KATALO G LAYANAN
KESEKRETA RIA TA N
Edisi-I
SEKRETARIAT
DITJENBINAADMINISTRASIKEW ILAYAHAN
TAHUN 2021
2
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur
kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya,
maka Katalog Layanan Kesekretariatan (KLK)
Edisi I ini dapat selesai. Sebagaimana kita
ketahui, semenjak dibentuknya Ditjen Bina
Administrasi Kewilayahan melalui terbitnya
Perpres Nomor 11 Tahun 2015 Tentang
Kementerian Dalam Negeri hingga saat ini,
sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan telah
memberikan berbagai jenis layanan yang sesuai dengan tugas
pokok dan fungsinya yang teramanatkan dalam Permendagri
Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Dalam Negeri.
Tujuan dari terbitnya KLK adalah sebagai penjembatan
antara Sekretariat dengan Direktorat dalam hal permintaan dan
pemberian layanan, proses yang telah lama terlaksana namun
belum terdokumentasi sempurna. Melihat strategisnya peranan
KLK tersebut, maka diharapkan melalui KLK Edisi I ini proses
pelaksanaan pemberian dan penerimaan layanan akan lebih
mudah, cepat dan dapat diketahui frekuensi penggunannya. Total
seluruh layanan yang terdokumentasi saat ini sebanyak 59 jenis
layanan, yang tersebar pada 4 bagian dalam Sekretariat Ditjen
Bina Administrasi Kewilayahan, diantaranya bagian perencanaan
25 jenis layanan, bagian umum 21 jenis layanan, bagian
keuangan 8 jenis layanan, dan Bagian Perundang-Undangan 5
jenis layanan.
Akhir kata, semoga dengan terciptanya KLK Edisi I ini
dapat memenuhi harapan sebagai pertanggung jawaban kami
dalam melaksanakan program dukungan kepada masing-masing
UKE II dilingkungan Ditjen Bina Adminstrasi Kewilayahan.
Jakarta, Maret 2021
Sekretaris Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
Indra Gunawan, SE, MPA 3
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
RINGKASAN EKSEKUTIF
Sesuai dengan amanat UU No. 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik yang mengedepankan aspek kualitas, cepat,
mudah dan terjangkau, Perpres No. 11 Tahun 2015 tentang
Kementerian Dalam Negeri dan Permendagri No. 43 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri untuk
melaksanakan tugas dan fungsi kesekretariatan dalam penataan
pekerjaan perkantoran guna mencapai tujuan organisasi. Berkenaan
dengan fungsi sekretariat sebagai pusat administrasi kegiatan,
pelaksanaan ketatausahaan, komunikasi serta pusat data dan
dokumentasi, perlu diterbitkan Katalog Layanan Kesekretariatan
Edisi I sebagai bahan penunjang kegiatan layanan Sekretariat.
Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan telah
memiliki beberapa layanan di setiap bagian, namun kehadiran
layanan-layanan tersebut belum terinventarisir dengan optimal,
sehingga pelaksanaan layanan pun belum dirasakan optimal baik
dari penyedia layanan ataupun pengguna layanan. Frekuensi
permintaan dan pemberian layanan pun masih perlu pengukuran
sehingga dapat mengetahui seberapa baik mutu dari setiap layanan.
Penjabaran Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dalam
Permendagri 43 Tahun 2015 dinilai masih terlalu umum dan belum
spesifik sehingga berdampak pada terhambatnya beberapa
pelaksanaan kegiatan (Sekretariat dan Direktorat) sesuai dengan
tugas dan fungsinya masing-masing.
Berdasarkan beberapa permasalahan di atas, maka seluruh
layanan kesekretariatan perlu untuk segera dikatalogkan guna
menunjang tugas dan fungsi dari Ditjen Bina Administrasi
3|KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
4
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Kewilayahan. Penetapan alur kerja yang jelas dari setiap layanan
tersebut sekurang-kurangnya memiliki Standar Operasional
Prosedure (SOP) sehingga pelaksanaan proses bisnis organisasi
dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam hal ini, Sub Bagian
Sistem Prosedur dan Kinerja pada Bagian Perencanaan yang
mengawal dari hulu hingga hilir seluruh proses bisnis di Lingkungan
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan secara berkesinambungan
akan melakukan pembaharuan Katalog Layanan Kesekretariatan
sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga selaras dengan
tujuan pencapaian Reformasi Birokrasi.
