Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa outdoor learning
merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas/sekolah yang
memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang utama agar peserta didik
mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih aktif dengan obyek langsung dan
juga nyata sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan
lebih bermakna.
Peralihan tingkat pendidikan usia dini dan taman kanak-kanak ke jenjang
lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar sangatlah berpengaruh besar terhadap pencapaian
hasil belajar kedepan. Dimana tingkat PAUD / TK lebih dikenal dengan belajar
sambil bermain. Oleh karena itu masa sekolah dasar perlu diupayakan kepada
anak agar dapat leluasa untuk menerima pengetahuan dengan sebaik-baiknya dan
sebesar- besarnya. Tanpa anak merasa terbebani dalam pembelajaran. Seorang
guru dapat menggunakan metode outdoor learning. Sehingga dapat meningkatkan
motivasi siswa dalam belajar.
Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan. Bahan yang dapat
dipelajari lebih kaya serta lebih faktual. Sehingga kebenarannya lebih akurat.
Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak, memadukan unsur bermain
dengan belajar, menghilangkan rasa jenuh siswa ketika dalam kondisi dalam
pembelajaran indoor. Itulah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan jika
melakukan pembelajaran secara outdoor learning. Guru perlu melakukan
perubahan untuk menemukan bakat peserta didik yang kurang percaya diri.
Dengan outdoor learning diharapkan dapat lebih memudahkan guru untuk melihat
bakat peserta didik. Mereka akan lebih leluasa dalam menerima pembelajaran
diluar ruangan. Guru mengimplementasikan pendekatan yang sesuai dengan cara
belajar siswa, kreatif dan inovatif . Guru bisa memberikan pembelajaran yang
bagus dan sumbernya juga tidak boleh monoton. Reflektif, Guru efektif dalam
mengembangkan pembelajaran kolaboratif. Keterlibatan guru dan murid untuk
bekerjasama dalam pembelajaran Outdoor learning
B. KONSEP DAN TUJUAN OUTDOOR LEARNING
a) Konsep Kegiatan Belajar Mengajar di Luar Kelas
201
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Kegiatan belajar di luar kelas tidak boleh dilakukan secara serampangan.
Pengajaran harus memiliki konsep kegiatan yang jelas, sehingga bisa menjadi
acuan utama bagi seorang guru yang mengajar siswa di luar kelas. Metode ini
bukan sekedar main-main untuk menyegarkan pikiran dan mengobati
kejenuhan, melainkan guna mencerdaskan para siswa dan membuat mereka
memahami seluruh mata pelajaran dengan baik. Ada pun konsep kegiatan
belajar mengajar di luar kelas yaitu:
1. Konsep Proses Belajar
Belajar melalui aktivitas luar kelas adalah proses belajar interdisipliner
melalui satu seri aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas
. Pendekatan ini secara sadar mengeksploitir potensi latar alamiah
untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan fisik dan mental .
Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan timbal balik
dengan alam , program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap
alam .
2. Konsep Aktivitas Luar Kelas Pendekatan ini menggunakan kehidupan
di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang memberikan banyak
kesempatan bagi siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai
bentuk keterampilan dasar, sikap dan apresiasi terhadap berbagai hal
yang terdapat di alam dan kehidupan sosial . Bentuk - bentuk kegiatan
luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki gunung, menjelajah,
memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan,
primitive living, kerajinan tangan dan lain sebagainya .
3. Konsep Lingkungan
Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan
mahluk hidup yang saling tergantung antara yang satu dengan yang
lain . Tujuan utama program ini adalah untuk menjelaskan fungsi kita
dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas
lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan
datang.
Kegiatan luar ruangan merupakan suatu bagian integral dari program
pendidikan anak usia dini. Bagi Froebel, taman bermain anak-anak itu bersifat
202
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
alamiah. Anak-anak memelihara kebun, membangun bendungan aliran air,
memelihara binatang, dan melakukan permainan.7 Melalui kegiatan-kegiatan
tersebut pembelajaran yang dialami oleh anak akan lebih menyenangkan
karena anak belajar sambil bermain sehingga mereka dapat mengeksplor
potensi yang ada pada diri mereka. Beberapa konsep yang mendasari outdoor
learning:
1) Pendidikan selama ini tidak menempatkan anak sebagai subyek
2) Setiap anak berkebutuhan khusus dan unik. Mereka mempunyai
kelebihan dan kekurangan, sehingga proses penyeragaman dan
penyamarataan akan membunuh keunikan anak. Keunikan anak yang
berkebutuhan khusus harus mendapat tempat dan dicarikan peluang
agar anak dapat lebih berkembang.
3) Dunia anak adalah dunia bermain, tetapi pelajaran lebih banyak
disampaikan tidak lewat permainan.
4) Usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia,
namun dunia pendidikan kurang memberikan kesempatan bagi
pengembangan kreativitas.
b) Tujuan Pokok Mengajar di Luar Kelas
Secara umum, tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui aktivitas
belajar di luar kelas adalah:
1) Memberikan kesempatan yang unik bagi peserta didik untuk
perubahan pola pikir siswa melalui penataan latar pada kegiatan luar
kelas.
2) Membantu mengembangkan segala potensi setiap peserta didik agar
menjadi manusia sempurna.
3) Memberika kontribusi penting dalam rangka membantu
mengembangkan hubungan guru dan murid.
4) Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan
komunitas disekitar untuk pendidikan
203
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
5) Agar peserta didik dapat memahami secara optimal seluruh mata
pelajaran, terutama mata pelajaran matematika.
C. MANFAAT OUTDOOR LEARNING
Melalui aktivitas di luar ruangan atau outdoor learning semua bagian
perkembangan anak dapat ditingkatkan. Hal ini terjadi karena aktivitas outdoor
melibatkan berbagai aspek perkembangan anak. Aktivitas outdoor lebih berperan
dalam mengintegrasikan sensori dan berbagai potensi yang dimiliki anak. Adapun
manfaat outdoor learning dalam aspek-aspek perkembangan anak antara lain:
1) Perkembangan fisik
Lingkungan outdoor lebih banyak merangsang aktivitas otot. Alam
terbuka yang bebas lebih banyak menawarkan kesempatan secara alamiah
untuk berlari, melompat, dan menggerakkan seluruh tubuhnya dengan
bebas. Kekuatan fisik, koordinasi keseimbangan dan stamina secara
perlahan-lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari. Lingkungan luar
ruangan menawarkan tempat khusus anak-anak untuk mengembangkan
semua keterampilan ini. Tujuan pendidikan fisik untuk anak adalah untuk
mengembangkan keterampilan dan kemampuan fisik yang akan
bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa depan.
2) Pengembangan keterampilan sosial dan pengetahuan budaya
Lingkungan di luar ruangan secara alami mendorong interaksi diantara
sesama anak ataupun diantara orang dewasa dan anak-anak. Dengan
interaksi ini maka keterampilan sosial mereka dapat terkembangkan.
Selain itu dengan bermain di lingkungan terbuka anak-anak dapat belajar
mengenal lingkungan sosial masyarakat terdekatnya, mempelajari dan
mengenal kondisi sosial budaya masyarakatnya.
3) Perkembangan emosional
Beberapa keterampilamn emosional yang harus dipenuhi oleh anak yakni
pertama, mengenal kemampuannya dan mengakui ketidakmampuannya.
Kedua, belajar meminta tolong dengan baik. Ketiga, percaya terhadap
bantuan orang lain. Keempat, menghargai bantuan orang lain dengan
204
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
berterima kasih. Lingkungan luar ruangan dapat membantu anak bersikap
matang dan dewasa serta mampu menumbuhkan sikap menghargai.
4) Perkembangan intelektual
Di luar ruangan anak melakukan proses belajar melalui interaksi langsung
dengan benda-benda ataupun ide-ide. Lingkungan luar ruangan memberi
kesempatan kepada anak untuk mempelajari konsep-konsep dengan lebih
konkret dan nyata
D. KELEBIHAN OUTDOOR LEARNING
Outdoor learning memiliki banyak kelebihan dibanding pembelajaran
secara konvensional yang selalu berlangsung di dalam kelas. Outdoor learning
mengajak peserta didik lebih aktif dalam belajar, mampu menghilangkan
kejenuhan rutinitas belajar yang selalu berlangsung di dalam kelas, sehingga
pikiran menjadi lebih jernih. Secara rinci, kelebihan outdoor learning dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1. Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar.
Outdoor learning memberikan kesempatan peserta didik untuk
mempelajari pengetahuan pada obyek nyata secara langsung sehingga
manfaat dari mempelajari materi tertentu akan lebih dirasakan oleh peserta
didik.
2. Peserta didik lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran di lingkungan terbuka akan meningkatkan keaktifan peserta
didik. Mereka akan lebih leluasa bergerak, berlari dan mencari
pengetahuan dengan lebih memaksimalkan penggunaan panca indera
untuk mencapai tujuan pembelajaran tanpa dibatasi oleh dinding-dinding
ruang kelas.
3. Daya pikir peserta didik lebih berkembang.
Materi yang lebih konkret akan membuat peserta didik lebih bersemangat
dan membuat daya pikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah akan
lebih berkembang.
4. Pembelajaran lebih menginspirasi peserta didik.
205
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Belajar di lingkungan yang tidak biasa membuat peserta didik mendapat
pengalaman baru, mereka dituntut untuk mencari pengetahuannya sendiri
dengan berbagai aktivitas yang membuat pengalaman belajar lebih
bermakna.
