The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kurniawatimaulida487, 2021-09-15 02:53:35

1001 Aksara Perihal 'Aku'

1001 Aksara Perihal 'Aku'

INI, AKU

Aishah Wulandari

Lihatlah aku … pandanglah aku … ini, aku
Kedua bola matamu hanya memandangnya
Tak satu pun ke arahku
Duniamu hanya berputar padanya
Duniaku di luar duniamu
Dimanakah aku harus berada … agar engkau
melihatku
Haruskah aku memasukimu
Masuk ke dalam dunia yang tidak aku pahami
Haruskah aku selalu berkorban
Sedangkan engkau …
Tiada pengorbanan yang kau lakukan untukku
Air mata, peluh keringatku yang menjadi saksi bisu
Air mata ini menetes saat melihatmu
Peluh keringatku membasahi saat letih menderaku
Letihnya jejak langkahku menujumu
Letihnya hati ini …. letihnya jiwa raga ini
Akankah semua ini bisa kau obati?
Akankah kau melihatku …

45

Ini, aku … yang kau bilang separuh jiwamu
Ini, aku … yang kau bilang alasan engkau
bernafas
Ini, aku … yang masih berdiri di sini
Ini aku … yang akan selalu melihatmu
Ini aku … dunia yang telah engkau tinggalkan
Dunia yang dulu seolah tak terpisah
Dunia barumu telah melupakanku
Dunia tanpa kata-kata … dunia yang memisahlan
kita
Lihatlah aku … pandangilah aku sekali lagi
Engkau hanya tersenyum dengan lesung pipitmu yang
indah
Engkau katakana … aku menunggumu di sini
Di tempat yang paling indah
Tubuh rampingmu berjalan lurus tanpa menoleh
Akhirnya, engkau pergi tanpa kata
Aku hanya meneteskan air mata … memandangmu
pergi
Ini, aku … yang akan selalu mendo‟akanmu
Ini … aku

Surabaya, Sabtu, 20 Maret 2021

46

INI, AKU

Aishah Wulandari

Ini, aku
Bentangan laut memisahkan kita
Birunya laut, dalamnya samudra, ganasnya ombak
Takkan mampu mengobati rasa rinduku padamu
Rinduku hanya dalam imajiku

Ini, aku
Yang akan selalu merindumu
Rinduku yang menggunung hanya untukmu
Akan kusimpan rindu ini hanya untukmu
Di kedalaman samudra hatiku
Ini, aku
Yang bertanya padamu, musim apakah saat ini?
Musim semi, katamu
Kau katakan, bunga-bunga indah bermekaran
Kujawab dengan, seperti rinduku yang selalu
bermekaran untukmu

47

Ini, aku
Yang selalu bertanya padamu, kapan engkau
kembali
Karena rindu ini akan tulus meletus
Engkau hanya tersenyum bahagia
Tak mampu berkata-kata
Ini, aku
Engkau katakan padaku, jangan simpan rindumu
Engkau tak mampu menanggungnya
Engkau katakan musim telah berganti
Seperti hatimu yang tak lagi padaku
Ini, aku
Gunung rinduku lelah meletus
Lahar rinduku mengalir ke segala penjuru
Gunung rinduku sudah hancur
Ini, aku … rindumu yang telah lelah

Surabaya, Sabtu, 20 Maret 2021

48

NUGGERY

Akasa E.

langkah kaki terhenti
pada petak ubin tiga kali tiga
disandarkannya cerita
pada kursi malas yang kini renta

satu, dua, jemari menari
merangkai lembaran kata
pada pantulan cahaya biru
ia hanya berhenti tuk sesekali menyapa
pada mendung,
pada rintik hujan,
pada kesiur angin
di punggung jendela

49

hari ini fajar pun tenggelam dalam biliknya
sama seperti kemarin
membawa pergi asa, suara, dan rasa
untuk kembali

Purworejo, 28 Maret 2021

50

INI HARI YANG PULAS

Akasa E.

