merujuk pada Alexander Agung. Ini merupakan nubuat yang mengherankan,
karena Yunani tidak dianggap sebagai penguasa dunia saat nubuat itu
disampaikan. Kambing jantang yang memerintah seluruh dunia tanpa menyentuh
tanah merujuk pada kecepatan peperangan yang dilakukan oleh Alexander. Dia
menaklukkan dunia dengan sangat cepat dan dengan menggunakan strategi
militer. Tetapi, dia begitu sombongnya setelah menaklukkan Media Persia dan
bangsa-bangsa lainnya dan di puncak kekuasaannya, tanduk besar itu patah dan
dia meninggal pada usia 32 tahun. Dari tanduk itu muncullah empat tanduk yang
aneh. Ini merujuk pada empat jenderal yang memecahkan Kerajaan Yunani
setelah kematian Aleksander. Lalu, dari keempat tanduk itu, muncullah sebuah
tanduk kecil. Bagian nubuat mengenai tanduk kecil ini telah digenapi pada diri
Antiokhus IV Epiphanes yang merupakan raja Syria. Penggenapan berikutnya
dari nubuat ini akan terjadi di masa yang akan datang dengan munculnya
antikristus.
Pasal 2 Pasal 7 Pasal 8
Penglihatan Patung yang amat Empat binatang Domba jantan dan
besar buas kambing jantan
Babel -----
Kepala dari emas Singa Domba jantan
Media Persia Kambing jantan
Dada dari perak Beruang -----
Yunani Tanduk kecil
Perut dari tembaga Macam tutul
Romawi Tanduk kecil yang
Paha dari besi Binatang buas dihancurkan
Bangsa-bangsa
pada zaman Jari sebagian dari Sepuluh tanduk
akhir besi dan sebagian dan sebuah
dari tanah liat tanduk kecil
Kedatangan
Kristus yang Jari sebagian dari Orang-orang
kedua kalinya besi dan sebagian kudus menerima
dari tanah liat kerajaan mereka
B. Allah adalah Tuhan atas Nasib Manusia
Allah bukan hanya mengendalikan nasib kerajaan, tetapi nasib manusia
pula. Ada banyak contoh mengenai kuasa Allah atas nasib manusia di dalam kitab
Daniel.
a. Allah menyerahkan Yoyakhin, raja Yehuda, beserta beberapa perkakas dari
Rumah Allah ke tangan raja Babel (Dan. 1:2).
b. Allah membuat Daniel dan orang-orang buangan dibawa ke Babel.
c. Allah menyebabkan Daniel disukai oleh kepala pegawai istana (Dan. 1:9).
d. Allah memberikan Daniel dan ketiga sahabatnya belajar dan mahir dalam segala
tulisan dan hikmat (Dan. 1:17).
e. Allah memberikan Daniel kesempatan dan kemampuan untuk menafsirkan
mimpi (Dan. 2:8; 4:19-26; 5:13-27).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 133
Menguji Pemahaman
1. Berikan contoh dari kitab Daniel yang menunjukkan kuasa Allah atas nasib
bangsa-bangsa dan manusia.
2. Apakah faktanya bahwa Allah berdaulat atas manusia dalam kehidupan kita
sehari-hari?
3. Bagaimana kita dapat menjadi kudus bagi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
Penerapan Kehidupan
Apakah Engkau Mengenalku?
Menghadapi tantangan dunia yang selalu berubah dengan nilai-nilai yang
berbeda dari Alkitab bukanlah peperangan yang dapat kita hadapi seorang diri. Selain
mengenal dengan baik dan memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, Daniel
memiliki pertalian yang khusus dengan ketiga sahabatnya. Kita dapat saling melihat
seorang dengan yang lain setiap minggunya di kelas, tetapi bagaimana dapat saling
mengenal dengan baik? Bagaimana kalian dapat mengenal orang di sebelah ruangan
dengan baik? Apakah kalian mengetahui mengenai ketakutan, pengharapan atau
pergumulan seorang dengan yang lainnya? Apakah kalian mengetahui kekuatan
seorang dengan yang lainnya sama atau apakah yang suka dilakukan oleh tiap-tiap
orang dari antara kita pada waktu luang? Dengan mengembangkan pemahaman
yang lebih mendalam mengenai hubungan di antara kita, perjalanan iman kita akan
dapat menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Daftar bahan:
Papan poster
Empat kertas warna-warni
Dadu
Spidol (sama jumlahnya dengan jumlah murid)
Kartu-kartu hasil cetakan komputer
Petunjuk bagi guru:
1. Gunakan papan poster, gambar kotak-kotak di sekeliling keempat tepinya. Dalam
beberapa kotak, tulislah hukuman seperti ini: Mundur dua langkah ke belakang;
mulai lagi; tidak mendapat giliran. Setiap kotak haruslah diberi warna berbeda
yang mewakili empat kategori kartu yang berbeda.
2. Cetak dan guntinglah kartu-kartu dengan pertanyaan-pertanyaan. Gunakan
warna yang berbeda untuk setiap kategori.
3. Siapkan dadu dan spidol.
4. Janganlah ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan Anda sendiri yang berkaitan
dengan kebutuhan kelas.
5. Guru atau murid-murid dapat menambahkan peraturan sendiri pada daftar.
134 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Peraturan:
1. Secara bergiliran, gerakkan spidol kalian di sekeliling papan.
2. Ketika spidol sampai pada tempat yang berwarna tertentu, pemain haruslah
mengambil kartu dari kategori itu dan menceritakan sebuah pengalaman.
3. Bila dua pemain berada di kotak yang sama, pemain terakhir yang berada di
kotak itu dapat membuat pemain pertama mundur empat kotak atau mengambil
kartu lainnya dan melakukan apa yang tertera di kartu itu.
4. Para pemain tidak boleh menghabiskan waktu lebih dari satu menit lamanya
untuk menjawab pertanyaan.
5. Orang pertama yang mengelilingi papan itulah pemenangnya.
Kategori-kategori:
Diri Kalian dan Orang Lain
1. Ciri apa sajakah yang kalian kagumi pada orang lain?
2. Pernahkah merasa terpaksa untuk melakukan sesuatu yang menurut kalian
tidak boleh dilakukan?
3. Pernahkah kalian merasa tergoda? Untuk melakukan apa?
4. Di manalah kalian merasa paling nyaman (di gereja, sekolah, tempat kerja)?
Mengapa?
5. Ceritakan mengenai anak-anak yang tumbuh besar bersama dengan diri kalian.
6. Ceritakan mengenai seseorang yang kalian kenal, yang perilakunya berubah
secara nyata setelah menjadi orang Kristen.
7. Ceritakan mengenai seseorang yang telah mempengaruhi kehidupan kalian.
8. Apakah kalian dan teman-teman pernah membicarakan perihal agama atau
makna iman bagi diri sendiri?
9. Ceritakan ketika kalian dapat menolong seseorang, tetapi timbul rasa sesal,
karena gagal melakukannya.
10. Hari itu Sabtu malam. Apakah yang kalian dan teman-teman lakukan untuk
bersantai?
11. Sifat apa sajakah yang kalian cari dari diri seorang sahabat?
12. Sebutkan hal-hal yang seseorang telah lakukan dan yang berkesan bagi kalian.
13. Berapa banyakkah saudara saudari seiman yang kalian miliki? Sebutkan hal-hal
yang kalian sukai mengenai diri mereka.
Diri Kalian sendiri
1. Apakah yang paling baik dalam menjadi seorang remaja?
2. Apakah salah satu ketakutan terbesar dalam diri kalian? Mengapa?
3. Bila kalian sedang menghadapi wawancara pekerjaan dan diminta untuk
menggambarkan diri sendiri, tiga kelebihan apakah yang kalian akan sebutkan?
4. Apakah yang kalian akan lakukan dengan waktu pribadi, bila sedang tidak
menonton televisi?
5. Jelaskan bagaimana kartu kredit telah mempengaruhi kehidupan kalian.
6. Apakah salah satu hal paling berani yang kalian pernah lakukan?
7. Apakah pengaruh barang-barang komersil bagi kalian?
8. Bila dapat mengubah salah satu hal tentang diri pribadi, apakah yang kalian
akan ubah?
9. Sebutkan satu warna yang paling menggambarkan diri kalian, mengapa?
10. Bila rumah kalian terbakar dan hanya memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan
tiga barang kepunyaan, apakah yang kalian akan pilih?
11. Satu hal apakah yang ingin kalian lakukan sebelum meninggal? Mengapa?
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 135
12. Jelaskan salah satu dari pengalaman pertama kalian tinggal jauh dari rumah?
13. Apakah salah satu hobi kalian? Apakah yang kalian sukai dari hobi itu?
Diri Kalian dan Allah
1. Siapakah tokoh Alkitab favorit kalian dan mengapa?
2. Ceritakan sebuah pengalaman mengenai ‘berserah diri pada Allah’.
3. Sebutkan sebuah pengajaran yang kalian harus pergumulkan untuk
memegangnya? Mengapa?
4. Ceritakan mengenai sebuah doa yang dikabulkan.
5. Pernahkah kalian meragukan Allah? Ceritakanlah.
6. Sebutkan saat kalian harus bersandar pada iman. Apakah yang kalian akan
lakukan?
7. Apakah salah satu kenangan yang paling awal kalian mengenai Allah?
8. Ceritakan saat Allah seolah-olah tampak jauh dari diri kalian.
9. Apakah salah satu ayat favorit kalian dalam Alkitab? Mengapa ayat itu penting
bagi kalian?
10. Kapankah kalian merasa paling dekat dengan Allah, pada siang hari atau malam
hari? Mengapa?
11. Sebutkan dua hal ketika kalian merasa paling bersyukur kepada Allah.
12. Dalam situasi apakah kalian paling merasa canggung mengatakan iman kalian?
Mengapa?
13. Pernahkah ada orang yang mengolok-olok kalian mengenai apa yang kalian
percayai? Bagaimana perasaan kalian mengenai itu?
Alternatif
1. Mundur ke belakang satu kotak dan pilih kartu lainnya
2. Berikan kartu ini kepada orang lain untuk dijawab
3. Tidak mendapat giliran
4. Berikan kartu ini kepada orang di sebelah kiri kalian
5. Menunggu giliran berikutnya
6. Pindah ke paling depan
7. Kembali ke posisi awal saat memulai permainan
8. Maju tiga kotak
9. Ambillah kartu dari tengah tumpukan
10. Ambillah kartu lainnya
11. Lewatilah dua penanda
12. Orang yang berada setelah kalian tidak mendapat giliran
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Setelah bermain, apakah ada hal yang kalian dapat pelajari mengenai seseorang
yang sebelumnya tidak kalian kenal?
