1001 Aksara
Perihal ‘Aku’
Antologi Puisi
1001 Aksara Perihal ‘Aku’
Seluruh Peserta Antologi
Pemerhati Aksara : Amalia Rizqi Ramdani
Tata Letak : Sari Aprilia Putri
Desain Sampul : Reza Bachtiar Alamsyah
Diterbitkan oleh:
Liezer Publisher
Pusat: Jl. Ranuklindungan - Dsn. Bandilan RT
05/RW01, Gg. Wayang, Grati, Pasuruan, Jawa
Timur. ID 67184
Alamat 2: Kampung Babakan Loa RT 03/RW
05, Desa Cibatu, Cibatu, Garut, Jawa Barat
Surel: [email protected]
WhatsApp:
1. +62 858-9165-6393
2. +62 895-0451-4685
Instagram: @liezerpublisher_
Facebook: Liezer Publisher
iii + 142 hlm; 14 x 21 cm
Cetakan Pertama, April 2021
ISBN:
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi
buku tanpa izin penerbit.
KATA PENGANTAR
Terima kasih, teruntuk kalian yang bisa bertahan
hingga akhir, hingga buku tiba di pelukan. Terima kasih
telah menjadi yang bertahan, ketika sudah banyak
yang menyerah. Terima kasih sudah menjadi hebat,
hingga di titik akhir.
Terima kasih sudah berniat memperbaiki, ketika
banyak halangan menepi, ketika banyak tantangan
mengekang, ketika banyak cemoohan mencekam.
Buku ini, diperuntukkan kepada semua yang
menganggap dirinya penulis amatir, kepada yang
merasa mempunyai banyak mimpi untuk berkembang,
kepada yang mau tumbuh menjadi kuat.
Jangan lupa terus menulis, hingga diammu
menjadi lega, hingga doamu berbuah syukur, hingga
kau menjadi paham bahwa; kau berharga, kau pantas
untuk dibanggakan.
Sampai jumpa di lain waktu, Penulis Hebat!
Tertanda,
Tim Liezer
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................... iii
1. Aku, Bukan Kamu...........................................................1
2. Yang Terbaik Dariku .......................................................3
3. Cahaya Rumah ...............................................................5
4. Waktu.............................................................................7
5. Pahitnya Perpisahan ......................................................8
6. Aku adalah Aku ............................................................10
7. Di Hadapmu, Aku .........................................................12
8. Hari yang Baru..............................................................14
9. Perjuanganku, Langkahku, untuk Hati Esokku.............16
10. Suara Hati.....................................................................18
11. Harapan .......................................................................20
12. Jati Diriku .....................................................................22
13. My True Happiness ......................................................24
14. Inilah Aku .....................................................................25
15. Ramadhan....................................................................27
16. Saat Kusendiri ..............................................................29
17. Senandung Doaku........................................................31
18. Aku Menjadiku.............................................................33
19. Cermin Berkata Tentang Aku .......................................35
20. Padmarini.....................................................................37
21. Gaung...........................................................................38
22. Aku dan Kesendirianku ................................................39
23. Moksa ..........................................................................41
24. Pengepul Asa ...............................................................42
25. Aku? Apa pun Katamu .................................................43
26. Ini, Aku .........................................................................45
27. Ini, Aku .........................................................................47
28. Nuggery .......................................................................49
29. Ini Hari yang Pulas .......................................................51
30. Ini Aku ..........................................................................52
31. Tipuan Rasa..................................................................54
32. Asa dan Aku .................................................................55
33. Aku...............................................................................57
34. Aku dan Hidupku .........................................................59
35. Aku Hanyalah Aku........................................................60
36. Ini Aku ..........................................................................62
37. Aku adalah Aku ............................................................64
38. Pohon Oak ...................................................................67
39. Gundahku Untukmu ....................................................69
40. Aku dalam Diam...........................................................71
41. Bawa Aku Pergi ............................................................73
42. Alegori..........................................................................74
43. Metamorfosa ...............................................................75
44. Episode Kehidupanku ..................................................77
45. Tanpa Nama.................................................................78
46. Meniti Asa ....................................................................79
47. Aku dan Topeng Kehidupan.........................................80
48. Aku Berbeda.................................................................81
49. Hati dan Pikiran(ku) .....................................................82
50. Hanya Aku....................................................................84
51. Aku Hanya Baik-baik saja .............................................86
52. Bukan Putri Raja...........................................................88
53. Wanita Pengembara ....................................................90
54. Sajak Penerimaan ........................................................92
55. Elegi Sebuah Diksi ........................................................95
56. Cinta Sebuah Senyum ..................................................97
57. Penari...........................................................................99
58. Aku .............................................................................101
59. Aku .............................................................................102
60. Aku dan Dirimu ..........................................................104
61. Tilik-titik Garis Waktu ................................................105
62. Peluk Aku sebagai Aku ...............................................107
63. Tuhan Peluk Aku ........................................................109
64. Bukan Ku Tak Berbakti ...............................................111
Tentang Penulis ...........................................................114
AKU, BUKAN KAMU
Yeti Yuanita
Sering orang berkata padaku,
“Tidakkah kau bosan dengan gayamu itu?”
