The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E- Book PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurhayatiregf, 2022-10-08 12:10:41

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

E- Book PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan

Keywords: E- book pgsd,E book matematika,E- book matematika Sekolah Dasar,E- book matematika kelas Tinggi

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

merupakan negara yang nilai mutu pendidikannya masih tergolong rendah
dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal ini berarti bahwa pendidikan
memiliki cakupan yang sangat luas. Pendidikan di Indonesia harus segera
diperbaiki agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan dalam
berbagai bidang supaya bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa lain
dan agar tidak semakin tertinggal karena arus global yang berjalan cepat.
Berbagai macam kemajuan teknologi sudah mulai diterapkan dalam dunia
pendidikan, seperti hal nya untuk menopang pembelajaran yang lebih efisien,
seperti pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh, dan lain
sebagainya. Dimana dalam bidang pendidikan berpengaruh besar dengan
adanya pembelajaran abad ke-21. Peningkatan kualitas SDM melalui jalur
pendidikan mulai dari pendidikan dasar dan menengah hingga ke perguruan
tinggi adalah kunci untuk mampu mengikuti perkembangan Revolusi Industri
4.0 (Lase 2019: 29).

Pembelajaran abad ke-21 ini menerapkan kreativitas, berpikir kritis,
kerjasama, pemecahan masalah, keterampilan komunikasi, kemasyarakatan dan
keterampilan karakter. Terampil dalam memecahkan masalah berarti mampu
mengatasi masalah yang sedang dihadapinya, dalam proses belajar-mengajar
apabila peserta didik yang dapat memecahkan masalah tersebut berarti peserta
didik tersebut dapat berpikir kritis. Dimana semuanya itu akan saling berkaitan
satu sama lain. Abad 21 juga ditandai dengan banyaknya (1) informasi yang
tersedia dimana saja dan dapat diakses kapan saja; (2) komputasi yang semakin
cepat; (3) otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin; dan (4)
komunikasi yang dapat dilakukan dari mana saja dan kemana saja (Litbang
Kemdikbud, 2013).

Dalam bidang Pendidikan, motivasi saja tidak cukup dalam
mewujudkan citacita, harus ada bukti atau wujud konkret dan usaha yang keras
untuk pemerintahan Indonesia bahkan kita semua dalam menyongsong era
digitalisasi. Tantangan yang akan dihadapi juga pastinya dalam setiap transisi
inovasi dan teknologi. Para pendidik dan peserta didik pun harus berani dan
siap untuk mengambil langkah baru untuk menghadapi era revolusi industri 4.0
ini. Tantangan yang berat yaitu jika tidak dapat mengubah cara mendidik dan

151

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

belajarmengajar. Dan dalam 30 tahun mendatang akan mengalami kesulitan
besar. Sistem Pendidikan membutuhkan Gerakan baru untuk merespon era
revolusi industri 4.0. Salah satu Gerakan yang dirancang oleh pemerintah
adalah Gerakan literasi baru sebagai penguat bahkan menggeser Gerakan
literasi lama. Gerakan literasi baru yang dimaksudkan terfokus pada tiga
literasi utama yaitu:

a) Literasi digital,
b) Literasi teknologi,
c) Literasi manusia (Aoun: 2018).

Keterampilan tersebut menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan
di era revolusi industri 4.0. Pada abad ke-21 tidak hanya mengandalkan
pengetahuan tetapi keterampilan pun ikut berperan dalam pembelajaran abad
ke-21. Keterampilan merupakan komponen penting yang dibutuhkan dalam
berbagai bidang di kehidupan. Trilling & Fadel dalam (Wijaya, Sudjimat,
2016: 267) berpendapat bahwa keterampilan abad ke-21 adalah

(1) life and career skills,
(2) learning and innovation skills, dan
(3) Information media and technology skills.

Dengan demikian pendidikan menjadi suatu usaha untuk meningkatkan
taraf kesejahteraan kehidupan manusia dan termasuk bagian dari pembangunan
nasional. Keterampilan tidak hanya harus dimiliki oleh guru saja tetapi peserta
didik pun harus memahami keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik
dalam pembelajaran abad 21.

Pengembangan Sumber Daya Manusia tiap tahunnya harus selalu di
upgrade dan juga harus bisa mengikuti perkembangan yang ada, agar mampu
berdaya saing yang tinggi. Kemajuan suatu bangsa tergantung dari kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa tersebut. SDM yang berkualitas menjadi
salah satu modal utama dalam kemajuan suatu bangsa baik dalam bidang
ekonomi, IPTEK, politik, budaya, maupun karakter bangsa (Mulyani: 2020).
Berkaitan dengan Sumber Daya Manusia yang lebih baik pastinya peran

152

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

pendidikan menjadi hal yang paling utama apalagi guru sebagai tombak utama
untuk mencetus penerus bangsa. Bagaimana pendidik dapat mengubah cara
pandang para peserta didik dan juga beradaptasi dengan era revolusi industri
4.0 ini.

Maka peran pendidikan dalam suatu bangsa itu sangat penting dan
utama maka dari itu Pentingnya mengetahui keterampilan pada pembelajaran
abad ke-21 akan menjadi sebuah tuntutan untuk mengembangakan sumber
daya manusia yang diinginkan oleh negara. Semakin baik sumber daya
manusianya akan semakin baik pula dalam taraf kesejahteraan warga nya,
negaranya, bangsanya, dan juga akan terciptanya peluang kerja yang cukup
luas, dan juga dapat menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia. Peran
pendidik yang paling utama adalah pendidik harus bisa mempertahankan
penyampaikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik tetapi
dengan penyampaikan tersebut semakin lama peserta didik ini akan kehilangan
peran perkembangan teknologi dan perubahan metode pembelajarannya. Pada
kondisi seperti itu dimana pendidik harus lebih banyak mengeksplorasi dan
menciptakan pembelajaran yang tidak membosankan dan dapat mengikuti
perkembangan yang ada, tidak hanya terus diberikan metode yang lampau
hingga melupakan perkembangan yang terus berganti maupun berubah.

Tidak hanya mengajarkan pengetahuan saja tetapi dengan keterampilan
pun menjadi suatu syarat untuk keberhasilan pembelajaran abad ke-21. Lalu
keterampilan apa saja yang dapat digunakan pada abad ke 21 ini? dan juga apa
saja yang harus ditingkatkan dan juga dipahami mengenai pentingnya
keterampilan untuk dapat berdaya saing dalam pengembangan sumber daya
manusia? Pengetahuan akan dapat tumbuh dengan sendirinya dan akan
semakin meluas. Sama dengan halnya teknologi informasi dan komunikasi
yang mana telah mengubah segalanya dalam segi kehidupan (pendidikan,
pekerjaan, dan bisnis) dan juga hubungan sosial.

E. PEMBELAJARAN DAN PRAKTEK KETERAMPILAN ABAD 21
Abad 21 disebut sebagai abad pengetahuan. Pada abad 21 ini ditandai

dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang cukup pesat dalam
segala aspek kehidupan, akibatnya pada abad ini mengalami perubahan-

153

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

perubahan yang cukup signifikan dalam berbagai bidang kehidupan. Abad 21
ini memiliki tuntutan yang sangat tinggi untuk menciptakan sumber daya
manusia yang berkualitas, tuntutan ini menyebabkan perubahan dalam tata
kehidupan manusia di abad 21, sehingga manusia di abad ini dituntut untuk
memiliki keterampilan yang berinovasi dan berkarakteristik.

Menurut Agustini (2018: 6) Revolusi industri 4.0 juga disebut sebagai
revolusi industri yang akan mengubah pola dan relasi antara manusia dengan
mesin. Oleh karena itu, untuk menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan
pada abad global saat ini perlunya pembelajaran dan praktek di abad 21 untuk
mempersiapkan generasi abad 21 yang berkualitas (Nabilah,2020: 3).

Pembelajaran abad ke-21 ialah pembelajaran yang mempersiapkan
generasi abad 21 untuk menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan global,
yang dimana pada abad ini kemajuan teknologi dan informasi berkembang
sangat pesat dan mempengaruhi segala bidang kehidupan manusia, salah
satunya dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu bagian dari
usaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia dalam
memajukan pembangunan bangsa dan negara.

Pendidikan di abad 21 telah mengalami perubahan yang ditandai
dengan mengembangkan literasi baru, seperti literasi digital, literasi informasi,
dan literasi media. Pembelajaran di abad 21 berorientasikan kepada kegiatan
untuk melatih keterampilan pada peserta didik dengan mengarah kepada proses
pembelajaran. Pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya guru untuk
memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar
terjadi proses belajar. Pembelajaran dalam definisi ini bukanlah sebuah proses
pembelajaran pengetahuan, melainkan proses pembentukan pengetahuan oleh
siswa melalui kinerja kognitifnya (Wijaya, 2016: 270).

Oleh karena itu, sistem pembelajaran di abad 21 ini sebenarnya bukan
lagi berpusat pada pendidik (teacher-centered learning), melainkan berpusat
kepada peserta didik (student-centered learning). Hal ini bertujuan untuk
memberikan peserta didik keterampilan dalam kecakapan berpikir dan belajar
di abad 21 ini, atau yang dikenal dengan istilah “The 4C Skills” yang
dirumuskan oleh Framework Partnership of 21st Century Skills, meliputi:

154

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

a) Communication/Komunikasi;
b) Collaboration/Kolaborasi;
c) Critical Thinking and Problem Solving/Berpikir Kritis dan Pemecahan

Masalah;
d) Creative and Innovative/Daya Cipta dan Inovasi.

Dalam penerapannya secara langsung menuntut peserta didik untuk
beraktivitas tanpa dibatasi ruang dan waktu (Kuncahyono, 2020: 155).