5. Pembelajaran lebih menyenangkan.
Outdoor learning membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan,
peserta didik tidak jenuh, karena mereka lebih leluasa untuk bergerak,
pikiran mereka lebih fresh dan membuat mereka lebih bersemangat.
6. Lebih mengembangkan kreativitas guru dan peserta didik.
Aktivitas pembelajaran di alam terbuka akan mendorong guru untuk
merencanakan dan membuat panduan belajar yang akan digunakan untuk
menuntun peserta didik bekerja mencapai tujuan yang diinginkan.
Selanjutnya peserta didik akan lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah
dan merangkai berbagai fakta yang mereka temukan untuk mencapai
pengetahuan atau konsep tertentu.
7. Melatih peserta didik untuk bersosialisasi secara langsung dengan
masyarakat.
Outdoor learning akan melatih peserta didik untuk berkomunikasi dan
bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga mereka mempunyai
keterampilan untuk dapat membawa diri, bergaul, dan berbicara di tengah-
tengah masyarakat.
8. Kegiatan belajar lebih komunikatif.
Pembelajaran di alam terbuka akan memberikan suasana lebih santai
dengan kondisi pikiran yang tidak tegang sehingga memungkinkan
komunikasi yang baik antara guru dan peserta didik.
9. Lebih menyeimbangkan antara pencapaian pengetahuan, sikap dan
keterampilan.
Belajar pada obyek yang nyata akan membuat peserta didik lebih mudah
memahami konsep pengetahuan, mudah berlatih menguasai keterampilan
tertentu karena berhadapan langsung dengan benda atau hal yang nyata.
Outdoor learning juga memberikan kesempatan kepada guru untuk
mengembangkan sikap-sikap terpuji pada peserta didik seperti gotong
206
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
royong, sopan santun, kerjasama, serta menghargai dan menghormati
orang lain.
10. Pembelajaran lebih dapat mengembangkan nilai-nilai karakter dan akhlak
mulia.
Penanaman nilai-nilai karakter seperti jujur, disiplin, sopan santun, rendah
hati, peduli, pemaaf, sabar, cinta kebersihan, cinta ilmu pengetahuan, kasih
sayang, percaya diri, tanggung jawab dan toleransi dapat langsung
dipraktikkan tanpa terlalu banyak teori.
E. BENTUK-BENTUK OUTDOOR LEARNING
Kegiatan pembelajaran akan lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak
jika dilakukan di luar ruang (outdoor), pengetahuan anak akan lebih berkembang
karena anak dapat menemukan hal baru yang tidak mereka dapat di dalam
ruangan kelas. Pembelajaran outdoor mencakup berbagai bentuk kegiatan yang
dapat menstimulasi anak untuk beraktifitas, menemukan halhal baru dan juga
berpikir kreatif untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi. Adapun
bentuk-bentuk kegiatan outdoor learning menurut Erwin antara lain:
1) Super camp
Super camp adalah kegiatan kemah yang diikuti oleh peserta didik dan
guru. Peserta didik melakukan kegiatan belajar beberapa mata pelajaran
yang diampu oleh guru mata pelajaran, hanya saja pembelajaran dilakukan
di alam terbuka dan dilakukan dalam beberapa hari. Kegiatan super camp
peserta didik tidak dituntut untuk berseragam, mereka bebas mengenakan
pakaian apapun asalkan tidak melanggar normanorma yang ada.
2) Live in
Live in adalah kegiatan tinggal dan hidup di suatu pedesaan bersama
masyarakat untuk mengikuti segala aktivitas penduduk desa. Program
kegiatan liveinmerupakan program pembelajaran untuk mengenal sebuah
lingkungan penduduk desa dengan mengikuti semua kegiatan mereka, baik
di rumah maupun saat bekerja di luar. Peserta didik dalm kegiatan live in
207
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
dilatih utnuk hidup mandiri, yaitu melakukan kegiatan rutin sehari-hari,
seperti pergi ke sawah, beternak serta bergotong royong dengan
masyarakat di tempat tinggal mereka. Kegiatan live in, mengajak peserta
didik untuk belajar hidup secara nyata bersama-sama dengan masyarakat.
3) Study Tour
Study tour sering disebut juga karyawisata ataupun widyawisata. Lokasi
yang biasanya dikunjungi adalah tempat yang tidak hanya memberikan
hiburan kepada peserta didik, namun sekaligus memberikan pelajaran
penting sehingga peserta didik dapat belajar pada kondisi nyata yang
menyenangkan
4) Field Work
Field work adalah kerja lapangan atau bisa juga dikatakan sebagai praktik
kerja lapangan, yakni pembelajaran yang mengenalkan peserta didik pada
dunia kerja tempat mereka dapat mengaplikasikan semua pengetahuan
yang mereka peroleh ke dalam dunia kerja.
5) Ekspedisi
Ekspedisi merupakan kegiatan perjalanan ke suatu tempat untuk mencapai
misi tertentu, yakni untuk meneliti, mengamati dan menemukan faktafakta
di lapangan kemudian di singkronkan dengan materi-materi yang sedang
dipelajari di sekolah. Kegiatan ini dapat memberikan semangat bagi
peserta didik, mereka dapat mempelajari materi sesuai dengan kenyataan
yang ada.
6) Outbond
Menurut Shoimin, outbond adalah suatu cara untuk menggali diri sendiri
dalam suasana menyenangkan dan tempat penuh tantangan yang dapat
menggali dan mengembangkan potensi, meninggalkan rasa malu, dan siap
menghadapi masa depan, menyelesaikan tantangan, tugas-tugas yang tidak
umum, menantang batas seseorang, dan membuat pemahaman terhadap
diri sendiri tentang kemampuan yang dimiliki melebihi dari yang dikira.
F. PENTINGNYA OUTDOOR LEARNING
Di antara keunggulan outdoor learning adalah:
208
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
1) Penghematan dalam hal biaya, karena pendidik menggunakan benda-
benda sekitar yang ada di lingkungan sebagai medianya.
2) Efektif dan efisien di terapkan, tidak seberapa membutuhkan peralatan
khusus seperti LCD proyektor ataupun laptop.
3) Menyediakan pengalaman yang real kepada peserta didik pembelajaran
menjadi lebih nyata dan konkret.
4) Dikarenakan benda berasal dari lingkungan sekitar, maka akan tepat
dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
5) Proses pembelajaran akan lebih applicative, maksudnya materi
pembelajaran yang di dapatkan peserta didik melalui media lingkungan
memungkinkan dapat di aplikasikan langsung dikarenakan peserta didik
akan sekali waktu bertemu dengan benda-benda serupa dalam
kesehariannya.
6) Lebih komunikatif karena peristiwa dan benda yang berada di lingkungan
peserta didik biasanya mudah dipahami oleh peserta didik di bandingkan
media yang di buat oleh pendidik.
7) Lingkungan atau suasana di sekitar sekolah bisa digunakan menjadi bahan
ajar yang sifatnya fakta karena peserta didik bisa terjun langsung dalam
materi tersebut.
G. RANGKUMAN
1. Outdoor learning merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
di luar kelas/sekolah yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber
belajar yang utama agar peserta didik mendapatkan kesempatan untuk
belajar lebih aktif dengan obyek langsung dan juga nyata sehingga
kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih
bermakna.
2. Pembelajaran outdoor mencakup berbagai bentuk kegiatan yang dapat
menstimulasi anak untuk beraktifitas, menemukan halhal baru dan juga
berpikir kreatif untuk memecahkan berbagai permasalahan yang
dihadapi
209
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
3. Adapun bentuk-bentuk kegiatan outdoor learning menurut Erwin
antara lain:
Super camp, live in, Study tour, Field Work, ekspedidi, outbound.
H. LATIHAN !!
1) Di dalam pelaksanaan outdoor learning terdapat 3 langkah langkah
pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru yaitu persiapan,
pelaksanaan dan evaluasi. Uraikanlah ketiga tahap diatas agar
pembelajaran dapat berjalan secara efektif!
2) Apa yang dimaksud dengan outdoor learning?
3) Apa saja tujuan pelaksanaan outdoor learning?
4) Di dalam pelaksanaan outdoor learning terdapat beberapa hambatan,
bagaimana solusi yg harus diberikan oleh seorang guru ?
5) Bagaimana menerapkan pendidikan karakter pada pembelajaran outdoor
learning?
210
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
GLOSARIUM
Interaktif : Hal saling melakukan aksi karena adanya hubungan sebab
akibat
Kurikulum : Perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang
diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan
yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada
peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Bilangan : Suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan
dan Pengukuran
Geometri : cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan
bentuk, ukuran, posisi relatif gambar, dan siofat ruangan.
Pengukuran : Penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas.
Statistika : Ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan
mempresentasikan data.
Soft Skill : Suatu kemampuan, bakat, atau ketrampilan yang ada didalam
diri setiap Manusia
Hard Skill : Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan
teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya
Tangram : Sebuah teka teki tranformasi yang terdiri dari keping-keping
potongan yang disatukan untuk membentuk pola.
Tetrahedron : Bentuk geometrik 3 dimensi.
ICT : Information and Communication Technologies
LCD : Salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk
menampilkan video, gambar, dsb.