“Apa kau mau selamanya hidup seperti itu?”
“Carilah warna baru, cari gaya baru!”
Iya, ini aku …
Aku, yang selalu melenggang keluar rumah tanpa
gincu
Aku, yang tak pernah pusing memasangkan setiap
baju dengan sepatu
Aku, yang lebih memilih belanja buku daripada
aksesoris model terbaru
1
Apa yang salah dengan hidupku?
Pilihanku mungkin berbeda dengan pilihanmu
Bahagiaku tentunya berbeda dengan bahagiamu
Tujuan hidupku, pasti tak sama denganmu
Risaumu
Tak akan menyakitiku
Menirumu
Sungguh, aku tak mau
Surabaya, 21 Maret 2021
2
YANG TERBAIK DARIKU
Yeti Yuanita
Aku bukan manusia sempurna
Aku punya banyak cacat cela dan problema
Aku bukan manusia terkuat
Aku juga punya rasa sakit dan penat
Kadang aku berpikir
Bagaimana kujalani hidup lebih bermakna?
Sering aku menangis getir
Mengenang setiap kegagalan dan luka
Hari lepas hari
Aku mencoba mengingat semua karunia
3
Aku berlatih dan menggali talenta
Aku belajar dan berupaya
Aku, dengan semua kelemahan dan
ketidaktahuanku
Aku, dengan setiap keunikan dan kekuatanku
Kan kucoba setiap kesempatan yang datang
menghampiriku
Aku hendak memberi yang terbaik dariku
Surabaya, 21 Maret 2021
4
CAHAYA RUMAH
Rina Destariza, S. Pd
Langit masih gelap
Semua orang masih terlelap
Cahaya itu perlahan mulai merambat
Melalui celah yang rapat
Bunyi telapak kaki
Melangkah ke sana ke mari
Berpacu dengan waktu
Sebelum subuh berlalu
Tidak hanya lampu, cahaya rumah itu
Wanita separuh baya
Tidak terlalu tua dan telah habiskan masa muda
Tapi bagi kami, selalu muda, cantik, dan bersahaja
Sudah bercucu dan berkepala lima
Kekuatannya tiada tara,
Tak tergantikan dengan kami yang masih muda belia.
5
Cahaya di kegelapan malam
Penerang jalan dalam kesulitan
Penyejuk hati yang bimbang
Tempat bercengkrama yang nyaman
Andai cahaya itu pergi
Rumah terasa sunyi sepi
Dan ketika cahaya itu redup
Kami pun tak sanggup
Tetaplah bersinar Cahaya
Pancaran sinar yang tidak akan tergantikan
Walau seribu neon yang terpasang
Karena bagi kami engkaulah segalanya,
Cahaya Rumah itu "MAMA".
Padang, 2 April 2021
06.30 WIB
6
WAKTU
Yemima Putrision Naibaho
Seiring waktu berlalu
Semua hal yang sudah kita lalui
Takkan mungkin bias terulang kembali
Meski begitu aku terus berharap
Supaya aku bisa bertemu denganmu
Bahkan sejak awal kita sudah tahu
Bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan
Bahkan sejak kita sudah tahu
Kita tidak bisa berhenti
Ataupun menghentikan sang waktu
Seperti tidak ada hari esok
Seperti tidak ada waktu berikutnya
Seakan waktu memperluas jarak antara kita
Dan haran mulai sirna bersama gelapnya malam
Sidamanik, 23 Maret 2021
7
PAHITNYA PERPISAHAN
Yemima Putrision Naibaho
Hari ini rembulan menyinari malam
Tetapi mengapa malamku teramat gelap?