5
4 | K AKAT TAALLOOGG LLAAYYAANANNA KNESKEEKSREEKTRARE ITAATRANI AETDAISNI IE D I S I I
6
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
DAFTAR TABEL 28
28
BAGIAN PERENCANAAN
28
LAYANAN BIDANG SISTEM, PROSEDUR DAN KINERJA 30
Layanan Fasilitasi Pembentukan/Revisi 31
Standar Operasional Prosedur (SOP) 33
Layanan Fasilitasi Usulan Kenaikan Kelas Jabatan 36
Layanan Evaluasi Kelembagaan 37
Layanan Fasilitasi Penyusunan dan Revisi Perjanjian Kinerja 39
Layanan Fasilitasi Penyusunan Variabel Pengukuran Kinerja
Layanan Fasilitasi Penyusunan Laporan Kinerja Eselon II
Layanan Fasilitasi Manajemen Risiko
LAYANAN BIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN 40
Layanan Revisi Anggaran Kewenangan KPA 44
Layanan Revisi Anggaran Di Luar Kewenangan 47
KPA (Kanwil/DJA/Ditjen Perbendaharaan) 50
Layanan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja 52
(Renja) Tahunan
Layanan Fasilitasi Penyusunan Kerangka Acuan Kinerja 55
(KAK) dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB)
Layanan Fasilitasi Penyusunan RKA-K/L (DIPA) Tahunan
Layanan Fasilitasi Surat Persetujuan Eselon I pada
Usulan Revisi Satker Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan (DKTP)
BIDANG DATA, MONITORING DAN EVALUASI
Layanan Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) 57
Layanan Pengaduan Melalui Aplikasi Lapor! 59
Layanan Peliputan dan Pengelolaan Pemberitaan &
Publikasi Ditjen Bina Adwil 61
Layanan Pengaduan Jaringan 63
Layanan Pengaduan Penyalahgunaan Sistem Informasi 65
Layanan Bank Data 66
Layanan Pergantian Username dan Password 67
Layanan Permintaan Izin Pemanfaatan Server (Alokasi Server) 68
Layanan Pengajuan Data Pokok Baru yang Bersifat Strategis 70
Layanan Fasilitasi Penginputan Pencapaian Kinerja Output 7
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Pada Aplikasi Smart Kemenkeu Dan Aplikasi 71
E-Monev Bappenas 73
Layanan Pengaduan Aplikasi Sistem Informasi Di Lingkup
Ditjen Bina Adwil
BAGIAN KEUANGAN
LAYANAN BIDANG PELAKSANAAN ANGGARAN 75
Layanan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) 75
Layanan Penyusunan Rencana Penarikan Dana (RPD) 76
Layanan Reviu DIPA yang Telah Disahkan 78
Layanan Sosialisasi Standar Biaya Masukan (SBM) 80
LAYANAN BIDANG PERBENDAHARAAN 82
Layanan Fasilitasi Gaji Pokok PNS 85
87
Layanan Fasilitasi Potongan Gaji
LAYANAN BIDANG VERIFIKASI DAN AKUNTANSI 91
Layanan Verifikasi Tagihan Belanja Dengan
Uang Persediaan (UP) 91
Layanan Verifikasi Tagihan Belanja Langsung (LS) 93
BAGIAN PERUNDANG-UNDANGAN 96
LAYANAN BIDANG PERUNDANG-UNDANGAN 96
Layanan Koordinasi Penyusunan Peraturan
Perundang-Undangan Dan/Atau Keputusan 96
Layanan Koordinasi Penyusunan Kebijakan 100
LAYANAN BIDANG ADVOKASI 102
Layanan Penyiapan Bahan Dalam Pemberian 102
Bantuan Hukum Dan Perlindungan Hukum
LAYANAN BIDANG DOKUMENTASI DAN INFORMASI 105
Layanan Dokumentasi Progres Penyusunan
Peraturan Perundang-Undangan 105
Layanan Dokumentasi Dan Informasi Kebijakan 109
8
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
LAYANAN BIDANG KEPEGAWAIAN 111
Layanan penyusunan formasi dan Analis Kebutuhan 111
Layanan Pengajuan Kenaikan Pangkat 114
Layanan Pengajuan Kenaikan Gaji Berkala 116
Layanan Pengajuan Pensiun 119
Layanan Pengajuan Pengangkatan Jabatan Pelaksana 122
Layanan Berkas Usul Pencantuman Gelar PNS 124
Laporan Rekapitulasi Kehadiran Dan Rekapitulasi
Tunjangan Kinerja 128
Perpindahan PNS Kementerian Dalam Negeri ke Instansi lain 129
LAYANAN BIDANG RUMAH TANGGA DAN
BARANG MILIK NEGARA 133
Layanan Penerimaan Tamu 133
Layanan pengaduan kehilangan barang pribadi 135
Layanan Penjagaan Barang Inventaris/Strategis 137
Layanan Permintaan Barang Milik Negara 138
Layanan Permintaan Penyediaan Alat Tulis Kantor 140
Layanan Pemeliharaan Kendaraan Bermotor
Diluar Pemeliharaan Rutin 141
Layanan Penyediaan Ruang Rapat 143
Layanan Pengembalian Barang Milik Negara yang Rusak Berat 144
Layanan Pengaduan Kerusakan dan
Kelengkapan Fasilitas Kantor 146
Layanan Permohonan Peminjaman Barang Inventaris 147
LAYANAN BIDANG TATA USAHA PIMPINAN 149
Layanan Surat Masuk Internal Ditjen Bina Adwil 149
Layanan Surat Masuk Internal
Kemendagri/Undangan/Pemda/K/L/Masyarakat/dll) 152
Layanan Keprotokolan (Fasilitasi Rapat Pimpinan
Dalam Kota/Luar Kota/Luar Negeri) 154
9
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kesekretariatan merupakan wadah organisasi untuk
mengatur urusan manajemen perkantoran sebagai sarana
internal dan eksternal organisasi/Lembaga (Herlambang &
Merwoto, 2014). Kesekretariatan melaksanakan program dan
kegiatan yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan
dengan tata kelola yang baik (Weku, Manopo, & Tenges, 2018).
Perkembangan sistem pelayanan di era globalisasi menuntut
suatu organisasi untuk dapat semakin bertanggung jawab
dengan meningkatkan sumber daya manusia pada kualitas kerja
yang baik, sehingga organisasi mampu bersaing dan semakin
unggul dalam pelaksanaan pelayanan (Usman, 2011).
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan
merupakan implementasi pasal 284 Permendagri No 43 Tahun
2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam
Negeri yang mendisposisikan pelaksanaannya untuk
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di
bidang pembinaan administrasi kewilayahan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal
Bina Administrasi Kewilayahan dituntut untuk mampu hadir
dalam pembinaan, pengawasan, koordinasi, penyusunan,
pembimbingan dukungan teknis, pemantauan, evaluasi,
13 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I
10
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
pelaporan urusan pemerintahan dalam aspek kewilayahan
(Permendagri No 43 Tahun 2015).
KLK Edisi I dibuat untuk memberikan kontribusi
pengetahuan dan acuan layanan dalam memahami ruang
lingkup kesekretariatan. Dalam menjalankan proses bisnis
kesekretariatan, KLK Edisi I mengadopsi konsep Balanced
Scroecard sebagai starategi manajemen dukungan dengan
berlandaskan uraian layanan serta pendekatan praktis proses
layanan dalam menunjang tugas dan fungsi yang dilaksanakan
oleh Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
B. DASAR HUKUM
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan ditetapkan
berdasarkan:
a. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang
Kementerian Dalam Negeri;
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Dalam Negeri;
Kedudukan Direktorat Jenderal Bina Administrasi
Kewilayahan dipimpin oleh Direktur Jenderal sebagai unsur
penunjang dan bertanggung jawab pada Kementerian Dalam
Negeri yang dipimpin oleh seorang Menteri.