Ini hari yang pulas
Bunga tidur jamak bersemi
Mereka mendayu
Lagu kegemaranku
“la lu la lu la li”

Bila tiba saatnya aku menuai
Akankah kutemukan cermin hatiku di sana?
Atau mungkin kaus kaki biru yang lama
kuhilangkan
Ah, jangan dulu
Matahari belum di timur

Purworejo, 28 Maret 2021

51

INI AKU

Alif Algipari Nurhidayatulloh

Beberapa orang kadang tidak paham dengan cara
bicaraku, ekspresi mukaku
Atau caraku menjawab

Inilah aku
Aku tidak bertanya bukan berartiaku sombong
Engga senyum enggan menyapa
bukan berarti aku tidak ramah
Tapi karna keterbatasan hidup
dan masalah yang kuhadapi
Akhirnya imbas pada mood atau;
belum sedekat itu untuk mengajak basa basi
Emosi numpuk sampai akhirnya keluar ucapan;
Iya, enggak, nanti
kesannya memang tak perhatian
Padahal aku hanya sedang malas
tuk melontarkan pembicaraan,

52

Terima kasih telah menjadi diri sendiri yang
tangguh
Walau masalah terkadang membuat diri rapuh
Terima kasih telah menjadi diri sendiri yang tabah
Berharap diriku ini selalu kuat dan tidak pernah
lemah
Karna hidup memang tidak pernah lepas dari
suatu masalah
Tetaplah tegar dan jangan pernah menyerah
Teruntuk diriku sendiri
Cukuplah sudah kau berputar di labirin yang
membinasakan
Sadarlah kau melenyapkan diri sendiri secara perlahan
Apapun yang kau dapat nanti tergantung apa yang
sekarang kau lakukan
Ambil langkah terbaikmu
ada yang harus kamu tentukan di suatu hari nanti.

Depok, 13 Maret 2021

53

TIPUAN RASA

Demia Laviona

Bukan …
Bukan kamu
Bukan juga kalian
Apalagi tentang mereka. Bukan
Pergi! Semua salah
Ini tentangku
A … ku!

Diriku ...
Membeku biru
Meringkuk dalam kelam
Meraba asa yang terbuang
Berharap sinar datang
Nyatanya membual
Ko … song!

Depok, 13 Maret 2021

54

ASA DAN AKU

Demia Laviona

Biar saja
Mereka menari sesuka
Berceloteh bebas beragam rupa

Tak peduli
Biar lelahku bermanja hari ini
Dari penat yang mengoyak hati

Kututup telinga
Bungkam bisingnya dunia
Semoga saja semua reda

Ya … Penjamkan!
Anggap semua hanya khayalan
Melangkah menuju impian

55

Jangan berhenti!
Di sana sudah menanti
Lihat saja ke satu sisi

Tatap ke arahnya
Ia menunggu di sana
Dia adalah … Asa

Depok, 13 Maret 2021

56

AKU

Djasmani

Aku …
Seberat apa pun beban di pundak
Sebesar apa pun prahara menghantam
Setinggi apa pun ombak menerpa
Sepanjang apa pun jalan yang harus ditempuh

Tak akan membuatku runtuh
Tak akan membuatku terjatuh
Tak akan membuatku terseret
Tak akan membuatku tertatih

Aku akan terus berdiri
Memikul beban itu
Menghalau prahara itu
Menerjang ombak itu
Meniti jalan panjang itu

57

Karena aku adalah aku
Aku yang percaya
tekad,
kegigihan,
dan doa
Akan mampu membawaku melewati semuanya

Balikpapan, 16 Maret 2021

58

AKU DAN HIDUPKU

Djasmani

Pagi ini ...
Kusambut hariku dengan senyum
Kusapa mentari dengan harapan
Kulangkahkan kaki menuju setumpuk asa
Kurentangkan tangan menggapai sederet mimpi

Aku ingin menggapai semua asa yang pernah kandas
Aku ingin meraih semua mimpi yang tertunda
Yang terus memanggilku
Mimpi-mimpi itu tersenyum padaku
Seolah berkata „raihlah aku‟

