laptop pastikan 2 buah laptop memiliki lan card. lan card adalah ‘pintu’ ke
jaringan dari komputer. setiap jenis aktivitas jaringan memerlukan lan card
– internet, jaringan printer, menghubungkan komputer bersama-sama. saat
ini banyak perangkat berisi kartu jaringan: televisi untuk aplikasi mereka
gratis, pemutar blu-ray, ponsel, telepon voip desk, bahkan lemari es. lan
card adalah perangkat keras, yang dapat ditambahkan ke komputer atau
mereka dapatdiintegrasikan ke dalam perangkat keras utama computer.
E. Hub
Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan
komputer, Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer
sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruhjaringan komputer
akan terputus dan terganggu. Hub berfungsi sebagai peragkat keras
penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang
menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga
berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan
penyambung.
47
1.3 Alat dan Bahan
Adapun Alat dan Bahan yang di gunakan yaitu :
1. Konektor RJ-45
2. Kabel UTP
3. Crimping Tool
4. LAN Taster
5. Modul 2
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Siapkan semua alat dan bahan seperti konektor RJ-45, kabel UTP,
Crimping Tool,LAN Taster dan modul 2
2. Kupas kulit luar kabel UTP dengan ukuran kupas kira kira 2 Cm dengan
menggunakan crimping tool agar hasilnya rapi pada setiap ujungnya.
Tetapi jika tidak bisa menggunakan crimping tool bisa menggunakan
gunting biasa namun harus hati hati dalam mengupasnya kabel kulit
luarnya agar tidak mengenai atau merusak kabel di dalamnya
109_Dicky Wahyu Pratama
48
3. Setelah itu buka kabel yang terlilit tadi dengan membukanya seperti
dibawah ini agar mudah untuk mengurutkannya tatanan kabel yang mau
kita buat.
109_Dicky Wahyu Pratama
4. Setelah itu urutkan warna kabel sesai yang di butuhkan atau sesuai
perintahnya, jika kabel straight maka warnanya putih orange, orange,putih
hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat, ujung 1 dan ujung ke 2
sama. Sedangkan jika membuat kabel cross menggunakan warna putih
orange, orange,putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat untuk
ujung 1, sedangkan untuk ujung ke 2 menggunakan warna putih hijau, hijau,
putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat. Jika warna sudah
sesuai ratakan ujung kabel yang telah di urutkan dengan menggunakan
crimping tool
109_Dicky Wahyu Pratama
49
5. Setelah itu kabel tadi yang sudah kita urutkan kita potong agar ukuran nya
sama dengan menggunakan crimping tool.
109_Dicky Wahyu Pratama
6. Setelah kabel sudah rata kita masukkan ujung kabel kedalam RJ-45 sampai
mentok kedalam konektor
109_Dicky Wahyu Pratama
50
7. Setelah itu kita Crimping dengan menggunakan crimping tool agar
konektor terkunci sempurna agar jika kita tarik konektor dan kabel tidak
lepas atau copot
109_Dicky Wahyu Pratama
8. Setelah kita buat semua ujungnya langkah terakhir yaitu dengan mengetest
kefungsian kabel kita dengan menggunakan LAN Taster
109_Dicky Wahyu Pratama
51
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
109_Dicky Wahyu Pratama 109_Dicky Wahyu Pratama
Analisa :
Pada gambar diatas adalah hasil dari pembuatan kabel Straight dan kabel Cross.
Pada kabel Stright memiliki susunan warna kabel putih orange, orange, putih
hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat untuk di semua ujung kabel.
Dan yang Cross ada dua ujung, untuk ujung yang ke 1 susunan warnanya sama
dengan susunan warna kabel straight sedangkan untukwarna ujung ke 2 kabel
cross adalah putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih
coklat, coklat. Dan pada saat pengecekan di LAN Tester kabel straight akan
menyala dari angka satu dan urut ke angka-angka selanjutnya. Sedangkan kabel
Cross lampu akan menyala secara acak.