Telekomunikasi : teknik pengiriman atau penyampaian informasi jarak
jauh, dari suatu tempat ke tempat lain.
E-learning : bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang \
pendidikan berupa situs web yang dapat diakses di mana
saja.
Distance learning : Pembelajaran jarak juh
211
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Web base learning : Proses pembelajaran yang dilakukan dengan
menggunakan media website yang berorientasi pada
aktivitas membaca, berdiskusi.
Speedy Telkom : Penyedia jasa Internet yang dimiliki
oleh Telkom Indonesia
Lased Line : saluran komunikasi khusus yang dapat dengan mudah
menghubungkan dua site.
ISP : Internet Service Provider
GPRS : General Packet Radio Service
HSDPA : High-Speed Downlink Packet Access, sebuah protokol
telepon genggam dan kadang kala disebut sebagai
teknologi 3,5G.
Modem : modulator demodulator, sebuah perangkat yang berfungsi
untuk menyambungkan perangkat komputer, laptop,
dan smartphone ke jaringan internet.
GSM : Global System for Mobile Communications, teknologi
komunikasi
seluler yang bersifat digital.
CDMA : Code division multiple access, metode pengaksesan
chanel dengan menggunakan banyak frekuensi radio
telekomunikasi dan juga merupakan protokol data
wireless.Mobile Learning: odel pembelajaran yang
mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan
perangkat handphone (HP) yang dimanfaatkan sebagai
sebuah media pembelajaran.
Faximile : alat pengiriman dokumen dalam bentuk fisik atau
hardcopy
Softwaree : Perangkat lunak atau peranti lunak, data yang diformat
dan disimpan secara digital,
Hardware : perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik
computer.
212
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
DAFTAR PUSTAKA
Adityah Pramana, M. E. dan Trihantoyo, S. (2021) “Pembentukan Karakter
Siswa Melalui Budaya Sekolah Di Jenjang Sekolah Dasar,” Jurnal
Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(3), hal. 764–774.
Administrator. (2020, January 13). Pengenalan Teknologi Informasi.
Retrieved from diskominfo.kedirikab.go.id :
https://diskominfo.kedirikab.go.id/baca/pengenalan-teknologi-
informasi
Afni, Nur, Abdul Wahid, Sri Hastati, Abrina Maulidnawati Jumrah, dan
Muthmainnah Mursidin. 2021. “Pengembangan Model Pembelajaran
Abad 21 di SD Negeri 126 Borong Kecamatan Herlang Kabupaten
Bulukumba.” Madaniya 2 (2): 137–42.
https://doi.org/10.53696/27214834.66.
Arbi, Sutan Z & Syahrun, Syahniar. 2017. Dasar-Dasar Kependidikan.
Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Arindawati (2017).
http:www.sarjanaku.com/2011/03/pembelajarankooperatif-tipe-stad.
html
Aka, Kukuh A. .(2017). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) Sebagai Wujud Inovasi Sumber Belajar Di Sekolah Dasar,
(Online). Diakses dari
http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/pgsd/article/vi ew/1041.
Arsyad. A (2011) Media Pembelajaran. Cetakan ke-15. Jakarta: Rajawali
Pers
Azhariadi, Azhariadi, Ina Desmaniar, and Zuliana Linggo Geni.
"Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Di Daerah Terpencil." Prosiding Seminar Nasional Program
Pascasarjana Universitas PGRI Palembang. 2019.
213
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Brown (1983) Instruction, Materials, and Method, New yok: Mcgraw Hill
Books
Degeng, I. N. S. (1997). Strategi Pembelajaran ( Mengorganisasikan Isi
dengan Model Elaborasi). IKIP-Malang. Malang&ikatan Profesi
Teknologi Pendidikan-Indonesia Malang.
Dewi, Suci Zakiah, and Irfan Hilman. "Penggunaan TIK sebagai Sumber dan
Media Pembelajaran Inovatif di Sekolah Dasar." Indonesian Journal
of Primary Education 2.2 (2019): 48-53.
Erwin Widiasworo, Strategi dan Metode Mengajar Siswa di Luar Kelas
(Outdoor Learning) Secara Aktif, Kreatif, Inspiratif dan Komunikatif.
(Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2017). 79-80
Haines et al, 2019, Annie goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, 2019
Haines et al, Annie goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, 2019
Haines et al, dan Annie goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee.
2019. “Pengertian Pembelajaran Matematika di SD/MI.” Journal of
Chemical Information and Modeling 53 (9): 1689–99.
Heinich, Molenda, Russell, Smaldino (2020). Instructional Media and
Technologies for Learning. Prentice Hall, Engelwood, New Jersey.
Kristiawan, M. (2014). A Model for Upgrading Teachers Competence on
Operating Computer as Assistant of Instruction. Global Journal of
HumanSocial Science Research.
Kemendikbud
https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/jelita/panduan-penguatan-
literasi-dan-numerasi-di-sekolah/
Kemendikbud
http://ditpsd.kemdikbud.go.id/upload/filemanager/2021/06/2%20Mod
ul%20Literasi%20Numerasi.pdf
Kemendikbud
http://ditpsd.kemdikbud.go.id/upload/filemanager/2021/06/2%20Mod
ul%20Literasi%20Numerasi.pdf
214
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Kemendikbud https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-
content/uploads/2017/10/materi-pendukung-literasi-numerasi-rev.pdf
Nurfadhillah, Septy, et al. "Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
teknologi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri Pinang
1." BINTANG 3.1 (2021): 153-163. Mariana, Neni. 2021.
“Penyusunan Soal HOTS Matematika SD Berbasis Etnomatematika.”
Nurjaya, I G, I N Sudiana, I W Wendra, M Sri Indriyani, dan I N Yasa. 2021.
“Perangkat Pembelajaran Abad 21 Guru-Guru SD N 1 Banjarasem
Seririt.” Proceeding Senadimas Undiksha, 741–47.
Purwanto, M. N (2002). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: CV.
Remaja Karya
Rusman, dkk. .(2011). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Rohim, Dhina Cahya. 2019. “Strategi Penyusunan Soal Berbasis HOTs pada
Pembelajaran Matematika SD.” Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual 4
(4): 436. https://doi.org/10.28926/briliant.v4i4.374.
Sadiman. A. (1990). Media Pembelajaran, Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfataannya. Jakarta: Rajawali
Soedjadi. R (1995) Memantapkan matematika Sekolah Sebagai Wahana
Pendidikan dan Pembudayaan Penalaran ( Makalah). Disampaikan
pada Seminar nasional Pendidikan matematika FPMIPA-IKIP
MEDAN
Sudjana. N. (2005). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sajidan, Baedhowi, Triyanto, Salman Alfarisy Totalia, dan Mohammad
Masykuri. 2018. “Peningkatan Proses Pembelajaran Dan Penilaian
Pembelajaran Abad 21 Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
215
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
SMK.” Kemendikbud.Jakarta, 1–2.
Septikasari, Resti, dan Rendi Frasandy. 2018. “Keterampilan 4C Abad 21
Dalam Pembelajaran Pendidikan Dasar.” Jurnal Tarbiyah Al Awlad
VIII: 107–17.
Setyaningsih, rigitta Dina Ayu. 2019. “Analisis Pembelajaran Berbasis Higher
Order Thinking Skill ( Hots ) Pada Mata Pelajaran.” Studi, Program
Ekonomi, Pendidikan Keahlian, Bidang Pendidikan, Khusus
Pendidikan, Jurusan Pengetahuan, Ilmu Keguruan, Fakultas Ilmu, D A
N Dharma, Universitas Sanata V (1): 1–269.
Shalikhah, Norma Dewi, Arif Wiyat Purnanto, dan Irham Nugroho. 2021.
“Soal Higher Order Thinking Skills (Hots) Matematika Pada Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013.” AKSIOMA: Jurnal Program Studi
Pendidikan Matematika 10 (2): 701.
https://doi.org/10.24127/ajpm.v10i2.3442.
Subadar. 2017. “Penguatan Pendidikan Karakter ( Ppk ) Berbasis Higher Order
Thinking Skills ( Hots ).” Jurnal Pedagogik 04 (01): 81–93.
Sugiyarti, Lina, Alrahmat Arif, dan Mursalin. 2018. “Pembelajaran Abad 21 di
SD.” Prosiding Seminar dan Diskusi Nasional Pendidikan Dasar, 439–
44.
Siti Alimah, Aditya Marianti, Jelajah Alam Sekitar Pendekatan, Strategi,
Model dan Metode pembelajaran Biologi Berkarakter untuk
Konservasi (Semarang: FMIPA UNNES, 2016),1098 Kurnia, “
Implementasi Pendidikan Luar Sekolah (OutdoorEducation),50
Suryani, Nunuk. "Pengembangan media pembelajaran berbasis IT." Prosiding
Seminar Nasional Teknologi Pendidikan. 2016.
Tarigan, Ester Emerita. "Pembelajaran Melalui Media Berbasis It Di Sekolah
Dasar." (2019): 987-990.
216
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Taubah, Mufa. 2019. “Penilaian HOTS dan Penerapannya di SD/MI.”
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal 7 (2): 197.
https://doi.org/10.21043/elementary.v7i2.6368.
Wahyuni, Ayu. 2020. “J urnal Pendidikan Matematika.” Jurnal Pendidikan
Matematika 11 (1): 67–76. http://ojs.uho.ac.id/index.php/jpm.