14 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I11
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
C. MAKSUD DAN TUJUAN KLK
Katalog Layanan Kesekretariatan Edisi I merupakan
deskripsi (hasil inventarisasi) seluruh layanan yang tersedia di
Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan saat ini. KLK
Edisi I berisi tentang tata cara dan respon dari setiap layanan
yang diklasifikasi pada setiap unsur bagian Sekretariat Ditjen
Bina Administrasi Kewilayahan.
Penyusunan KLK Edisi I bertujuan untuk mendefinisikan
layanan yang terdapat di Sekretariat agar lebih jelas dan detail,
sehingga dapat terukur frekuensi setiap layanan dan tercapainya
peran serta manfaat layanan pada jalannya proses bisnis
Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
15 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
12 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Pelayanan Publik
Dalam ilmu administrasi negara, sistem manajemen
pemerintahan negara pada hakikatnya menyelenggarakan dua
jenis fungsi utama, yaitu fungsi pengaturan dan fungsi
pelayanan (Azhar, 2015). Fungsi pengaturan biasanya dikaitkan
dengan hakikat negara modern sebagai suatu negara hukum
(legal state), sedangkan fungsi pelayanan dikaitkan dengan
hakikat negara sebagai suatu negara kesejahteraan (welfare
state) (Riwanto & Gumbira, 2017). Berdasarkan Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun
2003, definisi dari pelayanan umum adalah segala bentuk
pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat,
di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau
Badan Usaha Milik Daerah dalam bentuk barang dan atau jasa,
baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat
maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang-undangan (KEPMEN PAN-RB Nomor 63 Tahun
2003).
Undang-Undang No. 25 tahun 2009, Pasal 1 Ayat 1 yang
menjelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi
setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
16 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I13
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
pelayanan publik. Ratminto & Winarsih, (2016) mendefinisikan
bahwa Pelayanan publik sebagai segala bentuk jasa pelayanan,
baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang
pada prinsipnya menjadi tanggunga jawab dan dilaksanakan
oleh Instansi Pemerintah Pusat, di daerah, dan di lingkungan
Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah
dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat
maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
B. Kualitas Layanan
Setiap penyelenggaraan pelayanan publik harus memiliki
standar pelayanan dan dipublikasikan sebagai jaminan adanya
kepastian bagi penerima pelayanan. Standar pelayanan
merupakan ukuran yang dibakukan dalam penyelenggaraan
pelayanan publik yang wajib ditaati oleh pemberi dan penerima
layanan. Standar pelayanan sekurang-kurangnya meliputi
(Ratminto & Winarsih, 2016):
1. Prosedur Pelayanan Prosedur pelayanan yang jelas bagi
pemberi dan penerima pelayanan.
2. Waktu penyelesaian yang jelas saat pengajuan permohonan
sampai dengan penyelesaian pelayanan termasuk
pengaduan.
3. Biaya/tarif pelayanan sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan dalam proses pelayanan.
17 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
14 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
4. Hasil pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan.
5. Saranan dan Prasarana pelayanan yang memadai oleh
pelayanan publik.
6. Kompetensi Petugas ditetapkan dengan tepat berdasarkan
pengetahuan, dan perilaku yang dibutuhkan.
Pelaksanaan layanan hendaknya mampu
merepresentasikan eksistensi organisasi dalam melaksanakan
tugas dan fungsinya, sehingga tujuan organisasi dapat terlihat
berdasarkan pengukuran penggunaan layanan yang telah
dilaksanakan. Pelaksanaan manajemen birokrasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan memodifikasi lima dimensi
pokok yang berkaitan dengan kualitas pelayanan, yaitu
(Tangkilisan, 2005):
1. Wujud (Tangibles), yaitu meliputi fasilitas fisik,
perlengkapan, personel, sarana komunikasi;
2. Kehandalan (Realibility), yaitu kemampuan untuk
memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera,
akurat, dan memuaskan;
3. Ketanggapan (Responsiveness), yaitu keinginan untuk
memberikan pelayanan tanggap;
4. Jaminan (Assurance), yaitu mencakup pengetahuan,
kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang
dimiliki oleh staf;
18 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I15
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
5. Empati (Emphaty), yaitu kemudahan dalam hubungan
komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami
kebutuhan para pelanggan.
Berdasarkan dimensi pokok kualitas pelayanan dalam
manajemen birokrasi, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan
melaksanakan dukungan manajerial pemerintahan dalam
kesekretariatan seperti:
1. Penyusunan program dan anggaran;
2. Penyelenggaraan monitong, evaluasi dan manajemen
kinerja;
3. Penyelenggaraan manajemen sumber daya manusia dan
tata usaha kesekretariatan;
4. Penyelenggaraan layanan informasi publik dan database;
5. Penyelenggaraan layanan dukungan operasional
perkantoran;
6. Penyelenggaraan manajerial keuangan sesuai Sistem
Akuntansi Pemerintahan (SAP);
7. Penyelesaian program legislasi dan bahan kebijakan; dan
8. Bantuan hukum.
19 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
16 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
C. Balanced Scorecard
Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen
strategi yang menjabarkan visi dan strategi organisasi menjadi
tujuan operasional dan tolak ukur (Kaplan & Norton, 2009).
Konsep ini digunakan sebagai salah satu rangkaian pengukuran
dan dapat memberikan gambaran non-keuangan yang berfokus
pada penggunaan informasi berbasis aktifitas untuk
menerapkan banyak tujuan dan tolak ukurnya. Balanced
scorecard memberikan manfaat dalam sistem pengkombinasian
antara pengukuran keuangan, kinerja dan acuan kinerja
organisasi; mengintegrasikan strategi dan visi organisasi untuk
mencapai tujuan jangka pendek dan jangka Panjang;
memberikan peluang dalam melihat bisnis dari perspektif
keuangan dan non-keuangan (customer, proses bisnis internal,
learning dan growth); dan memfasilitasi penilaian dalam
pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur
organisasi (Kaplan & Norton, 1992).
Standar perspektif balanced scorecard terbagi menjadi
empat, sebagai berikut:
1) Perspektif Keuangan, yaitu sistem pengukuran kinerja
dalam proses bisnis berkaitan dengan financial
sustainability. Perspektif ini digunakan dalam rangka
melakukan penilaian kinerja organisasi dengan orientasi
output.
