?
3. Apakah gereja sekarang ini memiliki tanggung jawab yang sama?
4. Apakah jasa dari nabi-nabi?
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 9
Penerapan Kehidupan
Ini Aku! Utuslah Aku!
Dalam novel Alexander Irvine yang berjudul My Lady of the Chimney Corner,
seorang perempuan tua menghibur tetangga yang putranya sedang terbaring mati.
Dia menaruh tangan di kepala temannya dan berkata, “Teman. Allah bukanlah
sebuah buku untuk dibawa berkeliling oleh seseorang yang berpakaian bagus
ataupun sebuah salib yang terayun pada rantai jam tangan seorang pendeta. Allah
memakai tangan ke manapun Dia dapat menemukannya. Kadang, Dia memakai
tangan seorang uskup dan meletakkannya pada tangan seorang anak di dalam doa;
memakai tangan seorang dokter untuk menyembuhkan penyakit; memakai tangan
seorang ibu untuk membimbing seorang anak dan kadang, memakai tangan seorang
perempuan malang seperti diriku ini untuk menghibur sesama. Tetapi, mereka semua
adalah tangan-tangan yang disentuh oleh Roh-Nya dan Roh-Nya mencari tangan-
tangan-Nya untuk dipakai di manapun itu berada.
Pada tiap-tiap angkatan, Allah mencari beberapa tangan, tubuh dan pikiran
untuk membuat perbedaan dan menggenapi amanat ilahi-Nya. Dia mencari orang-
orang seperti Anda dan saya. Laki-laki dan perempuan yang Allah pilih tidaklah
sempurna dalam segala hal. Sesungguhnya, mereka memiliki keraguan, ketakutan,
ketidakmampuan dan kelemahan. Sekalipun demikian, masing-masing dari antara
mereka berani untuk menghadapi tantangan Allah. Allah dapat memakai siapapun,
tidak peduli betapa orang itu merasa dirinya tidak penting. Allah memakai orang-
orang biasa untuk melakukan pekerjaan-Nya yang luar biasa.
Dalam latihan berikut, lihatlah beberapa referensi Alkitab dan tuliskan dengan
kata-kata kalian sendiri mengenai berbagai tanggapan dari orang-orang yang Allah
pilih untuk menjalankan amanat penting-Nya. Pertimbangkan apakah jawaban
mereka berkaitan dengan kita sekarang ini.
a. Musa
Referensi Alkitab: Keluaran 3:7-4:16
Amanat: Memimpin umat Israel keluar dari perbudakan ke Tanah Perjanjian
Reaksi terhadap panggilan Allah:
1. “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun…” (Kel. 3:11) –
“Tuhan, aku ini bukanlah siapa-siapa.”
2. “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan
perkataanku...” (Kel. 4:1) – “perkataanku tidak memiliki pengaruh apa-apa.”
3. “Aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada
hamba-Mupun tidak…” (Kel. 4:10) – “Aku adalah seorang yang tidak fasih dalam
berbicara. Lihat, bahkan Engkau tidak dapat mengubahku.”
4. “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” (Kel. 4:13) – “Aku
sarankan Engkau mengutus orang lain.”
10 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Tanggapan Allah:
Untuk tiap-tiap pertanyaan yang Musa ajukan, Allah memberikan jawabannya.
1. “Aku akan memberikan suatu tanda kepadamu bahwa Aku telah mengutus
engkau.”
2. Allah berkata kepada Musa, “Aku adalah Aku. Katakan kepada orang Israel,
Akulah yang telah mengutus aku kepadamu.”
3. Allah memberikan tiga tanda agar Musa pergunakan untuk meyakinkan orang
Israel: Tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang menjadi kusta dan air
yang berubah menjadi darah. “Siapa yang telah menciptakan lidah manusia?
Sekarang, pergilah dan Aku akan menyertai lidahmu dan mengajarkanmu apa
yang engkau akan katakan.”
4. Murka Allah timbul atas Musa.
5. Akhirnya, Allah mengutus Harun untuk menjadi juru bicara bagi Musa.
Penerapan:
Kadang, pekerjaan yang Allah telah minta untuk kita lakukan tampaknya terlalu sulit.
Sama seperti Musa, kita berusaha sedapat mungkin mencari-cari alasan, karena
merasa begitu tidak mampu melakukannya. Perasaan-perasaan itu menjadi menguat,
bahkan tidak dapat percaya terhadap kemampuanAllah yang sanggup untuk menolong
kita. Musa seringkali harus menghadapi perasaan tidak mampu. yang begitu rupa.
Ketika menghadapi situasi seperti itu, ingatlah bahwa Allah tidak mengharapkan kita
melakukannya seorang diri. Untuk setiap keraguan atau pertanyaan, Allah memiliki
jawabannya. Dia akan memberikan jaminan dan kemampuan, agar kita dapat
selesaikan pekerjaan itu. Dan bila pekerjaan itu melibatkan beberapa kelemahan
kita, kita boleh percaya bahwa Allah akan memberikan firman, kekuatan, keberanian
dan kemampuan ketika hal itu dibutuhkan.
b. Yesaya
Referensi Alkitab: Yesaya 1:1; 6:1-8
Amanat: Memanggil bangsa Yehuda kembali kepada Allah
Reaksi terhadap panggilan Allah:
1. “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir dan aku
tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir” (Yes. 6:5) – Penglihatan Allah
dalam kemuliaan dan kuasa-Nya membuat Yesaya melihat dosa-dosa dirinya.
2. “Ini aku! Utuslah aku!” (Yes. 6:8)
Tanggapan Allah:
Menanggapi tanggapan Yesaya, Allah segera mengutusnya untuk berbicara kepada
bangsa pemberontak.
Penerapan:
Sebelum menerima panggilan Allah untuk berbicara bagi Dia, kita haruslah
menguduskan diri untuk pekerjaan-Nya, sehingga sungguh-sungguh dapat mewakili
Allah. Ketika Tuhan memanggil kita, Dia tidak memaksakan kita untuk berbuat
sesuatu yang kita tidak inginkan. Pilihannya ada pada kita. Yesaya berinisiatif dan
secara aktif menanggapi panggilan Allah.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 11
c. Yeremia
Referensi Alkitab: Yeremia 1:1-10; 17-19
Amanat: Peringatkan raja, nabi palsu dan bangsa Yehuda sebelum pembuangan.
Reaksi terhadap panggilan Allah:
1. “Aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda...” (Yer. 1:6) – Yeremia
menganggap dirinya masih terlalu muda dan tidak berpengalaman untuk menjadi
juru bicara Allah bagi dunia.
2. Yeremia merasa takut, karena mengetahui seperti apa bangsa Israel.
Tanggapan Allah:
1. “Kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi dan apapun yang
Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.” (Yer. 1:7) – kita haruslah
taat pada perintah Allah.
2. “Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan
menjadi tembok tembaga. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan
mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.”
(Yer 1:18-19)
Penerapan:
Kita seringkali bergumul untuk menghadapi beberapa tantangan baru, karena merasa
masih terlalu muda untuk pekerjaan itu dan tidak memiliki kemampuan, latihan
atau pengalaman yang memadai. Tugas itu sepertinya terlalu berat dan sebagai
akibatnya, kita merasa takut. Janganlah pernah membiarkan perasaan tidak mampu
membuat kita tidak mentaati panggilan Allah. Allah akan menyertai kita sama seperti
Dia berjanji untuk menyertai Yeremia. Bila Allah memberikan kita suatu pekerjaan,
Dia akan memberikan semua yang kita perlukan untuk melakukannya.
d. Yunus
Referensi Alkitab: Yunus 1:1-3-4,17; 3:1-3
Amanat: Pergi ke Niniwe, ibukota kerajaan Asyur dan memanggil rakyatnya untuk
bertobat.
Reaksi terhadap panggilan Allah:
1. Yunus mengetahui Allah memiliki tugas khusus baginya, tetapi dia tidak mau
melakukannya.