Mungkin karena ruang hampa dalam memoriku
Dalam kegelapan yang kelam ini
Aku membutuhkan cintamu sebelum kita berpisah
Dalam gusar yang kekanak- kanakan
Aku terjebak dalam pikiranku sendiri
Dalam kegelapan yang kelam ini
Aku tak suka berada dalam mimpiku
Tak ingin kesepian aku ingin bertemu denganmu
Terima kasih telah mengijinkanku terbang
Dengan memberi sayap kumal kepadaku
Aku lempar jauh-jauh segala kesedihan dan
semacamnya
8
Dengarkanlah suara dari hatiku
Ini memanggilmu dan seluruh bagiannya
Kegilaan tentang perpisahan yang menelanku
Ketika aku memikirkanmu
Malam inilah yang akan menyelamatkanku
Sidamanik, 23 Maret 2021
9
AKU ADALAH AKU
Yuni Rohmatin
Ia selalu kau puja
Kau banggakan
Kau bela
Sedang aku,
Kau remehkan
Perkataanmu,
Bagai petir di siang hari yang cerah
Entah apa salahku padamu
Kau slalu mencari-cari kekuranganku
Tak bisakah kau melihat,
Sedikit saja kebaikanku
Di matamu,
Aku selalu hina
Cemoohmu begitu menyayat hati
Sungguh,
Aku tlah berusaha menjadi lebih baik
10
Namun
Akara tentangnya,
Kebaikannya, pencapaiannya
Selalu kau gemakan
Cukup!
Terimalah aku
Seperti kau menerima datangnya siang dan malam
yang silih berganti
Semua mempunyai keindahan sendiri
Terimalah,
Terimalah AKU!
Karna aku juga mempunyai kelebihan dan
kekurangan
Tanah Laut, 28 Maret 2021
11
DI HADAPMU, AKU
Yuni Rohmatin
Saat ini engkau bersamaku
Saat ini yang ada di hadapanmu,
Adalah aku
Aku!
Kenapa engkau masih saja merindukan indurasmi
Padahal engkau bisa menikmati keindahan ina kini
Coba kau lihat,
Aku sekarang di sampingmu
Aku bersamamu, menemanimu
Bumantara begitu cerah
Serayu di pinggir pantai menyejukkan jiwa yang sepi
Oh, Dayita
Aku ada di sini
Aku di sampingmu
Lihatlah!
12
Aku ada
Aku ada
Aku ada tetapi seperti fatamorgana di matamu
Oh, Dayita
Jangan kau rindukan ia
Ia yang kau anggap lebih dahayu
Bukankah kau tlah memilihku untuk menemanimu
Bukankah kau tlah mengikrarkan janji suci itu di
hadapan ayahku
Lantas,
Kenapa kau masih mengagumi yang lain?
Tanah Laut, 28 Maret 2021
13
HARI YANG BARU
Aufa Ashfiea AshShatilla
Aku berjalan menyusuri garis langkahku
Ke tempat yang ingin kutuju
Aku tak tahu
Akan sejauh manakah itu
Berlari aku
Hingga terperanjat aku
Dimanakah kini aku
Semua aku tak tahu
Lalu, kuputuskan untuk berlalu
Mengubur yang telah lalu
Melukis kisah yang baru
Hey, ternyata di sinilah berada bintangku
Cahayanya berkelip menyapaku
14
Perlahan ia dalam genggamanku
Erat ia kupegang selalu
Hariku yang baru
Bertabur gemintang yang berkilau selalu
Awal tahun menjadi hari baruku
Mengukir jejak penuh prestasi baru
Kisah baik di usiaku
Tasikmalaya, 23 Januari 2021
15
PERJUANGANKU, LANGKAHKU,
UNTUK HARI ESOKKU
Aufa Ashfiea AshShatilla
Setiap kali coba kupikirkan,
Tak ada yang terpikir kecuali ingatanku pada saat aku
berada kini
Tahun ini tahun yang luar biasa,
Tahun yang mengajarkanku akan makna kehidupan.
Aku belajar tentang cara membalut kesabaran dalam
sujud nan panjang,
Memahat banyak kenangan dan membingakainya
dengan kokoh
yang kuharapkan akan menjadi bagian sejarahku
yang berkilau; masa mudaku yang gemintang.
Menjejak langkah dengan mengukir banyak prestasi,
Bekalku untuk kisah dan sejarah
Mengais kesabaran adalah syukur dan;
16
keberhasilanku yang pertama.
Berjauhan dari orangtua yang dirindukan,
Mengurai benang rindu dalam isak nan pilu,
Membalutnya dengan kain keikhlasan dan
kesungguhan mencari ilmu di jalan Allah,
Menjadi yang terbaik bagi diriku sendiri,
Sebaik-baik aku adalah prestasiku selanjutnya.