2. Apakah ada hal yang kalian pelajari mengenai diri sendiri?
3. Apakah ada hal yang kalian pelajari mengenai perbuatan Allah?
136 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Renungan dan Doa
Dari sejarah umat pilihan, jelaslah bahwa Allah menginginkan umat-Nya
menjadi bangsa yang diberkati dan kudus. Pesan-pesan dari para nabi, pengajaran
Tuhan dan surat-surat dari para rasul, semuanya mengungkapkan keinginan yang
sama dari Tuhan: Pergilah! Pisahkan dirimu dari mereka! Tetapi seperti orang-orang
Israel, kami tidak mau memisahkan diri dari dunia, tetapi ingin menjadi seperti semua
bangsa-bangsa lain (1 Sam. 8:5). Kita bukan berasal dari dunia, tetapi adalah warga
Kerajaan Allah. Kiranya hidup kita menjadi sebuah cerminan pada tiap-tiap jalan
yang dilalui.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 137
Halaman Kosong
138 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
12pelajaran
Kitab Hagai, Zakharia,
Maleakhi
Bacaan Kitab
Hag. 1-2; Zak. 1-3; Mal. 3-4
Sasaran Pelajaran
1. Murid-murid akan mempelajari beberapa penglihatan dan pesan
mengenai pembangunan Bait Allah
2. Murid-murfid akan mempelajari sikap-sikap yang benar dalam melayani
Allah
Ayat Alkitab
“Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan
keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman
TUHAN semesta alam.” (Zak. 4:6)
Bacaan Kitab untuk Minggu ini (bagi para guru dan murid)
Hag. 1-2; Zak. 1-3; Mal. 3-4
Latar Belakang Alkitab
Pada tahun 538 SM, lima puluh ribu orang kembali ke tanah perjanjian dari
Babel untuk membangun kembali Bait Suci mereka. Bangsa itu segera meletakkan
dasar Bait Suci, tetapi menghadapi perlawanan keras dari orang-orang Samaria,
sehingga pekerjaan itu terhenti. Selama 15 tahun, usaha bangsa itu beralih pada
kebutuhan pribadi mereka, sementara Bait Suci tetap menjadi reruntuhan. Lalu,
pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius (tahun 520 SM), Allah memanggil
nabi-nabi-Nya, Hagai dan Zakharia untuk menasihati bangsa itu, agar bangkit
dan merampungkan Bait Suci, yang akhirnya, selesai pula pada tahun ke-6 dari
pemerintahan Raja Darius (tahun 516 SM).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 139
Pemanasan
Aku Heran
Engkau tahu, Tuhan, bagaimana aku melayani Engkau
Dengan kegairahan yang luar biasa
Memusatkan perhatian
Engkau tahu betapa aku berbicara kepada kepada-Mu
Di persekutuan wanita
Engkau tahu betapa gembiranya aku memperkenalkan Engkau
Kepada sebuah kelompok persekututan
Engkau tahu semangatku yang tulus
Dalam sebuah Pemahaman Alkitab
Tetapi heran, bagaimana aku akan bersaksi
Bila Engkau menunjuk kepada sebuah baskom air
Dan memintaku untuk membasuh kaki yang berkulit kasar dan tebal
Dari seorang wanita tua yang bungkuk dan keriput
Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Di dalam sebuah ruangan, tidak terlihat oleh siapapun
Dan tidak ada seorangpun yang tahu
Pemahaman Alkitab
Bagian # 1 – Kitab Hagai
Tiga kitab terakhir dari Perjanjian Lama dikenal sebagai kitab nubuatan
setelah masa pembuangan. Kitab-kitab ini ditulis setelah orang-orang Yahudi
kembali dari penawanan selama 70 tahun di Babel. Sebelum penawanan, nabi-
nabi dari Hosea sampai Zefanya memberitakan pesan-pesan yang bersifat umum
– berbaliklah dari penyembahan berhala dan kejahatan sebelum terlambat, sebelum
Tuhan memasukkan ke dalam penawanan. Dalam kitab Hagai, Zakharia dan
Malaekhi, terdapat perubahan dalam isi pesan dan nada bicara. Bangsa itu telah
kembali dari penawanan. Mereka telah beroleh pelajaran yang sulit. Para nabi tidak
lagi berbicara perihal menjauhi diri dari penyembahan Baal atau malapetaka, tetapi
menyampaikan sebuah pesan yang berkaitan dengan pembangunan kembali Bait
Suci dan pemulihan iman.
140 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
A. Ikhtisar Umum
a. Penulis
Penulis kitab ini adalah Nabi Hagai sendiri, yang namanya berarti yang
merayakan. Selain apa yang tertulis di dalam kitab ini, dua referensi mengenai
dirinya pun terdapat di dalam Ezra 5:1 dan 6:14; hanya sedikit yang diketahui
mengenai sejarah pribadi Nabi Hagai. Hagai adalah seorang nabi yang kembali
dari Babel. Setelah 70 tahun penawanan, Hagai merupakan nabi pertama yang
bernubuat setelah penawanan. Dia mengawali pelayanannya pada tahun 520
SM, tahun kedua pemerintahan Raja Darius dari Persia. Dia melayani sejak hari
pertama bulan ke-6 sampai hari ke-24 pada bulan ke-9. Sekalipun pelayanan
mereka berakhir kurang dari empat bulan lamanya, Hagai dan Zakharia berhasil
dalam menggerakkan orang-orang Yahudi untuk menyelesaikan pekerjaan
mereka dalam membangun kembali Bait Suci.
b. Waktu Penulisan
Lima pesan Hagai semuanya disampaikan pada tahun 520 SM, tahun kedua dari
pemerintahan Darius I, raja Persia.
c. Tema
Tema dasar dari kitab ini adalah mengingatkan bagi sisa-sisa orang Yehuda
untuk mengulang kembali pesan prioritas mereka, sekaligus menyelesaikan
Bait Suci sebelum mengharapkan berkat-berkat Allah. Hagai pun bernubuat
bahwa kemuliaan Bait Suci pada hari-hari kemudian akan lebih besar daripada
sebelumnya.
B. Pengajaran dari Kitab Hagai
Kitab Hagai dibagi ke dalam lima bagian berdasarkan pesan yang Hagai
terima.
a. Pesan yang pertama (Hag. 1:1-11)
Pada tahun 586 SM, tentara Babel menghancurkan Bait Suci di Yerusalem
dan menawan bangsa itu. Tetapi pada tahun 538 SM, Raja Koresy dari Persia
mengumumkan bahwa orang-orang Yahudi boleh pulang ke Yerusalem
dan membangun kembali Bait Suci. Setelah mereka memulai pekerjaan itu,
perlawanan dari musuhpun timbul hingga menyebabkan pekerjaan itu terhenti.
Setelah lebih dari 15 tahun, Bait Suci tetap menjadi reruntuhan dan bangsa itu
sempat melupakan tujuan awal kepulangan mereka, bahkan telah kehilangan
prioritas mereka. Oleh karena itulah, pada hari pertama pada bulan ke-6, Allah
berbicara kepada Nabi Hagai untuk menegur umat yang tidak menyelesaikan
pekerjaan pembangunan Bait Suci. Umat itu menjawab bahwa saatnya belum tiba
untuk membangun kembali Rumah Allah (Hag. 1:2). Sesungguhnya, waktu telah
lama berlalu dan Bait Sucipun masih belum rampung, umat telah mengalihkan
perhatian untuk membangun rumah-rumah bagi diri mereka sendiri. Karena
prioritas mereka yang salah, Hagai menegur umat untuk mengintrospeksi diri,
sambil merenungkan kehidupan mereka.
Alasan sesungguhnya mengapa Rumah Allah belum selesai juga, bukanlah
karena keadaan keuangan yang tidak memadai, kurangnya kemampuan atau
rintangan dari musuh, tetapi karena umat lebih memperhatikan pada perkara-
perkara dunia daripada perkara-perkara Allah.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 141
Mereka lebih fokus pada kebutuhan jasmani mereka dengan mengabaikan
kehidupan rohani dan hubungan mereka dengan Allah. Sama seperti umat, kita
mungkin telah menyimpang jauh dari Allah; kita mungkin telah mengabaikan
pekerjaan Allah atau lebih memikirkan urusan pribadi daripada urusan Allah dan
jemaat. Mungkin pekerjaan, pelajaran, sesuatu yang kita sukai, liburan, aktivitas
luang kita menduduki prioritas lebih tinggi daripada Allah. Sama seperti umat,
ktia memberikan segala alasan untuk mengesampingkan pekerjaan kudus atau
membela motif kita. Janganlah tertipu: Janganlah memberikan diri kita untuk
alasan-alasan yang berasal dari iman yang suam-suam kuku.
Umat telah diberitahukan untuk mengintrospeksi kehidupan mereka. Untuk
memepertimbangkan bagaimana “kamu menabur banyak, tetapi membawa
pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum,
tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai
panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh
dalam pundi-pundi yang berlobang!” (Hag. 1:6). Kemerosotan rohani dapat
mempengaruhi kehidupan rohani kita. Seringkali kita telah berusaha keras, tetapi
semua usaha menjadi sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa. Kita mungkin
telah menginvestasikan banyak waktu untuk belajar, mengikuti kebaktian dan
melakukan pekerjaan kudus, tetapi yang kita terima tidaklah sebanding. Kita
menghadapi kesulitan-kesulitan seperti ini, karena bait rohani kita masih berada
dalam reruntuhan dan Allah menahan berkat-berkat-Nya. Pada saat seperti ini,
kita haruslah ‘naik ke atas gunung untuk mengambil kayu’, sehingga dapatlah
membangun kembali bait rohani kita (Hag. 1:8). Maksudnya, kita haruslah
kembali kepada Allah dan memperbaiki hubungan kita dengan Dia, sehingga
Dia akan memberkati hasil pekerjaan kita (Hak. 6).
b. Pesan yang kedua (Hag. 1:12-14)
Setelah mendengarkan pesan Hagai yang pertama, para pemimpin dan umat
bersikap taat dan takut akan Allah. 23 hari kemudian, mereka mulai membangun
kembali Bait Suci. Pada hari ke-24 bulan ke-6, Allah memberitahukan umat
melalui perantaraan Hagai bahwa Ia akan menyertai dan memberkati mereka.
Setelah waktu ketidakpedulian selama 15 tahun, umat segera menanggapi
panggilan Allah dan tergerak hanya melalui sebuah pesan. Ketika kita tergerak
oleh firman Allah, janganlah memadamkan gerakan Allah itu. Kita haruslah
segera melakukannya.
c. Pesan yang ketiga (Hag. 2:1-9)
Pada hari ke-21 bulan ke-7, firman Allah sekali lagi datang kepada Hagai.