2. Sebaliknya, Yunus melarikan diri ke Tarsis.
Tanggapan Allah:
Untuk menyelesaikan amanat dan memperbaiki perilaku Yunus yang keliru, Allah
membuat beberapa mujizat terjadi: Dia menyebabkan angin kencang bertiup di laut,
seekor ikan besar menelan Yunus, sebatang pohon memberikan Yunus tempat
berteduh, seekor cacing untuk menyerang pohon itu dan angin timur yang panas
bertiup.
Penerapan:
1. Sebagai seorang nabi, Yunus wajib mentaati firman Allah, tetapi dia berusaha
untuk lari dari tanggung jawabnya. Yang Allah wajibkan dari para hamba-Nya
adalah ketaatan dan kesetiaan.
12 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
2. Beberapa alasan pribadi telah mencegah Yunus dari mentaati panggilan
Allah. Jangan biarkan prasangka-prasangka pribadi atau jadwal menghalangi
kita dalam melakukan pekerjaan Allah. Untuk melakukan kehendak Allah, kita
haruslah menyangkal diri.
e. Maria, ibu Tuhan Yesus
Referensi Alkitab: Lukas 1:26-38
Amanat: Menjadi ibu dari Tuhan Yesus Kristus
Reaksi terhadap panggilan Allah:
1. “Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah
arti salam itu.” (Luk. 1:29)
2. “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Luk. 1:34)
3. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut
perkataanmu itu.” (Luk. 1:38)
4. “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai
dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.” (Luk. 1:46-
48)
Penerapan:
Dalam pernikahan orang Yahudi, pasangan ditunangkan ketika kedua keluarga saling
menyetujuinya. Ketika diumumkan, pasangan itu menjadi tunangan. Pertunangan
dianggap sebuah hubungan yang mengikat dan hanya dapat diputuskan dengan
kematian atau perceraian. Karena Maria dan Yusuf telah bertunangan, ketidaksetiaan
Maria akan mendatangkan aib masyarakat. Menurut hukum adat orang Yahudi, Yusuf
berhak untuk menceraikan Maria dan orang Yahudi berwenang untuk melemparinya
dengan batu hingga mati (Ul. 22:23-24). Maria tentu menyadari akibat-akibat ini.
Dia pasti telah memikirkan akan ditolak oleh Yusuf, dikucilkan oleh masyarakat atau
dilempari batu hingga mati. Tugas yang harus dijalaninya tidak akan berhasil, terkenal
atau menyenangkan; sebaliknya, justru akan memberikan banyak penderitaan.
Tetapi, Maria bersukacita di dalam Allah dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk
dipakai oleh-Nya. Karena ketaatannya, dunia diberkati dengan Mesias dan dia akan
menerima berkat yang luar biasa.
f. Kemungkinan apakah menurut kalian, yang menjadi tanggapan kalian,
bila Allah meminta kalian untuk menjadi seorang nabi bagi angkatan ini?
(Tandailah yang dilakukan)
1. Terkejut dan tidak percaya
2. Merasa terhormat
3. Merasa sungguh tidak mampu
4. Menolak pekerjaan itu
5. Tidak bersedia, tetapi terpaksa
6. Memberikan berbagai alasan untuk menghindarinya
7. Menyarankan orang lain
8. Lainnya; sebutkan __________
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 13
Bila Allah meminta kalian untuk melayani Dia, hal apakah yang akan
mencegah kalian mengatakan, “Ini aku. Utuslah aku!” (Tandailah yang
dilakukan)
1. Sulit untuk menyangkal keinginan sendiri
2. Bayarannya kurang
3. Kesulitan
4. Jauh dari keluarga
5. Tidak dapat menikmati hal-hal duniawi
6. Kurang leluasa melakukan apa yang saya senang lakukan
7. Terlalu banyak tanggung jawab
8. Harus terlalu sering berdoa dan membaca Alkitab
9. Lainnya; sebutkan __________
g. Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri bagi panggilan Allah?
h. Allah ingin kita melayani Dia, di manapun dan apapun yang kita miliki. Hal
sederhana apa sajakah yang dapat dilakukan, agar kehidupan kita berbeda
dengan orang-orang di sekitar kita?
Bacaan yang dianjurkan:
The Spirit of the Minor Prophets, Holy Spirit Times, Desember 1999.
Renungan dan Doa
Semua orang dilahirkan dan diciptakan secara berbeda, tetapi dalam rencana
Allah yang indah, kita semua dapat menjadi para pekerja Allah yang baik. Kiranya
Allah menolong kita menjadi peka akan kehendak-Nya dan memberikan keberanian
untuk berkata, “Ini aku, Tuhan. Utuslah aku!”
14 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
2pelajaran
Kitab Yesaya (1)
Bacaan Kitab
Yes. 6; 9; 12
Sasaran Pelajaran
1. Memeriksa kekudusan, kasih dan kedaulatan Allah di dalam kitab
Yesaya
2. Diingatkan untuk bersyukur kepada Allah atas kebesaran-Nya, atas
tanda-tanda ajaib dari ciptaan-Nya dan atas kasih-Nya dalam kehidupan
murid-murid
Ayat Alkitab
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan
untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya
disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal,
Raja Damai.” (Yes. 9:5)
Bacaan Kitab untuk Minggu ini (bagi para guru dan murid)
Yes. 6; 9;12
Latar Belakang Alkitab
Salah satu penemuan arkeologi yang menggembirakan adalah Gulungan
Kitab Laut Mati, yang memberikan wawasan perihal betapa akuratnya perkataan dari
nabi-nabi telah dipegang. Komunitas Qumran menyembunyikan perpustakaan suci
mereka selama 180 tahun sebelum kelahiran Kristus. Perpustakaan itu ditemukan
pada tahun 1947. Tampaknya kitab Yesaya (juga kitab Ulangan dan Mazmur) adalah
kitab-kitab yang sangat disukai oleh orang-orang percaya Perjanjian Lama. Di antara
penemuan itu adalah salinan dari kitab Yesaya, salinan pertama dari kitab Perjanjian
Lama pada zaman sebelum kekristenan. Sebelum masa itu, teks yang paling awal
dari kitab Ibrani ditanggali sekitar tahun 1100 M. Fakta yang kuat tentang itu adalah
bahwa teks dari gulungan kitab itu mengesahkan teks Ibrani dari Alkitab kita yang
sekarang; selain perbedaan-perbedaan kecil dalam vokalisasi, ejaan dan ada atau
tidak adanya kata sandang (‘the’/’that’), teks kuno ini sama seperti teks dari 1300
tahun kemudian! Allah telah menyimpan keakuratan teks firman-Nya berabad-abad
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 15
lamanya, sehingga kita dapat membaca kitab Perjanjian Lama dengan perasaan
yakin bahwa apa yang kita lihat pada halaman-halamannya adalah terjemahan dari
setiap kata yang ditulis oleh para penulisnya.
Pemanasan
Tujuh Keajaiban
(Sebelum membacakan kisah berikut kepada murid-murid, mintalah mereka
menuliskan apa yang diyakini mengenai Tujuh Keajaiban Dunia. Murid-murid
menanggapinya).
Ada seorang profesor dari suatu perguruan tinggi yang meminta mahasiswanya
untuk membuat daftar mengenai apa yang menurut mereka merupakan Tujuh
Keajaiban Dunia zaman sekarang ini. Tujuh Keajaiban Dunia itu adalah:
– Piramida Mesir
– Taj Mahal
– Grand Canyon
– Bendungan Panama
– Gedung Empire State
– Santo Petrus Basilica
– Tembok Besar Cina
Ketika sedang mengumpulkan suara, profesor itu melihat bahwa seorang
mahasiswanya belum selesai menulis. Tampaknya dia sedang berpikir keras, profesor
itupun menanyakan apakah mahasiswanya itu sedang mengalami kesulitan.
“Ya,” jawab mahasiswa itu, “sedikit. Saya tidak dapat memusatkan pikiran,
karena ada begitu banyak.”
Profesor itu bertanya, “Baiklah. Mengapa Anda tidak membacakan apa yang
telah dituliskan bagi kami, sehingga kami mungkin dapat membantunya?”
Gadis itu mengangguk, bersiap-siap dan mulai membacakan daftar mengenai
Tujuh Keajaiban Dunia.
