LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Disusun Oleh:
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.Pd., M.Tr.Kom
ASISTEN : NADIA LINA ISWANTI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
LEMBAR PENGESAHAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
Nama : Dicky Wahyu Pratama
Nim : 210631100109
Kelas : 3D
Lembar Pengesahan Praktikum
Dengan rincian kegiatan praktikum :
No Hari/Tanggal Modul Paraf Asisten
1 Senin, 22 Agustus 2022 Modul I
2 Senin, 05 September2022 Modul II
3 Senin, 19 September 2022 Modul III
4 Senin, 03 Oktober 2022 Modul IV
5 Senin, 17 Oktober 2022 Modul V
6 Senin, 31 November 2022 Modul VI
7 Senin, 14 November 2022 Modul VII
8 Senin, 28 November 2022 Modul VIII
Nilai Akhir:_______________ Bangkalan, 14 Desember 2022
Asisten Praktikum,
Mengetahui,
Dosen Pengampu,
MUHLIS TAHIR, S.Pd., M.Tr.Kom Nadia Lina Iswanti
NIP. 199105242020121012 NIM. 200631100138
ii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas
kehendak limpahan rahmat taufik serta hidayahnya pratikan dapat menyelesaikan Laporan
Akhir Praktikum Jaringan Komputer. Laporan yang praktikan susun dengan sistematis dan
sebaik mungkin bertujuan untuk memenuhi praktikum mata kuliah jaringan komputer.
Dalam proses pengerjaan laporan akhir ini, praktikan melakukan berbagai macam
percobaan yang tidak lupa mendapat bimbingan, arahan dan pengetahuan hingga praktikan
dapat mampu menyelesaikan laporan akhir ini dengan baik. Maka dari itu dengan
terselesaikannya laporan akhir ini praktikan mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan akhir ini, khususnya kepada :
1. Kepada Bapak Muhlis Tahir, S.Pd., M.Tr.Kom selaku dosen pengampu mata kuliah
jaringan komputer.
2. Kepada Kak Nadia Lina Iswanti selaku asisten praktikum jaringan komputer.
3. Kepada kedua orangtua dan teman-teman yang selalu mendoakan kelancaran dalam
menyelesaikan laporan praktikum akhir ini.
Demikian laporan ini praktikan buat, mohon kritik dan saran atas kekurangan dalam
penyusunan laporan akhir ini. Semoga laporan akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
dan bagi saya sendiri selaku praktikan.
Kata Pengantar
Bangkalan, 14 Desember 2022
Dicky Wahyu Pratama
iii
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan Praktikum............................................................................... ii
Kata Pengantar ....................................................................................................... iii
Daftar isi................................................................................................................. iv
Laporan Praktikum Modul I.................................................................................... 1
Laporan Praktikum Modul II ................................................................................ 41
Laporan Praktikum Modul III ............................................................................... 56
Laporan Praktikum Modul IV............................................................................... 79
Laporan Praktikum Modul V ................................................................................ 95
Laporan Praktikum Modul VI............................................................................. 117
Laporan Praktikum Modul VII............................................................................ 146
Laporan Praktikum Modul VIII .......................................................................... 162
Penutup Laporan Akhir ....................................................................................... 183
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 184
Biodata Diri......................................................................................................... 185
Daftar isi
iv
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
1
MODUL 1
TCP/IP dan SUBNETING
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama/ 210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 22 Agustus 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan :
1. Mengetahui jenis-jenis kabel jaringan
2. Memahami Konsep penghitungan subnet jaringan computer
3. Mengkonfigurasi TCP/IP pada cisco packet tracer
1.2 Landasan Dasar Teori
A. Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk
mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Media
transmisi dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Media transmisi berkabel, yaitu media transmisi yang
menghubungkan pengirim dan penerima secara fisik berupa kabel.
