B. System Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat
berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat
cadangan data/file pada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat
dilakukan untuk melakukan backup, misalnya cara yang paling sederhana
adalah dengan meng copy-kan data secara langsung ke media
penyimpanan misalnya disket ataupun CD-ROM. Ini merupakan cara yang
sederhana, tetapi kelemahannya adalah data menjadi terlalu mudah diakses
oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga
permasalahan akan timbul jika data dalam jumlah yang besar, semisalnya
data yang harus di backup oleh seorang administrator jaringan, data yang
ada akan terus berkembang sehingga mempersulit kerja dari administrator.
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup,
“tepat” disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file
atau direktorimenjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula
mengenai penghematan space dan juga perlu diperhitungkan masalah
keamanan juga. Jadi sebaiknya seorang administrator mengetahui cara
melakukan backup dengan metode kompresi, karena dengan metode ini
banyak file yang dapat dibundel menjadisatu , disamping itu dapat
menghemat ruang penyimpanan, dan juga dapat lebih aman, karena dapat
ditambahkan password pada filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di
download lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping
itu lebih baik digunakan dalam backup dalam jumlah yang besar. File
linux dapat dikompresi dengan tool open source yaitu Gzip atau Zip,
yang mana dikenali oleh kebanyakan operating system.
a. Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan
perintah : gzip namafile.ext
File kemudian akan terkompres dan tersimpan menjadi
namafile.ext.gz
97
b. Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup
mengetikkan perintah : gunzip namafile.ext.gz
Jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus
digunakan zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red
Hat linux dapat dengan mudah membuka file zip atau gzip, tetapi
operasi sistem yang bukan linux mungkin mengalami masalah
dengan file gzip.
c. Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan
perintah : zip -r namafile.zip files
Dalam contoh diatas namafile menggambarkan file yang telah
dibuat dan menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file
yang baru.
d. Untuk mengekstrak isi dari sebuah file cukup mengetikkan
perintah : unzip namafile.zip
Beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama
dengan cara memberikan spasi diantara 1 file dengan file
berikutnya.
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school
Perintah di atas akan mengkompres file1, file2, file3 dan isi dari
/user/work/school dan letakkan pada namafile.gz
2. Archiving with Tar
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini
merupakan suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip.
Biasanya file Tar diakhiri dengan ekstensi.tar
a. Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah: tar
-cvf namafile.tar file/directory
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah
dibuat dan file/directories menggambarkan file atau directory
yang ingin diletakkan pada file baru. Dapat digunakan nama path
relatif atau absolut untuk berkasberkas dan directori. Namun
pisahkan namafile dan directory dengan spasi.
98
b. Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile
absolute : tar -cvf foo.tar /home/mine/work /home/mine/school
Pada perintah di atas akan meletakkan semua file pada /work sub
directori dan /school sub directori pada file baru yang disebut
foo.tar pada directory kerja saat ini. Perintah tar -cvf foo.tar.txt
file1.txt file2.txt file3.txt akan menempatkan file1.txt file2.txt
file3.txt pada sebuah file yang dinamakan foo.tar.
c. Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikan perintah : tar
-tvf foo.tar
d. Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikan perintah :
tar -xvf foo.tar
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan
meletakkan salinanisi tar pada directori kerja saat ini. Perintah tar
tidak akan mengkompres file secara otomatis.
e. Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah : tar -
czvf foo.tar
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan
ekstensi.tgz dandikompres dengan gzip.
f. Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikan
perintah: tar -xzvf foo.tgz
1.3 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1. Laptop
2. Software VirtualBox
3. ISO debian-8.11.1-amd64-DVD-1
4. Modul 5
99
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Langkah – langkah install system operasi linux pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
109_Dicky Wahyu Pratama
b. Beri nama file virtual dan masukkan type linux karena kita akan install
system operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64 bit.
Kemudian next
109_Dicky Wahyu Pratama
c. Masukkan ukuran memori misal 1024MB
109_Dicky Wahyu Pratama
100
d. Pilih create a virtual hardisk now, artinya kalian membuat hardisk
virtual yang baru
109_Dicky Wahyu Pratama
e. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI
109_Dicky Wahyu Pratama
101
f. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan menggunakan
hardisk sesuai kebutuhan saja
109_Dicky Wahyu Pratama
g. Tentukan letak dimana file ini akan di simpan kemudian selesai
109_Dicky Wahyu Pratama
h. Lakukan pengaturan dengan menekan tombol setting pada tab menu.