20 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I17
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
2) Perspektif Customer atau pelanggan, yaitu konsep yang
berorientasi pada pelanggan sebagai pengguna produk atau
jasa yang telah dihasilkan oleh organisasi. Adanya konsep
ini menuntut organisasi untuk dapat selalu memperhatikan
dan menginovasikan produk/jasa sesuai dengan
perkembangan teknologi dan globalisasi.
3) Perspektif Proses Bisnis Internal, yang merupakan
serangkaian aktifitas organisasi untuk menciptakan
produk/jasa dalam rangka memenuhi tujuan organisasi.
Dalam perspektif ini memberikan layanan dan nilai-nilai
kepada stakeholder dan customer.
4) Perspektif Learning dan Growth, merupakan konsep yang
menggambarkan kemampuan organisasi dalam melakukan
perbaikan dan perubahan dengan memanfaatkan sumber
daya internal organisasi.
Komponen yang dapat diukur dalam proses bisnis
manajemen organisasi pada inovasi layanan, sebagai berikut
(Kaplan, 2009):
a. Objektfiitas, di mana organisasi mampu menentukan
tujuan dari hadirnya project yang telah dibangun.
b. Measurement atau Alat Ukur, organisasi telah memiliki alat
ukur dalam mengukur penilaian.
c. Target
21 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
18 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
d. Inisiatif atau inovasi dari organisasi yang mampu
meningkatkan kualitas layanan.
22 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I19
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
BAB III
LAYANAN KESEKRETARIATAN
Pasal 284 dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43
tahun 2015 tentang Organisasi dan tata Kerja KementerianDalam
Negeri telah mengamanatkan penyelenggaraan perumusan dsan
pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan administrasi
kewilayahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Kesekretariatan Direktorat Jenderal Bina Administrasi
Kewilayahan terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
3.1 DAFTAR LAYANAN KESEKRETARIATAN
KODE JENIS LAYANAN
1.1 LAYANAN BIDANG SISTEM, PROSEDUR DAN KINERJA
1.1.2 Layanan Fasilitasi Usulan Kenaikan Kelas Jabatan
1.1.3 Layanan Evaluasi Kelembagaan
1.1.4 Layanan Fasilitasi Penyusunan dan Revisi Perjanjian
Kinerja
1.1.5 Layanan Fasilitasi Penyusunan Variabel Pengukuran
Kinerja
1.1.6 Layanan Fasilitasi Penyusunan Laporan Kinerja Eselon II
1.1.7 Layanan Fasilitasi Manajemen Risiko
1.2 LAYANAN BIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN
23 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
20 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
1.1.6 Layanan Fasilitasi Penyusunan Laporan Kinerja Eselon II
1.1.7 Layanan Fasilitasi Manajemen Risiko
1.2 LAYANAN BIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN
1.223.1| K A T A L O G LaLyAanYaAnNRAevNisi KAnEgSgaErKanR KE eTwAenRaInAgaTnAKNPAE D I S I
1.2.2 Layanan Revisi Anggaran Di Luar Kewenangan KIPA
(Kanwil/DJA/Ditjen Perbendaharaan)
1.2.3 Layanan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja
1.2.4 (Renja) Tahunan
Layanan Fasilitasi Penyusunan Kerangka Acuan
Kinerja (KAK) dan Rancangan Anggaran Biaya
(RAB)
1.2.5 Layanan Fasilitasi Penyusunan RKA-K/L (DIPA)
1.2.6 Tahunan
Layanan Fasilitasi Surat Persetujuan Eselon I
pada Usulan Revisi Satker Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan
1.3 LAYANAN BIDANG DATA, MONITORING DAN EVALUASI
1.3.1 Layanan Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi
(PPID)
1.3.2 Layanan Pengaduan Melalui Aplikasi Lapor!
1.3.3
Layanan Pengelolaan Pemberitaan Pada Website
1.3.4 Ditjen Bina Adwil
1.3.5
Layanan Pengaduan Jaringan
Layanan Pengaduan Penyalahgunaan Sistem
Informasi
24 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I 21
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I I
1.3.6 Layanan Bank Data
1.3.7
1.3.8 Layanan Pergantian Username dan Password
1.3.9
1.3.10 Layanan Permintaan Izin Pemanfaatan Server
(Alokasi Server)
1.3.11
Layanan Pengajuan Data Pokok Baru yang Bersifat
Strategis
Layanan Fasilitasi Penginputan Pencapaian
Kinerja Output Pada Aplikasi Smart Kemenkeu
Dan Aplikasi E-Monev BAPPENAS
Layanan Pengaduan Aplikasi Sistem Informasi Di
Lingkup Ditjen Bina Adwil
II. BAGIAN KEUANGAN
2.1 LAYANAN BIDANG PELAKSANAAN ANGGARAN
2.1.1 Layanan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil
Pemeriksaan (TLHP)
2.1.2 Layanan Penyusunan Rencana Penarikan Dana
(RPD)
2.1.3 Layanan Reviu DIPA yang Telah Disahkan
2.1.4 Layanan Sosialisasi Standar Biaya Masukan
(SBM)
2.2 LAYANAN BIDANG PERBENDAHARAAN
25 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
22 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
2.1.3 (RPD)
2.1.4
Layanan Reviu DIPA yang Telah Disahkan
Layanan Sosialisasi Standar Biaya Masukan
(SBM)
2.2 LAYANAN BIDANG PERBENDAHARAAN
225.2|.1K A T A L O G LLaAyYanAaNn AFaNsiliKtaEsSi GE aKjiRPEokToAkRPINAS T A N E D I S I
2.2.2 Layanan Fasilitasi Potongan Gaji I
2.3 LAYANAN BIDANG VERIFIKASI DAN AKUNTANSI
2.3.1 Layanan Verifikasi Tagihan Belanja Dengan Uang
Persediaan (UP)
2.3.2 Layanan Verifikasi Tagihan Belanja Langsung (LS)
III. BAGIAN PERUNDANG-UNDANGAN