Tunggulah wahai mimpi indahku
Aku akan berlari kencang ke arahmu
Akan kutinggalkan semua mimpi buruk
Yang pernah menghampiriku
Karena aku bukan milik masa lalu
Aku dan hidupku adalah milik masa depan

Balikpapan, 16 Maret 2021

59

AKU HANYALAH AKU

Dyah Juandari

Ini Aku,
Yang selalu membiarkan jendela terbuka
Agar aroma fajar memenuhi penjuru ruangan
Segar, Aku suka

Ini Aku,
yang selalu mengayuh sepeda tiap hari
Menyapa Mbok Wiwik memberi semangat pagi
Padahal itu aku, menyemangati diri sendiri

Ini Aku,
Gadis biasa dalam dunia luar biasa
Aku menerima kurangku
Aku menerima kegagalanku
Aku menikmati patah hatiku

60

Menerima masa laluku
Mencoba mengurangi egoku

Tapi kadang, pikiranku menakutkan
Dibantu emosiku yang sulit kusembunyikan
Membuat sesuatu yang harusnya tidak ada
Malah menjadi ada.
Ini masalah.

Aku lupa bersyukur.
Namun, fajar yang hanya sebentar
Aromanya selalu membuatku tersadar
Agar tidak lupa bahwa aku hanyalah aku

Depok, 18 Maret 2021

61

INI AKU

Dyah Juandari

Mereka bilang belajar supaya berakal
Mereka bilang bersolek supaya molek
Mereka bilang kerja supaya kaya

Tubuh ramping, cantik
Rambut panjang, anggun
Usapkan pewarna bibir agar indah
Sedikit perona pipi agar manis
Jangan lupa maskara agar makin cetar
Mereka berlebihan

62

Ini aku,
Puas dengan wajah pucat tanpa rias
Aman dalam pakaian kebesaran
Nyaman dengan pencaharian
Bahagia apa adanya
Budi pekerti di atas segalanya.

Depok, 18 Maret 2021

63

AKU ADALAH AKU

Farhah Arisah

MENJELMA
Entah siapa aku yang sebenarnya
Yang kurasa aku hanyalah fatamorgana belaka
Kurasa aku ada namun tidak bagi mereka
Seperti halnya orang biasa yang bukan siapa-siapa

PERMAINAN
Entah siapa mereka
Mereka layaknya seorang raja
Yang sudah menduduki sebuah tahta
Dan lupa bahwa bumi adalah panggung istana yang
sebenarnya

TERSESAT
Di saat aku ingin menjadi seseorang
Mengapa mereka menganggapku bukan orang
Di mana arah jalan pulang

64

Mengapa gelap layaknya kamar yang petang

JAWABAN
Dulu aku bertanya siapa dia yang berwujud
Kini akulah wujud itu
Dulu aku bertanya siapa dia yang berbentuk
Kini akulah bentuk itu

AKU TERCIPTA
Waktu mulai berjalan
Di saat diri ini mulai di permainkan
Oh Tuhan, tunjukkan aku sebuah jalan
Bahwa segalanya tercipta sudah tentu memiliki
keindahan

AKU ADA
Aku yakin aku memang ada
Aku yakin aku memang nyata
Aku yakin aku memang tercipta
Aku yakin aku memang beraga

65

INI AKU
Lihatlah kemari dan pandanglah diri ini
Aku adalah aku dan inilah diriku sendiri
Aku tak pernah iri apalagi berkecil hati
Sampai memaksakan diri untuk bergaya sesuai
keinginan hati

BIARKAN
Jikalau memang tak suka
Mengapa harus berpura-pura
Katakan saja yang sebenarnya
Biarkan tak ada hati yang terluka

Jember, 17 Maret 2021

66

POHON OAK

Fithri Yarisma

Penantian panjang dengan sejuta perjuangan
Tak kenal kata menyerah
Tak kenal kata putus asa
Hingga akhir pada titik di mana ikhlas menyelimuti
seluruh rasa
Menyerahkan semua kepada Kuasa-Mu tanpa putus
doa