Pembelajaran abad 21 ini tidak dapat dipisahkan dengan tuntutan
pembelajaran abad 21 yaitu integrasi teknologi sebagai media pembelajaran
untuk mengembangkan keterampilan belajar. Dalam hal ini, bahwa dalam
bidang pendidikan di abad 21 ini menuntut adanya perubahan baik dalam
bahan ajar, media pembelajaran, fasilitas, maupun model pembelajaran yang
diberikan kepada peserta didik untuk menghadapi tuntutan global yang
semakin ketat. Frydenberg & Andone dalam (Wijaya, Sudjimat, 2016: 267)
menjelaskan bahwa untuk menghadapi pembelajaran di abad 21 ialah setiap
orang harus memiliki keterampilan berpikir kritis, pengetahuan dan
kemampuan literasi digital, literasi informasi, literasi media dan menguasai
teknologi informasi dan komunikasi.

Syahputra (2018: 1279-1280) berpendapat bahwa dalam pembelajaran
abad 21 memiliki empat prinsip pokok diantaranya:

a) Instruction should be studentcentered Peserta didik ditempatkan sebagai
subjek pembelajaran secara aktif untuk mengembangkan minat dan
potensi yang dimilikinya. Jadi peserta didik tidak lagi dituntut sebagai
pendengar atau penghafal materi yang diberikan oleh pendidik,
melainkan peserta didik sebagai pusat dari pembelajaran untuk
meningkatkan perkembangan dalam berpikir, pengetahuan, dan
keterampilan.

b) Education should be collaborative Peserta harus diajarkan untuk
berkolaborasi dengan orang lain dengan latar budaya dan nilai-nilai
yang berbeda, yang bertujuan agar peserta didik mampu bekerja
produktif dengan orang lain, menjalankan tanggung jawab terhadap

155

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

dirinya dan orang lain, menghargai perspektif yang berbeda, serta
menempatkan empati pada tempatnya.
c) Learning should have context Pendidik harus mengembangkan metode
pembelajaran yang berhubungan dengan dunia nyata, yang bertujuan
agar peserta didik mampu menemukan makna, nilai, dan keyakinannya
atas apa yang telah dipelajarinya kemudian mengimplementasikannya
ke dalam dunia nyata.
d) Schools should be integrated with society Dalam upaya mempersiapkan
peserta didik yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sekitar,
maka dari itu sekolah seharusnya memfasilitasi peserta didiknya untuk
terlibat dalam lingkungan sosial, hal ini bertujuan agar melatih peserta
didik dalam kepekaan empati dan kepedulian sosialnya terhadap
lingkungan sekitar.

Dalam praktek pembelajaran di abad 21 ini, pendidik memiliki peranan
penting, hal ini dikarenakan pendidik dituntut untuk mampu dalam merancang
sebuah sistem pembelajaran yang sesuai dengan abad 21 ini dalam segi
kurikulum maupun proses belajar-mengajar nya. Pendidik harus mampu
menguasai berbagai keterampilan yang dapat menjadikan peserta didiknya
menjadi pribadi yang memiliki keterampilan dalam berpikir kritis untuk
memecahkan sebuah masalah, kolaborasi, komunikasi, kreatif dan inovasi,
serta teknologi dan konsep.

Oleh karena itu, pembelajaran di abad 21 ini lebih mengintegrasikan
terhadap pengetahuan, keterampilan, serta penguasaan dalam teknologi dan
informasi. Untuk menciptakan peserta didik dengan kecakapan tersebut, maka
penerapannya melalui model pembelajaran yang sesuai. Ada 7 model
pembelajaran yang disarankan untuk pembelajaran di abad 21 ini, diantaranya:

(1) Discovery Learning;
(2) Inquiry Learning;
(3) Problem Based Learning;
(4) Project Based Learning;
(5)Production Based Learning;

156

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

(6) Teaching Factory;
(7) Model Blended Learning (Barus, 2019).

Dapat disimpulkan pembelajaran dan praktek Abad 21 bertujuan untuk
mengefektifkan dan mengefisiensikan pencapaian tujuan pembelajaran dan
juga dengan menerapkan salah satu model pembelajaran ke dalam proses
pembelajaran, maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam
pembelajaran sehingga dapat membantu peserta didik dalam menciptakan
kecakapan dalam berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

F. PENERAPAN KETERAMPILAN BELAJAR MATEMATIKA
BERBASIS ABAD 21 DI SD
Salah satu bentuk penerapan Keterampilan Belajar Matematika

Berbasis Abad 21 Di SD dengan menghasilkan sebuah aplikasi yang diberi
nama DGMATH, yang berarti Digital Matematika, sebuah media
pembelajaran digital untuk mata pelajaran matematika materi operasi
bilangan untuk siswa jenjang sekolah dasar. Seperti halnya Pujiyanti et al.
(2021) membuat media pembelajaran matematika berupa game edukasi yang
berbasis adobe animate, selain itu Sinaa & Oktaviani (2018) mengembangkan
suatu modul digital matematika yang diterapkan untuk dapat meningkatkan
literasi teknologi (Kristanto, 2021) dan mengadakan suatu pelatihan bagi guru
sebagai upaya peningkatan kemampuan guru dalam menciptakan suatu
pembelajaran matematika digital, guru mengakui bahwa pelatihan tersebut
memberikan pengetahuan baru terhadap media pembelajaran menggunakan
Desmos. Dari beberapa penelitian yang relevan tersebut tentulah mendukung
peneliti untuk mengembangkan suatu media pembelajaran yang berbasis
teknologi yang diharapkan dapat menjadi sarana pendukung kegiatan
pembelajaran matematika siswa sekolah dasar. Berikut adalah contoh aplikasi
pembelajaran matematik berbasis Abad 21;

157

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

IDENTITAS MATERI

2.1 KELAS :V

2.2 BUKU : Matematika untuk SD/MI Kelas VI.

Keterangan:

Dalam kelas tinggi yaitu kelas IV, V, dan VI mata pelajaran Matematika dan PJOK atas

pertimbangan tertentu dipisahkan dari Pembelajaran Tematik Terpadu, atau tidak termasuk didalam

sebuah tema maupun subtema. Keputusan pemisahan mata pelajaran tersebut ada berbagai alasan, di

antaranya adalah muatan materi dan pembahasan.

Untuk mata pelajaran Matematika, pada buku Tematik Terpadu kedalaman materinya terasa

dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam.

Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Alasan tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut:

Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain.

Objek kajian matematika bersifat abstrak, metode untuk melakukan kajian terhadap objek matematika

bersifat deduktif, tentunya dengan tidak mengabaikan pengembangan kecakapan 4C (Critical Thinking,

Creative, Colaboratif, Communication).

Kebermaknaan pembelajaran matematika di SD/MI salah satunya dapat ditingkatkan melalui

pembelajaran matematika dalam konteks dunia nyata siswa.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(KEMDIKBUD) sudah menetapkan buku teks pelajaran yang layak digunakan dalam proses

pembelajaran Matematika yang disajikan secara terpisah dari buku Tematik Terpadu.

2.3 KOMPETENSI INTI (KI):
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, dan guru.
Memahami pengetahun faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahun tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.

2.4 KOMPETENSI DASAR : 4.1 Menyelesaikan masalah
3.1 Menjelaskan dan melakukan yang berkaitan dengan
penjumlahan dan pengurangan penjumlahan dan pengurangan
dua pecahan dengan penyebut dua pecahan dengan penyebut
berbeda berbeda

3.2 Menjelaskan dan melakukan 4.2 Menyelesaikan masalah
perkalian dan pembagian yang berkaitan dengan

158

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

pecahan dan desimal perkalian dan pembagian
pecahan dan desimal

2.5 INDIKATOR PEMBELAJARAN :
Menjelaskan operasi penjumlahan dua pecahan dengan penyebut berbeda
Menjelaskan operasi pengurangan dua pecahan dengan penyebut berbeda
Menjelaskan operasi perkalian pecahan
Menjelaskan operasi pembagian pecahan
Mengoperasikan penjumlahan dua pecahan dengan penyebut berbeda
Mengoperasikan pengurangan dua pecahan dengan penyebut berbeda
Mengoperasikan perkalian pecahan
Mengoperasikan pembagian pecahan

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Dengan mengamati, siswa mampu menjelaskan operasi penjumlahan dua pecahan dengan penyebut
berbeda dengan tepat.
Dengan mengamati, siswa mampu menjelaskan operasi pengurangan dua pecahan dengan penyebut
berbeda dengan tepat.
Dengan mengamati, siswa mampu menjelaskan operasi perkalian pecahan dengan benar.
Dengan mengamati, siswa mampu menjelaskan operasi pembagian pecahan dengan benar.
Dengan menggunakan media, siswa mampu mengoperasikan penjumlahan dua pecahan dengan penyebut
berbeda dengan tepat.
Dengan menggunakan media, siswa mampu mengoperasikan pengurangan dua pecahan dengan penyebut
berbeda dengan tepat.
Dengan menggunakan media, siswa mampu mengoperasikan perkalian pecahan dengan benar.
Dengan menggunakan media, siswa mampu mengoperasikan pembagian pecahan dengan benar.

2.7 MATERI:
A. Konsep Pecahan

Ibu Rita mempunyai satu buah pizza utuh, lalu Ibu Rita akan membagikan pizza tersebut pada 5
orang anggota keluarganya. Ibu Rita membagi pizza tersebut menjadi 6 bagian sama besar. Berapa bagiankah
yang dimiliki Ibu Rita dan 5 orang anggota keluarga yang lainnya? Ibu Rita memiliki bagian dari keseluruhan
pizza, begitupun 5 anggota keluarga yang lainnya. atau dibaca 1/6 merupakan bilangan pecahan. Apakah
kamu tahu apa itu bilangan pecahan? Apa maksud dari angka 1 dan 6? Untuk mempelajari lebih lanjut mari
kita sama-sama belajar mengenai pecahan.