Wijayanti, Inggit Dyaning .2011. Peningkatan Pendidikan Berbasis ICT. UIN
Sunan Kalijaga: Yogyakarta
https://www.datasekolah.co.id/2013/03/beban-belajar-per-mata-pelajaran.html
https://ainamulyana.blogspot.com/2014/09/ketuntasan-belajar-minimal-kkm-
pada.html
https://silabus.org/pengembangan-silabus-kurikulum-2013/
https://id.wikipedia.org/wiki/Penilaian_autentik#Jenis-jenis_Penilaian_Autentik
http://staff.uny.ac.id/sites/defalut/files/pendidikan/nur-endah-januarti-
ma/pps06pengemabngan-silabusrppbahan-ajar.pdf
217
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
CONTOH RPP DARING
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Sekolah : SD Negeri 130001 Tanjungbalai
Kelas / Semester : V SD / 2
Tema : 8 (Lingkungan Sahabat Kita)
Subtema : 3 (Upaya Pelestarian Lingkungan)
Pembelajaran ke
Muatan 1
Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia dan IPA
: 6 x 35 menit
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan
tetangga.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis
dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi dasar Dan Indikator
Pencapaian KompetensiBahasa Indonesia
Kompetensi Dasar 3.8.1 Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Menguraikan urutan peristiwa atau 3.8.2
Menyebutkan peristiwa yang terjadi
tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi 4.8.1 dalamvideo.
4.8.2 Mengidentifikasi penyebab
4.8 Menyajikan kembali peristiwa atau terjadinya
tindakan dengan memperhatikan latar persitiwa dalam video.
cerita yang terdapat pada teks nonfiksi Menguraikan kembali peristiwa
yang terdapat pada video.
Membuat laporan tentang peristiwa
yang terdapat pada video
218
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
IPA
Kompetensi Dasar 3.8.1 Indikator Pencapaian Kompetensi yan
3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya
3.8.2 Menyebutkan upaya yang dapat
pada peristiwa di bumi serta kelangsungan 3.8.3 dilakukanuntuk menjamin
makhluk hidup ketersediaan air bersih.
4.8.1 Mengidentifikasi faktor-faktor
4.8 Membuat karya tentang skema siklus air Menguraikan pentingnya
berdasarkan informasi dari berbagai ketersediaan airbersih bagi
sumber kehidupan manusia
Mempresentasikan hasil diskusi
kelompoktentang upaya yang
dapat dilakukan untuk
menjamin ketersediaan air bersih.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menyebutkan peristiwa
yang terjadi dalam video dengan benar.
2. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat mengidentifikasi penyebab
terjadinya persitiwa dalam video dengan benar.
3. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menguraikan kembali
peristiwa yang terdapatpada video dengan tepat.
4. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat membuat laporan tentang
peristiwa yang terdapat padavideo
5. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan upaya yang dapat
dilakukan untukmenjamin ketersediaan air bersih dengan benar
6. Melalui kegiatan mengamati, siswa dapat mengidentifikasi faktor-
faktor yang mempengaruhikualitas air dengan benar.
7. Melalui kegiatan mengamati, siswa dapat menguraikan pentingnya
ketersediaan air bersihbagi kehidupan manusia dengan benar.
8. Melalui kegiatan berdiskusi, siswa dapat mempresentasikan hasil
diskusi kelompok tentangupaya yang dapat dilakukan untuk menjamin
ketersediaan air bersih dengan benar.
D. Materi Pembelajaran
1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air.
2. Mengidentifikasi Peristiwa Dalam Teks Non Fiksi.
E. Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : TPACK
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL).
Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan.
219
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
F. Langkah – Langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Siswa bersama guru login kedalam
15 menit
aplikasi Google Meet.Link :
meet.google.com/wvi-hopp-zqt
2. Siswa bersama guru
membuka kelas dengan diawali
mengucapkan salam dan menanyakan
kabar.
3. Siswa diminta membantu guru memeriksa
kehadiran siswa. (PPK
: gotong royong).
4. Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh
salah seorang siswa
(PPK : religius).
5. Siswa diajak menyanyikan Lagu
Indonesia Raya yang
ditampilkan guru melalui tayangan video (PPK
: nasionalisme). Link :
https://www.youtube.com/watch?v=2kL6rbLg
NPA
6. Siswa mendengarkan motivasi yang diberikan
guru (Neurosains).
7. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, manfaat,dan aktivitas pembelajaran
yang akan dilakukan.
Kegiatan inti 1. ( Fase I Orientasi peserta didik pada
masalah) Siswa menyimak beberapa tayangan
foto air mineral dalam kemasan yang dapat
diminum oleh manusia dan foto mencuci
pakaian di sungai dengan menggunakan media
powerpoint. (ICT, STEAM).
2. Siswa menjawab beberapa pertanyaan dari guru
untuk menstimulus ketertarikan siswa tentang
topik “Manusia dan Lingkungan” (HOTS).
Pertanyaan:
a. Benda apa yang terdapat pada gambar 1 ?
b. Persitiwa apa yang terdapat pada gambar 2 ?
c. Apa syarat-syarat air yang layak kita
gunakan untuk minumdan memasak ?
Bagaimana kualitas air yang dapat
digunakan untuk mencucipakaian?
3. Dengan bimbingan guru, siswa menganalisis
berbagai kondisi air yang ada dilingkungan.
Guru mengaitkan kegiatan ini dengan judul
tema Lingkungan Sahabat Kita serta judul
220
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
subtema Upaya Pelestarian Lingkungan
(HOTS).
4. Siswa membaca bahan ajar yang dikirim guru
melalui aplikasi Flipbook.
Link : https://anyflip.com/wefnf/icaz/
5. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai
faktor-faktor yangmemengaruhi kualitas air
melalui tayangan video (ICT, STEAM). Link:
https://www.youtube.com/watch?v=pi7namYC
QKE&t=295s
6. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai
pentingnya ketersediaan air bersih bagi
kehidupan manusia melalui tayangan video
(ICT, STEAM).
Link :
https://www.youtube.com/watch?v=K0vZ8oWb
Vbg
Ayo Menonton Video
1. Siswa menonton tayangan video yang berjudul
“Tiga Hari Tak Kunjung Surut, Banjir Rob
Rendam Ratusan Rumah di Tanjung Balai”
yang ditampilkan guru melalui media
powerpoint. (Literasi, ICT).
Link :
https://www.youtube.com/watch?v=riOxw6Ivgi
M&t=19s
2. Siswa menyebutkan peristiwa-peristiwa yang
terdapat dalamvideo.
3. Siswa mengidentifikasi penyebab terjadinya
persitiwa dalamvideo secara lisan (HOTS).
4. Siswa menguraikan kembali peristiwa yang
terdapat pada videodalam bentuk laporan
melalui aplikasi Mentimeter (ICT)
Link : https://www.menti.com/87k6izr2d2 .
Voting Code : 80336718
5. Siswa bersama guru membuat kesimpulan
secara lisan melaluiaplikasi Google Meet
(STEAM).
Ayo Berdiskusi
1. (Fase II Mengorganisaikan Peserta Didik)
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang
terdiri atas 4 – 5 siswa untuk melakukan
kegiatan diskusi (Neurosains).
2. (Fase III Membimbing Penyelidikan
Kelompok) Siswa memberikan pendapatnya
tentang upaya yang dapat dilakukan untuk
221
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
menjamin ketersediaan air bersih melalui
aplikasi Whatsapp.
Setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai,
siswa akan menuliskan pendapatnya kedalam
LKPD dan forum diskusi Mentimeter yang telah
disediakan guru (ICT, STEAM).
Link : https://www.menti.com/unhttkt9zm .
Voting Code : 6765 9440
3. (Fase V Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah) Siswa bersama
guru membuat kesimpulan dari hasil diskusi
setiap kelompok melalui aplikasi Google Meet
(ICT, STEAM).
Siswa mempresentasikan hasil diskusi
kelompok melalui aplikasiGoogle
Meet (STEAM)
Kegiatan 1. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas 180
Penutup
pembelajaran yangtelah berlangsung menit
(Collaboration):
a. Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan
hari ini?
b. Sikap apa yang siswa kembangkan hari ini?
2. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran pada hari ini.
3. Siswa menyimak penjelasan guru tentang
aktivitas pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya.
4. Siswa mendengarkan penjelasan guru untuk
mengerjakan soalformatif yang ada di bahan
ajar di rumah dengan bimbinganorangtua
melalui aplikasi Quiziz (STEAM).
Link : joinmyquiz.com Code : 4225 7850
5. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin
salah seorang siswa
(PPK).
222
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
G. Penilaian : Bertanggung jawab, peduli, dan percaya diri.
1. Penilaian Sikap : Observasi
a. Teknik : Daftar cek
b. Bentuk
2. Penilaian Pengetahuan : Tes Formatif
a. Teknik : Tes tulis
b. Bentuk : Pilihan ganda
3. Penilaian Keterampilan :
a. Teknik : Unjuk kerja
b. Bentuk : Daftar cek
H. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar.
Media/Alat : 1. Powerpoint interaktif.