– Kemampuan untuk menyentuh
– Kemampuan untuk mencicipi
– Kemampuan untuk melihat
– Kemampuan untuk mendengar
– Kemampuan untuk merasa
– Kemampuan untuk tertawa
– Kemampuan untuk mengasihi
Ruangan kelas menjadi hening sesaat, karena semua orang merenungkan
kebenaran yang baru saja mereka dengar. Gadis itu memahami keajaiban hidup
yang sesungguhnya. Sekarang, kita akan mempelajari keajaiban Allah melalui sudut
pandang dari Nabi Yesaya.
16 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Pemahaman Alkitab
Bagian # 1 – Ikhtisar Umum
A. Penulis
Penulis kitab ini adalah Yesaya, anak Amos (1:1). Diyakini bahwa Yesaya
merupakan keturunan dari kerajaan Yehuda. Menurut tradisi orang Yahudi, Amos
adalah saudara dari ayah Uzia, Amazia, yang berarti bahwa Raja Uzia dan Yesaya
adalah saudara sepupu. Istri Yesaya adalah seorang nabiah (Yes. 8:3). Dia memiliki
dua orang putra; yang satu bernama Syear Yasyub, yang berarti ‘sisa orang yang
akan kembali’ dan yang lainnya bernama Maher-Syalal Hash-Bas, yang berarti
‘cepatlah menjarah, lekaslah memangsa’ (Yes. 7:3; 8:3-4). Yesaya aktif melayani
selama 60 tahun sebelum dia dihukum mati. Menurut tradisi orang Yahudi bahwa
selama pemerintahan Raja Manasye yang jahat, Yesaya digergaji menjadi dua
bagian.
Akhir-akhir ini, bagaimanapun, penulis Kitab Yesaya telah menjadi sumber
yang kontroversial. Beberapa teolog menghubungkan pasal 1-39 dengan nabi
Yesaya sendiri, tetapi menghubungkan pasal 40-55 (yang disebut ‘Yesaya kedua’)
dengan seorang nabi di Babel yang tidak dikenal dan pasal 56-66 (yang disebut
‘Yesaya ketiga’) dengan seorang nabi lainnya di Palestina yang tidak dikenal pula.
Bagaimanapun, kaum konservatif, telah mendesak secara persuasif bahwa Yesayalah
yang menulis seluruh kitab itu.
B. Waktu dan Tempat Kerja
Pelayanan panjang Yesaya berlangsung dari tahun 745-695 SM. Dia memulai
pelayanannya pada tahun Raja Uzia meninggal dan dilanjutkan dengan pemerintahan
Yoram, Ahas, Hizkia dan Manasye dari Yehuda. Pelayanan yang bertepatan dengan
pemerintahan Raja Yerobeam II, Zakharia, Salum, Menahem, Pekahya, Pekah dan
Hosea dari Israel. Yesaya sezaman dengan Nabi Mikha di Yehuda, Hosea dan Amos
di Israel.
C. Latar Belakang Sejarah
Sekalipun berhasil dalam bidang pertanian, perdagangan dan militer, baik
di Kerajaan Utara maupun Kerajaan Selatan, tetapi para raja, imam dan rakyatnya
menjauh dari Allah dan terlibat dalam dosa. Terjadi kejaharan, kemabukan,
penyembahan berhala, tekanan kemiskinan, ketamakan dan adanya nabi-nabi palsu
(Yes. 1:10-17; 5:7-8,11-12,23). Karena kemakmuran dan kestabilan, bangsa itu
menjadi congkak. Mereka mengadopsi pengaruh-pengaruh asing dan menyembah
allah mereka. Yesaya muncul untuk merombak kemerosotan sosial dan agama.
D. Tema dan Ciri Khas
Kitab Yesaya adalah kitab pertama dari nabi-nabi besar. Kitab ini seringkali
disebut ‘Rajanya dari Kitab Nabi-nabi,’ ‘Kitab Injil dari Perjanjian Lama,’ ‘Kitab Roma
dari Perjanjian Lama’ dan ‘Miniatur Alkitab.’
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 17
a. Kitab Yesaya terdiri 66 pasal. Seluruh Alkitab terdiri dari 66 kitab.
b. Alkitab terbagi menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama
terdiri dari 39 kitab dan Perjanjian Baru 27 kitab. Kitab Yesaya pun terbagi
menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari 39 pasal dan bagian kedua
terdiri dari 27 pasal.
c. Perjanjian Lama berpusat pada keadilan Allah. Bagian pertama dari kitab Yesaya
(pasal 1-39) pun menyampaikan pesan Allah tentang keadilan dan hukuman
atas bangsa yang berdosa, disertai dengan janji penebusan.
d. Seluruh Alkitab berkaitan dengan keselamatan dari Allah dan pendirian Kerajaan
Allah. Tema seluruh kitab ini ditemukan dalam nama Yesaya, yang berarti
‘keselamatan adalah dari Tuhan.’ Kata ‘keselamatan’ muncul 26 kali dalam kitab
Yesaya, tetapi hanya 7 kali dalam kitab-kitab nubuat lainnya. Dalam seluruh
kitab ini, Yesaya menunjukkan janji Allah mengenai berkat-berkat pada masa
yang akan datang melalui Mesias.
e. Kitab pertama dari Perjanjian Lama membahas bagaimana dosa masuk ke
dalam dunia dan rencana penebusan Allah. Pasal pertama dari kitab Yesaya
pun membahas mengenai dosa-dosa dari bangsa Israel dan janji mengenai
penebusan dan pemulihan.
f. Pasal terakhir dari kitab Wahyu membicarakan perihal langit dan bumi yang
baru. Pasal terakhir dari kitab Yesaya pun membicarakan perihal langit dan bumi
yang baru.
E. Pengajaran dari Kitab Yesaya
a. Allah Israel yang kudus
Kedua bagian dari kitab Yesaya menunjukkan dua aspek penting dari hakikat
ilahi Allah. 39 pasal dalam setengah bagian pertama kitab Yesaya mencerminkan
kekudusan, kebenaran dan keadilan Allah. Setengah bagian berikutnya (pasal
40-66) berada di sisi lainnya dari hakikat ilahi Allah, yaitu kasih dan belas kasihan-
Nya. Bagaimana Allah memanifestasikan kekudusan di dalam kitab Yesaya?
1. Melalui penglihatan akan kemuliaan Allah
Tema mengenai kekudusan masuk ke dalam seluruh kitab Yesaya. Judul
‘Yang Maha kudus, Allah Israel’ dipakai sebanyak 25 kali (1:4; 5:19,21;
6:1; 10:20; 12:6,15; 17:7; 29:19; 30:1; 37:23) mengingatkan bangsa Israel
mengenai kekudusan dan hakikat ilahi Allah. Dalam pasal 6, Yesaya
memperoleh sebuah penglihatan mengenai Allah yang sedang duduk di
atas takhta; ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci; kemuliaan dan otoritas-
Nya memenuhi seluruh bumi. Di sebelah atas-Nya berdiri para serafim yang
berseru berulang kali, “Kudus, kudus, kudus.” Pada saat itu, moral dan
kelemahan rohani umat sedang mencapai puncaknya, Allah menggunakan
penglihatan itu untuk mengingatkan nabi mengenai kebesaran, kuasa
dan kekudusan-Nya. Dengan melihat Allah di dalam kemuliaan-Nya,
Yesaya melihat dosa-dosanya sendiri dan bangsa Israel dengan lebih
jelas. Seringkali ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain, kita
merasa diri kita begitu baiknya. Tetapi, ketika berlutut di hadapan Allah
dan menyaksikan kemuliaan dan kekudusan-Nya, ketidaksempurnaan kita
menjadi nyata. Daniel (Dan. 10:15-17), Ayub (Ayb. 42:5-6) dan Yohanes
(Why. 1:17) mengalaminya pula. Dengan melihat kekudusan Allah, kita
haruslah merendahkan hati dan bertobat atas dosa-dosa kita.