Media transmisi berkabel ini dibedakan menjadi:
• Twisted Pair
• Coaxial
• Fiber Optik
b. Media transmisi tanpa kabel/nirkabel
• Gelombang Mikro
• System Satelit
• Infra Merah
• Sinar Laser
2
Twisted Pair
Kabel twisted pair (pasangan berpilin) merupakan sebuah bentuk
kabel dimana dua konduktor digabungkan yang bertujuan untuk
mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar
seperti radiasi elektromagnetik dari kabel unshielded twisted pair
(UTP), dan crosstalk (cakap silang) diantara pasangan kabel yang
berdekatan. Kabel twisted pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan
mengalami gangguan lain sewaktu kabel kusut. Akan tetapi,
keunggulan kabel twisted pair ini terhadap jaringan secara keseluruhan
yaitru apabila sebagian kabel twisted pair rusak, maka tidak semua
jaringan akan terhenti seperti yang mungkin terjadi pada kabel coaxial.
Contoh dari twisted pair ini adalah Unshielded Twisted Pair (UTP) dan
Shielded Twisted Pair (STP).
a. Unshielded Twisted Pair (UTP)
Unshielded Twisted Pair atau disingkat UTP adalah salah satu
jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga yang tidak
dilengkapi dengan shield/pelindung internal. UTP merupakan jenis
kabel yang paling umum dan sering digunakan di dalam jaringan lokal
(LAN) karena harganya yang cukup murah, fleksibel dan memiliki
kinerja yang relatif bagus.
Tabel 1. Kategori Kabel UTP
KATEGORI KEGUNAAN
Category 1 (Cat1)
Category 2 (Cat2) Komunikasi suara analog, hanya cocok
Category 3 (Cat3) untuk suara saja.
Category 4 (Cat4) Transmisi suara maupun data digital
hingga 4 megabit per detik
Transmisi data digital hingga 10
megabit per detik
Transmisi data digital hingga 16
megabit per detik
3
Category 5 (Cat5) Transmisi data digital hingga 100
Enhanced megabit per detik
Category 5 (Cat5e) Transmisi data digital hingga 250
megabit per detik
Category 6 (Cat6) Transmisi data hingga diatas 1000
megabit per detik. Digunakan untuk
mendukung Gigabit Ethernet.
Diantara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e)
dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang
banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet.
Konektor yang biasa digunakan adalah RJ45.
Gambar 1. Unshielded Twisted Pair (UTP)
Terdapat 2 buah strategi pengkabelan kabel UTP Category 5 ini, yaitu:
• Kabel Straight
Digunakan untuk menghubungkan client ke hub atau router.
Gambar 2. Kabel Straight
4
• Kabel Crossover
Digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus
tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.
Gambar 3. Kabel Crossover
B. Subnetting
a. Subnetting dan Netmask Kelas A
1. Diketahui suatu IP 10.0.0.0/16
2. Menghitung jumlah subnet Netmasknya /16 : 255.255.0.0
Bilangan biner = 11111111.11111111.00000000.00000000
Jumlah subnet : 2n -> n = jumlah bit yang aktif dimluai dari
octet kedua (angka 1)
: 28 = 256 subnet
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah host = 2x – 2 -> x
= sisa bit (bit 0) Jumlah host = 216 – 2 = 65534 host
4. Blok subnet : 256 – 255 = 1 Blok subnetnya : 0,1,2,3,4, dst.
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas A
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.255.0.1 10.255.0.1
Pertama
Host 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255. 10.255.255.
5
Terakhir 254 254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255. 10.255.255.