109_Dicky Wahyu Pratama
102
i. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini
109_Dicky Wahyu Pratama
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder pertama
melalui cd/dvd rom.
j. Pilih storage untuk prses mount cd/dvd installer linux seperti gambar
berikut
109_Dicky Wahyu Pratama
k. Aturan network menjadi host-only adapter, dimana kalian
menggunakan virtualbox
109_Dicky Wahyu Pratama
103
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer
asli/host terkoneksi
internet Brdge adaper: ethernet komputer asli/host menjadi ethernet
bagi
virtualbox
Internal network: menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter: menghubungkan ethernet komputer asli dengan
virtualbox
2. Langkah – langkah install system operasi Debian 8
1. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan seperti
dibawah ini. Pilih Install
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Lalu pilih bahasa yang digunakan
109_Dicky Wahyu Pratama
104
3. Pilih lokasi untuk timezone
109_Dicky Wahyu Pratama
4. Untuk pilihan Local kita default seperti di bawah ini
109_Dicky Wahyu Pratama
5. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan.
109_Dicky Wahyu Pratama
105
6. Untuk menu mengatur jaringan pilih Do not configure
109_Dicky Wahyu Pratama
7. Masukan namahost ,disini diberi nama “dicky109”
109_Dicky Wahyu Pratama
8. Masukan password untuk root (akses super user)
109_Dicky Wahyu Pratama
106
9. Masukan nama user/pengguna, disini diberi nama “dickywp”
109_Dicky Wahyu Pratama
10. Password untuk user
109_Dicky Wahyu Pratama
11. Untuk pengaturan waktu pilih Western
109_Dicky Wahyu Pratama
107
12. Untuk partisi hardisk, bagi pemula dapat memilih guided entire disk,
yaitu sitem akan memandu kalian melakukan partisi dengan mudah .
Tapi kalian dapat juga melakukan partisi sesuai keinginan sendiri
dengan memilih “manual”.
109_Dicky Wahyu Pratama
Pada dasarnya dalam install sistem operasi linux terdapat dua partisi
yang wajib dilakukan, yaitu
a. Partisi sebagai root yang disimbolkan “/”
b. Partisi swap, dimana kapasitasnya disarankan sebesar 2x
memori komputer. Swap disebut juga sebagai virtual memori.
109_Dicky Wahyu Pratama
108
13. Kemudian kalian akan mendapat tiga pilihan
a. All files in one partition, dimana sistem operasi akan
membentuk dua partisi yaitu root( / ) dan swap.
109_Dicky Wahyu Pratama
b. separate /home partition, dimana sistem akan dibagi
menjadi partisiroot( / ), swap dan home
109_Dicky Wahyu Pratama
109
c. separate /home, /var, and /tmp partition dimana sistem
akan dibagimenjadi partisi root( / ), swap, home, var, dan tm
109_Dicky Wahyu Pratama
109_Dicky Wahyu Pratama
14. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar
tidak terlalu lama proses penginstalannya.
109_Dicky Wahyu Pratama
110
15. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar
tidak terlalulama proses penginstalannya.
109_Dicky Wahyu Pratama
16. Pada langkah ini pilih standart system saja
109_Dicky Wahyu Pratama
17. Pilih Yes pada menu install Grub Boot Loader
109_Dicky Wahyu Pratama
111
18. Pilih /dev/sda untuk install boot loader
109_Dicky Wahyu Pratama
19. Menunggu proses booting
109_Dicky Wahyu Pratama
20. Proses installation sudah selesai, dan untuk masuk ke root
masukkan userroot dan password
109_Dicky Wahyu Pratama
112
3. Praktek perintah dasar linux
a. Su, Untuk login
109_Dicky Wahyu Pratama
b. cd, Untuk aktif ke direktori yang dituju yaitu home
109_Dicky Wahyu Pratama
c. mkdir, Untuk membuat direktori baru
109_Dicky Wahyu Pratama
d. ls, melihat isi dari direktori aktif
109_Dicky Wahyu Pratama
e. rmdir , untuk menghapus direktori
109_Dicky Wahyu Pratama
113
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
109_Dicky Wahyu Pratama
Analisa:
Pada gambar di atas adalah hasil dari penginstallan Debian yaitu yang pertama
adalah login dengan menggunakan perintah “Su” kemudian untuk
mengaktifkan ke direktori yang dituju yaitu home menggunakan perintah “cd”
lalu untuk membuat direktori atau folder baru dengan menggunakan perintah
“mkdir” dan untuk melihat isi dari direktori aktif dengan menggunakan perintah
“ls” lalu untuk menghapus direktori dengan menggunakan perintah“rmdir”.