Bahan 2. Infocus
3. Laptop
4. Aplikasi Google Meet
5. Aplikasi Mentimeter
6. Aplikasi Flipbook
7. Aplikasi Quiziz
: Bahan ajar, LKPD, instrumen penilaian
Sumber Belajar :
1. Buku Guru Kelas V SD/MI, Tema 8: Lingkungan Sahabat Kita.
Buku Tematik TerpaduKurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Buku Siswa Kelas V SD/MI, Tema 8: Lingkungan Sahabat Kita.
Buku Tematik TerpaduKurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. https://www.youtube.com/watch?v=2kL6rbLgNPA
4. https://www.youtube.com/watch?v=riOxw6IvgiM
5. https://www.youtube.com/watch?v=riOxw6IvgiM&t=19s
Mengetahui, Tanjungbalai, 15 Juni 2021.
Kepala SD Negeri 130001 Guru Kelas
Dra. Hj. Nazrahwati, M.Si Rahcmad Fuji Sitorus, S.Pd
1962072219830420002 NIP. 198812242014031001
223
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
CONTOH RPP LURING
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)
Sekolah : SD Negeri 130001 Tanjungbalai
Kelas / Semester : V SD / 2
Tema : 8 (Lingkungan Sahabat Kita)
Subtema : 1 (Manusia dan Lingkungan)
Pembelajaran ke
Muatan 1
Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia dan IPA
: 6 x 35 menit
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan
tetangga.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis
dan logis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak
beriman dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi dasar Dan Indikator
Pencapaian KompetensiBahasa 3.8.1 Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar 3.8.2
4.8.1 Membaca teks tentang peristiwa yang
3.8 MengIunrdaioknaensia urutan peristiwa atau 4.8.2 terdapat pada teks nonfiksi.
tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi Menganalisis teks tentang tindakan yang
terdapat pada teks nonfiksi.
4.8 Menyajikan kembali peristiwa atau
tindakan dengan memperhatikan latar Menguraikan kembali peristiwa yang
cerita yang terdapat pada teks nonfiksi terdapat pada teks nonfiksi.
Menguraikan kembali tindakan yang
terdapat pada teks nonfiksi.
IPA
224
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya
3.8.1 Menyebutkan siklus air.
pada peristiwa di bumi serta kelangsungan 3.8.2 Menyebutkan dampak siklus air pada
makhluk hidup
peristiwa di bumi serta kelangsungan
4.8 Membuat karya tentang skema siklus air makhluk hidup.
berdasarkan informasi dari berbagai 3.8.3 Menguraikan manfaat air bagi makhluk
sumber hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan).
4.8.1 Merancang karya sederhana tentang skema
siklus air berdasarkan informasi dari
berbagai sumber.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat membaca teks tentang
peristiwa yang terdapat pada teks nonfiksi dengan benar.
2. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menganalisis teks tentang
tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi dengan benar.
3. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menguraikan kembali
peristiwa yang terdapatpada teks nonfiksi dengan tepat.
4. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menguraikan kembali
tindakan yang terdapatpada teks nonfiksi dengan tepat.
5. Melalui kegiatan mengamati, siswa dapat menyebutkan siklus air dengan
benar.
6. Melalui kegiatan mengamati, siswa dapat menyebutkan dampak
siklus air pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup
dengan benar.
7. Melalui kegiatan mengamati, siswa dapat menguraikan manfaat air
bagi makhluk hidup(manusia, hewan, dan tumbuhan) dengan benar
8. Melalui kegiatan berdiskusi, siswa dapat merancang karya sederhana
tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber
dengan benar.
D. Materi Pembelajaran
1. Siklus air dan dampaknya.
2. Mengidentifikasi Peristiwa dan Tindakan Yang Terdapat Pada Teks
Nonfiksi.
E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : TPACK
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL).
Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, simulasi, tanya jawab,
penugasan.
225
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
F. Langkah – Langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar, 15 menit
dan mengecek kehadiran siswa.
2. Siswa diminta memeriksa kerapian diri dan
kebersihan kelas.
(PPK : gotong royong)
3. Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah
seorang siswa
(PPK : religius).
4. Siswa diajak menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Guru memberikan penguatan tentang pentingnya
menanamkan semangat kebangsaan (PPK :
nasionalisme).
5. Siswa mendengarkan motivasi yang diberikan guru
(Neurosains).
6. Siswa menyimak penjelasan guru tentang
pentingnya sikap disiplin yang akan
dikembangkan dalam pembelajaran
7. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, manfaat, dan aktivitas pembelajaran yang
akan dilakukan.
Kegiatan inti 1. ( Fase I Orientasi peserta didik pada masalah) 145
Siswa menyimak beberapa tayangan foto tentang menit
kondisi lingkungan disekitar dengan menggunakan
media powerpoint. (ICT, STEAM).
2. Dengan bimbingan guru, siswa menganalisis
berbagai kondisi lingkungan pada foto dengan
menjawab beberapa pertanyaan. Pertanyaan:
a. Peristiwa apakah yang terjadi pada gambar 1?
b. Apa penyebab peristiwa itu terjadi ?
c. Peristiwa apakah yang terjadi pada gambar 2?
d. Apa penyebab peristiwa itu terjadi ?
e. Apakah lingkungan berguna bagi manusia?
mengapa?
f. Keuntungan apa yang diperoleh manusia jika
menjagalingkungan?
3. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai
pengertian Siklus Airdan dampaknya yang terdapat
di bahan ajar.
4. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai
manfaat air bagi makhluk hidup.
226
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Ayo Membaca
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara
mengidentifiasi peristiwa yang terdapat pada teks
nonfiksi yang terdapat di bahan ajar.
2. Siswa membaca teks yang berjudul “Warga Asahan
dan Tanjung Balai Rasakan Manfaat Proyek
Pengendalian Banjir Asahan” yang ditampilkan guru
melalui media powerpoint. Kegiatan membaca dapat
dilakukan secara bergantian. Salah seorang siswa
membaca satu paragraf, siswa lain mendengarkan.
Paragraf selanjutnya dibaca oleh siswa yang berbeda.
(Literasi, ICT)
3. Siswa menyebutkan dan menuliskan peristiwa-
peristiwa dan tindakan yang terdapat pada teks dalam
bentuk peta pikiran di LKPD. Kemudian, siswa
membacakan peta pikiran yang telah dibuatnya secara
bergantian (HOTS)
Ayo Berdiskusi
1. (Fase II Mengorganisaikan Peserta Didik) Siswa
dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan
kegiatan diskusi, dengan membuat kelompok yang
terdiri atas 4 – 5 siswa (Neurosains).
2. (Fase III Membimbing Penyelidikan Kelompok)
Siswa bersama dengan guru membuat karya sederhana
berupa gambar skema siklus air berdasarkan informasi
dari berbagai sumber didalam kelompok (STEAM).
3. (Fase V Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah) Siswa menyajikan hasil diskusi
kelompok kepada kelompok lain. Hasil diskusi semua
kelompok dapat digunakan sebagai bahan diskusi kelas
untuk mengambil kesimpulan.
Penutup 1. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas 50 menit
pembelajaran yangtelah berlangsung (Collaboration):
Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
Apa yang akan dilakukan apabila terjadi
perbedaan pendapatdidalam kelompok?
2. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran pada hariini.
3. Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas
pembelajaranpada pertemuan selanjutnya.
4. Siswa mengerjakan soal formatif yang diberikan
guru melaluibahan ajar di dalam LKPD (STEAM).
5. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah
seorang siswa
(PPK).
227
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
G. Penilaian
1. Penilaian Sikap : Bertanggung jawab, peduli, dan percaya diri.
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk : Daftar cek
2. Penilaian Pengetahuan : Tes Formatif
a. Teknik : Tes tulis
b. Bentuk : Pilihan ganda
3. Penilaian Keterampilan :
a. Teknik : Produk
b. Bentuk : Daftar cek
H. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar.
Media/Alat : Powerpoint, Infocus, laptop
Bahan : Bahan ajar,
LKPD, Instrumen penilaianSumber
Belajar :
1. Buku Guru Kelas V SD/MI, Tema 8: Lingkungan Sahabat Kita.
Buku Tematik TerpaduKurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Buku Siswa Kelas V SD/MI, Tema 8: Lingkungan Sahabat Kita.
Buku Tematik TerpaduKurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. https://medan.tribunnews.com/2021/04/28/jalan-protokol-di-
tanjungbalai-banjir-setengah- meter-warga-minta-pemerintah-
segera-keruk-sungai
4. https://mapio.net/pic/p-14043220/
5. https://www.merdeka.com/uang/warga-asahan-dan-tanjung-balai-
rasakan-manfaat-proyek- pengendalian-banjir-asahan.html
6. https://bobo.grid.id/read/082176211/apa-saja-manfaat-siklus-air-bagi-
kehidupan-manusia-di- bumi-ketahui-siklus-air-yuk?page=all
7. https://bobo.grid.id/read/082442452/tujuan-mengidentifikasi-teks-
non-fiksi-dan-caranya- belajar-dari-rumah-sd-kelas-4-6?page=all
Mengetahui, Tanjungbalai, Mei 2021.
Kepala SD Negeri 130001 Guru Kelas
Dra. Hj. Nazrahwati, M.Si Rahcmad Fuji Sitorus, S.Pd
1962072219830420002 NIP. 198812242014031001
228
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
CONTOH MODUL AJAR MATEMATIKA.