159

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Pecahan adalah suatu bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bagian
yang dimiliki sedangkan penyebut adalah keseluruhan bagian. Coba perhatikan gambar di bawah ini!
Berapakah bagian yang diarsir?

Bagian yang diarsir yaitu 1 dan jumlah bagian
keseluruhannya adalah 3 bagian. Sehingga
bentuk pecahan bagian yang diarsir adalah
1/3. Dimana 1 adalah pembilang dan 3 adalah
penyebut.
B. Operasi Hitung Pecahan
1. Penjumlahan Pecahan
Perhatikan gambar di bawah ini. Perhatikan daerah yang diarsir pada lingkaran-lingkaran tersebut.
Pada gambar tampak bahwa 2/6 dari keseluruhan lingkaran ditambah dengan 3/6 bagian daru keseluruhan
lingkaran menghasilkan 5/6 dari keseluruhan lingkaran (perhatikan daerah yang diarsir).

Secara matematis kita dapat menulisnya dengan bentuk 2/6 + 3/6 = 5/6.
Bentuk umum operasi penjumlahan pecahan adalah sebagai berikut.

2. Pengurangan Pecahan
Pada gambar di bawah ini diperhatikan bahwa 4/5 dari keseluruhan persegi panjang dikurangkan

dengan 3/5 dari keseluruhan persegi panjang menghasilkan 1/5 bagian dari keseluruhan persegi panjang.
Secara matematis kita dapat menulisnya dalam bentuk 4/5 – 3/5 = 1/5.

Bentuk umum operasi pengurangan pecahan adalah sebagai berikut.

Perkalian pecahan
Untuk melakukan operasi perkalian pecahan, kalikan kedua bilangan tersebut seperti biasa, dimana

pembilang dikalikan dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut. Contoh:

Pembagian pecahan

160

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Untuk melakukan operasi pembagian pecahan, balik bilangan pecahan kedua, sehingga pembilang

menjadi penyebut dan juga sebaliknya, kemudian kalikan kedua bilangan tersebut dengan cara perkalian

pecahan. Contoh: :

ALAT : ALAT DAN BAHAN
Palu
Pisau 5. Kertas pasir
Gunting 6. Penggaris
Gergaji 7.Kuas

BAHAN :
Triplek putih berukuran 80 x 60 cm
Kayu balok 4x 6 cm
Papan 9mm 2 lembar
Kaca 30x 20 cm dan 5 x 50 cm
Paku secukupnya
Cat pernis kayu
Plastik kaca 5 lusin
Kertas jeruk berwarna merah 1 lusin
Kertas jeruk berwana biru 1 lusin
Kertas hvs secukupnya
Sticker logo
Spidol hitam, biru, dan merah

CARA PEMBUATAN

Berikut ini adalah cara pembuatan media OPUNG HANS:
Potonglah triplek putih hingga ukuranya 80 x 60cm.
Potonglah kayu balik menjadi 10 batang dengan ukuran panjang 80 cm 4 batang, 60 cm 6 batang, 50 cm
1 batang, 10 cm 3 batang .
Potonglah papan menjadi beberapa bagian dengan ukuran 80x 60 cm 1 lembar, 30x 1 5cm 1 lembar,
Pasangkan kaca pada bagian berwarna kuning.
Setelah itu, rangkailah menjadi media dengan bentuk seperti berikut ini:

161

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Gambar 1. Desain OPUNG HANS
Setelah badan media selesai, buatlah pelengkap media yaitu kartu soal yang terbuat dari kertas jeruk,
kartu operasi hitung yang terbuat dari kertas hvs, serta plastik kaca yang digaris sesuai dengan nilai
pecahan.

CARA PENGGUNAAN MEDIA

Berikut ini adalah aturan yang terlebih dahulu harus dipahami dalam menggunakan media OPUNG
HANS:

Plastik kaca yang memiliki arsiran merah posisinya horizontal

Plastik kaca yang memiliki arsiran biru posisinya vertikal

Berikut adalah langkah-langkah penggunaan plastik kaca dari media OPUNG HANS:
Pilihlah soal dengan mengambil satu kertas berwarna merah dan satu kertas berwarna biru.

162

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Masukkan soal pada kotak kaca yang tersedia.

Pilihlah operasi hitung ( x, :, +, -)

Letakkan operasi hitung pada bagain yang telah disediakan.

Ambillah plastik kaca sesuai dengan nilai pecahan pada kartu soal berwana merah dan biru yang telah
dipilih sebelumya, plastik kaca tersedia dibagian belakang media.

163

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Letakkan plastik kaca pada kotak jawaban yang tersedia.

Berikut ini adalah cara menghitung jawaban dari media plastik kaca:
Operasi penjumlahan
Contoh: + =
Penyelesaian:

Pembilang : Jumlah semua kotak yang berisi arsiran dan kotak
yang berisi arsiran double dihitung dua kali.

Maka pembilangnya berjumlah 26.

Penyebut : Jumlah semua kotak
Maka penyebutnya berjumlah 28.

164

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Operasi pengurangan
Contoh: – =
Penyelesaian :

Pembilang : Jumlah semua kotak yang berisi arsiran pada
bilangan pecahan terbesar dikurangi dengan
jumlah semua kotak yang berisi arsiran pada
bilangan pecahan terkecil

Maka pembilangnya adalah 14 – 12 = 2

Penyebut : Jumlah semua kotak
Maka penyebutnya berjumlah 28
Operasi perkalian
Contoh: x =
Penyelesaian:

Pembilang : Jumlah kotak yang berisi arsiran double
Maka pembilangnya berjumlah 6

165

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Penyebut : Jumlah semua kotak
Maka penyebutnya berjumlah 28

Operasi pembagian
Contoh: : = x =
Penyelesaian:

Pembilang : Jumlah kotak yang berisi arsiran pada bilangan
terbesar dan kotak yang berisi arsiran double
dihitung satu kali

Maka pembilangnya berjumlah 14

Penyebut : Jumlah semua kotak yang berisi arsiran dikurangi
dengan jumlah kotak yang kosong

Maka penyebutnya adalah 20-8 = 12

B. Media MUZAX

MUZAX merupakan singkatan dari Multifunctional Zahlen Box yang artinya box bilangan bulat
yang multifungsi. Zahlen berasal dari bahasa prancis, pada tahun 1890 bilangan bulat dikenal dari
prancis dengan sebutan zahlen dan dilambangkan dengan huruf “Z”. Bilangan bulat identik dengan
tanda bilangan yaitu tanda negatif (-), hal ini yang menjadi permasalahan bagi siswa Sekolah Dasar saat
mengoperasikan penjumlahan ataupun pengurangan bilangan bulat. Siswa sering bingung saat harus
mengoperasikan bilangan yang bertanda negatif dengan bilangan yang bertanda positif, padahal
penjumlahan dan pengurangan adalah dasar yang harus dikuasai siswa untuk menyelesaikan soal-soal
matematika. Alhasil,masih ditemukan hasil belajar matematika siswa yang rendah,

Oleh sebab itu dibutuhkan alat bantu pembelajaran yang mempermudah siswa memahami konsep
penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sesuai dengan teori kogntif Piaget yang menyatakan
bahwa siswa Sekolah Dasar berada pada tahap perkembangan operasional kongkret yang artinya untuk
dapat memahami sesuatu dibutuhkan benda konkret yang dapat mempermudah siswa memahami
sesuatu tersebut. Disinilah, peran media pembelajaran dibutuhkan.

166

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

MUZAX adalah media pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang didesain
berdasarkan teori belajar Brunner. Sesuai dengan pernyataan Brunner bahwa untuk mengajarkan konsep
matematika kepada siswa harus dilakukan tiga tahap belajar yaitu pertama, enaktif atau belajar dengan
benda konkret, ikonik atau belajar dengan ikon, dan simbolis atau belajar dengan simbol-simbol.
Profil Pembuat Media :

ALAT DAN BAHAN

Palu 5. Korek api

Pisau 6. Kertas pasir

Gunting 7. Rol

Gergaji 8. Kuas

BAHAN :

Triplek 2 buah masing-masing berukuran 40 cm x 30 cm

Triplek 2 buah masing-masing berukuran 20 cm x 30 cm

Triplek putih 1 buah berukuran 20 cm x 15 cm

Kayu berukuran : 40 cm (2 buah) , 30 cm ( 7 buah) , 30 cm ( 2 buah), 15 cm ( 2 buah).

Pipa diameter 10 secukupnya.

Paku besar 1 kotak

Paku payung 2 kotak

Engsel 2 buah

Cat

Lem fox 1 botol

Lem tembak 3 buah

Kertas origami

Stiker

Kartu bilangan bulat

Pengeras suara

Tali batakbata

CARA PEMBUATAN

Potong triplek dengan ukuran dan bentuk seperti berikut :

167

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Susunlah kayu-kayu yang sudah dipotong sesuai ukurannya menjadi rangka berbentuk :

Pakukan triplek pada rangka kayu sesuai dengan bentuk di setiap sisinya.

Lem kayu yang sudah dipotong seperti gambar berikut

Pasang triplek yang sudah dipotong sesuai plat menggunakan engsel , sehingga bentuknya seperti pintu
yang bisa di buka-tutup, didalamnya pasangkan triplek putih. Dan lemkan kotak music disamping pintu.

Tempelkan stiker

Hiaslah media menggunakan tali batak dan kertas origami
Siapkan kartu bilbul (bilangan bulat).