255 255
b. Subnetting dan Netmask Kelas B
1. Diketahui suatu IP 172.16.0.0/25
2. Menghitung jumlah subnet
Netmasknya /25 : 255.255.255.128
Bilangan biner = 11111111.11111111. 11111111.10000000
Jumlah subnet : 2n -> n = jumlah bit yg aktif dimluai dari octet ketiga
(angka 1)
: 29 = 512 subnet
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah
host = 2x – 2 -> x = sisa bit (bit 0) Jumlah
host = 27 – 2 = 126 host
4. Blok subnet : 256 – 128 = 128
Blok subnetnya : 0,128
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas B
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Pertama 172.16.0.1 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Host
Terakhir 26
Broadcast 172.16.0.1 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
27
c. Subnetting dan Netmask Kelas C
1. Diketahui suatu IP 192.168.1.0/26
2. Menghitung jumlah subnet
Netmasknya /2 : 255.255.255.192
Bilangan biner = 11111111.11111111. 11111111.11000000
6
Jumlah subnet : 2n -> n = jumlah bit yang aktif dimluai dari octet ke 4
(angka 1)
: 22 = 4 subnet
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah host = 2x – 2 -> x =
sisa bit (bit 0)
Jumlah host = 26 – 2 = 62 host
4. Blok subnet : 256 – 192 = 64 Blok subnetnya : 0,64,128,192
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas C
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host
Pertama 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Host
Terakhir 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Broadcast
d. Subnetting dan Netmask Menggunakan VLSM
1. Diketahui IP 192.168.0.0/27
2. Ip addres tersebut akan dibagi dalam 3 jaringan Lan 1 : 100 host
Lan 2 : 50 host
Lan 3 : 10 host
3. Urutkan jaringan dari host yang paling besar sampai dengan host
yang paling terkecil.
- Lan 1 : 100 host
- Lan 2 : 50 host
- Lan 3 : 10 host
4. buat urutan desimal seperti berikut :
27 26 25 24 23 22 21 20
128 64 32 16 8 4 2 1
7
5. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 1
a. Menghitung jumlah host
100 < 2n – 2 (100 adalah jumlah host LAN1, n adalah pangkat
yang diambil dari urutan desimal) 100 < 27 – 2
100 < 128 – 2
100 < 126 (126 adalah jumlah host LAN 1)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n
adalah pangkat yang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 7 = 25 (25 adalah prefix LAN1,
netmasknya = 255.255.255.128 /25)
6. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 2
a. Menghitung jumlah host
50 < 2n – 2 (50 adalah jumlah host LAN2, n adalah pangkat
yang diambil dari urutan desimal) 50 < 26 – 2
50 < 64 – 2
50 < 62 (62 adalah jumlah host LAN2)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n
adalah pangkat yang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 6 = 26 (26 adalah prefix LAN2,
netmasknya = 255.255.255.192 /26)
7. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 3
a. Menghitung jumlah host
10 < 2n – 2 (10 adalah jumlah host LAN3, n adalah pangkat
yang diambil dari urutan desimal) 10 < 24 – 2
10 < 16 – 2
8
10 < 14 (14 adalah jumlah host LAN3)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n
adalah pangkat yang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 4 = 28 (28 adalah prefix LAN3,
netmasknya = 255.255.255.240 /28)
8. Buat table pembagian IP Address
LAN IP SUBNET IP HOST 1 IP HOST N IP BROADCAST PREFIX
1 192.168.0.0 192.168.0.1 192.168.0.126 192.168.0.127 /25
2 192.168.0.128 192.168.0.129 192.168.0.190 192.168.0.191 /26
3 192.168.0.192 192.168.0.193 192.168.0.206 192.168.0.207 /28
C. TCP/IP
TCP/IP memiliki beberapa elemen umum yaitu sebagai berikut.
a. IP Address
Merupakan sebuah struing unik dalam angka decimal yang dibagi
dalam empat segmen. Tiap-tiap segmen bias ditulisi angka yang
terdiri dari 0 hingga 255 yang merepresentasikan 8 bit alamat tiap
segmen atau 32 bit untuk keseluruhannya.
b. Netmask atau Subnet Mask
Adalah tanda yang fungsinya membagi alamat IP yang menunjukkan
subnetwork. Misal IP kelas C, netmask standart adalah
255.255.255.0
c. Network Address
Mepresentasikan porsi jaringan dari alamat IP, misalnya host
12.128.1.2 di jaringan kelas A memiliki network address 12.0.0.0.