3.2 LAYANAN BIDANG PERUNDANG-UNDANGAN
3.1.1 Layanan Koordinasi Penyusunan Peraturan
Perundang-Undangan Dan/Atau Keputusan
3.1.2 Layanan Koordinasi Penyusunan Kebijakan
3.2 LAYANAN BIDANG ADVOKASI
3.2.1 Layanan Penyiapan Bahan Dalam Pemberian
Bantuan Hukum Dan Perlindungan Hukum
3.3 LAYANAN BIDANG DOKUMENTASI DAN INFORMASI
3.3.1 Layanan Dokumentasi Progres Penyusunan
Peraturan Perundang-Undangan
3.3.2 Layanan Dokumentasi Dan Informasi Kebijakan
IV. BAGIAN UMUM
4.1 LAYANAN BIDANG KEPEGAWAIAN 23
4.1.1KATALOG LALYaAyNaAnaNnKpEenSyEuKsRuEnaTnARfoIrAmTaAsiNdEanDIASnIaIlis
26 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
3.3.2 Layanan Dokumentasi Dan Informasi Kebijakan
IV. BAGIAN UMUM
4.1 LAYANAN BIDANG KEPEGAWAIAN
4.1.1 Layanan penyusunan formasi dan Analis
26 | K A T A L O G LKeAbYuAtuNhaAnN K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
4.1.2 Layanan Pengajuan Kenaikan Pangkat I
4.1.3 Layanan Pengajuan Kenaikan Gaji Berkala
4.1.4 Layanan Pengajuan Pensiun
4.1.5 Layanan Pengajuan Pengangkatan Jabatan
Pelaksana
4.1.6 Layanan Berkas Usul Pencantuman Gelar PNS
4.1.7 Laporan Rekapitulasi Kehadiran Dan Rekapitulasi
Tunjangan Kinerja
4.1.8 Perpindahan PNS Kementerian Dalam Negeri ke
Instansi lain
4.2 LAYANAN BIDANG RUMAH TANGGA DAN
BARANG MILIK NEGARA
4.2.1 Layanan Penerimaan Tamu
4.2.2 Layanan pengaduan kehilangan barang pribadi
4.2.3 Layanan Penjagaan Barang Inventaris/Strategis
4.2.4 Layanan Permintaan Barang Milik Negara
4.2.5 Layanan Permintaan Penyediaan Alat Tulis Kantor
4.2.6 Layanan Pemeliharaan Kendaraan Bermotor Diluar
Pemeliharaan Rutin
4.2.7 Layanan Penyediaan Ruang Rapat
24
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
27 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
4.2.8 Layanan Pengembalian Barang Milik Negara yang
4.2.9 Rusak Berat
4.2.10 Layanan Pengaduan Kerusakan dan Kelengkapan
Fasilitas Kantor
Layanan Permohonan Peminjaman Barang Inventaris
4.3 LAYANAN BIDANG TATA USAHA PIMPINAN
4.3.1 Layanan Surat Masuk Internal Ditjen Bina Adwil
4.3.2 Layanan Surat Masuk Internal
Kemendagri/Undangan/Pemda/K/L/Masyarakat/dll)
4.3.3 Layanan Keprotokolan (Fasilitasi Rapat Pimpinan
Dalam Kota/Luar Kota/Luar Negeri)
3.2 URAIAN LAYANAN KESEKRETARIATAN
3.2.1 BAGIAN PERENCANAAN
Adapun tugas Bagian Perencanaan yaitu melaksanakan
penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran,
pengelolaan data dan informasi, pelaksanaan monitoring dan
evaluasi, penataan sistem dan prosedur serta penyusunan
laporan kinerja. Disisi lain Bagian Perencanaan pun
menjalankan fungsi pada:
1. Penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran
2. Pengelolaan data informasi serta monitoring dan evaluasi;
dan
28 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I25
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
3. Penataan sistem dan prosedur, reformasi birokrasi serta
penyusunan laporan kinerja.
3.2.2 BAGIAN KEUANGAN
Bagian Keuangan memiliki tugas dalam pengelolaan
keuangan, penatausahaan, akuntansi serta verifikasi dan
pembukuan. Dalam fungsinya, Bagian Keuangan
melaksanakan:
1. Pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan
atas lapiran pemeriksaan keuangan;
2. Pelaksanaan urusan perbendaharaan; dan
3. Pelaksanaan verifikasi dan akuntansi.
3.2.3 BAGIAN PERUNDANG-UNDANGAN
Tugas bagian Perundang-Undangan yaitu melaksanakan
penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-
undangan, pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum,
fasilitasi penyelesaian masalah hukum. Adapun fungsi Bagian
Perundang-Undangan yaitu:
1. Penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-
undangan;
2. Penyiapan bahan fasilitasi litigasi dan advokasi hukum
serta perlindungan hukum;
3. Penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan; dan
4. Pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum;
29 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
26 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
3.2.4 BAGIAN UMUM
Bagian umum mempunyai tugas untuk melaksanakan
urusan persuratan, tata usaha pimpinan dan pembinaan
ketatausahaan, kearsipan, urusan administrasi aparatur sipil
negara, urusan perlengkapan, rumah tangga, dan penataan
barang milik negara. Adapun fungsi Bagian Umum yaitu:
1. Pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha pimpinan
serta pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat
jenderal;
2. Pelaksanaan urusan kearsipan;
3. Penyiapan urusan administrasi aparatur sipil negara;
4. Pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga
dilingkungan direktorat jenderal; dan
5. Pelaksanaan urusan penataan barang milik negara;
Berdasarkan penjabaran tusi masing-masing bagian
kesekretariatan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan di atas, maka
terdapat jenis-jenis layanan kesekretariatan, sebagai berikut.
I. BAGIAN PERENCANAAN
1.1 LAYANAN BIDANG SISTEM, PROSEDUR DAN KINERJA
1.1.1 Layanan Fasilitasi Pembentukan/Revisi Standar
Operasional Prosedur (SOP)
30 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I
27
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
terdapat jenis-jenis layanan kesekretariatan, sebagai berikut.