52
1.6 Tugas / Soal
1. Sebutkan dan jelaskan jenis kabel UTP?
2. Jelaskan tentang Medium Dependent Interface (Automatic medium-
dependent interface crossover – Auto- MDIX)
JAWABAN
1. Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan
kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya
semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
a. Kabel UTP Category 1 Digunakan untuk komunikasi saura analog,
hanya cocok untuk suara saja.
b. Kabel UTP Category 2 Digunakan untuk transmisi suara maupun data
digital hingga 4 megabit per detik.
c. Kabel UTP Category 3 Digunakan transmisi data digital hingga10
megabit per detik.
d. Kabel UTP Category 4 Digunakan transmisi data digital hingga 16
megabit per detik.
e. Kabel UTP Category 5 Digunakan untuk transmisi data digital hingga
100 megabit per detik.
f. Kabel UTP Category 5e Digunakan transmisi data digital hingga 250
megabit per detik.
g. Kabel UTP Category 6 Dugunakan untuk transmisi data hingga diatas
1000 megabit per detik dan digunakan untuk mendukung Internet.
2. MDIX adalah teknologi yang memungkinkan port lan menentukan secara
otomasi apakah kabel straight-throught atau cross-over digunkakan untuk
menghubungkan perangkat. Cara lerja dari Auto MDIX adalah dengan
mengukur resistansi dari pin-pin pada konektor utama dan mencocokkan
ke kabel MDIX yang diperoleh. Jika benar, port akan berfungsi sebagai
MDI. Jika salah, port akan berfungsi sebagai MDI-X. Auto-MDIX
merupakan teknologi yang memungkinkan kabel straight throught untuk
digunakan dalam kedua arahnya. Kabel ini biasanya digunakan untuk
menghubungkan perangkat-perangkat dari jenis switch ke swtch, atau hub
ke hub.
53
1.7 Simpulan
Crimping merupakan proses dimana sebuah kabel jaringan mampu
menjadi sebuah kabel jaringan yang utuh atau sempurna, atau crimping juga
disebut cara membuat kabel jaringan. Untuk cramping kabel UTP paling
penting adalah pada pengurutan kabel dan penekanan pada saat di Crimp,
sampai ujung kabel benar benar menyentuh konektor RJ-45. Yang dimaksud
tentang kabel UTP Straight adalah kabel yang memiliki cara pemasangan yang
sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya, fungsinya untuk
menghubungkan 2 device yang berbeda. Sedangkan kabel UTP Cross adalah
kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua
fungsinya untuk menghubungkan 2 device yang sama.
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Pelaksanaan Praktikum
54
Gambar 1.2 Bukti Pelaksanaan Praktikum
55
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
56
MODUL 3
ROUTING
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama /210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 19 September 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami konsep routing jaringan
2. Mengkonfigurasi routing pada sebuah jaringan
3. Troubleshoot Routing Jaringan
1.2 Landasan Teori
A. Materi
a. Pengertian Dalam proses pengiriman data dari satu komputer ke
komputer lain maka akan menciptakan sebuah jalur yang dilalui data
tersebut agar bisa sampai ke komputer tujuan, jalur yang dipilih
tersebut dinamakan rute. Mekanisme yang mengatur pengiriman
paket data yang di transmisikan dari satu network ke network yang
lain dinamakan Routing. Perangkat yang bisa melakukan routing atau
menyimpan tabel routing dinamakan router. Router mempunyai
banyak gateway karena fungsi dari router adalah menghubungkan
banyak jaringan yang berbeda.
b. Konsep Dasar Routing Fungsi utama dari router adalah merutekan
paket (informasi). Sebuah router memiliki kemampuan routing,
artinya router dapat mengetahui ke mana rute perjalanan informasi
(paket) akan dilewatkan sesuai dengan tabel routing yang dimilikinya.
Jadi router bisa membedakan apakah informasi (paket) ditujukan
untuk host yang satu network yang sama ataukah berada di network
berbeda. Jika paket tersebut ditujukan untuk host yang masih dalam
satu jaringan maka router akan mencegah paket tersebut dikirimkan
57
keluar jaringan. Jika host yang dituju berbeda jaringan maka router
akan meneruskannya ke jaringan tersebut.