Host jaringan yang menggunakan IP pribadi seperti 192.168.1.100
akan menggunakan network address 192.168.1.0. Network address
tersebut menjelaskan bahwa jaringan termasuk dibagian kelas C
192.168.1
d. Broadcast Address
Merupakan alamat IP yang memungkinkan data jaringan dikirimkan
9
secara simultan ke semua host disebuah subnetwork. Broadcast
Addres standart untuk jaringan IP adalah 255.255.255.255. Namun
broadcast ini tidak bisa digunakan karena terblok oleh router. Alamat
broadcast biasanya diset auntuk subnetwork tertentu saja missal IP
192.168.1.1 akan memiliki alamat broadcast 192.168.1.255.
e. Gateway Address
Merupakan alamat IP yang harus dilewati oleh semua komputer di
jaringan yang ingin berkomunikasi dengan host di jaringan lain.
f. Name Server Address
Menunjukkan IP address dari domain name service yang bertujuan
menerjemahkan nama hostname ke alamat IP.
Remote System
Remote system merupakan sistem yang mengendalikan atau
mengakses mesin/komputer dari jarak jauh atau dengan
menggunakan komputer lainnya. Remote system ini mempermudah
kita dalam bekerja, jika pada suatu saat kita tidak dapat bekerja pada
mesin/ komputer tersebut. Secure Shell merupakan suatu protokol
yang mendukung sistem remote system ini.
Secure Shell (SSH)
Secure Shell (SSH) yang fungsi utamanya adalah untuk mengakses
mesin secara remote ini merupakan suatu protokol yang
memfasilitasi sistem komunikasi yang aman diantara dua sistem
yang menggunakan arsitektur client/server, serta memungkinkan
seorang user untuk login ke server secara remote. Mode teks ataupun
mode grafis merupakan bentuk akses remote yang bisa diperoleh
dengan menggunakan SSH.
Cara kerja dari SSH yaitu mengenkripsi data selama proses
komunikasi yang terjadi antara server dan client sehingga
menyulitkan user lain yang tidak diinginkan yang berusaha
mendapatkan account dan password sehingga merusak server yang
ada. Enkripsi merupakan proses atau mekanisme untuk
10
mengamankan informasi dengan cara membuat informasi tersebut
tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan atau alat khusus
SSH dirancang untuk menggantikan service-service pada sistem
UNIX/LINUX yang menggunakan sistem plaint-text seperti telnet,
ftp, rlogin, rsh, rcp. Fungsi ftp digantikan oleh sftp (secure ftp),
sedangkan fungsi rcp (remote copy) digantikan oleh scp (secure
copy).
11
1.3 Alat dan Bahan
Adapun Alat dan Bahan yang di gunakan yaitu :
1. Laptop
2. Cisco 6.1
3. Modul 1
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Donwload software Cisco di website resmi.
2. Install software Cisco sesuai dengan ketentuan yang ada
12
3. Buka software Cisco dengan mendouble klik pada software yang ada pada
desktop atau klik kanan klik Run as administrator.
*double klik pada software cisco
*klik kanan Run as administrator
4. Setelah itu akan muncul tampilan awal dan user interface dari software
Cisco
*tampilan awal
13
*tampilan user interface
5. Masukkan router dengan cara mengklik sebagai berikut dan drag router
Type (PT-Router) ke dalam lembar kerja.
1
3
2
*drag Router pada lembar kerja
14
6. Masukkan 2 router Type (PT-Router) pada lembar kerja
7. Masukkan Switch dengan cara mengklik sebagai berikut dan drag Switch
Type (PT- Switch) ke dalam lembar kerja.
1 3
2
*drag Switch pada lembar kerja
15
8. Masukkan 2 Switch Type (PT- Switch) pada lembar kerja.
9. Masukkan Client dengan cara mengklik sebagai berikut dan drag Client
perangkat berupa pc atau laptop dengan Type (PT) ke dalam lembar kerja.
1 34
2
*drag pc atau laptop pada lembar kerja
16
10. Masukkan beberapa perangkat setiap Switch minimal 3 perangkat. Jadi
totalnya ada 6 perangkat
11. Hubungkan antara Router,Switch, dan Client dengan menggunakan kabel
yang sesuai dengan ketentuan dengan cara mengklik sebagai berikut :
Ket :
• Kabel Straight berfungsi untuk menghubungkan antara 2 perangkat
yang berbeda contohnya computer ke switch,atau switch ke router
dan sebaliknya.