18 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
2. Melalui penghakiman
Karena Allah adalah kudus, Dia menghendaki orang-orang pilihan-Nya
menjadi kudus pula (Im. 11:44-45). Kata ‘kudus’ berasal dari kata Ibrani
godesh atau dalam bahasa Yunani hagiosune, yang berarti pembagian
atau pemisahan. Sayangnya, bangsa Israel gagal memisahkan diri mereka
dari orang-orang yang tidak saleh dan jalan hidup yang jahat. Dalam lima
pasal pertama dari kitab Yesaya, Allah mendakwa Israel mengenai berbagai
dosa:
– Ketidakadilan sosial dan kejahatan merajalela (Yes. 28-29)
– Bangsa itu menyembah berhala rohani dengan berpaling dari perjanjian
Allah untuk secara aktif dan bergairah mencari berhala asing (Yes. 57:1-
13)
– Iman mereka dangkal (Yes. 1:10-15; 29:13; 58:1-14). Sekalipun bangsa
itu mempersembahkan korban dan memegang hari raya, tetapi hati
mereka jauh dari pada Allah dan kehidupan mereka tidaklah kudus.
– Mereka tidak percaya kepada Allah; bersumpah setia kepada bangsa-
bangsa lain untuk memperoleh perlindungan (Yes. 31)
– Mereka mencemarkan hari Sabat (Yes. 56:1-8)
Dosa-dosa ini menghina hakikat ilahi Allah. Kekudusan, keadilan dan
kebenaran Allah tidaklah dapat mengabaikan, mengampuni atau mentolerir
dosa-dosa seperti itu. Allah tidak akan membiarkan bangsa itu memanggil
nama-Nya untuk mencemarkan kemuliaan-Nya atau noda mereka
untuk mencemarkan nama-Nya; Dia akan mempertahankan kekudusan-
Nya. Melalui hukuman, Allah memanggil umat-Nya untuk bertobat dan
menunjukkan citra-Nya di dalam kehidupan mereka.
3. Melalui pemurnian dan pengudusan
Dalam Yesaya 1:25, Allah berjanji untuk memurnikan umat-Nya, seperti
logam di dalam tempat peleburan. Proses pemurnian meliputi peleburan
logam dan penyaringan ampas yang tidak murni hingga pandai perak
dapat melihat rupanya sendiri di dalam cairan logam itu. Demikian pula,
Allah akan membersihkan Yehuda dari ketidakkudusan, sehingga sekali
lagi, dia dapat disebut sebagai Kota Keadilan. Sepanjang sejarah Israel,
Allah menggunakan berbagai cara menasihati umat-Nya untuk menjauh
dari kejahatan (Yes. 2:1-5; 4:1-6). Kelaparan, wabah penyakit dan bencana
serta serangan dari musuh merupakan beberapa cara yang Allah gunakan,
sekalipun demikian, bangsa itu tetap keras kepala. Sebagai usaha terakhir,
Allah menyerahkan mereka pada penawanan di Babel selama 70 tahun.
Maksud Allah bukan untuk mendatangkan yang jahat, tetapi untuk mengajar
dan menguduskan mereka dari kejahatan dan cara pemberontakan lainnya
(Yer. 29:11). Sekarang, Allah mungkin menggunakan pencobaan-pencobaan
untuk menguduskan kita (Bil. 13:23; Mal. 3:2). Ibrani 12:5-6 mengingatkan,
“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti
kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan
dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan
menghajar orang yang dikasihi-Nya dan Ia menyesah orang yang diakui-
Nya sebagai anak.”
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 19
b. Allah yang berbelas kasih
Setengah bagian berikutnya dari kitab Yesaya memperlihatkan bagian yang
dramatis. Setelah menyatakan penghakiman dan peringatan yang keras dari
pasal 1-39, Allah sekarang menghibur Yerusalem dengan lemah lembut. Marilah
kita memeriksa bagaimana kasih Allah dimanifestasikan kepada umat-Nya.
1. Mengembalikan bangsa Israel ke negeri asalnya
Sekalipun kesabaran Allah telah berakhir dan membuang bangsa Israel
dengan membiarkan mereka ditawan, tetapi kemudian, Allah menunjukkan
kepada umatNya bagaimana Dia akan memelihara sisa-sisanya dan
memulihkan mereka. Beratus-ratus tahun sebelum jatuhnya Yerusalem
ke bangsa Babel dan penawanan, Allah menyuruh Yesaya memberikan
nama kepada salah satu anaknya, Syear Yasyub, yang berarti ‘suatu sisa
akan kembali’ sebagai peringatan akan kemurahan Allah dan keselamatan
(Yes. 7:3; 14:1-2; 49:8). Setelah 70 tahun berlalu, Allah mengumpulkan
umat-Nya yang tersebar dari empat penjuru dunia ke Yerusalem, tempat
mereka membangun kembali Bait Suci (Yes. 10:21; 11:11-12). Bahkan
dalam penghakiman, Allah adalah pemurah dan berbelas kasih. Kesetiaan
Allah terhadap perjanjian-Nya dengan Abraham dan Daud tetap, sekalipun
bangsa Israel tidak setia (Kej. 22:17-18; 2 Sam. 7:8-9; Yer. 33:19-26; 31:36-
37). Sekalipun dalam murka-Nya yang berlangsung singkat telah menolak
Israel, tetapi kasih dan perjanjian Allah tetaplah kekal adanya (Yes. 54:7-8;
49:14-16). “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit
bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan
perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang.” (Yes. 54:10)
2. Jalan bagi orang-orang buangan untuk kembali
Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh raja-raja Timur dahulu adalah
mengutus para pembawa pesan untuk mempersiapkan jalan sebelum
perjalanan mereka. Para pembawa pesan itu meratakan dan meluruskan
jalan untuk menjamin sebuah perjalanan yang lancar dan menyenangkan
bagi raja. Dalam Yesaya 35:8-10, nabi menubuatkan bagaimana Allah
Israel akan mempersiapkan jalan bagi umat pilihan-Nya untuk kembali dari
penawanan (Yes. 11:16; 35:8-10; 62:10). Sama seperti Tuhan mengeringkan
Laut Merah agar umat Israel dapat melintas dan sama seperti Dia meratakan
jalan yang melintasi Sungai Yordan, Allah sekali lagi akan membuka jalan
bagi orang-orang yang ditebus untuk pulang ke rumah. Dia akan menghapus
semua rintangan; tidak ada orang jahat atau binatang buas yang akan
ditemukan di sana. Allah mempersiapkan jalan melalui Raja Koresy dari
Persia, yang membiarkan sisa-sisa orang buangan itu kembali ke negeri
asal mereka pada tahun 539 SM.
Tetapi kasih Allah tidaklah berhenti sampai di sini. Sejak permulaan zaman,
Allah telah mempersiapkan jalan bagi umat manusia, sehingga melalui
jalan yang baru dan yang hidup ini semua orang yang percaya kepada-
Nya dapatlah diselamatkan (Ibr. 10:20). Dalam Perjanjian Baru, Yohanes
Pembaptis datang untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. Dia
datang sambil menyerukan: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk
Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita. Setiap
lembah harus dtutup dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang
berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata dan tanah yang berlekuk-lekuk
menjadai dataran” (Yes. 40:3-4).
20 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Yohanes Pembaptis datang untuk menghilangkan rintangan-rintangan
(digambarkan sebagai lembah, gunung-gunung, tanah yang berlekuk-lekuk
dan tempat-tempat yang tidak rata) dalam hati manusia dengan memanggil
mereka kepada pertobatan, sehingga siap menerima keselamatan Kristus.
Tuhan Yesus Kristus adalah ‘jalan, kebenaran dan hidup’ dan orang-orang
yang datang kepada-Nya dapatlah menerima kehidupan yang kekal.
Bagian # 2 – Kedaulatan Allah
A. Tuhan dari Semua
Nabi Yesaya menguraikan bagaimana nasib dari banyak orang, raja-raja dan
para penguasa, bangsa-bangsa dan berbagai kejadian di bawah otoritas mutlak dan
dominasi Allah.
a. Allah mengendalikan nasib dari banyak orang
1. Tuhan memilih dan memanggil Yesaya untuk menjadi juru bicara-Nya. Allah
sendiri memutuskan orang yang akan dipakai-Nya untuk menyelesaikan
amanat-Nya (Yes. 6:8).