Aku tak menjeda,
Aku tetap beranjak,
Berbekal tekad, aku berlari semakin kencang
Hingga ngos-ngosan nafasku dibuatnya.
Aku tetap berlari,
Agar bintangku semakin bersinar
Agar kelak aku bisa berdiri dengan tegap
Sambil mengacungkan jari
dan berucap dengan suara lantang, “Inilah aku, Aufa
Ashfiea AshShatilla.”
Tasikmalaya, 23 Januari 2021
17
SUARA HATI
Desmi Yarti
Harapan yang kian membuncah dalam benakku
Mengejar semua impian
Igin kukuak malam yang semakin hening
Jiwaku menggebu haru bertalu
Kugapai semua impian yang tertunda
Dengan membukakan pintu-pintu mimpi
Menyibak tirai-tirai kegalauan jiwa
Membayang menjauh bak fotamorgana
Angan-angan terus mengusik tidurku dimalam
yang sunyi
Malam terasa panjang, lengkaplah sudah sepi ini
Mengurung sendiriku, menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Mengutip satu nama di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara
18
Kucoba bertahan di tengah badai cobaan
Lelah dalam melangkah, menanti harapan
Ingin kulepas masa-masa kelam
Melangkah maju menuju masa depan
Padang Panjang, 26 Maret 2021
19
HARAPAN
Desmi Yarti
Kuikuti langkah kaki ini, mengabdi untuk bunga bangsa
Dengan untaian sang pelita yang selalu menuntunku
Membimbing dengan penuh semangat
Menghadirkan anak-anak bangsa yang hebat
Inilah diriku, rutinitas pagi harus serba hemat
Tiap hari menopang martabat
Walau kadang hati ini tak bersahabat
Namun senyuman tetap bersemangat
Tidak ada kata lelah dalam rutinitasku
Belajar merangkai makna, hati ini terasa bangga
Melihat dirimu menjadi manusia yang mulia
Yang bisa bermanfaat bagi sesama
20
Kan ku sematkan dalam ingatanku
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, mengiringi perjuangan
Padang Panjang, 26 Maret 2021
21
JATI DIRIKU
Syifa Aulia Zahra.
Aku mencari aku di dalam aku
Dalam rahasia yang tak pernah aku tahu
Juga dalam jiwa yang berdebu
Lama aku terlena
Oleh ilusi khayalan penuh makna
Dalam bahagia dunia yang tak lama
Mungkin juga tak bermakna
Inilah aku
Dengan segala kekuranganku
Kini, aku tak ingin hidup paripurna
Yang kuharap hanya bahagia selamanya
Tidak aku bersedia
Andai esok menghadap cahayanya
22
Karena aku ingin pulang disambut sang pencipta
Dalam keadaan sempurna imannya
Dan tak lagi berlumur dosa
Jangan samakan aku dengan orang lain
Karena sekarang aku sedang mencari ridhanya
Sedangkan mereka hanya ingin mengejar yang lain
Manusia yang dapat menjadi pelipur lara katanya
Impianku sangat berbeda dengan mereka
Karena mereka hanya ingin bahagia sementara di
dunia
Sedangkan aku selamanya.
23
MY TRUE HAPPINESS
Syifa Aulia Zahra
Bahagiaku terus pergi dalam angan
Angan yang terus terbayang dalam kehidupan
Kehidupan menyakitkan tak tertahankan
Oh bahagia
Ke manakah kau pergi?!