• Kabel Cross berfungsi untuk menghubungkan 2 perangkat yang
sama contohnya router ke router atau switch ke switch.
1 34
2
Ket : nomor 3 adalah kabel straight sedangkan nomor 4 kabel cross
12. Gabungkan semua perangkat dengan sesuai kebutuhan kabel untuk
menyambungkannya semua perangkat ketentuan bisa di lihat di bawah ini
dengan cara klik perangkat pertama dengan memilih konektor setelah itu
klik perangkat kedua dengan sesuaikan angka konektor yang sebelumnya
dipilih.
17
*Router memilih konektornya menggunakan kabel straight
*Switch memilih konektor sesuai routernya menggunakan kabel straight
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
18
*Perangkat PC memilih konektornya sesuai switch menggunakan kabel
straight
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
*Perangkat Laptop memilih konektornya sesuai switch menggunakan
kabel straight
19
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
*Perangkat PC memilih konektornya sesuai switch menggunakan kabel
straight
*Router memilih konektornya menggunakan kabel straight
20
*Switch memilih konektor sesuai routernya menggunakan kabel straight
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
*Perangkat Laptop memilih konektornya sesuai switch menggunakan
kabel straight
21
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
*Perangkat PC memilih konektornya sesuai switch menggunakan kabel
straight
*Switch memilih konektornya menggunakan kabel straight
22
*Perangkat PC memilih konektornya sesuai switch menggunakan kabel
straight
*Router 1 memilih konektornya menggunakan kabel cross
*Router 2 memilih konektornya sesuai Router 1 menggunakan kabel cross
23
13. Setelah itu kita setting ip router dengan cara sebagai berikut :
Router 1 :
*Double klik pada router
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
*Klik config setelah itu klik FastEthernet0/0 dan masukkan IPv4 Address
sesuai di atas (disini saya menggunakan IP kelas B) dan centang port
status.
Router 2 :
*Double klik pada router
24
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
*Klik pada FastEthernet0/0 dan masukkan IPv4 Address sesuai di atas
(disini saya menggunakan IP kelas C) dan centang port status.
14. Masukkkan semua IP perangkat dengan sesuai Ip pada router
*Double klik pada perangkat
25
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
*klik desktop setelah itu klik IP Configurasi.
15. Masukkan IP Configurasi pada semua perangkat diurut dari sebelah kanan
disesuaikan di bawah ini
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
26
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
27
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
28
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
16. Setelah itu kita setting IP Router 1 dengan Router 2 agar terhubung satu
sama lain dengan cara yang sudah ada di langkah langkah atas. Sesuaikan
dengan gambar di bawah ini untuk IP Confignya.
NAMA : DICKY WAHYU PRATAMA
NIM : 210631100109
KELAS : 3D
*Konfigurasi IP config Router 1 pada FastEthernet1/0
29
*Konfigurasi IP config Router 2 pada FastEthernet1/0
17. Setelah itu kita uji ping dengan salah satu perangkat. Dengan cara double
klik pada perangkat client->klik desktop->klik Command Prompt dan
ketikkan ping dan dilanjut masukkan IP sesuai client (IP 172.16.10.2). Maka
hasilnya seperti di bawah ini. Dan jika kita mengetikkan ping dan dilanjut
masukkan IP client lain (IP 172.16.10.4) masih dalam satu jaringan dan
ternyata seperti dibawah ini membuktikan kalau kita berhasil
menghubungkan client satu dengan client lainnya dalam satu jaringan
Router.
30
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
Hasil dari percobaan langkah langkah di atas sebagai berikut
Analisa : hasil percobaan di atas saya menggunakan 2 router, 2 switch, dan 6
client yang terdiri dari PC dan laptop. Disini saya menggunakan piranti berupa
kabel straight dan cross dalam menghubungkan perangkat perangkat diatas.