2. Allah menunjuk Raja Koresy dari Persia untuk menjadi orang yang akan
membebaskan dan membiarkan mereka kembali ke negeri Israel. 200 tahun
sebelum Koresy dilahirkan, Allah telah memilihnya untuk tugas khusus ini
(Yes. 45:1; 44:28). Koresy diberikan kecakapan dalam bidang militer dan
keberhasilan demi umat pilihan-Nya (Yes. 45:4). Sekalipun Koresy adalah
orang non-Yahudi, tetapi dia disebut orang yang diurapi Allah, karena diberi
tugas untuk menggenapi maksud Allah (2 Taw. 36:22-23).
3. Allah menambahkan usia dari Raja Hizkia menjadi 15 tahun lagi (Yes. 38).
Hanya Allahlah yang dapat mengubah kehidupan kita. Setiap nafas kita
berada di tangan-Nya (Yes. 38:1-8; 16; 45:7; 1 Sam. 2:6-7).
b. Allah mengendalikan bangsa-bangsa untuk menggenapi tujuan-Nya
Allah memakai bangsa-bangsa asing untuk melakukan kehendak-Nya. Sekalipun
Asyur dan Babel merupakan bangsa-bangsa non-Yahudi, yang tidak mengenal
atau beribadah kepada Allah, mereka dipakai oleh Allah sebagai alat untuk
mendisiplinkan umat-Nya.
1. Allah memakai bangsa Asyur menjadi cambuk murka-Nya dan tongkat
amarah-Nya (Yes. 5:26-30; 10:5-6). Selama pemerintahannya, Raja Ahas
lebih mengandalkan kekuatan militer dari bangsa Asyur daripada kepada
Allah. Kepercayaan Ahas kepada bangsa-bangsa penyembah berhala
dianggap sebagai tindakan pemberontakan di hadapan Allah dan bangsa-
bangsa itu menjadi alat yang dipakai oleh Allah untuk menguduskan umat-
Nya dari kebodohan dan kejahatan (Yes. 5:26; 10:5-19).
2. Allah memakai bangsa Babel menjadi alat penghukuman. Sekalipun Raja
Nebukadnezar dari Babel adalah seorang raja dari orang non-Yahudi, Allah
memanggilnya ‘hamba-Ku.’ Nebukadnezar diutus Allah untuk menentang
bangsa Israel, menentang penduduknya dan bangsa-bangsa di sekitarnya
untuk memusnahkan mereka sama sekali (Yer. 25:9; Hab. 1:6). Bahkan
sekalipun Raja Zedekia, raja terakhir kerajaan Yehuda, berusaha untuk
melarikan diri, dia dan bangsa itu tidak akan dapat melarikan diri dari kuk
besi yang Allah telah sediakan untuk diletakkan di leher mereka.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 21
c. Kehendak Allah tidak tergoyahkan
Pada tahun 734 SM aliansi dari Kerajaan Utara (Israel) dan Aram melawan Ahas,
raja Yehuda (Yes. 7:1-9; 2 Raj. 16:5-9). Ahas begitu ketakutan, sehingga hatinya
dan hati rakyatnya goyah seperti pohon-pohon hutan yang bergoyang ditiup
angin. Allah mengutus Nabi Yesaya untuk menghibur Ahas dan memberitahukan
bahwa rencana mereka (Israel dan Aram) tidak akan berhasil, karena itu
bertentangan dengan kehendak Allah. Dan Yesaya menubuatkan bahwa
Kerajaan Yehuda tidak akan berakhir pada saat itu. Kehendak Allah melampaui
semua otoritas, bangsa, peristiwa sejarah dan kekuatan musuh. Mengetahui
bahwa Dia mengendalikan semua aspek kehidupan, tidakkah Dia layak untuk
mendapatkan iman dan kepercayaan penuh dari kita?
B. Allah yang Maha Tahu
Hikmat dan pengertian Allah tidaklah terselami. Kitab Yesaya berisi banyak
nubuat yang digenapi tepat seperti yang telah dinubuatkan.
a. Nubuat-nubuat yang digenapi pada masa Yesaya:
– Pembebasan Yehuda (7:4-7; 16)
– Pemusnahan Aram dan Israel (8:4; 17:1-14)
– Serangan Asyur atas Yehuda (8:7-8)
– Bangsa Filistin ditaklukkan (14:28-43)
– Moab dijarah (15 dan 16)
– Mesir dan Etiopia ditaklukkan oleh Asyur (20:4)
– Arabia dijarah (21:13-17)
– Tirus ditaklukkan (23:1-12)
– Yerusalem terlepas dari Asyur (36)
– Usia Hizkia diperpanjang 15 tahun lagi (35:8)
b. Nubuat-nubuat yang digenapi setelah masa Yesaya:
– Penawanan Babel (39:5-7)
– Babel digulingkan oleh Koresy (46:11)
– Bangsa Madai dan Elam (13:17; 21:2; 48:14)
– Pemusnahan Babel turun-temurun (13:20-22)
– Koresy dipanggil dengan disebutkan namanya (44:28; 45:1,4)
– Penaklukkan Koresy atas dunia (41:2-3)
– Pembebasan para tawanan oleh Koresy (45:13)
– Pembangunan kembali Yerusalem oleh Koresy (44:28; 45:13)
– Pemulihan Israel (27;12-13; 48:20; 51:40)
– Agama Israel tersebar ke Etiopia dan Asyur (19:18-25)
– Agama Israel tersebar ke seluruh dunia (27:2-6)
– Penawanan dan pemulihan Tirus (23:13-18)
– Pemusnahan Edom turun-temurun (34:5-17)
22 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Menguji Pemahaman
1. Apakah dua tema pokok dari kitab Yesaya?
2. Bagaimana Allah memanifestasikan kekudusan dan kasih-Nya dalam kitab
Yesaya?
Tips Mengajar
Untuk pelajaran ini mungkin Anda ingin mempertimbangkan untuk menggunakan bahan-
bahan berikut:
1. Peta Israel dan bangsa-bangsa di sekitarnya (dipakai untuk 12 pelajaran)
2. Televisi dan Video Player
3. Video atau gambar mengenai penciptaan Allah atau perubahan daratan
Untuk setiap pelajaran, biarlah murid-murid mengisi lembar kerja untuk tiap-tiap nabi (yang
ditemukan dalam Buku Aktivitas Murid; lihatlah contoh di bawah). Mintalah murid-murid
secara singkat menuliskan:
a. Makna asal dari nama nabi
b. Waktu dan tempat aktivitasnya
c. Keadaan ekonomi, sosial dan politik pada zamannya (misalkan, apakah negeri itu makmur
secara ekonomi? Siapakah nama raja yang berkuasa saat itu? Apakah negeri itu sedang
berperang? Dan lain sebagainya.)
d. Bila memungkinkan, tentukan apakah nabi itu melayani pada masa sebelum pembuangan,
selama pembuangan atau setelah pembuangan dari sejarah orang Yahudi.
e. Kenalilah pesan-pesan penting dari nabi itu. Apakah tema pokoknya? Apakah nabi itu
memberitakan pesan mengenai penghakiman atau pengharapan? Apakah dia mengajukan
pertanyaan mengenai penderitaan yang adil seperti di dalam kitab Habakuk:
Nama nabi
Makna nama dari nabi
Kapan dan di manakah nabi melayani
Kepada siapakah nabi berbicara
Apakah yang terjadi menurut sejarah
Beberapa pesan penting
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 23
Penerapan Kehidupan
Sungguh Besar Engkau Tuhan!
Apakah kalian telah memuji Tuhan hari ini? Karena kesibukan, kita seringkali
gagal untuk melihat dengan jelas segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Demikian
pula, kia seringkali gagal untuk melihat semua yang Tuhan telah berikan dan lakukan
bagi kita. Apakah kalian pernah mengalami saat-saat tidak mengucap syukur sama
sekali? Apakah yang terjadi? Dan ketika mengucap syukur, bagaimana perasaan
kalian saat itu? Bila memuji dan mengasihi Dia, kalian akan memiliki kasih yang
besar bagi Allah, orang lain dan diri sendiri.