MODUL AJAR
GEOMETRI
FASE C KELAS 5
JARING-JARING BANGUN
KUBUS DAN BALOK
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DAN PERBUKUAN
PUSAT ASESMEN DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2020
229
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
BAGIAN I
IDENTITAS DAN INFORMASI MENGENAI MODUL
Kode Modul Ajar MAT.C.MEH.5.1
Kode ATP Acuan MEH
Nama Penyusun/Institusi/Tahun AGUS HERMANTO, S.Pd./SDN 3 SEGOBANG/2020
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar
Fase/Kelas C/V
Domain/Topik Geometri
Kata Kunci Jaring-Jaring Bangun Ruang, Kubus, Balok
Pengetahuan/Keterampilan Mengenal ciri-ciri bangun datar persegi
Prasyarat
Mengenal ciri-ciri bangun datar persegi panjang
Mengenal ciri-ciri bangun ruang kubus
Alokasi waktu (menit) Mengenal ciri-ciri bangun ruang balok
Jumlah Pertemuan (JP) 525 menit
Moda Pembelajaran 3 kali pertemuan
Metode Pembelajaran 1. 5 x 35 menit = 175 menit (5 JP)
Sarana Prasarana 2. 5 x 35 menit = 175 menit (5 JP)
3. 5 x 35 menit = 175 menit (5 JP)
Target Peserta Didik • Tatap Muka (TM)
Karakteristik Peserta Didik • Discovery Learning
Daftar Pustaka • Cooperative Learning
Ruang kelas
Meja dan kursi siswa yang ditata berkelompok
Laptop
LCD Proyektor
Jaringan Internet
• Regular/tipikal
• Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa
Modul ini dapat digunakan oleh semua karakteristik peserta
didik
Budi Prasodjo dan Dita Adi Septianita, 2015. Panduan menuju
Olimpiade Matematika untuk SD/MI. Jakarta: Penerbit
Erlangga
Kemdikbud, 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI Kelas V.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Suparmin dkk, 2016. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI
Kelas V. Surakarta: Mediatama
Sukino, 2012. Kafe (Karya Fenomenal) Three in One
Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Penerbit
Erlangga
Tim Bina Karya Guru, 2012. Matematika untuk SD/MI Kelas
230
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Referensi Lain V. Surabaya: Masmedia
https://www.berpendidikan.com/2016/08/pengertian-serta-
jumlah-sisi-rusuk-dan-titik-sudut-kubus-dan-balok.html
diakses tanggal 15 Nopember 2020
https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses tanggal 15 Nopember
2020
https://www.youtube.com/watch?v=E6kyHnFN0pQ diakses
tanggal 6 Nopember 2020
https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses tanggal 15 Nopember
2020
http://fatkhan.web.id/pengertian-dan-contoh-pembelajaran-
cooperative-learning/ diakses tanggal 15 Nopember 2020
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Detail
s/46184ef13bfe4809a36ff47c583ec7e7 diakses tanggal 7
Nopember 2020
https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses tanggal 15 Nopember
2020
http://fatkhan.web.id/pengertian-dan-contoh-pembelajaran-
cooperative-learning/ diakses tanggal 15 Nopember 2020
Gambaran Umum Modul (rasionalisasi, urutan materi pembelajaran, rencana
asesmen):
RASIONALISASI
Mata Pelajaran Matematika membekali peserta didik tentang cara berpikir,
bernalar, dan berlogika melalui aktivitas mental tertentu yang membentuk alur berpikir
berkesinambungan dan berujung pada pembentukan alur pemahaman terhadap materi
pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, relasi, masalah, dan
solusi matematis tertentu yang bersifat formal-universal. Proses mental tersebut dapat
memperkuat disposisi peserta didik untuk merasakan makna dan manfaat matematika
dan belajar matematika serta nilai-nilai moral dalam belajar Mata Pelajaran
Matematika, meliputi kebebasan, kemahiran, penaksiran, keakuratan, kesistematisan,
kerasionalan, kesabaran, kemandirian, kedisiplinan, ketekunan, ketangguhan,
kepercayaan diri, keterbukaan pikiran, dan kreativitas. Dengan demikian, relevansinya
dengan Profil Pelajar Pancasila, Mata Pelajaran Matematika ditujukan untuk
mengembangkan kemandirian, kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas peserta
didik. Adapun materi pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika di setiap jenjang
231
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
pendidikan dikemas melalui bidang kajian Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri,
Analisis Data dan Peluang.
Modul Ajar Matematika SD Fase C Kelas 5 Domain Geometri ini memuat
materi tentang jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok). Modul ajar ini
diperuntukkan bagi peserta didik regular dan Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa
(CIBI). Modul ajar ini dapat digunakan oleh seluruh peserta didik dengan berbagai
macam karakteristik tanpa memandang kondisi geografis suatu daerah. Terdapat tiga
pertemuan yang masing-masing pertemuan mengupas sub materi tertentu yang menjadi
prasyarat untuk memahami materi jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan
balok). Modul ajar ini dilengkapi dengan bahan bacaan, lembar pengayaan dan
remedial serta rubrik penilaian (sikap, pengetahuan dan keterampilan).
URUTAN MATERI PEMBELAJARAN
Mengenal konsep garis, bidang dan sudut
Mengenal ciri-ciri bangun ruang kubus dan balok
Menggambar bangun ruang kubus dan balok
Membuat jaring-jaring kubus dan balok
RENCANA ASESMEN
Asesmen formatif (kelompok)
Asesmen formatif digunakan ketika pelaksanaan pembelajaran berlangsung.
Asesmen formatif yang dirancang untuk dilaksanakan secara berkelompok.
Asesmen sumatif (individu)
Asesmen sumatif digunakan ketika di akhir pembelajaran. Asesmen sumatif
digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang
sudah diajarkan. Asesmen sumatif dirancang untuk dilaksanakan secara
individu.
232
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
BAGIAN II
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Topik Umum Jaring-jaring bangun kubus dan balok
Topik Pertemuan 1 Konsep garis, bidang dan sudut
Ciri-ciri bangun ruang kubus dan balok
Topik Pertemuan 2 Menggambar bangun ruang kubus dan balok
Topik Pertemuan 3 Membuat jaring-jaring kubus dan balok
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menemukan dan membuat jaring-jaring
bangun ruang sederhana (kubus dan balok) dengan kreatif
Pemahaman Bermakna Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta didik akan memahami
cara menemukan dan membuat jaring-jaring bangun ruang
sederhana (kubus dan balok) dengan tepat.
Pertanyaan Pemantik Bagaimanakah peserta didik dapat menemukan konsep jaring-jaring
bangun ruang sederhana (kubus dan balok) melalui benda konkret
dari lingkungan sekitar?
Bagaimanakah peserta didik dapat membuat jaring-jaring bangun
ruang sederhana (kubus dan balok) dengan berbagai bentuk?
Profil Pelajar Pancasila • Bernalar Kritis
• Kreatif
• Mandiri
233
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan pertama
PERSIAPAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah yang perlu dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran (kotak
berbentuk kubus dan balok)
2. Menyiapkan materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD)
4. Mengelola kelas disesuaikan dengan alur pembelajaran
Perkiraan waktu persiapan pembelajaran:
2 Jam / 120 menit
MATERI AJAR, ALAT DAN BAHAN
Materi atau sumber pembelajaran utama:
Konsep garis
Konsep bidang
Konsep sudut
Ciri-ciri bangun ruang kubus dan balok
Alat dan bahan yang diperlukan:
Kotak yang berbentuk kubus dan balok
Penggaris
Busur derajat
Perkiraan biaya: : 10 x Rp. 5.000,00 = Rp. 50.000,00
Kotak bekas : 10 x Rp. 3.000,00 = Rp. 30.000,00
Penggaris : 10 x Rp. 2.000,00 = Rp. 20.000,00
Busur derajat = Rp. 100.000,00
Catatan:
Biaya yang dibutuhkan bersifat fleksibel disesuaikan dengan bahan-bahan yang sudah
tersedia dan disesuaikan dengan jumlah kelompok dalam kelas.
234
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
ALUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyapa dan mengucapkan salam kepada peserta didik.
2. Peserta didik bersama guru berdoa sebelum pembelajaran.
3. Guru menanyakan kehadiran peserta didik.
4. Peserta didik melakukan kegiatan pembiasaan seperti membaca 15 menit.
5. Peserta didik menerima informasi terkait materi pembelajaran yang akan
dipelajari.
6. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
Guru dapat menanyakan materi prasyarat kepada peserta didik tentang ciri-ciri
bangun datar persegi dan persegi panjang.
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti
Pemberian rangsangan (stimulation)
1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok
beranggotakan 2-5 peserta didik.
2. Guru memberikan pertanyaan sebagai rangsangan.
Misalnya:
a. Pernahkah kalian melihat kotak bungkus air mineral?
b. Kira-kira berbentuk apakah kotak tersebut?
Jawaban yang diharapkan:
a. Iya pernah
b. Kotak bungkus air mineral berbentuk balok.
3. Peserta didik mengamati kotak yang sudah disediakan oleh guru.
Source: https://images.app.goo.gl/TNKuoxYWwAhrm5REA
Source: https://images.app.goo.gl/rzD4g9rpCxVcR7pL8
235
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Identifikasi masalah (problem statement)
4. Peserta didik berdiskusi tentang hasil pengamatan kotak yang diberikan oleh
guru.