Diatas juga terdapat pembuatan folder dengan menggunakan touch, menghapus
folder menggunakan rm, mengcopy file dari direktori dicky_09 ke DICKY_09,
dll
114
1.6 Tugas
1. Buatlah folder baru bernama nama_nim (2 digit terakhir)
2. Isikan folder yang sudah dibuat
3. Copy file yang sudah anda masukkan ke dalam folder
4. Kemudian hapus folder yang sudah anda buat dan buktikan dengan
menampilkan isi folder
JAWABAN
1. Buat folder dengan nama_nim (2 digit terakhir)
2. Isikan folder yang dibuat dengan identitas
3. Copy file yang sudah di masukkan kedalam folder
115
4. Kemudian hapus folder yang sudah dibuat
1.7 Kesimpulan
Kesimpulan praktikum modul 5 ini adalah Sistem operasi Debian sudah biasa
digunakan sebagai server dalam jaringan komputer. Untuk membangun sebuah
server Debian dengan aplikasi seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada
client), DNS server (memberi nama server untuk meudah diingat), FTP server
(memberi layanan transfer file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada
server), telnet (control client secara remote) maupun proxy server maka kalian
harus memahami beberapa perintah dasar dari linux untuk kemudahan
melakukan konfigurasi server.
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Mengikuti Praktikum
116
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
117
MODUL 6
DHCP DAN DNS SERVER DI LINUX
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama /210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 31 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IP pada sistem operasi
debian
2. Mahasiswa mampu membuat DHCP server pada jaringan komputer
Lokal
3. Mahasiswa mampu memahami DNS Server
4. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DNS server
1.2 Landasan Teori
A. Pengerian THCP/IP
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
yang diterjemahkan menjadi Protokol kendali transmisi/Protokol Internet,
yang merupakan gabungan dari protocol TCP dan IP sebagai sekelompok
protocol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data
dari satu computer ke computer lain dalam jaringna internet yang akan
memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini
tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang protocol ini berupa kumpulan
protocol ( protocol suite). Protokol ini juga merupakan protocol yang paling
banyak digunkansaat ini, karena protocol ini mampu bekerja dan diterapkan
pada lintas perangkat lunak dalam berbagai system operasi istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
118
B. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani request
Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address pada server,
kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.
C. Pengertian DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan
sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang nama host atau nama
domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed database) di dalam
jaringan komputer yang menggunakan TCP/IP.
D. Fungsi DNS
Fungsi DNS adalah untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke bentuk
ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan pada jaringan
komputer adalah menggunakan deretan angka biner yang biasa kita kenal
dengan ip address. Pastinya, untuk dapat mendapatkan hasil yang maksimal
dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan networking hardware atau
perangkat keras jaringan yang juga dapat diandalkan.
Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama host biasanya kita
membuat domain name sebagai contoh www.google.com nama tersebut di
buat untuk membantu memudahkan pengguna mengingat alamat tersebut
yang menggunakan alamat ip address 173.194.72.103.
Nah, ketika kita menggunakan internet dan membuka alamat tersebut,
biasanya kita hanya mengetikkan nama domain saja atau tidak
menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu menerjemahkan
domain www.google.com tersebut ke ip address 173.194.72.103 agar dapat
di identifikasi di dalam jaringan.
DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari kelebihan yang di milikinya
seperti yang telah di singgung di atas, pengguna tidak perlu lagi mengingat
ip address tapi cukup dengan mengingat host name saja, berikutnya DNS
juga dapat konsisten karena sebuah IP address boleh berubah namun
hostname yang di gunakan tidak akan berubah.