Marilah kita rayakan keagungkan Allah dengan menyanyikan Kidung Rohani
berikut:
1. Sungguh Besar Allahku (314)
2. Dia Segalanya Bagiku (528)
3. Terima Kasih, Tuhan (393)
4. Segala Sesuatu Memuji Tuhan (7)
Katakan kepada murid-murid:
Berikut kita akan menonton sebuah video yang berjudul __________ (pilihan guru).
Ketika kalian menontonnya, sempatkan waktu untuk merenungkan kebesaran kasih
Allah yang tidak terduga dan kasih penebusan-Nya yang indah bagi kita. (Tunjukkan
video tentang penciptaan. Bila kalian tidak memilikinya, gunakan gambar atau foto
tumbuhan atau hewan).
Orang-orang kudus pada zaman dahulu telah menuliskan pemikiran-pemikiran
mereka ketika merenungkan kuasa dan kehebatan Allah. Bacalah ayat-ayat Alkitab
berikut untuk melihat apa yang mereka pikirkan.
1. Ayub 26:1-14; 38
2. Mazmur 135:6-7
3. Yesaya 40:12-17,21-31
Atas hal apa sajakah kita dapat mengucap syukur dan memuji Tuhan? Tulislah
sebuah mazmur bagi Tuhan atas segala perbuatan-Nya yang ajaib.
Renungan dan Doa
“Ya Tuhan Allahku, betapa indahnya nama-Mu di seluruh muka bumi. Rasi-
rasi bintang, burung-burung memuji kebesaran-Mu. Semua ciptaan memuji Engkau
di dalam keharmonisan. Dan yang paling luar biasa dari semuanya, Tuhan, terima
kasih, karena telah menyelamatkan jiwaku.”
24 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
3pelajaran
Kitab Yesaya (2)
Bacaan Kitab
Yes. 40-41; 53; 55; 65-66
Sasaran Pelajaran
1. Murid-murid akan belajar bahwa Tuhan Yesus telah menggenapi tiap-
tiap nubuat dalam Perjanjian Lama
2. Murid-murid akan belajar bahwa karena kedatangan Kristus yang kedua
kalinya, hidup kita dipenuhi dengan pengharapan, sukacita dan damai
sejahtera
Ayat Alkitab
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara.” (Yes. 61:1)
Bacaan Kitab untuk Minggu ini (bagi para guru dan murid)
Yes. 40-41; 53; 55; 65-66
Latar Belakang Alkitab
Lihatlah bagian Latar Belakang Alkitab pada Pelajaran 2.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 25
Pemanasan
Hasrat berkata, “Nikmatilah jalan keluarmu.”
Filsafat berkata, “Pikirkan jalan keluarmu.”
Ilmu Pengetahuan berkata, “Ciptakan jalan keluarmu.”
Industri berkata, “Kerjakan jalan keluarmu.”
Komunis berkata, “Ambillah jalan keluarmu.”
Militer berkata, “Perjuangkan jalan keluarmu.”
Kristus berkata, “AKULAH JALAN KELUARNYA!”
Pemahaman Alkitab
Bagian # 1 – Hamba Allah
A. Para Hamba Allah
Seluruh tema kitab Yesaya dapat ditemukan di dalam nama Yesaya, yang
berarti keselamatan adalah dari Tuhan. Dalam setengah bagian terakhir dari
kitabnya, Yesaya menubuatkan pemulihan dan penebusan Israel dan dunia. Rencana
penebusan Allah digenapi melalui para hamba-Nya. Marilah kita menyelidiki siapa
hamba-hamba ini.
a. Raja Koresy
Dalam kitab Yesaya pasal 40-66 menyebutkan kejadian-kejadian yang akan
terjadi setelah penawanan Yehuda. Sekalipun angkatan dari nabi ini masih hidup
di dalam kegelapan dan bangsa itu berkeras kepala untuk memberontak kepada
Allah, tetapi nabi itu menubuatkan seluruh rencana keselamatan Allah. Di sini,
Yesaya memandang lampaui masa sekarang, lampaui penyerangan bangsa
Asyur, lampaui penawanan bangsa Babel hingga masa kerajaan Persia. Yesaya
melihat Allah memilih seorang raja dari non-Yahudi, yang akan membebaskan
umat-Nya – raja ini adalah Raja Koresy dari Persia. Yesaya yang hidup sekitar
tahun 740-681 SM memanggil Koresy dengan menyebutkan namanya hampir
150 tahun sebelum dia memerintah (tahun 559-530 SM). Yesaya 41:27-29
menyebutkan bagaimana situasi-situasi yang baik akan diberikan kepada
Yerusalem. Situasi baik itu menunjuk pada angkatan Raja Koresy, yang akan
memusnahkan Babel dan membiarkan para tawanan kembali ke negeri asal
mereka.
26 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
b. Bangsa Israel
Bangsa Israel pun secara khusus dikenal dengan sebutan ‘hamba Allah’ (Yes.
41:8-9; 49:3). Allah memanggil Israel untuk menjadi hamba-Nya, melalui
perantaraannya Dia dapat membuat diri-Nya dikenal di kalangan umat manusia
(Yes. 44:21). Allah telah memilih bangsa Israel untuk menjadi terang bagi bangsa-
bangsa lain yang berada di sekitarnya. Bagaimanapun, Israel gagal mengenali
makna perjanjian dan tidak memuliakan nama Allah, sebaliknya, Israel justru
menjadi serupa seperti bangsa-bangsa di sekitarnya dan membuat malu dan
tidak memuliakan Allah.
c. Mesias, Hamba Allah
Yesaya mulai memperkenalkan seorang hamba yang sama sekali berbeda
dengan Israel; hamba yang setia dalam menyelesaikan amanat yang diberikan
kepadanya, bahkan memberi penebusan bagi semua umat manusia. Allah
mengutus hamba-Nya, Mesias, datang ke dunia untuk menghapus dosa-dosa
bangsa itu dan untuk menyatakan keselamatan bagi orang-orang non-Yahudi.
Sama seperti cara Syrus membebaskan para tawanan, demikianpun dengan
Tuhan Yesus akan datang untuk membebaskan orang-orang yang teribelenggu
dalam dosa dan kegelapan (41:2,17-20; 42:1,6-7; 43:16,25).
B. Nubuatan mengenai Hamba Allah, Mesias
Seluruh kitab nubuat, terutama dalam kitab Yesaya, ada banyak nubuat yang
berkaitan dengan hamba Allah, Mesias. Agar manusia dapat mengenali-Nya, Allah
memberikan rincian yang khusus. Dari pasal 42-53, ada empat ‘Lagu Hamba’ (42:1-9;
49:1-9; 50:4-9; 52:13-53:12) yang menggambarkan sifat, amanat, penderitaan dan
kematian Mesias. Ketika Tuhan Yesus datang, Dia menggenapi nubuat-nubuat
itu hingga hal-hal yang terkecil. Barangsiapa yang memperhatikan-Nya dengan
seksama, tidak akan merasa ragu bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan.
a. Nubuatan mengenai kelahiran Mesias
1. Kedatangan-Nya (40:3-5)
2. Dilahirkan dari perawan (7:14)
3. Tunas dari Isai (11:1)
b. Nubuatan mengenai sifat-sifat Mesias
1. Dia memerintah dengan kekuatan dan hati-hati (40:10-11)
2. Dia memerintah dengan adil dan memberikan manfaat (32:1-8; 61:1-3)
3. Keadilan dan kebaikan-Nya (42:3-4,7)
4. Penuh kuasa dan wibawa
Tuhan Yesus datang dengan kekuatan dan kuasa dari Roh Kudus. Perbuatan-
Nya luar biasa dan Dia merupakan sumber dari segala kuasa dan kehidupan
(Mat. 19:26; Kej. 18:14; Yer. 32:17; Ayb. 37:23; Why. 11:17). Tuhan Yesus
menunjukkan kuasa atas penyakit, dosa dan maut.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 27
5. Penuh hikmat
Sekalipun Tuhan Yesus tidak memperoleh pendidikan tinggi, para pemimpin
dan orang Yahudi mengakui bahwa Tuhan berbicara dengan wibawa, hikmat
dan kuasa yang besar (Mat. 7:28-29; 13:54-58; 22:15-22; Yoh. 7:15). Melalui
firman-Nya, Tuhan akan “menghajar bumi dengan perkataannya seperti
dengan tongkat dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang
fasik” (Yes. 11:4; 9:6). Melalui firman-Nya, Mesias pun akan memberikan
penghiburan dan damai sejahtera, karena Dia memiliki “lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang
yang letih lesu” (Yes. 50:4; Kol 2:3).