Ditelan rindu membahana
Hingga tak ingat „tuk pulang lagi
Kasih sayang kini tak pernah terasa
Karena yang tersisa kini tinggallah rindu
Rindu yang selalu mengigatkan akan arti bahagia
Yang tak bisa terulang di kehidupanku kini
Oh rindu
Aku mohon tolong kembalikan lagi bahagiaku
Bahagia penuh kasih sayang
Hingga tak lagi kuminta hal yang sama dari sebuah
cinta berkasih sayang
24
INILAH AKU
Muhammad Tang Khalwaty
Inilah aku, Adam
Aku adalah tanah yang duduk
Aku adalah api yang tegak
Aku adalah angin yang ruku
Aku adalah air yang sujud
Akulah ke fanaan setitik debu
Dalam semesta raya
Inilah aku, Ahmad
Aku adalah berjuta rasa
Aku adalah wujud cinta
Aku adalah hampa
Aku adalah perjalanan jiwa
Inilah aku, Nur Muhammad
Aku adalah rahasia
25
Aku adalah bentuk kasih sayang
Aku adalah lebih dulu tercipta
Sebelum wujud Ahmad itu ada
Aku adalah hakikat pengikat cinta
Inilah aku, bukan ke-akuan
Inilah aku bukan keangkuhan
Inilah aku bukan ke-aku-akuan
Bukan juga rasa, atau menerka
Dan mengira ngira
Di sinilah aku bersembunyi dalam diam
Bak mutu manikam yang harus dirahasiakan
Tersimpan rapih dalam bejana qalbu keindahan
Jakarta, 16 Maret 2021
26
RAMADHAN
Muhammad tang khalwaty
Inilah aku, Bulan Ramadhan
Aku adalah bulan terbaik dari seribu bulan
Ya, inilah aku Bulan Ramadhan
Bulan yang di nanti-nantikan
Bagi mereka yang beriman
Inilah aku, Bulan Ramadhan
Bulan pengampunan
Bulan pensucian
Bulan kemenangan
Bagi hamba yang pandai memanfaatkan
Inilah aku, Ramadhan
memiliki keistimewaan
Pahala-pahala kebaikan digandakan
Dosa-dosa terhapuskan
27
Semua doa terijabah dan terkabulkan
Bulan yang penuh keberkahan
Bagi insan yang penuh kesadaran
Menjadi manusia yang baru dilahirkan
Mari kita manfaatkan jangan disia-siakan
Marhaban Yaa Ramadhan
Sore, Jakarta, 17 Maret 2021
28
SAAT KUSENDIRI
A. Harmanta
Ketika pagi mulai menyapaku
Saat kubuka jendela kamarku
Masih terasa dingin dalam ragaku
Menyambut pagi dengan sejuta harapku
Di saat pagi aku termangu
Pikirannku merawang di ujung langit biru
Dalam hati penuh tanya tentang dirimu
Mengapa rindu ini s‟lalu membelenggu?
Di kamar ini,
Kuberdoa dan berharap menanti
Di tanah rantau ini aku renungi
Kerinduanku padamu yang selalu membayangi
Aku ... mampukah meraih asaku?
29
Dalam kebahagiaan bersama dirimu
Menggapai cita dan cintaku tuk bersamamu
Di saat aku tundukkan kepalaku
Dan ungkap doa dan hasratku
Dalam hati yang tak lagi membeku
Karena dirimu kumemendam rinduku
30
SENANDUNG DOAKU
A. Harmanta
Tatkala malam mulai tiba
Kupanjatkan doaku pada-Nya
Ada rasa tobatku dalam untaian kata
Inikah aku yang selalu dalam dosa kian terasa?
Aku ...?
Dalam sujudku aku berdoa selalu
Kupanjatkan untaian permohonan kepada-Mu
Berilah waktu tuk bersimpuh dalam tuntunan-Mu
Oh Tuhanku,
Mampukan diriku untuk mendekati-Mu
Berilah aku waktu dalam taubatku
Yang senantiasa hadir dalam pikiranku
31
Aku ...
Dalam untaian doa malamku
Kurajut harap anugerah-Mu
Menuntunku dalam setiap langkahku
Meniti jalanan hidup hingga akhir waktuku
Di Ujung Barat Jakarta ,18 Maret 2021
32
AKU MENJADIKU
Devi Riani
Kepalan tanganku menggebrak pintu yang tak
bersalah
Kesal sedih geram berpadu satu dalam amarah
Gagal gagal lagi kesalku berkata
Aku bisa apa ini ...
Kusimpuhkan kakiku di sajadah panjang
Kuangkat tanganku setelah ibadah
Kuhaturkan doa dan kesalku kepada-Nya
Iya, ini baru Aku.
Yang tau kemana tempat mengadu
Aku ini manusia yang bisa bertahan
Kerna aku percaya Tuhanku selalu bersamaku
Terkadang ada gagal
Terkadang ada bahagia
33
Terkadang ada sukses
Aku bisa melaluinya dengan doa dan perjuangan
Jangan menyerah
Bangkit kembali jika terjatuh dan gagal
Jangan takut
Karena aku tak sendiri dalam hidup
Jakarta, 18 Maret 2021
34
CERMIN BERKATA
TENTANG AKU
Devi Riani
Cermin … cermin ... di dinding
Katakanlah siapa aku ini
Cermin ... cermin … di dinding
Jujurlah sampaikan tentangku
Kumenatap dalam kepada kaca karsa di depanku
Terlintas sekelumit cerita mengenaiku
Bisik cermin sayup sampai kepadaku
Kamu itu kuat
Energimu tanpa batas
Tanganmu bisa menggenggam dunia
Ekspresikan pancaran indah dari dirimu
Seketika diam ...
Terlihat cerita kehidupan sedih dariku
Ada tangis di sana
35
Ada kegagalan pada orang dalam cermin
Terdengar desis dari cermin
Gagal bagimu itu tantangan
Sedih dan tangis itu adalah latar suara di
kegagalanmu
Kamu bisa bangkit seketika gagal itu menerpamu
Jangan takut, jangan menyerah.
Kamu pasti bias
Jakarta, 18 Maret 2021
36
PADMARINI
Dyah Wibowo
Tak mudah mengungkapkan kata, rasa, dan realita
Antara suka, duka, pun lara
Aksa merawang mega
Mengukir bianglala
Sosok mungilku mencoba gapah
Menangkap aksara yang tersirat
Anca menerjang takkan surut niat di badan
Buntara menyeruak mengiringi langkah kaki
Menggapai mimpi padmarini
Kediri, 18 Maret 2021
37
GAUNG
Dyah Wibowo
Ilusi tak terealisasi
Angan hanya akan menghilang
Dalam tumpukan inspirasi diri tanpa tersosialisasi
Diam bukan berarti tak paham
Acuh bukannya tak peduli
Namun, aku muak dengan sandiwara politik
yang hanya menguntungkan segelintir perut yang makin
buncit
Suara tak lagi didengar
Memantul dan sesaat hilang
Menggaung terhempas hembusan angin
Hingga senyap dalam adikara
Ajun tak sampai mahkota
Kediri, 18 Maret 2021
38
AKU DAN
KESENDIRIANKU
Maulida Kurniawati
Aku mencarimu.
Pada lorong hati
Pada kolong nurani
Aku masih mencarimu
Pada sepi senyap jalan kota
Pada riuh ramai pematang desa
Aku tetap mencarimu
Dalam kesendirian
Dalam kesunyian
Tak dapat kurangkai kata
Tak dapat pula kuulas senyum
Yang aku tahu
Sendiri itu menyenangkan
Aku merasa bebas dalam kesendirian
39
Aku dapat melukis senja di benderangnya mentari
Aku dapat merangkai pelangi di tengah badai
Aku dapat menggapai bintang dalam pekatnya jurang
Tetapi
Aku
Masih
Tetap
Mencarimu
dalam
Kesendirianku
Balongbendo, 18 Maret 2021
40
MOKSA
Maulida Kurniawati
Lelahku mencecap pahitnya dunia
Letihku mereguk nikmatnya dunia
Semua terasa hambar
Aku menikmati rasa ini
Rasa yang tertinggal dalam raga
Satu-satunya rasa yang dapat menyentuh inderaku
Indera yang telah lama mati
Terbebas dari kehidupan
Terlepas dari kematian
Aku lahir kembali
Dalam wujud yang murni
Murni untuk dapat lebih memahami duniawi
Murni untuk lebih dapat menghayati surgawi
Balongbendo, 18 Maret 2021
41
PENGEPUL ASA
Murmiati Shirayukihime
Kalau kau bertanya ke mana aku pergi,
jawabnya adalah ke ujung bumi
Untuk merengkuh mimpi,
walau banyak yang tercecer dari genggaman jari
Untuk mengubur sakit hati,
agar dapat terus berlari dan kokoh berdiri
Untuk mengepul asa,
hingga tak ada lagi rasa kecewa
Untuk menempa zirah baja,
agar tak mudah ditembus luka
Sewon, 19 Maret 2021
42
AKU? APA PUN KATAMU
Murmiati Shirayukihime
Aku?
Apa pun katamu
Sombong?
Terserah,
kau tak tahu banyaknya peluh yang menjadi lelah
untuk berjuang menapaki setapak menuju gelabah
Apatis?
Baiklah,
bukan kau yang menghapus uraian air mata
ketika hati sedang berduka
Skeptis?
Tentu,
Tak ada yang pasti di dunia
Walau susah payah menghindari kecewa
Pagan?
Benar,
43
Sejak menggantungkan asa pada manusia
adalah kepalsuan belaka
Bermuka masam?
Jelas,
Karena tak ada yang mengerti rasa sakit terpendam
dari mereka yang bermulut tajam
Canden, 20 Maret 2021
44