Pada saat itu, dasar baru dari Bait Suci telah diletakkan. Bagaimanapun,
saat menyaksikan kejadian itu, banyak dari antara umat yang menjadi patah
semangat, karena pembanguann kembali bait itu tidaklah semegah bait yang
telah dibuat oleh Raja Salomo. Orang-orang yang berusia lanjut, yang masih
mengingat betapa megahnya Bait Suci Salomo menangis dengan suara yang
nyaring saat melihat bait yang baru ini, sehingga seruan kegembiraan dan
tangisan umat tidaklah dapat dibedakan. Tetapi, Hagai menyuruh mereka untuk
tetap bersemangat, karena kemuliaan Bait Suci yang baru akan melampaui
kemuliaan Bait Suci yang terdahulu. Sekalipun Bait Suci yang baru tidaklah
seindah dan semegah Bait Suci buatan Salomo (Mal. 3:12-13), tetapi karena
umat menjauh dari dosa-dosa nenek moyang dan melayani Allah dengan setia,
sesungguhnya, kemuliaan Bait Suci akan lebih besar daripada
142 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
yang terdahulu. Ini memberitahukan bahwa gereja sejati di zaman akhir akan
lebih mulia daripada gereja para rasul. Ketika mendekati akhir zaman, gereja
sejati akan menjadi lebih sempurna, sama seperti seorang mempelai perempuan
yang siap sedia bagi suaminya.
d. Pesan yang keempat (Hag. 2:10-19)
Pada hari ke-24 bulan ke-9, Allah menggunakan dua pertanyaan untuk
menunjukkan kepada para imam bahwa “pelayanan mereka di Bait Suci tidak
akan menghapus dosa dan kejahatan. Ketika para imam memiliki sikap yang
salah dan berbuat dosa, pelayanan mereka kepada Allah akan ternoda. Ketika
suatu bangsa berbuat dosa, apapun yang mereka sentuh atau persembahkan
akan menjadi najis. Persembahan atau ibadah mereka tidak akan diterima atau
diberkati. Allah meminta mereka untuk mempertimbangkan mengapa segala
sesuatu menjadi salah di dalam kehidupan mereka. Ketika mereka mengharapkan
hasil tuaian gandum 20 gantang, ternyata hanya ada 10 gantang. Ketika mereka
datang untuk mencedok air anggur 50 takar dari tempat pemerasan anggur,
ternyata hanya ada 20 takar.
Bagaimanapun, sejak umat mulai kembali kepada Allah, segalanya mulai
berubah. Sejak hari ke-24 bulan ke-9 dan seterusnya, ketika bangsa itu telah
meletakkan dasar Bait Suci, ketika mereka telah mengambil beberapa langkah
pertama untuk mentaati Allah, Allah segera memberkati mereka. Allah sangat
ingin memberkati umat-Nya; Dia tidak menundanya hingga seluruh pekerjaan itu
selesai baru mencurahkan berkat-Nya kepada umat. Oleh karena itu, setiap hari,
ketika kita meninggalkan kejahatan, kebiasaan buruk dan mulai membangun
kembali bait rohani kita, Allah akan mencurahkan berkat-berkat-Nya; akan
menjadi hari ke-24 bulan ke-9 bagi kita.
e. Pesan yang kelima (Hag. 2:20-23)
Pada hari yang sama, pesan yang kelima datang kepada Hagai, yang ditujukan
kepada Zerubabel bahwa Allah akan tinggal bersamanya dan dia akan
berhasil dalam membangun kembali Bait Suci. Zerubabel pun dipilih menjadi
cincin meterai Allah. Cincin meterai dipergunakan oleh sebuah kerajaan untuk
menunjukkan tanda tangan raja atau sebuah kesepakatan. Meterai mewakili
raja sendiri. Demikian pula, Zerubabel dipilih untuk mewakili Allah. Dia memiliki
kekuasaan, otoritas dan dipilih Allah untuk menyelesaikan tugas itu. Hari ini,
Allah telah menjadikan kita masing-masing sebagai cincin meterai-Nya dan Dia
telah memberikan Roh Kudus sebagai meterai (Ef. 1:13; 4:30). Oleh karena itu,
kita haruslah menghargai status mulia ini. Dalam Yeremia 22:24, Konya, raja
Yehuda, merupakan cincin meterai tangan kanan Allah, tetapi karena dia bersalah
kepada-Nya, Allah melepaskan cincin itu dari jarinya. Biarlah kita dengan setia
menunjukkan rupa Kristus di dalam segala perkataan dan perbuatan kita.
Bagian # 2 – Kitab Zakharia
A. Ikhtisar Umum
a. Penulis
Penulis kitab ini adalah Zakharia sendiri, yang berarti Yehowah dimuliakan
kembali atau Yahwe masih mengingatnya. Nama ‘Zakharai’ merupakan salah
satu nama yang terkenal di dalam Perjanjian Lama, yang minimal disebutkan
sebanyak 29 kali oleh tokoh-tokoh yang berada di Perjanjian Lama.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 143
Zakharia dijelaskan dalam Zakharia 1:1 sebagai putra dari Berekhya dan dalam
Ezra 5:1 dan 6:14 sebagai putra dari Ido. Sesungguhnya, Ido merupakan kakak
dari Zakharia yang berada di tengah para imam dan orang Lewi yang kembali
ke Palestina bersama dengan Zerubabel dari Babel (Neh. 12:1-7,16). Zakharia
dipanggil menjadi seorang nabi pada tahun kedua dari pemerintahan Raja Darius
(tahun 520 SM). Pada tahun yang sama, rekan sezamannya, Hagai, dipanggil
pula menjadi seorang nabi. Sementara Hagai mulai melayani pada bulan ke-6,
Zakharia dipanggil pada bulan ke-8 dan melayani hingga bulan 9 tahun ke-4 dari
pemerintahan Raja Darius (Zak. 7:1).
b. Waktu Penulisan
Kitab Zakharia terdiri dari dua bagian yang berbeda. Bagian pertama adalah dari
pasal 1-8, yang ditulis dari tahun 520-518 SM. Bagian kedua adalah dari pasal
9-14, yang ditulis 40 tahun kemudian, kira-kira pada tahun 480 SM.
c. Tema
Zakharia merupakan salah satu dari tiga nabi setelah masa pembuangan,
bersamaan dengan Hagai dan Malaekhi, yang melayani sisa orang Yahudi yang
kembali ke Yehuda untuk membangun Bait Suci dan bangsa mereka. Seperti
Hagai, Zakharia pun memotivasi umat untuk menyelesaikan pembangunan
kembali Bait Suci, tetapi pesannya melampaui penyelesaian tembok-tembok
secara fisik dan persoalan yang terjadi saat itu. Melalui delapan penglihatan,
empat pesan dan dua nubuatan, Zakharia menggambarkan rencana masa
depan Allah kepada umat perjanjian-Nya. Delapan pasal pertama dituliskan
untuk memotivasi umat saat membangun kembali Bait Suci. Enam pasal terakhir
dituliskan setelah selesainya Bait Suci untuk mengantisipasi kedatangan Mesias.
Enam pasal terakhir tidak secara jelas menyebutkan bagaimana situasi sejarah
dalam kehidupan nabi, tetapi justru menyebutkan penantian pada kejadian-
kejadian menjelang dan datangnya Mesias.
B. Pengajaran dari Kitab Zakharia – Delapan Penglihatan Zakharia
a. Kuda-kuda di tengah pohon-pohon murad
Dalam penglihatan pertama ini, Zakharia melihat seseorang yang menunggang
kuda berwarna merah sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam
jurang (Zak. 1:8-11). Dalam penglihatan itu, ada pula kuda-kuda yang berwarna
merah, merah jambu dan putih, yang diutus untuk menjelajahi bumi. Ketika
kembali, mereka memberitahu malaikat Tuhan yang berdiri di antara pepohonan
itu bahwa dunia tenang dan aman. Saat itu, umat telah ditawan selama 70 tahun
dan telah kembali untuk membangun Bait Suci. Pekerjaan itu terhenti selama 15
tahun dan perhatian mereka beralih pada urusan-urusan mereka sendiri. Dalam
penglihatan ini, Allah menghibur dan meyakinkan umat-Nya bahwa Dia masih
berada di tengah-tengah mereka. Melalui laporan dari para pembawa pesan,
Alalh mengingatkan orang-orang Israel bahwa ini merupakan kesempatan
untuk memulai kembali pekerjaan membangun Bait Suci saat memperoleh
perlindungan dari Raja Koresy dari Persia dan saat negeri itu dalam keadaan
tenang dan aman. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kita haruslah bekerja
selama hari masih siang, ketika memiliki kesempatan, karena ketika malam tiba,
tidak seorangpun dapat bekerja (Yoh. 9:4).
144 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
b. Empat binatang bertanduk dan empat tukang besi
Dalam penglihatan ini, Zakharia melihat empat binatang bertanduk, yang
kemudian diambil alih oleh 4 tukang besi (Zak. 1:18-21). Dalam Alkitab, tanduk
melambangkan kekuatan dan kekuasaan (1 Raj. 22:11; Mzm. 75:5-6,11; Dan. 7:24;
Luk. 1:69). Tanduk-tanduk ini telah menyerakkan Yehuda, Israel dan Yerusalem.
Empat penguasa dunia (empat tanduk), yang menindas dan menyerakkan
Yehuda dan Israel adalah Asyur (Yer. 50:17), Babel, Media Persia dan Yunani.
Bagaimanapun, setelah empat tanduk itu, muncullah empat tukang besi yang
akan mengejutkan dan menghempaskan mereka. Tukang besi merujuk pada
para penguasa dunia yang muncul untuk menghancurkan orang-orang yang
telah menganiaya mereka, yaitu Babel, Media Persia, Yunani dan Romawi (Dan.
2:36-41). Tuhan Yesus pun mengingatkan penglihatan ini kepada umat Israel
dan kita bahwa tidak peduli betapa kuatnya sebuah kerajaan kelihatannya,
tetapi pada akhirnya akan dihancurkan, karena Allahlah yang mengendalikan
sejarah manusia.
c. Seorang yang memegang tali pengukur
Dalam penglihatan ketiga ini, seorang yang memegang tali pengukur memberitahu
Zakharia bahwa dirinyalah yang akan mengukur Yerusalem (Zak. 2:1-5). Tali
pengukur adalah sebuah alat yang digunakan pada konstruksi suatu bangunan.
Melalui penglihatan ini, Allah memberitahu umat Israel bahwa Dialah yang akan
membangun dan memulihkan kembali Yerusalem. Yerusalem akan menjadi
sebuah kota yang diberkati dengan banyak penduduknya, yang akan menjadi
sebuah kota tanpa tembok nantinya. Sesungguhnya, Yerusalem saat itu hanyalah
sebuah komunitas kecil yang terdiri dari 40.000 orang yang kembali dari Babel
(Neh. 7:4). Tetapi, Allah menjanjikan umat bahwa bila mereka senantiasa berada
di dalam firman-Nya, Dia akan membuat penghuni kota itu menjadi makmur dan
sejahtera. Akan terdapat kedamaian, kebebasan, kemuliaan dan Allah akan
menjadi tembok berapi untuk melindungi kota itu. Pernyataan ini dianggap pula
sebagai undangan bagi para tawanan yang memutuskan untuk tetap tinggal di
Babel. Allah ingin mereka melihat masa depan Yerusalem dan mengundang
mereka untuk kembali dan berpartisipasi dalam pekerjaan membangun Bait
Suci. Penglihatan ini merujuk pula pada penyertaan dan berkat Allah atas gereja
sejati pada zaman akhir. Allah akan membuka pintu anugerah dan banyak yang
akan menjadi kawanan domba-Nya.
d. Imam Besar Yosua
Dalam penglihatan ini, Imam Besar Yosua memakai pakaian kotor yang sedang
didakwa oleh Iblis (Zak. 3:1-5). Imam besar Yosua adalah seorang yang kembali
ke Israel bersama dengan Zerubabel pada waktu kepulangan yang pertama (Ezr.