Untuk perbedaan kabel tersebut untuk menghubungkan perangkat yang sama
harus menggunakan kabel cross, dan untuk menghubungkan perangkat yang
berbeda kita bisa menggunakan kabel straight. Setelah kita menghubungkan
perangkat di atas dengan menggunakan kabel selanjutnya kita mengkonfigurasi
IP masing masing Client dan router secara manual dengan kelas berbeda tiap
Router. Dengan memasukkan pada router 1 = 172.16.10.1 dan router 2 =
192.168.10.1 dilanjutkan dengan angka selanjutnya pada angka paling belakang
kita bisa membedakan client 1 dengan client lainnya. Dan juga untuk
31
menghubungkan router 1 dan router 2 kita menggunakan kabel cross yang sudah
terhubung kita tinggal memasukkan Penukaran IP Config di bagian
FastEthernet1/0 pada Router 1 ke Router 2 dan Router 2 ke Router 1. Maka
dengan itu Router 1 dan Router 2 saling terhubung dan dapat bertukar data.
32
1.6 Tugas / Soal
1. Tentukan tipe koneksi masing-masing kabel dalam gambar berikut ini:
2. Diketahui suatu IP 10.10.0.0/16 (Kelas A). Hitunglah jumlah subnet, host
per subnet, blok subnet dan buat tabelnya.
3. Diketahui suatu IP 172.16.5.0/27 (Kelas B). Hitunglah jumlah subnet, host
per subnet, bloksubnet dan buat tabelnya.
4. Diketahui suatu IP 192.168.100.0/24 (Kelas A). Hitunglah jumlah subnet,
host per subnet, blok subnet dan buat tabelnya.
5. Dengan menggunakan metode VLSM dan IP192.168.1.0/25 hitunglah
jumlah host persubnet, prefix per jaringan dan buat tabelnya untuk LAN1
50 Host, LAN2 20 Host, LAN3 115 Host.
JAWABAN
1. Susunan kabel :
A = Straight
B = Straight
C = Cross
D = Straight
E = Straight
33
F = Straight
G = Straight
H = Straight
I = Cross
2. Diketahui :
IP Address = 10.10.0.0 /16
Jawab :
- Netmask = 11111111. 11111111.00000000.00000000
(diambil dari prefix 16)
= 255.255.0.0
(angka binner dari masing masing octet)
- Subnet = 28 (8 diambil dari bit 1 yang aktif dimulai dari octet
setelah octet 1)
= 256
- Host subnet = 216 - 2 (16 diambil dari sisa bit 0) *dikurangi 2
untuk broadcast dan network id
= 65534
- Blok subnet = 256 – 255
= 1 ( 0,1,2,3,4, dst)
Subnet 10.10.0.0 10.10.1.0 10.10.2.0 10.10.255.0
Host pertama 10.10.0.1 10.10.1.1 10.10.2.1 10.10.255.1
Host terakhir 10.10.0.254 10.10.1.254 10.10.2.254 10.10.255.254
Broadcast 10.10.0.255 10.10.1.255 10.10.2.255 10.10.255.255
34
3. Diketahui :
IP Address = 172.16.5.0/27
Jawab : = 11111111. 11111111. 11111111.11100000
- Netmask
(diambil dari prefix 27)
= 255.255.255.224
(angka binner dari masing masing octet)
- Subnet = 211 (11 diambil dari bit 1 yang aktif dimulai dari
octet setelah octet 2)
= 2048
- Host subnet = 25 -2 (5 diambil dari sisa bit 0) *dikurangi 2
untuk broadcast dan network id)
= 30
- Blok subnet = 256 – 224
= 32 (0,32,64,128,dst)
Subnet 172.16.5.0 172.16.5.32 172.16.5.64 172.16.5.128
Host pertama 172.16.5.1 172.16.5.33 172.16.5.65 172.16.5.129
Host terakhir 172.16.5.30 172.16.5.62 172.16.5.126 172.16.5.253
172.16.5.127 172.16.5.254
Broadcast 172.16.5.31 172.16.5.63
35
4. Diketahui :
IP Address = 192.168.100.0 /24
Jawab : = 11111111. 11111111. 11111111. 00000000
- Netmask
(diambil dari prefix 24)
= 255.255.255.0
(angka binner dari masing masing octet)
- Subnet = 20 (0 diambil dari bit 1 yang habis dimulai dari
octet setelah octet 3)