5. Peserta didik mengamati bangun-bangun penyusun kubus dan balok.
Pengumpulan data (data collection)
6. Peserta didik dengan difasilitasi oleh guru memahami konsep garis. Bahwa
garis berasal dari dua titik yang saling dihubungkan.
7. Peserta didik dengan difasilitasi oleh guru memahami konsep bidang. Bahwa
bidang merupakan permukaan datar dua dimensi.
8. Peserta didik dengan difasilitasi oleh guru memahami konsep sudut. Bahwa
sudut diartikan sebagai ruang antara dua buah sinar garis lurus yang
mempunyai titik pangkal yang sama.
9. Peserta didik menghitung panjang bagian-bagian kubus dan balok
menggunakan penggaris.
10. Peserta didik mengukur besar sudut bangun kubus dan balok.
11. Peserta didik mengamati bidang penyusun kubus dan balok.
Pengolahan data (data prossesing)
12. Peserta didik bersama kelompoknya mengerjakan LKPD yang telah dibagikan
oleh guru.
13. Peserta didik mendiskusikan hasil pekerjaannya dan menanyakan kepada guru
apabila ada hal-hal yang sulit untuk dipahami.
Pembuktian (verification)
14. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
15. Peserta didik dari kelompok lainnya memberikan tanggapan.
Menarik kesimpulan (generalitation)
16. Peserta didik bersama guru menarik kesimpulan dari hasil kegiatan
pembelajaran.
17. Guru memberikan tugas mandiri/individu kepada peserta didik terkait materi
pembelajaran yang sudah dipelajari.
18. Guru memberikan materi pengayaan terkait materi. Menghitung banyak sisi,
rusuk, dan titik sudut pada bangun gabungan kubus dan balok.
236
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Kegiatan Penutup
1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari
ini dengan arahan guru.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang telah
dipelajari.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru terkait pertanyaan yang
sudah diajukan oleh peserta didik.
4. Peserta didik mendapatkan informasi tentang rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
5. Peserta didik menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah.
6. Peserta didik dipersilahkan berdoa dan mensyukuri atas nikmat yang diberikan
oleh Tuhan Yang Maha Esa.
7. Guru mengucapkan salam penutup.
237
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Pertemuan kedua
PERSIAPAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah yang perlu dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran (kertas
strimin dan penggaris)
2. Menyiapkan materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja siswa
4. Mengelola kelas disesuaikan dengan alur pembelajaran
Perkiraan waktu persiapan pembelajaran:
2 Jam / 120 menit
MATERI AJAR, ALAT DAN BAHAN
Materi atau sumber pembelajaran utama:
Menggambar bangun ruang kubus dan balok menggunakan kertas strimin
Sumber belajar: https://www.youtube.com/watch?v=E6kyHnFN0pQ
Alat dan bahan yang diperlukan:
Kertas strimin
Penggaris
Perkiraan biaya: : 10 x Rp. 4.000,00 = Rp. 40.000,00
Buku Strimin : 10 x Rp. 2.000,00 = Rp. 20.000,00
Kertas manila : 10 x Rp. 3.000,00 = Rp. 30.000,00
Penggaris = Rp. 90.000,00
Catatan:
Biaya yang dibutuhkan bersifat fleksibel disesuaikan dengan bahan-bahan yang sudah
tersedia dan disesuaikan dengan jumlah kelompok dalam kelas.
238
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
ALUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyapa dan mengucapkan salam kepada peserta didik.
2. Peserta didik bersama guru berdoa sebelum pembelajaran.
3. Guru menanyakan kehadiran peserta didik.
4. Peserta didik melakukan kegiatan pembiasaan seperti membaca 15 menit.
5. Peserta didik menerima informasi terkait materi pembelajaran yang akan
dipelajari.
6. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
Guru dapat menanyakan materi prasyarat kepada peserta didik tentang ciri-ciri
bangun ruang kubus dan balok.
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti
1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok
beranggotakan 2-5 peserta didik.
2. Peserta didik mengamati video langkah-langkah menggambar bangun ruang
kubus dan balok yang sudah disediakan oleh guru.
(https://www.youtube.com/watch?v=E6kyHnFN0pQ)
Alternatif bagi sekolah yang belum memiliki sarana prasarana seperti
LCD Proyektor, Laptop, dan jaringan internet, Guru bisa menggantikan
peran tersebut dengan menjelaskan langkah-langkah menggambar
bangun ruang kubus dan balok di papan tulis.
3. Peserta didik berdiskusi tentang hasil pengamatan video yang diberikan oleh
guru. Peserta didik juga menganalisis benda berbentuk kubus dan balok yang
telah dibagikan oleh guru.
Source: https://images.app.goo.gl/fs8FPp7yhg6CQmPMA
Source: https://images.app.goo.gl/J6ZCTKJGrvMisqA88
239
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
4. Peserta didik dalam kelompok menggambar bangun ruang kubus dan balok
menggunakan kertas strimin. Guru berkeliling memfasilitasi peserta didik
yang mengalami kesulitan dalam menggambar bangun ruang kubus dan balok.
5. Masing-masing kelompok mempresentasikan cara menggambar bangun ruang
kubus dan balok di depan kelas.
6. Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan yang dipandu oleh
guru.
7. Guru membagikan kertas manila kepada masing-masing kelompok.
8. Peserta didik dalam kelompok membuat gambar bangun ruang kubus dan
balok di kertas manila yang telah dibagikan sebelumnya.
9. Peserta didik diperkenankan mengkreasikan gambar bangun ruang kubus dan
balok dengan memberi warna di masing-masing sisi-sisinya.
10. Peserta didik mengkomunikasikan hasil kerja dalam kelompoknya kepada
guru. Setelah diberikan umpan balik oleh guru, hasil kerja masing-masing
kelompok dipajang di kelas.
11. Masing-masing anggota kelompok melakukan windows shopping untuk
memperkaya pengetahuan tentang macam-macam gambar bangun ruang
kubus dan balok.
12. Peserta didik bersama guru menarik kesimpulan dari hasil kegiatan
pembelajaran.
13. Guru memberikan tugas mandiri/individu kepada peserta didik terkait materi
pembelajaran yang sudah dipelajari.
Kegiatan Penutup
1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari
ini dengan arahan guru.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang telah
dipelajari.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru terkait pertanyaan yang
sudah diajukan oleh peserta didik.
4. Peserta didik mendapatkan informasi tentang rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
5. Peserta didik menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah.
6. Peserta didik dipersilahkan berdoa dan mensyukuri atas nikmat yang diberikan
240
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
oleh Tuhan Yang Maha Esa.
7. Guru mengucapkan salam penutup.
Pertemuan ketiga
PERSIAPAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah yang perlu dilakukan guru sebelum melaksanakan pembelajaran:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran (kertas
strimin, kertas buffalo, penggaris dan gunting)
2. Menyiapkan materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja siswa
4. Mengelola kelas disesuaikan dengan alur pembelajaran
Perkiraan waktu persiapan pembelajaran:
2 Jam / 120 menit
MATERI AJAR, ALAT DAN BAHAN
Materi atau sumber pembelajaran utama:
Membuat jaring-jaring bangun ruang kubus dan balok menggunakan kertas strimin dan
bufallo
Sumber belajar:
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/46184ef13bfe4809a36f
f47c583ec7e7
Alat dan bahan yang diperlukan:
Kertas strimin
Kertas bufallo
Penggaris
Gunting
Perkiraan biaya: : 6 x Rp. 4.000,00 = Rp. 24.000,00
Buku Strimin : 6 x Rp. 5.000,00 = Rp. 30.000,00
Kertas karton : 6 x Rp. 3.000,00 = Rp. 18.000,00
Penggaris
241
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Gunting : 6 x Rp. 4.000,00 = Rp. 24.000,00
= Rp. 96.000,00
Catatan:
Biaya yang dibutuhkan bersifat fleksibel disesuaikan dengan bahan-bahan yang sudah tersedia dan
disesuaikan dengan jumlah kelompok dalam kelas.
ALUR KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyapa dan mengucapkan salam kepada peserta didik.
2. Peserta didik bersama guru berdoa sebelum pembelajaran.
3. Guru menanyakan kehadiran peserta didik.
4. Peserta didik melakukan kegiatan pembiasaan seperti membaca 15 menit.
5. Peserta didik menerima informasi terkait materi pembelajaran yang akan dipelajari.
6. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Guru dapat
menanyakan materi prasyarat kepada peserta didik tentang ciri-ciri bangun ruang kubus
dan balok.
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti
1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok
beranggotakan 2-5 peserta didik.
2. Peserta didik diberikan bangun ruang berbentuk kubus dan balok dari bahan yang tersedia
di lingkungan sekitar, misalnya kardus bekas. Kemudian peserta didik memotong bagian
rusuk-rusuk kardus sedemikian hingga tetapi antar sisi masih terhubung dengan sisi
lainnya. Setelah itu, siswa mengamati hasil potongan tersebut untuk dianalisis.
Source : https://images.app.goo.gl/TNKuoxYWwAhrm5REA
Source: https://images.app.goo.gl/rzD4g9rpCxVcR7pL8
242
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
3. Hasil analisis dikomunikasikan antar kelompok dipandu oleh guru.
4. Peserta didik mengamati video langkah-langkah membuat jaring-jaring bangun ruang
kubus dan balok yang sudah disediakan oleh guru.