168

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

CARA PENGGUNAAN MEDIA

Kartu

Kartu ratusan bernilai positif

Kartu ratusan bernilai negatif

Kartu puluhan bernilai positif
Kartu puluhan bernilai negatif
Kartu satuan bernilai positif

Kartu satuan bernilai negatif

Keterangan :
Setiap kartu memiliki nomor yang ada disisi belakangnya, dan setiap nomor tersebut memiliki pertanyaan dan
tantangan yang harus diselesaikan siswa.

NOMOR TANTANGAN ATAU PERTANYAAN
KARTU

Jika kamu melihat temanmu jatuh dari sepeda, apa yang
1

kamu lakukan?

Jika kamu mendapatkan uang 2000 rupiah dijalan, apa yang
2

akan kamu lakukan?

169

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Saat guru sedang keluar kelas, apa yang kamu lakukan
3

didalam kelas?
4 Sebutkan perkalian 9 !
5 Nyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa !
6 Sebelum makan, kamu harus…
7 Sebutkan kegiatan yang kamu lakukan sebelum tidur !
8 Tampilkan bakat yang kamu miliki !
9 Saat temanmu sedang beribadah, apa yang kamu lakukan?
10 Jika kamu tersesat, maka kamu harus…
11 Nyanyikan lagu daerah yang kamu hafal !

Ketika pulang sekolah, apa yang kamu lakukan saat melihat
12

rumahmu sangat berantakan ?
Hari ini ibumu memberi uang jajan lebih banyak, akan kamu
13
apakan uang tersebut?
Jika hari ini ibu guru memberikan pekerjaan rumah, kapan
14
kamu akan menyelesaikan PR tersebut?
Nyanyikan lagu Potong Bebek Angsa dengan huruf vokal
15
“O”!
16 Sebutkan perkalian 5 !
Apa yang harus kamu lakukan untuk menggapai cita-
17
citamu?
18 Sebutkan 5 sila pada Pancasila !
19 Sebutkan kegiatan yang kamu lakukan saat hari libur!
20 Jika kamu diejek oleh temanmu, maka kamu akan…
Apa yang kamu lakukan saat kamu melihat temanmu di
21
olok-olok ?
22 Sebutkanlah isi sumpah Pemuda !
23 Nanyikan lagu Himne Guru !

170

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Jika kamu berpapasan dengan gurumu saat dijalan, maka
24

kamu akan..

Apa yang kamu lakukan jika kamu melihat temanmu
25

mencontek saat ujian?

26 Lakukan dance marina !

27 Apa yang kamu lakukan saat ibumu atau ayahmu sakit?

Jika kamu tidak mengetahui jawaban soal ujian, maka kamu
28

akan..

29 Lakukan dance baby shark !

Jika kamu tidak mendapatkan izin dari orangtua untuk
30

bermain, maka kamu akan..

Langkah-Langkah Penggunaan Media MUZAX
SISI DEPAN ( Tujuan : Memotivasi dan mengasah psikomotorik anak)
Sebelum memulai pembelajaran , guru memutar musiK dan mengajak peserta didik menyanyi bersama.
Setelah itu, peserta didik diperbolehkan memilih salah satu soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
yang ada pada lingkaran soal.
SISI BELAKANG( Tujuan : Mengimplementasikan teori belajar Brunner tahap enaktif )
Untuk menyelesaikan soal yang telah dipilih, peserta didik dapat menggunakan sisi belakang media. Contoh
soal : -100 + 25 =
Peserta didik dapat meletakkan kartu pada setiap kolom kartu yang tersedia.
Kemudian, peserta didik dapat mengeliminasi kartu yang memiliki pasangan. Dengan syarat , kartu yang

memiliki warna yang sama dan tanda yang berbeda adalah pasangan.
Jika peserta didik tidak menemukan pasangan kartunya , maka peserta didik harus menjabarkan salah satu

kartu yang nilainya besar. Dengan syarat, kartu puluhan dapat dijabarkan menjadi kartu satuan
sebanyak sepuluh kartu atau 1 kartu puluhan = 10 kartu satuan.
Setelah kartu dijabarkan , maka peserta didik dapat mencari pasangan kartu.
SISI KANAN ( Tujuan : Mengimplementasikan teori belajar Brunner tahap ikonik )
Setelah belajar dengan benda konkret, peserta didik dapat belajar dengan gambar atau ikon. Dalam hal ini,
peserta didik diajarkan tentang penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan gambar buah.
Selain itu, guru juga dapat mengajarkan penjumlahan dan pengurangan menggunakan garis bilangan yang ada
pada sisi atas media kepada peserta didik.
SISI DEPAN ( Tujuan : Melaksanakan teori belajar Brunner tahap simbolis)
Pada sisi ini ,peserta didik akan menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat khususnya penjumlahan dan
pengurangan secara abstrak, dengan cara langsung menuliskan soal penjumlahan atau pengurangan bilangan
bulat secara simbolis sesuai dengan soal awal yang diperoleh dari lingkaran soal. Contoh,

-100 + 25 = ….

171

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

C. Media Machine Question Answer And Appreciation
Petunjuk Operasional

1. Pengenalan Media Machine Question Answer Appreciation
TINGKAT I (MESIN PUTAR SOAL)

I. Pada Tingkat I dalam Media “Machine QNA” adalah sebuah
Roler Putar yang berisikan Enam warna berbeda yang setiap
warna mewakili suku yang berbeda.

II. Pada setiap warna pada mesin putar juga terdapat gambar
Rumah Adat, yang nantinya menentukan soal yang akan di
jawab oleh peserta didik.

TINGKAT II (MESIN APRESIASI JAWABAN)

I. Pada tingkat II dalam Media “Machine QNA” adalah
mesin yang mengeluarkan apresiasi untuk jawaban peserta
didik yang benar terkait dengan soal yang dijawab.

II. Terdapat tiga mesin untuk mewakili dari ketiga suku yaitu
suku melayu, jawa, dan juga suku batak.

III. Setiap apresiasi terhadap jawaban yang benar dari ketiga
suku juga dilengkapi dengan kata-kata motivasi yang
bertujuan untuk menambah semangat belajar peserta didik
sekaligus tetap mengenalkan kebudayaan itu sendiri,
misalnya pada Apresiasi Melayu:

“Selamat Kamu Men1d7a2patkan HadiahDari Sultan
Deli.”

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

TINGKAT III (MESIN AUTOMATIC ANSWER)

I. Pada Tingkat III Media “Machine QNA” adalah Mesin
Otomatis yang mengeluarkan Jawaban yang benar untuk
soal yang di Jawab Pesera Didik sebelumnya.

II. Pada bagian sisi samping kiri dan kanan Tingkat ke III terdapat
mesin kantong soal yang berisikan pertanyaan mengenai Suku
Melayu, Jawa, dan Batak.
TINGKAT IV (RAGAM HIAS SUKU)

Ragam Hias merupakan ciri khas dari setiap rumah adat yang
sekaligus mempunyai makna filosofis berkenaan dengan suku

tersebut

173

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

2. Petunjuk Penggunaan Machine Question Answer Appreciation
Dalam penggunaan media Machine Question Answer Appreciation

diperlukan laptop atau smartphone untuk menayangkan video
pendukung dari materi. Kami menggunakan format mp4 pada video

tersebut yang dapat diakses dengan laptop ataupun smartphone.

Tahap Pertama
Pada Tingkat I Putar Roler searah jarum jam kemudian tunggu sampai
Roler berhenti. Setelah Roler berhenti jarum soal yang berada di tengah
akan menunjukkan suku mana yang akan nantinya Di berikan soal kepada
peserta didik.

Tahap kedua
Pada Tingkat III sebelah kiri dan kanan, peserta didik akan mengambil soal
pada kantong soal secara acak sesuai dengan suku yang telah terpilih
melalui mesin putar soal sebelumnya. Setelah itu peserta didik menjawab
pertanyaan yang di pilih dari kantong soal.

Tahap ketiga
Pada Tingkat ke III pada media, Tekan tombol on/off pada mesin
Automatic Answer sesuai dengan suku yang telah terpilih sebelumnya.
Kemudian masukkan kertas soal kedalam mesin ini. Setelah itu jawaban
yang benar akan keluar Otomatis dari mesin ini.

Tahap keempat
Pada Tingkat ke II Pada Media, Jika jawaban peserta didik benar maka
peserta didik akan mendapatkan apresiasi dengan cara menekan tuas pada
mesin apresiasi kemudia mesin akan secara otomatis mengelurkan hadiah
apresiasi.

174

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

BAB VIII
KETERAMPILAN MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BERBASIS IT
Pembelajaran adalah proses belajar yang dibangun oleh guru untuk

mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan
berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan
pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik
terhadap materi pelajaran.

Dikutip dari laman diskominfo.kedirikab.go.id IT (Information AND
Technology) , merupakan singkatan/akronim tidak resmi dalam bahasa
Indonesia. IT merupakan istilah umum untuk teknologi yang membantu
manusia dalam hal membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan
dan/atau menyebarkan informasi. Di dunia Pendidikan IT dapat di istilahkan
sebagai ICT (Information and Communication Technologies). Menurut puskur
kemendiknas (dalam Rusman, dkk (2011) Teknologi Informasi adalah
meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Dapat dirumuskan bahwa pembelajaran berbasis IT adalah proses
belajar yang memanfaatkan bantuan atau berkaitan dengan teknologi
informasi sehingga guru dan siswa dapat mengeksplorasi dan mengelaborasi
kegiatan belajar dan mengajar secara efektif dan efisien serta dengan
pembelajaran berbasis IT ini kegiatan pembelajaran akan semakin
berkembang, peserta didik dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber
informasi, mengolah hasil belajar, bahkan mengkreasikan hasil belajar agar
menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Pembelajaran berbasis IT juga
merupakan pembelajaran yang memadukan antara suatu proses pembelajaran
dengan penggunaan media pembelajaran yang bersifat teknologi, baik itu
berupa internet, penggunaan video, LCD (infokus) dan lain-lain.