2:2; 3:2). Selama penawanan di Babel, keimaman tidaklah diperlukan lagi, tetapi
setelah kembali ke Israel, keimaman dan ibadah keagamaan diadakan lagi. Dalam
penglihatan ini, Yosua memakai pakaian kotor, bukanlah pakaian seorang imam
besar yang kudus. Pakaian dalam Alkitab melambangkan perilaku dan perbuatan
kita (Yes. 64:6; Why. 19:8). Karena Imam Besar Yosua melambangkan bangsa
Israel, Allah memakai penglihatan itu untuk mengingatkan umat bahwa mereka
masih memakai pakaian yang kotor, yaitu dosa-dosa mereka ketika melayani
Allah. Iblis menggunakan kesempatan ini untuk mendakwa dan melawan kita.
Sebagai umat pilihan Allah dan imamat yang rajani, perbuatan kita haruslah
kudus. Kita haruslah melepaskan pakaian kotor dan mengenakan serban tahir
dan pakaian yang bersih (Zak. 3:1-6), yaitu Kristus sendiri (Gal. 3:27).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 145
Kita haruslah melayani Allah dengan hati yang bersih dan berjaga-jaga, agar
tidak memberikan tempat berpijak kepada Iblis (Ef. 4:27).
e. Kandil emas dan dua pohon zaitun
Dalam penglihatan ini, Zakharia melihat kandil yang terbuat dari emas murni
dengan tempat minyak di bagian atasnya (Zak. 4:1-14). Kandil itu ada tujuh
pelita dan tujuh corot pada masing-masing pelita yang berada di bagian atasnya.
Dalam Perjanjian Lama, kandil melambangkan umat Israel dan sesungguhnya,
kandil itu dibuat dari emas murni, yang memberitahukan bahwa mereka begitu
berharga di hadirat Allah. Di setiap sisi tempat minyak, ada dua pohon zaitun
yang merujuk pada dua orang yang diurapi Allah, yaitu Zerubabel dan Imam
Besar Yosua. Orang-orang ini diangkat Allah untuk memimpin pembangunan
kembali Bait Suci. Bagaimanapun, penglihatan ini ditujukan khususnya kepada
Zerubabel. Zerubabel adalah seorang bupati Yehuda pada zaman Zakharia dan
dia bertanggung jawab untuk mengatur pembangunan kembali Bait Suci. Pesan
Allah kepada Zerubabel adalah bahwa dia janganlah mengandalkan kehebatan
atau kekuatan, tetapi pada Roh Allah.
Saat Raja Salomo membangun Bait Suci yang pertama, dia menggunakan
kekuatan yang besar; dia menggunakan 30.000 pekerja rodi; 70.000 kuli;
80.000 tukang pahat dan 3.300 mandur. Seluruhnya Salomo mempekerjakan
180.000 orang (belum terhitung mandur) untuk pekerjaan pembangunan Bait
Suci. Berbeda dengannya, Zerubabel hanya memiliki 50.000 orang, termasuk
orang tua dan bayi. Sekalipun keuangan kurang memadai, tenaga kerja sedikit
dan ada serangan dari musuh, Allah berjanji untuk tetap menyertai mereka.
Bahkan bila ada rintangan sebesar gunungpun, Allah akan meratakannya di
hadapan mereka. Demikian pula, sekalipun kekurangan orang yang kaya, yang
berpendidikan tinggi atau yang berpengaruh di dalam gereja kita sekarang,
tetapi pekerjaan itupun akan dapat berhasil dengan baik. Allah mengingatkan
agar kita jangan mengandalkan ambisi, kepemimpinan atau rencana organisasi
untuk membangun gereja, selain pada Roh Kudus, yang akan dicurahkan tanpa
batas.
f. Gulungan kitab yang terbang
Dalam penglihatan yang ke-6, Zakharia melihat gulungan kitab yang terbang
(Zak. 5:1-4). Gulungan kitab itu panjangnya 20 hasta dan lebarnya 10 hasta.
Gulungan kitab melambangkan penghakiman dan dakwaanAllah. Sesungguhnya,
gulungan yang terbang itu memberitahukan bahwa penghakiman Allah akan
segera tercurah atas orang-orang berdosa. Ukuran gulungan kitab yang lebih
panjang daripada gulungan kitab biasa, memberitahukan bahwa banyak orang
yang telah berbuat dosa (Why. 14:6-7). Gulungan kitab itu akan masuk ke rumah-
rumah orang yang mencuri dan bersumpah palsu. Orang-orang yang mencuri
merujuk pada orang-orang yang telah berdosa melalui perbuatan mereka dan
yang telah berdusta adalah orang-orang yang telah berdosa melalui perkataan
mereka. Selama pembangunan Bait Suci, umat haruslah memeriksa perilaku
mereka, bila tidak, dosa-dosa mereka akan mempengaruhi pekerjaan tangan
mereka dan bukannya menerima berkat Allah, tetapi sebaliknya, mereka akan
membangkitkan murka-Nya.
g. Perempuan di dalam gantang
Dalam penglihatan yang ke-7, Zakharia melihat seorang perempuan sedang
duduk di dalam gantang yang ditutupi oleh batu timah (Zak. 5:5-11).
146 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Lalu, Zakharia melihat dua perempuan yang bersayap seperti burung ranggung
membawa gantang itu ke negeri Sinear, tempat mereka akan mendirikan rumah
baginya dan menempatkannya di sana. Gantang merupakan satuan pengukur
untuk elemen-elemen fisik seperti bulir gandum. Tetapi di sini, gantang digunakan
untuk mengukur kesalahan dari seluruh negeri. Perempuan yang duduk di
dalam gantang melambangkan segala kejahatan dan dosa Israel. Batu timah
berat yang dibantingkan ke mulut gantang, tempat perempuan itu duduk berarti
dosa tidak akan terjadi lagi, karena Allahlah yang menghakimi. Dua perempuan
dengan sayap burung ranggung melambangkan dua bangsa yang jahat. Dalam
Perjanjian Lama, burung ranggung dianggap binatang yang tidak kudus (Im.
11:19), sehingga dua perempuan ini melambangkan Asyur dan Babel, negeri
yang kafir dan jahat. Asyur dan Babel membawa Israel dan Yehuda ke Babel dan
tinggal selama 70 tahun. Melalui penglihatan ini, Allah mengingatkan umat Israel
bahwa penawanan itu untuk membersihkan umat dari pemberontakan mereka.
Setelah kembali ke tanah suci, mereka haruslah meninggalkan jalan yang lama
dan menjalani hidup yang kudus dan menyelesaikan pembangunan Bait Suci.
h. Empat kuda dan empat kereta
Dalam penglihatan ke-8 dan yang terakhir, Zakharia menyaksikan empat
kereta keluar dari dua gunung tembaga (Zak. 6:1-8). Kereta pertama ditarik
oleh kuda berwarna merah, yang kedua ditarik oleh kuda berwarna hitam,
yang ketiga ditarik oleh kuda berwarna putih dan yang keempat ditarik oleh
kuda yang berbelang-belang dan berloreng-loreng. Tembaga di dalam Alkitab
melambangkan kekuatan, kekuasaan dan penghakiman (Why. 1:15; 2:18; Mzm.
60:14; Luk. 10:19). Gunung-gunung melambangkan benda yang tidak dapat
bergerak dan berubah. Gunung dari tembaga merujuk pada kehendak dan
penghakiman Allah yang tidak tergoyahkan. Ketika kuda-kuda muncul, mereka
pergi ke arah tertentu. Kereta dengan kuda hitam pergi ke Tanah Utara, kuda
putih mengikutinya dan kuda berbelang-belang dan berloreng-loreng pergi ke
Tanah Selatan. Empat kuda dengan warna yang berbeda melambangkan para
pembawa pesan Allah yang diutus untuk melakukan kehendak-Nya di dalam
sejarah. Sesungguhnya, mereka adalah para penguasa dunia yang memerintah
di dalam sejarah. Pada saat ini, kuda merah tidaklah disebut lagi, sebab pada
zaman Zakharia, bangsa Babel (kuda merah) telah dikalahkan oleh bangsa
Persia dan tidak ada lagi. Kuda hitam dan kuda putih (Media diikuti dengan
Persia) pergi ke sebelah utara yang berarti mereka sedang menghadapi Babel.
Melalui sejarah, kita belajar bahwa Babel menerima hukuman mereka di tangan
bangsa Media Persia. Kuda berbelang-belang dan berloreng-loreng menghadap
ke Tanah Selatan (Mesir) dan sedang menjelajah dunia. Kuda berbelang-belang
dan berloreng-loreng melambangkan Kerajaan Yunani di bawah pemerintahan
Alexander Agung. Dalam penglihatan ini, Allah mengatakan bahwa orang-orang
yang pergi ke Tanah Utara telah menentramkan Roh-Ku (Zak. 6:8). Mengapa
Media Persia menghibur hati Allah? Karena Raja Koresy dan Raja Darius telah
mengizinkan para tawanan, yaitu umat Israel pulang dan membangun kembali
Bait Suci.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 147
Bagian # 3 – Kitab Maleakhi
A. Ikhtisar Umum
a. Penulis
Penulis kitab ini adalah Nabi Maleakhi sendiri, yang berarti pembawa pesan-Ku
atau malaikat. Maleakhi adalah nabi Perjanjian Lama yang terakhir, sekaligus
penulis kitab terakhir dari Perjanjian Lama. Tidak ada yang mengetahui perihal
dirinya lagi yang terdapat di dalam kitab nubuatnya.
b. Waktu Penulisan
Diyakini bahwa Maleakhi melayani sebagai seorang nabi kira-kira 50 tahun
lamanya setelah Nabi Hagai dan Nabi Zakharia, antara tahun 434 dan 415
SM. Dia mungkin sezaman dengan Nehemia yang melayani selama reformasi
kepercayaan.
c. Tema
Melalui motivasi dari Hagai dan Zakharia, umat tergerak kembali untuk
menyelesaikan pembangunan Bait Suci. Selanjutnya adalah periode pembaruan
kembali iman dan penyembahan. Kemakmuran dan kemerdekaan telah kembali.
Tetapi, setelah hampir seabad berlalu, angkatan baru dari orang Yahudi tampak
mengalami kemerosotan dalam semangat takut akan Allah. Datangnya berkat
menjadi sebuah reaksi yang aneh; rasa memerlukan Allah telah menjadi surut.
Allah diabaikan, bahkan dikecewakan. Banyak dosa yang telah mengakibatkan
kejatuhan Yerusalem pada tahun 586 SM, saat Nehemia telah berusaha
keras untuk mereformasi, yang masih dilakukan di Yehuda; kemunafikan,
ketidaksetiaan, kawin campur, perceraian dan tidak memegang Sabat serta
memberikan perpuluhan. Maleakhi menghadapi orang-orang munafik dan dosa-
dosa mereka dengan menggambarkan dialog antara Allah yang benar dengan
umat-Nya yang keras hati.