=1
- Host subnet = 28 (8 diambil dari sisa bit 0)
= 256
- Blok subnet = 256 – 0
= 256
Subnet 192.168.100.0
Host pertama 192.168.100.1
Host terakhir 192.168.100.254
192.168.100.255
Broadcast
36
5. Diketahui :
IP Address = 192.168.1.0 /25
LAN 1 dengan 50 Host
LAN 2 dengan 20 Host
LAN 3 dengan 115 Host
Jawab :
- Urutkan dari host terbanyak a. Jumlah host
Lan 3 = 15 host. 50 < 2n – 2
Lan 1 = 50 host 50 < 24 – 2
Lan 2 = 20 host 50 < 64– 2
- Hitung jumlah range IP Lan 3 50 < 62
a. Jumlah host Jadi jumlah hostnya =
115 < 2n – 2 62
115 < 27 – 2 b. Prefix
115 < 128 – 2 Prefix = 32 –n
115 < 126 = 32 – 6
Jadi jumlah hostnya = = 26
126 Jadi prefix lan 26
b. prefix
Prefix = 32-n
= 32 – 7
= 25
Jadi Prefix lan 25
-Hitunglah jumlah Range IP Lan 2
a. Jumlah Host
20< 2n – 2
20 < 25 – 2
37
20 < 32– 2
20 < 30
Jumlah hostnya = 30
b. Prefix
Prefix = 32 –n
= 32 – 5
= 27
Jadi prefix lan 27
- Tabel pembagian IP
Lan Subnet Host pertama Host akhir broadcast Prefix
3 192.168.1.0 192.168.1.1 192.168.1.126 192.168.1.127 25
1 192.168.1.128 192.168.1.129 192.168.1.0190 192.168.1.191 26
2 192.168.1.192 192.168.1.193 192.168.1.206 192.168.1.207 27
38
1.7 Simpulan
Pada praktikum modul 1 kali ini, kami di ajarkan mengenai perakitan
topologi jaringan, di mulai dari pemahaman Media Transmisi yaitu media
yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke
tempat yang lain. Twisted Pair yaitu merupakan sebuah bentuk kabel dimana
dua konduktor digabungkan yang bertujuan untuk mengurangi atau
meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi
elektromagnetik dari kabel unshielded twisted pair (UTP), dan crosstalk
(cakap silang) diantara pasangan kabel yang berdekatan. Kabel twisted pair
lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel
kusut. Contoh dari twisted pair ini adalah Unshielded Twisted Pair (UTP) dan
Shielded Twisted Pair (STP). Kabel Unshielded Twisted Pair atau disingkat
UTP adalah salah satu jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar
tembaga yang tidak dilengkapi dengan shield/pelindung internal. UTP
merupakan jenis kabel yang paling umum dan sering digunakan di dalam
jaringan lokal (LAN) karena harganya yang cukup murah, fleksibel dan
memiliki kinerja yang relatif bagus.
Subnetting adalah teknik yang digunakan untuk memecahkan jaringan
menjadi beberapa subjaringan yang lebih kecil. Kabel yang UTP yang kami
gunakan yaitu kabel cross dan straight kabel ini untuk perbedaan kabel
tersebut untuk menghubungkan perangkat yang sama harus menggunakan
kabel cross, dan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda kita bisa
menggunakan kabel straight. Setelah itu kita mengkonfigurasi IP masing
masing Client dan router secara manual dengan kelas berbeda tiap Router.
Dengan memasukkan pada router 1 = 172.16.10.1 dan router 2 = 192.168.10.1
dilanjutkan dengan angka selanjutnya pada angka paling belakang kita bisa
membedakan client 1 dengan client lainnya. Dan juga untuk menghubungkan
router 1 dan router 2 kita menggunakan kabel cross yang sudah terhubung
kita tinggal memasukkan Penukaran IP Config di bagian FastEthernet1/0
pada Router 1 ke Router 2 dan Router 2 ke Router 1. Maka dengan itu Router
1 dan Router 2 saling terhubung dan dapat bertukar data.