I. BAGIAN PERENCANAAN
1.1 LAYANAN BIDANG SISTEM, PROSEDUR DAN KINERJA
1.1.1 Layanan Fasilitasi Pembentukan/Revisi Standar
Operasional Prosedur (SOP)
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
30 | K A DTaAsaLrOHGukLuAmY A N A aN) KPeErmS EenK RPEATN-ARRBI ANTo.A N42 ETDaIhSunI
PedomanI
2017 tentang
Penyusunan SOP AP;
b) Permen PAN-RB No. 19 Tahun
2018 tentang Penyusunan Proses
Bisnis Instansi Pemerintah;
c) Kepmendagri No.061-355 Tahun
2019 tentang SOP di Lingkungan
Kementerian Dalam Negeri;
Tata Cara a) Subdit penyusun draft SOP sesuai
proses bisnisnya dengan
melibatkan bagian perencanaan.
b) Draft SOP yang telah selesai
disusun, disampaikan kepada
pimpinan unit kerja penanggung
jawab untuk ditandatangani.
c) Direktur menyampaikan usulan
draft SOP
d) Draft yang telah ditandatangani
kepada sekretaris ditjen disertai
dengan nota dinas pengantar
penyampaian usulan SOP.
e) Pengguna layanan diharapkan
28 31 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N EDISI
I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Sekretaris ditjen memberikan
disposisi kepada bagian
perencanaan untuk
menindaklanjuti usulan SOP dari
Direktorat.
b) Bagian perencanaan melakukan
klarifikasi akhir draft SOP.
c) Bagian perencanaan menyiapkan
Nota Dinas pengantar dari
sekretaris kepada Biro Ortala
terkait usulan SOP untuk
ditetapkan dengan Keputusan
Mendagri tentang SOP di
lingkungan Kementerian Dalam
Negeri.
Syarat dan a) Dokumen telaahan tugas dan fungsi
ketentuan b) Rancangan/usulan SOP
pemberian layanan
Jam Operasional Sesuai jam kerja
Layanan
32 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I29
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
1.1.2 Layanan Fasilitasi Usulan Kenaikan Kelas Jabatan
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum a) Permen PAN-RB No.41 Tahun
2018 tentang Nomenklatur
Jabatan;
b) Permen PAN-RB No.34 Tahun
2011 tentang Pedoman Evaluasi
Jabatan;
c) Keputusan Menteri Dalam Negeri
No. 061-2842 Tahun 2019 tentang
Peta Jabatan di Lingkungan
Kemendagri.
Tata Cara a) Direktorat mengidentifikasi dan
mengklasifikasi ASN untuk
kenaikan kelas jabatan.
b) Direktorat mengusulkan nama-
nama ASN yang telah memenuhi
kriteria untuk direkomendasikan
naik kelas jabatan kepada bagian
perencanaan.
c) Direktorat mengusulkan nama-
nama ASN yang telah disetujui
untuk naik klas jabatan kepada
sekretaris ditjen melalui nota
33 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I
30
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
dinas direktur.
d) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Bagian perencanaan melakukan
Syarat dan identifikasi akhir terhadap usulan
ketentuan
pemberian layanan nama-nama yang disampaikan
Jam Operasional
Layanan oleh direktorat.
b) Bagian perencanaan memberikan
persetujuan nama-nama ASN yang
layak untuk naik kelas jabatan ke
bagian umum yang selanjutnya
disampaikan kepada Biro
Kepegawaian dan Biro Organisasi
dan tata laksana Setjen
Kemendagri.
a) SK Jabatan terakhir
b) Surat Usulan kensaikan kelas
jabatan
Sesuai jam kerja
1.1.3 Layanan Evaluasi Kelembagaan
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
34 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I31
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Dasar Hukum Permen PAN-RB No.20 Tahun 2018
Tata Cara
tentang Pedoman Evaluasi
Respon Layanan
Kelembagaan Instansi Pemerintah;
a) Direktorat menyusun kajian
evaluasi kelembagaan dengan
rekomendasi perubahan
kelembagaan yang melibatkan
bagian perencanaan dan bagian
perundang-undangan.
b) Kajian evaluasi kelembagaan yang
telah selesai disusun, diusulkan
dan disampaikan kepada
pimpinan unit kerja penanggung
jawab untuk ditandatangani.
c) Direktorat menyampaikan kajian
kelembagaan yang telah
ditandatangani kepada sekretaris
ditjen disertai dengan nota dinas
pengantar penyampaian usulan
perubahan.
d) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
a) Sekretaris ditjen memberikan
disposisi kepada bagian
35 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
32 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
perencanaan untuk
menindaklanjuti usulan evaluasi
kelembagaan dari Direktorat.
b) Bagian perencanaan melaporkan
hasil kajian evaluasi kelembagaan
kepada dirjen melalui sekretaris.
c) Dirjen bersurat kepada sekjen
terkait usulan kajian evaluasi
kelembagaan untuk ditetapkan
dengan permendagri tentang
Organisasi Dan Tata Kerja
Kementerian Dalam Negeri.
Syarat dan a) Hasil kajian yang disetujui oleh
ketentuan
pemberian layanan Eselon II
Jam Operasional b) Surat Usulan kajian evaluasi
Layanan
kelembagaan
Sesuai jam kerja
1.1.4 Layanan Fasilitasi Penyusunan Dan Revisi Perjanjian
Kinerja
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum a) Peraturan Presiden No. 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
36 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I33
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
b) Permen PAN-RB No. 53 Tahun
2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Laporan
Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah;
Tata Cara a) Direktorat melakukan pembahasan
Respon Layanan
37utase37 dengan bagian
perencanaan dalam rangka
37utase37n dokumen perjanjian
kinerja, dengan memperhatikan
dokumen pelaksanaan anggaran.
b) Dokumen Perjanjian Kinerja yang
telah di susun, disampaikan
kepada pimpinan unit kerja untuk
disepakati.
c) Dokumen Perjanjian Kinerja yang
telah disepakati disampaikan
kepada bagian perencanaan untuk
dilakukan validasi.
d) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
a) Bagian perencanaan melakukan
validasi dan klarifikasi akhir
37 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
34 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
terhadap Dokumen Perjanjian
Kinerja yang disampaikan oleh
direktorat.