B. Pengajaran dari Kitab Malaekhi – Dialog antara Allah dan Umat-Nya
Dengan menggunakan serangkaian pertanyaan, Maleakhi menunjukkan
pesan penghakiman Allah dan peringatan kepada orang-orang Yahudi.
a. Pertanyaan pertama – “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu
berkata: Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” (Mal. 1:2-5).
Sepanjang sejarah umat pilihan, Allah tidak henti-hentinya menyatakan kasih-
Nya kepada mereka. Dia memimpin umat keluar dari negeri perbudakan;
memberikan tanah perjanjian sebagai milik pusaka; membangkitkan para hakim
dan nabi untuk mengajar dan memperingatkan saat umat menyimpang, bahkan
saat ditawan; membawa kembali ke negeri asal mereka. Sekalipun demikian,
umat masih bertanya kepada Allah, “Dengan cara bagaimanakah Engkau
mengasihi kami?” Allah menjawab dengan kasih yang dinyatakan dalam pilihan-
Nya. Sebagai ganti dari memilih Esau, yang adalah anak sulung dan pewaris
yang sesungguhnya, Allah justru memilih Yakub untuk menjadi seseorang yang
melalui dirinya, umat Israel dan Mesias akan muncul. Allah pun menyingkapkan
nasib dari orang-orang yang tidak dipilih-Nya: “Aku membuat pegunungannya
menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
148 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Murka Allah akan turun atas orang-orang yang tidak dipilih-Nya, karena dosa-
dosa mereka. Ketika kita meragukan kasih Allah dan bertanya, “Dengan cara
bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” Ingatlah akan perkataan dari kitab 1
Yohanes: “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,
sehingga kita disebut anak-anak Allah” (1 Yoh. 3:1; 4:9-10).
b. Pertanyaan kedua – “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba
menghormati tuannya…di manakah takut yang kepada-Ku itu?...kepada kamu,
hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: Dengan cara
bagaimanakah kami menghina nama-Mu?” (Mal. 1:6-14)
Seluruh peribadahan di Bait Suci telah dipulihkan. Sekarang, nabi mengarahkan
dakwaannya kepada para imam.Tugas dari para imam adalah mempersembahkan
korban-korban, mengajarkan hukum-hukum Allah dan memberkati umat. Menurut
hukum Taurat, binatang yang cacat tidaklah boleh dipersembahkan sebagai
korban persembahan (Im. 22:17-33), tetapi para imam berbuat kesalahan
dengan mempersembahkan binatang yang timpang, yang buta dan yang sakit
kepada Allah; mereka tidak menyeleksi binatang-binatang yang dibawa oleh
umat. Sebaliknya, mereka justru menerima apapun yang dipersembahkan. Oleh
karena Allah menegur para imam dan umat dengan mengatakan bahwa orang-
orang kafir saja meninggikan nama Allah dan memberikan Dia yang terbaik, tetapi
umat Israel justru telah memberikan Allah dengan barang-barang yang murah,
yang tidak baik dan yang ditolak oleh-Nya. Allah tidak menyukai semuanya itu.
Ini adalah pengingat yang baik bahwa kita harus memberikan milik yang terbaik
kepada Allah. Bila kita hanya memberikan Allah, waktu, uang dan tenaga yang
sisa, kita mengulangi dosa yang serupa seperti para penyembah ini.
c. Pertanyaan ketiga – “Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan
tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan
dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: Oleh
karena apa?” (Mal. 2:13-16)
Pada zaman itu, umat menanyakan alasan Allah menolak persembahan mereka.
Allah memberitahukan bahwa itu karena mereka telah menikahi perempuan kafir,
menyiksa dan menceraikan istri. Mereka telah mengabaikan ikatan suami istri
dan maksud Allah bagi mereka adalah untuk mendidik anak-anak yang saleh.
Melalui jawaban Allah, mereka diingatkan bahwa persoalan-persoalan dalam
pernikahan tidaklah dapat diselesaikan dengan cara duniawi, tetapi haruslah
dengan menghormati kekudusan dan kelanggengan pernikahan itu sendiri.
d. Pertanyaan keempat – “Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi
kamu berkata: Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?” (Mal. 2:17)
Selama penderitaan dan penindasan, iman umat kepada Allah melemah,
terutama saat tidak melihat keadilan dan kelepasan dari Allah. Mereka mulai
memutarbalikkan kebenaran Allah dengan menyatakan hal-hal yang palsu
bahwa Allah berkenan terhadap orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka
mempertanyakan keadilan Allah saat mengamati bagaimana orang jahat seolah-
olah tidak dihukum, tetapi malah diberkati. Allah merasa lelah, karena penolakan
dan kegagalan umat dalam memahami Dia. Saat Allah terdiam, kita haruslah
menantikan Allah dan percaya bahwa Dia tidak akan pernah berperilaku yang
bertentangan dengan sifat-Nya sendiri.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 149
e. Pertanyaan kelima – “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali
kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: Dengan cara
bagaimanakah kami harus kembali? Bolehkah manusia menipu Allah? Namun
kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: Dengan cara bagaimanakah kami
menipu Engkau?” (Mal. 3:6-12)
Maleakhi menasihati umat, karena tidak lagi memberikan perpuluhan. Sistem
persembahan perpuluhan atas tanah dan harta dari seseorang merupakan
salah satu sistem persembahan yang mulai diberlakukan pada zaman Musa.
Perpuluhan dipakai untuk mendukung kehidupan dari suku Lewi, yang
mengabdikan hidup mereka untuk melayani Tuhan. Sayangnya, selama zaman
Maleakhi, umat menahan perpuluhan mereka sehingga suku Lewi terpaksa
bekerja untuk mencari nafkah. Allah menunjukkan bahwa dengan menahan
perpuluhan, umat sedang merampok apa yang menjadi milik Allah (Im. 27:30-
34; Bil. 18:21; Ul. 14:27) dan sebagai akibatnya, Allah mengutuk negeri dan
umat dengan belalang (Mal. 3:11). Tetapi bila umat berbalik kepada Allah dengan
mempersembahkan perpuluhan, Dia akan membukakan tingkap-tingkap langit
dan mencurahkan berkat yang berlimpah. Janji ini berlaku bagi kita ketika
mempersembahkan bagian pertama dari penghasilan kita kepada Allah dan
untuk menyediakan kebutuhan gereja.
f. Pertanyaan keenam – “Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN.
Tetapi kamu berkata: Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?”
(Mal. 3:13-15)
Beberapa ayat ini menyatakan sikap bangsa itu terhadap Allah. Saat melihat
para pelaku kejahatan hidup makmur dan menjadi sombong karena diberkati,
mereka bertanya, “Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus
dilakukan terhadap-Nya?” Tuhan mengingatkan bahwa umat tidak perlu merasa
iri hati terhadap orang-orang jahat karena pada Hari Penghakiman, Allah akan
mengingat dan menyelamatkan orang-orang yang menghormati dan melayani-
Nya.
Menguji Pemahaman
1. Sikap apakah yang kita harus miliki ketika melakukan pekerjaan Allah?
2. Mengapa umat Israel mengalami kerugian di dalam hidup mereka, sekalipun
telah berusaha keras?
3. Pernahkah kita melihat ‘kelaparan’ atau kegagalan hidup, sekalipun kita telah
berusaha?
150 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Penerapan Kehidupan
Bekerja untuk Yesus
Sekalipun Hagai merupakan seorang nabi yang melayani untuk waktu
yang paling singkat dari semua nabi (3 bulan 24 hari), tetapi dia berhasil dalam
pelayanannya. Hagai berjalan di jalan-jalan dan lorong-lorong Yerusalem, menasihati
umat untuk menyusun ulang prioritas mereka dan kembali melakukan pekerjaan Allah.
Kesetiaan dan semangat Hagai merupakan pemicu bagi umat untuk menyelesaikan
pekerjaan pembangunan Bait Suci. Sekalipun Hagai merupakan seorang hamba
yang setia, tetapi umat pilihan cenderung mempercantik rumah mereka sendiri dan
mengabaikan pekerjaan Allah. Dua bagian ini dapat melambangkan dua sikap yang
berbeda dalam melakukan pekerjaan gereja. Dalam aktivitas berikut, lihatlah ayat-
ayat Alkitab yang diberikan, lalu bahas dan periksalah sikap kita dalam melakukan
pekerjaan Allah.
1. Bacalah Hagai 1:2-4
Nabi Hagai menegur umat, karena mereka mencari alasan dengan mengatakan
bahwa waktunya belum tiba untuk membangun kembali Bait Suci. Sikap apakah
yang kita harus miliki terhadap pekerjaan gereja? Apakah reaksi langsung kita
ketika dimintai pertolongan?
2. Bacalah Hagai 1:6-9
Umat mengharapkan lebih, tetapi menerima kurang daripada yang diharapkan.
Apakah yang umat Kristen dapat lakukan agar diberkati?
3. Bacalah Hagai 2:4
Tuhan memotivasi umat, agar bersemangat dan menyelesaikan pekerjaan
pembangunan Bait-Nya. Allah menjanjikan bahwa Dia akan menyertai mereka
dan tidak ada yang terlalu sulit bagi mereka. Bagikan pengalaman kalian dalam
hal ini.
4. Bacalah Hagai 2:9
Kemuliaan Bait Suci yang kedua akan lebih besar daripada yang pertama.
Renungkan keadaan gereja sekarang bila membandingkannya dengan janji
Allah. Apakah pendapat kalian?
Jawaban bagi referensi guru:
1. Umat berfokus pada kekuatan pribadi dalam mebangun rumah dan kebun buah
mereka. Mereka memakai banyak alasan untuk mengesampingkan pekerjaan
pembangunan kembali Bait Suci. Kita tidak boleh mencari alasan dengan
berkata, “Waktunya belum tiba untuk melakukan pekerjaan Allah.” Oleh sebab
kita fokus pada ‘pembangunan rumah-rumah pribadi’, Bait Sucipun masih dalam
reruntuhan. Kiranya Allah membantu mengatasi rasa mementingkan diri dan
memungkinkan kita memahami bahwa pekerjaan kita bagi Tuhan tidaklah akan
sia-sia (1 Kor. 15:58).
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 151
2. Umat kurang bersemangat dalam melakukan pekerjaan Allah. Dari luar,
tampaknya dapat menikmati banyak kesenangan, tetapi sesungguhnya, mereka
mengalami kerugian yang besar. Matius 6:33 mengingatkan bahwa kita haruslah
mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya terlebih dahulu. Bila kita mencari
perkara-perkara Allah dan mentaati perintah-Nya, Allah akan memberkati kita.
3. Mazmur 127:1 mengingatkan bahwa orang-orang yang membangun dan
mengawal kota hanya dapat melakukannya, bila Allah tinggal bersama dengan
mereka. Saat hamba Elisa melihat tentara Aram mengelilingi mereka, dia menjadi
takut. Tetapi saat memandang ke arah gunung-gunung yang dikelilingi oleh
tentara dan kereta perang Allah, rasa takutnya hilang, karena dia menyaksikan
adanya penyertaan Allah. Hari ini, kita hanya perlu diteguhkan dalam kuasa
Allah ketika melayani Dia, karena Allah akan menyertai kita.