1.3 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1. Laptop
2. Cisco packet tracer
3. Modul 3
1.4 Langkah-langkah Percobaan
a. Konfigurasi Routing Static dengan GUI
1. Buatlah topologi sederhana di cisco packet tracer
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Konfigurasi Router 0 di Interface FastEhternet 0/0 dengan IP
192.168.1.1
109_Dicky Wahyu Pratama
58
3. Konfigurasi Router 0 di Interface FastEthernet 1/0 dengan IP
192.168.2.1
109_Dicky Wahyu Pratama
4. Konfigurasi Router 1 di Interface FastEthernet 0/0 dengan IP
192.168.1.2
109_Dicky Wahyu Pratama
5. Konfigurasi Router 1 di Interface FastEthernet 1/0 dengan IP
192.168.3.1
109_Dicky Wahyu Pratama
59
6. Konfigurasi IP Address pada PC 0, IP 192.168.2.2 gateway 192.168.2.1
109_Dicky Wahyu Pratama
7. Konfigurasi IP Address pada PC 1, IP 192.168.3.2 gateway 192.168.3.1
109_Dicky Wahyu Pratama
8. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
109_Dicky Wahyu Pratama
60
9. Konfigurasi routing pada Router 0
Network : jaringan yang dituju
Mask : subnet mask dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 1 untuk
menuju ke jaringan 192.168.3.0/24
109_Dicky Wahyu Pratama
10. Konfigurasi Routing pada Router 1
Network : jaringan yang dituju
Mask : subnet mask dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 0 untuk
menuju ke jaringan 192.168.2.0/24
109_Dicky Wahyu Pratama
61
11. Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 dengan perintah PING, IP 192.168.3.2
109_Dicky Wahyu Pratama
12. Tes koneksi dari PC 1 ke PC 0 dengan perintah PING, IP 192.168.2.2
109_Dicky Wahyu Pratama
62
b. Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI
1. Buatlah topologi jaringan di cisco packet tracer seperti berikut :
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 0 dengan IP 192.168.1.1
109_Dicky Wahyu Pratama
3. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 0 dengan IP 192.168.2.1
109_Dicky Wahyu Pratama
63
4. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 1 dengan IP 192.168.1.2
109_Dicky Wahyu Pratama
5. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 1 dengan IP 192.168.3.1
109_Dicky Wahyu Pratama
6. Konfigurasi IP Address pada PC 0, IP 192.168.2.2 gateway 192.168.2.1
109_Dicky Wahyu Pratama
64
7. Konfigurasi IP Address pada PC 1, IP 192.168.3.2 gateway 192.168.3.1
109_Dicky Wahyu Pratama
8. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
109_Dicky Wahyu Pratama
9. Konfigurasi Routing RIP di Router 0, network 192.168.1.0 dan
192.168.2.0
109_Dicky Wahyu Pratama
65
10. Konfigurasi Routing RIP di Router 1, network 192.168.1.0 dan
192.168.3.0
109_Dicky Wahyu Pratama
11. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 0 ke PC 1, IP 192.168.3.2
109_Dicky Wahyu Pratama
12. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 1 ke PC 0, IP 192.168.2.2
109_Dicky Wahyu Pratama
66
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
1. Konfigurasi Routing Static dengan GUI
a. PC 0 ke PC 1 dengan IP 192.168.1.2
109_Dicky Wahyu Pratama
b. PC 1 ke PC 0 dengan IP 192.168.2.2
109_Dicky Wahyu Pratama
67
2. Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI
a. PC 0 ke PC 1 dengan IP 192.168.3.2
109_Dicky Wahyu Pratama
b. PC 1 ke PC 0 dengan IP 192.168.2.2
109_Dicky Wahyu Pratama
Analisa:
Dari hasil gambar diatas menggunakan konfigurasi routing statis berbasis GUI
dan konfigurasi routing dinamis RIP berbasis CLI. Menggunakan routing statis
berbasis GUI lebih mudah dibandingkan dengan CLI karena tidak
membutuhkan input teks pada CLI serta IP address manual yang sangat
banyak. Dan pada hasilnya pengecekan ping IP address yang sama-sama sukses
antara PC 0 ke PC 1 serta sebaliknya dari PC 1 ke PC 0 pada gambar diatas
tersebut.