B. JENIS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT
Media pembelajaran berbasis IT yaitu media pembelajaran yang mana

semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan

175

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

(akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian
informasi/data dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi. (Rusman,
2012) Media pembelajaran berbasis IT adalah komponen sumber belajar yang
mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang berbentuk
teknologi informasi dan komunikasi. Dengan kata lain, media ini adalah
sarana penyebaran informasi yang berupa perangkat keras, perangkat lunak,
sistem jaringan dan infrastruktur komputer maupun telekomunikasi agar data
dapat disebar dan di akses secara global. I Ketut Gede Darma Putra (2009)
mengemukakan beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran
berbasis IT, adalah:

1. Internet
Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan berbasis IT,
karena perkembangan internet kemudian muncul model-model e-
learning, distance learning, web base learning, dan istilah pendidikan
berbasis IT lainnya. Internet merupakan jaringan komputer global yang
mempermudah, mempercepat akses dan distribusi informasi dan
pengetahuan (materi pembelajaran) sehingga materi dalam proses
belajar mengajar selalu dapat diperbaharui. Sudah seharusnya dalam
penerapan pendidikan berbasis IT tersedia akses internet. Saat ini
wilayah Indonesia yang terjangkau jaringan internet semakin meluas
hal ini sebagai dampak dari perkembangan yang pesat dari jaringan
telekomunikasi. Mulai dari jaringan telepon rumah/kantor, jaringan
Speedy telkom, leased line ISP, sampai dengan komunikasi melalui
GPRS, 3G, HSDPA dengan memanfaatkan modem GSM dan CDMA
dari provider seluler adalah sederetan teknologi yang dapat digunakan
untuk akses internet. Dengan kata lain, saat ini tersedia banyak pilihan
teknologi untuk melakukan koneksi pada jaringan global.

2. Intranet
Apabila penyediaan infrastruktur internet mengalami suatu hambatan,
maka intranet dapat dijadikan alternatif sebagai media pendidikan
berbasis IT. Karakteristik intranet hampir sama dengan internet, hanya
saja untuk area lokal (dalam suatu kelas, sekolah, gedung, atau antar

176

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

gedung). Model-model pembelajaran sinkron dan tidak sinkron dapat
dengan mudah dan lebih murah dijalankan pada intranet. Menurut
penulis, pada kondisi-kondisi tertentu intranet justru dapat menjadi
pilihan tepat dalam menerapkan pendidikan berbasis IT.
3. Mobile Phone
Pembelajaran berbasis IT juga dapat dilakukan dengan menggunakan
media telpon seluler, hal ini dapat dilakukan karena kemajuan
teknologi telpon seluler yang pesat. Seseorang bisa mengakses materi
pembelajaran, mengikuti pembelajaran melalui telpon seluler. Begitu
canggihnya perkembangan teknologi ini sampai memunculkan istilah
baru dalam pembelajaran berbasis IT yang disebut M-learning (mobile
learning).
4. CD-ROM/Flash Disk
Media CD-ROM atau flash disk dapat menjadi pilihan apabila koneksi
jaringan internet/intranet tidak tersedia. Materi pembelajaran disimpan
dalam media tersebut, kemudian dibuka pada suatu komputer.
Pemanfaatan media CD-ROM/flash disk merupakan bentuk
pembelajaran berbasis IT yang paling sederhana dan paling murah.

Nunur Suryani (2015) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis IT
mencakup semua teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan,
mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses
komunikasi. Yang termasuk teknologi ini adalah:

1. Teknologi komputer, baik perangkat keras (hardware) maupun
perangkat lunak (software) pendukungnya. Di dalamnya termasuk
prosesor (pengolah data), media penyimpan data/informasi (hard disk,
CD, DVD, flash disk, memori, kartu memori, dll.), alat perekam (CD
Writer, DVD Writer), alat input (keyboard, mouse, scanner, kamera,
dll.), dan alat output (layar monitor, printer, proyektor LCD, speaker,
dll. Media pembelajaran berbasis komputer atau bisa disebut
pembelajaran berbantuan komputer (computer assisted instructional/
CAI). Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran interaktif

177

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya program
computer-assisted learning(CAL), konferensi komputer, surat
elektronik atau elektronik mail (email), dan komputer multimedia yang
kemudian disebut multimedia pembelajaran interaktif. Pembelajaran
melalui CAI ini, bersifat offline, sehingga dalam penggunaannya tidak
tergantung pada adanya akses ke internet.Program pembelajaran
berbantuan komputer ini memanfaatkan seluruh kemampuan
komputer, terdiri dari gabungan hampir seluruh media, yaitu: teks,
grafis, gambar, photo, audio, video, dan animasi. Seluruh media
tersebut secara konvergen akan saling mendukung dan melebur
menjadi satu media yang luar biasa kemampuannya. Salah satu
keunggulan media komputer ini yang tidak dimiliki oleh berbagai
media lain, ialah kemampuannya untuk menfasilitasi interaktifitas
peserta didik dengan sumber belajar (conten) yang ada pada komputer
(man and machine interactivity).(warsita, 2008)

2. Teknologi multimedia. Media pembelajaran yang termasuk ke dalam
teknologi multimedia adalah kamera digital, kamera video, player
suara, player video, dll. Multimedia sering diartikan sebagai gabungan
dari banyak media atau setidak-tidaknya terdiri lebih dari satu media.
Multimedia dapat diartikan sebagai komputer yang dilengkapi dengan
CD player, sound card, speaker dengan kemampuan memproses
gambar gerak, audio, dan grafis dalam resolusi yang tinggi .(Sutopo,
2012)

3. Teknologi telekomunikasi. Yang termasuk media telekomunikasi
adalah telepon seluler, dan faximile. Teknologi komunikasi ini
sekarang berkembang semakin pesat. Kini tidak hanya dalam bentuk
telepon seluler dan faximile saja namun bermacam-macam, seperti
Handphone, e-mail, facebook, twitter dan lain sebagainya.(Rusman,
2012)

4. Teknologi jaringan komputer. Teknologi ini terdiri dari perangkat
keras seperti LAN, internet, wifi, dan lain-lain. Selain itu juga terdiri

178

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

dari perangkat lunak pendukungnya atau aplikasi jaringan seperti
WEB, e-mail, html, java, php, aplikasi basis data dan lain-lain.

Selain itu menurut Suci Zakiah dan Irfan Hilman (2018: 50) jenis-jenis
sumber dan media pembelajaran berbasis IT yang dapat dimanfaatkan oleh
guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran antara lain:

1. Komputer
2. LCD
3. Internet
4. CD Pembelajaran
5. E-mail
6. Persentasi Power Point

C. FUNGSI IT DALAM PEMBELAJARAN DI SD
Penggunaan IT sebagai media pembelajaran dapat melalui

pemanfaatan perangkat komputer sebagai media pembelajaran yang inovatif.
Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran,
perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Selain itu, proses pembelajaran akan
lebih efektif karena penggunaan IT sebagai media pembelajaran
memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dengan
peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
Pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan menurut
Munir (2009), pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan
kesempatan kepada setiap pembelajaran untuk mengakses materi
pembelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan
komputer. Khususnya di sekolah dasar di kelas rendah (kelas 1, 2 dan 3)
penggunaan IT sangat membantu sekali dalam hal penyampaian materi,
dengan menggunakan visualisasi dan animasi diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman peserta didik. Selain itu guru sekolah dasar merupakan guru kelas
yang harus menguasai seluruh mata pelajaran terkecuali mata pelajaran agama

179

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

dan penjas. Dengan begitu guru sekolah dasar harus lebih kreatif dan inovatif
dikarenakan berbedanya karakteristik dari setiap mata pelajaran.

Selain itu menurut Munir (2008:138) mengungkapkan kelebihan-
kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis IT jika diterapkan
di Sekolah Dasar sebagai berikut:

1. Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi
pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapat menjelaskan konsep
yang sulit atau rumit menjadi mudah atau lebih sederhana.

2. Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau objek yang abstrak (tidak
nyata, tidak dapat dilihat langsung) menjadi konkrit (nyata dapat
dilihat, dirasakan, atau diraba), seperti menjelaskan peredaran darah
dan organ-organ tubuh manusia pada mata pelajaran Sains.

3. Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih
mudah dan cepat, sehingga peserta didikpun mudah dipahami, lama
diingat dan mudah diungkapkan kembali.

4. Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktifitas, dan
kreatifitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.

5. Memancing partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan
memberikan kesan yang mendalam dalam pikiran peserta didik.

6. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali
(playback). Misalnya menggunakan rekaman video, compact disk
(cakram padat), tape recorder atau televisi.

7. Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar
terhadap suatu objek, namun dalam bentuk nyata menggunakan media
pembelajaran.

8. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik
dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat
belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung.
Misalnya, peserta didik mempelajari tentang jenis-jenis tumbuhan.
Mereka langsung melihat, memegang, atau merasakan tumbuhan
tersebut.