Penantian berbuah hasil dari kesabaran
Tertiuplah roh dari-Mu
Menjaga dan menunggu
Hingga terdengar sayup adzan ashar berkumandang
Tangisku terdengar
Penuh suka cita dirasakan

Kanako
Panggilan nama anak perempuan di Jepang
Kanako
Memiliki arti pohon oak
Kanako

67

Sebuah simbol kekuatan dan daya tahan
Kanako
Bunda memanggilku dengan nama Nara

Pohon Oak
Batang yang besar dan kokoh sanggup menahan
terpaan hujan dan angin
Pohon Oak
Cabangmu yang besar sebagai tempat berteduh dan
pelindung
Pohon Oak
Kayu yang dihasilkan kuat dan keras

Pohon Oak
Pohon indah, besar dan mempesona
Pohon yang besar, menjuntai tinggi dan tumbuh
melebar
Memberikan keteduhan dan kenyamanan

Semarang, 17 Maret 2021

68

GUNDAHKU UNTUKMU

Jeki Purwanto

Aku adalah jiwa yang resah oleh dunia
Aku adalah jiwa yang tersandung gundah gulana
Pantaskah jiwa ini menyusuri jalan nabimu
Pantaskah jiwa ini menyusuri jalan surgamu

Ini tentang aku yang selalu mencipta kata agar kau
peka
Tapi tak pernah satu, selalu beradu di antara pukulan
para serdadu
Egoku akan Tuhan menjadikan engkau tersekat dalam
kelam
Mencipta sepi beriring senja, hingga kau mengiba
dengan dusta
Tapi, aku tersadar bahwa kini berbeda kasta di antara
kita

Keadilan hanya gilasan dalam bayang
Ini tentang aku, insan fakir berharap kasihmu

69

Dalam bisu hati membeku beriring pilu
Dalam remang aku membayang kuasamu
Ini tentang aku, insan muda bergelimpang dosa
Aku bersujud dalam doa padamu sang penguasa jagat
Pintaku hanya satu yakni cairkan keadilan tanpa sekat
Aku merindu ayatmu menjadi tuntunan di sentero jagat
Aku merindu kitabmu beradu dengan palu

Sukamara, 17 Maret 2021

70

AKU DALAM DIAM

Jeki Purwanto

Bila sampai ajalku tiba
Aku kaku dalam diam, membisu dalam pilu
Senja di pelupuk mata membayang resah akan hati
yang patah
Terik mentari membakar kulit ari para buruh tani
korban impor padi

Inilah aku yang terpaku dalam diam
Inilah aku yang terkapar
oleh ancaman parlemen gadungan
Aku terkubur oleh harapan akan kemerdekaan
Aku tenggelam oleh ombak dusta tahunan
Aku masih berdiri di antara jiwa kelu demokrasi
Aku tersadar dalam sujud panjang akan artinya
perjuangan
Ini bukan tentang aku tapi tentang generasi masa
depan yang terkungkung oleh hutang
Hutang warisan generasi kita yang bungkam dalam
diam

71

Pagiku beradu dalam doa dijung sajadah tua
Siangku membakar rasa
akan panasnya kezaliman di depan mata
Koran kota berisi kabar duka
tentang orang hilang di sudut senja
Malam-malamku pekat akan harapan dalam dongeng
kemerdekaan
Inilah aku hambamu yang diam di antara hari-hari nan
kelam

Sukamara, 17 Maret 2021

72

BAWA AKU PERGI

Khaira Nazira

Hujan jatuh lagi
Menimpa sukma yang belum pulih
Menusuk tajam tiap pikiran
Dikiranya aku sekuat Adiwara
Melambai keras bak tak sadarkan jiwa
Menikmati malapetaka di bawah prasada

Hujan jatuh lagi
Diam-diam aku meneriaki langit
Menunggu musafir baik hati hendak singgah
Siapa tau diajaknya aku berkelana menyapa jagat
raya
Semoga