68
1.6 Tugas
1. Lakukan routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis
CLI / Text ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
2. Lakukan routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis GUI !
(network ID ada 2 digit nim belakang)
3. Buatlah tabel routing dari Latihan 1 dan 2 !
4. Uji coba koneksi antar PC yang berbeda jaringan yang membuktikan bahwa
semua PC sudah terhubung ke jaringan ! (Screen Shoot)
JAWABAN
1. Konfigurasi routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer
berbasis CLI.
a. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 0 dengan ip address
192.168.09.1 (Nb : Jika kita menuliskan ip 192.168.09.1 pada CLI maka
yang akan muncul pada konfiguras fa0/0 akan bertuliskan 192.168.9.1)
109_Dicky Wahyu Pratama
b. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 0 dengan ip address
192.168.10.1
109_Dicky Wahyu Pratama
69
c. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 1 dengan ip address
192.168.09.2 (Nb : Jika kita menuliskan ip 192.168.09.2 pada CLI maka
yang akan muncul pada konfiguras fa0/0 akan bertuliskan 192.168.9.2)
109_Dicky Wahyu Pratama
d. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 1 dengan ip address
192.168.11.1
109_Dicky Wahyu Pratama
e. Konfigurasi IP Address pada PC 0 dengan ip address 192.168.10.2 dan
Default Gateway 192.168.10.1
109_Dicky Wahyu Pratama
f. Konfigurasi IP Address pada PC 1 dengan ip address 192.168.11.2 dan
Default Gateway 192.168.11.1
109_Dicky Wahyu Pratama
70
g. Konfigurasi Routing RIP di Router 0 dengan network 192.168.9.0
serta 192.168.10.0
109_Dicky Wahyu Pratama
h. Konfigurasi Routing RIP di Router 1 dengan network 192.16.9.0 serta
192.16.11.0
109_Dicky Wahyu Pratama
i. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 0 ke PC 1 dengan IP
192.168.11.2
109_Dicky Wahyu Pratama
j. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 1 ke PC 0 dengan IP
192.168.10.2
109_Dicky Wahyu Pratama
71
k. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut:
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Konfigurasi routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis GUI
a. Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEhternet 0/0 ip 192.168.9.1
(Nb : Jika kita menuliskan ip 192.168.09.1 ip tersebut tidak bisa
digunakan, makanya di tuliskan 192.168.9.1)
109_Dicky Wahyu Pratama
b. Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEthernet 1/0 ip 192.168.10.1
109_Dicky Wahyu Pratama
72
c. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 0/0 ip 192.168.9.2
(Nb : Jika kita menuliskan ip 192.168.09.2 ip tersebut tidak bisa
digunakan, makanya di tuliskan 192.168.9.2)
109_Dicky Wahyu Pratama
d. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 1/0 ip 192.16.11.1
109_Dicky Wahyu Pratama
e. Konfigurasi IP Address pada PC 0 dengan ip 192.16.10.2
109_Dicky Wahyu Pratama
73
f. Konfigurasi IP Address pada PC 1 dengan ip 192.16.11.2
109_Dicky Wahyu Pratama
g. Konfigurasi routing pada Router 0. Network : jaringan yang dituju
Mask : subnet mask dari jaringan. Next Hop : gateway atau gerbang
yang dilalui pada router 1 untuk menuju ke jaringan 192.16.11.0/24
109_Dicky Wahyu Pratama
h. Konfigurasi Routing pada Router 1. Network : jaringan yang dituju
Mask : subnet mask dari jaringan. Next Hop : gateway atau gerbang
yang dilalui pada router 0 untuk menuju ke jaringan 192.168.10.0/24
109_Dicky Wahyu Pratama
74
i. Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 IP 192.168.11.2 serta PC 1 ke PC 0 IP
192.16.10.2 dengan perintah PING.