39
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Pelaksanaan Praktikum
Gambar 1.2 Bukti Pelaksanaan Praktikum
40
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
41
MODUL 2
CRIMPING KABEL
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama/ 210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 5 September 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan :
1. Mengetahui jenis-jenis kabel jaringan
2. Memahami Langkah-langkah Crimping
3. Mampu melakukan Crimping
1.2 Landasan Dasar Teori
A. Krimping Kabel
Crimping merupakan proses dimana sebuah kabel jaringan mampu
menjadi sebuahkabel jaringan yang utuh atau sempurna, atau crimping
juga disebut cara membuat kabel jaringan.
Crimping kabel dibedakan menjadi dua tipe kabel yaitu :
• Kabel Cross
• Kabel Straight
1. Kabel Cross
Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan
langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk
menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya
kurang).
42
Urutan pemasangan kabel UTP tipe cross:
Ujung kabel A Ujung kabel B
Putih orange Putih hijau
Orange Hijau
Putih hijau Putih orange
Biru Biru
Putih biru Putih biru
Hijau Orange
Putih coklat Putih coklat
Coklat Coklat
2. Kabel Straight
Kabel straight biasanya digunakan ketika untuk
menghubungkan komputerjaringan yang memakai hub atau client ke
hub. Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan
standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A
atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan
warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah
satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2
terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
43
Urutan pemasangan kabel UTP tipe Straight.
Ujung kabel A Ujung kabel B
Putih orange Putih orange
Orange Orange
Putih hijau Putih hijau
Biru Biru
Putih biru Putih biru
Hijau Hijau
Putih coklat Putih coklat
Coklat Coklat
Kabel UTP
Definisi kabel UTP adalah suatu jenis kabel yang dapat
dipakai untuk membuat jaringan komputer, berupa kabel yang di
bagian dalamnya berisikan 4 pasang kabel. Kabel Twisted Pair Cable
ini terbagi kedalam 2 jenis diantaranya, Shielded dan Unshielded.
44
Shielded adalah jenis dari kabel UTP yang memiliki selubung
pembungkus, sedangkan unshielded adalah jenis yang tidak
mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini
memakai konektor RJ-45 atau RJ-11. Fungsi kabel UTP yaitu dapat
digunakan sebagai kabel untuk jaringan Local Area Network (LAN)
pada sistem network/jaringan komputer, dan umumnya kabel UTP
memiliki impedansi kurang lebih 100 ohm, dan juga dibagi menjadi
kedalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai
penghantar data.
B. Konektor RJ45
Konektor RJ 45 digunakan untuk menghubungkan kabel dengan
port yang menggunakan port RJ 45. Konektor jenis ini sangat sering kita
jumpai karena banyak perangkat jaringan yang menggunakan port RJ 45
contohnya seperti LAN Card, router, switch dan lain-lain. Konektor RJ 45
tidak lepas dengan kabel UTP. Sebelum memasang konektor RJ 45, kabel
UTP biasanya disusun terlebih dahulu sesuai pin nya, susunan pin pada
kabel tergantung dari jenis kabel yang akan digunakan, apakah
menggunakan kabel straight atau menggunakan kabel crossover.
45
C. Crimping Tool
Crimping tools adalah peralatan yang digunakan untuk meng-crimping RJ-
45yang sudah terpasang kabel UTP dengan benar.
Fungsinya adalah :
a. Digunakan untuk memotong kabel
b. Digunakan untuk mengelupas kabel
c. Digunakan untuk mengcrimping RJ-45
D. LAN Tester
Lan Cable tester adalah alat untuk memeriksa kesempurnaan
pemasangan kabel konektor LAN (RJ45). Fungsinya agar bisa mengetahui
kabel LAN yang ingin kita pakai itu sudah sempurna atau tidak 5. 2 buah
46