180

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

D. KENDALA PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI SD
Menurut Aka, Kukuh A. (2017) beberapa kendala penggunaan IT di

Sekolah dasar antara lain:
1. Pengembangan software perangkat pembelajaran berbasis IT masih
relatif mahal. Guru kelas hendaknya memanfaatkan software
perangkat pembelajaran berbasis IT yang diberikan secara gratis oleh
pemerintah atau mendownload dari internet sendiri.
2. Memerlukan pengetahuan dan keterampilan pemrograman untuk
mengembangkan bahan ajar/software pembelajaran berbasis IT. Tidak
semua guru kelas memiliki kemampuan bahasa pemrograman. Oleh
karena itu, diharapkan guru kelas dapat memanfaatkan software
perangkat pembelajaran yang sudah siap pakai.
3. Program yang tersedia saat ini belum memperhitungkan kreativitas
siswa, sehingga hal tersebut tentu tidak akan dapat mengembangkan
kreativitas siswa. Guru perlu menggabungkan pembelajaran berbasis
IT dengan tetap tidak meninggalkan aktivitas yang mengembangkan
keterampilan siswa.
4. Mengurangi interaksi antara pengajar dan siswa atau bahkan antara
siswa itu sendiri. Guru perlu menggabungkan pembelajaran berbasis
TI dengan tetap tidak meninggalkan aktivitas interaksi siswa antar
siswa dan siswa dengan guru.
5. Proses pembelajarannya cenderung ke arah pelatihan dari pada
pendidikan. Pendidikan yang bersifat mengajarkan perilaku, moral,
dan nilai tetap memerlukan interaksi dengan manusia lainnya.
6. Meski keberadaannya sudah semakin luas, tidak semua tempat tersedia
fasilitas internet, komputer, dan jaringan perlistrikan.
7. Semakin canggihnya peralatan IT, dapat dimungkinkan terjadi
penyalahgunaan dibidang pendidikan.

181

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

E. PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI SEKOLAH DASAR
Pada tingkat sekolah dasar biasanya pengenalan IT lebih cenderung ke

arah kemampuan menggunakan komputer dan internet dari pada media yang
lain. Hal ini dikarenakan pengenalan media komputer lebih dibutuhkan oleh
siswa dalam proses pembelajaran dan pencarian informasi. Pengenalan materi
tentang komputer sangat beragam bentuk dan jenis dalam proses
pengoperasiannya dan hal itu dapat dilakukan seorang guru dengan
memberikan teori-teori tentang komputer disertai dengan prakteknya. Pada
kelas rendah dan tinggi ada perbedaan dalam membelajarkan penggunaan
media komputer. Pembelajaran komputer di kelas rendah masih terlihat begitu
ringan daripada pembelajaran komputer di kelas tinggi karena siswa di kelas
tinggi cara berpikirnya sudah berbeda dengan siswa kelas rendah. Proses
pengenalan IT di tingkat sekolah dasar masih tergolong ringan dibandingkan
dengan tingkatan pendidikan di atasnya. Pengenalan tentang komputer
contohnya ialah pengenalan microsoft word, macam-macam perangkat keras,
macam-macam perangkat lunak, cara untuk menghidupkan komputer, dll.

F. KOMPETENSI PENGUASAAN IT YANG HARUS DIKUASAI OLEH
GURU SEKOLAH DASAR
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi, seorang guru perlu memiliki kompetensi-kompetensi tertentu.
Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukan kualitas guru
yang sebenarnya. Kompetensi berwujud dalam bentuk penguasaan
pengetahuan, keterampilan, maupun sikap professional. Dengan kata lain
seorang guru akan dikatakan kompeten atau menguasai kompetensi
penguasaan IT jika menguasai standar kompetensi penguasaan IT. Pada
umumnya IT dapat dimanfaatkan di seluruh jenjang pendidikan, salah satu
yang membedakan sekolah dasar dengan jenjang di atasnya adalah terletak
pada gurunya. Berbeda dengan guru sekolah menengah pertama dan atas, guru
sekolah dasar merupakan guru kelas yang harus mengampu seluruh mata
pelajaran (kecuali agama dan penjaskes). Pada sisi pemanfaatan IT, hal
tersebut mengakibatkan guru sekolah dasar harus lebih kreatif dalam

182

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

menginovasikan IT, karena karakteristik setiap mata pelajaran berbeda-beda.
Sudah diketahui bersama bahwa pembelajaran di sekolah dasar cenderung
masih bersifat abstrak khususnya kelas rendah (kelas 1,2, dan 3), sehingga
visualisasi dan berbagai animasi pembelajaran hasil dari IT dapat
meningkatkan pemahaman siswa. Guru kelas merupakan sebutan bagi guru
sekolah dasar, karena mayoritas proses pembelajaran di sekolah dasar dikelola
oleh guru kelas, maka guru kelas mempunyai peran penting dalam
pengintegrasian IT. Guru kelas bisa menjadi contoh langsung bagi pengunaan
perangkat IT di sekolah dasar.

Menurut Wijayanti (2011) Standar Kompetensi Guru yang harus
dikuasai dalam penguasaan IT atau TIK adalah :

a. Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya (perangkat
pendukung).

b. Merakit, menginstalasi, menset-up, memelihara dan melacak serta
memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal

c. Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa
pemrograman berorientasi objek.

d. Mengolah kata ( word processing) dengan komputer personal
e. Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer

personal

Upaya Meningkatkan Kemampuan Penguasaan IT bagi Guru Dalam
proses meningkatkan kemampuan penguasaan IT bagi guru dapat dilakukan
beberapa hal anatara lain, seperti:

1. Mengirim guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan, penataran, seminar
dan workshop mengenai IT.

2. Mengadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi IT bagi seluruh guru
dengan mendatangkan nara sumber ahli.

3. Melengkapi berbagai sarana dan media berbasis IT yang dapat
menunjang kegiatan pembelajaran.

183

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

4. Melaksanakan dan melatih pembelajaran dengan menggunakan
berbagai strategi dan metode berbasis IT, meskipun tidak semua
sekolah mampu melaksanakan secara efektif.

5. Mengadakan studi banding ke sekolah lain yang dipandang lebih maju
bidang ITnya. (Mugara, 2011)

G. RANGKUMAN

F. LATIHAN
1. Menurut Anda, mengapa pembelajaran berbasis IT itu perlu di terapkan di

Sekolah Dasar?
2. Jelaskan apa yang membedakan pembelajaran berbasis IT di sekolah dasar

dengan jenjang pendidikan lainnya!

184

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

3. Jelaskan kelebihan-kelebihan penggunaan media pembelajaran berbasis IT!
4. Apa yang menyebabkan pengenalan IT di SD lebih cenderung ke arah

kemampuan menggunakan komputer dan internet dari pada media yang lain?
5. Jelaskan media pembelajaran berbasis IT apa saja yang dapat dimanfaatkan

oleh guru di Sekolah Dasar?

185

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

BAB IX

LITERASI DAN NUMERASI

A. PENGERTIAN LITERASI DAN NUMERASI
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a)

menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan
matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam
konteks kehidupan sehari-hari dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan
dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi
hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk
mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam
kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara) dan kemampuan untuk
menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.
Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap
menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan
kehidupan. Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman
informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.

Numerasi tidaklah sama dengan kompetensi matematika. Keduanya
berlandaskan pada pengetahuan dan keterampilan yang sama, tetapi perbedaannya
terletak pada pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan tersebut. Pengetahuan
matematika saja tidak membuat seseorang memiliki kemampuan numerasi.
Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah
matematika dalam situasi riil sehari-hari. Saat permasalahannya sering kali tidak
terstruktur, memiliki banyak cara penyelesaian, atau bahkan tidak ada
penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor nonmatematis.

Sebagai contoh, seorang peserta didik belajar bagaimana membagi
bilangan bulat dengan bilangan bulat lainnya. Ketika bilangan yang pertama tidak
habis dibagi, maka akan ada sisa. Biasanya peserta didik diajarkan untuk
menuliskan hasil bagi dengan sisa, lalu mereka juga belajar menyatakan hasil bagi

186

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

dalam bentuk desimal. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, hasil bagi yang
presisi (dengan desimal) sering kali tidak diperlukan sehingga sering kali
dilakukan pembulatan. Secara matematis, kaidah pembulatan ke bawah dilakukan
jika nilai desimalnya lebih kecil daripada 5, pembulatan ke atas jika nilai
desimalnya lebih besar daripada 5, dan pembulatan ke atas atau ke bawah bisa
dilakukan jika nilai desimalnya 5.

Namun, dalam konteks nyata, kaidah itu tidaklah selalu dapat diterapkan.
Contohnya, jika 40 orang yang akan bertamasya diangkut dengan minibus yang
memuat 12 orang, secara matematis minibus yang dibutuhkan untuk memuat
semua orang itu adalah 3,333333. Jumlah itu tentu tidak masuk akal sehingga
dibulatkan ke bawah menjadi 3 minibus. Akan tetapi, jika sebuah tempat duduk
hanya boleh diduduki oleh satu orang saja, artinya ada 4 orang tidak mendapatkan
tempat duduk. Oleh karena itu, jumlah minibus yang seharusnya dipesan adalah 4
buah.

Perlu dicermati bahwa numerasi membutuhkan pengetahuan matematika
yang dipelajari dalam kurikulum. Akan tetapi, pembelajaran matematika itu
sendiri belum tentu menumbuhkan kemampuan numerasi.

B. PRINSIP DASAR LITERASI DAN NUMERASI
Kompetensi literasi dan numerasi merupakan kemampuan yang mendasar

(Pusat Asesmen dan Pembelajaran, 2020). Prinsip literasi meliputi; bersifat
berimbang sesuai dengan kebutuhan individu, bahasa lisan sangat penting dan
terbuka, berlangsung pada suatu kurikulum serta memiliki keberagaman.
Sehingga dapat kita ketahui bahwa literasi bukan sekedar pengetahuan bahasa,
namun meliputi kemampuan kognitif, mengenal genre serta kultural. Sedangkan
prinsip dasar dari literasi numerasi meliputi 3 poin yaitu; (1) Bersifat kontekstual,
sesuai dengan kondisi geografis, sosial budaya dan sebagainya, (2) Selaras dengan
cangkupan matematika dalam kurikulum 2013; dan (3) Saling bergantung dan
memperkaya unsur literasi lainnya” (Gerakan Literasi Nasional, 2017).