119
E. Cara Kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter atau menerjemahkan nama
komputer ke bentuk biner ip address atau memetakan setiap nama komputer
ke dalam bentuk ip address. Komputer yang meminta request di sebut juga
dengan DNS client atau resolver sedangkan DSN penerjemah di kenal
dengan DNS Server.
Resolver atau client akan mengirimkan request ke server berupa queries,
kemudaian Name Server akan merespon dengan cara mengecek ke lokal
databasenya, dan bila mana queri tidak di temukan maka Name Server akan
menghubungi Name Server lainnya dengan mengirimkan queri
sebelumnya,jika request tidak berhasil di tangani maka Name Server akan
mengirimkanmessage failure kepada client.
Proses kerja di atas di sebut juga dengan forward lookup query dimana
permintaan client di proses dengan cara memetakan nama komputer (host)
ke bentuk IP address.
1.3 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1. Laptop
2. Software VirtualBox
3. ISO debian-8.11.1-amd64-DVD-1
4. Modul 6
1.4 Langkah-langkah Percobaan
A. DHCP Server
1. Desain Jaringan
Diasumsikan topologi jaringan server client seperti berikut ini :
109_Dicky Wahyu Pratama
120
a. Tentukan nomer IP server
b. DHCP server pada praktikum ini menggunakan virtual box. Maka
aturlah network pada virtualbox dengan mode :
1) Bridge : untuk melakukan instal paket langsung melalui
jaringankabel yang telah terhubung ke internet
2) Host Only Adapter: digunakan virtualbox(dhcp) server untuk
terhubung dengan client (berupa komputer kalian/sistem
operasi windows)
2. Setting Responsitory
Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui
berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui
media jaringan seperti HTTP dan FTP.
3. Instalasi Software via DVD/CD
Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet,
alias hanya untuk jaringan Lokal.
Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding
installasi melalui media jaringan.
Masukan CD/DVD Debian pada DVDROM. Dalam virtual box dapat
kalian lakukan:
109_Dicky Wahyu Pratama
Kemudian, Lakukan Perintah :
#apt-cdrom add
#apt-get update
121
4. Instalasi Menggunakan Jaringan Komputer
Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah
server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server
tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah
distro Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat
didownload, ataubahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui
media jaringan.
Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list berikut.
nano /etc/apt/sources.list
Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket
software yang tersedia
# apt-get update # apt-get upgrade
5. Konfigurasi TCP/IP
A. Mengaktifkan Ethernet Card
Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi
nama eth0, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback
diberi nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang
terpasang pada server Debian, gunakan perintah ifconfig.
( lo ) atau interface Loopback. jangan pernah sekalikali untuk
menon-aktifkan interface
Loopback tersebut. Sebab interface tersebut digunakan oleh
aplikasi-aplikasi server
Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost. Agar
dapat terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu
InterfaceEthernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default
untuk Ethernet pertama adalah eth0.
Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya
gunakan perintah ifdown.
#ifup eth0 atau #ifconfig eth0 up
122
B. Konfigurasi TCP/IP
1) Hidupkan Komputer Server anda yang sudah terinstall
linuxDebian Kemudian login lah sebagai Root.
$ su root
Lalu masukkan kedalam folder etc/network dan edit file
interfaces
#nano /etc/network/network
2) Setelah masuk dalam file interfaces. Silahkan
tambahkan/ubah IP Address. Disinilah tempat kita mengatur
IP dan menambahkan IP Address yang berhubungan dengan
pengalamatn IP.
109_Dicky Wahyu Pratama
Sesuaikan nomor IP server dengan rencana kalian pada
desain jaringan kompter tersebut. Setelah selesai maka
simpanlah
3) Kemudian jangan lupa restart paket setelah di konfigurasi
#etc/init.d/networking restart
109_Dicky Wahyu Pratama
Untuk cek keberhasilan pemberian IP, gunakan perntah
ifconfig. Jika IP tidak berubah lakukan kembali perintah
restart tersebut.
123
4) untuk memeriksa keberhasilan IP server terhubung dengan
clientmaka pada komputer client kalian yaitu sistem operasi
windows, kalian lakukan pengaturan IP secara manual
dengan IP yang sudah ditentukan (jangan lupa pada
virtualbox lkukan pengaturan network pada mode Host-Only
Adapter)
109_Dicky Wahyu Pratama
109_Dicky Wahyu Pratama
5) Setelah itu lakukan proses perintah ping baik dari server ke
clientmaupun sebaliknya. Jika tidak berhasil cek kembali
konfigurasi tersebut.