b) Dokumen Perjanjian Kinerja yang
telah divalidasi disampaikan
kepada Biro Perencanaan melalui
surat sekretaris Ditjen Bina
Administrasi Kewilayahan.
c) Dalam hal revisi/penyesuaian
perjanjian kinerja dapat dilakukan
jika terjadi kondisi sebagai berikut:
- Terjadi pergantian atau
38utase pejabat;
- Perubahan dalam strategi
yang mempengaruhi
pencapaian tujuan dan
sasaran (perubahan
program, kegiatan dan
alokasi anggaran);
- Perubahan prioritas atau
asumsi yang berakibat
secara signifikan dalam
proses pencapaian tujuan
dan sasaran
Syarat dan a) Dokumen Renja dan POK
ketentuan
b) Dokumen justifikasi perubahan
38 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I35
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
pemberian layanan semula-menjadi
Jam Operasional Sesuai jam kerja
Layanan
1.1.5 Layanan Fasilitasi Penyusunan Variabel Pengukuran
Kinerja
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan Ditjen
Layanan Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum a) Peraturan Presiden No. 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
b) Permen PAN-RB No. 53 Tahun
2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Laporan
Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah;
Tata Cara a) Direktorat melakukan pembahasan
variabel dengan bagian
perencanaan dalam rangka
penyusunan variable pengukuran
kinerja.
b) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
39 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
36 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Bagian perencanaan melakukan
Syarat dan analisis terhadap masukan yang
ketentuan
pemberian layanan disampaikan oleh direktorat.
Jam Operasional
Layanan b) Bagian perencanaan mengajukan
dokumen alat ukur kinerja ke
Sekretaris yang telah diparaf oleh
direktur ke Direktur Jenderal
untuk ditetapkan dengan
Keputusan Menteri Dalam Negeri.
a) Dokumen Perjanjian Kinerja yang
telah disetujui
b) Dokumen Renja dan POK
Sesuai jam kerja
1.1.6 Layanan Fasilitasi Penyusunan Laporan Kinerja Eselon II
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum a) Peraturan Presiden No. 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
40 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I37
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
b) Permen PAN-RB No. 53 Tahun
2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Laporan
Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah;
Tata Cara a) Direktorat indicator draf awal
Respon Layanan
Laporan Kinerja sesuai dengan
format yang disampaikan oleh
bagian Perencanaan dengan
memperhatikan data dan informasi
kinerja triwulanan.
b) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
a) Bagian perencanaan menghimpun
format data dan informasi kinerja
dari masing-masing unit kerja.
b) Bagian perencanaan menganalisis
dan mengevaluasi data dan
informasi kinerja yang telah
terkumpul untuk selanjutnya
dilakukan reviu oleh Itjen
Kemendagri
c) Bagian perencanaan
41 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
38 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Syarat dan menyampaikan Laporan Kinerja
ketentuan kepada Direktur Jenderal untuk
pemberian layanan selanjutnya disampaikan kepada
Biro Perencanaan melalui Surat
Jam Operasional Sekretaris Ditjen
Layanan a) Dokumen Perjanjian Kinerja yang
telah disetujui
b) Dokumen Renja dan POK
c) Pedoman pengukuran 42ndicator
kinerja
d) Dokumen evaluasi kinerja TW IV
Sesuai jam kerja
1.1.7 Layanan Fasilitasi Manajemen Risiko
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun
2008 tentang Sistem Pengendalian
Intern Pemerintah;
Tata Cara a) Direktorat melakukan identifikasi
masalah terkait aspek-aspek
pencapaian target organisasi
dengan melibatkan bagian
perencanaan.
b) Bagian perencanaan
menyampaikan format identifikasi
risiko kepada direktorat dan
bagian lingkup secretariat.
42 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I39
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
c) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Bagian perencanaan melakukan
Syarat dan asistensi kepada Direktorat dalam
ketentuan
pemberian layanan menyusun identifikasi risiko dan
Jam Operasional
Layanan Rencana Tindak Pengendalian
(RTP) risiko Unit Kerja.
b) Dokumen risiko yang telah
disepakati disampaikan kepada
Direktur Jenderal untuk
ditetapkan dengan Kepmendagri
-
Sesuai jam kerja
1.2 LAYANAN BIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN
1.2.1 Layanan Revisi Anggaran Kewenangan KPA
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
43 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
40 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Dasar Hukum a) PMK Nomor. 208/2020 tentang
Tata Cara
Tata Cara Revisi Anggaran Tahun
2021;
b) PMK Nomor. 119/PMK.02/2020
tentang Standar Biaya Masukan
Tahun Anggaran 2021;
a) Sekretariat Ditjen
memberitahukan kepada seluruh
unit kerja dalam hal akan
dilakukan revisi anggaran.
b) Direktorat menyampaikan usulan
revisi anggaran kepada
44ecretariat Ditjen yang
ditandatangani oleh pejabat
Eselon II.
c) Usulan yang disampaikan
menjelaskan latar belakang /
justifikasi diperlukannya revisi
anggaran.
d) Usulan dilengkapi dengan nota
dinas pengantar, matriks semula
menjadi dan data dukung terkait
lainnya yang diperlukan.
e) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
44 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I41
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
tatacara.
Respon Layanan a) Sekretaris Ditjen memberikan
disposisi kepada Bagian
Perencanaan untuk
menindaklanjuti usulan revisi
anggaran dari Direktorat/
Sekretriat.
b) Bagian Perencanaan meneliti
usulan anggaran dengan
memastikan rincian anggaran
yang direvisi tidak menganggu
pencapaian target kinerja dan
dituangkan ke dalam Berita Acara
penelitian.
c) Bagian Perencanaan menginput
usulan revisi ke dalam aplikasi
SAKTI.
d) Kepala Bagian Perencanaan
menyampaikan nota dinas kepada
Kepala Bagian Keuangan dengan
tembusan Sekretaris Ditjen yang
menjelaskan revisi anggaran yang
diusulkan telah sesuai dan dapat
diproses lebih lanjut.
e) Bagian Keuangan
menindaklanjuti dengan
45 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
42 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
pengecekan terhadap beberapa
aplikasi yang terkait.
f) Bagian Keuangan mengusulkan
kepada Sekretaris Ditjen untuk
mendapatkan penetapan
Syarat dan a) Dalam hal di luar waktu
ketentuan
pemberian layanan pelaksanaan revisi anggaran yang
Jam Operasional telah ditetapkan terdapat
Layanan
kebutuhan yang bersifat penting
dan mendesak dan menjadi atensi
Pimpinan Kemendagri sehingga
perlu dilakukan revisi anggaran,
maka mekanismenya dapat
dikecualikan dari ketentuan yang
ada.
b) Revisi anggaran dengan
kewenangan KPA dapat dilakukan
apabila target/volume output dan
alokasi anggaran pada level
Klasifikasi Rincian Output (KRO)
tidak berubah.