187

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

C. RUANG LINGKUP LITERASI DAN NUMERASI
Literasi Numerasi merupakan bagian dari matematika. Literasi numerasi

bersifat praktis (digunakan dalam kehidupan sehari-hari), berkaitan dengan
kewarganegaraan (memahami isu-isu dalam komunitas), profesional (dalam
pekerjaan), bersifat rekreasi (misalnya, memahami skor dalam olahraga dan
permainan), dan kultural (sebagai bagian dari pengetahuan mendalam dan
kebudayaan manusia madani). Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi
numerasi sangat luas, tidak hanya di dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga
beririsan dengan literasi lainnya, misalnya, literasi kebudayaan dan
kewarganegaraan.

Literasi numerasi merupakan bagian dari matematika, dalam hal komponen
literasi numerasi dalam cangkupan matematika diambil dari kurikulum 2013,
seperti pada tabel berikut.

188

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Literasi dan numerasi adalah bagian yang tak terpisahkan. Keduanya
berperan penting dalam menentukan kualitas suatu bangsa. Karena literasi dan
numerasi merupakan kompetensi yang fundamental. Namun, kerap kali dalam
penggunaan kata literasi dan numerasi dirujuk secara tunggal hanya sebagai
literasi. Padahal kenyataannya literasi dan numerasi memiliki pengertian yang
berbeda. Literasi lebih tepat dikatakan sebagai memahami dan menanggapi teks
secara tepat, sedangkan numerasi diartikan sebagai kemampuan untuk meng-
aplikasikan konsep numerik dalam kehidupan seharihari. Keduanya penting
dikuasai karena keduanya sama-sama menjadi bekal menjalani kehidupan di luar
kelas.

D. PENTINGNYA PENGUATAN LITERASI NUMERASI PADA
PEMBELAJARAN Penguatan Literasi Numerasi, Pada Pembelajaran Di
Sekolah
Kemampuan literasi dan numerasi merupakan proteksi terbaik untuk

kemajuan suatu negeri dari ketertinggalan, karena hampir di setiap aspek
kehidupan membutuhkan kemampuan literasi numerasi. Dalam kehidupan sehari
– hari, saat akan berniaga, memulai usaha, masalah kesehatan, bahkan dalam
kehidupan bernegara semua itu memerlukan kemampuan literasi numerasi.
Misalkan untuk memahami informasi mengenai ekonomi dan politik. Untuk itu
penguatan kemampuan literasi dan numerasi di bidang tersebut menjadi sangat
penting.

Sekolah sejatinya merupakan tempat bagi peserta didik menimba ilmu
secara formal, karenannya kegiatan litersi telah terjadi pada saat proses belajar-
mengajar berlangsung. Meskipun demikian, faktanya tingkat kemampuan literasi
peserta didik cenderung masih rendah. Hal ini dikarenakan proses literasi yang
dijalani peserta didik tidak sampai pada tujuan semestinya sehingga pemahaman
mengenai literasi numerasi tidak dapat dikuasai. Untuk itu diperlukan upaya
penguatan literasi numerasi di sekolah, sehingga budi pekerti peserta didik dapat
tumbuh dan diharapkan mampu menjadi teladan bagi anak-anak lain. Penguatan
literasi numerasi di sekolah dapat diwujudkan apabila terdapat kerjasama antar

189

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

semua elemen pembelajaran, yaitu sekolah, guru, kepala sekolah, siswa bahkan
orang tua harus bekerjasama. Misalnya sekolah harus menyediakan media,
perangkat belajar, dan sumber belajar yang dibutuhkan. Guru bertugas
memberikan pengarahan dan pemahaman terkait pentingnya literasi numerasi,
serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Orang tua
dapat berperan sebagai pendamping untuk memfasilitasi guru dan peserta didik
serta melakukan pengawasan dan pengarahan dalam penggunaan media digital
oleh anak-anak mereka.

E. STRATEGI PENGUATAN LITERASI
Lingkungan kaya teks merupakan bagian penting dalam pengembangan

budaya literasi di sekolah. Lingkungan kaya teks dimaknai sebagai lingkungan di
mana anak-anak berinteraksi dengan berbagai bentuk bahan cetak, termasuk
tanda-tanda, sudut belajar yang berlabel, cerita dinding, displaikata, mural
berlabel, papan buletin, grafik dan diagram, puisi, serta berbagai bahan cetak lain
(Kadlic and Lesiak, 2003).Lingkungan kaya teks menawarkan banyak kesempatan
bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan dan keterampilan literasi. Ruang
kelas literat dapat menarik dan mendorong siswa untuk mengambil bagian dalam
banyak pengalaman belajar yang diberikan di sekolah. Kita dapat melihat aspek
apa yang dianggap penting oleh seorang guru, ketika kita masuk ke ruang kelas.
Dari lingkungan fisik kelas, kita dapat mengambil simpulan seberapa besar guru
tersebut mendorong pembelajaran literasi. Di sebuah kelas yang mendorong
pembelajaran literasi, kita mungkin dapat menemukan contoh bahan cetak yang
ditempelkan di dinding, perpustakaan kelas, meja dan kursi yang dikelompokkan
untuk mendorong interaksi kelas, penggunaan sumber bahan-bahan yang dapat
digunakan untuk belajar mandiri dan terpajang di rak-rak bertanda, serta tempat
bagi siswa untuk bekerja secara mandiri, berkelompok kecilatau besar

1. Bagan-Bagan Pendukung Literasi

190

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Sebuah kelas yang kaya teks perlu memajang berbagai jenis teks di kelas
yang dapat digunakan sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Ruang kelas
yang kaya teks memiliki ciri visual yang menonjol. Bagan, tabel, atau
grafik yang dipajang di dinding dapat digunakan guru sebagai rujukan
dalam kegiatan pembelajaran. Memajang bagan atau grafik bukan hanya
sekadar mendekorasi kelas agar kelihatan menarik. Yang lebih penting
adalah bagan-bagan yang dipajang memiliki fungsi untuk mendukung
pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, bagan kaya teks
digunakan sebagai media pembelajaran dan memfasilitasi siswa untuk
terlibat dalam pembelajaran literasi. Contoh-contoh bagan kaya teks antara
lain adalah:
 Hari dalam seminggu.
 Bulan dalam setahun.
 Grafik warna: dengan gambar dan nama warna yang berbeda.
 Grafik binatang: dengan gambar binatang dan namanya.
 Grafik alfabet.
 Grafik angka.
2. Bagan Fungsional untuk Komunikasi Kelas
Tanda atau label yang berfungsi untuk mengkomunikasikan informasi
adalah sumber bahan kaya teks yang penting untuk bahan bacaan. Salah
satu contohnya adalah jadwal harian. Jadwal harian yang dipasang di kelas
memudahkan siswa untuk memahami pemetaan kegiatan kelas setiap hari.
Selain itu, jadwal harian juga mendorong terjadinya percakapan tentang
bagaimana jadwal akan berjalan dan apakah akan ada perubahan. Dengan
kata lain, guru bisa mendiskusikan bagan fungsionaldengan siswa untuk
memastikan bagan tersebutdiperhatikan dan terbaca setiap hari. Contoh
lain dari bagan fungsional sebagai sarana komunikasi kegiatan sehari-hari
di kelas adalah:
 Jadwal harian.
 Daftar piket kelas.
 Peraturan kelas.
 Pesan pagi.

191

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

 Bagan kehadiran siswa.
3. Bahan Kaya Teks yang Dibuat Bersama oleh Guru dan Siswa

Salah satu cara untuk menjadikan bahan kaya teks sebagai bagian dari
lingkungan kelas yang literat adalah dengan memajang karya yang dibuat
bersama oleh guru dan siswa. Bahan seperti ini penting untuk menjadi
sebuah contoh atau model pembelajaran. Guru dan siswa dapat
menggunakannya sebagai rujukan untuk menciptakan teks sejenis. Dengan
demikian, siswa memperluas pengalaman belajar. Selain itu, keterlibatan
siswa dalam proses kreasi dapat memunculkan rasa memiliki dan kendali
proses pembelajaran. Rasa memiliki dan kendali ini penting sebagai
bagian dari pengembangan kemandirian belajar. Bahan teks hasil kerja
bersama dapat juga ditinjau secara berkala untuk dikembangkan menjadi
teks baru atau untuk rujukan karya siswa mandiri. Dalam pendekatan
literasi berimbang, kegiatan menulis mandiri biasanya berkembang
mengikuti kegiatan menulis bersama. Beberapacontoh cetakan yang bisa
dibuat bersama yang ditampilkan meliputi:
 Pengatur grafis yang digunakan oleh guru dan siswa untuk menyusun

struktur cerita.
 Karya yang dibuat selama kegiatan menulis interaktif.
 Kegiatan menceritakan kembali oleh siswa dan dicatat oleh guru.
 Tanggapan tertulis siswa atas pertanyaan guru tentang sebuah cerita.
 Sebuah cerita yang dibuat oleh siswa, tetapi dicatat olehguru.
4. Pajangan Tulisan Siswa
Tidak kalah pentingnya dari pajangan karya bersama adalah karya mandiri
siswa. Siswa dapat termotivasi untuk menulis lebih banyak ketika mereka
melihat bahwa kontribusi mereka dihargai dan ditampilkan untuk dilihat
semua orang. Karya mandiri tidak hanya berfungsi sebagai pajangan,
tetapi sebagai referensi dan cara untuk merekam pengalaman siswa. Pada
prinsip, tulisan siswa haruslah diterbitkan dan ditampilkan, tidak hanya
dinilai dan disimpan. Prinsip ini bisa dijalankan dengan cara membaca
karya siswa dengan lantang, memajang karya di dinding, atau menyusun