6. Konfigurasi DHCP Server
1) Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian kita
checkapakah paket tersedia dalam debian, dengan perintah :
#apt-cache search dhcpd
124
109_Dicky Wahyu Pratama
2) Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
109_Dicky Wahyu Pratama
3) Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
109_Dicky Wahyu Pratama
4) Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian
masuk pada direktori etc/dhcp
#cd etc/dhcp
109_Dicky Wahyu Pratama
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan pastikan ada
file dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file tersebut untuk
menghindari kehilangan atau kesalahan konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
109_Dicky Wahyu Pratama
125
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file
dhcpd.conf.backup tersebut sudah di copy
5) Sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan
melakukan edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
a) Sesuaikan dengan name server kalian
b) Sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client kalian
109_Dicky Wahyu Pratama
6) Setelah itu masuk ke folder default caranya :
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
126
7) Lalu tambahkan seperti, file berikut
109_Dicky Wahyu Pratama
8) Lakukan restart
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
109_Dicky Wahyu Pratama
9) Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara
malakukan pengaturan IP otomatis pada komputer client
kemudian lakukan perintah
ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
pada komputer client untuk melihat hasil dari IP yang didapat
oleh client.
127
109_Dicky Wahyu Pratama
B. DNS Server
1. Pertama, kita harus menjalankan operasi linux pada debian 9 melalui
aplikasi virtualbox.Login di isi dengan root dan isi password sesuai
dengan yang sudah kamu buat.
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Selanjutnya, masukan perintah nano /etc/network/interfaces untuk
memastikan IP yang muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita
gunakan untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses pengeditan
128
109_Dicky Wahyu Pratama
3. Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart jika
berhasil akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu ketikan ifconfig
untuk mengecek kunfigurasi sudah benar.
109_Dicky Wahyu Pratama
4. Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek konfigurasi sudah benar. Jika
benar akan muncul seperti gambar dibawah :
109_Dicky Wahyu Pratama
129
5. Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika tampilan
seperti ini berarti IP sudah berjalan dengan lancar.
109_Dicky Wahyu Pratama
Tekan CTRL+Z untuk keluar.
6. Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get
installbind9, tekan Y lalu Enter
7. Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi
/etc/bind/db.terserah dengan perintah cp /etc/bind/db.local
/etc/bind/db.terserah
8. Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192
denganperintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192
130
9. Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
Ubah menjadi :
109_Dicky Wahyu Pratama
10. Sesudah itu kita lanjut untuk masukan perintah
nano/etc/bind/named.conf.options. Ubah menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
11. Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.dicky menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
131
12. Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.109 menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
13. Tambahkan “nameserver”dengan perintah nano/etc/resolv.conf
menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
14. Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
109_Dicky Wahyu Pratama
15. Lakukan uji coba dengan ping dari computer client menggunakan
namadomain, sebelum melakukan uji coba kita harus mengatur IP
Address pada adapter VITRUAL HOST-ONLY NETWORK. Klik
protocol version 4 (TCP/IPv4) klik Properties isi IP address,
subnetmask, dan preferred DNS server.
132
109_Dicky Wahyu Pratama
16. Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika berhasil
akan Statusnya sudah terkoneksi.
109_Dicky Wahyu Pratama
133
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
109_Dicky Wahyu Pratama
109_Dicky Wahyu Pratama
109_Dicky Wahyu Pratama
134
Analisa:
Pada konfigurasi diatas terdapat konfigurasi dhcp server dan dns
server. Dhcp server dengan debian sendiri adalah sebuah konfigurasi
memberikan sebuah ipaddres menggunakan sebuah server atau debian
dengan syntax sesuai aturan sehingga menghasilkan sebuah ip yang
terpasang secara otomatis padajaringan client karena adanya pengaturan
pada server atau debianya. Kemudian untuk Dns server sendiri adlah
sebeluah konfigurasi menggunakan debian yang dimana konfigurasi
diatatas yaitu dengan mengkonfigurasi sebuah jaringan agar bisa
terkoneksi dengan sebuah server selacara virtual menggunakan sebuah
ip dan nama domain yang disetting pada debiannya.