6. Penuh damai sejahtera dan rendah hati
“Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan
suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan
sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia
ia akan menyatakan hukum” (Yes. 42:2-3). Ayat-ayat ini mengilustrasikan
kedamaian, kebaikan dan kerendahan hati Tuhan Yesus. Saat Tuhan
datang ke dunia, Dia mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai
seorang hamba (Flp. 2:5-8). Dia melangkah di jalan-jalan Palestina untuk
melayani orang-orang yang membutuhkan dan bergabung dengan orang
miskin, orang berdosa dan orang-orang yang dikucilkan dari masyarakat.
Dia menghibur orang-orang tertawan, yang tidak bersemangat dan yang
lemah imannya. Sekalipun dikagumi oleh banyak orang, tetapi Tuhan tidak
pernah memperhatikan diri-Nya sendiri. Dalam berbagai kesempatan,
Dia bahkan menyuruh orang banyak, agar tidak menyebarkan perbuatan-
Nya (Mrk. 5:42-43) dan saat mereka ingin menjadikan Dia sebagai raja,
Dia secara diam-diam menyingkir. Bahkan saat Tuhan dipukul, dihina dan
disidang, Dia tetap diam dan tulus hati bagaikan domba yang digiring ke
tempat penyembelihan dan merendahkan diri-Nya, bahkan sampai mati di
kayu salib.
7. Penuh kebenaran dan keadilan
“Ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi
dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata
orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan
dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di
negeri dengan kejujuran...“ (Yes. 11:3-4). Tidak seperti orang dunia yang
mendasarkan penghakiman mereka atas penampilan luar dan ketentuan
mereka sendiri, Tuhan tidak akan menghakimi melalui apa yang Dia lihat
atau dengar, tetapi melalui Roh yang dapat melihat ke dalam hati manusia.
Tuhan menunjukkan bahwa Dia tidak memandang bulu, tetapi menghakimi
dengan kebenaran yang mutlak (Yer. 32:19)
c. Nubuatan mengenai pelayanan Mesias
1. Galilea menjadi tempat pelayanan-Nya (9:1-2)
2. Dia memerintah atas semua orang non-Yahudi (2:2-3; 42:1,6; 49:6; 55:4-5;
56:6; 60:3-5)
3. Dia akan memberikan keadilan bagi bangsa-bangsa (42:1,4)
28 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
4. Yesaya 49:6 memberitahukan bahwa Allah telah membuat orang Yahudi
sebagai terang bagi orang-orang non-Yahudi. Dia menginginkan mereka
menjadi orang-orang yang memiliki hak istimewa untuk memperkenalkan
keselamatan sampai ke ujung bumi. Tetapi hal itu belum terjadi. Di sini,
Yesaya menubuatkan bahwa Tuhan Yesus akan datang sebagai terang
bagi bangsa-bangsa (Luk. 2:32). Dia akan datang untuk memberikan Injil
pengharapan dan kehidupan kekal bagi orang-orang yang mau menerima-
Nya. Melalui terang Injil, para jiwa yang terbelenggu dalam kegelapan akan
dibebaskan dan orang-orang yang buta secara rohani akan melihat (Kis.
13:47; Luk. 2:32). Apakah kita diperbudak oleh kecemasan, hawa nafsu,
ketamakan, keraguan dan dosa? Datanglah kepada Tuhan, karena Dia akan
menawarkan kelepasan dari segala perbudakan.
d. Nubuatan mengenai penderitaan, kematian dan penguburan Mesias
1. Penderitaan-Nya (53)
2. Mati oleh orang-orang jahat (53:9)
3. Dikubur oleh orang kaya (53:9)
4. Dia mengalami kehidupan yang sulit
Dalam Perjanjian Lama, tidak ada yang menggambarkan penderitaan
Mesias secara rinci seperti di dalam Yesaya 53. Saat berada di dunia, Tuhan
menghabiskan tiap-tiap hari dengan pergi dari satu desa ke desa lainnya,
bekerja bagi jiwa-jiwa manusia. Dia seringkali mengabaikan kenyamanan
jasmani diri-Nya, bepergian tanpa tidur, makan ataupun minum, hanya untuk
membantu orang-orang yang membutuhkan.
5. Dia ditolak dan direndahkan
Orang-orang Yahudi menyatakan seperti apa seharusnya Mesias. Dia
seharusnya berasal dari latar belakang yang luar biasa dan menjadi
pemimpin militer luar biasa yang akan membebaskan Israel dari serangan
Roma. Saat Tuhan datang mengatakan bahwa Dia adalah Kristus, mereka
menolak untuk mengakui Dia. Tanpa penampilan luar atau persyaratan yang
seharusnya, orang-orang Yahudi kehilangan makna atas nubuatan, bahkan
sebaliknya, menolak dan merendahkan Tuhan dan para pengikut-Nya.
6. Dia mendapat pukulan karena dosa-dosa dunia
Saat ketaatan Mesias menyebabkan-Nya harus masuk ke dalam penderitaan
yang lebih sulit dan berakhir dengan maut, banyak orang saat itu merasa
yakin bahwa Dia telah ‘dipukul dan ditolak oleh Allah.’ Karena dosa-dosa
kitalah, Tuhan rela menyerahkan diri-Nya sebagai domba persembahan
untuk disembelih. Dia terluka, karena pelanggaran dan kesalahan kita.
Yesaya berkata tentang Tuhan Yesus, “Aku memberi punggungku kepada
orang-orang yang memukul aku dan pipiku kepada orang-orang yang
mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai
dan diludahi” (Yes..50:6; Mat. 26:67; 27:30). Tuhan yang sama sekali tidak
berdosa, tetapi haruslah menanggung dosa-dosa kita di pundak-Nya, Dia
termasuk bilangan orang-orang berdosa di hadapan Allah. Secara rohani,
Dia dipisahkan dari Bapa dan jiwa-Nya dihukum di neraka (Mat. 27:45-46).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 29
Yesus Kristus mengalami kematian dua kali, agar kita tidak mengalami
pemisahan yang kekal dengan Allah.
Bagian # 2 – Ciri Khas dari Kerajaan Allah
Dari pasal-pasal terakhir dari kitab Yesaya, kita menangkap sekilas mengenai
suatu hari bersejarah yang bergulir. Itu bukan hanya merujuk pada hari para tawanan
akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tetapi Yesaya pun menjelaskan bahwa
ini merupakan gambaran dari pemulihan yang bukan hanya secara jasmani, tetapi
secara rohani pula. Itu merujuk pada pembangunan kerajaan rohani Allah: Gereja
sejati, Kerajaan Allah di dalam hati kita dan kerajaan surga di masa yang akan
datang.
a. Serigala akan tinggal bersama domba
Yesaya 11:6-9 mengutip kejadian di dalam Kerajaan Allah, yang rajanya adalah
Allah sendiri dan hanya ada kasih di dalamnya. Gereja sejati dibangun melalui
jemaat-jemaat yang memiliki sifat, jalan hidup, latar belakang budaya dan
pendidikan yang berbeda. Sekalipun terdapat perbedaan, kita semua dapat
hidup secara harmonis. Bahkan orang-orang yang semula wataknya seagresif
macan tutul, singa, beruang dan ular berbisa dapatlah diubah menjadi watak
yang lemah lembut dan tenang. Mereka akan dapat hidup secara damai dengan
para jemaat yang pada dasarnya adalah penurut dan lemah lembut bagaikan
domba, anak kecil, anak lembu dan sapi. Berbagai watak manusia yang saling
berlawananpun dapat hidup dengan damai, karena pengenalan akan Allah dan
kasih-Nya.
b. Langit dan bumi yang baru
Dalam keseluruhan Alkitab, langit dan bumi yang baru disebutkan empat kali.