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 0 ke PC 1
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 1 ke PC 0
j. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
109_Dicky Wahyu Pratama
75
3. Tabel Routing
Device Interface CLI
IP Address Subnet Mask Default
Router 0 Fa0/0
Fa1/0 Gateway
Router 0 Fa0/0 192.168.9.1 255.255.255.0 N/A
Fa1/0 192.168.10.1 255.255.255.0 N/A
PC0 N/A 192.168.9.2 255.255.255.0 N/A
PC1 N/A 192.168.11.1 255.255.255.0 N/A
192.168.10.2 255.255.255.0 192.168.10.1
Device Interface 192.168.11.2 255.255.255.0 192.168.11.1
Router 0 Fa0/0 GUI
Fa1/0 Default
Router 0 Fa0/0
PC0 Fa1/0 IP Address Subnet Mask
PC1 N/A Gateway
N/A
192.168.9.1 255.255.255.0 N/A
192.168.10.1 255.255.255.0 N/A
192.168.9.2 255.255.255.0 N/A
192.168.11.1 255.255.255.0 N/A
192.168.10.2 255.255.255.0 192.168.10.1
192.168.11.2 255.255.255.0 192.168.11.1
4. Pengecekan hasil tugas :
a. Konfigurasi CLI
Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 IP 192.168.11.2 serta PC 1 ke PC 0 IP
192.16.10.2 dengan perintah PING
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 0 ke PC 1
76
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 1 ke PC 0
b. Konfigurasi GUI
Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 IP 192.168.11.2 serta PC 1 ke PC 0 IP
192.16.10.2 dengan perintah PING
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 0 ke PC 1
109_Dicky Wahyu Pratama
*PC 1 ke PC 0
77
1.7 Kesimpulan
Pada praktikum kali ini mempelajari Routing, routing adalah
mekanisme yang mengatur pengiriman paket data yang di transmisikan dari
satu network ke network yang lain. Sedangkan router adalah perangkat yang
mengirimkan data melalui jaringan internet dan menghubungkan ke semua
perangkat yang terhubung ke internet. Ada 3 jenis routing, static routing,
default routing, dan dynamic routing. Proses routing terjadi pada 3 lapisan IP
dan static protocol 7 lapis osi. Jika paket-paket ditujukan untuk host pada
jaringan lain maka router akan mengamankannya ke jaringan lain. Begitu pula
dengan sebaliknya.
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Mengikuti Praktikum
78
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
79
MODUL 4
SOFTWARE SIMULASI JARINGAN, DHCP Dan DNS SERVER
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama /210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 03 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan berdasarkan
fungsinya
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan sederhana
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada masing-masing
perangkat jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server
1.2 Landasan Teori
A. Software Simulasi Jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yangdigunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan. Software
simulasi jaringan yangpaling sering digunakan untuk media pembelajaran
dan pelatihan adalah Cisco Packet Tracer. Software ini dibuat oleh Cisco
Systems. Selain Cisco Packet Tracer terdapat beberapa software yang bisa
digunakan untuk simulasi jaringan,diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox,
VMware, EVE-NG, dll.
B. Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras
beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan
80
fungsinya masing- masing, yaitu : Server, Host/Client, Switch, Router,
NIC / Ethernet Card, dll.
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan
perangkat lunak administrative yang mengontrol akses terhadap
jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalam sebuah jaringan
komputer.
2. Host / Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang
pengguna dari sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-aplikasi
yang ada pada sebuah komputer tersebut agar bisa terhubung ke
sebuah jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk
memanajemen lalu lintas data atau informasi yang terdapat pada
sebuah jaringan komputer. Switch mengirimkan paket berdasarkan
alamat MAC pada sebuah perangkatjaringan. Switch berjalan pada
layer data link dari model OSI (layer 2)
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan bahwa
router bisa menghubungkan jaringan yang berbeda, memiliki fungsi
routing, menggunakan alamat IP untuk transmisi data, bekerja dalam
lapisan layer network dari model OSI (layer 3)
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau biasa
disebut dengan kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang digunakan
sebagai jembatan untuk menghubungkan komputer ke sebuah sistem
jaringan. Fungsi dari NIC adalah untuk mengirimkan data,
mengendalikan arus aliran data, dan penerimaan data.
81
C. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol
yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang meminta
IP Addressdengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp.
D. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari
DNS adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama yang
mudah di ingat oleh pengguna.
1.3 Alat dan Bahan
1. Laptop
2. Cisco paket tracer
3. Modul 4
1.4 Langkah-langkah Percobaan
A. Konfigurasi DHCP Server
1. Install aplikasi cisco paket tracer => selanjutnya buka aplikasinya dan
buat topologi jaringan sebagai berikut
109_Dicky Wahyu Pratama
82
2. Kemudian konfigurasi pada server dengan cara : klik pada server => klik
config => lalu masukan IP addres dan subnet maks nya pada kolom
penulisan IP dan netmaks. Contoh IP address : 192.168.1.1(kelas c) dan
netmaksnya 255.255.255.0 (\24).