Aceh Timur, 22 Maret 2021

73

ALEGORI

Khaira Nazira

Dini hari bangun tidurku terlatih membanting indra
Menyumbat mata dan hidung agar tak keluar cairan

Cawan air mata serta mangkuk bubur berpadu serat-
serat nestapa
Tersusun apik atas nampan
Buah karya atma setengah baya

Saat hendak menggiring diri menyapa liar dunia
Tikaian berlangsung penuh spekta
Tanpa pikir panjang kutinggalkan saja
Berpinta-pinta semoga ibuku tak kenapa-kenapa

Sesampainya di muka manusia
Malah dijeratnya aku dengan siul-siul anjing
Berayun, menyusup, menusuk gendang telinga
Tembus ke hati
"Ah! Kuingin mati."

Aceh Timur, 22 Maret 2021

74

METAMORFOSA

Megawati Purwaningrum

Adakalanya orang menggapai asa dengan butiran
darah dan air mata
Adapula yang melenggang sempurna tanpa cela
Sejatinya hidup adalah penggalan episode kehidupan
Dimana jasad bergumul dengan ruhnya

Menggapai hakiki yang tertulis pada lauhul mahfudz
Melangitkan do‟a dalam simpuh
Mengusap lara yang pernah tercipta
Menghapus noda dekapan dosa

Pernah jatuh terjerembab dalam lubang nista
Dikungkung nikmat dunia yang fana
Lalu bangkit dalam pertaubatan
Lewat do‟a yang senantiasa dilangitkan

75

Metamorfosa sempurna tiap fasenya
Tak pernah luput dari cela
Hanya do‟a penguat segalanya
Ilahi Robbi tempat kita kembali
Inilah aku
Bak kupu-kupu dari ulat bulu
Restu tapa laku
Menuju surgaMu

Purwojati, 20 Maret 2021

76

EPISODE KEHIDUPANKU

Megawati Purwaningrum

Gadis muda yang belum matang usia
Mengawali hidup dari episode cinta
Langkah gontai menghadapi terjalnya kehidupan
Pecah biduk rumah tangga yang diharapkan

Asa yang terkubur satu persatu diraih
Meski perih dan tertatih
Menapaki kehidupan dalam bahtera
Berlayar menuju Samudra cinta
Tangis, darah, dan air mata
Dekapan dosa dalam fana
Penguat batin menuju dewasa
Karena kehidupan mengajarinya
Arti cinta yang sesungguhnya
Hanya didapat dari keluarga
Kasih yang tanpa pamrih
Berisi benih cinta dalam tasbih

Purwojati, 21 Maret 2021

77

TANPA NAMA

Zainal Abidin

Kala itu ingat, sekarang lupa dikau
Esok entah tak tahu menahu
Sedari tadi menunggu pasrah
Apalah daya diri tak gapah
Berjalan berkelok lemah daksa
Mengharap andai menjadi nyata
Inilah aku,
Dengan segala kekuranganku
Terpaku tengadah hadap payoda
Dewana akan buana
Seakan menggenggam,
Meraki hasrat penuh dendam
Dapat sehasta, inginkan sedepa
Bak memetik daun cempaka
Laku lajak tumbuhkan benawat
Abdi menghamba inginkan taubat

Jakarta, 24 Maret 2021

78

MENITI ASA

Zainal Abidin

Senandung rindu terucap merdu
Serayu perlahan mengetuk kalbu
Mendamba dikau seorang
Sekala sendu sedang menyerang
Kadang terlintas inginkan pasrah
Jasad mengeluh hampir menyerah
Senyummu bak bulan sabit
Menyadarkanku dari rasa sakit
Bangkit,
Kejarlah meski sulit
Harapan pasti „kan datang
Terbuka lebar untukmu peluang
Jangan terperangkap dalam bimbang
Yakinkan diri terus berjuang
Lampaui masa lalu
Meranngkai lembaran baru