Sesuai jam kerja
1.2.2 Layanan Revisi Anggaran Di Luar Kewenangan KPA
(KANWIL/DJA/DITJEN PERBENDAHARAAN)
43
46 | KK AATTAALOL OG GLALYANYAANNKAENSEKKERSETE AKRRIEATAANR EI ADITSAI NI E D I S I
I
Layanan
1.2.2 Layanan Revisi Anggaran Di Luar Kewenangan KPA
(KANWIL/DJA/DITJEN PERBENDAHARAAN)
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan Ditjen
46 | K A T ALaLyOanGanL A Y A N BAinNa AKdEmSiEniKstRraEsiTKAeRwiIlaAyTahAaNn. E D I S I
I
Dasar Hukum a) PMK Nomor. 208/2020 tentang
Tata Cara Revisi Anggaran Tahun
2021;
b) PMK Nomor. 119/PMK.02/2020
tentang Standar Biaya Masukan
Tahun Anggaran 2021;
Tata Cara a) Direktorat menyampaikan usulan
revisi anggaran yang merupakan
kewenangan di luar KPA kepada
sekretariat Ditjen yang
ditandatangani oleh pejabat Eselon
II.
b) Usulan yang disampaikan
menjelaskan latar belakang /
justifikasi diperlukannya revisi
anggaran.
c) Usulan dilengkapi dengan nota
dinas pengantar, matriks semula
menjadi dan data dukung terkait
lainnya yang diperlukan.
d) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
47 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
44 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Sekretaris Ditjen memberikan
disposisi kepada bagian
perencanaan untuk
menindaklanjuti usulan revisi
anggaran dari Direktorat.
b) Bagian perencanaan meneliti draft
revisi kegiatan yang diusulkan oleh
Direktorat dan dituangkan ke
dalam Berita Acara penelitian.
c) Bagian perencanaan menginput
kedalam aplikasi SAKTI untuk
ditindaklanjuti oleh instansi yang
berwenang (KANWIL/DJA/DITJEN
Perbendaharaan).
d) Bagian Perencanaan
menyampaikan usulan revisi
anggaran untuk diteliti oleh Biro
Perencanaan sesuai
kewenangannya.
e) Bagian Perencanaan
menyampaikan usulan revisi
anggaran untuk diteliti oleh
Inspektorat Jenderal sesuai
kewenangannya.
48 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I45
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
f) Dalam hal revisi anggaran
memerlukan kesepakatan tiga
pihak (Kemenkeu, Bappenas,
Kemendagri) dilakukan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Syarat dan a) Revisi anggaran dalam hal pagu
ketentuan
pemberian layanan anggaran berubah, pembukaan
blokir atau revisi anggaran kategori
lainnya yang bukan merupakan
kewenangan KPA dapat dilakukan
sepanjang terdapat justifikasi yang
kuat, bersifat penting dan
mendesak.
b) Dalam hal terdapat usulan revisi
informasi kinerja, dilakukan secara
selektif terutama bila terdapat
perubahan peraturan perundang-
undangan di tahun berjalan yang
dapat berdampak pada
ketidakmampuan mencapai
target/output bila tidak dilakukan
revisi informasi kinerja.
c) Sekretariat Ditjen berhak menolak
usulan revisi anggaran apabila
dapat berdampak terhadap nilai
Indikator Kinerja Pelaksanaan
49 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
46 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
Jam Operasional Anggaran (IKPA) Kemendagri.
Layanan
d) Dalam hal terdapat revisi anggaran
dikarenakan kebijakan nasional
antara lain berupa pemotongan
anggaran, dikecualikan dari
layanan ini.
Sesuai jam kerja
1.2.3 Layanan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja (RENJA)
Tahunan
Cakupan Pengguna Seluruh Unit Kerja di lingkungan
Layanan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Dasar Hukum a) Peraturan Presiden No. 18 Tahun
2020 tentang RPJMN 2020-2024;
b) Permendagri No. 67 Tahun 2020
tentang Renstra Kemendagri
Tahun 2020-2024;
c) Kepmendagri No…. Tahun 2021
tentang Renstra Ditjen Bina
Administrasi Kewilayahan Tahun
2020-2024.
Tata Cara a) Direktorat/Sekrteraiat
menyiapkan usulan Renja dengan
mengacu pada dokumen Renstra,
rancangan awal RKP atau
50 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
I47
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I
prioritas lainnya yang perlu
dilaksanakan.
b) Usulan Renja yang telah selesai
disusun, disampaikan kepada
pimpinan unit kerja penanggung
jawab untuk ditandatangani.
c) Direktur/Direktorat
menyampaikan usulan Renja
kepada sekretaris Ditjen disertai
dengan nota dinas pengantar
d) Pengguna layanan diharapkan
untuk dapat mengakses barcode
sebagaimana tertera dalam kolom
tatacara.
Respon Layanan a) Sekretaris Ditjen memberikan
disposisi kepada Bagian
Perencanaan untuk
menindaklanjuti usulan Renja
dari Direktorat/Sekretariat.
b) Bagian Perencanaan
mengkompilasi dan menganalisis
usulan Renja yang diusulkan.
c) Bagian Perencanaan melakukan
pembahasan dengan
Direktorat/Subdit untuk
mengecek kesesuaian dengan
51 | K A T A L O G L A Y A N A N K E S E K R E T A R I A T A N E D I S I
48 I
KATALOG LAYANAN KESEKRETARIATAN EDISI I