4. Hari ini, ketika melihat keadaan gereja, mereka kehilangan pengharapan.
Saat umat kehilangan pengharapan, mereka kehilangan pula tekad semula,
iman, bahkan semangat untuk meneruskan pekerjaan Allah. Perubahan ini
akan mempengaruhi pekerjaan kudus. Tetapi, kita justru harus memohon agar
Allah memberikan hati yang tenang untuk memohon pimpinan Roh Kudus dan
diperbarui dalam kekuatan dan keberanian. Kita hanya perlu melakukan bagian
kita dan menyerahkan yang selebihnya kepada Allah.
Renungan dan Doa
Ketika melakukan pekerjaan kudus, marilah kita senantiasa mengintrospeksi
diri, sehingga pekerjaan kita diperkenan oleh-Nya. Pula marilah kita mencari Tuhan,
memohon pimpinan dan kekuatan ketika melakukan pekerjaan-Nya.
152 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
13pelajaran
Ulasan
Sasaran Pelajaran
1. Memungkinkan murid-murid memperoleh ikhtisar umum perihal nabi-
nabi besar dan nabi-nabi kecil
2. Memahami peranan nabi dalam sejarah bangsa Israel
3. Menyadari tugas besar yang berada di pundak tiap-tiap nabi dalam
memberitakan firman Allah kepada bangsa yang tegar tengkuk
Ulasan
Memutar Roda
Membuat Roda:
1. Gunakan selembar karton ukuran besar.
2. Gambarlah sebuah lingkaran besar. Mungkin kalian boleh menggunting
stereoform dan menempelkannya di karton itu, agar lebih kuat.
3. Bagilah lingkaran itu dalam kategori berikut, seperti kue pie. Warnailah tiap-tiap
kategori dengan warna yang berbeda.
Kategori:
a. Putar lagi
b. Tidak mendapat giliran
c. Siapakah aku
d. Kata-kata terkenal
e. Arti nama
f. Pelajaran 1-12
4. Guntinglah sebuah anak panah besar dengan menggunakan sisa karton. Anak
panah ini haruslah keras, sehingga dapat diputar dengan mudah.
5. Gunakan paku payung untuk memasang anak panah ke roda. Atau boleh pula,
kalian memutarnya dengan menggunakan sebuah botol kosong yang kecil.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 153
6. Aturan permainan:
Bagilah murid-murid ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 2-3
orang. Putarlah anak panah secara bergiliran. Setiap jawaban yang benar
akan mendapat satu angka. Setiap jawaban yang salah akan dikurangi satu
angka. Setiap pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh suatu kelompok akan
dilemparkan ke kelompok berikutnya untuk mendapat angka bonus. Pada akhir
permainan, hitunglah angka yang diperoleh setiap kelompok. Kelompok yang
menang akan memperoleh kenang-kenangan atau hadiah kecil.
Kata-kata Terkenal
1. Nabi manakah yang menanggapi panggilan Allah dengan berkata: “Celakalah
aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir dan aku tinggal di
tengah-tengah bangsa yang najis bibir.”
a. Yehezkiel
b. Daniel
c. Yesaya
d. Hosea
(Jawaban: c)
2. Nabi manakah yang berkata, “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu
apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu, selain berlaku
adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”
(Jawaban: Mikha)
3. Nabi manakah yang mengucapkan perkataan yang luar biasa mengenai iman
saat mengalami ketidakadilan: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon
anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-
ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari
kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-
sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
a. Yesaya
b. Yoel
c. Yeremia
d. Habakuk
(Jawaban: d)
4. Nabi manakah yang menanggapi panggilan Allah dengan berkata, “Aku tidak
tahu bagaimana cara berbicara karena aku masih muda.”
a. Amos
b. Yesaya
c. Yeremia
d. Yehezkiel
(Jawaban: c)
5. Nabi manakah yang menyampaikan perkataan ini kepada umat, “Bawalah
seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,
supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN
semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit
dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
(Jawaban: Maleakhi)
154 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
6. Nabi manakah yang mengucapkan perkataan berikut kepada Bupati Zerubabel
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan
roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”
(Jawaban: Zakharia)
7. Kitab manakah yang mencatatkan nubuat ini: “Adapun Rumah ini, kemegahannya
yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula.”
(Jawaban: Hagai)
8. Pepatah ini beredar di antara umat pada zaman nabi ini: “Ayah-ayah makan
buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?”
(Jawaban: Yehezkiel)
9. Siapakah yang berkata: “Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil
sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak
sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas dan orang
yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi
yang berlubang!”
(Jawaban: Hagai)
Arti Nama
1. Apakah arti nama dari Yesaya? (Keselamatan adalah dari Tuhan)
2. Apakah arti nama dari Zakharia? (Yehowah dimuliakan kembali)
3. Apakah arti nama dari Malaekhi? (Pembawa pesan-Ku atau malaikat)
4. Apakah arti nama dari Yunus? (Burung Merpati)
5. Apakah arti nama dari Hagai? (Yang merayakan)
6. Apakah arti nama dari Nahum? (menghibur atau penghiburan)
7. Apakah arti nama dari Zefanya? (Orang yang Allah sembunyikan)
8. Apakah arti nama dari Habakuk? (Pemeluk)
9. Apakah arti nama dari Daniel? (Allah adalah hakimku)
Siapakah Aku?
1. Aku adalah orang pertama yang dipanggil menjadi seorang nabi di dalam Alkitab.
(Abraham)
2. Aku dibawa ke Babel pada usia 25 tahun, saat penyerangan Babel yang kedua
atas Yehuda. Lima tahun kemudian, Allah memanggilku untuk menjadi seorang
nabi pada usia 30 tahun. (Yehezkiel)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 155
3. Nabi manakah yang memiliki profesi sebagai seorang gembala dan pemungut
buah ara hutan?
a. Hosea
b. Obaja
c. Amos
d. Nahum
(Jawaban: c)
4. Aku berasal dari Yehuda, tetapi diutus ke kerajaan utara, Israel, untuk
memberitakan penghakiman kepada orang-orang kaya. (Amos)
5. Amanatku adalah untuk mencabut, merobohkan, membinasakan, meruntuhkan
dan untuk membangun dan menanam. (Yeremia)
6. Dari semua nabi, aku melayani paling singkat – kurang dari empat bulan
lamanya. (Hagai)
7. Seratus tahun yang lalu, nabi lain bernubuat pula perihal penghakiman Allah
untuk bangsa asing ini. Lalu, mereka bertobat, sayangnya, mereka berbuat dosa
lagi. (Nahum)
8. Aku dipanggil Allah untuk menjadi seorang nabi sejak dalam kandungan ibuku.
(Yeremia)
9. Allah menunjukkan kepadaku penglihatan berupa tulang-tulang kering yang
bangkit kemudian menjadi suatu tentara yang sangat besar. (Yehezkiel)
10. Aku mengizinkan orang-orang Israel pulang untuk membangun kembali Bait
Suci mereka. (Koresy, raja Persia)
Pelajaran 1
1. Mengapa kitab nabi-nabi besar atau nabi-nabi kecil dikelompokkan demikian?
(Kitab-kitab ini dikelompokkan berdasarkan pada singkat atau padatnya isi pesan
yang disampaikan nabi dan bukannya pada penting atau tidaknya pekerjaan
nabi.)
2. Sebutkan empat kitab nabi besar secara berurutan (Kitab-kitab nabi besar terdiri
dari Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel.)
3. Sebutkan dua belas kitab nabi-nabi kecil secara berurutan (KItab nabi-nabi kecil
terdiri dari Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya,
Hagai, Zakharia dan Maleakhi.)
4. Siapakah nabi sebelum masa pembuangan?
Untuk Israel: Amos, Hosea
Untuk Ninewe: Yunus, Nahum
Untuk Edom: Obaja
Untuk Yehuda: Yoel, Yesaya, Mikha, Zefanya, Yeremia, Habakuk
5. Siapakah nabi setelah pembuangan? (Hagai, Malaekhi, Zakharia.)
156 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
6. Apakah tiga sebutan lain bagi seorang nabi? (Pelihat, penjaga, abdi Allah.)
7. Apakah tujuan mengangkat nabi di dalam Perjanjian Lama? (Menunjukkan
kepada umat Allah perihal pelanggaran dan dosa dari kaum keturunan Yakub;
mengingatkan umat untuk bertobat dan taat kepada Allah; memperingatkan
umat perihal hukuman dan bencana yang segera akan menimpa; menubuatkan
perihal masa depan pribadi dan umat; menyampaikan pesan penghiburan
dan pengampunan, berkat, menjadi perantara bagi orang lain; mengurapi dan
menasihati raja-raja dan memimpin urusan negara dan menubuatkan perihal
kelahiran, penderitaan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Mesias.)
Pelajaran 2
1. Kitab Yesaya seringkali disebut ‘miniatur Alkitab’. Sebutkan beberapa kesamaan
kitab Yesaya dengan Alkitab secara keseluruhan. (Lihatlah pada Pelajaran 2 dan
Pelajaran 3)
2. Dua aspek apakah dari sifat ilahi Allah yang dibahas di dalam kitab Yesaya?
(Kekudusan dan kasih Allah.)
3. Bagaimana Allah memanifestasikan kekudusan-Nya dalam kitab Yesaya?
(Melalui penglihatan akan kemuliaan Allah, penghakiman, pemurnian dan
pengudusan.)
4. Kapankah Yehuda akhirnya dibawa ke Babel? Berapa lamakah? (Pada tahun
586 SM; selama 70 tahun.)
5. Bagaimana cara Allah membuka jalan bagi sisa orang Israel untuk pulang
kembali ke negeri mereka? (Allah mempersiapkan jalan melalui Raja Koresy
dari Persia, yang mengizinkan mereka untuk pulang pada tahun 539 SM.)
6. Siapakah tiga raja atau bangsa non-Yahudi yang merupakan hamba-hamba
Allah, yang dipakai untuk mencapai tujuan-Nya? (Asyur adalah tongkat murka
Allah. Allah memakai Asyur sebagai alat untuk membersihkan Israel dari dosa-
dosa mereka; Babel merupakan alat untuk menghukum Yehuda; Raja Koresy
disebut ‘yang Kuurapi’, karena dialah yang mengizinkan orang Israel pulang.)
Pelajaran 3
1. Siapakah ketiga hamba yang dibahas di dalam kitab Yesaya? (Raja Koresy,
bangsa Israel, Mesias.)
2. Kitab nubuat manakah yang berisi paling banyak nubuatan perihal sifat,
pelayanan, penderitaan dan kematian Mesias? (Kitab Yesaya.)
3. Pasal manakah dalam kitab Yesaya yang menubuatkan penderitaan, kematian
dan penguburan Mesias? (Pasal 53.)