192

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

karya siswa dalam sebuah buku untuk dipajang di perpustakaan kelas.
Jenis karya siswa lain yang dapat dipajang adalah:
 Cerita yang ditulis oleh siswa.
 Tanggapan siswa yang tertulis untuk pertanyaan terbuka tentang cerita

yang mereka baca.
 Tulisan mandiri yang menggabungkan konsep dari mata pelajaran lain

(misalnya sains, ilmu sosial,matematika).
 Lembar kerja atau tugas kelas dalam bentuk menulis.
5. Dinding Kata

Kemampuan membaca siswa haruslah mencakup aspek mempelajari
kata-kata baru dan memasukkannya ke dalam ingatan jangka panjang.
Aspek ini terbukti mendorong keberhasilan pembelajaran literasi. Bahan
cetak yang diatur secara rapi dan sistematis dapat membantu siswa
mengembangkan kemampuan membaca dan menulis. Foto di bawah ini
adalah contoh bagaimana siswa menggunakan dinding kata sebagai
rujukan saat mereka menulis. Dinding kata di foto ini berupa huruf-huruf
alfabet yang diatur secara berurutan. Di bawah setiap huruf ada daftar kata
yang sering digunakan dan dimulai dengan huruf itu. Biasanya, guru dan
siswa akan membuat dinding kata bersama-sama menambahkan kata baru
sesuai kebutuhan. Siswa didorong untuk membaca, menyalin, dan
menggunakan kata-kata dari dinding kata kapanpun mereka menulis.
Dinding Kata adalah media yang kuat pengaruhnya dalam pembelajaran
literasi karena membantu siswa menulis beberapa kata dengan cepat dan
mudah saat membuat teks. Dalam bahasa Inggris, banyak kata yang
ditempel di dinding dapat berfungsi sebagai akar kata dan guru dapat
sering menggunakan dinding kata untuk mengajarkan pola ejaan.
Memperhatikan fitur dalam kata-kata adalah keterampilan penting yang
mendukung pembelajaran literasi.
Contoh Dinding Kata yang lain adalah:
 Sajak.
 Kosakata penting untuk area konten tertentu.
 Kata baru yang ditemukan dalam cerita yang baru dibaca di kelas.

193

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

6. Menciptakan Ruang yang Nyaman dan Tenang
Sudut baca kelas merupakan sudut yang relatif tenang dan diatur

sedemikian rupa sehingga terasa seperti ruang yang terpisah. Ruang tidak
harus besar asalkan bahan bacaan tertata dengan baik, nyaman, di sudut
yang tenang, dan terbuka untuk digunakan oleh siswa. Ruang yang terlihat
pada foto di atas dapat menampung beberapa siswa dan cukup lapang
untuk siswa dapat menyebar dan merasa nyaman saat mereka membaca.
Sudut ini dirancang sedemikian rupa sehingga guru dapat mengadakan
pembelajaran kelompok besar dengan beberapa siswa duduk di meja atau
meja dan ada kelompok kecil yang bekerja di sudut baca. Hal-hal yang
perlu dipertimbangkan saat membuat sudut baca adalah:
 Menempatkan tikar atau karpet di lantai agar siswa nyaman saat duduk

atau berselonjor.
 Menggunakan rak buku sebagai partisi untuk menciptakan kesan

bahwa sudut baca adalah ruang terpisah di dalam kelas.
 Memilih sudut ruangan yang tenang, bila memungkinkan di dekat

jendela dengan sirkulasi yang baik.
 Menetapkan aturan saat menggunakan sudut baca.

Contoh strategi penguatan literasi di kelas awal:

194

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Contoh strategi penguatan literasi di kelas tinggi::

F. STRATEGI PENGUATAN NUMERASI
Numerasi berperan menentukan cara dan arah pembelajaran matematika di

sekolah, sehingga pembelajaran matematika lebih bermakna bagi peserta didik
secara kontekstual. Beberapa prinsip penguatan numerasi dalam mata pelajaran
matematika mencakup

195

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Tuntutan numerasi dalam matematika melibatkan pengetahuan dan kapasitas
untuk memanfaatkan keterkaitan ide-ide matematika (antara berbagai topik dan
domain matematika). Untuk guru matematika, tantangannya adalah memberikan
perhatian khusus pada bagaimana matematika digunakan di luar kelas
matematika, misalnya memberikan masalah yang solusinya bergantung pada
konteks dan meminta peserta didik untuk membenarkan solusi mereka dan pilihan
keterampilan matematika yang mereka gunakan. Penguatan numerasi di
matematika dapat dilakukan dengan melihat mata pelajaran lain sebagai penyedia
konteks yang bermakna di mana konsep matematika dapat diperkenalkan atau
dikembangkan.

G. RANGKUMAN
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk
(a) menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang
terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis
dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan
(b) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik,
tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut
untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

H. LATIHAN
LITERASI

Dokter Buku
Sekolahku mengadakan perlombaan.
Anak yang paling banyak membaca buku akan menjadi pemenang. Dia akan
mendapat gelar “Monster Buku”.
Aku dan Tuti ikut meminjam beberapa buku di perpustakaan.
Buku yang dipinjam Tuti ternyata halamannya banyak yang lepas. Ia dibantu
ibunya memperbaiki buku yang rusak di rumah.
Tuti jadi bersemangat untuk meminjam lebih banyak buku. Buku yang dipinjam
adalah buku yang rusak dan perlu diperbaiki.
Tibalah saatnya gelar “Monster Buku” diumumkan. Gelar itu diraih oleh Tuti.

196

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Tuti diminta tampil untuk menceritakan isi buku yang dipinjam. Tuti langsung
maju. Dengan gugup Tuti bercerita. Ia meminjam banyak buku hanya untuk
diperbaiki, bukan dibaca.
Gelar “Monster Buku” tidak jadi diberikan. Tuti akhirnya mendapat gelar baru,
“Dokter Buku”.

1. Apa yang membuat Tuti bersemangat untuk meminjam banyak buku?
A. Meraih gelar “Monster Buku”.
B. Mengikuti perlombaan di sekolah.
C. Meraih gelar “Dokter Buku”.
D. Memperbaiki buku-buku yang rusak.
Jawaban: A.

2. Gelar apa yang akhirnya didapatkan oleh Tuti?
Jawaban: gelar Dokter B

NUMERASI

Pilih setuju atau tidak setuju dan ketik penjelasanmu!

Seorang siswa ingin menggabungkan data waktu dekomposisi sampah organik
dan anorganik menjadi sebuah diagram batang. Ibu guru tidak menyarankan hal
tersebut. Setujukah kamu dengan saran ibu guru? Jelaskan!

197

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

Perhatikan tabel di bawah ini untuk menjawab soal no. 2 dan 3!

Pada toko beras tersebut, jenis beras yang paling banyak terjual adalah ....
Berdasarkan banyak beras yang terjual, perbandingan paling sederhana
antara beras IR 46 dan Pandan Wangi adalah ....
Perhatikan gambar lift di bawah ini !

Lift sudah berisi 5 orang dengan jumlah berat badan 380 kg. di luar lift,
Andi, Rosa, dan Joni akan masuk ke dalam lift yang sama. Apabila Andi

198

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

masuk lift dengan membawa barang seberat 6 Kg dan bergabung dengan
kelima orang yang di dalam lift, berapa Kg kapasitas lift yang tersisa?

 Gambar di atas menunjukkan permen jelly tusuk dengan isi yang berbeda.
Setiap tusuk terdapat beberapa buah permen jeli dengan warna yang sama.
Satu tusuk isi 3 permen harganya Rp2.000,00 dan satu tusuk isi 5 permen
harganya Rp3.000,00.

 Surti mempunyai uang sebesar Rp20.000,00. Ia ingin menggunakan uang
tersebut sebanyak-banyaknya untuk membeli permen dan membagikan
kepada 6 orang temannya sama banyak. Permen apa yang harus dibeli
Surti? Berikan alasannya!

199

Pengembangan Pembelajaran Matematika DI SD

BAB X
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS (Outdoor Learning)

A. PENGERTIAN OUTDOOR LEARNING
Outdoor learning dikenal juga dengan berbagai istilah lain seperti outdoor

activities, outdoor study, pembelajaran luar kelas, atau pembelajaran lapangan.
outdoor activities atau disebut juga sebagai pembelajaran diluar kelas. Outdoor
learning sebagai aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah
dan di alam bebas lainnya, seperti bermain di lingkungan sekolah, taman,
perkampungan pertanian/nelayan, berkemah dan kegiatan yang bersifat
berpetualang serta mengembangkan aspek pengetahuan yang relevan. (Dadang M
dan Rizal)

Outdoor Learning process merupakan metode pembelajaran yang
memanfaatkan alam dan lingkungan sekitar peserta didik sebagai sumber belajar
utama.3 Kegiatan pembelajaran yang dilakukan langsung melalui alam dan
lingkungan sekitar akan merangsang peserta didik untuk aktif menggali
pengalamannya sendiri, mereka belajar bukan hanya sekedar teori dan juga
gambaran abstrak, tapi mereka mengalami dan berinteraksi langsung dengan apa
yang mereka pelajari, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan.

Pembelajaran outdoor merupakan suatu jalur dalam meningkatkan
kapasitas belajar siswa serta mendorong motivasi siswa untuk menjembatani
antara teori di dalam buku dengan kenyataan yang ada di lapangan (Thomas dan
Munge, 2017). Outdoor learning merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi
kegiatan di luar kelas atau sekolah dan di alam bebas lainya. Model pembelajaran
pendidikan luar ruangan adalah suatu pembelajaran dimana proses yang dilaluinya
dapat membangun makna ( input). Kemudian prosesnya melalui struktur kognitif
sehingga berkesan lama dalam ingatan atau memori (terjadi rekonstruksi).

200


Click to View FlipBook Version