Jakarta, 25 Maret 2021

79

AKU DAN TOPENG
KEHIDUPAN

Naliza Syahrina

Aku berkelana
berlari dan mencari setitik warna
aku terbuai dalam nyanyian yang mengusik jiwa

Aku pikir aku adalah aku
ternyata aku bukan aku
Aku hanya berjalan dalam bayangan semu
dan menyelami jiwa yang berdebu
Aku laksana tumbuhan
hidup dan tumbuh berbunga
lalu kemudian mati

Jakarta, 27 Maret 2021

80

AKU BERBEDA

Naliza Syahrina

Aneh adalah kata yang melekat pada diriku
ruang selalu tak ada untukku
sepi adalah teman hidupku
mereka tak mengerti aku
atau aku yang tak mengerti mereka?
tak mengapa jika aku berbeda
aku bukan potret orang asing
inilah aku

Jakarta, 27 Maret 2021

81

HATI DAN PIKIRAN(KU)

Nicholas Dio

Jika kehendak mampu memilih
Tuk kenyataan yang terjadi
Luka, sedih, kecewa, dendam
Tertuntut ku „tuk menerimanya

Pikiranku terus bersorak
Tak pantas kau hanya berdiam
Raih amarah, luapkan rasa
Lakukan untuk mereka
Tawa riang mereka
Bersorak atas deritamu
Dendam yang tersimpan
Agar mereka merasa pula
Jangan, lepaskan, biarkan
Jangan simpan dia dalamku
Kuterhenyak, terdiam, tertanya
Apa? Siapa? Di mana?

82

Andai kau memberikan serupa
Saat ikhlas tak pernah tersirat
Atau hanya maaf enggan terucap
Hilang sudah pembeda itu untukmu

Kau kah itu hatiku, tanyaku
Yang selalu terkira olehku
Kau jauh tak tergapai
Nyata kini kau dekat padaku
Hai kau, benar kau ...
Kau pikiranku, diamlah
Untukmu, iya untukmu
Hatiku, tenanglah, teruslah dekatku.

Surabaya, 28 Maret 2021

(Puisi ini menceritakan tentang seseorang yang tersakiti
dan tak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga di sini
pikiran dan hatinya yang berbicara.)

83

HANYA AKU

Nurajizah

Hanya aku yang bisa melihatmu begitu berharga
Tanpa kusadari aku tidak sendirian lagi
Aku akan berlari dan melindungimu
Aku akan menjadi satu-satunya untukmu

Aku akan menjadi kuat
Aku hanya perlu mengatasinya sendiri
Kamu harus percaya padaku
Tapi, hanya aku yang bisa merasakan perasaan ini

Kamu lihat, seberapa banyak aku berubah
Karena sekarang aku tahu gambaran dirimu
Kamu satu-satunya bagiku
Tetaplah bersamaku

84

Aku sedang dalam perjalanan menemuimu
Ada yang ingin aku katakan
Aku tak bisa mengubahnya dengan yang lain
Aku hanya ingin kamu tahu

Seberapa keras aku memikirkannya
Aku tak ingin menyesalinya
Bukan karena aku sekedar merindukanmu
Bukan karena aku sekedar memikirkanmu

Beritahu aku
Jika kamu ingin memikirkannya lagi
Jika kamu ingin melihatku lebih
Ayo kita memulainya

85

AKU HANYA

BAIK-BAIK SAJA

Nurajizah

Tak terhitung sudah berapa kali aku tertawa dan
menangis
Setiap waktu dan kenangan adalah rasa sakit yang
mengagumkan
Dengan mengharapkan imbalan yang fana
Aku menghindari penderitaan ini untuk menemui
penderitaan lainnya

Waktu terus berjalan, semuanya akan tetap menjadi
kenangan
Mari belajar dari kesalahan
Kita menjadi dewasa karena kegagalan
Aku memahami semua itu

Rasa sakit akan hilang, tapi bekasnya akan bertahan
lama
Hari ini pasti akan menjadi hari kemarin
Aku khawatir ini akan berakhir tanpa ragu