4. Jelaskan maksud dari ungkapan ‘serigala akan tinggal bersama domba’. (Ini
merupakan sebuah gambaran dari Kerajaan Allah, yang rajanya adalah Allah
sendiri dan kasih berlaku di dalamnya. Berbagai watak manusia yang saling
berlawananpun dapat tinggal dengan damai seorang dengan yang lainnya,,
karena terdapat pengenalan akan Allah dan kasih-Nya.)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 157
5. Langit dan bumi yang baru merujuk pada hal apakah? (Hal itu dapat merujuk
pada kerajaan surgawi, gereja sejati ataupun hati kita.)
6. Jelaskan bagaimana langit dan bumi yang baru dapat mengambil tempat di
hati kita. (Melalui Tuhan, kita dilepaskan dari perbudakan dosa dan hati kita
diubahkan dari satu tahap ke tahap berikutnya hingga menjadi langit dan bumi
yang baru.)
Pelajaran 4
1. Negeri manakah yang Obaja beritakan penghakiman? (Edom)
2. Apakah yang Edom banggakan? (Kebanggaan akan milik pusaka, pengetahuan,
orang-orangnya yang hebat dan sekutu mereka.)
3. Wabah besar apakah yang turun atas Israel dalam kitab Yoel?
a. Banjir
b. Belalang
c. Gempa bumi
d. Nyamuk
(Jawaban: b)
4. Yoel membicarakan Hari Tuhan. Ini merujuk pada tiga kejadian penting apakah?
(Hari Tuhan dapat merujuk pada timbulnya wabah belalang; dapat merujuk pada
saat orang-orang Yehuda ditawan; dapat pula merujuk pada kedatangan Tuhan
Yesus yang kedua kalinya.)
5. Dalam kitabnya, Amos mencela ‘lembu-lembu Basan’, karena gaya hidup mereka
yang mewah. Siapakah yang Amos maksudkan? (Perempuan-perempuan Israel
yang kaya disamakan dengan lembu-lembu Basan – manja, berpenampilan
elegan dan diberi makan dengan baik.)
6. Umat melakukan dua dosa besar dalam bidang keagamaan pada zaman Amos.
Apakah itu? (Sebagai ganti dari beribadah di Yerusalem, umat beribadah di pusat-
pusat penyembahan yang tidak ditunjuk oleh Allah. Di sana, mereka menyembah
anak lembu emas. Sekalipun umat menyembah dan mempersembahkan korban
kepada Allah, mereka tetap hidup di dalam dosa.)
Pelajaran 5
1. Lima hal apakah yang Allah lakukan untuk menunjukkan bahwa Dia
mengendalikan kehidupan, elemen dan keadaan dalam kitab Yunus? (Allah
menugaskan badai, ikan, tumbuhan, cacing dan angin yang panas.)
2. Dua alasan apakah yang mungkin mencegah Yunus melakukan tugasnya?
(Yunus merasa enggan memberitakan Injil kepada musuhnya, karena mereka
tidak layak untuk itu. Perasaan patriotisme Yunus terhadap negerinya membuat
dia tidak mau membagikan sukacita Allah kepada orang-orang non-Yahudi.)
3. Dua pelajaran penting apakah yang Allah ajarkan kepada Yunus mengenai
prasangkanya? (Allah menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan Yunus
bahwa Allah bukanlah hanya Allah orang Yahudi, tetapi Allah dari semua orang
yang bertobat dan percaya (Rm. 3:29).
158 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Kadang, kita mengharapkan penghakiman dan kehancuran akan ditimpakan
atas orang-orang berdosa yang kejahatannya harus segera dibalaskan. Tetapi,
Allah adalah lebih pengasih daripada yang kita bayangkan. Dia berbelas kasih
bagi orang-orang berdosa yang ingin kita hakimi.)
4. Dalam kitab Hosea, para pemimpin, imam dan umat telah berbuat dosa terhadap
Allah, karena mereka tidak mengenal Allah dan menolak pengenalan-Nya.
Bagaimana cara bangsa Israel menunjukkan bahwa mereka tidak mengenal
Allah? (Sekalipun bangsa itu mengaku mengenal Allah, tetapi semua perbuatan
mereka jahat; mereka berdusta, membunuh, berzinah dan menyembah berhala.
Sementara melakukan hal yang tidak benar, mereka datang ke Bait Suci
untuk memberikan persembahan kepada Allah. Mereka tidak memahami apa
sesungguhnya yang Allah kehendaki.)
5. Allah adalah Allah yang adil dan pengasih. Karena bangsa Israel menjauh dari
Allah, Allahpun bertekad untuk menghukum dan menghancurkan mereka. Tetapi,
kasih setia dan kemurahan Allah menahan-Nya, sehingga merasa enggan
untuk menghancurkan mereka. Bagaimana Allah memutuskan dikotomi dari
dua sisi sifat-Nya ini di dalam kitab Hosea? (Karena keadilan-Nya, Allah akan
memberikan hukuman. Dalam Hosea 11:5, Allah telah bernubuat bahwa Asyur
akan menyerang negeri itu. Dan pada saat yang sama, karena kasih-Nya yang
kekal, Dia tidak akan menghancurkan seluruh Israel, tetapi akan memulangkan
bangsa itu ke negeri asal mereka setelah 70 tahun penawanan.)
6. Mengapa gunung Tuhan merupakan gunung yang tertinggi dari semua gunung?
(Karena dari Sionlah akan timbul kebenaran, keadilan dan penghakiman Allah.)
Pelajaran 6
1. Zefanya bernubuat untuk orang-orang yang ‘memakai pakaian asing.’ Siapakah
mereka? (Orang-orang yang mengenakan pakaian asing melambangkan mereka
yang menginginkan allah-allah asing, cara-cara yang asing dan yang taat pada
pengajaran asing yang sesat.)
2. “Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat.” Apakah kesalahan dari umat?
(Umat menjadi acuh tak acuh terhadap Allah dan melakukan apa yang mereka
kehendaki. Mereka menjadi puas akan dosa-dosa pribadi dan tidak lagi peduli
akan akibatnya.)
3. Dalam hal apakah kitab Habakuk berbeda dengan kitab-kitab nubuat lainnya?
(Kitab-kitab nubuat lain menyampaikan firman Allah kepada manusia, sementara
kitab Habakuk adalah unik, karena memuat dialog antara Allah dan nabi.)
4. Dua pertanyaan apakah yang diajukan Habakuk kepada Allah? Mengapa Allah
tidak berbuat apa-apa terhadap kejahatan dan ketidakadilan yang terjadi di
antara umat-Nya? Mengapa Allah memakai bangsa Babel yang lebih jahat untuk
menghukum umat pilihan-Nya?
5. Cara Habakuk memecahkan persoalannya dapat menjadi contoh bagi kita
pada hari ini. Apakah yang dia lakukan? (Habakuk membawa persoalannya
ke hadapan Allah; menantikan Allah dengan berdiam diri; tetap percaya pada
kebaikan dan kedaulatan Allah.)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 159
6. Allah menjawab Habakuk dengan mengatakan dua kebenaran. Kebenaran
ini memungkinkan Habakuk mengatasi persoalannya. Kebenaran itu dapat
membantu kita ketika menghadapi ketidakadilan di dalam kehidupan. Apakah
itu? (Kebaikan dan kejahatan akan mendapat balasan; orang benar akan hidup
oleh iman.)
Pelajaran 7
1. Siapakah orang yang sezaman dengan Yeremia? (Yehezkiel, yang memberitakan
Injil kepada para tawanan di Babel dan Daniel, yang bekerja di istana raja di
Babel.)
2. Yeremia memberitakan Injil di negeri manakah? (Yehuda; kerajaan utara (Israel)
telah dihancurkan oleh Asyur.)
3. Yeremia menegur Yehuda, karena mereka telah menolak sumber air yang hidup
dan membuat ‘kolam yang bocor’ bagi diri mereka sendiri. Kolam ini merujuk
pada apakah? (Kekuatan asing; berhala-berhala.)
4. Yehuda menolak untuk percaya bahwa Babel akan datang dan menghancurkan
negeri mereka. Selain negeri, apakah yang Babel hancurkan? (Bait Suci.)
5. Apakah pesan utama yang diberitakan nabi-nabi palsu yang bertentangan dengan
Yeremia? (Yeremia bernubuat bahwa Allah akan menghancurkan Yehuda melalui
bangsa Babel, tetapi para nabi palsu justru memberitakan bahwa malapetaka itu
tidak akan terjadi dan kedamaian tetap ada; Yeremia bernubuat bahwa Yehuda
akan berada dalam penawanan selama 70 tahun, tetapi para nabi palsu justru
bernubuat bahwa mereka akan kembali dalam waktu 2 tahun.)
6. Sebutkan dua penglihatan yang Yeremia lihat mengenai penghakiman atas
Yehuda (periuk yang mendidih, ikat pinggang yang lapuk, tukang periuk dan
tanah liat, buli-buli yang pecah, dua keranjang buah ara, piala amarah dan kuk
besi.)
Pelajaran 8
1. Dari semua nabi, manakah yang paling banyak disiksa dan diasingkan, karena
pesan yang disampaikannya? (Yeremia.)
2. Yeremia diminta untuk menyangkal keinginannya sendiri dan melakukan
pengorbanan tertentu. Apakah yang Allah minta untuk tidak dilakukan oleh
Yeremia? (Yeremia tidak menikah, Yeremia dilarang untuk masuk ke rumah
perkabungan atau rumah pesta.)
3. Mengapa Tuhan meminta Yeremia menahan diri untuk tidak menikah? Melalui
Yeremia, Allah ingin mengilustrasikan kepada Yehuda, betapa dekatnya
penghakiman, sehingga tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk membangun
keluarga. Saat Yerusalem dikepung, anak-anak yang lahir akan mati, karena
penyakit, kelaparan atau pedang dan tidak ada kesempatan untuk menguburkan
yang mati – Yer. 16:4.)
160 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
4. Mengapa Tuhan melarang Yeremia untuk masuk ke rumah perkabungan dan
rumah pesta? (Allah ingin menunjukkan kepada Yehuda bahwa pada hari
malapetaka itu, Allah pun tidak akan berduka atas kematian mereka. Dan Allah
melarang Yeremia untuk masuk ke rumah pesta, karena akan tiba saatnya tidak
terdengar lagi suara kegembiraan atau kesukaan di Yerusalem.)
5. Melalui kitab Ratapan, bagaimana kita dapat melihat kasih dan kemurahan Allah
di saat penghukuman berlangsung? (Kemurahan Allah senantiasa ada. Kitab
Ratapan menunjukkan kepada kita akibat serius dari dosa-dosa manusia dan
bagaimana di saat tragedi berlangsung, kita masih tetap memiliki pengharapan
di dalam Allah, bia memohon pengampunan dan kembali kepada-Nya untuk
kelepasan.)
6. Kitab Ratapan mengingatkan kita, agar bertobat sebelum terlambat. Mengapa
pertobatan begitu penting? (Untuk memohon kemurahan dan pengampunan
dosa; untuk menyurutkan murka Allah, sekaligus menahan hukuman-Nya;
untuk menerima damai sejahtera dan berkat; untuk memimpin kita kepada
keselamatan.)