109_Dicky Wahyu Pratama
3. Kemudian klik pada tab service => lalu klik DHCP => lalu masukan IP
address pertama atau statrt ip address 192.168.1.0, subnet maks dan
maksimum usernya => setelah selesai lalu klik Add, sebagai contoh
pada gambar dibawah ini
109_Dicky Wahyu Pratama
83
4. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi
IP Configuration pilih DHCP
109_Dicky Wahyu Pratama
5. Selanjutnya klik pada bagian dekstop PC => lalu pilih ip configuration
maka akan tampil IP address, subnet maks serta gatewaynya secara
otomatis. Lakukan langkah-langkah kepada PC/client yang lainnya
109_Dicky Wahyu Pratama
84
B. Konfigurasi DNS Server
1. Membuat sebuah topologi sebagai sebagai berikut ini :
109_Dicky Wahyu Pratama
2. Klik ikon server kemudian pilih pada tab Services yaitu DNS. Isikan
name sesuai dengan kebutuhan masing masing dan isikan Address
dengan IP Server yang sudah di konfigurasi sebelumnya 192.168.1.1.
109_Dicky Wahyu Pratama
85
3. Selanjutnya tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server
109_Dicky Wahyu Pratama
4. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa
di akses.. Klikikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih
static kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP
Server dan juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah
kita tambahkan di konfigurasi Server tadi.
109_Dicky Wahyu Pratama
86
1.5 Analisa Langkah Perocabaan
A. DHCP
Analisa:
Konfigurasi DHCP server adalah sebuah konfigurasi yang berfungsi untuk
client meminta alamat ip secara otomatis kepada server. Sebagai contoh
konfigurasi diatas yang mana IP dari server adalah 192.168.1.1\24 dan start
ip 192.168.1.0 yang mana start ip disini adalah IP yang akan dikirim pada
client dimulai dari ip tersebut. Selanjutnya untuk IP pada PC akan dikirim
berjalan secara otomatis dari server.
B. DNS
Analisa:
DNS server adalah sebuah konfigurasi yang berfungsi untuk
menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah alamat URL. Pada konfigurasi
diatas terdapat sebuah alamat IP pada server yaitu 192.168.1.1 dengan nama
URL septyan.net selanjutnya terdapat sebuah IP address pada PC yang
terhubung dengan server. PC disini digunakan untuk membuka sebuah
alamat URL dari server yaitu septyan.net jika nama tersebut ada pada server
maka akan tampil seperti contoh diatas.
87
1.6 Tugas
1. Buatlah skema topologi jaringan beserta informasi IP Address dan
Interfacesnya ! (server,switch,PC).
2. Lakukan Simple PDU dari PC 1 ke ke PC lainnya, Jelaskan !
3. Buat konfigurasi DHCP Server dengan IP Server 192.168.NIM.NIM. (2
digitbelakang) dan range DHCP 10 host !
4. Buat konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-masing.
JAWABAN
Nb : Dibawah ini adalah jawaban dari soal 1 sampai 3
1. Buka Cisco paket tracer setelah itu buat rangkaian jaringan seperti contoh
dibawah ini menggunakan yaitu 1 server, 1 switch dan 4 Client (PC/laptop)
2. Selanjutnya masukan ip pada server pada FastEthernet0 dengan ip kelas C
: 192.168.109.9/24(Nb: Karena 2 digit nim saya 09 maka yang bisa saya
masukkan yaitu 192.168.109.9 karena secara default tidak bisa kalau kita
memasukkan 192.168.109.09)
88
3. Kemudian klik pada tab service => lalu klik DHCP => lalu masukan IP
address pertama atau start ip address, subnet maks dan maksimum usernya
=> setelah selesai lalu klik Add, sebagai contoh pada gambar dibawah ini
4. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada FastEthernet0 di konfigurasi IP
Configuration pilih DHCP pada semua client yang ada pada rangkaian
jaringan.