86

Dan tak ada yang berbeda

Aku bisa seperti orang bodoh karena seseorang
Aku lebih bahagia daripada saat lainnya
Kurasa aku tetap bisa bertahan
Semuanya berjalan baik

Nyatanya itu hanya jebakan
Dan tak ada yang bisa kulakukan
Aku berusaha mengatakan pada diriku sendiri bahwa
aku baik-baik saja
Inilah hidupku sekarang

Aku berharap suatu hari nanti
Aku bisa melupakanmu
Aku pun bisa menghilangkanmu
Agar aku hanya bisa merindukanmu sesaat

Serang, 26 Maret 2021

87

BUKAN PUTRI RAJA

Ramlana Safitri

Aku bukan pelangi yang bisa memberi warna indah
Di balik rinai jatuh ke bumi
Ini aku
Hanya seorang wanita berusaha tangguh
Berjuang menjadi akar yang kokoh
Aku tidak bisa menjadi embun di tengah mentari
Memberi kesejukan di pagi hari
Namun, aku bukan ranting yang rapuh dan patah
Menyerah karena kekurangan
Ini aku wanita biasa suka berpetualang
menatap langit di bawah pohon tusam
Desir angin menyapa di bukit Birah Panyang
Menelusuri jalan untuk menuju puncak tertinggi
Ini aku
Bukan seorang putri raja
Tinggal di istana

88

duduk di kursi mewah berlapis emas
aku hanya wanita biasa
paras tak secantik putri jelita
jadi, jangan bandingkan aku

Toweren, 21 Maret 2021

89

WANITA PENGEMBARA

Ramlana Safitri

Inilah aku
Tidak mampu seperti kirana
Juga tak bisa menjadi nirmala
Jangan bandingkan aku
Dengan berlian berkilau
Aku hanya mampu memberi terbaik yang aku bisa
Tidak sempurna seperti harapan banyak orang
wanita lemah mudah terlupa

Aku hanya seorang wanita pengembara
Yang membutuhkan panduan perjalanan
Jaremba bintang di langit tertinggi
Dengan sejuta mimpi

90

Inilah aku dengan segala kurangku
Tampak jelas di ujung perjalanan
Kubiarkan telinga mendengar cerita masa lalu
Tidak akan takut dibenci
Karena tidak memiliki
Kesempurnaan

Kute Panang, 24 Maret 2021

91

SAJAK PENERIMAAN

Rezky Amelia

Di tempat ini aku pernah mengisi
Mengisi goresan aksara kata penuh arti
Dan dibiarkan menjadi saksi
Bahwa kau pernah bertandang di imajinasi

Kaki ini pernah menahan
Dan raga sempat menopang dalam bertahan
Meski tak pernah diperhatikan
Namun tak kubiarkan dendam menggenggam
Tepat setelah jejak dibiarkan
Kau menyapa dengan penuh kecurigaan
Merasa asing dan terasingkan
Dan hati seketika mengunci dan membiarkan
Kepergianmu adalah soal ingin yang teruji

92

Keikhlasanku adalah soal melepaskan
yang tak perlu ditangisi
Dan aku bukan seonggok rasa
yang tak memiliki isi
Hingga keputusanmu tidak akan pernah kuungkit
lagi
Aku paham kali ini sedang patah
Mengerti bahwa ini hanya jembatan untuk menata
Dan percaya kebahagiaan yang terbaca mata
Kala sujud malam berisi kepasrahan air mata
Hari ini tangan itu meronta
Ingin kembali menggenggam karena siksa yang
nyata
Menangisi sesal yang tiada jeda
Namun aku memilih tak lagi membuka rasa
Ini aku bukan kamu
Tak lagi bersandar pada masa lalu

93

Membiarkan hilang ditelan waktu
Karena sungguh hati telah terlanjur beku

Kuucapkan terima kasih pada diri
Tak lelah dikunjung siksa yang enggan berlari
Lalu tersenyum sembab disapa ribuan caci
Dan salut berjuang bersama pedih

Koba, 21 Maret 2021

94


Click to View FlipBook Version