1.6 Tugas
1. Lakukan langkah konfigurasi DHCP Server dengan perangkat anda
2. Pada konfigurasi DHCP server, desain alamat IP sesuai dengan nim
masing masing.
3. Lakukan konfigurasi DNS Server
4. pada konfigurasi DNS ubah name server menjadi Nama Anda.net dan
ip server 192.168.NIM.1
Jawaban :
1. DHCP Server
1) Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian kita check
apakah paket tersedia dalam debian, dengan perintah :
135
#apt-cache search dhcpd
109_Dicky Wahyu Pratama
2) Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
109_Dicky Wahyu Pratama
3) Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
109_Dicky Wahyu Pratama
4) Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian masuk
pada direktori etc/dhcp
#cd etc/dhcp
109_Dicky Wahyu Pratama
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan pastikan ada file
dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file tersebut untuk menghindari
kehilangan atau kesalahan konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
136
109_Dicky Wahyu Pratama
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file dhcpd.conf.backup
tersebut sudah di copy
5) Sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan melakukan
edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
a. Sesuaikan dengan name server kalian
b. Sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client kalian
109_Dicky Wahyu Pratama
6) Setelah itu masuk ke folder default caranya :
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
137
7) Lalu tambahkan seperti, file berikut
109_Dicky Wahyu Pratama
8) Lakukan restart
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
109_Dicky Wahyu Pratama
9) Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara malakukan
pengaturan IP otomatis pada komputer client kemudian lakukan
perintah
ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
pada komputer client untuk melihat hasil dari IP yang didapat oleh
client.
2. DNS Server
1) Pertama, kita harus menjalankan operasi linux pada debian 9 melalui
aplikasi virtualbox.Login di isi dengan root dan isi password sesuai
138
dengan yang sudah kamu buat.
109_Dicky Wahyu Pratama
2) Selanjutnya, masukan perintah nano /etc/network/interfaces untuk
memastikan IP yang muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita
gunakan untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses pengeditan
109_Dicky Wahyu Pratama
3) Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart jika berhasil
akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu ketikan ifconfig untuk
mengecek kunfigurasi sudah benar.
109_Dicky Wahyu Pratama
139
4) Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek konfigurasi sudah benar. Jika
benar akan muncul seperti gambar dibawah :
109_Dicky Wahyu Pratama
5) Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika tampilan
seperti ini berarti IP sudah berjalan dengan lancar.
109_Dicky Wahyu Pratama
Tekan CTRL+Z untuk keluar.
6) Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get
installbind9, tekan Y lalu Enter
7) Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi
/etc/bind/db.terserah dengan perintah cp /etc/bind/db.local
140
/etc/bind/db.terserah
8) Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192
dengan perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192
9) Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local. Ubah
menjadi :
109_Dicky Wahyu Pratama
10) Sesudah itu kita lanjut untuk masukan perintah
nano/etc/bind/named.conf.options. Ubah menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
141
11) Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.dicky menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
12) Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.109 menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
13) Tambahkan “nameserver”dengan perintah nano/etc/resolv.conf
menjadi:
109_Dicky Wahyu Pratama
14) Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
109_Dicky Wahyu Pratama
142
15) Lakukan uji coba dengan ping dari computer client menggunakan
nama domain, sebelum melakukan uji coba kita harus mengatur
IP Address pada adapter VITRUAL HOST-ONLY NETWORK.
Klik protocol version 4 (TCP/IPv4) klik Properties isi IP address,
subnetmask, dan preferred DNS server
109_Dicky Wahyu Pratama
143
16) Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika
berhasilakan Statusnya sudah terkoneksi.
109_Dicky Wahyu Pratama
144
1.7 Kesimpulan
Pada praktikum kali ini mempelajari DHCP dan DNS SERVER di
LINUX. DHCP digunakan untuk melayani request Ip Address dari client.
Client akan meminta Ip Address pada server, kemudian server akan
memberikan alokasi ip yang tersisa. Dan DNS SERVER untuk
menerjemahkan sebuah nama domain ke bentuk ip address. Perlu kita
ketahui sebenarnya pengalamatan pada jaringan komputer adalah
menggunakan deretan angka biner yang biasa kita kenal dengan ip
address.
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Mengikuti Praktikum
Gambar 1.2 Bukti Mengikuti Praktikum
145
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
146