5. Selanjutnya klik pada bagian dekstop PC => lalu pilih ip configuration
maka akan tampil IP addres, subnet maks serta gatewaynya secara
otomatis.
A. PC0
89
B. PC1
C. PC2
D. PC3
6. Hasil konfigurasi DHCP
Analisa:
Pada soal nomor 1 saya menggunakan kofigurasi DHCP server yang mana
saya membuat rangkaian jaringan seperti contoh menggunakan yaitu 1
server, 1 switch dan 4 Client (PC/laptop). Pada konfigurasi tersebut IP
addres yang digunakan pada server adalah 192.168.109.9\24 (Nb: Karena 2
digit nim saya 09 maka yang bisa saya masukkan yaitu 192.168.109.9
90
karena secara default tidak bisa kalau kita memasukkan 192.168.109.09)
dengan start IP dimulai dari IP 192.168.109.0 selanjutnya untuk jumlah
hostnya maksimal adalah 255 host. DHCP server sendiri adalah sebuah
konfigurasi yang dimana IP address di berikan secara otomatis disetiap
clientnya jadi pengguna atau admin tidak menginputkan secara manual
secara satu persatu kesetiap clientnya
4. Konfigursi DNS Server
1. Membuat sebuah topologi sebagai sebagai berikut ini :
2. Klik ikon server kemudian pilih pada tab Services yaitu DNS. Isikan
name sesuai dengan kebutuhan masing-masing (dickywahp.net) dan
isikan Address dengan IP Server yang sudah di konfigurasi sebelumnya
192.168.109.9 (Nb: Karena 2 digit nim saya 09 maka yang bisa saya
masukkan yaitu 192.168.109.9 karena secara default tidak bisa kalau
kita memasukkan 192.168.109.09).
91
3. Selanjutnya tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
4. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa
di akses.. Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih
static kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP
Server dan juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah
kita tambahkan di konfigurasi Server tadi. Dan lakukan hal tersebut
kepada semua Client yang ada pada rangkaian jaringan sesuaikan ip
tersebut seperti di table informasi IP dibawah ini.
Informasi IP IP ADDRESS
192.168.109.10
PERANGKAT 192.168.109.11
PC0 192.168.109.12
PC1 192.168.109.13
PC2 192.168.109.9
PC3 255.255.255.0
Gateway
Netmaks
92
5. Selanjutnya tes apakah proses DNS server sudah berhasil atau tidak,
dengan cara klik pada PC => selanjutnya Dekstop => klik Web Browser
=> ketikan nama DNS yang tadi dimasukan
6. Jika berhasil maka hasil indikatornya seperti dibawah ini
1.7 Kesimpulan
Dalam penerapan simulasi jaringan adalah sebuah aplikasi untuk
mensimulasikan sebuah jaringan sebelum terjun secara langsung ke
perangkatnya. Ada beberapa perangkat jaringan diantaranya yaitu server,
switch, router, PC dan lain sebagainya. Adapun beberapa konfigurasi server
yang dipelajari dalam modul ini aadalah DHCP yang merupakan sebuah
konfigurasi server yang memiliki fungsi untuk server memberikan secara
langsung atau otomatis kepada client. Ada juga konfigurassi DNS server yaitu
konfigurasi dimana alamat IP diubah atau menerjemahkan menjadi sebuah
situs/ nama sebuah URL.
93
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Bukti Mengikuti Praktikum
94
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Dicky Wahyu Pratama ( 210631100109 )
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
95
MODUL 5
PERINTAH DASAR LINUX & SYSTEM BACKUP
Nama/NIM : Dicky Wahyu Pratama /210631100109
Hari/Tanggal : Senin, 03 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah – langkah install system operasi linux
2. Mengetahui perintah dasar linux
3. Mengompress dan Mengekstrak file
4. Memahami cara membackup file
1.2 Landasan Teori
A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam
jaringan komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan
aplikasi seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS
server (memberi nama server untuk meudah diingat), FTP server (memberi
layanan transfer file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada
server), telnet (control client secara remote) maupun proxy server maka
kalian harus memahami beberapa perintah dasar dari linux untuk
kemudahan melakukan konfigurasi server.
Perintah dasar linux yang sering digunakan :
96