(https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/46184ef13bfe4809a36
ff47c583ec7e7)
Alternatif bagi sekolah yang belum memiliki sarana prasarana seperti LCD
Proyektor, Laptop, dan jaringan internet, Guru bisa menggantikan peran tersebut
dengan menjelaskan langkah-langkah membuat jaring-jaring bangun ruang kubus
dan balok di papan tulis.
5. Peserta didik berdiskusi tentang hasil pengamatan video yang diberikan oleh guru.
6. Peserta didik dalam kelompok membuat jaring-jaring bangun ruang kubus dan balok
menggunakan kertas strimin. Guru berkeliling memfasilitasi peserta didik yang
mengalami kesulitan dalam menggambar bangun ruang kubus dan balok.
7. Masing-masing kelompok mempresentasikan cara membuat jaring-jaring bangun ruang
kubus dan balok di depan kelas.
8. Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan yang dipandu oleh guru.
9. Guru membagikan kertas karton kepada masing-masing kelompok.
10. Peserta didik dalam kelompok membuat jaring-jaring bangun ruang kubus dan balok di
kertas karton yang telah dibagikan sebelumnya.
11. Peserta didik mengkomunikasikan hasil kerja dalam kelompoknya kepada guru. Setelah
diberikan umpan balik oleh guru, hasil kerja masing-masing kelompok dipajang di kelas.
12. Masing-masing anggota kelompok melakukan windows shopping untuk memperkaya
pengetahuan tentang macam-macam gambar bangun ruang kubus dan balok.
13. Peserta didik bersama guru menarik kesimpulan dari hasil kegiatan pembelajaran.
14. Guru memberikan tugas mandiri/individu kepada peserta didik terkait materi
pembelajaran yang sudah dipelajari.
Kegiatan Penutup
1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru terkait pertanyaan yang sudah diajukan
oleh peserta didik.
4. Peserta didik mendapatkan informasi tentang rencana pembelajaran pada pertemuan
243
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
berikutnya.
5. Peserta didik menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah.
6. Peserta didik dipersilahkan berdoa dan mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh
Tuhan Yang Maha Esa.
7. Guru mengucapkan salam penutup.
REFLEKSI GURU
1. Apakah kegiatan pendahuluan seperti apersepsi, memberikan motivasi,
penyampaian tujuan pembelajaran dapat meningkatkan semangat
peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran?
2. Apakah penyampaian materi pembelajaran mudah dipahami oleh
peserta didik?
3. Apakah penerapan model pembelajaran sudah terlaksana sesuai dengan
rencana pembelajaran?
4. Bagaimana pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses
pembelajaran?
5. Bagaimanakah keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran?
6. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas saat proses
pembelajaran berlangsung?
7. Apakah kegiatan penarikan kesimpulan dan penguatan materi
pembelajaran sudah memberikan pemahaman secara utuh kepada
seluruh peserta didik?
8. Bagaimanakah pencapaian hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses
pembelajaran?
REFLEKSI PESERTA DIDIK
1. Apa pengalaman/materi baru yang kamu peroleh setelah mengikuti
proses pembelajaran?
2. Sikap positif apakah yang kamu peroleh setelah mengikuti proses
pembelajaran?
3. Hal-hal apa yang belum kamu kuasai setelah mengikuti proses
pembelajaran?
4. Apa strategi/langkah yang akan kamu lakukan terhadap materi yang
belum kamu kuasai?
244
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Lampiran 1: Bahan Bacaan
JARING-JARING KUBUS DAN BALOK
Pada materi kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat jaring-jaring bangun
ruang sederhana (kubus dan balok). Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang jaring-
jaring kubus dan balok, kita akan mengupas terlebih dahulu konsep garis, bidang dan
sudut. Ketiga konsep ini menjadi dasar dalam geometri utamanya dalam membuat jaring-
jaring kubus dan balok. Selain itu dalam modul ini kita juga akan membahas tentang ciri-
ciri bangun datar persegi dan persegi panjang serta membahas tentang ciri-ciri bangun
ruang kubus dan balok.
A. Konsep Garis, Bidang dan Sudut
1. Garis
Garis merupakan himpunan titik-titik yang hanya memiliki ukuran panjang, sehingga
dikatakan garis berdimensi satu.
ruas garis
a k
b garis berpotongan
garis sejajar
245
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
2. Bidang
Bidang merupakan himpunan titik-titik yang memiliki ukuran panjang dan luas, sehingga
dikatakan bidang berdimensi dua.
bidang datar
3. Sudut
daerah sudut
Sudut merupakan daerah yang dibentuk oleh dua sinar garis yang tidak kolinear (tidak
terletak pada satu garis lurus) dan konkruen (garis yang bertemu pada satu titik potong)
yang berhimpit di titik pangkalnya. Gambar di atas menggambarkan besar sudut AOB,
atau <AOB. Berdasarkan gambar tersebut maka terdapat titik sudut AOB atau dapat
disingkat titik sudut O. Untuk mengukur besar sudut umumnya menggunakan satuan
baku yaitu derajat atau radian. Satuan baku untuk mengukur besar sudut pada siswa
Sekolah Dasar adalah satuan baku derajat, yang dapat diukur dengan menggunakan
bantuan busur derajat.
B. Sifat-Sifat Bangun Datar
1. Persegi
Perhatikan gambar persegi di bawah ini!
Ciri-ciri persegi ABCD di atas:
246
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
a. Memiliki 4 sisi yang sama panjang yaitu sisi AB = BC = CD = DA.
b. Memiliki 2 diagonal yang saling tegak lurus yaitu diagonal AC dan BD.
c. Memiliki 4 sudut siku-siku (90°) yaitu sudut DAB, sudut ABC, sudut BCD, dan sudut
CDA.
d. Memiliki 4 sumbu simetri.
2. Persegi Panjang
Perhatikan persegi panjang di bawah ini!
Ciri-ciri persegi panjang di atas:
a. Memiliki 2 pasang sisi yang sama panjang yaitu sisi AB = CD dan sisi AD = BC.
b. Memiliki 2 diagonal yang sama panjang yaitu diagonal AC dan BD.
c. Memiliki 4 sudut siku-siku (90°) yaitu sudut DAB, sudut ABC, sudut BCD, dan sudut
CDA.
d. Memiliki 2 sumbu simetri.
C. Sifat-Sifat Bangun Ruang
1. Kubus
Perhatikan kubus di bawah ini!
Bidang kubus disebut sisi.
247
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
ABFE adalah sisi muka yang berbentuk persegi.
Sisi ABFE = DCGH = ABCD = EFGH = BCGF = ADHE.
Sisi ABCD sejajar sisi EFGH.
Sifat-sifat kubus yaitu:
a. Memiliki 6 sisi yang sama besar dan berbentuk persegi yaitu sisi ABCD, EFGH,
ABFE, DCGH, BCGF, ADHE.
b. Sisi-sisi yang berhadapan sejajar.
c. Mempunyai 12 rusuk yaitu rusuk AB, BC, CD, DA, AE, BF, CG, DH, AF, FG, GH,
dan HE.
d. Mempunyai 8 titik sudut yaitu titik sudut A, B, C, D, E, F, G, dan H.
e. Termasuk kelompok bangun prisma siku-siku.
2. Balok
Perhatikan gambar di bawah ini!
Bidang balok disebut sisi.
ABFE adalah sisi muka yang berbentuk persegi panjang.
Sisi-sisi tersebut yaitu ABFE, DCGH, ABCD, EFGH, BCGF, ADHE.
Sisi ABCD sejajar sisi EFGH.
Sifat-sifat balok yaitu:
a. Memiliki 6 sisi yaitu ABCD, EFGH, ABFE, DCGH, BCGF, ADHE.
b. Sisi-sisi yang berhadapan sama besar dan sejajar yaitu sisi ABCD = EFGH, ABFE=
DCGH, BCGF = ADHE.
c. Mempunyai 12 rusuk yaitu rusuk AB, BC, CD, DA, AE, BF, CG, DH, AF, FG, GH,
248
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
dan HE.
d. Mempunyai 8 titik sudut yaitu titik sudut A, B, C, D, E, F, G, dan H.
e. Termasuk kelompok bangun prisma siku-siku.
D. Jaring-Jaring Bangun Ruang Kubus dan Balok
1. Jaring-Jaring Kubus
Berikut macam-macam jaring-jaring kubus:
Source: https://images.app.goo.gl/1XYF2dGMP1VsYoDY6
2. Jaring-Jaring Balok
Berikut macam-macam jaring-jaring balok:
Source: https://images.app.goo.gl/h79kcrT8Jtw5kuqH8
249
Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD
Lampiran 2: Lembar Kerja Peserta Didik
Pertemuan pertama
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELOMPOK
NAMA KELOMPOK
...............................................................................................................................................
Anggota:
1. ..............................................................................................................................................
2. ..............................................................................................................................................
3. ..............................................................................................................................................
4. ..............................................................................................................................................
5. ..............................................................................................................................................
Tujuan Pembelajaran, Materi Pokok, Alat dan Bahan
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu menemukan dan membuat jaring-jaring bangun ruang
sederhana (kubus dan balok) dengan kreatif
Materi Pokok
1. Konsep garis
2. Konsep bidang
3. Konsep sudut
4. Ciri-ciri bangun ruang kubus dan balok
Alat dan Bahan
Bangun ruang kubus dan balok
Penggaris
Busur derajat
250