Pelajaran 9
1. Nabi manakah yang dipanggil Allah melalui penglihatan? (Yesaya dan
Yehezkiel.)
2. Di manakah Yehezkiel melayani Allah? (Di Babel bersama dengan para
tawanan.)
3. Dalam penglihatan mengenai empat makhluk hidup, muka apakah yang mereka
miliki masing-masing? (Masing-masing makhluk memiliki muka manusia, singa,
lembu dan rajawali.)
4. Jelaskan secara singkat perlambangan dari tiap-tiap muka dari makhluk itu.
(Muka manusia – manusia diciptakan sesuai dengan gambar Allah yang hidup,
penuh kebenaran dan kekudusan. Sebagai hamba-hamba Allah, kita haruslah
meneladani kesempurnaan Tuhan Yesus.
Muka singa – singa adalah raja dari semua binatang buas dan sebagai hamba-
hamba Allah, kita haruslah memiliki keberanian untuk menyingkirkan dosa dan
memberitakan firman Allah tanpa rasa takut.
Muka lembu – ketika melayani Allah, biarlah kita meneladani kerajinan, kekuatan,
kesabaran dan kerendahhatian dari seekor lembu.
Muka rajawali – rajawali terbang begitu tingginya dan memiliki mata yang tajam
dan menusuk. Sebagai hamba-hamba Allah, kita haruslah memiliki standar hidup
yang lebih tinggi daripada dunia dan dapat memikirkan perkara-perkara rohani.
Kita haruslah memiliki pengetahuan rohani untuk dapat membedakan segala
sesuatu dan mengetahui manakah kehendak Allah yang baik dan yang sempurna
itu. Selanjutnya, Kita haruslah membawa firman Allah ke empat penjuru bumi.)
5. Kemuliaan Allah melambangkan apakah? (Itu merupakan manifestasi dari sifat
ilahi Allah dan melambangkan hadirat Allah.)
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 161
6. Bagaimana kemuliaan Allah tinggal bersama umat pilihan-Nya sejak semula?
(Saat umat Israel meninggalkan Mesir, kemuliaan Alalh dapat terlihat di dalam
tiang awan dan tiang api, yang memimpin umat melalui padang gurun. Bait Suci
pertama dimulai dengan berdirinya Kemah Pertemuan pada zaman Musa (Kel.
40). Setelah Kemah Pertemuan didirikan, kemuliaan Tuhan memenuhinya dan
sungguh dahsyatnya hingga Musa tidak dapat masuk ke dalamnya. Setelah
Kemah Suci didirikan, hadirat dan kemuliaan Allah memenuhi Kemah Suci
(Kel. 40:34-35). Di dalam Bait Suci yang didirikan oleh Salomo, kemuliaan
Allah pun memenuhi tempat itu (2 Taw. 7:1-2) hingga para imam tidak dapat
memasukinya.)
Pelajaran 10
1. Sebutkan penglihatan-penglihatan yang dilihat oleh Yehezkiel mengenai
pemulihan Israel? (Penglihatan mengenai menjauhkan hati yang keras dan
memberikan hati yang taat; bangkitnya tulang-tulang kering; pemulihan Bait
Suci; air dari Bait Suci.)
2. Apakah maksud dari ‘menjauhkan hati yang keras dan memberikan hati yang
taat’? (Allah akan menjauhkan umat dari hati yang keras, yang tidak percaya dan
akan memberikan hati yang taat. Nubuatan ini merujuk pada hari-hari terakhir
ketika umat Israel rohani – gereja sejati bangkit dan Tuhan akan mengumpulkan
umat pilihan-Nya. Allah akan mencurahkan Roh-Nya dan menyebabkan orang-
orang percaya menjadi satu kesatuan. Roh Allah akan melembutkan hati kita,
agar peka terhadap dosa dan mentaati perintah-Nya.)
3. Yehezkiel mendapat penglihatan mengenai ‘tulang-tulang yang amat kering’.
‘Tulang-tulang yang amat kering’ merujuk pada apakah? (Tulang-tulang yang
amat kering merupakan sebuah gambaran dari Yehuda dalam penawanan.
Tumpukan tulang yang amat kering melambangkan keadaan rohani dari orang-
orang yang tidak berada di dalam Kristus. Tulang-tulang yang amat kering dapat
pula dipakai untuk menggambarkan keadaan iman kita sendiri atau keadaan
gereja.)
4. Kemuliaan Allah meninggalkan Bait suci. Lalu, di dalam penglihatan mengenai
Bait Suci, kemuliaan Allah kembali. Kondisi seperti apakah yang membuat
kemuliaan Allah kembali? (Untuk memiliki kemuliaan Allah, gereja haruslah
dibangun berdasarkan dengan ukuran atau standar yang tepat seperti yang
telah dirancangkan oleh Allah. Gereja sejati harus dibangun di atas dasar para
rasul dan para nabi, yaitu Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjurunya.)
5. Sungai yang memiliki kekuatan besar untuk mengubah. Sebutkan beberapa
perubahan yang disebabkan oleh sungai itu. (Kumpulan air yang dilalui oleh
air sungai itu akan menjadi air tawar, sehingga menyebabkan menjadi tempat
berkumpulnya banyak makhluk hidup dan ikan, pula banyak pohon yang tumbuh
di tepi sungai itu.)
6. Mengapa kita harus dikuduskan? (Itu merupakan kehendak Allah; menjadi
kudus merupakan kewajiban bagi orang percaya. Allah telah memilih kita untuk
menjadi anak-anak-Nya dan kita haruslah hidup sesuai dengan panggilan-Nya;
kita haruslah dikuduskan, agar dapat memperoleh keselamatan.)
162 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
Pelajaran 11
1. Apakah maksud dari menjadi kudus? (Kekudusan berarti terpisah dan menjadi
berbeda dengan orang-orang yang tidak saleh, dari pengaruh dan perbuatan
dosa. Yang membuat kita berbeda adalah sifat-sifat Allah ada di dalam kehidupan
kita.)
2. Bagaimana Daniel mempertahankan kekudusan di dunia yang tidak saleh?
(Daniel memahami Allah yang disembahnya, berkomitmen dan mengandalkan
pertolongan Allah.)
3. Apakah mimpi atau penglihatan di dalam kitab Daniel yang menggambarkan
kedaulatan Allah atas nasib dari tiap-tiap bangsa dan manusia? (Patung yang
amat besar; empat binatang buas; domba jantan dan kambing jantan.)
4. Di dalam mimpi berupa patung yang amat besar, tiap-tiap bagiannya
melambangkan apakah?
Penglihatan Patung yang amat besar
Babel Kepala dari emas
Media Persia Dada dari perak
Yunani Perut dari tembaga
Romawi Paha dari besi
Bangsa-bangsa pada akhir zaman Kaki sebagian dari besi dan tanah liat
Kristus datang kedua kalinya Batu timpa patung dan menjadi puing
5. Bangsa manakah secara kronologis yang merupakan para penguasa dunia?
a. Babel – Media Persia – Yunani – Romawi
b. Babel – Media Persia – Romawi – Yunani
c. Media Persia – Babel – Yunani – Romawi
d. Media Persia – Babel – Romawi – Yunani
(Jawaban: a)
6. Dari kitab Daniel, berikan dua contoh mengenai kuasa Allah atas nasib manusia.
(Allah menyerahkan Yoyakhin, raja Yehuda, beserta beberapa perkakas dari
Rumah Allah ke tangan raja Babel; Allah membuat Daniel dan orang-orang
buangan dibawa ke Babel; Allah menyebabkan Daniel disukai oleh kepala
pegawai istana; Allah memberikan Daniel dan ketiga sahabatnya belajar dan
mahir dalam segala tulisan dan hikmat; Allah memberikan Daniel kesempatan
dan kemampuan untuk menafsirkan mimpi.)
Pelajaran 12
1. Mengapa umat tidak menyelesaikan pembangunan kembali Bait Suci? (Umat
keliru dalam membuat prioritas hidup. Mereka lebih memandang pada perkara-
perkara dunia daripada perkara-perkara Allah. Mereka mengubah perhatian
mereka untuk membangun rumah-rumah pribadi dan mengabaikan kehidupan
rohani dan hubungan mereka dengan Allah.)
2. Mengapa umat mengalami banyak kerugian dalam kehidupan, sekalipun mereka
telah berusaha keras? (Kemerosotan rohani dapat mempengaruhi kehidupan
jasmani kita. Mungkin ada saat-saat kita telah berusaha keras, tetapi semua
usaha itu menjadi sia-sia atau tidak menghasilkan apa-apa.
Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama 163
Kita mungkin telah memberikan banyak waktu untuk belajar, melakukan
pelayanan dan pekerjaan kudus, tetapi nilai yang kita peroleh tidaklah
sebanding. Kita mengalami kesulitan ini, karena bait rohani kita tetap berada
dalam reruntuhan, sehingga Allah menahan berkat-berkat-Nya.)
3. Dalam penglihatan mengenai kandil emas dan dua pohon zaitun; kandil
melambangkan apakah? Siapakah yang dimaksudkan dengan dua pohon
zaitun? (Umat Israel; Yosua dan Zerubabel.)
4. Dalam kitab Malaekhi, umat mendakwa bahwa Allah tidak mengasihi mereka.
Bagaimana cara Allah menanggapi dakwaan ini? (Allah menjawab bahwa kasih-
Nya dimanifestasikan di dalam pilihan-Nya. Sebagai ganti dari memilih Esau,
yang merupakan anak sulung dan ahli waris yang sesungguhnya, Allah justru
memilih Yakub untuk menjadi seseorang yang melalui dirinya, umat Israel dan
Mesias akan muncul.)
5. Allah mengutuk umat, karena mereka merendahkan dan tidak menghormati-
Nya. Apakah kesalahan dari umat Israel? (Menurut hukum-hukum mengenai
persembahan korban, binatang-binatang yang cacat tidaklah boleh
dipersembahkan sebagai korban persembahan (Im. 22:17-33), tetapi umat dan
para imam justru bersalah, karena telah mempersembahkan binatang yang
timpang, yang buta dan yang sakit kepada Allah.)
6. Apakah salah satu alasan Allah mendirikan pernikahan di dalam kitab Maleakhi?
(Untuk menghasilkan keturunan yang ilahi.)
164 Nabi-Nabi dalam Perjanjian Lama
llllllllllllllllll
“Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan
bukan untuk manusia.”
(Kolose 3:23)
Hujan turun di seluruh ladang,
tetapi tuaian hanya tumbuh
di tempat yang telah ditanami
dan ditaburi.
Pepatah China
“Dan jadikanlah dirimu sendiri
suatu teladan dalam berbuat baik.
Hendaklah engkau jujur dan
bersungguh-sungguh
dalam pengajaranmu.”
(Titus 2:7)
Pendidikan Agama
REMAJA
Tahun 3 Buku 2
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
(2 Timotius 3:16)
True Jesus Church
General Assembly, USA
(Buku ini hanya dipergunakan
di dalam Gereja Yesus Sejati)
Edisi Revisi 1, 2012