Langit dan bumi yang baru dicatatkan dalam 2 Petrus 3:13 yang berbicara
mengenai kerajaan surga. Dalam referensi yang dicatatkan dalam Yesaya 65:17-
25; 66:22-24 dan Wahyu 21:1, langit dan bumi yang baru tidaklah merujuk pada
tempat tinggal yang akan datang, tetapi pada gereja sejati dan hati yang telah
diubah oleh Kristus. Karena kejatuhan manusia, dosa telah masuk ke dalam
dunia dan ciptaan berada di bawah kuasa Iblis. Langit dan bumi yang mula-
mula telah menjadi jahat, dipenuhi dengan kepahitan dan ketidaktenteraman.
Hanya di dalam gereja Allahlah, kita dapat menjadi “ciptaan baru, yang lama
telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor. 5:17). Melalui
Tuhanlah, kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa dan hati kita telah diubah
dari orang-orang tertentu menjadi langit dan bumi yang baru.
c. Perjamuan rohani akan diselenggarakan
Gunung Sion merujuk pada gereja yang sejati dan di gunung inilah, Tuhan
akan mengadakan perjamuan rohani yang berlimpah bagi orang-orang
yang percaya kepada-Nya melalui iman (Yes. 25:6). Orang-orang akan
merayakannya dengan lemak, yang merujuk pada anugerah yang berlimpah
(Ams. 9:2; Mat 22:4). “Masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur tua
yang disaring endapannya” merujuk pada makanan dan minuman rohani, yang
melambangkang kebenaran dan Roh Kudus, yang dapat memuaskan jiwa-jiwa
mereka.
30 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Menguji Pemahaman
Tidak ada pertanyaan untuk pelajaran ini.
Penerapan Kehidupan
Seseorang yang Hidup Sendiri
Dia dilahirkan di sebuah desa yang tidak terkenal, anak seorang rakyat biasa.
Dia berkembang di desa lainnya, bekerja di toko kayu hingga berumur 30 tahun.
Lalu, selama tiga tahun Dia menjadi pemberita Injil keliling.
Dia tidak pernah menulis buku.
Dia tidak pernah membuka kantor,
Dia tidak pernah berkeluarga atau memiliki rumah sendiri.
Dia tidak kuliah.
Dia tidak pernah pergi sejauh 200 mil dari tempat asalnya.
Dia tidak melakukan hal-hal yang besar.
Dia berusia 33 tahun saat pendapat umum berbalik menentangnya.
Rekan kerjanya melarikan diri.
Dia menyerahkan diri kepada musuhnya dan diolok-olok di dalam persidangan.
Dia dipaku di kayu salib di tengah dua penjahat.
Saat dia mati, para eksekutor membuang undi pakaiannya, satu-satunya harta yang
dimilikinya di dunia.
Saat mati, dia dibaringkan di kubur yang dipinjam dari seorang teman.
Abad ke-19 telah datang dan pergi dan sekarang, Dia merupakan tokoh
utama dari semua ras manusia, pemimpin umat manusia. Semua prajurit yang
pernah berbaris, semua pelayar yang pernah berlayar, semua parlemen yang pernah
duduk bersama, semua raja yang pernah memerintah, bila semuanya ditempatkan
bersama-sama, tidak memiliki pengaruh sebesar kehidupan dari orang yang hidup
sendiri ini. Dan karena orang yang hidup sendiri itu…
a. John Newton, penulis himne favorit sepanjang masa, Amazing Grace, pernah
menjadi pedagang budak yang mengangkut muatan kapal budak-budak Afrika
ke Dunia Baru, tempat mereka menjual barang-barang. Suatu ketika, dia
menemukan sebuah buku, Imitation of Christ, di atas kapal, yang menaburkan
benih-benih pertobatannya. Dia meninggalkan lautan untuk sebuah tujuan yang
baik dan selama 43 tahun terakhir dari hidupnya, dia memberitakan Injil. Pada
usia 82 tahun, Newton berkata, “Ingatanku hampir hilang, tetapi aku ingat akan 2
hal, bahwa aku sangat berdosa dan bahwa Kristus adalah Penyelamat yang luar
biasa.”
b. Santo Agustinus tidak memulai perjalanan hidupnya seperti yang ditempuhnya
sekarang. Sang ibulah yang telah mengajarkan kekristenan secara seksama
kepadanya, tetapi selama masa remaja, dia melepaskan imannya dan
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 31
mengikuti ajaran-ajaran sesat. Selama sembilan tahun, dia hidup secara tidak
bermoral sampai suatu hari, mendengar sebuah suara yang memberitahukannya
untuk membuka Alkitab dan membaca Roma 13:13-14, “...Tetapi kenakanlah
Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah
merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” Sejak itu, Santo Agustinus
mengubah catatan sejarah kekristenan.
c. John Bunyan, penulis The Pilgrims Progress and Grace Abounding, berkata
mengenai kehidupannya sebelumnya, “Aku senang menjadi tawanan Iblis,
menuruti kehendaknya.” Dia adalah pemimpin segala ketidakkudusan dan
menyukai kebebasan di dalam dosa. Mengutuk, menyumpah dan berdusta
adalah sifatnya yang kedua. Bagaimanapun, orang yang sama ini pernah
berkata kepada Allah, “Menjauhlah daripadaku, karena aku tidak mengingini
pengetahuan tentang jalan Tuhan,” yang ditaklukkan oleh Allah dan firman-Nya.
Melalui pertobatannya, dia berkata, “Aku mulai melihat Alkitab dengan mata
yang baru dan membaca seolah-olah aku tidak pernah membaca sebelumnya;
aku tidak pernah keluar dari Alkitab, dengan membaca dan merenungkannya,
tetap berseru kepada Allah, agar mengetahui kebenaran, jalan ke surga dan
kemuliaan.”
d. Fanny Crosby (tahun 1820-1915), penulis lebih dari 8000 dan 9000 lagu gereja
dan himne seperti “To God be the Glory,” “Tell Me the Story of Jesus,” “Pass
Me Not, O Gentle Savior” dan lain sebagainya, yang menjadi buta saat berusia
enam minggu, karena pengobatan medis yang tidak tepat. Selama lebih dari 85
tahun, Crosby tidak pernah merasakan kebencian kepada Allah tetapi meyakini
bahwa ini merupakan maksud Allah atas pemanggilan dirinya. Sejak kecil, dia
mulai menghafal Alkitab dan akhirnya dapat mengulangi seluruh lima kitab
Taurat di luar kepala, keempat kitab Injil, banyak Mazmur, seluruh Amsal dan
seluruh kitab Rut dan Kidung Agung. Dia mengatakan di akhir hidupnya bahwa:
“Kitab Suci telah memelihara seluruh hidupku.”
Katakan kepada murid-murid:
Sesungguhnya, tidak ada satupun kehidupan yang telah mempengaruhi kehidupan
umat manusia secara menyeluruh dan meluas seperti kehidupan dan perkataan
Tuhan Yesus. Tetapi pernahkah kita merenungkan, akan menjadi seperti apakah,
bila Tuhan tidak pernah datang ke dunia? Bagaimana bila Tuhan tidak memilih
kita? Akan menjadi seperti apakah kehidupan kita? Dalam latihan ini, kita akan
menyelidikinya. Dengan berhati-hati, guntinglah setiap hal yang terdapat di surat
kabar atau majalah, yang mengilustrasikan akan menjadi seperi apakah dunia
ini, bila Tuhan tidak datang ke dunia ini. Rekatkan guntingan itu di papan poster.
Selanjutnya, ilustrasikan bagaimana Tuhan telah mempengaruhi kehidupan kita dan
dunia.
Beberapa contohnya:
Dalam peperangan akan ada kedamaian (Yes. 9:4-7; 32:17-20)
Dalam dosa akan ada kekudusan (Yes. 24:18-23; 35:8-9)
Dalam tangisan akan ada penghiburan (Yes. 29:22-23; 61:3-7; 66:13)
Dalam ketidakadilan akan ada keadilan (Yes. 42:1-4; 65:21-23)
Dalam kesakitan akan ada kesembuhan (Yes. 29: 17-19; 35:3-6; 61:1-2)
Dalam kematian akan ada kehidupan yang kekal (Yes. 41:8-14; 62:8-9)
32 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama