The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kurniawatimaulida487, 2021-09-15 02:53:35

1001 Aksara Perihal 'Aku'

1001 Aksara Perihal 'Aku'

ELEGI SEBUAH DIKSI

Hening N'na

Pada akhirnya semua terasa asing nan mencekat
Semua rasa yang dulu dekat
hanya akan menjadi penat
Senyummu tak juga melekat
Padahal hati masih menginginkan sangat

Pada mulanya kita bersama
Berbagi cinta juga cita
Akan harap masa bahagia selamanya
Namun tak jua berakhir merona

Kita tak ada lagi aku dan dia
Tak lagi bersama
Jauh terpisah karena sebuah prahara
Luka lara menggila kala senja
Saling berdusta saling kecewa

95

Pada yang usai
Mungkin kita memang tidak pernah selesai
Tapi kenangan akan tetap melekat
Pada hati yang tidak bertaut erat

Aku tak mau berubah
Kenangan ini selalu serupa rumah
Tempat hati akan selalu singgah
Walau kita tak pernah satu arah

Maaf inilah aku
Aku memilih di sini
Dengan kenangan aku dan sebuah elegi
Tak berubah karena akan menyepi sendiri
Walau penggalan kisah berupa patah hati.

Bumi pasundan, saat malam memeluk merendam segala
resah, 20 Maret 2021

96

CINTA SEBUAH SENYUM

Hening N'na

Rindu
Menjaring kelu
Pada tatap sendu
Wajahmu yang selalu tercetak semu

Aku tak bisa
Menatap terus berlama
Sepenggal rasa yang tidak bersama
Karena kamu yang membawa hati pergi membara

Swastamita selalu bercerita
Akhir cinta aku dan kamu yang tinggal lara
Menangkup harap akan impian selama
Hidup penuh peluh tak akan tercipta
Jika kita masih bisa berdua

97

Tapi itu hanya tinggal asa
Tak akan pernah nyata

Inilah aku
Meredam sendu
Kisah kita yang sudah lalu
Tidak jua jemu
Menunggu dirimu
untuk kembali memintal rindu

Inilah aku yang selalu dipasung harapan
Namun untuk beranjak rasanya enggan
Kamu, biarlah di sana
Tugasmu sudah selesai
Tugasku yang belum
Untuk mengingatmu yang selalu terangkum
Dalam cinta sebuah senyum

Bumi pasundan, saat pelangi tak juga berwarna karena
luka, 20 Maret 2021

98

PENARI

Stephanie Handojono

Aku …
Bukan penari yang cantik apalagi lemah gemulai
Bukan penari yang disukai banyak orang
Aku …
Penari yang dicekam ketakutan
Terhimpit oleh kerasnya lingkungan
Tanganku dibelenggu
Kakiku dipasung hingga tak berdaya
Dan aku pun berhenti

Kini aku kembali menari
Kunci belenggu telah dibuka
Pasung telah dilepas
Laksana burung yang dibebaskan
dari dalam sangkar
Kini aku kembali menari

99

Bukan menari di atas pentas
Tetapi menari di atas kertas
Karena aku seorang penulis
Yang dulunya terbelenggu, kini menemukan
kebebasannya

Surabaya, 14 Maret 2021

100

AKU

Stephanie Handojono

Aku adalah
Si pemarah
Aku adalah
Si pendendam
Aku adalah
Si pecemburu

Aku juga
Yang Tertindas
Yang Teraniaya
Yang Terabaikan

Itu adalah aku di masa lalu

Kini aku pemaaf
Kini aku bebas
Kini aku bahagia
Kar'na aku sedang bersama sang pencipta

Gresik, 17 Maret 2021
101

AKU

Tharie Ranu

Aku
Bukan dirimu
Senyum merekah saat terpatah
Memeluk sunyi dalam gulita
Pesona malam nan jelita

Aku
Bukan dia
Bersama badai menari indah
Dalam terang kilat menyambar
Diiringi merdu butiran hujan
Aku
Bukan kalian
Melangkah pasti dari hati
Menuli seru diam membisu
Terhujam kata tanpa makna

102

Aku
Bukan mereka
Menebar mimpi merajut asa
Menggenggam yakin dalam samudra
Mengukir cita menjadi nyata

Gowa, 28 Maret 2021

103

AKU DAN DIRIMU

Tharie Ranu

Aku adalah Dirimu
Aku ada karena Kau ada
Aku adalah kehendak-Mu
Karena aku adalah Dirimu

Kau bukanlah diriku
Aku tiada tanpa-Mu
Napasku adalah diri-Mu
Jiwaku adalah diri-Mu
Ragaku adalah milik-Mu
Kau hidup dan matiku
Aku pemuja-Mu
Tersungkur dalam hembusan asma-Mu
Hidupku merindu-Mu
Pintu keabadianku

Gowa, 28 Maret 2021
104

TILIK-TITIK GARIS WAKTU

Vika Ayu Diyantie

Katamu ini bukan aku yang dulu padahal ini aku
Aku yang menilik titik-titik hidupku waktu sendu

Titik-titik tersambung garis waktu
Menilik makna titik-titik hidupku

Dulu enggan aku mendengar
Dulu jengah aku dinasihati
Dulu enggan aku sabar
Dulu jengah hati ini
Titik-titik tilik
Ini Aku
Aku
Ini Aku
Titik-titik tilik
Kini kutelan nasihat
Kini kuhembuskan syukur
Kini kutelan semiliar nikmat
105

Kini kuhembuskan doa terjulur
Menilik makna titik-titik hidupku
Titik-titik tersambung garis waktu
Aku yang menilik titik-titik hidupku waktu haru
Kataku ini memang aku dalam versi terbaikku

Indramayu, 21 Maret 2021

106

PELUK AKU SEBAGAI AKU

Vika Ayu Diyantie

Cahaya arunika menyapu bumi
Kala janjimu di hadapan-Nya berkumandang
Dititipkan oleh-Nya padamu atma ini
Iya, ini aku Sayang

Aku dengan segala lebihku, aku dengan segala
kurangku
Aku dengan segala impianku, Aku dengan segala
cintaku
Iya, ini aku Sayang

Usah kau bandingkan karena ini aku yang Tuhan
kirimkan
Untuk kamu muliakan sepanjang jalan menuju surga
impian
Iya, ini aku Sayang

107

Usah kau menagih patuh karena ini aku hasil doa yang
kamu kayuh
Untuk kamu rengkuh sepanjang waktu tempuh
menghadap-Nya bersimpuh
Iya, ini aku Sayang

Aku bukan Khadijah
Aku bukan Fatimah
Aku bukan Nusaibah
Ini aku, seorang aku, yang bisa lelah
Ini aku, seorang aku, yang bisa marah
Ini aku, seorang aku, yang bisa lemah

Tuntun aku bukan tuntut aku
Aku tetap aku, aku bukan dia atau kamu
Iya, ini aku Sayang yang ingin kamu peluk sebagai aku

Indramayu, 21 Februari 2021

108

TUHAN PELUK AKU

Yanti Setiawadi

Semburat jingga masih memancar di ujung langit sana.
Gemuruh petir mengiringi derasnya hujan yang turun
Udara yang dingin terasa menyatu di hati
Kaukah yang mengantarkan sentuhan itu ?

Bayangan daun yang bergoyang tertimpa air makin
samar.
Apakah karena derasnya hujan
Atau
Karena linangan air di mataku.

Wahai ketegaran hati kemana kau pergi?
Apakah kau pergi bersama air hujan yang mengalir?
Meninggalkan hati yang terasa sendu
Dan mengalirkan air mata di pipiku

109

Ke mana perginya wahai semangat
Ke mana hati yang biasa kuat
Tuhan ...
Ini aku, hamba-MU
Tuhan ...
Peluklah aku walau hanya sekejab

Bandung, 28 Maret 2021

110

BUKAN KU TAK BERBAKTI

Yanti Setiawadi

Gelap itu tidak lagi pekat
Dingin itu tidak lagi menyengat.
Keheningan itu tidak lagi membisu
Ada semburat jingga diujung sana
Ada kehangatan yang mengalir
Ada irama gesekkan daun yang bersentuhan
Ada kicauan burung yang mengusik sepi
Ada cahaya yang mulai bersinar
Menyinari seenggok tanah basah
Kutundukkan kepala berdoa
Kuucapkan maaf
Ini aku,
Bukan aku tak berbakti.

111

Kuharus melangkah pergi
Menyongsong impian di kota.
Di sana keluarga kecilku menanti
Kumohon doa dan restu.
Demi mimpi besar yang akan kuraih.
Maafkan anakmu.

Bandung, 27 Maret 2021

112



Tentang Penulis

YETI YUANITA
Yeti Yuanita, seorang INTJ, bibliophile,
pluviophile, dan autophile. Lahir di Lamongan, Jawa
Timur, namun telah menghabiskan separuh usianya
bermukim di Bali. Antropolog yang memilih menekuni
dunia pendidikan anak usia dini ini meskipun suka
membaca, tapi untaian kata yang dapat dirangkainya
masih sebatas menulis artikel mengisi buletin sekolah.
Saat ini penulis bermukim di Surabaya dan berprofesi
sebagai guru TK.

YUNI ROHMATIN
Namanya Yuni Rohmatin, lahir dan dibesarkan
di Kota Gadis. Anak bungsu dari lima bersaudara.
Membaca dan merajut adalah kegemarannya, kini juga
memulai mengekspresikan diri lewat menulis. Meskipun
baru memulai menulis, harapannya banyak orang yang
terinspirasi dengan tulisan yang dibuat. Bila ingin
mengenal lebih lanjut, bisa follow Instagram
@yuni_rohmatin06.

115

AUFA ASHFIEA ASHSHATIELLA
Aufa Ashfiea AshShatiella, gadis kecil yang kini
beranjak besar kini berusia 13 tahun dan bersekolah di
sebuah SMP berasrama di kabupaten Bogor. Lahir
sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Cita-
citanya kuliah di Princess Nauroh University KSA dan
menjadi dosen . Dia juga ingin menjadi relawan
pendidikan ataupun kesehatan . Menulis dan membaca
buku adalah hobinya. Puisi ini ditulis saat dia
merindukan orang tuanya di tengah pandemi yang
membuatnya tak bisa pulang dan berkumpul dengan
keluarga, lalu ditulis ulang saat dia

DESMI YARTI
Desmi Yarti, perempuan kelahiran Padang
Ganting 26 Desember 1983, merupakan seorang guru
Sekolah Dasar di Kabupaten Tanah Datar. Menulis
adalah menjejak aksara dan berbagi cerita, untuk itu ia
mencoba belajar menulis menuangkan pengalaman
menjadi sebuah puisi yang berjudul Suara Hati dan
Harapan.

116

Saat ini penulis berdomisili di Padang Panjang
Sumatera Barat dan semoga tulisan ini bermanfaat.
Penulis bisa dihubungi dengan email:
[email protected]

SYIFA AULIA ZAHRA
Syifa Aulia Zahra, gadis kelahiran Bandung
yang sangat mengidolakan Asmarani Rosalba yang
dikenal dengan nama pena Asma Nadia, dia seorang
penulis novel dan cerpen Indonesia. Ia dikenal sebagai
pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer dari Asma
Nadia Publishing House. Seperti idolanya, Syifa Aulia
Zahra juga punya hobi menulis. Tidak ada yang spesial
darinya, penulis ini bisa disapa di Instagram
berusername @_syifa.project_1609.
Salam hangat,
Syifa Aulia Zahra

117

MUHAMMAD TANG KHALWATY

My name is Muhammad Tang Khalwaty, lahir
dari kedua orang tua yang berdarah keturunan Bugis.
Hobi sejak SMP memang suka coret-coret, apalagi puisi
dan sajak. Terinspirasi dari seorang sufi ternama dari
Persia, Maulana Jalaluddin Rumi.

Nasihat diri: Hidup adalah Perjuangan dan proses
menuju perubahan dan manfaat kepada sesame.

A. HARMANTA

A. Harmanta, dilahirkan di kaki lereng Gunung

Merapi bagian utara Kota Yogyakarta ini memiliki hobi

berkebun dan berorganisasi, dalam kesehariannya

mengabdi sebagai guru di salah satu SMP di Jakarta.

Saat ini sedang belajar menulis cerpen dan puisi serta

training motivator ini memiliki motto “Dengan

kesungguhan dan niat yang baik sesuatu akan tercapai

walaupun harus berdoa, setia, dan bersabar dalam

meraihnya.”

118

DEVI RIANI
Saya Devi Riani, dari Jakarta. Saya menyukai
jurnalistik dan menulis sejak saya duduk di bangku SMP
karena mengelola dan menjadi redaksi mading sekolah
dan mulai mengikuti event-event menulis mulai tahun
2020. Harapan saya bisa menghasilkan karya tulis
dalam buku-buku yang nanti menjadi literasi dan
pengetahuan bagi pembacanya.

DYAH WIBOWO
Penulis bernama Dyah Wibowo, dikenal dengan
BuDy. Berasal dari Kediri, Jawa Timur. Menyukai anak-
anak, keindahan alam, dan penyayang binatang.
Beliau mengabdikan diri sebagai Guru Peternakan di
SMKN 1 Plosoklaten. Movitasi: “Your biggest weakness
is when you give up and your greates power is when you
try one more time.”

Karya: Pembahasan Soal Agribisnis Ternak
Ruminansia dan 6 Buku Antologi cerpen, puisi, dan
artikel. Penulis bisa disapa dalam instagram dengan
username @dyahwb11

119

MAULIDA KURNIAWATI
Maulida Kurniawati, ibu rumah tangga 34 tahun
yang nyambi sebagai wanita karir. Sebuah kompensasi
yang harus diambil karena suatu keputusan. Tidak
dapat membersamai anak-anak di rumah, membuat
waktu luang yang kosong diisi dengan menuangkan ide
dalam tulisan. Penulis merupakan guru pengampu mata
pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1
Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

MURMIATI SHIRAYUKIHIME
Murmiati Shirayukihime, introvert yang bekerja
sebagai ASN junior ini tengah berjuang beradaptasi di
lingkungan baru. Pecinta manga dan anime yang
merupakan seorang simple-minded ini sudah hobi
membaca sejak SD dan masih berjuang belajar menulis
hingga sekarang. Freelancer tour guide ini bisa disapa
melalui instagram @murmiati yukihime.

120

TUTIK WULANDARI
Tutik Wulandari adalah nama yang diberikan
orang tuanya. Seiring dia tumbuh dewasa, dia lebih
suka memakai nama Aishah Wulandari. Email dan
instagram @aishahwulandari memakai nama yang dia
cari sendiri. Gemini merupakan bintang yang
dimilikinya.

YEMIMA PUTRISION NAIBAHO
Yemima Putrision Naibaho, lahir pada tanggal
01 September 2005 di Sp. Balai Pungut, Pekanbaru. Ia
biasanya disapa dengan Yemima. Tercatat sebagai
siswi di SMP Negeri 1 Pamatang Sidamanik. Jejak bisa
ditemukan di instagram @yemimanaibaho1 dan akun
twitter @yemimanaibaho, dan akun facebook Yemima
Naibaho. Aku bukan yang terbaik tapi aku berusaha
menjadi yang terbaik.

121

AKASA E.

Akasa E. Penulis merupakan anak kedua dari
pasangan Bapak-Ibu berdarah asli Jawa. Seorang
ailurophile yang tidak bisa dekat-dekat dengan kucing.
Ia mengklaim dirinya sebagai penikmat musik dari
Negeri Sakura yang sesekali mendengarkan lagu
Céline Dion.

Dikatakan bahwa pseudonamenya berakar dari
bahasa Sanskerta yang diartikan sebagai ruang
terbuka. Bagi penulis, pena adalah tangan ketiganya;
instrumen dalam menguraikan kelut-melut isi pikiran dan
kunci pada kejujuran sanubarinya. Suka bernyanyi
dalam diam dan menikmati dunia naifnya.

ALIF ALGIPARI NURHIDAYATULLOH
Namanya adalah Alif Algipari Nurhidayatulloh,
dia terlahir di pelosok desa yang mempesona di titik
baratnya Pulau Jawa dan pastinya di Negara Republik
Indonesia. Hidupnya tidak mewah, tapi hidupnya penuh
cinta kasih dari orang tuanya. Nama yang diberikan
ayahnya yang selalu mencemaskan perasaannya, Ibu

122

yang telah mengandungnya selama 9 bulan,
Alhamdulillah dia di beri nyawa untuk hidup. Tuk hidup
menjadi manusia berakal bukan manusia yang nakal,
sakit begitu sakit yang Ibu rasakan belum ia bayar tapi
katanya: kelak „kan kubayar bukan dengan uang, tetapi
dengan menjadi orang yang benar.

Garut, itulah nama daerahnya yang mana di
situlah pertama dia melihat indahnya bumi dan
tangisan pertamanya yang dilihat oleh kedua orang
tuanya yang merasa sedih campur bahagia ketika
melihatnya. Tanggal lahirnya adalah 10 september
2002 M yang bertepatan dengan 03 rajab 1423 H
dan mottonya:

“‫” ِم ْن ُح ْس ِن إِ ْسلاَ ِم ا ْل َم ْر ِء تَ ْر ُكهُ َما لاَ يَ ْعنِيْ ِه‬
“Di antara tanda kebaikan ke-Islaman
seseorang, dialah yang meninggalkan hal-hal yang
tidak bermanfaat baginya.” yang diambil dari suatu
hadits Rosululloh S.A.W sedangkan pesannya adalah:
Jadilah orang mencari solusi bukan mencari sensasi.

123

DEMIA LAVIONA
Demia Laviona, lulusan S-1 Fakultas Pertanian
UNPAD tahun 2004 ini pernah bekerja pada divisi
Marketing, Operasional, dan Human Resources sebagai
Trainer di beberapa perusahaan selama kurun waktu
2005-2011. Ia kemudian memutuskan menantang diri
menjadi ibu rumah tangga yang secara penuh
mendampingi anak dan mengurus rumah tangganya.
Suatu peran yang juga membantu dirinya mulai
mempelajari kembali minat yang sempat ia tinggalkan
ketika bekerja dulu. Membaca, menulis, dan mendesain
adalah minatnya.

DJASMANI
Namanya Djasmani, wanita berzodiak Taurus
yang dilahirkan di Kota Balikpapan bulan Mei tanggal
enam ini memiliki hobby menulis dan sedang berusaha
untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Penulis
bisa disapa di akun Facebook Djasmani Sp dan
Instagram @anidjasmani

124

DYAH JUANDARI

Dyah Juandari, lahir di Sukabumi tahun 1987. Ia
seorang sekretaris yang sangat suka mengarang cerita,
pengagum kopi panas, dan hawa pegunungan. Saat ini
aktif di berbagai kelas menulis dan sedang berjuang
menyelesaikan satu buah novel solo. Ia mengeluarkan
mimpi-mimpinya melalui kertas lalu menjadikannya
sebuah cerita. Jejaknya bisa dilacak di akun instagram;
@dyhjdri. Kicauannya kadang terselip di akun
twitternya @dyhjdri.

FARHAH ARISAH

Namanya Farhah Arisah, kebanyakan orang
memanggilnya dengan nama icha. Ia lahir di Desa
Rowotamtu pada tanggal 24 april 2001, Kecamatan
Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
Tercatat sebagai mahasiswa Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Jember jurusan Tadris IPS. Ia tertarik di
bidang tulis menulis sejak ia duduk di bangku Madrasah
Ibtidaiyah. Jejak bisa ditemukan di akun instagram
@pena.kecilku24 dan akun instagram pribadinya
@farhaharisah. Adapun motto hidupnya adalah
kerjakan dengan lebih, sepenuh hati serta percaya diri.

125

FITHRI WIDYANITA YARISMA

Fithri Widyanita Yarisma, lahir 5 Mei 1983 di
Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Ibu dari satu anak
dan istri dari satu suami ini sedang asik belajar
bercocok tanam. Aktivitas kesehariannya sebagai staf
pada sebuah perguruan tinggi swasta di kota
Semarang. Ibu dengan gelar pendidikan Magister
Akuntansi ini memiliki hobi jalan-jalan, nonton film dan
kuliner. Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana,
filosofi Jawa yang selalu dipegang oleh ibu si penikmat
senja ini.

JEKI PURWANTO

Penulis adalah lelaki yang lahir 24 tahun silam,
bercita-cita menjadi guru besar dan penulis. Jeki, begitu
orang memanggilnya, lengkapnya Jeki Purwanto.
Penulis tinggal di sebuah desa di sudut Pulau Borneo,
lengkapnya Jalan Cemara Indah RT 01 Desa Sungai
Damar, Kab. Sukamara, Kalimantan Tengah. Tapi, jika
ingin menghubunginya bisa lewat emailnya:
[email protected]. Penulis pernah meraih
juara 2 Cipta Cerpen dan Juara 1 Cipta Puisi Tingkat
Kabupaten Sukamara. Moto hidupnya “Selalu
melakukan yang terbaik kapanpun dan dimanapun.”

126

KHAIRA NAZIRA
Khaira Nazira kerap disapa Key atau Khera
lahir di Peureulak, Aceh Timur, 4 Mei 2004 silam.
Lumayan pandai bernyanyi, namun tak punya nyali
hingga beralih menulis puisi. Pernah menjuarai Lomba
Cipta Puisi Kabupaten, namun kurang beruntung di
seleksi Nasional, juga menjadi pemenang berturut
Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat kabupaten Aceh
timur tahun 2019 dan 2020. Saat ini sedang belajar di
SMAN 1 Idi dan berkeinginan untuk melanjutkan
Pendidikan Tinggi di jurusan Komunikasi atau Sastra.

MEGAWATI PURWANINGRUM
Megawati Purwaningrum adalah seorang
pendidik di sebuah Seolah Dasar di Kabupaten
Banyumas. Berawal dari pengalaman masa remaja
yang tidak pernah memiliki keberanian untuk curhat
dengan orangtua sehingga mencurahkan isi hatinya
lewat goresan pena. Terinspirasi dari guru besar
Ahmad Tohari yang pernah menghadiahinya buku
disela-sela acara, menjadikan Mega muda menjadikan
sosok pencipta Ronggeng Dukuh Paruk ini menjadi

127

panutannya. Gairah menulis semasa SMA Kembali
terpatik setelah membaca beberapa karya yang
dituliskan kawan seperjuangannya Umtiya. Perjalanan
cinta saat muda, pernah terjatuh dalam lingkaran cinta
yang tak semestinya menjadikan ia ingin memperbaiki
kesalahan yang pernah tercipta. Tulisan ini juga
termasuk salah satu ungkapan permohonan maaf pada
hati yang pernah tersakiti, serta ucapan terimakasih
kepada keluarga, teman serta orang-orang yang tulus
memberikan cinta dan dukungan tanpa pamrih.

MUHAMMAD ZAINAL ABIDIN
Dia bernama Muhammad Zainal Abidin. Remaja
kelahiran 06 Agustus di Grobogan. Tertarik dengan
dunia literasi dikarenakan ia ingin mengungkapkan
kata-kata dalam bentuk karya sastra. Anak pertama
dari 2 bersaudara ini suka menulis puisi. Baginya selain
sebagai seni, menulis adalah sarana mengekspresikan
diri. Selamat membaca.

128

NICOLAS DIO

Nicolas Dio, seorang pria kelahiran Lawang,
Malang, Jawa Timur ini adalah seorang karyawan
yang berprofesi sebagai cleaning service di sebuah
perusahaan retail fashion, di salah satu mall ternama di
Surabaya, sehingga membuat pria yang hobi bermain
catur ini harus berdomisili di Kota Pahlawan itu. Pria
yang juga menyukai musik ini―terutama alat musik
gitar―adalah seorang yang hobi menulis novel, namun
tidak percaya diri untuk menerbitkannya. Anak kedua
dari dua bersaudara ini lebih menyukai suasana yang
hening,dan penyuka anime. Pria kelahiran 8 maret
1991 ini juga suka mempelajari ilmu agama,dan ilmu-
ilmu yang bersifat sosial. Berkeinginan untuk menjadi
penulis best seller dan terkenal,berdakwah lewat tulisan.

NURAJIZAH

Nurajizah, gadis asli Provinsi Banten yang tinggal
di daerah Anyer. Pengagum tulisan-tulisan hijrah
milenial ini lahir Bulan April. Spesialnya adalah jomblo
ahaha ... #candamblo. Jejaknya bisa disapa via akun
Instagram @jizzzhhh_000 dan siap #fff for add a
relation. 

129

NALIZA SYAHRINA
Penulis memiliki nama lengkap Naliza Syahrina.
Berdomisili di Kota Jakarta. Kegiatan sehari-hari
sebagai karyawan dan aktif di komunitas Merry Riana
Corporate Ambassador. Karena suka membaca buku
khususnya buku pengembangan diri dan tertarik untuk
menulis buku juga untuk menginspirasi. Buku ini adalah
buku antologi puisi yang kedua setelah sebelumnya
menulis buku antologi puisi dengan tema kehilangan,
selain itu juga menulis buku antologi cerpen yang
berjudul Benang Rindu. Penulis dapat ditemui lewat
akun IG @nalizasyahrina. Saran dan kritik sangat
terbuka untuk mendukung proses belajar bersama.

RAMLANA SAFITRI
Ramlana Safitri, adalah seorang wanita lahir di
negeri berselimut kabut. Serpihan surga tersembunyi,
tepatnya di Kota Dingin Takengon. Ia ingin terus
belajar di bidang kepenulisan meskipun bukan berlatar
belakang sastra. Penulis dapat ditemui melalui akun
media sosial Ig: @lana.rsft.

130

REZKY AMELIA
Rezky Amelia, lahir di desa kecil yakni Arung
Dalam, Kepulauan Bangka Belitung. Aktivitas
kesehariannya yaitu mengajar di SMK N 2 Koba. Sajak
telah menjadi teman setianya sejak lama.
Kesenangannya dalam bermain kata-kata menjadikan
ia terlena untuk merangkai tiap kata yang ada
sehingga terciptanya puisi yang berjudul “Sajak
Penerimaan”. Saat ini ia masih aktif di berbagai
aktivitas kepenulisan dan aktif menulis sastra bersama
teman-teman komunitas menulis. Ia dapat disapa
melalui instagram @Rezky_Imaji.

RINA DESTARIZA
Namanya Rina Destariza, S.Pd, perempuan
berusia 33 tahun kelahiran Padang, 27 Desember
1987, anak kedua pasangan bapak Syafrizal dan ibu
Kasmita, S. Pd. Saat ini penulis berdomisili di Kota
Padang, Sumatera Barat. Penulis mempunyai hoby
membaca dan menulis. Penulis bisa di sapa melalui akun
instagram @Rina Destariza ,FB : Rina Destariza, dan
chat WA 081374397783.

131

RINA LISTYANINGRUM
Penulis dengan nama pena Hening N'na, memiliki
nama lengkap Rina Listyaningrum. Berdomisili di Kota
Padalarang, Bandung. Kegiatan sehari-hari sebagai ibu
rumah tangga dengan tiga orang putra dan putri.
Kecintaannya pada buku membuatnya tergerak untuk
mulai belajar menulis dengan berbagai macam genre
tulisan. Penulis dapat ditemui lewat akun IG
@ummuzahraqonita.
Saran dan kritik selalu terbuka untuk mendukung
proses belajar bersama. Terima kasih kepada mentor
kelas puisi Kak Amalia Rizqi dan tim yang sudah
membagikan semua ilmu kepenulisan di bidang puisi.
Semoga menjadi amal jariyah pemberat timbangan
amal kebaikan di akhirat. Barakallahufiikum.

STEPHANIE HANDOJONO
Namanya Stephanie Handojono, perempuan
kelahiran Surabaya, 8 Januari ini adalah sosok yang
hangat, imajinatif, dan suka bekreasi baik itu di dapur
atau pun dalam dunia seni menulis. Penulis bisa disapa
lewat akun instagram @Steph_Idea_Creativity

132

THARIE RANU
Tharie Ranu, ibu tiga anak yang memiliki hobi
melukis, memasak, dan membuat kerajinan ini lulusan
IPB yang kesehariannya mengajar seni di sebuah
sekolah swasta. Tahun ini bertekad untuk mencoba
dunia menulis yang sebenarnya sudah disukai sedari
masa sekolah.

VIKA AYU DIYANTIE
Penulis bernama Vika Ayu Diyantie. Lahir pada
tahun 1998 di Kota Magelang, Kota Sejuta Bunga.
Pernah tinggal di Bintaro, Kota Tangerang Selatan dari
tahun 2016 sampai tahun 2019. Penulis mengabdikan
diri untuk negeri di Kabupaten Indramayu sejak tahun
2020. Penulis dapat disapa melalui instagram
@vkadynt.

133

YANTI SETIAWADI
Seorang Ibu rumah tangga, yang mulai menulis
kembali di masa pandemi, aktifis komunitas kanker di
Bandung
Akun IG: yantisetiawadi
Akun FB: Yanti Setiawadi
Email: [email protected]

134



Catatan _________

Terima kasih sudah membaca tulisan
sampai akhir.


Click to View FlipBook Version